Skip to main content

ilovepdf_merged (1)

Page 1


"Equality is not a weakness, but the true foundation of strength that builds a just and peaceful world."

ANONYMOUS READER

Tema

Amanat

Mengenaikesetaraangenderyang dibungkusdenganpetualanganfantasi

Kesetaraanbukanlahkelemahan melainkanfondasidariterbentuknya persatuanyangmemberikankekuatan bagikita

01 tokoh & karakter

MC: Dokja, Rachel ( baik, tak mau menyerah, selalu berusaha yang terbaik untuk mengembalikan martabat para perempuan) karakter sampingan: kelompok revolusi dokja ( mau berjuang, tak gentar untuk melawan tirani skenario) tokoh antagonis: skenario, pengikutnya ( licik, sombong, merasa perbuatannya adalah yang paling benar)

02

03

Alur cerita

Awal berubahnya dunia menjadi seperti sebuah novel berlatar kerajaan di masa lalu - pertemuan Kim dokja dengan Rachelmencari jawaban akan kejadian yang terjadi - perjuangan mengembalikan martabat perempuan - pertemuan pertama dengan skenario - pertempuran pecah - mencari cara untuk mengakhiri dunia buatan skenario - menemukan jawaban dan melakukan proses penyelesaian narasi atau chapter terakhir pada cerita - pengorban dokja dan dunia yang berubah kembali menjadi sesuai keinginan dokja yang ingin dunia damai dan sejahtera

Latar

Tempat: dunia modern, dunia era kerajaan kuno

Waktu: masa lampau era kerajaan kuno

suasana: kelam, sedih, senang, bahagia

ANONYMOUS READER

Perubahan dunia menjadi dunia pada era perbuatan sebuah sistem bernama skena mewujudkan keinginannya agar dunia di sebagai faksi yang dianggap lebih baik d

04

Konflik utama

05 kutipan penting

Pengorbananya dikenang bukan karena kekuasaan, melainkan karena dia telah dunia bahwa **kesetaraan bukanlah ke fondasi kekuatan sejati** Meski dunia b kenangan akan masa lalu tetap terting **pelajaran**, bukan luka

Anonymous Reader

Di sebuah kota modern, hiduplah seorang pria bernama Kim Dokja, seorang karyawan kantoran biasa di perusahaan swasta ternama Di balik rutinitasnya, Dokja memiliki satu kegemaran: membaca novel fantasi berlatar dunia kerajaan. Ia selalu tenggelam dalam kisah penuh aksi, siasat, dan perjuangan dalam tatanan dunia kuno

Suatu hari, sepulang kerja, sebuah kejadian aneh terjadi. Bus yang ditumpanginya berhenti mendadak Mobil-mobil di depan saling bertubrukan, dan orang-orang berlarian keluar panik Saat Dokja mencoba mencari tahu, pemandangan di sekelilingnya mulai berubah Jalan-jalan beton menghilang, digantikan oleh jalanan tanah, bangunan kuno, dan langit yang seolah berganti warna. Dunia telah berubah.

Dokja menyadari bahwa ia kini berada dalam dunia kerajaan seperti dalam novel yang biasa ia baca Namun, ada sesuatu yang jauh lebih mengerikan: dunia ini diatur oleh sebuah sistem misterius bernama "Skenario", yang membagi peran manusia berdasarkan gender. Dalam sistem ini, pria dianggap pemimpin mutlak, sementara wanita hanya pelengkap tanpa hak, tanpa kebebasan

Kekacauan pun melanda Peradaban runtuh dalam waktu singkat Manusia kehilangan akal sehat dan rela melakukan apa pun demi bertahan hidup Banyak wanita ditindas, dijadikan budak, bahkan diburu hanya karena mereka dianggap "beban" oleh sistem

Beberapa bulan berlalu, namun dunia sudah mulai dikuasai oleh satu kekaisaran yang paling tinggi dari semua kerajaan maupun kekaisaran lain di dunia novel ini Kekaisaran ini merupakan pengikut paling setia Skenario. Kekaisaran tersebut bernama **Conqueror**, yang berarti "Penakluk", sesuai dengan kekuasaannya yang paling besar dan telah menginvasi hampir seluruh dunia novel ini

Di tengah dunia yang keras ini, seorang wanita tangguh bernama Rachel berjuang sendirian demi bertahan hidup Saat berburu kebutuhan sehari-hari, ia menemukan Dokja yang tampak kebingungan dan linglung Dokja mengatakan bahwa ia merasa baru berada di dunia itu selama beberapa menit

Rachel terkejut

“Itu tidak mungkin Dunia ini sudah seperti ini selama berbulan-bulan Bagaimana bisa kau baru merasa datang hari ini?”

Dokja pun perlahan mengingat, dan gumamnya keluar lirih, “Tak masuk akal ini seperti novel yang aku baca tapi ini nyata? Itu tidak mungkin ”

Karena rasa iba, Rachel membawa Dokja ke tempat perlindungan Di sana, Dokja tinggal beberapa bulan, beradaptasi, dan perlahan mulai menyusun kembali ingatannya Dunia ini memang memiliki banyak kesamaan dengan novel yang ia baca, tapi dengan satu perbedaan mencolok: perempuan dalam dunia ini benar-benar tertindas, lebih parah dari fiksi mana pun yang pernah ia baca

Seiring waktu, Dokja memutuskan untuk tak hanya mencari jawaban, tetapi juga mengubah dunia Bersama Rachel dan kelompok kecil yang mereka bentuk, mereka menyelamatkan

Anonymous Reader

para wanita yang diculik, menumbuhkan rasa persaudaraan antarsesama manusia, dan menanamkan gagasan bahwa semua manusia berhak untuk hidup dan dihargai, tanpa memandang gender.

Berbulan-bulan mereka bertarung, menjelajah, dan membebaskan wilayah demi wilayah dari cengkeraman Kekaisaran Conqueror yang memanfaatkan kemampuan Skenario untuk menguasai dunia novel ini

Suatu malam, Dokja merasakan kehadiran yang aneh Suara menggema dalam pikirannya Itu adalah **Skenario**, entitas yang mengendalikan dunia ini. “Kau adalah anomali, Kim Dokja Aku tidak bisa mengendalikanmu dan orang-orang yang telah berhubungan denganmu Dunia ini seharusnya dipimpin oleh pria Wanita tidak berguna dalam narasi yang kuatur”

Dokja mengepalkan tangannya dan membalas dengan kemarahan, “Sekarang aku tahu siapa kau Akan kucari dan kuhancurkan kau, bahkan jika harus ke ujung dunia. Dan beraninya kau menyebut mereka tidak berguna? Tanpa mereka, aku bahkan tidak akan bertahan Aku akan memulihkan dunia ini!”

Dokja menceritakan kejadian tersebut pada Rachel Rachel merasa marah karena kehidupannya hancur hanya karena keinginan untuk menindas kaumnya dan menguasai dunia agar sesuai narasi buatannya

Dokja dan Rachel mulai mencari keberadaan Skenario melalui ingatannya mengenai novel. Dokja dengan susah payah mencari petunjuk. Walau sulit, dia pasti akan membalas perbuatan Skenario yang telah mempermainkan kehidupan mereka semua

Skenario yang mulai muak akan perbuatannya dan percakapannya dengan Dokja malam itu, memerintahkan Kekaisaran Conqueror untuk melenyapkan Dokja, Rachel, dan seluruh kelompoknya secepatnya, dan menamai tugas ini sebagai **“Extinction”**

Setelah perintah itu, Kekaisaran Conqueror mulai melaksanakan tugasnya dan memerintahkan beberapa kerajaan kecil untuk mencari keberadaan Dokja dan kelompoknya

Akhirnya, setelah beberapa hari pencarian, Kekaisaran Conqueror menemukan keberadaan Dokja, Rachel, dan kelompoknya yang sedang mencari petunjuk di sebuah altar kuno yang mereka temukan sesuai ingatan Dokja mengenai novel Pertempuran tak lagi bisa dihindarkan. Mereka bertempur dengan kemampuan yang terbatas. Walaupun sangat sulit, Dokja dan kelompoknya berusaha sekuat mungkin untuk melawan Mereka tak bisa lagi menahan serangan Conqueror secara terus-terusan Mereka semua melarikan diri untuk membuat rencana yang matang

Sebelum pergi, Dokja dan Rachel membaca sebuah tulisan pada altar kuno yang mereka temukan dan menemukan sebuah jawaban Setelah itu, mereka langsung pergi menyusul kelompoknya.

Anonymous Reader

Tiga tahun berlalu Segala persiapan sudah dilakukan Dokja sudah menyadari maksud dari tulisan kuno pada altar yang ditemukannya tiga tahun lalu Tertulis, untuk mengalahkan Skenario diperlukan **pengorbanan seseorang** yang akan menjadi kekuatan untuk mengalahkan Skenario dan menjadi penopang dunia baru yang akan dibentuk oleh orang yang sudah berkorban

Dokja pun bersiap untuk mengorbankan dirinya agar dunia bebas dari kendali Skenario Namun, entitas itu mengetahui rencananya Dengan melihat narasi yang sudah disiapkannya menjadi berantakan, Skenario mencoba untuk menggagalkan rencananya dengan memerintahkan Kekaisaran Conqueror yang masih setia padanya untuk membunuh

Dokja Saat pertempuran kembali terjadi untuk terakhir kalinya, satu hal tak terduga terjadi

Dokja melakukan ritual untuk mengakhiri narasi dunia novel ini untuk selamanya dengan menggunakan nyawanya sendiri sebagai pemicu terjadinya **Chapter Terakhir** dalam sistem Skenario Dokja berbicara dengan Rachel untuk terakhir kalinya, “Aku hanya ingin mengatakan hiduplah dengan baik di dunia kita nanti Walau aku tak akan ada lagi denganmu, tapi aku akan selalu ada, melihatmu dari sisi lain.”

Dunia mulai terbentuk kembali, menyusun ulang menjadi dunia yang diinginkan oleh

Dokja dunia di mana tak ada perpecahan, dunia tanpa diskriminasi gender Dalam dunia yang baru ini, orang-orang melupakan kejadian yang terjadi di dunia novel. Namun, Rachel dengan jelas masih mengingatnya dan berusaha kuat untuk melanjutkan keinginan Dokja: untuk hidup dengan baik di dunia buatannya Dunia menyadari arti sesungguhnya dari **kemanusiaan**. Skenario runtuh. Para pengikutnya menghilang. Sistem gender yang timpang terhapus.

Dunia kembali ke bentuknya yang damai Tidak seperti dulu, namun jauh lebih baik Kini, semua orang baik pria maupun wanita memiliki hak yang setara. Mereka membangun ulang peradaban berdasarkan kerja sama dan penghargaan terhadap satu sama lain

Kim Dokja diabadikan sebagai **pahlawan** Pengorbananya dikenang bukan karena kekuatan atau kekuasaan, melainkan karena dia telah mengingatkan dunia bahwa **kesetaraan bukanlah kelemahan, tetapi fondasi kekuatan sejati**

Meski dunia berjalan damai, kenangan akan masa lalu tetap tertinggal sebagai **pelajaran**, bukan luka

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook