Epaper Radar Bogor 30 Januari 2026

Page 1


Emas Semakin Berkilau B il E

Harga emas mengalami penurunan 6 kali (tahun 1990 - 2025)

Tahun 2026, proyeksi harga emas Rp4,2 juta per gram

Kalung Putus, Anting Sebelah, Tetap Laku

BOGOR–Warga yang menjual emas pada tahun 2026 ini bakal ketiban untung. Tak heran, berbagai pusat penjualan emas maupun pasar tradisional ramai didatangi warga yang

Banyak yang jual perhiasan. Mau ada surat atau tidak, harganya sama, tergantung kadar dan timbangannya. Emas yang sudah tinggal sebelah atau putus tetap laku, sesuai timbangan,”

Penjual Emas Kota Bogor, Winarsih

Puluhan mobil ambulans keluar-masuk SMAN 2 Kudus pada Kamis (29/1). Di dalamnya, siswasiswa terbaring lemah usai mengalami gejala lemas, mual, pusing, diare, hingga sesak napas.

ANDIKA TRISNA SAPUTRA, Radar Kudus

BOGOR–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan cuaca hujan masih akan mengguyur wilayah Bogor. Kondisi ini bakal berlangsung selama sepekan ke depan.
Konflik Geopolitik
dan Global
memanasnya Timur Tengah, Eropa Timur, Asia Timur, RusiaUkraina, hingga Amerika Latin
Baca Metropolis Hal 12

PENDIDIKAN

SMPN 10 Luncurkan Karya Ilmiah Siswa

SD Bina Insani Dorong Literasi Siswa

Gandeng Dinas

Perpustakaan Gelar

Perpustakaan Keliling

BOGOR –SD Bina Insani Bogor, terus berupaya mendorong para siswa agar mencintai dunia literasi (membaca, menulis dan menyimak). Salah satu Langkah yang ditempuh adalah menggandeng Dinas Perpustakaan Kota Bogor untuk menyelenggarakan kegiatan literasi di sekolah.

Pada Kamis, 29 Januari 2026, SD Bina Insani menggelar kegiatan Perpustakaan Keliling bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan Kota Bogor. Sejak pagi hari, mobil Perpustakaan Keliling Kota Bogor hadir di SD Bina Insani. “Perpustakaan

Keliling ini merupakan salah satu program literasi SD Bina Insani yang didukung Dinas Perpustakaan Kota Bogor,” kata PIC (Penanggung Jawab) kegiatan Perpustakaan Keliling SD Bina Insani, Iceu Silvi Yuwaningsih. Ia menambahkan, adapun bentuk kegiatannya adalah para siswa membaca buku, kemudian menulis review atau jurnal yang dibacanya tersebut, lalu diserahkan kepada wali kelasnya masing-masing. “Alhamdulillah, Perpustakaan Keliling Kota Bogor membawa ratusan buku yang beragam, sesuai dengan sararan pembaca kelas 1 hingga 6 SD. Sehingga, para siswa bisa memilih sendiri buku yang cocok dan mereka sukai,” ujarnya.

Ice menjelaskan, waktu yang disediakan untuk membaca dan menulis review/jurnal adalah 1 jam. “Biasanya, siswa kelas 1 sampai kelas 3 lebih pada menceritakan ulang buku yang mereka baca. Sedangkan siswa kelas 4-6 membuat review atau jurnal. Biasanya siswa kelas 4, 5, 6, saat membaca buku, mereka mencari penulisnya siapa dan isi ceritanya bagaimana,” kata Ice. Lebih lanjut, Ice mengemukakan, kegiatan Perpustakaan Keliling itu bertujuan agar para siswa lebih suka membaca. “Mengunjungi Perpustakaan Sekolah, bagi siswa sudah biasa. Jadi kami datangkan Perustakaan Keliling Kota Bogor untuk makin menumbuhkan minat baca para siswa. Sehingga, mereka makin

senang membaca,” tuturnya. Kepala Sekolah SD Bina Insani, Dra. Eka Rafikah memperkuat pernyataan Iceu Silvi Yuwaningsih. “Kegiatan Perpustakaan Keliling ini sangat bermanfaat untuk memotivasi para siswa agar rajin membaca. Sebab, kegiatan membaca itu manfaatnya banyak sekali. Seperti sering dikatakan, bahwa membaca adalah jendela ilmu. Karena itu, kami mendorong para siswa, agar selalu terbiasa membaca,” kata Eka Rafikah. Ia menambahkan, program Perpustakaan Keliling itu digelar setahun sekali. “Kegiatan Perpustakaan Keliling merupakan program tahunan SD Bina Insani bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan Kota Bogor,” ujarnya.(*pia)

BOGOR–SMP Negeri 10 Kota Bogor merayakan hari jadi ke-33 dengan serangkaian kegiatan inovatif dan sosial pada Rabu (29/1). Adapun, momentum ini tidak hanya menjadi ajang refleksi internal sekolah, tetapi juga mendapatkan apresiasi khusus dari Pemerintah Kota Bogor sebagai model pengembangan literasi dan bakat siswa di wilayah Bogor Utara. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, Herry Karnadi, memberikan pujian terhadap konsistensi sekolah dalam memberikan ruang berekspresi bagi peserta didik. “Saya sangat mengapresiasi bakat-bakat yang diasah selama di sekolah. Tadi saya melihat penampilan tari, lengser, dan potensi lainnya. Hal ini sangat penting karena skill di luar pelajaran sekolah akan menjadi bekal berharga bagi siswa di jenjang berikutnya,” ujar Herry Karnadi di selasela acara. Ajang Unjuk Bakat yang Berkelanjutan Herry menekankan bahwa sekolah-sekolah di Kota Bogor perlu memperbanyak ajang pementasan seperti yang dilakukan SMPN 10. Menurutnya, peringatan hari ulang tahun sekolah harus dimanfaatkan sebagai tambahan frekuensi bagi siswa

untuk tampil di depan publik. “Ajang pentas seperti ini harus diperbanyak, baik saat akhir tahun ajaran, perpisahan, MPLS, maupun hari ulang tahun sekolah. Tujuannya agar siswa tidak hanya tampil setahun sekali, tapi memiliki banyak kesempatan untuk menunjukkan bakatnya,” tambah Kadisdik. Inovasi Literasi dan Peluncuran Karya Ilmiah Sejalan dengan visi Kadisdik, Kepala SMPN 10 Kota Bogor, Darmaswara, menegaskan bahwa HUT ke-33 ini menjadi momentum peluncuran karya tulis nyata. Sekolah resmi meluncurkan buku kumpulan Best Practice karya para guru serta buku riset Kelompok Ilmiah Remaja (KIR).

“Puncaknya adalah launching buku Best Practice karya guru dari semua mata pelajaran. Ini adalah dokumentasi inovasi

Rekam Jejak Rektor UNIDA di Dunia Pendidikan Hasilkan 111 Publikasi Ilmiah, Mengajar Sejak Usia 17 Tahun UAS Tekankan

Pengukuhan Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy, S.Pd.I., M.Pd.I sebagai Guru Besar diharapkan semakin memperkuat peran UNIDA dalam pengembangan ilmu pengetahuan, riset, serta pengabdian kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing institusi di tingkat nasional. Seperti apa rekam jejak beliau di dunia pendidikan, khususnya kampus UNIDA ?

LAHIR di Bogor pada Kamis, 4 Maret 1971, dari pasangan

H. R. Memed Ahmad Soemawinata dan Hj. R. Siti Aminah, Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy, S.Pd.I., M.Pd.I tumbuh dalam keyakinan bahwa pendidikan Islam merupakan fondasi peradaban. Pendidikan formal ditempuh dari TK Islam Al-Muslih, SDN Ciawi 2, SMPN 1 Ciawi, hingga SMAN 1 Ciawi. Pendidikan tinggi dimulai di Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Universitas Djuanda, dilanjutkan Magister di Universitas Ibnu Khaldun Bogor, dan meraih gelar Doktor dari Universitas Pakuan sebagai lulusan terbaik 2019. Pengabdian di dunia pendidikan dimulai sejak usia 17 tahun sebagai pengajar Madrasah Diniyah Ar-Rahmah, berlanjut di TK Riyadhussolihin dan TK Amaliah, hingga menjadi dosen Universitas Djuanda pada jenjang Sarjana dan Magister, serta co-promotor dan penguji di berbagai program Doktor. Jejak kepemimpinan akademiknya mencakup Ketua Bidang Pendidikan Dasar Me-

