Skip to main content

Epaper Radar Bogor 15 Oktober 2025

Page 1

Rabu

HARGA

15 Oktober 2025

Rp5.000

23 rabiul akhir 1447 H Terbit 12 halaman

Suhu Bogor Tembus

36 Derajat 

Bermula dari Lahan Gersang, Kini Menjelma Laboratorium Alam Seluas 30 Hektare Selama 25 tahun, Rosita jatuhbangun menanam pohon di lahannya sendiri. Seperti bayi, dirawatnya agar tumbuh. Kini, “bayi” itu menjelma Hutan Organik seluas 30 hektare, yang menjadi rumah bagi pohon-pohon endemik di Indonesia.

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bogor tengah menggalakkan program Satu Kecamatan Satu Hutan Kota di Bumi Tegar Beriman. Langkah itu sebagai upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan mengembalikan keragaman hayati yang semakin berkurang akibat pesatnya urbanisasi.

Laporan: MUHAMMAD ALI DI Desa Megamendung, menghampar hutan yang lebat dan rindang. Hutan itu bukan hasil proyek besar atau milik pemerintah, melainkan buah dari kisah cinta pasangan suami-istri, Bambang Istiawan dan Rosita.

Satu Kecamatan, Satu Hutan Kota

SCAN QR CODE UNTUK MELIHAT VIDEO HUTAN ORGANIK MEGAMENDUNG

MUHAMMAD DZIKRI/RADAR BOGOR

HUTAN ORGANIK: Hutan organik seluas 30 hektare yang ditumbuh-kembangkan Rosita dan sang suami di Megamendung, Kabupaten Bogor. Insert foto Rosita dalam sesi wawancara.

SUBUH 04.16 DZUHUR 11.42 ASHAR 14.47 MAGRIB 17.53 ISYA 18.59


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook