Epaper Radar Bogor 23 Januari 2026

Page 1


Harga Daging Tembus Rp150 Ribu

Menuju Pencarian Terakhir

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan pembentukan Board of Peace di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis (22/1). Indonesia termasuk negara yang menyatakan akan masuk ke Dewan Perdamaian yang disebut-sebut menjadi tandingan PBB tersebut.

BOGOR–Harga daging di pasar-pasar tradisional Bogor kembali meroket. Pembeli harus menyiapkan uang Rp150 ribu untuk bisa membeli satu kilogram daging. Imbasnya, pedagang memilih menutup lapaknya.

PENDIDIKAN

Smanti Bimbing Siswa Tembus PTN

BOGOR – SMAN 3 Kota Bogor menggelar kegiatan Expo Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bertajuk Smanti Campus Expo 2026, Kamis (21/1). Kegiatan ini menjadi ajang bagi alumni kembali ke sekolah dan berbagi pengalaman kepada adik-adik kelasnya terkait proses masuk PTN serta kehidupan perkuliahan.

Ketua Umum OSIS SMAN 3 Bogor, Myscha Afla Diesta, menjelaskan Smanti Campus Expo menghadirkan alumni SMAN 3 Bogor Angkatan 43

yang baru lulus tahun lalu. Para alumni tersebut diundang khusus agar dapat memberikan gambaran nyata kepada siswa mengenai perjuangan masuk PTN dan pengalaman awal mereka sebagai mahasiswa. “Tujuan utama kegiatan ini agar adik-adik kelas mendapatkan inspirasi langsung dari kakak-kakaknya yang sudah lolos ke PTN. Mereka bisa berbagi cerita tentang cara masuk PTN, pengalaman satu semester berkuliah, sekaligus memotivasi siswa agar berani bermimpi

masuk kampus impian,” kata Myscha. Smanti Campus Expo 2026 dikemas dalam tiga rangkaian acara utama. Pertama, open booth yang menghadirkan sekitar delapan booth PTN, tempat siswa dapat bertanya langsung kepada alumni mengenai kampus dan jurusan yang diminati. Kedua, open house yang dilaksanakan di aula sekolah dengan konsep seminar. Di sesi ini, perwakilan jurusan memaparkan secara lebih rinci tips dan trik masuk PTN, sistem

perkuliahan, hingga mata kuliah favorit. Rangkaian terakhir adalah parade alumni yang menjadi acara puncak. Dalam sesi ini, seluruh alumni SMAN 3 Bogor yang hadir, baik yang menjaga booth maupun tidak, melakukan parade di hadapan siswa dengan mengenakan almamater kampus masingmasing. Parade tersebut disambut antusias oleh para siswa dari berbagai jenjang kelas. Myscha menyebutkan, total terdapat sekitar 27 perguruan tinggi yang terlibat dalam Smanti

SMK Amaliah 1 dan 2 Ciawi Bekali Siswa

BOGOR – SMK Amaliah 1 dan 2 Ciawi telah melaksanakan kegiatan Pembekalan Awal Semester Genap Tahun Ajaran 2025-2026 bagi seluruh siswa di Gedung SMK Amaliah, Senin (19/1). Kegiatan ini menjadi langkah pertama sekolah dalam menyamakan pemahaman murid mengenai target pembelajaran, nilai kedisiplinan, serta kesiapan untuk menghadapi rangkai kegiatan akademik dan program sekolah pada semester genap. Pembekalan dibagi menjadi tiga fokus, yaitu bagian Kurikulum, Kesiswaan, dan Hubin. Pada bagian Kurikulum, sekolah menyampaikan informasi penting mengenai syarat kenaikan kelas dan kelulusan murid, serta persiapan asesmen yang akan dilaksanakan selama semester genap, seperti Su matif Tengah Semester (STS), Sumatif Akhir Tahun (SAT), Uji Kompetensi Keahlian (UKK), Ujian Sekolah (US), dan asesmen lainnya. Pem-

SEMANGATI: Semua siswa SMK Amaliah 1 dan 2 Ciawi mendapatkan Pembekalan Awal Semester Genap di Gedung SMK Amaliah, Senin (19/1).

bekalan ini diharapkan dapat mendorong murid lebih terarah dan menyusun strategi belajar dan menjaga konsistensi capaian akademik. Kemudian, pada bidang Kesiswaan, murid mendapatkan penguatan terkait tata tertib sekolah mulai dari kerapihan

rambut, ketentuan seragam, hingga pembiasaan sikap disiplin sehari-hari. Tim kesiswaan juga menekankan pada aspek keagamaan seperti pelaksanaan sholat rawatib, pembiasaan membawa alat sholat dan Al-Qur’an, serta penguatan pembiasaan 21

Karakter Tauhid. Selain itu, penyampaian mengenai Program Penghargaan “Best Student of The Month” sebagai bentuk apresiasi bagi murid berprestasi dan berkarakter yang akan di anugerahkan setiap satu bulan sekali. Selanjutnya pada sesi Hubin, tim mengajak para murid khususnya kelas XII agar mulai mempersiapkan diri untuk rencana masa depan melalui konsultasi bersama guru BK, dan BKK terkait jalur BMW (Bekerja, Melanjutkan, dan Wirausaha) serta berpartisipasi aktif dalam program pasca ujian seperti Tracer Study dan Jobfair. Melalui pembekalan ini, SMK Amaliah 1 dan 2 Ciawi berharap seluruh murid dapat menjalani semester genap dengan lebih siap, disiplin, dan berorientasi pada peningkatan prestasi, karakter, serta kesiapan menghadapi dunia kerja dan masa depan yang lebih baik. (*ran)

Meneropong KKN Tematik Mahasiswa UMBARA 2026

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bogor Raya (UMBARA) yang tergabung dalam program

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2026 melaksanakan rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Jayaraharja, Sukajaya, Kabupaten Bogor.

FOTO:UCOK/RADAR BOGOR

MENGABDI: Tim KKN Tematik mahasiswa UMBARA saat melakukan kegiatan

edukatif dan sosial di Desa Jayaraharja, Sukajaya, Kabupaten Bogor.

KEGIATAN pekan pertama berlangsung sejak 14 hingga 20 Januari 2026, dengan fokus pada pengenalan lingkungan, penguatan relasi sosial, serta pelaksanaan program edukatif dan sosial kemasyarakatan. Pelaksanaan KKN Tematik diawali dengan pelepasan dan pemberangkatan mahasiswa, dilanjutkan pembukaan KKN di tingkat Kecamatan Sukajaya dan Desa Jayaraharja. “Hari pertama KKN tematik ini dimanfaatkan sebagai momentum awal untuk memperkenalkan keberadaan mahasiswa KKN kepada pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat sebagai mitra pengabdian selama satu bulan ke depan,” ujar Dosen Pembimbing Lapangan UMBARA, Sukardi Muhamad. Memasuki hari-hari berikutnya, mahasiswa KKN Tematik mulai aktif melakukan kegiatan observasi dan interaksi sosial. Pada 15 Januari 2026, lanjut Sukardi, mahasiswanya mengunjungi Posyandu, PAUD, serta pelaku UMKM rumahan sebagai upaya pemetaan potensi desa. Kegiatan ini dilanjutkan dengan silaturahmi ke rumah Kepala Desa Jayaraharja serta aktivitas edukatif berupa mewarnai gambar bersama anak-anak sebagai bentuk pendekatan awal kepada masyarakat usia dini. Kegiatan sosial dan pendidikan semakin intensif pada 16 dan 17 Januari 2026. “Mahasiswa melaksanakan kerja bakti membersihkan

ling kungan sekitar posko, menerima kunjungan Dosen Pendamping Lapangan (DPL), serta mengisi kegiatan pengajian anak-anak,” jelasnya. Selain itu, mahasiswa UMBARA turut mengikuti pengajian rutin ibu-ibu, kerja bakti bersama warga Kampung Hegarsari, kegiatan belajar membaca, permainan edukatif untuk anak-anak, hingga menghadiri kegiatan keagamaan Rajaban di Kampung Setu sebagai bentuk partisipasi dalam tradisi lokal masyarakat. Pada 18 Januari 2026, kegiatan difokuskan pada penguatan kebersamaan dengan anakanak dan warga melalui jelajah alam, pengajian anak-anak, serta persiapan dan pelaksanaan kegiatan Rajaban di Kampung

Hegarsari. Menurut Sukardi, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan keagamaan dan budaya ini menjadi wujud nyata pendekatan berbasis kearifan lokal yang diusung dalam KKN Tematik Umbara. Rangkaian kegiatan pekan pertama ditutup dengan program edukasi dan observasi pada 19 dan 20 Januari 2026. Mahasiswa melaksanakan sosialisasi bahaya bullying di SD Negeri Sukajaya 04, observasi ke SMP Negeri 1 Sukajaya dan KB Husnul Abas, serta kegiatan pembelajaran tambahan seperti les Bahasa Inggris dan pengajian anak-anak di posko KKN. Silaturahmi dengan tokoh masyarakat, termasuk ketua RT setempat, juga dilakukan untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan warga desa. Melalui berbagai kegiatan tersebut, KKN Tematik UMBARA 2026 di Desa Jayaraharja diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam bidang pendidikan, sosial, keagamaan, serta pemberdayaan masyarakat. “Program-program yang telah dilaksanakan pada pekan pertama ini menjadi pondasi awal bagi keberlanjutan kegiatan KKN yang berorientasi pada pembangunan desa berbasis partisipasi dan kearifan lokal,” tandas Dosen Pembimbing Lapangan UMBARA itu. (cok/c)

Campus Expo 2026. Kehadiran puluhan kampus tersebut menunjukkan luasnya sebaran alumni SMAN 3 Bogor di berbagai PTN di Indonesia. “Siswa sangat antusias. Mereka terlihat excited melihat langsung kakak-kakak lulusan SMAN 3 Bogor yang berhasil menembus PTN impian,” ungkapnya. Pembina OSIS/MPK SMAN 3 Kota Bogor, Syahrul Fahmi, menuturkan kegiatan expo ini merupakan bagian dari program kerja OSIS yang berkolaborasi dengan Bimbingan Konseling

(BK). Menurut dia, kehadiran alumni diharapkan mampu membangkitkan motivasi siswa, khususnya kelas XII yang tengah bersiap menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi.