nengah YPSPIAI (2006), Dekan FKIP (2012–2016), Ketua Umum YPSPIAI hingga 2020, Direktur Eksekutif, dan sejak 2023 diamanahkan sebagai Rektor Universitas Djuanda. Sebagai peneliti, beliau aktif mengembangkan kajian manajemen bimbingan konseling, kepemimpinan transformasional, pendidikan anak usia dini, dan sekolah ramah anak. Penelitian didukung hibah kompetitif nasional dan kolaborasi internasional, termasuk dengan International University Malaya-Wales dan Universiti Utara Malaysia. Pengabdian kepada masyarakat berfokus di Kabupaten Bogor dan wilayah Jawa Barat, serta meluas ke tingkat internasional di Hong Kong, Thailand, Kamboja, Vietnam, dan Malaysia melalui pemberdayaan tenaga kerja Indonesia bersama berbagai mitra strategis. Kiprah akademiknya diakui melalui berbagai forum dan penghargaan internasional, di antaranya dari American Academy of Project Management dan Universiti Geomatika Malaysia. Hingga kini, beliau telah menghasilkan 111 publikasi ilmiah, termasuk 25 artikel terindeks Scopus, puluhan buku referensi dan ajar, serta lebih dari 50 Hak Kekayaan Intelektual. Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fau-

ziah Roestamy, S.Pd.I., M.Pd.I., atau yang akrab disapa Bunda Prof., merupakan potret muslimah akademisi yang menjadikan ilmu sebagai jalan ibadah, pengabdian, dan teladan bagi generasi. Prestasi tersebut tumbuh dari kekuatan keluarga, cinta dan

GURU BESAR: Prof. Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah Roestamy, S.Pd.I., M.Pd.I menerima bunga saat pengukuhan sebagai guru besar Bidang Manajemen Bimbingan Konseling.

pendampingan suami tercinta Prof. Dr. Martin Roestamy, S.H., M.H., serta dukungan anak, cucu, dan keluarga besar. Dari Bogor untuk dunia, inilah perjalanan seorang guru besar yang menggenggam ilmu untuk kemaslahatan umat dan masa depan bangsa.(*pia)

mengajar yang kami harapkan menjadi referensi literasi bagi dunia pendidikan di Kota Bogor,” jelas Darmaswara. Selain fokus pada prestasi akademik dan seni, perayaan ini juga diisi dengan kegiatan kemanusiaan yang melibatkan berbagai instansi, mulai dari Kecamatan Bogor Utara, Polsek, hingga Badan Pangan Nasional. Beberapa agenda utama meliputi Bazar Pangan Murah, Menyediakan kebutuhan pokok terjangkau yang langsung habis diserbu warga sekitar sekolah. Ada pula aksi donor darah, ya ng berkolaborasi dengan PMI untuk membantu ketersediaan stok darah di Kota Bogor. “Kami ingin keberadaan SMPN 10 benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Itulah target utama kami, kebermaknaan untuk lingkungan sekitar,” tutup Darmaswara. (ded)

Ujian Sesungguhnya Jadi Mahasiswa

BOGOR–Kuliah umum di Universitas Ibn Khaldun berbeda dari biasanya, Senin (26/1) lalu. Mereka menghadirkan penceramah kondang Ustadz Abdul Somad sebagai pematerinya. Dalam kesempatan itu, UAS menyampaikan sejumlah pesan. Salah satunya mengajak para mahasiswa UIKA agar bisa menjadi generasi yang berdampak. UAS menyebut, ujian sesungguhnya bukan hanya soal sidang skripsi atau tesis. Tapi sejauh mana manusia bermanfaat untuk lingkungannya. “Jangan mengukur keberhasilan pada nilai. Sebab ujian sesungguhnya adalah ketika kita ada di masyarakat,” jelas UAS dalam paparan materinya. UAS menegaskan, sejatinya manusia terbagi dalam tiga golongan. Pertama sebagai pejuang, kedua penikmat dan terakhir sebagai generasi penghancur.

“Kalau sekarang ayah kita kaya, itu hanya ayah kita saja. Maka bersusah-susah lah belajar. Supaya tidak jadi penikmat aja. Apalagi penghancur,” tegas UAS. Untuk bisa berdampak, mahasiswa disebutnya mesti dibekali dengan kompetensi. Mahasiswa diminta untuk menekuni dan mendalami hal-hal yang memang dikuasai. “Jangan menekuni bidang yang tidak suka. Kalau tidak suka menghadapi orang banyak jangan ambil itu. Berkompetenlah sesuai dengan bidangnya masing-masing,” tegasnya. UAS mencontohkan praktik yang dilakukan aparatur pemerintah. Mereka memang tidak banyak bicara tapi tanda tangannya mampu mengubah kehidupan orang banyak. “DPRD saat Paripurna disampaikan misalnya pemberian beasiswa. Itulah yang akan menjadi amal jariyah. Sekda lewat tanda tangannya. Jadi sesuai kemampuan dan bidangnya,” pungkas UAS. (bay/c)

RAYAKAN HUT: Kepala SMPN 10 Kota Bogor, Darmaswara, merayakan HUT SMPN 10 ke-33 dengan serangkaian kegiatan inovatif dan sosial pada Rabu (29/1).
TINGKATKAN MINAT: Para siswa SD Bina Insani Bogor membaca buku yang disediakan Perpustakaan Keliling yang menjadi program rutin sekolah
kerjasama dengan Dinas Perpusda Kota Bogor.
CERAMAH: Dai kondang, Ustadz Abdul Shomad saat mengisi kuliah umum di hadapan civitas akademika dan mahasiswa UIKA di Masjid Ibn Khaldun, Senin (27/1).

MIMBAR BEBAS

Sampaikan opini, saran, dan kritik Anda tentang berbagai kebijakan pemerintah, dan layanan publik seperti: PLN, PDAM, PT Pos, telepon, jalan rusak, pungli, kemacetan, pembuatan KK/KTP/SIM/paspor/sertifikat tanah, dll.

Radar Bogor juga memberi kesempatan kepada para tenaga pengajar/guru/dosen yang ingin menulis opini untuk pengembangan profesi. Juga kepada para mahasiswa yang ingin menulis opini tentang suatu topik, sebagai bentuk sikap kritis untuk menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan di era sekarang. Informasi lebih lanjut, hubungi 0852 9960 0773

1. PLN Bogor (0251) 8345400

2. Bendungan Katulampa (0251) 8334344

3. RS Hermina Bogor (0251) 8382525

4. RS Melania Bogor (0251) 8321196

5. Rs Pmi Bogor (0251) 8324080

6. RS EMC Sentul (021) 29672977, (021) 29673000

7. RS Mulia Pajajaran (0251) 8379898/ 08111181298

8. Damkar Kabupaten Bogor (021) 8753547

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor (0251) 8312292

RS Azra (0251) 8318456

RS Hermina Mekarsari (021) 29232525

RS Medika Dramaga (0251) 8308900/081319310610

Bogor Medical Center (BMC) (0251) 8390435

RS Karya Bhakti Pratiwi (0251) 8626868

Rumah Sakit Dr H Marzoeki Mahdi (0251) 8324024

Rumah Sakit Islam Bogor (0251) 8316822

Rumah Sakit Daerah (Rsud) Cibinong 021-875348, 8753360

Rumah Sakit Lanud Atang Sandjaja (0251) 7535976

RS Annisa Citeureup (021)8756780, Fax. (021)8752628

RS Harapan Sehati Cibinong (021)87972380, 081296019016

Rumah Sakit Salak (0251) 8344609/834-5222

RSUD Ciawi (0251) 8240797

Klinik Utama Geriatri Wijayakusuma (0251) 7568397

Rumah Sakit Bina Husada (021) 875-8441

Rumah Sakit ibu dan anak Nuraida (0251) 8368107, (0251) 368866

Yayasan Bina Husada Cibinong (021) 875-8440

Rumah Sakit Bersalin Assalam Cibinong (021) 875-3724

Rumah Sakit Bersalin Tunas Jaya Cibinong (021) 875-2396

Rumah sakit Bina Husada Cibinong (021) 8790-3000

RS Trimitra Cibinong 021-8763055/56

Rumah Bersalin & Klinik Insani Cibinong (021) 875-7567

RS Sentosa Bogor, Kemang (0251)-7541900

RS Ibu dan Anak Juliana, Bogor (0251) 8339593, Fax. (0251)-8339591

RSIA Bunda Suryatni (0251) 7543891,(0251) 754-3892

Klinik Insani Citeureup (021) 879-42723

RSIA Kenari Graha Medika Cileungsi (021) 8230426

Rs Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Cisarua-Bogor (0251) 8253630, 8257663

