KAMIS
8 januari 2026 19 rajab 1447 H
Terbit 12 halaman HARGA Rp5.000
Super Flu Menyebar
di Jabar Tidak Mematikan, Tetap Waspada
5 8
menyebar di sejumlah negara
2
4 3 7 6
Super flu sudah Sumber 88 laporan sentinel Influenza-Like Illness dan Severe Acute Respiratory Infection (ILI-SARI)
1
Data diperoleh setelah dilakukan Whole Genome Sequencing
Sudah Habis Rp50 Miliar Pulihkan Layanan Kesehatan BOGOR–Pemerintah Indonesia menyebut telah menggelontorkan anggaran lebih dari Rp50 miliar untuk mempercepat pemulihan layanan kesehatan pascabencana di wilayah Sumatera. Namun, seluruh fasilitas kesehatan (faskes) ditargetkan bakal kembali beroperasi 100 persen pada akhir Maret 2026.
SUDAH HABIS...Baca Hal 4
HENDI NOVIAN/RADAR BOGOR
MELINTAS: Sejumlah kendaraan melintas di Jembatan Krueng Tingkeum, yang menjadi akses utama menghubungkan Bireuen dan Aceh Utara, Rabu (7/1).
ACEH–Tugas akhirnya usai. Dengan berat hati, tim Radar Bogor meninggalkan Aceh Tamiang pada Rabu (7/1). Perjalanan panjang menuju Banda Aceh menyelipkan refleksi atas kebersamaan yang terjalin selama enam hari penuh makna.
Meninggal Dunia
TETAPLAH...Baca Hal 4
Sumber: Data BNPB, 7 Desember 2025
MUHAMMAD ALI
Tujuh Kali Partisipasi, “Pecah Telor” Saat Menjadi Pelatih Penantian panjang Maulana Haidir akhirnya terbayar lunas. Setelah tujuh kali terlibat dalam ajang SEA Games, pelatih tim nasional taekwondo asal Kota Bogor itu sukses mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada SEA Games Thailand 2025 melalui nomor Poomsae Beregu Putra. DOK. PRIBADI
PERSEMBAHKAN EMAS: Pelatih taekwondo asal Bogor, Maulana Haidir (mengenakan jas) membawa timnya mempersembahkan medali emas untuk Indonesia melalui nomor Poomsae Beregu Putra.
JADWAL SALAT
SUBUH 04.22
DZUHUR 12.03 ASHAR 15.28 MAGRIB 18.21 ISYA 19.32
Laporan: FIKRI RAHMAT UTAMA TUJUH KALI...Baca Hal 4
HENDI NOVIAN
Baca Terusan Hal. 4
PENDIDIKAN
2
RADAR BOGOR TV
RADAR BOGOR I KAMIS, 8 JANUARI 2026 I 19 RAJAB 1447 H
RADAR_BOGOR
RADAR BOGOR
330 Menit Bersama Radar Bogor BOGOR– Pada Senin 21 Desember 2025 lalu, tepatnya di Bogor, para pelajar tingkat SMP dan SMA mengikuti Journalist Trip To Museum yang diselenggarakan Radar Bogor. Dalam kegiatan tersebut, para pelajar diajarkan cara menulis berita dengan benar dan juga fotografi jurnalistik, apa saja yang harus ada dalam foto yang kita ambil. Selain itu para pelajar diajak berkeliling menggunakan Uncal dan mendatangi
berbagai museum di Bogor, seperti Museum Zoologi, Bumi Parawira, Perpustakaan Kota Bogor, dan Kebun Raya. Disetiap Lokasi, para pelajar diberi penjelasan mengenai meuseum tersebut serta mereka mengamati museum tersebut, seperti sejarah Bogor di Galeri Bumi Parawira, spesimen dan tulang-tulang hewan di Museum Zoologi. Kegiatan ini dilaksanakan agar meningkatkan kreativitas, kemampuan menulis
dan menambah pengetahuan baru terutama mengenai jurnalistik. Saya mengikuti kegiatan ini karena saya tertarik di bidang fotografi, serta ingin meng eksplor berbagai hal di beberapa museum yang ada di Bogor. Salah satunya Museum Zoolpgi, karena saya sudah sangat lama tidak berkunjung ke Museum tersebut, dan penasaran mengenai jenis hewan, serangga, tempat tinggal, karakteristik berbagai hewan, dan hal lainnya.
Awalnya hanya untuk mengisi waktu kosong, yang kebetulan kegiatan ini bertepatan dengan libur sekolah, ternyata kegiatan ini tidak hanya sekadar mengisi ke kosongan, karena saya banyak belajar, belajar bahwa menulis berita tidak segampang menulis jurnal se hari-hari, banyak yang harus diperhatikan, seperti 5W+1H, atau Why, Where, When, What dan Who + How, kosa kata, penulisan kata, typografi, dan masih banyak lagi.
Begitu juga dengan fotografi, banyak yg harus diperhatikan seperti di dalam foto itu harus berisi apa saja, dan yang paling sulit untuk saya adalah menemukan posisi foto yang menghasilkan foto bagus.Selama 330 menit perjalanan saya bersama Radar Bogor, terbayang bagaimana Kota ini tanpa berita. (*)
Dipa Nusantara Siswa Kelas 8 SMP Kreativa
FOTO DOK/RADAR BOGOR
BERLANJUT: Siswa-siswi di salah satu sekolah, saat menikmati menu MBG. Pemerintah pusat siap menggelontorkan anggaran triliunan dari APBN untuk program MBG.
Rp335 Triliun Digelontorkan untuk MBG Belanja Negara (APBN) sebesar Hadi mengatakan bahwa tak ada sudah dialokasikan kurang lebih lin dan prosedur SPPG. ini program prioritas MBG sebanyak Presiden Minta patan ”Karena menurut catatan kepala 55 juta telah menerima manfaat Rp335 triliun untuk program Makan masalah terkait anggaran pada prog- Rp 335 triliun untuk program makan Gratis (MBG). Presiden Pra- ram MBG di tahun 2026. Pemerintah bergizi gratis,” kata Prastyo di Padepo- BGN di bulan Desember masih ada dan 19.000 SPPG telah terbangun. Tingkatkan Disiplin Bergizi bowo menekankan disiplin prosedur mengalokasikan sebesar Rp 335 kan Garudayaksa, Selasa (06/01). kurang lebih 15 kejadian. Bapak ”Target di tahun 2026 ini, harus bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan triliun untuk MBG. Prasetyo menyampaikan, pelaksapresiden meminta semaksimal tidak selesai kurang lebih nanti akan ada Prosedur SPPG Gizi (SPPG). ”Kalau mengenai anggaran tidak nan MBG pada 2025 masih terdapat boleh lagi terjadi kejadian yang tidak sekitar 35.000 SPPG yang melayani BOGOR –Pemerintah Indonesia menggelontorkan Anggaran Penda-
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Republik Indonesia, Prasetyo
ada masalah karna didalam anggaran APBN tahun 2026 yang akan datang
UNIDA Adakan Pelatihan Presenter BOGOR–Universitas Djuanda (UNIDA) melalui Direktorat Institutional Marketing (DIM) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Presenter bagi para mahasiswa pada Rabu (7/01), di Smart Class Sekolah Pascasarjana, Gedung A UNIDA. Pelatihan yang mengusung tema “Meningkatkan Perolehan Penerimaan Mahasiswa Baru dengan Penguatan Branding melalui Komunikasi Persuasif Presenter UNIDA” ini diikuti mahasiswa perwakilan program studi UNIDA dengan menghadirkan sejumlah narasumber kompeten di bidang komunikasi dan pemasaran, yakni Arti Yoesdiarti, selaku Direktur DIM UNIDA, Robby Firliandoko, Dosen Sains Komunikasi FISIP UNIDA sekaligus Direktur Kabekraf, serta M. Rifa’i Eka Pratama, Kepala Bidang Promosi DIM UNIDA. Direktur DIM UNIDA, Arti Yoesdiarti, menyampaikan bahwa pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mahasiswa UNIDA, khususnya dalam hal keterampilan komunikasi dan presentasi yang persuasif sebagai bagian dari strategi branding institusi. Arti Yoesdiarti menegaskan, mahasiswa memiliki peran strategis dalam menyampaikan nilai, keunggulan, dan visi UNIDA kepada calon mahasiswa serta masyarakat luas. “Mahasiswa bukan sekadar penyampai informasi, melainkan representasi
dua kendala teknis, sehingga Presiden meminta untuk meningkatkan disip-
diinginkan,” jelas dia. Dia menyampaikan bahwa, saat
Pengamat: Alarm Serius Dunia Pendidikan Terkait Rendahnya Nilai TKA SMA
FOTO UNIDA FOR RADAR BOGOR
TAMBAH SKILL: Para mahasiswa yang menjadi peserta pelatihan presenter foto bersama usai kegiatan di Smart Class Sekolah Pascasarjana, Gedung A UNIDA, Rabu (7/1).
citra institusi. Melalui pelatihan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, membangun rasa percaya diri, memperluas jejaring, serta memberikan manfaat nyata bagi program studi, fakultas, dan institusi,” ujar Arti, dikutip dari laman unida.ac.id. Ia juga menekankan pentingnya membangun personal branding. Menurutnya, setiap individu memiliki branding yang harus dikelola dan ditampilkan dengan baik, terutama sebagai bekal di dunia profesional. “Pelatihan Presenter ini juga diharapkan mampu menciptakan kesan pertama yang positif, dari mulai cara berpenampilan rapi dan profesional, membangun keterlibatan serta kedekatan dengan audiens,
dan membantu calon mahasiswa dalam menentukan program studi dan kampus yang tepat,” jelasnya. Salah satu peserta pelatihan, Ayu Setiana Putri, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman dan wawasan baru terkait peran mahasiswa sebagai representatif institusi. Ia menilai materi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan mahasiswa, khususnya dalam menghadapi kegiatan promosi kampus dan interaksi langsung dengan calon mahasiswa. Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai dasardasar komunikasi, teknik presentasi efektif, pengelolaan bahasa tubuh, penguatan pesan branding institusi, hingga simulasi praktik sebagai presenter. (*pia)
82.9 juta penerima manfaat,” pungkas dia. (abl/b)
BOGOR– Hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) Bahasa Inggris siswa secara nasional masih jauh dari harapan. Kondisi ini menuai sorotan berbagai pihak, terutama di kalangan pakar pendidikan. Dekan FKIP UIKA Bogor, Nanik Retnowati mengatakan rata-rata siswa hanya mendapat nilai 24,93 dari skala 100. Kondisi ini disebutnya sangat memprihatinkan. “Angka ini bukan sekadar rendah, tetapi sudah menjadi alarm keras bagi dunia pendidikan kita,” ujar Nanik dalam keterangan tertulisnya Ia menilai rendahnya capaian tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan akademik semata. Kondisi ini menunjukkan lemahnya kemampuan komunikasi Bahasa Inggris peserta didik secara umum. “Ini menandakan pembelajaran Bahasa Inggris belum berhasil membentuk keterampilan yang fungsional,” katanya. Nanik menjelaskan, posisi Bahasa Inggris di Indonesia masih sebagai bahasa asing, bukan bahasa kedua. Hal itu membuat interaksi peserta didik dengan Bahasa Inggris sangat terbatas di luar ruang kelas. “Bahasa Inggris hanya hadir saat jam pelajaran, tidak menjadi bagian dari keseharian siswa,” ujarnya.
Nanik Retnowati Dekan FKIP UIKA Bogor
Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah negara tetangga yang menggunakan Bahasa Inggris dalam aktivitas sehari-hari. Akibatnya, kemampuan berbahasa berkembang lebih cepat karena sering digunakan. “Penggunaan bahasa dalam konteks nyata sangat berpengaruh terhadap penguasaan bahasa,” jelasnya. Ia juga menyoroti pendekatan pembelajaran yang masih bersifat konvensional. Pembelajaran dinilai terlalu fokus pada struktur dan tata bahasa, bukan pada makna dan komunikasi. “Siswa hafal rumus grammar, tapi kesulitan memahami teks sederhana,” katanya. Padahal peserta didik saat ini sangat akrab dengan teknologi digital sejak usia dini. Potensi
tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan untuk pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih komunikatif. “Anak-anak sudah terbiasa dengan gawai, tapi belum diarahkan untuk belajar bahasa secara aktif,” ujarnya. Inovasi metode pembelajaran menjadi kebutuhan mendesak. Pembelajaran tidak cukup hanya di kelas, tetapi harus terhubung dengan kehidupan sehari-hari. “Bahasa itu harus dipraktikkan, bukan hanya dipelajari,” tegasnya. Selain metode, sistem evaluasi juga perlu dibenahi. Penilaian selama ini dinilai terlalu menekankan aspek struktur bahasa. “Tes seharusnya lebih menilai kemampuan memahami dan menggunakan bahasa,” katanya. Ia menegaskan, pembenahan pembelajaran Bahasa Inggris tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan perubahan paradigma secara menyeluruh dari semua pemangku kepentingan. “Kita harus beralih dari pembelajaran teori ke pembelajaran yang bermakna,” ujarnya. Nanik berharap Bahasa Inggris tidak lagi menjadi momok bagi peserta didik. Dengan pendekatan yang tepat, Bahasa Inggris bisa menjadi keterampilan hidup yang relevan. “Bahasa Inggris seharusnya menjadi bekal generasi muda menghadapi dunia global,” pungkas dia. (bay/c)
Melihat Insinerator Karya Mahasiswa IPB University
Tanpa Asap Pekat, Bantu Desa Kelola Sampah Insinerator minim asap karya mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University hadir sebagai solusi pengelolaan sampah desa yang selama ini masih banyak dilakukan melalui pembakaran terbuka. ALAT sederhana ini mampu mengurangi asap pekat, menekan timbunan sampah, serta lebih ramah lingkungan dan mudah diterapkan masyarakat. Masalah sampah desa bukan hal baru. Minimnya akses ke tempat pembuangan akhir (TPA) membuat sebagian warga memilih membakar sampah di halaman rumah. Cara ini dianggap praktis, tetapi
berdampak buruk terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University di Desa Cicadas, Kabupaten Bogor, kemudian merancang insinerator minim asap sebagai teknologi tepat guna. Perwakilan tim, Indra Bagus Ramdhani, mengatakan inovasi ini berangkat dari persoalan nyata di lapangan. “Kami melihat ada masalah sampah di Desa Cicadas ini, seperti banyak tumpukan sampah liar, bahkan ada yang membuang sampah ke sungai,” ujar Indra, mahasiswa Departemen Kimia IPB University, seperti dalam rilis yang dikirim ke redaksi Radar Bogor. Akma Naufal Rabbani yang juga anggota tim mahasiswa menambahkan bahwa persoalan sampah di desa tidak hanya berkaitan dengan perilaku masyarakat, tetapi juga
FOTO IPB FOR RADAR BOGOR
BANTU WARGA: Tampak incinerator rancangan Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University di Desa Cicadas, Kabupaten Bogor, yang minim asap sebagai teknologi tepat guna.
keterbatasan sarana. “Masalah yang paling besar adalah minimnya infrastruktur sampah. Hampir di sebagian RT atau RW tidak memiliki infrastruktur maupun sistem
pengelolaan sampah,” katanya. Selain itu, Akma menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar iuran sampah. Kondisi tersebut menyebabkan pengangkutan
sampah secara komunal sering terhenti. “Kadang bisa sampai mandek, bahkan sampai tiga bulan,” ujarnya. Menurut Akma, keberadaan insinerator minim asap mampu meminimalkan kebutuhan pengangkutan sampah. Hasil uji coba selama hampir satu bulan, tidak terjadi penambahan volume sampah yang signifikan. “Pengeluaran warga untuk pengangkutan sampah yang sebelumnya sekitar satu juta rupiah per sekali angkut dapat ditekan, cukup dengan biaya operasional petugas kebersihan,” jelasnya. Secara teknis, insinerator ini dibuat dari bata hebel yang mudah diperoleh. Desainnya memiliki ruang bakar memanjang dengan pengaturan aliran udara sehingga api menyala lebih stabil dan asap pembakaran berkurang secara signifikan. Hal ini memungkinkan masyarakat membakar sampah tanpa mencemari
kualitas udara. Kehadiran insinerator minim asap disambut baik warga dan aparat desa. Akma mengatakan peresmian alat tersebut mendapat respons positif. “Perwakilan RT RW dan Pak Lurah hadir dan menyampaikan rasa syukur atas kehadiran tim kami membangun insinerator ini,” katanya. Ia berharap inovasi tersebut dapat direplikasi di wilayah lain. “Tujuan awal kami memang untuk direplikasi di 32 RT lainnya. Desainnya kami buat semudah mungkin agar bisa ditiru dan diaplikasikan,” ujarnya. Melalui inovasi ini, mahasiswa KKNT Inovasi IPB University berharap pengelolaan sampah desa dapat dilakukan secara lebih berkelanjutan, sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya lingkungan yang bersih dan sehat. (*pia)
3
MIMBAR BEBAS Sampaikan opini, saran, dan kritik Anda tentang berbagai kebijakan pemerintah, dan layanan publik seperti: PLN, PDAM, PT Pos, telepon, jalan rusak, pungli, kemacetan, pembuatan KK/KTP/SIM/paspor/sertifikat tanah, dll.
Radar Bogor juga memberi kesempatan kepada para tenaga pengajar/guru/dosen yang ingin menulis opini untuk pengembangan profesi. Juga kepada para mahasiswa yang ingin menulis opini tentang suatu topik, sebagai bentuk sikap kritis untuk menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan di era sekarang.
Informasi lebih lanjut, hubungi
0852 9960 0773
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
RADAR BOGOR TV
RADAR BOGOR I KAMIS, 8 JANUARI 2026 I 19 RAJAB 1447 H
PLN Bogor (0251) 8345400 Bendungan Katulampa (0251) 8334344 RS Hermina Bogor (0251) 8382525 RS Melania Bogor (0251) 8321196 Rs Pmi Bogor (0251) 8324080 RS EMC Sentul (021) 29672977, (021) 29673000 RS Mulia Pajajaran (0251) 8379898/ 08111181298 Damkar Kabupaten Bogor (021) 8753547
RUMAH SAKIT DI BOGOR Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor (0251) 8312292 RS Azra (0251) 8318456 RS Hermina Mekarsari (021) 29232525 RS Medika Dramaga (0251) 8308900/081319310610 Bogor Medical Center (BMC) (0251) 8390435 RS Karya Bhakti Pratiwi (0251) 8626868 Rumah Sakit Dr H Marzoeki Mahdi (0251) 8324024 Rumah Sakit Islam Bogor (0251) 8316822 Rumah Sakit Daerah (Rsud) Cibinong 021-875348, 8753360 Rumah Sakit Lanud Atang Sandjaja (0251) 7535976 RS Annisa Citeureup (021)8756780, Fax. (021)8752628 RS Harapan Sehati Cibinong (021)87972380, 081296019016 Rumah Sakit Salak (0251) 8344609/834-5222 RSUD Ciawi (0251) 8240797 Klinik Utama Geriatri Wijayakusuma (0251) 7568397 Rumah Sakit Bina Husada (021) 875-8441 Rumah Sakit ibu dan anak Nuraida (0251) 8368107, (0251) 368866 Yayasan Bina Husada Cibinong (021) 875-8440 Rumah Sakit Bersalin Assalam Cibinong (021) 875-3724 Rumah Sakit Bersalin Tunas Jaya Cibinong (021) 875-2396 Rumah sakit Bina Husada Cibinong (021) 8790-3000 RS Trimitra Cibinong 021-8763055/56 Rumah Bersalin & Klinik Insani Cibinong (021) 875-7567 RS Sentosa Bogor, Kemang (0251)-7541900 RS Ibu dan Anak Juliana, Bogor (0251) 8339593, Fax. (0251)-8339591 RSIA Bunda Suryatni (0251) 7543891,(0251) 754-3892 Klinik Insani Citeureup (021) 879-42723 RSIA Kenari Graha Medika Cileungsi (021) 8230426 Rs Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Cisarua-Bogor (0251) 8253630, 8257663 RS Asysyifaa Leuwiliang (0251) 8641142 RS Vania IGD (0251) 8380613, (0251) 8380601/8380605 RSKIA Sawojajar (0251) 8324371
Bencana Ladang Bisnis BULAN November 2025 lalu, Indonesia sangat berduka atas kejadian yang menimpa tiga provinsi sekaligus, yakni Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh. Tiga wilayah tersebut mengalami bencana banjir bandang yang begitu luar biasa hingga meluluhlantakkan fasilitas umum dan rumah warga. Tidak hanya itu saja, dalam bencana tersebut banyak gelondongan kayu yang begitu besar dan menjadi pertanyaan masyarakat, dari manakah asal usuI gelondongan kayu tersebut? Air turun dari langit, akan tetapi apakah kayu turun dari langit? Hutan adalah tempat tumbuhnya pohon besar yang ditanam dengan fungsi untuk menahan dan menyerap air ketika adanya hujan. Akar pohon bisa menyerap air dengan tahan lama, alhasil tumbuhan akan tumbuh dengan subur. Ketika hutan di deforestasi (penebangan pohon dengan skala besar) maka akan terjadi bencana, yaitu banjir bandang atau tanah longsor. Deforestasi inilah yang mendatangkan banjir bandang yang sangat dahsyat seperti tsunami. Peristiwa ini menelan korban jiwa sekaligus rusaknya fasilitas umum. Bukan hanya itu saja, hasil dari bencana tersebut begitu banyak lumpur yang mengendap bermingguminggu hingga mencapai ketinggian atap rumah, sehingga rumah pun terendam lumpur tebal. Ada yang lebih mengagetkan lagi, pemerintah tidak langsung turun tangan ke lokasi. Barulah 1 minggu kemudian, bantuan datang walaupun tidak merata. Warga harus mengambil kebutuhan pokok dengan berjalan puluhan kilo meter. Sedangkan bantuan dari warga untuk warga yaitu para donatur diatur dengan syarat harus melalui pemerintah terlebih dahulu. Bantuan dari luar ditolak dengan alasan harga diri. Banyak yang meninggal bukan karena bencana itu sendiri melainkan karena kelaparan. Sungguh tragis! Sampai pada akhirnya, datanglah perusahaan swasta yang ingin menyelesaikan masalah dengan mengeruk lumpur pascabanjir. Presiden mendapatkan informasi tersebut dari salah satu Gubernur kemudian mengadakan rapat kerja dadakan dengan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo juga dihadiri oleh jajaran kabinet, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Menteri Investasi/Kepala Danantara Rosan Roeslani pada hari Kamis (1/1/26). Isi rapat tersebut merupakan persetujuan atas kehadiran swasta yang ingin menjadikan sisa-sisa lumpur untuk di jadikan ladang bisnis. Pemerintah telah membentuk Satuan Tugas atau Satgas Kuala untuk mengatasi pendangkalan sungai di sejumlah wilayah terdampak bencana Sumatera. Usulan itu telah disetujui Presiden Prabowo. Satgas akan bertugas mempercepat pengerukan kuala dan sungai yang mendangkal akibat lumpur banjir. Usul pembentukan Satgas Kuala disampaikan oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa pemerintah sangat cepat tanggap jika berkaitan dengan segala yang mengantarkan pada uang? Sedangkan sebelumnya banyak drama yang menyelimuti bencana ini. Perlu diketahui, seharusnya pemerintah harus cepat turun tangan ketika ada masyarakat yang tertimpa musibah apalagi bencana skala besar ini. Ummu Nabila azultea363@gmail.com Cianjur
Cantumkan nama dan alamat lengkap, nomor telepon yang bisa dihubungi, nomor pelanggan (untuk layanan PDAM/PLN/PT Gas) dan lampirkan fotokopi KTP. Kirimkan ke Redaksi Radar Bogor, Gedung Graha Pena, Jl KHR Abdullah Bin Nuh No 30, Yasmin, Bogor.
Hanya artikel dengan ketentuan dan memenuhi syarat yang akan dimuat. Redaksi berhak mengedit isi tulisan tanpa mengurangi substansi. Redaksi tidak bertanggung jawab atas dampak langsung maupun tidak, pascapemuatan tulisan. Terima kasih.
RADAR_BOGOR
RADAR BOGOR
KIRIMKAN KE:
TKA Kompas Keadilan BEBERAPA waktu lalu pemerintah mengeluarkan istilah baru dalam dunia pendidikan. Bulu kuduk kita sering kali merinding setiap kali ini terjadi. Ada trauma kolektif yang menghantui, misalnya bayangan tentang ujian nasional yang menyeramkan. Di mana nasib tiga tahun sekolah dipertaruhkan dalam tiga jam yang penuh keringat dingin. Maka, ketika Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 resmi diumumkan pada Juli 2025 lampau, suara-suara sumbang kembali terdengar. “Apa bedanya dengan UN?”, “Hanya ganti baju saja!”, atau “Pemerintah cuma mau kasih label peringkat lagi.” Akan tetapi, kalau mau sedikit melonggarkan urat leher dan membaca Siaran Pers Nomor: 919/sipers/A6/XII/2025 dari Kemendikdasmen, ada narasi yang sangat berbeda di sana. TKA bukanlah algojo, melainkan sebuah instrumen navigasi nasional. Bayangkan, pemerintah sedang mengelola sebuah hutan seluas nusantara, tanpa kompas dan peta yang akurat, saya meyakini mustahil mereka tahu mana pohon yang sedang kering atau wilayah mana yang sedang butuh
Negara Harus Jadi Perisai Generasi Muda DUNIA digital hari ini bukan lagi sekadar ruang hiburan, melainkan medan pertempuran nilai yang kian nyata dampaknya. Menjelang akhir 2025, publik dikejutkan oleh rentetan peristiwa berdarah yang benang merahnya bermuara pada satu titik: game online. Dari pembunuhan tragis hingga ancaman teror, layar pon sel kini bertransformasi menjadi panduan bagi aksi-aksi kriminal yang melampaui nalar. Masih segar di ingatan. Di Medan, anak tega bunuh ibu kandung gara-gara game online. Di Depok, mahasiswa nekat teror bom di 10 sekolah, terinspirasi skenario game. Fenomena ini menegaskan bahwa konten kekerasan bebas dalam game online sangat mudah diakses oleh anak-anak dan remaja. Paparan visual kekerasan yang repetitif terbukti merusak emosi, menumpulkan empati, dan menghancurkan kesehatan mental generasi muda. Game online tidak lagi sekadar permainan, melainkan ”pelatihan” bawah sadar bagi perilaku agresif, bullying, hingga tindakan bunuh diri. Ini bukan sekadar kebetulan. Ini adalah krisis mental generasi! Mengapa ini terjadi? Perusahaan game hanya mengejar cuan, tak peduli konten kekerasan merusak otak anak. Ruang digital saat ini dikuasai oleh kepentingan Kapitalisme global. Bagi mereka, keuntungan materi adalah segalanya. Mereka tidak memedulikan apakah sebuah game akan merusak moral atau menghancurkan masa depan sebuah generasi, selama angka download dan transaksi in-game terus meningkat. Di sisi lain, negara abai, tampak tidak berdaya atau bahkan enggan untuk bertindak tegas. Alasan kebebasan berekspresi dan potensi ekonomi kreatif sering kali dijadikan tameng untuk membiarkan konten kekerasan tetap beredar luas tanpa proteksi yang mumpuni bagi anak di bawah umur. Negara telah gagal menjadi perisai bagi generasi dari bahaya ”narkoba digital” ini. Konten brutal dibiarkan bebas akses tanpa proteksi ketat. Terlebih lagi dalam Sistem Sekuler, agama dipisahkan dari teknologi, membuat digital jadi ruang tanpa moral. Ummu Fatih muhammadalfatihcjr@ gmail.com
pupuk lebih banyak. Inilah fungsi utama TKA yaitu menjadi instrumen pemetaan capaian pendidikan nasional. TKA lahir dari latar belakang kebutuhan akan data yang jujur. Selama ini, kita sering kali hanya “mengira-ngira” kualitas pendidikan berdasarkan perasaan. TKA hadir sebagai evaluasi standar untuk jejaring SMA, SMK, MA dan Paket C dengan tujuan memberikan layanan pendidikan bermutu untuk semua tanpa kecuali. Jika kita membaca TKA menggunakan lensa Teori Strukturasi yang digagas oleh Anthony Giddens. Ia melihat adanya dialektika antara struktur (sistem pendidikan) dan agensi (murid/guru). TKA bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan struktur yang menyediakan informasi bagi agensi (murid dan guru). Dengan data TKA, satuan pendidikan memiliki basis data untuk melakukan tindakan reflektif guna memperbaiki pola pengajaran. Tanpa adanya data yang jelas, pendidikan kita hanya berjalan di tempat dan terjebak dalam rutinitas tanpa evaluasi. Satu hal yang ditegaskan oleh Kepala BSKAP, Toni Toharudin
FATHIN ROBBANI SUKMANA Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik
adalah bahwa hasil TKA tidak dimaksudkan untuk memberi label atau peringkat kepada murid. Dan ini adalah tamparan keras bagi yang menyamakan TKA dengan ujian nasional. Jika UN digunakan sebagai syarat kelulusan (alat seleksi), TKA adalah alat diagnostik. Dalam sosiologi pendidikan kontemporer, ini mirip dengan konsep Evaluasi Formatif Berbasis Sistem. Tujuannya bukan untuk menghukum yang lemah, tapi untuk mengidentifikasi siapa yang butuh bantuan lebih. Proses verifikasi dilakukan berjenjang dimulai dari Ke-
menterian ke Dinas, lalu ke Satuan Pendidikan, ini menunjukkan bahwa akuntabilitas dalam proses tersebut adalah harga mati. Penggunaan laman tka.kemendikdasmen.go.id sebagai satu-satunya pintu informasi resmi adalah upaya nyata pemerintah untuk memutus rantai disinformasi dan hoaks yang sering memperkeruh suasana pasca ujian. Secara proses, TKA mengajarkan kita tentang transparansi dan ketertiban administrasi. Dimulai dari akses Daftar Kolektif Hasil TKA (DKHTKA) hingga distribusi sertifikat pada 5 Januari 2026 lalu, semuanya dirancang agar murid dan orang tua mendapatkan informasi yang sah ih. Namun, dampak jangka panjangnya jauh lebih indah, contohnya adalah adanya distribusi sumber daya yang adil, karena dengan data TKA, Pemerintah melalui Kemendikdasmen tidak lagi memberikan bantuan secara “pukul rata”. Wilayah dengan capaian akademik yang masih tertinggal akan mendapatkan intervensi kebijakan dan bantuan sarana yang lebih besar, dan ini merupakan manifestasi dari prinsip keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia. Selanjutnya, Perbaikan Kurikulum Berkelanjutan, hasil TKA setiap mata pelajaran menjadi bahan evaluasi apakah kurikulum yang diterapkan sudah sesuai dengan realitas di lapangan atau penyesuaian. Dan terakhir, adanya kredibilitas pendidikan Indonesia. Dengan memiliki sistem asesmen yang kredibel, dapat meningkatkan kepercayaan publik dan dunia internasional terhadap kualitas sumber daya manusia kita. TKA adalah langkah berani pemerintah untuk keluar dari zona nyaman “pendidikan berbasis perasaan” menuju “pendidikan berbasis data”. Mengutip apa yang ditulis Giddens, kita sedang membangun sistem yang lebih “reflektif”. Mari berhenti melihat TKA sebagai beban tambahan bagi murid. Sebaliknya, lihatlah ia sebagai cermin besar bangsa ini. Tanpa cermin kita tidak akan tahu noda mana yang harus dibersihkan. Melalui TKA, Kemendikdasmen sedang memastikan bahwa setiap anak, di Sabang hingga Merauke, mendapatkan hak yang sama atas pendidikan bermutu.(*)
Kebebasan Berpendapat Dibayangi Teror BELAKANGAN ini, ruang digital Indonesia tidak lagi menjadi tempat yang aman untuk bertukar gagasan. Fenomena memilukan menimpa sejumlah konten kreator dan influencer yang vokal mengkritisi kebijakan rezim. Alihalih mendapatkan jawaban substantif atas kritik yang dilontarkan, mereka justru menghadapi serangkaian aksi teror yang sistematis dan mengerikan. Fakta di lapangan menunjukkan pola yang mengkhawatirkan. Laporan dari berbagai media menyebutkan
bahwa para aktivis digital ini mengalami berbagai bentuk intimidasi, mulai dari doxing, peretasan akun, hingga ancaman fisik yang nyata. Kasus pelemparan bom molotov, vandalisme, hingga pengiriman bangkai ayam ke kediaman korban bukan lagi sekadar bumbu cerita, melainkan bukti nyata adanya upaya pembungkaman. Tragisnya, intimidasi ini sering kali meluas hingga menyasar anggota keluarga korban. Ini adalah indikator jelas bahwa ada upaya terstruktur untuk menciptakan
PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI OBJEK HAK TANGGUNGAN Berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan No. 4 Tahun 1996, PT. Bank Central Asia, Tbk akan melaksanakan Lelang Eksekusi Objek Hak Tanggungan dengan perantara Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bogor melalui jasa pra lelang PT. Balai Lelang Star dengan cara penawaran melalui internet/e-auction (tanpa kehadiran peserta) terhadap aset-aset jaminan debitur atas nama Pretty Olivia Hardjawinata, berupa 2 (dua) bidang tanah dan bangunan dalam 1 (satu) hamparan dengan luas total 255 m2 dijual dalam 1 (satu) paket yang terdiri dari : • Sebidang tanah seluas 128 m2 sesuai SHGB No. 1501/Mekarsari berikut bangunan (Ruko) dan segala sesuatu yang melekat diatasnya terdaftar atas nama Nona PRETTY OLIVIA HARDJAWINATA, 22/11/1996 terletak di Desa/Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. • Sebidang tanah seluas 127 m2 sesuai SHGB No. 1503/Mekarsari berikut bangunan (Ruko) dan segala sesuatu yang melekat diatasnya terdaftar atas nama Nona PRETTY OLIVIA HARDJAWINATA, 22/11/1996 terletak di Desa/Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Keseluruhannya terletak dan dikenal oleh umum sebagai Jalan Raya Cileungsi-Jonggol KM.3, Desa/ Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Harga Limit Rp 2.136.400.000,- ; Setoran Uang Jaminan Rp 535.000.000,Keterangan: • Nominal jaminan yang disetorkan ke rekening virtual account (VA) harus sama dengan nominal jaminan yang disyaratkan. • Jaminan harus sudah efektif diterima oleh KPKNL selambat-lambatnya 1 (satu) hari kalender sebelum pelaksanaan lelang. • Segala biaya yang timbul sebagai akibat mekanisme perbankan menjadi beban peserta lelang. Peserta Lelang diwajibkan melihat, mengetahui dan menyetujui aspek legal dari obyek yang dilelang dengan kondisi apa adanya (as is)*. Syarat lainnya akan ditentukan pada saat lelang. Informasi lebih lebih lanjut hubungi PT. Bank Central Asia Tbk 021 – 23588000, PT. Balai Lelang Star 021- 8313728, atau KPKNL Bogor Telp. (0251) 315453. Deskripsi Persyaratan Lelang : 1. Memiliki akun yang telah terverifikasi pada alamat website / domain : lelang.go.id 2. Syarat dan ketentuan serta tata cara mengikuti lelang dapat dilihat pada alamat website diatas. Deskripsi Pelaksanaan Lelang : 1. Cara Penawaran : Open Bidding (Menggunakan Aplikasi Lelang Internet) 2. Hari, Tanggal : Kamis, 22 Januari 2026 3. Waktu Penawaran : Sejak tayang pada aplikasi lelang s.d. batas akhir penawaran 4. Batas Akhir Penawaran : 22 Januari 2026 pukul 10:00 WIB (sesuai waktu server) 5. Penetapan Pemenang : Setelah batas akhir penawaran 6. Alamat Domain : lelang.go.id 7. Pelunasan Harga Lelang : Paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah pelaksanaan lelang, apabila tidak dilunasi maka penunjukkan sebagai pembeli dibatalkan dan uang jaminan disetorkan ke kas negara 8. Bea Lelang Pembeli : 2 % (dua persen) dari harga lelang 9. Tempat Lelang : KPKNL Bogor, Jl. Veteran No. 45, Kota Bogor Bogor, 08 Januari 2026 Pemohon Lelang Eksekusi/Penjual Ttd KPKNL BOGOR PT. Bank Central Asia Tbk
”culture of fear” atau budaya rasa takut di tengah masyarakat. Secara sosiopolitik, rentetan teror ini mengungkap tabir tipis yang selama ini menutupi wajah kekuasaan. Ketika negara atau elemen yang mendukungnya menggunakan kekerasanuntukmembungkam kritik, maka narasi ”demokrasi” yang diagungkan hanyalah kosmetik. Inilah yang disebut sebagai paradoks demokrasi. Di satu sisi, rakyat diberi hak bicara, namun di sisi lain, mereka dihantui konsekuensi fisik
dan digital jika suara tersebut berse berangan dengan kepentingan rezim. Rezim yang antikritik dan membiarkan (atau bahkan memfasilitasi) intimidasi terhadap rakyatnya sendiri sebenarnya sedang menjalankan praktik demokrasi otoriter. Kritik dipandang sebagai ancaman stabilitas, padahal dalam sistem yang sehat, kritik adalah vitamin bagi perbaikan kebijakan. Ummu Fatih muhammadalfatihcjr2007 @gmail.com
TERUSAN
4
RADAR BOGOR TV
RADAR BOGOR I KAMIS, 8 JANUARI 2026 I 19 RAJAB 1447 H
RADAR_BOGOR
RADAR BOGOR
Siap Lanjutkan Program Positif BOGOR–Prosesi pedang pora mengiringi momen pelepasan Kombes Pol Eko Prasetyo dari jabatan Kapolresta Bogor Kota, Selasa (6/1) siang. Momen simbolis itu menandai bergantinya kepemimpinan di kepolisian Kota Hujan. Jajaran perwira berdiri saling berhadap-hadapan dan membentuk lorong kehormatan.
Sementara Eko melangkah di antara barisan para pasukan. Suasana haru pun tak terelakkan ketika ia memberikan salam perpisahan kepada seluruh personel. Para pasukan juga turut memberikan taburan bunga kepada Eko. Selama hampir satu tahun menakhodadi kepolisian Kota Bogor, Eko dinilai berhasil mencatatkan sejumlah
prestasi. Salah satunya, pelayanan prima tahun 2026. “Saya mengucapkan terima kasih kepada semuanya, yang sudah membantu saya menakhodai Polresta ini. Sehingga ada banyak capaian yang diraih,” jelas Eko, yang kini berpindah tugas sebagai Penyidik Tindak Pidana Bareskrim Polri.
Ia menegaskan, penghargaan yang diraih bukanlah hasil kerja individu, melainkan kolaborasi seluruh anggota. Ia berharap semangat dan kinerja yang sudah terbangun dapat terus dijaga. Eko juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh personel. Ia mengakui sebagai manusia biasa tentu
memiliki keterbatasan selama berinteraksi dan bertugas. “Saya juga menitipkan ’adik kandung’ saya (Kombes Pol Rio) agar dibantu sebagaimana rekan-rekan telah membantu saya. Bahkan kalau bisa lebih,” tuturnya. Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro, menyampaikan
apresiasi atas dedikasi dan legacy yang ditinggalkan pendahulunya. Rio menilai berbagai pembangunan dan capaian kinerja menjadi fondasi penting untuk melanjutkan pelayanan kepada masyarakat. Personel kepolisian diminta untuk bisa saling mendukung dan bekerja sama dalam
menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kota Bogor. Programprogram positif digaransi akan terus dilanjutkan. “Pembangunan dan capaian yang ada, termasuk di SPPG dan gedung 110, adalah warisan yang harus kita jaga bersama untuk masyarakat Kota Bogor,” pungkas Rio. (bay/c)
Super Flu Menyebar di Jabar Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno menjelaskan, virus super flu secara ilmiah merupakan virus influenza tipe A (H3N2) yang telah lama ada. Namun kini mengalami perubahan menjadi subvarian baru, yakni H3N2 subclade K. “Subclade K ini merupakan varian baru yang pertama kali
diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025. Namun masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan karena varian ini tidak mematikan seperti Covid-19,” ujar dr. Sri Nowo Retno dalam keterangannya, Rabu (7/1). Ia menjelaskan, influenza merupakan penyakit saluran pernapasan akut yang disebabkan oleh virus influenza A maupun
B. Penularannya terjadi melalui droplet, aerosol, serta kontak langsung dengan cairan saluran napas orang yang terinfeksi. Tingkat penularannya tergolong cepat, di mana satu orang dapat menularkan virus kepada dua hingga tiga orang di sekitarnya.“Orang dewasa dapat menularkan influenza sejak satu hari sebelum gejala muncul hingga lima hari setelah gejala timbul,” jelasnya.
Adapun gejala umum yang dialami penderita meliputi demam tinggi, kelelahan berat, nyeri otot, pilek atau hidung tersumbat, menggigil, serta nyeri tenggorokan. Masa inkubasi virus berkisar antara satu hingga empat hari setelah terpapar. Secara nasional, hingga akhir Desember 2025, tercatat 1.692.642 kasus influenza-like illness (ILI) di Indonesia. Tren
Tetaplah Tangguh, Aceh! Selama enam hari berada di Kabupaten Aceh Tamiang, tim Radar Bogor membersamai Relawan SalamAid menyusuri jejak bencana yang meninggalkan luka mendalam bagi warga. Hari-hari tersebut diisi dengan peliputan lapangan, pendokumentasian kondisi pengungsian, serta interaksi langsung dengan masyarakat yang terdampak. Tidak sekadar menjalankan tugas jurnalistik, tim juga menyatu dengan denyut kehidupan warga yang berusaha bangkit di tengah keterbatasan. Warga di Aceh Tamiang menyambut hangat tim Radar Bogor dengan rasa penuh kekeluargaan. Dari tenda pengungsian hingga ruang kelas darurat, dari dapur umum hingga jalan-jalan berlumpur yang dilalui bersama, warga selalu menyapa dengan senyum. Meski bencana meninggalkan duka dan kerusakan, semangat hidup dan ketangguhan masyarakat tetap terasa kuat dalam setiap perjumpaan. Kami pun senantiasa berterima kasih atas sambutan hangat tersebut selama proses peliputan berlangsung. Harapannya, karya jurnalistik ini dapat menjadi jembatan informasi sekaligus empati bagi masyarakat luas. Saya sendiri tak bisa melepaskan
kekaguman terhadap ketangguhan warga Aceh Tamiang, khususnya anak-anak. Mereka tetap mampu tersenyum di tengah keterbatasan. Pengalaman enam hari di Aceh Tamiang akan menjadi catatan penting dalam perjalanan jurnalistik kami. “Hati-hati di jalan, titip salam untuk teman-teman di Bogor. Terima kasih sudah menengok kami yang kena musibah di sini. Teman-teman dari Bogor sudah kami anggap sebagai keluarga, karena yang pertama membantu kami di sini teman-teman dari Bogor,” titip Muhammad Hasan (61), salah seorang warga Dusun Al Ikhsan. Sementara rekan saya, Hendi Novian, mengakui bahwa perjalanan di Aceh Tamiang memberikan pelajaran kemanusiaan yang mendalam. Ia memang tidak bisa memberikan donasi, baik sembako maupun finansial. Meski hanya lewat visual, ia berupaya mengabarkan keadaan di Aceh Tamiang kepada para relawan maupun donatur yang ingin memberikan bantuan agar tepat sasaran. Selanjutnya, Banda Aceh bakal menjadi pintu gerbang kami untuk lepas landas. Ibu kota Serambi Mekah ini bisa ditempuh dengan perjalanan 12 jam. Artinya, tersisa kurang dari sehari lagi kami berada di Tanah Rencong. Kesempatan ini bakal membawa kami pada
eksplorasi penutup. Dalam perjalanan menuju Banda Aceh, tim ekspedisi Radar Bogor menempuh jalur Lintas Timur Sumatera. Rute tersebut melintasi Karang Baru dan Kuala Simpang. Berlanjut Kota Langsa, Lhokseumawe, Aceh Utara, Bireuen, hingga Sigli di Kabupaten Pidie. Perjalanan dilanjutkan melewati Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Besar sebelum akhirnya tiba di Banda Aceh. Di tengah perjalanan, kami berhenti sejenak di Jembatan Krueng Tingkeum, Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Jembatan yang sempat terputus akibat banjir bandang tersebut kini kembali terhubung dan menjadi simbol pemulihan akses transportasi vital masyarakat Aceh. Saat bencana ekologis terjadi, satu ruas Jembatan Krueng Tingkeum putus akibat dihantam banjir bandang dan longsor. Kondisi tersebut membuat akses transportasi dari Banda Aceh menuju Medan dan sebaliknya lumpuh total. Khususnya, bagi kendaraan roda empat ke atas yang tidak dapat melintas sama sekali. Selama jembatan terputus, warga dan pengendara roda dua terpaksa menyeberang menggunakan perahu nelayan. Penyeberangan tersebut tidak gratis. Tarifnya Rp10 ribu per orang dan Rp50-80 ribu per
unit sepeda motor, tergantung kondisi arus sungai. Jembatan Krueng Tingkeum mulai kembali dioperasikan pada Jumat (26/12) setelah rampung dipasang jembatan bailey atau rangka baja portabel. Jembatan ini berada di lintas timur Sumatera, tepat di perbatasan Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara, sehingga menjadi urat nadi pergerakan orang dan barang antarwilayah. Panjang jembatan darurat saat ini berbeda dibandingkan sebelumnya. Longsor besar saat banjir bandang menyebabkan struktur jembatan harus dibuat lebih panjang untuk menyesuaikan kondisi tanah yang berubah. Pengoperasian jembatan diberlakukan dengan sistem buka-tutup diterapkan secara situasional, menyesuaikan dengan kepadatan kendaraan di lapangan guna menjaga kelancaran dan keselamatan arus lalu lintas. Lantaran kapasitas maksimal jembatan darurat tersebut hanya 30 ton. Pemulihan Jembatan Krueng Tingkeum menjadi simbol penting bangkitnya akses transportasi Aceh pascabencana. Selain memulihkan mobilitas masyarakat, jembatan ini juga berperan vital dalam memperlancar distribusi logistik dan menggerakkan kembali aktivitas ekonomi di lintas nasional Banda Aceh–Medan. (cr1/d)
Tujuh Kali Partisipasi, “Pecah Telor” Emas Saat Menjadi Pelatih Emas tersebut menjadi yang pertama bagi kontingen Indonesia di SEA Games Thailand 2025 sekaligus mengakhiri paceklik prestasi cabang poomsae yang terakhir kali meraih emas pada SEA Games Jakarta 2011. Tim yang diasuh Maulana diperkuat Muhammad Rizal asal Kota Bogor, Muhammad Alfi Kusuma dari Kota Bandung, dan Muhammad Hafizh Fachrur Rhozy dari Solo. “Ini emas yang sangat emosional bagi saya. Setelah tiga kali ikut SEA Games sebagai atlet dan empat kali sebagai pelatih, akhirnya bisa mempersembahkan emas untuk Indonesia,” kata Maulana Haidir saat diwawancarai Radar Bogor, Rabu (7/1). Pada ajang SEA Games Thailand 2025, perjalanan tim Indonesia tidaklah mudah. Cabang poomsae awalnya tidak masuk prioritas utama dan bahkan tidak mendapatkan alokasi anggaran dari pusat. Persiapan sudah dimulai sejak Februari 2025. Namun, izin resmi untuk mengikuti SEA Games baru diperoleh pada Agustus 2025. “Empat bulan persiapan itu
Komisaris Utama: Maesa Samola Komisaris: Suhendro Boroma CEO: Nihrawati AS
sangat mepet. Bahkan, biaya latihan awal kami tanggung secara mandiri. Alhamdulillah, untuk keberangkatan dan perlengkapan sudah masuk SK Kontingen Indonesia dan SK KOI,” ujar Maulana. Keterbatasan waktu juga diperparah dengan kondisi atlet yang tidak sepenuhnya ideal. Muhammad Rizal tetap aktif berlatih, sementara Muhammad Hafizh Fachrur Rhozy harus membagi waktu dengan penyelesaian skripsi, dan satu atlet lainnya sedang menjalani pendidikan militer. Untuk menyiasati kondisi tersebut, Maulana menyusun program latihan yang terstruktur. Pada Agustus hingga September, fokus diberikan pada pemulihan fisik dan penguatan teknik dasar. Oktober diarahkan pada peningkatan konsistensi teknik, sementara November diisi dengan training camp selama sepuluh hari di Korea Selatan serta uji coba internasional di China yang berbuah gelar juara. “Setelah kembali ke Indonesia hanya sepuluh hari, kami langsung berangkat ke Thailand. Secara mental dan teknik, atlet sudah siap,” katanya. Di SEA Games, persaingan
berlangsung ketat. Setidaknya ada enam negara dengan kekuatan merata, yakni Indonesia, Filipina, Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Singapura. Mayoritas atlet yang tampil merupakan finalis atau peringkat delapan besar kejuaraan dunia. Indonesia membuka jalan menuju emas dengan menyingkirkan Myanmar di babak pertama, mengalahkan Malaysia di babak kedua, dan tampil solid hingga meraih kemenangan di partai final. “Pengalaman world class atlet sangat menentukan. Mereka mampu menampilkan performa maksimal sesuai dengan apa yang dilatih,” ujar Maulana. Pria berusia 34 tahun ini mengaku mulai mengenal taekwondo sejak duduk di bangku kelas 3 SD pada 1999. Ia sempat fokus di nomor kyorugi sebelum beralih ke poomsae akibat cedera pada 2009. Kemudian sejak masuk tim nasional pada 2010, ia pun mengoleksi berbagai prestasi. Mulai dari medali perak Kejuaraan Dunia, emas Kejuaraan Asia 2016, serta tiga medali perunggu SEA Games. Pasca Asian Games 2018, Maulana memutuskan gantung
sabuk sebagai atlet dan beralih sepenuhnya ke dunia kepelatihan. Selain SEA Games, ia juga mencatat prestasi internasional bersama atlet binaannya di Australia Open dan China Open. Saat ini, ia berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara dengan tugas khusus sebagai pelatih taekwondo. Menurut Maulana, perkembangan taekwondo Indonesia terus menunjukkan tren positif berkat pembinaan usia dini yang semakin terstruktur serta dukungan pemerintah melalui berbagai program nasional. “Pembinaan junior sekarang jauh lebih rapi. Dari Porprov Nasional, PPLP, sampai program pusat, semua jadi jalur seleksi yang jelas,” katanya. Ia mencontohkan, tim junior Indonesia baru-baru ini berhasil meraih dua medali perunggu di ASEAN Youth Games dan lolos kualifikasi Olimpiade Remaja. Dia pun berpesan kepada generasi muda agar menekuni taekwondo dengan komitmen dan dukungan keluarga. “Taekwondo bukan sekadar olahraga. Ini bisa menjadi jalan hidup dan membuka karier hingga level dunia. Tapi semua butuh kerja keras dan konsistensi,” pungkasnya. (uma/c)
peningkatan kasus telah terlihat sejak akhir 2024 dan kembali menguat sepanjang 2025. Selain itu, ditemukan 62 kasus influenza A (H3N2) subclade K yang tersebar di delapan provinsi, dengan konsentrasi tertinggi di Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Di Kota Bogor sendiri, tren kasus ILI pada 2025 bersifat fluktuatif dan cenderung menurun pada akhir Desember. Puncak kasus terjadi pada minggu epidemiologi ke-40 hingga ke-46 (September– Oktober). Pada Januari 2025 tercatat 102 kasus, sementara pada periode puncak mencapai 116 kasus. Sebagai upaya kewaspadaan dini, Dinkes Kota Bogor terus melakukan pemantauan kasus pneumonia dan ILI melalui Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR). Rumah sakit dan puskesmas juga diminta segera melaporkan apabila ditemukan klaster penyakit infeksi pernapasan melalui menu Early Warning Alert and Response System (EBSSKDR). Selain itu, Dinkes Kota Bogor berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, serta melakukan promosi kesehatan melalui media sosial dan fasilitas layanan kesehatan. Dinkes Kota Bogor mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), antara lain dengan menggunakan masker saat merasa tidak enak badan, menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin, rajin mencuci tangan, cukup istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, serta memperbanyak minum air putih. Dalam kondisi darurat, masyarakat dapat menghubungi PSC GESIT di nomor 119. “Masyarakat juga disarankan melakukan imunisasi influenza, terutama bagi kelompok rentan, dan segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan apabila mengalami gejala,” kata dr. Sri Nowo Retno. Sementara itu, Kabupaten Bogor juga belum memastikan penyakit super flu itu. Dinkes Kabupaten Bogor masih menunggu data dari provinsi Jabar ada atau tidaknya warga yang terdeteksi kasus influenza A (H3N2) subclade K. Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Fusia Meidiawaty mengakui, pihaknya masih
berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Jawa Barat untuk mengetahui apakah terdapat kasus yang berasal dari Kabupaten Bogor. Dinkes Provinsi Jawa Barat belum mendapatkan data by name by address kasus tersebut dari penjabaran Kementerian Kesehatan. Meski begitu, varian ini masih tergolong tidak parah. Sebelumnya, Dinas Kesehatan Jabar mengonfirmasi temuan 10 kasus influenza H3N2 subclade K tersebut. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Vini Adiani Dewi, menjelaskan bahwa kasus tersebut mulai terdeteksi sejak Agustus dan trennya terus menurun hingga akhir tahun. ”Ada 10 kasus sejak Agustus, lalu di Oktober mulai menurun dan sudah ditangani semua. Totalnya 10 kasus hingga akhir tahun,” kata Vini. Seluruh kasus tersebut dilaporkan dan ditangani di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun, Dinkes Jabar belum merinci sebaran wilayah asal pasien. ”Sepuluh kasus itu dilaporkan dari Hasan Sadikin, detail asal wilayahnya tidak diketahui dari mana saja,” ujarnya.(uma/abl/c)
Sudah Habis Rp50 Miliar Pulihkan Layanan Kesehatan Saat ini, pemulihan sektor kesehatan menjadi prioritas utama. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menegaskan, layanan kesehatan harus segera pulih agar aktivitas masyarakat bisa kembali berjalan seperti sediakala. Itu agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti. Proses pemulihan dilakukan bersama masyarakat dengan semangat gotong royong. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan, pemulihan layanan kesehatan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama adalah pemulihan layanan rumah sakit. Dari 87 rumah sakit yang terdampak, seluruhnya telah kembali beroperasi setelah dua minggu pascabencana. Tahap kedua menyasar pemulihan puskesmas. Dari total 192 puskesmas yang sempat berhenti beroperasi, hampir seluruhnya telah pulih. Saat ini hanya tersisa tiga puskesmas yang belum dapat difungsikan karena berada di wilayah dengan dampak bencana berat. Tahap ketiga merupakan pemulihan layanan kesehatan secara menyeluruh agar kembali seperti kondisi sebelum bencana. Upaya ini dilakukan melalui pendataan, pemenuhan kebutuhan fasilitas, relokasi, serta reaktivasi layanan. ”Pemerintah menargetkan seluruh layanan kesehatan dapat pulih sepenuhnya pada akhir Maret 2026,” jelasnya. Budi Gunadi mengakui, kini proses penanganan telah memasuki tahap ketiga, yakni tahap pemulihan total sarana dan prasarana. ”Sejak awal Januari kita masuk ke tahap ketiga, ini benar-benar pemulihan. Kita cek satu per satu alat yang rusak, mulai dari ambulans hingga alat laboratorium. Saya berdoa mudah-mudahan akhir Maret ini semua bisa pulih kembali,” jelasnya. Sebagian besar dari 87 RSUD dan 867 Puskesmas terdampak
sudah mulai melayani pasien. Namun, Budi Gunadi mengakui masih ada beberapa kendala pada fasilitas yang mengalami kerusakan struktural berat. Tercatat ada tiga Puskesmas di Aceh, yaitu di Aceh Tengah (Rusip Antara), Aceh Tenggara (Jambur Raklak), dan Aceh Timur (Lokop), yang kondisinya hancur total tertimpa material bencana. Khusus untuk wilayah tersebut, pemerintah akan melakukan pembangunan ulang di lokasi yang lebih aman (relokasi). ”Puskesmas Lokop benar-benar hancur ketimpa kayu-kayu besar. Sekarang sedang kita bangun baru. Kami juga menggeser lokasi Puskesmas yang sebelumnya terlalu menempel ke sungai agar lebih aman di masa depan,” tambahnya. Fokus utama pada tahap ketiga ini adalah pengadaan dan perbaikan alat kesehatan (alkes) yang memiliki nilai investasi tinggi. Budi menyebutkan banyak komputer, tempat tidur pasien, hingga alat laboratorium TBC yang rusak akibat terendam lumpur. Untuk mempercepat proses ini, Kemenkes menerapkan strategi kolaborasi. Untuk sektor otomotif mereka menggandeng teknisi dari APM (Agen Pemegang Merek) untuk memperbaiki 214 ambulans yang terendam. Lalu memfasilitasi donatur dan perusahaan swasta untuk pembangunan sumur bor guna menjamin pasokan air bersih di Puskesmas. Dalam aspek pencegahan, Kementerian Kesehatan juga mewaspadai potensi munculnya penyakit menular pascabencana. Beberapa penyakit yang menjadi perhatian antara lain campak, diare, dan tuberkulosis (TBC). “Khusus campak, kami sudah mengidentifikasi kasus di lima kabupaten. Karena penularannya cepat, kami langsung melakukan imunisasi pada anak-anak di wilayah yang berpotensi terdampak,” jelas Budi. Terkait anggaran, Budi menyebutkan dana pemulihan kesehatan berasal dari berbagai sumber, termasuk Kementerian
Kesehatan, BNPB, sektor swasta, dan sumbangan masyarakat. Saat ini menurutnya total anggaran yang dikeluarkan mencapai lebih dari Rp50 miliar yang terus bergerak. Ke depan, fokus pembiayaan pemulihan tahap ketiga akan dipusatkan melalui BNPB agar proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan terkoordinasi. Saat ini, pemerintah masih melakukan pendataan kebutuhan, termasuk jenis peralatan dan estimasi biayanya,untukmenyusunrencana anggaran lanjutan. KERAHKAN 4.000 RELAWAN KESEHATAN Kemenkes juga telah memobilisasi sedikitnya 4.000 relawan kesehatan untuk menangani krisis kesehatan pascabencana. Tim besar ini terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari dokter spesialis hingga mahasiswa kedokteran. Budi Gunadi menilai, pengerahan relawan ini menjadi kunci utama dalam menjaga layanan kesehatan tetap berjalan. Mengingat banyak tenaga kesehatan (nakes) lokal di daerah bencana yang juga menjadi korban. Untuk menjaga efektivitas layanan dan menghindari kelelahan fisik, Kemenkes menerapkan sistem rotasi berkala. Kemenkes melakukan rotasi relawan setiap dua sampai tiga minggu. ”Jadi setiap saat, ada sekitar 700900 relawan yang standby di lapangan,” jelas Budi Gunadi. Dia pun menjelaskan prioritas utama para relawan ini adalah menjangkau 1.000 titik pengungsian dan desa-desa yang masih terisolasi akibat akses jalan yang terputus. ”Mereka harus menyeberang menggunakan sling atau rakit karena jalan terputus. Tugas mereka berat, bukan hanya mengobati fisik, tapi juga harus punya kemampuan komunikasi yang baik untuk membantu rehabilitasi mental anak-anak dan melakukan lobi rujukan cepat jika ada pasien kritis yang butuh helikopter,” tambahnya. (uma/c)
GM Bisnis: Erwin Sofian GM Digital dan Teknologi Informasi (IT): Benny Irawan Pemimpin/Penanggungjawab Redaksi: Ricki Noor Rachman Koordinator Liputan: Dede Supriadi Pemimpin/Penanggungjawab Redaksi Online: Lucky Lukman Nul Hakim Redaktur Pelaksana Online: Yosep Awaludin Redaktur Senior: Andi Ahmadi, Faturahman S Kanday, Muhammad Ridwan, Muh Afandi, Iqbal Muhammad Redaktur: Imam Rahmanto, Pipin Apriani, Alpin, Muhammad Ruri Ariatullah, Rani Puspitasari Sinaga, Reka Faturachman Sekretaris Redaksi: Jean Cloudia Reporter: Arif Al Fajar, Septi Nulawam Harahap, Fikri Rahmat Utama, Muhamad Rifki Fauzan, Abilly Muhamad, Muhammad Ali Fotografer: Sofyansyah, Hendi Novian Redaktur Konten/ Koordinator Medsos: Erika Nur Rizki S Konten Kreatif: Edfyra Amelia, Rissa Aliria Putri Editor Video: Muhammad Alife Shine, Muhammad Fadhel Wafi, Muhammad Ardika Gunawan, Ezar Rajaswara, Khaerul Nur, Muhammad Isa Ismatullah Videografer: Abdul Aziz, Muhamad Dzikri Ilman Syabani Pracetak: Zainal Arifin (Koordinator), Nursaid, Sarmadah, M. Chaidirali S. Umum dan Personalia: Rawin Surwintono, Mia Nelawati (Asist. Manager) Iklan: Untung Bachtiar (Manager) Pemasaran dan Sirkulasi: M Iksan Halil (Manager) Digital Marketing: Recia Debora S Konsultan Hukum: Andi Syarifuddin SH, MH Ombudsman: M. Choirul Shodiq, Rohman Budijanto Penerbit: PT Bogor Ekspres Media. SIUPP: 651/SK/MENPEN/SIUPP/28 Oktober 1998 Percetakan: PT Bogor Media Grafika (Jalan Siliwangi Kav.1/34 Komp. Puslitbang KOSTRAD Desa Cijujung Kandang Roda Bogor Telp: 0251 8655965) Alamat: Graha Pena Radar Bogor, Jl KHR Abdullah Bin Muh Nuh No 30 Taman Yasmin Bogor 16113. Telepon Redaksi: 0251-7544005 (hunting), Fax:2517544008. Telepon Iklan: 0251-7544001-002, Fax: 0251-7544009. Telepon Pemasaran: 0251-7544003. Perwakilan Jakarta: Gedung Graha Pena, Jl Kebayoran Lama 12 Jakarta Selatan, Telepon/Fax: 021-53699624. Homepage: http//www.radarbogor.id Email: redaksi@ radar-bogor.com. Wartawan Radar Bogor dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.
Wartawan Radar Bogor dibekali dengan kartu pers yang selalu dikenakan selama bertugas.
kamis
Ribuan Pekerja Kena PHK
8 januari 2026 19 rajab 1447 H
Dua Belas Orang Diperiksa Polres Metro Depok merilis perkembangan kasus penganiayaan di Tapos, Kota Depok. Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi mengatakan, hingga saat ini pihaknya sudah melakukan pemeriksaan beberapa saksi.
BERI KETERANGAN: Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi memberikan keterangan kepada awak media.
”HINGGA saat ini kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap 12 saksi,” katanya kepada Radar Bogor, Rabu (7/1) kemarin.
DUA BELAS..Baca Hal 6
(FAJAR/RADAR BOGOR)
UPAYA PENANGANAN (PEMKOT DEPOK & KOMUNITAS)
DEPOK–Kota Depok darurat sampah. Sejumlah Tempat Pembuangan Sampah (TPS) alami overload. Kondisi ini menjadi persoalan serius Kota Depok. Warga dan pemerintah harus kompak untuk bisa mengatasi persoalan sampah itu.
DEPOK..Baca Hal 6
LEBIHI KAPASITAS: Seorang warga melalui tempat pembuangan sampah (TPS) yang sudah melebihi kapasitas.
Api Berasal Saat Charger Ponsel DEPOK–Kebakaran kontrakan di Tugu Cimanggis, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Selasa (6/1) malam, memakan korban. Kapolsek Cimanggis, Kompol Jupriono mengatakan, satu penghuni kontrakan bernama Adiansyah alami luka saat berusaha menyelamatkan diri dari kepungan api.
API..Baca Hal 6
Pelebaran Jalan Enggram Mulai April (FAJAR/RADAR BOGOR)
SEGERA DIKERJAKAN: Pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Pemuda menjadi program Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam mengatasi kemacetan kronis di jalur Sawangan.
DEPOK–Pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Pemuda menjadi program Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam mengatasi kemacetan kronis di jalur Sawangan.
PELEBARAN..Baca Hal 6
AGLOMERASI
6
RADAR BOGOR TV
RADAR BOGOR I KAMIS, 8 JANUARI 2026 I 19 RAJAB 1447 H
RADAR_BOGOR
RADAR BOGOR
BEKASI
Gunakan Masker Antisipasi Super Flu BEKASI–Warga Kabupaten Bekasi diingatkan agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar sebagai antisipasi wabah super flu yang mulai marak. Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja. Selain mengingatkan penggunaan masker, ia juga meminta masyarakat menjaga imunitas tubuh. Serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam keseharian. Ia mengatakan, antisipasi terhadap ancaman wabah super flu perlu dilakukan sejak sedini mungkin. Bahkan Pemkab Bekasi telah mempersiapkan langkah pencegahan guna melindungi warganya dari potensi wabah tersebut. “Antisipasi kita sudah ada. diantaranya adalah himbauan penggunaan masker di tempat-tempat keramaian dan di dalam ruangan. Jadi meski belum ada kasus, langkah pencegahan tetap kita lakukan,” ujarnya. Asep juga memastikan, hingga saat ini Kabupaten Bekasi masih dalam kondisi aman dan belum tercatat adanya kasus super flu. Namun demikian masyarakat dihimbau untuk tetap waspada mengingat tingginya mobilitas masyarakat di Kabupaten Bekasi. “Sebelumnya saya sudah mendapat laporan dari kepala dinas kesehatan. Untuk Kabupaten Bekasi sampai saat ini belum ada atau masih zero,” ujar dia. Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Kesehatan, terdapat 62 kasus infeksi super flu di Indonesia. Yang ini terjadi di 8 provinsi di Indonesia dengan konsentrasi terbanyak di Jawa Barat, Tengah dan Timur. “Mayoritas kasus terjadi pada perempuan. Sertakelompok usia anak,” ujar Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine.(bks)
(ILUSTRASI)
PEKERJA: Seorang pekerja tekstil sedang melakukan tugasnya. Sepanjang 2025 sudah ribuan pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).
Ribuan Pekerja Kena PHK TANGERANG–Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di Kabupaten Tangerang melonjak hingga 93,08 persen atau nyaris 100 persen. Nahas, 9.766 pekerja terdampak sepanjang 2025, kemarin. Kepala Bidang Hubungan Indus trial (HI) Disnaker Kabupaten Tangerang, Hendra mengatakan angkanya naik drastis jika dibandingkan tahun 2024.
”PHK pada 2024 sebanyak 5.058 pekerja, pada tahun 2025 naik hampir 100 persen dibanding tahun sebelumnya,” ujarnya, Selasa (6/1) kemarin. Menurut Hendra, faktor utama terjadinya PHK masal ini karena biaya produksi di Kabupaten Tangerang yang semakin tinggi. Factory overhead cost yang besar, penurunan order dari buyer akibat persaingan global serta peralihan teknologi.
TANGERANG ”Sebanyak 7.007 pekerja terkena PHK karena efisiensi, 919 pekerja karena indisipliner. Lalu, 864 pekerja karena perusahaannya tutup, 420 pekerja resign, dan 311 pekerja karena restrukturisasi,” kata dia. Hendra menilai adanya fluktuasi angka PHK dari tahun ke tahun sangat dipengaruhi kebija-
kan perusahaan-perusahaan padat karya, terutama di sektor alas kaki, tekstil, dan garmen. ”Kebanyakan PHK terjadi di Industri Alas kaki, garmen tektil,” ucapnya. Sekretaris Jenderal Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Andi Kristiantono menyatakan ada 3.000 kar yawan pabrik sepatu PT Victory Chingluh Indonesia di Kabupaten Tangerang di PHK.
Pemutusan itu diduga lantaran pesanan produksi menurun drastis dan tingginya upah minimum di wilayah setempat. ”Informasi dari perusahaan bahwa order saat ini tidak cukup untuk menanggung jumlah pekerja yang mencapai sekitar 15 ribu orang. Sehingga mereka harus melakukan PHK terhadap kurang lebih 3.000 buruhnya,” kata dia.(tgr)
UPDATE DEPOK
Dua Belas Orang Diperiksa Made memaparkan dalam kasus yang menewaskan Wajiritu, dari 12 saksi yang sudah diperiksa, salah satunya termasuk pengurus lingkungan setempat. ”Iya termasuk ketua RT setempat,” paparnya. Sementara itu, informasi yang menyebutkan bahwa korban dugaan penganiayaan tersebut sedang melakukan kegiatan transaksi ilegal, hingga saat ini belum ada bukti mengarah kepada hal tersebut. ”Soal Informasi itu, belum
terbukti kebenaranya. Atas hal tersebut kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada keluarga korban, dan masyarakat atas informasi yang sempat beredar tersebut,” ujarnya. Made menuturkan, ke depannya Polres Metro Depok berkomitmen untuk menyampaikan informasi secara cermat, akurat dan berdasarkan fakta hasil penyelidikan. Sementara itu untuk tujuan dan keberadaan korban di lokasi kejadian serta penyebab dan motif penganiayan yang
dilakukan oleh terduga pelaku, akan disampaikan secara resmi pada saat rilis resmi hasil penyelidikan. ”Nanti kami sampaikan,” tuturnya. Made juga membeberkan kondisi Dede, yang menjadi korban selamat. ”Dia sudah kembali ke rumah untuk pemulihan,” kata Made. Made menerangkan korban diketahui sebagai tukang kamari itu, mengalami luka lebam di sekujur tubuh. Korban dilarikan ke RS Brimob Kelapa Dua bersama dengan Wajir. (faj/c)
Pelebaran Jalan Enggram Mulai April Pemkot Depok memastikan proyek pelebaran Jalan Enggram, Kecamatan Sawangan, segera memasuki tahap pelaksanaan fisik. Saat ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok sedang mempersiapkan proses pengadaan sebagai langkah awal dimulainya pembangunan proyek pelebaran Jalan Engram, Sawangan itu. Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Depok, Teguh, mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan pengadaan Konsultan Supervisi sekaligus proses lelang pekerjaan fisik proyek tersebut. “Iya, saat ini kami sedang persiapan pengadaan Konsultan Supervisi dan persiapan pengadaan lelang fisik,” katanya kepada Radar Bogor, Rabu (7/1) kemarin. Ia memaparkan, keberadaan konsultan supervisi dibutuhkan untuk memastikan pelaksanaan pekerjaan fisik berjalan sesuai dengan perencanaan teknis, standar mutu, serta jadwal yang telah ditetapkan. Setelah seluruh proses pengadaan rampung, DPUPR Depok akan langsung memulai pekerjaan fisik di lapangan sesuai dengan hasil lelang yang telah ditetapkan. Adapun untuk pelaksanaan fisiknya, diperkirakan akan mulai dilakukan pada bulan April 2026. ”Perkiraan pelaksa-
naan fisiknya di bulan April,” ujarnya. Ia menjelaskan, pelebaran Jalan Enggram menjadi salah satu proyek prioritas infrastruktur karena ruas jalan tersebut kerap mengalami kepadatan lalu lintas. Terutama saat jam sibuk pagi dan sore hari. Pemkot Depok berharap pelebaran Jalan Enggram dapat meningkatkan kapasitas jalan, memperlancar arus lalu lintas di kawasan Sawangan, sekaligus menunjang mobilitas warga dan aktivitas ekonomi
setempat. Sementara itu Camat Sawangan Anwar Nasihin mengatakan, Jalan Enggram merupakan salah satu ruas penghubung vital di wilayah Sawangan yang kerap mengalami kepadatan lalu lintas. Ia berharap agar pelebaran jalan bisa segera dilakukan demi kepentingan masyarakat. ”Kami menyambut baik, semoga bisa segera dibangun dan bisa mengatasi kemacetan di Jalan Raya Muchtar sawangan ini,” katanya.(faj/c)
Api Berasal Saat Charger Ponsel Ia melompat ke sungai yang berada di belakang kontrakan dan alami luka akibat terkena reruntuhan. ”Korban luka-luka, saat mencoba menyelamatkan diri dengan melompat ke sungai di belakang kontrakan yang terbakar,” katanya kepada Radar Bogor. Selain melahap kontrakan, kebakaran itu juga turut melahap motor Yamaha RX king. Penyebabnya diduga karena percikan api dari charger ponsel yang menyambar kasur. Saat itu, salah satu penghuni
(DPKP KOTA DEPOK)
TINDAKAN: Petugas pemadam kebakaran Kota Depok melakukan upaya pemadam untuk mencegah api menyebar lebih luas.
kontrakan sedang mengecas dua unit ponsel dan diletakan
di atas kasur. ”Korban sempat mencoba memadamkan api,
namun semakin membesar dan akhirnya menyelamatkan diri dengan cara melompat ke sungai,” tuturnya. Sementara itu, Kabid Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok, Tessy Haryati mengatakan, untuk memadamkan api, sebanyak enam unit mobil pemadam dikerahkan. ”Kami menerima laporan pukul 19.25 WIB, Berangkat ke TKP pukul 19.30 WIB, tiba di TKP 19.40 WIB dan api terkendali pukul 20.50 WIB,” katanya kepada Radar Bogor Selasa malam.(faj/b)
Depok Darurat Sampah! Warga Kota Depok harus mulai bijak dalam kelola sampah rumah tangga. Harus mulai membiasakan diri untuk memilah sampah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Abdul Rahman mengatakan, TPA Cipayung Depok terkena sanksi administrasi dari Kementerian Lingkungan Hidup. Untuk itu, DLHK Kota Depok meminta masyarakat untuk mengurangi sampah dengan melakukan pengelolaan sampah rumah tangga.
Ia mencontohkan, dalam satu rumah, sampah yang dihasilkan mencapai satu kilogram, dengan melakukan pengelolaan sampah dapat menjadi kurang dari satu kilogram. Juga pengelolaan sampah rumah tangga dapat dilakukan dengan melakukan pemilahan sampah yang nantinya sampah yang sudah terpilah dan memiliki nilai ekonomis, dapat disalurkan ke bank sampah. ”Dapat disalurkan ke bank sampah, atau bisa dijual ke lapak atau sedekah sampah kepada pemulung. Jadi volume sampah bisa berkurang,” katanya kepada Radar Bogor, Rabu (7/1) kemarin.
Pria yang akrab disapa Abra itu memaparkan, pihaknya terus berupaya dalam penanganan sampah di Kota Depok. Saat ini, Pemkot Depok sedang membangun instalasi pengolahan untuk mengurangi beban sampah. “Kemarin sudah kami tandatangani kesepakatan bersama, untuk membuat instalasi pengolahan sampah,” tuturnya. Abra mengungkapkan, membludaknya sampah di sejumlah TPS di Kota Depok dikarenakan adanya sedikit kendala pada armada pengang kutan sampah. Abra memaparkan, kondisi
itu menyebabkan terjadinya keterlambatan armada pengangkutan sampah dari TPS ke TPA Cipayung. “Ya jadi itu menunggu giliran diangkut. Untuk pengangkutan kami yang memang kurang, armada di TPA agak tersendat pembuangannya,” tuturnya. Sementara itu, produksi sampah di Kota Depok dalam sehari mencapai ribuan ton per hari. Sampah tersebut diangkut ke Tempat pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. ”Sesuai jumlah armada dan Tonase, sampah yang terbang ke TPA kurang lebih itu ada 1.265 Ton dalam sehari,” tukasnya.(faj/c)
OLAHRAGA
7
RADAR BOGOR TV
RADAR BOGOR I KAMIS, 8 JANUARI 2026 I 19 RAJAB 1447 H
RADAR_BOGOR
5
LAGA TERAKHIR ARSENAL 04/01/2026 Bournemouth vs Arsenal 2-3 31/12/2025 Arsenal vs Aston Villa 4-1 27/12/2025 Arsenal vs Brighton 2-1 24/12/2025 Arsenal vs Crystal Palace 1-1, adu penalti 8-7 (Carabao Cup) 21/12/2025 Everton vs Arsenal 0-1
5
LAGA TERAKHIR LIVERPOOL 04/01/2026 Fulham vs Liverpool 2-2 31/12/2025 Liverpool vs Leeds United 27/12/2025 Liverpool vs Wolves 2-1 21/12/2025 Tottenham Hotspur vs Liverpool 1-2 13/12/2025 Liverpool vs Brighton 2-0
DOMINIK
SZOBOSZLAI
PREDIKSI SUSUNAN PEMAIN
ARSENAL VS LIVERPOOL
Keluar Dari Tekanan LONDON–Arsenal akan menghadapi Liverpool pada pekan ke-21 Liga Inggris 2025/2026 di Emiartes Stadium, Jumat (9/1) dini hari (live Vidio pukul 03.00 WIB). Arsenal yang memuncaki klasemen Liga Inggris 2025/2026 bakal mendapat ujian berat saat menjamu Liverpool. The Gunners memang dalam tren positif dengan 7 kemenangan beruntun di semua kompetisi. Namun, Liverpool tetap menjadi lawan yang sulit meski kehilangan sejumlah pemain andalannya. Arsenal bertekad melanjutkan tren positif mereka saat menjamu Liverpool. The Gunners sukses membukukan 5 kemenangan beruntun di Premier League 2025/2026, yang membuat mereka semakin nyaman di puncak klasemen dengan raihan 48 poin. Arsenal kini berjarak 6 poin dari Manchester City dan Aston Villa yang sama-sama memiliki 42 poin di peringkat 2-3. Selain itu, The Gunners juga terpaut 14 angka dari Liverpool yang menghuni peringkat ke-4. Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, menyatakan bahwa performa apik timnya selalu tidak lepas dari semangat dan kontribusi pemain. Mikel Arteta berharap timnya bisa mempertahankan penampilan mereka hingga akhir musim ini.
“Hal ini membutuhkan banyak energi, hasrat, dan fokus. Kami masih punya 9 pertandingan di bulan Januari. Dengan semua yang sudah kami mainkan di musim ini, itu adalah tantangan besar,” kata Mikel Arteta dikutip dari laman resmi Arsenal. Arsenal pun harus mewaspadai Liverpool. Pasalnya, di pertemuan pertama musim ini The Gunners kalah dengan skor 1-0 di kandang The Reds. Meski unggul 6 poin dari Aston Villa dan Manchester City di posisi 2 dan 3, kekalahan bakal membuat Arsenal semakin dalam tekanan. Oleh karena itu, laga kontra Liverpool jadi ujian bagi Arsenal untuk membuktikan konsistensi mereka di putaran kedua Liga Inggris 2025/2026. Tambahan 3 poin dapat membuat Arsenal semakin kukuh di puncak klasemen. Sementara itu, Liverpool dalam momentum b a g u s dengan
catatan 9 laga belum terkalahkan di semua kompetisi. Akan tetapi, The Reds hanya mampu meraih hasil imbang di 2 laga terakhir saat bertemu Fulham dan Leeds United. Liverpool saat ini berada di peringkat 4 klasemen Liga Inggris 2025/2026 dengan koleksi 34 poin. Tim besutan Arne Slot tengah berupaya menjauh dari kejaran Chelsea dan Manchester United di peringkat 5-6 yang memiliki 31 poin. Hasil positif dari laga melawan Arsenal dapat menguatkan posisi Liverpool di posisi 4 besar atau zona Liga Champion. Selain itu Liverpool juga berusaha untuk memangkas jarak poin dengan tim papan atas guna menjaga asa mempertahankan gelar juara EPL. Kapten Liverpool, Virgil van Dijk, mengungkapkan bahwa timnya telah melakukan persiapan semaksimal mungkin dalam menatap laga kontra Arsenal. Van Dijk juga mengatakan timnya akan berjuang keras untuk membawa pulang hasil positif. ”Kami semua tahu bahwa Arsenal belum pernah kalah di kandang sendiri musim ini. Jadi ini adalah tantangan yang bagus. Kami harus melihat hal-hal positif dan menerapkannya dalam tantangan selanjutnya yang menunggu kami,” tutur Virgil Van Dijk dikutip dari laman resmi Liverpool.(trt)
5
ARSENAL (4-3-3) David Raya (GK); Jurrien Timber, William Saliba, Gabriel Magalhaes, Piero Hincapie; Martin Odegaard, Martin Zubimendi, Declan Rice; Bukayo Saka, Viktor Gyokeres, Leandro Trossard. Pelatih: Mikel Arteta
LIVERPOOL (4-2-3-1) Alisson Becker (GK); Conor Bradley, Ibrahima Konate, Virgil van Dijk, Milos Kerkez; Ryan Gravenberch, Curtis Jones; Dominik Szoboszlai; Alexis Mac Allister, Florian Wirtz; Cody Gakpo. Pelatih: Arne Slot
PERTEMUAN TERAKHIR
ARSENAL VS LIVERPOOL
31/08/2025 Liverpool vs Arsenal 1-0 (Premier League) 11/05/2025 Liverpool vs Arsenal 2-2 (Premier League) 27/10/2024 Arsenal vs Liverpool 2-2 (Premier League) 04/02/2024 Arsenal vs Liverpool 3-1 (Premier League) 23/12/2023 Liverpool vs Arsenal 1-1 (Premier League)
MARTIN
ODEGARD
Rakor Bahas Persiapan Porprov BOGOR–Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor melakukan rapat kordinasi (rakor) bersama cabang olahraga (cabor) yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV/ Jawa Barat 2026, Rabu (7/1). Rakor berlangsung di ruang rapat KONI Kota Bogor komplek GOR Pajajaran, merupakan yang pertama di awal 2026. Sebagai langkah awal mempersiapkan diri menghadapi pesta olahraga multievent ‘Bumi Tatar Pasundan’ empat tahunan itu. “Kami sudah membuat timeline hitung mundur Porprov Jabar 2026 hingga
November. Tentu lebih bersinergi lagi dengan cabor yang lolos, untuk menjaga intensitas komunikasi dengan programprogram yang akan berlangsung pada tahun ini,” ujar ketua KONI Kota Bogor, Dedi Sumarna, Rabu (7/1). Selain itu, sambungnya, dalam rakor juga diberikan sosialisi program kerja KONI Kota Bogor dan pemberian bantuan kepada cabor-cabor. Tentunya agar bisa mengawal dan menyukseskan Porprov Jabar 2026 sebagai tuan rumah,” ucapnya. Dedi bersyukur hingga saat ini persiapan venue tak ada kendala. Sebab pembangunan cukup masif, dan diproyeksikan bisa
BOGOR–Maraknya perkembangan padel sebagai cabang olahraga (cabor) baru, mendapat apresiasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor. Hal itu dinilai sebagai upaya menggerakkan masyarakat untuk berolahraga. Apalagi pembangunan sarana prasarana padel masif dilakukan, dan bertebaran di penjuru wilayah Kota Bogor. Total ada enam venue cabor yang berasal dari Meksiko ini. Ketua KONI Kota Bogor, Dedi Sumarna mengatakan, padel berpotensi menjadi cabor prestasi dan diharapkan mampu menggali potensi atlet daerah. “Harus berbanding lurus dalam keseriusan olahraga. Selain membuat sehat, tentu berpotensi menjadi salah satu cabor prestasi,” ujarnya ditemui kantor KONI Kota Bogor komplek GOR Pajajaran, Rabu (7/1). Ia mengungkapkan jika padel telah memiliki wadah organisasi di Kota Bogor. Namun belum resmi bergabung sebagai anggota KONI. “Harus melalui mekanisme rapat kerja (raker) internal organisasi padel sebelum diterima bergabung menjadi anggota KONI.” “Tentu ke depannya kami ingin antara KONI dan cabor padel bisa bersinergi. Bisa berbagi informasi tentang potensi atlet Kota Bogor,” jelas Dedi. Apalagi, sambungnya, peminat padel saat ini semakin banyak. Ditandai pula bermunculannya venue-venue di Kota Bogor. “Saya yakin ada atlet yang beroptensi untuk lebih serius menjadi atlet padel yang berprestasi,” ucapnya. Cabor padel, tambah Dedi, bisa berpotensi mencetak prestasi jika digarap lebih serius. Salah satunya mengedepankan sport science dalam pembinaan atlet. “Selama melaksanakan program itu, tentu menjadi salah satu potensi cabor unggulan yang bisa membanggakan dan mewakili Kota Bogor. Baik di single event maupun multievent, sehingga memberikan kontribusi lebih baik,” tukasnya.(rur)
digunakan pada Porprov Jabar 2026. “Kesiapan Pemkot Bogor dalam capaian 2025 harus disampaikan kepada seluruh cabor yang jadi tuan rumah Porprov. Ada GOR Pajajaran, (Gymnasium) Sekolah Vokasi IPB, beberapa ballroom hotel dan venue cabor air. Sudah dilakukan aistensi dan dinilai layak digunakan untuk Porprov Jabar 2026.” “Terima kasih kepada Pemkot Bogor yang sudah mendukung dari sisi anggaran, program dan turut serta menyukseskan Porprov agar ke depan giat olahraga prestasi semakin baik lagi,” tukasnya. (rur)
RAKOR: Pelaksanaan rakor antara KONI Kota Bogor dengan cabor yang lolos Porprov Jabar 2026 di ruang rapat KONI Kota Bogor, Rabu (7/1). (RURI/RADAR BOGOR)
(RURI/RADAR BOGOR)
BERI KETERANGAN: Ketua KONI Kota Bogor, Dedi Sumarna ditemui di ruang kerjanya di kantor KONI Kota Bogor komplek GOR Pajajaran.
RADAR BOGOR
RADAR BOGOR I KAMIS, 8 JANUARI 2026 I 19 RAJAB 1447 H I HALAMAN 8
RADAR BOGOR TV
Terlambat Bayar Proyek, Pemkab Janjikan Februari CIBINONG–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengungkapkan akan membayar ke terlambatan proyek pada Dinas Pekerjaan Umum pada Februari 2026. Kepala Dinas Pekerjaan Umum
Suryanto Putra mengatakan bahwa jika seluruh mekanisme tahapan proses selesai maka Pemerintah akan bayar keterlambatan proyek Februari 2026. ”Kalo runutan sampai akhir Januari itu parsial selesai, nanti Februari
awal bisa dibayarkan tahap pertama,” ungkapnya kepada Radar Bogor, Rabu (07/01). Dia mengatakan untuk Dinas PU yang belum terbayarkan ke penyedia jasa sebesar Rp200 miliar. Dia mengklaim
pemerintah siap membayar tunggakan tersebut. ”Total anggaran di PU ada sekitar Rp200 miliar, yang keluar SPM ada 112. Dananya cukup, makanya tadi direkonsiliasi dulu, dikumpulin datanya dan tadi Pemerintah Daerah siap,” jelas dia. Suryanto menjelaskan pihaknya hari ini mengadakan pertemuan dengan para penyedia jasa khusus di Dinas PU. Saat
RADAR_BOGOR
pertemuan dari 101 penyedia jasa 70 persen hadir dalam pertemuan. ”Dari hasil kemarin dari BPKAD untuk kita bisa menjelaskan dan menyampaikan kepada penyedia itu,” tutur dia. Dirinya mengatakan bahwa dengan persoalan ini tentu menjadi prioritas yang segera diselesaikan. Namun dia mengaku penyelesaian ini perlu dilakukan bersama karena pihaknya hanya menyiapkan data. ”Dari Senin kita sudah berkomunikasi terus dengan BPKAD
RADAR BOGOR
bahkan pelantikan Jumat, pak Bupati sudah menyampaikan dan kami juga sudah kumpul dengan TAPD dengan Inspektorat juga,” imbuh dia. Namun, dia menambahkan untuk pembayaran tersebut ada tahapan yang harus dilalui. Seperti review APIP oleh Inspektorat. ”Ada review APIP buat yang sudah keluar tinggal dibayar, ada yang memang belum terinput, itu yang kita dapat arahan untuk menyiapkan datanya,” ujar dia. (abl/c)
TUNGGU: Tampak salah satu proyek Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang yang digeber di Jalan Raya Bojonggede. FOTO SOFYANSYAH/RADAR BOGOR
Bangun Rusun Paspampres di Bojong Koneng CIBINONG–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melaksanakan audiensi pembangunan Rumah Susun (Rusun) untuk Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) di Ruang Soekarno-Hatta, Pendopo di Cibinong, Kabupaten Bogor. Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan peninjauan langsung lokasi Rusun Paspampres di Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, bersama Dirjen Perumahan Perkotaan dan pejabat Paspampres. Bupati Rudy menegaskan bahwa dukungan penuh Pemkab Bogor terhadap pembangunan rumah dinas prajurit Paspampres. ”Saat negara membutuhkan, baik pemerintah daerah maupun pusat harus bersinergi tanpa memperhitungkan untung atau rugi. Apabila Paspampres membutuhkan rumah dinas, kami siap memfasilitasi dan memproses tahapan administrasinya dengan cepat,” kata Rudy, Rabu (07/01). Kata Rudy, Pemkab Bogor akan menyerahkan lahan milik pemerintah daerah kepada pemerintah pusat yang berlokasi di sebelah Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN). Proses serah terima Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) sedang diselesaikan, termasuk pembatalan DED pembangunan gelanggang olahraga, yang sebelumnya direncanakan di lokasi tersebut. Menurutnya, Proses serah terima lahan seluas sekitar 1 hektar ini akan rampung paling lambat minggu depan, termasuk pemenuhan perizinan dan administrasi pendukung pembangunan Rusun. ”Kami, Pemerintah Kabupaten Bogor mendukung penuh agar pembangunan Rusun Paspampres dapat segera terealisasi tanpa hambatan administratif,” jelas dia. Dia juga menekankan, langkah ini bukan pengurangan aset daerah, melainkan bagian dari sinergi antara pemerintah daerah dan pusat. ”Ini adalah bentuk perpanjangan tangan pemerintah pusat. Ketika pemerintah pusat meminta dukungan, kami akan memberikan yang terbaik,” tutur dia. Sementara itu, Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Sri Haryati menyampaikan program pembangunan Rusun bagi Paspampres dan Kopassus menjadi prioritas pemerintah pusat untuk tahun 2026. Ia menekankan pentingnya dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor, termasuk kesesuaian tata ruang dan persiapan lahan. ”Program ini merupakan bentuk perhatian khusus Pak Menteri untuk memastikan hunian yang layak bagi pasukan pengamanan Presiden. Saat ini, survei lokasi dan koordinasi teknis sedang dilakukan, termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Bogor,” ujar dia. (abl/c)
Pemkab Larang Tanam Pohon Sawit Baru Luas Perkebunan kelapa sawit mencapai
3900
hektar
Dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo Tersebar di lima kecamatan yakni Cigudeg, Jasinga, Rancabungur, Kemang dan Sukajaya
28
desa Ada yang masuk kawasan Perkebunan kelapa sawit Banyak warga yang bekerja di Perkebunan sawit, sebagai mandor, administrasi, buruh petik, dan buruh harian
FAKTA
POHON KELAPA SAWIT DI KABUPATEN BOGOR
Kan itu buat yang baru. Lahan sawit yang cocok sama kita hanya di Cigudeg dan Kemang. Untuk yang baru dilarang,” Ajat Rochmat Jatnika Sekda Kabupaten Bogor
CIBINONG–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melarang penanaman pohon kelapa sawit baru di Kabupaten Bogor. Hal itu disampaikan menyusul Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Barat yang dikeluarkan pada Senin, 29 Desember 2025 dengan Nomor 187/PM.05.02.01/PEREK tentang larangan penanaman kelapa sawit di wilayah Provinsi Jawa Barat. Dalam surat edaran itu, melarang penanaman baru kelapa sawit di wilayah Provinsi Jawa Barat, baik pada lahan milik masyarakat, badan usaha, maupun pihak lainnya. Terhadap areal yang ditanami kelapa sawit agar dilakukan pergantian alih komoditas secara bertahap dengan komoditas perkebunan yang lain. Pemerintah Kabupaten atau Kota agar melakukan inventarisir dan pemetaan areal kelapa sawit yang ada di wilayah masing-masing. Pelaksanaan pengalihan komoditas agar tetap memperhatikan keberlanjutan ekonomi masyarakat, peningkatan kesejahteraan petani, serta tidak menimbulkan dampak sosial yang merugikan. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika mengatakan, SE itu hanya untuk larangan penanaman kelapa sawit baru. ”Kan itu buat yang baru. Lahan sawit yang cocok sama kita hanya di Cigudeg dan Kemang. Untuk yang baru dilarang,”
Kunjungan Anggota DPR RI Komisi IX Ravindra Airlangga ke Tiga Kecamatan
Dorong Air Bersih, Gedung BLK hingga BPJS Ketenagakerjaan untuk Warga Ravindra Airlangga melaksanakan serangkaian kegiatan kunjungan di tiga kecamatan, yaitu Jonggol, Tanjung Sari dan Sukamakmur. Apa saja aspirasi yang ditampungnya di tiga wilayah itu ?
. FOTO : DISKOMINFO FOR RADAR BOGOR
SHARING: Bupati Rudy Susmanto saat menggelar audiensi terkait pembangunan rumah susun untuk personel Paspampres di Ruang Soekarno Hatta, Pendopo, Cibinong,
kata Ajat, Rabu (07/01). Terkait pengalihan lahan yang sudah ditanami kelapa sawit, kata Ajat, Pemkab Bogor tidak memiliki kewenangan. Pasalnya, kelapa sawit di Kabupaten Bogor milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN). ”Itu kan PTPN ya, jadi itu ke PTPN bukan ke kita. Kalau yang baru kan tidak boleh sesuai Edaran Gubernur,” jelas dia. Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Kawasan dan Permukiman, Eko Mujiarto menyatakan, hingga saat ini belum ada permohonan pengajuan penanaman kelapa sawit baru di wilayah Kabupaten Bogor. ”Kalau berkaitan kebijakan Pak Gubernur, sampai saat ini memang belum ada permohonan pengajuan kelapa sawit di area lahan baru,” ujar Eko. Seperti diberitakan sebelumnya, perkebunan sawit yang terhampar luas di Kabupaten Bogor dikelola PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo. Luasnya saat ini mencapai 3.900 hektare. “Dari 3.900 hektare, itu tersebar di lima kecamatan,” ujar Humas PTPN Perkebunan Cikasungka, Alit Firmansyah kepada Radar Bogor, beberapa waktu lalu. Kecamatan tersebut di antaranya mulai dari Kecamatan Cigudeg, Jasinga, Sukajaya, Rancabungur, dan Kecamatan Kemang. “Sekitar 28 desa yang masuk dalam kawasan perkebunan sawit,” sambungnya. Di Desa Cigudeg Kecamatan Cigudeg, ada kurang lebih sekitar 500 hektare yang masuk kawasan perkebunan sawit PTPN IV PalmCo. (abl/c)
ANGGOTA DPR RI Komisi IX Ravindra Airlangga hadir di Desa Weninggalih Jonggol memantau realisasi Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) untuk kesehatan lingkungan dalam bentuk penyediaan air minum yang merupakan program aspirasi dari kemitraan dengan Kementerian Kesehatan. ”Sesuai dengan pertemuan sebelumnya dengan Pimpinan Desa, akses untuk air bersih dan sanitasi adalah salah satu
BILLY/RADAR BOGOR
JARING ASPIRASI: Anggota DPR RI Ravindra Hartanto saat menggelar reses dan menampung aspirasi warga di Kecamatan Tanjungsari.
yang perlu diperhatikan pembangunannya,” kata Ravindra, Rabu (07/01). Kata dia, saat ini dengan hadirnya PKTD, satu sekolah serta lebih dari 35 keluarga yang terdaftar melalui kartu keluarga di Desa Weninggalih sudah mendapatkan akses air bersih secara konsisten.
Saat berjumpa dan berdialog langsung dengan warga, Ravindra mendapatkan informasi langsung terkait mendesaknya sarana kesehatan lingkungan, khusunya MCK. Sehingga berharap akses air bersih bisa ditingkatkan lebih lanjut untuk keluarga yang belum mendapatkan air bersih.
”Saya meninjau implementasi PKTD Kemenkes RI di Desa Weninggalih. Alhamdulillah, senang sekali melihat program ini berjalan konkret. Melalui perbaikan sanitasi dan penyediaan air bersih,” jelas dia. Kemudian, pada pertemuan di Desa Pasir Tanjung, Tanjungsari, poin aspirasi adalah harapan agar terwujudnya Balai Latihan Kerja (BLK) di Kabupaten Bogor, lebih khusus untuk pelatihan bahasa asing. Keterampilan tersebut, sudah banyak dimiliki para ahli pertanian di Kabupaten Bogor, namun terkendala secara bahasa. Lalu, Ravindra melanjutkan saat reses di Kecamatan Sukamakmur, aspirasi warga disampaikan adalah terkait penekanan urgensi peningkatan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, terutama untuk pekerja bukan penerima upah atau informal.(abl/c)
BOGOR RAYA
9
RADAR BOGOR TV
RADAR BOGOR I KAMIS, 8 JANUARI 2026 I 19 RAJAB 1447 H
RADAR_BOGOR
RADAR BOGOR
Warga Geruduk Pabrik Pengolahan Limbah PARUNGPANJANG – Puluhan warga menggeruduk pabrik pengolahan limbah B3 di Desa Lumpang, Parungpanjang. Pasalnya, pabrik itu diduga telah menyebabkan pencemaran lingkungan hingga berdampak pada kesehatan warga. Seorang warga Kampung Gintung Cilejer, Desa Lumpang, Marsiti mengaku mulai merasakan gangguan kesehatan setelah adanya aktivitas pengolahan limbah dari pabrik tersebut. ”Sudah tiga bulan sumur air tercemar, warga termasuk anak-anak sudah pada
kena penyakit kulit, gatal-gatal,” ungkapnya, Rabu (7/1). Selain sumber air, warga juga merasakan adanya perubahan pada kualitas udara di sekitar pabrik. Bau tidak sedap pun tercium oleh warga setempat ketika pabrik limbah tersebut tengah beroperasi. ”Makanya kami minta itu pabrik ditutup, karena kesehatan warga jadi terganggu,” tegasnya. Terpisah, Kepala Desa Lumpang, M Rodis Faisal membenarkan adanya aduan dari masyarakat yang
mengeluhkan kehadiran pabrik limbah tersebut. Pihaknya pun telah melayangkan surat sejak 22 Desember 2025 lalu untuk menghentikan aktivitas pengolahan limbah PT MBI. ”Dari awal ketika ada informasi terkait kegiatan pengolahan limbah yang membuat tidak nyaman warga, saya langsung ke lokasi dan memberikan surat imbauan penghentian aktivitas,” katanya. Sayangnya, lanjut Rodis, surat tersebut tidak diindahkan pihak perusahaan yang masih beroperasi hingga saat ini. Oleh
karenanya, ia meminta pihak terkait untuk menindak pabrik tersebut. ”Dari pegiat lingkungan juga mau membantu warga saya untuk mendesak penghentian aktivitas pabrik limbah itu,” tandasnya.(cok/c)
GERUDUK: Warga Desa Lumpang, Parungpanjang menggeruduk pabrik pengolahan limbah B3 yang diduga telah mencemari lingkungan. FOTO: KIRIMAN WARGA
28 Adegan Diperagakan Rekonstruksi Pembunuhan Sopir Taksi Online
FOTO: POLSEK CITEUREUP
REKONSTRUKSI: Rekonstruksi pembunuhan sopir taksi online yang ditemukan tewas di Pinggir Tol Jagorawi.
Pengolahan Emas Ilegal Disegel LEUWILIANG–Petugas gabungan menyegel tempat pengolahan emas ilegal di Desa Cibeber I, Leuwiliang. Penyegelan ini dilakukan menyusul adanya dugaan pencemaran lingkungan akibat penggunaan bahan kimia berbahaya berjenis sianida. Tim gabungan yang terdiri dari PPNS Satpol PP Kabupaten Bogor, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat, TNI-Polri, serta aparat Kecamatan Leuwiliang melakukan penyegelan tempat tersebut pada Selasa (6/1). Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantib) Kecamatan Leuwiliang, Doni mengatakan, tempat tersebut ditertibkan setelah terindikasi menjadi lokasi pengolahan emas ilegal yang telah mencemari lingkungan. ”Mereka membuang limbahnya langsung ke Sungai Cibeber sehingga berpotensi mencemari lingkungan
akibat penggunakan bahan kimia sianida,” ungkapnya. Beberapa waktu lalu, kata Doni, pihaknya telah melakukan peneguran terhadap pemilik tempat usaha tersebut berinisial M. Namun teguran tersebut tidak diindahkan, dan pemilik masih tetap membuang limbah berbahaya ke aliran Sungai Cibeber. ”Saat kami datangi, bangunannya dalam kondisi terkunci, sehingga kami langsung melakukan penyegalan,” terangnya Meski demikian, petugas mewajibkan pemilik tempat tersebut untuk segera mengurus seluruh perizinan yang berlaku. Selain itu, pemilik juga diminta untuk membangun instalasi pengolahan air limbah (IPAL). ”Terkait perizinan itu ada pemerintah pusat, kami sifatnya hanya melakukan penindakan terkait aktivitas pengolahan emasnya,” tukas Doni.(cok/c)
FOTO: SATPOL PP KABUPATEN BOGOR
SEGEL: Petugas gabungan menyegel tempat pengolahan emas ilegal di Desa Cibeber I, Leuwiliang yang diduga telah mencemari lingkungan.
Ratusan Warga Belum Terima Sertifikat Tanah DRAMAGA–Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Cikarawang, Dramaga menuai keluhan masyarakat. Pasalnya, ratusan warga mengaku belum menerima sertifikat dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor sejak mendaftar pada 2024 lalu. Padahal, sejumlah uang telah diberikan ke Pemerintah Desa Cikarawang agar mereka bisa mendapatkan kepastian hukum atas tanahnya. Salah satunya Ade, warga Kampung Carang Pulang. ”Kami resah, karena sudah dua tahun daftar tapi sertifikatnya belum ada sampai sekarang. Padahal kami sudah bayar biaya administrasi,” ungkapnya, Rabu (7/1). Ia sendiri telah mengeluarkan uang sebesar Rp1.750.000. Uang itu diberikan ke Pemdes Cikarawang untuk membantu mengurus berbagai persyaratan yang diperlukan. Bahkan sebagian warga mengaku telah membayar sebesar Rp3 juta. ”Sebenarnya kami tidak apa-apa juga kalau bayar, hanya kami minta ada kepastian untuk menerima sertifikat yang sudah dijanjikan,” keluh Ade. Terpisah, Kepala Desa Cikarawang, Sapturi Wijaya menyatakan, proses penerbitan sertifikat tanah pada program PTSL di desanya masih berproses di BPN Kabupaten Bogor. Meski begitu, dari sekitar 1.000 bidang tanah yang didaftarkan, sebagian telah terbit dan diserahkan ke warganya. ”Dari 600 tanah adat yang didaftarkan, hanya tinggal 150-an sertifikat yang belum terbit dan masih berproses
Sebenarnya kami tidak apa-apa juga kalau bayar, hanya kami minta ada kepastian untuk menerima sertifikat yang sudah dijanjikan,” Ade warga Kampung Carang Pulang
di BPN,” katanya. Namun sekitar 400 bidang tanah, lanjut Sapturi, dinyatakan tidak akan terbit sertifikatnya. BPN beralasan, ratusan bidang tanah tersebut masih berstatus sebagai tanah Eigendom atau tanah peninggalan Belanda. ”Padahal awalnya BPN menyatakan bisa terbit, ternyata sekarang malah bilang tidak bisa. Sehingga masyarakat mengeluhnya ke saya. Tetapi saya sedang perjuangkan untuk tetap terbit dengan mengajukan program redistribusi,” bebernya. Sementara terkait biaya yang dibebankan ke warganya dalam program PTSL, menurutnya telah disepakati oleh pihak-pihak terkait. Biaya itu untuk membantu melengkapi administrasi yang diperlukan seperti pengukuran, surat tiga serangkai dan sebagainya. ”Kami juga buat Perdes (Peraturan Desa) sebagai dasar hukum biaya PTSL, dan itu disesuaikan dengan kelengkapan admistrasi yang dimiliki warga,” tukasnya.(cok/c)
Penanaman Ratusan Pohon di Gunung Sindur
Hidupkan Hutan Kota dengan Berbagai Tanaman Buah Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gunung Sindur melakukan penanaman pohon di titik hutan kota di Desa Jampang, Gunung Sindur. Berbagai tanaman buah ditanam dalam kesempatan ini sebagai upaya menghidupkan hutan kota Laporan: SEPTI NULAWAM SEJAK pagi, jajaran Forkopimcam Gunung Sindur sudah berada di hutan kota di Desa Jampang, Gunung Sindur. Mereka sudah menancapkan berbagai bibit tanaman buah di wilayah tersebut. Bibit pohon yang ditanam diantaranya pohon durian, mangga, rambutan dan pohon buah lainnya.
Penanaman bibit pohon buah ini berlangsung di atas lahan aset Pemerintah Kabupaten Bogor seluas kurang lebih 1 hektare. Camat Gunung Sindur, Jamaludin mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya pelestarian lingkungan dengan menghidupkan hutan kota. ”Sesuai dengan program Pemkab Bogor, kami melestarikan hutan kota tepatnya di Kampung Nambo, Desa Jampang,” ujarnya. Sebanyak 140 bibit pohon produktif ditanam di lahan tersebut. Menurut Jamaludin, lokasi penanaman merupakan tempat yang ditunjuk menjadi hutan kota di wilayah Gunung Sindur. ”Tujuannya tidak lain bagaimana menjaga keseimbangan alam. Disamping masifnya pembangunan, namun tetap mengedepankan aspek lingkungan salah satunya dengan memperbanyak
FOTO: KECAMATAN GUNUNG SINDUR
TANAM: Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gunung Sindur melakukan penanaman 140 bibit pohon di titik hutan kota di Desa Jampang, Gunung Sindur, Rabu (1/7).
kawasan hijau,” jelasnya. Sementara dipilihnya pohon produktif, sambung Camat, agar masyarakat juga mendapatkan manfaat dari buah yang
dihasilkan. ”Sehingga hasilnya bisa dimanfaatkan juga oleh masyarakat di Gunung Sindur,” pungkasnya.(cok/c)
CITEUREUP – Sebanyak 28 adegan diperagakan dalam rekonstruksi kasus pembunuhan sopir taksi online yang ditemukan tewas mengenaskan di samping Tol Jagorawi. Rekonstruksi ini digelar Polsek Citeureup pada Rabu (7/1). Kapolsek Citeureup, Kompol Eddy Santosa mengatakan pelaku memperagakan sebanyak 28 adegan. Mulai dari proses pemesanan kendaraan hingga aksi pembunuhan dan membuang jasad korban di pinggir Tol Jagorawi. Eddy menyebut, rekonstruksi dilakukan untuk mengetahui secara jelas rangkaian peristiwa kejadian yang utuh sesuai fakta di lapangan. “Kami lakukan rekonstruksi ini agar kejadian yang sebenarnya bisa tergambar
dengan jelas dan terang,” ucapnya. Tak hanya menghadirkan para pelaku, polisi juga menghadirkan enam saksi dan keluarga korban. Setelah rekontruksi selesai, berkas perkara tersebut akan langsung segera diselesaikan dan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor. ”Berkas hasil rekonstruksi akan kami lengkapi dan selanjutnya diserahkan ke Kejaksaan Kabupaten Bogor,” tutur dia. Korban yang berinisial UA (42) ditemukan tewas di pinggir Tol Jagorawi. Saat ditemukan, dalam kondisi tercekik dan wajahnya ditutup bed cover. Tak lama dari kejadian itu, polisi menangkap dua pelaku berinisial RS dan AH. Keduanya ditangkap saat melakukan paniisan atau ritual disalah satu makam keramat di Ciamis, Jawa Barat. (abl/c)
Ciduk Pasangan Diduga Hendak Aborsi MEGAMENDUNG –Jajaran Polsek Cileungsi berhasil menggagalkan percobaan pengguguran kandungan di wilayah Cibogo, Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1) sore. Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison mengatakan enindakan ini bermula dari adanya informasi yang menyebutkan bahwa ada sepasang kekasih yang diduga akan melakukan percobaan aborsi. Upaya awal dilakukan dengan berkomunikasi melalui sambungan telepon. Salah satu anggota Polwan Polsek Cileungsi sempat menghubungi laki-laki berinisial A dengan menyamar sebagai dokter kandungan, namun upaya tersebut gagal lantaran pasangan tersebut sudah mencurigai. Edison bersama tim operasional Polsek Cileungsi langsung bergerak menuju lokasi sesuai titik share location yang diterima. Edison kemudian mendatangi salah satu dokter kandungan dan menyamar sebagai pasien. Di ruang tunggu praktik dokter tersebut, Edison dan istri mendapati sepasang kekasih yang dicurigai, masing-masing berinisial F (perempuan) dan A (laki-laki). “Berdasarkan keterangan yang diperoleh, pasangan yang berstatus pacaran itu berniat menggugurkan kandungan yang telah berusia sekitar tiga bulan menuju empat bulan. Mereka sebelumnya mendatangi salah satu dokter di wilayah Cibogo, Cipayung, namun dokter tersebut tidak menyarankan tindakan aborsi dan meminta dilakukan pemeriksaan kehamilan terlebih dahulu,” beber Edison Ia mengungkapkan, rencana pengguguran kandungan tersebut bukan sepenuhnya keinginan kedua pasangan. “Mereka mengaku mendapat tekanan dari orang tua perempuan berinisial W, yang meminta agar kandungan digugurkan karena sejak awal pihak laki-laki dianggap tidak sanggup bertanggung jawab,” ungkap dia. (abl/c)
METROPOLIS
10
RADAR BOGOR TV
RADAR BOGOR I KAMIS, 8 JANUARI 2026 I 19 RAJAB 1447 H
Tebang Ranting Pohon, Warga Disengat Tawon BOGOR–Seorang warga di Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal tersengat tawon, Rabu (7/1). Korban saat itu tengah menebang ranting pohon di sekitar lokasi. Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Kota Bogor M Ade
Nugraha mengatakan, korban tidak mengetahui adanya sarang tawon yang menempel di pohon tersebut. ”Setelah tersengat di kepala sama di punggung baru menyadari adanya sarang tawon,”kata Ade
pada Radar Bogor. Ade menerangkan korban langsung dilarikan ke salah satu Puskesmas. Tujuannya untuk meminimasilisr resiko kesehatan yang terjadi pada tubuhnya. Dihari yang sama, sarang tawon tersebut pun langsung dievakuasi. Petugas Damkar menggunakan teknik bakar untuk menaklukan amukan tawonnya. ”Petugas damkar mengevakuasi sarang tawon menggunakan metode bakar. Saat ini kondisi di
RADAR_BOGOR
Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah aman terkendali,”terang Ade, Rabu (7/1) siang. Ade menghimbau kepada seluruh warga Kota Bogor agar selalu waspada. Mereka juga diminta unruk segera membuat laporan jika dilingkungan rumahnya terdapat sarang tawon. ”Insya allah personel kami akan selalu siap siaha membantu warga. Hati hati kepada warga masyarakat, langsung laporan saja sebelum ada yang menjadi korban,” pungkansya (bay/c)
RADAR BOGOR
(BPBD FOR RADAR BOGOR)
EVAKUASI: Petugas saat penangan rumah ambruk di Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara.
Kawal Pembangunan Lima Tahun ke Depan BOGOR–Camat Bogor Utara, Riki Robiansah, resmi melantik Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) se-Kecamatan Bogor Utara masa bakti 2026-2030. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Aula Kantor Kecamatan Bogor Utara, Rabu (7/1) sore. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin. Kehadiran pimpinan daerah ini membawa pesan agar pengurus LPM yang baru dilantik mampu menjadi jembatan aspirasi yang solid bagi masyarakat di wilayah masing-masing. “Selamat kepada para Ketua LPM. Semoga amanah ini dijalankan semaksimal mungkin, menjadi wadah yang transparan dan profesional dalam meneruskan aspirasi warga. Pemerintah sangat membutuhkan peran lembaga kemasyarakatan, mulai dari RT, RW, hingga LPM,” kata Jenal Mutaqin. Jenal menekankan peran LPM dalam lima tahun ke depan sangat krusial untuk mendukung visi kepemimpinan Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim dan dirinya. Ia berharap pembangunan tidak hanya
FOTO: FIKRI/RADAR BOGOR
RESMI DILANTIK: Ketua LPM se-Kecamatan Bogor Utara resmi dilantik.
menyentuh aspek fisik atau infrastruktur semata. “Tidak hanya infrastruktur fisik, tetapi juga sektor ekonomi, budaya, sosial, dan pemberdayaan lainnya yang mampu meningkatkan kesejahteraan di tingkat masyarakat bawah,” tambahnya. Sementara itu, Camat Bogor Utara Riki Robiansah menje laskan sebanyak delapan Ketua LPM yang dilantik hari ini hasil pemilihan
serempak pada 2 Januari 2026 lalu. Untuk memperkuat koordinasi, pihaknya juga membentuk Forum Komunikasi LPM Bogor Utara. “Forum ini bertujuan untuk mengawal bersama program pemerintah, baik itu pembangunan infrastruktur maupun masalah fisik lainnya, sehingga manfaatnya benarbenar dirasakan langsung oleh masyarakat Bogor Utara,” jelasnya. Riki juga berharap arahan dari
Wakil Wali Kota dapat memicu semangat para ketua terpilih untuk lebih berkontribusi positif dan bersinergi sebagai mitra strategis, baik di tingkat kecamatan mau pun kelurahan. “Tujuannya satu, menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas dan manfaatnya bisa dirasakan secara luas di Kecamatan Bogor Utara maupun Kota Bogor secara umum,” pungkasnya. (uma/c)
Hujan Deras, Tembok Rumah Ambruk BOGOR–Tembok rumah warga di Kampung Ciremai Ujung, Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara ambruk. Insiden ini dipicu akibat hujan yang terus melanda wilayah Kota Bogor. Kalak BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko membenarkan informasi tersebut. Ia menerangkan tembok yang ambruk berada di bagian kamar tidur. “Iya betul. Itu kejadiannya kemarin Senin. Tembok kamar yang ambruk. Karena kan udah tiga hari hujan terus mengguyur yah,” jelas Dimas pada Radar Bogor, Rabu (7/1). Tembok yang ambruk juga dipicu oleh faktor lain. Salah satunya kontruksi bangunan sudah dalam keadaan lapuk. Kondisi ini dinilai sengat rentan. Dimas menerangkan rumah tersebut dihuhuni dua Kartu Keluarga (KK) dan 5 warga. Beruntung mereka tidak menjadi korban, meski tembok rumahnya ambruk. Proses evakuasi rumah yang ambruk sempat dibantu oleh warga sekitar. Mereka memberikan terpal. Namun upaya tersebut tidak bertahan lama.
“Iya sempat ditutup terpal swadaya dari masyarakat sekitar tetapi sudah bocor. Maka kami melakui tim TRC-BP langsung memberikan kembali terpal ke lokasi kejadian,” ucap Dimas. Dimas menghimbau kepada seluruh warga Kota Bogor untuk meningkatkan kewaspadaan. Apalagi kondisi cuaca belakangan ini terbilang cukup ekstrem. “Cuaca saat ini tidak menentu, mohon untuk tetap tenang dan selalu waspada serta siap siaga menghadapi potensi bencana seperti banjir, longsor, atau angin kencang,” ujarnya. Warga Kota Bogor pun diminta untuk selalu memantau prakiraan cuaca dari sumber yang terpercaya. Pastikan kondisi tubuh dalam keadaan sehat dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar. “Jaga kesehatan dan keselamatan diri serta kebersihan lingkungan sekitar. Mari kita saling mengingatkan dan membantu satu sama lain dalam menghadapi situasi ini,” pungkasnya (bay)
Ribuan Angkot Tua Akan Dimusnahkan Sambungan dari Hal 12
Penertiban ini dilakukan sebagai tindak lanjut Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 8 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Perhubungan, yang mewajibkan angkot berusia lebih dari 20 tahun
untuk segera diremajakan. Dengan kebijakan tersebut, jumlah angkot yang akan dipertahankan ke depan hanya sebanyak 860 unit. Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Bogor, Coki Irsanja, membenarkan bahwa penertiban angkot tua akan terus dilakukan
secara intensif dalam beberapa bulan ke depan. Penindakan dilakukan melalui penilangan terhadap dokumen kendaraan, khususnya Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). “Penindakan dilakukan dengan tilang dokumen. Kendaraannya masih dibawa
oleh pemilik, namun disampaikan untuk tidak lagi beroperasi. Selanjutnya akan dibuat surat pernyataan dan pemilik wajib menghadap,” ujar Coki. Penertiban angkot tua telah berlangsung selama lima hari dengan lokasi yang berpindahpindah. Terbaru, kegiatan
tersebut dilaksanakan di Jalan Djuanda, Selasa (6/1). Dalam kegiatan itu, Dishub menindak 30 unit angkot. “Jika ditotal sejak awal pelaksanaan, sudah ada 89 unit kendaraan yang ditindak,” tambahnya. Berdasarkan data Dishub Kota Bogor, terdapat tiga trayek
dengan jumlah angkot berusia di atas 20 tahun terbanyak. Trayek 02 AK menempati urutan pertama dengan 196 unit angkot tua dari total 309 unit eksisting. Disusul trayek 17 AP dengan 188 unit angkot tua dari 216 unit eksisting, serta trayek 03 AK dengan 140 unit
angkot tua dari total 248 unit kendaraan. Dishub Kota Bogor berharap para pemilik angkot dapat mematuhi ketentuan yang berlaku demi meningkatkan keselamatan, kenyamanan, serta kualitas layanan transportasi publik di Kota Bogor.(bay/c)
Pemkot Godok Perwali Penertiban Sambungan dari Hal 12
Regulasi ini disiapkan sebagai turunan dari Peraturan Daerah (Perda) Kota Bogor Nomor 8 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Perhubungan. Kepala Bagian Hukum dan HAM Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor, Alma Wiranata, mengatakan bahwa keberadaan angkot tua telah menjadi perhatian publik. Pemkot Bogor menangkap aspirasi
tersebut dengan menyiapkan regulasi operasional yang lebih tegas dan terukur. “Saat ini regulasi operasional sedang disiapkan Pemkot Bogor terkait skema penertiban angkot tua berdasarkan Perda Nomor 8 Tahun 2023,” ujar Alma. Ia menjelaskan, Perwali tersebut akan mengatur secara rinci standar operasional prosedur (SOP) penertiban, termasuk jenis tindakan yang
dapat dilakukan oleh petugas di lapangan. Ke depan, penindakan terhadap angkot tua dimungkinkan tidak hanya berupa penilangan. “Dalam Perwali akan dibahas SOP penertiban, termasuk beberapa tindakan yang bisa dilaksanakan dalam penataan angkutan jalan,” katanya. Meski demikian, Alma belum merinci bentuk sanksi atau tindakan tambahan yang akan
Taman Heulang Tampil Baru Sambungan dari Hal 12
baik untuk berolahraga maupun berjalan santai. Area bekas kolam air mancur yang kini difungsikan sebagai panggung mini juga terlihat lebih nyaman dimanfaatkan sebagai tempat bersantai. Sejumlah fasilitas penunjang turut ditambahkan, salah satunya pembangunan toilet umum baru di sisi lain taman. Namun hingga kini, fasilitas tersebut belum bisa digunakan oleh pengunjung. Salah seorang pengunjung, Ahmad (42), menilai fasilitas di Taman Heulang saat ini sudah cukup memadai. Meski demikian, ia mencatat masih ada sejumlah hal yang perlu mendapat perhatian. “Kalau fasilitas umum, saya rasa sudah cukup memadai untuk digunakan. Hanya saja, untuk merokok belum ada tempat khususnya,” ujarnya. Ahmad juga menilai akses menuju Taman Heulang relatif mudah, baik menggunakan kendaraan pribadi, transportasi umum, maupun
transportasi daring. Terkait keberadaan pedagang kaki lima (PKL), ia menilai kondisinya cukup tertata, meski mengaku jarang berkunjung ke taman tersebut. “Yang jadi perhatian itu soal parkir. Masih ada sedikit rasa takut kehilangan kendaraan atau helm. Kalau misalkan terjadi kehilangan, pertanggungjawabannya bagaimana? Karena parkir di sini dipungut tanpa retribusi resmi, pengelolaannya masuk ke kantong perorangan, bukan dikelola pemerintah secara resmi,” katanya. Di sisi lain, tantangan penataan kawasan masih terlihat di area luar taman. Keberadaan PKL di sekitar Taman Heulang masih mendominasi, terutama pada hari libur, hingga memenuhi sepanjang sisi taman. Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, menyampaikan revitalisasi Taman Heulang dilakukan untuk mendukung berbagai kegiatan masyarakat, seperti senam dan aktivitas komunitas.
“Disperumkim juga membangun jalur pedestrian di depan taman atau di sisi SMKN 1 Bogor guna mendukung kenyamanan pejalan kaki,” jelasnya. Salah satu pekerjaan utama dalam revitalisasi tersebut adalah pembangunan toilet tambahan. Menurut Chusnul, luas area Taman Heulang membuat kebutuhan toilet tidak dapat dipenuhi hanya dengan satu unit. “Dengan area seluas ini, kebutuhan toilet kurang kalau hanya satu. Jadi kita buat lagi satu di ujung sini. Nantinya ada toilet di dua sisi untuk memenuhi kebutuhan pengguna Taman Heulang,” ujarnya. Selain itu, Disperumkim juga melakukan perbaikan pada area emplasemen dan jalur masuk utama taman. Kolam air mancur yang sebelumnya tidak berfungsi dan kerap menampung air ditutup agar lebih aman dan fungsional. “Paving-nya juga sudah lebih dari 10 tahun, jadi kita perbaiki supaya tampilannya lebih cantik,” katanya. (uma/c)
Silat Lebih dari Sekadar Hobi Sambungan dari Hal 12
Ia menjalani latihan rutin setiap Minggu pagi hingga siang, ditambah sesi tambahan pada Rabu malam dari habis Isya sampai pukul 22.00.
Konsistensi ini membawanya pada manfaat fisik dan mental yang terasa nyata. “Latihan pencak silat membuat saya percaya diri, bangga, dan senang. Selain itu, bisa melindungi diri
sendiri dan berbagi ilmu dengan orang lain,” tambahnya. Bagi Lutfiana, pencak silat tidak hanya olahraga, tetapi juga cara melestarikan budaya nenek moyang. (bay/b)
diterapkan, mengingat pembahasan regulasi tersebut masih berlangsung dan belum diputuskan secara final. Ia menambahkan, aspek uji emisi juga akan menjadi bagian dari pengaturan. “Termasuk nantinya uji emisi, karena menjaga kualitas udara dan kelaikan kendaraan merupakan bagian dari penataan angkutan,” jelasnya, Rabu (7/1). Selama ini, penindakan angkot
tua yang hanya berupa tilang dinilai belum memberikan efek jera. Sejumlah sopir masih nekat beroperasi dan kerap menghindari petugas saat razia. Bagi sebagian pengemudi, sanksi tilang dianggap sebagai risiko pekerjaan di tengah tuntutan ekonomi. Salah seorang sopir trayek 02, Irwan, mengaku masih mengoperasikan angkot keluaran tahun 2005 yang telah
berusia 20 tahun. Ia menyebut pernah beberapa kali terjaring razia oleh petugas. “Kalau ditilang pernah, mau itu oleh polisi atau Dishub. Jadi kucingkucingan saja. Kalau lagi sial ya kena tilang,” ujarnya. Irwan mengungkapkan bahwa faktor ekonomi menjadi alasan utama dirinya tetap mengoperasikan angkot tua tersebut. Menurutnya, penghasilan dari angkot menjadi satu-satunya
sumber nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga. “Orang-orang yang punya angkot, termasuk saya, hidupnya bergantung dari angkot ini,” katanya. Pemkot Bogor berharap, dengan diterbitkannya Perwali penertiban angkot tua, penataan transportasi umum dapat berjalan lebih tertib, aman, serta selaras dengan upaya peningkatan kualitas lingkungan dan pelayanan publik.(bay/c)
Rencana Revitalisasi Terminal Baranangsiang Mandek Sambungan dari Hal 12
Bangunan-bangunan tua tampak masih dipertahankan. Warung yang berada di area Terminal Baranangsiang terlihat usang. Atapnya hanya dibalut dengan asbes. Kepala Bapperida Kota Bogor Rudi Mashudi mengatakan wacana revitalisasi Terminal Baranangsiang sudah mencuat sejak Bogor dipimpin Diani Buadiarto. ”Sudah lama, saya lupa tahun percisnya yang pasti itu waktu zaman pa Diani (Wali Kota Bogor),” jelas Rudi saat dikonfirmasi Radar Bogor,
Rabu (7/1) sore. Rudi menjelaskan Terminal Baranangsiang sendiri saat ini berada dalam kewenangan pemerintah pusat. Pemkot Bogor tidak bisa sembarangan untuk bertindak. ”Terkait Terminal Baranangsiang, saat ini masih menjadi kewenangan pemerintah pusat. Iya itu termasuk (Revitalisasi) nya,” jelas Rudi. Pemkot Bogor sudah berupaya untuk menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat. Namun hasilnya nihil. Rudi tidak mengetahui pasti penyebab revitalisasi tak kunjung
dilakukan. ”Kami sudah komunikasi dengan pemerintah pusat via Kemenhub. Saya sendiri tidak tahu (Alasan revitalisasi mandek). Nanti kami koordinasi kembali,” jelas Rudi. Jika mengacu pasa rencana awal, Terminal Baranangsiang akan disulap menjadi kawasan Transit Oriented Development (TOD). Di dalamnya akan dibangun kawasan komersil. ”Mau dijadikan TOD, mix use antara terminal dengan komersial. Ada fasilitas kaya tenant UMKM ataupun fasilitas tempat oleh-olehnya,” ujar Rudi.
Konsep tersebut tentu saja disambut baik oleh para penumpang. Seperti halnya yang diutarakan oleh Aiman (35). Ia menilai rencana tersebut dapat menggerakan roda ekonomi. Namun baginya, itu semua akan nihil jika revitalisasi tak kunjung dilakukan. Salah satu kebutuhan yang paling mendesak baginya adalah perbaikan jalan. ”Iya bagus kalau begitu mah (TOD) tapi jangan jauh-jauh dulu, yang penting ini aja jalannya dibuat mulus. Sayang banget, terminalnya kan selalu ramai mulu disini,” ucap Aiman. (bay/c)
Jenal Mutaqin Tanamkan Motivasi Siswa Krida Nusantara, Ajak Tumbuhkan Kepedulian Sambungan dari Hal 12
Puluhan siswa memanfaatkan momen tersebut untuk menanamkan motivasi dan semangat kepada generasi muda. Bukan sekadar kunjungan belajar, pertemuan itu menjadi ruang berbagi inspirasi ketika, Jenal Mutaqin, menyapa mereka dengan pesan-pesan yang menyentuh perjalanan hidup seorang pelajar. Dengan bahasa yang lugas namun penuh makna, Jenal
Mutaqin mengajak para siswa memahami bahwa pendidikan adalah proses panjang yang harus dijalani dengan kesungguhan dan keikhlasan. ”Yang hari ini kita lakukan adalah proses, di mana kita siap untuk mendapatkan takdir dan siap menerima kenyataan. Nanti Allah telah menetapkan pada diri kalian masing-masing. Yang paling penting juga adalah restu orang tua,” ujar Jenal Mutaqin. Pesan tersebut disampaikan bukan sebagai nasihat formal,
melainkan refleksi kehidupan untuk menata masa depan. Tak hanya memberi motivasi personal, Jenal Mutaqin juga membuka wawasan berpikir para siswa tentang peran generasi muda dalam pembangunan daerah. Ia memaparkan sejumlah program Pemerintah Kota Bogor yang tengah dan akan dijalankan, sekaligus mengajak para siswa untuk kelak turut berkontribusi setelah menuntaskan pendidikan. Harapannya, kunjungan
ini dapat menumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian terhadap kota Bogor. Salah seorang perwakilan siswa, Syamil, mengatakan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari pemerintahan daerah beserta tata kelolanya. ”Tujuan kami juga untuk menambah wawasan dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat, khususnya dari para pejabat yang ada di Kota Bogor,” katanya.(ded)
11
RADAR BOGOR I KAMIS, 8 JANUARI 2026 I 19 RAJAB 1447 H
RADAR BOGOR TV
RADAR_BOGOR
RADAR BOGOR
Kesunyian mewarnai sepanjang jalan menuju Dusun Alur Renceong, Desa Pantee, Rambong, Pantai Bidari, Aceh Timur. Pemukiman yang berada di antara tebingan tersebut, kian sunyi usai disapu banjir bandang pada 26-27 November 2025. Hujan yang tak jua berhenti menenggelamkan ratusan rumah. Kawasan yang jauh dari hiruk pikuk kota tersebut, kian hening, bahkan untuk mandi dan penunjang kebutuhan air sehari-hari pun mereka tak memilikinya. ”Kami belum punya MCK, kamar mandi kami dipenuhi lumpur jadi tak berfungsi, air bersih bantuan untuk kami tidak bisa datang setiap hari, tempat ini memang tak terlalu ramai tapi kini makin sunyi akibat banjir itu,” lirih Jubir saat berdiskusi.(*) (FOTO DAN NASKAH: HENDI/RADAR BOGOR)
TAMPAK tenda yang dijadikan tempat tinggal sementara warga terdampak bencana.
SEORANG anak bermain di antara sisa material banjir yang tersapu hingga wilayah tersebut.
BANGUNAN semi permanen terbalik karena sapuan banjir bandang yang menimpa lokas depan Pantee Bidari.
TENDA yang menjadi tempat pengungsian warga yang tinggal di lokasi Pantee, Rembong, Pantai Bidari.
KOMUNITAS SILATURAHMI: Para perwakilan dari Pondok Pesantren yang diundang mengikuti sosialisasi tata kelola pesantren terintegrasi.
PEDULI: Perwakilan panitia LKBB Championship dan Kadispora Anas Rasmana memperlihatkan simbolis penggalangan dana dari hasil penjualan tiket.
SEBANYAK 20 orang utusan pondok pesantren (ponpes) dan lembaga pendidikan keagamaan Islam mengikuti kegiatan Sosialisasi Tata Kelola Pondok Pesantren Terintegrasi. Sosialisasi diselenggarakan Yayasan Al-Huda Bogor bekerjasama dengan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Alumni Daarul Rahman (IKDAR) dan Kementerian Agama RI. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama bagi para pengelola pesan-
tren, khususnya lembaga yang belum memiliki izin pendirian atau izin operasional, untuk memahami arah kebijakan negara dalam menata, melindungi, dan memberdayakan pesantren melalui sistem tata kelola yang tertib dan terintegrasi. Forum ini juga mendorong perubahan perspektif peserta, bahwa tata kelola bukanlah beban administratif, melainkan instrumen keberlanjutan pesantren, agar lembaga pendidikan keagamaan Islam dapat
tumbuh tertib, mandiri, dan berdaya, tanpa kehilangan ruh keikhlasan dan khidmah kepada umat dan bangsa. Melalui kegiatan ini, para penyelenggara berharap semakin banyak pengelola pesantren yang terdorong untuk menata kelembagaannya secara sadar dan proaktif, serta menjadikan legalitas dan data sebagai bagian dari ikhtiar menjaga masa depan pesantren di tengah dinamika kebijakan nasional.(abl/b)
LOMBA Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB) Bogor Championship sukses digelar. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari (3-4/1). LKBB Bogor Championship diinisiasi Purna Paskibra Indonesia (PPI) Kota Bogor. Ini sudah menjadi agenda rutin yang setiap tahun diselenggarakan.
LKBB Championship tahun ini berbeda dari sebelumnya. Sebagian penghasilan dari kegiatan tersebut didonasikan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera. Tiketing dialihkan untuk korban bencana di Aceh dan Sumatera. Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka.Gerakan sosial itu mendapat apresiasi dari ber-
bagai pihak. Salah satunya Ketua PPI Pusat, Gousta Feriza. Ia menyebut ini menjadi bukti bahwa pemuda dapat ambil peran. “Jadi tidak hanya peran pemerintah tapi ini jadi tanggung jawab kita semua bagaimana kita berempati terhadap saudara kita yang tertimpa bencana,” ujar Gousta.(bay/b)
METROPOLIS
12
RADAR BOGOR I KAMIS, 8 JANUARI 2026 I 19 RAJAB 1447 H
RADAR BOGOR TV
RADAR_BOGOR
07.00
12.00
18.00
BERAWAN
HUJAN RINGAN
CERAH BERAWAN
PRAKIRAAN
CUACA BOGOR HARI INI
Sumber: www.bmkg.go.id
RADAR BOGOR
FOTO: FIKRI/RADAR BOGOR
BOGOR–Taman Heulang di Kota Bogor kini menyuguhkan wajah baru usai proses revitalisasi yang rampung pada awal Januari 2026. Pintu masuk ruang terbuka hijau (RTH) ini tampil lebih segar dengan sentuhan cat warna-
warni cerah serta penambahan jalur pedestrian. Pantauan Radar Bogor di lokasi pada Selasa (6/1), jalur pejalan kaki di depan taman cukup mendukung aktivitas warga, TAMAN...Baca Hal 10
WAJAH BARU: Penampakan beberapa bagian di Taman Heulang yang selesai di revitalisasi. Salah satunya panggung mini yang dahulunya merupakan air mancur.
Ribuan Angkot Tua
Akan Dimusnahkan Pemkot Sisakan 860 Unit (FAUZAN/RADAR BOGOR)
TAMPAK KUMUH: Kondisi terkini Terminal Baranangsiang, Kecamatan Bogor Tengah, tampak tidak terawat, pada Rabu (7/1).
Rencana Revitalisasi Terminal Baranangsiang Mandek BOGOR–Kondisi Terminal Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur tampak kumuh. Rencana revitalisasi bangunan tersebut pun belum menemui titik terang. Berdasarkan pantauan Radar Bogor di lokasi, akses jalan masuk ke Terminal Baranangsiang banyak yang rusak dan berlubang. Kondisi ini memicu adanya genangan air. RENCANA...Baca Hal 10
Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menggencarkan penertiban angkutan kota (angkot) yang telah berusia tua. Berdasarkan pendataan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, sebanyak 1.854 unit angkot tercatat berusia di atas 20 tahun dari total 2.714 unit angkot yang masih beroperasi.
DATA ANGKOT KOTA BOGOR
LUTFIANA Ramadhani sudah menekuni pencak silat sejak 2018, tepatnya saat duduk di kelas 3 SD. Hobi ini lahir dari lingkungan keluarga yang juga menyukai olahraga tradisional tersebut. “Awalnya karena lingkungan dan orang tua hobi. Tapi saya niat dari awal, jadi sampai sekarang konsisten,” ujar Lutfiana, Anggota Paskibra Pastama SMA Al Ghazaly Kota Bogor. SILAT... Baca Hal 10
KENDALA
2.714
UNIT
Angkot berusia >20 TAHUN:
1.854 860
UNIT
RIBUAN ANGKOT TUA BAKAL MUSNAH DI BOGOR
DI LAPANGAN
Total angkot eksisting:
Angkot yang disisakan:
Silat Lebih dari Sekadar Hobi
LANGKAH PENERTIBAN
RIBUAN...Baca Hal 10
Sopir masih nekat beroperasi karena faktor ekonomi
Penertiban menggunakan tilang dokumen (STNK) Petugas Dishub menghentikan kendaraan, meminta surat pernyataan, dan menindak sopir yang nekat beroperasi Sudah dilakukan di berbagai lokasi selama 6 hari, total 128 kendaraan ditindak
Tilang belum memberikan efek jera maksimal
TRAYEK
UNIT
02 AK
196 309 dari
UNIT
TRAYEK
188 216 TRAYEK 13 AK 140 248 17 AP
dari
dari
UNIT
UNIT
Pemkot Godok Perwali Penertiban
FOTO AZIS/RADAR BOGOR
TINDAK TEGAS: Petugas Dishub Kota Bogor saat memeriksa angkot yang melintas di Jalan Mayor Oking.
BOGOR–Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah menggodok Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang penertiban angkutan kota (angkot) tua sebagai upaya memberikan efek jera bagi pengemudi yang masih mengoperasikan kendaraan tidak laik jalan. PEMKOT...Baca Hal 10
Kunjungi Paseban Narayana Balai Kota
Jenal Mutaqin Tanamkan Motivasi Siswa Krida Nusantara, Ajak Tumbuhkan Kepedulian Suasana Ruang Paseban Narayana, Balai Kota Bogor, Selasa (6/1), terasa berbeda ketika puluhan siswa SMA Terpadu Krida Nusantara hadir untuk mengikuti kunjungan edukatif. Kedatangan mereka disambut langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.
LUTFIANA RAMADHANI JENAL...Baca Hal 10
HUMAS PEMKOT BOGOR
BERI MOTIVASI: Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat memberikan motivasi kepada puluhan siswa.