


Pendidikan Geografi
Universitas Negeri Malang
![]()



Pendidikan Geografi
Universitas Negeri Malang
MASYARAKAT TANGGAP MITIGASI

Risa Yulia Nurhasanah Risa Yulia Nurhasanah
S1 Pendidikan Geografi
S1 Pendidikan Geografi
Universitas Negeri Malang
Universitas Negeri Malang 22025 025



DAFTAR ISI
PETUNJUK PENGGUNAAN
GAMBARAN UMUM
DAERAH ALIRAN SUNGAI MALANG
DAMPAK BENCANA 02 04 05
PENYEBAB BENCANA BANJIR
JENIS-JENIS BANJIR
HALO, SAHABAT SIAGA
MENGENAL BENCANA BANJIR
PETA KERAWANAN
UPAYA MITIGASI DAN ADAPTASI



PROFIL LEMBAGA PENANGGULANGAN BENCANA
KESIMPULAN
KEARIFAN LOKAL
BIOGRAFI PENULIS QUIZ TIIME!
KAMUS - ISTILAH



Universitas Negeri Malang
Untuk memudahkan memahami penggunaan E-Magazine ini, perhatikan petunjuk berikut:


Klik tombol ini untuk membaca versi lengkap eMagazine langsung di website Issuu
Klik ikon grid untuk melihat preview seluruh halaman majalah. Memudahkan Anda memilih halaman yang ingin dibuka.
Klik dua kali pada halaman atau gunakan scroll mouse untuk memperbesar tampilan agar teks atau gambar lebih jelas.
Gunakan ikon kaca pembesar di bagian atas untuk melakukan pencarian kata atau frasa tertentu dalam eMagazine
Klik ikon share untuk membagikan E-Magazine melalui media sosial atau salin tautannya
Gunakan fitur ini untuk menyimpan majalah ke koleksi pribadi Anda. Anda bisa membuat Stack berdasarkan topik tertentu
Klik ikon Like untuk menyukai E-Magazine. Ini akan membantu pembuat konten mengetahui bahwa Anda mengapresiasi karya mereka
Klik ikon [ ] Fullscreen di pojok bawah kanan untuk memperbesar tampilan dan membaca lebih nyaman.
Gunakan panah < kanan > kiri pada sisi layar untuk berpindah halaman



Halo, Sahabat Siaga!
Gimana kabar kalian semua? Semoga baik-baik aja ya. Kali ini, kita mau ngobrolin tentang mitigasi dan adaptasi bencana banjir di Kabupaten Malang. Tau gak, banjir itu bisa jadi masalah serius, lho. Tapi jangan khawatir, kita bisa kok ngatasin masalah ini bareng-bareng.
Di majalah ini, kita bakal bahas berbagai hal tentang banjir, mulai dari penyebabnya, dampaknya, sampai cara-cara untuk mencegah dan menghadapinya. Kita juga bakal ngasih tipstips buat kalian yang mau ikut berpartisipasi dalam mitigasi dan adaptasi bencana banjir.
Jadi, siap untuk belajar dan beraksi bareng? Yuk, baca majalah ini sampai habis!
Salam, Hormat Redaksi! Universitas




Universitas Negeri Malang
Kabupaten Malang adalah salah satu Kabupaten di Indonesia yang terletak di Provinsi Jawa Timur dan merupakan Kabupaten kedua yang terluas wilayahnya setelah Kabupaten Banyuwangi dari 38 kabupaten/kota yang ada di Jawa Timur. Hal ini didukung dengan luas wilayahnya 3.534,86 km² atau sama dengan 353.486 ha dan jumlah penduduknya 2.446.218 jiwa (tahun 2010).
Kabupaten Malang terletak pada 112°17 ` 10,90“ sampai 112°57 ` 00“ Bujur Timur, 7°44 ` 55,11“ sampai 8°26 ` 35,45“ Lintang Selatan. Secara administratif, Kabupaten Malang terbagi menjadi 33 kecamatan, yang dibagi lagi menjadi sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Kepanjen.
Universitas Negeri Malang




Kabupaten Malang merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki bentang alam yang sangat beragam, mulai dari pegunungan, perbukitan, hingga dataran rendah. Kondisi geografis ini membuat wilayah Malang dialiri oleh berbagai Daerah Aliran Sungai (DAS), yang memainkan peran penting dalam kehidupan masyarakat, baik dari segi pertanian, air bersih, hingga mitigasi bencana.
Berikut adalah beberapa sungai utama yang mengaliri wilayah ini:
1.Sungai Brantas : Sungai terbesar di Jawa Timur dengan panjang sekitar 320 km. Sungai ini berhulu di Desa Sumber Brantas, Kota Batu, dan mengalir melewati Kabupaten Malang.
2.Sungai Metro : Anak sungai Brantas yang memiliki panjang 42 km dan telah dimanfaatkan sejak zaman kerajaan.
3.Sungai Konto: Mengalir dari Pegunungan ArgoawayangAnjasmoro hingga bermuara di Sungai Brantas. Sungai ini juga dibendung di Waduk Selorejo.
4.Sungai Lahor : Sungai ini memiliki panjang 17 km dan menjadi bagian dari sistem bendungan Lahor yang mengalir ke Waduk Sutami.
5.Sungai Lesti : Bermata air di lereng Gunung Semeru dan memiliki panjang 46 km. Sungai ini termasuk dalam DAS Brantas.




Universitas Negeri Malang
Banjir merupakan genangan air yang merendam suatu wilayah atau daratan karena volume air yang meningkat. Peristiwa ini biasanya terjadi karena tingginya curah hujan yang mengakibatkan meluapnya air dari sistem drainase yang ada ataupun kurangnya kemampuan tanah dalam menyerap air yang berlebih. Walaupun begitu, banjir ini juga dapat terjadi karena ulah manusia, seperti alih fungsi lahan, penggundulan hutan, membuang sampah di sungai, hingga mendirikan hunian di bantaran sungai. Meskipun banjir merupakan bencana yang bersifat lokal, tetapi bencana ini dapat meluas dan melumpuhkan kehidupan masyarakat (Yanuarto., dkk, 2019).
Menurut penelitian, banjir yang terjadi di Kabupaten Malang dipicu oleh kombinasi faktor alami dan antropogenik (buatan manusia), seperti intensitas curah hujan yang tinggi, penurunan daya dukung lingkungan, dan tata kelola wilayah yang belum optimal.
PENYEBAB BENCANA BANJIR

Universitas Negeri Malang



Apa penyebab bencana banjir?
Menurut Kodoatie dan Sugiyanto (2002), faktor penyebab banjir dapat di golongkan menjadi dua, yaitu banjir yang bersifat alami dan banjir yang disebabkan oleh aktivitas manusia.
Banjir alami disebabkan oleh berbagai faktor seperti curah hujan, karakteristik wilayah, proses erosi dan sedimentasi, kapasitas sungai, drainase, serta pengaruh pasang air laut.
Di sisi lain, banjir buatan terjadi akibat ulah manusia yang mengubah lingkungan, seperti perubahan pada Daerah Aliran Sungai (DAS), pembangunan pemukiman di sekitar aliran sungai, rusaknya sistem drainase, rusaknya infrastruktur pengendali banjir, degradasi hutan (vegetasi alami), dan perencanaan yang tidak tepat dalam pengelolaan banjir.
Apa saja penyebab banjir di Kabupaten
Malang?
Curah Hujan Tinggi
Alih Fungsi Lahan
Sungai yang Meluap
Minimnya Infrastruktur Penahan Banjir



Banjir di Indonesia terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

Sumber: www.google.com
Banjir bandang jenis banjir yang muncul secara mendadak dengan volume air yang sangat besar. Ini terjadi karena ada sesuatu yang menghalangi atau menyumbat aliran sungai, sehingga air menumpuk lalu tiba-tiba menerjang dengan deras
Banjir luapan sungai terjadi ketika air sungai meluap dan keluar dari tepiannya. Hal ini biasanya disebabkan oleh hujan yang sangat deras, yang meningkatkan volume air di sungai.

Sumber: www.google.com
Banjir akibat hujan ekstrem terjadi ketika hujan turun dengan sangat deras, sehingga tanah tidak bisa menyerap atau menahan air dengan baik.

Sumber: www.google.com
Universitas Negeri Malang




Sumber: www.google.com
Banjir rob adalah banjir yang terjadi akibat naiknya permukaan air laut, yang dapat mempengaruhi daerah di sekitar pantai, sehingga air laut masuk dan menggenangi daratan di sekitarnya.
Banjir ini sering terjadi di daerah yang berada dekat dengan hulu
sungai. Penyebab utamanya adalah volume air yang meningkat secara drastis, sehingga alirannya menjadi
sangat deras dan dapat merusak lingkungan sekitarnya.

Sumber: www.google.com

Sumber: www.google.com
Banjir lumpur mirip dengan banjir bandang, tetapi berasal dari dalam bumi dan mengalir ke daratan. Banjir ini mengandung zat dan gas berbahaya yang dapat mempengaruhi kesehatan makhluk hidup di sekitarnya.



Universitas Negeri Malang




Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Malang
Sebagian besar desa/kelurahan yang terdampak banjir berada di wilayah Kabupaten Malang, yaitu sebesar 50%. Dua kecamatan yang paling sering mengalami banjir adalah Pakis dan Tirtoyudo, masing-masing sebesar 8%.
Sementara itu, beberapa kecamatan lain seperti Ampelgading, Kepanjen, dan
Singosari juga terdampak, meskipun dalam persentase yang lebih kecil.
Data ini menunjukkan bahwa banjir masih menjadi bencana yang perlu diwaspadai di berbagai wilayah Malang.
Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa banjir merupakan ancaman nyata di banyak wilayah di Kabupaten Malang, baik di dataran rendah maupun perbukitan. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan upaya mitigasi agar dampak banjir dapat diminimalkan.




Sumber: Data olahan pribadi tahun 2025
Sebaran kerawanan banjir di Kabupaten Malang berkaitan erat dengan letak geografis dan aliran sungai. Wilayah selatan dan timur, yang didominasi dataran rendah dan aliran sungai besar, memiliki kerawanan banjir tinggi. Sementara wilayah utara dan tengah yang berupa dataran tinggi lebih aman dari risiko banjir.




MITIGASI BENCANA
a. Memperbaiki sistem drainase untuk memastikan air hujan dapat mengalir dengan lancar,
b. pembangunan tanggul untuk menghindari banjir,
c. penghijauan (reboisasi) daerah hulu, tengah, dan hilir sungai,
d. pembangunan sistem peringatan dan pemantauan,
e. sepanjang bantaran sungai tidak dijadikan lahan pembangunan, dan
f. pembersihan sampah dan pengerukan endapan sungai dilakukan secara berkala.
Adaptasi Aktif
Adaptasi Pasif
Adaptasi Sosial
Adaptasi Ekonomi
Adaptasi Budaya




Sumber: www.google.com
Masyarakat lokal di Indonesia memanfaatkan kearifan lokal dalam kesiapsiagaan bencana dengan berbagai cara yang berakar pada tradisi dan pengetahuan setempat. Kearifan lokal dalam menghadapi bencana banjir di Kabupaten Malang menunjukkan bagaimana masyarakat beradaptasi dengan lingkungan yang sering mengalami bencana.
Salah satu contohnya di daerah Sitiarjo seperti penduduk setempat memiliki tradisi membangun rumah panggung yang membantu melindungi mereka dari genangan air saat banjir. Selain itu, mereka juga saling bahumembahu dalam kegiatan gotong royong untuk membersihkan saluran air dan memperbaiki kerusakan setelah bencana. Semua ini menunjukkan bahwa kearifan lokal bukan hanya sekadar cara untuk mengatasi bencana, tetapi juga merupakan bagian penting dari identitas budaya masyarakat Sitiarjo.



Rumah Panggung
adalah jenis rumah yang dibangun tidak langsung di atas tanah, melainkan diangkat tinggi menggunakan tiangtiang sebagai penopang. Tujuan utamanya dibangun seperti itu adalah supaya rumahnya aman dari genangan air atau banjir.
Lamban Langgakh adalah nama sebuah tradisi (kebiasaan) yang ada di daerah Lampung. Tradisi ini adalah kegiatan membuat atau membersihkan saluransaluran air (seperti parit) supaya air hujan bisa mengalir dengan lancar.
Pengelolaan Sumber Daya Alam yaitu praktik menjaga hutan dan vegetasi untuk mencegah erosi dan memperlambat aliran air.





Suku Baduy adalah kelompok masyarakat adat yang tinggal di wilayah Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Mereka dikenal sebagai masyarakat yang masih memegang teguh adat istiadat dan menolak modernisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Suku Baduy terbagi menjadi dua kelompok utama, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar. Baduy Dalam lebih ketat dalam menjalankan adat, sementara Baduy Luar memiliki sedikit lebih banyak interaksi dengan dunia luar
Pikukuh Karuhun adalah aturan leluhur yang dijalankan masyarakat Baduy. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka menjunjung tinggi kesederhanaan, keharmonisan, serta penghormatan terhadap sesama, sementara dalam menjaga alam, mereka menolak penggunaan teknologi modern yang berpotensi merusak lingkungan, seperti kendaraan bermotor dan listrik.
Kepercayaan spiritual mereka berpusat pada Sanghyang Keresa, dengan berbagai ritual adat untuk menjaga keseimbangan alam, sehingga nilai-nilai Pikukuh Karuhun terus diwariskan turun-temurun dan menjadi identitas kuat bagi masyarakat Baduy dalam mempertahankan budaya serta tradisi.
Universitas Negeri Malang




Repong Damar merupakan sistem agroforestri yang diterapkan di Lampung, di mana masyarakat menjaga kelestarian pohon damar dan menanam tanaman lain untuk meningkatkan hasil panen. Praktik ini berfungsi sebagai zona penyangga yang membantu mengatur aliran air dan mencegah banjir
Pengklasifikasian Hutan masyarakat
Baduy membagi hutan menjadi tiga kategori; hutan larangan, hutan dungusan, dan hutan garapan. Pembagian ini membantu dalam pengelolaan sumber daya alam dan menjaga kelestarian lingkungan.
Tatali Paranti yaitu norma dan pengetahuan pertanian yang diterapkan oleh masyarakat
Kasepuhan, di mana mereka menjaga vegetasi di lahan pertanian untuk mencegah longsor. Metode ini memastikan bahwa lahan tetap stabil dan tidak mengalami kerusakan.





Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) –Lembaga pemerintah non-kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. BNPB berperan dalam koordinasi penanggulangan bencana, mulai dari pencegahan hingga rehabilitasi.

Sumber: www google com


Sumber: www google com

Sumber: www google com
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) - Beroperasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, BPBD membantu BNPB dalam melaksanakan penanggulangan bencana, serta mengorganisir kegiatan di daerah
Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS)aga ini fokus pada pencarian dan pertolongan n bencana, serta bertanggung jawab atas evakuasi ukungan logistik dalam operasi penyelamatan.



Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) - BMKG memantau kondisi cuaca dan geofisika, memberikan informasi dan peringatan dini terkait bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami.

Sumber: www google com

Sumber: www google com
Palang Merah Indonesia (PMI) - PMI berperan dalam memberikan bantuan kemanusiaan, termasuk dukungan medis dan psikososial kepada korban bencana, serta melaksanakan program pengurangan risiko bencana.
PVMBG
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi
Bencana Geologi (PVMBG) – Berada di bawah Kementerian ESDM, bertugas memantau aktivitas gunung berapi dan mitigasi bencana geologi

Sumber: www.google.com



Universitas Negeri Malang
E-magazine ini menyajikan informasi yang komprehensif mengenai bencana banjir, khususnya di Kabupaten Malang. Banjir merupakan ancaman serius yang disebabkan oleh kombinasi faktor alam, seperti curah hujan yang tinggi dan kondisi geografis, serta faktor antropogenik, seperti alih fungsi lahan, penggundulan hutan, dan sistem drainase yang tidak memadai. Dampaknya meliputi kerugian fisik dan ekonomi, kerusakan lingkungan, hingga terganggunya kehidupan masyarakat.
Kabupaten Malang memiliki banyak daerah aliran sungai yang rawan banjir. Sebaran banjir paling tinggi terdapat di wilayah selatan dan timur yang didominasi oleh dataran rendah. Oleh karena itu, upaya mitigasi seperti perbaikan sistem drainase, pembangunan tanggul, penghijauan daerah hulu hingga hilir, serta pembersihan sungai secara berkala menjadi langkah yang sangat penting. Selain itu, adaptasi juga diperlukan dalam berbagai aspek, baik sosial, ekonomi, budaya, maupun teknis.
Masyarakat lokal, seperti di wilayah Sitiarjo, telah mengembangkan bentuk-bentuk kearifan lokal, seperti pembangunan rumah panggung dan kegiatan gotong royong, yang terbukti efektif dalam mengurangi dampak banjir. Di samping itu, peran lembaga resmi seperti BNPB, BPBD, BMKG, dan PMI sangat krusial dalam hal koordinasi, evakuasi, edukasi, dan penyampaian peringatan dini.
Melalui e-magazine ini, diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya kesiapsiagaan serta berperan aktif dalam upaya mitigasi dan adaptasi bencana banjir sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Universitas Negeri Malang
ADAPTASI
Penyesuaian terhadap perubahan lingkungan akibat bencana untuk mengurangi dampak buruknya.
ALIH FUNGSI LAHAN
Perubahan penggunaan lahan yang biasanya berdampak pada lingkungan, seperti dari hutan menjadi pemukiman.
BENCANA
Kejadian yang menimbulkan kerugian baik harta benda maupun nyawa yang disebabkan karena faktor alam dan ulah manusia
CURAH HUJAN
Jumlah air hujan yang jatuh dalam suatu periode di wilayah tertentu.
DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS)
Wilayah yang dialiri oleh suatu sungai beserta anak-anak sungainya
DRAINASE
Sistem yang digunakan untuk mengalirkan air guna mencegah genangan atau banjir.
EVAKUASI
Proses pemindahan penduduk dari wilayah terdampak bencana ke tempat yang lebih aman.