RS Asysyifaa Leuwiliang (0251) 8641142

RS Vania IGD (0251) 8380613, (0251) 8380601/8380605

RSKIA Sawojajar (0251) 8324371

Setop Degradasi Lahan

BENCANA Longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat tepatnya di kampung Pasirkuning dan Pasir Kuda beberapa hari lalu yang teleh menelan puluhan rumah dan menewaskan puluhan warga merupakan bukti terjadinya degradasi lingkungan yang terus dilakukan. Bukan sekedar bencana alam biasa, namun longsoran yang terjadi merupakan akumulasi dari pengabaian pemerintah kabupaten maupun provinsi terhadap kondisi lingkungan setempat. Sebagaimana disampaikan oleh Direktur Eksekutif WALHI Jawa Barat, Wahyudin Iwang pada sabtu, 24 Januari 2026 lalu. Kawasan Cisarua ini merupakan kawasan strategis dan sangat vital bagi keberlangsungan lingkungan dan keselamatan manusia. Adapun degradasi lingkungan di kawasan ini dipicu oleh aktivitas alih fungsi kawasan dengan intensitas tinggi. Berdasarkan data WALHI setidaknya ada tiga aktivitas utama yang memberikan tekanan besar bagi lingkungan, di antaranya adalah adanya aktivitas properti berupa perijinan untuk membangun perumahan, resort, vila bahkan apartemen yang bersifat betonisasi. Kedua, aktivitas pengembangan sektor pariwisata baik legal maupun ilegal yang semakin menjamur setiap harinya. Dan yang ketiga yaitu adanya aktivitas penggarapan lahan pertanian yang mengabaikan kaidah lingkungan. Selama tidak ada ketegasan bagi para pelaku di atas, niscaya kerusakan lingkungan dan bencana alam akan mengantri di depan. Tinggal menunggu antrean kapan akan terkena bencana dan kerusakan alam. Untuk itu perlu kiranya ada ketegasan dari para pengampu kebijakan terhadap para oknum pelaku agar degradasi lingkungan tidak semakin parah dan berdampak serius bagi lingkungan dan juga keselamatan manusia.

Yaya Aulia lia.darojatulaliyah@gmail.com Bogor

nama dan alamat lengkap, nomor telepon yang bisa dihubungi, nomor pelanggan (untuk

Menata Angkot, Menguji Keberpihakan Pemkot (2-Habis)

KESELAMATAN publik memang tidak bisa ditawar. Namun dalam perspektif kebijakan sosial, keselamatan tidak boleh dipertentangkan dengan kesejahteraan. Modernisasi transportasi yang ideal adalah modernisasi yang meningkatkan standar keselamatan sekaligus mengangkat derajat hidup para pekerjanya. Jika para sopir angkot diarahkan menjadi bagian dari sistem transportasi terintegrasi, maka negara wajib memastikan adanya kepastian kerja, upah yang layak, jaminan sosial, serta kondisi kerja yang manusiawi. Tanpa itu, modernisasi hanya akan memindahkan masalah dari jalan raya ke persoalan

sosial yang lebih dalam.

Perlu pula disadari bahwa tidak semua sopir angkot dapat langsung dialihkan menjadi pengemudi bus besar seperti BisKita jika memang opsi ini yang menjadi alternatif. Mengemudikan bus membutuhkan keterampilan teknis, sertifikasi, dan pengalaman yang berbeda. Karena itu, pendekatan yang lebih rasional adalah transisi berbasis keterampilan (skillbased transition). Sopir angkot yang memiliki kecakapan mengemudi idealnya tetap ditempatkan sebagai pengemudi, baik pada layanan mikrotrans, feeder lingkungan, maupun transportasi skala kecil dan menengah.

Sementara mereka yang tidak terserap di sektor tersebut dapat dialihkan ke BUMD, SPPG, atau unit layanan kota lainnya

sesuai dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki, melalui pelatihan ulang yang disiapkan oleh pemerintah. Ke depan, terdapat beberapa langkah penting yang perlu dilakukan. Pertama, Pemerintah Kota Bogor harus segera menyempurnakan dan membuka secara transparan Perwali penataan angkot agar publik memahami peta jalan kebijakan secara utuh. Kedua, proses transisi harus dilakukan secara bertahap dan terukur, disertai pembinaan etika dan profesionalisme pengemudi. Ketiga, keselamatan dan kesejahteraan harus berjalan beriringan melalui jaminan kerja, pelatihan, dan pe-

rlindungan sosial. Keempat, koperasi, SPPG atau BUMD transportasi dapat dijadikan instrumen transisi agar pemilik dan sopir angkot tidak tersingkir, melainkan bertransformasi menjadi bagian dari sistem baru. Bogor pernah melewati transisi besar dari bemo ke angkot. Hari ini, Bogor kembali diuji oleh sejarah. Modernisasi adalah keniscayaan, tetapi keadilan sosial adalah kewajiban. Transportasi publik yang beradab hanya mungkin terwujud jika keselamatan warga dan kesejahteraan rakyat diperlakukan sebagai satu kesatuan, bukan sebagai pilihan yang saling meniadakan.(*)

New Gaza: Proyek Kosmetik di Atas Genosida Palestina

DUNIA sedang menyaksikan sebuah ironi yang menyakitkan. Di saat debu reruntuhan akibat bom Israel belum mereda dan tangis anak-anak Gaza masih memecah langit, Amerika Serikat bersama sekutu setianya mulai sibuk menjajakan konsep ”New Gaza” . Proyek yang dikemas sebagai upaya rekonstruksi ini, lengkap dengan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza (DPG), sejatinya bukan kabar baik bagi kemanusiaan. Ini adalah upaya kosmetik yang licik untuk menutupi jejak genosida sekaligus mengukuhkan kendali total AS dan Israel di tanah para Nabi. Rencana pembangunan New Gaza bukanlah sekadar proyek

properti biasa. Dengan melibatkan tokoh seperti Jared Kushner, narasi yang dibangun adalah mengubah Gaza menjadi kawasan pesisir modern dengan gedung-gedung tinggi. Namun, rencana ini berdiri di atas fakta pahit: menteri-menteri Israel secara terbuka terus menyerukan penghancuran total Gaza dan pengusiran paksa warganya. Artinya, ”Gaza Baru” yang mereka bayangkan adalah Gaza yang bersih dari penduduk aslinya dan hilang memori perlawanannya. Ini adalah strategi sistematis untuk menghapus sejarah kelam pembantaian dengan kemilau bangunan komersial.

Guna memuluskan ambisi

ini secara politik, AS membentuk Dewan Perdamaian Gaza (DPG). Langkah ini merupakan siasat cerdik untuk merangkul negeri-negeri muslim agar terlibat dalam ”normalisasi” penjajahan. Dengan keterlibatan negara muslim, AS berharap kendali politik dan keamanan mereka atas Gaza mendapatkan legitimasi moral. Padahal, DPG tak lebih dari instrumen untuk memastikan bahwa Gaza tetap dalam dekapan kepentingan Barat, menjauhkan potensi perlawanan, dan mematikan aspirasi kemerdekaan yang sesungguhnya. Analisis mendalam mengungkap bahwa semua ini adalah

satu paket siasat penguasaan total. Mereka ingin memutus ikatan spiritual umat Islam terhadap tanahnya melalui ketergantungan ekonomi dan tata kelola politik yang disetir dari Washington dan Tel Aviv. Seolah-olah, dengan membangun infrastruktur baru, darah ribuan syuhada bisa dianggap lunas dan dilupakan begitu saja oleh dunia.

Sejatinya, kita harus menyadari bahwa tanah Gaza dan Palestina adalah tanah milik umat Islam yang dirampas secara zalim. Allah Swt. telah melarang umatNya untuk tunduk, patuh, apalagi memberikan loyalitas kepada pihak-pihak yang jelas memerangi mereka.

Tini Ummu Faris faridabdurahman928@gmail.com

RUMAH SAKIT DI BOGOR

kereta api Citayam yang selalu menjadi langganan kemacetan arus lalu lintas

Petugas kepolisian memeriksa suasana minimarket yang rusak dibobol maling.

Minimarket

Dibobol Maling

DEPOK–Minimarket di Jalan Depok diacak-acak. Meja kasir dibuat berantakan. Plafon minimarket pun dirusak. Tidak hanya itu, dua mesin ATM di dalam minimarket itu juga dirusak. Perbuatan itu dilakukan oleh maling.

DEPOK–Penjual

motornya. Kendaraan yang sehari-hari untuk mengais rupiah itu raib digondol maling.

Kemacetan krodit di perlintasan sebidang kereta api Jalan Raya Citayam sebentar lagi akan teratasi. Sebab, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan melakukan tindakan tegas untuk mengurainya. Pada 2027 mendatang akan dibangun underpass dengan terlebih dahulu mengajukan rencana tersebut ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar).  TAHUN Baca Hal

WALI KOTA Depok, Supian Suri mengatakan, kemacetan kendaraan di perlintasan kereta api Citayam membutuhkan penanganan yang serius dan cepat. Oleh karena itu, Pemkot

Depok memasukkannya menjadi kegiatan pembangunan prioritas 2027.

Kami alokasikan anggaran Rp80 miliar untuk pembebasan lahan underpass Citayam,”

Supian Suri Wali Kota Depok

Pembongkaran

Pembongkaran Bangli Selesai

Wali Kota Depok, Supian Suri, memastikan proses pembongkaran bangunan liar di atas badan air Situ Tujuh Muara, Kecamatan Bojongsari, telah tuntas dilaksanakan pada Rabu (28/1). Pembongkaran yang melibatkan Balai Wilayah

Meski begitu, pelayanan tetap berjalan normal bagi masyarakat yang membutuhkan, Kamis (29/1) kemarin.

DEPOK–Pelayanan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok mendapati penyesuaian layanan setiap hari Kamis. Kebijakan tersebut sejalan dengan penerapan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.
DEPOK–
Sungai Ciliwung Cisadane (BWSCC), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta unsur terkait lainnya tersebut
OLAH TKP: Polisi datangi lokasi motor penjual nasi
digondol maling.
nasi uduk bernama Sumiyati harus kehilangan sepeda

Kasus Keracunan MBG Terus Berulang

DPRD Cianjur

Desak Evaluasi

Menyeluruh

CIANJUR–Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur menyatakan keprihatinan atas dugaan kasus keracunan yang menimpa ratusan siswa usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG). Peristiwa yang diduga terjadi berulang ini dinilai menjadi sinyal lemahnya pengawasan pelaksanaan program MBG,

sehingga perlu mendapat perhatian serius dari Peme/ rintah Kabupaten Cianjur. Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur, Rian Purwa Wiwitan, mengatakan, DPRD turut prihatin dan berduka atas kejadian tersebut. Menurutnya, dugaan keracunan MBG yang terjadi berulang menunjukkan lemahnya pengawasan di lapangan. “Menanggapi hal itu, kami DPRD Kabupaten Cianjur turut prihatin dan berduka atas kejadian ini. Kejadian yang

CIANJUR

berulang harus menjadi perhatian besar, terutama dari sisi pengawasan pelaksanaan MBG oleh Pemkab Cianjur,” ujarnya. “Kami mendesak agar Satgas MBG ini benar-benar bisa berfungsi. Sejauh ini kami juga sudah sempat rapat dengan Satgas MBG Kabupaten Cianjur, namun sampai sekarang belum ada kejelasan mengenai tugas dan fungsi mereka,” katanya.

UPDATE DEPOK

“Kami alokasikan anggaran Rp80 miliar untuk pembebasan lahan underpass Citayam,” katanya dalam acara Forum Konsultasi Publik Rencana Awal RKPD 2027, di Aula Serbaguna Lantai 10 Gedung Dibaleka 2, Rabu (28/1).

Ia mengungkapkan, percepatan realisasi proyek ini harus dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, karena jalan tersebut menghubungkan akses dua wilayah yaitu Kota Depok dan Kabu-

Rian menilai, keberadaan Satgas MBG seharusnya menjadi ujung tombak pengawasan pelaksanaan program MBG di lapangan. Dia berharap fungsi pengawasan Satgas dapat dikolaborasikan dengan DPRD, disertai target yang jelas serta evaluasi secara berkala. “Kami berharap fungsi pengawasan Satgas MBG bisa dikolaborasikan dengan DPRD. Harus ada target dan evaluasi bersama, apa saja yang sudah dilakukan dan apa yang akan dilakukan ke depan. Jangan sampai

Satgas ini hanya men jadi kosmetik saja,” tegasnya. Sebagai tindak lanjut, Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur berencana melakukan pengecekan langsung ke sekolahsekolah yang terdampak dugaan keracunan MBG. Selain itu, DPRD juga akan menelusuri penyebab keracunan yang dialami para siswa. “Kami akan turun langsung ke lapangan, mengecek sekolah yang terdampak, dan memastikan penyebab keracunan yang dialami siswa,” ujarnya.(rbi)

Tahun Depan Bangun Underpass Citayam

paten Bogor. “Kabupaten Bogor juga sudah komitmen mengalokasikan anggaran dengan jumlah yang relatif sama, jadi underpass itu adalah kerja sama kita berdua untuk pembebasan lahannya,” ungkapnya. Dengan sudah terjalinnya komunikasi dan sinergi antara kedua daerah, Supian Suri berharap Pemerintah Provinsi Jabar dapat segera merealisasikan pembangunan underpass tersebut di tahun 2027. “Insyaallah di 2027 Pemerintah Provinsi Jabar akan mengalo-

kasikan anggaran untuk pembangunan fisiknya kurang lebih hampir Rp200 miliar untuk bisa menyelesaikan kemacetan di Jalan Citayam,” terangnya. Supian menegaskan, kehadiran underpass ini akan sangat krusial mengingat tingginya frekuensi perjalanan kereta rangkaian listrik (KRL) dan lalu lintas kendaraan yang melintasi perlintasan sebidang KA di Jalan Raya Citayam. “Kalau kita runut dari utara per tiga menit KRL lewat, sehingga tidak lagi akan bisa mengurai kemacetan tanpa

WFH, Pelayanan Tetap Jalan

Seluruh Layanan Administrasi (Konsultan) Kantor Dinkes Kota Depok akan dialihkan ke Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Depok, terhitung Kamis (29/1) kemarin.

Meski demikian, perubahan kebijakan tersebut hanya berlaku pada hari Kamis. Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran (SE) Wali Kota Depok Nomor 42 Tahun 2026 Tentang Penyesuaian Mekanisme Kerja Pegawai dalam Rangka Efisiensi Anggaran di Lingkungan Pemerintah Kota Kota Depok. Kepala Dinkes Kota Depok, Devi Mayori, menegaskan untuk pelayanan di luar hari Kamis tetap beroperasi seperti biasa.

“Penyesuaian layanan Kantor Dinkes ini berlaku khusus setiap Kamis sesuai Surat Edaran Wali Kota Depok,” ujarnya, Kamis

(29/1) kemarin. Devi menjelaskan, MPP Kota Depok berlokasi di area lantai 1 Gedung Dibaleka Depok. Dikatakan Devi, Untuk pelayanan di RSUD, UPTD Puskesmas, UPTD Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), UPTD Public Safety Center 119 (PSC 119) dan UPTD Farmasi, tetap beroperasi seperti biasa. Terakhir, Devi juga menghimbau bagi masyarakat untuk tetap mematuhi aturan dan penyesuaian layanan baru yang berlaku. “Bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan, untuk tetap mengikuti penyesuaian layanan baru ini,” ucapnya. Sementara itu, kebijakan WFH juga membuat sejumlah kantor kecamatan di Kota Depok terlihat lenggang. Seperti yang terpantau Radar Bogor di kantor Kecamatan Sawangan. Terlihat halaman

parkir yang biasanya ramai, nampak sepi. Pun pintu yang dibuka untuk masuk ke dalam gedung hanya satu akses saja. Di lokasi tak terlihat warga yang datang ke kantor kecamatan Sawangan. Camat Sawangan, Anwar Nasihin mengatakan, untuk WFH ini dilakukan setiap hari kamis. Namun demikian untuk pelayanan mendesak, masih bisa dilakukan. “Kami siap siaga jika ada pelayanan mende sak tetap dilayani,” ujarnya.

Ia mengatakan, tidak ada kendala dalam pelaksanaan WFH di kantor Kecamatan Sawangan. Mengacu pada pandemi Covid-19, hal yang sama sudah pernah dilakukan. “Saat pemberlakukan WFH, tetap ada pegawai yang berjaga di kantor kecamatan. Ada tiga orang petugas pelayanan yang piket,” tukasnya.(faj/c)

underpass atau flyover,” tambahnya. Selain menjadi solusi mengurai kemacetan, pembangunan underpass diharapkan dapat

meningkatkan kepastian waktu tempuh kendaraan. Serta mobilitas warga dan kendaraan darurat juga dapat berjalan lebih efisien tanpa terganggu

jadwal kereta. “Dari utara sudah terfasilitasi dengan Bundaran UI, bergerak ke selatan dikit sudah ada flyover Arif Rahman Hakim,

Motor Penjual Nasi Uduk Hilang

Peristiwa yang dialami olehnya itu begitu cepat. Saat itu dirinya memarkir motor di depan konter ponsel dekat tempat ia biasa berjualan. Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi menga-

takan, peristiwa itu terjadi di Jalan Raya Gandul, Cinere. Saat itu, korban sedang mengambil air di SD Gandul dan meninggalkan motornya dalam keadaan kunci kontak masih tersangkut di motor. “Saat kembali ambil air, motor korban sudah raib,” kata Made kepada Radar Bogor,

Kamis (29/1) kemarin. Ia memaparkan, korban langsung melapor ke ketua RT setempat. Lalu melapor ke Polsek Cinere. Mendapatkan laporan tersebut, Polsek Cinere datang ke lokasi dan melakukan olah TKP. “Saat ini kasus tersebut tengah ditangani oleh

Polsek Cinere,” tuturnya. Made menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati saat memarkir kendaraan. Janga meninggalkan kunci kontak juga dompet serta handphone dalam kendaraan. “Guna kan juga kunci ganda,” tukasnya.(faj/b)

Pembongkaran Bangli Selesai

berlangsung selama empat hari, terhitung sejak Minggu (25/1) pekan lalu. “Alhamdulillah, proses pembongkaran bangunan di atas badan air Situ Tujuh Muara dapat kita selesaikan,” ujar Supian. Ia menjelaskan, meski pembo-

ngkaran bangunan telah selesai, proses pembersihan dan pengangkatan puing masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat dukungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Depok serta unsur TNI dan Polri.

“Terkait informasi yang beredar mengenai adanya kendala di lapangan, kami tegaskan tidak benar. Hari ini pembongkaran bangunan telah tuntas dan selanjutnya dilakukan pengangkatan puing di badan air,” ungkapnya. Supian juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan memohon dukungan masyarakat agar proses pemulihan kawasan Situ Tujuh Muara dapat berjalan optimal. “Kami mohon doa dan dukungan agar aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dalam hal ini Situ Tujuh Muara, dapat kembali seperti sedia kala,” tandasnya.(faj/b)

Minimarket Dibobol Maling

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi mengatakan, peristiwa tersebut terjadi di Studio Alam TVRI nomor 11 RT 01 RW 08, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya.

“Iya betul, minimarket tersebut dibobol maling. Kasus

ini dalam penanganan Polsek Sukmajaya,” katanya kepada Radar Bogor, Kamis (29/1) kemarin.

Ia mengatakan, peristiwa tersebut pertamakali diketahui oleh Rizscatry Amelica dan Muhamad Gilang Ramadan, Karyawan minimarket tersebut.

Keduanya datang untuk bekerja seperti biasa. Kemudian, mereka membuka rolling door dan pintu kaca minimarket, melihat kondisi minimarket dalam keadaan acakacakan. Kemudian, Gilang, menyalakan lampu dan melihat plafon minimarket dalam kondisi jebol. “Saksi ini melihat kondisi plafon rusak dan mesin ATM rusak, meja kasir berantakan,” tuturnya. Made mengatakan, aksi maling di minimarket itu sudah terstruktur. Dari keterangan saksi, DVR CCTV dalam keadaan rusak. Pun dengan sensor alarm juga dalam keadaan rusak. “DVR CCTV hilang, Alarm dirusak,” tukasya.(faj/b)

lanjut underpass Dewi Sartika, PR kita tinggal satu di Citayam ini titik jalan utama yang masih melewati jalan kereta,” tukasnya. (faj/c)
(DOK RADAR CIANJUR)
DESAK EVALUASI: Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur menyatakan keprihatinan atas dugaan kasus keracunan yang menimpa ratusan siswa usai menyantap makanan bergizi gratis (MBG).

BOGOR–Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor menegaskan penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat tidak hanya berfokus pada pertandingan, tetapi juga harus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil menengah (UKM) dan sektor perhotelan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, usai Rapat Kerja bersama Komisi IV DPRD Kota Bogor di Gedung DPRD Kota Bogor, Rabu (28/1). Menurut Anas, Komisi IV

OLAHRAGA

DPRD memberikan sejumlah masukan agar Porprov Jabar dapat dimanfaatkan sebagai momentum kebangkitan ekonomi daerah. Untuk itu, Dispora mendorong kola borasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk dalam hal promosi dan penyediaan informasi bagi masyarakat. “Teman-teman di Komisi IV ingin Porprov ini tidak hanya ramai secara olah raga, tapi juga berdampak ke ekonomi. Bisa dirasakan oleh UKM, hotel,

dan sektor pendukung lainnya,” katanya. Sebagai langkah awal, Dispora telah menyiapkan skema kemitraan dengan hotel-hotel di Kota Bogor yang akan menjadi tempat menginap konti ngen Porprov. Dispora bahkan tengah menyiapkan tautan khusus pendaftaran hotel mitra dengan sejumlah persyaratan. Anas menjelaskan, hotel mitra Porprov diwajibkan memberikan harga khusus atau dis kon bagi kontingen, menyediakan

fasilitas antar-jemput ke lokasi pertandingan, serta menyiapkan ruang briefing secara gratis. Selain itu, hotel juga diminta meng hadirkan hiburan sederhana bagi tamu agar suasana lebih nyaman.

“Hotel juga kita minta siap dengan hiburan ringan, misalnya musik saat jam makan. Tujuannya supaya tamu Porprov merasa nyaman selama di Bogor,” ujarnya. Untuk menjaga kepastian pemesanan dan menghindari kerugian pihak hotel, Dispora juga mewajibkan sistem uang muka atau down payment (DP) bagi kontingen yang melakukan

VERIFIKASI: Verifikasi cabang olahraga (cabor) kontestan Porprov Jawa Barat 2026 yang berlangsung di ruang rapat KONI Kota Bogor komplek GOR Pajajaran.

pemesanan. Hal ini penting agar hotel tidak dirugikan akibat pembatalan sepihak.

“Kurang lebih ada 27 hotel yang akan disewa. Karena itu, kita

ada DP supaya hotel

Porprov Harus Berdampak Pada Sektor Ekonomi 54 Cabor Ikuti Verifikasi

BOGOR–Upaya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor dalam menggapai target 100 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 terus ditunjukkan melalui langkah nyata. Salah satunya dengan melakukan verifikasi kesiapan cabang olahraga (cabor) yang akan dibe rangkatkan ke ajang Porprov Jabar 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 1–21 November 2026.

Sebanyak 54 cabang olahraga anggota KONI Kota Bogor saat ini tengah menjalani proses verifikasi sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov Jabar 2026. Ketua KONI Kota Bogor, Dedy Sumarna, mengatakan bahwa tahapan verifikasi kesiapan seluruh cabang olahraga telah dimulai sejak Rabu (28/1/2026). “Sejak hari Rabu kami telah melakukan tahapan verifikasi kesiapan seluruh cabang olahraga anggota KONI Kota Bogor

yang akan dipersiapkan menuju Porprov Jabar 2026,” ujar Dedy, Kamis (29/1). Ia menambahkan, verifikasi ini menjadi prioritas penting bagi KONI Kota Bogor untuk memastikan kesiapan atlet, pelatih, serta program pembinaan masing-masing cabang olahraga. Setelah proses verifikasi cabang olahraga rampung, KONI Kota Bogor akan melanjutkan dengan tes parameter atlet dari seluruh cabang olah-

raga yang dijadwalkan pada 7–8 serta 14–15 Februari 2026. “Tes parameter atlet ini menjadi bagian penting untuk memantau perkembangan kondisi dan kesiapan atlet yang akan kami kirimkan ke Porprov Jabar 2026,” jelasnya. Terkait target perolehan medali, Dedy menegaskan optimismenya bahwa Kota Bogor mampu meraih 100 medali emas pada Porprov Jawa Barat 2026.(rur)

minta
tidak menolak tamu lain tapi ternyata pemesanannya batal,” jelas Anas.(uma/c)

Hujan Angin, Rumah Warga Ambruk

CIBINONG–Sebuah rumah ambruk akibat diterpa hujan dan angin kencang di Kampung Padurenan, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Rabu (28/01) malam. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M Adam Hamdani menyampaikan bahwa

peristiwa bermula saat wilayah Cibinong diterpa hujan deras dan angin kencang. ”Dikarenakan hujan deras dengan durasi yang lama disertai angin dan bangunan rumahnya sudah rapuh mengakibatkan rumah tersebut ambruk,” ujar Adam, Kamis (29/01). Kata Adam, kerusakan rumah

tersebut disebabkan angin kencang yang merusak struktur atap dan rangka bangunan. ”Dampak kerusakan semakin parah karena kondisi rumah yang sudah lapuk, sehingga tidak mampu menahan terpaan angin,” ungkapnya. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya saja, kata Adam, penghuni

rumah harus mengungsi. ”Rumah rusak berat. Pemilik mengungsi di rumah saudaranya di alamat yang sama,” tutur dia. Hingga kini, kata dia, kerusakan pada rumah tersebut belum diperbaiki. ”Untuk saat ini rumah yang terdampak belum diperbaiki,” pungkas dia. (abl/b)

