Skip to main content

Epaper Radar Bogor 23 Oktober 2025

Page 1

KAMIS

23 Oktober 2025 1 jumadil awal 1447 H Terbit 12 halaman

HARGA Rp5.000

Nataru, Tiket Pesawat

Semakin Turun Diskon Tarif 13-14 Persen

4 1

5 6 7

2 3

Pemerintah haru s ingat, bahwa In donesia ini negara kepu laua Sehingga, transp n. orta udara harus puny si daya tarik dan d a aya saing yang bagus agar wisatawan domestik maupu n mancanegara bi sa memaksimalkan nya,,”

Baca Metropolis Hal 12

Sekretaris Jend eral PHRI Maulana Yusr an

DIPASUNG: Warga memperlihatkan kandang yang dipakai untuk memasung S (53) di Desa Tapos, Kecamatan Tenjo, karena diduga mengalami gangguan jiwa sejak beberapa tahun silam.

Pernah Dirawat di Rumah Sakit, Terputus Karena Keterbatasan Biaya Seorang warga di Kampung Hajere, Desa Tapos, Tenjo terpaksa menjalani pengasingan dalam kandang sempit selama berbulan-bulan. Keluarga sengaja mengurungnya dalam kandang lantaran ia mengalami gangguan jiwa sejak beberapa tahun silam.

S harus menjalani kehidupan seharihari dalam kandang sejak 6 bulan terakhir. Pihak keluarga tak tahan dengan kondisi S yang disebut-sebut mengalami gangguan jiwa atau orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang semakin parah.

Laporan: SEPTI NULAWAM H

SUBUH 04.12 DZUHUR 11.41 ASHAR 14.51 MAGRIB 17.53 ISYA 19.00

Bogor Siap Hadapi Ancaman Megathrust BOGOR–Ancaman gempa megathrust mulai mendapat perhatian Pemerintah Kota Bogor. Sebab, guncangan gempa jenis ini disebutsebut bisa sampai ke wilayah berjuluk Kota Hujan ini. Wali Kota Bogor Dedie A Rachim mengaku sudah sering menerima informasi terkait ancaman megathrust. Oleh karenanya seluruh Pemerintah Kecamatan (pemcam) diminta mulai menyusun peta evakuasi.

Hari Ini, Juara Ditentukan! BOGOR–Penilaian Bogorku Bersih tahun 2025 memasuki babak pamungkas. Puluhan juri kehormatan bakal langsung menyambangi lokasi para finalis, hari ini (23/10). Juri kehormatan tersebut datang dari berbagai latar belakang. Mulai dari pejabat Pemkot Bogor, DPRD, aparat kepolisian hingga kalangan akademisi.


RADAR BOGOR I KAMIS 23 OKTOBER 2025 I 1 JUMADIL AWAL 1447 H I HALAMAN 2

PENDIDIKAN

Jumbara PMR Latih Relawan Sejak Dini SUKARAJA– Palang Merah Remaja (PMR) Kota Bogor kembali melaksanakan Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) ke 17 di Bumi Perkemahan Cimandala, Sukaraja, Kabupaten Bogor. Kegiatan itu dilaksanakan selama tiga hari mulai dari 22 - 24 Oktober 2025. Bertajuk ‘Jaga Lembur’ (Jejak Aksi Generasi Adaptasi Lestarikan Energi Minimalkan Bencana Untuk Remaja) , Jumbara kali ini diikuti seluruh unit PMR terbaik se Kota Bogor dengan total 37 sekolah. Tiga unit PMR Mula setingkat (SD), 16 PMR Madya (SMP) dan 18 PMR Wira (SMK/SMA) dengan total sebanyak 528 orang. Ketua PMI Kota Bogor, H Edgar Suratman mengatakan, kegiatan Jumbara PMR memang diamanatkan dilaksanakan sekali selama periode kepengurusan PMI. ”Allhamdulillah sekarang terlaksana menjelang penghujung masa bakti saya sampai awal 2027. Allhamdulillah sekarang terwujud,” ungkap Edgar kepada Radar Bogor, Rabu (22/10). Menurut dia, pembinaan Jumbara esensinya lebih kepada mereka saling berinteraksi antara para PMR. Terlebih, kata dia, pada Jumbara ini dilatih keterampilan pembekalan dan pengetahuan sehingga siap menjadi relawan. Edgar berharap, ke depan Jumbara terus berjalan karena berkesinambungan memiliki kualitas, kuantitas dan kontinuitas yang harus diwujudkan. ”Karena keberhasilan PMI itu ditentukan oleh ujung tombaknya, ya relawan,” tutur dia. Sehingga, kata dia, Jumbara ke 17 ini dapat membina mulai sejak dini kepada generasi bangsa untuk memiliki jiwa kerelawanan. Apalagi, kata dia, Indonesia memiliki potensi bencana yang resisten, sehingga harus mempersiapkan relawan sejak dini. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyebut

FOTO : SOFIANSYAH/RADAR BOGOR

DIBEKALI: Tim Kontingen PMR dari berbagai sekolah se-Kota Bogor mengikuti Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) PMR XVII di Bumi Perkemahan Cimandala Sukaraja, Kabupaten Bogor, Rabu (22/9).

bahwa Jumbara PMR ini suatu kegiatan yang positif. ”Sebagai ajang pertama memang silaturahmi, kedua memupuk rasa persaudaraan, kebersamaan, rasa kepedulian

baik bidang kesehatan, sosial kebencanaan dan ini membentuk karakter generasi muda,” ungkapnya. Ajang Jumbara PMR tersebut, kata dia, kegiatan yang bertujuan membentuk karakter

masa depan dan disiapkan untuk generasi PMI masa depan. ”Jadi Pak Walikota memberikan apresiasi bangga dengan kegiatan Jumbara,” ujar dia. Dengan kegiatan, Retno berharap, PMR

terus menampilkan perannya, selain memiliki tugas utama kerelawanan, bisa juga berperan baik di lingkungan terdekatnya di keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat. (rp2/c)

Pagar Kekar dan Poe Pasar Katuangan Ala SMANDA

AUDIENSI: Wakasek Kurikulum SMP IT Insantama, Muhammad Iqbal Maulidi, beserta Sebagian siswanya, saat berdialog dengan GM Bisnis Radar Bogor, Erwin Sofian di Graha Pena, Rabu (22/10).

SMP IT Insantama Siap Helat Maca Expo 8 BOGOR – SMP IT Insantama Bogor kembali akan menggelar Maca Expo 8 pada 7–8 November 2025 mendatang. Mengusung tema “Berliterasi untuk Bumi Lestari”, kegiatan tahunan ini menjadi ajang literasi yang menumbuhkan kepedulian lingkungan di kalangan pelajar. Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP IT Insantama, Muhammad Iqbal Maulidi, menjelaskan, tema tahun ini sejalan dengan isu nasional yang diangkat Kemendikdasmen, yakni literasi tentang perubahan iklim. “Melalui literasi, kami ingin mengajak siswa memahami isu perubahan iklim dan mampu menyebarkan informasi yang benar tentang lingkungan. Karena itu, salah satu kegiatan utama adalah talkshow bersama tiga pakar perubahan iklim dari Departemen Geofisika dan Meteorologi FMIPA IPB,” ujar Iqbal dalam audiensi bersama Radar Bogor, Rabu (22/10). Ia menuturkan, Maca Expo 8 akan diisi dengan berbagai agenda menarik seperti lomba literasi, wahana edukasi, pameran karya siswa, bazar, diorama dunia baca, perpustakaan keliling, hingga pojok baca SMP IT Insantama. Tahun ini juga hadir beberapa kegiatan baru, di antaranya Pojok

Alumni, Anugerah Karya Literasi, dan Pojok Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Acara ini tidak hanya untuk siswa Insantama, tapi juga diikuti sekolah-sekolah SD dan SMP dari luar. Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, para peserta tidak berhenti hanya pada membaca dan menulis, tetapi juga bergerak dalam aksi nyata menjaga bumi,” jelasnya. Iqbal menambahkan, kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari itu diperkirakan dihadiri sekitar 1.200 peserta dari internal Insantama serta tamu undangan dari berbagai sekolah di Bogor. Selain menjadi ajang edukasi, Maca Expo 8 juga menyediakan total hadiah “belasan juta rupiah” bagi para pemenang lomba. “Lewat kegiatan ini, kami ingin membangun budaya literasi yang berdampak pada karakter generasi alpha. Mereka adalah calon pemimpin masa depan yang kami harapkan bisa memakmurkan dan melestarikan bumi,” pungkas Iqbal. Kegiatan Maca Expo sendiri telah menjadi agenda rutin tahunan SMP IT Insantama sejak 2017. Setelah sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, tahun ini menjadi gelaran ke-8 dengan konsep yang semakin luas dan kolaboratif. (uma/c)

BOGOR – SMAN 2 Kota Bogor atau dikenal SMANDA, menggelar kegiatan Pagar Kekar (Pagelaran Kamotekaran) dan Poe Pasar Katuangan Khas Jawa Barat pada Rabu (22/10). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Gapura Panca Waluya, strategi pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membentuk karakter, kreativitas, dan kemandirian siswa. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 2 Kota Bogor, Irma Siska Priyanti, menjelaskan kegiatan tersebut mengimplementasikan Panca Waluya di Jawa Barat yang mencakup Cageur, Bageur, Bener, Pinter, Singer untuk membentuk generasi unggul. Selain itu juga menjadi wadah menampilkan kreativitas ekstrakurikur. “Kegiatan ini adalah bentuk penerapan program Gapura Panca Waluya yang digagas oleh Gubernur Jawa Barat. Melalui kegiatan

ekstrakurikuler, siswa diberi ruang untuk mengekspresikan diri, menampilkan kreativitas, dan mengasah kemampuan di bidang masing-masing,” ujar Irma. Nama Pagar Kekar sendiri merupakan akronim dari Pagelaran Kamotekaran, yang dalam bahasa Sunda berarti kelihaian atau kepiawaian. Sesuai maknanya, kegiatan ini menjadi ajang unjuk bakat bagi seluruh ekstrakurikuler di SMAN 2 Bogor. “Sekolah kami memiliki 26 ekstrakurikuler. Semuanya menampilkan kemampuan terbaiknya, mulai dari Pramuka, PKCM, Palasda, Marawis, tari tradisional, tari modern, hingga dance. Untuk bidang akademik seperti KIR, IPA, dan IPS mereka tampil dalam bentuk lomba cerdas cermat,” jelas dia. Selain pagelaran seni dan akademik, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan Poe Pasar Katuangan Khas Jawa Barat, yang menjadi

ajang market day bernuansa lokal. Setiap kelas mempresentasikan dan menjual makanan tradisional khas Sunda, seperti nasi tutug oncom, Soto Bogor, cungkring, hingga surabi. “Kami sengaja menggunakan istilah Sunda agar kegiatan ini selaras dengan semangat Gapura Panca Waluya. Anak-anak belajar mengenal budaya dan kuliner tradisional sekaligus praktik kewirausahaan,” tambah Irma. Seluruh siswa SMAN 2 Bogor yang berjumlah 1.083 orang turut berpartisipasi. Mereka terbagi dalam 28 rombongan belajar, terdiri atas 10 kelas tingkat X, 9 kelas tingkat XI, dan 9 kelas tingkat XII. “Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar berkreasi, tetapi juga berlatih memasarkan produk, membangun kepercayaan diri, serta berinteraksi positif dengan lingkungan sekitar,” kata Irma. (uma/b)

SPEAK XIII Tingkatkan Semangat Kompetisi BOGOR – Semangat kompetisi dan sportivitas pelajar Bogor kembali membara. SMA Kesatuan Bogor menggelar ajang Student Performance and Education Art of Kesatuan (SPEAK) XIII yang diikuti puluhan pelajar dari berbagai sekolah se-Bogor Raya. Kegiatan yang dibuka pada Rabu (22/10) ini menampilkan lima cabang utama, yakni futsal, basket, voli, e-sport, dan band yang digelar lebih dulu. Kompetisi terbagi dalam dua kategori, yaitu tingkat SMP dan SMA se-Bogor Raya. Tahun ini, tercatat sebanyak 66 tim berpartisipasi memperebutkan hadiah total puluhan juta rupiah. Ketua Panitia SPEAK XIII, Xavier Aldrich Kanahaya, mengatakan antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi. Total 66 tim terdaftar dari berbagai SMA dan SMP di Kota maupun Kabupaten Bogor. “Total ada 12 tim futsal, 12 tim voli putra dan putri, 8 tim basket, serta 34 tim Mobile Legends. Kami bersyukur karena antusiasmenya luar biasa,” katanya. Menurut dia, tujuan utama kegiatan ini tak hanya untuk mencari juara, tetapi juga menumbuhkan semangat kompetitif dan solidaritas antar pelajar. Panitia pun menyiapkan hadiah berupa uang pelatihan

UNJUK BAKAT: Kepala SMA Kesatuan Bogor, Lia Oktapia, memberi cinderamata kepada Wali Kota Dedie A Rachim usai membuka kegiatan SPEAK XIII di Lapangan Sekolah Kesatuan.

senilai total Rp35 juta serta sertifikat yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Kepala SMA Kesatuan Bogor, Lia Oktapia, menjelaskan rangkaian SPEAK XIII telah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya dengan lomba band. Ia menilai kegiatan ini menjadi ajang penting dalam pengembangan potensi non-akademik siswa. “Untuk kegiatan hari ini memang pembukaan resminya, tapi sebelumnya sudah ada lomba band di Botani. Kegiatan ini menjadi ruang

bagi siswa untuk menyalurkan bakatnya, baik di bidang olahraga maupun seni,” jelas dia. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang hadir membuka kegiatan, mengapresiasi semangat para pelajar serta pihak sekolah yang konsisten menyelenggarakan kegiatan positif seperti SPEAK XIII. “Ini sebetulnya ajang silaturahmi berbagai sekolah di Kota Bogor. Boleh bersaing, tapi jangan lupa menjaga sportivitas dan gunakan kesempatan ini untuk membangun jejaring masa depan,” ujar Dedie. (uma/c)

Cara FW IPB University Rayakan World Mental Health Day

Ajak Mahasiswa Bangun Mental Resilience, Utamakan Keseimbangan Hidup Bertepatan dengan peringatan World Mental Health Day 2025, Forum Mahasiswa Pascasarjana (FW) IPB University menyelenggarakan Seminar “Mental Resilience” bertema “The Resilient Graduate: Strategi Sukses Menghadapi Tantangan Akademik dan Personal”.

MENURUT Ketua Umum FW IPB University, Firman Soejana, kegiatan ini datang dari keresahan akan pentingnya memperhatikan kesehatan mental di tengah tekanan akademik dan permasalahan personal mahasiswa. Salah satu narasumber, Dr Majariana Krisanti selaku Koordinator Tim Bimbingan Konseling IPB University, menekankan pentingnya manajemen diri dan keseimbangan antara

produktivitas dan istirahat. “Kuncinya ada pada keseimbangan, tahu kapan harus fokus, dan kapan harus berhenti sejenak,” pesannya saat acara di Auditorium Satari, Fakultas Kedokteran, Kampus IPB Dramaga, beberapa waktu lalu. Dr Majariana menekankan pentingnya manajemen diri dan keseimbangan antara produktivitas dan istirahat. “Kuncinya ada pada keseimbangan, tahu kapan harus fokus, dan kapan harus berhenti sejenak,” pesannya. Ia menguraikan empat strategi sederhana namun berdampak besar. Pertama, mengatur waktu dan energi, bukan hanya daftar tugas, tapi juga waktu rehat. Kedua, mengembangkan growth mindset. “Ubah ‘aku tidak bisa’ menjadi ‘aku belum bisa’,” sebutnya. Berikutnya, adalah melatih self-compassion dengan berhenti membandingkan diri. Terakhir, ia berpesan agar melihat kegagalan bukan sebagai akhir, tapi sebagai umpan balik untuk tumbuh. Sementara itu, dr Lahargo Kembaren,

BAGIKAN KIAT: Narasumber dalam seminar “Mental Resilience” bertema “The Resilient Graduate: Strategi Sukses Menghadapi Tantangan Akademik dan Personal”, yang digelar Forum Mahasiswa Pascasarjana (FW) IPB University.

SpKJ, Spesialis Kedokteran Jiwa Rumah Sakit Marzoeki Mahdi mengingatkan bahwa emosi bukan musuh, melainkan sinyal penting dari diri. “Emosi dan stres itu wajar dan alamiah. Setiap emosi punya alasan dan tujuan,” ungkapnya. dr Lahargo juga mengajak peserta bersama-

sama mencoba teknik pernapasan 4-7-8 untuk meregulasi emosi. Teknik ini dilakukan melalui hidung selama 4 hitungan, menahan napas selama 7 hitungan, dan mengembuskan napas melalui mulut selama 8 hitungan. Ia menutup pemaparan materi dengan pesan reflektif yang menyentuh. “Tidak

harus menjadi hebat, yang penting bermanfaat. Tidak mesti menjadi pemenang, yang penting hidup tenang. Manusia diciptakan untuk berguna, bukan untuk menjadi sempurna.” imbuhnya. Meski memaparkan perspektif berbeda, kedua narasumber sepakat bahwa ketahanan mental bukan sekadar kemampuan menahan tekanan mental, melainkan cara seseorang mampu mengenali, mengelola, dan berdamai dengan dirinya di tengah kompleksitas hidup. Rizka Annisa Mingka, SMat selaku ketua pelaksana berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata, membuka wawasan baru, serta menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan mengejar prestasi akademik. “Ingat bahwa kita tidak harus menghadapi semuanya seorang diri, terkadang keberanian justru muncul ketika kita bercerita dan mencari pertolongan. Setiap langkah kecil bisa menjadi bagian penting dari perjalanan untuk pulih dan bangkit kembali,” pesan Rizka.(*pia)


RADAR BOGOR I KAMIS, 23 OKTOBER 2025 I 1 JUMADIL AWAL 1447 H I HALAMAN 3

MIMBAR BEBAS Sampaikan unek-unek Anda terhadap layanan publik seperti PLN, PDAM, PT Pos,

telepon, jalan rusak, pungli, kemacetan, pembuatan KK/KTP/SIM/ paspor/ sertifikat tanah, dll.

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

PLN Bogor (0251) 8345400 Bendungan Katulampa (0251) 8334344 RS Hermina Bogor (0251) 8382525 RS Melania Bogor (0251) 8321196 Rs Pmi Bogor (0251) 8324080 RS EMC Sentul (021) 29672977, (021) 29673000 RS Mulia Pajajaran (0251) 8379898/ 08111181298 Damkar Kabupaten Bogor (021) 8753547

Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor (0251) 8312292 RS Azra (0251) 8318456 RS Hermina Mekarsari (021) 29232525 RS Medika Dramaga (0251) 8308900/081319310610 Bogor Medical Center (BMC) (0251) 8390435 RS Karya Bhakti Pratiwi (0251) 8626868 Rumah Sakit Dr H Marzoeki Mahdi (0251) 8324024 Rumah Sakit Islam Bogor (0251) 8316822 Rumah Sakit Daerah (Rsud) Cibinong 021-875348, 8753360 Rumah Sakit Lanud Atang Sandjaja (0251) 7535976 RS Annisa Citeureup (021)8756780, Fax. (021)8752628 RS Harapan Sehati Cibinong (021)87972380, 081296019016 Rumah Sakit Salak (0251) 8344609/834-5222 RSUD Ciawi (0251) 8240797 Klinik Utama Geriatri Wijayakusuma (0251) 7568397 Rumah Sakit Bina Husada (021) 875-8441 Rumah Sakit ibu dan anak Nuraida (0251) 8368107, (0251) 368866 Yayasan Bina Husada Cibinong (021) 875-8440 Rumah Sakit Bersalin Assalam Cibinong (021) 875-3724 Rumah Sakit Bersalin Tunas Jaya Cibinong (021) 875-2396 Rumah sakit Bina Husada Cibinong (021) 8790-3000 RS Trimitra Cibinong 021-8763055/56 Rumah Bersalin & Klinik Insani Cibinong (021) 875-7567 RS Sentosa Bogor, Kemang (0251)-7541900 RS Ibu dan Anak Juliana, Bogor (0251) 8339593, Fax. (0251)-8339591 RSIA Bunda Suryatni (0251) 7543891,(0251) 754-3892 Klinik Insani Citeureup (021) 879-42723 RSIA Kenari Graha Medika Cileungsi (021) 8230426 Rs Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Cisarua-Bogor (0251) 8253630, 8257663

Fatherless Marak, Bagaimana Solusinya? OLAHAN data tim Jurnalisme Data dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2024, ada 15,9 juta anak atau setara dengan 20,1 persen dari total 79,4 juta anak yang berusia kurang dari 18 tahun yang berpotensi mengalami fatherless. Sebanyak 4,4 juta karena tidak tinggal bersama ayah. Adapun 11,5 juta anak karena ayahnya sibuk bekerja atau separuh harinya lebih banyak bekerja di luar rumah. Fatherless merupakan ketiadaan figur Ayah dalam pengasuhan baik itu secara fisik maupun non fisik. Bahkan dari data, fatherless lebih banyak terjadi kepada anak yang tinggal bersama Ayah namun keberadaan Ayah dalam mengasuh disibukkan dengan mencari nafkah. Sehingga keberadaanya dianggap tidak ada dalam pengasuhan. Hal ini terjadi, karena sistem hidup kapitalistik, para ayah tersita waktunya untuk memenuhi kebutuhan nafkah. Sehingga waktu untuk membersamai anak sangat minim bahkan tidak ada. Sehingga hilang juga fungsi qawwam dalam diri para ayah, baik sebagai pemberi nafkah dan pemberi rasa aman bagi anak. Akibatnya berdampak kepada anak. Dari hasil survei kualitatif pada 16 psikolog klinis di 16 kota di Indonesia, dampak fatherless yang terjadi adalah rasa minder dan emosi/mental yang labil. Ini disebut masing-masing oleh sembilan psikolog. Adapun tujuh psikolog menjawab kenakalan remaja. Lima psikolog menyebut sulit berinteraksi sosial dan empat menjawab motivasi akademik rendah sebagai dampak berikutnya. Dalam Islam, ayah dan ibu sama-sama punya fungsi penting dalam pengasuhan. Ayah sebagai pemberi nafkah dan teladan dalam pendidikan anak. Sedangkan Ibu berperan penting dalam hal mengasuh, menyusui, mendidik dan mengatur rumah tangga. Sehingga beban pengasuhan dan mendidik tidak hanya dibebankan kepada Ibu semata, tetapi tetap bersinergi dengan Ayah. Demikian dari saya, semoga bisa bermanfaat. Mohonn maaf dan terima kasih. Novi bomuslimah@gmail.com

Cantumkan nama dan alamat lengkap, nomor telepon yang bisa dihubungi, nomor pelanggan (untuk layanan PDAM/PLN/PT Gas) dan lampirkan fotokopi KTP. Kirimkan ke Redaksi Radar Bogor, Gedung Graha Pena, Jl KH R Abdullah bin Nuh No 30, Yasmin, Bogor.

Hanya yang memenuhi syarat yang akan dimuat. Redaksi berhak mengedit isi tulisan tanpa mengurangi substansi. Redaksi tidak bertanggung jawab atas dampak langsung maupun tidak, pascapemuatan tulisan. Terima kasih.

Potensi Santri HARI Santri Nasional selalu diperingati setiap 22 Oktober 2025. Tema tahun ini mengusung “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”. Dalam sistem saat ini, potensi santri banyak diselewengkan. Kekuatannya yang besar menjadi incaran, baik dari segi ekonomi maupun politik. Dari sisi ekonomi, santri selalu dibidik menjadi penggenjot roda ekonomi. Sementara di sisi politik, suara santri pun banyak disalahgunakan, terlebih pada saat pesta demokrasi

digelar. Berbagai bentuk penyelewengan ini menyebabkan santri melupakan tugas utamanya, yakni sebagai pewaris ilmu para nabi. Santri adalah kekuatan pijakan suatu bangsa. Ilmunya yang mengintegrasikan ilmu langit dan bumi, mestinya mampu menjamin kehidupan menuju peradaban gemilang. Namun sayang, sistem yang kini diadopsi telah menghilangkan fungsi santri. Santri berujung pada sekularitas yang menghilangkan aturan agama dari kehidupannya.

Santri pun tergerus dalam sistem rusak yang zalim. Mestinya santri mampu berjuang tangguh, berjuang menerapkan aturan Sang Khalik. Demi membentuk kekuatan akidah dan keimanan menuju bangkitnya peradaban. Hanya dengannya, segala bentuk masalah kehidupan mampu dituntaskan. Dengannya pula, segala bentuk kezaliman mampu diberantas. Yuke Octavianty yukeoctavianty1221@gmail.com

Peran Ibu dan Keluarga DIKUTIP dari The Jakarta Post, survei global “Youth Future Outlook” yang dilakukan oleh World Economic Forum menunjukkan bahwa lebih dari 60% anak muda Indonesia menilai kesuksesan hidup diukur dari kekayaan dan popularitas, bukan dari kontribusi pada masyarakat. Fenomena ini menjadi cermin dari orientasi generasi yang makin bergeser ke arah materialisme. Di sisi lain, data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025 menunjukkan bahwa angka

lalu kirimkan melalui

stres dan depresi pada remaja meningkat 22% dalam lima tahun terakhir, sebagian besar dipicu oleh tekanan sosial dan ketakutan akan kegagalan karier. Ironisnya, di tengah gempuran dunia digital yang kian bebas, keluarga-terutama ibu-sering kali tidak lagi memiliki ruang cukup untuk membangun pondasi keimanan anak sejak dini. Anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang menormalisasi hedonisme, semua diukur dari rating, jumlah followers, dan gaya hidup konsumtif.

Akibatnya, konsep kemuliaan hidup bergeser dari ketaatan kepada Allah menuju pengakuan manusia. Kondisi ini sejatinya bukan salah anak-anak, melainkan hasil dari sistem pendidikan dan sosial kapitalistik yang menyingkirkan nilai-nilai iman dari kehidupan publik. Ketika agama hanya dianggap urusan pribadi, maka tak heran jika generasi kehilangan arah dan identitas. Novi Kristiawati ryukatamika94@gmail.com

Krisis Moral Remaja DUA peristiwa baru-baru ini mengguncang dunia pendidikan. Di SMAN 1 Cimarga, Lebak, seorang kepala sekolah menampar siswa yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah. Di Makassar, seorang siswa dengan santainya merokok di depan guru sambil mengangkat kaki. Dua insiden ini memperlihatkan betapa rapuhnya moral remaja dan semakin pudarnya wibawa guru. Guru kini berada di posisi sulit. Menegur murid bisa dianggap melanggar hak asasi, sementara diam berarti membiarkan kerusakan moral tumbuh. Padahal, tugas guru bukan hanya mengajar, tapi juga mendidik dan menegakkan nilai kedisiplinan. Sayangnya, sistem pendidikan hari ini tidak memberi perlindungan yang jelas bagi guru untuk menjalankan peran itu. Fenomena ini adalah buah dari sistem pendidikan yang semakin jauh dari nilai moral dan ketakwaan. Remaja merasa bebas tanpa batas, mencari jati diri lewat hal-hal yang justru merusak—seperti merokok atau vape yang kini banyak digandrungi. Data WHO mencatat, lebih dari 15 juta remaja di dunia menjadi pengguna vape, sembilan kali lebih banyak dibanding orang dewasa. Dalam Islam, guru memiliki kedudukan mulia sebagai pilar peradaban. Menegur kesalahan adalah bagian dari amar makruf nahi mungkar yang harus dilakukan dengan hikmah, bukan kekerasan. Remaja pun diajarkan untuk menghormati guru, menjaga adab, dan memahami bahwa hidup bukan sekadar bebas bertindak, tapi bertanggung jawab di hadapan Allah SWT. Sudah saatnya sistem pendidikan kita kembali berakar pada nilai-nilai Islam yang membentuk iman, adab, dan tanggung jawab. Karena bangsa ini tidak akan maju hanya dengan kecerdasan, tetapi dengan akhlak dan kesadaran moral generasinya. kekenurhabibah03@gmail.com


RADAR BOGOR I KAMIS, 23 OKTOBER 2025 I 1 JUMADIL AWAL 1447 H I HALAMAN 4

TERUSAN 15.876 Peserta Magang Nasional

Hari Santri, Pemerintah Bentuk Ditjen Baru diajukan pada 2021 dan 2023 di era Menag Yaqut Cholil Qoumas. Terakhir, usulan itu kembali diajukan ke KemenPANRB pada 2024 di era Menag Nasaruddin Umar. Menurut Romo, pihaknya telah menerima kabar terbitnya Persetujuan Izin Prakarsa Penyusunan Rancangan Peraturan Presiden tentang Perubahan atas Perpres Nomor 152 Tahun 2024 tentang Kementerian Agama. Melalui surat nomor B-617/ M/D-1/HK.03.00/10/2025 tertanggal 21 Oktober 2025, Presiden melalui Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memerintahkan agar segera dibentuk Ditjen Pesantren di lingkungan Kementerian Agama. Pembentukan Ditjen Pesantren, kata Romo, bertujuan agar perhatian terhadap pesantren semakin besar, baik dari sisi personalia, pen danaan, maupun

JAKARTA – Tepat di Hari Santri kemarin (22/10), pemerintah mengumumkan pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag). Ditjen baru itu akan memperkuat fungsi pesantren dalam tiga ranah utama: pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Menag Nasaruddin Umar mengapresiasi semua pihak yang telah mengawal terbitnya izin prakarsa pembentukan Ditjen Pesantren itu. ”Wabil khusus Wamenag (Romo Muhammad Syafi’i) yang telah memerjuangkannya sesegera mungkin,” kata Nasaruddin dalam peringatan Hari Santri Nasional di Kemenag, Jakarta, kemarin. Usul pembentukan Ditjen Pesantren sudah berlangsung sejak 2019 di era Menag Lukman Hakim Saifuddin. Usulan yang sama kembali

program. Sehingga pemerintah semakin hadir dalam mendukung perkembangan pesantren di seluruh Indonesia. “Semoga dengan adanya Ditjen ini, pesantren ke depan dapat semakin berdaya dan berkontribusi besar bagi bangsa,” harapnya. Dalam momen Hari Santri, Kemenag menyampaikan sejumlah program mereka terkait pesantren. Di antaranya adalah rekonstruksi 25 unit pondok pesantren (ponpes) di bawah naungan Jamaah Islamiyah (JI). Seperti diketahui, JI dulu identik dengan gerakan mendirikan negara Islam di Indonesia. Mimpi itu tidak hanya dilakukan lewat dakwah. Tapi, juga lewat aksi radikal. Nasaruddin mengatakan, ada 5.077 orang di dalam 25 unit ponpes di bawah naungan JI yang tersebar di sejumlah daerah di Indo-

nesia. Upaya tersebut, lanjutnya, bagian dari program deradikalisasi lewat jalur pendidikan. Mengenai rencana rekonstruksi musala ambruk Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo, Jawa Timur, menggunakan APBN, Nasaruddin meminta, tak perlu dipersoalkan. Termasuk ketika ada kucuran APBN untuk renovasi pesantren lainnya. ”Santri itu kan juga manusia. Dan, pesantren itu sudah ada sejak 300 tahun lalu, jauh sebelum Indonesia merdeka,” katanya. Dia menambahkan, musala atau masjid di pesantren jadi tempat yang vital. Bukan hanya jadi tempat salat berjamaah, tapi juga jadi tempat pengajaran. ”Tibatiba ada (pesantren dengan jumlah santri) 1.200 anak, bangunannya rusak. Mereka mau belajar di mana?” katanya. (wan/mia/ttg)

JAKARTA–Pemerintah meresmikan program Magang Nasional Batch I, Senin (20/10). Total sebanyak 15.876 peserta yang mengikuti kegiatan itu. Program tersebut menjadi pintu masuk bagi lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman kerja sekaligus memperkuat daya saing mereka. ”Alhamdulillah, hari ini kita laksanakan pembukaan program Magang Nasional, sebuah inisiatif strategis dari Pak Presiden, dan yang melaksanakan adalah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker),” ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli saat launching program tersebut di kantor Kemenaker. Menurut Yassierli, lewat program itu, pemerintah hadir memberi ruang bagi para lulusan baru kampus untuk merasakan atmosfer dunia kerja profesional. Durasi magang berlangsung selama enam bulan. Peserta mendapatkan uang saku besarnya setara upah minimum yang sepenuhnya ditanggung

Fokusnya adalah pada peningkatan konsumsi rumah tangga dan daya beli masyarakat. Sebagaimana lazimnya, Nataru terkait erat dengan liburan — periode ketika tingkat konsumsi masyarakat relatif meningkat. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, kebijakan itu berlaku untuk tiket domestik kelas ekonomi pada periode penerbangan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan periode pembelian tiket yang sama. “Silakan masyarakat memanfaatkan penurunan tarif tiket pesawat tersebut,” ujar Dudy kemarin (22/10). Dudy melanjutkan, penurunan tarif tiket pesawat itu merupakan hasil dari penyesuaian tujuh komponen biaya pesawat. Di antaranya: Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah sebesar 6 persen, fuel surcharge (FS) pesawat jet sebesar 2 persen, dan FS propeller sebesar 20 persen. “Ada juga pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara turun sebesar 50 persen. Lalu, Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara turun sebesar

50 persen, penurunan harga avtur di 37 bandara, dan yang terakhir layanan advance serta extend and operating hours yang lebih panjang,” paparnya. Kebijakan penurunan harga tiket pesawat melalui penyesuaian komponen biaya tersebut merupakan kerja lintas sektoral atau kolaborasi sejumlah pemangku kepentingan. Dudy menambahkan, pada saat pelaksanaan, Kemenhub tidak hanya berfokus pada penurunan harga. “Tapi, juga pada peningkatan kualitas layanan dan keselamatan penerbangan,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijawarno menuturkan bahwa penurunan harga tiket pesawat saat Nataru merupakan kebijakan yang positif. Sebab, hal itu akan berdampak terhadap pariwisata, khususnya di luar Pulau Jawa. “Jumlah wisatawan diharapkan meningkat dan ekonomi berputar,” terangnya. Namun, Djoko mengingatkan, yang harus dipastikan adalah ketepatan hitungan-hitungan kompensasi atas penurunan pajak dan biaya lainnya. “Itu penting untuk mencegah

maskapai penerbangan merugi,” paparnya. Sebenarnya, lanjutnya, langkah penurunan harga tiket pesawat hanya berdampak kecil bila targetnya adalah menjaga pertumbuhan ekonomi. “Perlu dipahami, bila transportasi publik bagus, orang akan lebih mudah bergerak dan beraktivitas di mana-mana. Maka, jelas pertumbuhan ekonomi lebih mudah didapatkan,” urainya. Problemnya, saat ini transportasi publik di Indonesia masih sangat buruk. Dari sekitar 552 pemerintah daerah di Indonesia, hanya 45 yang memiliki transportasi publik seperti Transjakarta. “Itu pun 40 dibiayai APBD dan 5 dibiayai APBN,” terangnya. Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menegaskan bahwa wacana pemberian diskon tiket pesawat selama Nataru harus benar-benar diawasi oleh pemerintah. Sebab, selama ini kebijakan serupa tidak benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas. “Dibilang ada diskon, tapi ketika dicari, seat yang didiskon tidak ada. Harganya relatif sama seperti hari-hari biasa.

Itu yang membuat masyarakat tidak tergerak demand-nya,” ujar Maulana kepada Jawa Pos, kemarin. Apalagi, yang bisa mendapat diskon hanyalah tiket untuk penerbangan tanggal 22 Desember 2025 sampai 10 Januari 2026 dan dibeli di periode yang sama pula. Padahal, siapa pun tahu bahwa mencari tiket pesawat di periode liburan tersebut tidaklah gampang. Secara keseluruhan, menurut Maulana, pengusaha tentu menyambut baik upaya tersebut. Apalagi, momen Nataru merupakan salah satu periode penting untuk meningkatkan kinerja. “Untuk itu, harapan kami adalah dilakukan adanya pengawasan mengenai pemberian diskon tersebut,” katanya. Maulana melanjutkan bahwa selama ini tarif penerbangan domestik di Indonesia masih relatif tinggi. Khususnya untuk daerah-daerah di ujung peta, seperti Aceh atau Papua. “Pemerintah harus ingat, bahwa Indonesia ini negara kepulauan. Sehingga, transportasi udara harus punya daya tarik dan daya saing yang bagus agar wisatawan domestik maupun mancanegara bisa memaksimalkannya,” urainya. (idr/agf/ttg)

Pernah Dirawat di Rumah Sakit, Terputus Karena Keterbatasan Biaya  "Kalau dikurung sudah 6 bulan, karena suka kabur. Bahkan sampai ke Kota Bogor," ungkap Hani, kerabat S. S (53) acap kali hilang hingga ditemukan cukup jauh dari rumahnya. Tak jarang, tingkahnya bisa melukai warga. Padahal S tinggal bersama suami dan kedua anaknya. Sebelum mengalami gangguan jiwa, ia masih mampu mengurus kedua anaknya. "Anaknya ada dua, yang satu sudah SMA, dan yang satu masih SD. Sekarang diurus sama saudara," terangnya. Sementara itu, Ketua RT setempat, Sarjaya menuturkan, pemerintah desa setempat bersama relawan pernah membawa Santamah ke RS Marzoeki Mahdi. Namun, setelah 13 hari dirawat, pihak keluarga memutuskan untuk membawanya pulang. Penyebabnya karena mereka terbentur biaya. "Dibawa pulang kembali oleh keluarganya dan kondisinya tidak berubah. Akhirnya pihak keluarga berinisiatif membuat semacam kandang di samping rumah untuk tempat S,"

jelasnya. Ketua Tim Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tenjo, Sumiati menuturkan, S pernah mendapat penanganan medis di RS Marzoeki Mahdi pada Februari 2025 lalu. Setelah dua pekan mendapat perawatan, S dipulangkan ke pihak keluarga dengan catatan harus melakukan kontrol rutin. "Namun karena keterbatasan, pihak keluarga tidak lagi mengambil obat di puskesmas hingga kondisi S kembali buruk," ungkapnya, Rabu (22/10). Setelah itu, pihaknya mengakui tidak begitu memperhatikan kondisi S setelah dirawat secara mandiri oleh pihak keluarga. Hingga beredar kabar bahwa S dipasung dalam bilik bambu di samping rumah keluarganya. Dari hasil asesmen, S diketahui sering berupaya kabur dan mencoba melukai warga sekitar hingga keluarga memutuskan memasungnya. "Suaminya bukan orang yang berpendidikan tinggi. Hanya seorang penggembala kerbau milik orang lain. Jadi, mungkin memasung itu dianggap sebagai cara agar

RADAR BOGOR Komisaris Utama: Maesa Samola Komisaris: Suhendro Boroma CEO: Nihrawati AS

istrinya tidak pergi ke manamana," jelas Sumiati. Selain membawa kembali S ke rumah sakit, petugas beserta relawan kesehatan juga memantau kondisi kedua anaknya. Menurut Sumiati, kedua anaknya dinyatakan sehat dan cukup komunikatif. "Soal kondisi rumah pasien, saya lihat sendiri memang rumahnya sudah tidak layak huni. Dan informasinya sudah diajukan untuk direhabilitasi," katanya. Terpisah, Kaur Kesra Desa Tapos, Deni memastikan telah mengusulkan agar rumah keluarga S telah masuk dalam usulan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). "Sudah diusulkan, tinggal menunggu persetujuan dan anggaran," tukasnya. BIAYA PENGOBATAN TIDAK DITANGGUNG PEMKAB Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor, Farid Ma'ruf mengakui, Pemkab Bogor tidak bisa menanggung biaya pengobatan khusus untuk S. Meski demikian, pihaknya tengah

menyiapkan solusi alternatif terhadap ibu dua anak tersebut. "Kami tidak menanggung biaya, tetapi bisa ditangani dengan beberapa alternatif penyelesaiian untuk menangani masalah pembiayaan," ungkapnya, Rabu (22/10). Berdasarkan informasi yang diterimanya, S pernah dirawat di RS Marzoeki Mahdi. Lantaran masih memiliki keluarga, S dikembalikan ke rumahnya di Kampung Hajere, Desa Tapos, Kecamatan Tenjo. "Ternyata di tengah keluarga itu, yang bersangkutan malah ini tidak ada kondisi yang membaik akhirnya kita evakuasi kembali untuk kita masukan ke RSMM," jelas Farid. Saat ini, kata dia, fokus pada penanganan S di RSMM. Setelah itu, pihaknya akan mencari solusi terhadap penanganan S lebih lanjut. Sebab, S masih memiliki keluarga dan dianggap masih dapat dirawat oleh pihak keluarga. "Tetapi nanti kalo memang ada kondisi yang lain, kita bisa kerjasama dengan beberapa panti yang biasa menangani ODGJ," tambahnya. (cok/c)

perusahaan terbanyak adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut, jumlah lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri memiliki jarak. Program Magang Nasional bisa menjadi jembatan untuk menyerap sebagian dari ledakan angkatan kerja baru setiap tahun. ”Kita menyadari adanya kesenjangan antara supply lulusan perguruan tinggi dan demand tenaga kerja. Melalui program ini, pemerintah berupaya menjembatani 8 hingga 10 persen dari total lulusan kampus agar siap masuk ke dunia kerja,” kata Airlangga. Lebih lanjut, dia mengapresiasi antusiasme para peserta dan perusahaan yang terlibat. Persaingan untuk lolos program itu, kata Airlangga, terbilang ketat. ”Rasio satu posisi magang diperebutkan oleh sekitar 200 pendaftar,” terangnya.(bry/ aph)

Hari Ini, Juara Ditentukan!

Nataru, Tiket Pesawat Semakin Turun 

pemerintah. Sasaran Magang Nasional berdasarkan Permenaker 8/2025 adalah fresh graduate atau mahasiswa yang baru lulus kuliah. Sejak pendaftaran dibuka pada 1 Oktober lalu, animo dunia usaha dan calon peserta magang tinggi. Berdasarkan data Barenbang Naker, tercatat 1.668 perusahaan telah mengajukan permintaan dengan total 26.181 slot magang. Setelah proses verifikasi, 20.457 posisi dinyatakan layak. Dari seleksi yang diumumkan pada 19 Oktober, 15.876 peserta diterima di batch perdana. ”Dari 15.876 orang yang ditetapkan sebagai peserta magang, 14.913 hadir langsung dan sebagian lainnya mengikuti lewat kanal YouTube yang sudah kita sediakan,” ucap Yassierli. Karena tingginya antusiasme dan keterbatasan waktu seleksi, pemerintah memastikan akan membuka gelombang kedua pada 21-23 Oktober. Tiga provinsi dengan partisipasi

 Penanggung Jawab Bogorku Bersih, Benny Irawan mengatakan juri kehormatan dibagi ke dalam enam tim. Angka tersebut disesuaikan dengan kategori lomba. Diantaranya Permukiman Teratur, Permukiman Swadaya, Permukiman Tepi Sungai, Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan terakhir Organisasi Perangkat Daerah (OPD). “Masing-masing kategori ada maksimal enam finalis. Jadi, para juri kehormatan inilah yang akan langsung memberikan penilaian kepada mereka,” kata Benny. Para finalis yang masuk ke babak enam besar merupakan hasil dari seleksi yang cukup panjang. Masing-masing di antara mereka memiliki keunggulan terkait cara merawat kebersihan lingkungannya. “Yang paling penting sebetulnya kawasan lingkungan bebas dari sampah. Nah, semua kategori yang kami datangi sebelumya sudah bersih dari itu. Ditambah mereka juga punya biopori,” ujarnya.

Benny menggaransi, penilaian akan dilakukan secara objektif. Tidak ada pihak-pihak yang dapat mengintervensi keputusan juri. Dan hasilnya tidak bisa diganggu gugat. “Iyah, jadi setelah tahapan enam besar ini, nanti akan kami langsung umumkan juara 1,2 dan 3-nya di masingmasing kategori. Insyallah penilaiannya akan objektif,” tegas Benny. Benny berharap menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya untuk perhelatan Bogorku Bersih saja. Namun, upaya ini jadi gerakan kolektif yang berkelanjutan. “Dan Bogorku Bersih ini jadi pemantik yah. Kalau lingkungannya bersih kan mobilitas warganya jadi produktif tidak ada yang sakit. Semoga ini terus berlanjur,” tandasnya. Kompetisi kebersihan rutin ini sudah memasuki tahun kesepuluh, tepat merayakan satu dekadenya. Bogorku Bersih melibatkan puluhan relawan dan tim juri ahli dari berbagai profesi. Tahun ini, tak kurang dari ratusan peserta yang terlibat. Bahkan, banyak

RT atau wilayah yang mendaftarkan diri secara mandiri tanpa melalui kolektif lewat kelurahan. Penilaian juga telah dilakukan secara marathon sejak awal tahun. Para panitia mengerucutkan 700 peserta menjadi 300 besar, 100 besar, hingga menyisakan 10 besar. Namun, panitia masih melakukan proses verifikasi hingga terjaring 6 finalis untuk setiap kategori. Alhasil, finalis inilah yang akan menjadi target penilaian tim juri ahli dan kehormatan untuk menentukan jawara. Seperti diketahui, Bogorku Bersih juga bukan hanya lomba tahunan. Kompetisi ini telah menjadi motor perubahan di lingkungan. Sejak gerakan kebersihan dilakukan pada tahun 2016, piala Adipura berhasil diraih Kota Hujan. Penghargaan tertinggi di bidang lingkungan hidup, kebersihan dan pengelolaan sampah berhasil diraih Pemerintah Kota Bogor dua kali berturut-turut di ajang Penghargaan Anugerah Adipura 2022 dan 2023 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.(bay/c)

Bogor Siap Hadapi Ancaman Megathrust  “Benar (Membuat Peta Evakuasi). Termasuk memetakan seluruh langkah dan mitigasi bencananya,” jelas Dedie saat dihubungi Radar Bogor, beberapa waktu lalu. Dalam waktu dekat, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan BPBD Kota Bogor untuk membahas titik evakuasi yang tepat. Setelah langkah itu ditempuh pihaknya akan membuat Surat Edaran lanjutan. Meski Kota Bogor sering menghadapi lebih dari ribuan bencana tiap tahun, namun guncangan megathrust disebutnya tidak bisa dipandang remeh. “Meskipun Kota Bogor setiap tahun menghadapi lebih dari 1.000 bencana, tidak boleh lengah dengan prediksi resiko gempa megatrhrust dikemudian hari,” tekan Dedie. Masyarakat diminta Dedie juga sudah harus menyiapkan segala perlengkapan darurat. Termasuk tas kecil yang digunakan untuk mengumpulkan dokumen-dokumen penting. Untuk langkah awal Pemerintah Kota Bogor sudah membuat tim tanggap bencana.

Langkah ini hasil kolaborasi antara BPBD dan pihak Pemerintah Kelurahan. “Sementara BPBD sudah menggandeng Kelurahan untuk membentuk Tim Kelurahan Tanggap Bencana. Mereka juga akan kami libatkan untuk membahas mitigasinya,” terang Dedie. Diinformasikan sebelumnya, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr Daryono menjelaskan megathrust adalah gempa bumi berkekuatan besar. Ini terjadi di zona subduksi lempeng. “Lempeng samudera menyusup ke lempeng benua. Magnitudo gempa megathrust dapat mencapai di atas M8,0. Ini berpotensi menimbulkan kerusakan bangunan di wilayah,” terang Daryono. Daryono menuturkan ada beberapa wilayah yang bakal turut merasakan guncangan tersebut. Salah satunya, Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan DKI Jakarta. “Seluruh wilayah di Jabar Jateng DKI, Banten Lampung Bengkuku Sumatera Selatan (Sumsel) berikut,” bebernya. Warga yang tinggal di wilayah-

wilayah tersebut dipandang mesti banyak mendapatkan edukasi dan simulasi bencana. Rencana proyek pembangunan pun harus tahan akan potensi gempa. Bagi wilayah yang belum mempunya titik aman untuk evakuasi diminta segera untuk mengkajinya. Gempa Megathrust tidak ada yang bisa memprediksi waktu kejadiannya. “Iya harus mengetahui jalur evakuasi, titik kumpul dan lokasi aman dari bencana, termasuk potensi tsunami,” jelas Daryono dalam keterangan tertulisnya. Daryono menerangkan warga pun sudah harus mulai menyiapkan tas siaga. Di dalamnya terdapat beberapa hal. Salah satunya dokumen-dokumen yang dinilai penting. Menurut catatan BMKG, megathrust pernah terjadi di beberapa negara. Misalnya Chile pada tahun 1960, saat itu kekuatan gempa mencapai M9,5. Kemudian di Tohaku Jepang pada tahun 2011, saat itu guncangan gempa mencapai M9,0. Dan terakhir di Indonesia, tepatnya Aceh. Pada tahun 2004 wilayah tersebut diguncang dengan kekuatan M9,2 (bay/c)

GM Bisnis: Erwin Sofian GM Digital dan Teknologi Informasi (IT): Benny Irawan Pemimpin/Penanggungjawab Redaksi: Ricki Noor Rachman Koordinator Liputan: Dede Supriadi Pemimpin/Penanggungjawab Redaksi Online: Lucky Lukman Nul Hakim Redaktur Pelaksana Online: Yosep Awaludin Redaktur Senior: Andi Ahmadi, Faturahman S Kanday, Muhammad Ridwan, Muh Afandi, Iqbal Muhammad Redaktur: Imam Rahmanto, Pipin Apriani, Alpin, Muhammad Ruri Ariatullah, Rani Puspitasari Sinaga, Reka Faturachman Sekretaris Redaksi: Jean Cloudia Reporter: Arif Al Fajar, Septi Nulawam Harahap, Fikri Rahmat Utama, Muhamad Rifki Fauzan, Abilly Muhamad, Muhammad Ali Fotografer: Sofyansyah, Hendi Novian Redaktur Konten/ Koordinator Medsos: Erika Nur Rizki S Konten Kreatif: Edfyra Amelia, Rissa Aliria Editor Video: Muhammad Alife Shine, Muhammad Fadhel Wafi, Muhammad Ardika Gunawan, Ezar Rajaswara, Khaerul Nur Videografer: Abdul Aziz, Muhamad Dzikri Ilman Syabani Pracetak: Zainal Arifin (Koordinator), Nursaid, Sarmadah, M. Chaidirali S. Umum dan Personalia: Rawin Surwintono, Mia Nelawati (Asist. Manager) Iklan: Untung Bachtiar (Manager) Pemasaran dan Sirkulasi: M Iksan Halil (Manager) Digital Marketing: Recia Debora S Konsultan Hukum: Andi Syarifuddin SH, MH Ombudsman: M. Choirul Shodiq, Rohman Budijanto Penerbit: PT Bogor Ekspres Media. SIUPP: 651/SK/MENPEN/SIUPP/28 Oktober 1998 Percetakan: PT Bogor Media Grafika (Jalan Siliwangi Kav.1/34 Komp. Puslitbang KOSTRAD Desa Cijujung Kandang Roda Bogor Telp: 0251 8655965) Alamat: Graha Pena Radar Bogor, Jl KHR Abdullah Bin Muh Nuh No 30 Taman Yasmin Bogor 16113. Telepon Redaksi: 0251-7544005 (hunting), Fax:2517544008. Telepon Iklan: 0251-7544001-002, Fax: 0251-7544009. Telepon Pemasaran: 0251-7544003. Perwakilan Jakarta: Gedung Graha Pena, Jl Kebayoran Lama 12 Jakarta Selatan, Telepon/Fax: 021-53699624. Homepage: http//www.radarbogor.id Email: redaksi@ radar-bogor.com. Wartawan Radar Bogor dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

Wartawan Radar Bogor dibekali dengan kartu pers yang selalu dikenakan selama bertugas.


kamis

23 OKTOBER 2025 1 jumadil awal 1447 H

(FAJAR/RADAR BOGOR)

Pesantren Pilar Penting Peradaban

DEPOK–Pondok pesantren memiliki peran penting sebagai pilar pendidikan dan peradaban. Hal itu disampaikan Wali Kota Depok, Supian Suri saat memimpin Apel Hari Santri Nasional (HSN) Tahun 2025 di Lapangan Balai Kota Depok, Rabu (22/10) kemarin.

HARI SANTRI NASIONAL: Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Lapangan Balai Kota Depok, Rabu (22/10) kemarin.

Belasan Kendaraan Tak Lulus Uji Emisi

(POLRES METRO DEPOK FOR RADAR BOGOR

DIAMANKAN: Maling bernama Septian Pratama alias Asep bin Fais diamankan kepolisian.

Maling Rumah Berhasil Diringkus DEPOK–Pelarian Septian Pratama alias Asep bin Fais berakhir sudah. Maling spesialis rumah itu ditangkap Unit Reskrim Polsek Bojongsari, Polres Metro Depok.

SUMBER: DLHK KOTA DEPOK

Kendaraan yang rutin diuji emisi akan lebih efisien, ramah lingkungan, dan membantu menekan pencemaran udara,” (KADIS DLHK DEPOK FOR RADAR BOGOR)

UJI EMISI: Pelaksanaan uji emisi kendaraan gratis di Telaga Golf Sawangan, Rabu (23/10) kemarin.

Kepala Daerah Kumpul di Depok Bahas Pertambangan Jawa Barat

DEPOK–Kota Depok kembali menjadi wadah penyelesaian berbagai permasalahan pembangunan, terutama dalam mendukung kelancaran proyek strategis nasional (PSN). Seperti yang dilakukan pada Selasa (21/10) lalu. Depok menjadi tempat Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Kawasan Industri,

Abdul Rahman Kepala DLHK Kota Depok

Tol, Pelabuhan, dan PSN Jawa Barat bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan para kepala daerah se-Jabar. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula Aula Teratai, Balai Kota Depok.

Raih Penghargaan Karena ”Bang Helmet” DEPOK–Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Metro Depok kembali berhasil mempertahankan posisi tiga besar dalam ajang Road Safety Partnership Action (RSPA) 2025 yang diselenggarakan di Polda Metro Jaya. “Kami kembali mempertahankan posisi tiga besar se-Polda Metro Jaya,” ujar Kasat Lantas Polres Metro Depok, Kompol Joko Sembodo kepada Radar Bogor, Rabu (22/10) kemarin. Ia memaparkan, capaian ini menjadi bukti kuatnya sinergi antara Polres Metro Depok, Pemerintah Kota(Pemkot) Depok, dan para pemangku kepentingan. Baca Aglomerasi Hal 6

(SATLANTAS POLRES METRO DEPOK FOR RADAR BOGOR)

RAIH PENGHARGAAN: Satlantas Polres Metro Depok meraih tiga besar RSPA 2025.


RADAR BOGOR I KAMIS, 23 OKTOBER 2025 I 1 JUMADIL AWAL 1447 H I HALAMAN 6

AGLOMERASI

Pegawai SPPG Laporkan Atasan Diduga Jadi Korban Pelecehan

(TANGKAPAN LAYAR CCTV)

PELECEHAN: Rekaman CCTV dugaan pelecehan di SPPG Jatiasih, Kota Bekasi.

BEKASI–Seorang pegawai perempuan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Jatiasih, Kota Bekasi, melaporkan atasannya ke polisi atas dugaan pelecehan dan kekerasan di tempat kerja. Korban berinisial RDA (28) melaporkan MKP (29), yang menjabat sebagai Kepala SPPG Jatiasih, ke Polres Metro Bekasi Kota. Laporan tersebut tercatat dengan nomor: LP/B/2625/X/

2025/SPKT.Sat Reskrim/Restro Bks Kota/Polda Metro Jaya. RDA menyatakan, langkah hukum diambil karena ia merasa tidak mendapatkan perlindungan dari pihak yayasan tempatnya bekerja. RDA mengaku mengalami pelecehan dan kekerasan verbal selama sembilan hari bekerja di Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) wilayah Jatiasih. Ia menuturkan bahwa terduga pelaku yang menjabat kepala SPPG kerap memaki, menyentuh secara paksa, bahkan memepet dirinya ke dinding ruangan kerja.

BEKASI “Setiap kali marah, dia selalu memaki. Tapi setelah minta maaf, dia malah memegang tangan saya dan memepet ke tembok. Saya sudah bilang tidak nyaman, tapi tetap dilakukan,” ujar RDA, saat ditemui di Bekasi Selatan. RDA mengaku mulai bekerja sebagai akuntan pada (3/10), setelah dipanggil untuk wawancara. Namun, tanpa proses seleksi formal, MKP meminta RDA langsung bekerja. Sejak hari pertama, suasana

kerja disebut tidak kondusif. “Saya datang untuk interview, tapi langsung disuruh kerja. Dia bahkan bilang kerja di sini santai saja, harus bercanda. Tapi nyatanya hampir setiap hari saya dimaki tanpa alasan, bahkan pernah disentuh paha dan ditarik tangan dengan paksa,” tuturnya. Korban menyebut puncak kejadian terjadi pada Rabu (15/10) di area dapur kantor. Saat itu, terduga pelaku disebut memaki dan memperlakukannya secara tidak pantas di depan rekan-rekan lain. “Saya diteriaki, dipegang-

pegang, bahkan diancam dipukul. Saya takut sekali waktu itu,” kata RDA. RDA sempat melaporkan kejadian tersebut ke pihak yayasan dan Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat. Namun, laporan itu tak mendapat tanggapan yang memuaskan. “Mereka hanya menawarkan mediasi, tapi saya menolak karena ini bukan masalah pribadi, ini sudah kekerasan di tempat kerja,” tegasnya. Merasa tidak mendapatkan perlindungan, RDA akhirnya melapor ke polisi pada Senin (20/10).(rez)

Belasan Kendaraan Tak Lulus Uji Emisi  Kepala DLHK Kota Depok, Abdul Rahman mengatakan,

masyarakat sangat antusias untuk melakukan uji emisi kendaraan mereka. Ada 147 unit kendaraan berbahan bakar

bensin dan 18 unit kendaraan berbahan bakar solar yang memanfaatkan uji emisi kendaraan gratis tersebut.

Raih Penghargaan Karena ”Bang Helmet”  Kolaborasi tersebut mendorong terwujudnya lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di “Kota Belimbing”. “Alhamdulillah, Polres Depok dan stakeholder selalu kompak dalam menjawab tantangan maupun keluhan masyarakat, terutama soal lalu lintas,” tuturnya. Dalam lomba RSPA 2025, Satlantas Polres Metro Depok juga menampilkan ikon edukatif “Bang Helmet” sebagai simbol kampanye keselamatan berkendara. Sebab, banyak kecelakaan disebabkan oleh pengendara roda dua yang tidak memakai helm.

“Melalui Bang Helmet, kami ingin mengingatkan warga Depok agar selalu menggunakan helm, baik untuk jarak dekat maupun jauh,” paparnya. Selain lewat ikon kampanye, Satlantas juga gencar melakukan edukasi di sekolah dan kampus. Terus berkolaborasi dengan stakeholder untuk membangun budaya tertib lalu lintas sejak dini, mulai dari pelajar SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa. Sementara itu, Kanit Kamsel Satlantas Polres Metro Depok, AKP Elly Padiansari, menambahkan, setiap kegiatan dilakukan berdasarkan data kecelakaan dan fatalitas yang dihimpun dari berbagai sumber,

termasuk Jasa Raharja. Satlantas Polres Metro Depok terus berupaya menekan angka fatalitas kecelakaan dengan mengetahui penyebab utama. “Misalnya karena tidak memakai helm atau faktor usia pengendara. Dari data itu kami susun langkah pencegahan,” terangnya. Elly menegaskan, Satlantas bersama Jasa Raharja berkomitmen menggunakan anggaran secara efisien untuk kegiatan preventif. Kata dia, daripada anggaran digunakan untuk menanggung korban kecelakaan, lebih baik dimanfaatkan untuk sosialisasi keselamatan agar angka fatalitas bisa terus menurun.(faj/c)

Pesantren Pilar Penting Peradaban  Ia memaparkan, Kota Depok memiliki lebih dari 139 pondok pesantren. Dimana tidak hanya mendidik anak-anak, tetapi juga menyiapkan generasi untuk Indonesia. “Depok hadir bukan hanya untuk Depok, tetapi pondok pesantren di Depok hadir untuk Indonesia,” ujarnya. Orang nomor satu di kota Depok itu juga berbagi pengalaman pribadinya yang pernah mondok sambil sekolah SMA. Ia menekankan bahwa keberkahan dari kyai merupakan salah satu kunci keberhasilan santri. Ia mendorong masyarakat

untuk menitipkan anakanaknya di pondok pesantren agar bisa belajar hidup bersama, mendapatkan bimbingan kiai, serta meraih cita-cita. Selain pendidikan, Supian menyampaikan dukungan pemerintah pusat dan kota terhadap kesejahteraan santri. Kata dia, pemerintah pusat, melalui Presiden Prabowo Subianto-Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menyediakan makan bergizi gratis dan layanan cek kesehatan gratis untuk anakanak di pondok pesantren. Di Depok, seluruh puskesmas juga membuka layanan cek kesehatan gratis bagi santri dan masyarakat. Dalam kesempatan itu, Ia

pun mengajak seluruh warga Depok khususnya umat Islam untuk memaknai HSN sebagai momentum memperkuat persatuan dan tanggung jawab terhadap bangsa. Supian menekankan pondok pesantren sejalan dengan tujuan pendidikan yang diinisiasi PBB melalui UNESCO, khususnya belajar hidup bersama. Menurutnya, sebelum pendidikan modern hadir, pondok pesantren telah menjadi wadah mendidik generasi muda untuk hidup rukun dan berdisiplin. “Belajar hidup bersama di pondok pesantren sudah dilakukan sebelum Indonesia merdeka,” tukasnya.(faj/c)

“Untuk mobil pengguna bensin sebanyak 137 unit lulus, sedangkan 4 kendaraan tidak lulus dan sebanyak 6 kendaraan tidak valid,” katanya kepada Radar Bogor. Sementara itu dari 18 unit mobil dengan bahan bakar solar yang mengikuti uji emisi kendaraan gratis, 11 di antaranya lulus dan 7 unit kendaraan

tak lulus uji emisi. Selain mobil, dalam uji emisi kendaraan gratis yang dilaksanakan DLHK Depok itu juga diikuti oleh puluhan sepeda motor. Pria yang akrab disapa Abra itu memaparkan, ada 45 unit sepeda motor yang mengikuti uji emisi kendaraan gratis tersebut.

“Untuk motor yang lulus ada 23 unit, 5 unit tidak lulus dan 17 unit lainnya tidak valid,” paparnya. Ia menjelaskan uji emisi merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan polusi udara serta memastikan kendaraan warga memenuhi baku mutu emisi sesuai Peraturan Menteri Lingkungan

Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 8 Tahun 2023. Melalui kegiatan ini, ia ingin mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi kendaraannya. “Kendaraan yang rutin diuji emisi akan lebih efisien, ramah lingkungan, dan membantu menekan pencemaran udara,” tukasnya.(faj/c)

Maling Rumah Berhasil Diringkus  “Betul, satu pelaku curat (pencurian dengan pemberatan) ditangkap,” kata Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi kepada Radar Bogor, Rabu (22/10) kemarin. Made mengatakan, pelaku melancarkan aksinya di salah satu rumah yang berada di Perum Grand Taman Hayati

II No 4 RT 03 RW 07 Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, Kota Depok. Dari hasil pemeriksaan pelaku, mencuri dengan cara naik ke lantai dua rumah korbannya menggunakan tangga. Pelaku masuk dalam rumah korban menggunakan tangga dan menerobos melalui ruang jemur di lantai dua rumah korban. Aksi pelaku sempat kepergok

oleh salah satu penghuni rumah, Nina. Ia melihat pelaku sedang beraksi di dalam rumah tersebut. Kemudian Nina membangunkan korban. Korban yang terbangun mencoba mengejar pelaku. Namun, pelaku berhasil melarikan diri dengan cara melompat dari lantai dua rumah tersebut. “Kemudian korban melapor dan tak lama pelaku ditangkap,”

tuturnya. Adapun barang berharga yang dicuri yakni, satu unit smartwatch merek Apple, satu unit steam deck, satu unit DJ controller merek Numark, satu buah charger ponsel, dan satu buah tas ransel warna hitam merk Tumi. “Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian materi senilai sekitar Rp33.505.000,” tukasnya. (faj/b)

Kepala Daerah Kumpul di Depok  Wali Kota Depok, Supian Suri mengatakan, Pemkot Depok menjadi tuan rumah sekaligus fasilitator dalam pelaksanaan agenda penting yang digagas Pemerintah Provinsi Jabar. Salah satunya adalah pembahasan persoalan tambang yang menjadi kebutuhan utama pembangunan infrastruktur. “ini agendanya provinsi, kami jadi tuan rumah yang memfasilitasi. Salah satunya tentang tambang (yang dibahas). Pak Gubernur ingin mengembalikan prosesnya ke jalur yang benar agar tambang-tambang yang digunakan bersifat legal,” katanya kepada Radar Bogor. Ia menjelaskan, keberadaan tambang yang legal sangat penting untuk memastikan proyek infrastruktur. Seperti pembangunan Jalan Tol DepokAntasari (Desari) menuju Bogor berjalan lancar. Kata dia, keterlambatan suplai bahan tambang dari sumber yang sah sempat berdampak pada progres proyek tersebut. “Pihak pengelola tol sangat membutuhkan dukungan bara-

ng tambang yang legal. Kalau prosesnya berlarut, tentu pembangunan bisa terhambat,” jelasnya. Supian menilai, melalui kegiatan ini, Depok berhasil menjadi jembatan untuk mencari solusi dari berbagai tantangan yang dihadapi antar wilayah, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan material pembangunan. “Itu harapan kita, Depok menjadi media untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi bersama, terutama dalam hal infrastruktur dan kebutuhan bahan tambang,” tegasnya. Lebih lanjut, wali kota juga menyinggung keterkaitan proyek tambang dengan pembangunan jalan tol lain di wilayah Jawa Barat. Beberapa di antaranya termasuk proyek Bocimi yang juga membutuhkan pasokan bahan tambang secara berkelanjutan. Sementara itu Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi mengatakan, kegiatan ini salah satunya membahas soal PSN. Mulai dari Jalan tol Pelabuhan, Bocimi, japek yang didalamnya

mengatur kesediaan bahan tambang. Dari hasil rakor tersebut, kata dia, pengusaha bahan tambang melakukan deklarasi dan MOU. Dimana perusahaan tambang mengikuti aturan yang ditetapkan oleh pemerintah provinsi. “Sehingga tambangnya nanti mengikuti aturan yang ditetap-

kan pemerintah provinsi Jawa Barat. Kemudian mengendepankan aspek pengelola lingkungan,” katanya. Ia mengatakan, pihak tambang melakukan kontrak langsung dengan pengguna tambang. “Penyedia tambang kontrak langsung dengan pengguna tambang,” tukasnya. (faj/c)

PENGUMUMAN KEDUA LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN Berdasarkan Pasal 6 UUHT No. 4 Tahun 1996,PT. Bank Perekonomian Rakyat Difobutama akan melaksanakan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan dengan perantaraan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang (KPKNL) Bogor ,dengan metode lelang tanpa kehadiran peserta lelang dengan cara penawaran melalui Aplikasi Lelang (open bidding) atas barang tidak bergerak dalam kondisi apa adanya, atas asset debitur : No 1

Objek Lelang INDRA GUNAWAN HADI 1 (satu) bidang tanah berikut bangunan yang berdiri diatasnya sesuai SHM dengan NIB : 10.09.000012924.0, kode sertifikat YDP21A, seluas 85 m2 atas nama SULASTRI, terletak di , Kel.Tanah Sareal, Kec. Tanah Sareal, Kota Bogor, Propinsi Jawa Barat. (Nilai Limit Rp 75.000.000,- ;Setoran Jaminan Rp 22.500.000-).

Keterangan: > Nominal Setoran Jaminan yang disetorkan ke rekening VA (Virtual Account) harus sama dengan Nominal Setoran Jaminan yang disyaratkan. > Setoran Jaminan harus sudah efektif diterima oleh KPKNL selambat-lambatnya 1 (satu) hari sebelum pelaksanaan lelang. > Segala biaya yang timbul sebagai akibat mekanisme perbankan menjadi beban peserta lelang. Aanwijzing : Calon Peserta Lelang dapat melihat obyek yang akan dilelang sejak diterbitkannya pengumuman lelang. Persyaratan Lelang : 1. Memiliki Akun yang telah terverifikasi pada website https://lelang.go.id .Syarat dan ketentuan serta tata cara mengikuti lelang dapat dilihat pada menu “Tata Cara dan Prosedur” dan “Panduan Penggunaan” pada alamat website tersebut. 2. Obyek lelang dijual dengan ketentuan dan kondisi apa adanya (as is) sehingga apabila karena sesuatu hal terjadi gugatan, tuntutan, pembatalan/penundaan pelaksanaan lelang terhadap obyek lelang tersebut diatas, pihak-pihak yang berkepentingan/peminat lelang tidak diperkenankan untuk melakukan tuntutan dalam bentuk apapun kepada KPKNL Bogor,dan PT.Bank Perekonomian Rakyat Difobutama. 3. Informasi dapat menghubungi Kantor PT.Bank Perekonomian Rakyat Difobutama(021) 77801011/ 08128313-7537 /0858-8104-3589 KPKNL Bogor Telp (0251) 8315453 Pelaksanaan Lelang: Cara Penawaran Alamat Domain Hari/Tanggal Waktu Penawaran Batas Akhir Penawaran Tempat Lelang Penetapan Pemenang

: : : : : :

(Open Bidding) melalui Aplikasi Lelang https://lelang.go.id Kamis, 06 November 2025 Sejak tayang pada aplikasi lelang s.d. batas akhir penawaran 06 November 2025, Pk.10.35 WIB (Sesuai Waktu Server) Kantor Pelayanan Kekayaan Negara Dan Lelang (KPKNL) Bogor, Jalan Veteran No. 45, Kota Bogor Setelah batas akhir penawaran

Bogor, 23 Oktober 2025 Ttd KPKNL BOGOR

PT.BPR DIFOBUTAMA


RADAR BOGOR I KAMIS, 23 OKTOBER 2025 I 1 JUMADIL AWAL 1447 H I HALAMAN 7

ALLSPORT Enam Pebiliar Lolos ke Porprov Jabar

(RONNY KUNAEFI FOR RADAR BOGOR)

LOLOS: Para atlet biliar Kota Bogor yang mengikuti Babak Kualifikasi Porprov Jawa Barat 2026.

BOGOR–Tim biliar Kota Bogor meloloskan enam atletnya ke Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026, usai meraih prestasi dalam Babak Kualifikasi di BS Arena Kota Bandung. Mereka antara lain Robiatul Adawiyah (bola 8 dan bola 15 putri), Anindya (carrom carde), Aldita (bola 8 dan bola 15 putri), I Putu WD (bola 8 dan bola 15 putra), Yusuf (bola 15 putra), serta Effendy (caroom 1

cushion). Ketua Pengurus Cabang Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (Pengcab Pobsi) Kota Bogor, Ronny Kunaefi,

mengapresiasi semangat dan performa para atletnya yang tampil luar biasa di arena pertandingan. “Alhamdulillah, atlet-atlet biliar Kota Bogor tampil sangat baik pada babak kualifikasi. Banyak yang berhasil meraih tiket menuju Porprov. Ini bukti bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini mulai menunjukkan hasil,” ujar Ronny, Rabu (22/10). R o n n y

menam bah kan, hasil ini menjadi motivasi bagi para atlet maupun pengurus untuk terus meningkatkan prestasi dan mempersiapkan diri menghadapi Porprov Jabar 2026. “Target kami tidak hanya sekedar tampil, tetapi berjuang meraih medali di Porprov Jabar 2026 nanti. Kami akan terus melakukan pembinaan dan latihan intensif agar bisa membawa nama baik Kota Bogor,” tukasnya.(rur)

PERSIB BANDUNG VS SELANGOR FC

Bidik

Kemenangan

Kandang!

BANDUNG–Persib Bandung akan menghadapi Selangor FC dalam laga ketiga Asian Champions League (ACL) Two 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Api (GBLA), Kota Bandung pada Kamis (23/10) malam ini (live RCTI, Vision+ dan Soccer Channel pukul 19.15 WIB). Persib membidik kemenangan kandang pertama di AFC Champions League Two 2025/2026. Pasalnya ketika laga home di matchday 1, Maung Bandung ditahan imbang 1-1 oleh Lion City Sailor. Kemudian hasil matchday 2, Persib menang 0-2 di markas Bangkok United. Peluang Persib untuk menang atas Selangor FC di laga kandang kali ini cukup besar. Pasalnya tim asal Malaysia itu tercatat selalu kalah dalam 2 laga awal ACL Two, dan kini menempati dasar klasemen grup. Akan tetapi kemenangan beruntun dalam 2 laga terakhir Selangor FC usai berganti pelatih, agaknya patut diwaspadai kubu Persib. Bukan tidak mungkin tim berjuluk The Red Giants membuat kejutan di Stadion GBLA. Selepas menang atas PSBS Biak pada pekan 9 BRI Super League 2025/2026, Persib Bandung kini dalam misi kembali menang di kompetisi ACL Two 2025/2026. Di atas kertas, peluang Maung Bandung sangat terbuka ketika menjamu Selangor di GBLA. Menghadapi Selangor FC yang memiliki performa

kurang menjanjikan pada musim ini, Maung Bandung jelas lebih diunggulkan. Selangor gagal menang dalam 2 laga ACL Two. Sementara di Liga Malaysia, mereka membukukan 3 kali menang dan 3 kali kalah. Pelatih Persib, Bojan Hodak mengatakan, b a h w a pihaknya perlu mewas padai kebang kitan Selangor FC. Kehadiran pelatih baru, Christophe Gamel, terlihat positif di kubu The Red Giants. Juru taktik asal Prancis itu sukses membawa Selangor meraih 2 kemenangan beruntun. The Red Giants menang atas Imigresen FC 3-1 di Liga Super Malaysia, kemudian melibas Negeri Sembilan FC 4-0 di Piala FA Malaysia. ”Selangor tim yang bagus, mereka baru menang di laga kemarin. Mereka diperkuat banyak pemain bagus, dan mereka juga mengganti pelatihnya. Pelatih sudah lebih lama d i

PERSIB BANDUNG (4-2-3-1)

PREDIKSI Teja Paku Alam (GK); Kakang Rudianto, Patricio Federico Barba, Eliano Reijnders; Marc Klok, SUSUNAN Matricardi, Thom Haye; Luciano Guaycochea, Beckham Putra, PEMAIN Uilliam Barros; Andrew Jung. Pelatih: Bojan Hodak

Malaysia, sehingga dia mengenal lebih baik pemainnya,” ucap Hodak. Pertemuan terakhir Persib dan Selangor terjadi pada tahun 2020 silam di kompetisi Asia Challenge Cup. Ketika itu Persib takluk dengan skor telak 3-0 dari tuan rumah. Gol dicetak Taylor Regan, Sandro, dan Syahmi Safari. (trt)

PERTEMUAN TERAKHIR 18/01/2020 Selangor vs Persib Bandung

3-0

(Asia Challenge Cup)

MENANG: Arsenal terlalu kuat untuk Atletico Madrid ketika mereka menelan klub Liga Spanyol itu 4-0 dalam pertandingan fase liga Liga Champions di Stadion Emirates, London, Rabu (22/10) dini hari WIB

THOM

HAYE

SELANGOR (4-3-3) Kalamullah Al-Hafiz (GK); Quentin Cheng, Sharul Nazeem, Richmond Ankrah, Kevin Deeromram; Nooa Laine, Noor Al-Rawabdeh, Zach Clough; Faisal Halim, Alvin Fortes, Chrigor. Pelatih: Christophe Gamel

PREDIKSI SUSUNAN PEMAIN

DILEPAS: Para atlet dan pelatih Hapkido Kota Bogor dilepas oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S Rasmana, Sekretaris Umum (Sekum) KONI Kota Bogor Benhard Nicolas dan Penasehat Pengcab HI Awaluddin Sarmidi di Kantor KONI Kota Bogor, Rabu (22/10).

Atlet Hapkido Kota Bogor Ikuti Kejurnas BOGOR–Pengurus Cabang Hapkido Indonesia (Pengcab HI) Kota Bogor menurunkan sembilan atlet ke dalam kontingen Jawa Barat, untuk mengikuti kejuaraan nasional (Kejurnas) Hapkido Indonesia VIII 2025 di GOR CLS Kertajaya, Kota Surabaya, Jawa Timur pada 24-26 Oktober 2025. Para atlet dan pelatih Hapkido Kota Bogor dilepas oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S Rasmana, Sekretaris Umum (Sekum) KONI Kota Bogor Benhard Nicolas dan Penasehat Pengcab HI Awaluddin Sarmidi

di Kantor KONI Kota Bogor, Rabu (22/10). Ketua Pengcab HI Kota Bogor, Muhamad Opik menuturkan, keikutsertaan para atlet di kejurnas ini sangat penting, karena sebagai ajang persiapan menghadapi Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat di Kota Bekasi, akhir tahun ini. Selain mengasah kemampuan teknik, momen ini juga diharapkan bisa menguji mental para atlet yang selama ini digenjot untuk berlatih. Apalagi dari 9 atlet yang diturunkan, ada bibit bibit muda yang bisa menimba

pengalaman dari kejuaraan tingkat nasional. ”Mudah-mudahan momen ini menjadi ajang pengalaman berharga bagi para atlet sebelum ikut Babak Kualifikasi ( BK) di Bekasi” ujar Opik, Rabu (22/10). Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Bogor, Anas S Rasmana, mengaku bangga dengan keikutsertaan para atlet hapkido yang akan ikut dalam kejuaraan tingkat nasional. Selain mengapresiasi, Anas juga terkejut dengan raihan sejumlah prestasi atlet Hapkido

Kota Bogor di berbagai tingkatan. Meski cabang olahraga (cabor) ini terbilang baru di Kota Bogor. ”Jujur saya mengapresiasi. Meski beladiri hapkido ini mungkin masih asing di telinga, tapi raihan prestasinya luar biasa, Tentunya ikut mengharumkan Kota Bogor. Predikat sebagai juara umum di kejuaraan tingkat provinsi Jabar dan raihan empat medali emas di kejuaraan Asia Tenggara itu jadi bukti keseriusan pengurus, pelatih serta para atletnya” papar Anas. Di usia kepengurusan cabor

yang masih terbilang muda, atlet beladiri Hapkido Kota Hujan telah menorehkan sejumlah prestasi gemilang. Di ajang Daeryun Cup Februari 2025 di Karawang, kontingen Hapkido Kota Bogor berhasil meraih predikat juara umum dengan memboyong 6 medali emas dan 1 perunggu. Sementara di kejuaraan tingkat Asean plus, South Hapkido Cham pionship Yogyakarta, Juni 2025, atletatlet Hapkido Kota Bogor berhasil mempersembahkan 4 medali emas dan 1 medali perunggu.(rur)

ARSENAL 4-0 ATL MADRID

Terlalu Kuat Untuk Atletico LONDON–Arsenal terlalu kuat untuk Atletico Madrid ketika mereka menelan klub Liga Spanyol itu 4-0 dalam pertandingan fase liga Liga Champions di Stadion Emirates, London, Rabu (22/10) dini hari WIB. Viktor Gyokeres mengakhiri paceklik gol dalam enam laga dengan menjebol gawang Atletico dua kali, sedangkan dua gol lainnya dicetak oleh Gabriel Magalhaes dan Gabriel Martinelli, demikian catatan UEFA. Arsenal kini di posisi ketiga klasemen fase liga dengan sembilan poin dari tiga laga, sementara Atletico turun ke posisi 18 dengan tiga poin. Arsenal sedikit lebih unggul dalam penguasaan bola dengan 53 persen, dan membuat 18 peluang yang delapan di antaranya tepat sasaran. Arsenal langsung memperagakan permainan menyerang dan kemudian memberikan ancaman dari tendangan Eberechi Eze yang dibendung lini pertahanan Atletico. Eze kembali menciptakan peluang untuk Arsenal, namun kiper Atletico Jan Oblak yang bergerak maju menyambar bola. Pada babak kedua, Atlerico memberikan ancaman lewat tendangan Julian Alvarez yang membentur mistar gawang. Arsenal kembali menekan lini pertahanan Atletico, melalui tendangan Viktor Gyokeres, tetapi diselamatkan oleh Jan Oblak. Pasukan Mikel Arteta akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-57 melalui gol Magalhaes setelah tendangan bebas dari Declan Rice. Arsenal menggandakan keunggulan pada menit ke-64 setelah umpan Myles Lewis-Skelly dikonversi menjadi gol oleh Martinelli. Tiga menit kemudian Arsenal mengubah lagi skor menjadi 3-0 dari gol Gyokeres setelah tendangannya tak dapat dihentikan Jan Oblak. Gyokeres mencetak gol keduanya pada menit ke-70 setelah menyundul umpan dari Gabriel Magalhaes masuk ke gawang Atletico. Atletico berupaya bangkit, tetapi hingga laga usai, skor 4-0 untuk Arsenal.(jpc)


RADAR BOGOR I KAMIS, 23 OKTOBER 2025 I 1 JUMADIL AWAL 1447 H I HALAMAN 8

Ibu Tiri Aniaya Anak hingga Tewas BOJONGGEDE  Seorang anak berusia Made terjadi pada Minggu (19/10) pagi enam tahun berinisial MA tewas usai diduga sekira pukul 08.00 WIB. Saat itu, pelaku dianiaya oleh ibu tirinya sendiri, RNS (30) menyuruh korban untuk makan, namun di rumahnya yang beralamat di Desa Rawa korban menolak hingga akhirnya pelaku Panjang, Kecamatan Bojonggede. memukul korban sebanyak tiga kali ke arah Paur Humas Polres Metro Depok, Ipda punggung. Made Budi menerangkan, peristiwa “Korban menangis dan memilukan ini dilaporkan ke pihak kepolisian meringis kesakitan di pada Minggu (19/10). kamar beberapa saat Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi hingga akhirnya RNS panik kekerasan diduga telah berlangsung sejak korban terbujur kaku. sembari menunggu awal Oktober 2025. Terduga pelaku kerap Pelaku panik dan suamin ya RA memukul korban dengan tangan maupun mencoba memijat pulang. benda tumpul. kaki serta Made menuturkan pelaku sempat tangan 4 memukul pundak korban sebanyak dua kali. Kemudian memukul Korban mepunggung korban satu kali nangis dan kedengan tongkat. Lalu pelaku sakitan hingga juga memukul bibir korban dua akhirnya kali, serta membenturkan kepala meninggal korban ke tembok hingga menyebabkan hidung 3 korban membengkak. P u n c a k kekerasan Korban menolak, disebut terduga pelaku diduga memukul punggung korban

Minggu (19/10) terduga pelaku RNS (30) menyuruh korban MA (6) makan

korban menggunakan minyak urut,” tuturnya. Pelaku kemudian menunggu suaminya, RA (ayah kandung korban), yang saat itu sedang bekerja di Pasar Minggu. Namun hingga petang, RA tak kunjung pulang. Pelaku akhirnya meninggalkan korban yang sudah terbujur kaku di kamar untuk menyusul suaminya ke tempat kerja. “Sekitar pukul 21.00 WIB pelaku tiba di tempat kerja suaminya dan beralibi bahwa k o r b a n sedang demam,” jelasnya. Keduanya pulang bersama ke rumah sekitar RNS pukul 23.00 menyusul WIB dan sang suami mendapati pada malam k o r b a n hari. sudah dalam 5

6

Keduanya pulang membawa jenazah MA ke rumah nenekn ya

2

keadaan meninggal dunia. “Selanjutnya, RA membawa jenazah korban ke rumah nenek korban untuk diurus pemakamannya,” katanya. Keesokan harinya, Senin (20/10) sekira pukul 08.00 WIB, jenazah korban dimandikan oleh warga bernama Sugeng dengan didampingi ayah korban. Saat proses itu, Sugeng menemukan sejumlah luka dan memar di tubuh korban. Diketahui terdapat memar pada pipi kanan, luka sobek dan berdarah pada bibir bawah, benjolan di kepala, serta luka sobek lainnya. “Lalu Sugeng menanyakan kepada ayah korban terkait luka tersebut, dan ayah korban menjawab bahwa luka itu akibat korban kejedot pintu,” tutupnya. Jenazah MA kemudian dimakamkan di TPU Karang Anyar, Bojonggede, pada pukul 08.30 WIB di hari yang sama. Kecurigaan Tetangga Adanya KDRT Warga sekitar, Yuyun (47), menyebut tetangga di sekitar rumah korban sudah curiga dengan tindakan kekerasan yang kerap diterima korban sejak beberapa waktu lalu. Namun, tidak pernah terdengar suara tangisan korban karena rumah selalu tertutup rapat. Yuyun menceritakan, wajah korban sering terlihat lebam. Bahkan, tubuh korban

ditemukan dengan luka-luka yang tidak wajar, seperti bekas sundutan rokok serta memar di tulang belakang dan leher. “Orang di sini sudah curiga itu penganiayaan. Namun kami menunggu adanya suara anak nangis baru digerebek. Tapi anaknya nggak pernah nangis. Tetangga belakang yang nempel tembok aja nggak pernah dengar suara anak itu,” tuturnya. Ia juga menyebut kekerasan terhadap korban sudah sering terjadi sejak keluarga tersebut tinggal di kontrakan lain di kawasan yang sama. “Dari dulu sering dipukuli. Tetangga bilang kalau keluar mukanya bonyok-bonyok. Orang tuanya (ibu tirinya) selalu bilang jatuh di kamar mandi,” tambahnya. Menurut Yuyun, puncak kekerasan terjadi saat ayah korban tidak pulang selama empat hari karena bekerja, guru MA sempat menanyakan kondisi anak muridnya yang penuh luka, namun RNS menjawab bahwa anaknya jatuh. Ia pun melarang korban dibawa berobat meski sudah ditawari menggunakan BPJS gratis. “Nah dari situ mungkin akhirnya dia emosi, anaknya bisa sampai begitu (meninggal),” imbuhnya. Korban diketahui jarang keluar rumah dan tidak pernah bermain dengan anak-anak sekitar. Warga menduga, korban takut mendapat hukuman dari ibu tirinya. (Cr1/faj/b)

1 Terduga pelaku sempat memukul pundak korban sebanyak dua kali

Memukul punggung korban satu kali dengan tongkat

pelaku juga memukul bibir korban dua kali

Membenturkan kepala korban ke tembok hingga hidung korban membengkak

Susun Lima Raperda CIBINONGLima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) dibahas dalam Rapat Paripurna yang berlangsung pada Selasa (21/10). Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara ini pertama membahas soal Raperda tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah. Sastra mengatakan, Raperda ini disusun untuk menyesuaikan struktur organisasi perangkat daerah dengan dinamika kebutuhan masyarakat, perkembangan wilayah, serta kompleksitas urusan pemerintahan agar kinerja pemerintah daerah semakin efektif, efisien, dan responsif. Selain itu, turut dibahas Raperda tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat, dan Perlindungan Masyarakat. Regulasi ini diharapkan dapat mewujudkan Kabupaten Bogor yang aman, nyaman, dan tertib, sekaligus menumbuhkan kedisiplinan dan kesadaran hukum di tengah masyarakat. Sastra menyampaikan, paripurna ini membahas Raperda usul yang diprakarsai DPRD tentang Pelaksanaan Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan

CFD: Jalan Tegar Beriman yang akan di jadikan lokasi CFD.

Hak Penyandang Disabilitas. ”Raperda ini sejalan dengan UndangUndang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, sebagai wujud komitmen pemerintah daerah dalam menjamin hak-hak penyandang disabilitas di berbagai bidang kehidupan,” ujarnya. Selain Raperda, kata dia, DPRD Kabupaten Bogor juga mengajukan dua Raperda usul prakarsa lainnya, yakni Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Sumber Daya Air serta Raperda tentang Pengelolaan Sampah. ”Untuk menindaklanjuti pembahasan ketiga Raperda usul prakarsa DPRD tersebut, rapat paripurna juga menetapkan pembentukan Panitia Khusus (Pansus). Pansus ini akan bertugas membahas secara mendalam substansi Raperda sesuai dengan mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelas dia. Melalui pembahasan lima Raperda tersebut, DPRD Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan daerah, meningkatkan pelayanan publik, serta mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan. (rp2/c)

FOTO: SOFIANSYAH/RADAR BOGOR

CFD Dimulai Akhir Pekan Ini CIBINONG  Program Car Free Day (CFD) di Jalan Tegar Beriman, Cibinong bakal mulai diberlakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akhir pekan ini, Minggu (26/10) pagi. Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih mengatakan, CFD dilaksanakan mulai dari pukul 06.00-11.00 WIB. Lokasinya berada di Jalur Lambat Jalan Tegar Beriman. Meski begitu, Dadang mengatakan teknis pelaksanaan CFD masih dalam pembahasan. “Besok mau dirapatkan dengan Pak Bupati, jadi kesimpulan akhirnya besok. Jadi baru dirapatkan dengan Polres,” jelas dia.

Karena, kata Dadang, hasil rapat bersama Polres Bogor menghasilkan tiga alternatif, namun dirinya belum bisa mengungkap hasil tersebut sepenuhnya. “Ada tiga alternatif, jadi saya belum bisa menyampaikan secara ini nya Pak Bupati mau mengambil alternatif yang mana gitu. Jadi besok,” tutur dia. Terlebih, kata Dadang, Bupati Bogor Rudy Susmanto menginginkan pada saat CFD digelar harus bisa mengakomodir semua pihak. Mulai dari Pedagang Kaki Lima (PKL) dan kegiatan masyarakat berolahraga serta lainnya. Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara menyatakan akan mendukung Pemkab Bogor kembali mengadakan CFD

di Jalan Tegar Beriman. Terlebih apabila kegiatan tersebut memenuhi aturan yang ada. “Kalau memang sudah diatur dan sudah diuji regulasinya secara kelembagaan kami mendukung,” kata Sastra Rabu (22/10). Ia menilai kehadiran CFD bisa menumbuhkan ekonomi baru di Kabupaten Bogor. Sebelumnya, Bupati Bogor, Rudy Susmanto menerangkan tujuan digelarnya CFD yakni memfasilitasi warga untuk bisa berolahraga sekaligus berjualan. ”Insyaallah ke depan, Jalan Tegar Beriman setiap weekend dapat digunakan oleh masyarakat Bogor, bisa jualan dan olahraga, masyarakat bisa menikmati bersama di jalan Tegar Beriman dan Stadion Pakansari,” pungkasnya. (rp2/c).

FOTO : DPRD KABUPATEN BOGOR

PARIPURNA: Bupati Bogor, Rudy Susmanto bersama Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara pada Rapat Paripurna di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Bogor.

Berdayakan Perempuan Desa Lewat Pelatihan Pemasaran Digital Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Bale Baca Cijayanti (BBC) melalui program Puan Berdaya menyelenggarakan pelatihan pemberdayaan perempuan. Kegiatan bertajuk “Pelatihan Pemasaran Digital dan Affiliate” itu diharapkan bisa memberdayakan perempuan-perempuan desa. Laporan: MUHAMMAD ALI BELASAN ibu dan perempuan muda Desa Cijayanti tampak antusias menyimak paparan materi yang diberikan narasumber. Mereka begitu fokus memperhatikan segala informasi dan ilmu baru yang disampaikan. Kegiatan tersebut tercermin dalam Pelatihan Pemasaran Digital dan Affiliate yang masuk dalam Festival Literasi 2025

FOTO: TAMAN BACAAN MASYARAKAT BALE BACA CIJAYANTI

ANTUSIAS: Peserta antusias mengikuti Pelatihan Pemasaran Digital dan Affiliate yang digelar TBM Bale Baca Cijayanti melalui program Puan Berdaya di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

Pelatihan ini diikuti oleh 13 peserta. Tujuannya meningkatkan kapasitas dan kemampuan mereka dalam membangun serta mengem-

bangkan usaha. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Festival Literasi 2025, program tahunan yang digelar oleh BBC.

Founder TBM Bale Baca Cijayanti, Dwi Sulistia Ningsih, mengatakan bahwa Puan Berdaya merupakan program baru yang dihadirkan untuk mendorong perempuan agar lebih percaya diri, mengenali potensi diri, dan berdaya secara ekonomi. “Program Puan Berdaya hadir sebagai wadah bagi perempuan untuk lebih percaya diri dan mampu mengenali kekuatan diri. Kami ingin mendukung para perempuan di sini agar dapat mengubah potensi mereka menjadi usaha yang mendukung kemandirian ekonomi,” ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa (21/10). Ia menambahkan, tema pelatihan kali ini berfokus pada strategi pemasaran digital dan sistem afiliasi (affiliate marketing) sebagai cara modern membuka peluang penghasilan baru, sekaligus memperluas jangkauan penjualan bagi peserta yang telah memiliki usaha. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Beauty Content Creator sekaligus

affiliator, Syadifa Gita Maharani, yang membagikan materi dan praktik langsung mengenai pemasaran digital melalui platform Shopee dan TikTok. Ia juga mengajak para peserta untuk berani keluar dari zona nyaman dan terus belajar hal-hal baru. “Alhamdulillah, senang sekali bisa diundang oleh BBC. Semoga ilmu yang saya bagikan bermanfaat bagi ibu-ibu yang hadir hari ini. Saya berharap BBC terus sukses dan tidak lelah menghadirkan kegiatan yang mendorong perempuan untuk berkembang dan berkarya,” ungkap Syadifa. Salah satu peserta, Jenah (40), seorang ibu rumah tangga, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya pelatihan ini. Menurutnya, kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi para ibu yang ingin memiliki penghasilan tambahan tanpa meninggalkan kewajiban di rumah. “Harapannya, semoga BBC semakin maju, kreatif, dan terus bermanfaat bagi banyak orang, terutama bagi ibu-ibu uang ingin punya penghasilan” tutupnya. (Cr1/c)


RADAR BOGOR I KAMIS, 23 OKTOBER 2025 I 1 JUMADIL AWAL 1447 H I HALAMAN 9

BOGOR RAYA Kebakaran Hanguskan Dua Rumah SUKAMAKMUR – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Kampung Arca, Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Rabu (22/10). Dua unit rumah ludes dilalap api dalam peristiwa yang terjadi sekira pukul 10.45 WIB. Kebakaran diduga disebabkan oleh korsleting listrik dan nyaris menelan korban jiwa. Komandan Regu Damkar Sektor Cariu, Kahfi, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian dari call center Pemkab Bogor (112) sekitar pukul 11.00 WIB. Meski tim pemadam langsung bergerak ke lokasi, proses penanganan sempat

terkendala medan yang sulit. “Akses ke lokasi sangat sulit karena berada di kawasan perbukitan, dengan jalan sempit dan menanjak. Proses pemadaman memakan waktu sekitar satu jam,” ujarnya kepada Radar Bogor. Akibat kebakaran tersebut, dua rumah milik warga setempat hangus terbakar dengan total empat kepala keluarga terdampak. Ketua Karang Taruna Desa Sukawangi, Riki Irfan mengatakan tidak ada korban jiwa, namun satu penghuni rumah yang mengalami disabilitas sempat terjebak di dalam rumah saat api

membesar. “Korban berhasil keluar dengan cara merangkak, dibantu oleh warga. Bahkan ada dua balita yang juga berhasil diselamatkan oleh anak korban yang masih duduk di bangku SD,” ungkapnya. Riki menuturkan, api pertama kali muncul dari salah satu rumah dan dengan cepat menyebar ke bangunan di sekitarnya. Selain dua rumah, dua unit sepeda motor turut hangus terbakar. Sejumlah warga mengalami shock, namun seluruhnya selamat. Ia mengapresiasi respon cepat dari tim pema-

dam, meski mengeluhkan jarak tempuh yang cukup jauh dari Pos Damkar Cariu menuju Desa Sukawangi yang memakan waktu hingga dua jam. “Kami sangat berharap ada pembangunan pos damkar di wilayah Sukamakmur. Wilayah ini cukup padat dan memiliki banyak objek wisata yang rawan kebakaran,” tegasnya. Hingga kini, petugas gabungan bersama warga masih melakukan pembersihan puing-puing sisa kebakaran. Pemerintah desa juga telah menyalurkan bantuan awal bagi para korban terdampak. (Cr1/c)

FOTO: KIRIMAN WARGA

PEMADAMAN: Damkar Sektor Cariu saat melakukan proses pemadaman api yang hanguskan dua rumah di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Rabu (22/10/2025).

Petani Geruduk Gedung Sate

FOTO: HPPMI

DEMO: Puluhan petani asal Cijeruk dan Cigombong menggeruduk Gedung Sate dan Kantor Wilayah (Kanwil) ATR/BPN Provinsi Jawa Barat di Bandung.

Dewan Dukung Pembangunan Bird Zoo CIBINONG–Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membangun Bogor Bird Zoo disambut baik Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara. Ia berharap rencana tersebut bisa berdampak baik pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor. ”Mudah-mudahan itu berdampak kepada PAD nanti ketika itu bisa berjalan,” ujar dia kepada Radar Bogor pada Rabu (22/10). Meski begitu, Ia mewanti-wanti agar Pemkab Bogor tidak merusak hutan kota dalam membangun Bogor Bird Zoo tersebut. “Yang penting tidak merusak hutan kota yang sudah kita tata selama ini,” ujar dia. Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Taman Safari Indonesia (TSI) tengah mematangkan rencana pembangunan Bogor Bird Zoo, yang akan menjadi bagian dari konsep Government Park Zoo sebuah kawasan konservasi, edukasi, dan rekreasi bagi masyarakat Kabupaten Bogor. Kawasan ini dirancang sebagai ruang yang memadukan fungsi konservasi

satwa, edukasi lingkungan, serta rekreasi keluarga yang berwawasan ekologi. Bupati Bogor, Rudy Susmanto menjelaskan lahan yang akan digunakan merupakan aset pemerintah daerah yang dimanfaatkan sebaik-baiknya, salah satunya melalui pembangunan kawasan konservasi satwa yang terintegrasi dengan fungsi sosial dan lingkungan. Terlebih, Bogor Bird Zoo tidak hanya akan menjadi tempat rekreasi, tetapi juga pusat edukasi dan pembinaan bagi para pencinta satwa, komunitas pecinta hewan, serta ruang belajar masyarakat tentang pentingnya konservasi alam. Secara konsep, Bogor Bird Zoo akan menampung sekitar 100 kandang satwa dengan desain alami yang berpadu dengan lanskap hutan dan aliran sungai di sekitarnya. Kawasan ini diharapkan menjadi tempat berkumpulnya komunitas pecinta hewan, sarana edukasi konservasi, sekaligus pusat kegiatan masyarakat yang ramah lingkungan. (rp2/c)

LEUWILIANG –Permasalahan banjir di Kampung dan Desa Barengkok, Leuwiliang belum juga ditangani secara serius oleh pihak terkait. Buruknya sistem saluran irigasi di Sungai Citeureup menyebabkan air meluap setiap hujan deras melanda wilayah tersebut. Banjir pun terjadi hingga menutup seluruh badan jalan dan masuk ke pemukiman warga. Terakhir, banjir melanda Kampung Barengkok pada Jumat (17/10) lalu. Kepala UPT Infrastruktur Irigasi kelas A wilayah IV Leuwiliang DPUPR Kabupaten Bogor, Robie Apriansa Zakaria menyatakan, pihaknya telah melakukan pengecekan ke titik bermasalah di irigasi Sungai Citeureup. Menurutnya, penanganan sementara dilakukan dengan membersihkan saluran serta pembongkaran untuk memperbesar goronggorong. "Di lokasi terdapat dua saluran, dan saluran yang di bawah sebetulnya cukup untuk menampung saluran yang ada di atasnya. Hanya saja penghubungnya itu terlalu kecil

sehingga terjadi penyumbatan," ungkapnya, Selasa (21/10). Ia menilai, tingginya intensitas hujan mengakibatkan debit air di saluran irigasi tersebut membesar. Diperparah banyaknya material sampah yang menyumbat sehingga air meluap dari saluran irigasi. "Kami bersama UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan akan melakukan pembersihan sampah di saluran irigasi Sungai Citeureup," jelasnya. Lebih jauh Robie menjelaskan, kesadaran masyarakat diperlukan untuk menangani persoalan banjir di Kampung Barengkok. Sebab, banyak dari saluran pembuangan rumah warga yang langsung terhubung dengan saluran irigasi. Belum lagi bangunan-bangunan yang berdiri di atas saluran irigasi Citeureup memperparah keadaan. "Tidak hanya masalah sampah, namun juga bangunan di atas gorong - gorong itu yang menjadi kendala saat setelah kami melihat di lapangan," pungkasnya.(cok/c)

Ciptakan Lagu untuk Sosialisasi pada Anak

Laporan: MUHAMMAD ALI LAGU tersebut lahir dari keprihatinan terhadap kasus keracunan yang sempat terjadi di sejumlah daerah. “Saya pikir kalau dibiarkan, nanti makin banyak korban. Dari situ saya mulai berpikir bagaimana caranya masyarakat bisa lebih paham, akhirnya

Kepala Balai POM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra, saat dimintai keterangan oleh Radar Bogor, di Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Selasa (21/10/2025).

saya buat lagu,” ujar Kepala Balai POM di Bogor, Jeffeta Pradeko Putra kepada Radar Bogor, Selasa (21/10). Ia menjelaskan, lagu berdurasi 3 menit 30 detik itu berisi pesan penting agar masyarakat selalu memeriksa makanan sebelum dikonsumsi dengan metode Cek KLIK (Kemasan, Label, Izin, dan Kedaluwarsa) serta Cek BEBAS (Bentuk, Bau, Warna, dan Rasa). “Kalau bentuknya bagus, baunya tidak busuk, warnanya tidak berubah,

KDM membantu petani. Terlebih agar tetap bisa menggarap lahan sebagai sumber penghidupan secara aman dan nyaman, tanpa adanya gangguan pengusiran, intimidasi, maupun kriminalisasi dari pihak-pihak yang mengaku memiliki hak pengelolaan lahan garapan. Selain itu, mendesak KDM dan Kakanwil ATR/BPN Provinsi Jabar agar melakukan verifikasi lapangan tanah garapan yang diklaim masuk Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) PT HWP dan beberapa perusahaan lainnya. Meski memiliki SHGB, PT HWP dinilai telah menelantarkan tanahnya sehingga melanggar UU Agraria jo Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021. Kemudian, SHGB PT HWP diduga telah berakhir sejak tahun 2014. Sementara banyak petani menggarap lahan sejak zaman kemerdekaan tahun 1945 jauh sebelum PT HWP mendapatkan SHGB. "Selain ingin mendapatkan keadilan atas keresahan para petani, kami juga ingin lereng Gunung Salak sebagai penyangga dan bagian dari Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) terjaga. Sejak kehadiran aktivitas berbagai perusahaan sering terjadi bencana alam banjir bandang dan longsor sejak tahun 2024," papar Indra. Aksi para petani ini diterima oleh perwakilan pajabat Pemprov Jabar. Beberapa perwakilan petani sempat berdialog dengan Biro Hukum dan Perekonomian Pemprov Jabar.(cok/c)

Bangunan Liar Jadi Penyebab Banjir

Upaya BPOM Cegah Keracunan

Berbagai upaya dilakukan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bogor untuk mencegah insiden keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya dengan menciptakan lagu. Lagu edukatif berjudul “Jaga Pangan Aman dengan Cek KLIK dan Cek BEBAS” menjadi sarana pembelajaran masyarakat mengenai keamanan pangan.

CIJERUK–Puluhan petani asal Cijeruk dan Cigombong menggeruduk Gedung Sate dan Kantor Wilayah (Kanwil) ATR/BPN Provinsi Jawa Barat di Bandung. Mereka berharap bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Kepala Kanwil ATR/ BPN Jabar untuk menuntut hak garap lahan di lereng Gunung Salak, Kabupaten Bogor. Pada aksi damai yang dikawal Himpunan Petani Peternak Milenial Indonesia (HPPMI) Kabupaten Bogor, mahasiswa, dan kuasa hukum ini, para petani membawa sejumlah agenda pengaduan. "Kami mengadukan nasib kami ke Gubernur dan BPN Jawa Barat. Selama ini kami tidak bisa tenang bertani, diusir, diintimidasi, dan tidak bisa melintas ke lahan garapan kami," ujar Ketua HPPMI Kabupaten Bogor, Yusuf Bachtiar, Rabu (22/10). Selama ini, kata dia, petani hanya bisa melihat banyak perusahaan menjual belikan lahan garapan ke pihak lain di luar wilayah. Yusuf menegaskan, aksi ke Kantor Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi ini merupakan tindak lanjut dari aksi sebelumnya di Kantor Camat Cijeruk akibat akses warga ditutup dan lahan garapan dipasangi plang oleh PT Halizano Wistara Persada (HWP). "Namun mediasi yang digelar camat pun buntu akibat pihak PT tidak hadir," katanya. Sementara itu, Ketua Dewan Penasehat HPPMI Kabupaten Bogor, Indra Surkana menjelaskan, petani Cijeruk dan Cigombong mendesak

dan rasanya normal, berarti makanan masih layak dikonsumsi,” jelasnya. Jeffeta mengatakan, edukasi melalui lagu dinilai lebih efektif, terutama untuk anak-anak usia dini. Menurutnya, anakanak hanya mampu fokus dalam waktu singkat sehingga pesan harus dikemas dengan cara yang menarik. “Kalau kita ceramahi, anak-anak cuma bisa tahan lima menit. Tapi kalau lewat lagu, mereka bisa ingat dan ikut menyanyi,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa konsep lagu tersebut dibuat pada 14 Juni 2025. Ide awal muncul ketika dirinya tengah menjaga anaknya yang dirawat di rumah sakit. “Sebagian besar konsepnya saya buat sendiri. Tapi saya libatkan temanteman juga supaya kata-katanya lebih enak didengar,” katanya. Lagunya kini sudah tersedia di kanal YouTube dan Instagram BPOM Bogor. Masyarakat tidak hanya boleh mendengarkan, tetapi juga bebas mengunduh, meniru, bahkan membuat ulang versi remix-nya. “Kami justru menantang masyarakat untuk membuat versi remix dan gerakan tariannya. Kalau bagus, akan kami beri apresiasi,” ucap Jeffeta. Ia berharap lagu tersebut bisa menjadi sarana edukasi yang menyenangkan bagi masyarakat luas. “Kami mohon lagu ini bisa diviralkan. Ini bentuk kreatifitas kami untuk melindungi penerima manfaat MBG dan masyarakat agar lebih sadar pentingnya pangan aman,” pungkasnya. (Cr1/c)

TERSUMBAT: Buruknya sistem saluran irigasi di Sungai Citeureup menyebabkan banjir di Kampung dan Desa Barengkok, Leuwiliang.

FOTO: UPT IRIGASI


RADAR BOGOR I KAMIS, 23 OKTOBER 2025 I 1 JUMADIL AWAL 1447 H I HALAMAN 10

METROPOLIS Hari Ini, Angkot Mogok Beroperasi BOGOR-Sejumlah sopir angkot bakal mogok beroprasi. Mereka berencana akan melakukan aksi unjuk rasa yang dilaksanakan pada, Kamis (23/10) pagi. Koordinator Aksi, Warno mengatakan mereka akan mulai melakukan long march pada pukul 08.00 WIB di empat titik. Pertama di Laladon, kemudian di Air Mancur. Ketiga di Balai Binarum dan yang keempat di Warung Jambu. Ratusan sopir angkot itu direncanakan tiba di Balaikota Bogor sekitar pukul 10.00 WIB. “Iya besok kami tetap mogok beroprasi. Kami akan tetap melakukan demo di Balaikota Bogor insya allah tiba jam 10.00 WIB,” terang Warno pada Radar Bogor. Warno menerangkan ada 24 trayek yang akan melakukan aksi unjuk rasa. Masing-masing trayek diikuti oleh 15 angkot. Langkah ini diambil guna mengantisipasi kemacetan. “Karena kami aksi damai kami tidak mau ada macet panjang. Insya allah ada 24 trayek yang ikut. Masing-

FOTO: FIKRI/RADAR BOGOR

DITINDAK: Petugas Dishub menertibkan angkot yang tidak laik jalan di Jalan Pajajaran, baru-baru ini.

masing ada 15 armada lag kira-kira,” ujar Warno, Rabu (22/10) malam. Puluhan trayek tersebut diantaranya, angkot 01, 02, 03,04,05,06. Kemudian trayek 07ak,07a,08,08a,09, 10,11,,12, 13,14,15,16,17,18,19,20,21,22 ,23, dan terakhir trayek 24. “Tuntutannnya masih sama yang reduksi atau peremajaan angkot. Kami disuruh ganti, angkot yang lebih muda punya uang dari mana,” ujar Warno saat dikonfirmasi lebih lanjut. Diinformasikan sebelumnya, aturan peremajaan atau reduksi angkot diklaim telah sesuai amanat Peraturan

Daerah (Perda). Aturan itu menegaskan usia teknis maksimal kendaraan angkot adalah 20 tahun, terhitung sejak 2023. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, menegaskan Pemkot konsisten mengimplementasikan perda tersebut. Awalnya batas usia teknis 10 tahun, lalu ditoleransi menjadi 20 tahun pada 2023 lalu. “Jadi, kendaraan yang usianya lebih dari 20 tahun harus diremajakan,” jelasnya. Denny menyebut jumlah angkot tua di Kota Bogor yang terkena imbas kebijakan

tersebut sekira 1.900 unit. Kendaraan tersebut akan tetal dipensiunkan pada tahun 2026 mendatang. “Kami pemerintah Kota Bogor mengimplementasikan amanat perda. Ini harus dikawal bersama, baik pemerintah maupun stakeholder lain. Intinya untuk meningkatkan pelayanan publik, terutama transportasi,” kata dia. Menurutnya, aspirasi sopir angkot yang meminta penundaan pemberlakuan usia teknis akan tetap ditampung, tetapi Pemkot tetap berpegang pada regulasi. “Regulasi itu lahir dari aspirasi masyarakat dan harus dijalankan untuk menata transportasi Bogor agar lebih baik, minimal mengurangi kemacetan,” tegas Denny. Pemkot juga menyiapkan opsi agar sopir angkot yang terdampak bisa tetap bekerja, salah satunya dilibatkan sebagai pengemudi dalam Biskita Transpakuan. “Ada solusi untuk mengantisipasi kekhawatiran mereka kehilangan pekerjaan. Tapi semua harus satu frekuensi,” pungkasnya (bay/c)

Dewan Minta Pemkot Bangun Turap BOGORDua rumah warga yang berada di Jalan Dadali, Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal longsor. Insiden itu terjadi pada Selasa (21/10) sore. Tinggi longsor di dua rumah itu mencapai 12 meter. Longsoran berada percis di bagian belakang. Akibatnya, warga merasa was-was untuk tinggal di lokasi tersebut. Anggota DPRD Kota Bogor, Syafrudin Bima datang langsung untuk meninjau llokasi kejadian, Rabu (22/10). Kondisi rumah disebutnya sudah sangat riskan untuk ditinggali. “Kondisinya cukup riskan kalau tidak segera ditangani. Makanya kami akan komunikasikan dengan Perumkim supaya ini dijadikan prioritas dan segera ditangani,” jelas Syafrudin Insiden longsor di Keluarahan Tanah Sareal sendiri sudah sering terjadi. Syafrudin pun turut menyoroti kekuatan turap yang jadi penyandang rumahrumah warga. Syafrudin meminta agar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membangun turap yang kokoh di area tersebut. Mengi-

(FAUZAN/RADAR BOGOR)

TINJAU LOKASI: Anggota DPRD Kota Bogor Syafrudin Bima saat meninjau dua rumah warga yang longsor di Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, pada Rabu (22/10).

ngat, lokasinya berada percis di area tebingan. “Ini turap harus disusun dari bawah. Kalau hanya ditempel pasti longsor lagi. Itu kan ada yang disemen cukup tebal juga, tapi karena miring, akhirnya longsor lagi,” ucap Syafrudin. Jika tidak dibangun turap yang kokoh, Syafrudin berpandangan longsor akan berdampak pada rumah warga yang lain. Sebab kondiri rumah mereka saling berdekatan. “Ini garis panjang. Gawir atau turap di sini cukup panjang, dan kalau dibiarkan, bisa

merembet ke titik lain. Jadi ini semua berpotensi longsor,” terang Syafrudin. Pemkot didesak untuk gerak cepat dalam menangani persoalan tersebut. Syafrudin menegaskan komunikasi dengan dinas terkait bakal segera ditempuhnya. “Saya berharap pemerintah bisa memberi perhatian lebih serius, agar masyarakat tidak merasa ketakutan tinggal di sini. Pemerintah hadir di saatsaat seperti ini, hadir dengan anggaran untuk menolong warga,” pungkasnya (bay/c)

Tren Kasus Bayi Terlantar Meningkat Sambungan dari Hal 12

Q

Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengaku miris mendengar fenomena tersebut. Dia mengatakan membuang bayi termasuk perbuatan keji dan pelakunya mesti diberi efek jera. “Walau bagaimanapun seorang bayi itu punya hak asasi, harus kita lindungi. Kalau mereka melakukan perbuatan seperti itu, itu hal yang biadab dan harus dihukum berat,” tegasnya. Sebagai langkah pencegahan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bogor (DP3A) diminta untuk turun gunung. Menjemput bola, dalam

melayani keluarga yang tidak mampu dari segi finansial. Mereka disebut Dedie bisa mendapatkan layanan konseling langsung. Sehingga kasus pembuangan bayi tidak lagi terjadi di Kota Bogor. “Ini fakta, bahwa kalau tidak ada perencanaan dan edukasi membangun keluarga, pada akhirnya tadikan tidak siap, dan kemudian yang dikorbankan buah hatinya,” ucap Dedie. Dedie pun mendorong kepada seluruh lembaga pendidikan untuk kembali menggencarkan pendidikan karakter. Langkah ini digaransi dapat menjadi solusi jangka panjang. “Ilmu dan adab itu harus dipelajari lewat pendidikan,

dan kurikulum yang ada di sekolah, supaya anak-anak lebih memahami bagaimana membangun keluarga yang sakinah mawadah warahmah,” terangnya. Jika mengacu pada data Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor, sudah ada tiga kasus penemuan bayi terlantar sepanjang tahun 2025. Peristiwa ini bermula di bulan Juli lalu. Dua bulan berikutnya, yakni pada 16 September 2025 warga menemukan bayi laki-laki yang tengah menangis di Jalan Kantor Batu, Kelurahan Paledang. Dan terbaru pada Minggu 12 Oktober 2025. Warga lagilagi menemukan bayi tanpa orang tua. Bayi tersebut berjenis

kelamin perempuan yang disimpan di dalam masjid. Lokasi percis penemuan bayi tersebut berada di salah satu masjid yang ada di Komplek Puri Elang Permata, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat. Data tersebut menunjukan tren peningkatan ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2022 Dinsos hanya menerima satu penemuan kasus bayi terlantar. Pada tahun 2023 kasus serupa tidak ditemukan. Namun hanya berselang satu tahun penemuan bayi kembali terjadi. Tahun 2024 Dinsos kembali menerima laporan bayi terlantar. Kondisi ini diperparah dengan angka kekerasan terhadap anak

Penataan Hutan Kota Mendesak Sambungan dari Hal 12

Q

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan penataan hutan kota menjadi langkah taktisnya untuk mempercantik lingkungan. Dirinya menggaransi akan terus mendorong rencana tersebut. “Iya sebagai penataan berkelanjutan. Usulan kan boleh-boleh saja. Kalau di Banggarnya tidak ada anggaran berarti tahun depan, atau tahun depannya lagi,” jelas Dedie pada awak media. Dedie mengatakan realisasi penataan hutan kota memang tidak bisa sekaligus. Langkah ini perlu dilakukan secara bertahap. Karena harus menyesuaikan dengan post anggaran yang ada. Namun secara urgensi, penataan hutan kota di Jalan

Ahmad Yani jadi kebutuhan mendesak. Sebab Dedie menilai kondisi lingkungan di area itu terlihat kumuh lantaran jarang terjamah. “Jadi saya minta diperbaiki sarana dan prasarananya. Supaya tidak gelap dan kumuh. Dan juga jenis pepohonan yang sudah tidak memenuhi persyaratan karena sudah keropos saya minta diganti,” terang Dedie. Dedie menerangkan meski nanti status hutan kota diubah menjadi taman, namun fungsinya tidak akan berubah. Hanya saja ada beberapa sarana dan prasarana yang akan ditambah. “Misalnya, kamj hanya menambah lampu, saluran air, agar hal yang dikhawatirkan tidak terjadi,” beber Dedie saat dikonfirmasi lebih lanjut, Kamis (9/10) siang.

Diinformasikan sebelumnya, rencana mengubah hutan kota menjadi taman bertujuan agar Ruang Terbuka Hijau (RTH) bisa lebih fungsional. Status Hutan Kota membuat area tersebut kerap tidak terjamah. Bahkan terlihat kumuh. Sebab pergerakan areanya hanya boleh dilakukan sebanyak 10 persen. Sementara itu, Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Disperumkim Kota Bogor, Devi Librianti mengatakan lahan Hutan Kota itu seluas 7.000 meter. Jadi sangat disayangkan kalau tidak dimanfaatkan. “Apabila diubah menjadi taman kota, maka secara aturan pergerakannya boleh 20 hingga 30 persen. Sehingga RTH di area tersebut bisa lebih fungsional,” kata Devi pada Radar Bogor. Devi pun turut membocorkan

sejumlah fasilitas yang bakal disediakan di area tersebut. Diantaranya jalan setapak, taman bermain anak, serta bio swell atau resapan air hujan. “Nantinya juga ada area bird feeder untuk memberi makan burung. Kami ingin taman ini tetap alami tapi bisa dinikmati,” terang Devi saat dikonfirmasi lebih lanjut Rabu (8/10/2025). Pembuatan taman kota digaransi Devi tidak akan menganggu area RTH yang sudah tercantum. Pihaknya hanya akan membabat tumbuhan-tumbuhan liar di area tersebut. “Saat ini total RTH publik di Kota Bogor sudah mencapai 4,26 persen. Jadi walaupun dibuat taman kota tidak menambah atau mengurangi area RTH yang sudah ada,” pungkasnya (bay/c)

Luncurkan Program Palu Sakti, Pangkas Birokrasi hingga Permudah Warga Ubah Data Kependudukan Sambungan dari Hal 12

Q

PALU Sakti sendiri melayani beberapa hal. Satu diantaranya yaitu perubahan data atau nama. Ini sudah langsung terhubung dengan sistem adiministrasi kependudukan. Warga Kota Bogor yang ingin merasakan manfaat tersebut tinggal datang ke kantor kecamatan masing-masing. Di hari yang sama mereka bisa menerima dokumen baru. “Pelayanan Palu Sakti ini sangat bagus dan bermanfaat bagi masyarakat. Di sini ada pemangkasan birokrasi, jadi pelayanan lebih cepat, lebih mudah, dan lebih murah,” ujar Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi. Program ini memang dirancang untuk memperpendek alur pelayanan publik yang selama ini memakan waktu. Kini, proses sidang dan penerbitan dokumen kependudukan dapat dilakukan di tempat secara terintegrasi.

“Pemohon cukup datang ke kecamatan. Hari ini sidang, hari ini juga selesai. Akta kelahirannya langsung disampaikan karena sudah terhubung dengan sistem,” tambahnya. Menurut Denny, Palu Sakti juga menjadi langkah nyata dalam mendekatkan pelayanan kepada warga. Pemerintah daerah berencana memperluas jangkauan ke kecamatan lain agar semakin banyak masyarakat yang merasakan kemudahannya. “Mudah-mudahan bulan depan bisa dilakukan di wilayah lain. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke Disdukcapil atau pengadilan,” kata Denny. Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Bogor Kelas I A, Asep Koswara, menuturkan bahwa Palu Sakti merupakan bentuk kolaborasi dalam memberikan pelayanan hukum yang lebih dekat dan cepat. Melalui program ini, pengadilan yang datang langsung ke warga,

bukan sebaliknya. “Dari pengadilan bekerja sama dengan Disdukcapil supaya masyarakat tidak perlu datang ke kantor pengadilan. Kami yang datang ke kecamatan, desa, atau mal pelayanan publik,” ujar Asep. Ia menjelaskan, pemohon cukup menyiapkan berkas dan saksi sebelum sidang digelar. Setelah putusan keluar, produk kependudukan seperti KTP, KK, atau akta kelahiran bisa langsung dicetak di lokasi. “Prosesnya cepat, penetapan selesai hari itu juga. Dokumen hasilnya langsung bisa diterbitkan,” ungkapnya. Sejak digulirkan, Palu Sakti sudah empat kali digelar di berbagai kecamatan. PN Bogor pun akan terus menjadwalkan layanan ini secara bergilir agar menjangkau lebih banyak warga. “Kami akan berkoordinasi dengan camat untuk menentukan lokasi berikutnya. Bagi masyarakat kurang

mampu, layanan ini gratis karena sudah ada fasilitas prodeo,” jelas Asep. Ia menambahkan, program ini sekaligus menjadi sarana edukasi hukum kepada masyarakat. Pengadilan, disebutnya terbuka untuk siapa saja dan siap membantu warga yang membutuhkan kepastian hukum. “Pengadilan itu tidak menakutkan. Semua proses terbuka, dan kami siap membantu masyarakat yang belum paham hukum,” ujarnya. Selain dengan Disdukcapil, PN Bogor juga rutin menggelar sidang keliling lain bersama Satpol PP dan kepolisian. Sidang tersebut mencakup pelanggaran lalu lintas hingga penegakan ketertiban umum. “Sidang di luar pengadilan sudah berjalan lama. Harapannya masyarakat makin sadar pentingnya membawa identitas diri dan tertib administrasi,” pungkasnya (bay/c)

yang juga kian marak terjadi di Kota Bogor. Sepanjang tahun 2025, kejadiannya tembus 59 kasus. Jenis kekerasan seksual nampak mendominasi dengan 31 kasus. Disusul kekerasan fisik enam kasus, psikis satu kasus. Kasus anak bermasalah juga tercatat ada sembilan dan lain-lain ada 12 kasus. Sementara itu, Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Bogor, Yosep Berliana mengaku cukup miris melihat fenomena tersebut. Dia menuturukan ada dua faktor utama yang jadi pemicu penelantaran bayi. “Sejauh ini memang karena ekonomi dan ada juga yang dikatenakan memang hamil diluar nikah. Jadi mereka kebanyakan khawatir tidak bisa membiayai,” terang Yosep. Setiap penemuan bayi selalu ditangani bersama pihak

kepolisian. Langkah itu dilakukan untuk memastikan status hukum bayi sekaligus mencari keberadaan orang tuanya sebelum masuk tahap penanganan lebih lanjut. “Selama proses penyelidikan berlangsung, bayi biasanya kami titipkan ke panti milik Provinsi Jawa Barat. Karena di Dinsos Kota Bogor memang tidak ada tempat khusus untuk merawat bayi,” jelasnya. Jika hasil penyelidikan menunjukkan orang tua bayi tidak dapat ditemukan, maka bayi yang sudah dititipkan di panti dapat mulai diadopsi setelah berusia enam bulan. Proses adopsi dilakukan secara ketat dengan melibatkan pemerintah provinsi. “Proses adopsinya tidak bisa langsung, karena harus mengikuti ketentuan dari Dinsos Provinsi Jawa Barat. Bayi yang ditemukan di Kota

Bogor akan diprioritaskan untuk warga Bogor terlebih dahulu,” ujarnya. Selain prioritas wilayah, calon orang tua angkat juga wajib memenuhi sejumlah persyaratan yang telah diatur pemerintah. Mulai dari kondisi kesehatan, usia, status pernikahan, hingga laporan sosial dari pekerja sosial setempat. “Semua calon orang tua harus melalui tahap verifikasi. Salah satunya harus sudah menikah minimal lima tahun dan mengasuh bayi sekurangnya enam bulan sebelum izin adopsi resmi keluar,” tegas Yosep. Ia menambahkan, proses pengangkatan anak juga membutuhkan izin dari instansi sosial hingga tingkat kementerian. Langkah itu penting agar hak-hak anak tetap terlindungi, sekaligus memastikan pengasuhan dilakukan demi kepentingan terbaik bagi bayi.(bay/c)

UIKA Masuk 19 Kampus Swasta Terbaik Sambungan dari Hal 12

Q

Capaian ini menempatkan UIKA Bogor di jajaran 19 perguruan tinggi swasta unggul di wilayah Jawa Barat dan Banten dari total 421 kampus yang berada di bawah naungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV. Rektor UIKA Bogor, Prof. Mujahidin, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut. Menurutnya, predikat Unggul bukan hanya simbol keberhasilan administratif, tetapi juga pengakuan atas kerja keras seluruh sivitas akademika dalam menjaga kualitas tridharma perguruan tinggi. “Predikat ini adalah amanah besar. Kami bersyukur atas pengakuan ini, tetapi juga sadar bahwa tantangan ke depan akan lebih besar. UIKA harus terus menjadi pelopor pendidikan Islam yang

berintegritas, moderat, dan berdaya saing global,” ujarnya saat Tasyakuran Akreditasi Unggul yang digelar di UIKA, Rabu (22/10). Mujahidin menjelaskan, keberhasilan ini merupakan hasil konsistensi UIKA dalam meningkatkan mutu pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat. Pembenahan sistem akademik, peningkatan kompetensi dosen, hingga digitalisasi layanan kampus menjadi bagian penting dari proses menuju akreditasi Unggul. Sejak berdiri pada 1961, UIKA Bogor dikenal sebagai kampus yang memadukan nilai-nilai keislaman dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melalui berbagai inovasi, UIKA terus mendorong mahasiswa agar berpikir kritis, beretika, dan adaptif terhadap tantangan zaman. “UIKA ingin melahirkan

lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan sosial. Dengan akreditasi Unggul ini, kami berharap kepercayaan publik terhadap pendidikan Islam semakin meningkat,” tambahnya. Pencapaian ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Bogor dan DPRD. Keduanya menilai, keberhasilan UIKA menjadi bukti nyata kontribusi kampus terhadap penguatan kualitas sumber daya manusia di daerah. Selain menjadi tonggak penting bagi reputasi akademik UIKA, predikat Unggul dari BAN-PT ini juga membuka peluang kerja sama lebih luas di tingkat nasional dan internasional, memperkuat posisi UIKA Bogor sebagai salah satu kampus Islam unggulan di Indonesia. (uma/c)

Minta Santri Jangan Hanya Jadi Penonton Sambungan dari Hal 12

Q

Seluruh Organisasi Islam (Ormas) dan para siswa yang berada dalam naungan Kementrian Agama (Kemenag) Kota Bogor ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Wali Kota Bogor, Dedie Rachim memimpin langsung upacara tersebut. Dalam kesempatan itu, dia menegaskan santri memiliki peran sentral dalam pembangunan daerah. “Jadi santri jangan hanya menjadi penonton tetapi santri harus menjadi solisi permasalahan yang ada di

bangsa dan negara ini,” jelas Dedie pada awak media. Sebagai langkah konkret, Dedie mengajak kepada seluruh Pondok Pesantren yang ada di Kota Bogor untuk ikut terlibat dalam merealisasikan program PSEL. Lingkungan Pondok Pesantren harus bersih. Para santri yang ada di Kota Bogor mestu mampu menangani produksi sampah yang ada di lingkungan pendidikannya masing-masing. “Jadi kalau yang tadinya menganggap Pondok Pesantren kotor itu biasa, sekarang sudah tidak boleh lagi. Saya minta

santri-santri ini seperti yang sudah disampaikan pa Menteri Agama sebagai agent perubahan,” tegasnya. Dari sisi payung hukum, Dedie menerangkan bahwa di Kota Bogor sendiri sudah ada Peraturan Daerah (Perda) tentang Pondok Pesantren. Ini diklaim sebagau wujud kepedulian Pemkot terhadap Ponpes. “Jadi kami tidak omon-omon. Apapun yang bisa dikontribusikan oleh pemerintah itu sudah dilindungi dan payung hukumnya sudah ada juga yaitu Perda,” pungkasnya (bay/c)


KOMUNITAS

KOMUNITAS Mobil Suzuki Wagon R Indonesia (WRI) menggelar Jambore Nasional Kelima di Hotel Grand Pesona, Desa Lemah Duhur, Caringin, Kabupaten Bogor. Berlangsung selama dua hari (18-19/10), acara ini dihadiri perwakilan chapter komunitas di seluruh Indonesia. Ketua Umum WRI, Ahmad Zulfigor Wiranata mengatakan, acara ini digelar dalam rangka silaturahmi di antara para member komunitas pemilik, penggemar, dan penghobi mobil Suzuki Wagon R. ”Ini merupakan jambore nasional kelima, dan kami sudah bersama selama

11 tahun yang dipersatukan oleh mobil Suzuki Wagon R,” ungkapnya. Hingga saat ini, kata Zulfigor, ada sebanyak 2722 member yang tergabung dalam komunitas WRI. Mereka tersebar di 27 kota dan kabupaten atau yang disebut chapter di komunitas tersebut. Sementara member yang datang pada jambore nasional kali ini berasal dari Padang, Semarang, Bandung, Solo, Jabodetabek dan wilayah lainnya. Sehingga selain mengadakan kegiatan berkumpul, komunitas WRI juga sering mengadakan kegiatan sosial lainnya seperti donor darah, kopdarnas, hingga anjangsana ke tiap chapter.(cok/b)

DILUNCURKAN: Para pengelola dan pengurus wilayah foto bersama dengan Wawali Jenal Mutaqin saat persiapan untuk pengoperasian Koperasi Kelurahan Merah Putih.

KOPERASI Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Bogor mulai siap beroperasi. Groundbreaking sebagai tanda kesiapan itu telah dilakukan secara serentak secara nasional pada Jumat (17/10). Untuk simbolis groundbreaking KKMP di Kota Bogor sendiri berlokasi di Gang Kelor, Kelurahan Menteng, Kecamatan Bogor Barat. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Bogor,

Jenal Mutaqin. Usai groundbreaking, ia mengatakan pemerintah pusat mensyaratkan penyediaan bangunan KKMP harus berdiri di atas lahan seluas 1.000 meter persegi. “Karena Kota Bogor memiliki keterbatasan lahan, kami hanya punya waktu dua hari untuk menyiapkan lokasi. Alhamdulillah, kami dapat lahan yang cukup representatif dengan luas mendekati 1.000 meter, yakni

921 meter persegi,” kata Jenal Mutaqin. Di lokasi tersebut, sambungnya, sudah berdiri bangunan yang nantinya akan disesuaikan, terutama dari sisi desain konstruksi agar saat operasional bisa lebih representatif. “Dari 68 kelurahan di Kota Bogor, memang baru 19 yang memiliki bangunan gedung KKMP. Beberapa lainnya masih dalam proses,” ujarnya.(*bay)

KOMPAK: Para member komunitas Wagon R Indonesia foto bersama saat berkumpul mengikuti Jambore Nasional Kelima di Hotel Grand Pesona, Caringin.


METROPOLIS

kamis

23 oktober 2025 1 jumadil awal 1447 H HALAMAN 12

PRAKIRAAN

PAGI

SIANG

MALAM

BERAWAN

HUJAN SEDANG

HUJAN RINGAN

CUACA BOGOR HARI INI Sumber: www.bmkg.go.id

Minta Santri Jangan Hanya Jadi Penonton BAKAL DITATA: Warga beraktivitas di kawasan Hutan Kota, Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor, Senin (20/10). Pemkot Bogor berencana mengubah hutan kota seluas 7.000 meter tersebut menjadi Taman Kota untuk memaksimalkan fungsi lahan.

BOGORPeringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kota Bogor berlangsung khidmat. Kegiatan itu dibalut dalam bentuk upacara di Plaza Balaikota, Rabu (22/10) pagi. Q MINTA...Baca Hal 10

FOTO : HENDI NOVIAN / RADAR BOGOR

Penataan Hutan Kota Mendesak

BOGORRencana mengubah Hutan Kota menjadi taman di Jalan Ahmad Yani semakin menguat. Pemerintah bakal segera berkomunikasi dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bogor.

(HUMAS PEMKOT BOGOR)

PERINGATI HARI SANTRI: Wali Kota Bogor, Dedie Rachim bersama saat upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Plaza Balaikota Bogor, Rabu (22/10).

Q PENATAAN...Baca Hal 10

Tren Kasus Bayi Terlantar Meningkat Dedie Minta Pelaku Dihukum Berat Penemuan bayi terlantar di Kota Bogor kian marak terjadi. Dalam empat tahun terakhir kasus tersebut menunjukan tren peningkatan.

Memberikan hukuman berat bagi pelaku pembuangan bayi

Q TREN KASUS BAYI...Baca Hal 10

DP3A diminta turun langsung memberi konseling kepada keluarga tidak mampu Penguatan edukasi keluarga dan perencanaan parenting Peningkatan pendidikan karakter dan moral di sekolah

Kehamilan di luar nikah yang berujung rasa takut dan malu

Total:

62

kasus

2022

Anak Bermasalah : 9

kasus

Kekerasan Seksual : 60

Anak terlantar : 1

Anak Bermasalah : 13

Lainnya : 5

67

98

Perkuat peran keluarga dan pendidikan agama

Arahkan ke kegiatan positif seperti mengaji atau majelis taklim

Awasi anak pada masa remaja (SMP– SMA)

Tokoh agama dan lembaga pendidikan perlu aktif membangun benteng moral

Kekerasan Psikis : 7

Kekerasan Seksual : 33

Total:

Total:

Kekerasan Fisik : 13

Kekerasan Fisik : 8 Kekerasan Psikis : 1

Faktor ekonomi dan ketidakmampuan finansial

2024

Lainnya : 5 kasus

2023

Kekerasan Fisik : 8 Kekerasan Psikis : 12 Kekerasan Seksual : 46 Anak Bermasalah : 5 Lainnya : 5

2025 Kekerasan seksual : 31 Fisik : 6 Psikis : 1 Anak bermasalah : 9 Lain-lain : 12

(FAUZAN/RADAR BOGOR)

PROGRAM: Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi menyerahkan berkas kependudukan saat meluncurkan program Palu Sakti di Kantor Kecamatan Bogor Timur, Rabu (22/10).

Proses Adopsi Bayi

Kolaborasi Disdukcapil Bareng PN Bogor

(Dinsos Kota Bogor)

Luncurkan Program Palu Sakti, Pangkas Birokrasi hingga Permudah Warga Ubah Data Kependudukan Inovasi pelayanan publik terus digencarkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Salah satunya lewat Palu Sakit. Program ini hasil kolaborasi antara Disdukcapil dan Pengadilan Negeri (PN). Q LUNCURKAN...Baca Hal 10

Bayi dititipkan ke panti milik Provinsi Jawa Barat selama penyelidikan Proses adopsi dilakukan setelah bayi berusia 6 bulan Prioritas bagi warg Kota Bogor

Syarat calon orang tua angkat Menikah minimal lima tahun Lulus verifikasi sosial dan kesehatan Mengasuh bayi sekurangnya enam bulan sebelum izin resmi keluar

Semua calon orang tua harus melalui tahap verifikasi. Salah satunya harus sudah menikah minimal lima tahun dan mengasuh bayi sekurangnya enam bulan sebelum izin adopsi resmi keluar.” Kepala Bidang Penanganan Fakir Miskin dan Jaminan Sosial Dinsos Kota Bogor,

YOSEP BERLIANA

FOTO: PANITIA FOR RADAR BOGOR

TASYAKURAN: Rektor UIKA Bogor, Prof. Mujahidin saat tasyakuran Akreditasi Unggul, Rabu (22/10).

UIKA Masuk 19 Kampus Swasta Terbaik BOGORUniversitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor kembali menorehkan prestasi membanggakan di dunia pendidikan tinggi. Kampus Islam tertua di Kota Bogor ini resmi meraih predikat Akreditasi Institusi “Unggul” dari

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sebagaimana tertuang dalam SK BAN-PT No. 2827/SK/BANPT/AK/PT/X/2025. Q UIKA...Baca Hal 10


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Epaper Radar Bogor 23 Oktober 2025 by Bogor - Issuu