Skip to main content

art exhibition catalog (UMARMOYO) 2022

Page 1

UMARMOYO Melihat

Kembali

Kesenian

Rengganis


UMARMOYO Katalog Pameran Lukisan

Katalog ini diterbitkan sebagai bentuk dari proses kegiatan kami dalam pameran Lukisan yang bertajuk “UMARMOYO: Melihat Kembali Kesenian Rengganis” yang dilaksanakan pada tanggal 14 - 20 Mei 2022 di Galeri Widyamawangi.Art. Tidak dibuat untuk tujuan komersial. Hak cipta © setiap tulisan, foto dan karya dimiliki oleh setiap pembuatnya.

Seniman Pameran UMARMOYO: Iqbal WPA. Yusuf Maulidi M. Dicky A. Fanina Salsabila A. Nur Faizin

Disebarluaskan dalam bentuk Media cetak dan elektronik.

Master of Ceremony: Majlis Susa’adah

Kurator: Hamdan Tamimi Desain Sampul: Majlis Susa’adah Punyunting: Hamdan Tamimi Kolaborator: Widyamawangi.Art Enter.Std Seleras Production Muralist Banyuwangi Peraih Cahaya Fanina Collection Diterbitkan oleh: Seleras Production Katalog ini dapat disebarluaskan secara bebeas melalui lisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-NC-SA 4.0)

Pemantik Diskusi: Gus Reza Pengasuh Pondok Ponpes Cemoro, Kec. Songgon Sutradara Kesenian Rengganis Seniman dan Musisi Kolobarator: Mr. Kingkong Balya Aldho Elis Dea Ilham Ainur Akbar Lutfi Silmy Amjad Bayu Topan Yazid Rozak Arima Gilang Ucapan Terimakasih Bapak Sarto Keluarga Aparat Desa Setempat Seluruh Warga Simbar Seniman Paras Blambangan dan semua teman-teman yang tidak bisa disebutkan satu persatu telah datang dan mensuport kegiatan pameran lukisan UMARMOYO 2022.


Daftar Isi Catatan Kuratorial Karya Seniman Catatan Diskusi Dokumentasi Kegiatan Pameran


Catatan Kuraorial oleh: Hamdan Tamimi

Dari Hikayat Menuju Kesenian Dalam perjalanan sejarah karya sastra di Indonesia memliki banyak karya salah satunya “Serat Menak” dalam kebudayaan Jawa dan penyembutan dalam kebudayaan melayu adalah “Hikayat Amir Hamzah”, dimana diadaptasi dari “Cerita Amir Hamzah”. Dalam perkembanganya Cerita Amir Hamzah tidak hanya diadopsi oleh orang Indonesia saja melainkan dari berbagai negara seperti dalam bahasa Turki “Hamsaname”, bahasa Hindustan “Quissa-i Amir Hamza”, dan bahasa Benggali “d’Amir Hamzah”. Cerita Amir Hamzah sendiri adalah karya sastra yang menceritakan peristiwa pada abad ke 7 M tentang kepahlawan Paman Nabi Muhammad SAW yang bernama Amir Hamzah bin Abdul Muthalib. Dalam perkembangannya cerita kepahlawanan Amir Hamzah ini mengilhami seorang penulis epos “karya sastra tradisional yang menceritakan tentang kisah kepahlawanan”. Kebangsaan Parsi, oleh karena itu dia mengubah sebuah epos kepahlawanan Amir Hamzah kedalam bahasa Parsi menjadi “Qissa’I Emir Hamza” yang terdiri dari 71 sampai 73 cerita. Dikutip dari tulisan Tatik Harpawati dalam transformasi cerita serat menak dalam pertunjukan Wayang Golek Menak: “Pertunjukan Wayang Golek Menak bersumber dari Serat Menak yang mengisahkan kepahlawanan tokoh Amir Hamzah dalam menyebarkan agama islam. Cerita Amir Hamzah mula-mula digubah dalam sastra Arab dan Persia kemudian tersebar ke daerah Melayu dalam bentuk Hikayat Amir Hamzah. Hikayat itu dalam kesustraan Jawa disadur menjadi Serat Menak. Cerita menak tersebar luas dan dikenal melalui saduran R Ng. Yadasipura I. Balai Pustaka

menerbitkan saduran tersebut dalam 24 bagian (46 jilid). Cerita menak sangat digemari masyarakat dan lebih popular lagi setelah diangkat dalam pertunjukan wayang golek menak. Adanya kemiripan dalam penampilan Wayang Golek dan Kesenian Rengganis yang sama-sama mengambil cerita Amir Hamzah. Dan Serat Menak yang ditulis oleh Ki Carik Narawita atas perintah dari Permaisuri Paku Buwono I pada tahun 1715 M. tersebar luas dan dikenal melalui suduran Raden Ngabei Yadasipura I yang pertama kali dipublikasikan oleh C.F Winter (Seorang Linguis Hindia Belanda yang banyak bekerja sama dengan Ranggawasita dalam menulis berbagai kitab pertama yang menghubungkan kesustraan Jawadan Barat), pada tahun 1854, kemudian pada awal tahun 1923, Van Dorp Semarang (percetakan pertama yang ada di Semarang) atas usaha Raden Pandji Djaja Soebroto menerbitkan edisi dalam 7 bagian dengan tulisan Jawa. Akhirnya Balai Pustaka antara tahun 1933 sampai 1941 menerbitkan Serat Menak Yasadipura I dalam tulisan Jawa dalam 24 bagian terdiri dari 46 jilid. Kesenian Rengganis atau biasanya orang menyebut Praburoro ataupun Umarmoyo adalah lakon yang ada dalam pegelaran. Dalam proses terciptanya kesenian ini cukup panjang dimulai dari karya sastra yang ditulis oleh penulis epos Parsi, yang kenudian dalam perjalanya sampai ke nusantara ini pertama dari tanah Melayu yang mengdopsi dari Cerita Amir Hamzah dan ketika di Melayu menjadi Hiakayat Amir Hamzah, lalu dalam penyabaran islam di tanah Jawa cerita ini terus menerus ditulis dalam sebuah karya sastra Jawa yang dikenal dengan Serat Menak. Dan akhirnya sampai bentuk adaptasi karya pementasan seperti Wayang Golek dengan sampai Wayang Orang Menak dari fragmen Wayang Orang, dengan merubah nama lakon, alur cerita, kostum dan lantunan music dalam pegelaran Kesenian Rengganis.


Air dan Nadi itu Guru (membuat Umar Moyo bisa Menemukan Makna Kesenian Sam- itu terbang). Dan masih banyak lagi lakon musuh dari Jaypai Hilangnya Kesenian eng Rono dan Umar Moyo dalam Kesenian Renggaanis, Dalam pementasan kesenian Rengganis ini cerita yang paling sering adalah tentang cerita Umar Amir. Pementasan Umar Amir dalam Kesenian Rengganis diawali dengan lantunan lagu dari Sinden yang diiringi Gamelan Banyuwangi, lalu setelah itu masuknya Ledang-Ledung (tarian yang dibawakan wanita secara bersama-sama dengan diiringi oleh musik gamelan) setelah ledang ledung selesai dilanjutkan pada puncak pementasan yakni cerita Umar Amir yang mengisahkan tokoh kepahlawanan Amir Hamzah dan Umar Umayah yang diadaptasi dari Serat Menak, Hikayat Amir Hamzah, ataupun Cerita Amir Hamzah yang ada di Timur Tengah dan Persia. Cerita Umar Amir sendiri yang ada dalam pementasan ini adalah perjalanan dari dua pemuda yang bernama Jayeng Rono dan Umar Moyo ini satu Ibu beda Bapak terus disuruh Mondok di Timur Tengah untuk mencari ilmu, setelah selesai mencari ilmu di Timur Tengah lalu mereka berdua pun melakukan perjalanan pulang ke Kuparman. Singkat cerita Jayeng Rono pun ketika sampai di Kuparman diangkat menjadi Raja dan Umar Moyo diangkat sebagai Adipati, dalam perjalanan Jayeng Rono memimpin kerajaan Kuparman ini berperang melawan Lamtanus dan Lamdahur, si Lamtanus ini digambarkan raja yang kafir dan si lamdahur ini sebagai adipati yang kafir juga. Dalam peperangan dimenangkan oleh Jayeng Rono dan Umar Moyo dalam melawan kekafiran Lamtanus dan Lamdahur, karena Jayeng Rono mempunyai ajian Petak Ambyah dan Cemeti Samandiman( Cemeti Sahabat Iman) Payung Umbul Nogo dan Umar Moyo ini mempunyai Kasang Tirto nadi diartika Kasang itu Wadah, Tirto

sampai akhirnya semua kalah dan bisa mendirikan negara Kuparman. Dalam pementasan Kesenian Rengganis ini mengalami proses saduran yang sangat panjang sampai bisa menjadi kesenian Rengganis sabagai salah satu media dakwah Islam dalam penyebarannya di Banyuwangi. Saat pementasan pun tanpa mengurangi nilai esensi baik yang ada dalam Serat Menak, Hikat Amir Hamzah, sampai Cerita Amir Hamzah. Dikutip di news.detik.com bahwasanya Kesenian drama asli Banyuwangi ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Dalam penetapan kesenian yang berkembang pada masa kerajaan Mataram Islam ini bertujuan untuk upaya pelestarian kekayaan budaya Jawa Timur. Dan sertifikat ini sudah diterima langsung oleh Ir. Edy Mulyono sabagai kepala Bidang Produk Wisata Disbudpar Banyuwangi dalam acara East Java Tourism Award 2021 di Hotel Grand Mercure, pada jum’at malam di Malang (10/12/2021). Tapi dalam kenyataanya Kesenian Rengganis bisa dikatakan “Mati Suri, Hidup Enggan Mati tak Mau” (Dikutip dari Alek Lokomulyo “Budayawan Banyuwangi”, Youtube BPNB D.I Yogyakarta “Kesenian Rengganis Banyuwangi, Jawa Timur”) itu benar adanya dalam keberadaan Kesenian Rengganis ini. Masih banyak yang tidak mengetahui Kesenian Rengganis itu seperti apa? Banyak hal yang menyebabkan orang tidak tahu dan tidak peduli lagi dengan kesenian salah satunya dengan lajunya arus modernisasi di Indonesia saat ini terutama remaja yang sekarang lebih mengutamakan bermain Gawai daripada memahami nilai nilai luhur dari nenek moyang yang telah secara turun temurun, ketika warisan ini tidak diteruskan dan


tidak diarsipkan bisa menyebabkan hilangnya kebudayaan ini sendiri nantinya. Lalu derasnya arus informasi yang masuk ke Indonesia juga menyebabkan banyak orang yang tidak tahu bahwasnya kita mempunyai kesenian yang menarik terutama Kesenian Rengganis ini yang banyak memeliki nilai nilai kepahlawanan Amir Hamzah dan Umar Umayah. Ketika banyak anak remaja yang sekarang lebih meniru tren kekinian sperti barat dan korea yang lagi marak sekarang ini menyababkan mereka lupa bahwasanya mereka mempunyai kultur yang telah diturunkan oleh nenek moyang, padahal kutur kita dilirik oleh bangsa luar dan banyak juga bangsa luar berbondong-bondong untuk mempelajari kebudayaan kita ini. Itulah yang menyebabkan masih banyak orang dan remaja yang tidak tahu akan kekayaan kebudayaan yang kita memiliki. Ini tidak menyalahkan kebudayaan Barat atau Korea yang masuk di Indonesia, yang menjadi perhatian disini adalah sebagai orang yang hidup di jaman milenial ini dapat berdampingan dengan harmonis antara kebudayaan modern dengan kebudayaan yang kita miliki ini agar tidak tergerus dan hilang ditelan jaman

Melihat Sosok Kepahlawanan Umarmoyo Dalam Lukisan Pameran ini mempertemukan antara Kesenian Rengganis dengan Seni rupa. Sejarah Kesenian Rengganis sendiri jika dilihat kembali mempunyai makna yang sangat dalam, tidak hanya itu Kesenian Rengganis juga mempunyai sejarah Panjang dan mempunyai makna dakwah dalam penyebaran agama Islam.