Wabup: Waspadai Cuaca Ekstrem

Tegaskan Komitmen Cegah Alih Fungsi Lahan

Menanam pohon ini berkaitan dengan visi membangun hutan kota. Hutan kota bisa ada di desa, kecamatan, sampai kabupaten. Karena kita butuh oksigen dan lingkungan yang sehat,”

Ade Ruhandi Wakil Bupati Bogor

BOGOR–Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi yang akrab disapa Jaro Ade mengimbau masyarakat Kabupaten Bogor untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca ekstrem, yang belakangan terjadi hampir sepanjang hari. Menurutnya, intensitas hujan yang tidak menentu bahkan bisa berlangsung selama 24 jam, sehingga membutuhkan kehatihatian ekstra dari masyarakat, khususnya di wilayah rawan bencana. Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor terus melakukan pembenahan melalui sejumlah program strategis. Salah satu fokus utama diarahkan pada dua poin penting, yakni kebersihan lingkungan dan gerakan menanam pohon. “Menanam pohon ini berkaitan dengan visi membangun hutan kota. Hutan kota bisa ada di desa, kecamatan, sampai kabupaten. Karena kita butuh oksigen dan lingkungan yang sehat,” ujar Jaro Ade kepada Radar Bogor di Graha Pena Yasmin, Kamis (29/1). Ia juga menyampaikan keprihatinan atas maraknya bencana alam yang terjadi di berbagai daerah, termasuk di Jawa Barat. Kabupaten Bogor sendiri, lanjutnya, juga terdampak bencana meski kecil

TAK BERNYAWA: Petugas SAR gabungan membawa jenazah bocah tiga tahun, yang hanyut di sungai dekat rumah dan ditemukan di Kali Jantung Depok.

Bocah Hanyut Ditemukan di Kali Jantung Depok

CIBINONG–Bocah berinisial AS (3) asal Kampung Bedahan, Kelurahan Pabuaran Mekar, Cibinong, yang sempat hanyut, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di Kali Jantung, Kelurahan Cilodong, Depok. ”Allhamdulillah pencarian korban yang hanyut ditemukan pukul 14:24 Wib di Kampung Bendungan, Cilodong Depok masih aliran Kali Jantung,” ungkap Camat Cibinong, Acep Sajidin, Kamis (29/01). Korban ditemukan tim sar gabungan dengan jarak sekitar lima kilometer dari titik lokasi kejadian.

Kata Acep, jenazah sudah di rumah duka dan akan langsung dimakamkan. Keluarga menolak untuk dilakukan autopsi. ”Kita tidak melaksanakan otopsi, karena keluarga sudah meyakini benar itu adalah anaknya dan sudah menerima musibah ini,” ujarnya. Sebelumnya, peristiwa itu bermula saat korban sedang bermain di pinggir kali bersama kakaknya berinisial W (5). Saat itu, kata dia, korban terpeleset dan sempat ditolong oleh sang kakak, namun tak terselamatkan dan terbawa arus. (abl/b)

Menjaga kebersihan lingkungan

namun tersebar di beberapa wilayah. “Ke depan, yang paling penting adalah mitigasi bencana. Termasuk recovery bencana yang sampai sekarang belum sepenuhnya tuntas,” ungkapnya. Sebagai bagian dari upaya tersebut, normalisasi saluran air, sungai, dan irigasi menjadi program prioritas Pemkab Bogor. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah banjir sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Ia berharap pada 2026, seiring dengan momentum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), program ketahanan pangan dapat menjadi prioritas di setiap kecamatan. Selain itu, Pemkab Bogor juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah provinsi dan pusat, terutama dalam penataan ulang wilayah dan tata ruang

Penanaman Pohon Memperbanyak hutan kota Mitigasi bencana terutama recovery yang belum tuntas

agar tidak terjadi kesalahan pemanfaatan lahan. Salah satu langkah konkret yang tengah dilakukan adalah kajian Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) di wilayah Cijeruk.

“Alih fungsi lahan itu tidak bisa hanya ditangani Kabupaten Bogor, harus ada kesepakatan dan dukungan dari pemerintah provinsi dan pusat,” tegasnya.

Ia juga menyinggung hasil koordinasi dengan Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah II KPK, yang beberapa waktu lalu berada di Kabupaten Bogor. Salah satu poin penting yang dibahas adalah persoalan alih fungsi lahan, khususnya pada area bekas tambang dan reklamasi yang regulasinya perlu segera diperbaiki.

Normalisasi saluran air, sungai dan irigasi

Penataan ulang wilayah dan tata ruang Kerjasama Pemprov dan Pusat

Pendataan Bangunan dan Lahan Bermasalah

“Banyak bangunan liar berdiri di kawasan taman nasional dan perkebunan, pemiliknya bahkan bukan warga Kabupaten Bogor. Ini yang harus kita data dan tata bersama,” katanya. Pendataan bangunan dan lahan bermasalah saat ini terus dilakukan hingga ke tingkat kecamatan untuk menghasilkan data yang akurat, sebelum dilaporkan kepada Bupati Bogor. Jaro Ade menambahkan, terdapat tiga kawasan gunung yang menjadi perhatian khusus Pemkab Bogor, yakni Gunung Sangabuana di wilayah timur, Gunung Gede Pangrango di wilayah selatan, serta Gunung Halimun Salak hingga wilayah barat Kabupaten Bogor. “Tiga gunung ini harus kita jaga bersama, jangan sampai terjadi alih fungsi lahan dan pembangunan liar yang berpotensi menimbulkan bencana,” beber Jaro Ade. (Cr1/c)

Disewakan Lima Ribuan, Uangnya untuk Beli Susu Adik

Di tengah keramaian acara

Bupati Bogor, saat orang-orang sibuk mencari tempat duduk terbaik dan menikmati jalannya kegiatan, ada seorang bocah kecil berjalan pelan sambil membawa gulungan alas duduk.

Laporan: MUHAMMAD ALI

TUBUHNYA kecil, wajah polos dan suaranya nyaris tenggelam oleh hirukpikuk, namanya Shakel Radiansyah Bana. Usianya baru sembilan tahun, namun tampak piawai menawarkan tikar atau alas duduk kepada orang lain. Shakel duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar. Hari itu, seperti pada acara-acara sebelumnya, Shakel datang sendirian tanpa orang tua, tanpa pendamping.

Keramaian bukan hal baru baginya. Ia sudah hafal ritme setiap acara Bupati Bogor, kapan pengunjung datang, kapan mulai duduk, dan kapan alas-alas itu dikembalikan. “Disewakan, lima ribuan,” ujarnya pelan kepada Radar Bogor, Selasa (27/1) lalu. Shakel bukan berjualan untuk membeli

mainan atau sekadar jajan, lima ribu rupiah yang ia terima dari satu alas duduk memiliki tujuan yang jauh lebih besar dari usianya. “Buat nabung, buat beli susu adek,” ucapnya singkat, saat ditanya Radar Bogor.

Di rumahnya yang berada di sekitar Cibinong City Mall, Shakel adalah seorang kakak yang memiliki dua adik, satu masih bayi, satu lagi belum mengenyam bangku sekolah. Ayahnya dulu bekerja sebagai petugas keamanan, namun kini berjualan air mineral sebagai pedagang asongan demi memenuhi kebutuhan keluarga. Sementara itu, ibunya memilih tetap di rumah untuk menjaga bayi yang belum bisa ditinggal, ketika acara belum usai dan sebagian pengunjung mulai beranjak pulang, Shakel belum beranjak. Ia menunggu hingga kegiatan benarbenar selesai, satu per satu alas duduk dikumpulkannya kembali, tak ada raut lelah, tak ada keluhan, yang ada hanyalah kesabaran anak kecil yang terlihat sudah memahami arti tanggung jawab. Di usia ketika anak-anak lain mungkin terlelap atau sibuk dengan gawai, Shakel masih berdiri sesekali duduk untuk memastikan semua alas duduk kembali. Setelah itu, ia bersiap pulang dengan langkah kecilnya. “Pulang nunggu acara selesai, nanti diambil-ambil dulu,” pungkas Shakel sambil menggenggam alas duduk yang masih tersisa. (cr1/b)

LAPUK: Tampak kondisi atap rumah warga yang ambruk karena rapuh dan diterpa hujan angin kencang, Rabu (28/1) malam.
BANTU ADIK: Shakel memegang tiker atau alas duduk yang disewakan pada peserta yang hadir dalam tabligk akbar di Masjid Nurul Wathon.

BOGOR RAYA

Kebakaran Hanguskan

Mobil dan Rumah

CITEUREUP – Dua insiden

kebakaran terjadi di wilayah Kabupaten Bogor pada Rabu (29/1) malam. Satu unit mobil dan rumah hangus dalam dua insiden tersebut. Kebakaran pertama terjadi di Kampung Nagrog, Desa Sukahati, Kecamatan Citeureup. Insiden ini terjadi pada mobil yang tengah terparkir di lapangan yang ada di wilayah tersebut. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bogor, Yudi Santosa mengatakan, peristiwa bermula saat pemilik mobil sedang bertemu dengan keluarga di Kampung Nagrog. ”Kurang lebih 30 menit setelah diparkir tiba-tiba mobil keluar api,” ujar Yudi, Kamis (29/1). Dirinya menduga kebakaran terjadi akibat adanya korsleting listrik. Beruntung api dapat dipadamkan dalam waktu cepat. Kurang dari 20 menit. Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Insiden kedua terjadi di Cluster Viena, Kota Wisata, Kecamatan

Gunung Putri. Kebakaran melanda lantai dua rumah warga di kawasan tersebut. Seperti insiden pertama, kebakaran diduga terjadi akibat korsleting listrik. Yudi menuturkan, kebakaran pertama kali diketahui oleh ibu pemilik rumah. Saat itu saksi melihat percikan api dari lantai dua. Menyadari potensi bahaya, pemilik rumah segera melapor kepada petugas keamanan klaster yang kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran. Dalam penanganan tersebut, Damkar Kabupaten Bogor menurunkan tujuh personel pemadaman dan dua personel penyelamatan, didukung dua unit armada pemadam kebakaran dan satu unit rescue. “Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan seluruhnya pada pukul 02.35 WIB,” pungkasnya. Yudi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian kebakaran tersebut. (abl/cr1/c)

60 Persen Sekolah di Rumpin Rusak

RUMPIN –Puluhan sekolah negeri di Kecamatan Rumpin rusak dan membutuhkan perbaikan. Usulan perbaikan pun telah diajukan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. Ketua PGRI Kecamatan Rumpin, Zainal Abidin mengatakan, usulan-usulan tersebut telah disampaikan dalam forum Musrenbang tingkat Kecamatan Rumpin. “Kami organisasi PGRI sangat mengapresiasi adanya dialog di acara Musrenbang, karena kemajuan wilayah tidak hanya dilihat dari fisik, namun SDM juga, dan harapan kami apa yang sudah direncanakan itu dapat terealisasi di 2026,” ungkapnya. Dalam forum tersebut, Zainal menyampaikan bahwa sekitar 60 persen sekolah negeri di Rumpin telah mengusulkan rehabilitasi ruang kelas. Namun melihat kesiapan anggaran Pemkab Bogor, ia menyadari bahwa tidak akan semua terealisasi. Terlebih, tidak hanya sekolah di Rumpin yang mengusulkan perbaikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor. “Kami menyadari bahwa usulan akan disesuaikan dengan kekuatan anggaran, namun kami meminta agar anggaran yang dikucurkan untuk perbaikan sekolah dapat tepat sasaran.

Selain ruang kelas, sambung Zainal, sekolah-sekolah di Rumpin juga membutuhkan perbaikan sarana MCK. Termasuk meubelair seperti meja dan bangku. “Dari sebanyak 62 SD negeri, dan 2 SMP negeri, kami berharap usulan itu dapat terealisasi mulai dari sekolah-sekolah yang sangat membutuhkan,” tandasnya.(cok/c)

Strategi Pemkab Jaga Ekosistem Lingkungan

Akselerasi Program Satu Hektar Hutan di Tiap

Bupati Bogor, Rudy Susmanto akhirnya menerbitkan Instruksi Bupati

Nomor: 100.4.4.2/910DLH. Hal ini menjadi strategi pihaknya dalam menjaga keberlangsungan ekosistem lingkungan. Instruksi ini mengatur Percepatan Program Penanaman Pohon Satu Hektar Hutan Kota di Setiap Kecamatan.

Laporan: MUHAMMAD ALI

TERBITNYA instruksi tersebut menjadi respons nyata Bupati Bogor l terhadap tantangan perubahan iklim. Kebijakan ini bertujuan memperkuat ketahanan lingkungan serta mengendalikan emisi karbon secara sistematis dan berkelanjutan Instruksi Bupati Bogor ini bukan sekadar imbauan, melainkan kebijakan yang berpijak pada dasar hukum yang kuat, antara lain Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Instrumen Nilai Ekonomi Karbon. Langkah tersebut diambil berdasarkan hasil evaluasi pembangunan daerah tahun 2025, guna memastikan kesiapan penuh seluruh perangkat daerah dalam pelaksanaan program pada tahun anggaran 2026. Dalam instruksi tersebut, Rudy memberikan mandat tegas kepada seluruh jajaran

Kecamatan

ILUSTRASI: Bupati Bogor, Rudy Susmanto menanam pohon untuk menjaga ekosistem lingkungan.

perangkat daerah untuk berperan aktif sesuai tugas masingmasing. “Sekretaris Daerah (Sekda) ditunjuk sebagai koordinator utama yang bertanggung jawab atas pengendalian, pelaporan bulanan, serta fasilitasi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan mitra strategis seperti PTPN I Regional 2 dan PT Indocement Tunggal Prakarsa,” ujarnya dalam keterangan tertulis. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berperan sebagai pendamping teknis dan pelaksana evaluasi lapangan, sementara para Camat diwajibkan menjadi penanggung jawab wilayah dengan menyediakan lahan minimal satu hektar hutan kota di masing-masing kecamatan serta menggalang dukungan pendanaan melalui CSR/TJSL. Selain itu, SKPD dan BUMD di tetapkan sebagai dinas pengampu yang berkewajiban membantu penyediaan bibit, sarana, dan prasarana pendukung bagi kecamatan binaannya.

“Program penanaman akan dimulai pada Januari 2026, dengan puncak kegiatan Penanaman Serentak se-Kabupaten

Bogor yang dijadwalkan pada 5 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia,” jelasnya. Jenis pohon yang ditanam telah ditentukan secara selektif untuk memberikan manfaat ekologis dan sosial, meliputi pohon cepat tumbuh seperti Jabon, Balsa, dan Albasia, pohon endemik sebagai identitas lokal seperti Pulai dan Kemang, serta pohon bernilai ekonomi dan konservasi, termasuk pohon buah dan pohon langka. Untuk menjamin efektivitas pelaksanaan, Pemerintah Kabupaten Bogor menerapkan pola Dinas Pengampu. Sebagai contoh, Kecamatan Cisarua dikawal langsung oleh Sekda dan DLH, Parung Panjang oleh Dinas Tenaga Kerja, serta Tenjo oleh Dinas Kesehatan. Khusus wilayah Cibinong, Satpol PP dilibatkan untuk membantu penanganan lahan yang masih diokupasi warga. “Program ini adalah gerakan bersama. Saya instruksikan seluruh elemen untuk mengedepankan prinsip gotong royong agar Kabupaten Bogor kembali hijau dan lestari,” tegas Rudy.(cr1/c)

Warga

Nanggung Keluhkan Jalan Rusak

NANGGUNG – Kondisi Jalan Bantarkaret-Kalongliud Nanggung yang rusak dikeluhkan warga. Pasalnya, akses yang menuju kawasan PT ANTAM UBPE Pongkor itu rusak dengan material pasir bercampur semen yang penuh lubang. Warga Desa Bantarkaret, Hermansyah, mengatakan kerusakan Jalan Bantarkaret - Kalongliud telah berlangsung sejak lama. ”Dari Jembatan Lukut sampai ke ANTAM itu kondisinya rusak, apalagi di musim hujan sekarang semakin parah,” keluhnya kepada Radar Bogor, Kamis (29/1). Saat hujan, jalan inventaris Kabupaten Bogor itu dipenuhi kubangan air. Dengan kontur

yang berlubang dan bergelombang, pengendara roda dua harus berhati-hari saat melintas. Hermansyah meminta pihak terkait untuk segera melakukan penanganan. Sebab, jalan itu merupakan akses utama masyarakat yang hendak menuju perkotaan. ”Apalagi ini menuju kawasan ANTAM, perusahaan BUMN besar, seharusnya pihak-pihak terkait perhatian dengan kondisi jalan ini,” katanya. Terpisah, Kepala UPT Infrastuktur Jalan dan Jembatan Wilayah VI Cigudeg, Bobby Wahyudi tidak menampik kerusakan di Jalan Bantarkaret - Kalongliud. Meski begitu, ia memastikan

FOTO: KIRIMAN WARGA BERLUBANG: Jalan Bantarkaret - Kalongliud Nanggung rusak dan penuh lubang.

jalan tersebut telah dalam proses usulan perbaikan. ”Untuk ruas jalan itu sudah dilakukan DED tahun anggaran 2025, untuk rekonstruksinya di tahun 2026 ini sepanjang 1.200 meter,” tegas Bobby. Dalam rekonstruksinya nanti, sambungnya, meng-

gunakan pagu teknokratik Dinas PUPR Kabupaten Bogor ”Tinggal menunggu anggarannya tersedia dan ditenderkan, semoga usulan sepanjang 1.200 meter bisa terpenuhi anggarannya,” tukasnya. (cok/c)

Perkuat Layanan Primer, Tekan Kepadatan RS

BOGOR–Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Kesehatan terus melakukan penguatan sistem pelayanan kesehatan. Ini dilakukan dengan menitikberatkan pada pelayanan kesehatan primer serta penerapan zonasi wilayah kesehatan. Langkah ini diambil untuk memastikan pemerataan layanan sekaligus mengurangi kepadatan pasien di rumah sakit, khususnya Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, menyampaikan bahwa transformasi sistem kesehatan saat ini diarahkan agar masyarakat tidak selalu bergantung pada rumah sakit, melainkan dapat memperoleh pelayanan optimal di fasilitas kesehatan tingkat

pertama. “Penguatan pelayanan kesehatan primer menjadi kunci. Puskesmas harus percaya diri menangani kasus sesuai kewenangannya, dan rumah sakit berperan sebagai rujukan untuk kasus yang memang membutuhkan penanganan lanjutan,” ujarnya. Fusia menjelaskan, dengan luas wilayah dan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 6 juta jiwa, Kabupaten Bogor membagi pelayanan kesehatannya ke dalam enam wilayah zonasi kesehatan. Setiap wilayah telah didukung oleh RSUD sebagai rumah sakit rujukan utama, sehingga sistem pelayanan dan rujukan dapat berjalan lebih terarah dan efisien. Melalui zonasi ini, rujukan pasien diharapkan tidak lagi

lintas wilayah secara tidak perlu. Pasien dari wilayah barat, misalnya, akan diarahkan ke rumah sakit rujukan terdekat di wilayahnya, tanpa harus menuju pusat kota apabila fasilitas sudah tersedia. “Zonasi ini penting agar pelayanan lebih cepat dan merata. Tidak logis jika pasien dari wilayah barat harus dirujuk jauh, padahal di wilayahnya sudah ada RSUD,” jelasnya. Ia mengungkapkan, saat ini Kabupaten Bogor memiliki 101 Puskesmas, dengan 37 diantaranya merupakan Puskesmas DTP (rawat inap) yang mampu menangani kasus gawat darurat tertentu, termasuk layanan ibu dan bayi. Dinas Kesehatan mendorong

terbentuknya jejaring kuat antara Puskesmas dan rumah sakit di masing-masing wilayah. Melalui jejaring tersebut, dokter Puskesmas dapat melakukan konsultasi dengan dokter spesialis rumah sakit, sehingga kasus dengan kategori zona hijau hingga kuning dapat ditangani di Puskesmas tanpa harus langsung dirujuk ke IGD rumah sakit. Fusia menuturkan, salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah kepadatan IGD di wilayah barat Kabupaten Bogor, seperti Leuwiliang dan sekitarnya. Menurut Fusia, kepadatan tersebut bukan disebabkan lambatnya pelayanan, melainkan tingginya jumlah kunjungan masyarakat. (abl/c)

RUSAK: Kondisi SD Negeri Cipinang 01 Rumpin rusak dan membutuhkan rehabilitasi ruang kelas.

KOMUNITAS

MEDIA Radar Bogor menggelar pelatihan videography di Graha Pena, Jalan Abdullah Bin Nuh Kecamatan Bogor Barat, Kamis (29/1).

Pelatihan videography ini menghadirkan wartawan senior Heru Yustanto. Ia juga pernah menjadi wartawan di Radar Bogor, beberapa tahun lalu.

Pemimpin Redaksi Radar Bogor Ricki Noor Rachman mengatakan kegiatan ini bertujuan melatih skill dasar para karyawan dalam pengambilan gambar video.

“Ini bukan hanya anak-anak redaksi tapi seluruh karyawan ikut. Agar mereka punya skill dasar cara mengambil gambar yang baik, sesuai dengan kebutuhan

saat ini,” ucapnya. Konsep pelatihan dibuat santai. Forum dikemas lebih hidup. Peserta diperkenankan memberikan pertanyaan atau berpendapat dari materi yang disampaikan.

Dalam paparannya, Heru menyebut ada beberapa hal yang mesti difahami agar video enak ditonton. Pertama gambar yang ditampilkan mesti kuat. “Mulai dari angle video hingga objeknya mesti kuat. Supaya dalam satu gambar itu bisa menceritakan apa yang mau kita sampaikan,” jelas Heru dalam paparannya. Berikutnya adalah materi atau isi video juga mesti kuat. Hal ini bisa dikemas dengan sound yang natural. Heru men-

ceritakan dengan teknik ini ia pernah mendapat uang 30 dolar. “Saat itu saya sedang meliput banjir. Saya sengaja masukkan suara neneknenek sedang teriak dan dari gambar itu saya pernah menghasilkan 30 dolar,” jelas Heru. Yang tidak kalah penting adalah melakukan riset sebelum mengambil video. Heru menegaskan jangan pernah meliput dalam keadaan kepala kosong. “Agar sebelum di lapangan kita sudah tau apa aja objek yang mau kita ambil. Jangan pernah datang telat karena video itu yang berbicara momen,” pungkas Heru.(bay/c)

BAGIKAN TRIK: Narasumber pelatihan, Heru Yustanto saat memaparkan teknik pengambilan video kepada sebagian karyawan Radar Bogor di lantai 4, Graha Pena Yasmin.

SIMULASI: Tampak para peserta praktik mengambil gambar video yang diperagakan peserta lainnya.

METROPOLIS

Parkir Liar

Suryakencana Digembosi

BOGOR-Pemerintah Kota Bogor tak lagi memberi toleransi terhadap pelanggaran parkir di kawasan trotoar Jalan Suryakencana. Pengendara yang nekat memarkir kendaraannya di atas trotoar kini bakal langsung ditindak tegas, mulai dari penggembosan hingga pencopotan pentil ban.

TINDAK TEGAS: Petugas Dishub menindak tegas pengendara yang nekat memarkir kendaraannya di atas trotoar di kawasan Suryakencana.

Warga Bondongan Tewas Tertimbun

TPT Dua Meter Longsor

Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor, Kamis (29/1), memicu longsornya Tembok Penahan Tanah (TPT) di Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan. Akibat insiden ini, seorang warga tewas tertimbun material longsor.

Benar, operasional Trans Pakuan feeder LRT ke Harjamukti sudah kami hentikan. Sekitar akhir tahun 2025,”

Rachma Nissa Fadliya

Direktur Utama Perumda Trans Pakuan

Dokter Forensik Wulan So

Sempat terselamatkan

Dilarikan ke rumah sakit

Masih bernapas saat dievakuasi

Meninggal dunia di RS Melania

Dilakukan warga dan petugas gabungan

Berlangsung sekitar 1 jam

Terkendala material batu Nama: Aminah (54) Akrab disapa: Mimin

Aktivitas: Mengangkat jemuran dan membereskan warung

BOGOR–Perumda Trans Pakuan resmi menghentikan operasional feeder LRT Harjamukti. Penumpang yang sebelumnya menggunakan layanan ini kini diarahkan memakai Transjabodetabek koridor P11 Botani–Blok M.

Direktur Utama Perumda Trans Pakuan, Rachma Nissa Fadliya, mengonfirmasi penghentian operasional feeder dari Cidangiang maupun Bubulak menuju Stasiun LRT Harjamukti sejak akhir tahun 2025.

Lihat Rumah Tersapu Banjir hingga Orang Terseret Arus

Wulan Sofia tak mengenakan seragam aparat, tak pula berdiri di depan kamera. Ia memilih bekerja di garis sunyi bencana, di ruang paling senyap setelah tanah runtuh dan air bah surut. Sebagai dokter forensik dan relawan SalamAid, Wulan hadir ketika duka masih segar dan negara kerap datang paling akhir.

Laporan: MUHAMMAD ALI

BOGOR-Musibah longsor di Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, merenggut nyawa seorang warga, Aminah (54), yang akrab disapa Mimin.

Korban berada di depan rumah
batu menutup jalan setapak
DZIKRI/RADARBOGOR EVAKUASI: Petugas BPBD saat mengevakuasi korban longsor di Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, pada Kamis (29/1).

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.