Skip to main content

Indesign indonesia #10/2015

Page 1

®

Little Hunter L’Oreal Indonesia Paul Tan Mutiara Nusantara NAB Docklands The Braggs issue 10. 2015


152


indesign

1


2

welcomeindesign

letter from the editor issue 10, 2015

Babak baru dalam bisnis desain di Asia Tenggara dimulai tahun ini dengan dimulainya AFTA 2015. Meskipun di Indonesia pelaksanaannya diundur sampai akhir Desember nanti tetapi semua pelaku dalam industri desain di Indonesia harus mempersiapkan diri. Perdagangan bebas yang membuka lebar kedatangan pelaku bisnis untuk masuk ke Indonesia ini tentunya memberikan pengaruh pada iklim persaingan desain dan bisnis di Indonesia secara langsung. Hal ini menempatkan tahun 2014 adalah tahun yang penting untuk melihat kembali perkembangan dunia desain di Indonesia. Dialog dalam acara Luminary Indesign pada November 2014 lalu, membahas tentang “The World of Architecture in Indonesia, Today� yang mempertemukan sudut pandang dari akademisi dan profesional dengan dilatarbelakangi oleh wacana akan hadirnya AFTA 2015 nanti. Profesor Gunawan Tjahjono sebagai penerima penghargaan Indesign Luminary berpendapat bahwa terlepas dari adanya AFTA, pendidikan desain khususnya arsitektur di Indonesia juga harus semakin diperbaiki. Terlepas dari berbagai respons arsitek Indonesia, perdagangan bebas ini menuntut kualitas arsitek yang lebih baik, baik secara teknis maupun nonteknis. Selain mengembangkan potensi, arsitek dan desainer harus lebih jeli memanfaatkan beragam ajang di negara tetangga seperti misalnya Singapore Design Week yang memiliki berbagai rangkaian acara yang bisa menjadi platform untuk berkarya dan mengembangkan jejaring. Sementara itu, edisi kali ini kami menghadirkan beberapa bangunan pendidikan sebagai sebuah tipe bangunan yang menyuguhkan kompleksitas desain yang menarik. Pertemuan antara fungsi dan kebutuhan akan desain yang mampu memberikan nilai lebih pada kualitas ruang sekaligus citra institusi. Begitu juga dengan desain kantor. Kepentingan bisnis dan formal yang sangat melekat menjadi salah satu tantangan bagi desainer interior dan arsitek untuk mewujudkan impresi yang diharapkan. Salah satu proyek kantor di daerah Senayan ini menjadi salah satu proyek menarik. Keberhasilannya menjawab kebutuhan akan fungsi formal dan mendekatkan dengan elemen alam menjadikan kantor ini memiliki kualitas ruang yang sehat dan unik. Desain dan kehidupan tidak lagi bisa dipisahkan, kita menikmati kualitas hidup yang lebih baik karena desain dan desain tidak akan ada gunanya bila tidak mengisi kehidupan. Perkembangan industri desain sendiri juga menjadi salah satu penggerak ekonomi negara dan menjadi semakin menjanjikan setelah dilantiknya Kepala Badan Ekonomi Kreatif. Sebuah pengakuan dari pemerintah akan besarnya kontribusi desain dalam pertumbuhan ekonomi yang tentunya tetap menuntut kerja keras dari semua pelaku dalam industri desain untuk selalu kreatif dan mengembangkan kualitas diri. Sunthy Sunowo - managing Editor

indesignlive.co.id


4

contentindesign

2015

Issue 10 regulars

portfolio

013 EVOLVE Berita-berita singkat seputar orang, tempat, produk, dan gelaran

COMMERCIAL

061 FUSE Editor pencahayaan André Tammes mengevaluasi manfaat investasi pada kualitas pencahayaan yang baik 068 INDESIGN LUMINARY Paul Tan dan perjalanannya mengukir nama perusahaan di kancah bisnis industri arsitektur dalam dan luar negeri 075 All In the Family Formapura menjawab tantangan favoritisme budaya Indonesia terhadap impor barang luar negeri, lewat inovasi desain yang timeless 125 PULSE Cosmas Gozali menerjemahkan arsitektur nusantara ke dalam bahasa internasional

078 PS-26, karya Wahana Architects 084 L’Oreal Indonesia Head Office, karya AVIP Interiors Civic 089 NAB Docklands, karya Woods Bagot Hospitality 107 Little Hunter, karya Eades & Bergman Education 110 Mutiara Nusantara International School, karya Aboday

Arsitek John Wardle membagi kecintaannya akan kerajinan kayu

114 EtonHouse International Pre-School, karya Ivan Priatman, Archimetric

Mira Nakashima mempertahankan warisan kerajinan produk kayu

118 The Braggs, karya BVN Donovan Hill

133 ZONE Century Properties tengah menyelesaikan mega proyek Century City di kawasan paling ambisius Makati City, Filipina 137 SUSTAIN Tipologi laboratorium SAHMRI yang baru dan lebih bebas mendorong terciptanya kolaborasi lingkungan dan keterbukaan tempat kerja 144 PS Hotel Hotel berkolaborasi dengan March Studio, Oculus, para artisan, dan ahli kayu mendesain sebuah grand stair yang terdiri dari ribuan potongan kayu

®

MSC School Supellex House Gunawan Tjahjono Dusun Bambu Kalbis Institute Ampera Six Building

ralat Pada edisi 9 Indesign Indonesia, terdapat kesalahan penulisan caption artikel “Intersection of Time”. Pada halaman 87 Tertulis “Gedung Empire Studio menjulang...sisi permukaan”, seharusnya “Gedung SOHO 2 menjulang di ketinggian 27 lantai, dan Office Building 12 lantai menampilkan permainan ornamen garis pada fasade”. Pada halaman 89 tertulis “Fasade gedung SOHO 2”, seharusnya “Fasade Empire Studio Tower”.

issue 09. 2014

Cover Acoustic cocoon di L’Oreal Indonesia Head Office mengakomodasi pertemuan kecil dan menyediakan ruang untuk privasi tanpa mengeliminasi kontak dengan area di sekitarnya. (lihat hlm. 084-087). Foto: AVIP Interiors indesignlive.ASIA

Pada halaman 91 artikel “Bluntly Raw” tertulis arsitek Tyin Tegnestue Architects, seharusnya Jeffrey van den Bergh. Di halaman 92 dan 93 tertulis Jerry van de Bergh, seharusnya Jeffrey van den Bergh. Pada Tip-on tertulis Gumawan Tjahjono, seharusnya Gunawan Tjahjono. Untuk kesalahan dan ketidaknyamanan dalam penulisan artikel ini, kami mohon maaf.


A perfect look in a perfect body.

RomanGranit, persembahan termutakhir dari Roman, telah menjadi pilihan utama para arsitek & interior designer dalam mewujudkan tema-tema interior maupun konsep bangunannya. Granite tiles RomanGranit tersedia dalam ragam variasi ukuran, desain yang kaya warna dan tekstur. Teknologi Digital Tecnica, salah satu fitur teknologi RomanGranit telah mampu menciptakan nuansa batu alam, batu granit, marmer bahkan kayu dengan sempurna. RomanGranit termasuk dalam kategori 1A (kelas terbaik & tertinggi di industri ini). Sebagai rectified tiles, RomanGranit menambah kesempurnaan bangunan residential maupun commercial Anda. Dapatkan RomanGranit di toko bangunan terdekat dan temukan diri Anda terinspirasi di House of Roman.

www.romangranit.com

You and

Floor > dQuarzite 60x30 / Wall > dBasalt 30x30

HOUSE OF ROMAN JAKARTA: Jl. R.S. Fatmawati No.6A, Ph. (021) 7591 4925 • Pusat Bahan Bangunan dan Interior, Jl. Mangga Dua Raya F2 No.1, Ph. (021) 601 1537 • Kirana Boutique Office Blok F1/1-2, Jl. Boulevard Kelapa Gading Jakarta, Ph. (021) 2936 5218 • SEMARANG: Jl. Letjen. S. Parman No.78, Ph. (024) 850 1243 • SURABAYA: Jl. Raya Diponegoro No.27, Ph. (031) 562 0705 • MEDAN: Jl. Prof. H. M. Yamin SH. No.34, Ph. (061) 456 1562


6

directoryindesign Indesign Indonesia bisa didapatkan di KOTA-KOTA BESAR DI INDONESIA Majalah Indesign Indonesia terbit setiap empat bulan dan tersedia di agen-agen majalah serta toko buku di Pulau Jawa, Bali, dan kota besar di Indonesia. Untuk berlangganan bisa menghubungi MPG Media Publishing atau mengirimkan email ke indesign.indonesia@mpgmedia.co.id

OBC Bega bega.com 025 Dauphin ptforum.co.id 059-060 Hafele hafele.co.id 027 Indogress indogress.com 088 Interface interface.com 007 Kokuyo kokuyo.com 010 Luxuria Home&Property luxuriahomenproperty.com IFC-001 Nippon Paint nipponpaint.com 048 MPG MEDIA mpgmediapublishing.com 106 Platinum Student Competition platinumceramics.com 009 Playpoint playpoint.asia 065 QS-tech qstech.co.id 005 RomanGranit romangranit.com 003 Supellex supellex.co.id 012 STB mice Design form yoursingapore.com/mice 011 Technigroup technigroup.com.sg 124 The Big 5 Construct thebig5constructindonesia.com IBC Toto toto.com 008 TwentyOneMM twentyonemm.com

indesignlive.co.id

Jakarta Bandung Semarang- Jogjakarta- Makassar Surabaya Malang- Denpasar Medan

Gramedia Kinokuniya Periplus Times Selected Hypermart Selected Carrefour Gramedia Books & Beyond Selected Hypermart Selected Carrefour Gramedia

Gunung Agung Aksara Books & Beyond TM Bookstore Selected Giant

Gramedia TB Uranus Books & Beyond Gramedia TB Toga Mas Gramedia Books & Beyond

Gunung Agung TB Toga Mas

Gunung Agung Toko Buku Djawa-Braga Selected Giant Gunung Agung

Gunung Agung Gunung Agung


ENTRY The Everyday Chair

Japan China Hong Kong Singapore Malaysia Thailand India Australia Indonesia


8

Managing editor Sunthy Sunowo Editor Lisa Amelia writer Anindia Karlinda Bernadetta Tya Language Editor Arisa Imandari editorial Assistant Yuli Yanti

ADS ?

art director Citra A. Widyastuti Contributing Designer Eko Pratomo HEAD of advertising Sales Natalia Marisa Wijaya wijaya_natalia@yahoo.com Traffic Executive Helsa Widya Irawati Gunawan helsawidya@ymail.com

chairman & Inspiration-at-Large Julius Ruslan chief executive officer & group publisher Denise Tjokrosaputro Associate publisher Ferry Tanok Publishing Manager Rochmadonie Julianto

Indesign Indonesia mengundang para pembaca untuk mengirimkan materi baik berupa tulisan maupun karya sebagai pertimbangan tim editorial. Materi dapat dikirimkan kepada bagian editorial Indesign Indonesia melalui email: Indesign. indonesia@mpgmedia.co.id atau indesignlive.co.id Indesign Indonesia diterbitkan di bawah lisensi dari Indesign Group Australia.

circulation Supervisor Nurmansyah Subscription Indra Aditya subscribermpg@gmail.com (62) 21 5366 7777 Contributing Writers Asih Jenie Contributing Photographers Muhammad Nuhrizal, Happy Lim

mpgmediapublising.com indesign indonesia Office PT MEDIA DESAIN INDONESIA Jalan Palmerah Utara 55 Slipi, Jakarta 11910 INDONESIA Telp. +62 21-5366 7777 Faks. +62 21-5366 6767

Disclaimer Artikel yang dimuat dalam majalah ini telah melalui proses editorial dengan melibatkan para ahli di bidangnya. Isi majalah ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan proses pemeriksaan dan pendapat para ahli, dan hanya berfungsi sebagai pengetahuan. Konsultasikan masalah-masalah yang Anda hadapi kepada ahlinya demi mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat dan akurat. Semua materi yang diterima akan menjadi hak milik kecuali ditetapkan lain, telah memiliki izin pemuatan foto dari pihak yang bersangkutan untuk digunakan sesuai keperluan. Hak Cipta & Izin Penerbitan Hak cipta dilindungi. Tidak ada bagian dari majalah ini yang diizinkan untuk dikutip ataupun diproduksi dalam format apa pun dengan atau tanpa sengaja tanpa izin dari perusahaan.


10

CEO/Publisher Raj Nandan raj@indesign.com.au

Sales Director Marie Jakubowicz marie@indesign.com.au

Editorial Director & indesign editor Paul McGillick editor@indesign.com.au

Business Development Manager Dana Ciaccia dana@indesign.com.au

Assistant Editor Lorenzo Logi lorenzo@indesign.com.au EDITORIAL ASSISTANT Anna Guererro anna@indesign.com.au Philippa Daly philippa@indesign.com.au Operations Manager Adele Troeger adele@indesign.com.au pa to publisher & Subscriptions Elizabeth Davy-Hou liz@indesign.com.au

Financial Director Kavita Lala kavita@indesign.com.au Business Manager Darya Churilina darya@indesign.com.au Accounts Gabrielle Regan gabrielle@indesign.com.au Vivia Felice vivia@indesign.com.au Events and Marketing Tegan Richardson tegan@indesign.com.au Angela Boustred angie@indesign.com.au Aniqa Mannan aniqa@indesign.com.au Olivia Kwarda Tuivaga events@indesign.com.au

senior Designer Frances Yeoland frances@indesign.com.au DESIGNER Alex Buccheri alex@indesign.com.au junior Designer James Mclaughlin james@indesign.com.au junior Designer & Advertising Traffic Kelsie Barley kelsie@indesign.com.au contributing dESIGNER Emma Duval PRODUCTION MANAGER Sophie Mead sophie@indesign.com.au Online Manager Radu Enache radu@indesign.com.au Online project manager Ramith Verdheneni ramith@indesign.com.au Web developers Ryan Sumners ryan@indesign.com.au

Indesign encourages readers to submit suitable work for consideration by the Editor. Editorial submissions are to be made out to the Editor at the Sydney office. Indesign magazine is published under licence by Indesign Group. Head Office Level 1, 50 Marshall Street Surry Hills NSW 2010 (61 2) 9368 0150 (61 2) 9368 0289 (fax) indesignlive.com Melbourne Suite 11, Level 1, 95 Victoria Street Fitzroy VIC 3065 (61) 402 955 538 Singapore 4 Leng Kee Road, #06–08 SIS Building, Singapore 149596 (65) 6475 5228 (65) 6475 5238 (fax) indesignlive.asia

All rights reserved. No part of this publication may be reproduced, stored in a retrieval system, transmitted in any form or by any other means, electronic, mechanical, photocopying, recording or otherwise. While every effort has been made to ensure the accuracy of the information in this publication, the publishers assume no responsibility for errors or omissions or any consequences of reliance on this publication. The opinions expressed in this publication do not necessarily represent the views of the editor, the publisher or the publication. Contributions are submitted at the sender’s risk, and Indesign Publishing cannot accept any loss or damage. Please retain duplicates of text and images. Indesign magazine is a wholly owned Australian publication, which is designed and published in Australia. Indesign is published quarterly and is available through subscription, at major newsagencies and bookshops throughout Australia, New Zealand, South East Asia and the United States of America. This issue of Indesign magazine may contain offers or surveys which may require you to provide information about yourself. If you provide such information to us we may use the information to provide you with products or services you have. We may also provide this information to parties who provide the products or services on our behalf (such as fulfilment organisations). We do not sell your information to third parties under any circumstances, however these parties may retain the information we provide for future activities of their own, including direct marketing. We may retain your information and use it to inform you of other promotions and publications from time to time. If you would like to know what information Indesign Group holds about you please contact Nilesh Nandan (61 2) 9368 0150, (61 2) 9368 0289 (fax), subscriptions@indesign.com.au, indesignlive.com


TURN YOUR TRIP INTO AN INSPIRING EXPERIENCE IN DESIGN

An iconic marvel by Moshe Safdie, the ArtScience Museum’s lotus flower design celebrates creativity in full bloom.

TAP INTO DYNAMIC SINGAPORE There’s no better place to access world-class content, network with the top minds and still have a great time. yoursingapore.com/mice

SINGAPORE DESIGN WEEK (MAR 2015) INTERNATIONAL FURNITURE FAIR SINGAPORE MAISON & OBJET ASIA SINGAPORE DESIGN BUSINESS SUMMIT SG GOOD DESIGN MARK

BLUEPRINT (MAY 2015) INSIDE FESTIVAL (OCT 2015) WORLD ARCHITECTURE FESTIVAL (NOV 2015)

MR ALFIE LEONG, FASHION DESIGNER, PRESIDENT’S DESIGN AWARD – DESIGNER OF THE YEAR 2013 PARKROYAL ON PICKERING, SINGAPORE'S FIRST HOTEL-IN-A-GARDEN

STUNNING INFINITY POOL AT SANDS SKYPARK®

NETWORK WITH AWARD WINNING DESIGNERS

WORK HARD AND PLAY HARDER

MR TAI LEE SIANG, PRESIDENT OF DESIGN BUSINESS CHAMBER SINGAPORE AND GROUP MANAGING DIRECTOR OF ONG & ONG PTE LTD

STAY ON THE PULSE OF GROUND-BREAKING DESIGN TRENDS

COLLABORATE TO BRING INNOVATIVE IDEAS TO LIFE


indesign

people places PRODUCTS events

up in lights Tahun ini festival Vivid Light mentransformasi Sydney menjadi sebuah wonderland dari karya-karya seni “light art�, instalasi inovatif, dan proyeksi berskala besar. MCA Projection mengajak audiens dalam perjalanan yang terintegrasi, berpindah dari satu ruang ke ruang lain dalam perpindahan fluks konstan. Sebuah kolaborasi antara seniman Jess Johnson dan perusahaan grafis dan proyeksi Australia, Spinifex, mengubah gedung MCA menjadi ruang pertunjukan dinamis dan interaktif, lebih hidup, mengubah penampilannya, bahkan terlihat mengubah struktur beberapa kali melalui penggunaan desain isometrik, permainan old school, buku 3D pop up, dan teknik forced perspective. Dari bab ke bab, Johnson dan Spinifex membangun drama dan emosi melalui animasi dan efek visual 3D yang mengajak pengunjung untuk mengalami perjalanan abstrak, emosional, dan menyenangkan melalui perubahan dunia secara konstan. [Teks: Philippa Daly] Jess Johnson jessjohnson.org Spinifex (61 2) 8332 1300 spinifexgroup.com Vivid Sydney vividsydney.com

indesignlive.co.id

13


babylon Inspirasi yang digambar dari sumber tak biasa—formasi batu—stationary set ‘Babylon’ karya Samuel Wilkinson mempunyai fitur objek fungsional yang terbungkus dalam bentuk sederhana dan lembut. “Kami mencari permukaan unik yang dapat mempercantik dan menggabungkan seluruh objeknya bersama,” jelas Wilkinson. Terinspirasi pada lapisan batu Wave di Arizona, ia menjelaskan, “Bentuk lembut dari batu pasir dipisah dengan lapisan-lapisan batu yang menyapu sekeliling gundukan sehingga menghasilkan efek memesona.” ‘Babylon’ mengadaptasi estetika sederhana yang menghasilkan objek taktil dan efisien, sekaligus keindahan secara visual. [Teks: Anna Guerrero] Lexon lexon-design.com Samuel Wilkinson (44) 207 7 293 694 samuelwilkinson.com

FEDERICO BABINA Jenaka, perseptif, dan terilustasi dengan indah, representasi dari Federico BabIna sebagai seniman dalam membuat bangunan yang menyaring visual sehari-hari dan mengubahnya menjadi medium baru. Hasilnya adalah tampilan yang familier dan mengejutkan secara bersamaan, yang menjadi trademark stylish bagi sang seniman dalam menemukan ekspresi baru. “Saya suka mencari arsitektur tersembunyi dalam alam paralel—dalam hal ini, ilustrasi membantu saya mengeksplorasi bahasa alternatif,” ungkap Babina. [Teks: Lorenzo Logi]

Federico Babina federicobabina.com

versatile comfort Desainer dunia serbabisa Patricia Urquiola berkolaborasi dengan rumah desain Spanyol, Kettal, dalam menciptakan ‘Kettal Roll’—sebuah kursi dengan sandaran dari dua bantal dengan variasi ukuran yang disatukan dengan tali penuh warna, Didukung dengan struktur aluminium grafis, sabuk pengikatnya tersambung pada framework utama dalam desain duduk-rendah via dua pin yang dapat dilepas sehingga bantalnya dapat disimpan saat tidak digunakan. Paduan inkonvensional pada desain konvensional, Kettal Roll mengubah hidup yang menjemukan dan rumit menjadi penuh warna indah dengan tekstur playful. [Teks: Sophia Watson]

Mobilia (61 8) 9284 55 99 mobilia.com.au


evolveindesign

hanging buoy

xlocker up Menyiasati pertumbuhan penduduk di Australia, Planex meluncurkan sistem ‘xLocker’ modular. Didesain dengan bentuk yang rapi dan mulus yang dapat dikonfigurasi ulang sesuai kebutuhan, seperti disusun secara lurus, di sudut, atau secara berkelompok membentuk lemari segi delapan. Menggunakan baja 100 % BlueScope, loker ini dapat didaur ulang dan memiliki hingga 20 % komposisi yang juga dapat mendaur ulang sendiri. Loker ini mempunyai lebih 150 warna dari Dulux di bagian bodi dan pintunya, termasuk pilihan material melamin, solid poly, atau ply door Hoop Pine, bahkan storage yang dapat Anda rancang sendiri untuk karakter yang lebih unik. Terdapat juga motif khusus yang dapat digunakan sebagai panel pintu. [Teks: SW]

Planex (61 3) 8795 1100 planex.com.au

Desainer yang berbasis di Melbourne, Tom Gaunt, meluncurkan koleksi terbarunya, lampu gantung ‘Otway Buoy’. Terinspirasi dari bentuk tradisional pelampung kapal marinir, ‘Otway Buoy’ dibuat dari keramik yang diukir dengan tangan. Lampu ini memiliki variasi seri atau digantung dengan ketinggian berbeda yang melewati dari “porthole” dan proyek “hotspot” ke lampu pendant lainnya serta membiaskan cahaya di sekeliling ruang, menawarkan kesan “homeward bound-ness” dan maritim. [Teks: SW]

Tom Gaunt (61) 421 062 853 tomgaunt.com indesignlive.co.id

15


Simple Luxury Dengan penopang dasar besi yang berlapiskan matte anthracite powder, Vincent Sofa menawarkan pengalaman bersantai yang nyaman tanpa mengabaikan estetika, dengan mengusung tampilan kontemporer yang clean dan tidak ramai akan detail. Bingkai dari besi menopang upholstery substrate dari tingkat kepadatan yang beragam, mulai dari busa, silikon, hingga katun. Dengan mengedepankan kemudahan bersama dengan kenyamanan, cushion pada sofa diselimuti pelapis feather atau selimut katun dengan model removable slip cover yang menawarkan fleksibilitas penggantian. Preferensi pengguna turut dimanjakan lewat ketersediaan beragam pilihan fabric untuk finished upholstery. Kesederhanaan style yang diproyeksikan Vincent Sofa ini tidak sekadar mewakili gaya desain Supellex yang sleek, tetapi turut mendefinisi ulang makna luxury. [Teks: Anindia Karlinda] Supellex (62) 21 720 2189 supellex.co.id

no place like home Tumbuh besar di sebuah peternakan di selatan Swedia, Anna Carin bekerja sama dengan Designer Rugs dalam menciptakan karpet dengan desain yang mereferensikan masa kecilnya. Tiap desain Forsa Collection ini memiliki motif abstrak dan tampil diperbarui. “Saya menunjukkan desainnya pada orangtua dan saudara saya saat pulang ke rumah tahun lalu, dan mereka menangis,” kenang Carin. “Saya kini lebih menghargai tempat di mana saya tumbuh dan bagaimana orangtua saya membesarkan saya. Ini seperti pulang ke kampung halaman. Kesan Swedia tercermin dalam teknik anyam Nepal dengan bahan sutra dan wol dari Tibet. [Teks: AG]

inside out Didesain untuk perusahaan Spanyol, Expormim, kursi ‘Frame’ karya Jaime Hayon merupakan salah satu bagian dari koleksi dengan nama sama, yang memancarkan gaya Mediterania. Memiliki fitur dari beragam opsi kawat anyam, bantal, dan rotan atau kaki-kaki dari besi, kursi ‘Frame’ dapat digunakan sebagai kursi makan di luar ruang saat musim panas, ataupun di dalam ruang, sepanjang tahun. [Teks: AG]

Designer Rugs 1300 802 561 designerrugs.com.au

Expormim (34) 96 229 5146 en.expormim.es Jaime Hayon hayonstudio.com

Next level XV “Furnitur ialah arsitektur dalam skala yang berbeda,” jelas Xchange. Pernyataan sederhana ini yang memotivasi desain mereka pada sistem ‘XV’, yang menggabungkan utilitas dan keindahan. Mencakup seluruh elemen yang dibutuhkan pada sebuah kantor, dari workstation individual dan lingkungan tim hingga ruang resepsi dan furnitur boardroom, sebuah estetika konsisten dapat diciptakan melalui desain Eropa yang ringan. [Teks: Nicky Lobo]

Xchange (61) 423 175 233 xchange-design.ch


evolveindesign

Endless Possibilities Layout Studio merupakan sistem kantor kontemporer yang adabtable. Dapat digunakan dengan gaya kerja berbeda di berbagai budaya dan negara. Layout Studio menyediakan sistem yang memudahkan Anda bekerja lebih nyaman di seluruh bidang—mulai dari lingkungan terbuka hingga ruang privat, di mana pun Anda dan apa pun gaya serta pekerjaan Anda. Bahannya dapat diperoleh secara lokal dan diproduksi dekat dari destinasi sehingga mengurangi kelambatan pengiriman ataupun dampak lingkungan secara keseluruhan, karena produk ini dapat digunakan kembali atau didaur ulang. [Teks: AG]

Herman Miller hermanmiller.com.au Living Edge (61 2) 9640 5600 livingedge.com.au

LUST FOR ELEGANT LINES Desainer Belgia Xavier Lust mendorong kita untuk mempertimbangkan kembali kualitas logam, yang dapat berubah dari material berat menjadi struktur lebih ringan, cair, atau saling mendukung. Hasilnya adalah Archiduchaise—koleksi edisi terbatas yang hanya ada 18 buah. Digambar dari beragam referensi budaya, Archiduchaise didesain dari inspirasi gaun abad 17 yang indah, juga memiliki estetika sculptural kontomporer. [Teks: Alice Blackwood]

Xavier Lust Studio (32) 2 673 60 51 xavierlust.com

bare essentials

Teknologi plastik dites dalam ‘Volt Stool’, koleksi ‘Volt’ terbaru dari Pedrali, yang tersedia di Prototype. Stool ini dibuat dari bahan addition gas molded polypropylene terbaru dipadu dengan fiberglass, serta dilengkapi dengan pilihan warna cerah untuk menciptakan kesan estetika yang lembut. [Teks: AG]

Gaya klasik dan sophisticated merupakan karakteristik dari koleksi ‘Flat’. Pada pedestal basin, terdapat surface brilian yang diletakkan di atasnya sehingga menciptakan ilusi optik dinamis saat basin menyedot airnya secara elegan. Fitur ini juga terdapat pada koleksi serbaguna lainnya, termasuk semipedestal basin untuk benchtop, wall-mounted, console basin, wall-faced, wall-hung dan back-to-wall pan dan bidet, serta aksesori impresif lainnya. Didesain oleh Meneghello Paolelli Associati untuk Hidra Ceramica, koleksi ini tersedia dalam warna putih, silver, kombinasi hitam dan putih, putih dan silver, atau putih dan emas untuk sentuhan lebih mewah. [Teks: NL]

Prototype (61 2) 8394 8205 prototype.net.au

Parisi (61 2) 9559 3666 parisi.com.au

clean and crisp

indesignlive.co.id

17


NORDIC KNAPSACK Knapsack ialah sebuah kantong, sebuah selimut, sebuah ruang untuk membawa barang, sebuah kursi, yang dapat diubah-ubah bentuknya dengan fungsi adaptasi. Melalui proses teknik dan pengetahuan dalam bidang interdisipliner furnitur dan tekstil, desainer asal Denmark, Bjarke Frederiksen, menciptakan sebuah furnitur kontemporer yang dapat “menggendong” manusia—dan manusia juga dapat menggendongnya. Kursi/tas punggung ini dibuat dari kayu ash solid Eropa, yang dikerjakan dan diberi sentuhan akhir dengan sabun; selimut/knapsack-nya memiliki komponen 100 % katun panama-woven kanvas dalam 100 % bahan wol tenun. [Teks: SW] Bjarke Frederiksen (45) 51929695 bjarkefrederiksen.com

Precious objects “Proyek ini dimulai saat mengeksplorasi motif tradisional dari budaya asli di negara asal saya, Taiwan,” jelas Ya Wen Chou tentang proyeknya ‘Precious Objects’. “Di masa lalu suku pribumi percaya bahwa roh menempati segalanya, dan karenanya mereka mengadopsi koeksistensi harmonis dengan alam, berharap bahwa kehidupan setelah mati nanti mereka dapat menjadi salah satu wujud suci yang menyaksikan anak keturunan mereka.” Kini dalam dunia materialistik yang berkembang, Chou berharap objek ciptaannya dapat membuat masyarakat menemukan kembali keindahaan dan keyakinan pada tradisi Taiwan kuno. Tujuan yang ingin dicapainya ialah menciptakan kembali sebuah surga di mana orang dapat berkomunikasi dengan alam, mewariskan cerita kepada generasi mendatang sebagai pusaka keluarga. Dibuat dari resin, metal, tanah liat, bambu, silver, emas, dan kayu lapis, objek karya Chou mengungkapkan keindahannya yang tersembunyi, keindahan yang terlihat setiap hari. Berkolaborasi dengan Anthropologie, New York, Chou berharap karyanya dapat juga dibuat untuk desain tekstil dengan koleksi motif dan warna. [Teks: PD]

Ya Wen Chou (44) 787 627 6290 arwenchou.com


evolveindesign

Local divide Formula Interiors berfokus pada mempertahankan bisnis mereka berkembang di negaranya dengan desain yang berasal dari Australia, yang dapat menghemat waktu dari lamanya pengiriman dari luar negeri. ‘View’ merupakan sistem partisi terbaru yang terbuat dari kaca. Dibuat oleh tim dari Formula Interiors, ‘View’ telah memenuhi syarat standar di Australia dan dapat dibongkar untuk didaur ulang (recycle) atau digunakan kembali (re-use). Didukung dengan bahan berkelanjutan dan sentuhan lokal membuat tampilan sistem View ini terlihat kontemporer. [Teks: Nicholas Sherwood]

Formula Interiors 1300 034 034 formulainteriors.com.au

Slim Modernism Diciptakan oleh duo desainer asal Belanda/Kuba Harry & Camilla untuk Kristalia, ‘BCN Table’ merupakan meja minimalis dari kayu terbaik. Dengan bentuk bundar yang disokong oleh kaki tripod, tampilan meja terlihat ramping, rapi, dan membuat ‘BCN’ terlihat sempurna diletakkan di mana pun. Meja ini dilengkapi dengan ‘T’ Crossbar, yang memungkinkan kaki-kakinya bersanding dengan kakinya yang lain secara elegan. Estetika sederhana dari ‘BCN Table’ ialah terlihat sophisticated di setiap tampilan ruang dan yang terpenting, desainnya sendiri sudah terlihat indah. [Teks: PD]

Fanuli (61 2) 9908 2660 fanuli.com.au

in awe of aura Bentuk cetakannya yang mulus ini menjadi rangkaian terbaru ‘AURA’. Sistem dudukan modular peraih penghargaan yang diciptakan oleh desainer yang berbasis di Sydney, Henrietta Gothe-Ellis, kini tersedia dengan jahitan tangan dan lapisan wol 100% Selandia Baru. Gothe-Ellis mendirikan 2DESIGN pada 2003, dan produk karyanya, ‘AURA’, menjadi koleksi furnitur yang sukses di mancanegara. Produk ini menambahkan desain yang elegan pada seluruh ruang, mulai dari showroom Issey Miyake di Tokyo hingga Huvafen Fushi Resort di Maladewa, dan produk ini tersedia secara eksklusif melalui Zenith Interiors. [Teks: Leah Beardmore]

Zenith Interiors 1300 013 013 zenithinteriors.com.au indesignlive.co.id

19


one flew over Desainer Paris Gregoire de Lafforest mengambil istilah “centerpiece” ke level baru dengan karyanya ‘Archibird Cage Table’. Mengawinkan imajinasi dan fungsi dalam karya Oak ini, de Lafforest telah menciptakan sebuah patung yang akan memastikan untuk dilongok saat ada di meja makan. “Idenya adalah mengembangkan sangkar burung yang mendobrak nilai konvensional,” jelas de Lafforest. Burung menjadi bintang dalam pertunjukan teater. ‘Archibird’ hasil dari kolaborasi dengan Ateliers Seewhy dan menggunakan berbagai macam media yang menarik. Keseluruhan bagian memungkinkan penggunaan sebagai alas makan, selain sebagai habitat burung kecil, memberinya kebebasan untuk bergerak sekitar ruang interior. Sangkar burung terdiri dari sistem kabel tarik dan didesain sehingga mudah untuk diberi makan. Sangkar mencakup sudut tengger, kotak makan, dan ceruk untuk air. [Teks: PD]

Gregoire de Lafforest gregoiredelafforest.com Ateliers Seewhy ateliers-seewhy.com

URBAN LIFESTYLE Dipengaruhi oleh arsitektur perkotaan, seniman Jepang Aki Inomata menciptakan rumah plastik yang rumit untuk umang-umang. Bentuk semi-transparan dan halus didesain sesuai lingkungan untuk manusia—perumahan, pencakar langit, dan apartemen—dengan penggunaan CT scanning. Berdasarkan pencitraan 3D tempurung, Inomata meniru dan memproduksi beberapa tipe tempurung yang dapat dihuni, yang serupa konstruksi pada rumah umang-umang. “Meskipun tubuh umang-umang sama,” ucap Inomata, “berdasarkan tempurung yang dikenakan, penampilannya sangat berbeda.” Inomata menghubungkan studi transformasi umang-umang dengan adaptasi manusia, apakah itu berarti memerlukan kebangsaan baru, berimigrasi, atau relokasi. “Seolah mereka bertanya—siapa Anda?” [Teks: PD]

Aki Inomata aki-inomata.com

Needlework Dengan bantuan ensiklopedia menjahit, Lio De Bruin memproses lembaran kulit menggunakan teknik jahit tua. Terinspirasi dari kesederhanaan sekaligus kekayaan karya etnik, ‘Leather Needlework’ dibuat untuk semua gaya ruang interior, dari meja hingga dinding. Bruin membuat tiga karpet besar, menggunakan tiga teknik tenun berbeda: Colourblock, Fringed, dan Feather Finery. Handmade, taktil, grafis, dan kaya warna, karya Bruin menjadi begitu berharga. [Teks: PD]

Lio De Bruin (31) 6 38 28 59 17 liodebruin.com


evolveindesign

stacking lights Setelah menjalani berbagai macam karier, termasuk sebagai ahli biologi molekuler dan juara balap motor internasional, desainer asal London, Paola Petrobelli, menekuni pembuatan seni kaca sejak tahun 1990. Bekerja dengan seniman kaca Muramo sejak awal, Petrobelli telah mengembangkan karakter dengan kualitas yang menonjolkan arsitektur alami dari karya kaca berwarni-warninya. “Kaca adalah material yang indah, yang sesuai untuk bentuk organik dan banyak warna,” ucap Petrobelli, “Saya berusaha menahan diri sehingga bentuknya dapat lebih menarik, lebih disiplin.” Karya terbarunya, berjudul ‘24’, mengikuti sebuah agenda arsitektur, menggunakan Meccano—sistem konstruksi modular—sebagai inspirasi. Modul geometris dengan teliti disusun satu sama lain. Dan seperti batu bata Meccano, setiap lapis lampu kaca tumpuk—baik yang berada di lantai atau langit-langit—dapat diatur kembali dan ditukar untuk menciptakan bentuk dan susunan warna yang tak terhingga jumlahnya. [Teks: PD] Paola Petrobelli paolapetrobelli.com

NOMADIC CUBISM ‘2,53’ adalah cara hidup modular dalam bentuk yang paling murni. Diciptakan oleh desainer Jerman, Ania Rosinke dan Maciej Chmara, sebagai penggambaran ulang living cube oleh Papanek & Hennessey, ‘2,53’ adalah living cube versi minimal. Kembali ke inspirasi anachronistic di tahun 60-an dan 70-an, ketika banyak arsitek dan desainer peduli tentang ide struktur tinggal dalam modul dan bergerak. Dari etos ini, Rosinke dan Chmara merancang kubus multidimensi, terdiri dari meja yang dapat diubah menjadi dapur, lemari putar yang dapat dilipat menjadi meja makan untuk dua orang, tempat tidur, lemari baju besar, dan cermin/laci. Seluruh kubus dapat ditutup dengan tekstil untuk melindungi ruang intim seseorang dan struktur nomaden ini dapat dipasang sekitar satu jam. [Teks: SW]

Chmara.Rosinke (43) 699 172 58 185 chmararosinke.com

Inner-OFFICE escape Cloister (kata kerja): membatasi dalam pensiun, mengasingkan diri. Kadang mengasingkan diri sebentar adalah yang kita perlukan, terlebih pada hari kerja yang sibuk. Dan desainer Inggris, Fabien Cappello, menciptakan sebuah jenis pengasingan untuk perkantoran yang kita inginkan. Disusun dari 95 potong kayu dengan pagar baja, ‘Cloister’ dengan konstruksi terbuka menciptakan ruang berpagar untuk beristirahat sementara masih memungkinkan terkoneksi dengan kantor di sekitarnya. Sejak lulus dari Royal College of Art di tahun 2009, Cappello telah berupaya menciptakan produk yang mengeksplorasi ide kreatif menggunakan sumber daya lokal dengan manufaktur lokal. Dan ‘Cloister’ terbuat dari palet kayu sisa, telah mencapai tujuan tersebut. [Teks: PD]

Fabien Cappello (44) 7903 835 839 fabiencappello.com indesignlive.co.id

21


floating form Apa yang membuat ruang meeting lebih kreatif? Menurut firma desain Offecct, ini semua tentang melihat masa depan. Produk terbaru desainer mereka yang diliris saat Salone Internazionale del Mobile di Milan mempresentasikan sebuah koleksi dengan fokus revitalisasi pada area meeting masa depan. Furnitur ‘Airberg’ mewujudkan ide ini, yang desain orisinalnya dari prototipe Offecct dan berkolaborasi dengan desainer Prancis, Jean-Marie Massaud. Tampilan yang unik terinspirasi dari iceberg atau gunung es namun mendefinisikan bentuknya yang asimetris.Tempat duduk ini memiliki fitur dudukan seperti diisi oleh udara tapi sebenarnya diisi oleh bahan elastis dan pegas. [Teks: AG] Offecct (46) 504 4 15 00 offecct.se/en

seating solution Kesan yang kuat terdapat pada bentuk segitiga dalam desain coffee table ‘Tilt’ yang dirancang oleh Christel H. Dibuat dari kayu/bambu lapis dan baja yang dilekuk, ‘Tilt’ merupakan meja sederhana dan elegan yang didesain untuk beragam komersial dan residensial mulai untuk kafe, rumah minimalis dan ruang kantor, hingga lounge bar. Mejanya dilas dan diampelas untuk tampilan yang mulus dan rapi. Tersedia dalam pilihan Bamboo, American Walnut, serta Rock Maple. [Teks: AG]

Christel H (61) 401 127 278 christelh.com

TOUCH-FREE LIVING FIRE AND OAK Oak Molto Vulcano merupakan edisi terbaru dari koleksi Mafi Basic Oak yang menawarkan gradasi warna karamel dan cokelat yang indah untuk mereferensikan karakternya yang natural dan sophisticated. Variasi warna ini menunjukkan karakteristik kayu ek dan kesan hangat dari Mafi Vulcano ditunjukkan oleh papan kayu berwarna gelapnya. [Teks: SW]

Mafi (61 2) 9698 7877 mafi.com.au

Teknologi, integrasi, dan desain yang mulus berpadu dalam kamar mandi kontemporer untuk menciptakan zona bebas sentuh dengan gerakan tubuh intuitif yang hiegienis serta penggunaan yang menyenangkan. Perintis evolusi dalam aktivitas di kamar mandi ini ialah ‘Geberit Sigma80’, sebuah piringan flush tanpa sentuh yang didesain oleh Daniel Iranyi. Sensor berupa piringan aktuator merespons gerakan tangan untuk mengaktifkan mekanisme flush atau pembuangan. Produk ini tersedia dalam kaca hitam atau reflektif, dan dengan pilihan pencahayaan dalam lima warna berbeda. [Teks: AB]

Geberit 1800 432 3748 geberit.com.au


evolveindesign

Organic contemporist Desain Lukas Dahlen terlihat menarik dan indah yang menyampaikan semangat inovasi serta petualangan. Memanfaatkan berbagai teknik tenun pada kayu hingga kaca serta logam, lampu dan furnitur karyanya memiliki tampilan modern. Bagaimanapun meski komposisi kontemporer yang dimilikinya, produk-produk ini juga memiliki bentuk echo organic dengan kualitas yang mengagumkan. Dari efek mengejutkan pada pembagian pipa sederhana untuk desain candle holder ‘Klyva’ hingga aplikasi kayu sirap pada kabinet ‘Spåna’, imajinasi kreatif Dahlen mampu mempresentasikan ekspektasi dan menghadirkan elemen-elemen umum menjadi sebuah inkarnasi menyegarkan dan menarik. [Teks: LL]

Lukas Dahlen lukasdahlen.se

what a setup Smartphone, laptop, dan tablet umumnya menjadi produk “bintang” kita namun aksesori untuk produk favorit ini mulai terbatas yang disukai, karenanya Steelcase mengubah aksesori untuk laptop menjadi sebuah produk yang fungsional. ‘Free Stand’ dari Coalesse untuk Steelcase dioperasikan sebagai penyangga laptop yang portabel. Produk ini merupakan sebuah implementasi yang membuat bekerja di tempat non-tradisional, seperti lounge atau sofa, lebih mudah. ‘Free Stand’ mudah dikemas dengan varian berat untuk kantor dan ringan agar mudah dibawa saat meeting atau digunakan di luar kerja. ‘Free Stand’ tersedia dalam warna hitam. [Teks: NS]

Steelcase (61 2) 9660 5511 steelcase.asia

FOLDING TOGETHER Kursi ‘Hamilton’ terbaru dari BoConcept memberikan kenyamanan duduk dengan gaya klasik tahun 60-an—namun bukan dengan cara yang Anda pikirkan. Didesain oleh Henrik Pedersen, pria di balik desain kursi Danish Imola, ‘Hamilton’ didesain dari inspirasi yang hampir sama, yakni desain negeri asing—Jepang. Terlebih lagi, tradisi desain Denmark dan Jepang berbagi kesamaan akan ekspresi yang sederhana dan murni, dan di kursi ‘Hamilton’ dua budaya ini bertemu. Didasarkan pada bentuk seni origami, yang mana dua dimensi kertas dilipat menjadi bentuk 3 dimensi, detail ‘Hamilton’ merefleksikan jahitan serta pola lipat yang rumit namun hadir dalam bentuk estetika Skandinavia yang indah. [Teks: PD]

BoConcept (61 2) 9437 0066 boconcept.com.au

indesignlive.co.id

23


24

evolveindesign

old and new Desain ‘PH 3/2 Pendant’ yang ikonis karya Poul Henningsen untuk Louis Poulsen dirilis kembali untuk merayakan ulang tahun sang desainer yang ke-120. Lampu ini didesain berdasarkan prinsip dari sistem three-shade reflektif yang mayoritas membiaskan cahayanya ke bawah. Kapnya dibuat dari kaca tiga lapis opal dengan teknik hand-blown, yang berkilau di atas dan terlihat matte di bagian bawahnya sehingga memberikan distribusi cahaya yang seragam dan lembut. Kombinasi kaya material dan desain sophisticated dengan detail yang kuat menciptakan desain yang elegan dan timeless. [Teks: LL] Living Edge (61 2) 9640 5600 livingedge.com.au

LIGHT AND FOOD ‘MYX’ adalah sebuah lampu dari alam. Dibuat dari fiber tumbuhan dan miselium jamur, lampu ‘MYX’ karya desainer Denmark Jonas Edvard menjadi perabot unik yang menggunakan sumber sustainable untuk lampu. Bentuknya tumbuh selama rentan waktu 2 hingga 3 minggu di mana miselium jamur tumbuh bersamaan dengan fiber tumbuhan menjadi sebuah produk living yang lembut dan fleksibel. Lampu ini juga organik dan compostable—dari benda tak terpakai yang menyediakan bahan makanan bernutrisi saat bentuk lampunya tumbuh. Dan setelah dua minggu, Anda dapat memanen jamur Oyster yang sehat dari lampu ini. Sebuah lampu dengan cerita menarik di dalamnya. [Teks: PD]

Jonas Edvard (45) 2984 5273 jonasedvard.dk

A QUIET LECTURE Membawa kehangatan natural dari kayu untuk lingkungan terbuka, sistem modular dari Screenwood biasa digunakan pada fasilitas pendidikan. Pemasangan yang cepat, panel ini memungkinkan untuk mengubah ruang menjadi lebih dekoratif dan akustik. Pada aplikasi baru-baru ini oleh Bates Smart untuk ruang teater dan area studi di UNSW, wall panel Screenwood dalam pilihan American White Oak memberikan atmosfer yang hangat nan ramah untuk lingkungan aktivitas belajar yang harmonis. Fitur akustiknya dapat mengurangi gema suara sehingga membantu siswa untuk mendengar pengajar lebih jelas. Screenwood telah memiliki kualitas akustik dan telah diuji coba PEFC Certified, Fire and VOC. [Teks: NL]

Screenwood (61 2) 9521 7200 screenwood.com.au indesignlive.co.id


indesign

Design: Martin Ballendat

Café Leitz: 2014 project for Leica Camera AG, Wetzlar/Germany

LITTLE PERILLO – FRESH DESIGN IN COOL COLOURS!

Indonesia distributor: PT Forum Indonesia Jalan Bendungan Hilir Raya No. 14D Jakarta 10210, Indonesia

Phone: + 6221 2510 666 Fax: + 6221 2510 777 Internet www.ptforum.co.id

Dauphin HumanDesign® Australia Pty Ltd., 2 Maas Street, CROMER NSW 2099 / Australia, Phone +61 2 8006 2850, E-mail asia-pacific@dauphin.com.au, Internet www.dauphin-group.com

25


26

evolveindesign

honoured tradition ‘Raphia’ dari Casamania mengeksplorasi penggunaan material pada furnitur yang dibuat dengan sangat indah. Konvergensi sempurna antara modernitas dan tradisi, teknologi dan kerajinan tangan, ‘Raphia’ menyatukan dua spirit bersamaan bagi produksi Italia: tenun rotan yang kecil namun patut dihargai serta industri logam. Saat ini masih sedikit yang melestarikan pengetahuan ini sehingga proyek ini ditujukan untuk mempertahankan tradisi kerajinan dengan rotan tetap hidup. Menciptakan keseimbangan harmonis antara struktur logam pada kerangkanya dan rotan pada dudukannya, ‘Raphia’ mengangkat nilai kerajinan sejarah dan tradisi dalam konteks kontemporer. ‘Raphia’ tersedia di Australia melalui Insitu. [Teks: PD] Insitu (61 3) 9411 0011 insitufurniture.com.au

Human Nature Pada 1994 Interface membuat visi yang berani—untuk menghilangkan dampak negatif dari produknya terhadap lingkungan di tahun 2020. Kini Interface meluncurkan koleksi carpet tile baru yang merupakan perwujudan elegan dua dekade akan teknologi keberlanjutan. Terbuat dari 100 % serat nilon daur ulang dan material postconsumer, Human Nature mengambil inspirasi visual dan tekstur produk dari alam dan flooring yang dibuat dengan tangan. Dengan format Skinny Planks berukuran 100 x 25 cm, koleksi ini terdiri dari 5 gaya berbeda yang menghadirkan tekstur cut grass, tumbled pebbles, polished stone, serta hardwood flooring dalam warna abu-abu hangat, netral, maupun pastel. Semua koleksi ini juga dilengkapi kenyamanan dan pemanfaatan akustik pada permukaannya yang lembut. [Teks: Asih Jenie]

interface.com

indesignlive.co.id

nordic durability

Aesthetic addis

Untuk pertama kalinya di Australia, Kvadrat Maharam meluncurkan varian tekstil outdoor terbaru dan serbaguna yang dapat digunakan untuk residensial maupun hospitality. Koleksi ‘Jumper’ oleh Kinnasand untuk Kvadrat tersedia dalam tiga gaya berbeda, dengan inspirasi lanskap Skandinavia yang bersih dan cerah, serta hutan Nordic yang ekstrem. Fabric ini memiliki 8 warna dan 3 tekstur inovatif. Mampu mempertahankan penampilan dan kualitas orisinalnya, tahan terhadap air, noda, klorin, garam, jamur, maupun bakteri, tekstil ini juga cocok untuk digunakan di luar ruang. [Teks: NS]

Didesain dan dimanufaktur di Australia, sofa ‘Addis’ dari Kett Studio menawarkan kualitas luar biasa tanpa kompromi. Dengan garis kontemporernya, estetika pada sofa ini membuatnya sempurna diletakkan di ruang mana saja, dan untuk tujuan apa saja—ini merupakan sofa dengan potensial besar. Tersedia dalam ukuran tetap atau modular, sofa ‘Addis’ dapat dibuat secara individu melalui proses seleksi dari bahan hingga kulit. Ukuran custom serta varian kakinya juga tersedia berdasarkan order. DIdistibusi melalui Cosh Living, ‘Addis’ memiliki tampilan kontemporer terbaik untuk furnitur indoor dan akan menambah keunikan meskipun ditaruh di ruang terkecil mana pun. [Teks: PD]

Kvadrat Maharam (61 2) 02 9212 4277 kvadratmaharam.com

Cosh Living (61 2) 9317 3011 coshliving.com.au


indesign

27


Rise Up The Stage Neri&Hu menggebrak konsep tradisional “rumah” melalui instalasi Das Haus: Memory Lane pada ajang IMM Cologne 2015 uo desainer asal negeri bambu, Lyndon Neri dan Rossana Hu, menjadi sorotan berkat jawaban lugas mereka akan tantangan mendefinisikan ulang konsep hidup dalam konteks hunian masa depan. Instalasi Das Haus – Interiors on Stage di pameran furnitur tahunan IMM Cologne yang digelar pada 19-25 Januari lalu merupakan panggung dari aksi nan inventif dari kedua pendiri Neri&Hu yang berbasis di Shanghai, Cina, ini. Lewat instalasi yang bertajuk “Das Haus: Memory Lane”, Neri&Hu mengajak pengunjung untuk mengeksplorasi keseharian hidup dan menciptakan ulang rumah yang dapat mengakomodasinya secara baru. Mengambil tempat pada Hall 2.2, instalasi dengan interior berdesain klasik ini memprovokasi pengertian baru akan budaya hidup manusia saat ini. “Gol kami adalah menantang tradisi dalam berbagai level,” jelas Rossana Hu perihal filosofi desainnya, “Sebagai contoh: apakah living room harus selalu terlihat sama: dengan sofa, dua kursi berlengan yang nyaman dan satu coffee table di tengahnya? Atau dapatkah kita memahaminya melalui pandangan yang sama sekali berbeda? Bagaimana kita menciptakan sesuatu yang unik,

D

yang menantang kita dan berbeda dari apa yang kita temukan selama sepuluh tahun terakhir?” Dengan memeluk tradisi desain khas Eropa sebagai bentuk selebrasi sekaligus usaha mendekonstruksinya, terbentuklah komposisi arsitektural dari rumah yang padat dan urban: lima ruangan beratap tinggi, tertutup pada setiap sisinya, dan mengelilingi inner courtyard yang luas sebagai living space semi-publik. Uniknya, sebuah jembatan didesain melilit ruang-ruang di seluruh “Das Haus”, menembus dinding secara zig-zag, menghubungkan ruang dengan ruang pada titik-titik yang berbeda. Fasade berwarna abu tua pada instalasi menimbulkan kesan awal yang serius dan terutup. Jendelajendela dengan beragam ukuran memberikan kilasan kenyamanan nuansa interior di dalamnya. Memasuki pintu depan, sebuah inner courtyard menyambut disertai jembatan kayu yang menghubungkan lima ruangan. Interior ruangan menampilkan palet warna soft yang terinspirasi dari jalanan tradisional di Shanghai, mulai dari lantai berkayu dari Dinesen hingga tile dari Mutina yang bersanding dengan koleksi furnitur dari nama-nama besar,

seperti Jian, sofa aluminium dari Gandia Blasco, Blur dan Street, karpet keluaran terbaru dari Nanimarquina, koleksi lampu dari Parachilna, dan karya-karya dari Neri&Hu sendiri. Pertimbangan desain untuk masing-masing ruangan adalah yang merepresentasikan riwayat dari budaya hidup, dan juga potensi kegunaan sebuah ruang ketika kita berpikir di luar konsep tradisi ruangan. Berangkat dari fungsi dasar kamar sebagai tempat untuk tidur, “Room for Sleeping” menampung tidak lebih dari kasur kecil, Single, sementara bait puisi dari seorang pujangga Cina, Bian Zhi Lin turut dibubuhkan pada desain interior ruangan. Rangkaian dedikasi, skema warna, dan kutipan dapat ditemukan pada keempat kamar lainnya: “Room for Eating” yang berwarna hijau didedikasikan untuk koki andal, dalam balutan merah gelap yang bercahaya, “Room for Bathing” didedikasikan untuk para pasangan kekasih, sementara dalam balutan warna kuning yang ceria, “Room for Reading” ditujukan untuk para penyair, dan yang terakhir, nuansa abu muda pada “Room for Living” menghiasi kutipan dari tesis Walter

Benjamin mengenai disengagement antara seni dengan ritual. Struktur ruangan yang tertutup ini mewakili konsep tradisional dari hidup dalam hunian, yang seolah tidak hanya menjadi tempat pengungsian, tetapi juga sangkar yang menaungi barang-barang pribadi serta ritual hidup sehari-hari. “‘Haus’, kami memang dimaksudkan untuk membuat orang tidak tenang,” ungkap Lyndon Neri, “karena kami ingin menantang pengunjung, hingga ketika meninggalkan ‘Das Haus’ dan mengunjungi pameran dengan furnitur-furnitur indah dalam material terbaik, mereka akan mulai bertanya kepada diri sendiri, di mana posisi kita saat ini—terutama di Cina. Apakah kita menggunakan furnitur dengan cara yang benar? Berapa banyak perabotan yang sebenarnya dibutuhkan? Dan apa sebenarnya makna dari ‘rumah’?” [Teks: AK]

imm-cologne.com neriandhu.com


evolveindesign

Reading Nest Ruangan yang khusus didedikasikan untuk para penyair, “Room for Reading” , didesain dalam balutan warna kuning cerah yang menstimulasi kreativitas dan keceriaan. Interior ruangan dipenuhi barisan meja-meja kerja dengan warna dan material yang beragam.

imm-cologne.com neriandhu.com

Made for Two Ruangan yang khusus didedikasikan untuk para penyair, “Room for Reading” , didesain dalam balutan warna kuning cerah yang menstimulasi kreativitas dan keceriaan. Interior ruangan dipenuhi barisan meja-meja kerja dengan warna dan material yang beragam.

imm-cologne.com neriandhu.com

Dining In Dream in Blue Berangkat dari fungsi dasar kamar sebagai tempat untuk tidur, “Room for Sleeping” dicat berwarna biru dan menampung tidak lebih dari kasur kecil, Single, yang didesain khusus oleh Neri&Hu untuk “Das Haus”. Bait puisi dari seorang pujangga Cina, Bian Zhi Lin, turut dibubuhkan pada desain interior ruangan.

Instalasi ruang makan menampilkan set furnitur dengan meja yang khas akan tradisi makan di Cina, di mana pilihan masakan disajikan pada bagian tengah meja. Desain lampu mengambil bentuk cage besar yang selaras dengan dekorasi sangkarsangkar burung yang digantung pada latar ruangan. Nuansa hijau pada ruangan “Room for Eating” ini sendiri didedikasikan untuk keandalan para koki dapur.

imm-cologne.com neriandhu.com

imm-cologne.com neriandhu.com

The Revolutionaries Konsep instalasi adalah menyajikan pengalaman spasial dari “lane house” di Shanghai. Lane house sendiri merupakan kekhasan Kota Shanghai di tahun 1930-an, di mana banyak ditemukan perpaduan antara tradisi hidup khas Cina yang berpusat mengelilingi courtyard, dengan town house kebaratan yang menyusun hunian dalam barisan serta bangunan bertingkat tinggi. Lane house yang dikhawatirkan dapat “menghilang” di tengah metropolis yang serbacepat, mendorong Neri&Hu untuk menginterpretasi ulang jenis bangunan ini dengan desain rumah terbuka yang bertingkat, dengan tangga pusat yang menghubungkan kediaman-kediaman lainnya. “Das Haus” kreasi Neri&Hu dengan demikian mendefinisikan bahwa persimpangan antara ruang publik dan perorangan, serta antarpenggunaan publik dan tradisional adalah negotiable.

imm-cologne.com neriandhu.com

indesignlive.co.id

29


LONDON DESIGN FESTIVAL MANDI KEIGHRAN MENGISAHKAN PAMERAN DESAIN DI LONDON DAN BAGAIMANA PAMERAN INI MENGUBAH PASAR DESAIN MASA DEPAN Berbagai kota di seluruh penjuru dunia berupaya mengadakan design week masing-masing sehingga acara-acara seperti itu seolah mencapai titik jenuh. Alhasil, para penyelenggara dan panitia pun harus menawarkan sesuatu yang baru bagi para pengunjung, bukan sekadar pengalaman design week ataupun trade show biasa. Hal itulah yang diperhitungkan pada London Design Festival tahun ini—terlihat dari semua proses desain hingga elemen interaktif pada instalasi acara tersebut. Pada V&A, Moleskine mengundang 70 pakar desain—dari desainer sepatu hingga arsitek— untuk menunjukkan kreativitas mereka pada sketchbook yang ikonis. Design resident Julia Lohmann juga sekilas menampilkan karyanya yang menggunakan rumput laut, bertajuk Department of Seaweed. Bekerja sama dengan Camper dan Disegno, Doshi Levien pun membuka studio mereka untuk umum, menampilkan berbagai prototipe dan karya yang sedang dibuat. Dan, di Shoreditch, Designmarket menyajikan pameran dari desain khusus yang dibarengi acara makan malam dan seminar, semuanya bertemakan “lada”. Pameran tunggal Benjamin Hubert di Inggris diadakan di Aram Store.

Dia menunjukkan proses operasional studio melalui prototipe, sketsa, dan model dari produk terbaru yang ada. Di 100% Design, auditorium seluas 200 m2 yang ia desain—yang terdiri atas lebih dari 46.000 komponen plastik— dibongkar di hadapan pengunjung. Masing-masing orang pun membawa pulang bagian dari instalasi sehingga memberikan pengalaman berkesan dari trade show yang interaktif ini. Sementara itu, sering diabaikan pada trade show tradisional di tengahtengah sejumlah pendekatan yang berbeda di seluruh London selama LDF, 100% Design tahun ini menunjukkan beberapa cara bagaimana pameran dagang perlu beradaptasi untuk bertahan ke depannya. Sebagaimana Giulio Cappellini mengatakan: “Secara pribadi saya selalu mencari ide-ide baru, dan saya rasa 100% Design adalah salah satu tempat yang paling penting untuk mengadakannya.” Dan itu tidak hanya untuk produk yang dipamerkan, tapi untuk pengalaman yang ditawarkan. Farm Kitchen bekerja sama dengan Gaggenau, misalnya, menyuguhkan ruang konseptual yang menampilkan mikro-agrikultur, bersama sebuah restoran yang memamerkan trade show dining yang membutuhkan level baru.

International Pavilions juga menarik tahun ini, dan termasuk dua pameran yang menampilkan desain Australia. Meski LDF memfokuskan pada brand lokal Inggris dan Eropa yang kokoh, ada beberapa brand kolektif internasional yang sangat kuat tahun ini—termasuk 100% Norway dan Chilean Design— yang memperkenalkan karya baru pada market dan menawarkan variasi desain dengan pendekatan kultural. Designjunction, sekali lagi, salah satu dari tempat paling diantisipasi— terbukti dengan antrean pengunjung di pembukaan malam itu. Diadakan di Royal Mail Sorting Office, pameran ini menunjukkan sebuah paduan eklektik antara brand desain dan homeware, termasuk desainer kelahiran Australia yang berbasis di Inggris, Brodie Neill, dengan brand terbarunya Made in Ratio, serta brand Inggris baru Joined + Jointed. Melihat kembali acara tersebut secara keseluruhan, LDF merupakan indikasi bagaimana pameran desain perlu beradaptasi ke depannya— segudang acara, ekshibisi, seminar, dan lokakarya, semuanya memerlukan elemen interaksi juga keterlibatan.

londondesignfestival.com

ATAS Auditorium 100%

Design didesain oleh Benjamin Hubert dengan 46.000 komponen plastik di sebuah area 200 m2 sebagai tempat interaktif bagi audiens secara langsung


evolveindesign

CHILEAN DESIGN Design Advisory Committee of Chile memilih enam lembaga studi yang mewakili generasi yang berani mengambil risiko dan menghadirkan kisah yang kuat: GT2P, Orlando Gatica Studio, bravo!, Ignacia Murtagh, RuizSolar, dan The Andes House untuk mewakili negara tersebut. Chilean Pavilion pun memutuskan untuk memilih para desainer dengan praktik desain yang solid alih-alih sekadar produk individual. Pilihan jatuh pada designjunction, yaitu sekelompok desainer yang memenuhi kriteria dan merefleksikan suasana Chile terkini. ‘Tarrugados Porcelain’ (pada foto) karya Great Things to People (GT2P) merupakan koleksi elegan dari peranti keramik yang mencoba menangkap aksi temporer pada sebuah objek. Masing-masing bejana merupakan reaksi terhadap campur tangan manusia, dan aksi dari mengambil atau memeluk setiap benda tersebut tampak jelas diwujudkan esensinya. Jika digabungkan, fitur geometris dari semua benda itu membentuk semacam gambaran dari objek-objek yang digunakan sehari-hari.

chileandesign.com / gt2p.com

Antecedents Benjamin Hubert mengadakan ekshibisi di retailer desain terdepan, Aram, untuk menampilkan seleksi produk terbarunya dan prototipe yang sebelumnya belum dirilis di Inggris. Diberi judul Antecedents, ekshibisi ini memfokuskan studio tersebut untuk meriset dan mengeksperimenkan melalui prototipe, sketsa, model, dan studi material. Prototipe eksperimental untuk meja kayu sangat ringan merupakan prapertunjukan bersamaan karya terbaru untuk Moroso, Classicon, Menu, dan De La Espada. Antecedents merupakan ekshibisi solo pertama Hubert di Inggris.

benjaminhubert.co.uk

designjunction Designjunction memamerkan produk terbaik dalam furnitur, lighting, dan desain produk dari penjuru dunia, mempresentasikan brand kelas dunia dengan latar belakang industrial yang mengagumkan. Designjunction menyeimbangkan antara kreatif dengan komersial, menawarkan solusi alternatif yang sangat dibutuhkan untuk trade show tradisional. Saat acara LDF, designjunction mengambil alih lokasi sentral 1960-an Sorting Office. Acara ini menyuguhkan beragam brand internasional yang terkenal dengan produk-produknya yang berkualitas, label yang lebih kecil namun mutakhir, pop-up shop, instalasi skala besar, restoran, flash factory, seminar, serta pemutaran di tiga lantai dari lokasi impresif seluas 120.000 kaki persegi.

thedesignjunction.co.uk

100% norway Rangkaian cermin freestand yang terbuat dari tembaga, baja ringan, dan batu dari desainer Norwegia, Hunting and Narud, ditujukan untuk menghormati warisan budaya dan topografi Norwegia yang sangat kaya. Material dipilih untuk menunjukkan hasil tambang yang kredensial di negara tersebut—ekstraksi biji besi dan peleburan tembaga merupakan titik awal industri modern di Norwegia sementara baja dan batu mengingatkan industri ekspor yang penting bagi ekonomi negara saat ini. Sophisticated dan noble, bentuk lingkaran memutar pada cermin, Hunting and Narud menjelaskan, “terinspirasi dari bahasa visual dan pergerakan elemen berbeda dari sistem tata surya.”

huntingandnarud.com indesignlive.co.id

31


Shaping the Future menyambut generasi arsitektur dan desainer interior baru pada penobatan pemenang nippon paint young designer award 2014 Nippon Paint Young Designer Award (NPYDA) yang digelar untuk mahasiswa arsitektur dan desain interior merupakan perwujudan dari komitmen Nippon Paint dalam mendukung kelahiran generasi muda yang penuh talenta. Lewat partisipasi 10 negara, Jepang, Cina, Singapura, Hong Kong, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, Indonesia, dan Pakistan, tahun 2014 ini menandai tahun ketujuh terselenggaranya kompetisi ini di dunia, dan merupakan tahun kedua untuk kemunculannya di Indonesia. Berorientasi pada tema tahun ini, “RE:THINK RE:CREATE Future Living 2030�, para partisipan di Indonesia ditantang untuk memvisualisasikan dan merancang sebuah komunitas ideal yang mampu mendefinisi ulang standar kehidupan di 10 hingga 20 tahun mendatang. Misi mereka adalah menemukan sebuah area atau bangunan yang sudah ada, untuk didesain ulang menjadi tempat hunian atau area publik dengan menggabungkan kreativitas, inovasi desain, dan karakter ramah lingkungan, dengan tujuan akhir meningkatkan kualitas hidup yang lebih sehat, harmonis, dan berwarna, dalam konteks tahun 2030.

Tahun ini, total karya yang terkumpul berjumlah 407, dengan 225 di antaranya berasal dari kategori arsitektur, dan 182 dari desain interior. Sebanyak 10 finalis terbaik dari masing-masing kategori dipilih untuk melakukan presentasi publik di hadapan para juri, sebelum memasuki acara puncak, pengumuman pemenang pada NPYDA Award Ceremony, pada hari setelahnya. Dewan juri yang terlibat tahun ini adalah Andra Matin (andramatin), Cosmas D. Gozali (Atelier Cosmas Gozali), Francis Surjaseputra (Axon Sembilan Puluh), David Tay (Ethospace), Kurjanto Slamet (Ong & Ong), Roland Adam (Goodlife Interior), Sibarani Sofian (AECOM Indonesia), Wendy Djuhara (Djuhara+Djuhara) dan Ahmad Djuhara (Djuhara+ Djuhara). Tidak sebatas menjadi juri dan mentor di sepanjang kompetisi, mereka juga menawarkan kesempatan magang kepada para pemenang di firma-firma arsitektur ternama. Berlokasi di JS Luwansa Hotel and Convention Center Jakarta pada tanggal 9 Oktober 2014, momen seremonial ini dengan bangga menyambut para pemenang muda dari setiap kategori. Di kategori arsitektur, Natasha

Astari (Universitas Parahyangan) memenangkan Bronze Award, dan Hendy Gunawan (Universitas Petra) merupakan pemenang untuk Silver Award, sementara Best Green Innovation Award dimenangkan oleh Robert Simbolon (Universitas Sumatera Utara), dan untuk Best Colour Application Award oleh Yohanes R. Wirawan (Universitas Petra). Di kategori Desain Interior, Ridho Darmawan (Universitas Gunadarma) memenangkan Bronze Award, dan Silver Award diberikan kepada Stefanny (Universitas Gunadarma), sementara pemenang untuk Best Green Innovation Award adalah Satio Pangestu (Universitas Gunadarma), dan untuk Best Colour Application Award, Veronica Sekar Mayang (Universitas Gunadarma). Kategori yang cukup unik turut melengkapi keistimewaan tahun ini, yaitu untuk universitas dengan peserta kompetisi terbanyak (most entries), yang dimenangkan oleh Universitas Sumatera Utara untuk kategori arsitektur, dan Institut Sains dan Teknologi TD Pardede untuk kategori desain interior. Pada momen puncak, NPYDA 2014 mengumumkan pemenang Gold Winner untuk kedua kategori: Robert

Simbolon dari Universitas Sumatera Utara, membawa pulang Gold Award di kategori arsitektur dan di kategori interior desain, Kevin Nathaniel dari Unversitas Bina Nusantara memenangkan titel Gold Award. Pemenang dari masing-masing kategori ini berkesempatan tampil di Jakarta House Vision 2016 bersama Kenya Hara dan Sadao Tsuchiya dan diterbangkan ke Osaka, Jepang, untuk berkompetisi di ajang NPYDA 2015 tingkat regional bersama pemenang dari sembilan negara lainnya. Cukup satu kata untuk menggambarkan event tahun ini: spesial. Selain ditandai dengan angka partisipan dan universitas yang lebih besar dari tahun lalu, para pemenang Gold Award menunjukkan bahwa mereka tidak hanya sebatas memiliki talenta, tetapi juga sosok yang gigih dan ulet. Sama-sama pernah mengikuti kompetisi NPYDA tahun lalu tanpa memenangkan kategori utama, kedua pemenang kembali ikut serta dalam kesempatan tahun ini, dan berhasil membuktikan seberapa banyak ketekunan dan tekad yang dibutuhkan untuk mencapai sukses. [Teks: AK]

npyda-indonesia.com


evolveindesign

design movement Berorientasi pada perkembangan dunia desain interior dalam negeri, NPYDA 2014 menyambut para pemenang kategori Interior Design yang dimenangkan oleh: Ridho Darmawan (Universitas Gunadarma) untuk Bronze Award, Stefanny (Universitas Gunadarma) untuk Silver Award, dan Kevin Nathaniel untuk Gold Award.

npyda-indonesia.com

The New Pioneers Berikut adalah pemimpin arsitektur Indonesia generasi baru yang berhasil memenangkan NPYDA 2014 kategori Arsitektur: Bronze Award dimenangkan oleh Natasha Astari (Universitas Parahyangan ), Silver Award oleh Hendy Gunawan (Universitas Petra), sementara Best Green Innovation Award dan Gold Award dimenangkan oleh Robert Simbolon (Universitas Sumatera Utara). Mr. Jon Tan selaku CEO Decorative Paints Nippon Paint Indonesia membagi penghargaan kepada masing-masing pemenang pada momen penobatan.

npyda-indonesia.com

smart housing Karya pemenang Gold Award kategori Arsitektur, Robert Simbolon, yang bertajuk “Deli River’s Smart Housing” menampilkan sebuah konsep smart housing yang ramah lingkungan, berlokasi di bantaran Sungai Deli. Pada prinsipnya, proyek ini mengusung konsep dari filosofi pohon, yaitu mampu menghasilkan makanan sendiri, menyimpan air, dan mengubah energi. Memanfaatkan teknologi aquaponic yang memungkinkan proses penanaman tanpa tanah, perumahan ini dirancang untuk menghasilkan makanan bagi penghuninya. Sementara itu, pengubahan energi matahari menjadi energi listrik ditunjang oleh pemasangan solar panel, dan penyimpanan air hujan diusahakan lewat aplikasi rain water catcher yang memungkinkan penggunaan air secara berkesinambungan.

npyda-indonesia.com

the seed showcase of ideas Suasana pengunjung pada area showcase rancangan karya para finalis di hari kedua NPYDA 2014 Award Ceremony di JS Luwansa Hotel and Convention Center Jakarta.

Keikutsertaannya pada NPYDA 2013 berhasil mengantarnya memenangkan Bronze Award di kategori Desain Interior, dan tanpa menyerah, tahun ini Kevin Nathaniel (Unversitas Bina Nusantara) kembali menjajali ajang ini dan berhasil membawa pulang titel Gold Award lewat karyanya yang bertajuk “The Seed”.

npyda-indonesia.com

npyda-indonesia.com indesignlive.co.id

33


Ascent of South East Asia pertemuan tahunan South East Asia Hotel Expansion Summit di Jakarta menandakan pertumbuhan positif industri perhotelan di Asia Tenggara Ekspansi hotel di kawasan Asia Tenggara pada awalnya dipelopori oleh Indonesia dan Thailand, yang diikuti oleh Vietnam dan Filipina. Menyajikan ragam pilihan resor dan lokasi turistik favorit, baik Indonesia maupun Thailand menjadi magnet bagi hotel-hotel untuk memperluas operasi mereka pada tahun-tahun terakhir ini. Ditunjang dengan domestic demand yang kuat dan peningkatan jumlah pendapatan kelas menengah, agen-agen hotel baik lokal maupun internasional memperluas hotel secara besar-besaran di kota-kota di Indonesia. Diorganisir oleh Noppen dan strategic advisor dari PT Qasa Strategic Consulting, pertemuan tahunan yang untuk ketiga kalinya digelar ini mengambil Intercontinental Jakarta Midplaza sebagai venue selama dua hari acara, 29—30 0ktober 2014. Mendayaupayakan para pemain utama dalam industri untuk datang, mulai dari para investor, pemilik hotel, dan operator serta solution provider untuk berpartisipasi dalam diskusi topiktopik kritis yang memberi pencerahan, serta sesi networking yang dirancang untuk mendorong aktivitas pertukaran ide, acara ini menjadi agenda yang

ditunggu-tunggu industri perhotelan setiap tahunnya. Para partisipan yang datang selama dua hari acara berasal dari latar belakang profesi yang beragam, mulai dari CEO dan presiden perusahaan, F&B Directors, hingga para delegasi yang berasal dari pemerintahan, hotel cabang, perusahaan investasi, perusahaan konstruksi, biro arsitektur dan desain, konsultan, serta firma-firma hukum. Rangkaian program acara pada pertemuan tahunan ini mencakup tea breaks yang mendorong peluang networking dalam suasana santai, oneto-one business meeting yang bertujuan mempertemukan tamu dengan prospek bisnis, showcase eksklusif dari para sponsor acara, serta pemaparan pembicara kunci yang mengangkat topiktopik seputar perkembangan industri. Diskusi panel turut menjadi highlighted event dengan menghadirkan para ahli untuk membahas problematika tertentu, dengan sesi tanya jawab yang interaktif bersama para tamu undangan. Pada hari pertama pertemuan, terdapat dua panel diskusi, yang pertama bertemakan “Where Smart Money is Heading” dengan panelis Mr. Rio Kondo (Vice President Development, Accor),

Mr. Anthony Mcdonald, Mr. Samudra Hendra (Chief Mission Officer Max One Hotels), dan moderator Mr. Jeffrey Bahar (Deputy CEO Spire Research & Consulting), dan panel diskusi dua bertemakan “The Role of Hospitality Stakeholders in South East Asia”. Acara pada hari kedua menghadirkan rangkaian nama brand hotel yang sudah hangat di telinga para enthusiast industri perhotelan. Beberapa di antaranya adalah Tommie Liem (ArTOTEL Indonesia) yang membicarakan “Indonesian Millennial generation as Customers & Investors—Are They worth To Be Considered?”, Meutia Mahardhika (InnSula Hotels & Resorts) yang membahas “Incorporating Hotel’s Brand DNA Across Product Lines”, dan Samudra Hendra (Max One Hotels) yang membicarakan “Milestone Pacific Group: How to Build and Grow a Local Brand”. Berkembangnya industri perhotelan itu sendiri didorong oleh peningkatan minat populasi global terhadap pengalaman berlibur di Asia, khususnya Asia Tenggara, yang merupakan sebuah momentum yang tengah berlangsung di berbagai belahan dunia. Mr. Anthony Mcdonald sebagai Founder dan CEO X2 Hotels menuturkan pandangannya

mengenai “long trend” ini, “Menurut saya elemen Asia adalah sesuatu yang sedang menyusul, sedang berkembang,” ujarnya, “Asia memiliki banyak sejarah dan budaya, namun dibandingkan budaya dan kesenian di Eropa yang sudah menjadi konsumsi umum, selama ini Asia lebih dikonsumsi secara spesifik. Akan tetapi, saat ini tampaknya elemen Asia sudah semakin tumbuh dan berkembang hingga populasi umum mulai mengapresiasi desain dan style dalam bentuk evolusi, bukan sekadar proses edukasional.” Anthony juga merujuk pada pengalaman berlibur yang diincar setiap orang, bagaimana mereka ingin menggambarkan pengalaman baru dan unik yang tengah dijalani, serta peran sosial media yang memberi eksposur dan menjadikannya mudah diakses. “Dalam perumpamaan, jika seseorang tiba di kamar hotel yang terlihat sama saja dengan empat juta kamar hotel lainnya, maka tidak ada cerita di sana, untuk itu setiap orang mencari kisah itu, keunikan itu, dan pengalaman yang layak ditulis, untuk ditampilkan di blog atau Facebook,” jelas Anthony, “dan saya rasa itu adalah tren yang sedang berlangsung.” [Teks: AK]


evolveindesign

Asian potential Panel diskusi dua bertemakan “The Role of Hospitality Stakeholders in South East Asia” menampilkan panelis Mr. Arjan de Boer (Senior Vice President di Development, Regent Hotels & Resorts), Mr. Erick Herlangga (Vice President Development dari South East Asia Louvre Hotel Group) dan Mr. Javier Salgado (Development Head di PT Carlson Panorama) dengan moderator Mr. Nanda Adityawarman (Head dan Business Strategic Insight dari Qasa Strategic Consulting).

mixed-use ‘invasion’

The network building

Mr. Doddy A. Tjahjadi selaku Managing Director dari PTI Architects menjadi pembicara pada hari pertama pertemuan SE Hotel 2014, dengan topik pembahasan “Brand Hotel & Mixed Use in Indonesian”. Kondisi tingginya harga tanah di Kota Jakarta dewasa ini mendorong pengembangan konsep mixed-use development. “Untuk hotel bintang lima, hampir tidak mungkin untuk mewujudkannya sebagai bangunan yang berdiri sendiri di Kota Jakarta. Ritmenya tidak ada, periode payback-nya lama hingga 10 tahun atau lebih, bank juga tidak akan mendukung pemberian pinjaman, maka dari itu biasanya pembangunan dicampur dengan apartemen, yang menghasilkan return lebih cepat, ataupun hotel,” jelas Doddy.

South East Asia Expansion Hotel Summit 2014 menghadirkan kesempatan networking antarpraktisi dan pihak-pihak esensial dalam industri perhotelan melalui program acara tea break yang kasual, serta one-to-one business meeting yang memudahkan pertemuan antara tamu undangan dengan prospek bisnis.

defining boutique hotel Pendiri dan CEO dari Hotel X2, Anthony Mcdonald, menjadi pembicara dengan topik “Building a Design Boutique Hotel Brand and Bringing it to Asia”. Di tengah maraknya pilihan brand hotel, Hotel X2 membedakan diri melalui konsep luxury yang didefinisi ulang, yakni bukan mengimplikasi segalanya menjadi lebih besar, melainkan dengan mengedepankan keunikan dan privasi. Anthony menggambarkan bahwa hotel dengan style baru dicapai melalui permainan desain dan arsitektur, dengan keluar dari konsep tradisi hotel, tetap mempertahankan keselarasan dengan lingkungan sekitar, dan mengedepankan freedom.

indesignlive.co.id

35


Honoring The Luminaries Dalam apresiasi peran mereka membentuk arsitektur Indonesia, Indesign Indonesia menganugerahkan penghargaan kepada Tan Tjiang Ay dan Achmad Noe’man Dengan sepak terjang acara yang dimulai sejak tahun 2011 ini, Indesign Indonesia, salah satu majalah arsitektur dan desain terdepan, meneruskan sebuah tradisi dari majalah Indesign Australia yang menganugerahkan penghargaan kepada sosok-sosok termahsyur dalam dunia desain dan arsitektur, setelah pemuatan fitur mereka di dalam majalah, di bawah tajuk artikel Luminary Indesign. Para “luminary” adalah mereka yang terpilih karena telah berkontribuasi dalam membuat perubahan dan perkembangan pada dunia desain dan arsitektur, atau yang telah meninggalkan jejak berpengaruh bagi generasi yang mendatang. Melihat kriteria tersebut, bukan berlebihan jika penghargaan ini datang dengan prestise tersendiri. Setelah mempertimbangkan nama-nama besar di industri yang memenuhi kategori seorang luminary, Indesign Indonesia menganugerahkan penghargaan kepada Achmad Noe’man dan Tan Tjiang Ay untuk kontribusi besar mereka di dalam dunia arsitektur

Indonesia: Achmad Noe’man terkenal akan karya-karya masjidnya, sementara Tan Tjiang Ay dikenal lewat adaptasi desain “poreus” dalam bentuk keterbukaan ruangan, taman, dan serambi pada rumah-rumah tropis. Lewat kerja sama dengan retail store Formapura, acara ini diselenggarakan pada 9 September 2014 dan mengambil tempat di showroom daerah Senopati, Jakarta Selatan. Setelah penyambutan dan perkenalan dari Isabelle Janvlyn, Managing Editor Formapura, pemberian penghargaan dilakukan oleh Ketua IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) Jakarta, Bapak Steve J. Manahampi. Partisipasi Clark Harris dari Interface dan Irena Josoeb dari Nippon Paint sebagai perwakilan sponsor dalam diskusi panel turut meramaikan acara spesial ini. Bersama dengan Isabelle Janvlyn dari Formapura, Prof. Simon Robertshaw, Peter Svorc dan Lyndon Yeo dari Pitch It! Asia, diskusi panel yang membahas isu-isu sustainability diselenggarakan.

Menutup acara hari itu, sebuah workshop kreatif dari Pitch It! Asia diselenggarakan dengan tujuan membangun platform dan memberi kesempatan bagi para tamu undangan dari latar belakang profesi yang beragam, untuk networking dengan mengembangkan dan berbagi ide-ide dari sebuah tema. Makna “penghargaan” dari acara utama cukup menggugah atensi dan partisipasi dari para pelaku di industri, dan ketika mereka berkumpul di sebuah “design hub” di mana aspirasi dari individu-individu kreatif mampu berjelajah dengan bebas, bukan tidak mungkin jika generasi luminary baru dapat terlahir di dalamnya. Dan dengan demikian, masa depan dari dunia arsitektur di Indonesia pun akan terjamin dalam perkembangannya. [Teks: AK]

indesignlive.co.id


evolveindesign

the creative team Di balik kesuksesan acara kali ini, terdapat peran sosok-sosok inspiratif di industri kreatif. Mereka adalah (dari kanan ke kiri): Denise Tjokrosaputro selaku CEO dari grup MPG Media yang menaungi majalah Indesign Indonesia, Lyndon Yeo (Organising Chairman Pitch It! Asia), Clark Harris (Head of Marketing Interface Asia), Peter Svorc (arsitek dan pemilik firma Peter Svorc & Partners dari Slovakia), Prof. Simon Robertshaw (Dean of Arts and Digital Industries, University of East London), Isabelle Janvlyn (Managing Director Formapura), dan Irena Josoeb (Head of Marketing Nippon Paint Indonesia).

indesignlive.co.id

introducing ‘pure form’ Menggandeng Formapura sebagai salah satu partner, acara diselimuti suasana interior bertemakan American Classic dengan sentuhan modern nan simpel dan elegan. Isabelle Janvlyn (Managing Director Formapura), menyambut para tamu undangan dan memperkenalkan konsep brand yang mengusung desain produk dan visi yang sederhana dan pure, sesuai makna Formapura dalam bahasa Italia yang berarti ‘pure form’.

