Skip to main content

FINAL EXAM BASIC DESIGN SASA-1-10

Page 1


Wardrobe

Untuk para pencinta fashion dan gaya hidup,

Paris tidak pernah berbicara dengan suara keras. Ia hadir lewat detail, siluet, dan sikap yang terasa effortless. Melalui edisi ini, Allure mengajak pembaca melihat gaya bukan sebagai tren semata, tetapi sebagai cara mengekspresikan karakter.

Terinspirasi dari pesona Parisian, setiap halaman disusun untuk menghadirkan referensi fashion, beauty, dan gaya hidup yang relevan dan berkelas. Dari fashion item ikonik hingga state of mind khas Paris, Allure hadir sebagai ruang eksplorasi gaya yang personal dan berani.

Nama “Allure” dipilih karena mencerminkan daya tarik yang tidak berlebihan, namun meninggalkan kesan yang kuat. Kami berupaya menyajikan majalah ini dengan tata visual yang rapi dan nyaman dibaca, agar setiap artikel dapat dinikmati secara menyeluruh.

Kami percaya bahwa gaya adalah proses yang terus berkembang. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangat kami apresiasi sebagai bagian dari perjalanan Allure ke depannya. Semoga majalah ini dapat menjadi sumber inspirasi dan menemani waktu luang Anda dengan konten yang bermakna.

Salam hangat,

Salsabila Ramadhani

Pemimpin Redaksi Allure Magazine

TABLE OF CONTENT

The Paris Effect

How Paris shapes style and presence

Inside Emily’s Iconic Wardrobe

A modern Parisian fashion fantasy

The French Formula

Effortless style, decoded

Parisian Accessories

Details that define the look

Paris Iconic Places: The Louvre

Where fashion meets history

The Baguette Bag

A timeless Parisian icon

Mary Jane Flats

Classic, feminine, forever chic

Parisian Beauty Secrets

Less effort, more impact

Parisian Hair Secrets

The art of looking undone

Chanel Rouge Allure 198

The power of a perfect red

Parisian Morning Ritual

Details that define the look

The Parisian State of Mind 4 6 8 9 10 12 13 14 15 16 17 18 19

Building a Parisian Capsule

Wardrobe

Curated pieces, effortless style

The Parisian State of Mind

THE PARIS EFFECT

How Paris Shapes Style, Confidence, and Identity

Ada sesuatu tentang Paris yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Bukan hanya kota yang indah, tetapi tempat yang membuat siapa pun merasa sedikit lebih berani untuk menjadi dirinya sendiri. Ada ritme yang pelan, angin yang lembut, dan suasana yang seolah memberi ruang untuk mencoba hal baru tanpa merasa berlebihan. “The Paris Effect” bukan hanya soal mode; itu tentang bagaimana sebuah kota bisa mengubah cara seseorang melangkah, melihat, dan merasakan hidup.

Seperti Emily, banyak orang yang merasa Paris memberi mereka versi diri yang lebih hidup. Kota ini mendorong keberanian kecil—mencoba warna yang tak pernah dipakai sebelumnya, berjalan lebih lambat dari biasanya, atau memulai hari dengan perasaan bahwa apa pun bisa terjadi. Paris mengajarkan bahwa gaya bukan sekadar penampilan, melainkan cerminan bagaimana seseorang menghargai keseharian.

Perubahan yang ditampilkan dalam Emily in Paris memberi gambaran jelas tentang bagaimana lingkungan baru dapat memengaruhi identitas.

Mulai dari langkah kecil seperti memesan croissant setiap pagi, hingga keputusan besar yang mengubah karier, semua proses itu menunjukkan bahwa Paris adalah tempat yang memberi ruang untuk berkembang.

Di kota ini, kepercayaan diri tidak datang dari pakaian mahal atau tren yang sedang populer. Ia hadir dari keyakinan bahwa setiap orang punya cerita, dan setiap cerita layak ditampilkan. Paris tidak memaksa; Paris mengajak. Mengajak untuk lebih lembut pada diri sendiri, lebih merayakan halhal kecil, dan lebih berani memasuki situasi baru.

Pada akhirnya, “The Paris Effect” adalah tentang transformasi yang pelan tetapi nyata. Tentang bagaimana sebuah kota memberikan keberanian untuk tumbuh, bukan menjadi orang lain, tetapi menjadi diri sendiri dengan cara yang lebih jujur.

“The magic of Paris isn’t about the city, it’s about the way it transforms you.”

INSIDE EMILY’S

ICONIC WARDROBE

Bold Colors, Playful Prints, and the Confidence They Bring

Gaya Emily Cooper mungkin tidak pernah masuk kategori “aman”. Namun justru di situlah daya tariknya. Warnawarna cerah, motif yang saling bertabrakan, serta aksesori yang selalu mencuri perhatian, semuanya membentuk identitas visual yang kuat. Lemari pakaian Emily bukan sekadar koleksi busana; itu adalah refleksi perjalanan pribadinya.

Setiap outfit terasa seperti sebuah pernyataan. Kemeja pink terang, coat bermotif bold, hingga tastas mini yang menjadi signature look-nya— setiap elemen dirancang

untuk menunjukkan keberanian yang sama dengan langkah Emily menelusuri jalanan Paris. Gaya ini tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga menginspirasi seseorang untuk melihat fashion sebagai ruang untuk bereksperimen.

Jika diperhatikan, lemari Emily memiliki pola tertentu: she loves statement pieces, she embraces texture, dan ia tidak takut menjadi pusat perhatian.

Statement coat menjadi salah satu unsur terkuat dalam gaya Emily—kadang full pattern, kadang warna solid yang menyala. Dress yang playful dipadukan dengan aksesori unik menciptakan kontras yang menyegarkan, sementara pilihan sepatu yang rapi membuat look-nya tetap terasa polished.

“benar”, tapi tentang merayakan keunikan diri sendiri.

Meskipun terlihat flamboyan, gaya Emily tetap berada dalam koridor chic. Ada keseimbangan antara keberanian dan kontrol, antara warna dan struktur. Dan mungkin itulah alasan mengapa “Emily’s Wardrobe” begitu mudah diingat: karena ia mengingatkan kita bahwa fashion adalah tentang kesenangan, kreativitas, dan keberanian mengekspresikan diri tanpa ragu.

Lebih dari itu, gaya Emily menunjukkan bahwa tampilan yang kuat tidak harus datang dari barang mahal atau aturan fashion yang kaku. Ia berani menggabungkan elemen unexpected— coat bermotif dengan tas mini warna kontras, atau dress feminin dengan boots edgy—dan tetap terlihat selaras. Inilah bentuk modern dari personal styling: bukan soal memainkan formula yang

Setiap outfit juga terasa seperti cerminan perkembangan karakter Emily. Ketika ia semakin percaya diri di Paris, pilihan busananya ikut berubah— lebih berani, lebih terarah, dan lebih menunjukkan siapa dirinya. Fashion, dalam konteks Emily, bukan hanya dekorasi visual, tetapi bahasa untuk menceritakan perjalanan emosional dan profesionalnya. Itulah yang membuat wardrobe-nya tidak hanya indah dipandang, tetapi juga penuh cerita.

Pada akhirnya, gaya Emily mengajarkan bahwa keberanian untuk tampil berbeda dapat menjadi kekuatan, bukan kelemahan. Fashion bukan sesuatu yang harus sempurna; fashion adalah ruang untuk bermain, bereksperimen, dan menemukan versi diri yang paling hidup.

“Fashion Emily bukan soal pakaian, tapi keberanian menjadi pusat

The French-Girl Formula:

Paris Selalu Terlihat ‘Put Together’

Ada sesuatu dari perempuan Paris yang terasa hampir tidak adil—bagaimana mereka bisa terlihat begitu menawan tanpa pernah tampak berusaha keras. Emily sering mengagumi gaya mereka, tapi tidak pernah benar-benar menirunya, karena “rumus” French-girl bukan soal kesempurnaan. Ini soal ketenangan, pilihan yang tepat, dan rasa percaya diri yang tidak berisik.

Inti dari gaya Paris adalah kesederhanaan yang terjaga. Mereka tidak mengejar outfit yang penuh warna atau motif mencolok. Sebaliknya, mereka memilih potongan yang bersih, siluet yang timeless, dan detail kecil yang membuat sebuah look terasa matang. Satu blazer rapi, jeans yang fit dengan baik, dan loafers klasik saja sudah cukup untuk menciptakan kesan effortless yang ikonik.

Rahasia lainnya ada pada keseimbangan. Jika sebuah outfit terasa terlalu “rapi”, mereka sengaja mengendurkannya—misalnya memilih rambut yang sedikit messy, atau mengganti heels dengan flat shoes. Ada seni dalam membuat sesuatu tampak alami, meski sebenarnya sangat diperhitungkan. Para Parisian tidak berusaha menjadi tren; mereka berusaha menjadi diri mereka sendiri.

Makeup pun mengikuti filosofi yang sama: ringan, natural, dan fokus pada fitur asli. Kulit bersih, blush lembut, dan bibir yang tegas tanpa berlebihan. Tidak ada contour ekstrem atau tampilan yang terlalu glossy. Hanya kesegaran alami yang terlihat effortless.

Namun pada akhirnya, yang membuat gaya Parisian begitu menarik bukan hanya pakaian mereka, melainkan sikap yang menyertainya. Sebuah ketenangan, kepercayaan diri, dan keberanian halus yang membuat outfit paling sederhana pun terasa istimewa.

Tidak heran banyak orang pulang dari Paris dengan keinginan untuk membawa pulang sedikit pesonanya. Di dunia yang semakin terobsesi dengan “lebih”, perempuan Paris mengingatkan kita bahwa kadang, lebih sedikit justru terlihat paling indah.

Parisian Accessories

Parisian accessories selalu dikenal karena kemampuannya mengubah outfit sederhana menjadi tampilan yang penuh karakter. Kuncinya bukan pada banyaknya aksesori, tetapi pada pemilihan item yang tepat—yang kecil, elegan, dan mampu memberikan sentuhan akhir yang terlihat effortless namun tetap berkesan.

Salah satu ciri khas gaya Parisian adalah penggunaan tas kecil yang structured. Tas model ini selalu hadir dalam bentuk yang tegas, ukuran compact, dan warna-warna klasik yang mudah dipadukan. Ia tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap, tetapi juga sebagai statement halus yang membuat keseluruhan tampilan terlihat rapi dan terkurasi

. Selain tas, scarf adalah aksesori yang sangat identik dengan gaya Paris. Teksturnya lembut dan motifnya timeless, dapat dipakai di berbagai cara—di leher, sebagai bandana, hingga diikatkan pada pegangan tas. Scarf memberi elemen warna yang hidup tanpa mengganggu estetika minimalis yang ingin dipertahankan.

Kacamata hitam juga menjadi bagian penting dari gaya Parisian. Model cat-eye atau frame tipis klasik bisa membuat tampilan sederhana terlihat lebih polished dan memberi kesan percaya diri yang khas.

Perhiasan Parisian pun cenderung simple namun tetap berkesan. Anting gold hoops kecil, cincin tipis, atau kalung minimalis memberi kilau lembut tanpa membuat look terasa berlebihan.

Pada akhirnya, rahasia Parisian accessories ada pada keseimbangan antara kesederhanaan dan detail yang terpilih dengan cermat. Elemen kecil inilah yang membuat gaya Parisian terasa elegan, effortless, dan selalu relevan.

“Parisian style selalu dimulai dari detail.”

PARIS ICONIC PLACES, THE LOUVRE:

Where Arts Meet Fashion

Di Paris, ada tempat yang bukan hanya menjadi rumah bagi karya seni legendaris, tetapi juga panggung bagi fashion, fotografi, dan visual storytelling. Tempat itu adalah Musée du Louvre—ikon yang selalu berhasil memadukan sejarah, estetika, dan modernitas dalam satu ruang yang memukau. Bagi fashion lovers, Louvre bukan sekadar museum; ia adalah simbol gaya hidup Parisian yang elegan dan tak lekang waktu.

Piramida kaca yang berdiri megah di tengah courtyard menjadi magnet bagi para fotografer, model, hingga influencer yang ingin menangkap esensi Paris dalam satu frame. Permainan cahaya pada kaca bening, kontras antara arsitektur klasik dan struktur modern, serta atmosfer kota yang mengalir di sekelilingnya menjadikan Louvre sebagai latar foto yang sempurna. Tak ada tempat lain di Paris yang memberikan hasil foto seikonik ini hanya dengan berjalan beberapa langkah.

Di dunia fashion, Louvre telah menjadi lokasi pilihan untuk editorial bergengsi, kampanye brand besar, hingga adegan-adegan sinematik yang menampilkan keanggunan Paris. Banyak desainer menjadikan bangunan ini sebagai simbol estetika Parisian: sophisticated, timeless, dan penuh karakter. Tidak heran jika tokoh seperti Emily Cooper—yang hidupnya dipenuhi eksplorasi gaya—selalu merasa Louvre adalah tempat yang “tepat” untuk merayakan kecintaannya pada fashion dan seni.

Namun daya tarik Louvre tidak berhenti pada arsitektur dan sejarahnya. Tempat ini memiliki energi yang membuat siapa pun merasa lebih stylish begitu melangkah ke areanya. Orangorang datang ke sini bukan hanya untuk melihat Mona Lisa atau patung Venus de Milo, tetapi juga untuk menikmati suasana: kerumunan dengan gaya masing-masing, fashion street style yang spontan, serta kombinasi outfit yang tak sengaja

menjadi inspirasi bagi orang lain. Louvre adalah runway terbuka yang tidak membutuhkan undangan resmi.

Bagi para fashion enthusiasts, Louvre menawarkan pengalaman yang lebih personal. Duduk di tepi piramida sambil menikmati angin Paris, mengamati gaya turis dari berbagai negara, atau hanya meresapi keindahan bangunannya sudah cukup untuk menyalakan inspirasi. Tempat ini membuat kita merasakan bahwa fashion bukan sekadar pakaian, tetapi cara melihat dunia dengan mata yang lebih artistik.

Pada akhirnya, Louvre menjadi ikon bukan hanya karena koleksi seninya, tetapi karena ia mewakili hubungan erat antara kecantikan, kreativitas, dan ekspresi diri. Di sini, seni klasik bertemu fashion modern. Di sini pula, setiap orang—tanpa memandang latar belakang—bisa merasa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dan lebih indah.

Dan mungkin itulah alasan mengapa Louvre selalu menjadi salah satu lokasi paling memorable di Paris: karena ia mengingatkan kita bahwa gaya, seperti seni, hidup dalam keberanian mengekspresikan diri.

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook