Sabtu
17 januari 2026 28 rajab 1447 H Terbit 12 halaman HARGA Rp5.000
SOFIANSYAH/RADAR BOGOR
PADAT KENDARAAN: Sejumlah kendaraan mengular sepanjang Jalan Otista, dimulai dari persimpangan Tugu Kujang, Kota Bogor, Jumat (16/1). Momen libur panjang Isra Mikraj dimanfaatkan wisatawan untuk berkunjung ke wilayah Bogor.
60 Ribu Kendaraan Serbu Bogor 40 Ribu Unit Masuk Puncak PADAT MERAYAP
Ramadan, Tak Ada Lagi Pengungsian
ACEH–Pemerintah menargetkan tidak ada lagi korban bencana di wilayah Sumatera yang harus bertahan di pengungsian saat bulan suci Ramadan. Itu sebabnya, pemerintah terus melakukan percepatan
Baca Metropolis Hal 12
JELANG PENGUKUHAN: Pengamat sekaligus Pakar Hukum dan Tata Negara, Zainal Arifin Mochtar mendengarkan roasting terhadap dirinya menjelang pengukuhannya sebagai guru besar UGM pada Kamis (15/1).
JAKARTA–Kasus pelanggaran hak anak di Indonesia tak kunjung menunjukkan perubahan signifikan. Dari tahun ke tahun, angka kekerasan pada anak ini terus meningkat.
AYAH DAN IBU...Baca Hal 4
DELIMA PURNAMASARI/RADAR JOGJA
Roasting Menyambut Penahbisan Zainal Arifin Mochtar sebagai Guru Besar UGM
Denny Indrayana ”Memprediksi” Uceng Bersaing dengan Jan Ethes di 2034 Sumber: Laporan Akhir Tahun (LAT) 2025 KPAI
Kawan-kawannya dari lintas bidang bergantian me-roasting Zainal Arifin Mochtar sebagai sosok yang layak diteror, intel Solo, dan calon presiden. Ada pula yang memintanya memilih tanpa boleh berargumen: Bahlil atau Pigai, Ganjar atau Anies, hingga Prabowo atau Jokowi. DELIMA PURNAMASARI, Sleman
JADWAL SALAT
SUBUH 04.27
DZUHUR 12.06 ASHAR 15.30 MAGRIB 18.24 ISYA 19.34
2
WISATA
RADAR BOGOR TV
RADAR BOGOR I SABTU, 17 JANUARI 2026 I 28 RAJAB 1447 H
PUNCAK KHAYANGAN & CURUG SEJOLI
FOTO: PIPIN/RADAR BOGOR
SEGAR: Pemandangan Curug Sejoli yang menyegarkan.
Air terjun kembar yang berdampingan, dengan air jernih ideal untuk bermain dan foto-foto
Puncak Khayangan menawarkan pemandangan pegunungan yang menawan dan udara segar
Trekking santai, jalur pendakian yang aman sebagian landai. Cocok untuk pemula, keluarga dan komunitas
Ada jalur baru, jalur pulang dari Curug Sejoli yang menyusuri sungai dan melewati air terjun yang lebih alami
Jalur Pendakian Dianggap Paling Aman KETUA Kelompok Tani Hutan, Deden Hidayat mengaku bersyukur bisa melaksanakan grand opening. Ia berharap, dengan adanya wisata pendakian dan Curug Sejoli dapat menyerap tenaga kerja. “Alhamdulillah, dengan dibukanya tracking alam gunung Puncak Khayangan Cipamingkis ini semoga dapat diminati pengunjung serta semoga pengunjung yang melintas di jalur ini berkah selamat. Mudah-mudahan ke depannya kita dapat kolaborasi dengan jalur trackingtracking yang lain,” ucapnya. Lebih lanjut, Dede menjelaskan bahwa jalur tracking ini sejak awal tidak ada overlap dengan KTH kami. Maka diharapkan bisa berkolaborasi dengan
semua. Sehingga bisa menampung tenaga kerja untuk masyarakat Desa Wargajaya ini. “Pada intinya ketika ada potensi di Desa Wargajaya kita harus bisa mengembangkan agar tidak kalah dengan desadesa yang lain. Saya berharap wisata ini ke depannya bisa lebih ramai dan diminati pengunjung.” Jelasnya. Administratur Perhutani Budi Hariadi menuturkan, pihaknya sudah menggaung-gaungkan grand opening jalur pendakian Puncak Khayangan dan bisa terwujud. “Kita akan explore potensi kawasan hutan yang ada di wilayah RPH Cipamingkis. Ini merupakan kawasan tracking ke tujuh yang ada di wilayah Perhutani dan kami pun selaku pengelola akan terus support Kelompok Tani Hutan yang akan menggali potensi,” ujar dia. Masih kata Budi, ketika soft opening dia sudah meninjau sampai puncak. Dari ketujuh lokasi tracking, wilayah ini yang paling aman untuk safety jalur pen dakiannya. “Tentunya kita berharap karena wisata alam ini resikonya
RAMAI: Puncak Khayangan dan Curug Sejoli ramai dikunjungi pendaki muda. FOTO: PIPIN/RADAR BOGOR
cukup besar, mungkin dengan persiapan yang matang kita dapat mengantisipasi kejadian yang tidak kita harapkan,” tukas dia. Masih ditempat yang sama Ketua Paguyuban Wisata Kecamatan Sukamakmur H. Bakri Hasan, bahwa hari ini grand opening wisata tracking gunung khayangan dan Curug sejoli. Mengucapkan selamat semoga membawa kebaikan untuk kita semua serta bisa meningkatkan wisata yang ada di Kecamatan Sukamakmur. “Tentunya kita berharap dengan adanya kerjasama dalam pengelolaan wisata dan kerjasama dengan masyarakat desa Wargajaya, sirnajaya, Sukamulya serta sukawangi. Yang mana Sukamakmur ini sudah menjadi pesona.” tuturnya. Masih kata Bakri, untuk segi akses jalan sudah cukup baik menuju wisata-wisata yang ada di Kecamatan Sukamakmur, meskipun masih ada beberapa titik yang perlu diperbaiki karena kondisi jalan yang bagus akan meningkatkan pengunjung wisatawan. (*pia)
RADAR_BOGOR
RADAR BOGOR
Belakangan trekking ke gunung kecil atau bukit, termasuk pendakian menuju air terjun atau curug tengah menjadi tren atau gaya hidup masyarakat perkotaan. TAK hanya kalangan milenial, komunitas ibu-ibu dan bapak-bapak tak sedikit yang menjalaninya. Bahkan, jalur pendakian tersebut tak melulu wilayah Sentul. Belakangan muncul jalur-jalur pendakian baru di kawasan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, yang memiliki julukan “seribu bukit sejuta pesona”. Dengan keindahan alamnya, Sukamakmur kini memiliki jalur pendakian atau objek wisata baru. Selain Puncak Ciguntur yang sempat dibahas di rubrik ini, belum genap empat bulan diadakan juga grand opening pendakian baru, Puncak Khayangan yang memiliki ketinggian 1420 mdpl dan Curug Sejoli berada di lokasi yang sama di kawasan Cipamingkis Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, pada Oktober 2025. Puncak Khayangan sendiri, sebetulnya sudah soft opening sejak pertengahan September 2025. Lokasi ke jalur pendakian ini harus melintasi jalur Sukamakmur yang cukup menanjak. Jika Puncak Ciguntur masuk ke sebelah kanan jalur Ciherang, maka Puncak Khayangan ke sebelah kiri arah Cipamingkis. Untuk parkir kendaraan roda dua Rp10 ribu, sedangkan kendaraan roda empat Rp20 ribu. Biaya itu belum termasuk biaya tiket, sebesar Rp35 ribu. Pintu masuk atau naik dan pintu keluar atau turun berbeda di jalur pendakian ini. Sebelum naik, pengunjung bisa melihat ada fasilitas toilet dan musola. Jarak pos satu ke pos dua sekitar 500 meter. Menuju pos tiga ada simpang yang menunjukkan arah Pasir Ipis. Untuk sampai ke pos tiga, dibutuhkan perjalanan sekitar 500 meter untuk menemukan mata air dan jalur ke Curug Sejoli bagi yang ingin langsung ke kawasan air terjunnya. Jika memilih langsung ke puncaknya, dibutuhkan 30 menit dengan jarak 500 meter. Usai dari Puncak Khayangan, kita bisa bermain air dan menikmati kesegaran ganda akan keindahan air terjun dengan turun kembali ke Curug Sejoli. Sesuai namanya, di lokasi ini ada dua aliran air terjun yang saling berdampingan. Mulai dari tinggi sekitar 10-15 meter dan ukurannya yang sama, layaknya kembar sehingga dinamai sejoli. Untuk aliran air di bawahnya tidak terlalu dalam, sehingga pengunjung bisa bermain-main di kawasan curug tersebut. Lokasinya yang satu jalur dengan pendakian Puncak Khayangan, sehingga seringkali menjadi satu paket wisata. Memperlihatkan pemandangan alam pegunungan asri, udara sejuk dan spot foto menarik, cocok bagi pemula dengan jalur pendakian yang tergolong mudah hingga sedang, dilengkapi fasilitas dasar. Tentu saja setelah lelah mendaki, pengunjung diberikan sensasi ganda keindahan alam. Total perjalanan sekitar empat jam pulang pergi, bisa enam jam jika jalan santai disertai bermain di lokasi curug. Jarak dan lelahnya mendaki akan terbayar tuntas oleh keindahan alam. Bunga-bunga bermekaran di sela jalur, pepohonan tinggi menjulang mengirimkan udara sejuk dan kabut tipis mulai membelai wajah, menambah nuansa magis pada pendakian. Turun mendaki, pengunjung akan disuguhi air teh atau kopi secara cuma-cuma.(pia)
Banyak spot foto alam yang menarik
PUNCAK: Pengunjung berfoto di Puncak Khayangan.
FOTO: PIPIN/RADAR BOGOR GERBANG: Pengunjung berfoto di depan gerbang masuk Puncak Khayangan dan Curug Sejoli.
LOKASI & AKSES Terletak di Desa Wargajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor
Biasanya diakses melalui pintu masuk basecamp Puncak Khayangan atau Pasir Ipis
FASILITAS & BIAYA RP10.000 (MOTOR) dan RP20.000 (MOBIL), tiket masuk RP35 RIBU Parkir
perorang.
FOTO: AKUN FACEBOOK SAPTA KUDUS
Rute trekking dari basecamp satu hingga dua jam jalan santai
Tersedia toilet, musola, tempat penyimpanan barang, sewa trekking pole dan tim medis Air minum teh dan kopi di pintu turun atau keluar Biaya perjalanan tergantung dari asal kedatangan, untuk warga Bogor jika membawa kendaraan sendiri bisa diminimalisir, tapi jika sewa pick up kisaran RP750.000 - RP1 JUTA dibagi sesuai jumlah peserta yang ikut.
MIMBAR BEBAS
3
Sampaikan opini, saran, dan kritik Anda tentang berbagai kebijakan pemerintah, dan layanan publik seperti: PLN, PDAM, PT Pos, telepon, jalan rusak, pungli, kemacetan, pembuatan KK/KTP/SIM/paspor/sertifikat tanah, dll.
Radar Bogor juga memberi kesempatan kepada para tenaga pengajar/guru/dosen yang ingin menulis opini untuk pengembangan profesi. Juga kepada para mahasiswa yang ingin menulis opini tentang suatu topik, sebagai bentuk sikap kritis untuk menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan di era sekarang.
Informasi lebih lanjut, hubungi
0852 9960 0773 JADWAL SIM KELILING POLRESTA KOTA BOGOR
KHUSUS PERPANJANGAN SIM A DAN C
Senin Mall BTM & Mall Jambu Dua Selasa Mall Boxies Tajur & Lotte Grosir Sholis Rabu Mall Jambu Dua & Lippo Plaza Kbn. Raya Kamis Mall BTM & Mall Boxies Tajur Jumat Lotte Grosir Sholis & Mall Jambu Dua Sabtu Mall Jambu Dua & Mall BTM Minggu Burger King Pajajaran Waktu pendaftaran: 07.00-10.00 WIB
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
RADAR BOGOR TV
RADAR BOGOR I SABTU, 17 JANUARI 2026 I 28 RAJAB 1447 H
PLN Bogor (0251) 8345400 Bendungan Katulampa (0251) 8334344 RS Hermina Bogor (0251) 8382525 RS Melania Bogor (0251) 8321196 Rs Pmi Bogor (0251) 8324080 RS EMC Sentul (021) 29672977, (021) 29673000 RS Mulia Pajajaran (0251) 8379898/ 08111181298 Damkar Kabupaten Bogor (021) 8753547
RUMAH SAKIT DI BOGOR Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor (0251) 8312292 RS Azra (0251) 8318456 RS Hermina Mekarsari (021) 29232525 RS Medika Dramaga (0251) 8308900/081319310610 Bogor Medical Center (BMC) (0251) 8390435 RS Karya Bhakti Pratiwi (0251) 8626868 Rumah Sakit Dr H Marzoeki Mahdi (0251) 8324024 Rumah Sakit Islam Bogor (0251) 8316822 Rumah Sakit Daerah (Rsud) Cibinong 021-875348, 8753360 Rumah Sakit Lanud Atang Sandjaja (0251) 7535976 RS Annisa Citeureup (021)8756780, Fax. (021)8752628 RS Harapan Sehati Cibinong (021)87972380, 081296019016 Rumah Sakit Salak (0251) 8344609/834-5222 RSUD Ciawi (0251) 8240797 Klinik Utama Geriatri Wijayakusuma (0251) 7568397 Rumah Sakit Bina Husada (021) 875-8441 Rumah Sakit ibu dan anak Nuraida (0251) 8368107, (0251) 368866 Yayasan Bina Husada Cibinong (021) 875-8440 Rumah Sakit Bersalin Assalam Cibinong (021) 875-3724 Rumah Sakit Bersalin Tunas Jaya Cibinong (021) 875-2396 Rumah sakit Bina Husada Cibinong (021) 8790-3000 RS Trimitra Cibinong 021-8763055/56 Rumah Bersalin & Klinik Insani Cibinong (021) 875-7567 RS Sentosa Bogor, Kemang (0251)-7541900 RS Ibu dan Anak Juliana, Bogor (0251) 8339593, Fax. (0251)-8339591 RSIA Bunda Suryatni (0251) 7543891,(0251) 754-3892 Klinik Insani Citeureup (021) 879-42723 RSIA Kenari Graha Medika Cileungsi (021) 8230426 Rs Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Cisarua-Bogor (0251) 8253630, 8257663 RS Asysyifaa Leuwiliang (0251) 8641142 RS Vania IGD (0251) 8380613, (0251) 8380601/8380605 RSKIA Sawojajar (0251) 8324371
POLRES BOGOR 021-8750163 Polsek Jonggol Polsek Cileungsi Polsek Cariu Polsek Nanggung Polsek Babakan Madang Polsek Megamendung Polsek Klapanunggal Polsek Caringin Polsek Dramaga Polsek Tamansari Polsek Jasinga Polsek Cigudeg Polsek Parung Panjang Polsek Leuwiliang Polsek Cibungbulang Polsek Ciampea Polsek Rumpin Polsek Ciomas Polsek Kemang Polsek Sukaraja Polsek Gunung Sindur Polsek Parung Polsek Cibinong Polsek Citeureup
021-89931174 021-8230861 021-89961058 0251-8682769 021-87962777 0251-8248569 021-82492276 0251-8224417 0251-8624107 0251-8388164 0251-8688110 0251-8681110 021-5978880 0251-8647003 0251-8647398 0251-8621146 021-75791076 0251-8322324 0251-8615700 0251-8656678 021-7561844 0251-8616007 021-8752217 021-8752229
Cantumkan nama dan alamat lengkap, nomor telepon yang bisa dihubungi, nomor pelanggan (untuk layanan PDAM/PLN/PT Gas) dan lampirkan fotokopi KTP. Kirimkan ke Redaksi Radar Bogor, Gedung Graha Pena, Jl KHR Abdullah Bin Nuh No 30, Yasmin, Bogor.
Bodas (Harus) Berani Berubah PROGRAM Bogor Cerdas (Bodas) lahir dari niat mulia. Pendidikan ditempatkan sebagai jalan utama membangun masa depan. Sama seperti bangsa-bangsa lain. Ini adalah sikap moral sekaligus pilihan politik. Namun niat baik hanya bernilai jika diwujudkan sebagai perubahan nyata. Tanpa perubahan, komitmen tinggal slogan. Selama ini Bodas sering dilihat sebagai program bantuan. Seragam gratis, beasiswa, gedung, dan insentif sekolah sangat membantu. Itu penting dan patut diapresiasi. Tetapi pendidikan tidak berhenti pada distribusi. Jika hanya itu, daya ubahnya akan cepat habis. Bantuan harus mengantar pada perubahan. Tantangan pertama adalah ketimpangan mutu pendidikan. Beberapa sekolah melaju dengan teknologi dan inovasi pembelajaran. Sementara masih banyak sekolah berjuang dengan literasi dasar. Jurang ini nyata dan terasa. Keadilan pendidikan diuji di titik ini. Tantangan kedua adalah orientasi kinerja yang adminis tratif. Keberhasilan dihitung dari angka dan laporan. Serapan anggaran menjadi ukuran utama. Padahal jantung pendidikan ada di ruang kelas. Mutu pembelajaran seharusnya menjadi tolok ukur utama. Tantangan ketiga adalah posisi guru. Banyak guru bekerja dengan
Berulang kali peringatan, tidak ada perubahan yang tampak pada diri seorang muslim, baik pemikiran, lisan maupun sikap. Isra Mikraj hanya jadi pengingat bahwa malam itu turun perintah salat lima waktu. Semestinya Isra Mikraj menjadi momen untuk menadabburi kondisi manusia khususnya kaum muslim saat ini yang jelas sedang tidak baik-baik saja. Berbagai kerusakan baik diakibatkan bencana alam maupun ulah tangan manusia melanda di mana-mana. Kerusakan moral, tindak kriminalitas sudah pada tingkat yang sangat mencengangkan, sangat diluar nalar. Bagaimana mungkin seorang ibu membunuh anaknya demikian pun sebaliknya. Perilaku kaum sodom dan kaum luth dinormalisasi. Para penguasa pun abai
RAIS HIDAYAT Dosen Manajemen Pendidikan Universitas Pakuan
niat. Namun mereka belum cukup didukung untuk tumbuh sebagai profesional pembelajar. Pelatihan datang sebentar lalu pergi. Padahal perubahan butuh pendampingan yang sabar dan berkelanjutan. Guru adalah kunci, bukan pelengkap. Tantangan keempat adalah ekosistem pendidikan. Sekolah sering berjalan sendiri. Orang tua belum sepenuhnya menjadi mitra. Dunia usaha, dunia industri, kampus, dan komunitas lokal belum terhubung kuat. Pendidikan kehilangan daya kolektifnya. Berbagai teori pendidikan menegaskan satu hal. Mutu tidak berubah hanya dengan menambah distribusi dan kuantitas. Perubahan terjadi saat budaya belajar bergerak. Kepemimpinan pembelajaran dan kolaborasi menjadi penentu. Keadilan pendidikan juga bukan sekadar akses. Setiap anak harus benar-benar mampu berkembang. Akses perlu disertai penguatan kapasitas dan kualitas. Tanpa itu, keadilan pendidikan sulit terwujud. Keadilan harus terasa, bukan hanya terlihat.
Bodas perlu dilanjutkan dengan berpijak pada realitas lokal keBogoran. Sosial, budaya, dan ekonomi Bogor harus menjadi dasar. Pendidikan yang menghidupi selalu kontekstual, bukan cangkokan. Karena itu, fokus Bodas perlu digeser. Dari bantuan menuju pembelajaran. Dari angka menuju kualitas kelas. Anggaran harus mengikuti prioritas ini. Masa depan murid ditentukan di ruang-ruang belajar. Guru harus ditempatkan di pusat perubahan. Investasi pada coaching dan komunitas belajar adalah keharusan. Kepala sekolah perlu menjadi pemimpin pembelajaran. Dampaknya tidak cepat, tetapi bertahan lama. Kolaborasi juga harus dibangun dengan sungguh-sungguh. Kampus, komunitas, dunia usaha, dunia industri dan orang tua perlu dirangkul. Pendidikan adalah gotong royong. Tidak ada sekolah yang bisa berjalan sendiri. Bodas harus berpihak pada keadilan dan inklusivitas. Bukan sebagai slogan, tetapi strategi jangka panjang. Setiap anak berhak belajar bermutu, di institusi pendidikan mana pun ia berada. Dengan arah itu, Bodas bukan sekadar laporan tahunan. Ia menjadi investasi manusia. Bogor tidak hanya tampak peduli. Bogor berani berubah. Di sanalah makna sejati program Bogor Cerdas (Bodas) ditegaskan kembali.(*)
Negara Enggan Menyebut Bencana sebagai Krisis Nasional BANJIR bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali menyingkap pola lama dalam penanganan bencana di Indonesia. Korban jiwa terus bertambah, wilayah terdampak meluas, dan kerusakan infrastruktur tidak kecil. Namun di tengah kondisi tersebut, pemerintah pusat tetap enggan menetapkan status bencana nasional. Sikap ini memicu kritik publik, bukan semata karena persoalan nomenklatur, melainkan karena makna politik dan kebijakan yang melekat pada penetapan status tersebut: sejauh mana negara benarbenar mengakui skala krisis yang dihadapi warganya. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana memang tidak menetapkan parameter kuantitatif yang tegas untuk bencana nasional. Tidak ada angka korban atau luas kerusakan yang secara otomatis memaksa eskalasi status. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 serta pedoman BNPB bahkan secara eksplisit memberi ruang diskresi kepada pemerintah pusat, dengan mempertimbangkan dampak bencana, kapasitas daerah, dan kebutuhan dukungan nasional. Masalahnya bukan pada ketiadaan aturan, melainkan pada cara diskresi itu digunakan. Pemerintah pusat cenderung memilih tafsir paling minimal: selama pemerintah daerah belum runtuh secara administratif, status nasional dianggap tidak diperlukan. Status bencana
Memaknai Isra Mikraj RAJAB tidak bisa dilepaskan dengan satu peristiwa bersejarah umat Islam yaitu Isra Mikraj. Umat Islam merayakannya untuk mengingat perjalanan Rasulullah saw. dari Baitullah di Makkah menuju Baitulmaqdis di Palestina hingga ke sidratul muntaha. Pada peristiwa itu juga diturunkan kewajiban salat lima waktu. Sayangnya umat baru sekadar memeringati peristiwa tersebut sebagai mukjizat. Padahal setelahnya, Allah memberikan pertolongan terhadap dakwah Rasulullah dengan dilunakkannya hati orang-orang Yatsrib untuk menerima dakwah Islam dan mengukuhkannya melalui baiat aqabah. Sisi politis inilah yang sering diabaikan dan dilupakan. Peringatan Isra Mikraj hanya sebatas seremonial tanpa makna.
Hanya artikel dengan ketentuan dan memenuhi syarat yang akan dimuat. Redaksi berhak mengedit isi tulisan tanpa mengurangi substansi. Redaksi tidak bertanggung jawab atas dampak langsung maupun tidak, pascapemuatan tulisan. Terima kasih.
dalam mengurus rakyat hanya sibuk memperkaya diri dan mempertahankan kekuasaannya. Semua ini tidak lain karena manusia jauh dari Penciptanya, jauh dari aturan-Nya. Karena Allah Swt. menegaskan bahwa kerusakan yang terjadi di darat dan laut hakikatnya diakibatkan perbuatan manusia yang enggan diatur oleh aturan Allah Swt. Maka satu-satunya solusi adalah hendaknya kita kembali pada aturan Allah Swt. dalam seluruh aspek kehidupan bukan hanya dalam ibadah ritual saja. Demikianlah semestinya kita memaknai bualn Rajab, bulan Isra Mikraj. Yanti Rismayanti yantirisma1207@gmail.com Cianjur
nasional diperlakukan seolah-olah hanya relevan ketika daerah benarbenar lumpuh, bukan sebagai instrumen untuk mencegah kekaca_ uan operasional dan mempercepat penyelamatan pada fase paling kritis. Alasan yang dikemukakan pemerintah relatif konsisten. Pemerintah daerah dinilai masih berfungsi, dampak bencana belum dianggap mengganggu stabilitas nasional, dan penetapan status nasional dipandang membawa konsekuensi fiskal serta administratif yang besar. Secara normatif, argumen ini terdengar masuk akal. Namun ketika dihadapkan pada kondisi lapangan, daya tahannya patut dipertanyakan. Ukuran “kemampuan daerah” yang digunakan lebih bersifat formaladministratif daripada operasional. Pemerintah daerah memang masih berjalan, tetapi apakah mereka mampu menjangkau wilayah terdampak terpencil secara cepat dan simultan? Apakah pendataan korban terkoordinasi dan real-time? Apakah evakuasi dan distribusi bantuan berjalan optimal dalam jam-jam awal yang menentukan? Fakta menunjukkan banyak keterbatasan, meskipun struktur birokrasi tetap berdiri secara formal. Negara-negara dengan sistem kebencanaan yang lebih matang tidak menunggu daerah gagal total untuk mengeskalasi peran nasional. Jepang dan Amerika Serikat justru mengambil alih kendali lebih dini,
bukan karena pemerintah lokal tidak mampu, tetapi karena kecepatan keputusan dan kejelasan komando terbukti menyelamatkan nyawa. Eskalasi nasional dilakukan untuk menyatukan arah kebijakan, bukan untuk menegasikan peran daerah. Keengganan pemerintah menetapkan status bencana nasional mencerminkan paradigma yang masih bermasalah. Bencana dipahami sebagai gangguan yang harus dikendalikan agar tidak membesar, bukan sebagai krisis yang menuntut kepemimpinan nasional sejak awal. Selama cara pandang ini dipertahankan, polemik mengenai status bencana akan terus berulang, sementara korban terus bertambah. Pada akhirnya, pertanyaan utamanya bukan apakah pemerintah melanggar hukum, melainkan apakah kewenangan yang dimiliki digunakan secara bertanggung jawab dan berpihak pada keselamatan warga. Dalam konteks bencana di Sumatra, jawabannya belum meyakinkan. Negara mungkin aman secara prosedural, tetapi tampak gamang dalam kepemimpinan. Dan dalam situasi bencana, kegamangan semacam ini bukan persoalan teknis— melainkan risiko yang dibayar mahal oleh rakyat. Rika Rizkawati rik4riezk4@gmail.com Dramaga
RADAR_BOGOR
RADAR BOGOR
KIRIMKAN KE:
Krisis Kepemimpinan KONDISI negeri ini sedang tidak baik- baik saja. Permasalahan di tengah masyarakat tak kunjung usai. Mulai dari bencana yang terjadi di beberapa wilayah masih berlangsung hingga saat ini. Minimnya lapangan pekerjaan sedang biaya hidup semakin tinggi. Kasus pidana dan tindak kriminal kian hari semakin menjadi. Kritik terhadap penguasa seolah tersandra dengan KUHP yang baru. Apa yang salah dengan negeri ini?. Keberlangsung dalam bernegara tidak lepas dari sosok pemimpin. Pemimpin adalah amanah yang diberikan rakyat untuk mengatur warganya. Pemimpin harus memastikan keadilan dan kesejahteraan dalam setiap aturan yang diterapkan. Setiap pemimpin akan dimintai pertanggung jawaban. Sehingga amanah pemimpin adalah amanah yang berat dan butuh pertanggung jawaban. Sayangnya pemimpin negeri ini banyak ditunggangi oleh kepentingan. Pemimpin tidak fokus pada kepengurusan rakyat. Akan tetapi banyak kepentingan yang lebih didahulukan baik itu kepentingan pribadi maupun partai. Pemimpin adalah cermin penerapan sistem pemerintahan. Kapitalisme merupakan sistem yang diterapkan di negeri ini. Dalam sistem kapitalis pemimpin hanya sebagai regulator kebijakan bukan sebagai pengurus urusan rakyat yang memastikan keadilan dan kesejahteraan dirasakan oleh masing-masing individu masyarakat. Pemimpin dalam kapitalis fokus pada pertumbuhan ekonomi dan kemajuan lewat pembangunan infastruktur. Sedang kesejahteraan dan keadilan senantiasa terabaikan. Sehingga ketika pemimpin dihadapkan pada masalah kemanusian dan ekonomi yang menghasilkan cuan. Maka bisa dipastikan pemimpin kita saat ini lebih memilih ekonomi yang membawa keuntungan. Jadi wajar jika lamban dalam penanganan bencana. Namun cepat dalam merespon swasta dalam memanfaatkan material lumpur akibat bencana. Rifdah Nisa najmatsabit@gmail.com
Bagaimana Nasib Sopir Angkot? KEPALA Dishub kota Bogor, Sujatmiko Baliarto mengatakan, memasuki tahun 2026 Dishub dan jajarannya akan menertibkan angkutan umum (angkot) tua. Semua angkot yang berusia 20 tahun keatas dilarang beroperasi lagi di kota hujan ini.Usia angkot diketahui melalui pengecekan STNK yang dibawa sopir. Angkot berusia 20 tahun keatas akan dilarang beroperasi, dan bila dikemudian hari didapati angkot masih beroperasi, maka angkot akan dikandangkan sebagai sanksi. Keputusan pemerintah ini telah didemo oleh para sopir angkot, namun tidak diindahkan oleh pihak Dishub. Dishub menjalankan kebijakan penertiban ini, sebagaimana tertera dalam amanat perda Nomor 8 Tahun 2023 tentang transportasi. Perda ini membuat para sopir angkot tua menangis, karena matapencaharian mereka terancam hilang, dan angkot mereka berpeluang. dikandangkan. Lalu bagaimana kelanjutan nasib mereka? Belum ada titik terang. Inilah bukti betapa sulitnya mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan pokok, dalam sistem Kapitalis. Andai saja lapangan pekerjaan mudah dengan penghasilan yang mencukupi kesejahteraan keluarga, angkot Bogor bukan lagi pilihan para sopir. Namun apa daya, tidak ada pilihan lain, mereka terpaksa menjadi sopir angkot berjuang berebut peluang demi sesuap nasi. Kini mereka pun ketar ketir karena angkotnya sudah tua. Pemerintah harus mencarikan jalan keluar bagi kelangsungan hidup mereka. Menghadirkan peluang matapencaharian pengganti akibat usia angkotnya sudah 20 tahun. Dini Nurjanah
TERUSAN
4
RADAR BOGOR TV
RADAR BOGOR I SABTU, 17 JANUARI 2026 I 28 RAJAB 1447 H
RADAR_BOGOR
RADAR BOGOR
60 Ribu Kendaraan Serbu Bogor Satlantas Polres Bogor menerapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kepadatan arus kendaraan sejak hari libur long weekend pertama pada Jumat (16/1) pagi. ”Situasi arus lalu lintas di jalur Puncak, memang sempat terjadi antrean, hambatan dari pelaksanaan rekayasa ganjil-genap,” ungkap KBO Satlantas Polres Bogor Iptu Ardian Novianto di Pos Gadog Hoegeng, Ciawi. Pada pukul 06.00 WIB, pihaknya menerapkan rekayasa Ganjil-Genap (gage) bagi kendaraan roda empat yang akan memasuki jalur Puncak. Namun hingga pukul 07.15 WIB, antrean kendaraan telah mencapai sepanjang kurang lebih 2 kilometer, sehingga kepolisian beralih menerapkan rekayasa one way. ”Karena kami melaksanakan Peraturan Menteri Perhubungan No 84 Tahun 2021 yang mana memang pada saat Operasi Kemanusiaan Lilin 2025 kemarin, kami tidak berlakukan Ganjil Genap,” jelas Ardian.
