Sabtu 15 november 2025 24 jumadil awal 1447 H Terbit 12 halaman
HARGA Rp5.000
50 Pelajar Mual dan Muntah BOGOR–Salsa membuka ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG) di hadapannya, Jumat (14/11). Hidungnya mendadak mencium bau tak sedap yang menguar dari lauk ayam bakar. Itulah gambaran yang diceritakan siswi SMK Persatuan Ummat Islam (PUI) Kota Bogor ini saat ditemui Radar Bogor. Salsa menerangkan menu yang disajikan dalam satu paket menu MBG itu di antaranya, ayam bakar, tumis jagung, wortel hingga kripik tempe.
50 PELAJAR...Baca Hal 4
DITANDU: Salah seorang pelajar dari SMK PUI terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit usai mengalami gejala mual pada Jumat (14/11).
Kopi Cibulao Simbol
Konservasi Puncak Bogor bukan cuma soal teh. Dataran tinggi primadona wisata ini menyimpan kekayaan kopi bernilai tinggi. Varietas Robusta, tetapi memiliki cita rasa ala Arabika.
Baca Wisata Hal. 2
ADALAH Kopi Cibulao, yang tumbuh di Kampung Cibulao, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua. Kopi ini juga menjadi satu-satunya varietas robusta yang bisa tumbuh di atas ketinggian 1.000 mdpl.
Kalau ekonomi masyarakat tumbuh, mereka tidak lagi menjadikan hutan sebagai sasaran. Dulu orang menebang pohon buat kayu bakar karena butuh, sekarang mereka bisa hidup dari kopi,”
Perlu Regulasi Berpihak pada Petani BOGOR–Kabupaten Bogor selama ini dikenal sebagai daerah dengan produksi kopi Robusta terbesar di Jawa Barat. Sayangnya, masih terselip tantangan besar terhadap perlindungan petani dari permainan harga para pengepul besar.
Ketua Kelompok Tani Cibulao Hijau
Kiryono
ABDUL AZIZ/DRONE/RADAR BOGOR
TUTUPAN LAHAN: Tampak tutupan lahan berupa pohon-pohon besar di Kampung Cibulao, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua. Di balik tutupan inilah warga menanam kopi dengan sistem agroforestri sembari menjaga lingkungan tetap lestari.
SUBUH 04.05 DZUHUR 11.41 ASHAR 15.01 MAGRIB 17.57 ISYA 19.05
RADAR BOGOR I SABTU, 15 NOVEMBER 2025 I 24 JUMADIL AWAL 1447 H I HALAMAN 2
FOTO: KELOMPOK TANI CIBULAO HIJAU
AMATI: Pengunjung mengamati pohon kopi yang ada di Wisata Edukasi Kopi Cibulao.
WISATA EDUKASI KOPI CIBULAO
FOTO: KELOMPOK TANI CIBULAO HIJAU
TELISIK: Pengunjung menelisik perkebunan kopi yang ada di Wisata Edukasi Kopi Cibulao.
FOTO: KELOMPOK TANI CIBULAO HIJAU
JEMUR: Proses penjemuran kopi yang ditunjukkan pada Wisata Edukasi Kopi Cibulao.
FOTO: KELOMPOK TANI CIBULAO HIJAU
INDAH: Keindahan panorama di sekitar Wisata Edukasi Kopi Cibulao.
Belajar dari Pohon hingga Cangkir Di tengah hamparan hijau dan udara sejuk pegunungan, aroma kopi menyeruak dari setiap sudut Kebun Kopi Cibulao. Bukan sekadar tempat menanam dan memanen, kawasan ini telah menjelma menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat, pelajar, hingga wisatawan mancanegara lewat konsep wisata edukasi kopi. KONSEP wisata edukasi ini mulai dijalankan sejak tahun 2016. Ketua Kelompok Tani Cibulao Hijau, Kiryono, pada awalnya, kegiatan ini diinisiasi bersama mahasiswa dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang datang melakukan pendampingan dan pemetaan wilayah. “Dari situ muncul ide untuk membuat wisata edukasi kopi. Jadi orang tidak hanya minum kopi, tapi juga belajar dari pohonnya, proses pembibitan, sampai
mencicipi cita rasa kopinya,” ujarnya kepada Radar Bogor. Sistem kunjungan wisata edukasi, kata Kiryono, dilakukan dengan sistem pemesanan terlebih dahulu. “Biasanya minimal seminggu sebelumnya sudah harus pesan, maksimal dua bulan. Jadi tidak bisa mendadak,” katanya. Dalam satu paket kegiatan, peserta akan diajak melakukan berbagai aktivitas menarik, seperti adopsi pohon, trekking ke kebun kopi dan teh, serta kaping kopi yakni mengenal dan membedakan cita rasa kopi. “Kaping kopi itu mengenal cita rasa kopi, biar tahu mana yang arabika, mana yang robusta. Sekalian kita cerita sejarah kopi di Cibulao dan konsep kopi konservasi,” jelasnya. Selain aktivitas di kebun, pengunjung juga dapat menikmati makan siang nasi liwet, sekaligus berinteraksi dengan petani lokal. Puncak kunjungan wisata edukasi sempat terjadi pada tahun 2019, tepat sebelum pandemi. Dalam enam bulan
pertama, tercatat 3.636 peserta mengikuti kegiatan tersebut. “Waktu itu hampir tiap hari ada kunjungan edukasi. Dua tahun belakangan ini mulai naik lagi, sekarang rata-rata 180 peserta per bulan,” katanya. Peserta yang datang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari sekolah dasar, mahasiswa, lembaga pemerintah, hingga wisatawan mancanegara dari 18 negara. “Biasanya yang datang dari universitas atau lembaga pemerintah. Kalau bulebule, mereka senangnya yang konsep edukatif. Mereka bawa buku, mencatat, benar-benar belajar,” tuturnya. Meski sempat melonggarkan jadwal kunjungan karena padatnya aktivitas penanaman, tetap berkomitmen menjaga nilai edukatif di setiap kegiatan. Menurutnya, wisata edukasi bukan hanya soal hiburan, tapi juga bentuk pelestarian pengetahuan dan lingkungan. “Harusnya setiap kunjungan itu ada nilai yang dibawa pulang. Jadi apa yang kita jelaskan di sini tidak sia-sia,” pungkasnya. (Cr1/b)
FOTO: KELOMPOK TANI CIBULAO HIJAU
MANCANEGARA: Pengunjung mancanegara yang datang ke Wisata Edukasi Cibulao.
FOTO: ABDUL AZIZ/RADAR BOGOR
BERCENGKRAMA: Pengunjung sedang bercengkrama di salah satu warung Kopi Cibulao.
FOTO: ABDUL AZIZ/RADAR BOGOR
ESTETIK: Suasana salah satu warung kopi di Cibulao yang tampak estetik.
Warung Kopi Simbol Etalase Perjuangan Petani DI tepi jalan berliku menuju kawasan Puncak, aroma kopi hangat tercium dari sebuah warung sederhana berdinding kayu. Di sanalah, Kiryono sosok di balik nama besar Kopi Cibulao menyeduh cita rasa khas lereng Bogor yang kini dikenal hingga ke berbagai daerah hingga mancanegara Namun bagi Kiryono, warung kopi bukan sekadar tempat berjualan. Ia menyebut kedainya sebagai etalase perjuangan untuk memperkenalkan hasil bumi dan jati diri petani Cibulao. “Warung kopi itu salah satu jadi etalase untuk kita perjuangkan. Untuk mengenalkan diri, karena selain punya produk kita juga harus memperkenalkan jati diri. Salah satunya lewat warung kopi ini,” ujarnya kepada Radar Bogor.
