Epaper Radar Bogor 26 Januari 2026

Page 1


Radar Bogor

Raih Penghargaan Media Digital Terbaik 2025

Jumat (23/1) malam. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Direktur Utama PT Jawa Pos Jaringan Media Nusantara, Suhendro Boroma.

di Hotel Santika, Surabaya,

Lenyap Terkubur Longsor

30 Rumah Tenggelam, Puluhan Warga Hilang

JAKARTA–Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang memerintahkan seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk membuat perjanjian tertulis dengan kepala sekolah penerima manfaat terkait tata cara konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG).

Warga Bogor yang menjadi korban petaka pesawat ATR 42-500 telah dipulangkan dan dimakamkan oleh keluarganya masing-masing. Suasana duka dan berkabung menyelimuti kedatangan jenazah yang baru bisa teridentifikasi, nyaris sepekan pesawat hancur lebur di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Laporan: FIKRI - ABILLY

TERKUBUR LONGSOR: Tampak udara kondisi material longsor dari Gunung Burangrang yang menenggelamkan Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1).

PENDIDIKAN

236 Siswa SD Ikuti Simulasi TKA

BOGOR –SMP IT Al-Yasmin

2 menggelar Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa Sekolah Dasar (SD) se-Bogor Raya. Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung SMP IT Al-Yasmin 2, pada Sabtu (24/1).

Try Out TKA diikuti 236 peserta dari berbagai SD di wila-

yah Bogor Raya. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk simulasi tes akademik, yang dirancang menyerupai pelaksanaan tes sesungguhnya, sehingga peserta memperoleh gambaran nyata terkait pola dan suasana ujian. Kepala SMP IT Al-Yasmin 2, Firman Maulana Imanudin,

menjelaskan kegiatan Try Out TKA ini bertujuan memberikan pengalaman awal kepada siswa SD dalam menghadapi tes aka demik di jenjang berikutnya.

“Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya diuji kemampuan akademiknya, tetapi juga dibekali pengalaman mengikuti

Ekskul Jurnalistik Mansabo Adakan Mubes

BOGOR– Ekstrakurikuler

Jurnalistik MAN 1 Bogor (Mansabo) menggelar Musyawarah Besar (Mubes) di aula madrasah, Sabtu (24/1) di Aula Madrasah. Kegiatan dihadiri Wakil Kepala Bidang Humas Kampus 2 Karadenan, pembina, pelatih, ketua atau perwakilan setiap ekskul, serta seluruh anggota dan pengurus jurnalistik. Mubes digelar sebagai upaya memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas kegiatan jurnalistik, dan membangun kebersamaan antaranggota ekskul.

Pembina ekskul Hilman

Muksin, menyampaikan bahwa Mubes bukan sekadar ajang laporan pertanggungjawaban, tetapi juga momentum refleksi bersama. “Kegiatan ini penting untuk melihat

sejauh mana ekskul jurnalistik telah berperan sebagai wadah belajar, berkarya, dan menyuarakan kebenaran secara santun dan bertanggung jawab,” ujarnya. Menurut Hilman, refleksi ini diharapkan mampu mendorong ekskul jurnalistik berjalan lebih solid dan profesional di masa depan. Sementara Wakil Kepala Bidang Humas Kampus 2 Karadenan, Riana Lestari, memberikan apresiasi atas kontribusi aktif jurnalistik dalam mendukung peliputan dan publikasi madrasah. “Peran jurnalistik sangat strategis dalam menghasilkan informasi yang transparan, akuntabel, dan edukatif bagi seluruh civitas akademika,” kata Riana. Ia menegaskan

bahwa kehadiran ekskul jurnalistik sejalan dengan visi Kementerian Agama untuk menumbuhkan budaya literasi dan profesionalisme di lingkungan madrasah. Pelatih ekskul, Syahrul Mubarok, menambahkan bahwa seluruh rangkaian Mubes berjalan lancar sesuai rencana. Kegiatan mencakup evaluasi program, perumusan agenda kerja, dan pemilihan pengurus baru yang diharapkan mampu membawa ekskul jurnalistik ke arah lebih kreatif dan inovatif.

“Dengan semangat kebersamaan dan kemahiran yang terus diasah, ekskul jurnalistik Mansabo diharapkan semakin berperan sebagai pilar komunikasi positif di MAN 1 Bogor,” tukas Syahrul.(*pia)

SDN Bondes 1 Sosialisasikan

BOGOR–SD Negeri Kebon Pedes 1 mengadakan sosialisasi mekanisme pendataan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 kepada para orang tua atau wali murid kelas 6, Jumat (23/1). Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah mengundang Pengawas Pembina Kecamatan Tanah Sareal Siti Nurhamidah untuk memberikan penjelasan kepada orangtua murid terkait gambaran TKA dan cara mendaftarnya. Pengawas Disdik Kota Bogor Siti Nurhamidah menjelaskan, pentingnya TKA dilakukan meskipun aturannya sempat membuat ambigu atau bingung para pelaksana di daerah. “Kenapa ambigu, karena TKA ini sebetulnya tidak wajib untuk siswa-siswi kelas 6 SD dan kelas 9 SMP. Tetapi kenyataannya, nilai atau skor dari TKA ini menjadi validator raport dan penyetaraan jalur pendidikan serta seleksi akademik lainnya,” bebernya. Sehingga, kata Siti Nurhamidah,

Kota Bogor membuat kebijakan bahwa semua murid harus ikut, karena dikhawatirkan ada kebutuhan mendadak di tengah jalan atau di tahun mendatang untuk kebutuhan sertifikat TKA tersebut.“Untuk menyelenggarakannya lagi, kan tidak memungkinkan. Oleh sebab itu, untuk Kota Bogor semua anak harus ikut meskipun bukan untuk penentu kelulusan siswa,” tegas Siti Nurhamidah. Ia juga menegaskan bahwa TKA diperlukan karena ada kebutuhan pelaporan capaian akademik murid yang objektif dari hasil belajar selama enam tahun atau tiga tahun untuk jenjang SMP dan SMA. Semakin dekatnya simulasi dan pelaksanaan TKA, Siti Nurhamidah mengimbau, sekolah untuk segera mempersiapkan perangkat dan jaringannya. Termasuk melakukan pendataan dan pendaftaran di laman TKA, mendistribusi dan mencetak kartu peserta atau

tes secara terstruktur. Harapannya, mereka menjadi lebih siap dan percaya diri saat memasuki jenjang SMP,” ujarnya.

Selain sebagai sarana latihan, Try Out TKA juga dimanfaatkan sebagai alat evaluasi dan pemetaan kemampuan akademik peserta. Data hasil tes yang

diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi siswa dan orang tua dalam menilai kesiapan akademik anak.

Lebih lanjut, Firman menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkenalkan lingkungan dan program

BOGOR–SDN Panaragan 2 Bogor menyelenggarakan Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW Tahun 1446 Hijriah di Masjid Jami Nurul Ikhlas, yang berlokasi di depan BTW Panaragan, Kamis (22/1).

Kegiatan ini mengusung tema “Salatku, Cahayaku: Memetik Hikmah Perjalanan Langit Rasulullah SAW” , sebagai upaya menanamkan pemahaman kepada peserta didik tentang pentingnya salat sebagai kewajiban utama umat Islam, sekaligus cahaya penuntun dalam kehidupan sehari-hari. Acara dihadiri Kepala SDN Panaragan 2 Bogor, Sri Lusniasari, Ketua Panitia Pelaksana sekaligus pembimbing keagamaan Ustadz Muhammad M. Riffai, Ketua Komite SDN Panaragan 2, Sri Asmarawati, serta seluruh guru dan civitas akademik SDN Panaragan 2, para orang tua atau wali murid, pengurus komite sekolah, pengurus koordinator kelas (PKK), dan DKM Masjid Jami Nurul Ikhlas. Kepala SDN Panaragan 2, Sri Lusniasari, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Beliau menegaskan bahwa peringatan Isra Mikraj menjadi momentum penting untuk menanamkan kesadaran kepada siswa/i tentang kewajiban salat lima waktu serta meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

“Peristiwa Isra Mikraj mengajarkan kita tentang kewajiban salat sebagai tiang agama. Semoga anak-anak SDN Panaragan 2 dapat memetik hikmah, menjadi pribadi yang disiplin dalam ibadah, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab, baik di

pendidikan SMP IT Al-Yasmin 2 kepada calon peserta didik dan orang tua.

“Try Out TKA ini sekaligus menjadi ajang sosialisasi Penerimaan Murid Baru (PMB) SMP IT Al-Yasmin 2. Kami ingin memberikan gambaran awal tentang sistem pembelajaran dan suasana sekolah,”

tambahnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan kesiapan siswa SD dalam menghadapi tes akademik lanjutan semakin meningkat. Serta terbangun kepercayaan dan minat calon peserta didik untuk melanjutkan pendidikan di SMP IT Al-Yasmin 2. (uma/c)

sekolah maupun di rumah,” ujarnya. Rangkaian acara diawali dengan dzikir dan doa bersama yang dipimpin Ustadz Muhammad M. Riffai, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan salawat kepada Nabi Muhammad SAW melalui penampilan Tim Hadroh dari Pesantren Al-

Hudawattuqo, Gunung Batu, sehingga menambah suasana religius dan penuh kekhusyukan. Penyampaian hikmah Isra Mikraj disampaikan Kak Meydi dari Ciparigi sebagai penceramah, dengan metode edukatif dan interaktif menggunakan media boneka. Penyajian yang

komunikatif dan menyenangkan membuat para siswa antusias dan mudah memahami makna perjalanan agung Rasulullah SAW. Selain tausiah, kegiatan ini juga diisi dengan santunan kepada anak yatim piatu, yang seluruh penerimanya merupakan siswa-siswi SDN Panaragan 2 Bogor. (*pia)

daftar nominasi. (pia)
FOTO FIKRI/RADAR BOGOR
TRY OUT: Siswa-siswi dari SD se-Bogor Raya serius menjawab soal yang diberikan dalam simulasi TKA di SMPIT Al Yasmin 2, Sabtu (24/1).
RAPAT: Para pengurus ekskul jurnalistik Mansabo foto bareng usai pelaksanaan Mubes di aula madrasah.
PENGAJIAN: Keluarga besar SDN Panaragan 2 foto bersama setelah penyelenggaraan acara peringatan Isra Mikraj di sekolah.

MIMBAR BEBAS

Sampaikan opini, saran, dan kritik Anda tentang berbagai kebijakan pemerintah, dan layanan publik seperti: PLN, PDAM, PT Pos, telepon, jalan rusak, pungli, kemacetan, pembuatan KK/KTP/SIM/paspor/sertifikat tanah, dll.

opini untuk pengembangan profesi. Juga kepada para mahasiswa yang ingin menulis opini tentang suatu topik, sebagai bentuk sikap kritis untuk menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan

Akar Lokal Pencegah Perundungan

SEPANJANG 2025, lebih dari

95 kasus perundungan tercatat di Kota Bogor, dengan tren yang terus naik sekitar 15 persen setiap tahun sejak 2019. Angka ini menghadirkan rasa sedih sekaligus marah. Kita sadar ini masalah besar, namun kerap gamang menentukan langkah awal. Dari pengalaman tersebut, saya percaya bahwa mencegah kekerasan tidak cukup hanya dengan aturan; dibutuhkan penguatan nilai-nilai lokal yang hidup, mengakar, dan menumbuhkan empati dalam keseharian kita.

galah asin dan oray-orayan pun dihadirkan kembali. Tentu ini bukan semata hiburan, tetapi ruang belajar tentang kerja sama, sportivitas, dan empati.

1. PLN Bogor (0251) 8345400

2. Bendungan Katulampa (0251) 8334344

3. RS Hermina Bogor (0251) 8382525

4. RS Melania Bogor (0251) 8321196

5. Rs Pmi Bogor (0251) 8324080

6. RS EMC Sentul (021) 29672977, (021) 29673000

7. RS Mulia Pajajaran (0251) 8379898/ 08111181298

8. Damkar Kabupaten Bogor (021) 8753547

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor (0251) 8312292

RS Azra (0251) 8318456

RS Hermina Mekarsari (021) 29232525

RS Medika Dramaga (0251) 8308900/081319310610

Bogor Medical Center (BMC) (0251) 8390435

RS Karya Bhakti Pratiwi (0251) 8626868

Rumah Sakit Dr H Marzoeki Mahdi (0251) 8324024

Rumah Sakit Islam Bogor (0251) 8316822

Rumah Sakit Daerah (Rsud) Cibinong 021-875348, 8753360

Rumah Sakit Lanud Atang Sandjaja (0251) 7535976

RS Annisa Citeureup (021)8756780, Fax. (021)8752628

RS Harapan Sehati Cibinong (021)87972380, 081296019016

Rumah Sakit Salak (0251) 8344609/834-5222

RSUD Ciawi (0251) 8240797

Klinik Utama Geriatri Wijayakusuma (0251) 7568397

Rumah Sakit Bina Husada (021) 875-8441

Rumah Sakit ibu dan anak Nuraida (0251) 8368107, (0251) 368866

Yayasan Bina Husada Cibinong (021) 875-8440

Rumah Sakit Bersalin Assalam Cibinong (021) 875-3724

Rumah Sakit Bersalin Tunas Jaya Cibinong (021) 875-2396

Rumah sakit Bina Husada Cibinong (021) 8790-3000

RS Trimitra Cibinong 021-8763055/56

Rumah Bersalin & Klinik Insani Cibinong (021) 875-7567

RS Sentosa Bogor, Kemang (0251)-7541900

RS Ibu dan Anak Juliana, Bogor (0251) 8339593, Fax. (0251)-8339591

RSIA Bunda Suryatni (0251) 7543891,(0251) 754-3892

Klinik Insani Citeureup (021) 879-42723

RSIA Kenari Graha Medika Cileungsi (021) 8230426

Rs Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo

Cisarua-Bogor (0251) 8253630, 8257663

RS Asysyifaa Leuwiliang (0251) 8641142

RS Vania IGD (0251) 8380613, (0251) 8380601/8380605

RSKIA Sawojajar (0251) 8324371

Polsek Jonggol

Polsek Cileungsi

Polsek Cariu

Polsek Nanggung

Polsek Babakan Madang

Polsek Megamendung

Polsek Klapanunggal

Polsek Caringin

Polsek Dramaga

Polsek Tamansari

Polsek Jasinga

Polsek Cigudeg

Polsek Parung Panjang

Polsek Leuwiliang

Polsek Cibungbulang

Polsek Ciampea

Polsek Rumpin

Polsek Ciomas

Polsek Kemang

Polsek Sukaraja

021-89931174

021-8230861

021-89961058

0251-8682769

021-87962777

0251-8248569

021-82492276

0251-8224417

0251-8624107

0251-8388164

0251-8688110

0251-8681110

021-5978880

0251-8647003

0251-8647398

0251-8621146

021-75791076

0251-8322324

0251-8615700

0251-8656678

Sopir Angkot Resah

DI TAHUN 2026, para sopir angkot tua di Kota Bogor menghadapi kesulitan besar. Pemerintah Kota Bogor berencana menghapus seluruh angkot berusia di atas 20 tahun, yang berarti sekitar 1.940 armada akan berhenti beroperasi mulai 1 Januari 2026. Banyak sopir angkot yang menolak kebijakan ini karena khawatir akan kehilangan mata pencaharian utama mereka. Mereka melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Bogor, menuntut pemerintah untuk mempertimbangkan nasib mereka. Para sopir angkot tua ini merasa bahwa penghapusan angkot tua akan berdampak besar pada ekonomi keluarga mereka. Pemerintah Kota Bogor sendiri telah memiliki peraturan yang mengatur tentang batas usia operasional angkot sejak tahun 2016. Pemerintah kota berencana menawarkan solusi bagi para sopir angkot yang terdampak, seperti mengikuti proses rekrutmen untuk menjadi sopir Biskita Transpakuan. Namun, banyak sopir angkot yang masih merasa khawatir tentang masa depan mereka. Dengan perubahan besar dalam sistem transportasi di Kota Bogor, masyarakat kini menunggu langkah strategis selanjutnya dari pemerintah kota. Zakkiqram moondiroh38@gmail.com

Di Bogor, saya melihat sekolah-sekolah yang mulai merangkul nilai Sekolah Ramah Anak dengan sentuhan budaya Sunda. Musyawarah kelas dihidupkan kembali melalui rembug barudak, memberi setiap anak hak untuk berbicara dengan aman, tanpa ejekan. Permainan tradisional seperti

Bagi saya, ini bukan sekadar inovasi kegiatan. Ini bukti bahwa akar lokal dapat menjadi benteng alami pencegah perundungan. Dalam budaya Sunda, kita mengenal prinsip silih asah, silih asih, silih asuh yang berarti saling mengasah pikiran, mengasihi, dan mengasuh. Nilai ini hidup dalam praktik seharihari, misalnya dalam kebiasaan mapag tamu dengan sopan, tradisi gotong royong, hingga cara orang tua menasihati anak dengan bahasa yang lembut dan tidak merendahkan. Selama ini, kekerasan di sekolah salah satunya perundungan sering dipersempit sebagai pelanggaran disiplin. Seolah cukup diselesaikan

dengan sanksi dan surat peringatan. Padahal, di balik setiap kasus, ada persoalan nilai yang rapuh dan relasi sosial yang renggang. Karena itu, perlu pergi ke akar lokal yang hidup. Sebagian orang masih menganggap nilai budaya lokal tidak relevan untuk isu keselamatan siswa. Pandangan ini keliru. Justru di dalam budaya kita menemukan kompas moral yang kuat. Tradisi musyawarah mengajarkan penyelesaian konflik tanpa kekerasan. Permainan tradisional melatih empati dan solidaritas. Petuah orang tua dalam bahasa ibu menanamkan rasa hormat

Alarm Dunia Pendidikan

KASUS pengeroyokan seorang guru SMK oleh murid di Jambi yang viral di media sosial menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan. Peristiwa ini mencerminkan krisis serius dalam dunia pendidikan, khususnya rusaknya relasi guru–murid yang seharusnya dibangun atas dasar penghormatan dan keteladanan. Sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman dan beradab justru berubah menjadi arena konflik dan kekerasan. Peristiwa ini bermula dari teguran guru di kelas yang dibalas siswa dengan ucapan tidak sopan. Namun, versi siswa menyebut guru kerap melontarkan kata-kata kasar, menghina murid dan orang tua, bahkan memberi label merendahkan. Dua versi ini menunjukkan bahwa konflik tidak

muncul tiba-tiba, melainkan tumbuh dari relasi yang telah lama bermasalah. Koordinator Nasional JPPI menilai kejadian tersebut sebagai pelanggaran hak anak untuk memperoleh pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan. Penilaian ini penting, namun persoalan tidak berhenti pada aspek hukum. Yang lebih mengkhawatirkan adalah lunturnya nilai adab dalam relasi guru dan murid. Di satu sisi, murid kehilangan rasa hormat dan batas kesopanan. Di sisi lain, sebagian guru terjebak pada kekerasan verbal yang melukai psikologis siswa. Ketika saling menghormati hilang, ruang kelas pun mudah berubah menjadi ruang konflik.

Islam memandang pendidikan bukan sekadar proses mencer-

daskan, tetapi membentuk manusia berakhlak. Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak. Karena itu, adab harus didahulukan sebelum ilmu. Murid dididik untuk memuliakan guru, sementara guru menjadi teladan yang mendidik dengan kasih sayang, bukan hinaan. Kasus ini seharusnya menjadi bahan introspeksi bersama. Selama pendidikan menjauh dari nilai akhlak dan hanya berorientasi pada capaian formal, kekerasan di sekolah akan terus berulang. Pembenahan nilai adalah kebutuhan mendesak dunia pendidikan hari ini.

Ai Warni ai.warni@gmail.com Guru SMA di Cibinong

Kekerasan dan Child Grooming Kian Mengkhawatirkan

KASUS kekerasan terhadap anak, termasuk praktik child grooming, makin mengkhawatirkan. Sepanjang 2025, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sedikitnya terdapat 2.063 anak mengalami pelanggaran hak, mulai dari kekerasan fisik, psikis, hingga seksual. Ironisnya, peristiwa tersebut banyak terjadi di tempat yang seharusnya aman bagi anak, seperti rumah, sekolah, dan lingkungan sosial terdekat. Di sisi lain, berbagai kasus child grooming yang terungkap belakangan ini meninggalkan luka psikologis mendalam bagi

Masa Depan

Suram Dunia Pendidikan

KASUS seorang guru dikeroyok oleh siswa dan dibalas oleh sang guru dengan membawa senjata tajam sungguh memprihatinkan. Di zaman sekarang berbagai kasus terjadi di lingkungan sekolah. Mulai dari pelecehan, pergaulan bebas para murid, bulliying hingga tindak kekerasan baik dari guru atau murid itu sendiri. Kasus pengeroyokan kepada seorang guru yang baru-baru ini terjadi menjadi rangkaian kasus yang menambah panjang daftar kebobrokan sistem pendidikan kita. Jika terus dibiarkan masa depan dunia pendidikan akan semakin suram. Tugas orang tua dan guru kian berat sedangkan para murid semakin kehilangan masa emasnya. Maka tak heran jika hasilnya seperti saat ini dimana banyak proses belajar mengajar yang tidak lagi memperhatikan sikap atau adab untuk saling hormat menghormati dan Ammah Laili ammah.lailli@gmail.com

korban. Anak-anak dimanipulasi secara emosional, dibujuk, bahkan dieksploitasi oleh pelaku yang sering kali berasal dari lingkaran kepercayaan. Namun, banyak kasus berhenti di tengah jalan atau tak tertangani secara tuntas. Kekerasan terhadap anak dan child grooming sejatinya termasuk extraordinary crime. Dam paknya bukan hanya sesaat, tetapi merusak masa depan generasi. Sayangnya, meningkatnya angka kasus justru menunjukkan lemahnya perlindungan negara. Penanganan sering bersifat reaktif, sementara upaya pencegahan

dan pemulihan korban masih terbatas.

Lebih jauh, persoalan ini tidak bisa dilepaskan dari paradigma sekuler dan liberal yang memengaruhi kebijakan negara dan cara pandang masyarakat. Nilai kebebasan yang kebablasan, lemahnya kontrol moral, serta pemisahan agama dari kehidupan publik membuat perlindungan anak kehilangan pijakan nilai yang kuat. Anak kerap diposisikan sebagai objek, bukan amanah yang wajib dijaga.

Ai Warni ai.warni@gmail.com

yang mendalam. Teori pendidikan modern tentang pembelajaran sosialemosional menegaskan bahwa nilai akan lebih mudah dipahami jika dekat dengan pengalaman hidup anak. Di sinilah ethnopedagogy menjadi penting sehingga kearifan lokal bukan hiasan, melainkan sumber belajar yang kontekstual dan hidup. Sekolah, menurut saya harus menjadi ruang aman yang berakar pada norma lokal. Ruang yang bukan hanya bebas dari kekerasan, tetapi juga penuh penghargaan, kebersamaan, dan rasa saling menjaga. Guru perlu memiliki kesadaran bahwa mengajar bukan hanya mentransfer ilmu, tetapi juga merawat nilai melalui budaya dan keteladanan. Jangan lupa, sekolah tak pernah berdiri sendiri; ia hidup dari jalinan erat keluarga,

komunitas, dan pendidik yang saling meneguhkan. Mencegah kekerasan adalah tanggung jawab bersama, mengalir dari ruang kelas hingga nadi kampung. Jika kita sungguh ingin mengakhiri perundungan, pendidikan harus kembali pada akar budayanya. Inisiatif berbasis kearifan lokal di Bogor patut diapresiasi, karena menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal kurikulum dan teknologi, tetapi juga tentang keberanian meneguhkan nilai sebagai benteng moral. Barangkali sudah waktunya kita berhenti bertanya, “apa yang salah dengan anak-anak kita,” dan sekarang mulai merenung, “nilai apa yang telah—atau belum—kita wariskan.” Dari sanalah pencegahan perundungan dan kekerasan menemukan pijakan kuat.(*)

Sampah Bukan

Masalah Sepele

Sampah seringkali dianggap sebagai masalah sepele yang selesai begitu dibuang dari rumah tangga atau tempat usaha. Cara pandang tersebut menjadi akar dari persoalan yang lebih besar. Pengelolaan sampah yang keliru bukan hanya menimbulkan persoalan estetika, tetapi juga menghadirkan ancaman serius bagi lingkungan, kesehatan masyarakat, dan keberlangsungan hidup manusia. Salah satu praktik yang kini mulai banyak digunakan namun menuai kontroversi adalah pemanfaatan insinerator mini sebagai solusi instan pengelolaan sampah.

Pengelolaan sampah yang tidak benar, seperti pembuangan sembarangan, penumpukan di tempat terbuka, atau pembakaran tanpa standar, berkontribusi besar terhadap pencemaran lingkungan. Sampah organik yang membusuk menghasilkan gas metana, salah satu gas rumah kaca yang mempercepat perubahan iklim.

Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai dan sering kali mencemari tanah serta badan air. Kondisi ini semakin diperparah ketika sampah tidak dipilah sejak sumbernya, sehingga seluruh jenis limbah bercampur dan sulit dikelola secara aman.

Penggunaan insinerator mini sering dipromosikan sebagai solusi praktis, terutama di kawasan padat penduduk, fasilitas kesehatan, atau daerah yang memiliki keterbatasan lahan. Insinerator mini bekerja dengan cara membakar sampah pada suhu tinggi untuk mengurangi volumenya secara signifikan.

Insinerator mini yang tidak dilengkapi dengan teknologi pengendali emisi yang memadai dapat melepaskan zat berbahaya ke udara, seperti dioksin, furan, dan partikel halus. Zat-zat ini dikenal berbahaya bagi kesehatan manusia karena dapat memicu gangguan pernapasan, kanker, serta masalah kesehatan jangka panjang lainnya. Jika dioperasikan secara sembarangan, insinerator justru mengubah persoalan sampah menjadi persoalan pencemaran udara yang lebih sulit dikendalikan. Selain itu, abu sisa pembakaran dari insinerator mini juga dapat mengandung logam berat dan senyawa toksik yang berbahaya jika dibuang tanpa pengelolaan khusus. Apabila abu ini mencemari tanah atau air, dampaknya bisa merusak ekosistem dan membahayakan sumber air bersih masyarakat.

Novi

bomuslimah@gmail.com Bogor

Pendidikan Universitas Pakuan
RUMAH SAKIT DI BOGOR

Bangunan mirip pagar beton di area Situ Tujuh, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok dibongkar pada, Minggu (25/1) kemarin.

Pembongkaran bangunan mirip pagar beton di Situ Tujuh Muara, Minggu (25/1) kemarin.

DEPOK–Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Sukmajaya telah berhasil merumuskan sejumlah kegiatan yang sejalan dengan program

unggulan Wali Kota Depok Supian Suri dan Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah. Rumusan tersebut dilaksanakan

dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Aula Kelurahan Baktijaya,

Baca Aglomerasi Hal 6

DEPOK–Dalam rangka memperingati Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-100 Tahun Masehi, GP Ansor Kota Depok di bawah kepemimpinan Muhammad Kahfi, sukses menggelar kegiatan sosial donor darah pada Sabtu (24/1).

MSUREMBANG:

DEPOK–Jembatan dengan panjang 140 meter yang membentang di atas Situ Tujuh Muara (Juara) hingga area Alun-alun Barat (Albar) Kota Depok, tak bisa dilalui dan hanya bisa disaksikan pengunjung.

belum lama ini. Lurah Baktijaya, Rezky Desa Ismayawati, mengungkapkan bahwa
(FAJAR/RADAR BOGOR)
DIBONGKAR:
TAK BISA DILALU: Kondisi Jembatan Situ Tujuh Muara (Juara) yang membentang hingga Alun-alun Barat (Albar) Kota Depok alami kerusakan akibat diterjang hujan ekstrem.
DONOR DARAH: Para peserta donor darah yang diadakan GP Ansor Depok. (LTNU Depok).
SIAP Baca Hal

Pedagang Daging Mogok Jualan

CIANJUR–Pedagang daging sapi di Kabupaten Cianjur melakukan aksi mogok berjualan. Kondisi itu tak terlepas terus naiknya harga komoditas tersebut sehingga dampaknya merugikan para pedagang. Di Pasar Induk Cianjur misalnya, aksi mogok berjualan sudah dimulai sejak Minggu (25/1). Rencananya, aksi massal itu akan berlangsung hingga Senin (26/1). Hasil pemantauan di lima pasar tradisional di Kabupaten

CIANJUR

Cianjur, harga daging sapi relatif tidak sama. Untuk daging sapi impor, harga terendah kisaran Rp120 ribu per kg dan tertinggi Rp125 ribu per kg. Sementara untuk daging sapi lokal, dirataratakan harganya di kisaran Rp140 ribu per kilogram Kepala UPTD Pasar Induk Cianjur, Handika Firdaus, mengonfirmasikan terjadinya aksi mogok berjualan para pedagang daging sapi. Aksi akan berlangsung selama dua hari. “Hari ini (kemarin,red) sudah dimulai,” kata Handika. Handika mengaku sudah melakukan upaya persuasif dengan para pedagang. Ia membuka ruang dialog untuk mencari solusi dari permasalahan yang mendasari para pedagang memilih aksi mogok berjualan. “Hasil obrolan dengan para pedagang, mereka kecewa dengan harga yang terus naik.

Per hari kemarin (Sabtu (24/1), harga daging sapi di Pasar Induk Cianjur rata-rata kisaran Rp130 ribu per kilogram,” ucapnya. Sementara itu, Dinas Koperasi UMKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagin) Kabupaten Cianjur terus memantau perkembangan kondisi di lapangan berkaitan rencana aksi mogok pedagang daging sapi. Pemantauan dilakukan berkoordinasi dengan masingmasing kepala UPTD pasar.

“Memang ada kabar kalau jadi mau ada aksi mogok, antara Minggu-Senin. Tapi saya belum mendapat laporan dari para kepala pasar. Besok kami tindaklanjuti lagi kondisi perkembangan di lapangan,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dis kum dagin Kabupaten Cianjur, Ivan Feriadi Rahman, Minggu (25/1). Aksi mogok pedagang ini kabarnya dipicu kebijakan pemangkasan kuota impor daging sapi.(cjr)

Bangunan di Atas Situ Tujuh Dibongkar

Pembongkaran dilakukan

pada pukul 17.00 WIB, yang

dipimpin langsung oleh Wali

Kota Depok Supian Suri dan Kapolres Metro Depok Kombes Pol Abdul Waras serta Balai

Besar WIlayah Sungai Ciliwung

Cisadane (BBWSCC) dan Dinas

Pekerjaan Umum dan Penataan

Ruang (DPUPR) Jawa Barat.

Pembongkaran tersebut

dilakukan sehari setelah Supian melakukan inspeksi mendadak (sidak), Sabtu (24/1).

Supian menegaskan, langkah pembongkaran dilakukan setelah koordinasi lintas instansi. Termasuk Forkopimda, BBWSCC serta bidang Sumber Daya Air (SDA) pada DPUPR Jabar. “Ini tidak berizin. Itu hasil koordinasi kami dengan pemerintah provinsi dan informasi dari BBWSCC,” kata Supian di lokasi pembongkaran. Ia mengungkapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menginginkan asetnya dikembalikan seperti kondisi awal.

Tidak boleh ada bangunan apa pun yang berdiri di atas Situ Tujuh Muara yang berfungsi sebagai kawasan resapan air di wilayah Depok. “Jadi intinya, pemprov ingin asetnya kembali seperti sediakala. Tidak ada bangunan di atasnya,” tukasnya. Supian mengungkapkan, informasi yang diterimanya menyebutkan bahwa teguran sebenarnya sudah diberikan oleh Balai Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BWSCC) maupun Dinas Pekerjaan

Siap Jalankan Program

Unggulan Wali Kota

kegiatan yang direncanakan meliputi pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, serta program Rumah Layak Huni Terpadu (RLTH). “Kegiatan mandatori pastinya akan dilaksanakan di seluruh RW dan tidak ada yang tertinggal,” ujarnya. Rezky menjelaskan, pada sektor infrastruktur akan difokuskan pada pembangunan

yang bersifat urgensi, seperti pengentasan banjir melalui pembangunan saluran U-Ditch serta rehabilitasi posyandu. Selain itu, terdapat tujuh kegiatan pemberdayaan masyarakat yang wajib dilaksanakan di seluruh RW. Kegiatan tersebut meliputi Operasional Pos yandu, Insentif Kader Posyandu, Kegiatan Kreativitas Kepemudaan, Wisata Keberagaman, Kampung Sehati Cabai, Pembentukan dan Pembinaan

Kampung Iklim, serta Insentif RW. Lebih lanjut, Rezky menambahkan bahwa program RLTH juga menjadi salah satu topik pembahasan dalam Musrenbang. Berdasarkan data, terdapat 65 rumah yang menjadi sasaran program RLTH pada tahun 2027. “Semoga dengan adanya Musrenbang kali ini, Kelurahan Baktijaya dapat semakin maju dan bersinar,” tutupnya.(faj/a)

Jembatan Juara Alami Kerusakan

Kerusakan Jembatan Juara diakibatkan karena tertimpa pohon tumbang akibat cuaca ekstrem. Kabel penyangga tampak menjuntai ke arah danau dan pondasinya terlihat miring ke samping. Beton bantalan tiang penyangga jembatan juga mengalami keretakan dan pecah. Adapun kerusakan jembatan gantung itu terjadi sejak bulan Desember 2025. Hingga saat ini belum ada perbaikan jembatan yang menjadi ikon alun alun barat Kota Depok.

Wali Kota Depok, Supian Suri

mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) pada tahun ini. “Ya, ini tadi saya sudah hubungi Pak Sekda. Informasi yang saya dapat, sudah dialokasikan dari belanja tidak terduga untuk memperbaiki kembali kabel atau sling penyangga jembatan,” ujarnya. Ia menjelaskan, perbaikan difokuskan pada sling penyangga jembatan yang sebelumnya mengalami pergeseran akibat hujan lebat pada akhir tahun lalu. Seperti diketahui, sling penyangga jembatan tersebut

bergeser setelah intensitas hujan tinggi melanda wilayah Depok. Kerusakan terlihat di bagian ujung jembatan yang berada di dalam area Taman Albar. Sejumlah tiang penyangga tampak mengalami retakan, sementara kabel penyangga jembatan terlihat menjuntai ke arah danau. Untuk menjaga keselamatan masyarakat, jembatan gantung tersebut saat ini ditutup sementara hingga proses perbaikan selesai dilakukan. “Mudahmudahan secepat-cepatnya bisa kita perbaiki,” tukasnya. (faj/c)

Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok. Namun, pembangunan bangunan tetap berlanjut di Situ Tujuh Muara.

“Informasi yang saya dapat, sudah ada teguran baik dari BWSCC maupun dari PUPR Kota Depok, tetapi prosesnya masih tetap berlanjut. Sehingga saya memandang perlu untuk

Kegiatan ini menjadi bagian dari agenda rutin Ansor sekaligus rangkaian semarak Satu Abad NU. Bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Depok, donor darah dilaksanakan di Kantor UTD PMI Kota Depok, Kecamatan Cilodong, sejak pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Sejak pagi, antusiasme peserta sudah terlihat dari kehadiran

Ia menegaskan, pembangunan tersebut berpotensi mengurangi luasan situ dan jelas melanggar ketentuan yang berlaku.

“Intinya sih seperti itu, karena akan mengurangi luasan situ kalau itu dibangun, dan sekali lagi itu melanggar,” ujarnya.

hadir langsung dan menyetop,” kata Supian. Supian menyoroti adanya aktivitas pembangunan di kawasan tersebut yang dinilai melanggar aturan. “Kita meninjau kondisi di lapangan, di mana ada upaya pembangunan. Saya nggak tahu mau pembangunan apa, tapi menurut kami secara prinsip itu melanggar garis sempadan situ, sehingga ini harus distop dan harus dibongkar,” tegasnya.

Supian juga menegaskan jika pihaknya tidak akan mentoleransi adanya bangunan tambahan di kawasan situ, terlebih yang menjorok langsung ke wilayah perairan. “Kita tidak mengizinkan ada bangunan-bangunan tambahan, baik di badan situ, apalagi sampai menjorok ke wilayah situ,” tukasnya.(faj/c)

Ansor Kota Depok Adakan Donor Darah

para Sahabat Ansor, Banser, kader NU, hingga masyarakat umum yang ikut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Ketua GP Ansor Kota Depok, Muhammad Kahfi, menyampaikan bahwa kegiatan donor darah merupakan bentuk nyata khidmah GP Ansor kepada masyarakat. Momentum peringatan satu abad NU, menurutnya, harus dimaknai dengan kerja-kerja sosial yang memberi manfaat langsung. “Semangat satu abad NU bukan hanya soal perayaan, tetapi tentang pengabdian. Setetes darah yang kita sumbangkan bisa menjadi harapan hidup bagi sesama,” ujar Kahfi. Ia menegaskan, kegiatan donor darah yang mengusung tagline “Donor Darah – Setetes Darah, Sejuta Harapan” bukan sekadar slogan, melainkan upaya menumbuhkan nilai solidaritas, kepedulian sosial, serta mempererat ukhuwah

di tengah warga Nahdliyin dan masyarakat luas. Menurutnya, sinergi antara GP Ansor Kota Depok dan PMI merupakan bentuk kolaborasi konkret antara organisasi kepemudaan dan lembaga kemanusiaan dalam menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan. “Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa gerakan kepemudaan NU selalu hadir dalam kerjakerja kemanusiaan,” pungkasnya.(faj/a)

SEPI: Suasana los penjual daging di Pasar Induk Cianjur yang sepi karena ada aksi mogok berjualan, Minggu (25/1) kemarin.

Malam hari ini kita melaksanakan doa bersama memperingati Isra Mi’raj, sekaligus menyongsong bulan suci Ramadan. Kita berdoa bersama agar Kabupaten Bogor dan wilayah lain di Indonesia senantiasa dilindungi, dijauhkan dari bencana besar, dan masyarakat kita selalu diberikan keselamatan,”

Bupati Bogor, Rudy Susmanto

UAS Ajak Warga Perkuat Keluarga

BOGOR–Ribuan warga hadiri tabligh akbar memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW, yang diisi Penceramah kondang, Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid Nurul Wathon, Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (24/1). Dalam ceramahnya, UAS menekankan pentingnya kelembutan dan kesabaran dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga meminta maaf jika selama ceramah ada kata-kata yang menyinggung warga, sembari

menyebut bahwa orang Sunda, termasuk warga Bogor, dikenal berbicara lembut. UAS kemudian mengingatkan pentingnya memperkuat hubungan keluarga. Ia mengajak para suami untuk menghargai istri dan anakanak, serta memperhatikan momen-momen sederhana di rumah. “Coba nanti malam bangun, lihat wajah istri, dia yang telah mengandung, memasak, mencuci, dan mengurus keluarga. Jangan dicekik, itu bidadari surga

kita,” tuturnya dalam ceramah, Sabtu (24/1) malam. Menurut UAS, rumah tangga yang sakinah tercipta ketika suami dan istri saling berbuat baik, sehingga anak-anak juga tumbuh menjadi pribadi yang baik. Selain itu, UAS juga mengajak jamaah untuk peduli terhadap kondisi Palestina. Ia menyarankan langkah sederhana agar umat Islam selalu teringat Palestina, misalnya dengan menempelkan bendera atau gambar Masjid Al

Aqsa di rumah. “Di rumah saya, gambar paling besar adalah Masjidil Aqsa, setiap orang yang melihatnya akan teringat Palestina dan mendoakan keselamatan mereka,” ungkapnya. UAS menyinggung sejarah Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa, mene kankan bahwa masjid merupakan warisan peradaban yang harus dijaga umat Islam. Ia mendorong umat untuk menghargai dan melestarikan warisan ini sebagai bentuk ibadah.

Selain itu, UAS juga memberikan apresiasi terhadap pembangunan masjid di Indonesia, termasuk Masjid Nurul Wathon yang dibangun Bupati Bogor, Rudy Susmanto. “Paling tidak, sudah berbuat, ini menjadi contoh masa depan bagi generasi selanjutnya,” ungkap UAS. UAS akan dijadwalkan kembali mengisi ceramah di Lapangan Panahan, Stadion Pakansari, Cibinong, pada 31 Januari 2026 mendatang, dalam rangka Milad Syababul Kheir ke-16. (Cr1/c)

Eks TPA Pondok Rajeg Longsor

Tercium Bau Sampah Sejak Dini Hari

BAU menyengat sampah

tiba-tiba tercium di tengah malam sekitar pukul 01.00 WIB, aroma tak biasa itu menyeruak ke permukiman warga Kecamatan Cibinong dan Bojonggede di sekitar aliran Sungai Ciliwung, kawasan eks TPA Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, Sabtu (24/1). Udin, warga setempat yang juga pernah bekerja sebagai pengepul sampah, langsung merasa ada yang tidak beres, pengalamannya selama bertahun-tahun bersentuhan dengan timbunan sampah membuatnya peka, bau tersebut bukan bau biasa. “Jadi ada bau sampah, jadi oh iya jangan-jangan bau sampah lama, jadi saya bisa tahu gitu. Cuma saya enggak berani ke sini, karena posisinya kan gelap,” ujarnya kepada Radar Bogor, Sabtu (24/1. Menurut dia, kecurigaan itu terbukti pada pagi harinya sekitar pukul 05.30 WIB, Udin bersama warga lainnya mendatangi lokasi setelah melihat aliran Sungai Ciliwung tidak lagi mengalir normal.

Di lokasi, pemandangan yang ditemui jauh lebih mengkhawatirkan, material longsoran berupa tanah bercampur sampah menutup alur Sungai Ciliwung, jalur lama sungai tertimbun longsoran, sehingga aliran air bergeser. Akibatnya, aliran sungai yang baru semakin mendekati permukiman warga di wilayah Bojonggede. Jarak antara aliran sungai baru dengan rumah warga kini hanya tersisa sekitar tiga meter, mengingat sungai tersebut menjadi batas wilayah antara Kecamatan Cibinong dan Kecamatan Bojonggede. “Sementara ini ketinggiannya sekitar 20 meter, dari dasar kali ke atas tingginya sampah, dan panjangnya sekitar 100 meter,” ungkapnya. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran warga, terutama jika hujan deras kembali meng guyur wilayah Bogor. Udin menyebutkan, selain ancaman banjir, longsoran susulan masih sangat mungkin terjadi mengingat material sampah yang belum sepenuhnya stabil. (Cr1/c)

Ancam Permukiman Warga

BOGOR–Eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pondok Rajeg, yang kini difungsikan sebagai hutan kota di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, mengalami longsor pada Sabtu (24/1). Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung dan menyebabkan perubahan alur sungai. Akibat longsoran itu, jalur aliran lama Sungai Ciliwung tertutup material tanah bercampur sampah. Kondisi tersebut membentuk aliran baru, yang semakin mendekati permukiman warga Kecamatan Bojonggede, mengingat sungai tersebut pembatas wilayah Cibinong dan Bojonggede. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi dampak lanjutan, terutama saat curah hujan tinggi. Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, Roby Ruhyadi, menjelaskan bahwa lokasi tersebut merupakan area yang telah ditetapkan sebagai Hutan Kota Pondok Rajeg. Ia menyebutkan, kawasan tersebut mulai dipersiapkan sebagai TPA

sejak 1995 setelah dilakukan pembebasan lahan, sesuai dengan konsep pengelolaan sampah jangka panjang pada masa itu.

“Sekitar 2008, tempat ini sudah tidak dipergunakan lagi, artinya sudah ditutup. Nah, selang 2008 sampai sekarang tidak pernah ada kejadian besar seperti ini,” ujarnya kepada Radar Bogor, Sabtu (24/1).

Menurut dia, pada 2018 kawasan eks TPA ditetapkan sebagai hutan kota sebagai bagian dari upaya rehabilitasi dan reklamasi lahan, salah satunya melalui penanaman pohon.

Roby mengungkapkan, longsor yang terjadi kali ini dipengaruhi berbagai faktor. Meski sebelumnya area tersebut dinilai relatif stabil, kondisi cuaca ekstrem diduga menjadi faktor utama terjadinya pergerakan tanah.

“Sesuai rilis BMKG 22 sampai 26 Januari ini harus waspada, karena ada potensi terjadi cuaca ekstrem, jadi yang tadinya mungkin beban tanah dan sampah ini, dengan curah hujan yang tinggi, jadi berat,” kata Roby. Ia mengatakan, berdasarkan hasil

estimasi sementara, longsoran terjadi sepanjang 100 meter di bibir sungai dengan lebar kurang lebih 20 meter. “Awalnya tebingan, tapi tidak securam itu, makanya saya relatif kaget, area yang terdampak itu sebelah sini. Kita lihat ke arah sebelah sana, lerengan di sana itu lebih curam, sedangkan di sini tidak curam,” ungkap dia. DLH Kabupaten Bogor sebelumnya telah menerapkan prosedur standar penanganan di lahan eks TPA, seperti pemasangan pipa untuk mengurangi volume aliran air serta pengendalian gas metana sebagai bagian dari pemulihan lahan. Untuk penanganan ke depan, Roby berharap ada dukungan dari pemerintah pusat, khususnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), guna membangun struktur penahan seperti sheet pile agar dapat menjadi tanggul permanen dan mencegah longsoran susulan.

“Jangka pendeknya mungkin kita harus pasang terpal sehingga aliran air tidak membebani tumpukan sampah yang tersisa,” tutup dia. (Cr1/c)

Kegiatan tablig akbar memperingati Isra Mikraj bersama Ustadz Abdul Somad di Masjid Nurul Wathon, kawasan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (24/1), membawa berkah tersendiri bagi para pelaku UMKM.

Laporan: MUHAMMAD ABILY

waktu singkat. Irnawati menyiapkan sekitar 100 porsi, namun seluruhnya ludes tak sampai setengah jam.

ADA 108 lapak UMKM yang dilibatkan dalam program gerobak gratis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk turut meramaikan malam peringatan Isra Mikraj tersebut. Selain kehadiran UAS yang menjadi magnet para jemaah, gerobak makanan gratis ini juga menarik perhatian mereka. Sontak saja, kurang dari setengah jam, para jemaah menyerbu lapak-lapak pedagang sejak kegiatan dimulai. Salah satunya dirasakan pedagang mi ayam dan bakso, Irnawati (38). Ia mengatakan, dagangannya habis dalam

“Sudah capek, sudah lelah, sudah saya setop. Terlalu ngantri, nggak pada sabar, maksud saya pelan-pelan kan ini panas dandang, takut pada kesiram. Yang ada bukan malah bener, malah pada celaka,” ujarnya kepada Radar Bogor, Sabtu (25/1).

Ia mengungkapkan, seluruh dagangannya dibagikan secara gratis kepada jemaah karena dibiayai Pemerintah Kabupaten Bogor. Menurut dia, ini bukan kali pertama dirinya terlibat dalam kegiatan serupa.

“Sudah tiga kali saya ikut acara seperti ini, waktu Hari Jadi Bogor, peresmian

Masjid Nurul Wathon, dan sekarang tablig akbar Isra Mikraj, semuanya dibayar Pak Bupati,” ungkapnya. Ia menjelaskan, mekanisme keterli batan UMKM dilakukan melalui pen dataan oleh panitia. Pedagang yang dilibatkan merupakan UMKM yang telah terdata dan memiliki izin usaha. “Perasaannya senang, terima kasih Pak Bupati telah membantu pedagang UMKM, semoga ke

PENUH: Tampak Penceramah Kondang Ustadz Abdul Shomad
menyampaikan tausiyah di hadapan jemaah Masjid Nurul Wathon yang membeludak hingga ke luar, Sabtu (24/1) malam.
AMBROL: Tampak aliran Sungai Ciliwung yang menyempit karena tertutup material
longsor di pinggir sungai, Sabtu (24/1) dini hari.
LARIS: Gerobak bakso Irnawati yang ludes diserbu
jemaah tablig akbar di Masjid Nurul Wathon, Kecamatan
Cibinong, Kabupaten Bogor, Sabtu (24/1).

BOGOR RAYA

DLH Selidiki Dugaan Pencemaran

Situ Citongtut

GUNUNG PUTRI–Warga Cicafas, Kecamatan Gunung Putri digegerkan dengan banyaknya ikan yang mati mendadak di Situ Citongtut. Bangkai ikan sapu-sapu tampak mengapung di area pinggiran situ tersebut. Menanggapi kondisi ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor melakukan penyelidikan. Plt DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya bersama jajarannya mencari penyebab pasti fenomena yang diduga terjadi akibat pencemaran lingkungan itu. “Sedang diselidiki. Karena masalahnya anak-anak sungai itu berada di bawah pabrik. Kami selidiki dulu dari mana,” ujarnya, Minggu (25/1). Ia mengungkapkan anak sungai yang mengalir ke Situ Citongtut melintasi sebanyak 21 perusahaan. Oleh karena itu pihaknya bakal menyelidiki perusahaan mana yang menjadi penyebab pasti pencemaran di lokasi itu. Kendati demikian, Teuku mengklaim, saat ini Situ Citongtut sudah kembali normal dan masyarakat telah beraktivitas kembali. Meski begitu, pihaknya berjanji akan terus menggelar penyelidikan dugaan pencemaran lingkungan yang terjadi. ”Hari ini sudah jernih kembali. Dan warga sudah aktifitas lagi sudah mancing lagi,” pungkasnya. (abl/c)

TERCEMAR: Relawan membersihkan bangkai ikan di Situ Citongtut, Cicadas, Gunung Putri. Ratusan bangkai ikan tersebut diduga akibat sumber air tercemar.

Angkot Tabrak Lari Pejalan Kaki

MEGAMENDUNG– Peristiwa tabrak lari terjadi Jalan Raya Puncak, Megamendung, tepatnya di depan Pusdiklat PLN Cibogo. Plt. Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Arif Rahman Ares menerangkan peristiwa tabrak lari itu bermula saat korban NS (30) hendak menyebrang jalan pada Rabu (21/1) sekitar pukul 23.10 WIB. Di waktu yang

bersamaan, kendaraan angkot biru bernomor polisi F 1983 PG melintas dari arah Puncak menuju Gadog. Setiba di lokasi kejadian, sopir angkot berinisial MRM (24) hendak menyalip mobil lain namun malah menabrak NS hingga terseret sejauh 200 meter. ”Korban mengalami luka patah tulang tangan kanan, luka memar, lebam, dan lecet di pipi,

ketiak, paha atas sebelah kanan dibawa ke RS Hermina Ciawi, kemudian dirujuk ke RSUD Idham Chalid Ciawi, lalu dibawa ke pengobatan alternatif Cimande,” jelas Arif. Setelah mendapatkan hasil rekaman CCTV dan berkordinasi dengan pihak Udiklat Cibogo, penyelidik menemukan ciri kendaraan serta posisi terakhir angkot yang

Sungai Meluap, Jembatan Putus

CISARUA–Jembatan alternatif di Kampung

Pasir Ipis, Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor putus pada Sabtu (24/1) dini hari.

Kapolsek Cisarua, AKP Budi Suratman, mengatakan jembatan tersebut putus karena diterjang derasnya aliran sungai. Ia menjelaskan, informasi tersebut diperkuat keterangan Kepala Dusun setempat yang menyebutkan sekitar pukul 02.00 WIB dini hari terdengar suara gemuruh dari arah sungai.

“Pada saat dilakukan pemantauan pagi hari, jembatan alternatif yang menghubungkan Kampung Pasir Ipis dengan Kampung Ciburial sudah terputus,” katanya.

Budi mengungkapkan, pihaknya menemukan sejumlah pohon yang tercabut dari akarnya dan terbawa arus sungai di sekitar lokasi kejadian. “Batang-batang pohon tersebut tersangkut di badan jembatan, sehingga menekan konstruksi dan menyebabkan jembatan terputus,” bebernya. Ia memastikan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Selain itu, dirinya juga memastikan bahwa kejadian ini tidak berdampak terhadap arus lalu lintas di jalur utama Puncak karena jembatan yang putus merupakan jalur alternatif dan bukan jalur utama kendaraan. “Petugas gabungan sudah melakukan

evakuasi material dengan membersihkan batang pohon yang menutup aliran sungai. Termasuk memotong dan memindahkan kayu yang tersangkut di sekitar jembatan,” imbuhnya. Selain itu, Polsek Cisarua juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lanjutan, termasuk rencana perbaikan jembatan alternatif yang terdampak. “Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, mengingat intensitas curah hujan masih cukup tinggi, serta segera melapor kepada pihak berwenang apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar,” pungkasnya. (Cr1/c)

FOTO: POLSEK

POTONG: Personel gabungan memotong batang pohon yang memenuhi aliran sungai gabungan di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Sabtu (24/1/2026).

berada di sebuah bengkel. ”Kemudian penyelidik mengamankan barang bukti serta menelusuri keberadaan sopir angkot yang diketahui berada di kediamannya. Dan kami amankan,” tandasnya. Sopir itu diketahui merupakan warga Desa Jogjogan, Cisarua. Kendaraan beserta pengemudi telah diamankan oleh Penyelidik Unit

Gakkum Subnit Ciawi Sat Lantas Polres Bo gor untuk dimintai keterangannya. MRM diamankan setelah pihaknya menerima laporan dari ayah korban, MR (62) pada Jumat, (23/1) malam. Tidak butuh waktu lama, pihak kepolisian langsung mengamankan MRM di kediamannya dari hasi penyelidikan. (cok/c)

BPBD Kabupaten Bogor saat

Megamendung, Kabupaten Bogor.