“Melihat alumni Smanti yang tersebar di PTN favorit seperti IPB, ITB, UNPAD, UNNES, dan lainnya, tentu menjadi motivasi besar bagi adik-adik kelas. Ini menunjukkan bahwa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi itu menyenangkan dan membahagiakan,” jelasnya. Ia menambahkan, konsep

kegiatan dirancang agar siswa mendapatkan informasi yang valid dan relevan. Mulai dari sesi booth yang memungkinkan diskusi langsung, hingga pemaparan kondisi perkuliahan di aula dan parade almamater sebagai simbol keberhasilan alumni.

“Harapannya, motivasi belajar siswa semakin meningkat dan cita-cita mereka untuk masuk perguruan tinggi yang didambakan bisa tercapai, baik di PTN maupun PTS,” ujar Syahrul. (uma/c)

35 SMK Unjuk

Karya Budaya

BOGOR–Budaya adalah roh dari sebuah peradaban. Sehingga, menjaga kelestariannya merupakan tanggung jawab kolektif untuk memastikan kekayaan nilai dan tradisi leluhur tetap hidup sebagai warisan bagi generasi mendatang. Kabupaten Bogor kembali menghadirkan ruang inspiratif bagi generasi muda melalui kegiatan Gemuruh Budaya Nusantara bertema “Cinta Budaya, Cinta Bangsa: Suara Pelajar SMK untuk Indonesia.” Kegiatan ini menjadi ajang ekspresi pelajar untuk menampilkan kreativitas, sekaligus memperkuat karakter kebangsaan melalui seni dan budaya Nusantara. Lahir dari tangan dingin Delta Team, sebuah komunitas kolaboratif SMK di bawah bimbingan Dina Martha Tiraswati (Pengawas SMK KCD Wilayah I Jawa Barat), acara ini hadir sebagai ruang temu kreatif antar-sekolah di Kabupaten Bogor. Melalui perhelatan Gemuruh Budaya Nusantara, terpancar

semangat tulus para pelajar untuk memeluk erat tradisi Indonesia di tengah riuhnya arus modernisasi. Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini adalah cara mereka membuktikan bahwa di pundak generasi muda, kebanggaan akan identitas bangsa tetap tegak berdiri. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (21/1) di Boash Convention Center, Kabupaten Bogor, dengan jumlah peserta sekitar 700 siswa dari 35 SMK se-Kabupaten Bogor dan SMK Jakarta Barat 1-DKI Jakarta. Momentum ini menjadi sarana silaturahmi, kolaborasi, dan penguatan solidaritas antar-SMK, sekaligus membangun ekosistem pendidikan vokasi yang kreatif, produktif, dan berdaya saing. Melalui kegiatan ini, pelajar SMK diharapkan tidak hanya tumbuh menjadi tenaga kerja yang unggul dalam keterampilan vokasi, tetapi juga bertransformasi menjadi generasi berkarakter. Pribadi yang memeluk erat identitas

budaya, memiliki nasionalisme yang teguh, dan kepekaan sosial yang tulus untuk membawa perubahan positif dalam kehidupan bermasyarakat. Sejalan dengan semangat kegiatan ini, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon menegaskan bahwa menjaga budaya bukan hanya melestarikan tradisi, melainkan menjaga arah dan ketahanan bangsa di masa depan. Ia pun menekankan, budaya adalah fondasi penting bagi identitas nasional dan harus dirawat secara kolektif, terutama oleh generasi muda. “Budaya adalah jati diri bangsa. Jika budaya dijaga dan dilestarikan maka bangsa ini akan tetap kuat, berkarakter, dan memiliki arah peradaban. Generasi muda harus menjadi bagian penting dalam menjaga kelesta rian budaya Indonesia,” pesannya. Selain melibatkan sekolah, kegiatan ini pun menghadirkan tamu undangan dari berbagai pihak, termasuk unsur pemerintah dan pemangku kepentingan pendidikan. (*pia)

LESTARIKAN: Para guru dan siswa dari 35 sekolah kejuruan di

daerah dalam gelaran Gemuruh

BAGIKAN TIPS: Para alumni yang kini berkuliah di kampus negeri berbagi pengalaman di hadapan adikadik kelasnya dalam acara Smanti Campus Expo 2026 di halaman sekolah, Kamis (22/1).
FOTO: DISDIK.JABARPROV
Jabodetabek berkumpul mengenakan baju
Budaya Nusantara di Boash Convention Center.
FOTO: FAUZAN/RADAR BOGOR

MIMBAR BEBAS

Sampaikan opini, saran, dan kritik Anda tentang berbagai kebijakan pemerintah, dan layanan publik seperti: PLN, PDAM, PT Pos, telepon, jalan rusak, pungli, kemacetan, pembuatan KK/KTP/SIM/paspor/sertifikat tanah, dll.

1. PLN Bogor (0251) 8345400

2. Bendungan Katulampa (0251) 8334344

3. RS Hermina Bogor (0251) 8382525

4. RS Melania Bogor (0251) 8321196

5. Rs Pmi Bogor (0251) 8324080

6. RS EMC Sentul (021) 29672977, (021) 29673000

7. RS Mulia Pajajaran (0251) 8379898/ 08111181298

8. Damkar Kabupaten Bogor (021) 8753547

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor (0251) 8312292

RS Azra (0251) 8318456

RS Hermina Mekarsari (021) 29232525

RS Medika Dramaga (0251) 8308900/081319310610

Bogor Medical Center (BMC) (0251) 8390435

RS Karya Bhakti Pratiwi (0251) 8626868

Rumah Sakit Dr H Marzoeki Mahdi (0251) 8324024

Rumah Sakit Islam Bogor (0251) 8316822

Rumah Sakit Daerah (Rsud) Cibinong 021-875348, 8753360

Rumah Sakit Lanud Atang Sandjaja (0251) 7535976

RS Annisa Citeureup (021)8756780, Fax. (021)8752628

RS Harapan Sehati Cibinong (021)87972380, 081296019016

Rumah Sakit Salak (0251) 8344609/834-5222

RSUD Ciawi (0251) 8240797

Klinik Utama Geriatri Wijayakusuma (0251) 7568397

Rumah Sakit Bina Husada (021) 875-8441

Rumah Sakit ibu dan anak Nuraida (0251) 8368107, (0251) 368866

Yayasan Bina Husada Cibinong (021) 875-8440

Rumah Sakit Bersalin Assalam Cibinong (021) 875-3724

Rumah Sakit Bersalin Tunas Jaya Cibinong (021) 875-2396

Rumah sakit Bina Husada Cibinong (021) 8790-3000

RS Trimitra Cibinong 021-8763055/56

Rumah Bersalin & Klinik Insani Cibinong (021) 875-7567

RS Sentosa Bogor, Kemang (0251)-7541900

RS Ibu dan Anak Juliana, Bogor (0251) 8339593, Fax. (0251)-8339591

RSIA Bunda Suryatni (0251) 7543891,(0251) 754-3892

Klinik Insani Citeureup (021) 879-42723

RSIA Kenari Graha Medika Cileungsi (021) 8230426

Rs Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo

Cisarua-Bogor (0251) 8253630, 8257663

RS Asysyifaa Leuwiliang (0251) 8641142

RS Vania IGD (0251) 8380613, (0251) 8380601/8380605

RSKIA Sawojajar (0251) 8324371

Polsek Jonggol

Polsek Cileungsi

Polsek Cariu

Polsek Nanggung

Polsek Babakan Madang

Polsek Megamendung

Polsek Klapanunggal

Polsek Caringin

Polsek Dramaga

Polsek Tamansari

Polsek Jasinga

Polsek Cigudeg

021-89931174

021-8230861

021-89961058

0251-8682769

021-87962777

0251-8248569

021-82492276

0251-8224417

0251-8624107

0251-8388164

0251-8688110

0251-8681110

Polsek Parung Panjang 021-5978880

0251-8647003

Polsek Leuwiliang

Polsek Cibungbulang 0251-8647398

Mendadak PPPK

PEGAWAI PPPK bakal membludak dalam program MBG. Walaupun program andalan pemerintah ini baru berjalan satu tahun, tidak kurang dari 99 ribu pegawai SPPG bakal dilantik menjadi PPPK pada tahun 2026 di seluruh wilayah jangkauan MBG. Rekrutmen dan tes untuk PPPK BGN akan dibagi menjadi empat tahapan sepanjang tahun 2026. Kesan dadakan sangat tampak dalam kebijakan tersebut. Tak ayal, penetapan ini pun mendapatkan sorotan publik dan anggota DPR RI. Keduanya membandingkan urgensi PPPK BGN dengan kondisi guru honorer dan tenaga kesehatan yang telah lama mengabdi, namun masih dalam status tidak jelas dengan tingkat kesejahteraan yang sama sekali belum layak. Kesan pencitraan terhadap program MBG kian nampak. Negara sama sekali abai dalam menentukan skala prioritas. Kualitas pendidikan dan kesehatan ditempatkan di posisi yang tak semestinya. Padahal kedua sektor ini harusnya menjadi sektor utama layanan yang tidak bisa lepas dari pengurusan rakyat. Betapa jomplangnya kebijakan yang kini ditetapkan. Sistem yang kini diadopsi hanya mengedepankan kebijakan populis yang menonjolkan pencitraan ketimbang pelayanan. Wajar adanya, saat negara yang menerapkan sistem kapitalisme sekuleristik seringkali mengabaikan pengurusan rakyat. Rakyat niscaya dilupakan, sementara penguasa oligarki melenggang sesuka hati karena bisnisnya difasilitasi.

Yuke Octavianty yukeoctavianty1221@gmail.com Forum Literasi Muslimah Bogor

Tumbuhkan Budaya Malu Korupsi

KASUS dugaan korupsi kuota haji menyeret nama Menteri Agama Indonesia periode 2020-2024, Yaqut Cholil Qoumas. Hal ini telah dikonfirmasi oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo yang menyebutkan adanga dugaan perbuatan hukum terkait pengelolaan kuota haji. Wakil Kerua KPK, Fitroh Rohcahyanto juga menyatakan bahwa perkara ini tengah diproses sesuai kententuan hukum yang berlaku. Sungguh, kasus ini membuka luka lama bangsa ini terkait korupsi yang tiada akhir. Bahkan, di sektor yang seharusnya paling sakral dan sarat nilai keimanan pun tak lepas dari jerat korupsi. Padahal, ibadah haji mrupakan ibadah penting bagi umat Islam untuk bisa berharap, berdoa, dan meminta kepada Allah Swt. Pengorbanan umat Islam pun amat besar, mereka harus menunggu hingga bertahuntahun untuk menjadi tamu Allah Swt. Korupsi di negeri ini terjadi karena matinya rasa malu.

Banyak pejabat publik yang terus menerus tersandung kasus korupsi. Krisis malu terjadi kepada pejabat negeri. Dalam sistem yang menempatkan jabatan sebagai alat keuntungan, rasa malu tersingkir oleh kepentingan semata. Budaya malu dapat tumbuh jika suatu sistem nilai menempatkan amanah, kejujuran, dan tanggung jawab. Malu bukan sekadar perasaan personal, melainkan kesadaran bahwa kekuasaan adalah hubungan horizontal antara hamba dan Tuhan-Nya yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Sayangnya, hari ini sistem kehidupan mulai memisahkan urusan agama dari kehidupan. Agama sekadar simbol, bukan tolok ukur perilaku. Akibatnya, korupsi terus terjadi tanpa filter nilai-nilai keagamaan secara kolektif. Rasa malu kian tumpul, korupsi kerap muncul dengan aktor dan modus yang berbeda-beda. Oleh karena itu, dalam memunculkan rasa malu pada perilaku korupsi ini butuh

penyelesaian sistemik. Dimulai dari kesadaran individu bahwa, setiap perbuatan kita senantiasa diawasi oleh Allah Swt. Motivasi dalam memegang amanah adalah untuk mengabdi kepada Allah Swt. sebagai pengurus urusan rakyat. Kemudian sistem hukum dan lembaga pengawasan senantiasa sejalan dengan apa yang diperintahkan Allah Swt. Selain itu, malu juga nampak dengan sistem sanksi yang menjerakan. Dalam pandangan Islam, sanksi bagi perilaku korupsi adalah penyitaan seluruh harta hasil korupsi, penjara, pengumuman di ruang publik, hingga hukuman fisik. Hal ini dilakukan semata-mata untuk mencegah kasus korupsi terulang kembali. Malu melakukan korupsi dimulai dari malu kepada diri sendiri, kemudian kepada rakyat yang telah menjadi tanggung jawab urusan ini.

Ismawati bundaahkam@gmail.com

Darurat Child Grooming

ANAKANAK adalah masa depan yang seharusnya kita jaga dengan penuh ketulusan. Namun, data yang tersaji di hadapan kita saat ini sungguh mengusik nurani.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat sepanjang tahun 2025 terdapat 2.063 anak yang mengalami pelanggaran hak, mulai dari kekerasan fisik hingga seksual.

Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan jeritan tersembunyi dari balik pintu rumah, ruang-ruang kelas, dan lingkungan sosial kita. Salah satu yang paling mengkhawatirkan adalah maraknya fenomena child grooming.

Di balik pendekatan yang tampak santun, para predator secara perlahan memanipulasi psikologis anak untuk tujuan eksploitasi. Dampaknya? Trau ma mendalam yang mungkin tak akan pernah sembuh seumur hidup. Fenomena ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap anak di negeri ini masih menghadapi tantangan besar. Meskipun masuk dalam kategori kejahatan luar biasa (extraordinary crime), kenyataannya penanganan kasus seringkali terasa lambat atau bahkan terabaikan. Ketika kasus-kasus besar seperti yang dialami figur publik mulai mencuat ke permukaan namun respons lembaga terkait dirasa belum

serius, kita patut bertanya: masihkah ada tempat yang benar-benar aman bagi anakanak kita? Meningkatnya angka kekerasan ini menjadi cermin retak bagi efektivitas perlindungan yang diberikan negara.

Kita seolah terjebak dalam penanganan yang bersifat reaktif (bergerak hanya saat api sudah berkobar) tanpa menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya. Jika kita bedah lebih dalam, maraknya kekerasan dan child grooming tidak lepas dari pergeseran nilai dalam masyarakat. Dominasi paradigma sekulerisme dan liberalisme telah mengubah cara pandang kita. Standar benar-benar salah menjadi kabur karena agama tak lagi menjadi kompas utama dalam berperilaku di ruang publik.

Arus informasi yang bebas tanpa batas (liberal) mempermudah akses terhadap konten negatif yang merusak mental masyarakat.

Di sisi lain, sikap individualistis yang lahir dari paham ini membuat fungsi kontrol sosial di tengah masyarakat memudar.

Kita menjadi terlalu sibuk dengan urusan masingmasing hingga abai pada bahaya yang mengintai anak tetangga di sebelah rumah. Kita tidak bisa membiarkan kejahatan ini terus merajalela. Dibutuhkan langkah besar yang tidak hanya bersifat

teknis, tetapi juga ideologis. Dibutuhkan solusi hukum yang jelas dan tegas sebagai jalan keluar yang manusiawi sekaligus memberikan efek jera. Seyogianya negara memiliki tanggung jawab mutlak untuk hadir secara preventif (pencegahan) dengan menyaring konten merusak dan mengedukasi masyarakat, serta secara kuratif (penindakan) dengan memberikan sanksi yang tegas tanpa pandang bulu. Sangat penting bagi kita untuk kembali pada nilai-nilai yang menempatkan kehormatan manusia di atas segalanya. Sudah saatnya mengajak masyarakat beralih dari pola pikir sekuler-liberal menuju paradigma yang lebih terjaga dan sesuai dengan fitrah manusia. Melindungi anak bukan hanya tugas orang tua atau guru, melainkan kewajiban sistemis yang melibatkan peran negara secara utuh. Tanpa kemauan politik yang kuat untuk mengubah sistem yang rapuh ini, anak-anak kita akan terus menjadi korban dalam sunyi. Sudah saatnya kita memberikan perisai terbaik bagi mereka, yaitu sistem yang menjamin keamanan fisik, mental, dan spiritual secara paripurna.

Tini Ummu Faris muhammadalfatihcjr2007 @gmail.com

BENCANA banjir bandang yang menerjang Aceh dan Sumatra pada penghujung 2025 meninggalkan luka mendalam bagi dunia pendidikan. Data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat 4.149 sekolah terdampak bencana. Di Aceh, hingga awal 2026, ratusan sekolah masih berlumur lumpur. Meski diklaim 90% siap beroperasi, namun kenyataan di lapangan, guru-guru harus mendatangi posko pengungsian demi menyambung nyawa pendidikan anak didik mereka. Kondisi ini menyisakan tanya, sejauh mana kehadiran negara?. Pemulihan ribuan fasilitas pendidikan, termasuk sekolah, pesantren dan dayah, bukanlah beban yang digeser ke pundak masyarakat atau pengelola sekolah. Fenomena guru yang mendatangi pengungsi, adalah alarm atas lemahnya kesiapan negara dalam menjamin hak dasar rakyat di tengah krisis. Negara cenderung tampil reaktif, lebih sibuk menghitung efisiensi anggaran dan berbagi peran dengan swasta, daripada memastikan pemenuhan hak rakyat secara utuh. Ketika negara hanya memposisikan diri sebagai regulator dan penghemat anggaran, lembaga pendidikan sering kali dibiarkan berjuang sendirian menghadapi dampak bencana. Padahal, pendidikan pasca-bencana bukan hanya soal fisik bangunan. Namun, soal pemulihan mental dan keberlanjutan masa depan generasi. Dalam pandangan Islam, peran pemimpin adalah sebagai ra’in (pengurus rakyat) yang bertanggung jawab penuh atas urusan rakyatnya. Pendidikan adalah hak dasar yang wajib dijamin negara secara gratis, berkualitas, dan merata, tanpa memandang kondisi normal maupun darurat. Islam menempatkan pendidikan sebagai sarana strategis untuk membentuk kepribadian yang kokoh (syaksiyah islamiyyah). Ketangguhan iman dan mental inilah yang sangat dibutuhkan anak-anak korban bencana agar mereka tidak hanya pulih secara psikis, tetapi juga memiliki keteguhan dalam menghadapi ujian hidup.

Penyelesaian masalah pendidikan di wilayah bencana tidak cukup dengan kebijakan ”tambal sulam” . Dibutuhkan perubahan paradigma, di mana negara seharusnya hadir sebagai pelindung dan pengurus utama rakyatnya. Tidak menempatkan pendidikan di atas hitung-hitungan anggaran. Karena, masa depan generasi adalah aset terbaik bangsa.

Emil Apriani emil.apriani@gmail.com

RUMAH SAKIT DI BOGOR

Pasang Traffic Cone

Antisipasi Kecelakaan

DEPOK–Jalan Juanda memakan korban. Sejumlah pengendara sepeda motor terjatuh saat melintasi ruas jalan rusak itu pada Rabu (21/1). Untuk mencegah korban lainnya, Satlantas

Polres Metro Depok memasang traffic cone di ruas Jalan Juanda. Hal itu dilakukan untuk mengurangi resiko kecelakaan lalulintas akibat Jalan Juanda yang rusak tersebut.

Budi

Humas Polres

Depok,

Lisa Teror SMAN 5 Depok

INDEKS

GURU CABUL TERLIBAT KASUS YANG SAMA

Baca Aglomerasi Hal 6

Peran Babinsa Antisipasi

Cuaca Ekstrem

DEPOK– Komando Distrik Militer (Kodim) 0508/Depok mengedepankan langkah antisipasi dini dalam menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu banjir di sejumlah wilayah Kota Depok.

Dandim 0508/Depok, Kolonel Inf Triono Iqbal mengatakan, babinsa menjadi garda terdepan dalam memantau kondisi lapangan. Dimana ia telah menempatkan mereka di titik-titik rawan banjir sebagai langkah mitigasi awal.

Buaya asal Bedahan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok itu tengah viral, karena selalu menampakan diri di belakang bangunan SMAN 5 Depok yang berbatasan dengan aliran kali. Buaya muara yang kini dijuluki ”Lisa” itu, timbul tenggelam sejak 2025 lalu. Dari mulai ukurnya sekitar 30 sentimeter hingga terakhir terlihat berukuran sekitaran 1,5 meter.

 LISA Baca Hal 6

dalam memantau kondisi lapangan.

Munadi Kepala UPT Damkar Bojongsari

Kami coba cari sarangnya, namun belum ketemu. Tidak pula ditemukan jejak kaki buaya yang mengarah ke sana,”

Komitmen Perkuat Pendidikan Madrasah

PERSEMIAN: Wali Kota Depok, Supian Suri (tengah) meresmikan Gedung Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Pancoran Mas yang berada di Jalan Caringin Gang Jagal, Kelurahan Rangkapanjaya, Kecamatan Pancoran Mas.

DEPOK–Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyatakan komitmennya untuk memperkuat pendidikan madrasah melalui program kolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag). Hal itu disampaikan Wali Kota Depok, Supian Suri, dalam peresmian Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Pancoran Mas. Ia memaparkan, Pemkot Depok sangat meng-

hargai dukungan Kemenag dalam investasi pengembangan sumber daya manusia, khususnya melalui madrasah. Supian mengapresiasi kerja Kemenag yang dinilai telah berjalan konsisten membantu warga Depok.

 KOMITMEN Baca Hal 6

Kasi
Metro
AKP Made
mengatakan, lebih dari sepuluh traffic cone dipasang di jalan rusak tersebut.
PERAN BABINSA: Dandim 0508/ Depok, Kolonel Inf Triono Iqbal mengatakan, babinsa menjadi garda terdepan
(IST)
PENCARIAN: Petugas dari UPT Damkar Bojongsari mencari keberadaan buaya muara bernama Lisa di aliran kali belakang gedung SMAN
5 Depok. Penampakan buaya bernama Lisa (kanan) yang berhasil diabadikan melalui telepon genggam saat beraktivitas di siang hari

6 AGLOMERASI

Guru Cabul Terlibat Kasus yang Sama

Danrem Ingatkan Siap Siaga Bencana

SUKABUMI– Sekretaris

Daerah Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, bersama

unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menerima kunjungan kerja Komandan Korem (Danrem) 061/Suryakencana, Brigjen TNI Thomas Rajunio, di Markas Kodim 0622/ Kabupaten Sukabumi, Rabu (21/1).

Kedatangan Brigjen TNI

Thomas Rajunio disambut khidmat oleh jajaran Kodim 0622. Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian lawatan kerja Danrem ke seluruh Kodim di wilayah teritorial Korem 061/Suryakencana.

Humas SMAN 5 Depok, Yasin mengatakan, kemunculan buaya tersebut sudah dilaporkan kepada dinas terkait, seperti DLHK Depok dan pemadam kebakaran. Namun hingga kini, upaya penangkapan belum membuahkan hasil.

“Kami masih menunggu karena kan kami orang awam,” katanya kepada Radar Bogor.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Operasional Kebakaran dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebaka-

SUKABUMI

Dalam arahannya, Brigjen Thomas menegaskan bahwa kunjungan kerja bertujuan mempererat silaturahmi dengan prajurit TNI beserta keluarga, khususnya anggota Persit, sekaligus meninjau langsung kondisi satuan, fasilitas pendukung, dan tantangan tugas yang dihadapi Kodim 0622. Ia menyoroti potensi besar Kabupaten Sukabumi di sektor pertanian dan perikanan, namun mengingatkan bahwa kekayaan alam harus diimbangi dengan pemaha-

man mendalam terhadap karakteristik wilayah. “Sukabumi memiliki kekayaan alam luar biasa. Kondisi geografis seperti ini harus benar-benar dipahami karena berpengaruh langsung terhadap tugas dan tanggung jawab kita,” ujarnya. Danrem juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana. Menurutnya, Kodim 0622 termasuk wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi, mulai dari longsor, banjir, hingga ancaman tsunami.

“Semakin berat tempat tugas, semakin besar pula

nilai peng abdiannya,” tegasnya. Sementara itu, Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja Danrem. Ia menilai kehadiran pimpinan TNI di daerah memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan TNI, khususnya dalam mitigasi ben cana dan men jaga stabilitas wilayah. “Kolaborasi solid antara pemerintah daerah dan TNI adalah kunci menghadapi tantangan geografis serta dinamika sosial di Kabupaten Sukabumi,” tandasnya. (ndi)

TANGERANG–Kasus pelecehan seksual di salah satu SD Negeri di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengungkap fakta baru. Terduga pelaku berinisial YP (54), yang merupakan tenaga pengajar di sekolah tersebut, diketahui pernah terlibat kasus serupa pada tahun 2011. Fakta tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan. Ia mengatakan, informasi itu diperoleh dari hasil penelusuran awal yang kini masih didalami lebih lanjut oleh pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum.

“Berdasarkan penelusuran awal, terduga pelaku ini pernah terlibat kasus yang sama pada tahun 2011. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” ujar Pilar, Kamis (22/1) kemarin. Menurut Pilar, kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan anak-anak tidak dapat ditoleransi dalam bentuk apa pun. Selain menimbulkan trauma psikologis mendalam, kejadian tersebut juga berpotensi memengaruhi masa depan serta perkembangan mental korban. Hingga saat ini, sebanyak 25

TANGERANG

siswa telah melaporkan diri sebagai korban dan sedang menjalani proses pendalaman oleh pihak kepolisian. Pilar memastikan seluruh korban mendapatkan pendampingan psikologis, konseling, serta dukungan mental dengan melibatkan peran aktif orangtua. “Untuk sementara, anak-anak kami istirahatkan terlebih dahulu agar fokus pada proses pemulihan bersama keluarga,” jelasnya. Pilar menegaskan, seluruh proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum tanpa adanya intervensi dari pemerintah daerah. Ia juga menekankan pentingnya menjadikan kasus ini sebagai pembelajaran serius bagi seluruh aparatur sipil negara, khususnya tenaga pendidik. Sebagai tindak lanjut, Pemkot Tangsel melakukan evaluasi dan screening menyeluruh terhadap latar belakang seluruh tenaga pendidik yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan.

Langkah tersebut ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan. Ia menyebut, kasus ini menjadi pembelajaran penting bagi pemerintah daerah agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. “Kasus ini menjadi pembelajaran penting bagi kami. Saat ini Pemkot Tangsel tengah melakukan evaluasi total dan assessment menyeluruh terhadap seluruh tenaga pendidik,” ujar Pilar. Pilar memastikan, kondisi para siswa korban mendapat perhatian maksimal dari pemerintah daerah. Hingga saat ini, tercatat 25 siswa telah melaporkan diri dan tengah menjalani proses pendalaman oleh aparat kepolisian. Selama proses tersebut, Pemkot Tangsel memberikan pendampingan psikologis, konseling, serta dukungan mental kepada para korban dengan melibatkan peran aktif orang tua. “Untuk sementara, anak-anak kami istirahatkan terlebih dahulu agar fokus pada proses pemulihan bersama keluarga,” tuturnya.(btn)

Lisa Teror SMAN 5 Depok

ran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Tessy Haryati memaparkan, pihaknya sudah mendatangi sekolah tersebut untuk mencoba melakukan evakuasi buaya Sawangan bernama Lisa tersebut. Ia mengatakan, pihaknya sudah menghubungi balai pengelolaan kelautan Pontianak satpel Jakarta kementrian kelautan dan perikanan ( KKP) selaku pengampu urusan satwa liar.

”Kemarin kami juga mendampingi mereka untuk melihat langsung lokasi kemunculan buaya muara tersebut,” katanya kepada Radar Bogor.

Adapun Kepala UPT Damkar Bojongsari, Munadi mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali mendapatkan laporan buaya tersebut. Namun, proses evakuasi, kata dia saat ini belum bisa dilakukan lantaran saat tim damkar datang, buaya Sawangan itu sudah menghilang. ”Iya, beberapa kali. Saat dapat laporan, kami ke sana. Tiba di sana, buaya sudah hilang,” katanya. Ia mengatakan, upaya untuk mengevakuasi Lisa terus dilakukan. Ia pun sudah meminta kepada kepala sekolah saat kembali muncul untk

segera melapor. Dengan harapan, damkar tiba, buaya masih ada dan bisa dievakusi.