Imbas penerapan rekayasa lalu lintas one way dari arah Puncak menuju Jakarta, terjadi kepadatan kendaraan di Simpang Gadog hingga Simpang Pasir Muncang. ”Ini merupakan imbas dari pelaksanaan rekayasa lalu lintas one way arah bawah yang kami berlakukan mulai pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB, kemudian dinormalkan kembali,” ungkapnya. Namun demikian, kata Ardian, Satlantas Polres Bogor menyiagakan 24 personel di Jalur Puncak hingga malam hari. Pada Jumat (16/1), kendaraan masih didominasi dari arah Jakarta menuju Puncak. Berdasarkan rekapitulasi data yang dihimpun kepolisian, kendaraan yang masuk ke kawasan Puncak dari Gerbang Tol Ciawi telah mencapai 28.900 unit roda empat. Data tersebut belum termasuk kendaraan dari jalur arteri Ciawi, jalur alternatif Pasir Angin, Summarecon, serta kendaraan roda dua. ”Kami memprediksi hingga malam hari ini, total kendaraan yang melintas ke arah Puncak,
baik roda dua, roda empat, maupun roda enam, sudah mencapai sekitar 40.000 kendaraan,” tandas Ardian. Sebelumnya, Satlantas Polres Bogor telah mencatat 12.800 unit kendaraan yang memasuki jalur Puncak hingga sore hari. Data tersebut menjadi bahan per timbangan dalam menerapkan rekayasa lalu lintas, termasuk rekayasa satu arah (one way). Kepolisian menerapkan rekayasa one way dari arah Puncak menuju Jakarta hingga sore hari. Ardian menambahkan, dari total panjang jalur Puncak sekira 22,8 kilometer, terdapat beberapa ruas yang mengalami penyempitan atau bottleneck. Titik-titik tersebut antara lain di Simpang Pasir Muncang, Simpang Megamendung, serta kepadatan akibat aktivitas perekonomian di Pasar Cisarua. Ketiga titik ini sering menyebabkan terjadinya kepadatan maupun antrean yang cukup panjang. Selama momen libur panjang ini, Sat Lantas Polres Bogor menyiagakan sebanyak 94 personel untuk mengamankan
jalur Puncak. ”Untuk antisipasi kepadatan, kami tetap memberlakukan sistem ganjil genap pada pagi hari, mulai pukul 00.00 WIB hingga waktu tertentu, sebelum dilakukan rekayasa lalu lintas one way,” tukas Ardian. Sementara pada pukul 18.00 WIB, polisi telah memberlakukan sistem dua arah atau normal di jalur Puncak. Selain personelnya, pihak kepolisian juga menerjunkan sukarelawan pengatur lalu lintas (supeltas) di titik-titik rawan macet kawasan Puncak Bogor. Sebanyak 60 supeltas yang sebelumnya ikut pengamanan lalu lintas pada hari pergantian tahun baru juga bakal disiagakan selama momen libur panjang Isra Mikraj. Kapolres Bogor, AKBP Wikha Ardilestanto mengatakan bahwa pemberlakukan rekayasa lalu lintas di jalur Puncak akan melihat kepadatan kendaraan yang akan masuk ke kawasan Puncak Bogor. ”Kita juga masih memperdayakan teman-teman supeltas. Karena ini musim
Denny Indrayana ”Memprediksi” Uceng Bersaing dengan Jan Ethes di 2034 MENURUT Eko Prasetyo, teror telepon kepada Zainal Arifin Mochtar beberapa waktu lalu itu sebenarnya bukan karena pernyataan atau aktivitasnya. Tapi, semata karena telah membuat banyak orang cemburu. “Sudah tampan, saleh, guru besar lagi. Ya, gimana mau nggak diteror,” kata Pendiri Social Movement Institute (SMI) itu saat jadi salah seorang tukang roasting dalam acara “Roasting Zainal, Bukan Guru Besar Biasa” pada Rabu (14/1). Gelaran di Kancane Coffee & Tea Bar, Ngaglik, Sleman, DI Jogjakarta itu merupakan cara kawan-kawan dekat Uceng—sapaan akrab Zainal Arifin Mochtar—merayakan penahbisan fans AC Milan tersebut sebagai guru besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). Roasting merupakan salah satu teknik dlam stand up comedy di mana pe-roasting akan “memblejeti” subjek yang di-roasting. Pengukuhan Uceng sebagai guru besar berlangsung pada
Kamis (15/1). Pakar hukum tata negara itu membawakan pidato berjudul “Konservatisme yang Menguat dan Independensi Lembaga Negara yang Melemah: Mencari Relasi dan Mendedah Jalan Perbaikan.” Tapi, sebelum menyampaikan orasi kritis itu, dia sudah lebih dulu “dikritik.” Eko mempertanyakan kapabilitasnya sebagai guru besar di kampus yang untuk mengeluarkan ijazah saja dipertanyakan. Meski demikian, dia menyebut bahwa Uceng adalah sosok dengan jaringan yang luar biasa. Mulai dari Kapolri, menteri, hingga Jokowi. "Jadi, kalau terjadi kerusakan demokrasi, dia pasti berperan," katanya, disambut tawa oleh para penonton. Puthut EA, sastrawan sekaligus bos Mojok, memilih m e - ro a s t i n g dengan mengajukan sederet pertanyaan dengan pilihan ganda. Uceng harus memilih, tanpa boleh menyertakan argumen. Masalahnya, pertanyaanpertanyaannya “ngeri-ngeri sedap”: memilih jadi menteri atau DPR, Ganjar atau Anies, Prabowo atau Jokowi, hingga
Bahlil atau Pigai. “Pertanyaan-pertanyaan ini berhasil membongkar segalagalanya mengenai niat tersembunyi Mas Uceng,” kata Puthut, yang juga disambut gelak tawa penonton. Tukang roasting lainnya, Denny Indrayana, menyebut Uceng sebagai manusia absurd. Sebab, selain membintangi film “Dirty Vote”, dia juga aktivis, dosen, sekaligus pelari. Ibaratnya, kata Denny, Uceng bisa jadi umat NU, Muhammadiyah, sampai Syiah. Karena keserbabisaan itu, mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia itu menyimpulkan kalau Uceng adalah intel. "Menurut keyakinan saya, dia ini telo. Intel Solo," katanya. Denny bahkan menyebut, Uceng berpeluang dalam gelaran Pilpres 2034 bersama dengan Jan Ethes. Asumsi itu turut dikuatkan oleh Dandhy Dwi Laksono. Dia menyebut, jabatan menteri terlalu kecil bagi Uceng. "Semua sama dia itu dihitung cermat, tidak ada keberuntungan. Banyak masalah
muncul dari UGM, tentu diharapkan ada solusi juga dari UGM," katanya. Selama proses roasting ini, Uceng hanya bisa terima nasib: duduk, diam, sesekali tertawa. Baru pada sesi terakhir dia diberikan waktu untuk membela diri. "Terima kasih, tapi jangan kira terima kasih ini akan mengikis kebengisan saya," kata Uceng. Malang baginya, belum selesai kalimat itu, semua penonton langsung bubar. Lha wong hujan mengguyur dan acara digelar di ruang terbuka. Meski demikian, ditemui selesai acara, Uceng mengaku senang. Dia menyebut, penyampaian kritik lewat roasting justru menarik. Baginya, kegiatan tersebut juga merupakan kritik tersendiri bagi kondisi bangsa. “Pada intinya kuping negara itu tidak boleh terlalu tipis, kritik itu bagian penting dari demokrasi," katanya. Kalau soal yang nyalonnyalon itu, Pak Guru Besar? “Jangan tanyakan saya, tanya yang buat isu," katanya sembari tertawa. (*/ttg)
hujan, rencana besok temanteman supeltas kita tambah dengan kelengkapan jas hujan dan sepatu boot,” jelas dia. Wikha menghimbau, untuk pengunjung wisawatan yang akan berlibur ke Puncak Bogor agar tetap berhati-hati, apalagi saat ini memasuki musim hujan. ”Untuk pengunjung wisatawan, masyarakat yang menggunakan kendaraan, terutama kendaraan roda dua agar berhati-hati. Karena sekarang cuaca cukup hujan terus, cukup deras. Curah hujan cukup tinggi dan durasinya panjang,” pesannya. Kepadatan kendaraan menuju kawasan Puncak juga berdampak pada situasi arus lalu lintas di Kota Bogor. Berdasarkan catatan yang diterima Radar Bogor, hingga pukul 17.00 WIB, sudah lebih dari 21 ribu kendaraan masuk ke Kota Bogor. Secara rinci, 13.487 kendaraan melalui Gate Bogor dan 8.378 kendaraan via Bogor Ring Road (BORR). Pantauan Radar Bogor, kemacetan sudah mulai terjadi pada hari pertama libur panjang Isra Mikraj di Jalan Otista, Jumat (16/1) lalu. Antrean kendaraan mengular hingga Tugu Kujang. Mayoritas didominasi oleh kendaraan beroda empat. Kasatlantas Polresta Bogor Kota, Kompol Yudiono mengamini, dua titik jalan yang biasanya mengalami kemacetan pada momen libur panjang, yakni Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) dan exit Tol Bogor Ring Road (BORR). “Iya di Otista (sering macet), karena
ada keluar masuk di pintu Kebun Raya Bogor (KRB), banyak pengunjung. Titik keluar To BORR juga kami antisipasi yang mau ke arah Jambu Dua. Di depan kan ada lampu merah. Otomatis membuat arus lalu lintas tersendat,” terang Yudiono. Meski begitu, ia menggaransi kemacetan akan mampu diatasi. Personelnya pun sudah disiagakan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas. “Sekitar 60 personel dibantu oleh jajaran Sabara semuanya mungkin bisa sampai 100 orang. Mereka kami tempatkan di titik-titik rawan macet tadi salah satunya,” ujarnya. Yudiono mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan berhatihati. Patuhi rambu lalu lintas dan arahan dari personel yang bertugas. JASA MARGA: 173 RIBU KENDARAAN TINGGALKAN JABOTABEK Jasa Marga mencatat sebanyak 173.913 kendaraan meninggalkan Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabotabek) pada libur panjang akhir pekan ini. Angka itu lebih tinggi 21,1 persen bila dibandingkan dengan lalu lintas normal yang dicatat oleh pengelola jalan tol pelat merah tersebut. Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa angka tersebut merupakan kumulatif
arus lalu lintas (lalin) melalui 4 Gerbang Tol (GT) Utama. Yakni GT Cikupa (arah Merak), GT Ciawi (arah Puncak), GT Cikampek Utama (arah Trans Jawa) dan GT Kalihurip Utama (arah Bandung). Peningkatan volume kendaraan tersebut sudah diprediksi. ”Pada periode H-1 libur Isra Mi’raj 2026, pergerakan lalu lintas masyarakat masih didominasi ke arah Timur (Trans Jawa dan Bandung) sebesar 45,3 persen, diikuti arah Barat (Merak) sebesar 31,5 persen dan arah Selatan (Puncak) sebesar 23,3 persen,” terang Rivan. Secara lebih terperinci, Rivan menyampaikan bahwa kendaraan yang meninggalkan Jabotabek menuju arah Trans Jawa melalui GT Cikampek Utama berjumlah 38.258 kendaraan, arah Bandung melalui GT Kalihurip Utama berjumlah 40.472 kendaraan, serta arah Trans Jawa dan Bandung melalui kedua GT tersebut sebanyak 78.730 kendaraan. Selain itu kendaraan yang mengarah ke Merak melalui GT Cikupa sebesar 54.727 kendaraan dan arah Puncak melalui GT Ciawi sebanyak 40.456 kendaraan. Rivan memastikan, Jasa Marga terus melakukan pemantauan arus lalu lintas dan penempatan petugas pada titik-titik rawan kepadatan di jalan tol favorit. Tujuannya untuk mempercepat penanganan gangguan kendaraan.(cok/bay/abl/c)
Ayah dan Ibu, Pelanggar Hak Anak Terbanyak Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam Laporan Akhir Tahun (LAT) 2025 mencatat, sebanyak 1.508 anggota masyarakat melakukan pengaduan, yang mayoritas disampaikan melalui kanal daring. Dari jumlah tersebut, tercatat adanya 2.031 kasus pelanggaran hak anak dengan jumlah korban 2.063 anak. Sama seperti tahun sebelumnya, korban masih didominasi anak perempuan. Sebanyak 51,5 persen korban merupakan anak perempuan, 47,6 persen anak laki-laki, dan 0,9 persen tidak tercantum jenis kelaminnya. “Angka ini mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya,
sekitar 2-3 persen,” ujar Wakil Ketua KPAI Jasra Putra, dalam konferensi pers di kantor KPAI, Jakarta, Kamis (15/1). Lebih lanjut, dia menyebutkan, dari laporan yang ada, ditemukan hal yang memprihatinkan, yakni lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif menjadi sektor dengan aduan tertinggi. KPAI menemukan bahwa ayah kandung (9 persen) dan ibu kandung (8,2 persen) tercatat sebagai pelaku pelanggaran hak anak tertinggi. Kemudian disusul oleh pihak sekolah dan pelaku lainnya. “Ironisnya, terdapat 66,3 persen kasus di mana identitas pelaku tidak disebutkan,” katanya. Selain itu, berdasarkan jenis pelanggaran, aduan
tertinggi berasal dari lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif. Menurutnya, kondisi ini mencerminkan masih rapuhnya sistem pengasuhan anak di tingkat keluarga. Sementara itu, di sektor pendidikan, KPAI mencatat bahwa kekerasan terhadap anak, termasuk kekerasan seksual, masih terjadi. Ada sekitar 10 persen kasus dilaporkan di tahun lalu. “Lemahnya sistem deteksi dini, pendampingan, serta koordinasi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan memperparah kerentanan anak terhadap risiko kekerasan dan tekanan psikologis,” ujar Komisioner KPAI, Aris Adi L. (mia/ttg)
Ramadan, Tak Ada Lagi Pengungsian terhadap pembangunan hunian bagi para korban bencara di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengungkapkan alasan pemerintah yang tidak ingin melihat para korban bencana masih tinggal di tenda pengungsian saat Ramadan tiba. Salah satunya, karena bulan Ramadan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk beribadah secara maksimal. “Sudah mau bulan Ramadan, nggak mungkin bulan Ramadan rekan-rekan kita masih di pengungsian, itu juga saya tidak mau,” ujar Dody dalam konferensi pers Laporan Penanganan Pascabencana Alam di 3 Provinsi Sumatera, di Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1). Karena itu, ia mendorong percepatan penyelesaian pembangunan rumah hunian bagi warga terdampak bencana. Dody menyebut, pemerintah pusat dan daerah kini bekerja ekstra agar proses pembangunan tidak berlarut-larut. “Itu kemudian, saya benar-benar dorong nih, rumah hunian itu harus segera secepat-cepatnya diselesaikan,” imbuhnya. Tak hanya itu, Dody juga mengungkapkan bahwa Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga telah meminta
Komisaris Utama: Maesa Samola Komisaris: Suhendro Boroma CEO: Nihrawati AS
agar bantuan untuk hunian rusak ringan dan sedang segera dibayarkan. Langkah tersebut dinilai krusial agar masyarakat bisa segera keluar dari tenda pengungsian dan kembali ke tempat tinggal yang lebih layak.“Malah Pak Mendagri juga sudah menyampaikan agar bantuan untuk hunian ringan dan sedang segera dibayar, sehingga bisa keluar dari pengungsian, dari tenda,” ungkapnya. Lebih lanjut, Dody menekankan target pemerintah agar saat Ramadan tiba, tidak ada lagi korban bencana yang tinggal di pengungsian. “Jadi, kita semua bekerja keras agar pada saat Ramadan itu, kalau bisa 0 di tenda (pengungsian),” tegas Dody. Selain hunian, pemerintah juga memperhatikan sarana pendukung ibadah. Dody menyebut pembangunan fasilitas air bersih menjadi prioritas, terutama untuk kebutuhan wudu di masjid dan musala. “Makanya kemudian, banyak sumur-sumur dalam, bukan sumur yang dangkal, karena kita pakai wudhu kan, itu kita kerjakan di musholamushola, di masjid-masjid,” ujarnya. Di akhir pernyataannya, Dody pun menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terdampak bencana sekaligus menegaskan komit men
pemerintah untuk tidak membiarkan para korban terlalu lama hidup di pengungsian. “Sekali lagi saya mohon maaf, tapi bapak-ibu sekalian nggak ada niatan sama sekali untuk berlama-lama,” tekannya. KEBUT PEMBANGUNAN HUNTARA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakselerasi pembangunan hunian sementara (huntara), di 5 kecamatan wilayah Kabupaten Aceh Utara. Untuk tahap awal, total sebanyak 711 unit huntara yang dibangun di 5 kecamatan tersebut. Angka itu sesuai dengan surat keputusan bupati setempat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB Kolonel Infanteri Hery Setiono menyampaikan, pembangunan huntara tahap awal di Aceh Utara dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak bencana yang rumahnya masuk ke dalam kategori rusak berat, hilang, dan hanyut. Setelah divalidasi, ada sebanyak 711 unit huntara yang harus dibangun. ”Adapun rincian pembangunan 711 unit huntara tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Baktiya 215 unit, Baktiya Barat 5 unit, Dewantara 115 unit, Sawang 241 unit, dan
Seunuddon 135 unit,” terang dia dalam keterangan resmi, Jumat (16/1). Hery mencontohkan pembangunan huntara di Kecamatan Seunuddon. Saat ini tengah dibangun 84 unit huntara di Desa Ulee Rubek Timur. Lokasi pembangunan huntara berada di lahan yang dulunya digunakan sebagai merupakan lapangan sepak bola desa. Lahan itu memiliki luas sekitar 14 ribu meter persegi. Di atas lahan itu dibangun 16 kopel huntara yang terdiri atas 5 unit dan 1 kopel 4 unit. ”Setiap unit huntara dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak dengan spesifikasi teras keluarga berukuran 4,8 meter x 3,6 meter, serta kamar mandi berukuran 1,2 meter x 1,2 meter di setiap unit,” jelasnya. Selain itu, huntara tersebut dilengkapi fasilitas sanitasi memadai seperti sumur bor untuk ketersediaan air bersih serta sistem pembuangan limbah sederhana guna menunjang kesehatan lingkungan. Hery menambahkan, setelah pembangunan huntara tahap awal rampung, BNPB bakal kembali melakukan pembaruan validasi data. ”Apabila masih terdapat kebutuhan tambahan, pembangunan huntara dapat ditambahkan sesuai hasil pendataan lanjutan,”kata dia.
Sebagai bentuk keleluasaan untuk warga terdampak selama masa transisi menuju hunian tetap, BNPB juga memberikan pilihan untuk menempati huntara atau tinggal sementara bersama keluarga di rumah kerabat. Bila opsi kedua yang dipilih, maka mereka akan menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp 600 ribu per bulan. Berdasar data yang dihimpun oleh BNPB sampai 15 Januari 2026, dari total 27 kecamatan terdampak di Aceh Utara, sudah berlangsung pembangunan huntara sebanyak 4.404 unit, penyaluran DTH kepada 4.840 kepala keluarga (KK), rencana pembangunan hunian tetap (huntap) insitu sebanyak 4.569 unit dan huntap relokasi 635 unit. Selain itu, total korban bencana banjir bandang yang melanda Sumatera mencapai 1.190 korban meninggal dan 141 orang masih dinyatakan hilang. HUNTARA AGAM DIPANGKAS Rencana pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Agam mengalami penyusutan signifikan. Dari semula direncanakan 550 unit, kini jumlahnya dipangkas menjadi 437 unit. Dilansir dari Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Kepala
Pelaksana BPBD Agam, Rahmad Lasmono menjelaskan, penyesuaian jumlah Huntara dilakukan setelah adanya dinamika di lapangan, termasuk perubahan data penerima dan pilihan warga terdampak. “Dari sembilan titik Huntara di Palembayan, Malalak, Tanjungraya, Ampekkoto, dan Palupuh, jumlah unit disesuaikan menjadi 437 unit,” ujar Rahmad dalam rapat evaluasi tersebut. Menurutnya, tidak semua warga terdampak memilih menempati Huntara. Sebagian lebih memilih skema Dana Tunggu Hunian (DTH), sementara lainnya terkendala persoalan lahan, khususnya bagi calon penerima Huntara yang direncanakan bersifat mandiri. Di Kecamatan Ampekkoto, misalnya, sejumlah calon penerima Huntara mengundurkan diri karena tidak memiliki lahan yang memenuhi syarat. Kondisi ini turut memengaruhi penyesuaian total unit yang dibangun. Meski jumlahnya menyusut, Rahmad menegaskan target pekerjaan fisik Huntara rampung sebelum bulan puasa. "Huntara tetap ditargetkan rampung 17 Januari 2026, dengan rencana serah terima simbolis pada 20 Januari 2026," kata dia. Kepala Dinas Perkim Agam,
Rinaldi, menyebutkan saat ini masih dilakukan uji publik data kerusakan rumah yang nantinya akan ditetapkan melalui SK sebagai dasar pengajuan bantuan ke BNPB dan kementerian terkait. Sementara itu, Tenaga Ahli BNPB Pusat, Brigjen Pol (Purn) Ir. Ary Laksmana Widjaja, mene gaskan seluruh pembangunan pada masa tanggap darurat dan transisi bersifat sementara serta wajib mengacu pada dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Provinsi Sumbar. Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal menegaskan penyusutan Huntara tidak boleh menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat. Iqbal mengingatkan masyarakat yang masuk skema Huntara agar disiapkan dengan baik. "Yang memilih tidak menempati Huntara difasilitasi melalui DTH. Untuk Huntap, bisa relokasi atau mandiri, tapi lahannya harus jelas dan aman,” tegas Iqbal. Ia juga mengingatkan agar keterlibatan NGO, LSM, dan pihak ketiga tetap berada dalam koordinasi pemerintah daerah agar bantuan tidak tumpang tindih. “Yang paling penting, saat Huntara diserahkan, listrik, air bersih, dan kebutuhan dasar lainnya sudah siap,” pungkasnya. (ptr/jpg)
GM Bisnis: Erwin Sofian GM Digital dan Teknologi Informasi (IT): Benny Irawan Pemimpin/Penanggungjawab Redaksi: Ricki Noor Rachman Koordinator Liputan: Dede Supriadi Pemimpin/Penanggungjawab Redaksi Online: Lucky Lukman Nul Hakim Redaktur Pelaksana Online: Yosep Awaludin Redaktur Senior: Andi Ahmadi, Faturahman S Kanday, Muhammad Ridwan, Muh Afandi, Iqbal Muhammad Redaktur: Imam Rahmanto, Pipin Apriani, Alpin, Muhammad Ruri Ariatullah, Rani Puspitasari Sinaga, Reka Faturachman Sekretaris Redaksi: Jean Cloudia Reporter: Arif Al Fajar, Septi Nulawam Harahap, Fikri Rahmat Utama, Muhamad Rifki Fauzan, Abilly Muhamad, Muhammad Ali Fotografer: Sofyansyah, Hendi Novian Redaktur Konten/ Koordinator Medsos: Erika Nur Rizki S Konten Kreatif: Edfyra Amelia, Rissa Aliria Putri Editor Video: Muhammad Alife Shine Muhammad Ardika Gunawan, Ezar Rajaswara, Muhammad Isa Ismatullah Videografer: Abdul Aziz, Muhamad Dzikri Ilman Syabani Pracetak: Zainal Arifin (Koordinator), Nursaid, Sarmadah Umum dan Personalia: Rawin Surwintono, Mia Nelawati (Asist. Manager) Iklan: Untung Bachtiar (Manager) Pemasaran dan Sirkulasi: M Iksan Halil (Manager) Digital Marketing: Recia Debora S Konsultan Hukum: Andi Syarifuddin SH, MH Ombudsman: M. Choirul Shodiq, Rohman Budijanto Penerbit: PT Bogor Ekspres Media. SIUPP: 651/SK/MENPEN/SIUPP/28 Oktober 1998 Percetakan: PT Bogor Media Grafika (Jalan Siliwangi Kav.1/34 Komp. Puslitbang KOSTRAD Desa Cijujung Kandang Roda Bogor Telp: 0251 8655965) Alamat: Graha Pena Radar Bogor, Jl KHR Abdullah Bin Muh Nuh No 30 Taman Yasmin Bogor 16113. Telepon Redaksi: 0251-7544005 (hunting), Fax:251-7544008. Telepon Iklan: 0251-7544001-002, Fax: 0251-7544009. Telepon Pemasaran: 0251-7544003. Perwakilan Jakarta: Gedung Graha Pena, Jl Kebayoran Lama 12 Jakarta Selatan, Telepon/Fax: 021-53699624. Homepage: http//www.radarbogor.id Email: redaksi@ radar-bogor.com. Wartawan Radar Bogor dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.
Wartawan Radar Bogor dibekali dengan kartu pers yang selalu dikenakan selama bertugas.
sabtu
Sengkarut Dapur SPPG
17 januari 2026 28 rajab 1447 H
Uji Coba Formasi Baru Enam Bulan Gagal, Rotasi Lagi! Wali Kota Depok, Supian Suri, kembali melakukan perombakan pada jajaran strategis Pemkot Depok. Supain melantik dan mengambil sumpah jabatan 136 ASN dalam jabatan pimpinan tinggi pratama, jabatan administrator, jabatan pengawas dan jabatan fungsional pada Kamis (15/1).
DILANTIK: Wali Kota Depok, Supian Suri melantik 136 ASN dalam jabatan pimpinan tinggi pratama, jabatan administrator, jabatan pengawas dan jabatan fungsionaldi Aula Teratai Lantai 1 gedung Balai Kota Depok, Kamis (15/1).
UJI COBA..Baca Hal 6
Halte Tol Desari Akan Dibangun
MODA TRANSPORTASI: Bus Transjakarta D41 jurusan Sawangan-Lebak Bulus saat berhenti di Terminal Sawangan.
DEPOK–Kabar gembira bagi para komuter di Sawangan Kota Depok. Pemkot Depok bakal membangun halte bus bagi para komuter yang setiap hari menggunakan Transjakarta rute Sawangan-Lebak Bulus.
HALTE..Baca Hal 6
(ILUSTRASI)
Maling Motor Diciduk Korbannya
Wanita Muda Ditemukan Tak Bernyawa
DEPOK–Dua maling motor di Kota Depok berinisial JWA dan D ditangkap oleh pemilik motor yang mereka curi. Informasi yang dihimpun Radar Bogor, penangkapan maling motor itu berawal saat korban kehilangan motor pada 10 Januari 2026.
DEPOK–Seorang wanita muda ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Jalan Jati Mulya RT 004 RW 006, Kelurahan Pangkalan Jati, Kecamatan Cinere, Kota Depok. Kapolsek Cinere, Kompol Chairul Saleh memaparkan, korban wanita muda berinisial IP (23) kelahiran Sulawesi Selatan, ditemukan warga sudah tidak bernyawa, Kamis (15/1).
MALING..Baca Hal 6
WANITA MUDA..Baca Hal 6
KECELAKAAN: Tangkapan layar @infodepok truk mundur dan menabrak mobil di Tanjakan Yapan.
Tak Kuat Menanjak, Truk Tabrak Fortuner BERI KETERANGAN: Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi memberikan keterangan kepada awak media.
DEPOK–Kecelakan lalu lintas kembali terjadi di Tanjakan Yapan, Sawangan Kota Depok, Kamis (15/1). Peristiwa tersebut terekam kamera dan viral di media sosial. Dalam video yang dilihat Radar Bogor truk berwarna merah nampak berhenti
di tengah Tanjakan Yapan. Tepat di belakangnya mobil Fortuner berwarna putih nampak ringsek pada bagian depan. Dalam video lainya juga terlihat kemacetan panjang akibat kecelakaan di Tanjakan Yapan itu.
Dikonfirmasi, Kanit Lantas Polsek Bojongsari, Iptu Suwardi membenarkan kecelakaan truk tersebut. ”Truk pengangkut material bangunan tidak kuat menanjak, mundur
TAK KUAT..Baca Hal 6
Hasil dari pemeriksaan dari Dokter Jaga UPT tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga meninggal dunia karena penyakit,” Kompol Chairul Saleh Kapolsek Cinere
AGLOMERASI
6
RADAR BOGOR TV
RADAR BOGOR I SABTU, 17 JANUARI 2026 I 28 RAJAB 1447 H
RADAR_BOGOR
RADAR BOGOR
Sengkarut Dapur SPPG SUKABUMI–Kebijakan pemerataan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan Badan Gizi Nasional (BGN) menuai polemik di Kota Sukabumi. Sejumlah pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menilai kebijakan tersebut dijalankan terburu-buru, minim konsolidasi, dan terkesan mengabaikan kondisi faktual kemitraan yang selama ini berjalan kondusif. Polemik itu, mencuat dalam forum konsolidasi pengelola SPPG bersama Koordinator Wilayah SPPG Kota Sukabumi yang digelar di SMKN 1 Kota Sukabumi. Pengelola SPPG Warnasari, Ricky Zulius, mengatakan kebijakan pemerataan justru memicu ketidakpastian di lapangan. Terlebih, kemitraan antara SPPG Warnasari dengan SMKN 1 Kota Sukabumi telah berjalan lebih dari tujuh bulan tanpa satu pun persoalan. “Selama tujuh bulan kami kondusif, tidak ada masalah, pelayanan aman, dan tidak pernah terjadi kejadian apa pun. Namun tiba-tiba muncul kebijakan pemerataan yang meminta kami melepas sekolah tanpa konsolidasi menyeluruh dengan mitra dan pihak seko-
SUKABUMI lah,” kata Ricky kepada Radar Sukabumi, Jumat (16/1). Menurutnya, pihak SMKN 1 Kota Sukabumi telah mengirimkan surat penolakan resmi terkait rencana pemindahan suplai dapur. Penolakan tersebut memiliki dasar kuat, mulai dari hubungan kerja sama yang sudah stabil, tidak adanya masalah selama pelayanan, hingga faktor jarak dapur yang dinilai ideal. “Jarak dapur kami ke sekolah hanya 2,7 kilometer. Ini sangat penting untuk menjaga kesegaran makanan. Kami juga sudah melalui proses panjang untuk membangun kepercayaan sekolah, tidak instan,” ujarnya. Ricky menilai, kebijakan pemerataan yang dijalankan saat ini cenderung sepihak. Ia menyebut dapur pengganti yang ditunjuk belum dikenal portofolionya oleh pihak sekolah, sehingga wajar jika muncul penolakan. “Men-treatment sekolah itu tidak mudah. Ada tahapan evaluasi dapur, menu, kebersihan, hingga pelayanan. Tidak bisa asal tunjuk lalu pindah. Sekolah berhak memperta-
nyakan kualitas dapur baru yang belum mereka kenal,” celotehnya. Jika rencana pemindahan tetap dilaksanakan, SPPG Warnasari terancam kehilangan sekitar 2.000 penerima manfaat dari total 3.000 yang selama ini dilayani. “Ini bukan soal rugi atau tidak. Ini soal kualitas layanan, keamanan penerima manfaat, dan keberlangsungan program. Melayani 2.000 penerima manfaat itu tidak mudah,” tegasnya. Menanggapi hal itu, Koordinator Wilayah SPPG Kota Sukabumi, Septo Suharyanto menjelaskan, kebijakan pemerataan berlandaskan Surat Edaran Kepala BGN Nomor 3 Tahun 2025 tertanggal 11 Agustus 2025 serta Surat Keputusan Kepala BGN Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Tahun Anggaran 2026 yang diterbitkan pada 29 Desember 2025. “Inti kebijakan tersebut adalah sinkronisasi data penerima manfaat antar-SPPG di setiap kecamatan dengan asas pemerataan, melalui koordinasi antara ketua kelompok SPPG kecamatan dengan camat, danramil, serta kapolsek,” timpalnya.(bam)
DIALOG: Dialog antara para pengunjuk rasa dengan Diskumdagin Cianjur saat berlangsung aksi unjuk rasa.
(IST)
Pengelolaan Retribusi Sesuai Aturan CIANJUR–Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagin) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, memastikan pengelolaan pasar dilaksanakan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Karena itu, pengelolaan pasar yang salah satunya menyangkut retribusi, dilaksanakan secara transparan, akuntabel, profesional, dan berkeadilan.
CIANJUR Hal itu disampaikan Kepala Bidang Perdagangan Diskumdagin, Ivan Feriadi Rahman, didampingi Sekretaris Diskumdagin Kabupaten Cianjur Wahyu Ginanjar serta para Kepala dan Kasubbag UPTD pasar, Jumat (16/1). Penjelasan ini juga sebagai bentuk jawaban terhadap aksi
unjuk rasa massa Jaringan Intelektual Muda (JIM) yang menuntut transparansi retribusi pasar ke kantor Diskumdagin pada Kamis (15/1). Ivan memandang perlu adanya penjelasan secara detail agar tidak terjadi misinformasi di kalangan masyarakat terhadap pengelolaan pasar, terutama soal retribusi. ”Perlu kami sampaikan, adanya tuduhan terjadinya dugaan
retribusi pasar yang tidak disetorkan ke kas daerah, tidak memiliki dasar,” tegas Ivan diamini Wahyu. Ivan menyebut, pada 2025 realisasi penerimaan retribusi pelayanan pasar tercatat mencapai 102% atau melampaui target yang ditetapkan. Atas capaian itu, sebutnya, Diskumdagin Kabupaten Cianjur mendapat 2 penghargaan dari Bupati Cianjur.(nag)
an wajib belajar 13 tahun dengan memperkuat layanan PAUD, TK, dan RA di seluruh Kota Depok. “Target-target ini sudah diturunkan dalam perjanjian kinerja. Dalam enam bulan akan terlihat apakah kinerjanya maksimal atau perlu pertimbangan lain,” tegas Supian. Lebih lanjut, untuk memastikan seluruh target berjalan selaras, Wali Kota menekankan pentingnya pengaturan lintas sektor. Dukungan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta peran Sekretaris Daerah (Sekda) menjadi kunci dalam membangun kerja tim yang
solid dan evaluasi berkelanjutan. Supian juga mengakui adanya tantangan fiskal yang tidak ringan, terutama akibat pengurangan dana transfer daerah. Di sisi lain, harapan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur tetap tinggi dan membutuhkan alokasi anggaran yang besar. “Kondisi ini mengharuskan adanya penye uaian dan pengurangan pada beberapa anggaran perangkat daerah. Namun, prioritas kebutuhan Kota Depok, terutama infrastruktur, tetap menjadi fokus utama,” pungkasnya.(faj/c)
UPDATE DEPOK
Uji Coba Formasi Baru Sejumlah nama pejabat strategis seperti Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Abdul Rahman dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok Citra Indah Yulianty, tak luput dari perombakan. Pelantikan yang digelar di Aula Teratai Lantai 1 Gedung Balai Kota Depok dan menjadi momen penting penyegaran birokrasi di awal 2026. Supian mengatakan, rotasi
ini merupakan bagian dari penyegaran. Ia memberikan apresiasi kepada para pejabat yang sebelumnya mengemban amanah jabatan. Ia menegaskan bahwa dedikasi ASN tidak hanya berdampak pada roda pemerintahan, tetapi juga langsung dirasakan masyarakat. “Terima kasih yang sebesarbesarnya atas pengabdian dan kerja keras selama menjalankan tugas pada jabatan sebelumnya,” ujar Supian. Menurut Supian, kontribusi para pejabat yang dilantik
memiliki peran strategis dalam men dukung percepatan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik di Kota Depok. Pelantikan ini mencakup sejumlah posisi vital, mulai dari kepala dinas, kepala badan, camat, kepala bidang, kepala seksi, pengawas, dan lurah. Ia menekankan, rotasi dan promosi jabatan dilakukan berdasarkan kebutuhan organisasi dan kompetensi. “Dedikasi yang telah diberikan tidak hanya bermanfaat bagi Pemerintah Kota Depok, tetapi
Tak Kuat Menanjak, Truk Tabrak Fortuner dan menabrak mobil Toyota Fortuner yang ada di belakangnya,” katanya kepada Radar Bogor. Akibat kecelakaan tersebut arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan panjang. Ang-
gota pun sudah di lokasi kejadian dan melakukan pengaturan Lalu Lintas. ”Tim Laka Lantas Polres Metro Depok bersama mobil derek sudah berjalan menuju ke lokasi kejadian,” katanya. ”Mengantisipasi dalam mengurai kemacetan anggota kami disiagakan untuk penga-
turan sampai lalu lintas dapat kembali normal alias lancar,” tukasnya. Untuk diketahui, kecelakaan lalu lintas di Tanjakan Yapan, Sawangan sering terjadi. Kondisi jalan menanjak kerap membuat truk yang melintas tak kuat menanjak.(faj/c)
Maling Motor Diciduk Korbannya Kemudian korban mencoba mencari informasi keberadaan kendaraan miliknya yang hilang dicuri oleh kedua maling motor itu di media sosial Facebook. Di sana, korban melihat motor miliknya dipasarkan oleh pelaku. Korban, kemudian berpura-pura untuk membeli motor tersebut. Kemudian korban dan pelaku janjian. Korban langsung menangkap pelaku. Peristiwa penangkapan maling motor oleh
korbannya itu terekam kamera ponsel dan viral di media sosial. Nampak dalam video tersebut, pelaku dibawa korban dan sempat mendapat bogem mentah dari warga sekitar. Warga dan korban kemudian melapor ke polisi dan tak lama polisi datang menjemput pelaku. Dibawa ke Mapolsek Pancoran mas. Dikonfirmasi, Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi membenarkan peristiwa penangkapan maling motor oleh korbannya tersebut.
Ia mengatakan, pelaku ditangkap di Jalan Pala Bali RT 02 RW 06, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. ”Reskrim dan Tim Opsnal Mengecek ke TKP dan mengamankan pelaku yang sudah diamankan warga,” katanya kepada Radar Bogor, Jumat (16/1) kemarin. Sementara itu, Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Hartono menambahkan, pelaku kini sudah diamankan di Mapolsek Pancoran Mmas. ”Adapun korban saat ini tengah membuat laporan,” tukasnya.(faj/c)
Halte Tol Desari Akan Dibangun Hal itu disampaikan Wali Kota Depok, Supian Suri saat turun langsung meninjau ke Sawangan. Ia mengatakan, Pemkot Depok memastikan akan membangun halte di kawasan Pintu Tol Desari. Supian menyebut pengelola Tol Desari telah menyetujui pengaturan ulang manuver bus agar lebih dekat dengan halte yang akan dibangun. Dukungan juga datang dari Polres Metro Depok. Pos polisi di sekitar lokasi disebut akan dimundurkan untuk memberikan ruang pembangunan halte. “Alhamdulillah, pos polisi
akan dimundurkan sehingga memungkinkan pembangunan halte di lokasi ini,” kata Supian. Selain pembangunan fisik halte, Pemkot Depok juga akan melengkapi fasilitas dengan mesin validator pembayaran non-tunai. Nantinya, penumpang dapat melakukan tap kartu uang elektronik langsung di halte sebelum naik bus. “Kami siapkan mesin validator pembayaran non-tunai,” jelasnya. Saat ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok telah berkoordinasi dengan pihak TransJakarta atau TransJabodetabek untuk melakukan survei teknis. Survei tersebut akan menen-
tukan jenis halte yang dibangun, menyesuaikan jumlah dan kepadatan penumpang. ”Apakah nanti halte besar atau hanya bus stop, itu menunggu hasil survei dari pihak operator berdasarkan jumlah penumpang,” jelasnya. Terkait waktu pelaksanaan, Supian menegaskan pembangunan harus dimulai pada tahun ini. Jika halte permanen belum bisa selesai dalam waktu dekat, Pemkot akan menyiapkan fasilitas sementara Kalau pun pembangunan permanen belum selesai, kami siapkan dulu manuver bus, landasan sementara, bahkan tenda. Intinya layanan harus segera dimaksimalkan,” tukasnya.(faj/c)
juga bagi masyarakat luas,” ucapnya. Supian menegaskan bahwa pejabat yang baru dilantik tidak hanya diberi jabatan, tetapi juga target yang jelas dan terukur. Evaluasi kinerja akan dilakukan dalam waktu enam bulan ke depan melalui perjanjian kinerja masing-masing perangkat daerah. Salah satu dinas yang mendapat perhatian khusus adalah Dinas Perumahan dan Permukiman (Rumkin), yang memikul tanggung jawab besar terkait pembebasan lahan. “Target utamanya adalah penyelesaian pembebasan Jalan Abdul Wahab, menyusul
progres Jalan Pemuda dan Engram yang telah lebih dulu ditangani,” ujarnya. Selain itu, proyek strategis seperti under pass Citayam juga menjadi fokus, terutama dalam hal pembebasan lahan yang kerap menjadi tantangan utama pembangunan infrastruktur. Di sektor lain, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) masih memiliki pekerjaan rumah besar, termasuk pembangunan dan peningkatan kualitas Jalan Engram dan Jalan Pemuda. Sementara itu, Dinas Pendidikan (Disdik) ditargetkan untuk mengoptimalkan kebijak-
Wanita Muda Ditemukan Tak Bernyawa Korban pertama kali ditemukan tetangganya bernama Siti. Dari keterangan saksi, korban si wanita muda, sebelumnya sempat memanggil dirinya untuk datang ke rumahnya. ”Setelah Siti masuk melihat korban posisi duduk di lantai teras,” katanya kepada Radar Bogor. Tidak lama setelah kejadian, lanjut Chairul, korban dalam kondisi lemas. Lalu langsung
tergeletak di lantai. Mengetahui korban sudah tidak berdaya saksi Siti mencari pertolongan warga. Namun saat dievakuasi korban sudah tidak tertolong atau meninggal dunia. Sementara itu untuk penyebab kematian korban, dari hasil dari keterangan keluarga korban diketahui memiliki sakit paru-paru. ”Hasil keterangan paman korban mengidap sakit paruparu. Hal ini diperkuat sete-
lah hasil pemeriksaan pada dokter di RS Husada,” paparnya. Adapun dari pemeriksaan Tim Identifikasi Inafis Polres Metro Depok pimpinan Ipda Hendro, serta dokter jaga UPT Cinere yang memeriksa jasad korban, tidak ditemukan tandatanda mencurigakan. ”Hasil dari pemeriksaan dari Dokter Jaga UPT tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga meninggal dunia karena
penyakit,” tuturnya. Jasad wanita muda itu kemudian dibawa oleh keluarganya untuk dimakamkan di tanah kelahirannya daerah Toraja Sulawesi Selatan. Pihak keluarga sudah menerima kejadian ini sebagai suatu musibah dengan membuat surat pernyataan tidak akan menuntut pihak keluarga korban disaksikan oleh Ketua RT setempat dan Bhabinkamtibmas setempat,” tukasnya. (faj/b)
7
PENDIDIKAN
RADAR BOGOR TV
RADAR BOGOR I SABTU, 17 JANUARI 2026 I 28 RAJAB 1447 H
RADAR_BOGOR
RADAR BOGOR
HARUS PRIORITAS: Tampak kondisi ruang-ruang kelas salah satu sekolah di Kabupaten Bogor yang mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan tahun ini.
FOTO: BILY/RADAR BOGOR
11.992 Ruang Kelas Rusak SDN Ciasmara 05 Pamijahan Diperbaiki Tahun Ini CIBINONG–Sebanyak 11.992 ruang kelas di sekolah - sekolah milik pemerintah alami kerusakan. Demikian dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Sarana Prasarana (Sarpras) Disdik Kabupaten Bogor, Yanto Pradipta. Dia mengatakan, dalam pendataan ruang kelas sekolah rusak tersebut, pihaknya menggunakan data pokok pendidikan (Dapodik) yang dirilis kementerian. Namun demikian, selain data dapodik, kata dia, Disdik juga memiliki data Penta Dinas Pendidikan. Dalam data Penta Disdik
Kabupaten Bogor, kerusakan ruang kelas sekolah dibagi tiga kategori yakni terdapat rusak ringan, sedang hingga berat. ”Kalo berdasarkan data dapodik jumlah sekolah update per hari ini, rusak ringan 3.608 ruang kelas, rusak sedang 1.831 kelas, dan rusak berat 1.502 ruang dari 1.536 sekolah,” kata Yanto, Jumat (16/01). Yanto menyebut, data yang dimiliki Kemendikdasmen sering kali tidak sesuai dengan kondisi rill di lapangan. Sebagai contoh kerusakan yang terjadi di SDN Ciasmara 05 dengan kondisi rusak, namun di data dapodik tidak berstatus rusak. Sehingga, kata dia, data dari Kabupaten Bogor hingga saat ini yang mengalami kerusakan mencapai 11.992 ruang kelas. ”Jadi itu adalah data ruang kelas secara
keseluruhan, baik yang ringan, sedang maupun rusak parah se-Kabupaten Bogor,” jelas dia. Yanto bilang, untuk prioritas perbaikan ruang kelas tersebut ditargetkan lebih dulu ruang kelas kategori rusak sedang hingga berat. ”Rusak sedang dan berat. Kalo ringan bisa menggunakan Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) 20 persen,” tutup Yanto. Sementara itu, kondisi SDN 05 Ciasmara yang rusak dan viral di media sosial, Yanto Pradipta mengaku langsung mengecek dan mengkajinya. ”Kita sudah meninjau ke lokasi dan memang benar kalau ada empat ruang kelas yang rusak sedang,” kata dia, Kamis (15/01). Dalam perbaikan ruang kelas itu, kata dia, semoga rehabilitasi dapat dilakukan
melalui APBD perubahan tahun 2026. Terlebih, anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp550 juta. ”Tahun ini kita perencanaan, semoga memungkinkan di anggaran perubahan tahun ini dan kita kaji kalau anggaran untuk rehabilitasi empat ruang kelas SDN Ciasmara 05 itu Rp550 juta seharusnya, tetapi kita akan lihat lagi di APBD tahun ini,” jelas dia. Kendati begitu, kata dia, untuk kegiatan proses belajar mengajar di SDN tersebut masih tetap berjalan. Meskipun kegiatan kadang terganggu apabila hujan tiba. ”Kita upayakan agar tahun ini mendapatkan perbaikan, supaya para siswa di SDN Ciasmara 05 dapat aman, lancar dan nyaman melaksanakan proses kegiatan belajar mengajar,” pungkas dia. (abl/c)
IPB Pelopori Pengembangan Padi Gogo Nasional
FOTO STAI AL HIDAYAH
KONTRIBUSI: Tim PKM foto dengan perwakilan Institut Agama Islam Al-Hidayah Bogor memberikan pelatihan hafalan Al Qur’an dengan metode Tikrar bagi guru dan orang tua murid di Sekolah Inklusi Terpadu Tahfidz Al-Wildan, Cibitung.
STAI Al-Hidayah Latih Guru Metode Tikrar BOGOR–Institut Agama Islam Al-Hidayah Bogor menggelar pelatihan hafalan Al Qur’an Tikrar bagi guru dan orang tua murid di Sekolah Inklusi Terpadu Tahfidz Al-Wildan, Cibitung. Kegiatan tersebut berlangsung mulai dari 5 hingga 20 November 2025. Perwakilan tim PKM, Rumba Triana menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari Program Penguatan Kapasitas Kognitif Anak Berkebutuhan Khusus dengan Metode Hafalan Tikrar. ”Tujuannya meningkatkan efektivitas pembelajaran tahfidz Al Qur’an bagi siswa berkebutuhan khusus melalui pendekatan pengulangan terstruktur dan ramah anak,” jelasnya. Selain pelatihan, tim juga menyerahkan
bantuan media pembelajaran digital untuk menunjang hafalan, berupa satu unit Hafiz Q dan satu unit Qur’an Pen. Media ini dinilai sangat membantu karena mengandalkan pendekatan audio-visual yang sesuai dengan karakter belajar anak berkebutuhan khusus. ”Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan orang tua dalam menciptakan pembelajaran Al Qur’an, yang inklusif dan berkelanjutan,” jelasnya. Ke depan, program serupa direncanakan dikembangkan dalam bentuk pendampingan lanjutan agar dampak pembelajaran dapat dirasakan secara lebih optimal oleh para siswa.(fat)
BOGOR–Fakultas Pertanian IPB University memelopori pengembangan dan penerapan padi gogo sebagai strategi utama dalam memperkuat sistem pangan nasional. Sepanjang 2025, sistem padi gogo dikembangkan Fakultas Pertanian IPB University di berbagai wilayah Indonesia, antara lain Pati, Gunungkidul, Bogor, Murung Raya, dan Berau. Pengembangan padi gogo dilakukan melalui penerapan teknologi terpadu yang mencakup penggunaan varietas unggul IPB 9G, pemanfaatan mikroba untuk toleransi tanaman terhadap kekeringan serta hama dan penyakit, pengaturan kegiatan budi daya dengan automatic weather
station (AWS) serta optimasi pemupukan. Dari hasil penerapan lapangan, produktivitas padi gogo tercatat bervariasi pada kisaran 3,5 hingga 5 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Dekan Fakultas Pertanian IPB University, Prof Suryo Wiyono, menegaskan bahwa padi gogo memiliki peran strategis di tengah iklim yang semakin kering. “Sistem padi gogo merupakan strategi utama untuk meningkatkan ketahanan pangan. Teknologinya tersedia, lahan ada, dan ke depannya Indonesia akan lebih kering. Sampai saat ini, padi gogo diperkirakan baru menyumbang sekitar 5 persen dari total
produksi padi nasional, sehingga perlu hingga 15 persen,” ujar Prof Suryo. Ia menambahkan, Fakultas Pertanian IPB University akan terus memimpin pengembangan padi gogo melalui berbagai program diseminasi teknologi dan kajian sosial ekonomi. “Dengan demikian, ke depan padi gogo dapat menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan beras nasional,” tambahnya. Dampak penerapan teknologi ini juga dirasakan langsung petani. Sudargo (45 thn), petani padi gogo di Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati, menyampaikan bahwa pendampingan teknologi telah membawa perubahan nyata. (*/pia)
IUQI Masuk Satu Dekade BOGOR– Institut Ummul Quro Al Islami (IUQI) Bogor menapaki usia satu dekade dengan penuh rasa syukur dan kebanggaan. Mengusung tema ”1 Dekade Berhidmat, Energi Baru, Sinergi Baru, IUQI Maju”, rangkaian acara pembukaan Harlah IUQI berlangsung khidmat, meriah, dan sarat makna. Pembukaan Harlah diawali dengan arakarakan civitas pimpinan kampus yang terdiri dari Dekanat, Wakil Rektor, dan Rektor IUQI. Rombongan bergerak dari Gedung B dan Gedung C, diiringi lantunan semangat dari Marching Band PM UQI, serta disambut meriah mahasiswa yang berjajar di sepanjang jalan. Suasana ini menjadi simbol kebersamaan, kekuatan sinergi, dan dukungan penuh seluruh civitas akademika terhadap perjalanan IUQI selama sepuluh tahun. Acara dilanjutkan dengan penampilan angklung yang membawakan sholawat oleh PM UQI Putri. Angklung dipilih bukan
RAYAKAN: Civitas pimpinan kampus IUQI memukul rebana tanda rangkaian acara permbukaan Harlah IUQI satu dekade dimulai dengan arak-arakan meriah, dan sarat makna.
tanpa makna. Alat musik tradisional ini melambangkan harmoni, kebersamaan, dan kekompakan, karena hanya dapat menghasilkan keindahan ketika setiap nada dimainkan secara selaras. Nilai inilah yang sejalan dengan semangat IUQI bertumbuh bersama dalam perbedaan,
namun tetap satu tujuan dalam pengabdian. Nuansa budaya semakin terasa dengan tarian tradisional yang dipersembahkan UKM Tari IUQI. Tarian ini menjadi wujud pelestarian budaya sekaligus representasi keindahan dan kekayaan nilai lokal yang terus dijaga oleh kampus.(*pem)
Terbantu Kebiasaan Latihan Public Speaking, Berprestasi Sejak SMP Pelajar Kota Bogor kembali menorehkan prestasi di ajang nasional. Dia adalah Alf Farrassayu Shannyn, siswi SMA Nuraida Islamic Boarding School, yang menjuarai kompetisi antar siswa SMA sederajat Gen Halal Championship 2025 LPPOM. Laporan: PIPIN APRIANI ALF FARRASSAYU Shannyn mengaku tak pernah menyangka bisa terpilih sebagai juara pertama. Apalagi, awalnya wawasan dia tentang ‘Halal’ masih minim sebelum ikut mendaftar kompetisi nasional tersebut. Pasalnya informasi pendaftaran lomba pun, didapatkannya dari guru di sekolahnya.
“Alhamdulillah ternyata ada guru saya yang nawarin dan mempercayai saya buat ikut lomba Gen Halal Championship 2025 ini,” jelas Alf Farrassayu Shannyn. Tak hanya itu, keberhasilannya juga berkat pengalaman Shannyn, sapaannya, mempelajari ilmu public speaking saat duduk di bangku SMP Nuraida Islamic Boarding School (IBS), termasuk memanfaatkan waktu liburan semester satu dengan belajar. “Karena waktu mempelajari tentang regulasi halal di Indonesia ini memang hanya saat liburan, jadi benar-benar harus dimaksimalkan peluangnya,” ujar gadis berkacamata ini. Saat ini Shannyn duduk di bangku kelas 10 dan sejak SMP sudah mengantongi beberapa sertifikat prestasi. Dia pun terbiasa melatih public speaking, mulai dari presentasi, kegiatan OSIS dan perlombaan pidato. “Jadi waktu SMA ini saya lebih nyaman buat ngembangin potensi diri lebih baik lagi, salah
FOTO LPPOM FOR RADAR BOGOR
PEMENANG: Juara pertama Gen Halal Championship 2025, Alf Farassayu Shannyn (kiri) tertawa Bahagia bersama rekannya, yang menjadi juara kedua, Rahmi Fitriyah dari Jakarta.
satunya dengan cara aktif ikut perlombaan. Begitupun saat presentasi, sebagai penilaian akhir dari kompetisi halal ini, saya bisa
manfaatin pengalaman itu,” beber anak pasangan Wahyuni dan Lukman Fajar tersebut. Tidak hanya hadiah, Shannyn mengaku
mendapat banyak hal dengan mengikuti Gen Halal Championship 2025. “Saya jadi tau, gimana sih regulasi sertifikasi halal di Indonesia, terus bagaimana tahapannya, apa saja persyaratannya, sampai hukumhukum Islam yang terkandung di Fatwa MUI pun saya bisa belajar banyak. Selain itu, pasti nya juga dapet pengalaman yang seruu banget, dan temen-temen dari seluruh Indonesia, yang akhirnya bisa nambah relasi dan peluang kolaborasi,” terang dia. Ia juga mengaku bersyukur dan berterima kasih atas doa orangtua, keluarga, temanteman, guru-guru dan orang terdekat lainnya. “Alhamdulillah punya orang tua yang sangat mendukung anaknya untuk menjadi lebih baik. Mamah saya sangat suportif sama apa yang dilakukan anaknya buat ngejar prestasi. Papah saya, sangat mendukung apapun yang saya butuhkan untuk memenuhi cita-cita nya,” tukas Shannyn. (pia)
RADAR BOGOR I SABTU, 17 JANUARI 2026 I 28 RAJAB 1447 H I HALAMAN 8
RADAR BOGOR TV
RADAR_BOGOR
RADAR BOGOR
Lelang Hotel Asrama Haji dan Umrah Dimulai CIBINONG–Dinas Perumahan Kawasan dan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor menyatakan pembangunan Hotel Asrama Haji di Masjid Raya Nurul Wathon akan segera dilelangkan di Januari 2026. Kepala DPKP Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto mengatakan bahwa pembangunan Asrama Hotel Haji akan segera dilelangkan pada Januari 2026. ” Rencana bulan Januari ini kita sudah proses,” kata Eko, Kamis (15/01). Eko menyebut, hotel asrama haji dan umrah bakal dibangun setinggi 13 lantai dengan kapasitas 204 kamar dan diharapkan dibangun Februari mendatang. ”Mudah-mudahan awal tahun juga bisa dilakukan pembangunan. Pembangunan seharusnya Februari sudah mulai dilaksanakan sebanyak 204 kamar, kurang lebih sekitar 13 lantai,” jelas dia. Begitupun, kata Eko, seluruh dokumen pada perencanaan telah melalui proses peninjauan. Dengan begitu, kata dia, tinggal melelang dan membangun hotel tersebut. ”Udah, sekarang kita fix-kan berapa yang harus kita bangun, hotel, berapa lantainya, sekarang sedang kita finalkan,” pungkas Eko. (abl/c)
FOTO: SOFIANSYAH/RADAR BOGOR
MASIH BERLANJUT: Tampak miniatur kakbah yang dibangun di depan Masjid Nurul Wathon, akan melengkapi Pembangunan asrama haji dan umroh yang mulai dilelang bulan ini.
Pemkab Finalisasi Desain Flyover Cileungsi BOGOR– Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) memastikan rencana penataan Flyover Cileungsi terus dimatangkan. Meski akan diperbaiki menyerupai Flyover Cibinong, konsep penataan Flyover Cileungsi dipastikan memiliki perbedaan dan disesuaikan dengan karakter kawasan setempat. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto, mengatakan bahwa Flyover Cileungsi ke depan akan ditata secara menyeluruh, namun tidak meniru secara persis konsep Flyover Cibinong. “Flyover Cileungsi nanti ke depan akan kita perbaiki kurang lebih seperti Flyover Cibinong, tapi konsepnya beda. Sekarang ini masih kita finalkan desain fiksnya,” ujarnya kepada Radar Bogor, Jumat (16/1). Ia menjelaskan, perbedaan konsep tersebut disesuaikan dengan kondisi eksisting di sekitar flyover. Di kawasan tersebut terdapat taman dan sejumlah ruang yang juga akan ikut ditata agar menyatu dengan kawasan flyover. “Makanya sekarang masih kita desain yang benar-benar final supaya nanti tidak ada perubahan lagi,” jelasnya. Terkait waktu pelaksanaan pembangunan, Eko menyebut pihaknya menargetkan penataan Flyover Cileungsi dapat direalisasikan pada tahun 2026. Namun, saat ini DPKP masih menyesuaikan kesiapan anggaran. “Target detailnya belum, kita lagi finalkan mana saja yang diprioritaskan untuk segera dilakukan pekerjaan awal,” ungkapnya. Menariknya, Eko juga merespons positif usulan penyediaan fasilitas skatepark di kawasan taman Flyover Cileungsi. Menurutnya, fasilitas tersebut memungkinkan untuk diwujudkan sebagai bagian dari ruang aktivitas warga, khususnya anak muda. “Bisa, nanti kita wujudkan. Kita lihat ke depan. Mudah-mudahan Januari dan Februari ini semua perencanaan bisa kita finalkan, sehingga di bulan Maret sudah bisa bergerak semua kegiatan pembangunan,” Eko berharap dengan penataan tersebut, Flyover Cileungsi diharapkan tidak lagi menjadi kawasan kumuh, melainkan berubah menjadi ruang publik yang tertata, nyaman, dan ramah bagi masyarakat. (Cr1/c)
ALI/RADAR BOGOR
DIPERCANTIK: Kondisi fly over Cileungsi yang sudah dibersihkan akan kembali ditata seperti fly over di Cibinong.
Belasan Rumah Rawan Longsor CIAWI– Belasan rumah di Kampung Cipaok, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, terancam longsor. Selain karena cuaca ekstrem, wilayah tersebut didominasi tebing perbukitan yang berpotensi membahayakan warga setempat. Kasi Kesejahteraan Sosial Pemerintah Desa Cileungsi, Entis mengatakan, setidaknya ada dua wilayah RT di Kampung Cipaok yang masuk kategori rawan longsor. ”Dari pendataan, ada 15 unit rumah warga yang benar-benar rawan longsor. Karena didominasi tebing perbukitan,” ungkapnya, Kamis (15/1). Pihaknya pun bersama BPBD dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor telah meninjau titik-titik rawan longsor. Meski struktur tanah tergolong kuat, posisi rumah yang berada di tebing tetap terhitung berisiko.
Terlebih, longsor juga beberapa kali terjadi di wilayah Kampung Cipaok sebelumnya. ”Kami sempat mengajukan agar direlokasi ke tempat yang lebih aman, namun usulan itu ditolak warga rumah,” terang Entis. Menurut dia, warga yang menolak memiliki alasan kuat, sehingga pihaknya tidak bisa memaksa agar dilakukan relokasi. Meski demikian, Pemdes Cileungsi bersama instansi terkait tetap mengimbau warga yang tinggal di kawasan rawan longsor agar tetap waspada. Beberapa warga bahkan sadar untuk mengungsi sementara saat hujan deras dalam waktu lama. Hal itu dilakukan untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. ”Kami juga meminta tokoh masyarakat di sana untuk aktif jika terjadi kondisi yang darurat,” tandasnya. (cok/b)
CURAM: Aparat Pemdes Cileungsi dan BPBD menyisir titik-titik lokasi rawan longsor di Kampung Cipaok, Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor.
Pabrik di Gunung Putri Terbakar BOGOR–Kebakaran melanda pabrik PT Phytochemindo Reksa yang berlokasi di Jalan Mercedes Benz, Kampung Cicadas RT 03 RW 05, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jumat (16/1). Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 09.28 WIB dari seorang warga bernama Heru, yang juga merupakan anggota Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) Kabupaten Bogor. “Pelapor melihat kepulan asap tebal karena rumahnya berdekatan dengan lokasi kejadian, kemudian
langsung menghubungi Damkar Sektor Gunung Putri,” ujar Yudi kepada Radar Bogor, Jumat (16/1). Yudi menjelaskan, objek yang terbakar merupakan pabrik PT Phytochemindo Reksa. Hingga saat ini, sumber api maupun penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang. Berdasarkan kronologis awal, asap diduga berasal dari ruang laboratorium yang baru saja selesai digunakan untuk proses produksi. Namun demikian, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan. “Setelah menerima laporan, komandan regu langsung meme-
rintahkan pemberangkatan delapan personel pemadam dan dua personel penyelamatan dengan tiga unit armada pemadam serta satu unit rescue,” jelasnya. Proses pemadaman turut dibantu unit pemadam dari Sektor Cileungsi, Babakan Madang, Kota Bogor serta satu unit rescue Kabupaten Bogor. Petugas tiba di lokasi kejadian pada pukul 10.11 WIB dan langsung melakukan pengecekan titik api serta pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sepenuhnya. Sementara itu, Wakil Komandan Regu Sektor Gunung Putri, Lukman Habib, menyampaikan bahwa objek
Pekan Ini, BPJS Ketenagakerjaan Umumkan Pemenang JMO Lucky Login CIBINONG– BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor Cileungsi akan mengumumkan pemenang peserta event JMO Lucky Login. Sebagai informasi, BPJS ketenagakerjaan Cabang Bogor Cileungsi menggelar event JMO lucky login pada November hingga akhir Desember 2025. Event ini untuk memberikan kesempatan dan hadiah kepada perusahaan dan tenaga kerja. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor Cileungsi, Andi Widya
Laksana mengatakan bahwa pihaknya telah mengundi peserta pada Januari 2026 event racing JMO. ”Jadi BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor Cileungsi telah melakukan undian pada awal Januari 2026 untuk event racing JMO, yang diadakan dari pertengahan November sampai Desember,” kata Andi, Kamis (14/01). Dalam event ini, Andi menyebut, diikuti sebanyak 300 peserta dan dimenangkan oleh 26 orang. ”Peme-
nang total ada 26 orang,” jelas dia. Pengundian pemenang ini akan diumumkan pada Senin (19/01), yang akan langsung diberitahukan kepada HRD perusahan dan tenaga kerja. ”Pengumuman pemenang nanti akan disampaikan kepada HRD perusahaan dan apabila pemenang tenaga kerja akan dihubungi BPJS Ketenagakerjaan untuk mengambil ke kantor BPJS Ketenagakerjaan,” terang dia.
Andi berharap, dengan event tersebut para peserta bisa lebih sadar terhadap program BPJS Ketenagakerjaan yang bisa diakses melalui aplikasi Jamsostek Mobile (JMO). Di dalam aplikasi JMO ini, peserta selain bisa mengecek saldo juga banyak promo menarik yang bisa dimanfaatkan tenaga kerja yang masih aktif. ”Kemudian di dalam itu, tenaga kerja sebenarnya bisa memanfaatkan layanan tambahan berupa kredit
perumahan dan bisa mengajukan diri untuk mendapatkannya di aplikasi JMO,” papar dia. Kemudian, kata dia, bagi yang ingin memperluas literasi digital untuk layanan BPJS Ketenagakerjaan ini, peserta akan lebih puas terlayani melalui sistem digitalisasi,” tutupnya. (abl/c)
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bogor Cileungsi, Andi Widya Laksana
yang terbakar merupakan ruang produksi obat. Proses pemadaman sempat mengalami kendala akibat akses ruang yang terbatas serta banyaknya tumpukan obat dan kardus di dalam ruangan. “Petugas sempat kesulitan karena kepulan asap cukup tebal, sehingga harus menggunakan alat bantu SCBA untuk masuk ke dalam ruangan dan melakukan pemadaman,” ungkap dia. Saat ini, kondisi di lokasi kejadian telah dinyatakan aman dan dilakukan proses pendinginan. Beruntung, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa kebakaran tersebut. (Cr1/b)
9
OLAHRAGA
RADAR BOGOR TV
RADAR BOGOR I SABTU, 17 JANUARI 2026 I 28 RAJAB 1447 H
RADAR_BOGOR
RADAR BOGOR
MICHAEL CARRICK
MANCHESTER UNITED VS MANCHESTER CITY
Debut (Kedua) Carrick! Dominasi Galaxy Stars di Kejurkot 2026 BOGOR–Kejuaraan Kota (Kejurkot) Bogor Seri 1 Tahun 2026 yang digelar di GOR Pajajaran menjadi panggung pembuktian bagi Galaxy Stars Basketball (GSB). Klub basket ini tampil dominan dengan menyabet tiga gelar juara dari empat kategori umur yang dipertandingkan. Galaxy Stars Basketball berhasil meraih gelar champion pada KU 12 Putri, KU 12 Putra, dan KU 16 Putri, sementara tim KU 16 Putra juga menunjukkan performa kompetitif dengan finis di peringkat ketiga. Ketua Galaxy Stars Basketball, Rd Iman Firmansyah, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menyebut hasil ini sebagai buah dari kerja keras seluruh elemen tim, mulai dari atlet hingga manajemen. “Syukur Alhamdulillah atas pencapaian Kejurkot Bogor Seri 1 2026. Dari empat kategori umur yang dipertandingkan, Galaxy Stars mampu meraih tiga gelar juara dan satu peringkat ketiga. Ini tentu menjadi kebanggaan bersama,” ujar Iman. Meski meraih hasil gemilang, Iman menegaskan bahwa Galaxy Stars tidak ingin cepat berpuas diri. Menurutnya, para atlet yang berlaga merupakan pemain usia pembinaan dengan target dan perjalanan prestasi yang masih panjang. “Kami tidak boleh berpuas diri. Anak-anak ini masih dalam tahap pembinaan, sehingga harus terus meng-upgrade kemampuan. Apalagi jika melihat pertandingan kemarin, klub-klub lain juga sudah menunjukkan progres dan peningkatan yang sangat baik,” tegasnya. Lebih lanjut, Iman menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan Galaxy Stars Basketball. “Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para atlet, orang tua, pelatih, manajer, serta seluruh manajemen yang telah memberikan dukungan dan dedikasi terbaik. Semoga ke depan Galaxy Stars bisa terus menorehkan prestasi, tidak hanya di level daerah, tetapi juga nasional hingga internasional,” pungkasnya.(rur)
MANCHESTER–Manchester United akan menghadapi Manchester City pada pekan ke-22 Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Sabtu (17/1) malam ini (live Vidio pukul 19.30 WIB). Laga ini akan menjadi debut pelatih Michael Carrick di bangku cadangan Setan Merah. Usai ia resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala anyar Manchester United, menggantikan Ruben Amorim yang dipecat pada 5 Januari lalu. Tapi, Carrick harus bekerja keras dan bisa membuktikan diri karena debutnya menjadi pelatih Manchester United adalah menjalani per tandingan Derby Manchester. Laga pekan ini tidak dapat dibantah akan menjadi sorotan tajam bagi tuan rumah. Setelah memecat Amorim, Darren Fletcher ditunjuk sebagai pelatih sementara. Hanya memimpin tim di dua pertandingan, Fletcher gagal memberikan kemenangan dan bahkan United tersingkir di Piala FA. Carrick kemudian ditunjuk sebagai nakhoda tetap bagi Bruno Fernandes dan kawankawan. Eks gelandang Man United tersebut harus diakui bukan nama besar di dunia kepelatihan. Belum ada gelar juara yang ia raih dan ia juga gagal membawa Middlesbrough yang ia latih pada 2022-2025 promosi ke EPL. Catatan terbaiknya hanya berupa gelar EFL Championship Manager of the Month di bulan Maret 2023. Selama menangani Middles-
brough, Carrick memimpin anak asuhnya di 136 pertandingan dengan hasil 63 kemenangan, 24 seri, dan 49 kekalahan. Artinya rasio kemenangan Carrick saat itu adalah 46 persen. Tapi, Carrick punya catatan lumayan bagus ketika ditunjuk sebagai pelatih sementara United pada musim 2021-22. Kala itu United baru saja mendepak Ole Gunnar Solskjær dan Carrick ditunjuk sebagai pengganti. Hanya memimpin United dalam tiga laga, Carrick meraih hasil dua kemenangan atas Villarreal (Liga Champions) dan Arsenal (EPL) serta satu hasil imbang melawan Chelsea (EPL). “Saya tahu bahwa semuanya adalah tentang hasil. Semoga kami bisa memainkan sepak bola yang menarik dan positif. Saya ingin menikmati para pemain bermain dan hasilnya tentu akan keluar dengan sendirinya,” kata Carrick di laman resmi klub. Tapi bagaimanapun juga, Manchester City bisa menjadi debut yang tidak mengenakkan bagi Carrick. Tim asuhan Pep Guardiola dalam kondisi wajib menang di pertandingan ini agar tidak semakin ditinggal Arsenal dalam perebutan gelar juara Liga Inggris. City saat ini memang ada di peringkat kedua dengan 43 poin. Masalahnya adalah mereka tertinggal enam poin dari Arsenal di posisi teratas. Arsenal pun di pekan ini berpeluang menang ketika bertandang ke markas Nottingham Forest.(trt)
PREDIKSI SUSUNAN PEMAIN MAN UNITED (4-2-3-1 Senne Lammens; Diogo Dalot, Ayden Heaven, Lisandro Martínez, Patrick Dorgu; Casemiro, Manuel Ugarte; Bruno Fernandes, Matheus Cunha, Bryan Mbeumo; Benjamin Šeško. Pelatih: Michael Carrick MANC CITY (4-2-3-1) Gianluigi Donnarumma; Matheus Nunes, Abdukodir Khusanov, Nathan Aké, Nico O’Reilly; Rodri, Tijjani Reijnders; Bernardo Silva, Rayan Cherki, Phil Foden; Erling Haaland. Pelatih: Pep Guardiola
5 PERTEMUAN TERAKHIR 14-09-2025 ManCity vs Man United 3-0 (Premier League) 06-04-2025 Man United vs Man City 0-0 (Premier League) 15-12-2024 Man Cityvs Man United 1-2 (Premier League) 10-08-2024 Manchester City vs Manchester United 1-1, adu penalti 7-6 (Community Shield) 25-05-2024 Manchester City vs Manchester United 1-2 (FA Cup)
SATU GRUP: Pertemuan antara Timnas Indonesia melawan Vietnam pada Piala AFF 2024 lalu. Kedua tim kembali berjumpa pada gelaran Piala AFF 2026 ini.