Kerjasama masyarakat dalam menangani dampak bencana seperti membersihkan sungai.
MITIGASI
Upaya untuk mengurangi risiko dan dampak dari suatu bencana sebelum terjadi.
PEMUKIMAN BANTARAN SUNGAI
Rumah-rumah yang dibangun di sekitar sungai yang berisiko tinggi terkena banjir.
Teknologi atau mekanisme yang digunakan untuk memberikan peringatan sebelum terjadi bencana.
TANGGUL
Struktur yang dibuat untuk menahan air agar tidak meluap ke daratan
KEARIFAN LOKAL
Pengetahuan atau kebiasaan masyarakat dalam menghadapi bencana berdasarkan pengalaman turun-temurun.



Universitas Negeri Malang

Risa Yulia Nurhasanah adalah seorang mahasiswa yang memiliki ketertarikan dalam bidang pendidikan. Majalah ini merupakan karya pertamanya dalam dunia kepenulisan, yang dibuat sebagai bentuk kontribusi dalam menyebarkan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Saat ini, Risa sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Malang jurusan Pendidika Geografi. Saat ini, Risa sedang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Malang jurusan Pendidikan Geografi. Dengan menulis, penulis berharap bisa berkontribusi dalam membangun budaya literasi serta menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap isu-isu penting di sekitar mereka. Meskipun masih dalam tahap awal perjalanan menulis, penulis percaya bahwa setiap karya, sekecil apa pun, dapat membawa pengaruh positif jika dibuat dengan niat baik dan usaha maksimal.

Dr. Tuti Mutia, M.Pd. adalah seorang dosen tetap bidang Pendidikan Geografi. Beliau tergabung dalam kelompok bidang keahlian Innovative Geography Education, dengan fokus kepakaran di bidang Pendidikan Lingkungan. Dr. Tuti menyelesaikan seluruh jenjang pendidikan tinggi sarjana (S1), magister (S2), dan doktoral (S3) di Universitas Negeri Malang, masing-masing pada tahun 2010, 2013, dan 2019.
Universitas Negeri Malang




Syamsul Bachri, S.Si., M.Sc., Ph.D. merupakan dosen tetap pada bidang Geografi Fisik dan Teknik. Beliau memiliki keahlian utama dalam Geografi Kebencanaan, khususnya dalam kajian risiko dan mitigasi bencana berbasis spasial. Riwayat pendidikannya mencerminkan pengalaman akademik internasional yang luas. Gelar sarjana (S1) diperoleh dari Universitas Gaja Mada pada tahun 2005, kemudian melanj-
jutkan pendidikan magister (S2) di Asian Institute of Technology, Thailand dan lulus pada 2010. Gelar doktor (S3) diraihnya dari Universität Innsbruck, Austria pada tahun 2015, dengan fokus penelitian pada dinamika bencana alam dan pengelolaan wilayah rawan bencana.

Dr. Novika Adi Wibowo, S.Pd., M.Pd. merupakan dosen tetap di bidang Pendidikan Geografi dengan spesialisasi pada pembelajaran berbasis inovasi digital dan lingkungan. Dr. Novika menempuh pendidikan sarjana (S1) dan magister (S2) di Universitas Sebelas Maret Surakarta, masing-masing diselesaikan pada tahun 2018 dan 2020. Gelar doktoral (S3) dalam bidang Pendidikan Geografi diraihnya dari Universitas Negeri Malang pada tahun 2023.








Kuis ini bertujuan untuk membantu pembaca mengulas kembali informasi penting yang disajikan dalam majalah Sigap Hadapi Banjir
1.Buka browser di smartphone atau perangkat Anda dan kunjungi https://kahoot.it.
2.Setelah situs web terbuka, Anda akan diminta untuk memasukkan PIN game yang diberikan oleh host kuis.
3.Setelah memasukkan PIN, Anda akan diminta untuk memilih nama atau nickname yang akan digunakan selama permainan.
4.Setelah semua pemain telah bergabung, host kuis akan memulai permainan.
5.Pertanyaan akan muncul di layar. Pilih jawaban yang benar dengan mengklik opsi yang sesuai.

E-Magazine “Sigap Hadapi Banjir” disusun sebagai media pembelajaran interaktif yang mengangkat pentingnya mitigasi dan adaptasi terhadap bencana banjir, khususnya di wilayah rawan seperti Kabupaten Malang. Melalui pendekatan geografis dan edukatif, e-magazine ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat, khususnya peserta didik.