Addressing Sustainability Diskusi yang membicarakan isu sustainability diisi oleh enam orang pembicara, tiga di antaranya dari Pitch It! Asia, yaitu Prof. Simon Robertshaw, Lyndon Yeo sebagai moderator, dan Peter Svorc (arsitek dan pemilik firma Peter Svorc & Partners dari Slovakia), serta Clark Harris (Head of Marketing Interface Asia), Irena Josoeb (Head of Marketing Nippon Paint Indonesia), dan Isabelle Janvlyn (Managing Director Formapura). Masing-masing pembicara menceritakan usaha dan sudut pandang mereka dalam mengedepankan prinsip sustainability dalam eksekusi desain, karya, dan bisnis mereka..

indesignlive.co.id

indesignlive.co.id

Pitching Ideas Suasana workshop The Sandbox Discovery Café dibuat selayaknya para tamu undangan sedang berkumpul di kafe. Dikelompokkan ke dalam 4 grup kecil dengan masing-masing anggota 5 orang dari berbagai bidang, mereka duduk di setiap meja dan diberikan sehelai kertas untuk digunakan sebagai media mereka menjawab pertanyaan. Berkisar di ranah industri desain (arsitektur, desain interior, marketing, dan product supply), pendapat peserta akan isu dan fenomena yang mengelilinginya dapat disampaikan dalam bentuk gambar, doodle, tulisan, ataupun mind mapping. Sesi brainstorming kemudian dilanjutkan dengan diskusi bersama anggota dari grup lain, dan perutaran anggota antargrup dilakukan sebanyak 3 kali hingga terjalin sebuah network yang menarik antarpraktisi dari berbagai bidang.

indesignlive.co.id

indesignlive.co.id

37


Architecture Today Acara penghargaan Indesign Luminary dikemas dalam pertemuan interaktif yang meneropong perkembangan dunia arsitektur di Indonesia dewasa ini Menjelang akhir tahun 2014 ini, majalah Indesign Indonesia kembali menyelenggarakan ajang penganugerahan penghargaan bertajuk “Indesign Luminary” pada Kamis, 20 November yang lalu. Vastuhome, salah satu showroom interior kontemporer ternama di dalam negeri yang didirikan oleh PT Datascrip, menjadi tuan rumah bagi ajang ini. Berlokasi di daerah Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, acara berlangsung dengan rangkaian program interaktif yang disertai sesi makan malam. Pada kesempatan kali ini, penghargaan diberikan kepada sosok “luminary” yang pernah terpilih menghiasi rubrik bertajuk sama pada edisi kesembilan kami yang lalu, yaitu Bapak Gunawan Tjahjono. Dikenal sebagai sosok di balik masterplan kampus UI Depok dan gedung rektorat UI yang mampu berdiri sekian puluh tahun dan mewadahi fungsinya secara baik, Bapak Gunawan hingga kini menjabat sejumlah posisi yang mengukuhkan pengaruhnya di dunia arsitektur, atau secara khusus di bidang akademisi, beberapa di antaranya: Ketua Tim Penasehat Arsitektur Kota (TPAK), anggota Dewan Keprofesian Arsitek IAI, dan Rektor Universitas Pembangunan Jaya.

Lewat kerja sama dengan Vastuhome, Indogress, dan Singapore Tourism Board, acara ini berlangsung dari pukul 6 petang hingga 9 malam. Setelah penyambutan dari Sunthy Sunowo selaku Managing Director majalah Indesign Indonesia, Zaky Makarim memberi kata sambutan atas nama Vastuhome, dilanjutkan dengan Ferry S. Adi yang menayangkan presentasi singkat produk Indogress. Acara talkshow kemudian dimulai, pada kesempatan kali ini mengangkat tema “The World of Indonesia’s Architecture Today” yang menyorot pada subtema Expand the Architect’s Point of View. Nama-nama pembicara yang sudah hangat di telinga para praktisi dunia arsitektur turut berpartisipasi di dalamnya: Gunawan Tjahjono, David Hutama, Irianto Hadi Purnowo, dan tidak ketinggalan Ren Katili selaku moderator acara. Membuka pembicaraan, pembahasan pertama mencakup perkembangan dunia arsitektur Indonesia, yang disorot dari kacamata Bapak Gunawan Tjahjono sebagai sosok yang telah menusuri dunia tersebut sepanjang hitungan dekade. Pembahasan kemudian berkembang ke dalam topik ASEAN Free Trade Area (AFTA) di tahun 2015 mendatang, dan bagaimana prediksi para narasumber

akan reaksi dan dampaknya kepada para praktisi di industri dalam negeri. Bapak David Hutama, sebagai pelaku dunia arsitektur khususnya di bidang akademisi Universitas Pelita Harapan, menyorot pengaruh dari AFTA 2015 tersebut kepada generasi mahasiswa dalam negeri dewasa ini, dalam dilema efek yang mungkin membantu pembelajaran atau justru menghilangkan akar-akar Indonesia di dalamnya. Dari kacamata praktisi, Irianto Hadi Purnowo memaparkan cara pandangnya akan AFTA 2015 yang berpotensi menjadi tantangan, hambatan ataupun peluang. Pembahasan juga menggarisbawahi pada sisi-sisi postitif dan keunggulan yang dimiliki para arsitek dalam negeri dalam kaitan dengan daya tahan dan persiapan mereka menghadapi AFTA tersebut. Seusai talkshow, acara masuk ke dalam sesi pemberian penghargaan kepada Bapak Gunawan Tjahjono, dengan Sunthy Sunowo sebagai perwakilan dari majalah Indesign Indonesia. Pemberian cenderamata kepada para narasumber hari itu dan sesi foto bersama melengkapi keramaian di penghujung acara. Menutup rangkaian acara hari itu, Singapore Tourism Board memberikan presentasi dalam bentuk tayangan video atraktif sebagai penyuluhan

akan rangkaian program acara menarik di Singapore Design Week, dalam rangka pengembangan bidang turisme Singapura. Berlangsung dari tanggal 10 hingga 16 Maret 2015, pekan yang tidak hanya terbuka untuk para praktisi dunia desain dan arsitektur dunia, melainkan juga akademisi, komunitas, praktisi bisnis, dan publik umum ini menghadirkan event akbar Maison&Objet Asia, Hospitality 360o, International Furniture Fair Singapore, SingaPlural Celebrating Design 2015, dan Singapore Design Business Summit. Sebagai bentuk apresiasi tinggi terhadap dunia arsitektur pada umumnya, malam penghargaan kali ini diselenggarakan dengan mengedepankan nilai kepedulian dan kebersamaan dalam menyongsong masa depan arsitektur dalam negeri. Dengan adanya ajang pertemuan untuk para pelaku yang terlibat di industri ini, diharapkan terjalinnya sebuah solidaritas pemahaman yang mendukung perkembangan dunia arsitektur Indonesia secara khusus. [Teks: AK]

indesignlive.co.id


evolveindesign

celebrating design in singapore welcome speech Vastuhome merupakan salah satu showroom interior kontemporer ternama di dalam negeri yang didirikan pada 2006 oleh Datascript. Sebagai sponsor Indesign Luminary pada kesempatan kali ini, showroom Vastuhome yang berlokasi di Pakubuwono, Kebayoran baru, Jakarta Selatan, menjadi venue acara. Zaky Makarim selaku Division Manager PT Datascrip yang menaungi Vastuhome, memberikan kata sambutan di hadapan para tamu undangan.

datascrip.com/vastuhome

Diorganisir oleh Design Singapore Council, pekan Singapore Design Week 2015 yang diselenggarakan pada 10—16 Maret 2015 ini akan menghadirkan 5 design trade show berkualitas, konferensi, 50 seminar international, showcase, ekshibisi, dan workshop untuk berbagai ilmu disiplin desain. Lima event utama mencakup Maison&Objet Asia yang menampilkan desain-desain terdepan di Asia, International Furniture Fair Singapore, sebuah platform untuk desain furnitur dan furnishing di Asia, Hospitality 3600 yang menjadi acara wajib bagi perusahaan supplier yang beroperasi di industri hospitality, Singapore Design Business Summit, sebuah konferensi internasional untuk komunitas bisnis maupun desain yang menampilkan guest speakers ternama, membahas bagaimana desain membentuk perusahaan mereka, and last but not least, Singaplural menampilkan talenta-talenta di bidang industri kreatif mencakup arsitektur lanskap, interior, periklanan, urban planning, furnitur, fashion, dan desain grafis.

stb.gov.sg

innovation in tiles Kerja sama Indogress dalam meramaikan program acara malam itu memperkenalkan sosok Ferry S. Adi selaku Project Specifier yang melakukan presentasi lengkap produk-produk dan koleksi tile terbaru dari Indogress.

indogress.com

indonesia’s architecture today Dengan perbedaan dekade dalam sepak terjang karier dan latar belakang praktik arsitektur yang beragam, Gunawan Tjahjono dan David Hutama sebagai akademisi dan Irianto Hadi Purnowo sebagai praktisi, pengupasan tema talkshow yang berfokus pada subtema Expand the Architect’s Point of View menawarkan perspektif yang segar dan informatif.

indesignlive.co.id

indesignlive.co.id

39


DESIGN CELEBRATION BERBICARA MENGENAI INDUSTRI DESAIN DI ASIA DAN NEGARA REGIONAL MENGANTARKAN DISKUSI KE SEBUAH ACARA TERKEMUKA DI SINGAPURA PADA MARET MENDATANG

Penyelenggaraan Singapore Design Week telah berhasil mengangkat desain di Asia. Upaya yang lebih besar dari penyelenggaraan tahun 2014 lalu akan membuat penyelenggaraan pada bulan Maret mendatang lebih menarik. Dengan menempatkan standard yang tinggi untuk desain dan produksi, penghargaan terhadap dunia desain dan nilai-nilai seni ini pun semakin meningkat, terutama di bidang arsitektur, desain interior, dan desain produk. Hal ini dimungkinkan berkat serangkaian acara yang menyinergikan berbagai aspek industri melalui diskusi dan interaksi dengan desainer lokal maupun internasional, yang diselenggarakan oleh Design Singapore Council. Tujuannya adalah menjangkau komunitas desain, bisnis, mahasiswa, penggemar desain, serta publik agar mengimprovisasikan pemahaman dan penghargaan terhadap desain. Negara Singapura telah berada di garis depan dalam mendukung dan memajukan industri kreatif dengan mendirikan infrastruktur dan bermacam fasilitas untuk meningkatkan industri ini. National Design Centre baru-baru ini disinyalir merupakan kunci dan merupakan dukungan pemerintahan Singapura terhadap industri desain. Dengan bertujuan untuk menampilkan hasil kegiatan masyarakat dan menyediakan ruang komunal untuk saling berbagi dan mengembangkan diri, National Desain

Centre merupakan tonggak penting bagi komunitas desain sejak tahun 2014. Selain meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap desain, terbentuknya tempat ini pun mendorong munculnya inovasi - inovasi baru dalam dunia desain serta penggunaannya pun berpengaruh terhadap peningkatan produktivitas. Singapore Design Week di tahun 2015 nanti pun akan semakin memperkuat peran penting yang dimiliki oleh industri desain. Dengan pameran dagang, forum diskusi, konferensi, instalasi desain, ekshibisi, serta workshop, acara ini membantu dalam menyoroti sinergi dan menjembatani ruang antara desainer dan pebisnis. Perhelatan yang memposisikan Singapura sebagai “A Global City for Design” ini menarik banyak partisipan dari berbagai wilayah untuk ikut serta dalam sebuah ajang yang menyediakan wadah untuk jejaring, sekaligus kesempatan berbisnis. Selebrasi desain yang digelar oleh Singapore Design Week 2014 telah meninggalkan kesan yang mendalam. Inspirasi dan inovasi ditransformasikan ke dalam sebuah bahasa nyata yang meningkatkan apresiasi terhadap desain dan berdampak luas sehingga mengubah hidup menjadi lebih baik lagi. Sampai jumpa di Singapore Design Week berikutnya di Maret 2015 mendatang. [Teks: SS]

designsingapore.org/SDW

UNFORGETTABLE INSTALLATION Selain pameran dagang, terdapat instalasi menarik di area Dhoby Ghaut dan sepanjang kota. Salah satunya ialah “30 Life Stories Remembering Parks” yang aksesibel sehingga masyarakat bisa berinteraksi dengan karya seni tersebut. Di sisi lain dari taman, “Design Larger Than Life” hadir dengan warna menarik, seperti yang akan dilakukan oleh Claudio Callucci dengan benang warna-warni dan permainan lampu di malam hari. Pengunjung yang lewat bisa dengan mudah berinteraksi dan berfoto di depan karya instalasi, bahkan dapat pula memasuki beberapa instalasi yang pastinya menyajikan sebuah pengalaman menarik.

designsingapore.org/SDW


evolveindesign

INSPIRING TALK AND SHARE Singapore Design Week terdiri dari serangkaian forum diskusi, talk show, dan workshop yang dapat diikuti dan diambil manfaatnya oleh komunitas desain, bisnis, dan mahasiswa. Meliputi berbagai topik, mulai dari nilai desain terhadap bisnis, hingga sesi berbagi oleh desainer sukses seperti Supermama, workshop 30 Life Stories, dan banyak lagi; beberapa di antaranya digelar di National Design Centre—sebuah fasilitas yang didirikan untuk mendukung penyelenggaraan aktivitas desain di Singapura. Design Business Summit dan Furniture Design Forum juga populer berkat sederetan para bintang yang menjadi pembicara seperti Claudio Colucci, David Carlson, dan Timothy Power. Sesi perbincangan dan pengajaran juga tersedia selama pameran dagang seperti Maison&Objet Asia dan International Furniture Fair Singapore. Semua adalah sekumpulan konsolidasi yang sepenuhnya merayakan semangat, makna, dan nilai desain.

designsingapore.org/SDW

AWARD FOR GOOD DESIGN Setelah kesuksesan Good Design Mark di Jepang, Singapura mengikuti jejak langkah acara tersebut sebagai tolok ukur dalam industri desain. Singapore Good Design Mark diadakan menjelang Singapore Design Week di National Design Centre berakhir dan diterima dengan hangat dari berbagi kalangan terkait termasuk para arsitektur, desainer interior, dan juga para penggemar desain. Penghargaan ini diselenggarakan selama Singapore Design Week dan merupakan salah satu signature event. Selain Singapore Good Design Mark Award, National Design Centre juga menampilkan para pemenang President’s Design Award 2014. Didirikan pada 2006, penghargaan ini ditujukan untuk seluruh disiplin ilmu desain, termasuk desain periklanan dan komunikasi visual, arsitektur dan desain urban, desain fashion, desain furnitur, desain interior, desain lanskap, desain produk, dan desain industrial. Dengan acara ini, Singapore Design Week telah menjadi sebuah karya sejati terhadap ide dan perayaan dalam dunia desain.

Rising Talents Ada dua acara yang mencuri perhatian di Singapore Design Week lalu. Mereka adalah Maison&Objet Asia yang hadir untuk pertama kalinya dan International Furniture Fair Singapore 2014 yang terangkum dalam rangkaian 30th ASEAN Furniture Show. Ekshibisi ini tidak hanya memamerkan produk-produk dari berbagai merek ternama di dunia, tetapi juga menyajikan panggung khusus bagi para talenta muda di industri desain untuk memamerkan karyanya sehingga menambahkan perspektif baru, kedalaman, serta variasi pada acara ini. Berkat cara penyajiannya yang unik nan menyegarkan, karya-karya dari para desainer muda ini selalu menarik untuk disimak.

sgmark.com

Supported by

Held in

maison-objet.com indesignlive.co.id

41


SINGAplural Mengapresiasi bakat dan karya baru dalam desain merupakan tujuan utama SingaPlural 2014. Ini adalah platform yang membawa peluang kerja sama dengan produsen, retailer, dan pebisnis lainnya. Sebagai acara utama Singapore Design Week, SingaPlural tahun lalu terdiri dari beberapa kegiatan untuk menyinergikan bisnis desain di Singapura dan negara sekitar. Seluruh elemen dalam industri desain ditampilkan serentak dengan menarik dan interaktif sebagai tujuan dari seluruh kegitan Singaprulal. Dengan topik “Celebrating Design”, DesignSingapore Council juga memberikan tantangan besar bagi para desainer muda dan bakat baru untuk menampilkan karya-karya mereka. Hal ini menjadi program yang sukses untuk pekerjaan desain dan mendukung apresiasi budaya yang lebih baik. Pembukaan National Design Centre juga membawa dampak positif. Gedung ini mewadahi banyak kegiatan seperti Value of Design Forum, Career Advise, Design Conversations, Singapore Creative CSR Awards, dan Furniture Design Awards 2014. Terdapat juga Singapore Design Business Summit yang menghadirkan pakar dari berbagai berbagai bidang disiplin lain yang menempatkan desain sebagai satu cara untuk mencapai produktivitas dan pertumbuhan bisnis lebih baik. Berbagai kegiatan yang diadakan ini ialah sebuah cara untuk mengundang berbagai komunitas desain untuk saling terlibat secara aktif sehingga dapat mendukung satu sama lain.

MAISON&OBJET ASIA Debut pertama Maison&Objet di Asia Maret 2014 lalu mendapat respons besar dari komunitas desain di Singapura dan negara tetangga. Terdapat 270 brand dari 24 negara yang berhasil menarik 10.364 pengunjung. Menggambarkan potensi akan kancah desain dan bisnis, platform ini memberikan informasi yang lebih mendalam tentang tren, selera, dan desain di kawasan ini.

maison-objet-asia.com

designsingapore.org/SDW

FURNITURE DESIGN AWARD 2014 Sebuah kompetisi tahunan yang diadakan oleh Singapore Furniture Industries Council memasuki tahun ke-8 untuk mencari bakat-bakat baru dalam meningkatkan pertumbuhan industri ini. Nominasi kompetisi ini dipamerkan di Gallery 2, level 2, National Design Centre. Salah satu di antaranya ialah Pooch Fam karya Angel Chow Ka Yi yang terinspirasi dari seekor anjing yang menjadi anggota keluarga sebagai konsekuensi dari munculnya perubahan gaya hidup dan demografi dalam masyarakat.

singaporefurniture.com

SINGAPORE GOOD DESIGN MARK AWARD 2014 Singapore Good Design Mark menjadi penghargaan yang diberikan kepada desain dengan kualitas terbaik baik pada hasil karya desain maupun desainernya. Tema tahun ini ialah “Design Makes Life Better”. SG-Mark untuk kali pertama digelar di National Design Centre dengan Garden By The Bay yang ikonis serta Marina Barrage, sebagai penerima Platinum SG Mark Award. Sementara itu, untuk kategori produk elektronik, Philips dan Samsung menjadi pemenang, sedangkan SIA SilverKris dan Clearbridge Vitalsigns Pte Ltd juga meraih penghargaan platinum.

sgmark.org


evolveindesign

IFFS/ASEAN FURNITURE SHOW

48 HOURS CHALLENGE Lima retailer di Park Mall berkolaborasi dengan lima kelompok siswa dari beberapa sekolah desain di Singapura. Kompetisi ini memberikan tantangan pada mereka untuk merubah atau mendekorasi ulang dalam sebuah toko dalam waktu 48 jam. Mereka juga harus dapat menyelesaikan tantangan bagaimana membangkitkan pengalaman sensorik untuk berbelanja. Melakukan kerjasama tim dan selalu berpikiran terbuka, para pemenang di tahun 2014 ini berasal dari Temasek Polytechnic dengan karya mereka di showroom Hugo Kitchen. Sementara itu, The Best Sensorial Experience diberikan kepada tim dari The Nanyang Academy of Fine Art dengan karya mereka di showroom Jespirit.

Pameran dagang ini telah memasuki tahun ke-30 dan masih bertahan kuat. International Furniture Fair Singapore 2014 atau Asean Furniture Show telah banyak menarik perhatian publik dan desainer. Menampilkan berbagai produk menarik dari Singapura hingga negara-negara tetangga, acara ini juga menarik pembeli dari penjuru dunia, bahkan banyak di antaranya menjadikan agenda tahunan mereka untuk mengumpulkan produk terbaik. Pada Maret 2014 lalu IFFS memamerkan 418 exhibitor dari 33 negara, dan menarik 22.496 pengunjung serta 97 delegasi pembeli internasional dari 115 negara..

iffs.com.sg

FURNITURE WORKSHOP Para desainer diberi kesempatan untuk bekerja sama dengan produsen furnitur selama proses memproduksi karya seni dan instalasi. Karya Claudio Colucci, Spectrum, terlihat menarik perhatian dengan tampilan cahaya warna-warninya di taman.

designsingapore.org/SDW

designsingapore.org/SDW

30 LIFE STORIES-I REMEMBER PARK Desain dari kayu tidak hanya merupakan sebuah interpretasi modern dalam seni kontemporer sebagaimana 30 instalasi karya desainer, mahasiswa, dan seniman kreatif untuk mewakili pikiran dan memori akan taman. Tema “irememberparks� memberikan makna yang mendalam untuk ekshibisi melalui karya instalasi ini yang terletak di halaman belakang National Design Centre dan Dhoby Ghaut Green.

designsingapore.org/SDW

LOG LIKE OBJECT Andrew Loh mendesain Log-like Object yang difabrikasi dan ditampilkan pada 30 Life Stories – Remembering Parks di Dhoby Ghaut saat Singapore Design Week 2014.

designsingapore.org/SDW

Supported by

Held in

indesignlive.co.id

43


SINGAPORE: MORE THAN JUST BUSINESS Singapore Design Week menjadi momen yang ideal bagi para pelaku dunia desain untuk mengunjungi Singapura. Meski secara fisik negara ini terbilang kecil, tetapi ia berhasil menyelenggarakan acara tahunan yang besar. Dengan kota yang canggih dan percampuran budayanya yang kental, Singapura memiliki tempat-tempat menarik untuk mengadakan pertemuan bisnis, menemukan inspirasi, terlibat dalam kegiatan rekreasi, dan—salah satu yang tak boleh dilewatkan—wisata kuliner. Dengan kata lain, bagi para profesional dan penggemar desain yang percaya akan moto “work hard, play hard”, Singapura memang tempat yang tepat. yoursingapore.com

THE GODOWN Proyek dari desainer interior Singapura Audrey Lee dan desainer yang berbasis di Bali, Annie Ahman, The GoDown adalah bangunan seperti gudang yang stylish dan kontemporer yang memamerkan barang - barang rumahan yang dirapihkan kembali hingga perabotan baru. Segala sesuatu di toko ini dijual dan koleksi baru selalu ditambahkan setiap bulan. Mulai dari kalung handmade dari Papua Nugini hingga produk glassware dan furnitur kayu reklamasi, koleksi unik dari setiap produknya ditampilkan dalam ruang ritel yang dipadukan ke dalam genre dan selera namun selalu mengedepankan tren terkini.

TIONG BAHRU Meskipun namanya memiliki arti “New Cemetery”, Tiong Bahru begitu hidup dengan pesonanya yang tidak diragukan lagi. Dibangun di tahun 1930-an di barat Chinatown, tempat ini merupakan salah satu daerah tertua dan paling hip di Singapura dengan sejarahnya yang kaya dan penuh warna. Kini toko-toko seperti bar kopi, bistro modern, toko lifestyle yang unik turut meramaikan area ini dan berbagi shopfront dengan stalwarts yang telah ada di sana sejak tahun 1940-an. Terdapat gaya Art Deco kuno yang berasal dari bangunanbangunan apartemen dengan balkon yang mengelilinginya serta jendela-jendelanya yang tertutup. Bersama dengan penduduknya, lanskap Tiong Bahru telah berkembang dan tetap dicintai oleh penduduk lokal dan ekspatriat.

thegodownstore.com

tiongbahru.com

VICTORIA THEATRE AND CONCERT HALL Mengambil namanya dari Ratu Victoria, Victoria Theatre and Concert Hall adalah grand dames untuk tempat pertunjukan seni Singapura serta rumah bagi Singapore Symphony Orchestra (SSO). Setelah tiga tahun mengalami perbaikan, bangunan ikonis di pusat kota ini pun dibuka kembali, dengan konser pertama yang digelar di tempat ini pada Agustus 2014. Renovasi terbaru ini meningkatkan ruang akustik dan fasilitas namun tetap mempertahankan fasade gaya arsitektur Palladian dan elemen heritage-nya.

vtvch.com


evolveindesign

NATIONAL DESIGN CENTRE National Design Centre (NDC) ialah tempat berkumpulnya para desainer dan pebisnis untuk bertukar ide, melakukan bisnis, memanfaatkan fasilitas yang ada, dan sekaligus mendapatkan bantuan dari lembaga nasional untuk desain, DesignSingapore Council. Berlokasi di jantung kota yang diwarnai oleh seni, budaya, tempat pendidikan, dan distrik hiburan di area Bras Basah-Bugis. Tempat ini begitu ideal untuk mengajak publik dalam belajar tentang desain melalui rangkaian ekshibisi dan program. Tahun lalu, SCDA architects telah merampungkan renovasi bangunan ini dengan sisipan baru dari empat kantilever dan “kotak� tembus pandang yang saling bertindihan pada atrium sentral. Penyisipan ini, bersama dengan pintu masuk baru di salah satu sudut Middle Road dan Victoria Street, dan penggantian dinding bata dengan kaca, menghadirkan sentuhan tambahan interior yang sudah ada dan memberikan dimensi baru pada ruang tertutup yang dahulunya ada.

designsingapore.org/NDC

SINGAPORE COCKTAIL WEEK Acara perdana Singapore Cocktail Week akan diadakan pada tanggal 7 hingga 14 maret tahun ini. Hampir 30 cocktail bar akan ikut serta dalam festival minuman yang digelar selama 8 hari, termasuk 28 Hong Kong Street, Jigger & Pony di Amoy Street, Manhattan Bar di Regent Singapore Hotel, The Cufflink Club di Jiak Chuan Road, dan Operation Dagger di Ann Siang Hill. Selain itu, 10 barmen internasional seperti Steve Schneider dari Employees Only di New York, barman Irlandia Dean Callan, brand ambassador untuk label Scotch, Monkey Shoulder, serta Roman Foltan dari bar Artesian yang meraih penghargaan di London, akan hadir untuk menunjukkan keahlian mereka sebagai bartender. Nikmati signature cocktail dengan harga diskon mulai dari 14 dollar di bar-bar yang berpartisipasi dan bergabunglah dalam tur ke berbagai bar yang menyajikan koktail menarik yang sayang untuk dilewatkan.

SAVOUR Menghadirkan makanan dan minuman terbaik dengan berbagai macam kegiatan unik yang dapat diikuti oleh semua orang, SAVOUR memiliki konsep acara yang hanya satu-satunya di Singapura. Event kuliner ini menampilkan sajian dari chef penerima bintang Michelin dan hidangan peraih penghargaan dari berbagai negara di penjuru dunia. Pada 2014 beberapa lini restoran yang ikut serta menawarkan lebih dari 50 signature dish mereka dengan cara yang sangat tidak biasa, untuk dinikmati. Tempat diselenggarakan event ini juga menampilkan gourmet market, chef ternama, cooking studio, wine workshop, serta pengalaman kuliner lainnya. Untuk seluruh pecinta kuliner dan foodie, acara yang benar-benar memanjakan indra Anda akan kembali digelar pada 19 hingga 22 Maret 2015.

singaporecocktailweek.com.sg savour.sg

RED DOT DESIGN MUSEUM Red Dot Design Museum di Singapura menghadirkan tren terbaru dalam kancah desain internasional dengan koleksinya dari lebih 1.000 pameran di bidang desain produk dan desain komunikasi dari lebih 50 negeri. Setiap ekshibisi di sini merupakan peraih Red Dot Design Award, salah satu penghargaan desain terdepan dan terbesar dunia. Hanya desain terbaik yang mampu melewati proses penilaian ketat untuk mendapatkan penghargaan Bola Merah ini—dan karya mereka inilah yang layak untuk dipajang di Red Dot Design Museum.

Supported by

Held in

museum.red-dot.sg indesignlive.co.id

45


SHARING THE INSPIRATION PAMERAN DAGANG MENYATUKAN BERBAGAI DESAINER DAN PEBISNIS DARI SELURUH DUNIA UNTUK BERBAGI SEMANGAT DAN INSPIRASI Singapura menjadi salah satu kota yang menonjol di dunia desain dengan pameran dagangnya dan serangkaian acara yang diselenggarakan di bawah bendera Singapore Design Week pada bulan Maret lalu. Di tahun 2014, kalender desain menjadi saksi bagi peluncuran perdana Maison&Objet Asia 2014 di Marina Bay Sands, belum lagi acara desain khas lainnya yang menarik perhatian internasional, dilengkapi dengan acara International Furniture Fair Singapore. Sebagai pusat Asia-Pasifik dengan lokasi yang strategis, Singapura menjadi destinasi ideal untuk penyelenggaraan Design Week bagi komunitas desain, pebisnis, dan masyarakat penggemar desain. Di Singapore Design Week, desain produk dari berbagai negara hadir dalam satu panggung, yang menampilkan desain terkini, dan mewujudkan standar tertinggi akan produk dan kualitas desain. Acara

ini juga merupakan media untuk memperluas jaringan, berbagi inspirasi, bertukar ide dan pikiran, serta berkolaborasi. Konten yang terdapat dalam acara Singapore Design Week 2014 memaparkan peranan desain, lebih dari sekadar aspek estetika, untuk berkontribusi pada penggunaan produk, produktivitas dan inovasi bisnis, kualitas hidup bagi konsumen, dan pada akhirnya taraf hidup masyarakat yang lebih baik. Singapore Design Week selanjutnya akan diselenggarakan pada 10-22 Maret 2015 dan akan menampilkan acara-acara desain yang tentunya tak kalah menarik, antara lain International Furniture Fair Singapore, Maison&Objet Asia, Design Trails and SingaPlural 2015, termasuk Singapore Design Business Summit dan Singapore Good Design Mark. [Teks: SS]

designsingapore.org/SDW

MAISON&OBJET ASIA 2015 Untuk meningkatkan pengalaman pengunjung dari Asia setiap tahunnya, Maison&Objet Asia akan hadir kembali di Singapura pada 10-13 Maret 2015 di Marina Bay Sands Expo and Convention Center. Pameran ini diharapkan dapat mengimbangi, atau bahkan melebihi jumlah pengunjung tahun lalu yang totalnya mencapai 10,364, termasuk 300 jurnalis yang 30% di antaranya berasal dari Asia-Pasifik. Tahun ini, acara ini semakin berkembang dengan hadirnya konten baru yang lebih menarik dan area yang diperluas dengan penambahan aula. Edisi kedua Maison&Objet Asia akan menampilkan pilihan yang lebih bervariasi dari dekorasi terbaik dan terkini, serta aksesori rumah dari merek ternama di dunia Interior Design dan Home Decoration. Lebih dari 180 merek telah mengonfirmasikan kehadiran mereka dalam pameran ini, dan masih banyak lagi yang diharapkan akan turut berpartisipasi. Program yang menjadi sorotan di tahun 2015 ini meliputi penghargaan Designer of the Year dan enam Rising Asian Talents—di mana Abie Abdillah dari Indonesia terpilih sebagai salah satu desainer muda berbakat yang akan menampilkan karyanya. Selain itu, Interior Design & Lifestyle Summit juga akan menghadirkan isu menarik dari tokoh-tokoh industri terkenal, sekaligus tren pasar.

maison-objet-asia.com


evolveindesign

Opinion DESIGNER OF THE YEAR 2015

JOSHUA SIMANDJUNTAK Principal Karsa Design

Seperti di edisi Paris yang memberikan penghargaan bagi Designer of the Year, Designer of the Year, Maison&Objet Asia memilih dari kalangan desainer hebat di Asia yang telah diakui dan sukses mencatatkan namanya di kancah internasional. Tahun ini, Maison&Objet Asia mengumumkan Neri&Hu Design and Research Office dari Shanghai, Cina sebagai Designer of the Year 2015, Didirikan pada tahun 2004 oleh Lyndon Neri dan Rossana Hu, studio mereka mengkhususkan praktik di bidang arsitektur, desain interior, master planning, serta desain produk dan grafis. Proyek mereka meliputi London Bow Street Hotel, Caylabener Bay Resort di Filipina, Waterhouse Boutique Hotel di South Bund di Shanghai, beragam desain interior di restoran, tempat retail, dan hunian pribadi, serta desain produk yang mencakup tableware, furnitur, dan dekorasi.

neriandhu.com

Apakah Anda memiliki rencana untuk menghadiri Singapore Design Week tahun ini? Sebenarnya, kami telah terpilih untuk menampilkan karyakarya kami di Asia Star Booth, di International Furniture Fair Singapore (IFFS), salah satu pameran dagang di Singapore Design Week. Bisakah Anda ceritakan pertimbangan Anda dalam berpartisipasi di Asia Star Booth? Apa yang Anda harapkan dapat dicapai dengan berpartisipasi dalam Singapore Design Week? Kami hanya dipilih untuk berpartisipasi. Kami berharap acara ini dapat mendatangkan kesempatan untuk melakukan proyek yang mampu merepresentasikan brand kami di Singapura. Menurut Anda, apa manfaat dan keuntungan dari menghadiri acara semacam ini? Tentunya ada manfaat nyata saat memamerkan desain kami kepada masyarakat umum dan pebisnis, yang mungkin dapat menciptakan berbagai peluang serta manfaat tak berwujud bagi brand kami saat diperkenalkan di luar negeri.

SUYIN PRAMONO Principal Suyin Design

INTERNATIONAL FURNITURE FAIR SINGAPORE 2015 Setiap tahun, International Furniture Fair Singapore (IFFS)—yang diadakan dalam rangka ASEAN Furniture Show (AFS)—menghadirkan pameran furnitur terbaik yang telah menjadi tolok ukur dari bisnis furnitur dan desain interior di Asia. Tahun lalu, IFFS memamerkan produk dari Singapura dan sekitarnya, dengan 63% berasal dari merek internasional. Di tahun 2015, IFFS/AFS akan diselenggarakan bersamaan dengan The Décor Show and Hospitality 360° pada 13-16 Maret. Menjanjikan acara yang lebih besar dan lebih baik, pameran dagang ini akan berlangsung di Singapore Expo, menempati enam aula dengan total luas area 60.000 meter persegi. Label-label ternama seperti Manutti, Ethnicraft, dan Ligne Roset akan hadir di acara ini. Selain menampilkan manufaktur besar, IFFS juga menarik exhibitor baru setiap tahunnya, demi menghadirkan produk baru nan segar, serta memperkuat reputasinya sebagai platform desain utama di Asia. Beberapa pendatang baru yang berpartisipasi tahun ini meliputi Harbour Outdoor (Australia), Jimmy Possum (Australia), Gus Desain (Kanada), Interfurn (Hong Kong), Hirata Chair (Jepang), Rin Crossing (Jepang), Beltempo (Peru), dan Fatihtr (Turki). Selain itu, panitia juga melihat peningkatan yang signifikan dalam jumlah peserta pameran dari Eropa yang dilaporkan mengalami pelonjakan hingga 20% dari tahun 2014. Pengunjung dapat menyaksikan koleksi dari Oliver B (Italia), Stones (Italia), G. Cleyberg (Belgia), dan Umbrosa (Belgia). Baik untuk menembus segmen pasar Asia atau memasuki arena global, perdagangan profesional di bidang furnitur, desain interior, dan industri hospitality akan menemukan manfaat dengan menghadiri acara ini demi melihat produk terbaru, memperluas jaringan dengan rekan-rekan industri dari seluruh dunia, mengetahui tren industri terkini atau—yang lebih sederhana—sekadar mendapatkan inspirasi.

iffs.com.sg Supported by

Held in

Apakah Anda mengunjungi Singapore Design Week 2014 pada Maret lalu dan bagaimana tanggapan Anda terhadap keseluruhan acara tersebut? Saya mengunjungi Maison&Objet Asia dan IFFS pada Maret lalu. Menurut saya pameran perdagangan ini menarik, meskipun Maison&Objet Asia tidak seperti yang saya duga, namun saya menemukan begitu banyak produk menarik selama penyelenggaraan IFFS. Oh ya, sebenarnya acara-acara itu adalah bagian dari Singapore Design Week. Apa yang Anda harapkan dari Singapore Design Week mendatang? Saya menyaksikan beberapa instalasi di kota; saya rasa mereka merupakan bagian dari Singapore Design Week. Saya ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai acara ini dan berharap dapat menyaksikan pameran dagang yang lebih besar dan meriah, yang menampilkan berbagai produk unik dan menarik dari merek lokal ataupun regional, karena menurut saya, Asia sangat kaya. Apakah menurut Anda acara-acara tersebut memiliki manfaat untuk pekerjaan anda dan industri yang ada geluti? Ya, tentu saja. Saya perlu tahu apa saja yang terjadi di luar sana dan tentunya acara ini memberikan referensi yang baik untuk proyek-proyek saya. Bagi para desainer muda, saya rasa acara ini merupakan sumber yang luas untuk mempelajari pasar dan desain pada khususnya. indesignlive.co.id

47


Photography Courtesy of Chendra cahyadi

48


indesign

jakarta i singapore I hong kong

®

Little Hunter L’Oreal Indonesia Paul Tan Mutiara Nusantara NAB Docklands The Braggs

Your Favourite Lifestyle, Travel, Jewellery, watches, Fashion, Property, Design Magazine is under one roof! www.mpgmediapublishing.com

available in

issue 10. 2015

IDMI 10 coversALT.indd 1

1/23/15 5:17 PM

DEDICATED TO LUXURY TIMEPIECES

JENNIFER LOPEZ | VIcTORIa’S SEcRET | ScHREINER | LaZaRE

WatchTalk

Alexandre Peraldi Gregory Bruttin Philippe Léopold-Metzger

diamond champions

PROFILE

Cristiano Ronaldo Hugh Jackman Nicole Kidman

Roberto Bravo Schreiner Lazare

PLUS:

Jennifer Lopez Petra Nemcova Victoria’s Secret

Januari — Februari 2015

48

EDITION 10/2014

haute horology

Blue Timepieces Tourbillon Watches Diamond-Set Dials

48 Diamond Issue Jan — Feb 2015 RP 75.000 ISSN 1907-7564

OMEGA IDR. 100,000

Seamaster Aqua Terra Master Co-axial

49


Adorning Tiles Dua koleksi Tile eksklusif Niro Granite dari Spanyol memberi aksen inspiratif pada hunian Tanggal 16 Oktober menandai product launching dua koleksi tile eksklusif dari Niro Granite, yang dikemas dalam program acara private vewing di XXI Club, Djakarta Theatre. Koleksi dari Spanyol yang dinamakan Bloomsbury dan Fossil Wood ini ditampilkan dalam mock up display ruangan yang khusus didesain oleh Arbor & Troy sebagai partner dalam ekshibisi. Willie Low selaku CEO Niro Ceramic Indonesia memberi kata sambutan dengan pemaparan kilas sepak terjang Niro Granite di Indonesia. Berdiri sejak tahun 1994 di Gunung Putri, Bogor, awalnya Niro Granite hanya memproduksi polished tile selayaknya preferensi masyarakat Indonesia. Memasuki tahun 2005, persaingan tile dengan desain mengilap ini membawa masa-masa tersulit bagi perusahaan karena semua kompetitor menawarkan produk polished tile, dan pada akhirnya Niro Granite mengambil langkah berani dengan mengalihkan business plan pada seri rustic yang mencakup varian gold, satines dan permukaan matte. Dalam kurun waktu 5 tahun, Niro Granite pun tumbuh berkembang, dan pasar Indonesia telah menerima matte tile, seperti yang direpresentasikan lewat penghargaan Rekor Bisnis (REBI) Award kategori “The Most Innovative Granite Tile Company in Product Design Development of Porcelain Tiles”. Heru Santoso dari Niro Granite Indonesia kemudian menyampaikan presentasi interaktif untuk memperkenalkan Bloomsbury dan Fossil Wood, yang diproduksi pabrik dan fasilitas manufaktur Spanyol, Zirconico. “Kelebihannya, pabrik kami yang di Spanyol ini juga merupakan produksi dari sebuah brand tile terkenal yang masuk ke dalam Top 5 di Eropa, Zirconio, yang mana kualitas produksinya sudah tidak perlu diragukan lagi,” tutur Heru. Koleksi pertama yang diperkenalkan membawa nama yang mengacu pada nama taman artistik di pusat kota London, Bloomsbury. Dengan desain yang terinspirasi dari cahaya penerangan obor yang terdapat dalam tambang batu bara di Eropa Utara,

Bloomsbury ini menampilkan desain mixed-quartz stone berlapis dalam empat pilihan warna berbeda dalam nuansa beige dan abu-abu, serta pilihan permukaan matte atau lappato. Hadir dalam ukuran 60x60 cm dan 60x120 cm, koleksi ini menawarkan tampilan unik dan fleksibilitas aplikasi pada setiap jenis ruangan. Koleksi kedua yang dihadirkan adalah Fossil Wood, dan tidak kalah uniknya, koleksi ini menawarkan ukuran 30x120 cm yang membawa keistimewaan pada aplikasi di lantai maupun dinding. Hadir dalam desain petrified wood atau kayu yang bertransformasi menjadi batu melalui proses fosilisasi, koleksi ini tersedia dalam tiga pilihan warna, Neutral, Ivory, dan Ash dengan dua pilihan permukaan, lappato dan structured. “Karya-karya istimewa ini diproduksi dengan menggunakan teknologi cetak digital atau High Definition (HD) Printing yang menghasilkan desain acak untuk mendapatkan tampilan yang lebih natural atau alami,” ujar Willie Low. Tidak hanya memberi kesan luxurious dan modern, kedua koleksi ini juga mewakili gaya kontemporer lewat pilihan warna dan desain tile pada setiap koleksinya yang memungkinkan 4 hingga 6 penyusunan random design pada tampilannya di ruangan. Dengan misi utama menyediakan pilihan kepada para konsumen Indonesia lewat koleksi unik mereka, Niro Granite ingin dipercaya untuk mempercantik rumah dan bangunan di Indonesia lewat inovasi-inovasi berkesinambungan yang mereka lakukan. The ongoing message they’d like to pass on is this: rustic tiles are as beautiful as polished ones. [Teks:AK]

Modernly ancient Memanfaatkan proses fosilisasi yang mentransformasi kayu menjadi batu, desain petrified wood yang digunakan pada koleksi Fossil Wood ini membawa sentuhan elegan nan klasik pada sebuah modernitas desain ruangan, baik melalui aplikasi di lantai maupun dinding.

nirogranite.com

nirogranite.com

answer to uniqueness Dengan empat pilihan warna berbeda, mulai dari beige hingga abu-abu yang disertakan pada permukaan matte dan lapato, koleksi Bloomsbury tampil memukau dalam desain mixed-quartz stone berlapis.

nirogranite.com


evolveindesign

In Tribute to Excellence Sebuah malam penghargaan sebagai bentuk apresiasi ARKdesign atas kerja sama proyek yang baik bersama klien developer Usia 25 tahun bagi sebuah biro konsultan arsitektur menandakan suatu masa yang cukup lama untuk membina keterikatan hubungan yang baik dengan klien maupun dengan negara yang menjadi domisilinya. “Selama 25 tahun, ARKdesign berkarya di bidang arsitektur dan sedikit banyak juga turut membangun Indonesia melalui industri ekonomi kreatif. Melalui acara ini, kami ingin memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para klien atau developer yang telah mempercayakan visi mereka kepada kami,” ungkap Paul T. Tan selaku principal ARKdesign. Digelar pada Kamis, 18 September 2014 yang lalu, acara bertajuk “ARKdesign Evening of Appreciation” ini mengambil lokasi Bali Room di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, dan berlangsung sejak pukul 6 petang. Dihadiri tidak hanya oleh para klien yang meramaikan acara bertema pakaian formal ballroom, Deputi Gubernur Bidang Pariwisata DKI Jakarta Sylviana Murni juga turut meramaikan acara lewat kehadirannya. Selain untuk meningkatkan peran dan partisipasi dalam membangun ekonomi kreatif Indonesia, ajang penghargaan ini juga ditujukan untuk mempererat tali silaturahmi yang telah terjalin dengan

para bidang kreatif lainnya, termasuk arsitek lanskap, lighting designer, desainer interior, serta pelukis dan perupa yang melengkapi terciptanya suatu karya arsitektur yang utuh. Kerja sama yang telah dibina dengan pihak developer merupakan pengalaman yang layak untuk diapresiasi, seperti yang diungkapkan Nadine Indira Bohm, selaku Associate Director ARKdesign, bahwa kesempatan untuk mengerjakan proyekproyek baik di Indonesia maupun luar negeri seperti Vietnam, Cina, Australia, banyak diberikan oleh pihak developer. Proyek arsitektural berbasis budaya dan lingkungan selama dua dekade terakhir pun menjadi pembuktian tersendiri atas konsistensi perkembangan ARKdesign. Delapan proyek developer yang secara khusus diberkahi penghargaan pada malam apresiasi ini adalah Terminal Bus Pulo Gadung yang dinilai Gubernur DKI sebagai terminal bus terbesar di Asia Tenggara, rumah sakit spesialis mata Jakarta Eye Center (JEC) di Kedoya, sebuah pengembangan kawasan dengan konsep taman terbuka terbesar di Jakarta, Central Park Mixed Use, Plaza Ambarrukmo Yogyakarta yang merupakan mal modern pertama di Kota Yogyakarta, Sun Plaza Mall Medan

yang selain merupakan mal modern pertama di kotanya, juga pertama kali menggunakan fasade berbahan titanium di Asia, studio Metro TV yang dirancang khusus untuk produksi pemberitaan televisi dengan tetap memperhitungkan lingkungan sekitar, Pilot Pen Factory sebagai proyek pabrik pertama dengan desain yang terinspirasi dari goresan pena dan filosofi perusahaan Pilot Pen di Jepang, dan Sofitel Luxury Hotel & Resort Nusa Dua Bali, sebuah proyek hotel dan resor dari anak perusahaan ARKdesign, Indesign Domus, yang juga digunakan sebagai lokasi penyelenggaraan APEC 2012. Kedelapan proyek terpilih atas pertimbangan matang pada satu kriteria yang dinilai paling penting, seperti yang diungkapkan oleh Bapak Paul T. Tan saat ditemui di kantornya untuk sesi wawancara khusus, “Alasannya, proyek-proyek ini terselesaikan dengan baik, cukup dekat dengan apa yang kami rencanakan secara arsitektural, dan kami cukup puas dengan hasil pembangunan dan desainnya yang akhirnya menjawab tantangan-tantangan dan kebutuhankebutuhan dari penggunaannya.” Completed with excellence. Inilah standar penilaian yang mendasari token apresiasi

yang dirayakan secara besar-besaran ini. “Tidak jarang kita merancang sebuah bangunan dengan penyelesaian dan pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana kita, dan itu sangat disayangkan karena sebuah kesempatan untuk menciptakan sesuatu yang baik menjadi seperti tidak dihargai,” jelas Bapak Paul. Faktor yang memengaruhi hambatan dapat berupa waktu, keuangan, dan lain sebagainya. “Bukanlah sesuatu yang mudah bagi pemilik untuk menyelesaikan proyeknya sesuai rancangan yang disetujui untuk dilakukan oleh para konsultan, arsitek, dan desainer-desainer lain,” lanjut Bapak Paul, “jadi kami mengapresiasi hal ini, mengapresiasi bahwa owner berkomitmen terhadap suatu rancangan dan ingin melihat rancangan itu selesai secara nyata.” Ia pun mengakhiri pembicaraan dengan menekankan, “Kita merancang di atas kertas itu mudah, tetapi jika harus membangun, itu menjadi tantangan tersendiri, terutama dengan waktu yang juga sangat panjang. Maka dari itu kami sangat mengapresiasi komitmen yang diberikan.” [Teks: AK]

arkdesign-architects.com

indesignlive.co.id

51


Monastic Reflection ketika hasil transformasi biara dan penjara prancis hadir menyuguhkan nuansa historikal dalam modernitas

intimate refuge Konsep kamar tidur mengedepankan desain yang simpel dalam palet warna dan material yang terbatas, di mana dalam kesederhanaannya justru memancarkan kesan mewah tersendiri. Karakter kamar dirancang selayaknya tempat persembunyian yang menawarkan kesunyian intim di tengah kekentalan suasana biara yang menenangkan.

fontevraud.fr

Berlokasi di perbatasan wilayah Anjou, Touraine dan Poitou di Prancis, Royal Abbey of Fontevraud seluas 150.000 m2 merupakan salah satu situs monastik terbesar di Eropa yang masih bertahan dari abad pertengahan, dan diklasifikasikan sebagai monumen historis oleh UNESCO pada 2000. Sejak awal berdirinya di abad ke-12, Fontevraud menjadi pusat spiritual dan intelektual, sebelum Napoleon pada masa Revolusi Prancis mentransformasinya menjadi penjara. Proyek restorasi kemudian dikembangkan untuk mengubah biara Saint-Lazare di Fontevraud menjadi resor kultural pertama di Prancis dengan nama Fontevraud l’Hôtel. Hasil transformasi menuai kesuksesan tersendiri, salah satu yang terbaru, penghargaan kategori “Architecture—Adaptive Re-Use” pada European Hotel Design Awards (EHDA) 2014 di London, 25 November yang lalu. Konsep desain Hotel Fontevraud yang autentik dan kontemporer diterapkan melalui pemilihan material (kayu, besi, dan fabric), penataan ruang yang luas dengan pencahayaan penuh, serta desain furnitur dan objeknya. Proyek desain interior baik untuk Fontevraud

l’Hôtel maupun Fontevraud Le Restaurant ditangani oleh tangantangan terpercaya, yaitu Agence Mester de Paradj (kepala arsitek dari Historic Monuments), serta Patrick Jouin dan Sanjit Manku (dari Agence Jouin Manku). Hotel yang menawarkan kenyamanan layanan hotel berbintang 4 ini menyediakan 54 kamar yang lokasinya tersebar di berbagai bagian biara. Kamar pada hotel mengusung keunikan tersendiri, karena terbentuk dari ruang arsitektural yang mengelilinginya, seperti beberapa ruangan yang tersusun dupleks, lainnya berupa kamar loteng dengan atap miring, dan beberapa lainnya memiliki high ceiling. Persamaan yang ditemukan pada setiap jenis kamar adalah keunggulan akustik dan pencahayaannya, yang memancarkan suasana tempat refuge yang tenang dan sunyi. Kepala tempat tidur dirancang dengan angle yang mendukung kenyamanan saat membaca, sementara sistem kedap suara diutamakan lewat pemasangan partisi setebal 22 cm. Furnitur dalam ruang tidur yang didesain khusus oleh Jouin Manku mencoba mengedepankan karakter ruangan sebagai tempat relaksasi dan

berefleksi. Ketersediaan pelayanan digital dan modern pun didesain tersembunyi di dalam kamar, agar tidak mengganggu peran yang dijalankan tersebut. Aspek pencahayaan merupakan salah satu permainan yang paling dimenangkan dalam penataan arsitektural hotel. Ditangani oleh studio desain pencahayaan L’Observatoire International, cahaya yang lembut banyak diterapkan untuk menghadirkan atmosfer tenang dan contemplative. Pengalaman tidur di tengah kesunyian biara, sarapan pagi di kebun halaman atau berjalan menusuri Fontevraud pada malam hari, semua kesempatan langka ini menjadi visi yang direalisasikan Hotel Fontevraud. Dirancang khusus untuk para pengunjung dan tamu, keseluruhan konsep hotel bertujuan menghidupkan indra tubuh dan memanjakan serta menstimulasi perasaan yang membentuk pengalaman tak terlupakan. [Teks: AK] fontevraud.fr


evolveindesign

Discreet Luxury Dedikasi pada kenyamanan tidak menghalangi Hotel Vernet mengusung keseimbangan antara modernitas desain dengan workmanship tradisional Prancis Seperti menemukan mutiara dalam kerang, Hotel Vernet di Paris, Prancis, menawarkan pengalaman tersendiri bagi para tamu yang pertama memasuki ambang pintunya. Menampilkan desain interior dari François Champsaur, Hotel Vernet yang dipimpin grup hotel Bessé Signature selama satu abad ini mengedepankan perwujudan nilai elegance dan savoirfaire khas Prancis. Dengan lokasi strategis di tengah Golden Triangle dan Etoile pada arrondissement ke-8, Hotel Vernet mengukirkan identitasnya sebagai tempat kediaman bergaya Haussmann yang mengikuti alur kontemporer pada perguliran zaman, sambil mempertahankan nilai-nilai tradisi pada pemilihan material, kekayaan tekstur, kesederhanaan garis pada furnitur, serta permainan cahaya. Desain kontemporer pada area lobi menampilkan ruangan kaca yang mengundang orang untuk masuk ke dalam berkat coloured bands yang menimbulkan motion visual effect lewat permainan cahayanya. Area resepsionis menghadirkan fitur yang mewakili identitas hotel lewat aplikasi lantai pualam serta desain meja sederhana dan dinding dari sulaman copper yang memberi refleksi keemasan. Barisan tiang putih dan kubah menuju lounge membawa elemen tradisional tersendiri di tengah nuansa modern ruangan. Pemilihan furnitur warnawarni dengan karpet bermotif abstrak di sepanjang lantai yang disertai lampu chandelier dari Eric Schmitt membubuhkan nilai dekoratif tersendiri pada hotel ini. Perjalanan menuju kamar tidur turut menyuguhkan “orkestra” desain nan mewah, seperti lift berteknologi tinggi yang terdiri dari elemen kayu dan kaca, central staircase yang diterangi pencahayaan alami dari penyertaan jendela,

serta jalur menuju kamar yang menampilkan karpet berwarna pucat dengan pola herringbone dan meja console mungil berdesain grafis clean untuk menampangkan nomor dari setiap kamar. Lima puluh kamar untuk para tamu didesain khusus untuk menghantarkan sensasi menenangkan yang jauh dari ingar bingar Kota Paris tepat di luar jendela. Kamar-kamar didominasi kayu dan lantai ek, dengan dinding kayu ek yang turut berfungsi sebagai kepala kasur serta sebagai moulding pada langit-langit. Setiap kamar tidur turut dihiasi perlengkapan dari brand ternama, seperti tirai katun organik dari Pierre Frey, kain tenun dalam gradiasi warna dari Arpin, serta perlengkapan kamar mandi seperti basin dari Carrara marmer, kaca mozaik serta keran tembaga dari Stella. Variasi kamar dibedakan dalam 6 jenis: Superior Room, Deluxe Room, Prestige Room, Executive Suite, Prestige Suite, serta Presidential Suite. Bermalam juga dapat dinikmati dalam range harga mulai dari 250 hingga 1.290 euro. Mempertahankan tradisi sekaligus mengikuti arus kontemporer membawa sebuah keunikan reformasi konsep desain yang membedakan Hotel Vernet dari kompetitornya. Napas baru pada dekor interior Hotel Vernet tidak lantas terlihat dari fasade yang dibiarkan mengusung gaya arsitektur nan tradisional, namun perjalanan memasuki dan menemukan keunikan di dalamnya yang membubuhkan inspirasi pada pengalaman menginap. [Teks: AK] hotelvernet.com

Parisian skylight Melengkapi daya tarik hotel, restoran “le V” hadir menawarkan pengalaman dining di bawah atap kaca karya Gustave Eiffel. Penyusunan meja dan kursi yang membentuk cincin bersinergi dengan kekentalan nuansa seni berkat karya seniman-seniman kontemporer yang menghiasi dinding restoran.

hotelvernet.com indesignlive.co.id

53


PREMIUM GALLERY DE DIETRICH, LINI PRODUK PREMIUM YANG MEWAKILI KEMEWAHAN KHAS PRANCIS KINI HADIR DI JAKARTA Tepatnya pada 29 Oktober 2014, galeri De Dietrich terbesar di Asia Tenggara ini di buka oleh Dennis Rahardja, Direktur Eksekutif PT Panca Anugrah Wisesa (distributor eksklusif De Dietrich di Indonesia) di area bisnis premier di Jakarta, Kemang. Pembangunan galeri seluas 4.000 meter persegi ini bertujuan memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen sebagai service center produk-produk De Dietrich dan wadah kolaborasi untuk ide-ide inspiratif bagi konsumen, developer, desainer, arsitek, dan para retailer.

“Saat ini konsumen sangat cerdas. Mereka mengharapkan yang terbaik termasuk dalam hal perawatan. Tujuan kami adalah menciptakan solusi bagi konsumen untuk merasakan langsung memasak dengan peralatan De Dietrich,” jelas Dennis Rahardja. Konsisten dengan showroom De Dietrich di kota-kota besar lain di dunia, antara lain Paris, Milan, Zurich, galeri ini dirancang berkelas yang harmonis dengan tampilan mewah dan unik dari peralatan De Dietrich. “Kami juga bekerja sama dengan Hadiprana sebagai desainer interior

untuk menciptakan suasana yang canggih namun terasa nyaman dalam menampilkan beragam perlatan De Dietrich dan Roland Adam dari ID12 yang memberikan sentuhan soft furnishing yang terlihat pada furnitur kami,” tambah Dennis. La Galerie De Dietrich menampilkan koleksi premium terbaru dan koleksi Corium, seperti kap penghisap asap, kompor, oven, mesin pencuci piring, mesin cuci, mesin espresso, lemari es, dan gudang anggur dengan tampilan warna mutiara. Galeri ini juga dilengkapi dengan live kitchen

SOPHISTICATED DISPLAY

Satu sudut galeri dimanfaatkan sebagai tribut untuk para partner chef ternama yang telah bekerja sama dengan De Dietrich. Salah satunya adalah Chef Gilles Marx, salah satu pendiri restoran Prancis di Indonesia, Amuz.

De Dietrich bekerja sama dengan Hadiprana dan Roland Adam menciptakan sebuah galeri yang tak hanya elegan dan mewah namun fungsional. Salah satunya terlihat pada salah satu sudut display oven ini. Selain tampil apik, oven-oven tersebut juga dapat digunakan oleh para pengunjung.

(62)21 718 0349

(62)21 718 0349

kitchenatelier.co.id

kitchenatelier.co.id

WALL OF FAME

untuk kelas kuliner mingguan yang disajikan oleh mitra koki, seperti Chef Gilles Marx dari Amuz, yang juga menjamu di malam pembukaan galeri, dan Chef Jerome Laurent. Hal ini untuk mendorong konsumen dan mitra dagang merasakan langsung dan mendapatkan pengalaman terbaik dengan menggunakan peralatan De Dietrich, yang berteknologi avant-garde dan berkualitas. [Teks: Bernadetta Tya]

kitchenatelier.co.id dedietrich.com


evolveindesign

YEAR OF COPPER ORANGE DULUX KEMBALI MELUNCURKAN TEMA WARNA UNTUK TAHUN 2015 YANG PENUH KEHANGATAn Copper Orange terpilih sebagai Colour of the Year 2015, yang juga merupakan edisi kedua belas Dulux ColourFuturesTM, merefleksikan dan menekankan tren-tren utama di tahun 2015, yaitu kehangatan dan pendekatan baru pada konsep berbagi; palet warna alam, dari tanah liat ke teriknya sinar matahari; warna kulit yang merefleksikan interaksi manusia dan nuansa sepia masa lalu. Warna ini disebut-sebut memiliki kedalaman yang berpadu sempurna dengan konsep keseharian. Jeremy Rowe, Managing Director AkzoNobel Decorative Paints South East & South Asia, menjelaskan studi global tentang tren warna yang dilakukan Dulux ini pada peluncuran yang dilaksanakan di tengah kemeriahan Jakarta Fashion Week 2014 di Senayan City, Jakarta, 2 November 2014 lalu. “Karena riset kami selalu berakar dari kehidupan nyata serta dipengaruhi perilaku konsumen dan industri desain, kami dapat memberikan informasi penting bagi konsumen dan rekan kami,” jelas Jeremy. “Sebagai produsen cat dan pelapis terkemuka di dunia, kami ingin membagi pengetahuan kami tentang warna sehingga seluruh dunia dapat terinspirasi dan membuat proses dekorasi menjadi lebih mudah,” jelasnya lebih lanjut. Mewakili seluruh dunia, dari Asia, Amerika, Amerika Selatan, Afrika

Selatan, hingga Eropa, para ahli dari bidang warna, desain, arsitektur, dan fashion bersama dengan AkzoNobel Global Aesthetic Centre mendiskusikan apa yang dianggap penting, berpengaruh dan akan bertahan selama satu tahun. Mereka menggunakan berbagai sumber nasional dan internasional, dari seni murni ke teknologi, desain ke alam, arsitektur ke fashion, dan dari musik hingga budaya populer. Semua ini dilakukan setahun lebih awal, agar seluruh informasi perkembangan tren dapat terkumpul. Selain Colour of The Year, ColourFuturesTM juga mengidentifikasi lima tren desain warna untuk dekorasi interior dan eksterior, serta menyusun palet warna yang sesuai. Kelima tren tersebut adalah ‘Big Nature + Small Me’ yang mewakili nuansa sinar matahari yang membakar gurun Arizona; ‘Layers + Layers’ yang terinspirasi oleh lanskap; ‘Unseen Spaces’, gagasan mengenai ruang dan cara menghargainya sebagai aset berharga; ‘Him + Her’ yang merepresentasikan persamaan sekaligus perbedaan pria dan wanita; ‘Friendly barter +’ yang merujuk pada revolusi media sosial dan pengaruhnya pada masyarakat. [Teks: BT]

akzonobel.com dulux.co.id

STYLISH RUNAWAY Dulux Colour of the Year 2015 Fashion Show di ajang Jakarta Fashion Week menampilkan rancangan 4 desainer muda; 8eri, Friedrich Herman, Milcah, dan NFRT. Mereka kemudian berfoto bersama Jeremy Rowe, Managing Director AkzoNobel Decorative Paints South East & South Asia, dan Jun De Dios, President Director PT ICI Paints Indonesia/AkzoNobel Decorative Paints, dan hasil rancangannya..

jakartafashionweek.co.id

THE LAUNCHING Jeremy Rowe dan Jun De Dios memperkenalkan Copper Orange sebagai Colour of the Year 2015. Warna ini merupakan bagian dari ColourFuturesTM, sebuah studi global tentang tren warna yang dilakukan oleh Dulux dan diprediksi akan mewakili tren warna dunia di tahun 2015.

dulux.co.id indesignlive.co.id

55


A NEW START MENEMPATI GALERI TOTO KITCHEN DI MAL GRAND INDONESIA, GAGGENAU MANTAP HADIR KEMBALI DI INDONESIA Gaggenau, manufaktur peralatan rumah tangga berkualitas asal Jerman dan bagian dari BSH Home Appliances, kini didistribusikan oleh PT BSH Home Appliances Indonesia. Gaggenau yang telah memenangkan berbagai penghargaan atas inovasi dalam desain dan teknologi kini hadir di galeri Toto Kitchen, yang berada di mal Grand Indonesia, Jakarta. Manampilkan 400 rangkaian produk oven dan lemari es terbaru, termasuk 200 varian cook top, Gaggenau memastikan langkahnya untuk meraih pasar peralatan dapur kelas premium di Indonesia.

“Kami senang telah menemukan rumah baru yang indah di sini, di galeri Toto Kitchen dan sangat antusias untuk menampilkan peralatan Gaggenau, tak hanya untuk pelanggan di Jakarta tapi juga di Indonesia,” ucap Gerald Schmidt, Presiden Direktur PT BSH Home Appliances Indonesia. “Kami yakin pelanggan akan mengapresiasi Gaggenau dan kami dapat mengembangkan bisnis di Indonesia,” lanjutnya. [Teks: BT]

gaggenau.com bshg.com

OPTIMUM FLEXIBILITY AND CONVENIENCE Terobosan inovasi Gaggenau adalah permukaan penuh kompor CX 480 yang mengubah seluruh permukaan unit menjadi satu area memasak yang besar. Kompor ini memiliki fitur layar sentuh warna TFT yang super besar.

gaggenau.com bshg.com


evolveindesign

GREAT EXPANSION MEMBIDIK PELUANG BISNIS PERHOTELAN DI INDONESIA, PREMIER INN TARGETKAN LEBIH DARI SERIBU UNIT KAMAR Premier Inn, jaringan hotel asal Inggris menangkap celah pasar perhotelan di Indonesia seiring dengan makin populernya Indonesia sebagai salah satu destinasi wisata paling sibuk di dunia. Ekspansi ini akan dimulai dengan diba­ ngunnya dua hotel di dua kota tujuan wisata andalan Indonesia, Jimbaran, Bali, dan Yogyakarta di tahun 2015. Tak berhenti di situ, menurut Senior Vice President Development Premier Inn Asia Pasifik, Erik van Keulen, target hingga akhir tahun 2016 mendatang mencakup pembangunan 10 hotel dengan unit kamar sejumlah 1.452 di Makassar, Surabaya, Bogor, Samarinda, dan Jakarta. “Indonesia menjadi peluang besar untuk Premier Inn dibanding negara lain di kawasan Asia Tenggara,� jelas Erik. Fasilitas berupa kolam renang di atap hotel, restoran yang atraktif, ruang rapat, jaringan Wi-Fi berkecepatan tinggi, dan terpenting adalah kualitas tidur yang baik menjadi jaminan

di rangkaian hotel Premier Inn di Indonesia. Ragam keunggulan ini diharapkan menjadi nilai lebih dan menawarkan pengalaman menyenangkan bagi para pebisnis dan wisatawan selama bermalam. Premier Inn Indonesia adalah bagian dari Premier Inn International yang akan memiliki 50 hotel di tiga regional utama, yakni Asia Tenggara, India, dan TImur Tengah di tahun 2018. Sementara itu, saat ini Premier Inn tengah mengoperasikan 670 hotel di dunia, termasuk lima hotel di Timur Tengah dan India. Kehadirannya telah diakui oleh para profesional melalui deretan penghargaan, seperti Best UK Economy Hotel Group oleh British Travel Awards di tahun 2013, Budget Hotel Chain of the Year periode 20132014, dan Best Mid-Scale Hotel of the Year tahun 2013 oleh Business Traveler Awards. [Teks: BT] global.premierinn.com

indesignlive.co.id

57


58

evolveindesign

PERSPEKTIF: 19 DESAINER GRAFIS MUDA INDONESIA

MAJAPAHIT STYLE VOLUME I

YUNI JIE – THE ART OF CASUAL ELEGANCE

OlehVincent Wong Penerbit DGI Press 19 pamflet + 1 buklet wood package, IDR 180.000 (62) 21 2923 7900 dgi-indonesia.com Diresensi oleh Lisa Amelia

Oleh Made Wijaya Penerbit Wijaya Words 336 halaman hardcover, IDR 1.860.000 (62) 21 719 9288 aksara.com Diresensi oleh Lisa Amelia

Oleh Yuni Jie Penerbit PT Jie Lintas Gagas 500 halaman hardcover, IDR 950.000 (62) 21 4682 1089 periplus.com Diresensi oleh Lisa Amelia

Tanyakan kepada para desainer grafis, “Apa itu desain grafis?” dan hampir dapat dipastikan mereka tak bisa menyampaikan jawaban instan. Bukan lantaran galau dengan profesinya sendiri, melainkan karena ada beragam definisi yang dapat terucap. Didasari oleh pertanyaan tadi, Vincent Wong memetik buah pikiran dari 19 desainer grafis muda Indonesia dan mengumpulkannya ke dalam satu karya publikasi yang berjudul Perspektif: 19 Desainer Grafis Muda Indonesia. Vincent yang seorang desainer grafis tentunya sadar bahwa definisi bidang ilmu yang ditekuninya ini dapat ditemukan dengan mudah di berbagai buku desain grafis pendahulunya. Karena itu, buku ini memilih untuk menuturkan makna desain grafis melalui pendekatan yang lebih personal. Para talenta muda yang ditampilkan pun memiliki perbedaan latar belakang, pengalaman dan pola pikir. Ketidaksamaan ini menjadi salah satu faktor yang menyegarkan. Dengan kerendahan hati, mereka membagi pandangan dan pemikiran dalam “suara pribadi” di publikasi ini. Dirancang untuk proyek tugas akhir Vincent sebagai mahasiswa Desain Komunikasi Visual di Universitas Bina Nusantara, buku ini dirancang dengan kemasan yang tidak biasa namun bersahaja, yaitu berbentuk kumpulan pamflet dan buklet yang dihimpun dalam satu kotak hitam berbahan dasar kayu. Hasil perbincangan dengan kesembilan belas desainer ditampilkan dalam variasi suasana visual yang mengacu kepada karakter mereka masingmasing. Melalui pengungkapan karakter ini, dapat terlihat bahwa karya mereka bukan sekadar refleksi dari tren, tetapi merupakan cerminan identitas. Dengan menghadirkan sejumlah desainer muda Indonesia dalam satu paket, publikasi ini turut menyimpan rekaman jejak para desainer grafis lokal dalam perjalanan berkaryanya dan menjadi bagian dari pencatatan sejarah desain grafis di negeri ini. Disajikan dalam susunan perjalanan visual yang apik, buku ini berpotensi untuk menyumbangkan inspirasi, membangunkan motivasi dan memperkaya perspektif tentang desain grafis.

Sebagai kerajaan Hindu-Buddha yang berkuasa lebih dari dua abad di bumi nusantara, Majapahit memiliki pengaruh yang nyata dan berkelanjutan dalam berbagai bidang di Indonesia, salah satunya adalah arsitektur. Struktur bangunan pada era itu, yang digambarkan dalam Kitab Nagarakertagama, telah menginspirasi arsitektur berbagai bangunan di Jawa dan Bali saat ini, mulai dari keraton, pura, hingga kompleks perumahan masyarakat Bali. Hubungan antara budaya kerajaan Majapahit di Jawa dan dampaknya terhadap perkembangan arsitektur di Bali ini untuk pertama kalinya diulas dengan lengkap dalam sebuah karya literatur berjudul Majapahit Style Volume I. Buku ini adalah buku keenam yang ditulis oleh Made Wijaya, seorang desainer lanskap bernama asli Michael White yang lahir di Sydney, Australia, dan menetap di Bali sejak tahun 1973. Kecintaannya terhadap budaya Indonesia, khususnya Bali, tertuang di dalam bukubukunya yang mengeksplorasi budaya, sejarah, dan arsitektur Indonesia. Dalam buku keenamnya ini, Made menggabungkan bahasan mengenai budaya, seni, dan sejarah Majapahit, serta pengaruhnya terhadap arsitektur bangunan dan struktur di Bali. Ia menghabiskan lebih dari satu dekade untuk penulisan buku ini. Ia melakukan penelitian mendalam lewat banyak perjalanan ke berbagai tempat untuk merekam catatan-catatan sejarah dan mengambil gambar peninggalan arkeologi yang dibahas di dalam buku. Hampir semua foto yang ditampilkan dalam buku merupakan hasil dari perjalanan yang Made lakukan. Terbagi dalam enam bab, para penikmat seni dan budaya diajak untuk melakukan perjalanan kembali ke masa silam, menikmati pembahasan arsitektur di nusantara pada zaman itu, seperti taman dan pavilion di era kerajaan, bangunan tempat ibadah dan lain-lain. Buku ini juga membahas perkembangan bangunan setelah era kerajaan berakhir, khususnya di seluruh penjuru Bali, mulai dari Bali Utara sampai ke Mengwi, Klungkung, Gianyar, dan Tabanan.

Bukanlah suatu hal yang baru apabila seorang desainer memasukkan beberapa karakter yang berbeda, atau bahkan bertolak belakang, ke dalam satu karya. Setiap karya desain tentunya memiliki pesan, dan tidak dapat dipungkiri bahwa penggabungan karakter merupakan salah satu metode yang cukup efektif dalam menghasilkan sebuah karya yang bersuara lantang. Namun tentu saja, kemampuan untuk membuat orang menolehkan kepala tidaklah cukup. Sebuah karya desain yang sukses selayaknya juga mampu untuk menyampaikan pesan yang terkandung di dalamnya. Idealnya, tanpa harus berteriak. Melalui buku terbarunya, Yuni Jie – The Art of Casual Elegance, sang interior desainer berbagi pemahaman mengenai sebuah estetika yang kasual namun tetap menjaga aspek keanggunan yang terkandung di dalamnya, tanpa harus terlihat berlebihan. Yuni Jie Design merepresentasikan perpaduan harmonis antara unsur Timur dan Barat, lama dan baru, serta tradisional dan kontemporer. Dirancang oleh perusahaan desain grafis Leboye, buku kelima Yuni banyak menyoroti konsistensinya dalam mengusung paham modernisme dan berpegang teguh pada aspek fungsionalitas. Buku yang ditulis dalam bahasa Inggris ini terdiri atas enam bagian: Inspiration, Character, Design Concept, Elements of Design, Building Atmosphere, dan Purpose within a Home. Pada awal buku, pembaca disambut dengan pendalaman dan pemahaman tentang arti pulang ke rumah yang sebenarnya. Bab pertama menceritakan proses bagaimana ia memperoleh inspirasi dalam mendesain. Selanjutnya ia berbagi pengetahuan tentang beragam elemen desain dan bagaimana membentuk atmosfer yang tepat dalam sebuah hunian. Di bagian akhir, Yuni banyak membahas makna rumah, baik dari sisi psikologis manusia maupun kembali kepada tujuan awal dari rumah itu sendiri. Semuanya disajikan dalam gaya penuturan yang bersahabat dan dilengkapi foto-foto karya Merwin Adenan sehingga tidak hanya inspiratif, namun juga kaya akan pengalaman visual.

indesignlive.co.id


indesignpromotion indesign

59


60 indesignpromotion

Storage Innovation Jika ditanya mengenai ruangan terpenting di rumah, dapur menjadi salah satu jawabannya. Tak menghe­ rankan, dapur telah menjadi sarana investasi untuk kehidupan yang lebih berkualitas. Di dapur dengan konsep yang terbuka ini berbagai aktivitas dapat dilaksanakan. Selain berfungsi sebagai ruang memasak, dapur kini juga dimanfaatkan sebagai ruang keluarga atau bahkan menjamu tamu. Saat dapur berkembang menjadi ruang komunal, kerapian dan keindahan ruangan menjadi hal mutlak, apalagi mengingat banyaknya perangkat dapur dan bahan makanan yang harus disimpan. Untuk itulah, Hafele hadir dengan rangkaian produk Kessebohmer yang fungsional dengan kualitas desain dan finishing yang tinggi. Tak hanya fungsi, Kessebohmer dari Hafele menawarkan berbagai kemungkinan yang belum pernah ditemukan sebelumnya di sebuah dapur, khususnya untuk sebuah sistem penyimpanan. Di balik kabinet yang tertutup, Kessebohmer menciptakan sebuah keteraturan, memastikan setiap barang pecah belah, peralatan masak, bahan makanan, dan perangkat dapur lain mudah ditemukan dan dijangkau. Seri Convoy memberikan ruang yang cukup untuk menyimpan semua bahan kebutuhan sehari-hari rumah tangga dalam satu posisi sentral dengan sesedikit mungkin kaki melangkah, sedangkan seri Arena, yang dianugerahi Red Dot Design Award tahun 2007, memungkinkan untuk menyimpan peralatan dalam gaya desain murni dan modern. Menyempurnakan sebuah ruang simpan, seri Dispensa menawarkan sebuah ruang simpan yang fleksibel, memungkinkan setiap tinggi dan lebarnya untuk dimanfaatkan. Sementara seri Tandem, dua lemari dibalik satu pintu, tersedia dalam ukuran 45, 50, dan 60 cm, dan Tandem Depot, empat lemari simpan di balik dua pintu, tersedia dalam ukuran lebar 90, 100, dan 120 cm. Kessebohmer juga memberi solusi untuk ruang pojok yang sulit dengan seri LeMans II, LeMans Highboard, dan Magic Corner, sistem unit penyimpanan sudut yang memilik tingkat kualitas teknik, gerakan, dan desain yang tinggi. LeMans dan Magic Corner menggabungkan utilitas suatu ruang dengan perspek­t if konten yang sempurna. Teknologi yang tinggi sangat berperan di sini. Berkat teknologi gerak rotasi, Revo 90 dan Carousel 720, pengaturan rak berkesinambungan, pemanfaatan ruang yang maksimal dapat dilakukan dengan satu sentuhan tangan. Kini, tak ada lagi alasan untuk dapur brantakan.

Untuk Informasi selanjutnya silakan kunjungi hafele.co.id Telepon +62 21 7587 8888


61

Investigating the latest trends and products in lighting

Lighting Editor AndrĂŠ Tammes mengevaluasi keuntungan dari investasi pencahayaan berkualitas baik Ada banyak aspek desain yang dapat memiliki nilai. Sebuah kursi yang didesain dengan baik layak untuk diinvestasikan bukan hanya karena kenyamanannya, namun juga karena dapat dipastikan akan mampu memberikan sokongan yang baik bagi penggunanya untuk ribuan jam ke depan. Investasi dalam sebuah bangunan yang didesain dengan tepat, baik untuk rumah hunian maupun gedung komersial, akan menghasilkan keuntungan tak terhitung bagi penghuninya. Kebanyakan benda-benda yang didesain berwujud nyata dan, karenanya, dalam kadar tertentu, dapat dievaluasi dari segi keekonomian. Secara bertentangan, objek yang memungkinkan hal-hal

tersebut untuk dapat dilihat dan dimengerti, yaitu cahaya yang tidak dapat diraba, menawarkan oportunitas terkecil untuk dinilai dari sisi moneter. Artinya, penggunaan cahaya sering kali tidak diinvestasikan dan potensinya tidak sepenuhnya disadari. Artikel berikut ini, yang disampaikan oleh Lighting Editor majalah Indesign, AndrĂŠ Tammes, memperdebatkan kasus investasi pencahayaan berkualitas dan menguraikan manfaat yang dapat dinikmati dari segi produktivitas dan kesejahteraan. Ia mengawalinya dengan sebuah “pertanyaan yang keras kepalaâ€?: Di manakah Laba atas Investasi?

Designclopedia.com


Apakah pencahayaan berkualitas baik mampu memuaskan pekerja di dalam sebuah kantor? Lighting Editor, André Tammes melaporkan

Lighting

Organisational efficiency

Ventilation

pakah pencahayaan yang lebih baik akan mendatangkan hal yang baik pula? Janji palsu menyatakan bahwa jenis pencahayaan yang berbeda dapat digunakan hampir di mana saja. Usaha keras para produsen, arsitek, dan desainer spesialis yang jumlahnya kian marak membuat produk pencahayaan meraih pengakuan signifikan sebagai elemen desain. Dalam kasus lingkungan perkantoran, sedikitnya 20 tahun silam, lampu elektrik dipertimbangkan sebagai pengganti atau pelengkap cahaya matahari dan dispesifikasikan sebagai bagian dari pelayanan listrik gedung. Penentu terbesar bagi kualitas lampu elektrik adalah biaya modal dan operasional, serta kemampuan untuk berintegrasi dengan pelayanan gedung lainnya. Secara umum, hal ini masih menjadi perkara, meski sekarang ini,

A

pertimbangan dari segi keberlanjutan dan penyesuaian dengan kode energi turut diikutsertakan. Pada kasus industri pedagang eceran, penginapan, hiburan, dan gedung kesenian, pencahayaan telah diakui sebagai faktor yang mampu menarik dan mempertahankan pelanggan dan pengunjung. Walaupun para pemilik bangunan jenis ini terkadang segan berhadapan dengan biaya ekstra dari pencahayaan yang “baik”, intuisi mengatakan bahwa mereka akan menerima laba atas investasi (ROI) yang dapat menggantikan biaya modal dan operasional. Laba datang dalam bentuk pertumbuhan pengunjung, peningkatan penjualan, pengakuan merek, dan peran pencahayaan untuk menciptakan sebuah gedung ikonis. Di situasi ini, intuisi memang berguna, namun apa yang akan terjadi saat ROI tidaklah berdasarkan intuisi, melainkan dari evaluasi “alot” yang memperdebatkan apakah pembelanjaan lampu dalam jumlah lebih besar akan membuahkan keuntungan finansial? Selama bertahun-tahun, pertanyaan itu telah membuntuti komunitas yang berurusan dengan pencahayaan. Keyakinan bahwa pencahayaan yang lebih baik membuat penduduk di kotanya lebih senang dengan suasana sekitar, selayaknya cukup untuk meraih peningkatan investasi melampaui batas. Akan tetapi, di dunia nyata, bukti empiris menaklukkan segalanya...! Dalam kasus pencahayaan kantor, ada persoalan substansial. Pelat lantai yang besar mengharuskan kuantitas peralatan lampu yang besar pula,

mengindikasikan biaya modal dan operasional yang juga substansial. Secara khusus, kasus ini akan terjadi bila keputusan diambil untuk merebut keuntungan dari ‘solid state lighting’, berdasarkan penggunaan teknologi LED dan sistem pengendalian elektronik terasosiasi. Meski menghemat energi dan mengurangi biaya penggantian lampu, teknologi semacam itu tetaplah mendatangkan harga awal yang tinggi jika dibandingkan dengan lampu neon. Jadi, apakah pencahayaan di lingkungan kerja adalah biaya tambahan yang harus dipikul sebagai bagian dari harga pelaksanaan rencana? Atau haruskah ia dipertimbangkan sebagai investasi yang dapat menghasilkan laba moneter? Hasil penelitian mengacu kepada kemungkinan kedua. Diagram di atas menunjukkan bahwa pencahayaan adalah kontributor utama bagi kepuasan menyeluruh di lingkungan perkantoran. Ada dua pertimbangan utama dalam menaksir daya tahan pencahayaan: akankah para pekerja lebih produktif saat kondisi pencahayaan optimal tersedia dan akankah kepuasan terhadap pekerjaan meningkat, disertai dengan keuntungan bagi perusahaan? Hubungan antara pencahayaan dan produktivitas ditentukan oleh sifat tugas yang dikerjakan. Tugas yang menonjol secara visual, misalnya yang melibatkan pembacaan, sangat mungkin diuntungkan oleh pencahayaan yang lebih baik. Grafik di halaman sebelah, yang disusun oleh seorang peneliti pencahayaan, yaitu Peter Boyce, menunjukkan bahwa seiring peningkatan level cahaya, tugas pun

Privacy & Acoustics Atas Kepuasan atas

pencahayaan dapat memengaruhi efisiensi organisatoris. Veitch et al, 2004, Konsep seizin National Research Council Canada. Diilustrasikan oleh Alex Buccheri KIRI Instalasi pencahayaan oleh ARUP untuk proyek GPT MLC DIAGRAM KANAN BAWAH

Pelaksanaan dua tipe tugas yang melibatkan aktivitas membaca, yaitu mengoreksi dan memahami bacaan. Pencetakan berkualitas baik di atas kertas putih: (a) durasi untuk mengoreksi sebuah kutipan pendek dan persentase ketepatan sasaran, yaitu kesalahan terdeteksi, diplot terhadap pencahayaan; (b) tingkat kecepatan dan level pemahaman diplot terhadap pencahayaan. Sumber gambar: Human Factors in Lighting oleh Peter R. Boyce. Hak cipta 2003


FUSEindesign

Teks ANDRĂŠ TAMMES Ilustrasi Alex buccheri

Intent to leave

Overall Environment satisfaction

Turnover

Business-Unit performance

Organisational Commitment

Job satisfaction

Customer satisfaction

Time

% of hits

Speed

Comprehension

50

100

80

80

40

80

75

75

30

60

70

70

40

65

20 Time % of hits

10 0 10

0

10

1

10 Illuminance 2

10

3

10

4

20

60

0

55 10

65 Speed Comprehension

60 55

0

10

1

10 Illuminance 2

10

3

10

4

indesignlive.co.id

63


64

FUSeindesign

dikerjakan lebih cepat dan dengan lebih sedikit error. Kalkulasi antara visibilitas tugas, pencahayaan, dan kuantitas detail pun terpecahkan. Namun, sejauh apakah pencahayaan di area kantor memengaruhi produktivitas? Sebuah penelitian mengindikasikan bahwa kecuali visibilitas tugas ditingkatkan, tidak akan ada perubahan nyata dari segi produktivitas. Penelitian terkini memfokuskan pada pengaruh tak langsung pencahayaan pada keseluruhan pekerjaan dan kepuasan lingkungan. Bukti menyatakan bahwa pekerja kantoran bereaksi positif terhadap kondisi pencahayaan yang lebih baik1. Hal ini meliputi peningkatan mood, area kantor terkesan lebih menarik, pengurangan ketidaknyamanan fisik dan mental, dan peningkatan produktivitas berdasarkan penilaian pribadi. Merupakan suatu hal yang beralasan jika sifat-sifat ini dikaitkan dengan berkurangnya jumlah klien yang memutuskan hubungan dengan perusahaan, menurunnya ketidakhadiran, dan meningkatnya produktivitas secara berkelanjutan. Foto di halaman ini mengilustrasikan kondisi pencahayaan yang mendasari sejumlah penelitian. Kedua foto diambil selama studi lapangan. Foto di kanan atas memperlihatkan sebuah kantor yang diterangi lampu troffer berlensa datar, yang pada instalasi ini menimbulkan pantulan yang menyelubungi salah satu monitor komputer. Instalasi ini dianggap kurang memuaskan jika dibandingkan dengan desain lampu direct-indirect yang terspesifikasi untuk workstation, seperti pada foto di kanan bawah (Boyce dkk, 2006). Foto ini menampilkan sensor hunian, pemanenan cahaya alami dan pengendalian individual terhadap komponen langsung dengan dua lampu dari penerangan tiga lampu. Instalasi ini lebih hemat energi, serta menghadirkan kenyamanan dan kepuasan lebih tinggi daripada yang terdapat dalam foto di atasnya (Galasiu dkk, 2007). Kutipan berikut ini, diambil dari Advanced Lighting Guidelines yang diterbitkan oleh New Buildings Institute, mengemukakan bahwa peningkatan pencahayaan dalam kepuasan lingkungan dan pekerjaan dapat mendukung investasi ke arah pencahayaan berkualitas lebih baik: “Anggap saja biaya yang diterima

indesignlive.co.id

karyawan, termasuk upah, pajak, dan manfaat adalah $60,000 per tahun. Ini berarti karyawan digaji hampir $29 per jam, jika dihitung berdasarkan jumlah 40 jam per minggu dan 52 minggu per tahun. Normal waktu yang dipotong hari raya, cuti, dan izin sakit merupakan bagian dari keuntungan.” Tipikal pekerja kantor membutuhkan sekitar 10m² dari area yang disediakan, sebagian besar adalah area kerja aktual dan akses menuju ke sana. Sistem pencahayaan modern mengonsumsi energi pada kapasitas 10.0 watt/m2 atau kurang, beroperasi 3,500 jam per tahun (waktu untuk bekerja ditambah pembersihan dan waktu non kerja lainnya) memakan biaya sekitar $40 per karyawan per tahun untuk beroperasi, termasuk energi dan pemeliharaan. Biaya kepemilikan setahun bagi tipikal sistem pencahayaan kantor seharga $25/m2 adalah sekitar $30 per tahun. Artinya, biaya total kepemilikan dan pengoperasian adalah sekitar $70 per karyawan per tahun, setara kira-kira 2,1 jam upah tenaga kerja, atau sekitar 1/10 dari 1% jam kerja produktif tahunan. Berdasarkan nilai-nilai tersebut, penyempurnaan sistem pencahayaan demi meningkatkan produktivitas karyawan akan segera terlunasi oleh angsuran. Perbaikan 1% dalam produktivitas sepanjang tahun akan merealisasikan keuntungan senilai $600 (0.01 x $60,000) bagi perusahaan. Menginvestasikan $600 per karyawan untuk pencahayaan yang disempurnakan, jika memberikan peningkatan kecil pada produktivitas, akan selamanya menghasilkan 100% ROI. Investasi yang lebih sederhana, kira-kira senilai $300 per karyawan akan selamanya menghasilkan laba 200%. Sistem pencahayaan yang didesain dengan baik berpotensi besar dalam mendatangkan laba atas investasi.