Pameran ini ada karena keresahan seorang mahasiswa Seni Rupa UM yang ingin mevisualkan Kesenian Rengganis dengan lukisan yang dia buat. Tidak hanya lukisan dari Iqbal saja yang akan dipamerkan tapi ada juga Instalasi dalam pameran kali ini ada beberapa Seniman yang ikut kolaborasi dalam acara antaranya Yusuf, Dicky, Fanina, dan Faizin. Dan ada beberapa program publik yang bisa di ikuti para penonton. Kesenian tersebut merupakan seni pertunjukan berasal dari Kerajaan Mataram Islam, maka tak heran jika terdapat unsur-unsur Islam dalam kesenian tersebut. Hasil wawancara bersama Saniman selaku lakon Umar moyo menyatakan bahwa terdapat mantra yang diucapkan Umar Moyo ketika menggunakan kekuatannya dari senjata pamungksanya yaitu kasang Tirta Nadi. Ucapan mantra Umar Moyo sebagai berikut: “LaillahHailalloh Nabi Ibrohim Kamilulloh. Mbal-Gambal Mustokomalih. Sang Kasang TirtoNadi, akun jaluk panguasa muka sangiso …..”. Dari mantra yang diucapkan Umar Moyo dimaksudkan sebagai do’a terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Ini adalah salah satu yang bisa dicontoh dalam Kesenian Rengganis. Di ruang utama menyuguhkan karya-karya lukisan dari Iqbal WPA, dan beberapa teman yang lain, dikanan ruangan ada ruangan lagi yang menyuguhkan Instalasi yang sangat ekspresif dalam pembuatanya. Dibelakang ruang utama ada beberapa lukisan dari keluarga besar Pak Sarto yang bisa dinikmati.


Kumpulan Karya Seniman


Iqbal WPA. Kulo Nyuwun Panguasamu 70x90


Kulo Nyuwun Panguasamu 70x90 2022 Cat Minyak diatas Kanvas Surealisme Lukisan ini menggambarkan lakon Umarmoyo sabagai orang yang terpandang digambarkan oleh objek bola mata berjumlah 7 yang menyoroi Umarmoyo. Angka 7 sendiri dianggap baik yang dimaksudkan bahwasanya Umarmoyo ini adalah tokoh yang baik (Protagonis) Tetapi Umarmoyo sendiri masih memiliki rasa sombong karena dia punya Kasang Tirto nadi, Kasang sendir berarti Wadah, Tirto itu Air, dan Nadi itu Guru yang berarti memeliki gurunya air, perumpamaan ini arti sebenarnya adalah ajian sabagi berikut “LaillahHailalloh Nabi Ibrohim Kamilulloh. Mbal-Gambal Mustokomalih. Sang Kasang Tirto Nadi, akun jaluk panguasa muka sangiso …..”. Dari mantra yang diucapkan Umar Moyo dimaksudkan sebagai do’a terhadap Tuhan Yang Maha Esa Dan ikan bersayap dimaksudkan sebagai bukti Kuasa Tuhan


Iqbal WPA. Death Line 70x90


Death Line 70x90 2022 Cata Minyak diatas Kanvas Surealisme Gagasan isi karya seni memuat penjelasan padat tentang kandungan isi jiwa karya seni.Pelukis mengangkat tema manusia sebagai ciptaan Tuhan, yang memiliki tujuan diperintah untuk menaati perintahNya dan mejauhi larangannya. Pelukis memiliki tujuan untuk meengkespresikan kiat-kiat hidup diri pelukis yang didalamnya terkandung makna kehidupan dan kematian, bahwasanya manusia adalah yang hidup akan mengalami kematian dan akan kembali kepadanya, semua hal yang diperbuat semasa hidup akan dipertanggung jawabkan diakherat kelak. Bukan berarti manusia hidup bisa seanaknya menindas yang lemah dan sombong dimuka bumi ini. Hakikatnya makhluk yang hidup di bumi ini akan kembali ke sang Kholiq yakni Tuhan Yang Maha Esa.


Iqbal WPA. Death Line 70x90


Harapan Baru 70x90 2022 Cata Minyak diatas Kanvas Surealisme Harapan seorang Pengrawit terhadap generasi muda untuk mengenalkan Kesenian Rengganis agar bisa kembali Lestari Maksut dari jari yang membungkam mulut tetapi tidak ada mulut dapat diartikan sebagai keadaan Kesenia Rengganis saat dimana kesenian ini tidak pernah dibicarakan, tetapi kalau pun dibicarakan Kesenian ini terasa asing sehingga masih tetap kalah Eksistensi dengan Kesenian yang lain seperti Janger, Gandrung, Jaranan yang sering dipentaskan. Bagian paling belakang digambarkan pelaku kesenian Rengganis yang sudah berumur dan banyak yang sudah meninggal tanpa ada yang minat. Dan harapanya para pelaku Kesenian ini bisa melestarikan kembali Kesenian Rengganis di Jaman sekarang.


Iqbal WPA. Death Line 70x90


Dilucuti 70x90 2022 Cata Minyak diatas Kanvas Surealisme Lakon burung Garuda pada lukisan ini digambarkan tanpa busana yang memiliki arti bahwasanya Kesenian Rengganis hampir punah karena kalah Eksistensi dengan Kesenian lainya yang ada di Banyuwangi. Sehingga secara tidak langsung merasa Kesenian Rengganis ini telah dilucuti.


Iqbal WPA. Death Line 70x90


Petak Ambyah Cemeti Samandiman 70x90 2022 Cata Minyak diatas Kanvas Surealisme Dalam lukisan ini menceritakan tentang Jayang Rono yang memiliki ajian petak ambyah setela dari mondok di Bleki denn digambarkan dengan kepala jayeng rono yang dimaksudkan memiliki ilmu dikepalanya. Lalu maksud kuda berkepala buto dan ada Pecut ini adalah sebagai penyeimbang ajian Petak Ambyah agar Jayeng Rono ketika pulang bisa menjadi Raja dikerajaan Kuparman.


Iqbal WPA. Kafir 90x70

Kafir 90x70 2022 Cata Minyak diatas Kanvas Surealisme Lukisan ini menggambarkan tokoh Lamdahur yang berwatak Antogonis seperti halnya Tokoh Werkudara diwayang Purwa Mahabharata. Kenapa ada 7 kelapa lamdahur ini menjelaskan bahwasanya menunjukan dalam bahasa jawa 7 itu Pitu atau Pitulungan (Pertolangan). Dimaksudkan lakon Lamdahur ini sudah diberikan Pertolongan tentang kebenaran ke Esaan Tuhan, tetapi lamdahur menolak atau bisa kufur (Kafir).


Faizin 90x70

90x60 2022 Cata Minyak diatas Kanvas Surealisme


Yusuf M. Pengirim Do’a 70x90


Pengirim Do’a 70x90 2022 Cat Minyak diatas Kanvas Surealisme Dengan Objek Kuda, manusia, Surat dan tangan, secara umum lukisan ini dimaksudkan untuk membawa penikmat kepada suatu pengalaman spiritual. Ide dasar karya lukis ini adalah tawasul dan Surah Al Fatihah untuk mengekspresikan pengalaman penulis yang berkaitan dengan dasar ayat ayat surah al fatihah ke dalam bentuk visual imajinasi Penggambaran objek secara abstraksi dalam lukisan ini diharapkan dapat membawa pikiran penikmat kepada simbol, objek dan warna yang memiliki makna umum, sehingga dapat memicu usaha untuk memperluas dan memperdalam pemaknaannya terhadap objek tersebut. Penggunaan warna gelap diharapkan memunculkan kesan dramatis dan spiritual pada lukisan ini Pesan moral yang ingin disampaikan bagi penikmat yang melihatnya bahwa pelukis menciptakan suatu karya seni ini untuk memberikan penikmat imajinasi mengenai doa, dari segi itu pelukis berharap para penikmat untuk bersama sama mendoakan saudara atau keluarga yang telah lebih dulu pergi menghadap sang pencipta. Alfatihah


Fanina Manunggaling Kawulo Gusti -


Manunggaling Kawulo Gusti

2022 Kain Mori/Kafan yang berarti Menyatu pada sang Pencipta. Diambil dari kata “ ”yang bermakna Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Lafal bismillah ini diucapkan guna sebagai bentuk ‘doa’ yang selalu diamalkan saat mengawali sebuah aktivitas dan awal tiap surat di dalam Alquran. Kalimat ini di dalamnya mengandung kata yang merupakan sifat Allah yaitu ar-rahman dan ar-rahim memberikan penegasan bahwa Allah SWT adalah maha yang memberikan curahan rahmatnya di dunia dan di akhirat yang di tuliskan dari beberapa gambaran di lukisan. Banyaknya tulisan Bismillahirrahmanirrahim dengan artinya mempunyai makna bahwa Allah memberikan nikmat dan cinta tiada tara untuk makhluk alam semesta. Terdapat perpaduan antara Islam, Jawa, Seni, dan Osing, diantaranya :Islam dari kata Bismillahirrahmanirrahim. Jawa dari makna dari kata Bismillahirrahmanirrahim. Seni dari pengaplikasian yang berupa gambaran dan tulisan. Dan Osing dari perpaduan bingkai dan gajah oling didalamnya. Menggunakan media Kain Kafan/Mori yang bercampur tanah bermakna bahwa Manusia diciptakan dari tanah dan dikembalikan ke tanah melalui perantara kain kafan. Lukisan dipajang dan digantung memutar hampir lingkaran penuh bermakna menjadi pandangan terhadap manusia inilah bukti yang Allah beri dari kata Bismillahirrahmanirrahim


a

Catatan Diskusi Jum’at 20 Mei 2022


(1764) sudah ada di Banyuwangi yang menCatatan Diskusi Kesenian naskah ceritakan Dewi Rengganis. mengandung nilai gotong royong, keimanan. ditulis dengan aksara pegon. Dewi Rengganis Rengganis putri dari Prabu Argopuro. oleh: Majlis Susa’adah

P. Yamin* Lakon umar ammir tidak ada di daerah selatan hanya ada diTimur Tengah. Sejarah Umarmoyo Raja Blesom adalah jaeng Rono, saat itu ayah Jaeng Rono tidak sepahamm dengan Ibunya, Jaeng Rono adalah Amir, yang dulunya mondok di Kyai Ngabil. Umar (Umarmoyo) adalah saudaranya Amir. Amir sendiri memiliki keterbtasan pada kakinya. Mereka diberi ilmu oleh Kyai Ngabil. Amir diberi Pecut dan Petak Ambyah sedangkan Umar tidak. Kemudian Umar bersemedi dan mendapatkan pusaka Kasan Tirto Nhadi yang artinya Kasan (wadah), Tirto (Banyu atau Air), Nadhi (Suci). Ia bersemedi karena merasa cemburu dengan adiknya yang mendapatkan “barang dari Kyai Ngabil. “Kesenian Rengganis siadaptasi dari serat menak” Berbekal masing-masing “barang” mereka ditimur tengah ingin menyatukan raja-raja yang ada disana. Gus Reza* Prabuoro (rengganis), yang ada digunung Argopuro 1800 an hikayat Amir Hamzah sangat populer. Pondok kuno diJawa sebagian besar hiburanya adalah Hikayat Umar (Sahabat Umar), Amir (Hamzah, paman Nabi). Hikayat tersebut kental sekali hubungan dengan kesenian Rengganis yang telah ditetapkan sebagai WBTB (Warisan Budaya Tak Benda). Kesenian Rengganis sebagai identitas kesenian orang islam, karena keislaman dan kesenian terintegrasi, di

Dokumentasi diskusi pada Jum’at tanggal 20 Mei 2022, baju putih adalah Gus Reza Pemilik Manuskrip Rengganis dan Pengasuh Ponpes Cemoro Songgon dan yang pake baju batik coklat adalah Pak Yamin Sutradara Kesenian Rengganis.

Manuskrip Rengganis ada dibeberapa daerah, tapi hanya di Banyuwangi ditemukan bukti pemilik puncak rengganis. oleh karena itu Banyuwnagi mengklaim kesenian Rengganis sebagai identitas Banyuwangi. Kitab Rengganis bertansformasi dari tradisi yang berbau budaya menjadi memiliki nialai keIslaman seperti kuntulan, dan endog-endogan. Dalam Kita Rengganis banyak hikayat, salah satunya yang mengagungkan Nabi Muhammad SAW. Pada tahun 1960 an baru mulai ada perkumpulan yang mulai menggiatkan rengganis diceritakan seorang tokoh yang sangat adil kepada rakyatnya. setelah bertansformasi nilai-nilai keIslaman sangat kental, sehingga tidak dapat diIndtegrasi dengan budaya lain seperti gandrung. Dalam naskah diterangkan dewi rengganis adalah seorang wali yang memilki sifat baik hati, loman (dermawan), jujur, dan adil. Naskah tersebut sudah menjadi bacaan wajib pada jaman dahulu sebelum adanya teknologi . Di Lombok disebut dengang Guritan Rengganis, Rengganis dibaca dengan nyanyian Reng (Nyanyian) dan Ngganis (Manis), Manuskrip diciptakan oleh orang In-


donesia asli. Dilihat dari kertas,tinta dan bahasa yang digunakan.

Ket: Dokumentasi Manuskrip Rengganis yang dimiliki PonPes Cemoro Songgon

Cerita aslinya ada di Baghdad yaitu Hikayat Amir Hamzah . Kenapa disebut Praburoro karena merasa selalu fakir dan merasa yang bisa mengobati segala kesusahan adalah Allah SWT. “Laillahailallah Nabi Ibrohim Waliyullah” “Mbal-Gombal (diikat) Mustoko/Mustaka (kepala) Ngalimullah (orang alim)” ini adalah ajaran yang terkandung dalam Kita Rengganis yang diucapkan Umarmoyo atau disebut ajian Umarmoyo. Kesenian Rengganis baru disahkan menjadi Warisan Tak Benda, karena adanya pergolakan politik sehingga tahun 2019 kitab Rengganis disembunyikan dan pada tahun tersebut juga ditemukan kembali. Seni Rengganis adalah seni tuntunan bagi penikmatnya. Hal tersebut yang membedakan dengan seni pertunjukan yang lain.

Pembacaan Manuskrip Oleh gus Reza dan diskusi ini seklaigus menutup Pamran Lukisan Umarmoyo


a

Dokumentasi Kegiatan Pameran 14 -20 Mei 2022


Ket: Dokumentasi Pra Pameran Umarmoyo 2022


Pembukaan Pameran Umarmoyo yang dihadiri beberapa tokoh masyarkat dan para seniman Paras Blambangan dan dibuka oleh ketua Seniman Paras Blambangan Banyuwangi yakni Pak Windu.


Hiburan yang dipersembahkan oleh Mr. Kingkong, Silmy AMjad, Faizin, Adho, dan Balya


Screening Film adalah salah satu Program Public yang kami selenggarakan dengan Enter.Std sebagai Programer dalam program ini, konsep yang dibawa dengan membuka open submit film lokal Banyuwangi dan ditayangkan pada tanggal 15 Mei 2022 dan ditonton beberapa teman dan warga sekiatr.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
art exhibition catalog (UMARMOYO) 2022 by Tamihoo_ - Issuu