Longsor Rusak Rumah Warga

MEGAMENDUNG – Longsor melanda sejumlah permukiman warga di Kabupaten Bogor pada akhir pekan lalu. Bencana ini pun mengakibatkan rumah rusak dan beberapa warga mengalami luka. Seperti yang terjadi di Kampung Pasir Angin Lebak, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung pada Jumat (23/1) sore. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Adam Hamdani, mengatakan bencana longsor itu menimpa satu unit rumah warga hingga mengalami kerusakan. “Kerusakan terjadi pada bagian tembok kamar dan lantai dua. Tembok tersebut menimpa satu warga sehingga mengalami luka ringan pada bagian paha kanan,” terang dia.

Aksi Pemadam Kebakaran Bantu Warga

Berdasarkan analisanya longsor terjadi akibat hujan deras yang menerjang wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Longsor juga diduga terjadi akibat kondisi tanah yang labil. Di hari yang sama, longsor juga melanda permukiman warga di Kampung Cipopokol Hilir RT 01/03, Desa Pasir Muncang, Kecamatan Caringin . Imbasnya satu rumah warga mengalami kerusakan sedang. “Rumah tersebut mengalami kerusakan pada bagian dinding kamar tidur jebol, dan dinding lainnya mengalami retakretak sehingga perlu penanganan lebih lanjut dari dinas terkait,” imbuhnya. Meski mengalami kerusakan rumah terdampak longsor tersebut masih dihuni oleh pemiliknya hingga saat ini. (Cr1/c)

Turun Tangan Tolong Pemakaman Jenazah Obesitas

Tak hanya bertugas memadamkan kebakaran, Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor juga menunjukkan peran kemanusiaannya. Pada Kamis (22/1/2026) malam, tim rescue Damkar membantu pemakaman jenazah obesitas di Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Laporan: MUHAMMAD ALI

BERBAGAI peralatan khusus disiapkan para personel Damkar Kabupaten Bogor. Setelah siap dan dipastikan aman. Perlahan

namun pasti mereka menurunkan jenazah ke liang lahat. Tugas itu dilakukan personel Damkar setelah menerima laporan dari warga yang

kesulitan dalam prosesi pemakaman karena kondisi jenazah yang kelebihan berat badan (obesitas). Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut dilaporkan oleh pihak keluarga pada Kamis (22/1) sekira pukul 19.41 WIB. “Pelapor meminta bantuan kepada Dinas

Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor untuk membantu proses pemakaman jenazah obesitas,” ujar Yudi kepada Radar Bogor, Jumat (23/1/2026). Menindaklanjuti laporan tersebut, tim rescue

Damkar Kabupaten Bogor langsung bergerak ke lokasi dan melakukan evakuasi. ”Proses evakuasi hingga pemakaman berlangsung kurang lebih selama satu jam,” katanya. Dalam penanganannya, petugas berkoordinasi dengan pihak keluarga dan warga setempat, serta menyiapkan peralatan khusus agar proses pemakaman berjalan aman dan lancar. “Situasi akhir kondusif, jenazah berhasil dievakuasi dan dimakamkan oleh tim,” pungkasnya. (Cr1/c)

PEMAKAMAN: Proses evakuasi pemakaman jenazah obesitas di Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor.

FOTO: BPBD KABUPATEN BOGOR
EVAKUASI:
mengevakuasi rumah yang tertimpa tanah longsor di

Pastikan Bantuan BTT Segera Cair

BOGOR -Wakil Ketua DPRD

Kota Bogor Dadang Iskandar

Danubrata (DID), meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor yang menimpa pemukiman warga di RW 16, Kelurahan Cipaku, Kota Bogor. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan penanganan darurat dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak berjalan maksimal. Peristiwa tersebut bermula pada Kamis sore, (22/1), setelah hujan

Perpustakaan

dan Galeri Kota Bogor.

deras memicu longsornya tebing atau Tembok Penahan Tanah (TPT) yang kemudian menimpa satu rumah warga. Meski tidak ada korban jiwa, area dapur rumah tersebut dilaporkan rusak parah. Situasi sempat memburuk pada Jumat pagi, 23 Januari, saat terjadi longsor susulan akibat intensitas hujan yang masih tinggi. Kondisi ini memaksa sejumlah warga di sekitar lokasi untuk mengungsi ke rumah kerabat guna menghindari

risiko lebih lanjut. Sejak menerima laporan awal, Dadang Iskandar langsung berkoordinasi dengan BPBD Kota Bogor, Wali Kota, serta Dinas Perumkim. “Alhamdulillah respon tim sangat cepat. Di hari yang sama, tim BPBD langsung turun membantu warga mengangkat puing dan memasang terpal untuk menutup area longsor,” ujar Dadang yang sekaligus menjabat sebagai Ketua

DPC PDI Perjuangan Kota Bogor, saat meninjau lokasi, Sabtu (24/1). Selain bantuan terpal, pada hari Sabtu, tim dari Dinas PUPR dan Perumkim juga telah melakukan pemasangan cerucuk bambu sebagai penahan tebing sementara untuk mencegah pergeseran tanah lebih lanjut. Dalam kunjungannya, Dadang Iskandar juga menyerahkan bantuan secara pribadi berupa

Ubah Cara Pandang Warga Tentang Buku

BOGOR–Buku tak lagi dipandang sebagai benda sunyi yang membosankan. Lewat perayaan Anniversary Komunitas Bogor Book Party, warga diajak melihat buku sebagai ruang perjumpaan gagasan yang hidup dan menyenangkan. Acara ini berlangsung meriah di Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, Minggu (25/1/2026). Beragam kegiatan mewarnai perayaan tersebut. Mulai dari diskusi interaktif, pameran artistik bertema literasi, hingga peluncuran buku yang melibatkan komunitas dan penggiat literasi. Ketua Pelaksana, Naila, mengaku bersyukur atas antusiasme peserta yang hadir.

Menurutnya, perayaan anniversary Bogor Book Party bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi bersama untuk terus menumbuhkan minat baca di Kota Bogor. “Acara ini bukan seremonial, tapi refleksi kebersamaan kita dalam menumbuhkan minat baca di Kota Bogor,” kata Naila dalam sambutannya. Perayaan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh publik, salah satunya Bunda Literasi Kota Bogor, Yantie Rachim. Ia mengapresiasi konsistensi Bogor Book Party yang dinilai mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun budaya literasi. Yantie menyoroti tantangan literasi di tengah dominasi

gawai, khususnya di kalangan anak-anak generasi Alpha. “Anak-anak kita sekarang kebanyakan dari Gen Alpha. Mereka lebih banyak suka bermain HP. Maka mari kita bekerja sama untuk mengubah kebiasaan itu,” ujarnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk mengubah cara pandang terhadap buku. Menurut Yantie, buku bukanlah beban, melainkan teman yang menyenangkan dan sarana bertemunya berbagai gagasan. “Buku bukan beban, buku adalah teman. Buku bukan ruang sunyi, tapi ruang perjumpaan gagasan. Saya mengajak untuk mengubah cara pandang tentang buku,” jelasnya. Yantie menambahkan, Peme-

rintah Kota Bogor telah menghadirkan berbagai program literasi di tengah masyarakat, salah satunya melalui Taman Baca Masyarakat (TBM). “Ada TBM baru di Katulampa. Jadi anak-anak di sana setiap hari Minggu datang berkumpul untuk membaca buku, bahkan ibu-ibunya juga,” terangnya. Budaya literasi, lanjut Yantie, harus ditanamkan sejak dini di lingkungan keluarga. Peran orang tua dinilai menjadi modal utama agar anak-anak tumbuh gemar membaca. “Dulu saya sering dibacakan buku oleh ibu saya, makanya sekarang saya suka membaca. Dan sekarang saya ingin membuat cerpen,” pungkasnya. (bay/c)

kebutuhan pokok (pangan) untuk meringankan beban warga yang terdampak. Terkait perbaikan rumah, Dadang menegaskan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Dinas Perumkim agar pengajuan bantuan Belanja Tidak Terduga (BTT) segera diproses. Ia menekankan bahwa bantuan bencana harus bersifat inklusif. “Untuk bantuan kategori bencana, dana BTT harus bisa

diberikan tanpa terbatas pada status Desil 1 atau 2 saja. Meskipun korban masuk dalam kategori Desil 3 atau 4, bantuan tetap harus segera dikucurkan karena ini bersifat darurat,” tegas Dadang. Melalui koordinasi intensif dengan Ketua RW setempat, Dadang berkomitmen untuk terus mengawal proses rehabilitasi lokasi longsor hingga warga bisa kembali beraktivitas dengan aman. (ded)

Ajak Anak dan Orang Tua Gemar Membaca

BOGOR– Upaya menumbuhkan budaya membaca sejak dini terus digaungkan. Bunda Literasi Kota Bogor, Yantie Rachim, menegaskan bahwa literasi menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter sekaligus memperluas wawasan masyarakat, khususnya anak-anak. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Gema Literasi Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bogor yang digelar di Kantor Kelurahan Katulampa, Jalan Katulampa, Kota Bogor, Sabtu (24/1). Kegiatan berlangsung dalam suasana ceria dan penuh antusiasme. Yantie Rachim menuturkan, kegiatan TBM tidak hanya diperuntukkan bagi anak-anak, tetapi juga melibatkan peran orang tua sebagai bagian dari pendidikan literasi di lingkungan keluarga. “Hari ini adalah hari pengenalan kegiatan TBM, bukan hanya untuk anak-anak, tetapi juga untuk orang tua. Karena nanti bacaan yang dibaca oleh anakanak dan orang tua bisa didiskusikan, jadi saling menularkan ilmu,” ujar Yantie Rachim. Ia menjelaskan, literasi pada dasarnya adalah kebiasaan membaca yang harus ditanamkan sejak usia dini agar anak-anak memiliki bekal pengetahuan yang kuat di masa depan.

Usung Konsep Ala Jaklingko

“Literasi itu adalah kegiatan membaca. Kalau dari kecil sudah senang membaca, insyaallah di masa depan kita akan memiliki banyak ilmu,” katanya. Yantie Rachim juga menyoroti pentingnya meningkatkan minat membaca buku di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menurutnya, kebiasaan membaca perlu menjadi penyeimbang penggunaan gawai pada anak-anak. “Di masa sekarang banyak anak-anak yang matanya sakit karena terlalu sering bermain HP. Main gadget itu boleh, main game boleh, tapi dalam waktu yang cukup dan tetap dibiasakan membaca buku, karena membaca buku itu dunia ilmu,” tuturnya. Ia pun mengajak para orang

tua untuk berperan aktif membangun kebiasaan membaca di rumah, salah satunya dengan menciptakan momen membaca bersama anak. “Tugas orang tua juga menghadirkan momen dengan anak melalui membaca bersama, menjelaskan isi cerita dan amanatnya, serta memilih buku yang sesuai usia,” lanjutnya. Di akhir pesannya, Yantie Rachim berharap kegiatan literasi terus ditingkatkan dan menjadi kebiasaan di setiap keluarga di Kota Bogor.

