Tugas B.3


AREA JALAN KENDARAAN
Area lahan berada di kawasan Jl. Mesjid Al Huda no.12, Kby. Lama
Utara, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12220.
Luas lahan : 22 000 M²
KDB : 55% → 12 100 M²
KLB : 6 26 → 137 720 M²
KTB : 60%
KDH : 20%
TB : 8 lantai
STASIUN KEBAYORAN
Di samping lahan terdapat salah satu sarana transportasi yaitu stasiun kereta yang cukup ramai digunakan dan dapat menjadi akses menuju lahan dengan mudah
PASAR BARANG BEKAS DAN KIOS JUALAN KECIL
Di sekitar lahan terdapat beberapa kios berjualan makanan maupun warung kecil serta pasar yang menjual barang-barang bekas Hal ini menimbulkan keramaian dan kebisingan terhadap lahan
SKYBRIDGE
Terdapat skybridge yang menghubungkan stasiun kebayoran dengan halte Transjakarta Fasilitas ini memudahkan masyarakat untuk berpindah sarana transportasi.
BANGUNAN APARTEMEN LAIN
Dengan adanya apartemen kelas atas yang terletak dalam radius 500 meter dari lahan dapat menaikan harga tanah serta dapat mempengaruhi desain rancangan yang tidak kalah saing
KRL
Transjakarta
Pedestrian
La u lintas
Vegetasi yang terdapat di sekitar lahan ada bagian yang terlihat minim dan ada bagian yang memiliki pepohonan dan tanaman cukup banyak
Analisis
Menambahkan pohon peneduh terutama di sisi yang minim dengan vegetasi untuk meningkatkan kenyamanan termal dan memperkuat identitas ruang hijau Dapat ditambahkan area taman untuk area rekreasi pengguna serta menjadi area serapan
Berdasarkan data dari BMKG, arah angin yang memasuki lahan berhembus dari arah barat daya
Analisis
Memanfaatkan cross ventilation dalam bangunan dengan memberikan bukaan atau dengan memberikan jalur angin di antara massa bangunan
Lahan dikelilingi oleh jalan lalu lintas untuk kereta, mobil dan bis.
Untuk area pedestrian cukup panas untuk dilalui karena tidak ada sarana peneduh dan minim nya vegetasi yang dapat menjadi salah satu peneduh serta ada sisi dari lahan yang tidak memiliki area pedestrian jadi cukup bahaya karena berjalan bersampingan dengan kendaraan
Analisis
Mengurangi efek kebisingan dengan memberikan buffer seperti buffer vegetasi dan menyediakan akses yang mudah bagi pengguna yang ingin menggunakan sarana transportasi umum atau bagi yang ingin memasuki lahan
Sisi lahan yang berdekatan dengan stasiun menghadap barat sehingga saat berjalan terasa terik dan saat berjalan di sisi lahan satu nya terasa lebih tidak terik
Analisis
Menggunakan shading (kisi-kisi) di sisi barat fasad untuk meredam panas dan silau
Pada bagian barat lahan terdapat stasiun KRL sehingga memberikan kesan yang tertutup dan sempit Bagian ini lebih baik dijadikan sebagai area sirkulasi antar lahan dengan sarana trasportasi Pada bagian no 2 terdapat deretan pasar dan usaha berjualan kecil yang terlihat kumuh sehingga tidak baik untuk dijadikan arah view Pada bagian timur lahan adalah area yang lebih terbuka karena menghadap jalan raya
Analisis
Orientasi pemandangan utama bangunan dapat mengarah ke timur untuk memberikan pemadangan yang luas untuk pengguna
Dikarenakan lahan dekat dengan sekolah dan kantor maka salah satu target pengguna untuk proyek ini adalah keluarga. Oleh karena itu disediakan fasilitas seperti area taman yang di lengkapi dengan taman bermain anak dan jogging track yang dapat digunakan untuk berolahraga bersama.
Selain keluarga, target pengguna untuk proyek ini adalah pekerja kantoran karena selain lahan dekat dengan kantor, lahan juga berdekatan dengan sarana transportasi yang memungkinkan mereka untuk mencari tempat tinggal yang tidak terlalu jauh dari kantor mereka. Oleh karena itu disediakan fasilitas seperti co working space cafe yang dapat digunakan untuk bekerja, taman untuk refreshing, jogging track dan gym untuk berolahraga.
Bagi penghuni dewasa, aktivitas bekerja bisa dilakukan di kantor maupun dari unit apartemen itu sendiri (WFH), sehingga diperlukan fasilitas pendukung seperti coworking space cafe atau unit yang mendukung Untuk anak-anak atau anggota keluarga lain yang bersekolah, dibutuhkan area belajar yang nyaman seperti taman yang dilengkapi dengan area bermain anak dan jogging track yang mengelilingi lahan Di luar jam produktif, penghuni memerlukan ruang untuk beristirahat, bersantai, hingga berinteraksi sosial dengan penghuni lainnya Oleh karena itu di sediakan fasilitas seperti laundry bersama, gym, taman bermain anak, hingga area publik yang mendorong interaksi sosial
Sebagai pihak yang memastikan keberlangsungan dan kenyamanan hunian, pengelola memiliki aktivitas utama berupa memberikan pelayanan dan servis yang optimal kepada para penghuni. Aktivitas ini mencakup pengelolaan operasional bangunan seperti kebersihan, keamanan, pengelolaan air dan listrik, serta pengaturan sistem pembuangan sampah. Untuk itu, diperlukan ruang servis seperti ruang panel, ruang pompa, ruang pengelolaan sampah, serta kantor manajemen bangunan yang strategis dan mudah diakses. Selain itu, pengelola juga bertanggung jawab memastikan aksesibilitas yang baik dalam kawasan apartemen, baik untuk penghuni maupun tamu, sehingga area sirkulasi, lobby, dan pos keamanan juga menjadi bagian penting dari kebutuhan ruang yang harus disediakan
Mendesa n taman sebagai area publik bagi penghuni yang dapat digunakan untuk berbagai kalangan dari anak kecil hingga dewasa serta menyediakan jogg ng track
Untuk meresponi arah fasad yang mengarah ke arah barat maka akan diberikan kisi-kisi agar unit tidak terasa panas saat sore hari
Meletakan area hijau diantara bangunan massa untuk dijadikan area resapan dan fasil tas seperti taman
Memanfaatkan area atas podium sebagai area untuk taman fasilitas dan area hijau
Dengan memaksima kan pergerakan angin dan menggunakan bukaan yang besar
Menyediakan peneduh untuk pengguna untuk merespon suasana tapak yang panas dengan kanopi atau vegetasi sepert pohon
Massa berbentuk balok horizontal utuh sebagai bentuk awal dari bangunan
Massa kemudian ditumpuk secara vertikal untuk menciptakan zonasi fungsi yang lebih jelas bagian podium di bawah difungsikan sebagai area publik seperti lobby dan fasilitas umum, sementara bagian atas dimanfaatkan sebagai area hunian.
Untuk menciptakan hubungan yang lebih baik antara bangunan dan pengguna, sekaligus meningkatkan kualitas ruang, area atap podium dirancang sebagai taman hijau terbuka berfungsi sebagai ruang interaksi sosial dan relaksasi.
Sirkulasi dalam bangunan apartemen ini dirancang dengan konsep doubleloaded untuk unit hunian, di mana unit-unit hunian diletakkan pada kedua sisi koridor sirkulasi. Konsep ini dipilih untuk mengoptimalkan jumlah unit per lantai serta memaksimalkan efisiensi tata ruang pada lahan yang terbatas. Untuk sirkulasi vertikal, bangunan dilengkapi dengan lift sebagai akses utama penghuni serta tangga darurat.
Bangunan menggunakan pondasi bore pile sebagai struktur bawah
Sistem utilitas air pada bangunan ini dirancang dengan memanfaatkan kembali gray water Air bekas pakai yang telah disaring ini akan digunakan kembali untuk menyiram tanaman dan keperluan toilet
Penyaluran air menggunakan sistem downfeed, yaitu memanfaatkan gaya gravitasi dari penampungan air di atas untuk mendistribusikan air ke unit-unit di bawah, sehingga tidak perlu menggunakan listrik yang terlalu besar untuk pompa.
Struktur bangunan menggunakan ko om dan balok beton bertulang