André Tammes adalah Lighting Editor majalah Indesign.

1

Lighting Quality and Office Work: A Field Simulation

Study’. P.Boyce, J.Veitch, G.Newsham, M.Myer, C.Hunter. U.S. Department of Energy, Desember 2003

Pelat lantai yang besar mengharuskan kuantitas peralatan lampu yang besar pula, mengindikasikan biaya modal dan operasional yang juga substansial ANDRé TAMMES

ATAS DAN BAWAH Foto-foto

yang diambil oleh peneliti selama studi lapangan di lokasi penelitian, mendemonstrasikan pendekatan pencahayaan yang berlainan dan pengaruhnya terhadap keseluruhan pekerjaan dan kepuasan lingkungan. (Foto direproduksi seizin National Research Council Canada)


‘ Modular Stove’ Couvreur.Devos

‘ powerbalance’ philips

Couvreur and Devos mendesain lampu ini dengan acuan bentuk kompor dan lengannya ibarat cerobong asap. Badan aluminiumnya hadir dalam warna hitam bertekstur atau putih berlapis mantel bubuk, dan mampu berotasi hingga 370°. Menggunakan mesin Philips Bridgelux, lampu LED ini berparas seperti lampu halogen tradisional dan bekerja secara serupa. Tersedia dalam temperatur warna 2700K atau 4000K, dengan tingkat cahaya putih CRI 92.

Lampu LED Philips PowerBalance menawarkan performa yang luar biasa pada 100lm/W dan menghemat energi secara signifikan dibandingkan dengan fitting T5 konvensional, sekaligus mengurangi biaya operasional. PowerBalance adalah lampu yang tersembunyi di langit-langit, yang berdaya tahan hidup sampai dengan 50,000 jam, render warna setinggi CRI 80, dan kompatibel dengan pengontrol DALI yang berfungsi untuk meredupkan.

Lampu kerja dari Antonio Citterio & Toan Nguyen ini dapat mengaktifkan Green Mode bersensor gerak yang kembali non aktif setelah 5 menit. Green Mode memungkinkan Kelvin untuk meregulasi produksi cahaya, sesuai dengan kualitas ruangan. Hadir dalam warna hitam, putih, antrasit, dankromium, produk ini turut meliputi basis lampu meja, rangka lampu dinding, penjepit lampu meja atau steker lampu meja. Lampu ini memiliki spesifikasi 8w LED, CRI 95, 3000K and 427 Lumen.

D900 Cube v2 memiliki Tru-Colour 95CRI. Sorot cahaya lembut bagi peralihan cahaya yang halus dan peredupan lebih rendah menyajikan fleksibilitas. Produk ini sesuai dengan potongan lingkaran bawaan berukuran 92mm, dengan mekanisme klip pegas yang memudahkan penempatan dan pemindahan. Tingkat kecerahan 942 Lumen, daya tahan hidupnya mencapai 70,000 jam—setara 32 tahun dengan tempo pemakaian 6 jam dalam sehari.

JSB Lighting (61 2) 9571 8800 jsblighting.com.au

Philips 1300 304 404 ledlightprofessional.com.au

EUROLUCE (61 2) 9356 9900 euroluce.com.au

Brightgreen 1300 672 499 brightgreen.com

indesignlive.co.id

‘KELVIN LED’ FLOS

‘ D900 Cube v2’ BRIGHTGREEN


FUSEindesign

‘ MELLOW LIGHT IV’ ZUMTOBEL

‘THEORY PITCH’ XENIAN

Dengan teknik yang dikaji ulang, MELLOW LIGHT IV memiliki optik prisma baru dan inovatif, yang meningkatkan efisiensi operasional ke tahap yang memberikan sistem ini sebuah jaminan masa depan dalam pencahayaan bangunan berenergi rendah. Lampu ini meliputi teknologi tertinggi dalam ruang sekunder, pembaur opal tembus pandang, tonal colour strips dan kompartemen primer. Dalam performa terbaiknya, produk ini seolah mengimitasi alam.

Desain tanpa cela, komponen berkualitas tinggi dan performa menakjubkan dalam satu ornamen LED berbentuk elips, setinggi 4 kaki, yang dirancang untuk mengubah cara pikir kita tentang bentuk cahaya. Teori tidak didefinisikan oleh sumbernya, tetapi ia menjadi sumber itu sendiri. Dengan tampilan tiga distrik menyala, permukaan dalam atau luar yang terang dan lingkar cahaya cemerlang, lampu ini menyajikan keleluasaan beradaptasi, karena saat tak dinyalakan pun kemewahannya tetap terasa.

ZUMTOBEL (61 2) 8913 5100 zumtobel.com

XENIAN (61 2) 9970 8133 xenian.com.au

‘ ETT100 Linear Uplight’ WE-EF ETT100 menawarkan fleksibilitas tinggi bagi para desainer di area lalu lintas penumpang yang tinggi, memperpanjang daya dan memberikan pencahayaan atmosfer. Dengan acuan dimensi lampu T5, lampu uplight berbasis solid-state ini hadir dalam ukuran bervariasi, mulai dari 500 mm hingga 1600 mm. Didesain untuk tahan pecah dan aus di jalan raya retail, ETT100 memamerkan daya tahan hebat terhadap korosi dan proteksi penuh atas permukaan berkat lima ton kaca yang diperkuat untuk pertahanan. WE-EF (61 3) 8587 0400 we-ef.com

‘HORIZON’ HUMANSCALE Horizon adalah produk pertama yang memanfaatkan Thin Film Technology™ dalam sebuah lampu kerja. Menggunakan rangkaian LED berintensitas tinggi yang mengelilingi beberapa lapisan polikarbonat dan selaput optik, Thin Film Technology memproduksi footprint yang sangat luas, bercahaya 3000K yang terang namun tidak menyilaukan—unggul dari segi ergonomis dan estetis. Dengan pengendali keredupan yang terpasang tetap, lampu ini menghemat energi sekaligus menghadirkan tingkatan pencahayaan. Humanscale 1800 400 0625 humanscale.com indesignlive.co.id

67


PAUL TAN dalam perjalanannya mengukir nama perusahaan di kancah bisnis industri arsitektur dalam dan luar negeri


luminaryindesign

teks Anindia Karlinda pORTRAIT Dokumentasi ARKdesign

indesignlive.co.id

69


agi arsitek bernama panjang Paul Tanjung Tan, pertimbangan untuk menekuni ilmu arsitektur berawal dari dilema yang ia hadapi saat harus memilih konsentrasi studi antara ilmu alam atau sosial, di bangku SMU. Dengan ragam minat pada mata pelajaran, dari matematika, fisika, seni, sejarah, bahasa, hingga budaya, ia menguasai kedua cabang ilmu secara merata. “Inilah salah satu alasan mengapa saya menjadi arsitek, karena profesi ini menuntut perpaduan antara ilmu dengan seni,” ungkapnya. Baginya kata ‘arsitek’ tercipta khusus untuk menggambarkan profesi yang unik tersebut, unik terhadap science maupun art. Ketika akhirnya sampai pada jenjang pendidikan tinggi, ia pun memilih jurusan arsitektur karena selain menantang dan dipenuhi aktivitas “penataan”, juga mengerahkan kemampuan otak kanan maupun kiri secara optimal. Jika ditilik lebih jauh lagi, pada dasarnya ketertarikan pada arsitektur itu sendiri sudah muncul sejak ia masih kecil, yaitu seringnya ia memainkan blok-blok kayu sisa produksi furnitur yang ia potong kecil-kecil, untuk disusun menjadi bangunan dengan berbagai ukuran, dan ditata menjadi kota kecil. Bakat dan minat dininya pada aktivitas desain dan penataan ruang ini mungkin memiliki keterkaitan genetik dengan sosok kakeknya, Ir. Liem Bwan Tjie, yang merupakan salah satu arsitek untuk konglomerat gula Oei Tiong Ham pada zaman 40-an dan 50-an di Semarang, yang nama dan karyanya hingga sekarang tercatat di Museum Amsterdam dalam sejarah arsitektur Indonesia. Ketika akhirnya menekuni jurusan arsitektur di Royal Melbourne Institute of Technology, ia menjalani cukup banyak pengalaman magang, mulai dari biro Edmond Corrigan Architects di Melbourne sebagai assistant designer pada biro arsitektur South Yarra Collaborative Pty. Ltd., Architects, sebelum kemudian diangkat menjadi arsitek, hingga di Denton, Corker, Marshall Pty. Ltd., Melbourne, masih sebagai arsitek. Pada masa penyelesaian tugas akhir, ia mengaku sangat beruntung karena dibimbing seorang arsitek terkenal yang juga guru besar dari Harvard, Peter Eisenman, selama 6 bulan. “Dari situlah saya belajar untuk merealisasikan sebuah visi yang masih abstrak untuk menjadi konsep dan kemudian menjelma menjadi bentuk dan bangunan,” ungkapnya dengan semangat. Setelah ia akhirnya lulus dengan gelar Bachelor of Architecture di tahun 1985, ia sempat melanjutkan pekerjaan dengan Denton, Corker, Marshall Pty. Ltd., sebelum akhirnya kembali ke Indonesia. Di tanah air, Paul bekerja dengan perusahaan HOK International

B

Ltd. Hong Kong yang bekerja sama dengan PT Parama Loka Consultants di Jakarta. Salah satu proyek besar yang ia kerjakan saat itu adalah pembangunan Grand Hyatt Hotel dan Plaza Indonesia, yang pada masanya merupakan salah satu mixed-use modern pertama dengan rancangan basement terdalam hingga 15 m. Setelah 3 tahun bekerja, ia lalu beralih mendirikan perusahaan atas ajakan salah satu teman Australianya, yang diberi nama Pacific Associates International (PAI) di Jakarta. Pada pengalaman pertamanya merintis perusahaan ini, ia berhasil mengembangkan jumlah anggota tim yang awalnya 4 orang menjadi 40 orang dalam kurun waktu tiga tahun dan mencanangkan sistem komputerisasi pada perusahaan. Ia kemudian mengundurkan diri di tahun 1991 untuk mewujudkan visi arsitektural yang belum tercapai, yaitu jenis yang lebih kompleks seperti mixed-use, karena saat itu PAI lebih berfokus pada proyek rumah-rumah tinggal sehingga sifatnya tidak begitu membuka peluang untuk proyek-proyek yang lebih besar. Pada 1986, sebenarnya Paul dan mitra-mitranya telah mendirikan perusahaan bernama PT Arkipuri Mitra yang di dalamnya menampung profesionalprofesional di industri, tetapi aktivitas perusahaan

BAWAH Memanfaatkan waktu malam, Sun Plaza Medan menampilkan cahaya warna-warni yang mengomptimalkan keunikan desain fasade KANAN Desain fasade pada Jakarta Eye Center yang berdiri di area seluas 15.000 m2 dengan 10 lantai pada bangunannya ini dilapisi dengan screening yang solid, dengan layer yang transparan untuk mengimbangi mata manusia


luminaryindesign

indesignlive.co.id

71


baru secara resmi beroperasi tahun 1990. Biro konsultan arsitektur yang pertama mereka buka di Australia ini kemudian dinamai ARKdesign Australia, sementara kantor yang di Jakarta tetap memakai nama Arkipuri Mitra, meski pada 1998 akan berubah nama menjadi Arkipuri Intranasional. ARKdesign, dengan Paul menjabat sebagai principal, pertama berdiri pada 1986 dan banyak bergerak untuk proyek bangunan-bangunan kompleks seperti planning, mixed-use, commercial high-rise, yang tidak dapat ia tangani saat masih di PAI. Sebuah anak perusahaan lainnya juga didirikan dengan nama Indesign Domus, yang secara khusus menangani proyek-proyek lebih kecil dan lebih pribadi, seperti hotel, rumah tinggal, desain interior, dan lain sebagainya, dengan Paul sebagai Design Partner. Bagaimana dengan ideologi utama yang menjadi landasan ARKdesign dalam mendesain suatu proyek? Cukup lewat merancang dengan sensitivitas dan pendekatan kontekstual. “Kami selalu mencoba menjawab atau responsif terhadap konteks dimana kami bekerja,” ia menjelaskan, “sebagaimanapun juga kita harus mengerti dan mengenali lingkungan alam dan budayanya, serta lingkungan manusia dan fisiknya, jangan langsung menanamkan suatu desain ke suatu tempat di mana kita belum kenal dengan situasinya.” Dalam penganutannya secara benar, akan cukup sulit bagi siapa pun untuk mengenali proyek-proyek yang ditangani ARKdesign. Situasi dan kondisi pada setiap proyek yang sudah pasti berbeda akan menuntut jawaban yang berbeda pula, contohnya pembangunan Sun Plaza di Medan tahun 2002, dan pada waktu bersamaan ia diminta mendesain Plaza Ambarrukmo di Yogyakarta. Melalui kacamata kontekstual, ia menggambarkan kasus ini sebagai dua bangunan yang fungsinya sama tetapi ekspresi arsitekturnya berbeda karena dipengaruhi oleh konteks masing-masing proyek. “Proyek ini dapat menjadi suatu pembelajaran arsitektur, bahwa dua proyek yang berjenis sama, di dua wilayah yang berbeda, untuk dua klien yang berbeda, namun dalam waktu yang bersamaan, akan tetap menjadi dua ekspresi yang berbeda,” tegasnya. Membina sebuah biro konsultan arsitektur di tengah pergolakan industri baik di dalam maupun luar negeri tentu membawa tantangan tersendiri. Ketika ditanya apa hal terpenting untuk dimiliki dan dilakukan dalam membina biro arsitektur agar long lasting dan terus berkembang di tengah lautan kompetitor, Paul menceritakan keterkejutannya saat pertama bekerja dan mendapati sedikitnya hal yang diajarkan di universitas tentang cara bekerja seorang

“ ...bangunan yang didesain itu telah mempertimbangkan unsur budaya, estetika, sosial dan lingkungan hidup, serta aman untuk dipakai.” Paul T. Tan


luminaryindesign

KIRI ATAS Didesain dan dibangun dalam waktu bersamaan dengan Sun Plaza Hotel, Plaza Ambarrukmo di Yogyakarta menampilkan hasil terjemahan unik dari konteks budaya dan sosialnya tersendiri KIRI Bawah Rancangan desain fasade pada GTV Hotel di Cikarang, Jawa Barat ATAS KIRI Perancangan desain resor Majestic Water Village di Uluwatu, Bali ATAS KANAN Ilustrasi 3D untuk proyek K2 Park, di Legok, Tangerang

arsitek dari junior hingga senior, dan bagaimana sebuah kantor arsitek seharusnya diorganisir. “Saya kemudian melihat bahwa banyak perusahaan arsitek yang tidak dikelola dengan profesional, baik secara administratif, organisatoris, maupun keuangan. Hal ini yang menyebabkan perusahaan jasa arsitektur banyak mengalami kesulitan dalam menjadi perusahaan yang besar atau dalam menjaga kualitas dan konsistensi performance-nya terhadap klien.” Bagi Paul, design, company management, dan project administration adalah tiga pilar penting dalam sebuah perusahaan jasa arsitektur, terutama jika ingin menangani proyek-proyek besar dan kompleks. Keseimbangan dan sinkronisasi antara ketiga pilar inilah yang sangat menentukan sukses atau tidaknya seorang arsitek dalam menyampaikan desainnya kepada klien untuk dibangun. Tidak hanya menggarisbawahi elemen penting dalam pembinaan sebuah biro arsitektur, ia turut mengutarakan aspirasinya terhadap konteks dari good design dalam dunia arsitektur itu sendiri. Desain yang bagus ia nyatakan harus memberikan solusi kreatif terhadap sekian kriteria yang dibutuhkan klien, dan karena secara prinsip arsitek bukanlah seniman, bukan juga engineer atau kontraktor maka arsitek bertanggung jawab kepada para klien untuk mendesain sebuah bangunan sesuai dengan kebutuhan mereka dan peraturan yang berlaku, untuk kemudian menyiapkan secara detail bagaimana desain tersebut akan beroperasi dan harus dibangun. “Tanggung jawab arsitek terhadap masyarakat juga tidak kalah penting, yaitu bahwa bangunan yang didesain itu telah mempertimbangkan unsur budaya, estetika, sosial, dan lingkungan hidup, serta aman untuk dipakai,” jelasnya di akhir pembicaraan. Tanpa mengabaikan pendekatan kontekstual dalam setiap proyek arsitekturnya, Paul T. Tan menjadi sosok yang selalu mengerahkan, tidak kurang dari dedikasi penuh, terhadap dunia yang ia geluti selama lebih dari 30 tahun ini.

Anindia Karlinda adalah Writer Indesign Indonesia ARKdesign (62) 21 530 4456

Paul Tanjung Tan, B. Arch, IAI, RAIA 1981 Bekerja sebagai Assistant Designer untuk Maggie Edmond dan Peter Corrigan di Edmond Corrigan Architects, Melbourne, Australia. 1982-84 Bekerja sebagai Assistant Designer dan Arsitek di South Yarra Collaborative Pty. Ltd., Architects, Melbourne, Australia. 1984-85 Bekerja sebagai Desainer Arsitek di Denton, Corker, Marshall Pty. Ltd., Melbourne, Australia. 1985 Lulus kuliah dengan gelar Bachelor of Architecture dari Royal Melbourne Institute of Technology, Australia. 1985-88 Bekerja di HOK International (Asia/Pacific) Ltd Hong Kong, yang bekerja sama dengan PT Parama Loka Consultants di Jakarta, menjabat arsitek proyek, salah satunya untuk Grand Hyatt Hotel/Plaza Indonesia. 1988- KINI Arsitek anggota di Royal Australian Institute of Architects(ARAIA), Melbourne, Victoria. 1988-90 Menjadi Director Design dan Project Management di Pacific Associates International. 1990-95 Membuka Architects Pacific Inc. & Arkipuri Mitra, sebagai bagian dari grup arsitek Arc Pac, dan menjadi partner serta Managing Director di kantor Jakarta. 1992-95 Menjadi Director di firma desain arsitektur internasional, Arc Pac International Hotel and Resorts Pty Ltd. 1993 – KINIMenjabat Director di Inter Arc Pte Ltd, firma desain dan arsitektur interior internasional berbasis di Singapura. 1995-KINI Membuka PT Arkipuri Intranasional, kantor pusat Indonesia dari grup ARKdesign, menjabat sebagai Principal Architect. 1998-KINI Menjabat Director di Arkdesign Australia Pty Ltd, kantor Australia dari grup ARKdesign. 2002 Mengerjakan proyek SUN Plaza, mal modern pertama di Medan. 2004 Pengerjaan proyek Plaza Ambarrukmo, pusat perbelanjaan terbesar di Yogyakarta dan Jawa Tengah. 2004- KINIAnggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI). 2007 Mengerjakan masterplan mixed-use development Central Park. 2009 Menerbitkan buku autobiografi berjudul On Above and Beyond. 2011- KINI Membuka konsultan desain interior PT Indesign Domus sebagai Design Partner yang juga bagian dari grup ARKdesign 2012 Menerima penghargaan dari pemerintah Australia, Australian Alumni Award untuk kategori “Excellence in Media, Culture and the Arts”. indesignlive.co.id

73


SINGAPORE / MARCH 10-13, 2015 SANDS EXPO AND CONVENTION CENTER MARINA BAY SANDS SINGAPORE

LET YOUR INSPIRATION GROW IN ASIA

WWW.MAISON-OBJET.COM

INFO@SAFISALONS.FR SAFI ASIA PTE, A SAFI “SALONS FRANÇAIS ET INTERNATIONAUX” SUBSIDIARY. SAFI IS A SUBSIDIARY OF ATELIERS D’ART DE FRANCE AND REED EXPOSITIONS FRANCE / TRADE ONLY / DESIGN © BE-POLES - IMAGE © GREG SEVAZ


ALL IN THE FAMILYindesign

F

ormapura menjawab tantangan favoritisme budaya Indonesia terhadap produk impor, lewat inovasi desain yang timeless > Edisi ini kami bercerita tentang Formapura indesignlive.co.id

75


Beyond Timelessness ATAS Berlokasi di Jalan

Senopati nomor 75, showroom Formapura Interiors & Furnishings menampilkan koleksi furnitur bergaya American Classic Kanan atas Duo sibling pendiri Formapura Interiors & Furnishings, Isabelle Janvlyn (kiri) selaku managing director dan Janice Tjoe, Principal Designer Formapura kanan bawah Koleksi yang menampilkan York Cabinet, Marseille Stool, Carrie Armchair, dan sepasang York Étagère

erawal dari ketertarikan pada dunia desain interior dan home decorating, sepasang saudara perempuan, Isabelle Janvlyn dan Janice Tjoe, merintis pembentukan sebuah brand yang bergerak di bidang furniture production di tahun 2013. Nama ‘formapura’ kemudian dipilih karena mengartikan makna pure form (bentuk yang murni), sesuai dengan produk yang pure dan sederhana, dan visi yang simpel sebagai starting point dari keseluruhan konsep brand. Showroom Formapura yang dibuka di daerah Senopati, Jakarta Selatan, ini mencoba menjawab kebutuhan masyarakat urban akan furnitur berkualitas, dengan menawarkan alternatif produk yang tidak memasang harga tinggi seperti yang umum ditemukan pada produk-produk impor. Motivasi yang paling kuat mendorong pembentukan Formapura ini adalah karena kedua saudara melihat besarnya potensi Indonesia yang kaya akan sumber daya alam dan bahan mentah, untuk mengolahnya menjadi benda-benda berkualitas dunia, untuk mendekorasi rumah tempat tinggal ataupun hunian lainnya. “Budaya Indonesia lebih senang mengimpor barang dari luar negeri, semoga dengan adanya barang buatan dalam negeri yang tidak kalah berkualitas, yang

B

secara estetika menawan dan memanfaatkan sumber bahan mentah yang diolah secara lokal, situasi dapat terbantu,” ungkap Isabelle, sang kakak yang menjabat sebagai Managing Director Formapura. Ditunjang dengan tim manufaktur yang telah berkecimpung secara aktif di bidang produksi furnitur selama lebih dari 30 tahun, kedua saudara ini memproduksi barang-barang untuk kebutuhan domestik Indonesia dan seluruh dunia, termasuk untuk proyek komersial dan perhotelan. Kegiatan perusahaan yang menangani perdagangan di pasar internasional ikut dikembangkan lewat berbagai metode, mulai dari jalur rekomendasi (referral), personal network, dan ekshibisi khusus. “Kami percaya bahwa marketing referral adalah cara terbaik untuk terkoneksi dan untuk menjaga hubungan jangka panjang dengan klien kami dan para pemilik hunian, yang mana banyak di antara mereka menjadi konsumen setia kami selama bertahuntahun,” ujar Isabelle. Desain-desain produk yang paling digemari konsumen luar negeri untuk kegiatan ekspor mencakup meja makan dan kursi, serta furnitur pelengkap kamar tidur. Sementara itu, terlepas dari range produk yang mengalami perubahan seiring bergulirnya tahun,


ALL IN THE FAMILYindesign

teks Anindia Karlinda fotografi Dok. Formapura

visi awal Formapura tidak berubah, berpegang teguh pada komitmen terhadap personal service dan craftmanship, gaya desain produk dapat dikenali dari nuansa timeless yang autentik serta furnitur yang menyambut personalitas dan dibuat bertahan untuk waktu yang lama. Seiring perkembangan perusahaan ini, Formapura menawarkan pelayanan desain khusus untuk merealisasikan visi pribadi klien akan desain yang timeless, mulai dari meja yang dibuat secara handcrafted, peti, hingga kabinet yang dirancang menurut pesanan. Dengan latar belakang arsitektur interior, Janice Tjoe, sang adik yang mengisi posisi Principal Designer Formapura memimpin brand menuju visi desain yang timeless dibandingkan menuntun dengan pendekatan bisnis yang semata untuk menjual produk. Beriorientasi pada kesetiaan pihak konsumen, ideologi desain yang diterapkan berada di jalan yang tepat. “Home is where the heart belongs, rumah juga merupakan jiwa dari sebuah keluarga, tempat di mana setiap kenangan diciptakan. Sebagai pembuat funritur, kami percaya bahwa memiliki produk-produk yang tahan lama di rumah, adalah kunci menuju hidup penuh keindahan dan kenyamanan,” ungkap Isabelle. Seiring berjalannya waktu, Isabelle dan Janice membentuk brand Formapura menjadi lebih modern, dengan konsep American Classic disertai modern twist yang simpel, elegan, tahan lama, dan dengan harga terjangkau. Setiap desain produk Formapura juga dirancang dengan mengusung tema atau konsep yang memperkenalkan Indonesia ke mata dunia, seperti melalui pemilihan ikat, tenun, bubutan Jawa, dan lain sebagainya, sebagai material produk. Sebagai badan usaha yang dirintis dan dikembangkan lewat kerja sama founders yang terhubung secara kekerabatan, dukungan dari keluarga besar membawa peran dan nilai sentimental tersendiri. “Semua orang secara aktif mendukung kami dan memberi masukan tentang hal-hal baru di pasaran, dan sebagai ‘design enthusiast’ mereka berbagi perspektif meski tidak berasal dari latar belakang desainer. Berkat bantuan dari individu-individu kreatif di sekitar kami, kami tumbuh membentuk visi kami sendiri akan konsep ‘timeless’,” ujar Isabelle. Kekuatan apa kiranya dalam diri mereka, yang meyakinkan satu sama lain akan kesuksesan menjalani usaha bisnis bersama keluarga? Dengan penuh keyakinan mereka menjawab, “We believe in what we sell and we love what we do!”

Anindia Karlinda adalah penulis Indesign Indonesia.

indesignlive.co.id

77


78

CLOSE TO

Bangunan ini merupakan wujud nyata dari betapa dinamisnya sebuah karya


portfolioindesign

TEKS Sunthy Sunowo FOTOGRAFI Happy Lim arsitek Wahana Architects lokasi Jakarta | INA PRoyek PS-26

engan lokasi berada di sudut dan menghadap jalan utama yang cukup padat pada jamjam tertentu, terdapat kebutuhan untuk mewujudkan kualitas ruang yang relatif tidak terganggu oleh bisingnya suara kendaraan yang lewat. Kesadaran untuk lebih ramah kepada lingkungan menjadi satu formula yang membuat bangunan kantor ini tidak terlihat mencolok. Kehadirannya justru seakan ingin selaras dengan sekitarnya dengan tampilan muka bangunan yang natural. Kebijakan garis sepadan bangunan juga ikut andil memberikan inspirasi untuk lebih optimal memanfaatkan ruang-ruang yang tersisa untuk menghadirkan banyak tumbuhan hijau dan minimal menghilangkan pohon eksisting. Dengan memanfaatkan sekuens dan hierarki, Rudy Kelana dan Gerald Tambunan dari Wahana Architects mengolah ruang-ruang yang ada menjadi sebuah cerita. Empat perusahaan dengan area bisnis yang berbeda harus bisa disatukan dalam satu impresi bangunan yang representatif. Melalui lorong panjang mencapai foyer yang terletak di ujung menjadi sebuah prosesi yang sekaligus menjaga keamanan dan privasi bagi kegiatan perkantoran di atasnya. Strategi ini secara langsung memosisikan seluruh ruang di lantai bawah agar tidak secara visual terlihat dari jalan raya. Selain prosesi melalui lorong menuju foyer, terdapat area kolam dan taman yang secara langsung memberikan kesan lapang dan terbuka pada area lobi tanpa harus terganggu oleh padatnya lalu lintas dan hanya bisa menikmati elemen alam yang dirancang untuk bisa dinikmati dari ruang-ruang rapat dan ruang tunggu. Formula sederhana memanfaatkan empat elemen: kayu, besi, dinding precast punch pattern, dan dinding batu bata, menjadi satu kekuatan visual bangunan. Bangunan kantor empat lantai ini memiliki ruang bawah tanah, lantai dasar, lantai dek atas, dan lantai dak atap seluas 2. 500 m2 yang mewadahi kombinasi beton dan struktur besi. Di lantai bawah mewadahi kegiatan

D

NATURE arsitektur dalam mewadahi kegiatan formal sebuah kantor

indesignlive.co.id

79


kiri atas Elemen air, vegetasi menciptakan pemandangan yang direspons dengan ruang-ruang terbuka di lantai bawah sehingga lantai atas seakan melayang di atasnya kiri tengah Koridor utama menjadi pengikat area lobi, ruang duduk, dan ruang-ruang rapat yang dirancang transparan seakan berbatasan langsung dengan alam sekitar kiri bawah Koridor panjang menjadi awalan dari akses mencapai foyer dan lobi Halaman KANAN Komposisi material kayu, dinding batu bata, dan bidang dengan punch pattern membawa dialog natural dengan juntaian tanaman hijau yang seakan menjadi tirai dan sekaligus aksentuasi

rapat dan area penerimaan berupa lobi dan ruang duduk. Terdapat juga lounge untuk suasana yang lebih rileks. Semuanya menjadi bagian dari skenario dari lorong menuju foyer. Setelah mencapai area lobi, secara visual kemudian langsung menikmati ketinggian plafon hingga lantai dek atas. Arsitek tidak membiarkan ruang-ruang terbentuk begitu saja tanpa ada detail-detail menarik yang membawa kesan dinamis ke dalam bangunan ini. Pertimbangan fengsui juga menjadi pertimbangan sejak awal sehingga pembagian ruang dan orientasi bisa direncanakan dengan pasti. Efek dinamis ini semakin terasa ketika deretan kolom yang rapi dan formal kemudian dipertemukan dengan dek sirkulasi di lantai atas yang secara visual miring; seakan membentuk huruf L. Susunan kolom beton dan kolom besi juga menghasilkan detail-detail yang rapi dan menjadi elemen visual yang kuat membangun impresi kantor yang formal tetapi tidak kaku. Bahan kayu dan dinding yang dilapis batu bata merupakan ekspresi hangat yang bersanding dengan deretan ruang rapat yang transparan menggunakan pembatas kaca. Kesegaran dari hadirnya kolam dan taman yang bisa dinikmati dari ruang rapat membuat keseluruhan desain berdialog dalam bahasa natural yang selaras. Semua terasa menjadi lebih dekat dengan alam. Lantai dasar menjadi bagian dari bangunan yang tampil transparan, sementara lantai di atasnya mewadahi kegiatan yang lebih privat. Kehangatan yang dirasakan dari dinding lapis batu bata dan kayu bertekstur kasar dipertemukan dengan detail struktur besi yang kokoh serta sehingga membuat lantai atas seakan melayang di atasnya. Formalitas ruang di bangunan kantor ini tidak diwujudkan dengan kental, tetapi privasi bagi ruang-ruang kerja di lantai atas memperjelas zona menjadi lebih privat di lantai atas. Kualitas serba-terbuka di lantai bawah juga semakin menguatkan hierarki semiprivat. Mendekatkan ruang-ruang dengan alam juga menjadi salah satu konsep yang dikembangkan dengan menghadirkan tanaman yang menjulur di sepanjang lorong lantai bawah atau atas. Vegetasi yang menjulur ke bawah tersebut menjadi seperti tirai yang mengisi ketinggian ruang dan sekaligus membawa kesegaran ke dalam ruang.


portfolioindesign

indesignlive.co.id

81


..Arsitek memahami betul kebutuhan perusahaan dengan menghadirkan skala ruang yang tepat dengan skenario ruang yang mampu membangun kesan tentang kualitas kantor dan hasil kerja di bangunan ini... Sunthy sunowo

ATAS KIRI Jembatan yang

menjadi bagian dari ruang sirkulasi di lantai atas yang seakan berbentuk huruf L dengan terowongan yang mengarah ke ruang direksi ATAS KANAN Keluar dari lift akan menemui terowongan dengan dinding punch pattern yang secara fisik menyaring orang untuk masuk ke ruang kerja yang lebih privat Halaman KANAN Tampilan samping yang juga menjadi muka bangunan yang menghadap jalan raya merupakan komposisi dari susunan kayu, efek cahaya dan bayangan, dinding batu bata, dan vegetasi. Area tangga menjadi transisi antara koridor masuk dan foyer menuju ke lobi

Tanpa harus berusaha untuk menjadi desain yang menerapkan prinsip-prinsip green design, bangunan kantor ini memiliki detail menarik yang justru muncul karena respons terhadap iklim tropis. Dari sirkulasi udara yang sangat berhasil melalui celah-celah yang direncanakan dengan baik, sampai ke aspek pencahayaan yang sangat cukup. Asumsi energi di bangunan ini kemudian bisa direncanakan dengan lebih optimal karena energi pencahayaan dan pengondisian udara lebih terfokus pada ruang-ruang yang dibutuhkan. Kedekatan dengan elemen alam seperti air dan vegetasi menjadi sebuah komposisi pemandangan yang menarik dan menyegarkan. Arsitek dalam hal ini sengaja menghadirkan keselarasan ruang dalam dan ruang luar sehingga kesegaran pemandangan di luar bisa dinikmati serta memberikan pengaruh positif ke kualitas ruang di dalam. Semuanya tercapai tanpa harus membiarkan pengaruh keramaian lalu lintas mengganggu kegiatan di dalam bangunan. Ketika mendekat dengan alam dan berusaha lebih ramah kepada lingkungan, bangunan ini tidak begitu saja menyerah pada detail standar. Arsitek memahami betul kebutuhan perusahaan dengan menghadirkan skala ruang yang tepat dengan skenario ruang yang mampu membangun kesan tentang kualitas kantor dan hasil kerja di bangunan ini. Hasilnya ruang-ruang dengan nilai estetika tinggi, berfungsi optimal, dan memiliki tingkat privasi yang tepat.

Sunthy Sunowo adalah Managing Editor Indesign Indonesia.


portfolioindesign

ps-26 ARSITEK Rudy Kelana (Wahana Architects) MANAJER PROYEK Matheus . S (Wahana Cipta Selaras) KLIEN Victor Luhur DESAINER INTERIOR Grisheilla (Roundtable) konsultan lighting Elisabeth (ARTmosphere) desainer lanskap Kiki Hendra Widjaja Konsultan struktur Riky Theo MEkanikal & Elektrikal Kiki (PT Mekalindo Wira Utama) KONTRAKTOR Saefudin (Wahana Cipta Selaras) WAKTU PEMBANGUNAN 2012-2014 (19 bulan) WAKTU DESAIN Juli 2012—Desember 2012 (5 bulan)

LUAS AREA LANTAI 2.300 m2 Wahana Architects (62) 21 7279 3409 | wahanaarchitects.com FURNITUR Secara umum, furnitur dalam ruang diisi oleh pihak owner. FINISHing Kaca ASAHI dari Primitra Extrusions, cat tembok Mowilex, lantai di lobi menggunakan andesit, sementara di elevator menggunakan andesit dan vinil. Atap gypsum board. Fitting Wall sockets menggunakan Berker, sementara kloset, wastafel, shower dan bathtub menggunakan Toto. Kayu mayoritas menggunakan Merbau, bingkai jendela dan pintu dengan aluminium Alexindo. Elevator Otis.

Mowilex mowilex.com (62) 21 540.6663, Berker PT Dharmawan Wiganda berker.com (62) 21 5307377, TOTO PT Surya Toto Indonesia toto.co.id (62) 21 29298686 Otis PT Citas Otis Elevator Otis.com (62) 21 7884 0000 indesignlive.co.id

83


Green-Tinted MIND Sebuah kantor perusahaan kecantikan di Jakarta membuktikan bahwa konsep “hijau� dapat diwujudkan dalam berbagai warna


portfolioindesign HALAMAN INI Area lobi mengedepankan aura feminin dengan dominasi warna putih dan sentuhan fuchsia

TEKS Lisa Amelia FOTOGRAFI AVIP INTERIORS DESAINER AVIP INTERIORS lokasi Jakarta | INA PRoyek L’OREAL INDONESIA HEAD OFFICE

arena tingkat popularitasnya yang tinggi, istilah ramah lingkungan semakin sering dilontarkan tanpa landasan yang kuat sehingga menjadi kehilangan motivasinya. Tidak sedikit yang meminjamnya sekadar untuk meningkatkan sisi komersial. Untungnya, ibarat oasis di padang gurun, masih ada sebagian pihak yang merangkulnya ke dalam sebuah visi dan misi, lalu mewujudkannya menjadi sebuah bentuk nyata, yang dapat dipastikan bukanlah sebuah fatamorgana. Salah satunya adalah L’Oreal Indonesia, yang dalam kolaborasinya dengan AVIP Interiors menempatkan konsep ramah lingkungan sebagai fondasi rancangan kantor barunya. Mengisi lantai 29 dan 30 di gedung Ciputra World, Kuningan, Jakarta, desain interior kantor ini menyatukan tampilan elok dan karakter playful dalam satu struktur yang fungsional. Memasuki area lobi, citra L’Oreal sebagai brand kecantikan internasional yang identik dengan sifat feminin langsung terpancar dari ruangannya yang luas dan berkesinambungan, dengan dominasi warna putih dan sentuhan fuchsia. Di area ini, karakter Indonesia dapat dikenali melalui motif batik Megamendung khas Cirebon, yang dibuat dengan teknik laser cutting pada lempengan berbahan metal yang dipasang di antara tiap-tiap pijakan tangga. Pijakan tangga itu sendiri menggunakan bahan dasar kayu padat dari lokasi yang secara legal didedikasikan bagi penatausahaan hasil hutan. Untuk mengatasi irama lalu lintas kantor yang dinamis, tangga yang berkesan “melayang” ini dihubungkan ke area lounge yang sering dijadikan lokasi untuk kegiatan internal. Di area lounge seluas hampir 130 meter persegi ini, pertanggungjawaban terhadap lingkungan kembali terlihat pada sisi dinding yang dibangun dari majalahmajalah tua yang saling direkatkan dalam sebuah susunan bagaikan tumpukan batu bata. Psikologi warna juga berperan penting dalam menciptakan batin yang sehat untuk melaksanakan pekerjaan di kantor. Karena itu, setiap divisi diberi warna tersendiri—merah, fuchsia, oranye, hijau, dan biru—sesuai dengan karakter dan deskripsi pekerjaan masing-masing. Dengan memperhitungkan jumlah karyawan yang cukup banyak, meja-meja di area kerja disusun dalam konfigurasi yang tidak paralel supaya memberikan kesan lapang dan fleksibel. “Aspek yang paling penting untuk diperhatikan saat merancang sebuah kantor adalah sistem penataan ruang yang menunjang sisi keamanan, kesehatan, dan finansial dalam lalu lintas para pekerjanya,” jelas AVIP Interiors. “Karena bagaimanapun juga, para pekerja merupakan investasi terbesar bagi sebuah perusahaan.”

K

indesignlive.co.id

85


HALAMAN INI Salah satu bagian dinding di area lounge dibangun dari majalah-majalah tua yang saling direkatkan dalam sebuah susunan bagaikan tumpukan batu bata KANAN atas Konfigurasi meja kerja yang tidak paralel memberikan kesan lapang dan fleksibel KANAN BAWAH Acoustic cocoon untuk pertemuan kecil di sebelah ruang rehat yang merangkap sebagai ruang fotokopi dengan tempat sampah terpilah di dalamnya


portfolioindesign

Peniadaan cubicle di setiap meja kerja memberikan keleluasaan bagi interaksi antarkaryawan, dan dengan sendirinya menghadirkan sedikit batasan bagi privasi. Karena meskipun pernyataan “kantor adalah rumah kedua” akan diamini oleh sebagian besar masyarakat urban, bukan berarti kenyamanan yang diberikan lantas menghambat produktivitas. Terlepas dari itu, ruang untuk privasi tetap tersedia dengan adanya acoustic cocoon yang dapat mengakomodasi pertemuan kecil tanpa mengeliminasi kontak dengan area di sekitarnya. Selain itu, di sudut ruangan juga terdapat sebuah hood—yang berbentuk seperti kotak telepon umum koin yang pernah berjaya di era 90-an—untuk memfasilitasi percakapan telepon pribadi. Secara keseluruhan, partikel terbanyak di dalam kantor ini adalah furnitur, yang hampir semuanya dirancang secara ergonomis dan menggunakan material bersertifikasi ramah lingkungan, serta rendah VOC (Volatile Organic Compounds). Selain ramah lingkungan, kantor ini memang dirancang untuk mendukung demokrasi dan keterbukaan, serta mengaburkan jarak antarposisi dalam struktur kepegawaian. Beberapa ruang yang umumnya dirancang tertutup menjadi “transparan” di kantor ini, seperti di area supervisor dan beberapa ruang pertemuan yang hanya dikelilingi oleh partisi. Bahkan di ruang manajer, yang boleh dikatakan lebih tertutup pun tetap menjunjung aspek keterbukaan melalui penggunaan sandblasted glass walls yang semitransparan. Material kaca juga banyak digunakan di beberapa area untuk menghadirkan keterbukaan dan menawarkan pemandangan dinamika Kota Jakarta. Untuk memaksimalkan pemanfaatan cahaya alami sekaligus menghemat daya listrik, pada jendela kaca digunakan kerai bermotor yang bereaksi terhadap kehadiran cahaya, dan sistem penerangan buatan dengan pengendali otomatis. Dalam prosesnya, L’Oreal Indonesia memberikan kebebasan penuh bagi AVIP Interiors untuk mengeksplorasi pembentukan desain dan penggunaan material. Oleh perusahaan desain

interior yang sudah hampir 20 tahun berdiri di Indonesia ini, kepercayaan itu disambut dengan baik, serta diakui sebagai pembelajaran dan pengalaman tersendiri. Pada akhirnya, dengan dilandasi komitmen yang tinggi terhadap lingkungan, kolaborasi yang harmonis di antara kedua belah pihak dalam proyek ini memperoleh apresiasi yang setimpal dengan tercatatnya nama L’Oreal sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang meraih Greenship Interior Space Certificate dari Green Building Council Indonesia. Totalitasnya pun semakin dipertegas dengan diraihnya peringkat Platinum dalam daftar sertifikasi ramah lingkungan ini—sebuah daftar yang diharapkan dapat semakin bertambah panjang seiring dengan berjalannya waktu.

L’OREAL INDONESIA HEAD OFFICE DESAINER INTERIOR AVIP Interiors MANAJER PROYEK Frans Spanjaart KONTRAKTOR AVIP Interiors KONSULTAN Royal Haskoning WAKTU DESAIN 4 minggu WAKTU PEMBANGUNAN 4 bulan TOTAL LUAS LANTAI 4000 m2 AVIP INTERIORS (62) 215 492 676 | avip.com FURNITUR Secara umum, furnitur oleh AVIP Interiors.

Lisa Amelia adalah Editor Indesign Indonesia.

indesignlive.co.id

87


portfolioindesign

MATRIX FOR CHANGE

TEKS Paul McGillick FOTOGRAFI Shannon McGrath, Trevor Mein ARSITEK Woods Bagot LOKASI Melbourne | AUS PROYEK NAB DOCKLANDS ALIH BAHASA Bernadetta Tya

GEDUNG BARU NAB DI DOCKLANDS MENGUNGKAP GUNA SEBUAH INTEGRASI PROSES DESAIN

indesignlive.co.id

89


portfolioindesign

MENCIPTA INOVASI National Australia Bank (NAB) hadir di Docklands, Melbourne, sejak 2004, ketika kantor bergaya kampus yang inovatif dibuka di Bourke Street 800. Gedung kedua yang kian inovatif telah diresmikan di Bourke Street 700, saksi NAB telah memainkan peran penting dalam evolusi Docklands, yang menjadikannya salah satu kota paling berkembang di Australia. Akan tetapi, NAB juga menjadi bagian dari evolusi desain kantor di Australia, yang meluas hingga Kampus MLC, Sydney Utara (2000) yang semula proyek BVN dan kini dikerjakan kembali oleh Woods Bagot. Direktur Desain Global Wood Bagot mengatakan: “NAB perlahan-lahan mentranformasi kantor mereka untuk mencapai tujuan utama ini.” Menyambung dengan hal tersebut adalah figur konsultan dan penyusun strategi kantor, James Calder, yang bekerja di Kampus MLC kemudian bekerja dengan Nik Karalis mengembangkan strategi untuk Bourke Street 700 sebelum mendirikan konsultan mandiri miliknya. Bagi Calder, Bourke 700 adalah “sebuah evolusi dari Aktivitas Bekerja”. Serupa gedung baru dalam beberapa hal merespons Bourke 800 (atrium dengan jembatan pejalan kaki), pun model kantor dalam yang mengambil model kantor eksisting (terutama ABW), memperbaiki, menyesuaikan, dan mengembangkannya ke bentuk yang Calder sebut sebagai model matriks. Yang terpenting, model ini membutuhkan penggabungan antara gedung dan organisasi di dalamnya. “Kerja gedung ini berkaitan dengan organisasi,” ucap Karalis, “bukan organisasi berkisar keterbatasan gedung akibat yang vertikal dan horisontal.” Atau, seperti yang dijelaskan Calder: “Gedung untuk organisasi matriks sesungguhnya adalah sekumpulan matriks tiga dimensi yang terus berubah dan berkembang.” Ini menjadikan Bourke 700 tonggak sejarah dalam evolusi kantor komersial, sebuah proses panjang yang dimulai lebih dari satu abad yang lalu dengan skenario bahwa setiap orang bekerja di ruang, waktu, dan cara yang sama. Kini, berkat teknologi nirkabel, orang dapat bekerja di berbagai tempat, cara, dan waktu. Tak kalah penting adalah gagasan kustomisasi: tidak hanya karena setiap bisnis itu unik, namun bisnis yang sukses adalah yang terus berubah merespons perkembangan pesat lingkungan bisnis. Karenanya, ketika merancang gedung dan lingkungan kerja, fleksibel menjadi kata kunci. Fleksibel dalam memfasilitasi tanggapan kreatif dan efektif terhadap tantangan bisnis namun juga fleksibel untuk perubahan yang permanen. Proses evolusi telah dimulai dari Taylorist production line model, di mana gedung dan arsitektur di dalamnya ditentukan dari bagaimana orang akan bekerja secara efektif, hingga lingkungan yang fleksibel dan dapat disesuaikan. Alih-alih membatasi cara bekerja dan respons terhadap lingkungan bisnis, lingkungan kerja kini bertujuan memfasilitasi

indesignlive.co.id

91


beragam respons produktif, didorong oleh struktur organisasi yang beragam nan setara. Mungkin bagian terakhir dari teka-teki ini adalah gedung itu sendiri. Walaupun 15 tahun terakhir telah terlihat inovasi pada interior—integrasi vertikal dengan tangga internal pada Kampus MLC—ini selalu ditemukan dalam gedung konvensional. Bagaimana pun, NAB Docklands unik karena interior dan model bisnis dikombinasikan untuk membentuk eksterior, menghasilkan apa yang disebut James Calder sebagai inside-out architecture. Namun lebih dari itu, karena Bourke 700 adalah bagian dari kompleks gedung NAB (Bourke Street 500, 700, dan 800), yang saling berdekatan. Ini memang konsolidasi portfolio properti bank, namun seperti yang ditunjukkan Monica Klyscz (Kepala Properti Komersial NAB), idenya adalah “menggabungkan tenaga kerja menjadi hub fungsional” dan untuk membuatnya bekerja dalam “distributed fashion” untuk sebuah konsolidasi kantor pusat atau konektor antara organisasi dan anggotanya. Organisasi matriks pada dasarnya merupakan organisasi yang terintegrasi—berbeda dengan organisasi yang adalah kumpulan “silos” yang belum pasti dapat efektif berkolaborasi. Dengan kata lain, sebuah organisasi berbasis proses. Ini akan memberikan gambaran pentingnya pendekatan desain yang terpadu dan berbasis desain. Inilah tepatnya yang dibawa ke NAB Docklands. Tidak mudah Woods Bagot memilih konsultan, arsitektur, dan desain interior namun keterlibatan semua stakeholder adalah penting. “Tanpa semua stakeholder di awal proses kerja,” ucap Nik Karalis, “kami tidak akan mencapai produk yang kami miliki. Biasanya, proses sangat linear. Dalam kasus kami, ini adalah proses inovasi melalui keterlibatan stakeholder—NAB, tim arsitektur, tim masterplan, dan tim interior desain yang menciptakan level inovasi yang ada dalam proyek tersebut.” Hal ini mendorong saya menanyakan apakah hasilnya juga terpadu. Yang kemudian dijawab oleh Nik: “ Tentu—dari masterplan hingga denah Docklands, dari arsitektur hingga interior, dari interior hingga keberlanjutan, dari ruang kerja hingga ruang untuk komunitas.”

HALAMAN PEMBUKA

Celah dinamis memecah massa di bagian timur elevasi

HALAMAN SEBELUMNYA

Gedung ini adalah bagian yang khas namun sederhana dalam konteks perkotaan ATAS Atrium ini menghasilkan ruang dengan interaksi dinamis, baik secara horizontal maupun vertikal KANAN Tangga megah menuju lobi atas, ruang publik dengan area penerimaan dan ruang meeting yang luas


portfolioindesign

indesignlive.co.id

93


HALAMAN INI Atrium dengan geometri "fraktal" yang dinamis SAMPING ATAS Area meeting untuk klien serupa desa kecil SAMPING BAWAH Tema "fraktal" berlanjut hingga ke ruang meeting untuk klien


portfolioindesign

BANGUNAN INSIDE-OUT Lahan segitiga di area pejalan kaki menghasilkan sebuah bangunan yang ramah bagi pejalan kaki – tidak ada formula khusus untuk ini. Ada jalan servis untuk gedung, namun terselip di sisi jalur kereta, menyebabkan hanya tersedianya 140 lahan parkir. Di Bourke Street 700, pejalan kaki dan pengendara sepeda (600 lahan untuk sepeda) dan bangunan menjadi bagian kompleks urban pejalan kaki yang dimungkinkan oleh jembatan penghubung Docklands dengan CBD melalui stasiun kereta api baru, Southern Cross. Awalnya, Karalis dan Calder berjuang dengan lahan segitiga. Atrium telah disediakan, namun haruskah berupa jalan atau sesederhana atrium luas seperti pusat belanja? Mendapat pencerahan, demikian Calder menyebutnya, ia menyadari bahwa atrium dapat menjadi semuanya. Jalan sudah tersedia— berupa jembatan—dan kini menjadi semacam piazza atau halaman muka sebelum bermetamorfosis menjadi atrium, sebagai penarik pengunjung sebelum naik ke gedung. Lantai pertemuan meliputi teater berkapasitas 270 kursi, ruang ritel termasuk toko NAB dan cafÊ dan ruang bekerja baru untuk pelanggan NAB. Eskalator akan mengantar pengunjung menuju sky lobby, juga ruang publik dengan ruang seminar berkapasitas 250 orang dan area penerimaan bank, namun dengan klaster berliku yang membuka dan menutup, ruang meeting yang formal dan informal untuk pelanggan dan staf, menghubungkan dengan pusat penitipan anak paling menyenangkan di antara bangunan komersial lainnya. Akhirnya, atrium segitiga yang dinamis membawa Anda ke Level 14 dengan taman atap dan pemandangan fenomenal ke arah kota.

. ..klaster berliku yang membuka dan menutup, ruang meeting yang formal dan informal untuk pelanggan dan staf... pAul mcgillick

indesignlive.co.id

95


portfolioindesign portfolioindesign

indesignlive.co.id

97


HALAMAN INI Berbagai jenis aktivitas dan ruang pertemuan HALAMAN SAMPING Ruang kerja diuntungkan oleh "lanskap" atrium

Dari arah kota, terlihat pemandangan yang sama luar biasanya ke arah gedung setinggi 140 meter di bagian timur yang disisipi “celah” yang mencolok— bagian metafora merespons tekanan substras basal di bawah bangunan dengan dasar Docklands yang berlumpur, sebagai bagian merespons keinginan bank agar “tidak terlihat seperti gedung kantor” dan untuk merespons keinginan otoritas, Places Victoria, untuk memecah ketinggian massa yang menghadap ke kota. Namun di sinilah arsitektur inside-out bermain karena meskipun celah atau sambungan di sisi bangunan adalah respons “autentik” atas geologi lahan, itu juga akibat dari lay-out internal yang bertujuan untuk memecah zona dan menciptakan “gelembung-gelembung kelompok ruang”. Area lantai seluas 5.000 m2 diatur mengelilingi atrium segitiga dan terbagi menjadi delapan zona dengan bererapa hub berkapasitas 50 orang (dipisahkan oleh ruang fleksibel) untuk 100+ staf drop-in, komunitas, dan konsultan. Ruang kerja mencakup ruang meeting, ruang konferensi video, ruang tenang, bilik kerja, meja kolaborasi, ruang santai dan ruang meeting informal dengan rasio sepuluh titik kerja untuk setiap tiga belas orang, yang menurut sang arsitek, terwadahi dengan tiga lantai lebih sedikit dan efisiensi petugas. Mengarahkan strategi desain bangunan, baik dalam maupun luar, ada empat prinsip. Pertama adalah keutentikan. Ini meliputi keaslian lahan—bentuk, konteks urban, dan karakter geologi. Pun keaslian karakter material bangunan yang tidak berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan dirinya. Seperti yang Simon Pole tegaskan: “Kami tidak mendandani beton dan kayu. Semuanya alami.” Prinsip kedua adalah pekerjaan purnawaktu yang dijelaskan James Calder sebagai “generasi baru ABW”. Ini adalah kombinasi organisasi spasial (berbagai ruang pertemuan yang memungkinkan spontanitas, pertemuan maya/fisik) dan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) terbaru. Prinsip ketiga adalah gagasan “komunitas dan pelanggan”. Fokusnya ada pada area pertemuan dan sky lobby, yang adalah ruang publik, tempat pelanggan


portfolioindesign

indesignlive.co.id

99


â–² NORTH

CONCOURSE LEVEL

LEVEL 11


portfolioindesign 101

KIRI ATAS Area taman

atap

KIRI BAWAH Denah

berbagai level

ATAS Lantai 14

menawarkan ruang makan dan minum utama, akes ke taman atap, dan berbagai ruang meeting dan kerja

datang dan bertemu dengan staf NAB, juga tersedia untuk komunitas sebagai bagian dari kebijakan bank atas keterlibatan masyarakat. Akhirnya, adalah iklim mikro. Kasus ini mengombinasikan sistem pendingin dengan balik dan pengolahan fasade untuk menyediakan pilihan iklim dalam gedung. Namun istilah ini juga digunakan secara metafora untuk merujuk pada berbagai pengaturan kerja. Di satu sisi, Bourke Street adalah evolusi ruang kerja teranyar, disebabkan meningkatnya kebutuhan untuk menjadi fleksibel dan responsif akan kebutuhan spesifik organisai individu, termasuk kebutuhan perubahan budaya berkelanjutan dalam konteks komersial dan sosial. Di sisi lain, dengan filosofi inside-out, ini lebih menjadi sinyal revolusi daripada evolusi. Seperti komentar Nik Karalis, bisnis perlu mulai mengevaluasi seberapa baik bangunan melayani organisasi di dalamnya, dibanding membiarkan bangunan menentukan bagaimana organisasi di dalamnya berfungsi. Jika ini terjadi dalam skala besar, akan memberikan dorongan pada ruang kerja “terdistribusi” yang sudah ada—yaitu, cara perencanaan dan pembangunan kota yang benarbenar baru. “Jika kita mendapatkan pengembang dan penyewa lain agar datang bersama,” ucap Karalis, “dan menentukan bagaimana bangunan seharusnya bekerja untuk perubahan organisasi, maka kita akan melihat tipe bangunan baru di kota.”

Paul McGillick adalah Direktur Editor Indesign Media.

LEVEL 14 indesignlive.co.id


HALAMAN ini Bangunan

dilihat dari Stasiun Southern Cross

HALAMAN Sebelah

Elevasi timur menunjukkan area taman atap

In discussion

PARA PEMAIN UTAMA MENAWARKAN PERSPEKTIF PADA SEBUAH cerita

Simon Pole Prinsipal Woods Bagot untuk proyek NAB Docklands. Kali ini, ia memberikan paparan tentang pendekatan desain.

B

angunan ini adalah bagian dari portofolio NAB yang luas, antara Bourke Street 500 hingga 800, yang memungkinkan kami menciptakan titik temu dan tipologi bangunan baru, mengajak masyarakat NAB dengan terbuka dan mudah diakses untuk menghasilkan bangunan basis komunitas. Jaringan bisnis dan sosial semakin kompleks dalam hidup sosial dan bekerja sehingga kita membutuhkan ruang dan tempat untuk orang-orang

datang dan berbagi pengalaman dan bertukar pengetahuan. Layaknya kita belajar bekerja lebih fleksibel di lokasi berbeda dengan teknologi baru, kita perlu alasan untuk datang ke kantor. Jika ditanya tentang bangunan ini, saya akan katakan bahwa kami telah menciptakan versi fisik Facebook untuk komunitas online. Ini adalah bangunan yang menempa komunitas dan menantang norma; memungkinkan orang dengan mudah berbagi ide dan inovasi dengan menghapus barier, meningkatkan mobilitas dan menyediakan pilihan ruang kerja. Kami telah bergerak di luar meja analog; menjadi pusat hidup untuk pergerakan digital, fleksibel, dan ruang-ruang cair; menciptakan tipe ruang kerja baru. Bangunan yang terbuka dan terhubung secara visual dan fisik untuk mendukung orang bergerak dan menemukan hubungan dalam bekerja. Tidak mencolok atau dipoles, sebenarnya justru sebaliknya. Hanya 30% langit-langit telah dipasang dan beton ekspos tingkat membawa pesan ke nasabah dan pemegang saham NAB. Tim berusaha memahami apa yang dimaksud dengan “keautentikan” sebuah ruang fisik. Kami mengartikannya sebagai kejujuran pada lokasi, keadaan ekonomi, materialitas, dan bisnis NAB. Ini memengaruhi motif segitiga, warna, ruang-ruang khas, dan penyelesaian pada bangunan. Keragaman ruang dalam luas 63.000 m 2 menyediakan pilihan iklim mikro untuk pengguna bekerja, tergantung pada jenis pekerjaan, mood, usia, dan

jenis kelamin. Apakah itu ruang kecil yang tenang, ruang proyek besar, sudut yang hangat, atau taman atap yang terkoneksi Wi-Fi sebagai ruang kerja. Setelah bekerja dengan NAB dan memahami aspirasi mereka, kami mengidentifikasi bahwa diperlukan model baru untuk meningkatkan interaksi lintas bisnis. Kami memulainya dengan melihat: “Bagaimana sebuah lingkaran cukup di lahan ini untuk membuat koneksi visual 3600?” Namun setelah kami menganalisa peluang, kami menemukan bahwa segitiga lebih efisien, menjadi solusi sempurna untuk jenis kebutuhan ini. Plat lantai menyambung pada kedua akhir dengan dukungan sayap sebagai konektor vertikal. Di bagian tengah adalah atrium penuh cahaya yang sibuk dengan interaksi sosial sehingga Anda dapat “melihat dan merasakan” bisnis. Penting bagi NAB bahwa nasabah dan masyarakat dapat masuk, melalui bangunan dan menggunakannya seolah kepunyaannya sendiri; dalam cara yang sama para Melbournians mengadopsi Federation Square. Sekali Anda memasuki jalan internal utama, seketika Anda merasakan sensasi pergerakan dan aktivitas, baik arsitektur dan orang di ruang negatif dari atrium besar. Segera menjadi rumah untuk 6.000 orang, ini adalah kampus pada skala besar vertikal bertindak sebagai kota mandiri dan sistem mikro. Bentuk segitiga yang dinamis memungkinkan efisiensi di plat

lantai utama selagi membangun sudut untuk proyek spesial dan zona tenang. Bentuk dinamis ditambahkan dengan celah vertikal berwarna yang membagi plat seluas 5000 m 2 menjadi ruang-ruang kecil berkapasitas 500 orang di setiap lantai, membuatnya terkoneksi namun tak seperti duduk di lautan meja tanpa akhir. Setiap lantai diatur dalam kelompok yang fleksibel, mengakomodasi kurang lebih 50 orang dengan ruang kerja yang fleksibel di sekitarnya. Zona ini disebut Hubs dan didesain untuk meningkatkan produktivitas. Tampak tak masuk akal membuat orang berjalan beberapa ratus meter untuk melakukan meeting sehingga setiap Hub memiliki kemampuan untuk bekerja mandiri sebagai lingkungan kerja yang produktif. Tak ada yang lebih mengecewakan daripada masuk dan keluar gedung tanpa petunjuk. Ini adalah proyek terintegrasi, dengan Woods Bagot sebagai konsultan ruang kerja, interior dan arsitektur, dan harapan besar untuk menjadikannya benar. Sebuah proyek kompleks dengan banyak kontributor untuk hasil yang besar. Di seluruh gedung selalu terdapat petunjuk di dalam dan di luar; bagaimana interior memengaruhi eksterior dan sebaliknya. Kami bekerja bersama tim untuk memastikan sebuah solusi yang harmonis. NAB adalah klien ideal. Intelek, penuh kepercayaan, selalu memperjuangkan inovasi, dan terbuka untuk ide-ide baru.


portfolioindesign 103

James Calder, sebagai Direktur Proyek dan Ahli Strategi Ruang Kerja, bekerja bersama Nik Karalis mengembangkan keseluruhan strategi untuk NAB Docklands, meskipun ia meninggalkan Woods Bagot untuk mendirikan Calder Consultant sebelum proyek selesai. Kali ini, ia membahas mengenai strategi.

K

ami selalu berbicara mengenai bangunan ideal dari dalam ke luar, (namun) di proyek pertama ini saya benar-benar terlibat. Bourke Street 700 sepenuhnya mengenai teori organisasi, bagaimana menstrukturisasi bank ritel. Ia berubah dari departemen atau silo ke struktur matrik. Matrik tersebut mengenai pasar segmen yang beragam. Saya menyebutnya pekerjaan real time. Dibanding mengatur jadwal dan memikirkan cara agar meeting bulanan dapat terlaksana, lebih baik Anda memiliki lebih banyak meeting kecil dan melakukannya real time, tidak berurutan melainkan secara paralel. Bangunan untuk organisasi matrik sesungguhnya merupakan kelompok matrik tiga dimensi yang terus berubah dan berkembang. Sangat berbeda dari ABW. Sebagian besar ABW masih merupakan departemen tertutup, dengan orangorang yang saling berbagi di dalamnya.

Ini yang mengganggu konsep departemen. Menurut saya, ini adalah evolusi ABW. Ini tentang kekuatan tim, sebagai lawan kelompok indivualis, memilih tempat untuk duduk dan bekerja, yang berbeda 180 derajat. Terdapat empat prinsip desain penting. Pertama adalah keaslian. Kedua, mengenai kerja real time, untuk menciptakan lingkungan kerja produktif bagi pekerja yang mobile dan fleksibel. Ketiga adalah komunitas dan nasabah. Yang terakhir adalah iklim mikro—memiliki kondisi iklim berbeda di ruang berbeda pada waktu berbeda adalah hal yang baik, karena mendorong orang untuk bergerak serupa seseorang yang berada di taman seharian. Ide iklim mikro tersebut merupakan bagian dari konsep pengaturan kerja yang berbeda. Anda dapat pergi ke ruang tenang yang memiliki iklim mikro berbeda dengan bangku kerja. Ini mencakup semua tipe furnitur. Ide-ide, yang menurut saya cukup radikal untuk gedung kantor, muncul saat bekerja dengan Tim Eksekutif NAB. Adalah para eksekutif dan ahli strategi bank yang berbagi ide mengenai perbankan lalu kami merespons dengan solusi arsitektur dan ruang kerja. Kami pun terlibat diskusi, pengukuran, dan riset dengan bermacam pengguna untuk mencari tahu bagaimana orang bekerja kini dan mereka dapat bekerja lebih baik lagi. Menilik ke belakang, keputusan desain besar yang dikembangkan melalui penelitian adalah: jalan yang bermetamorfosis menjadi atrium; menciptakan ruang publik dengan mengangkat bangunan di atas ‘Federation Square mini’; taman sebagai ruang kerja, tangga dan jembatan menciptakan jalur sirkulasi secara vertikal dan horizontal; menciptakan kelompok ruang hub pada lantai yang luas; merancang 30% langit-langit dan balok pendingin; menggambarkan hub dengan mengumpulkannya pada fasade uang kemudian menciptakan celah yang memecah massa; dan, menggambarkan energi dari atrium dan menumpahkannya pada fasade untuk melengkapi narasi inside out. Kami katakan, tim adalah yang terpenting, jadi mengapa tidak kita ciptakan hub untuknya, tempat setiap tim dapat memiliki untuk jangka waktu tertentu. Ia menjadi alat manajemen untuk mengelola organisasi besar dengan ratusan proyek secara bersamaan, real time, dan merasakan dampaknya segera dibanding dengan sistem laporan manajemen yang rentan kedaluwarsa. Desain ruang kerja seperti Bourke Street 700 hanya mungkin bila tim desain memiliki ketertarikan pada strategi bisnis, hibrida antara desain dan pemikiran konsultasi manajemen.

Nik Karalis, Direktur Desain Global Woods Bagot, membahas beberapa kunci di balik rumah baru NAB di Bourke Street 700, Docklands.

P

emilihan lokasi untuk proyek ini adalah penting, dengan posisi Docklands di seberang Stasiun Southern Cross dan di depan Stadion Etihad di Docklands, Melbourne. Apa yang dihasilkan luar biasa. Ini menjadikannya terekspos ketika terlihat dari grid Melbourne, kecuali untuk beberapa jalur kereta api. Saya pikir, seleksi adalah mengenai pesan dan positioning, memungkinkan bank menampilkan wajahnya yang dinamis ke kota. Selama proses desain, kami berdiskusi mengenai skala elevasi, membuka fasade, dan menciptakan taman atap menghadap ke kota. Yang terpenting dan bernilai (dari proyek terintegrasi) adalah prosesnya, keterlibatan stakeholder. Tanpa semua stakeholder dalam proses awal, kami tidak akan memilikinya. Biasanya, proses sangat linear. Pertama, lahan ini dipilih, kemudian bangunan dirancang, interior didesain, dan konsultan terlibat sepanjang proses. Dalam kasus kami, proses inovasi terjadi melalui keterlibatan stakeholder, tim arsitek, NAB, Cbus Property, tim masterplan, dan tim interior desain. Ini adalah bangunan ramah pejalan kaki, agak utopis, atau Corbusian dalam beberapa aspek, seperti rencana Paris (di mana) semua jalan berada di level yang sama dan orang di level yang berbeda. Kami mengadaptasi model yang sama. Pintu masuk ada di level yang lebih rendah dari jalur pedestrian, yang dapat dicapai dari jembatan atau Etihad Stadium. Menjadikannya tipe bangunan yang berbeda. Di atrium Anda akan melihat seluruh organisasi, yang merupakan komponen transformatif dari lahan

yang tak biasa. Di semua sudut segitiga, kami meletakkan celah dan tangga sehingga secara tak langsung Anda tahu bagaimana ia diatur. Anda dapat melihat penanda dan selalu dapat menemukannya. Model baru ini memungkinkan bisnis menentukan tampilan bangunannya. Ini yang jadi perubahan besar. Bangunan bekerja untuk organisasi, bukan sebaliknya. Pelajaran yang diperoleh adalah: jika pengembang lain dapat duduk bersama penyewa, dan menentukan bangunan yang ideal untuk perubahan organisasi maka kita akan melihat berbagai macam jenis bangunan baru di kota kita.

indesignlive.co.id


bagian dalam—yang memanjang 160 m di sisi Timur—sehingga memiliki sensasi mengecil dan lebih intim. Anda tidak akan merasa berada di lantai seluas 5.000 m2 . Kami sangat senang dengan proses tersebut dan menjadi pembuktian cara kami bekerja sebagai tim. Fakta bahwa semua orang bersamasama bekerja sangat efektif memastikan kami meraih hasil yang baik. Monica: Untuk memiliki desain bangunan yang terintegrasi dengan ruang kerja internal, Woods Bagot memahami nuansa arsitektur dan ruang kerja yang tepat untuk NAB, mengerti petunjuk kami, dan menerjemahkannya menjadi produk yang hebat. Integrasi desain adalah komponen yang penting. Sebuah hasil yang efisien, cerdas, dan seluruh produk akhir ini yang membuat saya tak percaya bisa kami miliki.

Roger McMorran adalah Direktur Proyek NAB dan Monica Klyscz adalah Kepala Properti Komersial NAB. Kali ini mereka membahas tentang strategi proyek dari sudut pandang bank.

M

onica: Organisasi struktur NAB dirancang sesuai manajemen nasabah, manajemen produk, operasi, dan fungsi pendukung. Jadi, kesempatan diambil untuk mengumpulkan tim menjadi hub fungsional, dan memfasilitasi koneksi dasar. Yang menarik, sementara kami mengerjakan konsolidasi dan konvergensi ini, pengembangan budaya kerja yang fleksibel memungkinkan orang memiliki lebih banyak pilihan lokasi kerja, baik di rumah, lokasi klien, atau café sehingga membuat kinerja semakin meningkat. Ini mendorong perubahan tempat kerja di Australia dalam lima tahun terakhir. Roger: Kami mengambil proses dari pertengahan Januari hingga akhir Maret 2011 dengan NAB, Cbus Property, Woods Bagot (interior dan arsitektur), dan lembaga-lembaga penting lain. Woods Bagot membawa Nik Karalis untuk memberi ide segar pada proyek dan ia yang mengusulkan celah tersebut. Itu membuat tampilan bangunan menjadi unik dan menonjol, dan memecah plat lantai luas di

Roger: Pembangunan meliputi proses pembangunan dan desain, sedangkan fit-out terus kami kontrol sehingga hanya butuh Multiplex sebagai kontraktor. Pada level yang sederhana, mendelegasikan bagian fit-out akan memudahkan seluruh proses. Saya memiliki pandangan yang berbeda karena dengan begitu kami dapat menyelesaikan desain dan NAB mendapatkan keinginannya. Kuncinya ada pada cara kami mengelola kerja dengan Multiplex. Mereka dapat dengan mudah berkata “kami hanya sekadar kontraktor” namun kami dengan cepat mengembangkan pendekatan kolaboratif dengan mereka. Saya rasa penting untuk ditekankan bahwa segala hal yang kita lakukan di properti saling berhubungan dan kembali ke bisnis. Kunci pada desain yang baik dan autentik ialah sebuah respons untuk berhubungan dengan bisnis kami. Jelas, kami tidak menginginkan gedung berlapis emas. Itu bukan yang diinginkan klien dan karenanya kami fokus mendesain beberapa titik yang akan memberikan nilai tambah. Yang pertama, Bourke Street 700 adalah proyek konsolidasi— memindahkan seluruh pekerja dari 6 gedung CBD ke dalam 3 bangunan inti di Bourke Street 500, 700, dan 800. Kunci proyek kedua berfokus pada co-location, mengambil kesempatan, menggunakan proyek sebagai katalis untuk memikirkan ulang bagaimana bisnis kami bekerja, menyusun, dan menempatkannya untuk terhubung dan produktif. Fokus ketiga dan yang terpenting adalah para nasabah. Kami menyadari, sedikit sekali nasabah datang di gedung lama dan kami memerlukan Bourke Street 700 sebagai katalis untuk menarik nasabah. Itulah mengapa di Level 2 dan Level 3, kami menginvestasikan energi menciptakan bermacam fasilitas. Dengan ruang

seperti Village di Level 2 dan Customer and Community Lounge di Level 3, kami berharap dapat menghidupkannya dalam 12 bulan ke depan dan membawa nasabah ke ruang kerja kami. Monica: Fokus pada nasabah dan komunitas adalah elemen terpenting dari visi. Seperti Roger telah ungkapkan, kami ingin membuat hal ini menjadi bagian penting dari desain. Kami telah melakukan banyak konsultasi, terutama dengan anggota komunitas, tentang bagaimana dan mengapa mereka akan menggunakan fasilitas dan berbagi ruang dengan kami. Elemen penting lainnya ialah keragaman dan pilihan lingkungan internal. Tantangannya adalah menciptakan bangunan yang akan bertahan lebih dari satu dekade, walaupun bisnis dan cara kerja akan terus berubah. Jadi, salah satu kunci utama adalah: bagaimana Anda mendirikan sebuah platform yang memungkinkan perubahan dan fleksibilitas? Apa pun Anda menyebutnya, kerja real time atau fleksibel, pastikan desain internal mengakomodasi perubahan. Jelas bahwa properti adalah tuas untuk perubahan budaya. Kami telah melakukan program perubahan ini selama lima tahun. Kami telah memiliki fleksibilitas kerja sebesar 75%, sehingga orang dapat memilih kapan, di mana, dan bagaimana bekerja dengan peran sebagai parameter. Program perubahan

HALAMAN ini Area

meeting untuk klien

HALAMAN Sebelah Lobi

elevator pada lantai atas

dengan fokus pada perilaku kerja sangat dibutuhkan. Respons masyarakat terhadap Bourke Street 700 sangat positif. Kami tidak mengharapkan perubahan yang terlalu besar karena sebagian besar orang sudah bekerja dengan fleksibel dan mereka hanya harus beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru. Ke depannya, saya yakin kita akan tetap melihat orang-orang bekerja dan terhubung dengan para nasabah dan dengan jaringan yang banyak. Kerja masa depan bukan tentang apa yang terjadi “di dalam bilik lagi”. Ini akan mengubah tujuan kantor pusat dan bentuk portofolio organisasi pada dekade berikutnya. Roger: Dalam konteks keberhasilan gedung dan menggunakannya sebagai platform sebuah transformasi bisnis, ini pertama kalinya NAB terkoneksi dengan para nasabah dengan lebih efektif. Isu kunci lain adalah penempatan dan bagaimana bisnis bekerja. Kami ingin membebaskannya seperti kami memberikan fleksibilitas pada tiap individu. Jika tim Small Business di Bourke 500 ingin bekerja di Bourke Street 700 agar dekat dengan tim Personal Bank, mereka harus memiliki kebebasan untuk itu. Itu yang ingin kita lihat di dua atau tiga tahun mendatang— bagaimana bisnis menghubungkan tiga properti utama untuk merespons perubahan lingkungan bisnis. Itulah fleksibilitas yang kami inginkan.


portfolioindesign 105

NAB DOCKLANDS ARSITEK, DESAIN INTERIOR, KONSULTAN PERKANTORAN Woods Bagot TIM PROYEK – MASTERPLAN Nik Karalis, Domenic Alvaro, Will Hosikian, Peter Korkolis TIM PROYEK – KONSULTAN James Calder (kini Calder Consulting), Amanda Stanaway, Andrea Egert (kini Calder Consulting) TIM PROYEK – ARSITEKTUR EKSTERIOR James Calder, Rodger Dalling, Jeffrey Holmes, Simon Dick, Frank Rog, Nick Deans, Matt McDonnell, Adam Link, Susannah Xu, Chris Scicluna, Ivan Kokrhelj, Marija Cakarun TIM PROYEK – ARSITEKTUR INTERIOR Simon Pole, Anna Arkell, Kathryn Ellis, Kylie Holton, Tarryn Manskie, Rosalind Poerwantoro, Tom Withers, Sarah Dickens, Lawrence Ng, Michelle Dammons, Stephen Manning, Isabel Letham KONTRAKTOR Brookfield Multiplex PENGEMBANG Cbus Property MANAJER PROYEK PPM (Architecture) APP in association with Montlaur (Interiors) FASILITATOR Tim Shannon TEKNIK AREA SERVIS NDY TEKNIK STRUKTUR Winward Structures (Architecture) and Irwin Consult (Interiors) and 4D Workshop (Construction) SURVEYOR KUANTITAS Davis Langdon (Architecture) WT Partnerships (Interiors) KONSULTAN IT IPP KONSULTAN AKUSTIK Acoustic Logic (Base Building) Audio Systems Logic (Fit-out) DESAIN PENANDA Pidgeon in association with TILT Creative

KONSULTAN AV / IT NAB Technology KONSULTAN KATERING /DAPUR FCA / SDG WAKTU PENYELESAIAN 3 tahun dan 3 bulan TOTAL AREA LANTAI 75,000 m2 WOODS BAGOT (61 3) 8646 6600 | woodsbagot.com FURNI TUR Di Level 1, sofa ‘Iceberg’ dari Stylecraft. Di Level 2, Multiuse Rooms 1 dan 2, kursi ‘Sayl’ dari Living Edge, dan di Level 2, Multiuse Room 3, sofa ‘Jarvis’, meja samping ‘Fred’ , meja rapat ‘Indie’ dari Jardan, dan kursi Walter Knoll ‘lox’ dari Living Edge. Di Level 2, Theatrette, kursi Vitra ‘03.’ dari Unifor. Di Level 2, Theatrette Breakout, kursi kayu Alias Kobe dari Corporate Culture, meja rapat ‘Indie’ dari Jardan. Di Level 3, Reception, kursi lengan ‘Facett’ dari Ligne Roset, meja kopi Moroso ‘Shanghai Tilt’ dari Hub, dan karpet lantai Tretford. Di Level 3, Concierge/Client Lounge, kursi ‘Slab’ Tom Dixon dan bangku dari DedeCe, dan lampu meja Studioilse ‘w084’ dari Euroluce. Di Level 3, Open Meeting Areas, kursi ‘Lox’ Walter Knoll dari Living Edge, meja ‘Little Friend’ Fritz Hansen dari Corporate Culture, meja rapat ‘Indie’ Jardan, meja rapat seri ‘Y’ dari Koskela dan sofa ‘Rift’ Moroso dari Hub. Di Level 3, Client Meeting Rooms, meja rapat dari Unifor, kursi rapat aluminium Eames dari Living Edge. Di Level 3, Exec Meeting Room, kursi ‘Graph’ Wilkhahn, meja kerja dari Unifor. Di Level 3, Seminar Room, kursi Howe ‘40/4’ dari Living Edge. Secara keseluruhan, set meja kerja dari Zenith,

bangku dapur Herman Miller dari Living Edge, meja fokus dari Derlot, stan terbuka oleh Bene dan Schamburg + Alvisse, stan tanam - Schamburg + Alvisse, dan Koskela. Secara keseluruhan, Meeting Rooms, kursi ‘Setu’ dari Living Edge, meja rapat ‘Thinking Ergonomix UR’ oleh Zenith, meja rapat 4-6P dari Unifor. Pada Open Meeting Spaces, kursi Vitra ‘Hal’ dan ‘Tipton’ dari Unifor, meja ‘Kiyo’ Jardan, bangku Vitra ‘03.’ dari Unifor, sofa ‘Iceberg’ dari Stylecraft, sofa ‘Confluence’ Ligne Roset, bangku ‘Polska’ stools dari Koskela, bangku ‘Harlie’ dari Stylecraft. Di Teapoints, meja ‘Loop’ Hay dan kursi ‘About’, otoman ‘Coast’ dari Jardan, kursi santai dan sofa ‘Crystal’ Tachhini dari Stylecraft, ‘Lounger’ BD Barcelona Design dari Living Edge, meja ‘Nash’ dan bangku kayu ‘Stanley’ dari Jardan. Di Level 14, Meeting Rooms, kursi ‘Sayl’ dari Living Edge. Di Café, kursi ‘Slab’ Tom Dixon dan bangku dari DedeCe, meja ‘Indie’ Jardan, kursi kayu Alias Kobe dari Corporate Culture, ‘Nub Throne’ Andreu World dari Living Edge dan kursi ‘About a Chair’ Hay dari Corporate Culture. FINISHING Secara keseluruhan, kaca internal dari Seelite, kayu papan oleh Woodform Architectural, perluasan lain terkait ubin langit-langit dari Armstrong, panel kaca oleh Envoy, cat dari Dulux, kerai dari Hunter Douglas, penyimpanan oleh Schiavello dan dudukan dari Caesarstone. Pelapis dari Kvadrat Maharam, pemasok vinil oleh Armstrong, permadani dan karpet dari Gibbon Group dan karpet ubin dari Interfaceflor. Di Teapoints, ubin dari Signorino Tile Gallery dan papan

langit-langit oleh Screenwood. Di, Childcare, Seminar Room dan Level 14, Meeting Room, plafon oleh Knauf, pelapis dinding oleh Echopanel dan pelapis dinding utilitas oleh Forbo. PENCAHAYAAN Di Team Hub Spaces, pencahayaan didesain dan dikembangkan oleh Woods Bagot, Koskela dan NDY LIGHT. Secara keseluruhan, Meeting Rooms, lampu tanam dari Darkon, lampu ‘Reflex Easy Wall Washer’ dari ECC Lighting, ‘Cove Light’ dari SLA, perlengkapan lampu ‘Crack Neon’ dari Delta Neon, dan lampu sorot dari LPA Lighting. Di Level 3, ekstrusi lampu gantung oleh Lighting & Electrical Distributors. Di Level 14 Café, lampu gantung ‘Heavy Light’ oleh Benjamin Hubert dari Great Dane, dan lampu gantung ‘Diesel Rock’ dari Space Furniture. Di Quiet Rooms, lampu kerja daru Euroluce, ‘LED Niche Light’ dari Light Project dan lampu downlight ‘Can’ dari Inlite. Lampu lain dipasok oleh Buckford Lighting dan Clipsal. FIXED AND FITTED Secara keseluruhan, sambungan dinding oleh VOS. Peralatan kamar mandi disuplai oleh Caroma, sistem kemananan pintu dan pitu putar depan oleh Dorma. Elevator/eskalator disuplai dan instalasi oleh Kone. Manufaktur fasade internal oleh G James dan Yuanda..

Armstrong 1800 632 624 armstrong-aust.com.au Buckford Lighting (61 3) 9646 8201 buckford.com.au Caroma (61 2) 8825 4400 caroma.com.au Caesarstone 1300 119 119 caesarstone. com.au Clipsal 1300 202 525 clipsal.com Corporate Culture (61 2) 9690 0077 corporateculture.com.au Darkon (61 3) 9419 0000 darkon.com.au dedece (61 2) 9360 2722 dedece.com Delta Neon (61 3) 9459 2011 deltaneon.com.au Dorma (61 2) 9645 8300 dorma.com.au Dulux 13 25 25 dulux.com.au ECC Lighting (61 2) 9380 7922 ecc.com.au Echopanel (61 2) 9913 8668 wovenimage.com Euroluce (61 2) 9356 9900 euroluce.com.au Forbo (61 2) 9828 0200 forbo-flooring.com G James (61 2) 9732 2135 gjames.com Gibbon Group (61 7) 3881 1777 gibbongroup.com.au Great Dane (61 2) 9699 7677 greatdanecontract.com Hub (61 3) 9652 1222 hubfurniture.com.au Hunter Douglas (61 2) 9638 8000 hunterdouglas.com.au Inlite (61 2) 9699 3900 inlite.com.au Interfaceflor (61 2) 8332 2400 interfaceflor.com.au Jardan (61 3) 9548 8866 jardan.com.au Knauf 1300 724 505 knaufplasterboard.com.au Kone 1300 362 022 kone.com Koskela (61 2) 9280 0999 koskela.com.au Kvadrat Maharam kvadratmaharam.com (61 2) 9212 4277 kvadratmaharam.com Light Project (61 3) 8415 1970 lightproject.com. au Lighting & Electrical Distributors (61 3) 9918 8500 lighting-electrical.com.au Ligne Roset (61 3) 8803 8803 ligne-roset.com Living Edge (61 2) 9640 5600 livingedge.com.au LPA Lighting (61 3) 8416 1500 lpaust.com.au NDY LIGHT (61 3) 9862 6800 ndy.com Schamburg + Alvisse (61 2) 9125 6719 safurniture.com.au Schiavello (61 3) 9330 8888 schiavello.com Screenwood (61 2) 9521 7200 screenwood.com.au Signorino Tile Gallery (61 3) 9427 9100 signorino.com.au SLA 1300 728 988 sla.net.au Space Furniture (61 2) 8339 7588 spacefurniture.com.au Stylecraft (61 2) 9355 0000 stylecraft.com.au Unifor (61 2) 9552 9552 unifor.it Woodform Architectural (61 3) 5446 0100 woodformarchitectural.com.au Zenith (61 3) 9693 2600 zenithinteriors.com.au indesignlive.co.id


portfolioindesign 107

TEKS Annie Reid FOTOGRAFI Nicole England ALIH BAHASA Bernadetta Tya ARSITEK Eades & Bergman LOKASI Melbourne | AUS PROYEK LITTLE HUNTER

BELLY OF THE BEAST REINKARNASI IKON MELBOURNE SEBAGAI RUMAH MAKAN DENGAN SENTUHAN INDUSTRIAL

indesignlive.co.id


HALAMAN JUDUL Mural raksasa oleh artis Matthew Lian Collins memandang ke arah pengunjung HALAMAN INI Empat pilar besi hitam sebagai penghormatan bangunan terhadap akar industri KANAN Pencahayaan lembut sebagai “cincin berlian dari ruang� menurut sang desainer, Wendy Bergman


portfolioindesign 109

uang bawah tanah tua di Melbourne merayakan gedung Georges yang dihidupkan kembali oleh Samantha Eades dan Wendy Bergman, dari Eades & Bergman. Ini meliputi proyek restoran terbaru Little Hunter, rumah makan khusus panggang kontemporer, terinspirasi oleh perjalanan ke Amerika Serikat, tepatnya Kota New York . “Begitu banyak sejarah dari industri New York yang disimpan dan digunakan,” ucap Eades. “Jadi, kami ingin Anda merasa seolah berada di perut Melbourne.” Di bawah tangga baja, yang dihias dengan lampu kapal logam, restoran yang temaran dan bersahaja dengan dinding lengkung dan partisi kayu mengintip ke dapur charcuterie, menciptakan sebuah elemen teatrikal. Sebagai bagian dari perintah, seluruh ruang 330 m2 ditelanjangi, menyingkap dinding bata ekspos dan empat pilar besi hitam. Dengan membuang seluruh plester, detail asli langit-langit pun terlihat. Dapur eksisting adalah peninggalan dari penyewa sebelumnya. “Penting untuk menghormati sejarah bangunan, yang sebelumnya merupakan departemen pakaian pria dari toko tua Georges,” kata Eades. Sisa ruangan diolah kembali dalam desain linier, termasuk meja bar memanjang terbuat dari logam karat yang mendominasi restoran. Ceruk-ceruk lain, meliputi bilik belakang yang mewah dengan kursi kulit, bantal beludru, dan dinding akustik, ditambah dengan meja komunal tinggi, area bar santai, dan set meja-kursi. Penekanan ruang ada pada jalur mobil yang impresif terbuat dari baja anodisa dan kaca Georgia, menampilkan ayam jantan yang diawetkan. Sebuah maitre d’ table dari New York menambah kesan maskulin, sementara mural sapi raksasa dilukis oleh artis Matthew Collins. Yang menarik, pengunjung dapat mengagumi daging melalui jendela-jendela dapur saat duduk di bangku bar. “Kami tak ingin ruang terasa terlalu maskulin dan membatasi pangsa klien kami,” jelas Bergman. Oleh karenanya, elemen-elemen pelembut, seperti ubin terbaru dari Patricia Urquiola dipasang di sekeliling bar, demikian juga pencahayaan dari desainer industri, Paul Grummisch. “Pencahayaan itu seumpama perhiasan. Ia adalah sebuah cincin berlian dari ruangan sehingga perlu untuk menjadi kesan ‘wow’,” lanjut Bergman. Elemen lain adalah hasil daur ulang, seperti logo Little Hunter di atas bar, sebuah cetakan contoh yang disimpan di kantor Eades & Bergman sampai waktu yang tepat. Meja kayu adalah hasil reklamasi, sementara lantai kayu hanya dicat ulang sederhana. “Setiap orang menyukai cerita,” ucap Bergman, “dan kami ingin menampilkan cerita masa lalu tentang tempat ini dan yang terkait dengannya, dengan sedikit kami di dalamnya.”

R

eadesandbergman.com

Annie Reid adalah penulis desain lepas, berbasis di Melbourne.

LITTLE HUNTER ARSITEK AICP Architects ARSITEK PRINSIPAL Paul Gleeson DESAIN INTERIOR Eades and Bergman TIM DESAIN Samantha Eades, Wendy Bergman KONSULTAN restoran Scott McDonald, Brett Louis (Hunter Gatherer Group) DESAINER FURNITUR/ PENCAHAYAAN Paul Grummisch (Please please please Design) SHOPFITTERS VN Design KONTRAKTOR Darren Smart ARTIS Mathew Liam Collins BRANDING/DESAIN GRAFIS / MARKETER Studio Round

Doll Wood’ dan bangku bar ‘Billiani Aloe’ keduanya dari Hub Furniture. ARTWORK Pada dinding bilik, mural sapi oleh Matthew Liam Collins dari Art & Interiors. Di area pelayan, awetan ayam jantan dari Natural Taxidermy Birds.

PENCAHAYAAN Di area bar dan duduk, pencahayaan dinding oleh Paul Grummisch. Di ruang utama restoran, lampu tanam LED ‘Tube Starr’ dari Inlite. Di area meja komunal dan lounge, ‘Stork Light’ oleh Paul Grummisch. Di area tangga/pintu masuk, lampu dinding ‘Ex Ship’ dengan sangkar kuningan dari Eades and Bergman. Secara keseluruhan, lampu downlight LED WAKTU PENYELESAIAN 3 bulan ‘EC13 Trimless’ dari Super Light.. TOTAL AREA LANTAI 330m2 FINISHING Di area tangga, ubin EADES AND BERGMAN hitam dan putih dari Any TIle, dan (61 3) 9017 4788 pada dinding lengkung, pembatas eadesandbergman.com ‘Inax Yuki’ dari Artedomus. Di area utama restoran, papan tulis FURNITUR Pada area makan dan Victorian Ash dari Perfect Timber bilik, desain pelapis meja daur ulang Flooring. Di charcuterie, lantai oleh Paul Grummisch dan disuplai ‘Polyfloor’ dari Lambert Carpet oleh VN Projects. Alas baja ‘Napoli’ Services. Pelapis meja pelayan hitam dan ‘Torino’ oleh Hospitality dalam asahan marmer ‘White Furniture Concepts. Area duduk di Fantasy’, ubin merah tua di area bilik juga dilapis dalam vinil oleh pintu masuk adalah ‘Inax Yuki Contemporary Leather. Di ruang Border’ dan ubin anyaman gelap di restoran utama, kursi kayu ‘Billiani depan bar adalah ‘Inax Repeat

Wave’, kesemuanya dari Artedomus, dan penyelesaian dinding dari anyaman baja dari Wiretainers. Bagian dinding laina dalah bata ekspos. Pada area bilik, sisi dinding, langit-langit dan bagian depan pilar diselesaikan dalam ‘Saddle Felt’ dari J. J Davies & Sons. Area bar dilapis ‘Bright Mild Steel’ dari Bronze Works. Splashbacks area servis menggunakan ‘Azulej Prata Nero’ dari Urban Edge. Secara keseluruhan, cat dari Wattyl dan Porter’s Paints. FIXED AND FITTED Di kamar mandi, wastafel ‘Zero 100’ dari Rogerseller dan keran kuningan dari Dural Irrigation. Pada WC untuk difabel, wastafel ‘Cube Extension’ dan ‘Cosmo Care WC Suite’ dari Caroma. Wastafel ‘22319D’ dari Astrawalker, dan set rel pegangan toilet dari Classic Architectural Group. Partisi WC oleh Studio Round. Di dapur, wastafel tanam otomasit dan unit keran komersial dari CRH Australia. Di area servis, bak cuci disediakan oleh Advantage Kitchens. Rak di balik bar disuplai oleh Bronze Works dan All Round Glass. Sambungan dan pelapis lain oleh Wiretainers dan Paul Grummisch.

Advantage Kitchens (61 3) 9380 4450 advantagekitchens.com.au All Round Glass (61 3) 9486 0266 allroundglass.com Any Tile (61 3) 9563 4422 anytile.com.au Art & Interiors (61) 425 756 399 artandinteriors.com.au Artedomus (61 2) 9557 5060 artedomus.com Astrawalker (61 2) 9912 8888 astrawalker.com.au Bronze Works (61 3) 9427 7157 bronzeworks.com.au Caroma (61 2) 8825 4400 caroma.com.au Classic Architectural Group 1300 244 377 classic-arch.com CRH Australia (61 3) 9532 1599 crh.com.au Dural Irrigation (61 2) 9651 4111 duralirrigation.com.au Hospitality Furniture Concepts (61 3) 9428 2244 hospitalityfurniture.net.au Hub Furniture (61 3) 9652 1222 hubfurniture.com.au Inlite (61 2) 9699 3900 inlite.com.au J. J Davies & Sons (61 3) 9544 3255 jjdavies.com.au Perfect Timber Flooring (61) 1300 137 055 ptf.com.au Porter’s Paints (61 2) 9698-5322 porterspaints.com Rogerseller (61 3) 9429 8888 rogerseller.com.au Studio Round (61 3) 9663 6675 round.com.au Super Light (61 2) 9699 7302 superlight.com.au VN Projects (61 3) 9387 3000 Wattyl (61 2) 8867 3333 wattyl.com.au Wiretainers (61 3) 9480 1200 wiretainers.com.au

indesignlive.co.id


Scholastic Translation Mutiara Nusantara International School (MNIS), Bandung, mewakili aspirasi sebuah institusi akademik melalui pertimbangan kontekstual dan arsitektural


portfolioindesign 111

TEKS Anindia Karlinda FOTOGRAFI Lindung Soemarhadi arsitek Aboday lokasi Bandung | INA PRoyek Mutiara Nusantara International School

enjalani era globalisasi datang dengan tuntutan-tuntutan tersendiri pada beberapa bidang, salah satunya pendidikan. Kurikulum sekolah dirancang secara khusus untuk mempersiapkan siswa-siswinya menempuh hidup di dunia yang kian terbuka pada keragaman dan kerja sama antarnegara, baik di bidang ekonomi, politik, hingga turisme. Pendidikan dasar yang berperan membentuk karakter dan keahlian seseorang sejak dini kemudian menjadi aspek yang dikembangkan oleh masyarakat umum. Pembangunan sekolah secara positif kian marak ditemukan, masing-masing menawarkan konsep pembelajaran yang menjawab tuntutan global pada generasi-generasi baru. Tidak hanya memperhatikan konteks edukasi global yang dapat diberikan, sekolah-sekolah di dalam negeri, khususnya sekolah swasta dewasa ini, turut mengedepankan faktor lingkungan yang melingkupi kegiatan pembelajaran itu sendiri. Bangunan sekolah menjadi titik fokus pengembangan karena berfungsi sebagai sarana utama yang menaungi aktivitasaktivitas siswa di dalamnya. Hal ini yang kemudian melandasi kerja sama antara Yayasan Mutiara Nasional dengan biro arsitektur Aboday, dalam proyek renovasi Mutiara Nusantara International School (MNIS) di Bandung. MNIS merupakan institusi pendidikan bertaraf internasional untuk tingkat Kindergarten (TK), Elementary School (SD), hingga Secondary School (SMP), dan Junior College (SMA) yang berlokasi di Bandung. Konsep untuk setiap jenjang pendidikan (grade) adalah ditempatkan secara terpisah pada lantai yang berbeda. Bahan pertimbangan yang mendasarinya adalah untuk mengantisipasi isu bullying yang umum ditemukan pada lembaga-lembaga pendidikan dasar di dalam negeri. Pembedaan lokasi berdasarkan lantai maka dinilai mampu meminimalisir kemungkinan terjadinya praktik isu tersebut. Jenjang Taman KanakKanak diletakkan pada lantai dasar, bersama dengan area kantin dan ruang yayasan sekolah, dengan akses masuk dan keluar yang terpisah melalui sisi bangunan utama, sementara Sekolah Dasar mengambil tempat pada lantai 1 bangunan, dan SMP maupun SMA mengambil lokasi pada lantai 2, yang menyisakan lantai 3 untuk diisi ruang pertemuan yang dapat merangkap sebagai fasilitas olahraga indoor, serta ruang-ruang laboratorium. Terlepas dari pemisahan ini, penentuan lokasi drop off dan penjemputan diletakkan pada satu titik yang sama dengan mempertimbangkan segi keamanan siswa. “Anak-anak yang turun dari mobil akan dibawa melalui tangga utama hingga nantinya bertemu di lobi

M

indesignlive.co.id


halaman sebelumnya

MNIS memperhitungkan elemen alam yang dirancang menyertai interior bangunan, seperti sungai yang mengalir ke dalam wilayah bangunan, serta area outdoor garden pada setiap lantai bangunan paling ATAS Bentuk fasade melengkung pada bangunan sekolah mengusung tema art deco modern yang menjadi kekhasan Kota Bandung atas Ramp dirancang sebagai penghubung antarruang dengan keunggulan desain yang mengedepankan sirkulasi udara kanan Berfungsi sebagai titik temu yang dapat diakses melalui tangga utama dekat lokasi drop off dan penjemputan, area lobi dirancang dengan desain fasade yang berbeda dari gedung sekolah utama, yaitu berbentuk persegi

utama,” ungkap Ary Indra selaku principal architect dari Aboday, “di lobby utama inilah semua jenjang kelas bisa bersosialisasi sebelum menaiki ramp untuk menuju kelasnya masing-masing.” Berperan sebagai penghubung antarruang, fitur ramp pada bangunan sekolah ini juga dapat digunakan sebagai area sirkulasi utama. “Selain berfungsi sebagai main circulation, pemanfaatan akses ramp ini dapat meningkatkan kesehatan terutama dibandingkan dengan pemakaian tangga karena saat menaiki tangga, lutut anak-anak akan menahan dua kali beban tubuh mereka,” jelas Ary. Dilihat secara keseluruhan, bangunan sekolah mengambil dua bentuk geometris yang distingtif sebagai desain utama fasade, salah satu berbentuk persegi dan berfungsi sebagai lobi, yang lainnya menerapkan desain melengkung dan mengakomodasi kegiatan utama sekolah. Bentuk bangunan yang melengkung ini didasari pertimbangan tim arsitek akan konsep art deco yang menjadi ciri khas Kota Bandung. Inspirasi art deco yang dibubuhi sentuhan modern ini kemudian berperan selain untuk mewakili identitas Bandung, juga memperlihatkan perbandingan proporsi fasade. Konsep desain fasade juga menyertakan kerawang agar bangunan lobi dan ramp tidak lagi memerlukan AC, namun tetap memiliki perputaran udara yang baik di sepanjang area. Pada proses konsepsi desain, yayasan sekolah mengutarakan rencana jangka panjang untuk memperluas bangunan sekolah, dan untuk memfasilitasi harapan ini, pihak arsitek menyediakan lokasi dan rancangan konsep bagi bangunan tambahan yang akan dihubungkan dengan bangunan persegi. Rencana perluasan itu sendiri dipersiapkan oleh tim arsitek untuk dieksekusi pada area belakang bangunan lobi. Aspek lain yang menjadi prioritas dalam konsepsi desain adalah penyediaan green area pada bangunan sekolah. Bentuk awal sekolah selama periode 8 tahun adalah berupa gedung sewa yang memiliki hamparan rumput yang luas. “Ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk membuat pemgguna dari sekolah ini menemukan kenyamanan yang sama seperti yang mereka dapatkan di gedung lama,” papar Ary. Tim arsitek kemudian menghadirkan hamparan rumput pada setiap lantai bangunan sekolah, dengan tujuan memberi lahan kepada para siswa dan siswi untuk aktivitas outdoor yang kasual. “Setiap lantai memiliki outdoor garden yang dapat digunakan anak-anak untuk berkumpul selama jam istirahat,” jelas Ary. Masih mengedepankan elemen alam ke dalam desain, tim arsitek memanfaatkan lokasi sekolah yang dilintasi sungai, untuk menghadirkan ambience yang dekat dengan alam. Sungai yang melintasi area tengah site ini didesain untuk hadir ke dalam bangunan sehingga orang-orang yang sedang duduk di kantin atau melintasi ramp dapat mendengarkan gemericik air sungai.


portfolioindesign 113

Dalam pembangunan sebuah fasilitas sosial, khususnya institusi pendidikan, pendekatan secara arsitektural mampu menghasilkan ruang dan bangunan yang secara efektif memfasilitasi aktivitas di dalamnya, akan tetapi pendekatan kontekstuallah yang mampu menjawab aspirasi pelaku kegiatan di dalamnya, yaitu para siswa dan guru. Dengan penyusunan konsep desain yang beriorientasi pada kesejahteraan manusia, proyek arsitektural akan mampu mencapai potensi optimal saat bekerja, hal yang sama menjadi landasan ideologi Ary. “Bentuk yang terjadi di gedung bangunan MNIS ini bukan semata-mata ekspresi bentuk, tetapi keinginan untuk memberi sentuhan yang lebih ramah, imajinatif, dan terhubung secara personal dengan manusia penggunanya.”

Mutiara Nusantara International School ARSITEK Aboday MANAJER PROYEK JRK Architects KLIEN Yayasan Mutiara Nasional DESAINER INTERIOR Ivan Priatman KONTRAKTOR Adi Karya WAKTU PEMBANGUNAN Jan 2013— Mei 2014 WAKTU DESAIN Jan 2012—Feb 2013 LUAS AREA LANTAI 5.000 m2 Aboday (62) 217 193 664 | aboday.com FURNITUR Secara umum, furnitur dalam ruang diisi oleh pihak owner. PENCAHAYAAN Pencahayaan secara

umum menggunakan lampu fluorescent T8 dan T5 dari Philips dengan vendor PT Mega Citra Bestari, lampu LED juga dari Philips, sementara lampu gantung pada dining room adalah Caboche Pendant Lamp dari Patricia Urquiola dan Eliana Gerotto lewat vendor Mezzanine Lounge. Floor lamp pada living room merupakan Arco Lamp dari Achille Castiglioni lewat vendor Mezzanine Lounge. FINISHing Wall finishing pada area lobi (GRC Panel) memanfaatkan brand GRC Graha, dan kaca-kaca pada bangunan mengaplikasikan seri clear glass dari Asahimas, sementara pengecatan gedung secara umum menggunakan brand Jotun.

Anindia Karlinda adalah Writer Indesign Indonesia. Asahimas amfg.co.id (62) 21 6904 041 GRC Graha Anto (62) 815 8327 089

indesignlive.co.id


ONCE UPON A TIME Selayaknya menara suar menarik kapal, Kalbis Institute menggugah atensi lewat transparansi desain fasadE yang menyorot dinamika pembelajaran di dalamnya


portfolioindesign 115

TEKS BERNADETTA TYA FOTOGRAFI Chendra Cahyadi arsitek ARCHIMETRIC lokasi SURABAYA | INA PRoyek ETONHOUSE INTERNASIONAL PRE-SCHOOL

isah ini dimulai sejak tahun 1995, saat EtonHouse pertama kali didirikan di Broadrick Raod, Singapura. Semenjak itu, filosofi untuk pengembangan holistik anak dalam lingkungan yang menyenangkan, nyaman, dan aman tidak pernah berubah. Jaringan EtonHouse yang telah berkembang di negara-negara Asia, seperti Cina, India, Korea, Jepang, Malaysia, Kamboja, Vietnam, Hong Kong, Myanmar, dan Timur Tengah dengan mengoperasikan lebih dari 100 sekolah ini kemudian beroperasi di Indonesia, tepatnya pada 2008 lalu di Jakarta. Dan di tahun 2014 ini, cabang sekolah EtonHouse terbaru dibuka di Surabaya, tepatnya dalam kawasan kota mandiri Citraland, Surabaya, salah satu kawasan elite di Ibu Kota Jawa Timur ini. Lokasi ini dipilih karena selain kondusif untuk proses belajar, Citraland telah dilengkapi dengan fasilitas dan infrastruktur modern, selain efisien dan dikelola dengan baik. Membutuhkan total waktu sekitar tiga tahun bagi Ivan Priatman dan tim proyek dari PT Archimetric untuk menyusun konsep desain dan menyelesaikan proses konstruksi EtonHouse Surabaya. EtonHouse sekaligus menjadi proyek sekolah taman kanak-kanak pertama bagi PT Archimetric.

K

Bab baru mengenai proses desain pun dimulai. Lahan seluas 900 m2 dan menyisakan kurang dari 70% untuk bangunan menjadi tantangan pertama karena kebutuhan ruang yang cukup besar. Ditambah arah hadap lahan ke sisi barat yang membuatnya tidak menguntungkan. “Riset membuktikan bahwa ruang kelas dengan pencahayaan alami yang baik memiliki dampak positif pada produktivitas siswa. Ruangruang kelas sebaiknya menghadap ke arah utara dan selatan,� jelasnya Ivan Priatman, Prinsipal Desain PT Archimetric untuk proyek EtonHouse. Oleh karenanya, massa utama bangunan yang berisi ruangruang kelas kemudian diputar 90 derajat, sedangkan sisi barat diletakkan ramp penghubung ketiga lantai bangunan sebagai penghalang sinar matahari sore dan menghasilkan sebuah courtyard yang terlindungi. Bangunan tak lagi berorientasi ke luar melainkan ke dalam dan tercipta iklim mikro dengan kenyamanan termal yang sesuai. Tantangan selanjutnya adalah keinginan klien untuk membangun sebuah gedung sekolah yang memiliki kenyamanan layaknya sebuah rumah, baik bagi sang anak sebagai murid maupun orangtua, di samping aspek teknis lain seperti sirkulasi dan keamanan.

Kiri EtonHouse dilihat dari

sisi barat. Kemiringan massa dihasilkan dari penggunaan ramp. KANAN Bangunan berorientasi ke dalam dengan area bermain sebagai pusatnya.

indesignlive.co.id


“Kami memikirkan bangunan ini sebagai tempat eksplorasi, mengakomodasi keingintahuan dan entusiasme, memupuk kreativitas anak. Kami menyebutnya dengan konsep storytelling. Sebuah sequential experience,” ucap Ivan. Dimulai dari area penerimaan dan living room, yang dikelilingi ruang baca, ruang seni (atelier), aula serbaguna, dan courtyard sebagai area bermain. Orang tua dapat menyimak kegiatan anak dan merasa terlibat dalam aktivitas belajar anak. Terdapat sebuah pintu dan ramp untuk menuju ke ruang baca yang terletak setengah di dalam tanah. Dari living room yang sama, murid dapat keluar ke area bermain atau turun melalui tangga, melewati jalan setapak sempit, melewati bawah ramp untuk menemukan area kolam renang yang cukup tersembunyi. Ruang-ruang kelas berada di lantai 2 dan 3, yang dicapai melalui sebuah ramp di sebelah kiri pintu masuk utama. Menaiki ramp, anak-anak dapat mengintip kolam renang, melihat area bermain di bawah, taman atap, dan bagian utama bangunan berjendela persegi dan persegi panjang melalui sebuah jendela horizontal. Jendela-jendela ini ditata rapi, sebagian datar dan sebagian menonjol, dan berusaha bermain dengan ukuran, komposisi, tipe bukaan, dan kejutan merah di dasar dinding berwarna putih. Melanjutkan perjalanan, mereka akan tiba di sebuah koridor sebagai galeri karya, tempat memajang karya-karya seni murid, yang diapit oleh ruang-ruang kelas. Arsitek meletakkan sebuah pintu “misteri” di ujung koridor dengan kejutan sebuah taman atap di baliknya. Di taman atap ini para murid akan belajar bertanam dan kegiatan outdoor lainnya. Pemandangan seluruh massa bangunan termasuk jalan setapak, baik di dalam maupun di luar, di atas maupun di bawah, yang tersembunyi maupun terekspos, dapat dinikmati sembari beristirahat di salah satu bangku. Serangkaian jalan setapak, tangga, ramp, dan koridor difungsikan sebagai media untuk menceritakan semua fasilitas yang tersedia, selain dianggap sebagai alat transportasi vertikal yang paling aman untuk anak-anak yang sedang belajar berjalan. Bentuk-bentuk dasar yang nampak pada fasade, langit-langit lobi dan koridor, seperti persegi empat dan lingkaran, pun dipilih karena bentuk-bentuk tersebut mudah dikenali dan akrab dengan anak. Warna-warna natural dipilih dan diselingi kejutan warna merah sebagai identitas bangunan. Tak ada metafora di balik massa bangunan. Ia murni hasil dari respons terhadap lahan dan aktivitas, dan menjadi bagian penting dari sebuah kegiatan “bercerita”. Narasi ini kemudian ditutup Ivan dengan sebuah penyataan: “Kami merancang sebuah pengalaman bukan sebuah gedung. Kami merancang sebuah cerita, bukan sebuah objek.”

Bernadetta Tya adalah Writer Indesign Indonesia.


portfolioindesign 117

KIRI ATAS Melalui jendela

horisontal di ramp menuju lantai dua, kolam renang, courtyard, dan taman atap terlihat. KIRI TENGAH Ramp sebagai alat transportasi vertikal dipilih karena paling aman untuk anak-anak yang sedang belajar berjalan. KIRI BAWAH Salah satu ruang belajar anak dan kaya akan cahaya alami. Atas Area living room, tempat orangtua menunggu dan mengamati proses belajar anak.

ETONHOUSE INTERNATIONAL PRE-SCHOOL ARSITEK PRINCIPAL Ivan Priatman TIM DESAIN Iwan Andijanto, Alexander Gozalie MANAJER PROYEK Iwan Andijanto DESAINER INTERIOR Ivan Priatman KONTRAKTOR Mario Setiawan, Harijono WAKTU DESAIN Jan—Des 2013 WAKTU PEMBANGUNAN 7 bulan TOTAL luas lantai 46.503 m2 PT ARCHIMETRIC (62) 31 594 6980 | archimetric.co.id

FURNITUR Secara umum, furnitur dibuat custom oleh Ivan Priatman. Sofa dari Kuka Home dan Toscana Home Store. Meja dari Informa. FINISHing Cat dinding oleh Propan. Penutup lantai di lobi dari LG Hausys. Penutup lantai di kamar mandi dari Roman Ceramics. FIXED & FITTED Stop kontak oleh Schneider Electric. Perlengkapan sanitasi, termasuk kloset dan shower dari Toto.

Informa (61 21) 582 0808 informa.co.id Kuka Home kukahome.com.hk (852) 25777119 LG Hausys lghausys.com (62 21) 5151714 Propan propanraya.com (62 21) 59303333 Roman romanceramics.com (62 31) 7347560 Schneider Electric schneider-electric.co.id (62 31) 8288333 Toscana Home Store toscanahomestore.com (62 31) 99000252 Toto toto.co.id (62 21) 292986 indesignlive.co.id


portfolioindesign 119

TEKS Paul McGillick FOTOGRAFI John Gollings ALIH BAHASA Lisa Amelia ARSITEK BVN Donovan Hill LOKASI Adelaide | AUS PROYEK THE BRAGGS

Sensing the Future Fasilitas baru dalam bidang penelitian dan pengajaran di Adelaide memberikan sebuah gambaran tentang masa depan

ungkin karena kurang akrab, saya merasa kampus Adelaide University yang berlokasi di North Terrace tampak seperti labirin dalam kisah Alice in Wonderland, dilengkapi dengan ruang-ruang yang menggugah rasa ingin tahu dan area taman yang harmonis. Salah satu “oasis” yang dapat ditemukan di sini adalah Barr Smith Lawns yang mengelilingi kedua sisi Barr Smith Library. Masih di area ini, tepatnya di seberang perpustakaan ternama itu, Braggs Building berdiri. Dinamai berdasarkan satu-satunya tim beranggotakan ayah dan anak yang pada 1915 meraih Nobel Prize dalam bidang Fisika—saat sang putra, William Lawrence Bragg, berusia 25 tahun sehingga menjadi penerima Nobel termuda—bangunan ini merupakan pusat bagi Institute for Photonics and Advanced Sensing (IPAS). IPAS adalah organisasi antardisiplin yang mempertemukan lebih dari 130 ilmuwan dari sejumlah bidang (fisikawan, kimiawan, ahli biologi) untuk meneliti dan mengembangkan aplikasi bagi teknologi pengindraan baru yang berbasiskan cahaya. Sektor-sektor yang menjadi sasaran yakni pertahanan dan keamanan nasional, pemantauan lingkungan, pencegahan penyakit, serta food and wine. IPAS menyatakan bahwa tujuan dari organisasi ini adalah untuk menyediakan solusi bagi permasalahan berat yang dihadapi dunia, yang tidak dapat diatasi dengan sarana dari satu bidang saja. Jenis-jenis aplikasi yang telah dihasilkan dari penelitian ini sangatlah menakjubkan, tampak lebih seperti sihir daripada

M

indesignlive.co.id


Sirkulasi pejalan kaki yang terwujud menambahkan drama visual pada bangunan, sekaligus memastikan bahwa lalu lintas pejalan kaki tetap terpisah dari laboratorium pAul mcgillick

HALAMAN SEBELUMNYA

Faceted glass yang terpasang di wajah gedung bagian selatan merefleksikan suasana di sekitarnya ATAS Pods yang mengisi ruang kosong pada atrium "beranda" menjadi sarana untuk pertemuan informal HALAMAN SEBELAH Atrium sentral

sains, dan berpotensi untuk mengubah cara hidup kita sepenuhnya. IPAS juga meliputi anggota mahasiswa sehingga dibutuhkan sebuah bangunan fleksibel yang mampu mengakomodasi kerja sama, baik formal maupun informal, tanpa melanggar persyaratan dari segi keamanan. Hal ini diduga menjadi latar belakang dibatalkannya rencana awal untuk merehabilitasi bangunan yang sudah ada. Sebaliknya, dengan dana dari pemerintah Australia dan University of Adelaide, sebuah bangunan baru yang dirancang oleh BVN Donovan Hill didirikan, bersama dengan Maths Lawns, sebuah ruang terbuka hijau baru yang memanjang di sisi selatan bangunan menuju Barr Smith Library. Terilhami dari bidang utama lembaga ini, yaitu cahaya, sang arsitek menciptakan sebuah bangunan tembus pandang yang bercahaya di balik lapisan faceted glass. Proses faceting yang berbeda diterapkan pada masing-masing dari tiga sisi bangunan yang terekspos, disesuaikan dengan sudut pandang dari selatan, barat, dan utara. Variasi dibuat agar bangunan ini mampu membiaskan sinar matahari yang selalu berubah, namun tetap merefleksikan suasana di sekitarnya sehingga menjadikan wajah gedung ini laksana berlian raksasa dalam sebuah karya seni yang terus bermutasi. Pintu masuk utama terletak di sebelah selatan, melewati sebuah atrium setinggi lima lantai yang terhubung ke sisi utara bangunan dan meliputi sebuah kafe. Di sepanjang sisi selatan juga terdapat sebuah atrium terbuka—atau “beranda�, menurut para arsiteknya—yang berfungsi sebagai persimpangan, sekaligus pusat sirkulasi bangunan. Jaring baja


portfolioindesign 121

indesignlive.co.id


portfolioindesign 123

yang menyusuri dinding kaca bagian dalam menghubungkan tangga di seberang lorong, dan keduanya dihubungkan oleh beberapa jembatan dan dua buah social pods. Sirkulasi pejalan kaki yang terwujud menambahkan drama visual pada bangunan, sekaligus memastikan bahwa lalu lintas pejalan kaki tetap terpisah dari laboratorium. Pemisahan fungsi ini tentu saja sangat penting bagi sebuah fasilitas penelitian seperti IPAS. Namun bagian dari instruksi untuk organisasi antardisiplin ini adalah menyediakan sebuah bangunan yang bukan hanya mempermudah interaksi di antara sesama staf penelitian, kemudian di antara staf penelitian dan staf akademik dan para mahasiswa, melainkan juga untuk mengekspresikan rasa kebersamaan. The Braggs mewujudkan hal ini melalui keterbukaan, pertalian visual, dan interaksi spasial. Ruang yang tertutup dan tersembunyi dari pandangan tentunya tetap diperlukan untuk beberapa laboratorium tertentu. Namun yang mengejutkan, sejumlah lab, termasuk laboratorium pengajaran, dapat terlihat dari area publik. Hal ini semakin menegaskan bahwa organisasi yang bersangkutan merupakan sebuah komunitas hidup yang organik dan bekerja di dalam sebuah bangunan yang sepenuhnya saling berhubungan. Dari luar, gedung ini tampak tidak memiliki kulit sama sekali karena struktur dan kehidupan internalnya yang tersingkap penuh. Selain itu, gedung ini juga menciptakan perbedaan besar bagi halaman di dekatnya. Didukung oleh keramaian yang tercipta dari keberadaan ruang kuliah berisi 420 kursi, yang dapat diakses dari sisi barat The Braggs, halaman gedung ini pun menjelma menjadi semacam alun-alun kota dan secara dinamis berpadu dengan lingkungan di sekitarnya. Menurut saya, gedung ini turut menyampaikan sebuah pernyataan kuat bagi kampusnya secara keseluruhan. Meskipun memiliki rangkaian ruang terbuka, kampus Adelaide University cenderung memisahkan secara jelas antara wilayah pribadi dan publik. The Braggs memberikan sebuah teladan bagi era baru dalam porosity, pertalian antara ruang dalam dan luar, serta keterbukaan—baik secara harfiah maupun metaforis.

Paul McGillick adalah Editorial Director Indesign Media.

The Braggs meraih Jack McConnell Award for Public Architecture pada tahun 2013 di Australian Institute of Architects, South Australian Chapter.

KIRI Pintu masuk di sisi barat bangunan yang berfungsi untuk mengakses ruang kuliah juga terhubung ke halaman depan dan Barr Smith Lawns

The braggs ARSITEK BVN Donovan Hill and Hames Sharley PIMPINAN ARSITEK Abbie Galvin, Martin Langham, Benjamin Donohoo, Adrian Gessner TIM PROYEK Elizabeth Carolan, Catherine Downie, Andrea Fink, Joe Fiumedinisi, Olivia Giangrasso, Todd Hammond, Gero Heimann, Olivia Hyde, Greg Knight, Conor Arkins, Susanne Mayer, Nikita Notowidigdo, Amanda Tenn, Anjalika Wijesurendra, Luise Weigand, Tom White, Pouwel Wind, Fiona Young KONTRAKTOR UTAMA Baulderstone MANAJEMEN PROYEK Matt MacDonald SURVEYOR KUANTITAS Rider Levett Bucknall INSINYUR AKUSTIK Aecom DDA Architecture and Access INSINYUR FAÇADE/PERLINDUNGAN KEBAKARAN ARUP INSINYUR ELEKTRIK/MEKANIK Bestec MUATAN BERBAHAYA Cetec Pty Ltd ARSITEKTUR LABORATORIUM Hames Sharley SERTIFIKASI GEDUNG Katnich Dodd ARSITEK LANSKAP Oxigen INSINYUR SIPIL/STRUKTUR Wallbridge and Gilbert BVN DONOVAN HILL (61 2) 8297 7200 bvn.com.au HAMES SHARLEY (61 8) 8112 3400 hamessharley.com.au FURNITUR Secara keseluruhan, bangku kerja ‘FS 211/8’ dan ‘Neos 181/171’ dari Wilkhahn dan kursi ‘Mono’ dari Stem Seating. Di ruang rapat dan ruang kerja, ‘Palm Chair’ dan ‘Sled Chair’ oleh Arper dari Stylecraft. Di ruang kuliah, kursi ‘FT10 Wrimatic’ dari Profurn. Di area rehat, kursi dan stool ‘Midori Ebuala’ oleh Sancal dari KE-ZU. Di Atrium, stool ‘Tolix Tabouret 65’ oleh Thonet dari 1000 Chairs. Di laboratorium, bangku kerja ‘Kevi 2533’ oleh Engelbrechts dari Interstudio, kursi ‘Aline’

dari Wilkhahn, ‘UR Fixed Table’ dari Zenith Interiors, keranjang sampah ‘Pop’ oleh Materia dari K-Five, dan ‘Logan Table’ dari Wilkhahn. Di podium ruang rehat, ‘Artek Stool 60’ oleh Alvar Aalto dari Anibou, ‘Tilda Table’ dengan pelitur kayu pohon ek dan ‘Iko Table’ dari Jardan. Di ruang tutorial, ‘Pop Chair’ dari Café Culture, kursi ‘Hero Mesh Sled’ dari Schiavello dan meja tulis ‘Wogg’ dari Corporate Culture. Di kantor teknis/ruang rapat/ruangan Post Doctorate, Eames segmented base table dari Living Edge. Di ruang rapat besar, juga terdapat meja dari Wilkhahn, yaitu ‘Timetable 610’ dan ‘Confair 440’. Di ruang loker, bangku panjang dari kayu daur ulang dan ‘C4’ locker berlaminasi dari Interloc Lockers and Seating. Di ruang kerja, unit penyimpanan dengan pintu tambour PVC dari Dexion. Di ruang pembersih, unit rak ‘Acerack Long Span’ dari Shelving & Racking Australia. PENCAHAYAAN Di ruang kerja direktur/ area penerimaan tamu/ruang administrasi, ‘Element Light ELU’ dari Human Scale. FINISHING Di kamar gelap, blackout screen ‘Soho’ dari Helioscreen. FIXED AND FITTED Di area dapur, laci untuk ampas dapur ‘502.73.945’ dan extending keyboard tray dari Hafele, nampan untuk peralatan makan dari Hettich, pipa kuras ‘Longitudinal Slimline’ dari ADF Grates, wastafel ‘KBX 110-45’ dan dispenser sabun cair ‘SD01’ dari Franke, mesin pencuci piring ‘DWIN7’ dari Blanco, lemari pendingin ‘E406BRE’ dari Fisher and Paykel, lemari pendingin ‘SICN 3056’ dari Liebherr, oven mikrogelombang ‘SA37x’ dari Smeg, sistem penyaringan untuk pemanas/pendingin air bersih dari Zip, dan baskom/wastafel ‘Scala’ dengan keran bercerat persegi dan lapisan penutup satin chrome dari Reece. Secara keseluruhan, kunci ‘CD49 Mini Patch’ dari Dorma, cam lock untuk pintu kaca ‘Symo 3000’ dari Häfele, ‘Innovative Products Pole Mount System’ dari Uplifting Solutions. Di laboratorium, Bravia ‘47” LED & LCD Screens’ dari Sony dan komputer ‘Thinkcentre Edge 91z’ dari Lenovo.