Ketemu Vietnam Lagi JAKARTA–Timnas Indonesia berada di Grup A Piala AFF 2026 bersama Vietnam, Singapura, Kamboja, dan tim pemenang playoff usai drawing di Jakarta, Kamis (15/1). Hasil drawing Piala AFF 2026 telah menempatkan skuad asuhan John Herdman di Grup A. Sedangkan di Grup B ada lima negara lainnya yaitu Thailand, Malaysia, Filipina, Myanmar, dan Laos. Dua negara lain yaitu Brunei dan Timor Leste akan bertemu di babak playoff. Untuk menjadi juara Piala AFF 2026, Indonesia tentunya lebih dulu harus lolos dari babak grup. Tantangannya tidak akan mudah karena ada Vietnam yang berstatus sebagai juara bertahan. Selain itu Singapura dan Kamboja tentu juga bertekad meraih hasil terbaik di turnamen ini. Secara head to head, Indonesia punya hasil yang tidak terbilang buruk melawan tim-tim tersebut. Terutama saat melawan Kamboja, Brunei, dan Timor Leste, skuad Garuda punya catatan 100 persen kemenangan di ajang Piala AFF. Dengan Kamboja, Indonesia selalu menang dalam enam pertemuan di Piala AFF. Pertemuan terakhir dengan Kamboja terjadi di Grup A Piala AFF 2022 saat Indonesia menang 2-1 melalui gol Egy
Maulana Vikri dan Witan Sulaeman. Piala AFF 2022 juga menjadi momentum satu-satunya pertemuan Indonesia dengan Brunei di turnamen ini. Kala itu Indonesia menang 7-0 melalui gol Syahrian Abimanyu, Dendy Sulistyawan, Egy, Ilija Spasojevi, Ramadhan Sananta, Marc Klok, dan Yakob Sayuri. Sedangkan satu-satunya pertemuan Indonesia melawan Timor Leste terjadi di Grup B Piala AFF 2018. Skuad asuhan pelatih Bima Sakti saat itu menang 3-1 lewat gol-gol dari Alfath Fathier, Stefano Lilipaly, dan Beto Gonçalves. Pertemuan seimbang terjadi antara Indonesia dan Vietnam. Dua negara tersebut pernah bertemu 13 kali di Piala AFF. Masing-masing meraih tiga kemenangan dan ada tujuh laga yang berakhir imbang. Terakhir kali bertemu, Vietnam mengalahkan Indonesia 1-0 di Piala AFF 2024 melalui gol Nguyn Quang Hi. Tapi saat itu tim asuhan pelatih Shin Tae-yong diperkuat oleh para pemain U22, kecuali Asnawi Mangkualam. Sementara itu melawan Singapura, Indonesia harus mengakui kalau mereka kalah head to head. Indonesia pernah bertemu Singapura 11 kali di Piala AFF. Hasilnya Indonesia menang tiga kali, Singapura menang lima kali, dan ada tiga hasil imbang tercipta.(*)
Samakan Persepsi Hadapi Porprov Jabar
HUMAS PDBI KOTA BOGOR)
SILATURAHMI: Pertemuan antara pengurus Pengkot PDBI Bogor bersama para atlet drum band serta orang tua di Balai Rakyat Komplek DPRD Kota Bogor, Jumat (16/1).
BOGOR–Pengurus Kota Persatuan Drum Band Indonesia (Pengkot PDBI) Bogor mengumpulkan para atlet dan orang tua mereka dalam pertemuan dengan penguins, di Balai Rakyat komplek DPRD Kota Bogor, Jumat (16/1) sore. Tujuannya menyamakan persepsi dan visi misi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Dimana untuk cabang olahraga (cabor) drum band, Kota Bogor bertindak sebagai tuan rumah. Ketua PDBI Kota Bogor, Mochamad Zenal Mutaqin mengatakan, pertemuan ini bertujuan sebagai silaturahmi antara pengurus dengan para atlet beserta orang tua mereka. Sebab, ia ingin
mengenal dan mendengar masukan terkait pembinaan prestasi drum band ke depannya. “Saya sekaligus memperkenalkan diri karena memang baru menjabat sebagai ketua PDBI Kota Bogor,” ujarnya. Sekedar diketahui, Zenal terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) pada16 November 2025 lalu. Pasalnya, Denny Mulyadi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua PDBI Kota Bogor. Hal ini disebabkan kesibukannya yang luar biasa padat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor. Sementara Manajer Drum Band Kota Bogor, Laniasari menuturkan, surat
keputusan (SK) nomor 01/043/PDBI. JABAR/XII/2025 tentang Susunan Personalia Pengurus Kota Luar Biasa Pengkot PDBI Bogor Masa Bakti 20232027 telah dikeluarkan Pengurus Provinsi (Pemgprov) PDBI Jabar pada 6 Januari lalu. Hal ini yang mendorong pertemuan untuk silaturahmi agar saling mengenal satu sama lain. “Tentunya kami berharap bisa mendapatkan saran dan masukan dari para atlet maupun orangtua terhadap pembinaan cabor drum band,” ujarnya. Lania-sapaan karibnya-menegaskan kerjasama dan komitmen antas pengurus dengan para atlet maupun orang tua sangat penting.(rur)
METROPOLIS
10
RADAR BOGOR TV
RADAR BOGOR I SABTU, 17 JANUARI 2026 I 28 RAJAB 1447 H
RADAR_BOGOR
Okupansi Penumpang Kereta Api Meningkat BOGOR-Libur panjang peringatan Isra Mikraj diprediksi meningkatkan mobilitas masyarakat. Perjalanan kereta api jarak jauh diperkirakan ramai selama periode 15 hingga 18 Januari 2026. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta telah melakukan berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi potensi lonjakan penumpang. Sebanyak 158.959 tempat duduk disiapkan selama periode tersebut, dengan rata-rata ketersediaan sekitar 39 ribu kursi per hari. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan pihaknya mengoperasikan 77 perjalanan kereta api jarak jauh setiap hari. Rinciannya, 34 perjalanan diberangkatkan dari Stasiun Pasar Senen dan 34 perjalanan dari Stasiun Gambir. Selain itu, sembilan perjalanan kereta api tambahan juga dioperasikan dari Stasiun Gambir. “Pada 15 Januari tingkat okupansi tercatat mencapai 79 persen, kemudian 58 persen pada 16 Januari. Sementara untuk 17 dan 18 Januari masih berada di kisaran 30 persen, sehingga masyarakat masih memiliki banyak pilihan jadwal perjalanan,” ujar Franoto. Ia menambahkan, sejumlah kota menjadi tujuan favorit pelanggan selama libur panjang Isra Mikraj. Yogyakarta tercatat sebagai destinasi paling diminati dengan sekitar 18 ribu pelanggan. Disusul Semarang
sekitar 6 ribu pelanggan, Surabaya dan Bandung masing-masing sekitar 5 ribu pelanggan, serta Purwokerto dengan kurang lebih 4 ribu pelanggan. Selama masa libur panjang, KAI juga mengoptimalkan kesiapan petugas layanan, baik di stasiun maupun di atas rangkaian kereta. Selain itu, kebersihan sarana, kesiapan fasilitas pelanggan, serta keandalan operasional menjadi perhatian utama. “Kami tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan. On time performance perjalanan kereta api kami jaga tetap optimal di atas 99 persen,” jelas Franoto. Mengingat potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, Franoto mengimbau pelanggan untuk memperhitungkan waktu keberangkatan menuju stasiun agar tidak tertinggal kereta. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memanfaatkan layanan boarding gate berbasis face recognition yang tersedia di sejumlah stasiun. Layanan ini memungkinkan proses naik kereta lebih cepat tanpa perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas. “Kami mengajak masyarakat untuk segera merencanakan perjalanan dan melakukan pemesanan tiket. Hingga saat ini, pada periode 15 hingga 17 Januari 2026 masih tersedia sekitar 85 ribu tempat duduk,” pungkasnya. (bay/c)
RADAR BOGOR
EVAKUASI: Personel BPBD Kota Bogor mengevakuasi pohon tumbang di Kelurahan Tegallega akibat cuaca ekstrem.
(BPBD FOR RADAR BOGOR)
Pohon Tumbang Tutup Jalan BOGOR-Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bogor kembali memicu sejumlah kejadian darurat. Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang di Kecamatan Bogor Tengah serta atap rumah warga ambruk di Kecamatan Tanah Sareal, Kamis– Jumat (15–16/1). Salah satu peristiwa terjadi di Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Jumat (16/1). Seba tang pohon bungur setinggi sekitar 10 meter tumbang dan sempat me nu tup akses Jalan Prof Andrihakim Nasution. Akibat kejadian tersebut, seorang warga dilaporkan mengalami luka-luka. Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, menga-
takan laporan pohon tumbang diterima pada pukul 13.27 WIB. Petugas BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan. “Pohon jenis bungur dengan tinggi kurang lebih 10 meter dan diameter sekitar 30 sentimeter. Kondisi batangnya memang sudah rapuh dan dipicu cuaca ekstrem,” ujar Dimas. Selain menutup badan jalan, dahan pohon juga menimpa gerobak milik pedagang di sekitar lokasi. Seorang warga yang diketahui merupakan petugas keamanan di salah satu kafe setempat mengalami luka di bagian lengan saat berusaha menghindari pohon yang tumbang. “Korban langsung mendapatkan penanganan medis dari Tim Tagana Kota
Bogor,” kata Dimas. Petugas BPBD bersama TRC-PB kemudian melakukan evakuasi dan pemangkasan pohon. Saat ini, akses jalan di lokasi kejadian telah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan. Sehari sebelumnya, cuaca ekstrem juga menyebabkan atap rumah warga di Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, ambruk pada Kamis (15/1) pagi. Laporan kejadian diterima BPBD sekitar pukul 07.30 WIB. Dimas menjelaskan, selain hujan yang terus mengguyur wilayah tersebut, kondisi atap rumah yang sudah lapuk turut menjadi penyebab ambruknya bangunan, khususnya di bagian dapur. “Rumah tersebut dihuni oleh satu kepala keluarga dengan lima
orang anggota. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini,” ungkapnya. Sebagai langkah penanganan awal, BPBD Kota Bogor telah melakukan asesmen dan memberikan bantuan terpal kepada warga terdampak karena menjadi kebutuhan mendesak. Dimas mengimbau seluruh masyarakat Kota Bogor untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi. “Cuaca saat ini ekstrem dan sulit diprediksi. Kami mengimbau warga agar menghindari aktivitas di bawah pohon besar, selalu waspada, dan mengutamakan keselamatan,” pungkasnya. (bay/c)
Tren Angka Pernikahan Terus Menurun Sambungan dari Hal 12
Pada 2018, jumlah pernikahan nasional masih berada di angka 2.016.171. Angka tersebut kemudian menurun menjadi 1.968.978 pada 2019. Penurunan berlanjut pada 2020 dengan 1.780.346 pernikahan, dan terus merosot hingga 1.577.255 pada 2023. Data terakhir BPS mencatat, pada 2024 jumlah
pernikahan di Indonesia hanya mencapai 1.478.302. Tren serupa juga terjadi di Kota Bogor. Berdasarkan data BPS Jawa Barat, angka pernikahan di Kota Bogor menunjukkan penurunan dalam enam tahun terakhir. Pada 2019, jumlah pernikahan tercatat sebanyak 7.466 peristiwa. Angka tersebut menurun menjadi 6.918 pada 2020, lalu 6.869 pada 2021, dan
6.387 pada 2022. Penurunan kembali terjadi pada 2023 dengan 5.917 pernikahan, dan semakin merosot pada 2024 yang hanya mencatat 5.296 peristiwa pernikahan. Menanggapi fenomena tersebut, Staf Ahli Bidang Penguatan Ketahanan Pangan Keluarga TP PKK Pusat, Yane Ardian, menilai turunnya angka pernikahan bukan
semata-mata disebabkan faktor biaya. Menurut Yane, ada banyak pertimbangan yang kini dihadapi generasi muda sebelum memutuskan untuk menikah, mulai dari kesiapan mental, ekonomi, hingga tanggung jawab jangka panjang dalam membangun rumah tangga. “Penurunan angka pernikahan ini bukan hanya soal mahal
atau tidaknya biaya menikah. Ada banyak pertimbangan yang harus diambil seseorang sebelum memutuskan menikah,” ujarnya. Selain itu, Yane juga menyoroti faktor trauma primer dan sekunder yang turut memengaruhi keputusan seseorang untuk menikah. Trauma tersebut dapat berasal dari pengalaman pribadi maupun
dari lingkungan sekitar. “Pengalaman pahit seseorang, ditambah maraknya pemberitaan di media sosial tentang perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga, membuat banyak orang merasa takut untuk menikah,” jelas lulusan Program Doktor Ilmu Keluarga IPB University itu. Tak hanya itu, Yane menilai fenomena kohabitasi atau
hidup bersama tanpa ikatan pernikahan juga turut berkontribusi terhadap menurunnya angka pernikahan di masyarakat. “Fenomena kohabitasi yang semakin diterima di sebagian kalangan juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan untuk menunda atau bahkan tidak menikah,” pungkasnya. (fat/bay/c)
Diprotes, Kafe Diduga Jual Miras Disegel Sambungan dari Hal 12
Puluhan warga dari berbagai kalangan menggelar aksi un juk rasa di depan kafe tersebut, Kamis (15/1). Aksi dilakukan sebagai bentuk protes atas dugaan pelanggaran izin usaha yang dila-
kukan pengelola kafe. Perwakilan warga Kelurahan Katulampa, Firdaus Chaerul, menyatakan kekecewaan masyarakat karena merasa dibohongi. Pasalnya, izin awal yang dikantongi kafe tersebut disebut hanya untuk usaha restoran atau kuliner.
“Izinnya restoran atau kuliner, tetapi di lapangan terbukti menjual minuman beralkohol. Bukan hanya golongan A, bahkan diduga sampai golongan B dan C,” ujar Firdaus. Firdaus menjelaskan, dugaan penjualan miras tersebut telah melalui proses penelusuran
Lantip Siap Luncurkan Gerakan Bogor Melihat untuk Lansia Sambungan dari Hal 12
Pertemuan itu bukan sekadar ajang silaturahmi. Di balik meja audiensi, Lantip membawa gagasan besar, yakni memastikan para lansia di Kota Bogor tetap bisa melihat dunia dengan jelas, agar tetap mandiri dan bermartabat. Melalui program bertajuk Gerakan Bogor Melihat, Lantip menyiapkan pembagian kacamata gratis bagi warga lanjut usia. Program ini direncanakan mulai berjalan pada awal 2026, dengan wilayah Bogor Timur sebagai titik awal pelaksanaan. Sekretaris Lantip Kota Bogor, Jajang, mengatakan audiensi tersebut menjadi langkah awal memperkenalkan kepengurusan sekaligus menyampaikan arah gerak organisasi selama setahun ke depan. “Pertemuan ini masih tahap perkenalan. Tapi kami juga
menyampaikan program terdekat, yakni pembagian kacamata gratis untuk lansia Kota Bogor,” ujar Jajang. Bagi Lantip, persoalan penglihatan bukan sekadar urusan medis. Mata yang mulai kabur sering kali menjadi penghalang bagi lansia untuk tetap produktif membaca, beribadah, hingga beraktivitas sehari-hari. Dari sanalah Gerakan Bogor Melihat dirancang. Saat ini, sekitar 600 kacamata telah disiapkan. Untuk Bogor Timur, Lantip menargetkan 300 hingga 400 lansia sebagai penerima manfaat. Jika jumlah tersebut tidak terpenuhi, distribusi akan dialihkan ke kecamatan lain di Kota Bogor. Program ini menyasar lansia berusia 60 tahun ke atas yang mengalami gangguan penglihatan. Tidak ada syarat khusus terkait tingkat minus atau kondisi mata. Seluruh peserta akan melalui proses
pendataan, screening, hingga pemeriksaan langsung oleh tim. “Setelah diperiksa, kacamata akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing lansia. Jadi bukan asal bagi,” jelas Jajang. Tak berhenti di audiensi, Lantip berencana melanjutkan koordinasi internal serta turun langsung ke wilayah. Pendamping lansia di setiap kecamatan akan dilibatkan agar program berjalan tepat sasaran. Bagi Jajang dan jajaran Lantip, Gerakan Bogor Melihat bukan hanya tentang membagikan kacamata. Lebih dari itu, ini adalah upaya menjaga kualitas hidup lansia agar tetap aktif, peduli, dan berdaya guna di tengah masyarakat. “Kami ingin lansia tetap merasa dihargai dan mampu menjalani hari-harinya secara mandiri,” pungkasnya. (*)
yang cukup panjang. Informasi awal diperoleh dari aduan masyarakat sekitar, kemudian dilakukan pengecekan secara langsung. “Salah satu warga sempat membeli minuman di kafe ini. Selain itu, di media sosial Instagram kafe juga terlihat menjajakan minuman beralkohol,” ungkapnya. Atas temuan tersebut, warga RW 01 berinisiatif membuat petisi penolakan. Hasilnya, seluruh warga menyatakan sikap menolak keberadaan kafe tersebut. “Warga di sini sepakat 100
persen menolak, dibuktikan dengan adanya petisi dari masyarakat,” tegas Firdaus. Ia berharap pemerintah dapat lebih selektif dalam memetakan zona perizinan usaha, khususnya restoran atau kafe. Menurutnya, wilayah Katulampa merupakan kawasan dengan mayoritas warga religius. “Ini wilayah religius. Di sekitar sini ada masjid jami dan pondok pesantren. Seharusnya jika sejak awal diketahui akan menjual miras, izinnya tidak diberikan,” katanya. Sementara itu, Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah
(Gakperda) Satpol PP Kota Bogor, Asep Setia Permana, mengatakan penyegelan kafe tersebut bersifat sementara guna menjaga kondusivitas. “Penyegelan ini sementara, sambil menunggu pembuktian dan klarifikasi apakah benar di lokasi ini terdapat penjualan minuman beralkohol golongan B dan C atau tidak,” jelas Asep. Asep menuturkan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan awal, termasuk mengecek daftar menu yang disajikan kafe tersebut. “Dari daftar menu yang kami periksa, hanya tercantum
minuman beralkohol golongan A. Sementara yang dikeluhkan warga adalah golongan B dan C, dan itu belum kami temukan,” ujarnya. Ia juga menjelaskan bahwa kafe tersebut belum beroperasi penuh dan baru dalam tahap uji coba atau grand opening. Meski demikian, proses penyelidikan tetap akan dilanjutkan. “SKL sudah ada, namun untuk memastikan, penyidik Satpol PP akan memanggil pengelola untuk dimintai keterangan sekaligus memeriksa seluruh perizinan yang dimiliki,” pungkasnya. (bay/c)
Belasan Pejabat Baru Resmi Dilantik Sambungan dari Hal 12
Erna Nuraena yang sebelumnya menjabat Sekretaris Dinas Kesehatan, kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor. Sementara itu, posisi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bogor kini dijabat oleh Lia Kania Dewi. Ia sebelumnya bertugas sebagai Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Bogor. Adapun jabatan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dipercayakan kepada Hidayatulloh, yang sebelumnya menjabat Wakil Direktur RSUD Kota Bogor. Selain pejabat eselon II, rotasi
dan promosi juga terjadi pada level Administrator. Salah satunya, Harry Cahyadi resmi dilantik sebagai Camat Bogor Selatan. Ia naik jabatan dari posisi sebelumnya sebagai Sekretaris Kecamatan Bogor Selatan. Harry menggantikan Irman Khaerudin yang kini dirotasi menjadi Inspektur Pembantu I pada Inspektorat Daerah Kota Bogor. Jabatan Inspektur Pembantu I sebelumnya diemban oleh Gunadi, yang kini bergeser menduduki posisi Wakil Direktur Keuangan dan Umum RSUD Kota Bogor. Tak hanya itu, sejumlah jabatan Sekretaris Dinas (Sekdis) juga mengalami pengisian melalui mekanisme promosi dan rotasi. Pada
kesempatan yang sama, Pemkot Bogor turut melantik jajaran Dewan Pendidikan Kota Bogor. Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyampaikan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi jabatan merupakan hal yang lazim dalam birokrasi pemerintahan sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi. Ia menegaskan, para pejabat yang baru dilantik harus mampu menunjukkan kinerja terbaik serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Hari ini ada 12 pejabat yang dilantik, di antaranya Kepala BKAD, Kepala Kesbangpol, dan Kepala Dinas Kesehatan. Selebihnya merupakan Sekretaris Dinas dan jabatan
lainnya,” ujar Dedie. Meski demikian, Dedie mengakui masih terdapat beberapa jabatan yang hingga kini belum terisi. Hal tersebut disebabkan karena prosesnya masih berjalan di tingkat pemerintah pusat. Menurutnya, mekanisme tersebut merupakan bagian dari penerapan merit system, di mana pengisian jabatan dilakukan berdasarkan penilaian objektif terhadap prestasi, kompetensi, dan rekam jejak kinerja. “Dengan sistem ini, kami mengetahui latar belakang, prestasi, serta kinerja pejabat yang dipilih. Ini merupakan hal yang lumrah dalam tata kelola pemerintahan,” pungkasnya. (uma/c)
dengan catatan dan track record yang baik,” katanya. Ia menambahkan, kriteria tersebut penting mengingat Perumda Tirta Pakuan selama ini diklaim sebagai salah satu perusahaan air minum terbaik di Indonesia. Karena itu, proses seleksi direksi dilakukan secara ketat dan berlapis. Setelah tahap pendaftaran, peserta akan menjalani seleksi
administrasi, psikotes, pemaparan makalah (paper), hingga Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Dedie memastikan dirinya tidak akan melakukan intervensi dalam proses tersebut. “Nanti setelah semua proses dilalui baru dilaporkan ke saya. Sepenuhnya saya serahkan kepada panitia seleksi. Itu mekanisme yang harus dijalankan,” pungkasnya.(bay/c)
Kursi Dirops Paling Diminati Sambungan dari Hal 12
Panitia Seleksi (Pansel) mencatat, total sebanyak 34 peserta telah mendaftarkan diri sejak pembukaan hingga penutupan pendaftaran pada Rabu (14/1/2026) pukul 23.59 WIB. Dari tiga jabatan yang dibuka, posisi Direktur Operasional (Dirops) menjadi yang paling diminati. Sebanyak 16 peserta
tercatat mendaftar untuk kursi tersebut. Sementara itu, jabatan Direktur Administrasi diikuti 11 peserta, dan Direktur Pelayanan Bisnis diminati 7 peserta. “Direktur Pelayanan Bisnis ada tujuh orang, Direktur Administrasi 11 orang, dan Direktur Operasional paling banyak, 16 orang,” ujar Ketua Pansel, Hanafi, kepada Radar Bogor. Hanafi menegaskan banyaknya
pendaftar justru menjadi sinyal positif. Menurutnya, hal tersebut membuka peluang lebih besar bagi Pansel untuk mendapatkan figur terbaik. Ia juga memastikan seluruh tahapan seleksi akan dilaksanakan secara objektif dan profesional. “Tidak ada masalah dengan jumlah pendaftar yang banyak, justru semakin bagus. Namun tentu masih ada tahapan seleksi
administrasi. Kami pastikan prosesnya netral dan transparan,” tegasnya. Apresiasi serupa disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie Rachim. Ia menilai tingginya animo peserta mencerminkan masih kuatnya minat publik untuk terlibat dalam pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). “Alhamdulillah, artinya yang mengikuti seleksi direksi PDAM
cukup banyak. Antusiasme masyarakat masih tinggi,” ujar Dedie kepada awak media, Kamis (15/1). Dedie menegaskan, calon direksi yang terpilih nantinya harus memiliki pengalaman, kompetensi, serta rekam jejak yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. “Kami akan memilih orang-orang yang memang mampu berprestasi,
KOMUNITAS
11
RADAR BOGOR I SABTU, 17 JANUARI 2026 I 28 RAJAB 1447 H
RADAR BOGOR TV
RADAR_BOGOR
RADAR BOGOR
SEMANGATI: Dirut Perumda BPR Bank Kota Bogor Tommy Indra Gunawan menyerahkan cinderamata kepada Wali Kota Bogor Dedie A Rachim yang menyemangati dalam rencana bisnis bank milik BUMD tersebut.
PERUMDA BPR Bank Kota Bogor mengadakan kegiatan Kick Off Meeting Rencana Bisnis Tahun 2026 yang diselenggarakan di eL Hotel Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat. Kegiatan yang dihadiri jajaran Dewan Pengawas, Direksi, staf, dan manajemen Perumda BPR Bank Kota Bogor ini dihadiri pula perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, yakni Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Bogor. Direktur Utama Perumda BPR Bank Kota Bogor, Tommy Indra Gunawan, menyam-
paikan bahwa kehadiran Wali Kota Bogor pada kegiatan kick off meeting ini menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh jajaran manajemen. “Alhamdulillah, kehadiran Bapak Wali Kota Bogor memberikan semangat dan motivasi bagi kami agar target kinerja perusahaan ke depan dapat tercapai secara paripurna,” tuturnya. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam menyusun strategi dan arah kebijakan Perumda BPR Bank Kota Bogor untuk menghadapi tantangan serta peluang bisnis pada tahun 2026.(*pia)
SURVEI: Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih (tengah) bersama Bupati Rudy Susmanto jajaran Forkopimda Kabupaten Bogor di area Pembangunan KDKMP Kelurahan Pakansari.
PANGDAM III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Korem 061/Surya Kencana. Dalam kunker itu Pangdam III/Siliwangi menyempatkan me ninjau pembangunan Koperasi Desa/ Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Kelurahan Pakan-
sari, Kabupaten Bogor. ”Ini kunjungan yang keempat ke Korem dari jajaran Kodam III Siliwangi sekaligus saya sempatkan diri untuk melihat salah satu pembangunan KDKMP,” kata Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih, Kamis (15/01).
Saat peninjauan, kata dia, KDKMP Kelurahan Pakansari berada di lokasi yang strategis di tengah kota di area Stadion Pakansari. ”Untuk lokasinya bukan strategis lagi sangat strategis ini di tengah kota ada Masjid Raya Nurul Wathon ada Stadion Pakansari, ada juga Laga Tangkas,
Laga Satria. Jadi sangat lengkap di sini habis berolahraga bisa langsung belanja ke situ,” jelas dia. Kata dia, saat melihat progres KDKMP dengan perlengkapan yang ada, maka optimis pada 31 Januari 2026 bisa diresmikan dan langsung beroperasi. (abl/b)
BAHAS PROGRAM: Wali Kota Bogor Dedie A Rachim foto bersama Camat Bogor Selatan dan jajarannya serta para lurah dan aparat terkait hingga RT RW di sela-sela musyawarah.
KANTOR Kecamatan Bogor Selatan mengadakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di Bale Pakuan 2 Hotel Padjajaran Suites, Rabu (14/1). Dalam kegiatan tersebut, dibahas program-program prioritas
TIM Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University di Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, melaksanakan program kerja unggulan bertajuk Ferternak (Fermentasi Pakan dan Limbah Peternakan). Desa Karacak terkenal sebagai desa sentra penghasil manggis di Bogor. Program ini dirancang sebagai upaya inovatif dalam pengelolaan pakan dan limbah peternakan dari hulu ke hilir. Ferternak berfokus pada penerapan teknologi sederhana namun aplikatif, yaitu pembuatan silase sebagai pakan ternak fermentasi serta pembuatan pupuk organik dari kotoran hewan (KoHe). ”Program ini dirancang untuk menjawab permasalahan yang dihadapi petani dan peternak, seperti ketersediaan pakan
dari hasil aspirasi warga yang sudah dikumpulkan dari masing-masing kelurahan di Kecamatan Bogor Selatan. Hadir pada kesempatan itu, Wali Kota Bogor Dedie A Rachim. Dedie menjelaskan tentang percepatan pemba-
ngunan infrastruktur di wilayah Bogor Selatan mulai 2026. Salah satu proyek strategis yang segera digarap adalah pembangunan off-ramp Ciawi 2 dari Tol Jagorawi. Kata wali kota, off-ramp Ciawi 2 akan terhubung langsung ke kawasan
Harjasari dan Rancamaya. Akses baru ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat menuju Bogor Selatan tanpa harus keluar melalui Gerbang Tol Ciawi. Termasuk pembangunan trase Batutulis.(bay/b)
MENGABDI: Para mahasiswa dari Tim KKNT Inovasi IPB University yang mengabdi di Desa Karacak Leuwiliang.
berkualitas terutama pada musim tertentu, serta pengelolaan limbah peternakan yang belum optimal,” kata Fauzan Bara Putra, perwakilan tim sekaligus penggagas Ferternak. Rangkaian meliputi sosialisasi pada 25 Desember 2025 hingga 12 Januari 2026 di beberapa
peternakan yang ada di Desa Karacak, ditutup kegiatan demonstrasi pada 13 Januari 2026. Ferternak digagas oleh Fauzan Bara Putra dan Muhammad Ramadhan Yudha Prawira, mahasiswa Fakultas Peternakan IPB University. Program ini
kemudian diimplementasikan secara kolaboratif bersama seluruh tim KKNT Inovasi, yakni Alima Zia Mufida, Farihah Malvalena, Kinanthi Amurwani Estu Respati, King Budi Satria Halim, Muhammad Raifan, dan Cyril Ghina Nandy Aula. (*/pia)
MOTIVASI: Wali Kota Dedie A Rachim saat menghadiri Musrenbang Kecamatan Bogor Selatan di Hotel Onih Jalan Paledang, yang dihadiri para perangkat dari camat hingga RT.
SEBAGAI garis depan etalase Kota Bogor, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan melakukan penataan ulang kawasan Kecamatan Bogor Tengah. Rencana tersebut disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Bogor Tengah di Hotel Onih, Kamis (15/1). “Di Bogor Tengah ini ada alun-alun, pusat kuliner, serta tempat-tempat strategis lainnya. Namun kondisinya masih banyak yang perlu diberikan sentuhan, sehingga ke depan Bogor Tengah dapat menjadi representasi Kota Bogor secara keseluruhan,” ujar Dedie Rachim. Dalam waktu dekat, Pemkot Bogor juga akan melakukan penataan pedagang kaki
lima (PKL), di antaranya di Jalan Dewi Sartika, MA Salmun, Sawo Jajar, Nyi Raja Permas, dan Jalan Merdeka. Selanjutnya, kawasan Jalan Lawang Saketeng, Jalan Pedati, Jalan Roda, Jalan Bata, dan Jalan Surya Kencana harus steril dari PKL. Hal tersebut dilakukan agar tidak terjadi hambatan dalam proses pembongkaran Pasar Bogor dan Plaza Bogor. “Mulai sekarang para pedagang harus memindahkan aktivitasnya ke dalam pasar. Tidak bisa seperti sekarang yang menjadikan Bogor Tengah terkesan kumuh, karena Bogor Tengah ini adalah representasi Kota Bogor. Ke depan, seluruh wilayah Kota Bogor harus tertata rapi, bersih, dan teratur,” tutup Dedie Rachim.(*pia)
METROPOLIS
12
RADAR BOGOR I SABTU, 17 JANUARI 2026 I 28 RAJAB 1447 H
RADAR BOGOR TV
RADAR_BOGOR
07.00
12.00
18.00
BERAWAN
HUJAN RINGAN
HUJAN RINGAN
PRAKIRAAN
CUACA BOGOR HARI INI
Sumber: www.bmkg.go.id
RADAR BOGOR
Diprotes, Kafe Diduga Jual Miras Disegel BOGOR–Penolakan warga berujung penyegelan sebuah kafe di RW 01 Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur. Warga menolak keberadaan kafe tersebut lantaran diduga menjual minuman keras (miras) yang tidak sesuai dengan izin operasional. DIPROTES...Baca Hal 10
DISEGEL: Personel Satpol PP Kota Bogor saat melakukan penyegelan kafe di Kelurahan Katulampa.
(FAUZAN/RADAR BOGOR)
Belasan Pejabat Baru Resmi Dilantik
Tren Angka
BOGOR–Wali Kota Bogor Dedie Rachim kembali melakukan penyegaran organisasi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. Sejumlah pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator resmi dilantik dalam prosesi yang digelar di Aula Sri Baduga Balai Kota Bogor, Kamis (15/1). Dalam pelantikan tersebut, tiga pejabat menempati jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II). BELASAN...Baca Hal 10
SUMBER: BPS PROVINSI JAWA BARAT
SUMBER: BPS
2018: 2,01 JUTA PERNIKAHAN
NI
7.466 :2019
PERNIKAHAN
2020: 1,78 JUTA
HA
N
PERNIKAHAN
2022: 1,70 JUTA
PERNIKAHAN
2023: 1,57 JUTA
6.387 :2022
PERNIKAHAN
2024: 1,47 JUTA
PERNIKAHAN
5.917 :2023
PERNIKAHAN
Banyak Pertimbangan sebelum Menikah
Kesiapan mental
Kemandirian ekonomi
5.296 :2024
PERNIKAHAN
Karier dan pendidikan
Kursi Dirops Paling Diminati
Tanggung jawab jangka panjang
BOGOR–Proses pendaftaran seleksi Direksi Perumda Tirta Pakuan resmi ditutup. Puluhan kandidat tercatat ikut bersaing untuk memperebutkan posisi strategis di perusahaan air minum milik Pemerintah Kota Bogor tersebut. KURSI...Baca Hal 10
Audiensi dengan Wali Kota Bogor
Lantip Siap Luncurkan Gerakan Bogor Melihat untuk Lansia Usia boleh menua, tetapi semangat untuk tetap aktif tak boleh padam. Itulah pesan yang dibawa Lembaga Lansia Aktif Peduli Indonesia (Lantip) Kota Bogor saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Bogor Dedie Rachim di Balai Kota, Kamis (15/1). Laporan: MUHAMAD RIFKI FAUZAN LANTIP...Baca Hal 10
AUDIENSI: Lembaga Lantip saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Bogor Dedie Rachim di Balai Kota, Kamis (15/1). (DZIKRY/RADAR BOGOR)
TREN...Baca Hal 10
FAKTOR PENUNDAAN Banyak pertimbangan sosial & ekonomi Trauma KDRT dan perselingkuhan di media sosial Munculnya fenomena kohabitasi
PERNIKAHAN
PENYEBAB ANGKA PERNIKAHAN TERUS MENURUN
Angka pernikahan di Indonesia terus mengalami penurunan signifikan dalam tujuh tahun terakhir. Fenomena ini tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan tren penurunan konsisten sejak 2018 hingga 2024.
2021: 1,74 JUTA
PERNIKAHAN
dalam
Yane Ardian: Banyak Pertimbangan hingga Trauma
PERNIKAHAN
6.869 :2021
6 TAHUN
500 RIBU pernikahan dalam 7 TAHUN
PERNIKAHAN
6.918 :2020 PERNIKAHAN 2.170
Turun lebih dari
2019: 1,96 JUTA
KA
PERNIKAHAN
Turun
Menurun
DATA NASIONAL
ER
KOTA BOGOR
Terus
RESMI DILANTIK: Pelantikan sejumlah pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator di lingkungan Pemkot Bogor.
FOTO: DZIKRI/RADAR BOGOR
An gka P
Pernikahan