Warung kopi pertamanya berdiri di kawasan Cisarua pada tahun 2020. Dari situlah perjalanan usahanya dimulai, diikuti dua cabang lain yang kemudian dibuka di Cipayung dan kawasan atas Cibulao. “Inspirasi awalnya karena saya ingin ngangkat kopi itu bukan cuma buat di sini aja. Masyarakat banyak, mau enggak mau harus punya tempat untuk mengenalkan produk. Minimal dengan etalase, orang jadi tahu dan kopi kita dikenal,” katanya. Meski kini Kopi Cibulao dikenal luas, Kiryono tidak berjalan sendiri. Ia tetap membuka ruang bagi petani lain untuk turut memasarkan hasil panennya di warung miliknya. “Kalau permintaan banyak, ya kita ambil juga dari teman-teman sekitar. Masyarakat di sini semuanya bisa menjual. Kita sebagai
ketua ya narik yang di belakang, bantu promosikan,” ujarnya. Kiryono mengaku, perjalanan membangun warung kopi tidak selalu mudah. Selain biaya besar, ia juga harus beradaptasi dengan kebiasaan baru di tengah pandemi. “Kalau dibilang sulit ya sulit, tapi tergantung orangnya. Kalau hidup dibawa enjoy ya enjoy aja. Walaupun banyak tantangan, kalau dinikmatin ya enak,” tuturnya. Modal awal yang dikeluarkannya pun tak sedikit. Dari tiga kedai yang pernah dibangun, total biaya mencapai sekitar Rp400–500 juta. Salah satunya bahkan sempat tutup karena pandemi, sebelum kemudian dibuka kembali di lokasi berbeda. Kini, Kiryono mempekerjakan tiga orang di kedai kopi dan dua orang di kebun. Namun
yang membuatnya bangga bukan soal omzet, melainkan perubahan sosial di lingkungannya. “Dulu anak-anak di sini banyak yang putus sekolah. Sekarang banyak yang jadi barista, punya skill, bahkan ada yang kerja di luar daerah dan luar negeri. Jadi nilai plus dari kopi itu bukan cuma soal jualan,” ungkapnya. Warung kopi Cibulao juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda desa untuk belajar tentang kopi, mulai dari penyeduhan hingga pemasaran. Menunya pun beragam, dari seduhan robusta dan arabika hingga aneka makanan sarapan khas kampung. “Kalau soal menu kopi, sekarang saya serahkan ke anak-anak muda. Mereka lebih paham soal barista dan metode seduh. Kita
yang tua fokusnya di budidaya,” katanya. Meski begitu, Kiryono tak menampik bahwa pendapatan dari warung kopi masih terbilang kecil. “Omzet kotor dari kedai aja paling sekitar sepuluh juta per bulan. Tapi itu belum potong gaji karyawan dan belanja bahan. Jadi anggap aja kedai ini alat promosi, bukan sumber utama,” ujarnya. Bagi Kiryono, kopi bukan hanya soal minuman atau penghasilan. Di balik setiap cangkirnya, ada nilai gotong royong, semangat berbagi, dan kecintaan terhadap tanah kelahiran. “Tujuan saya bukan cuma ekonomi. Kalau kita dibutuhkan masyarakat, ya kita bantu. Enggak harus dengan uang, tapi lewat pengalaman dan ilmu yang bisa dibagikan,” tutupnya. (Cr1)
RADAR BOGOR I SABTU, 15 NOVEMBER 2025 I 24 JUMADIL AWAL 1447 H I HALAMAN 3
MIMBAR BEBAS Sampaikan unek-unek Anda terhadap layanan publik seperti PLN, PDAM, PT Pos,
telepon, jalan rusak, pungli, kemacetan, pembuatan KK/KTP/SIM/ paspor/ sertifikat tanah, dll.
Radar Bogor juga memberi kesempatan kepada para tenaga pengajar yang ingin menulis opini untuk pengembangan profesional guru. Juga kepada para mahasiswa yang ingin menulis opini tentang suatu topik, sebagai bentuk sikap kritis untuk menghadapi berbagai tantangan dan permasalahan di era sekarang.
Informasi lebih lanjut, hubungi
085299600773 JADWAL SIM KELILING POLRESTA KOTA BOGOR
KHUSUS PERPANJANGAN SIM A DAN C
Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Minggu
Botani Square Mitra 10 Sholis Lippo Plaza Mall Boxie Tajur Plaza Jambu Dua Plaza Jambu Dua Burger King Padjajaran
Waktu pendaftaran: 08.00-09.00 WIB
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.
PLN Bogor (0251) 8345400 Bendungan Katulampa (0251) 8334344 RS Hermina Bogor (0251) 8382525 RS Melania Bogor (0251) 8321196 Rs Pmi Bogor (0251) 8324080 RS EMC Sentul (021) 29672977, (021) 29673000 RS Mulia Pajajaran (0251) 8379898/ 08111181298 Damkar Kabupaten Bogor (021) 8753547
Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor (0251) 8312292 RS Azra (0251) 8318456 RS Hermina Mekarsari (021) 29232525 RS Medika Dramaga (0251) 8308900/081319310610 Bogor Medical Center (BMC) (0251) 8390435 RS Karya Bhakti Pratiwi (0251) 8626868 Rumah Sakit Dr H Marzoeki Mahdi (0251) 8324024 Rumah Sakit Islam Bogor (0251) 8316822 Rumah Sakit Daerah (Rsud) Cibinong 021-875348, 8753360 Rumah Sakit Lanud Atang Sandjaja (0251) 7535976 RS Annisa Citeureup (021)8756780, Fax. (021)8752628 RS Harapan Sehati Cibinong (021)87972380, 081296019016 Rumah Sakit Salak (0251) 8344609/834-5222 RSUD Ciawi (0251) 8240797 Klinik Utama Geriatri Wijayakusuma (0251) 7568397 Rumah Sakit Bina Husada (021) 875-8441 Rumah Sakit ibu dan anak Nuraida (0251) 8368107, (0251) 368866 Yayasan Bina Husada Cibinong (021) 875-8440 Rumah Sakit Bersalin Assalam Cibinong (021) 875-3724 Rumah Sakit Bersalin Tunas Jaya Cibinong (021) 875-2396 Rumah sakit Bina Husada Cibinong (021) 8790-3000 RS Trimitra Cibinong 021-8763055/56 Rumah Bersalin & Klinik Insani Cibinong (021) 875-7567 RS Sentosa Bogor, Kemang (0251)-7541900 RS Ibu dan Anak Juliana, Bogor (0251) 8339593, Fax. (0251)-8339591 RSIA Bunda Suryatni (0251) 7543891,(0251) 754-3892 Klinik Insani Citeureup (021) 879-42723 RSIA Kenari Graha Medika Cileungsi (021) 8230426 Rs Paru Dr. M. Goenawan Partowidigdo Cisarua-Bogor (0251) 8253630, 8257663 RS Asysyifaa Leuwiliang (0251) 8641142 RS Vania IGD (0251) 8380613, (0251) 8380601/8380605 RSKIA Sawojajar (0251) 8324371
POLRES BOGOR
021-8750163
Polsek Jonggol Polsek Cileungsi Polsek Cariu Polsek Nanggung Polsek Babakan Madang Polsek Megamendung Polsek Klapanunggal Polsek Caringin Polsek Dramaga Polsek Tamansari Polsek Jasinga Polsek Cigudeg Polsek Parung Panjang Polsek Leuwiliang Polsek Cibungbulang Polsek Ciampea Polsek Rumpin Polsek Ciomas Polsek Kemang Polsek Sukaraja Polsek Gunung Sindur Polsek Parung Polsek Cibinong Polsek Citeureup Polsek Gunung Putri Polsek Cisarua
021-89931174 021-8230861 021-89961058 0251-8682769 021-87962777 0251-8248569 021-82492276 0251-8224417 0251-8624107 0251-8388164 0251-8688110 0251-8681110 021-5978880 0251-8647003 0251-8647398 0251-8621146 021-75791076 0251-8322324 0251-8615700 0251-8656678 021-7561844 0251-8616007 021-8752217 021-8752229 0251-8671405 0251-8254540
Bongkar Sindikat Penculikan Anak SAAT ini kasus yang tengah mencuri perhatian warga Indonesia adalah peristiwa penculikan seorang balita berusia 4 tahun yang akhirnya kembali ke pelukan keluarga dalam kondisi selamat. Korban ditemukan pada Sabtu, 8 November 2025, di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, setelah hilang selama sepekan. Dari fakta ini sangat terlihat sindikat penculikan anak sangat tersusun rapi. Bisa jadi kasus penculikan Bilqis Ramdhani (4) di Makassar bukanlah korban pertama, pasti ada banyak anak yang telah berhasil mereka perdagangkan. Buktinya jaringan perdagangan anak melibat banyak lintas provinsi itu sangat sempurna mereka lakukan dengan modus jaringan adopsi anak. Diketahui pula pelaku penculikan rata-rata adalah kaum hawa. Sungguh ironi, harusnya kaum hawa melekat jiwa seorang ibu namun telah hilang rasa itu di tengah himpitan ekonomi, atau nafsu untuk mudah memperoleh cuan dengan cara yang sangat hina. Tak dimungkiri, kemiskinan dan himpitan ekonomi telah menghilangkan akal sehat manusia. Sungguh negara memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk bisa menyelesaikan persoalan-persoalan ini semua. asmarida631@guru.sma.belajar.id
Cantumkan nama dan alamat lengkap, nomor telepon yang bisa dihubungi, nomor pelanggan (untuk layanan PDAM/PLN/PT Gas) dan lampirkan fotokopi KTP. Kirimkan ke Redaksi Radar Bogor, Gedung Graha Pena, Jl KH R Abdullah bin Nuh No 30, Yasmin, Bogor.
lalu kirimkan melalui
Hanya yang memenuhi syarat yang akan dimuat. Redaksi berhak mengedit isi tulisan tanpa mengurangi substansi. Redaksi tidak bertanggung jawab atas dampak langsung maupun tidak, pascapemuatan tulisan. Terima kasih.
Lagi-Lagi Badai PHK Tawuran Pelajar SEORANG pelajar tergeletak di depan sebuah mini market jalan Darmais, Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor dalam kondisi terluka dibagian kepala akibat tawuran. Polisi menyatakan bahwa dalam peristiwa itu terdapat dua kelompok yang sengaja melakukan janjian untuk tawuran. Pelajar yang melakukan tawuran pada hakekatnya memiliki tujuan untuk menunjukkan kekuatan, keberanian dan kesetiaan pada kelompok. Tentu ini tujuan yang salah dan bertentangan dengan prinsip pendidikan. Pelajar harusnya disibukan dengan belajar untuk dapat mewujudkan cita-cita. Namun sistem pendidikan saat ini menjadikan sekolah bertujuan untuk mencetak generasi buruh siap kerja tanpa memperdulikan hakekat tujuan pendidikan di sekolah yang seharusnya. Sehingga sistem pendidikan yang diterapkan saat ini tidak bisa menciptakan generasi yang beradab bahkan sering terlibat tawuran. Miris sekali saat melihat anak anak didik di bawah pengaruh sistem pemerintahan kapitalis, sistem yang menjadikan sekulerisme (pemisahan agama dari kehidupan) sebagai asas dalam aspek pendidikan telah menciptakan generasi tidak memiliki empati, sampai mudah sekalian tersulut amarah sehingga tawuran jadi solusi. Padahal setiap masalah pasti bisa dikomunikasikan dan bisa dicari jalan keluar tanpa kekerasan. Kapitalisme dan Sekularisme adalah akar permasalahan mengapa disetiap jenjang pendidikan selalu ada penerus tawuran.
PEMUTUSAN Hubungan Kerja (PHK) di tahun 2025 tak berbeda dengan tahuntahun sebelumnya. Badai PHK masih menyerang banyak perusahaan di berbagai sektor industri. Hal ini tentu akan semakin menambah jumlah angka pengangguran di Tanah Air. Masalah pengangguran yang terus meningkat sesungguhnya bukan diakibatkan kurangnya keterampilan yang dimiliki masyarakat saja. Namun, karena sedikitnya lapangan pekerjaan ditambah memburuknya perekonomian sehingga banyak perusahaan
melakukan PHK. Sesungguhnya, akar permasalahan ini berawal dari sistem ekonomi kapitalisme yang menitikberatkan pada pengembangan sektor ekonomi non riil. Dalam hal ini adanya transaksi yang menjadikan uang sebagai komoditas yang disebut sektor non riil, seperti bursa efek dan saham perbankan sistem ribawi maupun asuransi. Sektor ini tumbuh sangat pesat bahkan nilai transaksinya bisa mencapai beberapa kali lipat daripada sektor riil. Sehingga mampu mengakibatkan inflasi dan penggelembungan harga aset
Dugaan BBM Tercampur Air DINAS Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perdagangan, dan Perindustrian (Dinkukdagin) Kota Bogor melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua SPBU di Jalan KH. Soleh Iskandar serta Jalan KH. R. Abdullah Bin Muhammad Nuh, Tanah Sareal, Kota Bogor. Sidak dilakukan sebagai respons cepat atas keluhan masyarakat terkait kendaraan mereka yang mengalami masalah mesin usai mengisi bahan bakar dan menduga BBM tercampur air Setelah dilakukan pengujian langsung di lokasi, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa bahan bakar minyak (BBM) di dua SPBU yang diperiksa tersebut dinyatakan murni dan tidak mengandung air. Kecurigaan ini timbul karena ada kasus terjadi di Jawa Timur yang mengeluhkan mesin motornya mengalami brebet. Brebet diartikan sebagai kondisi mesin kendaraan yang tersendat-sendat, tidak bertenaga, dan bekerja tidak maksimal saat digas. Hal ini terjadi karena adanya masalah pada proses pembakaran bahan bakar, sehingga tenaga yang dihasilkan tidak normal atau tersendat. Jika dibiarkan maka akan merusak motor. Di sisi lain brebet pada kendaraan yang membeli bahan bakar di SPBU pertamina merupakan indikasi ada upaya kecurangan dengan mencampurkan pertalite dengan air. Kecurangan tentu saja jangan dibiarkan karena selain merusak kendaraan tapi juga merugikan konsumen. Hal ini terjadi karena sistem ekonomi Kapitalisme membiarkan dan bahkan melegalkan kecurangan tersebut.
rinaazkadina17@gmail.com
adirei.born2009@gmail.com
yang menyebabkan turunnya produksi dan investasi di sektor riil. Akibatnya berpengaruh pada kebangkrutan perusahan yang bisa mendorong PHK para karyawannya. Selain itu, peningkatan sektor non riil juga mengakibatkan harta beredar hanya di sekelompok orang tertentu dan tidak memiliki konstribusi dalam penyediaan lapangan pekerjaan. Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah beralih pada sistem ekonomi Islam yang menitikberatkan pengembangan di sektor riil. Baik itu di bidang pertanian,
kehutanan, kelautan, dan tambang maupun meningkatkan volume perdagangan. Negara berperan dalam mengelola sektor tersebut sebagai milik umum yang hasilnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Selain itu, negara tidak menyerahkan pengelolaannya kepada swasta ataupun asing, agar bisa optimal dalam menyerap lapangan pekerjaan. Sehingga dengan banyaknya lapangan pekerjaan maka mampu mengatasi permasalahan pengangguran. nurulaqidahku @gmail.com
Remaja Korban Bullying Makin Membahayakan FENOMENA bullying di kalangan remaja kembali menyita perhatian publik. Beberapa waktu terakhir, sejumlah peristiwa tragis terjadi seorang santri membakar asrama karena sakit hati menjadi korban perundungan, seorang siswa SMA melakukan ledakan di sekolah setelah lama diejek teman-temannya, sementara banyak pelaku serupa mengalami tekanan sosial berat akibat pelecehan dan pengucilan. Deretan kasus ini menegaskan satu hal bullying telah berkembang menjadi masalah sosial yang serius dan sistemik, bukan sekadar kenakalan remaja semata. Lebih dari itu, muncul gejala baru yang mengkhawatirkan korban yang tidak tertangani dengan baik justru berubah menjadi pelaku kekerasan, bahkan dengan tindakan yang membahayakan nyawa orang lain. Fakta bahwa kasus-kasus ini terjadi di berbagai daerah menunjukkan bahwa bullying telah menjadi penyakit sosial