1000 Chairs 1000chairs.com.au (61) 421 073 732 ADF Grates adfgrates.net.au (61 2) 9644 6464 Anibou anibou.com.au (61 2) 9319 0655 Blanco blanco-australia.com (61 2) 9415 5565 Corporate Culture corporateculture.com.au (61 2) 9690 0077 Dexion dexion.com.au (61) 1800 100 050 Dorma dorma.com.au (61 8) 8337 3077 Fisher and Paykel fisherpaykel.com.au (61) 1300 650 590 Franke franke.com (61 3) 9700 9191 Häfele hafele.com.au (61 3) 9212 2000 Helioscreen helioscreen.com.au (61 2) 8426 1300 Hettich hettich.com.au (61 2) 9616 7700 Human Scale humanscale.com (61) 488 004 950 Interloc Lockers and Seating interloc-lockers.com.au (61) 1300 385 698 Interstudio interstudio.com.au (61 3) 9662 3768 Jardan jardan.com.au (61 3) 9548 8866 K-Five kfive.com.au (61 2) 9690 7100 KE-ZU kezu.com.au (61) 1300 724 174 Lenovo lenovo.com (61) 1300 557 073 Liebherr liebherr.com.au (41) 56 296 4300 Living Edge livingedge.com.au (61 3) 9009 3940 Profurn profurn.com.au (61) 1300 776 387 Reece reece.com.au (61 3) 9274 0000 Schiavello schiavello.com (61 3) 9330 8888 Shelving & Racking Australia shelvingandracking.com.au (61 8) 8349 6622 Smeg smeg.com.au (61 2) 8667 4800 Sony sony.com.au 1300 137 669 Stem Seating stem.com.au (61 3) 9728 7700 Stylecraft stylecraft.com.au (61 8) 8425 0050 Uplifting Solutions uplifting.com.au (61) 1300 798 050 Wilkhahn wilkhahn.com (61 2) 9310 3355 Zenith Interiors zenithinteriors.com.au (61 8) 8223 3060 Zip zipindustries.com (61 2) 9796 3100

indesignlive.co.id


7 - 9 May 2015 Jakarta International Expo

www.thebig5constructindonesia.com

EXHIBITION

CONFERENCE

SEMINARS

WORKSHOPS

TOP DEVELOPER’S SUPERBLOCK PLAN BY 2015

$6 BILLION 800 000 NEW HOUSING PROJECTS

MORE THAN 14 PROJECTS

WORTH

THE GOVERNMENT PLANS TO BUILD BY 2015

,

10TH LARGEST

ECONOMY

IN THE WORLD BY 2025

Supported by:

Ministry of Trade

BP Konstruksi Ministry of Public Works and Public Housing

Construction Services Development Board

FOR STAND AND SPONSOR ENQUIRIES, CONTACT: Dwi Febriyanti +62 21 391 3037

+62 21 391 3349

dwi@infrastructureasia.com


125

profiling the life and work of creators around the globe 125 Cosmas Gozali 128 John Wardle 130 Mira Nakashima

Dengan pandangan jauh ke depan, COSMAS GOZALI mengekspresikan rasa cinta terhadap Indonesia dalam wujud bangunan modern

indesignlive.co.id


rch. Dipl. Ing., Cosmas Damianus Gozali, IAI terpanggil untuk menjadi seorang arsitek saat dirinya masih duduk di bangku kelas lima sekolah dasar. Kala itu belum banyak bangunan pusat perbelanjaan yang menindas tanah Jakarta. Namun hal itu tidak membatasi rekreasi dalam kota yang kerap dilakukan bersama sang ayah setiap akhir minggu. Dengan mengendarai mobil—yang saat itu, tentu saja belum bisa disebut vintage— mereka mengitari kawasan di ibu kota. Di sepanjang jalan itulah, deretan rumah tua memikat hati Cosmas kecil. “Mereka seolah-olah memanggil saya setiap kali saya melewati jalan itu,” kenangnya. Sempat mempertimbangkan cabang ilmu Teknik Sipil, Cosmas akhirnya memutuskan untuk mengambil jurusan Arsitektur. Meski memperoleh tentangan dari orangtua, tekadnya tetap utuh. Ia kemudian terbang ke

A

Austria untuk menempuh pendidikan di Vienna University of Technology. Tanpa dukungan finansial, baik dari orangtua maupun pemerintah, ia berhasil menyelesaikan kuliahnya pada 1992. Ilmu yang diraih dari universitas, ditambah dengan pengalaman bekerja sembari menjalankan kuliah, dijadikan bahan bakar bagi bakat keusahawanannya. Ia pun kembali ke tanah air dan akhirnya mendirikan Atelier Cosmas Gozali pada 2005. Perusahaan ini merupakan awal dari perwujudan aspirasi sang arsitek prinsipal, yaitu kembali ke Indonesia untuk membangun negeri. Arsitek yang semasa kuliah menjalankan tiga pekerjaan sambilan sekaligus ini memang senantiasa memupuk rasa nasionalisme. Semangat kebangsaan ini tertuang ke dalam bangunan-bangunan rancangannya yang bergaya kontemporer, bahkan futuristik, namun digerakkan oleh jiwa keindonesiaan. “Karya-karya saya

mengandung banyak unsur lokalitas yang diekspresikan dalam bahasa modern,” ujarnya. Bicara tentang gaya modern dan futuristik, kedua karakter ini memang sangat kentara dalam karya-karya Cosmas Gozali. Salah satunya melekat pada desain bangunan KCN-KBN Office yang terletak di Marunda, Jakarta Utara. Kolaborasi antara bentuk atap yang jauh dari kesan konvensional dan komposisi façade yang unik merefleksikan sebuah proses desain yang eksploratif dan kalkulasi yang akurat. Tahun 2009 proyek ini dinominasikan dalam Skala+ Contemporary Design Magazine dan Skala+ Annual Award for Urban House. Selain itu, ada juga Ganesha House di Ubud, Bali, yang meraih IAI Award Winning Team pada 2002. Proyek renovasi ini sekilas tampak dikemas dengan gaya minimalis. Namun di balik itu, tata letak rumah ini berkiblat kepada sistem penataan kompleks perumahan tradisional Bali. Karya Cosmas lainnya yang turut mendapat pengakuan adalah Swiss Ambassador Residence di Menteng, Jakarta Pusat. Hunian yang dianugerahi Building Heritage Award tahun 2011 ini dihiasi dengan sentuhan gaya Art Deco dan simbol-simbol negara Swiss yang berintegrasi dengan nafas arsitektur nusantara. Arsitek yang sempat menetap di Kota Padang tempat kelahiran ayahnya ini selalu ingin kembali ke kota itu untuk menghadirkan udara baru. Hasrat ini lantas terwujud melalui proyek Aston Central Promenade Padang yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan. Sentuhan tangan Cosmas terasa dari bentuk bangunan yang berasaskan budaya tradisional Padang, dengan corak futuristik yang dikedepankan tanpa malu-malu. Seperti pada desain façade yang diadaptasi dari atap Rumah Gadang dan strukturnya yang antigempa, dilengkapi dengan bagian atap yang bentuknya laksana seekor kabau (banteng) dalam balutan baju zirah berteknologi mutakhir. Dalam menekuni bidang ini, Cosmas mengemukakan bahwa seorang arsitek harus selalu membagi ilmunya, mendengarkan sudut pandang orang lain, dan mengarahkan pikirannya ke masa depan. “Saya


pulseindesign 127

KIRI Swiss Ambassador Residence yang dianugerahi Building Heritage Award pada 2011 (Foto: Fernando Gomulya) BAWAH KCN-KBN Office menampilkan wajah bangunan yang unik berkat bentuk atapnya yang tidak konvensional (Foto: Fernando Gomulya) PALING BAWAH Persatuan antara budaya tradisional dan corak futuristik dalam rancangan Aston Central Promenade Padang

TEKS LISA AMELIA POTRET MARIO PHOTOGRAPHIE

senang menghabiskan waktu dengan anak-anak muda,” tuturnya. “Sebagai seorang arsitek, saya akan membangun sesuatu untuk generasi yang akan datang sehingga saya perlu memahami tentang apa yang mereka ingin dan butuhkan.” Cosmas yang sangat peduli terhadap para arsitek muda ini berpendapat bahwa seseorang tidak akan bisa berkembang jika ia tidak berbagi. Beberapa kali menjadi pembicara dalam kuliah motivasi di sejumlah kampus di Indonesia, ia senantiasa menularkan semangat pantang menyerahnya kepada para calon arsitek. “Sebagai awal, yang bisa saya bagikan kepada mereka adalah pengetahuan dan kesempatan,” ujarnya, “dan itu membuat hidup saya lebih bermakna.” Selain membangun arsitektur di Indonesia, Cosmas juga mempunyai misi untuk membawanya ke tingkat internasional. Berkaitan dengan diberlakukannya AFTA di tahun 2015, ia punya pertanyaan untuk para arsitek muda, “Di mana posisi kita sebagai arsitek Indonesia?” Dibandingkan dengan 20 tahun yang lalu, apresiasi

masyarakat terhadap arsitek lokal telah mengalami peningkatan. Karena itulah para arsitek Indonesia mempunyai tuntutan untuk semakin mempertajam diri sehingga mampu memenuhi standar kualitas global, bukan sebagai penonton, melainkan sebagai salah satu pemain di panggung internasional. Cosmas berharap orang-orang mengingat dirinya tidak hanya dari bangunan-bangunan yang ia ciptakan, namun terlebih karena gagasannya yang ditulangpunggungi oleh aspirasi untuk memajukan arsitektur Indonesia, selangkah demi selangkah. Cosmas pun mengakui, setiap kali bangun di pagi hari, ia selalu bersyukur bahwa dirinya adalah seorang arsitek. “Arsitektur bukan sekadar karier, profesi, atau hobi,” ucapnya. “Arsitektur adalah hidup saya.”

Lisa Amelia adalah Editor Indesign Indonesia.

COSMAS DAMIANUS GOZALI Siapa Cosmas Damianus Gozali Tinggal Jakarta, Indonesia Profesi Arsitek NAMA STUDIO Atelier Cosmas Gozali PENDIDIKAN Vienna University of Technology

aryacipta.com

indesignlive.co.id


Annie Reid melaporkan bahwa kecintaan akan kayu John Wardle memperluas kerajinan produk individual furnitur dan perlengkapan hunian


pulseindesign 129

TEKS Annie Reid FOTOGRAFI TREVOR MEIN ALIH BAHASA ARISA IMANDARI

ATAS Joinery di

Fairhaven house KIRI JAUH Perapian Shearers Quarters House KIRI Kotak perhiasan

inat John Wardle akan kayu sudah dikenal banyak orang. Arsitek peraih penghargaan ini telah lama menggemari material serta kerajinan kayu, dan sudah mendesain berbagai macam proyek menggunakan kayu, seperti furnitur custom dan joinery di bidang residensial juga komersial. “Seperti praktik residensial umumnya, Anda memulainya dengan menggunakan kayu sebagai bahan primer. Kayu merupakan material umum di Australia untuk berbagai bentuk fabrikasi dan memanfaatkan kayu menjadi sesuatu yang selalu nyata dalam pekerjaan kami,” jelas Wardle. Baru-baru ini, ia mendesain proyek personal—sebuah kotak perhiasan untuk istrinya. “Kotak tersebut didesain dan sketsanya selesai digambar dengan tangan saat saya melakukan perjalanan dari Auckland ke Melbourne,” jelasnya. Kotak ini kini menjadi salah satu dari beragam proyek Wardle yang ia ciptakan saat transit, memanfaatkan konsentrasi pada limit waktu tanpa terganggu dengan jadwalnya penerbangan pesawat.

M

Dibuat dengan kayu solid, kotak perhiasan yang berukuran besar ini bentuknya diekstrusi dengan empat kakinya yang lancip dan kuat. Sebuah nampan yang terselip dapat menjadi tempat untuk meletakkan beragam perhiasan berharga di dalamnya. Kakikakinya yang ramping mereferensikan kursi ‘Superleggera’ karya Gio Ponti meski pembuatan bentuknya sangat berbeda. “Banyak pertimbangan yang diberikan pada alam dari kaki-kaki ini dan cara mereka diproduksi,” ujar Wardle. Wardle kemudian mengembangkan lebih lanjut idenya untuk bangunan yang memanfaatkan kayu—yang baru-baru ini mendapatkan penghargaan— Shearers Quarters House di Tasmania. Kayu-kayunya dari Celery Top Pine solid memiliki rahasia tersendiri, berkat bantuan joiner-nya, McKay Joinery. “McKay telah dipercaya selama 30 tahun,” cerita Wardle. “Jadi, kayu-kayunya sudah terlihat menarik meski belum dijadikan kotak perhiasan. Kayunya menjadi sejarah tersendiri.” Setelah kotak perhiasan menghiasi kamar tidurnya, sebuah undangan datang untuk Wardle berpartisipasi dalam ekshibisi mengenai kayu. Dikurasi oleh Brian Parkes dan Elliat Rich, acara “Wood: Art Design Architecture” diselenggarakan pada Februari tahun lalu di Jam Factory, Adelaide. Ekshibisi ini memamerkan penggunaan kayu dengan cara paling inovatif dan luar biasa yang telah dimanfaatkan di abad 21 ini, dan mengundang beragam seniman kontemporer Australia, arsitek, dan desainer untuk berkontribusi dalam prototipe kayu, berbagai furnitur, objek, maupun sculpture. Wardle sendiri menampilkan kotak perhiasan full-size replikanya yang dibuat dengan kayu Spruce, yang menjadi bagian tur ekshibisi di Australia selama dua tahun ke depan. “Banyak grup hebat yang menghadiri acara tersebut, seniman, produsen furnitur, dan arsitek, termasuk Khai Liew dan m3architecture,” ungkap Wardle. Ia juga tertarik bagaimana proyek kecil dapat mewakili hal-hal yang lebih besar, contohnya sebuah rumah. “Bentuk yang terekstruksi telah menjadi daya tarik dalam pekerjaan kami selama bertahun-tahun, di mana container luar layaknya selubung yang berisi seluruh rancangan,” jelasnya. Rancangan ini mengungkapkan

masyarakat, furnitur, dan objek dengan variasi ruang progresif yang diatur melalui bentuk linear. “Semua itu merupakan jawaban yang menjelaskan kotak perhiasan kecil ini,” katanya. Untuk furnitur, ia telah menciptakan beragam kabinet, stool, meja makan, dan coffee table. “Meja makan menjadi bagian paling penting yang digunakan di rumah, dan mendesain sebuah meja makan bagi kami selalu menjadi kontribusi besar dalam karakter arsitektural di hunian,” ujarnya. Koleksi kursi individual merefleksikan kecintaan Wardle pada furnitur kayu Denmark sementara di kantor barunya di Collingwood, detail kayu terdapat di sekeliling ruang, termasuk lampu gantung dari kayu yang terdapat mulai dari ruang tengah hingga ruang meeting. “Ini merupakan sebuah renungan,” jelasnya. “Dan sebagian dari bendabenda ini memiliki kehidupan yang berjalan tidak lebih dari satu proyek.”

Annie Reid ialah penulis lepas di bidang desain yang berbasis di Melbourne.

JOHN WARDLE Siapa John Wardle Lahir Lahir dan sekolah di Melbourne, Australia Tinggal Tasmania PROFESI Mendirikan John Wardle Architects pada 1986 Background Bersama partnernya, Stefan Mee, praktik John Wardle Architect ialah proyek residensial serta komersial

johnwardlearchitects.com indesignlive.co.id


MIRA NAKASHIMA meneruskan desain warisan keluarga, yang mengikat kerajinan kayu sesungguhnya


pulseindesign 131

alam sebuah komunitas artisan di New Hope, Pennsylvania, terdapat sebuah kelompok kerja dan display cottages di mana pekerja dan anakanak George Nakashima meneruskan warisannya dalam menciptakan furnitur. Kayu-kayu ini berpindah dari satu cottage ke tempat lainnya untuk diubah oleh tangan-tangan dari masingmasing artisan—mulai bilah kayu hingga kursi ukir yang indah dengan desain orisinal George Nakashima. Duduk di kursi Nakashima terasa menyenangkan dan terlihat kerajinan tangan yang telah digubah di dalam bentuknya. Kursi Nakashima memberikan rasa nyaman saat duduk di dudukannya yang lembut serta bingkai kantilever dan sandarannya yang kokoh menyokong tubuh dengan baik. George Nakashima adalah seorang figur pionir Amerika pada abad 20 di bidang desain furnitur dan ia telah menginspirasi generasi pekerja kayu modern untuk mengombinasikan organik dengan rasional. Karyanya merepresentasikan tradisi Shaker namun dengan presisi arsitektural di dalam strukturnya. Saat masa kritis di era pascaperang, ia berbalik ke massa produksi dan materialisme untuk mendesain dan menciptakan karya dengan tangannya secara integral. Mira, putri George Nakashima, meneruskan ideal ayahnya. Dimentori sang ayah, ia memimpin George Nakashima Woodworkers untuk membuat produk-produk klasik Nakashima juga dari desainnya sendiri untuk membawa tradisi ayahnya. Saat berbicara mengenai bagaimana generasi kedua desainer-pencipta

D

TEKS Aya Maceda ALIH BAHASA ARISA IMANDARI

HALAMAN SEBELAH Lahir

di Spokane, Washington, pada 1905 dan besar di hutan Olympic Peninsula, George Nakashima menjadi pendorong desain furnitur Amerika di abad 20 ATAS Kini workshop Nakashima Woodworkers tersebar dengan produk-produk orisinal Nakashima KIRI ‘Conoid Cushion Chair’ yang didesain oleh George Nakashima memiliki desain ikonis dengan dudukan kantilever dari hanya dua kaki

indesignlive.co.id


132 pulseindesign

KANAN Gajales Night Stand BAWAH ATAS George

Nakashima dalam workshop PALING BAWAH Mira Nakashima KANAN BAWAH The Grass Seated Chair dari tahun 1940-an merupakan contoh awal dari studio Nakashima yang mengusung struktur dan kerajinan tangan

“ Masyarakat melemah jika kita kehilangan kapabilitas manual...” MIRA NAKASHIMA

MIRA NAKASHIMA Siapa Mira Nakashima Lahir Seattle, AS Tinggal New Hope, AS Profesi Creative Director, Nakashima Studio LATAR BeLAKANG Harvard University, Master pada jurusan Arsitektur, Waseda Universty, Tokyo

nakashimawoodworker.com

indesignlive.co.id

merevolusi dan menginovasi apa yang diwariskan kepadanya, Mira dengan lugas menegaskan posisinya di George Nakashima Woodworkers yang telah maju dalam bidang produksi desain kayu selama beberapa dekade, dan repertoar di perusahaan ini berkembang dengan mendorong teknik yang tepat. Mereka bekerja dengan tangan, terkoneksi dengan alam dan di antara batas tipis antara bekerja dan hidup. “Masyarakat melemah jika kita kehilangan kapabilitas manual kita,” jelas Mira yang bekerja dengan tujuan mencapai harmoni antara alam dan manusia. Banyak gudang kayu ekspansif pada properti yang dipenuhi kayu pilihan George Nakashima yang didapatnya dari hutan-hutan dekat rumahnya saat perkembangan kota suburban di abad pertengahan. Pada properti tersebut kayu-kayu itu menunggu diubah, dipilih secara selektif, diukir, dan kemungkinan akan dijadikan sebuah meja yang mengekspos perkembangan dan ketidaksempurnaan persambungan kayu dan saling menyeimbangkannya untuk menjadi perangkat yang membawa keseimbangan alam ke dalam hunian modern.

Aya Maceda ialah penulis lepas di bidang desain dan arsitektur.


133

ISSUES AND IDEAS AROUND DESIGN AND ARCHITECTURE 133

starchitect power?

indesignlive.co.id


searah jarum jam

Relax area, area juice bar, interior unit apartemen, area kolam renang, perpustakaan.


zoneindesign 135

Teks Asih Jenie FOTO Dok. Century PRoperties, Armani/Casa, Daniel Libeskind

Starchitect Power?

etika arsitek ternama dunia seolah berbondong-bondong mengerjakan proyek ambisius Cina, Century Properties, developer properti terkemuka asal Filipina, dengan pelan namun pasti, tengah menyelesaikan Century City, sebuah proyek kawasan paling ambisius di Makati City, jantung ekonomi megalopolitan Metro Manila. Area seluas 3,4 hektare ini terdiri dari delapan bangunan termasuk di antaranya lima hunian residensial premium, media tower, shopping mall, dan fasilitas hunian medis mutakhir. Dan Mei 2014 lalu, Century Properties menggelar acara groud-breaking gedung yang digadang-gadang menjadi crown jewel kawasan ini, sebuah tower mixeduse yang diberi nama Century Spire, yang juga akan menjadi markas utama perusahaan developer ini. Kumpulan menara milik developer tunggal yang terkonsentrasi di suatu area premium bukanlah suatu hal yang baru di negara berkembang. Seperti yang kita ketahui, Indonesia dan Filipina memiliki banyak sekali kesamaan, mulai dari kondisi geografis yang berupa negara kepulauan hingga keberagaman penduduknya. Saat saya diundang untuk menghadiri acara groundbreaking, para jurnalis internasional dibawa pelesir sekitar Metro Manila, di mana saya menyaksikan bangunanbangunan peninggalan rezim Marcos, yang secara kolektif sering digolongkan

K

ke kategori arsitektur “brutalisme” karena tipologinya yang memang, brutal. Berdasarkan cerita sang pemandu, bangunan-bangunan ini memang terbangun dengan asas “Asal Bapak Senang”, atau dalam kasus ini “Asal Ibu (Imelda) Senang”. Sebut saja contohnya gedung Pusat Kebudayaan Filipina (Cultral Center of the Philippines) yang konon dibangun di lahan reklamasi dalam waktu 77 hari untuk memenuhi jadwal pagelaran Miss Universe 1973 dan sang Ibu Negara senang angka cantik tersebut; atau gedung Manila Film Center yang sempat dirobohkan taifun (dan memakan korban jiwa) saat dibangun, namun jadwal tidak berubah, dikarenakan gedung harus terbangun untuk menjadi venue acara Festival Film Internasional Manila yang pertama di tahun 1982. Menurut sang pemandu gedung masih dicat saat hari H pembukaan festival, dan halaman gedung yang gersang sengaja disemprot cat hijau agar terlihat subur dari kejauhan. Seperti di Indonesia, arsitektur di Filipina sudah sedikit banyak berkembang, dan tengah getol-getolnya mencari jati diri. Namun memanfaatkan lokasinya yang dekat dengan Cina, Filipina pun membidik pasar internasional. Pasar internasionalnya pun unik; bukan semata warga negara asing, namun diaspora Filipina. “Ekspor terbesar Filipina adalah warga negaranya,” ujar Robbie Antonio, Managing Director Century Properties. “Saat mereka bekerja di luar negeri, mereka akan berinvestasi properti di sini. Karena kebanyakan berencana untuk pulang.” Terlepas dari skala proyek dan nilai properti yang kian premium, salah satu hal yang patut dipertimbangkan untuk dieksplorasi dari strategi Century Properties di Filipina adalah memanfaatkan brand name ternama dalam menjaring klien. Selain Singapura, Filipina boleh dibilang adalah negara Asia Tenggara yang paling rajin memasarkan desainnya (tentu saja kedua negara ini juga memiliki keuntungan dalam penguasaan bahasa Inggris). Dan belakangan ini Filipina semakin

populer antara lain akibat asosiasinya dengan desainer-desainer dan selebriti internasional. Nama-nama besar yang berkolaborasi dengan Century Properties boleh jadi tidak memiliki penggemar yang sama, namun semua nama ini dikenal secara universal— mulai dari Versace, Missoni, dan Starck, hingga Trump dan Hilton (ya, Paris). Alasan acara ground-breaking Century Spire diselenggarakan dengan akbar adalah karena dua alasan: Daniel Libeskind dan Giorgio Armani. Libeskind-lah yang terpilih untuk mendesain tower 60 lantai ini, sedangkan Armani lewat divisi desain interior Armani/Casa akan mendesain interior area publik dan menyediakan opsi interior untuk 500 unit hunian mewah di 35 lantai residensialnya. Keberhasilan Century Properties untuk menggandeng dua nama besar di perhelatan desain internasional ini adalah berkat kerja keras yang meliputi negosiasi alot dan pendekatan personal yang berlangsung selama hampir dua tahun. “Armani sangat berhati-hati dalam menjaga nama mereka. Mereka bertanya ‘Mengapa di Filipina? Mengapa sekarang? Mengapa bukan di Cina atau Hong Kong? Atau di tempat lain yang dengan perekonomian yang kuat atau negara yang sudah memiliki strategi dan budaya desain yang lebih dewasa?’”, cerita Antonio tentang negosiasi dengan Armani. “Saya meminta mereka untuk melihat dengan saksama pertumbuhan Filipina selama dua tahun sejak pertemuan pertama tersebut. Nyatanya pertumbuhan negara ini sangatlah luar biasa, dan kerja sama ini menjadi kenyataan,” lanjut pria yang rumah pribadinya di Manila didesain oleh Reem Koolhaas ini. Pendekatan dengan Daniel Libeskind dimulai ketika Antonio mengunjungi studio sang arsitek di New York tahun 2012. Kesediaan Libeskind untuk berkolaborasi dengan Century Properties sendiri memiliki alasan yang cukup puitis. “Saya menatap mata mereka, literally,” ujar Libeskind saat kami duduk mengobrol seusai acara ground-breaking. “Saya melihat kesamaan value dan saya percaya mereka sungguh berkomitmen, bukan indesignlive.co.id


136 Zoneindesign

atas Eksterior Century

Spire saat malam hari

indesignlive.ASIA

hanya dengan kepala namun juga dengan hati, untuk membuat Makati City dan Filipina menjadi lebih hebat.” Century Spire dijadwalkan selesai dibangun tahun 2018. Alih-alih diakhiri dengan bidang rooftop yang rata atau melancip di puncak, menara setinggi 245 meter ini “mekar” di langit. Volume bangunan dibagi menjadi tiga cabang dengan ketinggian yang berbeda di beberapa lantai teratas. Libeskind kemudian menambahkan volume keempat di antara tiga cabang tersebut, untuk area griya tawang dengan pemandangan yang spektakuler. “Orang-orang selalu berpikir bahwa tempat di mana mereka berada adalah pusat dunia, entah itu di Ohio, Milan, atau Shanghai. Tapi di mana sebenarnya pusat dunia ini? Saya pikir pusat dunia adalah di mana jiwa berada, bukan sebuah titik geografis tertentu. Maksud

yang ingin saya sampaikan adalah jangan terpaku pada letak geografis ini,” cerita Libeskind saat ditanya elemen Century Spire mana yang terinspirasi oleh budaya Filipina. “Pusat dunia adalah di mana hati berada, di mana terdapat hubungan dengan sesuatu yang jauh lebih besar daripada kita. Hubungan ini—kita sebut saja sebagai spirit arsitektur, spirit kebudayaan— sangatlah penting bagi saya. Sulit untuk berbicara tentang spirit dalam bidang ini, Anda akan dipandang dengan penuh curiga sebagai seorang pemimpi. Namun menurut saya, tanpa koneksi spiritual tersebut, kelokalan suatu tempat tidak akan tersampaikan. Maka saya selalu bermaksud menghubungkan manusia dengan spirit sebuat tempat.” “Menurut saya, ada dua cara untuk mempromosikan negara kita,” kata Antonio. “Pertama kita mempromosikan diri kita ke luar negeri, dan kedua, kita menarik talenta asing untuk berkarya di negeri kita, yang pada akhirnya akan menularkan kreativitas dan meminjamkan kredibilitas pada negara kita. Century City adalah jenis yang kedua. Dalam proses desain dan konstruksi pun, Armani/Casa dan Daniel bertukar pikiran dengan partner arsitek lokal,” jelasnya. Terlepas dari debat tentang eksistensi kearifan lokal dalam arsitektur kosmopolitan, tak dapat disangkal bahwa Libeskind telah menghadirkan daya tarik starchitect untuk Makati City dan Metro Manila lewat Century Spire. Dapat diprediksi pada 2018 nanti kita akan lebih sering mendengar nama Filipina disebut di kancah desain dan arsitektur dunia. Bagaimana dengan Indonesia? Negara kita telah lama menjadi sumber inspirasi dan komoditas natural, namun agaknya masih menakutkan untuk dijadikan ladang investasi. Beberapa nama besar, termasuk di antaranya Reem Koolhaas dan Tom Dixon, menyempatkan diri mendarat di tanah air untuk mencari prospek proyek, namun belum tersambut. Kini terserah generasi entrepreneur dan desainer muda untuk berdiplomasi lebih lanjut.

Asih Jenie adalah Deputy Managing Editor majalah Surface Southeast Asia yang berbasis di Singapura


137

sustainable practices indesign 137 SAHMRI

indesignlive.co.id


Sustaining scientists Sustainability bukan sekadar mereduksi jejak karbon


sustainindesign 139

Teks Steffen Lehmann Fotografi Hans Schlupp Alih bahasa Anindia Karlinda Arsitek woods bagot Lokasi adelaide | aus Proyek sahmri

delaide memiliki potensi menjadi laboratorium berkonsep living lab untuk kegiatan eksperimen di bidang bangunan dan tempat kerja yang ramah lingkungan. Terhitung sudah ada banyak contoh desain ramah lingkungan di pusat-pusat kota di Adelaide, salah satu yang terbaru adalah gedung SAHMRI. SAHMRI, atau South Australian Health and Medical Research Institute, adalah institusi penelitian unggul dan berdedikasi yang menampung lebih dari 600 penelitian dan staf pegawai dalam areanya yang berluaskan 25.000 m2. Eksterior bangunannya yang khas seketika memicu pertanyaan: apakah itu pesawat luar angkasa yang dikemudikan alien bersahabat, ataukah itu pohon pinus metalik, atau parutan keju raksasa? Eksterior bangunan tersebut nyatanya merupakan bagian dari desain ramah lingkungannya: fasade berkisi segitiga diagonal yang menyelimuti permukaan bangunan dan yang ramah terhadap sinar matahari, muatan panas, silau cahaya (glare), dan angin, dengan tetap mempertahankan pemandangan dan tampilan siang hari. Kerai-kerai peneduh cahaya matahari telah didesain dan diorientasikan untuk efisiensi cahaya dan panas yang optimal (serta mengurangi muatan panas dan silau), dengan variasi ukuran untuk menunjangnya. Selain itu, terdapat pula penutup dari dalam yang mengurangi silau cahaya matahari di kala musim panas. Massanya yang padat menjadi bermanfaat karena rasio pada area permukaannya jauh lebih rendah, terutama dibandingkan pada massa yang lebih terfragmentasi, atau pada set bangunan yang lebih kecil dan rendah (dengan massa yang sama). Keseluruhan pola pada permukaan bangunan membalut secara penuh bentuk objek bertingkat delapan yang tidak umum ini. Cangkang luar yang dipandang menarik selalu yang menyangkut pemahatan, permukaan, dan objek; akan tetapi pada utamanya, arsitektur adalah mengenai penciptaan ruang. Saya dengan senang hati melaporkan bahwa

A

bagian dalam bangunannya bahkan lebih menginspirasi. Justru pada kenyataannya, bangunan ini tidak menyingkap dirinya yang sesungguhnya sampai Anda berada di dalamnya, dimulai dengan dua atrium luas beratapkan kaca. Ruang-ruang yang inspirasional ini sudah selayaknya memberi energi kepada para penghuninya. Kantin yang berlokasi di dalam atrium juga menghadirkan ruang untuk kegiatan networking informal maupun untuk berbagi pengetahuan. Di dalam SAHMRI, peneliti-peneliti dari seluruh universitas di Australia Selatan akan bekerja di bawah atap yang sama, membina hubungan-hubungan baru, dan berkolaborasi dengan organisasi lain termasuk cSIRo dan laboratorium Eropa, Molecular Biology. SAHMRI akan menjadi institusi penelitian yang aktif menusuri kemungkinan-kemungkinan dalam mewujudkan hasil penelitian ke dalam perawatan pasien di beberapa area berbeda. Sejumlah keuntungan akan didapat dengan membawa ragam area penelitian ke dalam satu atap, termasuk membagi biaya teknologi yang mahal dan menciptakan sinergi dari saling berbagi pengetahuan, hasil penelitian dan teknik. Banyaknya ilmuwan SAHMRI yang bekerja dalam kelompok penelitian dengan anggota 10 hingga 15 orang menjadikan mereka ditempatkan pada work station di area terbuka untuk mendukung kolaborasi informal maupun insidental. Keramah-lingkungan SAHMRI dimulai dengan pembenahan area, akibat lokasi tanah yang dulunya dipakai untuk rel kereta api dan telah tercemari oleh diesel. Seperti yang kita ketahui, green buildings mewujudkan hasil yang positif pada lingkungan ketika didesain dan dioperasikan secara benar, mengingat bangunan-bangunan tersebut memanfaatkan air, energi, dan material secara lebih efisien dibandingkan bangunan lain pada umumnya. Seiring untuk menjaga kesehatan para penghuni, bangunan-bangunan ini juga dilengkapi tempat kerja yang nyaman, untuk indesignlive.co.id


mendorong mereka bekerja lebih produktif, kreatif, dan efisien. Hal serupa ditemukan pada bangunan inspirasional ini, di mana pekerja-pekerja kantor dan para peneliti dapat merasakan kesejahteraan mereka menjadi prioritas di dalam bangunan yang memfasilitasi produktivitas dan kolaborasi ini. SAHMRI menampilkan konsep ekologis ramah lingkungan yang tidak sebatas mengedepankan kenyamanan lingkungan bekerja di dalam. Konsep ini meminimalkan penggunaan energi dengan mengaplikasi pemanasan energi secara efisien, ventilasi dan sistem pendingin udara, dengan jumlah suplai udara luar ruangan yang tinggi (sesuatu yang masih tidak umum untuk laboratorium); masuknya udara segar didapat dari plaza gardens yang lebih dingin dan sub-labirin yang menyejukkan udara secara natural. Fitur-fitur lainnya mencakup pemanenan air hujan dan pemakaian ulang air olahan; dan sistem intelligent building yang terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi energi, mengatur silau cahaya (glare), dan menyediakan pengukuran real-time pada ukuran-ukuran operasional, seperti energi dan konsumsi air; sebagai contoh, tidak ada air minum yang digunakan di menara pendingin atau untuk pembilasan toilet. Berdasarkan perspektif para pengguna, keuntungan dari green buildings mencakup: ventilasi dan cahaya siang hari yang natural, dan kenyamanan dari panas termal. Meskipun ditemukan beberapa masalah dengan kebisingan suara pada “generasi pertama� (pre-green Star dan nABeRS) dari green buildings, desain-desain yang lebih terkini telah belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut. SAHMRI, sebagai contoh, memasang lantai berkarpet dan atap akustik untuk mewujudkan lingkungan yang relatif tenang untuk orang-orang yang berada di work station berdesain terbuka mereka. Menindaklanjuti analisa intensif lingkungan hidup dengan konsultan, Atelier 10, arsitek Woods Bagot menggunakan peralatan model parametrik untuk mengintegrasi ketentuan-ketentuan lingkungan, yang bersifat program dan formal, ke dalam desain fasade, selain memastikan bentuk bangunan mencapai orientasi solar yang sudah optimal melalui lempengan lantai berdesain pasif yang sesuai dengan rancangan dalam bangunan dan menyediakan cahaya siang hari secara maksimum, ketika dibutuhkan. Sebagai contoh,

HALAMAN SEBELUMNYA, KIRI Fasade berkisi

diagonal dan segitiga menjawab tantangan cahaya matahari, temperatur panas, silau cahaya (glare) dan angin

HALAMAN SEBELUMNYA, KANAN Pemandangan

salah satu atrium bercahayakan langit siang dari atas BAWAH Pemandangan aerial dari barat. Tandatanda panah mengindikasi ruang-ruang utama KANAN Kerai penahan sinar matahari diorentasikan untuk efisiensi suhu panas dan cahaya yang optimal

Tipologi laboratorium SAHMRI yang baru dan lebih bebas mendorong terciptanya kolaborasi dan keterbukaan... steffen lehmann


sustainindesign 141


sustainindesign 143

ruang bantu laboratorium yang tetutup berlokasi di sepanjang fasade barat untuk memberi pertahanan dari matahari siang pada musim panas yang ganas di Adelaide, dan membantu menyekat bangunan. Enzio Caroscio, Senior Associate di Woods Bagot, memaparkan bahwa arahan proyek “sangat memungkinkan kami mendobrak tipologi desain laboratorium, untuk mencoba menciptakan lingkungan baru yang lebih baik sebagai tempat bekerja para peneliti.” Thomas Masullo, pimpinan di Woods Bagot, menjelaskan bahwa “secara konvensional, komponen laboratorium berada di dalam ranah fasilitas penelitian, tetapi SAHMRI menetapkannya di dalam, dan mengizinkannya dibuka menjadi tempat kerja.” Tipologi laboratorium SAHMRI yang baru dan lebih bebas mendorong terciptanya kolaborasi dan keterbukaan—yang dicapai lewat penggunaan dinding kaca, tempat kerja open-plan, atrium dan jembatan yang terbuka—di mana keterikatan visual antara lantai dengan tangga spiral yang berinterkoneksi akan mendukung konektivitas. Bangunan ini juga memancarkan kesan keseluruhan institusi: di mana pun Anda berada di SAHMRI, Anda akan selalu bisa melihat setengah bagian dari lantainya. Thomas Masullo percaya bahwa “area kosong yang besar di dalam gedung, tangga penghubung, dan jembatannya, akan memberi kesempatan bagi orangorang untuk dapat bertemu satu sama lain dan bercakap-cakap, dan semua komponen ini mewujudkan sebuah pemukiman vertikal dan horizontal, di mana terdapat energi berkolaborasi yang besar.” Fasilitas-fasilitas di SAHMRI mengatur ruangan sesuai kegunaan dan fungsinya: tersedia sembilan modul laboratorium basah dan kering yang sangat fleskibel hingga pc2 standar, serta vivarium, cyclotron, dan area publik yang terkait. Woods Bagot bekerja secara dekat dengan laboratorium spesialis desain Research Facilities Design (Rfd) untuk menentukan kebutuhan saat ini akan peneliti yang bekerja di fasilitas. Strukturnya yang seluas 10,2 meter, mendukung efisiensi dan fleksibilitas, lewat kombinasi pengaturan formal, struktural, dan sosial pada ruang-ruang. Ketika saya bertemu dengan profesor Steve Wesselingh, Executive Director SAHMRI dan pemimpin tema penelitian Infection and Immunology, ia menguraikan mengapa menjadikan pengalaman pengguna semudah mungkin itu krusial di dalam fasilitas penelitian, “lingkungan tempat peneliti bekerja itu sebenarnya sangat penting. Kita membutuhkan lingkungan yang mendorong kreativitas, suatu lingkungan yang tidak harus dikhawatirkan para peneliti sehingga mereka dapat berfokus pada pekerjaan mereka sendiri. Maka dari itu, konektivitas ada ketika temperaturnya benar, cahayanya benar, dan sistemsistemnya benar.” Sejauh ini jumlah staf SAHMRI yang cuti sakit sudah berkurang dari biasanya, hal ini menunjukkan lingkungan kerja mereka sehat dan menginspirasi. Sebagai arsitek dan desainer, kita harus fokus pada bagaimana bangunan dan kota bekerja, bagaimana peran pengguna dalam gambaran luas, dan bagaimana sistem-sistem terintegrasi. Beberapa elemen terpenting dalam meraih kepuasan pengguna adalah menyangkut hal-hal yang “soft”, seperti citra bangunannya. Ini merupakan bagian integral dari proyek SAHMRI secara ia didesain untuk memancing kedatangan para peneliti kelas dunia. Dan

“ Kita membutuhkan lingkungan yang mendorong kreativitas, suatu lingkungan yang tidak harus dikhawatirkan para peneliti...” Steve Wessellingh

hal ini tengah berjalan, melihat banyaknya penelitipeneliti dari Eropa, Amerika Utara, dan Asia yang pindah untuk bekerja di satu-satunya fasilitas penelitian baru yang dibangun khusus untuk satu tujuan di Adelaide, yang tidak dapat ditemukan di tempat lainnya.

KIRI Bangunan berdesain

membuka untuk mempertemukan sejumlah section berbeda ATAS Interiornya didesain untuk mengedepankan kerja sama dan pertemuan informal

Steffen Lehmann adalah Professor Arsitektur di Curtin University, Perth, WA.

indesignlive.co.id


144

One last thing ARSITEK/ DESAINER March Studio dan Oculus Lokasi Grand Stair di Hotel Hotel, Canberra, Australia Kontak hotel-hotel.com.au

Hotel Hotel yang berlokasi di Canberra, Australia, mengusung sebuah konsep yang menjadikan seni sebagai titik berangkat dan tujuan desain. Nectar Efkarpidis selaku pendiri Hotel Hotel dan kurator Don Cameron memilih untuk mengaplikasikan pendekatan yang unik dan "berwarna" Australia pada ruang publik mereka, salah satunya dengan mencanangkan kolaborasi dengan 56 seniman, desainer, dan artisan. Berlokasi di gedung Nishi yang sudah terkenal untuk akomodasi kawasan residensial dan komersial, Hotel Hotel dirancang lewat kolabroasi Fender Kastalidis Architects dan arsitek lanskap Oculus dengan Don Cameron. Mengambil bentuk yang menyerupai buah nanas besar, kawasan hotel dan residensial menampilkan struktur geometris yang saling berpautan pada sisi eksterior bangunan, dengan bagian atrium dalam yang dipenuhi pakis Antarctica Dixonia dari hutan Tasmania. Satu fitur lainnya yang menjadi objek perhatian pengunjung hotel adalah grand stair, sebuah tangga besar yang menghubungkan kawasan komersial Nishi dengan Hotel Hotel. Didesain oleh March Studio lewat kolaborasinya dengan Oculus dan para artisan dan ahli kayu, tangga ini terdiri dari ribuan potongan-potongan kayu yang diselamatkan dari gedung Nishi, lapangan bola basket, dan rumah. Kemegahan dari "ledakan" serpihan kayu ini sesuai dengan destinasi perjalanan yang ditawarkannya. Pengunjung dapat mengakses tangga untuk mencapai lobi hotel, kawasan bar dan lounge, juga perpustakaan dan secret garden.

Fotografi courtesy to Lee Grant Teks Anindia Karlinda indesignlive.ASIA


Bollards optionally with LED or for conventional lamps, protection class IP 65, 1320 to 7400 lumen. In this innovative, shielded bollard, the light is directed by means of a cone-shaped reflector. The result is rotationally symmetrical, broad spread and uniform illumination. Regional Manager Asia Pacific · International Projects · André Ng 10 Raeburn Park #02-08 · Singapore 088702 · Phone +65 6692 8029 Fax +65 6692 8001 · andre.ng@bega.com · www.bega.com

Das gute Licht. For a welcoming reception.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Indesign indonesia #10/2015 by Sunthy Sunowo - Issuu