Menurut data Jambeck (2015), Indonesia menempati urutan kedua sebagai 'penyumbang' sampah plastik ke laut terbanyak di dunia. Hal ini menjadi semakin meresahkan dengan bertambahnya konsumsi plastik setiap harinya di Indonesia.
Mahasiswa, yang dikenal sebagai agen perubahan yang kritis terhadap sekitar, memiliki peran yang besar terhadap pengurangan penggunaan plastik. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk kritis terhadap isu sosial, tetapi juga terhadap lingkungan. Ambisi jangan dihabiskan pada sektor akademik dan sosial saja, tetapi baiknya dicurahkan juga pada lingkungan.
Gerakan dan pangkuan tangan dari mahasiswa diperlukan dalam membantu pengurangan penggunaan plastik. Jangan sampai kecintaan terhadap lingkungan berhenti di unggahan Instagram saja. Lakukan aksi nyata demi terbangunnya kembali lingkungan yang bersih secara nyata, bukan secara maya. Baca artikel selengkapnya di ULTIMAGZ Mei-Juni 2019: Mahasiswa dan Sampah Plastik!