“Ke depan saya harap kegiatan literasi ini terus ditingkatkan, dan anak-anak dibiasakan membaca minimal 30 menit sehari agar tumbuh menjadi pribadi yang sopan dan beradab,” pungkasnya.(ded)

 Sambungan dari Hal 12

Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, konsep tersebut menjadi bagian dari realisasi program rerouting, konversi, dan peremajaan angkutan umum yang saat ini tengah berjalan.

“Sebagian sudah terimplementasi melalui program Buy The Service (BTS) BisKita. Peremajaan saat ini sedang dikaji dan akan dituangkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali),” ujar Dedie.

Dedie menegaskan, Perwali yang tengah disusun tidak mengatur ulang batas usia teknis angkot. Aturan tersebut, kata dia, hanya akan memperjelas arah kebijakan peremajaan dan konversi angkutan umum di Kota Bogor. “Dari berbagai masukan masyarakat dan akademisi, konsepnya mengacu pada model Jaklingko di Jakarta yang modern dan nyaman,” jelasnya. Saat ini, Pemkot Bogor masih memfinalkan tata cara serta

persyaratan bagi pelaku usaha maupun perorangan yang akan mengikuti program peremajaan angkutan umum tersebut. Terkait usia teknis, Dedie menegaskan bahwa batas usia operasional angkutan umum tidak bisa diubah. Ketentuan itu telah diatur secara tegas dalam Perda Nomor 8 Tahun 2023 serta Pera turan Menteri Perhubu ngan Nomor 98 Tahun 2013. “Usia teknis maksimal opera sional angkutan perkotaan ditetapkan 20

tahun,” tegasnya. Dengan demikian, tuntutan perpanjangan usia teknis angkot dari 20 tahun menjadi 25 tahun dipastikan tidak dapat dipenuhi karena bertentangan dengan regulasi yang berlaku. “Tuntutan tersebut mustahil dipenuhi karena sudah final sesuai Perda 8 Tahun 2023,” terang Dedie kepada Radar Bogor, Minggu (25/1) sore. Berdasarkan data Dinas Perhubungan, jumlah angkot tua di Kota Bogor saat ini

Nasi Lemak Bahru Suguhkan Konsep Live Cooking

 Sambungan dari Hal 12

BERLOKASI di Jalan Raya Pajajaran, Baranangsiang, Nasi Lemak Bahru tampil dengan konsep yang terbilang unik. Area prasmanan ditempatkan tepat di tengah ruangan, sehingga seluruh proses pengolahan makanan dapat disaksikan secara terbuka oleh pengunjung, mulai dari persiapan hingga penyajian. Owner Nasi Lemak Bahru, Bisma Adi Putra, menjelaskan bahwa pihaknya menghadirkan

lima stasiun live cooking, di mana setiap menu dimasak setelah ada pesanan masuk. “Ayam rempah digoreng langsung, lalu dipotong di talenan setelah dipesan,” ujar Bisma. Untuk penyajian nasi, Nasi Lemak Bahru menggunakan rice baller yang dilapisi daun pisang. Cara ini dipilih guna menghadirkan aroma nasi yang lebih kuat dan khas. Menu andalan di restoran ini adalah nasi lemak ayam rempah, yang menjadi favorit pengunjung. Menu tersebut

menyumbang sekitar 70 persen dari total penjualan. Selain ayam, tersedia pula pilihan protein lain seperti udang, cumi, dan kerang. Dari sisi harga, satu porsi nasi lemak dibanderol mulai Rp50 ribu. Dengan harga tersebut, pengunjung sudah mendapatkan nasi lemak lengkap dengan satu pilihan protein. Meski merupakan kuliner khas Malaysia, cita rasa nasi lemak di tempat ini disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia. “Rempah

kami lebih kuat dan sambalnya lebih pedas,” kata Bisma, Minggu (25/1).

Tak hanya menyajikan makanan, Nasi Lemak Bahru juga rutin menghadirkan pop up market setiap akhir pekan. Tenant yang berpartisipasi akan dirotasi setiap dua pekan sekali. Khusus hari Sabtu dan Minggu, restoran buka mulai pagi hingga pukul 20.00 WIB. Sementara pada hari biasa, operasional dimulai pukul 11.00 WIB. (*)

Salurkan Sembako untuk Lansia

 Sambungan dari Hal 12

Bantuan tersebut merupakan program Pemkot Bogor melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) sebagai bentuk kepedulian kepada kelompok usia rentan. Penyaluran dilakukan langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, didampingi Kepala DPPKB Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, serta jajaran kecamatan dan kelurahan. “Ini program dari Pemkot di bawah DPPKB berupa pemberian natura. Spesifikasinya

bantuan kepada lanjut usia. Memang tidak banyak, 25 paket, tapi sasarannya mencakup semua RW dan rata-rata berusia di atas 60 tahun,” ujar Jenal Mutaqin. Paket sembako tersebut disalurkan kepada lansia rentan berusia di atas 60 tahun yang berasal dari seluruh RW di Kelurahan Mulyaharja. Jenal menegaskan, para lansia tidak hanya membutuhkan bantuan materi, tetapi juga perhatian secara emosional dari pemerintah, keluarga, dan seluruh pemangku kepentingan. Ia pun berharap stigma bahwa

lansia hanya menjadi beban dapat diubah. Menurutnya, para lansia justru perlu didekati dengan motivasi serta dukungan yang mendalam agar tetap merasa dihargai dan memiliki peran. Sementara itu, Kepala DPPKB Kota Bogor, Marse Hendra Saputra, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari Program Bina Keluarga Lansia (BKL) sebagai upaya penguatan bagi kelompok usia rentan.

“Lansia tetap memiliki peran, minimal melalui doa dan semangat kepada keluarganya,” ungkap Marse.

Di lokasi yang sama, Lurah Mulyaharja, Moeslim Yuliantono, menyebutkan bahwa penerima bantuan berasal dari 11 RW yang ada di wilayahnya. Setiap RW mengusulkan dua lansia tidak mampu. “Ada yang tinggal sendiri dan kondisi ekonominya lemah. Bantuan ini cukup meringankan. Kami juga menemukan tiga lansia dengan kepesertaan BPJS yang tidak aktif. Ketiganya akan diusulkan masuk program Universal Health Coverage (UHC) melalui koordinasi dengan Puskesmas,” tutup Moeslim.(ded)

mencapai 1.854 unit, dari total 2.714 kendaraan angkutan kota yang masih eksisting. Dari data tersebut, terdapat tiga trayek dengan jumlah angkot tua terbanyak. Urutan

pertama ditempati trayek 02 AK, dengan 196 angkot berusia di atas 20 tahun dari total 309 unit yang masih beroperasi. Urutan kedua diduduki trayek 17 AP, dengan 188 angkot ber-

usia di atas 20 tahun dari total 216 unit eksisting. Selanjutnya trayek 03 AK, dengan jumlah angkot tua mencapai 140 kendaraan dari total 248 unit yang kini masih mengaspal. (bay)

Bangunan Utama Dibongkar Pekan Depan

 Sambungan dari Hal 12

“Iya sudah. Sudah dari Kamis kemarin,” jelas Esti saat dikonfirmasi Radar Bogor, Minggu (25/1) pagi. Dengan terbitnya izin tersebut, pemenang lelang kini telah diperkenankan melakukan pembongkaran bangunan utama Pasar Bogor dan Plaza Bogor. Namun, untuk teknis pelaksanaannya diserahkan sepenuhnya kepada pihak pelaksana. “Iya sudah boleh, untuk teknisnya bisa langsung ke pemenang lelang,” kata Esti saat ditanya terkait izin dan teknis pembongkaran. Sebagaimana diketahui, lelang bongkaran Pasar dan Plaza Bogor dimenangkan oleh PT Tami Raya Abadi dengan nilai kontrak sebesar Rp7,5 miliar. Perwakilan PT Tami Raya Abadi, Feri, mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan. Ia memastikan pembongkaran struktur bangunan akan dimulai pekan depan.

“Secara umum suhu pagi hari masih berada di bawah normalnya, namun tidak sedingin minggu lalu,” ujar Amrya.

“Mungkin minggu depan kita mulai struktur,” terang Feri. Dalam proses pembongkaran, pihaknya akan mengerahkan tiga alat berat yang saat ini tengah dipersiapkan. Selain itu, sejumlah truk pengangkut puing juga akan didatangkan dalam waktu dekat. Feri menjelaskan, truk pengangkut puing nantinya akan melintasi beberapa ruas jalan utama di Kota Bogor, mulai dari Jalan Otista, lalu mengarah ke Jalan Soedirman. “Jadi nanti tembus di Warung Jambu. Truk pengangkut puing direncanakan lewat Tol Lingkar Bogor,” ujarnya. Pembongkaran Pasar dan Plaza Bogor ditargetkan rampung dalam waktu lima hingga enam bulan ke depan. Saat ini, proses bongkar baru menyasar bagian mekanikal dan elektrikal bangunan. Sebelumnya, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim telah meminta para Pedagang Kaki Lima (PKL) di sekitar Pasar dan Plaza Bogor untuk mulai bergeser dari lokasi. “Iya, Jalan Pedati nanti akan dijadikan sebagai tempat antrean truk pengambilan puing dan alat berat,” terang Dedie kepada Radar Bogor, Jumat (16/1). Permintaan serupa juga disampaikan kepada PKL yang masih berjualan di Jalan Roda dan Jalan Bata. Kedua area tersebut diminta untuk segera disterilkan dari aktivitas jual beli. “Saya sudah ingatkan itu akan disterilkan karena faktor safety. Kenapa belum dibongkar karena masih ada pedagang di situ. Jadi memang harus steril,” tegas Dedie. Pemkot Bogor sendiri telah menyiapkan lokasi relokasi bagi para PKL. Lokasinya berada di Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari, Kecamatan Bogor Selatan.

“Silakan para pedagang yang masih ada di lokasi tersebut, baik di Jalan Roda, Bata, maupun Pedati, untuk segera pindah ke Pasar Sukasari dan Jambu Dua,” pungkasnya. (bay/c)

Ia menyebut, suhu udara di Kota Bogor selama periode 16 hingga 23 Januari 2026 berkisar antara 21,4 hingga 22,2 derajat Celcius. “Pada pekan ini suhu terendah mencapai 21,4 derajat Celcius. Sedikit mereda diban dingkan minggu lalu,” bebernya. BMKG juga mencatat, suhu terdingin di Kota Bogor sepanjang Januari 2026 sejauh ini terjadi pada 12 Januari 2026, dengan suhu mencapai 20,5 derajat Celcius. Amrya menjelaskan, kondisi suhu yang lebih rendah dari normal ini dipengaruhi oleh intensitas hujan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Curah hujan menyebabkan radiasi matahari tidak maksimal pada siang hari, sehingga

 Sambungan dari Hal 12
(FAUZAN/RADAR BOGOR)
EDUKASI: Anak-anak dan orang tua diajak untuk membiasakan diri gemar membaca.
HUMAS PEMKOT BOGOR

OLAHRAGA

Akhiri Puasa Kemenangan

CIBINONG–Setelah empat laga tanpa kemenangan, Garudayaksa FC meraih tiga poin pertamanya pada putaran kedua pekan ke-17 ke-Pegadaian Championship Liga 2. Menjamu PSMS Medan di Stadion Pakansari, Minggu (26/1) sore, tim berjuluk The Spirit of Garuda itu menang dengan skor 2-1.. Hingga akhir babak pertama skor masih sama kuat 0-0. Memasuki babak kedua, tak banyak perubahan yang dilakukan kedua tim. Garudayaksa sempat unggul melalui permai-

nan ciamik Everton yang berhasil dikonversi gol oleh Andik Vermansyah. Namun gol tersebut dianulir karena Everton terpantau melakukan dorongan kepada Erwin Gutawa oleh kamera VAR. Skor 0-0 tetap bertahan. PSMS Medan berhasil mencetak gol lebih dulu. Tendangan pojok Dani berhasil dimanfaatkan Felipe Cadenazzi menjadi gol melalui sundulannya. Ayam Kinantan unggul 0-1 di menit 70. Garudayaksa terus mengencerkan permainan dengan

melakukan sejumlah pergantian pemain. Pada menit 79, Everton berhasil memanfaatkan umpan tendangan bebas dan sundulannya membuat Garudayaksa menyamakan kedudukan. Banyaknya waktu yang terbuang membuat wasit memberikan tambahan 12 menit di babak kedua. Pada babak tambahan waktu justru Garudayaksa berhasil berbalik unggul melalui Taufik Hidayat

di menit 90+5.

Hasil ini membuat Garudayaksa masih bercokol di posisi puncak klasemen sementara Grup A Championship Liga 2 dengan meraih 33 poin. Sedangkan PSMS di urutan 6 dengan 23 poin. Pelatih Garudayaksa FC, Khamid Mulyono mengucap syukur atas tiga poin yang diraih pasukannya. “Alhamdulillah, hari ini (kemarin,red) akhirnya setelah kita puasa tiga poin kali ini kita berhasil meraih tiga poin saya apresiasi untuk semua pemain yang sudah

Marinir Gelar Lomba Menembak

SURABAYA–Pasukan Marinir (Pasmar) 2 menggelar lomba menembak Pangkormar Cup 2026 di lapangan tembak FX Soepramono Karangpilang.

Salah satu yang dilombakan, yakni lomba menembak dengan jarak 900 meter di area 1000 yard yang jarang digelar di Indonesia Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto mengatakan, lomba menembak dengan jarak 900 meter dilakukan Marinir dalam rangka melatih dan mengasah diri para pecinta olahraga menembak jarak jauh yang jarang dilakukan. “Jarak 900 meter ini jarang karena lapanganya sulit ada,” ujar Mayjen TNI (Mar) Dr. Oni Junianto kepada awak media, Sabtu (24/1). Sebanyak 460 peserta dari beberapa provinsi mengikuti lomba menembak Pangkomar Cup 2026, karena tak hanya jarak 900 meter yang dilombakan. Kegiatan juga melombakan jarak 300 meter dan menembak pistol untuk kalangan pejabat.

baik lagi,” pungkasnya.

Tak mudah memang menjadi peserta lomba menembak jarak 900 meter ini. Selain cukup rumit, faktor cuaca yang berubah setiap saat menjadi tantangan bagi para peserta. Agnesca Noelani Rouw Banua, atlet cantik menembak Jawa Timur jadi yang terbaik dalam Lomba menembak untuk jarak 900 meter Pangkormar Cup 2026.

bekerja keras maksimal terutama di babak kedua,” ujarnya dalam jumpa pers. Khamid mengungkapkan pada babak pertama sulit keluar dari tekanan PSMS Medan. Tapi di babak kedua ada perubahan terutama di posisi gelandang. “Bersyukur bisa menjalankan tugas dengan baik, dan kami menciptakan beberapa peluang dan terciptanya gol,” tukasnya. (rur)

Selanjutnya Olimpiade 2028!

JAKARTA–Alwi Farhan sukses menjuarai Indonesia Masters 2026. Ia langsung mengalihkan fokus ke target lain, termasuk memantaskan diri ke Olimpiade Los Anglees 2028. Alwi sukses memenangkn Indonesia Masters 2026 setelah mengalahkan Panitchaphon Teeraratsakul dari Thailand dalam laga final. Dia menang sangat cepat drngan hanya butuh waktu 25 menit dengan skor 21-5, 21-6, di Istora Senayan, Jakarta pada Minggu (25/1) sore. Ini menjadi gelar BWF World Tour Super 500 perdana untuk seorang Alwi Farhan. Sebelumnya dia baru menjuarai Super 300 di Macau Open 2025.

“Banyak perjuangan, banyak kesakitan, banyak darah, air mata yang sudah saya korbankan untuk saya berada di podium tertinggi hari ini. Terima kasih banyak ya Allah,” kata Alwi Farhan usai menjadi juara. Diakui Alwi, kemenangan mutlak ini tak lepas dari dukungan penonton dan Badminton Lovers yang hadir langsung di Istora Senayan. Menurutnya, teriakan dan segala dukungan yang diberikan membakar semangatnya di lapangan.

“Saya rasa semakin hari penonton semakin ramai, crowd semakin bagus, membuat tenaga saya semakin enggak ada habisnya. Membuat saya semakin termotivasi.

Pemain kelahiran Surakarta, Jawa Tengah itu tak lupa mengucapkan terima kasih kepada tim pelatih dan segenap orang di Pelatnas PBSI yang membantu dirinya meraih gelar juara Indonesia Masters 2026. Kedua orang tua dan keluarganya tak lupa diucapkan terima kasih.

“Gelar ini saya persembahkan untuk kalian semua. Terima kasih sebaik-baiknya buat orang tua saya, Abah, Ummi, Kakak, dan seluruh keluarga besar saya, terima kasih. Saya sangat amat bersyukur dan tidak pernah terbayangkan, anak kecil, item dari Solo bisa memenangkan Indonesia Masters,” kata Alwi.

JUARA: Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan berselebrasi usai mengalahkan lawannya asal Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul pada babak final Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (25/1) kemarin.

Lantas apa target Alwi Farhan setelah menjuarai Indonesia Masters 2026? Ia mengaku sudah menyiapkan peta jalan dan rencana untuk kariernya pribadi. Alwi bertekad untuk melengkapi gelar BWF World Tour dengan level yang lebih tinggi seperti Super 750 dan Super 1000. Lalu ajang lain yang prestisius seperti Asian Games 2026, Kejuaraan Dunia, hingga puncaknya Olimpiade Los Angeles 2028.

“Target setelah dari [Super] 500, pastinya kita kejar di level 750, 1000. Gelar-gelar bergengsi seperti All England, Kejuaraan Dunia, Asian Games, Olim piade,” ucap dia.(jpc)

Ia mengatakan, target lomba menembak ini untuk memacu para peserta mengasah keahliannya, untuk mengikuti pertandingan atau event event nasi onal bahkan internasional.

“Dari segi hobi, mereka kadang-kadang juga untuk acara berburu dan memberikan bantuan kepada petani-petani yang ada hama terutama babi hutan, selain itu memacu keahlian peserta agar lebih

Nesca-sapaan atlet muda Jawa Timur ini-berhasil menjuarai lomba menembak jarak 900 meter yang pertama kali digelar di lapangan seluas 1000 yard. Nesca mengakui lomba menembak jarak 900 meter ini merupakan pengalaman baru di Indonesia.

“Lomba jarak 900 meter ini baru pertama kali. Biasanya hanya di jarak 400 sampai 600 meter,” kata Agnesca.(rb)

(RUR/RADAR BOGOR)
MENANG: Garudayaksa FC menang 2-1 atas PSMS Medan pada pekan ke-17 Pegadaian Championship Liga 2 di Stadion Pakansari.
(IST)
MENEMBAK: Salah seorang peserta lomba menembak Pangkormar Cup 2026 di lapangan tembak FX Soepramono Karangpilang.

Usung Konsep Ala Jaklingko

Tata Angkot Berusia Tua

Upaya pembenahan transportasi publik di Kota Bogor terus digeber. Penataan angkot tua dipastikan berlanjut, dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mengusung konsep ala Jaklingko seperti yang telah diterapkan di DKI Jakarta.

USUNG Baca Hal 10

Suhu di Bawah Rata-Rata Normal

BOGOR–Catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan suhu udara di Kota Bogor masih berada di bawah rata-rata normal dalam sepekan terakhir. Prakirawan Stasiun Iklim Jawa Barat BMKG, Amrya Khaerima, menerangkan bahwa suhu udara minimum atau suhu pagi hari secara umum masih konsisten lebih rendah dari kondisi normal. Meski demikian, fluktuasinya tidak seekstrem pekan sebelumnya.

Pada pekan ini suhu terendah mencapai 21,4 derajat Celcius. Sedikit mereda dibandingkan minggu lalu,”

Amrya Khaerima Prakirawan Stasiun Iklim Jawa Barat BMKG

BOGOR-Penantian panjang akhirnya berakhir. Izin bongkaran bangunan utama Pasar Bogor dan Plaza Bogor resmi diterbitkan, dan pusat per-

belanjaan legendaris itu dipastikan mulai dibongkar pekan depan. Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, membenarkan

hal tersebut. Ia menyebut izin bongkaran telah diterbitkan sejak Kamis (22/1) lalu.

Geliat Kuliner Bogor

Nasi Lemak Bahru Suguhkan Konsep Live Cooking

Geliat kuliner di Kota Bogor kian berwarna. Tak lagi sekadar soal rasa, pengalaman bersantap kini menjadi daya tarik utama. Salah satunya ditawarkan Nasi Lemak Bahru, yang menghadirkan konsep live cooking, memungkinkan pengunjung menyaksikan langsung proses memasak di depan mata.

Laporan: MUHAMAD RIFKI FAUZAN

FOTO
TUTUP JALAN: Sejumlah massa aksi saat menutup jalan di depan Balaikota Bogor, kamis (22/1).
BANTUAN: Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin menyalurkan bantuan berupa paket sembako kepada para lansia di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Jumat (23/1).
BOGOR-Perhatian Pemerintah
(Pemkot) Bogor terhadap
Jumat (23/1).
Mengadopsi konsep transportasi ala Jaklingko Jakarta
Bagian dari program rerouting, konversi. Sebagian

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.