Skip to main content

Edisi 137

Page 1

CMYK

KORAN UMUM Senin, 23-30 November 2015 MINGGU KE-III

Senin, 23-30 November 2015 MINGGU KE-III

Menyuarakan Aspirasi Masyarakat Indonesia

Media Ini Terdaftar di Dewan Pers

Telp Redaksi: (0778) 7498179,(0778)479636 - Fax (0778)-479529, Website: www.rakyatmediapers.co.id, Email redaksi: rakyatmedia77@yahoo.com

Edisi : # 137 Tahun III, Harga: Rp5.000,-

KEJATI KEPRI BIDIK

Kasus Korupsi Dana Bansos Rp66 Miliar Kembali Diungkap

Ahmad Dahlan

DAN AGUSSAHIMAN

BATAM, RAKYAT MEDIAKasus korupsi aliran dana bantuan Sosial (Bansos) Pemko Batam tahun 2011 senilai Rp 66 miliar kembali diungkap. Kali ini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri tampaknya benar benar serius akan mengusut kasus korupsi Bansos yang diduga melibatkan Walikota Batam Ahmad Dahlan dan Sekretaris Daerah (Sekda) Agussahiman hingga tuntas Hal ini terbukti, untuk menindak lanjuti serta mengungkap kasus yang sudah cukup lama mengendap di Kejaksaan ini, Senin (9/ 11/2015 dan Selasa (10/11/ 2015) pe-

kan lalu, tiga pejabat Pemko Batam yakni Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin, Kadis UKM Febrialin, dan Kabag Keuangan Sekretariat Daerah Abdul Malik telah diperiksa penyidik Kejati Kepri. Pemeriksaan terhadap tiga pejabat Pemerintah Kota Batam diakuir oleh Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, N Rahmat, dijelaskannya pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan pengumpulan data dari sejumlah pejabat Pemko Batam. Bahkan, pemanggilan terhadap sejumlah pejabat lainnya terus akan dilakukankarena penyidik masih menelusuri kemana saja sejumlah uang bantuan sosial (Bansos) sebesar Rp 66 miliar dari APBD 2011. ”Memang kita panggil untuk dana bansos (Rp 66 miliar, red) itu. Cuma masih pengumpulan keterangan dan data,” ungkap Rahmat kepada media ini di kantornya senggarang pekan lalu Lebih lanjut Rahmat menjeklaskan, pemanggilan dan

pemeriksaan yang dilakukan penyidik itu masih bersifat tertutup. Sesuai dengan instruksi Presiden RI, penyelidikan tak boleh membuat kegaduhan. Untuk itulah, Rahmat perlu mencari titik terang terlebih dahulu terkait kasus tersebut sebelum akhirnya dinyatakan dalam status penyidikan dan dipublikasikan. Pasalnya, aliran dana dari bansos Rp 66 miliar itu sedang dilakukan perincian penggunaannya. Melihat berkas yang telah diberikan kepada penyidik, Rahmat mengaku butuh waktu untuk !Bersambung ke Hal 11

Setdako Batam Agussahiman.SH

Dirjen Dukcapil Tegaskan KTP KEPALA BNN Terkait Pencatutan Lama Tidak Berlaku Lagi KARIMUN TAMPAR Nama Presiden

Senin MKD Pariksa Setya Novanto

KETUA DPR RI Setya Novanto diwawancarai sejumlah wartawan

JAKARTA, RAKYAT MEDIA-Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Demokrat, Agus Hermanto, mengatakan pimpinan DPR tidak akan mengintervensi Mahkamah Kehormatan Dewan dalam mengusut kasus Ketua DPR Setya Novanto. “Biarlah MKD bekerja untuk menyelesaikan masalah.

Tentunya, tanpa dorongan kami (pimpinan DPR), MKD akan menyelesaikan secara demokratis,”kata Agus kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat, (20/11/2015. Agus yakin kasus yang menjerat Setya atas pencatutan nama Presiden Joko !Bersambung ke Hal 11

JAKARTA, RAKYAT MEDIA-Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengimbau bagi warga yang belum memiliki KTP elektronik (eKTP) agar segera melakukan perekaman. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa Kartu Tanda Penduduk (KTP) model lama, su-

dah tidak berlaku sejak 31 Desember 2014. ”KTP lama sudah tidak berlaku sejak 31 Desember 2014 dan sejak 1 Januari 2015 harus KTP elektonik,” ujar Zudan Arif dalam acara Lokakarya Pers di Sentul, Jawa Barat, Sabtu (21/11) pekan lalu. Bagi warga yang sudah pernah melakukan perekaman untuk pembuatan E-KTP, dia menyarankan agar segera mengecek ke dinas dukcapil masing-masing. Pasalnya, seringkali ada warga yang sudah merekam dan fisk E-KTP sudah jadi, namun tidak segera diambil. Dia menekankan lagi mengenai pentingnya warga segera Zudan Arif Fakrulloh mengurus Dirjen Dukcapil pembuatan E-

Dua Pejabat Dinas PU Tanjungpinang Makir Pemeriksaan Kejaksaan

KANTOR Kejaksaan Negeri Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, RAKYAT MEDIA-Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU), Robert Pasaribu dan juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PU Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang, Amrialis, tidak memenuhi panggilan tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, untuk dimintai keterangan terkait dugaan korupsi proyek pembangunan Kantor Camat Bukit Bestari Tanjungpinang yang meng-

gunakan APBD Kota Tanjungpinang tahun 2014 senilai Rp 1,52 miliar. “Surat panggilan sudah kami layangkan kepada kedua pejabat tersebut untuk datang hari ini (Jumat) ke kantor Kejari Tanjungpinang, guna diambil keterangannya. Namun, hingga pukul 18.00 WIB yang bersangkutan belum datang juga,” ujar Kepalsa Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Lukas Alexander !Bersambung ke Hal 11 CMYK

KTP. Dia mengatakan, saat ini sudah ada beberapa penyelenggara layanan yang mengharuskan penggunaan e-KTP dan menolak KTP model lama. ”Seperti BPJS, Jasa Raharja, pembuatan SIM, itu harus menggunakan KTP elektronik. Kalau menggunakan KTP lama, dikembalikan, disuruh mengurus dulu KTP elektronik,”kata Zudan Zudan juga mendorong seluruh unit layanan, negeri maupun swasta, untuk mempunyai card reader pembaca data di E-KTP.”Bank, BPJS, Rumah Sakit, semua agar pasang card reader. Ini agar semua unit layanan menggunakan NIK sebagai basis layanan. KTP elektronik itu data digital, tapi jangan perilakunya masih manual, masih dikit-dikit foto copy,” jelasnya. (rm/ardi)

SEKURITI HOTEL

KARIMUN, RAKYAT MEDIA-Jika bintara polisi yang bertindak kasar terhadap masyarakat mungkin masih bisa dimaklumi. Namun jika seorang perwira yang berbuat kasar hal ini sudah keterlaluan. Apalagi sempat melakukan penamparan pantas dilaporkan. Seperti kejadian di Karimun, kepala Badan Narkotik Nasional (BNN) Karimun, AKBP TA Rahman, menampar seorang sekuriti hotel gara gara tidak mendapat jawaban memuaskan dari oknum Sekuriti. Tindakan operakting ini sudah dilaporkan kepada pihak Polres Karimun. Akan tetapi Kasat Res-

Kepala BNN Karimun

AKBP TA Rahman krim Polres Karimun, AKP Haryo Prasetyo Seno mengaku belum menerima laporan insiden penamparan yang dilakukan kepala BNN Karimun, AKBP TA Rahman. Saat ditemui wartawan Haryo di ruang ker-

p

!Bersambung ke Hal 11

k A

Kejari Karimun

Berhasil Selesaikan Hutang Mitra PT Pelindo KARIMUN, RAKYAT MEDIA-Kejaksaan Negeri Karimun berhasil menyelesaikan hutang perusahaan mitra PT Pelindo Cabang Tanjungbalai Karimun. Hal ini dikatakan Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha (Kasidatun) Kejaksaan Tanjungbalai Karimun, Oktoni D Marpaung kepada wartawan Sabtu (21/11/2015) lalu di Karimun. Dikatakannya, lima perusahaan mitra PT (Persero) Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Tanjungbalai Karimun tiga diantaranya telah melunasi tunggakannya,”Tinggal dua perusahaan lagi yang nyicil untuk melunasi tunggakannya,”kata Oktoni. Okni D Marpaung Kasis Datun Kejari Karimun

K

!Bersambung ke Hal 11


BATAM

Website: www.rakyatmediapers.co.id

Senin, 23-30 November 2015 MINGGU KE-III

2

Koruptor Rutan Batam Divonis 3 Tahun Enam Bulan Penjara BATAM, RAKYAT MEDIARaden Nurman Sapta Gumbira terdakwa kasus dugaan korupsi pembangunan Rutan Batam, di vonis majelis hakim selama tiga tahun dan enam bulan penjara, dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjungpinang, dalam sidang pada, Jumat (13/11/2015) pekan lalu. Ketua majelis hakim Dame Parulian Pandiangan, yang memimpin jalannya sidang tersebut mengatakan terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 3 UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang dengan sengaja menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi. ”Menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun 6 bulan denda Rp 50 juta subsider 2 bulan penjara, ”ujar Dame saat membacakan putusannya. Selain menjatuhkan pidana penjara, lanjut Dame, terdakwa,

juga dihukum untuk membayar uang pengganti atas kerugian negara yang timbul dalam kasus ini sebesar Rp 460 juta. ”Menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp.460 juta. Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama selama satu bulan setelah putusan pengadilan maka harta benda terdakwa akan disita untuk membayar uang pengganti. Bilamana terdakwa tidak memiliki harta benda yang mencukupi untuk mengganti uang pengganti yang dibebankan kepada terdakwa maka akah dijatuhi pidana selama 2 Tahun,”kata Dame. Putusan yang dijatuhi majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang sebelumnya. Saat itu, JPU dari Kejati Kepri Yuyun Wahyudi dan Noviandri di Pengadilan Tipikor Tanjungpinang menjatuhkan tuntutan kepada terdakwa dengan pidana penjara selama

5 tahun, denda Rp 50 juta subsider 4 bulan kurungan, mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 460 juta dan kalau tidak dibayar diganti dengan hukuman badan selama 2 tahun 6 bulan. Atas putusan ini, terdakwa pun menyatakan langsung menerima, sementara JPU menyatakan masih pikir-pikir.”Lho kok langsung diterima, ada waktu tujuh hari untuk pikir-pikir atas putusan ini,”ucap Dame sembari menutup sidang. Seperti diketahui, Raden Nurman Sapta Gumbira merupaka calo proyek dalam pembangunan Rutan Batam. Dalam kasus ini ia menerima fee proyek sebesar Rp 460 juta dari Rp 1,2 miliar total fee penjualan proyek dari Direktur CV Duta Nusantara, Ari Nurcahyo yang terlebih dulu di vonis dalam kasus yang sama. Selain itu terdakwa Raden Nurman Sapta Gumbira juga sempat menjadi buronan pihak Kejaksaan Tinggi Kepri. (rm/gun)

Usaha Beromzet Rp 5 Juta Dikenai Pajak Membunuh Usaha Kecil

PENAMPUNGAN TKI ILEGAL DI JODOH DIGEREBEK POLISI BATAM, RAKYAT MEDIA-Para calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang diamankan dari ruko penampungan ilegal di Tanjungpantun, Seijodoh, Batam, oleh aparat gabungan, Selasa (17/11/2015) pekan lalu, kini ditampung di dua tempat berbeda.63 orang calon TKI ilegal berjenis kelamin perempuan ditampung di Shelter Pusat Pelayanan Korban Kekerasan Perempuan dan Anak, Sekupang. Sementara 92 laki-laki ditampung di Shelter Dinas Sosial Batam, Sekupang. “Mereka ditampung di dua tempat berbeda, karena shelter Dinsos tidak mencukupi untuk menampung 100 orang lebih. Makanya kita kita pisahkan dan berkordinasi dengan pemberdayaan perempuan,” ujar Kabid Bantuan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kota Batam, Nor Arifin, kepada wartawan belum lama ini di Sekupang Meskipun dipisah para calon TKI laki-laki maupun perempuan, namun para tenaga kerja ini tetap harus berdesakan di dua shelter tersebut. “Untuk sementara ini mereka ditampung di sini, sambil menunggu peroses hukum yang berjalan,” ujarnya. Meskipun demikian para TKI yang ditangkap kebanyakan lebih memilih untuk diterbangkan ke Malaysia dibanding dipulangkan kekampung halamannya masingmasing oleh pemerintah. Salah satunya dilontarkan oleh Masriah (30) warga Kecamatan Rubatal, Kabupaten Sampang, Madura, meminta pemerintah untuk menerbangkan ke Malaysia meskipun, ia tidak mengantongi paspor. “Lebih baik diterbangkan ke Malaysia dibanding ke kampung,” kata Masriah kepada wartawandi Shelter. Ia menilai kehidupan di Malaysia lebih menjamin dibanding bekerja di kampung halamannya Madura. Hal itu lantaran pendapat yang didapat berkerja di tanah air tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Sudah sering saya ke Malaysia berkerja sabagai pembantu bersama suami Ahmad Arifin (32) yang juga ditangkap. Itu sekali pulang ke kampung bisa membawa uang puluhan juta. Sementara berkerja di kampung selama 3 tahun tidak ada hasilnya,” katanya. Hal itulah membuat ia berkeinginan tetap berkerja di Malaysia ketimbang dipulangkan ke kampung. “Malaysia itu bagaikan surga. Tapi Indonesia merupakan tanah air kita,” tuturnya. Nor Arifin menyatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pendataan para TKI. Baik yang masih lajang maupun yang ditangkap suami istri.”Banyak yang suami istri ditangkap disini. Kita akan lakukan verifikasi dulu. Mana yang suami istri dan mana yang lajang. Sehingga kita berkordinasi dengan Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP4TKI) untuk proses pumulangannya,” pungkasnya.(rm/btd)

Box Redaksi

Menyuarakan Aspirasi Masyarakat Indonesia

Terbit sejak 26 Agustus 2012 Diterbitkan Oleh

PT.Rakyat Media Pratama Akta Notaris No.179 - Izin Menteri Hukum Dan HAM RIAHU-10.04744/2014 Rekomendasi Usaha Jasa Penerbitan Nomor :014/UJP/BPM-BTM/II/III/2014 IZIN (TDP) No.33.10.1.58.13622 SIUP No.02716/BPM-BTM/PK/III/2014 NPWP No.66.651.835.2-215.000

Di cetak Oleh PT Ripos Bintana Press (isi Diluar Tangungjawab Percetakan)

BATAM, RAKYAT MEDIA -Rencana Pemerintah Kota Batam memungut pajak usaha yang beromzet Rp 5 juta menuai kritikan tajam dari Ketua Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kota Batam, Mulia Rindo Purba. Menurutnya, kebijakan itu sama saja membunuh usaha kecil menengah.”Usahanya baru tumbuh sudah dibebankan pajak. Bagaimana bisa berkembang,” ungkap Anggota Komisi II DPRD Kota Batam ini, Rabu (18/11) pekan lalu. Pemerintah, lanjut Rindo harus memperhitungkan keberlangsungan usaha Kecil. Apalagi kondisi perekonomian saat ini sedang lesu. Usaha kecil dan menegah, kata Rindo, menjadi jaring pengaman di era krisis seperti ini. Sektor itulah yang mampu menyerap tenaga kerja di sektor informal. “Usaha ini yang mampu bertahan di tengah krisis, kalau dipajakin ya mati juga,” ungkapnya Bergeliatnya sektor ekonomi kecil, kata Rindo, harusnya dilindungi oleh pemerintah, agar tumbuh

dan berkembang menjadi usaha besar. “Karenanya saya tidak sepakat usaha omzet Rp 5 juta ke bawah dikenakan pajak,” katanya. Untuk menaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD), lanjut Mulia Rindo, Pansus tak harus menyasar usaha kecil menengah. “Fokuskan saja ke sektor usaha yang sudah berkembang dan mapan,” kata pria berkacamata ini. Kecuali ada kajian akademis, jika hal tersebut dilakukan tak akan membunuh usaha kecil. Seperti apa menentukan bila usaha tersebut berpenghasilan sesuai dengan ketentuan, perlind-

ungan, serta legalitasnya. Ketua Pansus Pajak Daerah, Mesrawati Tampubolon mengatakan penerapan pajak sektor usaha yang beromset Rp 5 juta baru tataran wacana. “Tapi kayaknya gak jadi diterapkan karena mengganggu usaha kecil, seperti PKL (pedagang kaki lima),” ungkapnya. Penerapan pajak 10 persen hanya dilakukan terhadap usaha di sektor yang berpenghasilan Rp 10 juta. Optimalkan saja retribusi parkir, potensinya di atas Rp 100 miliar. Jangan gencet usaha kecil menengah wahai para pejabat. (rm/bpos).

Hujan Mulai Turun

Giliran Mati Air di Batam Akan Berakhir BATAM, RAKYAT MEDIA –Setelah beberapa hari ini hujan turun, otomatis debit air di semua dam meningkat drastis hingga lebih dari 80 sentimeter. BMKG Hang Nadim menyebutkan, tiga bulan ke depan Batam akan turun hujan. Maka giliran air mati (rationing) akan segera berakhir. “Kita bicara Dam Seiharapan, karena memang di sini yang sudah dilakukan rationing. Dam ini sudah meningkat kapasitas airnya, sampai 80 centimeter,” kata Enriqo Moreno, Coorporate Communication Manager ATB, kepada wartawan belum lama ini Enriqo mengatakan jika di awal Rationing September lalu, Dam Seiharapan sudah menyusut sekitar 3,82 meter. Maka di musim hujan seperti sekarang ini, penyusutannya sudah berkurang menjadi 3 meter.”Kalau di dam lain pasti airnya bertambah juga. Ya bisa jadi hampir sama. Tetapi yang jelas yang di Sei Harapan yang kita konsentrasi,” terangnya. Menurut Enriqo jika volume air terus bertambah di dam Sei Harapan. Maka akan ada langkah-langkah yang akan diambil oleh ATB dalam hal distribusi air.”Bisa saja

kita pertimbangkan untuk mengurangi masa rationing atau kita hapuskan sama sekali. Tetapi kalau untuk mengembalikan ke normal tidak gampang, debit air harus banyak,” katanya. Pengurangan produksi air bersih akan mulai dilakukan hari ini di dam Sei Harapan pada September lalu. DI mana warga di Kecamatan Sekupang dan Tanjung Uma tidak bisa menikmati air bersih seperti biasanya. Pengurangan produksi di dam ini mencapai 30 persen. Dan sempat direncanakan untuk diberlakukan untuk semua dam yang ada di Batam. “Ini semua dampak dari el nino. Ini terpaksa dilakukan. Yang pertama dalam 20 tahun ini,” kata Benny Andrinato, Wakil Presdir PT ATB Batam beberapa waktu lalu. Rationing adalah suatu upaya untuk memperpanjang usia pemakaian air baku di dalam dam dengan mengurangi kapsitas produksi pada suatu WTP. Jika dalam keadaan normal produksi air bersih di dam sei Harapan adalah 210 liter per detik. Maka setelah ratinong diturunkan menjadi 140 liter per detik atau diturunkan sekitar 70 liter per detik. (rm/bpos)

Penjabat Gubernur Kepri Belum Teken UMK Batam BATAM, RAKYAT MEDIAPenjabat Gubernur Kepri, Agung Mulyana, masih belum mengesahkan upah minimum kota (UMK) Batam 2016. Alasannya, ia masih mencari dasar hukum tentang upah kelompok usaha yang juga diusulkan Dewan Pengupahan Provinsi Kepri. Jika tak ditemukan dasar hukumnya, upah sektoral takkan ditetapkan. “Karena di dalam PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan juga tidak ada menjelaskan tentang upah sektoral. Makanya saya minta Disnakertrans Kepri untuk melakukan kajian mendalam,” jelasnya. Dewan Pengupahan Provinsi Kepri memberikan dua alternatif UMK Batam kepada Gubernur. Alternatif pertama berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan

sebesar Rp 2.994.111. Alternatif kedua berdasarkan hasil rapat Dewan Pengupahan Kota Batam, yaitu UMK sebesar Rp 2.879.819 plus upah kelompok terdiri dari Golongan I (Galangan Industri dan Logam Berat, serta sejenisnya) sebesar Rp 3.532.522. Golongan II (Elektronik dan sejenisnya) Rp 3.345.127. Golongan III (Hotel dan sejenisnya) Rp 3.198.903. Agung mengatakan sudah membaca permohonan penetapan upah sektoral. Bagi Agung, semua tergantung dasar hukumnya. Ia menegaskan, apabila tidak ada dasar hukumnya, SK yang ditetapkan tetap satu, yakni UMK. Hingga kemarin, kata Agung, hanya Batam dan satu kabupaten lain yang upah minimumnya belum ditetapkan. Ia mengatakan, tidak akan gegabah dalam mem-

RIBUAN buruh berdemo di Gedung Dispenda Kepri

buat keputusan. Terlebih karena ini menyangkut nasib usaha dan nasib tenaga kerja. Dikatakannya juga, langkah yang diambilnya ini bukan berarti tidak memperhatikan upah kelompok yang diharapkan para buruh.

Hanya saja, harus ada pembicaraan dan pembahasan bipartit antara pengusaha dengan serikat Buruh. (RM/BP) “Artinya besar kecilnya upah sektoral ditentukan lama waktu kerja. Inilah yang harus kami pelajari lagi,” kata Agung. (jp Alamat Redaksi/Tata Usaha/Iklan :

Pemimpin Umum/Penanggung Jawab : Mawardi, Pemimpin Redaksi : Mawardi.M, Penasehat Hukum: Supriarno. SH. MH, Hamdan Hasibuan. SH, WKL Pemimpin Umum: Erwinsyah, SH, Pemimpin Perusahaan : Jasniwati, Wkl Pemred/Penjab : Supriadi M.Y,SH, Redaksi Pelaksana : Trianto Patrick. Amd, Redaksi : Trinanto, Abdul Haris, SH, Amran, Iqbal Ramadan, Batam: Johan Munik, Gunawan, Ferianda, Maneger Iklan : Hardiansyah,SE, Sekretaris Redaksi, Marlina, Divisi Pemasaran : Johar Manik, Amran,Dewan Redaksi : Mawardi. M, Marzuki. SE, Boy Hendri, SH, Rustam Efendi, Erwinsyah. SH, Mahyuddin, Liputan Jabodetabek: Bintang Partogi Sianturi, Zulfikar, Mykel Meidy Egeten, Darmawan, Sukandar, Ismail,Perwakilan Sumatera Utara : Sofian (Kepala), Dedi Topan SH, Julkarnain.M, Deli Serdang : Azhar Munik, Liputan Batam : Ferianda, Iqbal Ramadhan, Gunawan, Biro Karimun : Jimi Martius , Tanjungpinang : Hariadi Usman, Bintan : Anton (Kepala), Ambar Tio Imando, Natuna : Irwansyah, Lingga : Amran, Anambas : usman, Provinsi Riau : Effendi Basri, Abd Muin, Kampar Riau : Irwan, Jawa Barat : Dadang Kusnadi, Hilman Saragih,Amir Husin,Sutarna, Biro Bogor : Ismail, Nurdin, SumateraBarat : Aminah Zalani Amd (Kepala), Zakirman, Ramli,Jambi : Firdaus, Ramli, Nurmansyah,Lay Out : Wandi, Divisi Iklan : Iqbal Ramadhan, Tarif Iklan: Iklan hitam putih (BW) Umum display Rp750 mm/kolom, iklan keluarga/duka cita Rp500 mm/kolom, iklan ucapan selamat Rp600 mm/kolom, iklan warna (full color) Rp10,000 mm/kolom, harga tambahan PPN 10 persen.

Jalan Kemuning 1 Komplek Pertokoan Taman Dotamana Indah/Grand BSI Blok E No.24 Pulau Batam- Kode Pos 29400, Telp (0778)-7498179,(0778) 479636, Fax (0778)-479529, " Perwakilan Jakarta : Jalan Raya Kukusan, Komplek Kukusan Permai Blok K No.18 Beji, Kota Depok, Jawa Barat, Telp (021) 7490243, Fax (021)7492117, HP 081218206727 " Rekening : Bank BTN Cabang Penuin No.Rekening : 00220-01-50-004107-5 dan Bank Riau Kepri No Rekening : 132.80.00130 An PT. Rakyat Media Pratama, " Website: www.rakyatmedia.com, " Email redaksi : rakyatmedia77@yahoo.com, atau Email : harianrakyatkepri@yahoo.com

Wartawan Rakyat Media Hanya yang tercatat Di BOX redaksi, dan Selalu Di bekali Identitas


CMYK

3

Senin, 23-30 November 2015 MINGGU KE-III

ADVERTORIAL

Website: www.rakyatmediapers.co.id

PERUSAHAAN PT.SKP Marine Engineering di Block K No.9

Kawasan PT Latrade Industri Park Batam Raih Penghargaan AWASAN Latrade Industrial Park Tanjung Uncang, merupakan salah satu kawasan industri dari sejumlah kawasan industri terkemuka di Pulau Batam yang tumbuh dan berkembang dengan pesat. Kawasan Latrade Industrial Park yang dibangun sejak 15 tahun lalu oleh Mr. Pia Ngo Teo sebagai owner telah memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Pulau Batam maupun Nasional. PT Latrade Batam, selain membangun kawasan industri, perusahaan PMA dari Singapura ini juga membangun bisnis industri kayu olahan campuran serbuk kayu, chemical dan campuran kimia serta memproduksi Green Resources Matrial (GRM) yang diekspor ke berbagai negara. Ekspor rata rata per bulan kayu olahan campuran serbuk yang diproduksi PT Latrade Batam mencapai 700 ton Kehadiran kawasan industri Latrade Park yang cukup luas di Tanjung Uncang, Pulau Batam dengan bangunan pergudangan yang cukup representatif ini juga menyerap tenaga kerja cukup banyak. Hal ini tidak lain, menyusul hadirnya belasan investor asing yang menanamkan modalnya di kawasan Latrade Industrial Park tersebut. Kawasan latrade industrial park (LIP), memiliki luas lahan 70 ha, 35 ha diantaranya telah terjual habis dengan membangun proyek baru dan 30 ha lainnya merupakan ruang terbuka hijau. Selain itu, Untuk ekspansi masa depan PT.LIP juga masih memiliki lahan lain seluas 100 Ha. Sementara Taman industri Latrade merupakan salah satu perkembangan terbaru dari kawasan industri di Batam bekerjasama dengan

K

PERUSAHAAN PT. Kings berlokasi di Block G

otoritas pengembangan industri Batam (BIDA) dengan Kawasan Berikat. Dimana kawasan Latrade Industrial Park dikembangkan oleh PY. Batam Latrade Indonesia, anak perusahaan dari Latrade singapore Pte Ltd yang merupakan perusahaan milik singapore 100% dengan direktur Mr P.N Teo warga negara singapore. Kawasan Latrade disediakan dengan faktor berkualitas dan harga yang kompetitif. Dengan kinerja yang baik, membuktikan latrade Batam bisa membangun 3-6 bu-

lan penandatanganan kontrak. Kawasan Latrade Industrial Park dirancang sebagai kawasan industri terpadu dengan tren pengaturan desain dan standar yang sangat baik bangunan pabrik dikelilingi oleh kebun baik-pemeliharaan dan taman. LIP diatur menjadi diri dengan spektrum penuh fasilitas pendukung penting termasuk pembangkit listrik dengan back-up generator, jaringan telekomunikasi, g a r i s broadband, food court, toko, layanan medis dan per-

bankan. Kawasan Latrade Industrial Park melayani berbagaikebutuhan operasional maupun untuk industri menengah termasuk tekstil, garmen, sepatu, katup, sofa, perakitan listrik, kemasan, percetakan, pengolahan bahan, cetakan plastik, knock-down furniture, bisnis& kimia dan pekerjaan rekayasa. Untuk membantu pelanggan dan investor mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk studi kelayakan dan prepation untuk relokasi, LIP juga berkomitmen memberikan solusi one stop mulai dari penerapan lisensi investasi, perekrutan tenaga kerja, transportasi dan pengaturan logistik, dokumentasi hukum, akuntansi dan masalah pajak, penataan dinancing, adat dan pemeriksaan imigrasi, dan pembiayaan. Seiring dengan berjalannya waktu dan pesatnya perkembangan industri di Pulau Batam, pengembangan kawasan Latrade Industri-

Direktur PT Latrade Industrial Park Batam Mr.Pia Ngo Teo CMYK

al Park Tanjung Uncang tidak kalah dengan kawasan industri lainnya di Batam, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan industri canggih yang modern untuk efektivitas operasional yang lebih besar dalam lingkungan manufaktur yang kompetitif dan menyenangkan. Saat ini sudah belasan investor asing yang membuka bisnis maupun industri di kawasan tersebut diantaranya adalah PT.Bioworld Biosciences Manufacturing Industri dari Jerman, PT.Brandsmart Textiles (garment Industri) dari Singapura, PT KSW Batam dari Singapura, PT Teknicast Indonesia dari Jepang, PT Power Foam Batam (Sofa manufacturer) dari Sin gapura. Kemudian PT.Tomeo Valve

estetika, karena PMA tersebut dinilai memenuhi kreteria sebagai kawasan industri yang memperhatikan ruang penghijauan dan estetika dengan menyediakan ruang untuk aktivitas, serta nyaman, indah,mudah dipelihara dan terpelihara. �Terimakasih kepada semua tenant dan divisi yang telah bekerjasama menjaga lingkungan dan pengelolaan limbahnya dengan baik di dalam operasional harian di Kawasan Latrade Industrial Park. Semoga LIP bisa lebih baik lagi di masa yang akan datang untuk kemajuan dan kenyamanan semua penyewa dan generasi yang akan datang,�kata Mr.P.N Teo kepada media ini di kantornya Tanjung Uncang belum lama ini.

PERUSAHAAN PT Brandsmart Textiles berlokasi di Block H No.4-5

Batam dari Jepang, PT.Furniplus Asia dari Indonesia, PT.Universal Laboratory dari Jerman, PT.Wearsmart Textiles (Garment Industry) dari Singapura, PT Espro Batam (Industri Plastic woods manufacturer) dari Singapura, PT.Bioworld Biosciences M.I dari Jerman, PT.ZC Industries (Valve manufacturer dari Singapura dan PT.SKP Marine Engineering (Engineering manuf) dari Singapura Dengan rancangan yang cukup baik sebagai salah satu kawasan industri terpadu di Pulau Batam, pada Hari Bakti ke-44 26 Oktober 2015 lalu kawasan ini terima penghargaan penghijauan dari BP Kawasan Batam.Kawasan Latrade Industri Park terima penghargaan bidang penghijauan dan

Menurut Koordinator lomba penghijauan dan Estetika yang juga Direktur Pembangunan Prasarana dan Sarana BP Batam, Nurhidayat. Diberikan penghargaan kepada kawasan Latrade Industrial Park, karena kawasan LIP merupakan salah satu kawasan industri yang dinilai memenuhi kreteria sebagai kawasan penghijauan. Dimana kawasan indusri ini memiliki ruang terbuka hijau, menyediakan akses sirkulasi pejalan kaki. Selain itu kawasan Latrade Industrial Park juga menggunakan matrial lansekap rumput, semak, perdu dan pohon dengan tajuk pohon mulai dari 4 meter serta berfungsi untuk peneduh, menyerap polusi dan penahan angin,ujarnya kepada media di Batam Centre. (rm/mawardi)

PERUSAHAAN PT Biorward berada di Block H-1


GALERI FOTO

Website: www.rakyatmediapers.co.id

DIRJEN Kanwil Kekayaan Negara Riau Sumbar dan Kepri saat memberikan sosialisasi kepada peserta.

Senin, 23-30 November 2015 MINGGU KE-III

WALI KOTA Tanjungpinang Lis Darmansyah dan Kadis DPPKAD Kota Tanjungpinang Darmanto saat mendengarkan sosialisasi yang disampaikan.

4

DIRJEN Kekayaan Negara Riau Sumbar dan Kepri saat menyampaikan aset-aset Kota Tanjungpinang.

