Skip to main content

Epaper Edisi 3 Mei 2023 | RADAR BOGOR DIGITAL

Page 1

Rabu

3 MEI 2023

12 Syawal 1444 H Terbit 12 halaman

HARGA Rp4.000 BERLANGGANAN Rp90.000

Dia bukan lagi Ikal, bocah cerdas di film Laskar Pelangi. Selain karena usianya kini sudah 26 tahun, apa yang dilakukan Zulfani Pasha sungguh jauh dari sosok inspiratif dalam kisah yang dilayarlebarkan berdasar novel Andrea Hirata itu. Zulfani ditangkap polisi setelah melakukan penipuan dengan modus ”menjual” sang istri, Putri Amelia.

PENGALIHAN ARUS: Penumpukan kendaraan terjadi di Jalan Pajajaran, Selasa (2/5), pasca ditutupnya Jalan Otista.

Evaluasi Hari Kedua Penutupan Jalan Otista

Terjadi penumpukan kendaraan di simpang Ekalokasari karena arus mobilitas warga dari Jalan Pajajaran, Bogor Timur bergerak ke pusat kota dan stasiun melewati Sukasari.

LENGANG: Sejumlah petugas berjaga di Jalan Otista yang ditutup sejak Senin (1/5) malam.

Sepi Pembeli dan Merugi

BOGOR–Ditutupnya Jembatan Otista berdampak pada sejumlah toko yang berjualan di sekitaran kawasan ini. Para pengusaha kehilangan pembeli dan mengalami kerugian. Seperti yang dirasakan Pemilik Toko Rafly Flower, Rizki Maulana.

SEPI PEMBELI...Baca Hal 9

Q

BIKIN GEGER: Petugas kepolisian memasang garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) dugaan penembakan di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Jakarta, Selasa (2/5).

Kondisi serupa juga terjadi di simpang Lodaya dan Jalan Jalak Harupat Akan dilakukan penyesuaian traffic light. Karena ada beberapa traffic light yang terlalu lama sehingga harus dipercepat.

MACET: Pengendara terjebak macet di sekitaran kawasan Sempur, Kota Bogor, kemarin.

Jalan suryakencana cenderung lebih lancar karena masih banyak warga yang belum tahu adanya perubahan jalur di surken.

Petugas yang berjaga akan ditambah sehingga jika terjadi kepadatan akan diurai secara manual.

Masih banyak pengendara yang lawan arah Angkot ngetem sembarangan dan parkir di bahu jalan

Mengaku Wakil Nabi, Serang MUI, Lalu Pingsan dan Tewas JAKARTA–Penyerang Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mustofa tewas setelah melakukan aksinya. Belum diketahui penyebab tewasnya pelaku. Namun, kegilaan rekam jejak Mustofa mulai terungkap. Dari mengaku wakil nabi, pernah merusak kantor DPRD Lampung, hingga kini menyerang kantor MUI dengan air soft gun.

Kronologi versi polisi, pelaku penyerangan itu datang ke kantor MUI Pusat pukul 11.24. Pelaku mengaku ke staf resepsionis ingin bertemu dengan Ketua MUI. Namun, tidak bisa menjelaskan kepentingannya untuk bertemu. Petugas pengamanan dalam (Pamdal) lantas mengamankan pelaku, namun

SUBUH 04.36 DZUHUR 11.53 ASHAR 15.14 MAGRIB 17.53 ISYA 19.00

saat itu malah melakukan penyerangan dengan senjata. Yang mengakibatkan dua orang staf resepsionis terluka. Saat kejadian juga kaca kantor MUI pecah, belum diketahui karena tertembak atau tertabrak staf yang menyelamatkan diri.

MENGAKU...Baca Hal 9

Q


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Epaper Edisi 3 Mei 2023 | RADAR BOGOR DIGITAL by Bogor - Issuu