”Kami sudah pesan kepada pihak sekolah untuk segera melapor, 5 menit kami sampai di lokasi,” tuturnya. Pihaknya juga sudah mencoba mencari sarang buaya muara tersebut. Namun, sampai saat ini belum berhasil ditemukan. ”Kami coba cari sarangnya, namun belum ketemu. Tidak pula ditemukan jejak kaki buaya yang mengarah ke sana,” ungkap Munadi. Munadi menambahkan, pihaknya akan terus berupaya untuk meevakuai buaya

Komitmen Perkuat Pendidikan Madrasah

“Terima kasih atas semua dukungan yang diberikan Kementerian Agama buat warga Depok melalui pendidikan madrasah,” katanya. Supian pun berjanji akan meningkatkan dukungan maksimal, terutama pada pembangunan fasilitas dan pembiayaan madrasah. Ia pun mengungkapkan, Pemkot Depok telah menggulirkan program sekolah swasta gratis. Kata dia, ada 14 Mts yang dilibatkan dalam program Rintisan Sekolah swasta gratis (RSSG). Melalui program ini, lanjut Supian, siswa mendapatkan pembiayaan penuh dari pemerintah, yakni Rp3 juta per siswa per tahun atau Rp250 ribu per bulan. Ia memaparkan, sekolah swas-

ta gratis ini bagian dari upaya Pemkot Depok menjadikan sekolah swasta gratis sebagai representasi sekolah negeri. ”Karena kebutuhan bangun sekolah negeri sangat besar, maka kami dorong madrasah swasta untuk meningkatkan kualitasnya,” terangnya. Selain pembiayaan, Pemkot Depok juga melakukan pendampingan kurikulum bersama Universitas Negeri Jakarta. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kualitas pendidikan madrasah bisa setara sekolah negeri. Sementara itu, Wakil Menteri Agama RI, Romo H. R. Muhammad Syafii menyebut, jika Supia layak dijuluki “Bapak Madrasah” Kota Depok. Penilaian itu disampaikan menyusul kebijakan Pemkot Depok yang secara konsisten memperkuat pendidikan

keagamaan, termasuk melalui program RSSG yang melibatkan madrasah swasta. Kata dia, langkah Wali Kota Depok sejalan dengan arahan Presiden agar kepala daerah tidak menunggu instruksi baru untuk mengeksekusi program yang dinilai tepat dan berdampak langsung bagi masyarakat. “Pak Wali sudah menangkap realitas sosial di lapangan. Banyak anak-anak di Depok memiliki cita-cita besar, didukung doa orang tua, tetapi terbatas secara ekonomi. Kebijakan sekolah gratis dan penguatan madrasah ini adalah contoh keberanian seorang pemimpin,” katanya.

Ia menilai keberpihakan

Pemkot Depok terhadap madrasah bukan hanya terlihat dari RSSG, tetapi juga dari dukungan konkret berupa penyediaan aset dan lahan

pendidikan.

Sebab, tidak banyak daerah yang berani mengalokasikan anggaran daerah untuk mendukung madrasah secara langsung. “Banyak daerah belum berani, tapi Depok berani. Itu sebabnya saya katakan, Kota Depok ini cocok menobatkan wali kotanya sebagai Bapak Madrasah,” tuturnya.

Kemenag menilai kebijakan

Pemkot Depok akan berdampak langsung pada perluasan akses pendidikan keagamaan, terutama bagi keluarga kurang mampu.

Syafii juga mengapresiasi perhatian Pemkot Depok yang tidak berhenti pada satu program. Selain RSSG, pemerintah daerah dinilai aktif mendukung infrastruktur keagamaan, termasuk penyediaan lahan untuk kantor KUA dan fasilitas pendidikan lainnya.(faj/c)

tersebut. Nantinya jika sudah berhasil, diserahkan ke Balai Pengelolaan Kelautan (PK) Pontianak Satuan Pelaksana (Satpel) Jakarta pada Kementrian Kelautan dan Perikanan ( KKP), selaku pengampu urusan satwa liar. ”Jadi nanti seperti itu, setelah kami tangkap, baru dise rah kan ke mereka,” paparnya. Sementara itu, Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras meminta untuk tetap waspada akan keberadaan Lisa di belakang SMAN 5 Depok. ”Tetap waspada dan berhati-hati,” ucapnya.

Hal senada juga dikatakan Cam at Sawangan, Anwar Nasihin, yang menegaskan pihaknya terus memonitor keberadaan Lisa. “Kami sudah berkordinasi dengan dinas terkait tentang penanganan buaya tersebut,” tukasnya.(faj/c)

Pasang Traffic Cone Antisipasi Kecelakaan

”Iya, ada puluhan kami pasang,” katanya kepada Radar Bogor. Made juga mengimbau bagi para pengguna jalan untuk mengurangi kecepatan saat melintasi ruas Jalan Juanda yang mengalami kerusakan.

”Tingkatkan kewaspadaan, terutama pada saat hujan dan malam hari,” tuturnya. Ia pun mengimbau agar pengendara, khususnya sepeda motor menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Mematuhi rambu lalu lintas serta arahan petugas di lapangan. Mengutamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya. ”Kerusakan jalan berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Diharapkan kerja sama seluruh masyarakat demi terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas,” tukasnya. (faj/c)

Sehingga diwajibkan melaporkan kondisi wilayah secara berkala setiap hari. “Setiap hari ada laporan rutin, mulai pukul 07.00, 11.00, 16.00, hingga 20.00 WIB. Babinsa kami tempatkan di wilayah-wilayah rawan banjir,” katanya usai peresmian Gedung Tangguh Kodim 0508/ Depok di Makodim Depok, Kamis (22/1) kemarin. Ia memaparkan, laporan tersebut menjadi dasar penting

bagi Kodim untuk mengambil langkah cepat jika terjadi peningkatan debit air atau potensi genangan. Selain itu, koordinasi juga dilakukan lintas sektor bersama pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat. Ia menyebut, apresiasi Wali Kota Depok, Supian Suri terhadap peran babinsa dan bhabinkamtibmas menunjukkan pentingnya kerja kolaboratif dalam menghadapi ancaman bencana.

Informasi dari masyarakat di lokasi rawan banjir dinilai sangat membantu proses pengambilan keputusan. Lebih lanjut, iapun mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menjaga faktor keamanan selama cuaca ekstrem berlangsung. Selain itu, kepedulian terhadap lingkungan menjadi kunci agar dampak banjir dan genangan air tidak semakin meluas. “Kita jaga lingkungan bersama-sama supaya genangan

air tidak terlalu besar dan tidak berdampak luas,” paparnya. Namun demikian, Triono menilai secara geografis Depok relatif lebih aman dibandingkan wilayah lain karena posisinya yang lebih tinggi dari Jakarta. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat cuaca ekstrem sulit diprediksi. Mudah-mudahan dengan kebersamaan dan antisipasi sejak dini, kita bisa menghadapi cuaca ekstrem ini dengan baik,” tukasnya.(faj/b)

PEMERIKSAAN: Terduga pelaku berinisial YP (mengenakan topi) digelandang petugas kepolisian untuk menjalani pemeriksaan.
KUNJUNGAN: Forkopimda Kabupaten Sukabumi menerima kunjungan kerja Danrem
061/Suryakencana Brigjen TNI Thomas Rajunio di Markas Kodim 0622, Rabu (21/1). Kunjungan ini menekankan pentingnya pemahaman wilayah rawan bencana.

JAKARTA–Persija Jakarta akan menghadapi

Madura United pada pekan ke-18 Super League 2025/2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (23/1) malam ini (live Indosiar & Vidio pukul 19.00 WIB). Persija Jakarta saat ini menempati peringkat 3 klasemen Liga Super 2025/2026. Tim berjuluk Macan Kemayoran mengumpulkan 35 poin dari 17 laga, tertinggal 2 poin dari Borneo FC di posisi 2 dan 3 poin dari Persib Bandung di posisi teratas.

Sementara Madura United di lain pihak menempati peringkat 14 dengan 17 poin. Laskar Sape Kerrab bakal berupaya keras untuk meraih poin di laga ini. Upaya mereka pun dipastikan tidak mudah, terlebih di pertemuan pertama Madura United kalah di kandang sendiri dengan skor 0-1. Upaya Persija Jakarta meraih 3 poin diprediksi tidak mudah. Meskipun lebih diunggulkan, tim besutan Mauricio Souza kehilangan sejumlah pemain seperti Hanif Sjahbandi dan Van Basty Souza mengalami cedera.

“Setelah menjalani operasi, Hanif akan memasuki fase rehabilitasi yang cukup panjang. Estimasi waktu pemulihannya bisa mencapai sekitar enam bulan,” kata dokter tim Persija, Muhammad Andeansah.

Sementara Bruno Tubarao, Fabio Colonego dan Ryo Matsumura juga absen karena sanksi kartu kuning dan kartu merah. Situasi itu pun bakal menjadi ujian bagi Persija untuk tetap tampil konsisten. Persija Jakarta pun bakal berharap pada sejumlah rekrutan anyar yakni Fajar Fathurrahman dan Alaeddine Ajaraie bisa langsung bermain. Kendati begitu, keputusan akhir bakal dibuat menjelang pertandingan apakah dua pemain tersebut sudah siap. Sementara Madura United yang belum aman dari zona degradasi datang ke Jakarta dengan tekad meraih poin. Anak asuh Carlos Eduardo Biasi Parreira pun melakukan

persiapan matang sepanjang jeda kompetisi. Tampil kurang bagus di putaran pertama Super League 2025/2026, Madura United bertekad bisa meraih hasil lebih baik di putaran kedua. Laga pertama mereka pun tidak mudah karena harus bertandang ke Jakarta.(trt)

Praha di Liga Champions, Kamis (22/1) dini hari WIB kemarin.

SLAVIA PRAHA 2-4 BARCELONA

Dinodai

Cederanya Pedri

PRAHA–Kemenangan Barcelona yang sangat dibutuhkan di Liga Champions pada Kamis (22/1) sedikit ternoda oleh cedera hamstring Pedri, yang sudah dikonfirmasi langsung oleh Hansi Flick setelah pertandingan. Saat Barcelona mencoba menciptakan gol kemenangan satu jam setelah pertandingan dimulai melawan Slavia Praha, Pedri terjatuh di lapangan sambil meringis kesakitan dan memegang hamstring kanannya. Gelandang bernomor punggung delapan di Catalunya tersebut dengan hati-hati meninggalkan lapangan dengan kekuatannya sendiri digantikan oleh Dani Olmo dan Barca akhirnya berhasil meraih kemenangan 4-2. Terlepas dari tiga poin yang diraih, perhatian dengan cepat beralih ke kondisi kebugaran Pedri setelah pertandingan. Flick, yang menunjukkan reaksi yang mencolok ketika Pedri terpaksa meninggalkan lapangan, memberikan kabar terbaru tentang kondisi pemain andalannya itu.

“Hal itu (cedera) bisa terjadi. Saya tidak tahu persis berapa lama waktu pemulihan Pedri. Kita harus menunggu sampai besok dan kemudian kita akan lihat, kita akan tahu lebih banyak (mengenai kondisinya), tetapi ini bukan kabar baik,” ujar juru taktik asal Jerman ini. (jpc)

JAKARTA–Anthony Sinisuka Ginting mundur dari Indonesia Masters 2026. Pebulu tangkis tunggal putra itu mengundurkan diri karena kondisinya tak memungkinkan untuk bertanding pada babak kedua. Ginting sedianya dijadwalkan bertanding di babak kedua Indonesia Masters 2026 melawan Jason Teh dari Singapura. Dia turun pada partai ketujuh di lapangan 1 pada Kamis (22/1) siang. Namun Ginting mendadak diputuskan mundur jelang pertandingan dimulai. Pelatih tunggal putra utama Pelatnas PBSI, Indra Wijaya angkat bicara soal mundurnya Ginting. Ia menjelaskan me ngapa anak asihnya batal bertanding.

“Sangat disayangkan karena keadaan ini di luar prediksi. Kami sempat tahan nih sampai tadi pemanasan, ternyata tidak bisa. Ini last minute. Saya sudah bicara dengan Ginting dan dokter, kami sudah sepakat,” kata Indra dalam jumpa pers. “Jadi pinggangnya tidak bisa mutar. Lari dan bangun bisa. Ada rasa sakit di pinggang ke atas, sebelumnya pinggang bawah. Penanganan baru diobservasi intens oleh dokter dan fisio,” tambahnya. Indra menjelaskan, masalah yang dialami Ginting sebenarnya sudah terjadi sejak Rabu (21/1) malam setelah pertandingan babak pertama. Dia memang jadi wakil Merah Putih terakhir yang tampil kemarin.

Mundur dari Indonesia Masters 2026

“Sebetulnya dari semalam selesai main tuh, kelar hampir jam 11 (malam) ya, itu aman sebetulnya. Tapi setelah pulang ke hotel, mungkin ada perubahan-perubahan apa, kondisinya update sampai jam 1 malam tuh dia merasa ada kurang enak di bagian pinggang,” terang Indra.

Tim pelatih dan medis serta fisioterapi PBSI, kata Indra, sudah mengupayakan agar dia bisa dapat pemulihan dengan baik. Namun ternyata kondisi Ginting tidak memungkinkan untuk bermain lagi.

”Sampai pagi tadi pun kita masih usahakan untuk ya dia diterapi fisio gitu ya. Ternyata selesai pemanasan tadi, rasanya enggak memungkinkan untuk main. Jadi, kita, saya putuskan untuk ditarik Ginting dari babak kedua ini,” ucap Indra.(jpc)

MADURA UNITED (4-3-3) Miswar Saputra; Taufik Hidayat, Pedro Monteiro, Nurdiansyah, Roger Bonet; Taufany Muslihuddin, Kerim Palic, Paulo Sitanggang; Lulinha, Jordy Wehrmann, Ferian Rizki. Pelatih: Carlos Parreira
PERSIJA JAKARTA (5-3-2)
Carlos Eduardo; Rizky Ridho, Thales Lira, Jordi Amat, Alan Cardoso; Dony Pamungkas, Aditya Warman, Allano Brendon; Witan Sulaeman, Eksel Runtukahu, Maxwell. Pelatih: Mauricio Souza
LULINHA
ALLANO BRENDON
CEDERA: Pedri alami cedera hamstring saat membawa Barcelona meraih kemenangan atas Slavia

Tangani Sekolah Rusak, Bupati Ajak

Gotong Royong

CIBINONG–Masih banyaknya ruang sekolah rusak di Kabupaten Bogor, namun tidak masuk dalam program prioritas 2026, ditanggapi Ketua DPRD Kabupaten Bogor. Ketua DPRD Sastra Winara mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor saat ini tengah fokus pada program pendidikan, kesehatan dan infrastuktur. Namun, untuk pendidikan, kata dia, memang saat ini belum merata. ”Saya kira Bupati fokus pendidikan, kesehatan dan infrastuktur. Tentu untuk pendidikan tahun ini memang mungkin belum bisa merata,” kata Sastra, Kamis (22/01). Meski demikian, kata Sastra, beberapa waktu lalu, Bupati telah mengundang sejumlah anggota DPRD Provinsi Jawa Barat membahas terkait penyelesaian soal pendidikan di Kabupaten Bogor. ”Jadi Pak Bupati ingin bergotong royong. Kabupaten paling depan, provinsi juga harus mendukung membawa aspirasi dari provinsi, dari DPR RI juga Bupati mengajak semua anggota DPR RI khusus Kabupaten Bogor segera menyelesaikan masalah itu,” jelas dia. Dirinya menyebut, melihat banyak sekolah yang memang belum layak. Dalam perbaikan, kata dia, harus juga melihat kemampuan keuangan daerah yang ada.

”Memang harus bertahap, karena kalau kita fokus infrastuktur banyak kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang lain nantinya akan tidak dilaksanakan,” tutup dia. (abl/b)

Gagal Bayar Proyek Jadi Catatan

CIBINONG– Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara menyatakan bahwa gagal bayar proyek yang terjadi di Pemerintahan Kabupaten Bogor, harus jadi bahan evaluasi Pemkab maupun DPRD. Menurut Sastra Winara, tahun kemarin memang ada beberapa vendor kontraktor mitra pemerintah yang belum terselesaikan pembayaran oleh Pemda. Tentunya hal itu menjadi bahan evaluasi bersama. ”Ketika merencanakan sesuatu, membuat apapun itu, betul-betul kita harus bisa melihat sumber pendapatan dan anggaran kita,” ungkap Sastra, Kamis (22/01).

Sastra bilang, gagal bayar proyek tentu harus jadi pembelajaran untuk Pemda maupun DPRD Kabupaten Bogor. Dia juga menekankan pihak bertanggung jawab soal anggaran di Pemda pun harus dibenahi. ”Orang-orang yang mungkin bertanggung jawab di masalah anggaran juga perlu kita benahi, supaya ke depan hal-hal seperti ini, bapak-ibu semua tidak terulang lagi,” jelas dia. Dengan kejadian ini, kata dia, menjadi catatan penting dirinya sebagai legislatif agar ke depan tak terulang. ”Ke depan sama-sama kita me-

TUNGGAKAN

ATAU GAGAL BAYAR PROYEK 2025

Ketika Kwarcab Pramuka Sosialisasikan KOMTI

Kolaborasi

Diskominfo, Samakan

Persepsi Kwarcab dan Kwartir

Kwartir Cabang (Kwarcab)

Gerakan Pramuka

Kabupaten Bogor melaksanakan kegiatan

Sosialisasi Komunitas Teknologi Informasi dan Komunikasi (KOMTI) yang berkolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor.

SOSIALISASI KOMTI diadakan di Aula Diskominfo, Kamis (22/1), dan dibuka oleh Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor, Agus Ridhallah.

Sosialisasi ini bertujuan memperkuat koordinasi, menyamakan persepsi, serta meningkatkan tata kelola teknologi informasi dan komunikasi dalam mendukung aktivitas kepramukaan yang lebih modern,

adaptif, dan terintegrasi. Agus Ridhallah menegaskan, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang begitu pesat menuntut Gerakan Pramuka untuk terus beradaptasi dan bertransformasi agar tetap relevan, informatif, serta mampu menjangkau masyarakat secara luas. “Bidang Komunikasi dan Informatika memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai sarana publikasi kegiatan, tetapi juga sebagai wajah organisasi, sumber informasi resmi, serta penguat citra positif Gerakan Pramuka di tengah masyarakat,” ujar Agus Ridhallah. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi antara Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting terkait arah kebijakan dan program KOMTI Tahun 2026, tata kelola informasi dan publikasi yang tertib, akurat, serta bertanggung jawab, sekaligus optimalisasi pemanfaatan media digital dan media sosial sebagai sarana edukasi, promosi kegiatan, dan pelaporan kepramukaan.

Agus juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Kwartir Cabang dan Kwartir Ranting dalam pengelolaan informasi. Setiap kegiatan kepramukaan di wilayah Kabupaten Bogor diharapkan dapat terdokumentasi dan terpublikasi dengan baik sehingga memberikan dampak positif bagi anggota Pramuka maupun masyarakat luas. Ia mendorong setiap Kwartir Ranting untuk memperkuat peran Bidang KOMTI di wilayah masing-masing, menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif dan kreatif, serta menjadikan informasi sebagai sarana pembinaan dan pengabdian, bukan sekadar dokumentasi kegiatan. Wakil Ketua Bidang Komunikasi dan Informatika (KOMTI) Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, menyampaikan bahwa Bidang KOMTI Tahun 2026 diarahkan sebagai penggerak utama transformasi digital kepramukaan di Kabupaten Bogor. (*pia)

23

ngawasi pemerintah, sama-sama kita mengawali pemerintah untuk bagaimana hal-hal yang kurang di 2025-2026, semoga tidak terjadi lagi,” imbuh dia. Ia juga menjelaskan, keterlambatan bayar proyek direncanakan akan dibayarkan pada Februari 2026. ”Pak Bupati, Pak Sekda menyampaikan, Insya Allah Februari yang tadinya belum terbayarkan akan dibayarkan,” tukas dia. Sebelumnya, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Aan Triana Al Muharom mengungkapkan sekitar 700 berkas telah selesai pekerjaannya. Sehingga, memang harus segera dibayar-

kan.”Jika sudah selesai, harus dibayarkan di Januari ini,” kata Aan, beberapa waktu lalu. Karena itu, Aan memanggil sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bogor terkait, untuk segera menyelesaikan pembayaran. Seperti diberitakan sebelumnya, Pemkab Bogor menegaskan siap membayar tunggakan keterlambatan bayar proyek ke penyedia jasa sebesar Rp204 miliar. “Kami akan bayar secepatnya dengan memenuhi mekanisme dan aturan yang ada,” tegas Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika.(abl/c)

Pemkab Diminta Serius

Benahi Tambang

CIBINONG–Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Kepala Satgas Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah II, Arief Nurcahyo menegaskan pentingnya pembenahan tata kelola pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) serta pengendalian alih fungsi lahan di Kabupaten Bogor guna mencegah kerusakan lingkungan, konflik sosial, dan kebocoran pendapatan daerah. “Hasil diskusi ini akan dirumuskan sebagai rekomendasi untuk disampaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat, sebagai bagian dari upaya perbaikan tata kelola pertambangan dan pencegahan korupsi di sektor sumber daya alam,” kata Arief, saat rapat di Ruang Serbaguna I, Sekretariat Daerah Kabupaten

Bogor, Cibinong, Rabu (21/1). Hadir Wakil Bupati Bogor Jaro Ade, Kepala Satgas Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah II, PIC KPK RI wilayah Jawa Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika, Inspektur Kabupaten Bogor, jajaran kepala perangkat daerah dan para camat. “Kita belajar dari berbagai kejadian bencana di daerah lain. Salah satu penyebab utamanya adalah lemahnya pengaturan dan kepatuhan terhadap tata ruang serta pengawasan perizinan. Ini menjadi peringatan bagi kita semua agar tata kelola MBLB dibenahi secara serius,” tegas Arief. Kewenangan pengawasan memang berada di tingkat provinsi, kata dia, namun pemerintah kabupaten adalah

pihak yang paling mengetahui kondisi di lapangan dan yang paling merasakan dampak sosialnya. “Karena itu, sinergi antar pemerintah menjadi kunci,” tandas dia. Arief juga menekankan bahwa kebijakan penataan tambang tidak bisa hanya berorientasi pada penutupan aktivitas. Pemerintah harus mempertimbangkan dampak ekonomi dan sosial yang ditimbulkan, khususnya bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertambangan.

“Menutup tambang itu mudah, tetapi yang harus dipikirkan adalah dampaknya. Pemerintah daerah berhadapan langsung dengan masyarakat, sehingga kebijakan harus berbasis data, kriteria yang jelas, dan pengawasan yang kuat,” ujar dia.(*cr1/b)

BUTUH SINERGI: Guru saat mengajar anak-anak di ruang kelas rusak yang ada di Kabupaten Bogor. Bupati berharap ada sinergi antara pemerintah dan DPRD untuk membangun pendidikan.
JALUR KHUSUS: Truk tambang melintas di Jalan Raya Rumpin. Penanganan tata Kelola tambang harus benarbenar dibenahi serius oleh pemerintah daerah.

BOGOR RAYA

Insiden Asap Tewaskan 11 Orang

NANGGUNG - Kapolda Jabar

Irjen Pol Rudi Setiawan menyebut total ada 11 korban meninggal dalam insiden asap di dalam lubang tambang emas kawasan PT ANTAM UBPE Pongkor. Hal itu disampaikannya saat mengunjungi Mako Polsek Nanggung, Kamis (22/1). ”Untuk Nanggung sudah tiga orang yang kami selamatkan dan dari beberapa desa lagi sudah kita selamatkan itu kurang lebih kurang lebih berjumlah 11 orang dari semuanya,” ungkap Rudi Setiawan. Sejak insiden asap itu terjadi pada Selasa (13/1) lalu, kata

Rudi, jajaran kepolisian langsung merespon dengan melakukan upaya evakuasi para korban. Sebagai tindaklanjut, posko siaga juga didirikan di Mako Polsek Nanggung untuk menerima laporan atau informasi dari keluarga yang menjadi korban insiden tersebut. ”Kami dari Polda Jabar, Polres bogor dan teman-teman dari TNI, Pemda, ketika mengetahui ada peristiwa atau bencana di seputaran Gunung Pongkor itu kami langsung melaksanakan evakuasi, itu yg utama dilakukan,” katanya.

Sementara dari sebelas korban yang ditemukan, sambung Kapolda Jabar, semuanya telah diserahkan kepada masing-masing keluarga dan telah dikebumikan. Pihak kepolisian pun masih membuka ruang bagi masyarakat jika merasa masih ada anggota keluarganya yang hilang dalam insiden asap di dalam lubang tambang emas. Namun berdasarkan hasil operasi tim gabungan, kondisi area yang menjadi sumber munculnya asap dari dalam lubang masih dinilai berbahaya. ”Masih ada asap yang mengandung CO2 dan itu masih

di ambang batas aman. Kita belum tahu (korban lainnya) karena memang ada beberapa lorong atau beberapa lubang yabg belum bisa dimasuki karena cukup berbahaya bagi yang menolong,” tandasnya. Dalam kesempatan itu, Kapolda Jabar juga menemui sejumlah perwakilan keluarga korban. Sejumlah bantuan juga diberikan untuk meringankan beban keluarga korban yang ditinggalkan. Setelah kunjungan ke Mako Polsek Nanggung, Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi melanjutkan kunjungan ke Kantor PT

ANTAM UBPE Pongkor. Kejadian ini menjadi catatan bagi para pemangku kebijakan termasuk kepolisian dalam menangani praktik tambang ilegal. Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, bahwa pihaknya mendorong perubahan perilaku masyarakat yang selama ini memilih menjadi PETI atau gurandil. “Kita akan melakukan bagaimana merehabilitasi masyarakat sekitar tambang yang ada di 4 kecamatan supaya mereka tidak mengulangi kembali,” ucapnya usai mengunjungi kawasan ANTAM Pongkor.

Kompensasi Tak Sesuai Janji

ma tiga bulan masyarakat dihentikan aktivitasnya, dan selama itu pula tidak ada pemasukan,” tegasnya.

”Seharusnya gubernur konsisten dengan janjinya akan memberikan bansos selama tiga bulan, menyiapkan lapangan pekerjaan, dan memberikan kredit mobil tanpa DP,” sambung Fadlan.

Sementara untuk mendapatkan bantuan kompensasi yang dijanjikan, masih Fadlan, warga terdampak harus menagih bahkan harus menggelar aksi. Menurutnya, masyarakat

tidak tahu menahu terkait kondisi keuangan kas daerah. Masyarakat hanya tahu telah dijanjikan oleh Gubernur Jawa Barat dan berharap terealisasikan.

”Karena sudah lebih dari tiga bulan, audit sudah dilakukan, pembangunan Jalan Parungpanjang juga sudah selesai, kan itu rujukan gubernur. Ketika syarat tersebut sudah dipenuhi, seharusnya gubernur konsisten dan memikirkan hajat keberlangsungan hidup masyarakat kami,” tandas Fadlan.(cok/c)

Empat kecamatan yang dimaksud di antaranya Nanggung, Sukajaya, Cigudeg, dan Leuwiliang. Dari kejadian tersebut, Rudi Setiawan, pihaknya juga masih melakukan pendalaman terkait penyebab munculnya asap sehingga menelan korban. Termasuk bagaimana agar praktek penambangan emas ilegal tidak kembali terjadi khususnya di wilayah Nanggung dan sekitarnya.

“Sehingga mereka tidak lagi memenuhi kebutuhan hidupnya melalui upaya-upaya penambangan ilegal yang sangat berbahaya bagi dirinya sendiri,

yang berakibat pada keluarganya,” tuturnya. Sementara dalam kunjungannya, Kapolda Jabar mengaku telah melihat lokasi yang diduga menjadi titik sumber munculnya asap. Meski demikian, masih adanya kepulan asap yang masih di ambang batas aman membuat petugas masih harus berhatihati dan diperlukan alat yang memadai.

“Sampai hari ini masih relatif tinggi atau belum aman sepenuhnya untuk dimasuki oleh orang tanpa alat dan melakukan kegiatan-kegiatan,” tukasnya. (cok/b)

CIGUDEG –Bantuan kompensasi dampak kebijakan penutupan tambang di wilayah Cigudeg dan sekitarnya mulai kembali disalurkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Meski demikian, bantuan yang disalurkan hanya berjumlah Rp3 juta untuk penyaluran tahap pertama. Sebelumnya, warga terdampak penutupan tambang melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Kecamatan Cigudeg pada 12 Januari 2026 lalu. Dalam aksi itu, Bupati Bogor, Rudy Susmanto yang langsung hadir menemui massa aksi menyebut bahwa bantuan tersebut telah disiapkan Pemprov Jabar dan akan disalurkan mulai Rabu (21/1). Namun masyarakat kembali mempertanyakan penyaluran kompensasi yang dinilai tidak sesuai dengan janji Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi atau KDM. ”Memang sudah mulai disalurkan, tapi penyalurannya hanya Rp3 juta untuk tahap pertama,” ungkap Asep Fadlan, tokoh masyarakat Cigudeg kepada Radar Bogor, Kamis (22/1). Itu pun, kata dia, Pemprov Jabar hanya akan mencairkan bantuan ke sekitar 6 ribu warga terdampak. Sementara sekitar 9 ribu warga lainnya yang dijanjikan belum terkonfirmasi dan masih terkendala administrasi. ”Padahal masyarakat tidak minta (kompensasi), yang masyarakat minta ialah sumber mata pencahariannya dibuka kembali. Karena tambang diwilayah Cigudeg, Rumpin dan Parungpanjang semuanya berizin,” tegas Fadlan. Andai pun ditemukan kekurangan atau kesalahan dalam operasinal perusahaan tambang, masih Fadlan, seharusnya pemerintah melakukan pembinaan, pengawasan, serta pengarahan kepada perusahaan tambang yang ada. ”Jangan ditutup semua, SelaTimbang-Timbang

Empat Pasangan Diciduk Polisi

CILEUNGSI – Empat pasangan bukan suami istri diciduk jajaran Polsek Cileungsi pada Kamis (22/1). Mereka terjaring razia yang dilaksanakan bersamaan dengan eksekusi lahan dan bangunan hotel di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor. Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah kamar hotel yang masih terkunci dan menimbulkan kecurigaan.

“Saya ketuk dan coba buka, ternyata memang ada beberapa pasangan yang bukan suami istri. Mereka sedang melakukan check-in,” ujarnya kepada Radar Bogor, Kamis (22/1/2026). Keempat pasangan tersebut kemudian diminta keluar dari kamar dan dimintai identitas diri. Selanjutnya, mereka diba-

MUHAMMAD

Kapolsek Cileungsi,

wa ke Mapolsek Cileungsi untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

“Kami juga menemukan di tempat kejadian perkara beberapa alat kontrasepsi yang diduga digunakan oleh pasa ngan-pasangan yang melakukan perbuatan asusila di hotel tersebut,” katanya. Dalam kesempatan itu, Edison turut mengimbau pengelola hotel lain di sekitar lokasi agar tidak menerima tamu selama proses eksekusi berlangsung. “Namun hingga tadi pagi, pengelola hotel tersebut masih menerima pasangan mesum yang menginap,” pungkasnya. Edison menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengawasan dan penertiban guna menjaga ketertiban umum serta menindak tegas pelanggaran norma dan aturan yang berlaku di wilayah hukumnya. (Cr1/c)

Pembukaan Tambang

PARUNGPANJANG – Rencana pembukaan kembali aktivitas pertambangan di wilayah Parung Panjang dilakukan melalui kajian yang matang dan komprehensif. Permintaan itu disampaikan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara. Ia mengatakan bahwa peluang dibukanya kembali tambang di Parung Panjang memang masih terbuka. Namun demikian, Pemprov Jawa Barat masih menunggu hasil pendalaman serta rekomendasi lanjutan dari berbagai kajian akademik yang melibatkan sejumlah perguruan tinggi. “Ada beberapa tambang yang menurut Pak Gubernur sudah dilakukan kajian oleh beberapa universitas. Informasinya ada sekitar tujuh sampai sepuluh tambang yang berpotensi dibuka kembali,” ujarya kepada Radar Bogor, Kamis (22/1). Ia menjelaskan, Pemprov Jawa Barat melibatkan tiga perguruan tinggi, yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pertanian Bogor (IPB), dan Universitas Padjadjaran (Unpad), untuk mengkaji sebanyak 33 izin usaha pertambangan (IUP) yang berada di wilayah Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin. Menurut Sastra, hingga kini Gubernur Jawa Barat belum menyampaikan keputusan resmi terkait hasil kajian tersebut. Oleh karena itu, DPRD Kabupaten Bogor menilai kehatihatian sangat diperlukan agar kebijakan yang diambil tidak merugikan masyarakat maupun pelaku usaha.

“Kami berharap semua pemangku kepentingan bisa berjalan bersama, sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” katanya. Sastra menambahkan, kewenangan perizinan pertambangan berada di tingkat provinsi. Karena itu, ia berharap Gubernur Jawa Barat beserta jajarannya dapat mempertimbangkan seluruh aspek serta melibatkan semua stakeholder terkait sebelum mengambil keputusan. Terkait komunikasi antara pemerintah daerah dan provinsi, Sastra menyebutkan bahwa Bupati Bogor telah melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat. Namun, DPRD Kabupaten Bogor belum melakukan lobi khusus terkait pembukaan kembali tambang tersebut.

“Kami percayakan kepada Pak Bupati untuk berkomunikasi dengan Pak Gubernur agar dapat mencari jalan terbaik terkait persoalan tambang ini,” pungkasnya. (Cr1/c)

DUKA: Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan jumpai keluarga yang meninggal akibat racun di lubang tambang kawasan Gunung Pongkor Nanggung.
FOTO: MUHAMMAD ALI/RADAR BOGOR
DEWAN: Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara saat dimintai keterangan oleh Radar Bogor.

TAMPAK pengendara roda dua menggunakan masker dan menutup hidung dan mulut karena polusi debu masih tinggi di Aceh Tamiang.

HAL ini, diungkapkan Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Jabar Dapil Kabupaten Bogor, Ir. Prasetyawati, dalam keterangannya kepada media baru-baru ini. Prasetyawati mengatakan berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, volume sampah di Kabupaten Bogor per hari mencapai 2.000 hingga 2.700 ton per hari. Sementara itu, dari jumlah tersebut hanya 1.200 ton per hari yang bisa diolah. ”Menyikapi kondisi itu harus dilakukan penanganan secara komprehensif mulai dari hulu hingga hilir,” ujarnya Anggota Komisi 4 DPRD Jabar itu menyebut tingginya produksi sampah di Kabupaten Bogor tentunya berkorelasi dengan jumlah penduduk di Kabupaten Bogor yang sudah mencapai lebih

dari 5 juta jiwa. Menurutnya, sampah dengan volume besar yang tidak diimbangi dengan kapasitas pengolahan tentunya akan berdampak luas mulai kerusakan lingkungan hingga ancaman kesehatan bagi masyarakat. Oleh karena itu Kabupaten Bogor dengan didukung oleh Pemerintah Provinsi Jabar tentunya harus segera mencari solusi untuk menyelesaikan pengelolaan sampah. Terlebih, selama ini sampah yang bisa diolah oleh TPA Galuga sangat terbatas. ”Sebagai solusi perlu ada upaya untuk mengurangi sampah yang diangkut ke TPA dari hulu yaitu mulai dari rumah tangga karena sebagian besar sampah itu berasal dari rumah tangga,” ungkap Prasetyawati. Ia melihat, untuk mengolah sampah di hulu dibutuhkan proses edukasi dengan sasaran masyarakat dan aparat desa. Edukasi itu harus difokuskan pada membiasakan masyarakat untuk mulai membiasakan memilah sampah. Sementara untuk aparat desa harus mampu menyiap kan fasilitas untuk mengo lah sampah.

Fasilitas yang bisa disiapkan adalah bank sampah di tiap desa di serta sarana pengolahan. Fasilitasi itu, berpeluang untuk diimplementasikan apalagi saat ini pemerintah tengah concern memperkuat pembangunan di desa ”Upaya memfasilitasi sarana pengolahan sampah di desa itu bisa saja dialokasikan dalam bantuan dana ke desa,” jelas Prasetyawati. Menurut dia, sarana pengolahan sampah bisa disebar dl seluruh desa aparat desa diharapkan dapat bersinergi dengan masyarakat dalam mengelola sampah. Keterlibatan masyarakat dalam mengelola sampah tentunya memberikan manfaat luas . Peran masyarakat dalam mengelola masyarakat memberikan manfaat untuk menjadikan lingkungan desa yang sehat, terbebas dari aksi buang sampah sembarangan sehingga lingkungan sehat dapat terjaga. Pengelolaan sampah, tentunya untuk ke depan didukung oleh perangkat teknologi kendati sederhana, diharapkan dapat diolah sebagian menjadi produk bernilai ekonomi. ”Jika hal ini bisa diwujudkan tentunya akan memberikan ruang pengembangan ekonomi di desa dengan memanfaatkan potensi sampah,” ujar Prasetyawati. Oleh karena itu ia menekankan untuk memaksimalkan pengelolaan sampah peran pemerintah mulai Provinsi dan Kabupaten/Kota perlu terus dilanjutkan. Hal ini berkaitan dengan dukungan teknologi serta inovasi pengolahan sampah.

WARGA Aceh Tamiang mulai beraktivitas meskipun belum sepenuhnya pulih.
SEBAGIAN jalanan mulai dikeruk dan dibersihkan. Tampak tenda yang masih dipasang dan ditinggali sebagian warga.
POLUSI menjadi ancaman berikutnya bagi kesehatan warga terdampak bencana.
JALAN-jalan masih belum dibersihkan dari sisa banjir yang menerjang kawasan Kota Lintang, Aceh Tamiang.
SISA lumpur dan material yang terbawa banjir masih belum dibersihkan di sebagian daerah Aceh Tamiang.
SALAH seorang warga memandangi jalanan yang digenangi air karena hujan masih kerap turun dan gorong-gorong tertutup lumpur.
FOTO-FOTO ABDUL AZIZ RADAR BOGOR

Aksi demonstrasi sopir angkutan kota (angkot) di depan Balai Kota Bogor diwarnai kericuhan, Kamis (22/1). Massa aksi sempat memblokade Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bogor Tengah, sehingga arus lalu lintas lumpuh total.

Pemkot Hentikan Sementara

Razia Angkot

Ratusan sopir angkot dari 26 trayek turun

Demo Sopir Angkot Ricuh

Massa Blokade Jalan Djuanda

Balaikota Bogor Aksi berlangsung di tengah guyuran hujan

BOGOR-Razia angkot tua di Kota Bogor dihentikan sementara waktu. Kebijakan ini merupakan respons langsung Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor atas tuntutan aksi demonstrasi sopir yang berlangsung di depan Balai Kota Bogor.

Aksi Sosial Barber Wai Bogor

Edukasi Kerapian Lewat Cukur Rambut Gratis

BOGOR-Lembaga Dakwah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (LD PCNU) Kota Bogor berencana memadukan dakwah keagamaan dengan penyuluhan hukum bagi masyarakat. Gagasan tersebut mengemuka usai audiensi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor yang digelar di Kantor Kejari Kota Bogor, Kamis (22/1).

Barber Wai Bogor menggelar aksi sosial berupa cukur rambut gratis bagi siswa SDN Loji 2 Kota Bogor, Kamis (21/1). Kegiatan ini bentuk kepedulian terhadap kerapian anak sekolah, sekaligus memberikan contoh penertiban rambut yang rapi tanpa dilakukan secara asal-asalan.

Laporan: FIKRI RAHMAT UTAMA

EDUKASI Baca

SOFIANSYAH/RADAR BOGOR
BLOKIR JALAN: Massa aksi sempat memblokade Jalan Ir. H. Juanda, tepat di depan Balai Kota Bogor, sehingga arus lalu lintas lumpuh total, Kamis (22/1).
2 Kota Bogor. Foto:
Kota Bogor menggandeng
masyarakat dan
LAYANAN: Warga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis di Kantor Imigrasi Kelas
Non TPI Bogor.
Angkot
Banyak
ALASAN PENOLAKAN

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.