POR TFO LIO
Architecture Undergraduate
ROBIN SURYA PRATAMA University of Tarumanagara
ROBIN SURYA PRATAMA Undergraduate Student at University of Tarumanagara
Robinpratama2000@gmail.com +62 881 0262 10005 Jakarta, Indonesia Studi saya di jurusan arsitektur diawali dengan beberapa pertanyaan seperti “Apa itu ruang? Apa tujuan dibentuknya ruang? dan bagaimana kita merespon terhadap ruang?� Setelah menentukan arah haluan, saya mulai mengeksplorasi luasnya cakupan bidang ilmu ini. Berikut merupakan hasil tugas dan pencapaian saya selama 2 tahun terakhir (2018/2019).
EXPLO RING ARCHI TECTURE
Assignment
Patternity Pada proyek ini saya mengeksplorasi kemungkinan - kemungkinan pembetukkan ruang serta kaidah - kaidah pembetukkannya, seperti memiliki batas - batas ruang yang tegas maupun fleksibel, memiliki selubung, serta dapat menaungi aktivitas di dalamnya. Solid-Void Konsep perancangan didasari bahwa cara berpikir manusia terikat dengan pola, sehingga manusia cenderung memahami sesuatu melalui pola. Berdasar pemahaman ini pembentukkan ruang dalam proyek ini terbentuk dengan sistem modular.
Cuboid Salah satu ekspresi ruang yang saya bentuk, tersusun oleh modul - modul kubus dengan volume 3cmÂł, 6cmÂł, dan 9cmÂł, dan direkatkan dengan lem tembak. Modul terbagi menjadi 2 jenis, yakni solid yang terbentuk oleh rangka kayu balsa dan void yang terbentuk oleh origami karton.
Spherical Ekspresi pembentukkan ruang lainnya, tersusun oleh modul - modul lembaran karton berukuran 9x5cm, yang digunting bagian - bagian ujungnya sebagai pengait satu - sama lain dengan sistem cut and slide.
Assignment
Tango & Wiring Pada proyek kedua, saya belajar bahwa metode pendekatan yang dapat digunakan saat mendesain dapat berasal dari banyak hal, menciptakan kemungkinan yang luas dan tidak terbatas. Berikut merupakan proses berpikir saya.
Abstraction of Design Konsep perancangan didasari dari esensi hal - hal yang ada seperti wiring diagram dan bentuk pergerakan tubuh penari. Diagram dan bentuk ini lebih lanjut diambil esensinya yang terkait dengan arsitektur untuk menjadi dasar perancangan.
Tango Shape Mass Bentuk massa bangunan didasari oleh bentuk lekuk tubuh penari tarian Tango. Penyederahanaan lebih lanjut diterapkan melalui kompleksitas bentuk yang ada hingga terbentuk massa bangunan.
Imaginary Site Wiring diagram digunakan sebagai dasar pembentukkan tapak. Setelah menentukan batas tapak, garis-garis diagram diolah sebagai topografi dan aksis dalam bentuk lipatan naik dan turun.
Assignment
Ruas Bambu Co-Living • Jakarta
Ruas Bambu mengangkat konsep hunian bersama yang mengintegrasikan lingkungan tempat tinggal dengan rumah, tujuannya adalah mendorong interaksi antara penghuni dan masyarakat lingkungan serta mewadahi interaksi sosial tersebut. Hal ini diwujudkan dalam bentuk hunian yang berdekatan, aksesibilitas yang fleksibel dan ramah bagi penghuni dan masyarakat disekitar lingkungan,
Site Context Lokasi: Jl. Tanjung Duren Utara, Kec. Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Luas: 525m²
Kedatangan para pendatang membawa keragaman umur, latar belakang kepentingan, serta kebutuhannya masing - masing dalam lingkungan. Namun keberagaman ini tidak terjalin dengan baik, seperti antara penduduk lama yang sudah berusia tua dengan penduduk baru seperti pelajar yang ngekost. Keberadaan taman Apel sendiri berperan penting dalam menyatukan keragaman diantara masyarakat, harapannya bangunan hunian bersama disekitar taman Apel, dapat memanfaatkan keberadaan taman Apel, dengan membangun area - area komunal, sehingga tercipta kegiatan - kegiatan di lingkungan yang dapat menjalin hubungan antar penduduk.
Jl. Tanjung Duren Utara IV
Berada di wilayah metropolitan Grogol, perumahan di Tanjung Duren menarik pendatang untuk memenuhi kebutuhan bekerja, belajar dan tinggal. Beberapa perumahan di Tanjung Duren sendiri sudah beralih fungsi dari hunian privat menjadi hunian bersama demi memenuhi kebutuhan tempat tinggal para pendatang. Dengan beralihnya generasi kepemilikkan, kedepannya perumahan di Tanjung Duren, diperkirakan akan ikut beralih fungsi juga menjadi hunian bersama.
Jl. Taman Apel VIII
Taman Apel
Jl. Taman Apel VII
Jl. Tanjung Duren Utara IIIE
Jl. Tanjun Duren Utara IIID
Hunian Bersama Area Tapak Ruko
Tubular Dwelling Dengan latar belakang pendatang yang umumnya memiliki keterbatasan ekonomi, bentuk hunian diarahkan ke tipe studio, yang kompak dan memenuhi kebutuhan dasar. Tipe ini lebih lanjut dibagi menjadi 2 tipe sesuai kebutuhan penghuni. Bangunan terdepan tapak difungsikan untuk kebutuhan komunal publik, seperti sanggar terbuka dan micro library.
Tipe 1 Kamar
Tipe 2 Kamar
Bambu Bentuk keseluruhan bangunan merupakan analogi dari tanaman Bambu. Bambu dengan tipe sympodial, umumnya memiliki perakaran yang sama dan tumbuh berdekatan, layaknya bambu, hunian Ruas Bambu ingin mendekatkan masyarakat baik secara interaksi dan aktivitas, agar hubungan sosial penghuni dan masyarakat lingkungan dapat bertumbuh secara harmonis.
Joint Kolom & Balok Baja Struktur yang digunakan dalam bangunan berbentuk tabung, dengan empat tumpuan kolom dan balok melingkar sebagai ring pengikat. Untuk itu digunakan kolom CFST (Concrete Filled Steel Tube)
Joint Second Skin Bambu Bambu digunakan sebagai material fasad utama, sistem penyambungannya sendiri direncanakan untuk meminimalisir proses pekerjaan, yakni dengan cara, sambungan berbentuk kait
untuk menghubungkan balok melingkar, serta plat baja tambahan untuk menambah kuat tahan momen pada sambungan.
disisipkan ke dalam untuk mengikat bambu pada dinding bangunan, Sambungan dipasang sepanjang bambu di setiap ruasnya.
Competition nominee
Pluit Mas Gate Komplek Pluit Mas merupakan sebuah hunian privat di Pluit, Jakarta Utara. Keadaan gerbang Komplek Pluit Mas yang sederhana dirasa belum merepresentasikan komplek, sehingga desain ini diharap dapat menjawab permasalahan yang dihadapi serta menjadi wajah baru komplek Pluit Mas.
J a l a n
T o l
I n n e r
R i n g
R o a d
Halte Busway
Jl. Jembatan 3 Raya
Jl. Pluit Mas Raya
View Entry Komplek Pluit Mas dari Jl. Jembatan 3 Raya, Gerbang Komplek tertutup bangunan di sepanjang tepian jalan.
View Entry Komplek Pluit Mas, Gerbang Komplek menjorok kedalam serta penanda komplek terlalu kecil untuk terlihat dari jauh.
A Journey Journey dalam bahasa memiliki arti perjalanan, merupakan konsep yang diusung.
Perforated Steel
Gerbang ini didesain untuk memberikan pengalaman dalam setiap perjalanan pulang dan pergi, berpindah / bertransisi, bagi mereka yang melewati gerbang ini.
Reinforced Concrete
ACP - Bronze Color
Menegaskan batasan dan wilayah antara rumah dan dunia luar, menjadi bentuk sambutan bagi mereka yang pulang setelah lelah dan penat bekerja.
Polycarbonat Panel
A Tunnel Jl. Pluit Mas Raya dimanfaatkan untuk membentuk ruang transisi. Hal ini dilakukan dengan membagun rangkaian selubung mengikuti jalur masuk komplek.
Dibentuk bidang tangkap, menarik perhatian serta memperkuat representasi komplek.
Hollow Steel Frame
WF Steel Column
Rangkain kanopi memben- Peletakkan ruang kantor tuk selubung ruang transisi keamanan & utilitas. sekaligus menjadi atap pos.
Pembatasan jalur sekunder dengan gerbang serta peletakkan pos kartu pada jalur utama.