LIS DARMANSYAH HADIRI SOSIALISASI ASET DAERAH WALI KOTA Tanjungpinang, Lis Darmansyah yang membuka langsung acara tersebut, sangat berkesan apa yang disampaikan Kepala Kanwil Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN) Riau, Lukman Effendi. Sehingga Pemko Tanjungpinang nantinya akan bekerja sama dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Batam dalam pengelolaan BMD, agar penilaian atas asset di Kota Tanjungpinang bernilai wajar. “Karena saat ini masih ada asset daerah yang bernilai 1 rupiah. Akan ada penilaian asset yang dihapuskan yaitu sisa-sisa bangunan yang direnovasi, serta

sinkronisasi antara laporan keuangan dan laporan asset dapat di akomodir, dengan adanya penilaian asset dalam rangka penyajian laporan yang akuntabel,� ucap Lis. Adapun yang turut hadir dalam kegiatan Sosialisasi tentang Aset Daerah dan Lentera KN oleh DPPKAD Kota Tanjungpinang, yakni, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Kepala Dinkes Kota Tanjungpinang, Rustam, Kepala Kesbangpol Kota Tanjungpinang, Dimyath, Kepala Disdikbud Kota Tanjungpinang, Dadang, serta para peserta sosialisasi dari instansi lingkungan Pemko Tanjungpinang. (ist)

WALI KOTA Tanjungpinang Lis Darmansyah saat memberikan cendramata kepada Dirjen Kekayaan Negara.

KEPALA Dirjen Kekayaan Negara Riau Sumbar dan Kepri Lukman Effendi saat memberikan kata sambutan.

TAMU undangan yang hadir saat sosialisasi.

DIRJEN Kekayaan Negara Riau Sumbar dan Kepri saat menyerahkan dokumen aset Kota Tanjungpinang.

PESERTA yang hadir saat sosialisasi tersebut.

WALI KOTA Tanjungpinang Lis Darmansyah saat mendengan sosialisasi tersebut.

WALI KOTA Tanjungpinang Lis Darmansyah saat menyalami Dirjen Kepala Dirjen Kekayaan Negara Riau Sumbar dan Kepri Lukman Effendi.

PESERTA sedang mendengarkan sosialisasi dengan serius.

KEPALA SKPD Kota Tanjungpinang saat mendengar sosialisasi yang disampaikan.


5

TANJUNGPINANG

Senin, 23-30 November 2015 MINGGU KE-III

Website: www.rakyatmediapers.co.id

Ratusan TKI Ilegal Dideportasi Dari Malaysia TANJUNGPINANG, RAKYAT MEDIA-Jumlah deportasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) maladministrasi melalui Tanjungpinang mengalami penurunan. Kepala Unit Pendaratan Imigrasi Kota Tanjungpinang, Daniel Maxrinto menyebutkan, jumlah penurunan ini dapat dibandingkan dari catatan tahun ke tahun. “Sampai Oktober 2015 kemarin sudah turun 6.025 orang,” ujar Daniel, kemarin. Berdasarkan data resmi yang ada di pihaknya, Daniel menuturkan, pada tahun 2014 lalu, jumlah TKI yang dideportasi via Tanjungpinang mencapai 22.683 orang. Sedangkan untuk tahun 2015 hingga bulan Oktober, baru di angka 16.658 orang. “Oktober kemarin baru dipulangkan lagi sebanyak 1.197 laki- laki dan 559 perempuan,” terang Daniel. Besar harapan Daniel, angka ini tidak bergerak terlalu

signifikan. Dan lebih besar lagi harapannya bisa terus menyusut di tahun-tahun kedepan. Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Dinsosnaker) Kota Tanjungpinang, Surjadi berharap pemerintah pusat membuat kebijakan nasional untuk menanggulangi persoalan deportasi TKI via Tanjungpinang ini. “Sebagai daerah transit TKI memang berkewajiban memulangkan mereka. Tapi jika tidak ada kebijakan tertentu untuk mengatasi, maka akar permasalahan tidak akan selesai,” ujar Surjadi. Ketiadaan kebijakan untuk mengatasi akar permasalahan jutaan warga Indonesia yang dideportasi, menyebabkan deportasi selalu terjadi secara berulang-ulang. “Sehingga permasalahan tidak terselesaikan. Memulangkan para TKI ini tidak serta mer-

ta permasalahan selesai,” ujarnya. Selain itu, ia juga berharap daerah asal para TKI juga memikirkan nasib warganya. Menurutnya, jika memang pemerintah daerah dan juga pemerintah pusat menyetujui pengiriman TKI, seharusnya dilakukan rekrutmen serta fasilitas yang memadai. Sehingga tidak perlu terjadi persoalan-persoalan yang menyebabkan TKI di deportasi, akibat ketiadaan dokumen resmi. “Setidaknya ada solusi kerja di tempat asal bagi TKI yang kemudian dipulangkan. Sebab, beberapa laporan ditemukan kasus TKI yang dipulangkan tidak pernah mau keluar rumah, dan akhirnya menjadi TKI kembali dan dideportasi kembali. Kalau seperti ini tidak akan selesai jika penanganan tidak menyeluruh,” ujarnya. (rm/*)

RATUSAN TKI Ilegal yang dideportasi dari Malaysia antre setibanya di Tanjungpinang

Pejabat Pemprov Kepri Dilaporkan ke Polisi TANJUNGPINANG, RAKYAT MEDIA– Pejabat dilingkungan Provinsi Kepri yang juga pernah menjadi ajudan Mantan Gubernur Kepri H. Sani berinisial DN, Rabu (18/11/2015) lalu, dilaporkan ke pihak kepolisian oleh Andy Cori Fatahudin. Pasalnya, DN diduga telah menipu Andy Cory sebesar Rp. 470 juta terkait uang pelicin proyek Rp. 5 miliyar yang dijanjikan DN melalui rekannya pejabat Kepri berinisial PW.”Kasus ini bukan unsur politik. Melainkan uang saya di ambil dengan janji akan memberikan pro-

yek sebesar Rp. 5 milyar,” kata Cory kepada wartawan di Tanjungpinang Lebih lanjut Cory menjelaskan, sampai saat ini dirinya belum juga mendapat-

kan proyek yang dijanjikan. Sedangkan uang sudah diberikannya sebagai DP Rp. 220 juta, selanjutnya Rp. 150 juta dan dalam bentuk cek Rp. 100 juta.”Saya

berikan bertahap. Janjinya akan diberikan proyek sejak bulan Februari 2015, tapi sampai sekarang proyek itu tidak ada. Bahkan Istri PW mengatakan ke saya, PW tidak menerima uang. Namun uang itu diserahkan semua ke DN,” kata Cori. Sementara dalam kasus yang dilaporkan Andi Cory, diketahui ada juga dugaan keterlibatan Pejabat Dispenda Provinsi Kepri berinsial RA. Sedangkan lapor tersebut, masih dipelajari Polres Tanjungpinang atas dugaan Penipuan dan Penggelapan yang ditujukan ke PW. (rm/ kd)

Tiongkok Jajaki Investasi di Karimun KARIMUN, RAKYAT MEDIAInvestor asalTiongkok, Cina berencana mengembangkan usaha di Karimun. Kemarin, rombongan pengusaha asal negeri tirai bambu itu telah melihat sejumlah potensi yang ada di wilayah tersebut. Sebelum berkunjung ke sejumlah lokasi, pengusaha yang bergerak di bidang properti itu bertemu dengan Bupati Karimun, Aunur Rafiq di rumahnya dinasnya, Rabu (18/11) lalu. Rombongan pengusaha dipimpin Wakil Gubernur Provinsi Zin Zhou-Cina, Huang Lie. Sedangkan calon investor yang dibawa Zin Zhou yang juga merupakan dewan kehormatan untuk asosiasi pengusaha Cina di Provinsi Zhin Chou adalah CEO atau Presiden Direktur perusahaan Wanda Group, Chen Lie Pheng yang juga sebagai dewan kehormatan PT Rols Roice Cina “Mereka survei ke sini untuk melihat apa yang bisa mereka lakukan untuk berinvestasi. Makanya kita soundingkan dengan adanya pengembangan kawasan industri terpadu. Mudah-mudahan mereka tertarik dan akan dibangun seperti di Panbil Batam, itu kawasan industri terpadu dan akan kita kembangkan di Kabupaten Karimun,” kata Bupati Karimun Aunur Rafiq. Rencana pengembangan kedepan terhadap investor tersebut menurutnya adalah melirik usaha dibidang properti dan tambang jenis timah hitam untuk buat batu batre atau aki. Sebelumnya mereka telah survey di Batam namun lebih tertarik dengan wilayah Kabupaten Karimun. Disinggun rencana pengembangan timah apakah akan mengeksploitasi atau sebagai penampung timah yang sudah jadi, Rafiq mengaku perusahaan asal Cina itu akan mengambil timah yang sudah jadi atau bisa saja dikatakan sebagai penampung timah batangan. Sehingga kedatangan mereka kemarin juga berencana untuk melakukan survey ke beberapa perusahaan timah yang ada di Kabu-

Penerimaan PNS Harus Lebih Selektif TANJUNGPINANG, RAKYAT MEDIA- Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana mengatakan, penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri tahun 2016 akan dilakukan secara selektif. Pasalnya, hal tersebut sesuai dengan arahan dari Menteri Pemberdayaan dan Aparatur Negara (Menpan) RI Yuddy Crishnandi beberapa waktu lalu, agar perekrutan CPNS 2016 dapat menghasilkan SDM yang berkualitas, berkompetensi serta profesional. Agung mengatakan, hingga saat ini Pemerintah Provinsi Kepri masih membutuhkan tenaga pegawai untuk dapat bekerja di lingkunngan pemerintah daerah. ”Kita masih kekurangan tenaga pegawai. Untuk itu nantinya pada penerimaan perekrutan CPN yang

Agung Mulyana akan dibuka pusat pada tahun 2016, kita akan tetap membukanya,” kata Agung Mulyana, kemarin. Pemrov Kepri, dilanjutkan Agung, sudah mengirimkan jumlah kebutuhan pegawai untuk Provinsi Kepri. Yang mana ditambahkannya sesuai dengan yang dikatakan Menpan beberapa waktu lalu, penerimaan

PNS pada tahun 2016 nanti juga akan didominasi beberapa formasi yang dibutuhkan di Kepri, seperti untuk tenaga pengajar juga tenaga kesehatan lainnya. “Yang pasti nantinya pada perekrutan CPNS mendatang, pemerintah akan lebih selektif dalam merekrut PNS tersebut, agar dapat berkompeten, profesional serta bekerja dengan baik,” imbuhnya. Sebelumnya, Menpan RI Yuddi Chrishnandi juga menyampaikan bahwa terkait penerimaan CPNS tahun 2016 mendatang akan dilakukan dengan pola penerimaan yang berbeda dari sebelumnya. Yang mana hal ini dilaksanakan agar dapat menciptakan atau dapat merekrut pegawai yang benar-benar berkompeten di bidangnya. (rm/hk)

Kampanye Rawan Curanmor

paten Karimun. Sayangnya calon investor tersebut tidak menjelaskan nilai investasinya dan hal itu pun diakui oleh Aunur Rafiq. Sebab mereka belum mau berbicara tentang nilai dan mereka masih membahas masalah survei. “Setelah survei, dalam waktu dekat ini akan ada asosiasi pengusaha Cina yang juga berencana datang ke Kabupaten Karimun. Makanya kita memberikan satu jaminan tentang kondusifnya wilayah kita dan ketersediaan infrastruktur penunjang lainnya,” ungkap Rafiq. Selain itu lanjut Rafiq para pengusaha itu akan diberikan kemudahan-kemudahan khususnya soal perizinan yang mereka perlukan. Hal itu sudah diamanahkan oleh pemerintah pusat melalui Presiden RI Joko Widodo, bahwa pemangkasan-pemangkasan perizinan yang memakan waktu berharihari itu akan dilakukan termasuk kita di Kabupaten Karimun ini. Sementara, alasan mereka memilih Karimun selain Batam menurut Rafiq, karena Kabupaten Karimun memiliki wilayah yang dekat dengan Singapura dan negara tetangga, Karena itu merupakan pusat pasarnya. Sementara sisi regulasi serta keamanan di Karimun juga yang memiliki daya tarik. “Tak kalah pentingnya adalah kita memiliki kawasan Free Tarade Zone (FTZ).Jika kawasan tersebut

tidak kita miliki mungkin bisa jadi mereka akan lari ketempat lain,”katanya. Untuk itu lanjut Rafiq semakin besarnya keinginan investasi yang masuk ke Karimun, maka Pemkab Karimun akan mendorong pemerintah pusat untuk memperluas FTZ. Jika tidak maka kondisinya akan stagnan saja seperti ini dan tidak berkembang. Rafiq juga berjanji akan menyediakan lahan untuk calon investor tersebut, dengan luas yang dibutuhkan sebanyak 800 hektar. Sedangkan lokasi yang ditentukan adalah di Pulau Asam, Kecamatan Meral Barat. Sementara menurut penerjemah dari rombongan calon investor asal Cina tersebut, Lucas Tandiono mengatakan, perusahaan Wanda Group yang bergerak dibidang properti sengaja memilih Kabupaten Karimun karena letaknya yang strategis. “Lokasi Kabupaten Karimun untuk wilayah laut dan darat sangat potensial bagi mereka, dan transportasi juga tidak terlalu sulit. Kedatangan mereka atas rekomendasi Gubenur Kepri Agung Mulyana. Saat itu mereka bertemu dengan Gubernur Kepri, dan disarankan selain ke Batam coba kembangkan ke daerah Bintan dan Karimun, maka hari ini (kemarin) mereka mulai datang untuk melakukan surve,” katanya.(rm/hk)

TANJUNGPINANG, RAKYAT MEDIA– Setiap kegiatan Kampanye Pilkada dimana pun daerah termasuk Kampanye Pilkada Kepri 2015 di Kota Tanjungpinang, dipastikan akan rawan tindakan kriminal Pencurian Motor (Curanmor). Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bagian (Kabag) Operasional (Ops) Polres Tanjungpinang, Kompol. Jamaluddin, saat diwawancarai media ini. “Kampanye memang rawan Curanmor,” katanya, Kamis (19/11) beberapa waktu lalu. Bahkan selain tindakan

Kompol. Jamaluddin kriminal Curanmor, lanjut Jamaluddin, Kampanye Pilkada juga rawan aksi Copet atau Pencurian. “Kampanye banyak efeknya. Pertama keamanan, kemac-

etan dan tindakan kriminal,” ujarnya. Sementara dalam mengantisipasi hal tersebut, pihak Polres Tanjungpinang sudah merencanakan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Tanjungpinang, agar menjaga kondisi Kota Tanjungpinang tetap kondusif ketika pelaksanaan Pilkada 9 Desember 2015 mendatang. “Semua sudah dirapatkan. Dan kami siap mengamankan jalannya Pilkada Kepri didaerah Kota Tanjungpinang,” tegas Jamaluddin. (rm/kd).

13 Desa di Kabupaten Penghasil Migas Ini Gelap Gulita NATUNA, RAKYAT MEDIA - Sejak bulan November, hampir sebagian pulau di Natuna gelap gulita tanpa penerangan listrik. Tidak hanya ditiga kecamatan, tetapi terjadi di 13 desa yang tersebar di Natuna. Pemadaman listrik terparah terjadi di 13 Desa, karena pemadaman total. Sementara tiga kecamatan, seperti Serasan, Midai dan Bunguran Utara masih bisa diterangi listrik PLN selama 7 jam. Wakil Ketua I DPRD Natuna Hadi Candra mengaku, pemadaman listrik saat ini tidak bisa berkomentar. Karena khususnya

13 desa murni subsidi pemerintah daerah yang dikelola perusda. Sementara saat ini katanya, subsidi listrik belum disalurkan pemerintah daerah. Sebelum pengesahan APBD perubahan. “Saya tak bisa komentar, begitulah kondisinys. Listrik yang seharusnya dikelola PLN, tapi untuk Natuna masih mengandalkan subsidi pemda,” ujar Candra kemarin. Dirut Perusahaan Daerah Natuna Kartubi mengaku, subsidi listrik untuk wilayah Serasan, Midai dan Kelarik, sudah tidak beroperasi. Kartubi mengatakan, bahwa pihaknya bersama Pemk-

ab Natuna melalui Dinas pertambangan dan Energi Kabupaten Natuna sudah berkoordinasi dengan pihak PLN Rayon Ranai untuk bisa mengoprasikan 3 wilayah tersebut. “Untuk 3 wilayah Serasan, Midai, dan Kelarik hanya dioperasikan mesin PLN ditangani pihak PLN, Pemkab Natuna sudah tidak bisa melanjutkan untuk subsidi sejak bulan November ini. Sebenarnya subsidi selesai sampai bulan Desember 2015 nanti. Namun keterbatasan anggaran subsidi dihentikan, namun pemerintah belum memberikan jawaban dengan kondisi sekarang,” kata Kartubi. (rm/bpos)


GALERI FOTO

Website: www.rakyatmediapers.co.id

Senin, 23-30 November 2015 MINGGU KE-III

6

Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana

Ingin Kepri Daerah Penghasil Ubi NIAT Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana menjadikan Kepri sebagai daerah penghasil ubi jalar perlahan-lahan mulai diwujudkannya, Kamis (5/11). Langkah awal yang ditempuh Agung adalah membawa investor Singapura dan Malaysia untuk belajar berinvestasi di bidang pertanian terutama ubi jalar. Para investor tersebut dibawa Agung ke daerah Sindang Barang Barat Kabupaten Kuningan. Dari para petani di daerah ini, mereka mendapat penjelasan langsung tentang budi daya ubi jalar. Dari informasi para petani diketahui bahwa di atas lahan seluas 1 hektare bisa ditanami kurang lebih 1.000 batang. Tanaman tersebut bisa menghasilkan 21 ton ubi jalar dalam tempo 4 bulan. Ubi jalan tersebut dijual seharga Rp 3.000 per kilogram. “Ada dua jenis ubi jalar yang diproduksi petani Kuningan. Ubi jalar ungu dan ubi jalar kuning atau dikenal juga jalar Manohara. Khusus untuk ubi jalar ungu, petani Sindang Barang Barat telah melakukan kerjasama dengan perusahaan Indofood. Perusahaan ini membuat produk makanan ringan dari bahan baku ubi yang dipasok dari petani di Kuningan,” jelas Agung. Usai melihat langsung kebun pertanian, Agung kemudian membawa rombongannya ke tempat pengolahan ubi jalar di PT Galih Estetika Indonesia di Cili-

FOTO BERSAMA - Gubernur Kepri, Agung Mulyana dan rombongan berfoto bersama dengan Bupati Kuningan Utje Ch Hamid Suganda di pendopo Kabupaten Kuningan.

mus Kuningan. Di perusahaan ini ubi jalar dibuat bermacam olahan makanan seperti makanan ringan aneka potato hingga tepung ubi. “Setiap bulan perusahaan kami bisa mengekspor 8 kontainer ukuran 20 feet dengan berat masing-masing kontainer 10 ton. Target kami sebulan bisa 15 kontainer. Semua produk ini sebagian besar untuk ekspor ke Jepang dan Korea,” jelas Cahya Irawan, Manajer Reserch and Development (RND) PT Galih Estetika

Indonesia. Sebelumnya bertempat di Pendopo Kantor Bupati Kuningan, Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana mengaku sengaja membawa investor dari negara Singapura dan Malaysia yang ingin berinvestasi di bidang pangan di Kepri. Para investor ini pernah berinvestasi ubi tela di Kepri, persisnya daerah Natuna dan Lingga. “Kami ajak mereka untuk melihat sentra ubi jalar di kampung halaman saya di Kuningan,

FOTO BERSAMA - Gubernur Kepri, Agung Mulyana beserta istri berfoto bersama dengan Bupati Kuningan Utje Ch Hamid Suganda di pendopo Kabupaten Kuningan.

CENDERA MATA- Gubernur Kepri, Agung Mulyana menerima cendera mata dari Bupati Kuningan Utje Ch Hamid Suganda.

MAKAN UBI - Para investor Singapura /Malaysia dan para Kadis Pertanian kabupaten yang ada di Kepri yang ikut rombongan gubernur sedang menikmati ubi jalar di Kuningan.

Jawa Barat,” jelas Agung yang asli putra Kuningan Jawa Barat ini. “Maksud kami membawa investor tersebut agar mereka bisa melihat langsung dan belajar berinvestasi di bidang pertanian. Karena memang Kuningan memiliki perkebunan ubi jalar,” jelas Agung yang diterima langsung Bupati Kuningan, Utje Ch Hamid Suganda, Wakil Bupati Acep Purnama di Pendopo Bupati Kuningan. Dalam sambutannya Utje mengucapkan terima kasih atas

kunjungan rombongan Agung ke Kuningan. Dia menjelaskan bahwa Kuningan adalah daerah yang terletak paling timur di Jawa Barat yang sebagian besar daerahnya merupakan wilayah pertanian. Kuningan juga telah mencanangkan sebagai daerah konservasi. Di Kuningan ada badan khusus yang dibentuk pusat yakni Badan Nasional Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yang bertugas mengurusi bagaimana mengubah pola pikir masyarakat untuk sadar pada

penjagaan kelestarian lingkungan. “Semuanya bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kuningan,” jelas Utje. “Kuningan juga merupakan daerah penghasil dan pengelola ubi jalar. Produksi yang dihasilkan dari ubi jalar cukup banyak. Seperti frosen sweet potato, frozen baked sweet potato powder, frozen sweet peeled sweet potato dan banyak lagi. Semua itu akan diekspor ke luar negeri seperti Jepang dan Korea,” tambah Bupati Kuningan itu seraya menginformasikan bahwa Kuninangan akan memiliki kebun raya yang akan diresmikan Megawati Sukarno Putri yang juga mantan Presiden RI. Kunjungan ke Kuningan membawa banyak pelajaran bagi para investor. Mereka yang berkunjung adalah Ng Song Kiat, Tan Kian Hwee keduanya dari PT Grand Star Singapore, Hendri Lim, Peter Wong dan juga Nelson dari PT Talenta Mitra Abadi. Hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan Kepri Said Jafar, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kepri Amir Faizal, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bintan Ahmad Izhar, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Natuna, Izwar Aspawi, Kepala Dinas Pertanian Kota Tanjung Pinang Adnan, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Lingga Rusli dan rombongan lainnya.(ist)

FOTO BERSAMA - Gubernur Kepri, Agung Mulyana berfoto bersama dengan Bupati Kuningan Utje Ch Hamid Suganda dan investor dari Singapura dan Malaysia.

FOTO BERSAMA - Gubernur Kepri, Agung Mulyana bersama isteri berfoto bersama dengan Bupati Kuningan Utje Ch Hamid Suganda.

KERAJINAN- Bupati Kuningan, Utje Ch Hamid Suganda, menunjukkan hasil kerajinan warga kepada Penjabat Gubernur Kepri, Agung Mulyana.

CENDERA MATA- Gubernur Kepri, Agung Mulyana menerima cendera mata dari Bupati Kuningan Utje Ch Hamid Suganda.

JELASKAN - Penjabat Gubernur Kepri, Agung Mulyana bersama Bupati Kuningan, Utje Ch Hamid Suganda, menjelaskan cara penanaman ubi jalar.

TINJAU LAHAN- Gubernur Kepri, Agung Mulyana bersama Bupati Kuningan Utje Ch Hamid Suganda meninjau lahan pertanian .

JELASKAN - Cahya Irawan, Manajer Reserch and Development (RND) PT Galih Estetika Indonesia menjelaskan kepada rombongan gubernur dan investor yang berkunjung ke lokasi tersebut terkait pengolahan ubi jalar.


7

OLAHRAGA

Senin, 23-30 November 2015 MINGGU KE-III

Website: www.rakyatmediapers.co.id

Argentina Vs Brasil

BERAKHIR IMBANG BUENOS AIRES, RAKYAT MEDIA-Argentina hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu seteru abadinya, Brasil, pada laga kualifikasi Pra-Piala Dunia 2018 di Estadio Monumental Antonio Vespucio Liberti, Jumat (13/ 11/2015) pekan lalu. Sebelum laga ini dimulai, kedua kesebelasan dan seluruh penonton di stadion mengheningkan cipta. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk belasungkawa terhadap korban bom dan penembakan di Paris, ePrancis, saat laga uji coba antara tuan rumah dan Jerman berlangsung. Gol Argentina pada laga ini dibukukan oleh Ezequiel Lavezzi pada menit ke-34. Adapun Brasil mampu menyamakan kedudukan melalui pemain Santos, Lucas Lima, pada menit ke-58. Pada babak pertama, Argentina yang tak diperkuat Lionel Messi dan Sergio Aguero mampu mendominasi pertandingan. Pergerakan Angel Di Maria dan Lavezzi di lini depan ternyata sanggup merepotkan pertahanan Brasil. Tim Tango pun sukses ung-

gul 1-0 lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh Ezequiel Lavezzi pada menit ke-34.Lavezzi membobol gawang Alisson setelah menerima umpan silang mendatar Gonzalo Higuain dari sisi kanan lapangan. Brasil yang kembali diperkuat oleh Neymar kurang mampu mengembangkan permainannya dan kerap melakukan kesalahan dalam mengoper bola. Skor 1-0 untuk tuan rumah pun bertahan hingga turun minum. Pada babak kedua, tepatnya pada menit ke-58, Brasil akhirnya mampu menyamakan skor melalui gol Lucas Lima. Bola muntah hasil tandukan Douglas Costa yang membentur mistar gawang mampu dituntaskan dengan tendangan voli oleh Lucas. Untuk meningkatkan daya serang, pelatih Argentina Gerardo Martino memasukkan Paulo Dybala dan Erik Lamela pada menit ke-81. Namun, upaya mereka tidak membuahkan hasil. Jelang akhir laga, Brasil harus bermain dengan 10 orang setelah David Luiz menerima kartu kuning kedua pada menit ke-88.

Pemain Paris Saint-Germain (PSG) itu diusir dari lapangan setelah menyikut Dybala. Hingga wasit Antonio Arias meniup peluit panjang, tidak ada lagi gol yang tercipta. Dengan hasil imbang ini, Argentina kini menempati urutan kedelapan dengan perolehan dua poin. Sedangkan Brasil berada di posisi kelima dengan raihan empat poin. Susunan pemain Argentina : Sergio Romero; Facundo Roncaglia, Nicolas Otamendi, Marcos Rojo, Ramiro Funes Mori; Javier Mascherano, Lucas Biglia, Ever Banega (Erik Lamela 81'); Angel Di Maria, Gonzalo Higuain (Paulo Dybala 81'), Ezequiel Lavezzi (Nicolas Gaitan 70') Pelatih: Gerardo Martino (Argentina) Brasil: Alisson; Joao Miranda, Dani Alves, Filipe Luis, David Luiz; Elias, Luiz Gustavo; Willian, Lucas Lima (Renato Augusto 63'), Neymar; Ricardo Oliveira (Douglas Costa 57') Pelatih: Carlos Dunga (Brasil)Wasit: Antonio Arias (Paraguay).(rm/kps)

Juan Mabrom pemain Argentina Nicolas Otamendi (Kanan) terlibat adu argumen dengan pemain Brasil Luis Gustavo pada laga Pra-Piala Dunia 2018 di Stadion Monumental Antonio Vespucio Leberti

Spanyol Menang Lawan Inggris

CHELSEA siap tukar tiga pemainnya dengan Ronaldo

Chelsea Sodorkan Tiga Pemain Demi Ronaldo LONDON, RAKYAT MEDIA – Kabar mengejutkan datang dari London. Chelsea dilaporkan siap menyodorkan tiga pemainnya demi mendapatkan megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, pada bursa transfer musim dingin mendatang. Seperti diberitakan Sportsmole, Jumat (13/11/2015) pekan lalu, The Blues siap menyodorkan tiga nama, yakni Eden Hazard, Oscar dos Santos dan Nemanja Matic. Alasan Chelsea ingin melepas ketiganya karena performa sang pemain mengalami penurunan dibanding musim lalu. Sementara itu, rumor kepindahan CR7 –julukan Ronaldo– dari Madrid sudah berembus dalam beberapa minggu terakhir. Performa kapten Timnas Portugal tersebut agak menurun semenjak Los Blancos ditangani pelatih Rafael Benitez. Ketidakcocokan pola permainan ditengarai menjadi penyebab menurunnya performa Ronaldo. Bersama Madrid musim ini, Ronaldo hanya mengemas delapan gol dari 11 laga di ajang La Liga. Sementara dalam jumlah laga yang sama musim lalu, Ronaldo mampu menggelontorkan jala gawang sebanyak 18 kali. Karena itu, demi mengembalikan ketajamannya, hengkang ke Chelsea bisa menjadi pilihan tepat. Chelsea sangat membutuhkan ketajaman mantan kekasih Irina Shayk tersebut untuk menambah daya gedor tim. Bukan tak mungkin transfer ini bisa terealisasi. Sebab, barubaru ini Ronaldo membuka peluang kembali dilatih Jose Mourinho yang merupakan pelatih Chelsea saat ini. (rm/oz).

ALICANTE, RAKYAT MEDIA-Gelandang tim nasional Spanyol, Cesc Fabregas, menilai timnya pantas menang atas Inggris pada laga persahabatan di Estadio Jose Rico Perez, Jumat (13/11/2015) pekan lalu, karena tampil lebih impresif. Spanyol menang 2-0 pada laga tersebut. Dua gol kemenangan La Furia Roja tercipta pada babak kedua melalui Mario Gaspar dan Santi Cazorla.”Kami pantas meraih hasil ini. Kami memainkan sepak bola luar biasa dengan selalu menyerang,” tutur Fabregas seusai pertandingan kepada BBC. Fabregas juga menilai Spanyol sudah kembali ke trek yang benar. Bukan sekadar soal hasil

PERU ungguli Paraguay di babak pertama

LIMA, RAKYAT MEDIAPeru menjamu tamunya Paraguay di Estadio Nacional de Lima dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Amerika Selatan, Sabtu (14/11/ 2015) lalu. Bertindak sebagai

BIO PAULIN merayakan gol bersama Imanuel Wanggai, usai mencetak gol ke gawang Warriors FC pada menit 19. Pada laga ini. Per5sipura Jayapura menang telah enam gol tanpa balas

(13/11/2015) pekan lalu. Bento menjelaskan bahwa Ferdiansyah, Bio Paulin, Boaz dan Viktor Pae telah bergabung bersama tim. Hanya tersisa Lancine Kone yang belum mulai bergabung.

CECS Fabregas layani permintaan tanda tangan jelang Spanyol vs Inggris

Peru Tak Berkutik Dilibas Paraguay

Persipura Tunggu Lancine Kone JAYAPURA, RAKYAT MEDIA-Persipura Jayapura terus berbenah menghadapi laga perdana penyisihan Grup B Piala Sudirman melawan tuan rumah Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Sabtu (14/11/2015) lalu. Media Officer Persipura Jayapura, Ridwan Bento Madubun, mengatakan semua pemain tim berjuluk Mutiara Hitam dalam kondisi baik. Tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut sudah dipimpil pelatih kepala, Oswaldo Lessa, dalam sesi latihan pada Kamis (12/11/ 2015) pekan lalu. “Ada beberapa pemain sempat mengalami cedera ringan dalam latihan kemarin, kemungkinan karena pemain cukup lama vakum. Tapi kondisi mereka cukup baik dan cedera ini bisa diatasi,” ungkap Bento melalui telepon selulernya, Jumat

akhir, pun performa.”Kami sudah kembali menemukan hal yang hilang pada Piala Dunia lalu,” tutur Fabregas merujuk kegagalan Spanyol di fasep grup pada Brasil 2014. “Malam ini, kami membuktikan bisa membuktikan tim mana pun. Sebab, Inggris adalah tim hebat dengan materi pemain berkualitas. Kami bermain impresif melawan mereka,” ucap pemain Chelsea itu. Spanyol akan melanjutkan uji coba dengan menghadapi Belgia pada Selasa (17/11/2015).Cecs Fabregas layani permintaan tanda tangan jelang Spanyol vs Inggris, Jumat (13/11/2015) pekan lalu.(rm/kps).

“Nanti sore kami akan melakukan latihan resmi di Stadion Wayan Dipta. Kemungkinan pelatih akan menentukan kerangka tim yang akan diturunkan besok,” ungkap Bento. (rm/gun)

tuan rumah membuat Peru percaya diri, alhasil babak pertama ditutup anak asuh Ricardo Gareca ini dengan keunggulan skor 1-0. Jalannya Pertandingan Babak Pertama

Baru 10 menit laga berjalan, Peru lebih banyak menguasai bola. Lini tengah mereka yang dikawal oleh Tapia dan Lobaton cukup membuat Paraguay ketar-ketir. Faktor menjadi tuan rumah juga mendukung Peru pada pertandingan kali ini. Paraguay tampak tak terpengaruh dengan dominasi Peru. Haedo Valdez dan kawankawan tetap mencoba melancarkan serangan ke lini pertahanan Peru. Sayangnya hal tersebut terhalang kukuhnya pertahanan tuan rumah. Peru mendapatkan kesempatan melalui tembakan bebas pada menit 18. Jeferson Farfan yang maju sebagai eksekutor melepaskan tembakan yang cukup keras. Sayangnya kiper Paraguay, Silva, masih bisa mengamankan bola.

Gol untuk Peru! Pada menit 20 Farfan mengubah papan skor menjadi 1-0. Memanfaatkan umpan Paolo Guerrero, Farfan dengan tenang melepaskan sepakan keras dari sisi kanan pertahanan Paraguay. Hingga babak pertama berakhir skor tak berubah untuk keunggulan Peru. Susunan Pemain PERU: Diego Penny, Carlos Zambrano, Carlos Ascues, Luis Advíncula, Yoshimar Yotún, Renato Tapia, Carlos Lobatón, Yordy Reyna, Claudio Pizarro, Jefferson Farfán, Paolo Guerrero. PARAGUAY: Silva; Piris, Da Silva, Aguilar, Samudio; Villalba, Cáceres, Ortíz; Derlis González; Lezcano, Haedo Valdez. (rm/oz)

Bali United Tak Anggap Remeh Persipura KUTA, RAKYAT MEDIA- Tuan rumah Bali United tidak ingin menganggap remeh Persipura Jayapura. Dua tim ini akan berjibaku pada laga perdana Grup B turnamen Piala Jenderal Sudirman 2015 di Stadion Kapten Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (14/11/2015) lalu. “Kami tidak akan menganggap remeh tim Mutiara Hitam dan akan menerapkan permainan cepat seperti yang ditunjukkan dalam uji coba sebelumnya,” kata Pelatih Bali United, Indra Sjafri, di Kuta, Bali, Jumat (13/11) pekan lalu. Ia mengatakan, untuk dapat meraih kemenangan atas Persipura, pihaknya tetap menginstruksikan anak asuhnya agar bermain sesuai strategi yang diinstruksikan dengan ciri khas gaya permainan tim dengan julukan Serdadu Tridatu itu.

PELATIH Bali United Pusam, Indra Syafri

Indra juga menginstruksikan anak asuhnya tidak terpengaruh oleh permainan lawan dan tetap tenang. “Dalam laga perdana ini kami menurunkan beberapa pemain baru yakni Made Binter Wirahadi, Hansamu Yama untuk menggedor lini

pertahanan Bio Paolin dan kawan- kawan,” kata mantan pelatihTimnas U-19itu. Ia mengharapkan, kolaborasi pemain muda dan senior mampu memberikan permainan terbaik untuk tim. “Saya berharap Made Binter bisa menjadi pemim-

pin dalam tim,” ujarnya. Pelatih Persipura Jayapura Oswaldo Lessa mengatakan, materi pemain yang dimiliki tuan rumah Bali United sangat baik dan perlu diantisipasi. Meskipun demikian, target kemenangan tetap dicanangkan. (rm/andi)


KRIMINAL

Senin, 23-30 November 2015 MINGGU KE-III

Website: www.rakyatmediapers.co.id

8

Polisi Bekuk Otak Pelarian Tahanan Rutan Batam BATAM, RAKYAT MEDIA-Jajaran Brigade Mobil Polda Kepri menangkap otak perencanaan pelarian besar-besaran tahanan di Rumah Tahanan Tembesi, Batam pada pekan lalu. Dia adalah Subchan bin Muhammad Asa Sufi. Ternyata Subchan pernah bertugas di salah satu institusi keamanan dan mahir menggunakan senjata api, ditangkap pada Jumat (20/ 11/2015) lalu sekitar pukul 21.10 di Kampung Aceh, Mukakuning, Batam. Informasi diperoleh media ini, pihak rutan dan kepolisian mendapatkan peringatan dari salah satu tahanan di dalam rutan. Surat itu berbunyi: “Pak hati-hati akan ada serangan dari luar, dalangnya masih ada di sini”. Surat peringatan itu didapat pada Jumat pukul 09.00 WIB. Data yang didapat pihak kepolisian, Subchan berencana menjanjikan pelarian bagi para napi. Dia akan menyediakan akomodasi pelarian bagi para napi dan memasok senjata. Kemungkinan ada upaya menjebol tembok rutan dengan bahan peledak. ”Iya kami mengamankan saudara S (Subchan, red), dan saat ini telah kami serahkan ke Rutan Tembesi kembali,” kata Kepala Detasemen Gegana Brimobda Kepri, AKBP Bambang Wijiasmoro, kepada war-

tawan Jumat (20/11) lalu. Menurut Bambang, rencananya pelarian besar-besaran akan dilakukan saat salat Jumat (20/11/2015) kemarin. Keterangan ini didapat setelah pihak rutan mendapatkan secarik kertas yang berisi peringatan. ”Bersama pihak rutan kami interogasi satu per satu napi yang diduga mengetahui perencaanaan pelarian ini. Dari pengakuan inilah kami dapat, bahwa saudara Subchan otaknya,”ujarnya. Dari informasi yang didapat, setiap Jumat akan diadakan pelarian dengan berbagai cara. Dengan memanfaatkan waktu saat dilaksanakannya salat Jumat.Kepala Rutan kelas II A Batam, Irhamuddin, membenarkan pihaknya mendapat informasi akan ada pelarian besar-besaran dengan cara meledakkan rutan, pada Jumat pagi.”Kami diberitahu informan kami, bahwa akan ada pelarian dan penyerangan,” ucap Irhamuddin Jumat (20/11/2015) lalu kepada wartawan Menurutnya, informasi tersebut dikembangkan hingga otak perancang pelarian ditangkap di Kampung Aceh oleh Gegana Brimoda Kepri, pihak Rutan, dan Polresta Barelang.”Kita dapatlah nama Suchan. Dia punya kaitan dengan pelarian kemarin yang juga ikut membantu menampung tah-

anan yang lari kemarin,” ucapnya. Bambang membenarkan pihaknya mengembangkan informasi yang didapat. Keberadaan Subchan pun terdeteksi di Kampung Aceh.Jumat (20/11/2015) pukul 19.30 WIB, Bambang menugaskan bawahannya dari unit Silent Warrior bersama unit anti anarkis Brimobda Kepri mengepung Kampung Aceh. Selain itu juga berkoordinasi dengan pihak Polresta Barelang.”Setelah berapa lama pengepungan, akhirnya kami berhasil membekuknya,” ungkapnya. Bambang mengatakan pelaku sempat melakukan perlawanan. Namun dengan cekatan pihak kepolisian segera mengamankan Subchan. ”Yang bersangkutan juga diketahui menampung para pelarian yang lain. Namun tadi belum didapatkan, masih dalam buruan kami,” tuturnya. Disebutkan dari informan, setelah adanya surat peringatan ini, pengamanan Rutan Tembesi ditingkatkan. Beberapa tempat disterilisasi. Sehingga memudahkan polisi dan petugas rutan melakukan penyisiran dan interogasi.Subchan sendiri merupakan tahanan yang diasimilasi LPKA sebagai petugas kebersihan. Informasi dari LPKA Subchan lari pada 31 Agustus 2015. (rm/bps).

PETUGAS Reserse Polresta Barelang sedang menangkap tersangka

Tangkal Aksi Radikal

Kemenag Batam Siapkan 170 Dai

PENGADILAN Negeri Batam di Batam Centre

PN Batam Vonis Kurir Ganja WN Malaysia 20 Tahun Penjara BATAM, RAKYAT MEDIA-Chiew Han Lun alias Alun alias Alex, kurir ganja sebanyak 1,55 kilogram asal negeri Jiran Malaysia ini hanya divonis penjara 20 tahun oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam. Alex sebelumnya dituntut hukuman seumur hidup oleh JPU. “Kami pasti banding. Paling lambat Senin akan diajukan ke PT melalui PN Batam,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Wawan Setyawan, Kamis (19/11/2015) lalu.JPU, kata Wawan, sedang menyiapkan memori banding yang akan diajukan tersebut. Sesuai fakta-fakta persidangan dari keterangan saksi dan barang bukti, Wawan meyakini bahwa terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 112 ayat (2) UU nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika.”Barang bukti sabu seberat 1.550 gram itu sangat banyak, selain itu di paspor terdakwa juga sudah banyak stempel Imigrasi dari beberapa negara termasuk Indonesia. Maka diduga terdakwa sudah sering menjalankan profesinya sebagai kurir sabu dari Malaysia,” terang Wawan. Chiew Han Lun alias Alun alias Alex ditangkap oleh petugas Bea dan Cukai di pelabuhan ferry Batamcenter karena kedapatan membawa sabu seberat 1.550 gram yang dibungkus dalam kemasan makanan ringan saat melewati pemeriksaan mesin X-Ray.Ia mengaku, sabu tersebut akan dibawanya lagi ke Jakarta untuk diserahkan ke pembeli atas perintah Andi (DPO). (rm/ gunawan).

Polisi Belum Berhasil Ungkap

Pembunuhan Dua Wanita Muda di Batam BATAM, RAKYAT MEDIA-Proses penyelidikan kasuspembunuhanpengantin baru Chintya, hingga kini belum menemukan titik terang.Bahkan kasus pembunuhan wanita muda lainnya, Dwi Wana Juli Anggi pun mengalami hal yang sama. Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safrudin beberapa kali menuturkan kasus tersebut sangat minim petunjuk.”Harapan kita dan harapan keluarga sama. kita terus berusaha,” ungkap Asep Safrudin kepada wartawan, Jumat (20/11/2015) lalu. Tertangkapnya Wardiaman yang telah ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan Dian Milenia pun, belum menujukkan kemajuan perkembangan dan kaitannya dengan dua pembunuhan lainnya .”Kita masih mencari benang merahnya,” ujarnya lagi. Pihaknya kini tengah fokus melakukan peneyelidikan dan dan mencari barang bukti baru untuk menguatkan keterlibatan Wardiaman.”Minggu depan, kita bawa dia (Wardiaman) ke Jakarta untuk dilakukan cek Psikologi kejiwaanya,” tegasnya.(rm/mwd)

BATAM, RAKYAT MEDIA-Tangkal aksi radikal Kementerian Agama Kota Batam siapkan 170 Dai, Demikian ungkap Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Batam, Zulkifli Aka kkepada wartawan di ruang kerjanya, Jum’at (20/11/ 2015 lalu. kantornya Sekupang, mengatakan banyak kelompok-kelompok yang mulai menyimpang dari Agaran Islam di Batam.”Sudah banyak yang saya panggil, orang maupun kelompok yang sudah mulai keluar dari ajaran Nabi Muhamad SAW,” ujar Zulkifli Aka. Seperti halnya kelompok yang mengumpulkan dana khusus di Batam untuk Negara Syria yang juga termasuk ISIS, serta kelompok yang melakukan provokasi kepada masyarakat.”Ada itu kamarin penggalangan dana untuk Negara Syria di Batam. Kita panggil dan melakukan mediasi. Sekarang sudah selesai. Kalau masih tetap juga melakukan penyimpangan dari Agama Islam kita langsung berkor-

Kepala Kantor Kemenag Kota Batam

Zulkifli Aka dinasi dengan Polresta Barelang,” tambahnya. Tidak hanya itu hari itu Zulkifli mengakui, pihaknya sedang menunggu kedatangan pengurus Yayasan Sayyidatina Fatimah Hasan Husen di Patam Lestari, Sekupang Batam yang dinilai sudah menyimpang dari ajaran Agama Islam, lebih cenderung pada aliran Syiah.. Dari laporan masyarakat setempat, ajaran itu berbeda atau sudah menyimpang dari ajaran Agama Islam pada umumnya. “Artinya

kita panggil dan mediasi serta mengantisipasi jangka panjang agar masyarakat tidak terjerumus ke ajaran sesat seperti ISIS,” ujar Zulkifli. Untuk menerapkan ajaran Islam yang benar dan beradap serta tidak menyimpang, Zulkifli menambahkan, ada 170 orang penyuluh dari Kemenag disebarkan di 12 Kecamatan Kota Batam. Untuk sosialisasi tentang pemahaman Islam melalui aqidah ahlussunah wal jama’ah, Islam yang modern. “Ajaran Islam itu tidak ke timur dan ke barat. Agama Islam kokoh-kokoh di tengah,” tuturnya. Apabila ada kelompok yang sudah mengajarkan Agama Islam yang menyimpang dan tidak mau dilakukan mediasi. Pihaknya langsung berkordinasi dengan Polresta Barelang dan BIN. ”170 orang penyuluh itu sudah dibekali ilmu penyulihan untuk deteksi dini dari BIN. Jadi kita tetap berkordinasi untuk menjaga keutuhan masyarakat Batam,” pungkasnya. (rm/btd).

Terdakwa Pengedar Narkotika Pasrah Didepan Persidangan TANJUNGPINANG, RAKYAT MEDIA-Terdakwa Dwi Susanto Alisa Dwi Bin Palil (33) pemilik dan pengedar narkotika jenis sabu seberat 0,40 gram hanya pasrah dan menyatakan menerima saat didakwa dengan pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ricky Setiawan SH di PN Tanjungpinang, Jumat,(20/11/2015). Dalam dakwaannya JPU Ricky Setiawan, terdakwa Dwi Susanto dinyatakan bersalah dan tanpa hak memiliki, menyimpan dan menguasai, serta mengedarkan narkoba jenis sabu sebanyak satu paket atau seberat 0.40 gram. “Terdakwa dijerat dengan pasal 114 ayat 1 dalam dakwaan primer dan pasal 112 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Pemberantasan Narkoba dalam dakwaan subsider,” ujar ?JPU Ricky Setiyawan SH. Dalam uraianya, JPU Ricky Setiyawan mengatakan, Dwi Susanto ditangkap

TERDAKWA duduk dibelakang pengacaranya

Satnarkoba Polres Bintan di Jalan Galang Batang Kelurahan Kawal Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan, sekitar pukul 17.15 WIB, Sabtu (26/9/2015). “Barang bukti sabu 0.40 gram, ditemukan di dalam mobil Toyota Avanza BP.1786 WY yang dibungkus dengan kertas timah rokok di bagian jok supir mobil yang dikendarai terdakwa,” ujarnya. Dari pengakuan terdakwa, satu paket narkoba jenis sabu seberat 0,40 gram itu dibeli dari Dicky Gondrong

(DPO) seharga Rp200 ribu. Atas dakwaan JPU tersebut, Dwi Susanto menyatakan pasrah. Sementara, kuasa hukum terdakwa Sri Ernawati SH menyatakan tidak Keberatan dan menerima dakwaan JPU. Ketua Majelis Afrizal SH dan anggotanya Guntur SH dan Purwaningsi SH menyatakan, akan kembali melanjutkan persidangan terdakwa pada minggu mendatang dengan agenda mendengarkan saksi-saksi terdakwa.(rm/jef).

Polres Tanjungpinang Bekuk

Dua Pengedar Sabu-sabu

KANTOR Polres Tanjungpinang

TANJUNGPINANG, RAKYAT MEDIA-YE (41), dan FY (31), dua pengedar narkotika golongan I jenis sabu di tangkap jajaran Satres Narkoba Polres Tanjungpinang, Selasa (17/11) sekitar pukul 20.30 WIB di Jalan Ir Sutami tepat di depan toko Kids Fashion. Dari tangan mereka didapati lima paket sabu seberat 1,91 gram. Kasat Narkoba Polres Tanjungpinang, AKP Abdul Rahman, mengatakan penangkapan terhadap kedua pengedar tersebut berdasarkan informasi yang diterima pihaknya dari masyarakat yang mana langsung dilakukan penyelidikan terhadap mereka yang dicurigai. “Sabu lima paket kami dapatkan di dalam mobilnya saat dilakukan penggeledahan. Dilihat dari banyaknya narkoba tersebut mereka ini pengedar,” ujar Rahman, Jumat (20/11). Selain lima paket sabu, kata Rahman, pihaknya juga mengamankan barang bukti lainnya berupa 2 unit Handpone Nokia, satu kotak rokok U Mild, dan mobil Honda Jazz warna biru BP 1240 WY.”Ada juga seperangkat alat hisap sabu (bong), satu sendok yang terbuat dari kertas serta satu mancis yang sudah di modifikasi. Mobil yang digunakan tersangka juga mobil rental,” kata Rahman. Dilanjutkan Rahman, pihaknya juga sudah melakukan tes urine terhadap dua orang pengedar tersebut. Hasilnya kedua orang tersebut positif pengguna narkoba.”Selain mengedarkan mereka juga mengkonsumsi narkoba. Karena hasil tes urine-nya positif pengguna sabu,” ucapnya. Dijelaskan Rahman, saat ini pihaknya juga masih melakukan pengembangan terhadap kedua orang tersebut guna mengetahui darimana barang bukti narkoba itu didapat.”Untuk sementara kedua tersangka masih kami lakukan pemeriksaan insentif. Guna mengetahui asal usul dari mana mereka membeli sabu tersebut,” jelas Rahman. Karena perbuatannya, kedua tersangka di jerat dengan pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1) dan pasal 127 undang – undang tahun 2009 tentang narkotika.”Mereka terancam hukuman lima tahun penjara,” kata Rahman. (rm/atn).


9

Senin, 23-30 November 2015 MINGGU KE-III

GALERI FOTO

Website: www.rakyatmediapers.co.id


NUSANTARA

Website: www.rakyatmediapers.co.id

Senin, 23-30 November 2015 MINGGU KE-III

10

Penjabat Gubernur Kepri Dan SKPD

Rancang APBD 2016 DOMPAK, RAKYAT MEDIAPenjabat Gubernur Kepri, Agung Mulyana bersama Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) Kepri mulai merancang Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2016. Laporanlaporan dari masing-masing SKPD sudah mulai diterima Agung Mulyana di Gedung Daerah Tanjungpinang, Selasa (17/ 11/2015) pekan lalu.”Rapat koordinasi dengan SKPD ini adalah untuk mendengarkan program-program pembangunan masingmasing SKPD untuk tahun 2016 mendatang,” ujar Agung kepada wartawan. Lebih lanjut katanya, APBD 2016 mendatang dikelola dengan baik, termasuk ke-

butuhannya. Sebagai gambaran kata Agung, nilainya tidak jauh berbeda dari APBD 2015. Di APBD 2016 nanti, ada juga pendapatan yang harus disisihkan untuk kabupaten yang ditunda dana bagi hasilnya. ”Anggaran tersebut harus dialokasikan. Pembangunan mengacu pada program pusat yang akan dibangun di daerah. Sebagai prioritas tetap pendidikan, kesehatan, dan infrasturktur,” jelas Agung. Kepala Biro Administrasi Ekonomi Pembangunan Provinsi Kepri, Sardison memprediksikan APBD Kepri

2016 belum mengalami peningkatan yang signifikan. Lantara masih dipengaruhi dengan defisit anggaran yang terjadi pada APBD tahun ini. Meskipun kondisinya demikian, sisi lainnya ada peningkatkan. Yakni bertambahnya nilai Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat. ”Tentu kondisi kita sangat terbantu, karena bertambahnya nilai DAK yakni sekitar 80 persen dari jumlah sebelumnya. Jumlah tersebut belum termasuk kegiatan-kegiatan APBN lainnya untuk Kepri,” ujar Sardison kepada wartawan, Senin (16/11) lalu di Tanjungpinang. Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kepri, Naharuddin mengatakan sekitar Rp600 miliar Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kepri tahun 2016 mendatang dihabiskan untuk pembayaran hutang. Hal itu terjadi karena disebakan defisit anggaran yang jumlahnya sangat fantastis. ”Gambaran untuk APBD Kepri 2016 mendatang memang seperti itu adan-

ya. Sehingga kondisi keuangan Kepri masih akan menghambat proses pembangunan,” ujar Naharuddin kepada wartawan belum lama ini di Dompak Diungkapkannya, anggaran untuk pembayaran hutang tersebut adalah untuk menutupi kegiatan-kegiatan Dinas Pendidikan, Kesehatan, Pekerjaan Umum (PU), dan pembangunan Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Tanjungpinang yang sudah berjalan. Karena apabila dihentikan kegiatan yang sudah berjalan, dikhawatirkan bermasalah atau terjadinya wan prestasi. Sehingga dilakukan kebijakan seperti itu. Menyikapi kondisi yang terjadi, tentunya Satuan Perangkat Kerja Daeran (SKPD) terkait sudah melakukan pembicaraan dengan pemenang-pemenang kegiatan untuk menyampaikan kondisi yang terjadi. Lebih lanjut katanya, selain masalah hutang didalamnya juga ada anggaran Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Kabupaten/Kota di Kepri sebesar Rp322 miliar yang belum disalurkan.”Jumlah tersebut belum berdasarkan perhitungan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kepri. Bisa saja, lebih dari predeksi tersebut,” jelas Nahar. (rm/tna).

PENJABAT Gubernur Kepri didampingi Bupati Lingga perlihatkan paiagam pemnghargaan.

Kabupaten Lingga Jadi Lumbung Pangan Kepri LINGGA, RAKYAT MEDIA-Penjabat Gubernur Kepri, Agung Mulyana mengharapkan, Kabupaten Lingga yang masih memiliki lahan luas dan tidak termasuk sebagai Kawasan FTZ dan KEK dapat dikembangkan menjadi lumbung pangan. “Kalau mau serius membina masyarakat, Lingga dengan keasrian dan kesuburanya harus dapat dikembangkan menjadi lumbung pangan dengan meningktkan program pertanian,” ujarnya saat menghadiri HUT ke-12 Kabupaten Lingga di Daeak, Jumat, (20/11/ 2015) pekan lalu. Semua stackholder dan pemerintah daerah, tambah Agung, harus mendorong dan membantu masyarakat untuk berkarya dalam peningkatkan sektor pertanianya masing-masing. “Kalau mau serius membina usaha rakyat, sangat mudah. Untuk membuat usaha dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sektor pertanian karena kita punya lahan, kita punya air tawar, demikian juga laut,” tam-

banya. Dalam kesempatan itu, Agung juga mencontohkan, pertaniaan ubi gledek yang ada dikampungnya. Dengan dukungan dan pembinaan pemerintah, harga ubi jalar gledek tersebut menjadi bernilai dolar yang diekspor ke Jerman dan Korea. “Melalui kesempatan dan HUT Lingga yang ke 12 tahun ini, saya sangat berharap dan ýminta perhatiaan pasangan calon (Paslon) Bupati Lingga saat ini, agar ke depan memiliki cara dan program nyata, dalam meningkatkan mensejahterakan masyarakat, dengan menggalakan program pertanian, di kawasan Daek Lingga ini,”ujarnya. “Dengan sumber daya alam yang dimiliki Lingga, saya sangat yakin, perekonomian masyaralat Lingga ke depan akan lebih meningkat. Apalagi, kalau dapat diwujudkan Lingga menjadi lumbung pangan, yang akan dipasarkan pada kabupaten/ kota lainnya, seperti Batam, bahkan eksport ke Singapura dan Malaysia,” pungkasnya. (rm/btd).

Beras Impor Vietnam Masuk Jakarta Wakil Presiden Direncanakan Membuat Beras Mahal Akan ke Batam TANJUNGPINANG, RAKYAT MEDIA-KetuaKamar dan Industri (Kadin) Kota Tanjungpinang, Bobby Jayanto, menegaskan beras impor asal Vietnam, sudah masuk ke Jakarta, kemudian distribusikan ke daerah, khusus Kepri, dinilai sama saja bohong. ”Kita dekat dengan daerah Vietnam. Kalau beras impor di bawa dulu ke Jakarta, baru kembali lagi ke Kepri sudah berapa biaya transportasinya. Ujung-ujungnya harganya jadi mahal saat sampai di tengah masyarakat,” kata Bobby Jayanto, kemarin. Mestinya, sambung pengusaha perhotelan ini, pemerintah pusat, memberikan kuota impor beras untuk wilayah perbatasan daerah kepulauan seperti Kepri. Sebab, kalau tetap impor masuknya dari Jakarta, kemudian bulog mendistribusikan hingga ke masyarakat Kepri, biayanya semakin besar dan berbeda saat harga di pulau Jawa. “Kita minta pemerintah daerah, harus memperjuangkan kuota beras untuk Kepri, untuk kawasan Free Trade Zone Batam, Bintan dan Karimun,” bebernya. Kata dia, bila kuota impor tidak direstui, maka masyarakat daerah perbatasan dan

kepulauan di Kepri, tidak bisa lagi merasakan makan beras murah.”Kepri bukan daerah penghasil beras, kita tergantung beras impor selama ini,” tegasnya. Ia membeberkan, selama ini masyarakat masih menikmati beras murah, sebab kebijakan pemerintah pusat yang ada di daerah seperti Bea Cukai, memberikan kelonggaran aturan. Sebab, dari zamannya Gubernur Kepri H Ismeth Abdullah, pemerintah dan Kadin sudah meminta kuota beras ke pusat, tapi selalu ditolak. “Sekarang BC memperketat aturan impor, ya kita rasakan sekarang kita mulai makan beras mahal, tidak ada lagi beras murah di pasaran, semua naik,” tegasnya. Supaya Kepri diberi kuota impor beras, ia menyarankan, agar bupati/wali kota dan gubernur di Kepri, menenui Presiden Joko Widodo (Jokowi), minta kuota beras impor khusus Kepri. Kemudian, kepala daerah di Kepri, bisa memaparkan kondisi daerah kepulauan, membeberkan manfaat impor langsung dari Kepri untuk masyarakat, bukan untuk importir.”Kalau kuota impor direstui, siapa saja yang ditunjuk oleh pemer-

BERAS impor asal Vietnam sedang di bongkar di pelabuhan Tanjung Periuk Jakarta

intah pusat tak masalah. Bisa melalui Bulog atau melalui importir, yang penting beras dari Vietnam atau Thailand langsung ke Kepri,” pintanya. Sebelumnya, Penjabat Gubernur Kepri H Agung Mulyana, mengklaim sudah membuat surat permintaan kepada presiden Jokowi terkait kebijakan impor beras untuk Kepri.Menurutnya, ia sudah menyiapkan agar impor beras yang saat ini melewati Jakarta, baiknya melalui Kepri. Tujuannya, supaya harga beras tidak mahal seperti masyarakat rasakan selama ini.”Kalau dari Jakarta tentu mahal lagi. Sudah saya siapkan suratnya untuk presiden agar

impor langsung di Kepri saja,” kata Agung. Siti Sarifah, salah satu warga Tanjungpinang, berharap agar beras impor kembali masuk.”Sekarang ini, tidak ada lagi beras Rp 250 ribu per 20 kilogram. Sudah jadi Rp 350 ribu untuk 20 kilogram,” bebernya. Menurutnya, sebagai masyarakat yang sudah lama makan beras impor bertahun-tahun, saat makan beras lokal yang didatangkan dari Jakarta, rasanya beda. ”Lidah kita ini sudah nyaman makan beras impor bertahun-tahun, bahkan dari nenek moyang kita. Sekarang makan beras lokal, rasanya pasti beda di lidah,” ujarnya. (rm/tps).

BENDAHARA KPU NATUNA DILAPORKAN KE KEJAKSAAN NATUNA, RAKYAT MEDIA-Di tengah proses tahapan Pemilihan Kepala (Pilkada), keberadaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Natuna terus dirundung masalah. Dimana sebelumnya kendaraan sewa yang mengalami kecelakaan, kini bendahara yang dilaporkan oleh Ketua KPU Natuna Affuandris ke kejaksaan negeri (Kejari) Ranai atas dugaan penyelewengan. “Saya sudah laporkan bendahara KPU beberapa waktu lalu, dan sekarang sedang diproses,” singkat pria yang akrap disapa Af ini kepada sejumlah awak media di SMKN Kelautan, Bunguran Timur. Af mengaku belum bersedia menyampaikan detail prihal laporan yang dilayangkannya ke Kejari Ranai beberapa waktu lalu itu, “Saya lupa tanggal persisnya laporan itu. Untuk detailnya nanti aja tunggu abis Pilkada biar ada waktu senggang. Kita fokus Pilkada ini aja dulu,” ungkap Af enggan menjelaskan. Keberadaan laporan tersebut dibe-

narkan oleh Kepala Kejari Ranai, Josia Koni, “Ya betul kurang lebih sebulan yang lalu kita sudah terima laporannya,” katanya kepada sejumlah wartawan di kantornya Jalan Pramuka, Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Kamis (19/11/ 2015) pekan lalu. Josia mengaku saat ini proses perkara tersebut sedang berjalan, hanya saja pihaknya belum bisa melakukannya secara intensif mengingat proses Pilkada sedang berjalan.”Kita masih lidik saja, nanti abis 9 Desember kita gesa kasusnya. Kalau sekarang kita takut bisa mengganggu proses Pilkada. Biarkan Pilkada ini berjalan lancar dulu,” sebut Kajari Josia. Sumber terpercaya dari KPU dan Kejaksaan Negeri Ranai, bahwa perihal laporan tersebut adalah mengenai dugaan adanya penyelewengan sebagian dana dari total anggaran Pilkada 2015 ini sebesar Rp1 miliar.”Informasinya anggaran yang dicairkan beberapa wak-

tu lalu berjumlah Rp1 miliar, nah dari anggaran ini ada sebagian anggaran yang tidak diketahui juntrungannya oleh komisioner KPU. Tapi yang jelas dugaanya tidak sampai Rp1 miliar,” tutur sumber tersebut. Menurut Ketua dan Komisioner KPU, sambung sumber tersebut, anggaran sudah ada dan sudah dicairkan untuk seluruh kegiatan kala itu, akan tetapi belakangan tiba-tiba datang tagihan dari pihak ketiga yang ada kaitannya dengan sejumlah kegiatan yang digelar KPU.”Semua komisioner KPU bertandatangan sebagai tanda sepakat dugaan kasus tersebut dilaporkan. Ceritanya gini, anggaran KPU sudah ada, terus program kegiatan sudah digelar tapi tiba-tiba ada tagihan yang masuk kepada KPU, padahal komisioner KPU sudah yakin tidak ada sangkutan dengan hutang karena angaranya sudah ada. Dan untuk jelasnya tunggu aja nanti diproses secara hukum,” kata Sumber itu.(rm/hk)

BATAM, RAKYAT MEDIA-Dalam waktu dekat direncanakan Wakil Presiden Jusuf Kala akan ke Batam, Hal ini dijelaskan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam Zulkifli Aka. Menurut Kemenag, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin dan Ketua Badan Wakaf Indonesia yang juga mantan Menteri Agama RI Maftuh Basyuni direncanakan juga akan mendampingi wakilo Presiden Jusuf Kala. “Pembangunan rumah potong ayam yang menelan dana hingga Rp 1,2 miliar ini diharapkan dapat memenuhi konsumsi ayam

Wakil Presiden RI Jusuf Kala yang penyembelihannya dilakukan sesuai syariat,” kata Zulkifli, kepada wartawan Jumat (20/11/2015) pekan lalu di Batam

Zulkifli menjelaskan rumah potong ayam halal tersebut, dibangun melalui wakaf ummat. Hal Ini mengingat kebutuhan akan ayam potong di Batam cukup tinggi. Rumah potong tersebut juga akan menjadi percontoham. secara nasional. Selain itu juga bertujuan untuk memastikan Muslim mendapatkan daging ayam halal untuk dikonsumsi. Menurutnya juga Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah memiliki standar dan tata cara pemotongan hewan sesuai syariat. “Nantinya, standar itu akan diterapkan di rumah pemotongan ayam halal ini,” jelasnya. (rm/btd).

Bakamla Tanam 500 Batang Pohon Bakau di Nongsa BATAM, RAKYAT MEDIABadan Keamanan Laut ( Bakamla) Zona Maritim Barat melakukan penanaman 500 batang pohon bakau di sepanjang pantai Teluk Mata Ikan, Kelurahan Batubesar, Kecamatan Nongsa, Jumat (21/11/ 2015) pekan lalu. Kegiatan tersebut digelar bersempena dengan HUT pertama Bakamla. Adapun tema yang diusung dalam kegiatan tersebut, “Save The Live of Our Marine Ecosystem” yang dipimpin langsung Istri Kepala Badan Keamanan laut RI Franca Aebelona Malkan yang didampingi Bhayangkara Polda Kepri, Guskamla, Dan Marinir, Kodim, Kelurhanan, warga dan anak-anak SD 006 Nongsa. “ Penanaman 500 pohon bakau merupakan bentuk penyelamatan ekosistem laut serta abrasi pantai untuk masa depan anak-cucu kita,” kata Istri Kepala Badan Keamanan laut RI Franca Aebelona Malkan di Teluk Mata Ikan, Nongsa, kepada wartawan Jumat (20/11/2015) pekan lalu. Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Bakamla terhadap kelestarian lingkungan pesisir pantai yang sudah mulai tergerus zaman. Dimana seperti kita lihat bahwa sudah tidak ada lagi ketahanan pantai yang berakibat abrasi serta penanaman

KEPALA Bakamla dan Danrem sedang menanam pohon bakau di paluh Nongsa kembali diperlukan untuk anakcucu kita kedepan. Ia mengatakan, penanaman pohon bakau ini serentak dilakukan Bakamla di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh stakeholder yang ada demi menjaga kelestarian ekositem laut. Pihaknya berharap dengan adanya penanaman pohon bakau ini kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian bakau semakin tinggi. Kedepan Bakamla akan terus menjalankan program ini. ” Kedepannya, ini akan menjadi agenda tahunan kami di seluruh Indonesia. Selain itu tugas Bakamla bukan hanya mengamankan perairan, melestarikan ekositem laut juga termasuk,” kata dia. Kepala kantor Kamla Zona Maritim Barat Bakamla, Laksma TNI UK Agung, berharap agar pohon bakau yang ditan-

am bisa tumbuh dan berkembang.” Kita akan tetap menjaga kelestarian pantai kita,” kata dia. Ia juga mengatakan, pelestarian pohon bakau di pesisir pantai sangatlah diperlukan sekali karena ribuan biota laut hidupnya tergantung pohon bakau serta juga berfungsi menjaga abrasi pantai.Saat ini, lanjut dia, selain menjaga keamanan laut dari ancaman kejahatan, Bakamla juga berkewajiban menjaga ekositem laut. Ia menambahkan, Radar Pantauan Barkamla yang terletak di Teluk Mata Ikan saat ini, merupakan radar yang berfungsi memantau aktifitas lalu lalang kapal di perairan Kepri, di mana peralatan sangat canggih dan baik serta seluruh personilnya merupakan putra-putri Kepri yang berjumlah 16 orang,” terangnya. (rm/tps).


CMYK

11

Senin, 23-30 November 2015 MINGGU KE-III

SAMBUNGAN

Website: www.rakyatmediapers.co.id

Arus Kuat di Perairan Bintan, Natuna dan Anambas BATAM, RAKYAT MEDIA Cuaca di Kota Batam diperkirakan masih berawan dan diiringi hujan ringan.Hujan ringan diprediksi turun pada pagi dan sing hari. Sedangkan malam hari cenderung berawan. ”Batam masih berpotensi hujan ringan sampai siang hari ini, dikarenakan adanya pola belokan angin di perairan sekitar perairan wilayah Kepulauan Riau,” jelas Kepala Stasiun Me-

teorologi Hang Nadim Batam, Philip Mustamu, pada wartwan belum lama ini di Batam Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya pengumpulan massa udara di wilayah Kepulauan Riau yang berpotensi terhadap pertumbuhan awan konvektif.Tidak hanya di Batam, prakiraan cuaca di beberapa daerah di Kepri seperti Pinang/Bintan, Karimun, Lingga, Natuna Anambas ber-

potensi hujan ringan.Prakiraan cuaca berlaku selama 24 jam mulai pukul 07.00 WIB Untuk esok hari, diprakirakan cuaca berawan dan berpeluang hujan yang terkadang disertai petir.Kondisi ini masih kondusif untuk akivitas transportasi.Untuk transportasi laut dihimbau agar berhati-hati dengan arus yang cukup kuat di perairan Bintan, Natuna dan Anambas. (rm/iqbal)

Stok Beras Di Kundur Aman KARIMUN, RAKYAT MEDIA - Stok beras untuk wilayah Kundur dan sekitarnya dijamin aman. Dengan total stok yang akan tersedia mencapai lebih dari 200 ton. Hal ini disampaikan oleh Camat Kundur Sukari mengatakan pihaknya melakukan sidak dibeberapa gudang distributor beras di Kundur bersama sejumlah Uspika Kecamatan Kundur. Kegiatan tersebut berdasarkan dari pertemuan bersama

Bupati Karimun Aunur Rafiq di Karimun Senin kemarin (16/ 11) disampaikan bahwa ada keraguan mengenai stok beras di Kundur akan habis. “Saya cek ada tiga gudang distributor, salah satunya milik Muakiang masih punya stok beras sebanyak 80 ton merek jeruk. Direncanakan dalam waktu seminggu kedepan akan masuk 100 ton beras merek yang sama,” ucap Sukari. Selain itu, distributor dis-

Dua Pejabat

Penyeludupan Rokok mengungkap semua aliran dana yang masuk dan dikeluarkan oleh Pemko Batam.”Berkas yang ada saja sampai satu kamar. Kita harus cek satu-satu. Memang kita harus teliti memeriksanya satu persatu. Kemana saja uang bansos itu disalurkan,” katanya. Dugaan korupsi dana Bansos tahun 2011 ini, dilakukan atas laporan masyarakat ke Kejaksaan Agung dan dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Kepri. Sebelumnya, dalam dugaan korupsi dana hibah dan Bansos Batam ini, kejaksaan juga telah melakukan pengumpulan data dan keterangan (Pulbaket) ke berbagai pihak. Dalam laporan masyarakat kepada Kejaksaan Agung, anggaran Rp 66 miliar dana hibah dan Bansos Batam tahun 2011 ini diduga tidak disalurkan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011, sebagaimana diubah dengan Permendagri nomor 39 Tahun 2012 tentang, Pedoman Pemberian Dana Hibah dan Bantuan Sosial dari APBD. Terkait kasus ini, WaliKota Batam Ahmad Dahlan menanggapi santai atas diperiksanya Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin, Kepala Dinas UKM Febrialin, dan Kabag Keuangan Sekretariat Daerah Abdul Malik terkait kurupsi dana hibah dan bantuan sosial (Bansos) Batam sebesar Rp 66 miliar dari APBD 2011.ý Bahkan, Dahlan juga menegaskan dirinya sangat siap jika ia ikut diperiksa oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) untuk dimintai keterangan terkait dana bansos tersebut.’’Saya tidak pernah menghalangi penegak hukum untuk menjalankan tugasnya. Kalau sudah masuk ke ranah hukum kita serahkan sepenuhnya,’’ kata Dahlan kepada sejumlah wartawan termasuk media ini di gedung DPRD Batam, Selasa (17/11/2015) pekan lalu. Tetapi, kataWali Kota Batam, setiap SKPD yang diperiksa oleh Kejaksaan, pihaknya tetap berprinsip dengan praduga tidak bersalah sebelum ada vonis langsung dari pengadilan.Karena itu, menurutnya, siapapun yang diperiksa belum tentu bersalah, karena pemeriksaan itu menurutnya adalah proses mencari tahu yang sebenarnya dan tidak boleh langsung divonis bersalah.’’Jadi jangan langsung memvonis mereka bersalah sebelum ada bukti yang kuat,’’ katanya. Jejak Korupsi Bansos Keterangan diperoleh media

ini mengungkapkan, terbongkarnya jejak kasus korupsi bantuan sosial yang diduga melibatkan Walikota Batam Ahmad Dahlan, Setdako Batam Agussahiman, mantan Kabag Keuangan Pemko Batam Erwinta Marius yang telah divonis penjara, berawal dari kecurigaan Kejaksaan Negeri Batam, mengendus adanya aroma korupsi dalam penggunaan anggaran APBD 2009. Saat itu Kejaksaan Negeri Batam dipimpin Tatang Sutarna.SH, menduga ada penyelewengan dalam pengucuran dana Bansos berasal dari anggaran APBD Kota Batam sebesar Rp4,5 miliar, untuk bantuan yayasan dan panti asuhan. Namun setelah diselidiki dana bantuan sebesar iitu ternyata hanya Rp 38 juta saja yang mmengalir ke sasaran. Itu pun tidak semua mendapat bagian. Sementara sisanya tak bisa dipertanggungjawabkan oleh Pejabat Pemko Batam. Padahal realisasi belanja dana bantuan sosial yang tercantum dalam Anggaran APBD 2009 tercatat sebesar hampir Rp21 miliar. Dari sini awalnya terungkap kasus korupsi bantuan sosial dana APBD yang diduga melibatkan Walikota Batam Ahmad Dahlan dan Setdako Agussahiman. Pihak Kejaksaan negeri Batam yang menemukan penyimpangan ini melakukan penyelidikan selama tiga bulan dan akhirnya berhasil membongkar penyimpangan dalam penyaluran bantuan untuk orang miskin dan masjid tersebut. Modus operadi dugaan korupsi yang dilakukan dalam penyaluran dana itu, banyak ditemukan profosal fiktif yang dibuat dengan mengatasnamakan yayasan panti asuhan, masjid dan kegiatan sosial lainnya. Bahkan, untuk mencairkan dana bantuan itu, kop surat, stempel dan tandatangan atas nama pengurus yayasan maupun masjid dipalsukan oleh oknum bagian keuangan Pemko Batam. Tak hanya sampai disini kelihaian dan kelicikan sejumlah pejabat Pemko Batam yang terlibat dalam menggerogoti uang negara dengan membuat laporan bahwa realisasi bantuan fiktif puluhan miliar yang dinyatakan telah disalurkan kepada penerima. Bahkan realisasi penggunaan dana bansos tersebut telah disebutkan dalam Laporan pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Batam Ahmad Dahlan dihadapan DPRD Kota Batam ketika itu. Kasus korupsi dana bansos ini semakin menarik perhatian pub-

Sambungan Hal. 1

lik saat itu menyusul sejumlah pejabat Pemko Batam yang diduga terlibat dalam kasus tersebut melalui oknum tertentu berupaya menyogok Kepala Kejaksaan saat itu Tatang Sutarna sebesar Rp 1 miliar. Namun Tatang Sutarna yang sudah bertekad akan mengungkap kasus tersebut menolak imig imig uang Rp 1 miliar tersebut. Alhasil, sejumlah pejabat yang merasa terancam dengan penegakan hukum yang dilakukan Tatang Sutarna, akhirnya berupaya dan melakukan berbagai cara untuk mencopot Tantang Sutarna dari jabatnya sebagai Kejari Batam. Para pejabat yang merasa terancam membuat surat kaleng kepada Kejaksaan Agung saat itu Hendarman Supanji. Upaya tersebut benar benar berhasil, tak lama kemudian setelah surat dilayangkan, surat mutasi terhadap Tatang Sutarna turun dari Kejaksaan Agung. Sebagai pengganti Kejari Batam ditunjuk Eddy Adhiyaksa. Sejak itu pula penyelidikan kasus bansos yang cukup menggegerkan Kota Batam itu terhenti, meski proses penyelidikan kasus itu sudah ditingkatkan ke penyidikan. Peningkatan status penyidikan itu, setelah pihak Kejaksaan menemukan bukti penyelewengan dana bansos cukup besar. Sebelum tatang Sutarna dicopot dari jabatannya, masyarakat, tokoh agama dan sejumlah Lembaga swadaya Masyarakat (LSM) berharap proses hukum kasus korupsi bansos yang diduga menyeret nama Ahmad Dahlan dan Agussahiman dapat ditindak lajuti Tapi apa yang terjadi kemudian, setelah Kejari Batam dipimpin Eddy Adhyaksa, penanganan kasus yang menyita perhatian publik akhirnya terhenti hingga saat ini. Namun dengan pernyataan pihak kejati Kepri yang akan membuka kembali kasus korupsi bansos sebesar Rp 66 miliar oleh Kejaksaan Tinggi Kepri membuat Walikota Batam Ahmad Dahlan dan Setdako Batam Agussahiman tidak nyenyak tidur dan tak enak makan. Masyarakat Batam berharap Kejaksaan Tinggi Kepri tidak setengah hati mengursut kasus korupsi ini, bahkan sejumlah LSM mendesak Kejaksaan Tinggi Kepri agar memeriksa Walikota Batam Ahmad Dahlan dan setdako Batam Agussahiman. Karena dua pejabat ini dinilai orang yang paling bertanggungjawab terhadap kasus tersebut.(rm/ mwd)

Sinuraya, Jumat (20/11). Karena ketidakhadiran kedua pejabat tersebut, kata Lukas, maka pihaknya segera melayangkan surat penggilan yang kedua, agar yang bersangkutan dapat hadir diambil keterangannya pada minggu depan. ‘“Kami akan kirim surat penggilan kedua kepada pihak bersangkutan,” kata Lukas. Dilanjutkan Lukas, dalam penanganan perkara ini, pihaknya sudah melakukan koordinasi dan konsultasi dengan tim ahli yang sudah disiapkan, termasuk pihak Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kepri. “Yang jelas, kami sangat serius dalam menangani dugaan kasus korupsi terhadap proyek Kantor Camat ini. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini akan dapat diketahui bagaimana hasil penyidikan kami tersebut,” ucap Lukas. Sebelumnya, tim penyidik Pidana khusus Kejari Tanjungpi-

Sambungan Hal. 1

nang telah memeriksa sejumlah saksi dari pihak terkait, yakni tujuh orang selaku Kelompok Kerja (Pokja) pelalangan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemko Tanjungpinang, termasuk kontraktor sebagai pelaksana proyek. Selain itu Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Zulfanedi, PPTK serta mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tanjungpinang, Asmadi Adnan yang bertugas saat itu, termasuk Camat Bukit Bestari Tanjungpinang sendiri yakni, Riwayat, juga sudah dimintai keterangannya. Seperti diketahui, proyek pembangunan Kantor Camat Bukit Bestari tersebut dikerjakan menggunakan dana APBD di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemko Tanjungpinang tahun 2014 senilai Rp1,520 miliar, dan sedianya dikerjakan oleh CV Pilar Dua Inti Perkasa.Dalam pelaksanaan awalnya, pihak kontraktor CV Pilar Dua Inti Per-

Terkait Pencatutan Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam renegosiasi kontrak PT Freeport akan ditangani dengan baik oleh MKD. Saat ini MKD sedang dalam proses menyelesaikan dugaan pelanggaran kode etik itu sesuai dengan tata perundangan-undangan yang berlaku. “Tentunya pada saat ini ada satu aturan yang mengatur, yakni Undang-Undang MPR, DPR, DPRD, dan DPD (UU MD3), sehingga kami

menghargai MKD menyelesaikan kasus tersebut,” ujarnya. Setya dilaporkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said ke MKD pada 16 November lalu. Menurut Sudirman, politikus Partai Golongan Karya itu cawe-cawe dalam usaha PT Freeport melakukan perpanjangan kontrak yang berakhir pada 2021. Sudirman juga membawa bukti berupa transkrip rekaman percakapan yang melibatkan Setya

Kepala BNN janyanya, Kamis (21/11/2015) siang mengatakan pihaknya belum menerima laporan kasus tersebut dari anggota Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Karimun. “Kita belum ada terima dari SPK,” kata Haryo. Sementara itu Kasi Propam Polres Karimun, Ipda Ribut Rawi, yang dihubungi juga mengaku baru mengetahui hal tersebut dari media.Ia mengatakan jika termasuk pidana umum maka terlebih

CMYK

kasa, diduga telah mengambil uang muka sebesar 30 persen dengan nilai sekitar Rp500 juta lebih, dan belum dipotong pajak. Kenyataannya, hingga saat ini rencana awal pelaksanaan pembangunan Kantor Camat Bukit Bestari tersebut tidak dapat dilakukan, karena tersandung persoalan ganti rugi lahan masyarakat yang belum dapat dituntaskan sebagaimana layaknya. Belakangan, rencana awal pembangunan kantor camat tersebut tidak jadi dilaksanakan di lahan semula, melaikan dialihkan ke lokasi lain di kawasan Dompak. Sementara, uang muka sebesar 30 persen yang sudah dicairkan oleh pihak kontraktor CV Pilar Dua Inti Perkasa dari bendahara dan Panitia Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas PU Pemko Tanjungpinang, tidak dikembalikan ke kas negara. Akibatnya, negara diduga telah dirugikan sebesar Rp400 juta lebih. (rm/bp) Sambungan Hal. 1

Novanto; bos Freeport, Maroef Sjamsoeddin; dan pengusaha minyak, Muhammad Riza Chalid. Dalam percakapan itu, Setya diduga meminta jatah 20 persen saham Freeport dengan mencatut nama Jokowi dan Kalla. Selain itu, ia meminta 49 persen saham proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga air di Urumuka, Papua. Kini kasus Setya sedang diverifikasi MKD untuk ditindaklanjuti. (rm/ardiansyah). Sambungan Hal. 1

dahulu akan ditangani oleh Sat Reskrim.”Saya juga gak tau. Untuk lebih lanjutnya tanya ke reskrim atau KSPK nya. Kalau anggota polisi nanti baru kita tangani,” kata Ribut, Jumat (21/11). Sebelumnya menejer Hotel Satria Tanjung Balai Karimun, Maryadi mengatakan insiden penamparan yang dilakukan oleh Rahman terhadap sekuriti Muhamad Rafiq sudah dilaporkan ke Polres Karimun. “Yang bersangkutan sudah

Berhasil Selesaikan Lebih lanjut dijelaskannya, dari tiga mitra Pelindo tersebut, satu mitra perusahaan membayar dalam bentuk dolar Amerika dan rupiah. Seperti untuk perusahaan A , 234.677,09 USD, perusahaan B, setelah dilakukan sinkronisasi data dengan PT Pelindo I cabang Tanjungbalai Karimun menjadi 24.321,26 USD dari sebelumnya 26.247,34 USD. Demikian juga untuk perusahaan C dari sebelumnya 38.727,40 USD menjadi 28.017,94 USD. Begitu juga dalam bentuk rupiah, dari sebelumnya Rp511.755 juta menjadi Rp418.790,700.”Itu contoh saja nama perusahaan. Tidak etis kita sebutkan nama

ektiar gudang milik Muakiang juga baru akan bongkar sebanyak 10 ton beras. Sehingga kesimpulannya adalah dari hasil tinjauan lapangan bahwa stok beras di Kundur aman. “Dari informasi yang didapat oleh para distributor tadi kalau dihitungh-hitung ada sekitar 200 ton lebih stok beras untuk wilayah Kecamatan Kundur dan sekitarnya. Itu cukup untuk kebutuhan masyrakat dalam tiga bulan kedepan,” katanya.(rm/tn)

perusahaannya, dan setelah dilakukan mediasi kedua belah pihak. Akhirnya ketiga perusahaan tetap melunasi tunggakannya. Sedangkan, dua perusahaan lagi dalam tahap melunasi secara menyicil,” ungkap pria berkacamata ini. Hingga kini, dari 5 perusahaan mitra PT Pelindo I cabang Tanjungbalai Karimun yang telah melunasi maupun dalam menyicil mencapai 417.378,46 USD, dan Rp418.790,700.”Jadi 417.378,46 USD (Rp13.800 per USD) ditambah Rp418.790,700 ditotal semuanya mencapai Rp6,178 miliar lebih yang langsung masuk kas negara. Dan kita

divisum dan membuat laporan ke polres,” kata Maryadi. Insiden itu terjadi pada Kamis dini hari pasca BNN bersama TNI dan Polri melakuka razia narkoba ke Hotel Satria. Rahman yang bertanya secara baikbaik mengenai kondisi tamu di Hotel Satria tak dihiraukan oleh Rafiq.Karena emosi Rahman menampar pipi kiri Rafiq.Kepada wartawan, Rahman pun menyatakan siap jika dilaporkan oleh Rafiq. (rm/dw). Sambungan Hal. 1

optimis akhir tahun nanti sudah selesai semuanya,” tuturnya. Sementara General Manager PT (Persero) Pelabuhan Indonesia I Cabang Tanjungbalai Karimun Syamsul Bakhri Kautjil kepada wartawan mengatakan, bahwa saat ini pihaknya telah memberikan Surat Kuasa Khusus (SKK) kepada Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun untuk menyelesaikan tunggakan dari 9 perusahaan mitra PT (Persero) Pelindo I cabang Tanjungbalai Karimun yang mencapai Rp11 miliar.”Jadi untuk 4 mitra perusahaan lagi, tetap kita lanjutkan untuk penagihannya oleh Kejaksaan,”ujarnya. (rm/mwd)


CMYK

KORAN UMUM Senin, 23-30 November 2015 MINGGU KE-III

Senin, 23-30 November 2015 MINGGU KE-III

Menyuarakan Aspirasi Masyarakat Indonesia

Media Ini Terdaftar di Dewan Pers

Telp Redaksi: (0778) 7498179,(0778)479636 - Fax (0778)-479529, Website: www.rakyatmediapers.co.id, Email redaksi: rakyatmedia77@yahoo.com

Edisi : # 137 Tahun III, Harga: Rp5.000,-

Oknum Anggota Komisi I DPRD Kota Batam Terima Upeti

Bangun Ruko Bida Asri di Row Jalan Dan Tak Memiliki IMB Proyek Gedung LAM Bintan Diterpa Isu Korupsi BINTAN, RAKYAT MEDIA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan mulai gerah atas kabar miring yang menyudutkan proyek pembangunan Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Bintan di Jalan Trikora Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur terindikasi korupsi. Dikabarkan pembangunan Gedung LAM Bintan itu kini menyeret sejumlah nama oknum pejabat di Pemkab Bintan. Asisten Bupati Bintan Bidang Pemerintahan, Muhammad Hendri menapik tudingan tersebut. Ia mengatakan sejauh ini pembangunan Gedung LAM Bintan tidak menemukan kendala dan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Menurutnya, Gedung LAM tersebut sebelum dibangun, sudah ada surat pinjam pakai dari Pihak PT Aneka Tambang (Antam) kepada Pihak Pemerintah Bintan.”Tidak ada masalah dalam pembangunannya. Semua surat-suratnya sudah ada sama saya. Jadi semuanya tidak bermasalah,” sebut Hendri menerangkan, Rabu (18/11/2015) pekan lalu. Mengenai kabar miring yang berbau adanya dugaan korupsi yang menyeret nama sejumlah pejabat baik di Pemkab Bintan dan DPRD Bintan, Hendri enggan menjelaskan secara detail, dengan alasan demi keamanan situasi menjelang pelaksanaan Pilkada pada 9 Desember 2015 mendatang. Hendri justru menerangkan bahwasanya pembangunan Gedung LAM Bintan saat ini hampir rampung tanpa ada permasalahan seperti kabar adanya aroma dugaan tindak pidana korupsi. Lain Asisten Bupati, lain pula yang dijelaskan oleh Sekdakab Bintan, Lamidi kepada wartawan. Menurut Lamidi, pembangunan Gedung LAM yang dikabarkan ada indikasi kerugian uang negara sebesar Rp1,5 miliar, masih belum bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.”Dari mana datanya korupsi Rp1,5 miliar. Jika memang ada data kongkrit dan valid. Kita punya surat resmi soal lahan eks Antam tersebut. Dimana disebutkan dalam perjanjian yang ada, PT Antam memberikan izin pada Pemkab Bintan untuk pembangunan Gedung LAM,” katanya serius. Terakhir Lamidi meminta, jelang Pilkada ini semua pihak menjaga situasi. Jangan ada hal-hal yang membuat suasana jadi kurang kondusif. Soal pejabat Bintan yang dipanggil, Lamidi mengaku tidak tahu persis soal itu. “Saya tidak tahu,” ujarnya singkat. (rm/hk).

RUKO didepan perumahan BIDA Asri dibangun tanpa IMB

BATAM, RAKYAT MEDIAPembangunan rumah toko (Ruko) di Row Jalan depan Komplek Perumahan Bida Asri-2 Batam Cetre terus menjadi sorotan masyarakat. Selain lokasi lahan tempat mendirikan bangunan ruko tersebut merupakan row jalan dan lahan jalur hijau. Celakanya lagi, bangunan ruko yang saat ini dalam proses pengerjaan tersebut kabarnya tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari instansi berwenang. Keterangan yang diperoleh media ini menyebutkan, sebelumnya lahan di depan perumahan Bida Asri-2 yang dijadikan tempat pembangunan ruko tersebut adalah row jalan dan tanaman hijau. Namun, oleh Koperasi BP Batam lahan tersebut kabarnya dijual kepada salah seorang pengusaha atau depveloper kemudian disulap menjadi tempat bisnis. Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Barelang Yusril, kepada media ini mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mendesak Komisi I DPRD Kota Batam untuk memanggil pengusaha dan BP Batam agar dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) atau hearing. Sebab, menurutnya,

pembangunan ruko yang saat ini sedang dalam tahap pengerjaan tersebut menyalahi ketentuan. Selain pembangunan sekitar 20 unit ruko itu berada dilokasi lahan tanaman hujau dan row jalan, pendirian ruko itu juga tidak memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hal ini diketahuinya dari pengakuan Kepala Badan Penanaman Modal (BPM)PTSP Pemerintah Kota Batam Gustian Riau. Oleh karena itu, kata dia, berdasarkan peraturan yang berlaku dan mengingat peran sertas masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup. Maka pihaknya sebagai lembaga kemasyarakatan melalui surat resmi No.005/LSM Barelang/ XI/2015 tertanggal 14 Nopember 2015 minta untuk segera diadakan Rapat Dengar Pendapat (hearing) dengan memanggil atau menghadirkan pihak pihak terkait dan mendesak Walikota Batam untuk bertindak tegas menertibkan pendirian ruko yang menyalahi UU No.28 tahun 2002 tentang bangunan gedung. Dan juga menyalahi UU No.32 tahun 2009 tentang pengendalian Pengelolaan Lingkungan Hidup, kata Yusril.

“Pihaknya ada memasukan surat permintaan hearing kepada Komisi I DPRD Kota Batam terkait pembangunan ruko di row jalan pada 3 lokasi yaitu poembangunan ruko Central Aladin milik PT Glory Point di Row Jalan Simpang Kantor Camat Batam Kota, simpang perumahan Bukit Palem dan ruko di depan perumahan Bida Asri-2. Namun, oleh oknum Komisi I minta dengan saya untuk di-86 kan,” ungkap Yusril. Yusril mengungkapkan lagi, tidak berjalannya permintaan hearing atau rapat dengar pendapat (RDP) oleh LSM Barelang kepada Komisi I DPRD Kota Batam, karena deplover pembangunan ruko di lahan terlarang tersebut diduga pihak deplover sudah memberikan upeti kepada oknum tersebut. “Ketika itu saya menemani oknum itu ke kantor deplover, di kantor deplover oknum itu masuk dan saya menunggu diluar, dalam pertemuan oknum itu minta agar dapat diaman-

Lanal Karimun Kembali

Bekuk Perompak Kapal di Selat Malaka

STOP PERS Redaksi Koran Rakyat Media memberitahukan kepada Instansi pemerintah/Polri/ABRI dan pengusaha Swasta Bahwa N a m a : 1. Muhammad Iqbal 2. A s r u l 3. Yusdianto

(Tanjungbalai Karimun) ( Tanjungbalai karimun) ( Tanjungpinang )

Sejak pengumuman ini diterbitkan yang bersangkutan telah dipecat Sebagai wartawan/Kepala Biro Koran Rakyat Media. Segala tindak tanduk yang bersangkutan sehingga merugikan pihak lain, tidak menjadi tanggungjawab penerbit. Demikian juga Kartu Pers yang masih di pegang oleh yang Bersangkutan. Setelah pengumuman ini dinyatakan tidak berlaku lagi MAWARDI Pemimpin Redaksi

KARIMUN, RAKYAT MEDIA-Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) TNI Angkatan Laut Komando Armada RI Kawasan Barat, berhasil menumpas komplotan perompak. TNI AL benar-benar membuktikan ucapannya menembak di tempat pelaku kejahatan dan perompakan terhadap kapalkapal yang melewati Selat Malaka dan Selat Singapura. Pasalnya, perompakan merusak nama dan citra Indonesia di mata Internasional. ”Satu tersangka perompak berinisial GA kami tembak ketika ditangkap di sekitar pergunungan Salak, Bogor, Jawa Barat, karena coba melarikan diri,” ujar Komandan Pangkalan AL Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Hariyo Poernomo SE MM, Kamis (19/11). Timah panas itu bersarang di perut tersangka. Hingga kini tersangka GA masih dalam per-

awatan medis Lanal Tanjungbalai Karimun. Hariyono menegaskan, TNI AL tidak tinggal diam terhadap laporan kejahatan yang terjadi di Selat Malaka dan Selat Singapura. Sesuai dengan arahan Panglima TNI AL Koarmabar bahwa pengejaran pelaku kejahatan di laut yang meresahkan pengguna jasa di Selat Malaka dan Selat Singapura harus dikejar sampai dapat.”Makanya, setelah berhasil menangkap tiga orang warga Pulau Parit, Kecamatan Karimun masing-masing berinisial MZ, BA, dan WS yang merupakan satu keluarga,” ujarnya. Dalam pengejaran berhasil ditangkap 5 orang pelaku di Gunung Salak, Bogor, Jabar masing-masing berinisial JM, RO, GA (ditempak petugas, red) dan abangnya GL. Kemudian, disusul penangkapan KM dan WA. Selain itu, beberapa hari lalu tiga orang yang masih

Dicari Biro dan Perwakilan Koran Umum Rakyat Media Untuk Wilayah : 1. Kabupaten Deli Serdang 2. Kabupaten Serdang Bedagai (Serge) 3. Kota Tebing Tinggi 4. Kota Medan Bagi yang berminat bisa menghubungi Perwakilan Koran Umum Rakyat Media Sumut Saudara Sofian. M Hp 085262440490 CMYK

dalam satu komplotan perompak ini juga berhasil ditangkap di wilayah Batam secara terpisah, yaitu GY dan SO. Sedangkan AT ditangkap di Pulau Kasu. ”Seluruh tersangka semuanya berjumlah 12 orang. Tidak menutup kemungkinan masih ada pelaku lain dalam komplotan ini yang masih kita kembangkan,” papar Hariyo. Untuk diketahui, kata Hariyo, 12 orang perompak ini sudah beraksi lebih dari setahun dan sudah banyak kapal yang menjadi sasarannya. Dalam beraksi, para pelaku memang tidak melukai kru kapal. Hanya saja, mereka melakukan penyanderaan yang disertai pengancaman. Tujuannya untuk minta ditunjukkan dimana gudang yang menjadi tempat penyimpanan sparepart kapal. ”Sejauh ini, pengakuan ke-12 pelaku baru dapat menyebutkan 2 kapal asing. yakni, MV Merlin dan MV Diamond Star. Sedangkan, untuk kapal-kapal lainnya dalam pengembangan,” kata Danlanal. Para pelaku merupakan orang yang sudah ahli dalam memanjat kapal. Terbukti, dalam beraksi hanya membutuhkan waktu 20 menit. Baik untuk naik ke atas kapal yang sedang berjalan dan turun kembali ke boat pancung.Dilanjutkan Danlanal, barang bukti yang berhasil diamankan cukup banyak dan nilainya di atas Rp500 juta. Namun, dari laporan yang diterima kerugian dari kapal mencapai Rp1,2 miliar. (rm/bp)

kan sesuai permintaan bos deplover. Selang beberapa hari kemudian oknum Komisi I itu memanggil saya ke salah satu rumah makan dengan menunjukan tumpukan uang sambil mengatakan kepada saya bahwa sebagian uang tersebut akan dibagi bagikan kepada anggota Komisi I. Tapi, setelah saya tanyakan kepada Ruslan Ali Sekretaris Komisi I, Ruslan kaget. Dari sinilah saya curiga bahwa kasus tersebut sudah di 86 kan oleh oknum anggota Komisi I DPRD Kota Batam,”ungkapnya Yusril Yusril menambahkan, terkait kasus ini pihaknya tidak akan tinggal diam dan mendesak agar kasus tersebut di lakukan hearing atau rapat dengar pendapat dengan konsekuensi pasti perusahaan yang sudah memberikan uang tutup mulut kepada oknum anggota Komisi I DPRD Kota Batam mencak mecak. Disamping itu pihaknya juga akan membeberkan kasus tersebut ke publik,tegas Yusril. (rm/mawardi)

Ketua LSM Barelang Yusril

Sabtu Depan Dilaksanakan Debat Publik Cagub Kepri

PASANGAN SANUR dan SAH

BATAM, RAKYAT MEDIA— Debat publik antara pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur, Sani-Nurdin dan Soerya-Ansar, akan digelar di Batam. Ketua KPU Provinsi Kepri Said Sirajudin mengatakan debat publik akan diadakan di Pasifik Hotel, Batam pada Sabtu (28/11/ 2015) mendatang. Menurutnya, hal tersebut dilakukan sesuai dengan kesepakatan antara kedua paslon dengan KPU. “Diadakannya di sini (Batam), bukan di Tanjungpinang. Itu sudah sesuai

kesepakatan mereka masingmasing. Di Pasifik Hotel Sabtu malam,” ujar Said Sirajudin saat ditemui di acara debat publik antar paslon Wali kota dan wakil wali kota Batam, Jumat (20/11) malam di Swissbell Hotel. Said menjelaskan untuk debat publik antar paslon gubernur dan wakil gubernur sendiri hampir sama mekanismenya dengan debat publik antar paslon wali kota dan wakil wali kota. Debat dibagi menjadi enam segmen. Segmen pertama adalah pembukaan. (rm/ gunawan).


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 137 by RAKYAT MEDIA - Issuu