dalam sistem pendidikan. Banyak sekolah masih menempatkan capaian akademik di atas pembinaan karakter. Guru dan pihak sekolah sering kali abai terhadap gejala perundungan yang terjadi diam-diam di antara siswa. Kasus remaja korban bullying yang berbalik menjadi pelaku kekerasan adalah alarm moral bagi bangsa ini. Jika dunia pendidikan dan keluarga gagal menanamkan adab serta nilai spiritual, maka kita akan terus menyaksikan generasi muda yang kehilangan arah. Islam telah memberikan solusi yang jelas membangun pendidikan berlandaskan akhlak, menumbuhkan empati, serta memperkuat ikatan sosial dengan ukhuwah. Ketika nilainilai itu benar-benar dihidupkan dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari, insya Allah fenomena bullying dan kekerasan remaja dapat ditekan. Utami Nurhayati utamikoyuki@gmail.com
Pasar Tradisional yang Kini Sepi SUDAH lewat tengah hari ketika saya jalan-jalan ke sebuah pasar tradisional di dekat rumah. Saya membayangkan suasana pasar jaman dahulu, berdesak-desakan, hiruk-pikuk, menunggu giliran dilayani oleh penjual, sambil ditunggui oleh anak-anak remaja yang menawarkan jasa membawakan belanjaan. Sesekali terdengar peringatan, “awas hati-hati, copet!”, sehingga ibu-ibu yang sedang berbelanja ingat untuk memegang erat-erat dompetnya. Preman-preman bertattoo, setengah berlari menembus kerumunan para pengunjung pasar, membawa karungkarung berat dari truk-truk pengangkut yang parkir di luar pasar, ke lapak-lapak para pedagang. Keramaian pasar seperti itu sekarang tidak ada lagi, tinggal kenangan masa lalu yang jika diceritakan ke anak-cucu, mereka hanya mendengarkan dengan setengah tidak percaya. “Sekarang kita bisa bermain sepak bola dalam pasar”, kata seorang pengamat dengan sinis, menggambarkan betapa sepinya kini pasar tradisional kita. Ibu Maysaroh, penjual ayam potong berusia 50 tahunan, yang sudah berjualan sejak 30 tahun lalu, bercerita bahwa dulu biasa dalam sehari memotong seratusan ekor ayam. Sekarang palingan hanya beberapa ekor, itu pun masih tersisa untuk dijual keesokan harinya. Pak Thesye, 68 tahun, mengeluh sampai siang itu makanan frozen jualannya belum laku satu pun. Padahal dulu dia sampai terpaksa membuka dua lapak saking banyaknya pembeli yang antri. Ibu Etty, 56 tahun, penjual buah segar, yang waktu itu – karena tidak ada pembeli – sedang duduk-duduk melingkar dengan ibu-ibu penjual lainnya, nge-rumpi sambil mengupas bawang merah, mengatakan bahwa dulu lapaknya ramai
pembeli, sekarang sepi karena pindah ke lantai dua sejak diambil-alih oleh Perusahaan (maksudnya PD Pasar Kota Bogor) dari pemerintah (Pemerintah Daerah). Tapi mungkin ini tidak sepenuhnya benar. Pak Rahmat, 42 tahun, yang membantu di lapak barang kelontong dan plastik di lantai satu, mengatakan bahwa sejak masa pandemi COVID-19, pembeli yang datang ke pasar memang berkurang jauh. Jadi apakah penyebab sepinya pasar adalah pandemi? “Memang pada masa pandemi pembeli sempat menghilang”, kata Pak Martin, 72 tahun, pemilik kios fotocopy dan alattulis, “tapi ini sudah beberapa tahun lewat, pandemi sudah tidak ada, pembeli tidak kembali lagi, bahkan semakin hari, semakin berkurang”. Ini dibenarkan oleh penjual obatobatan, yang kebetulan namanya sama dengan penjual ayam potong, yaitu Ibu Maysaroh, 60 tahun. “Saya tidak tahu pada ke mana pelanggan obat saya yang dulu banyak sekali”, katanya mengeluh. Dalam hati saya tanggapi: “Mungkin sudah pada meninggal, Bu, karena tidak mampu lagi membeli obat”. Pak Endang, 57 tahun, yang berjualan kue kering di sebelah lapak obat Ibu Maysaroh juga mengeluhkan hal yang sama. Pelanggan lamanya tidak datang-datang lagi. Seandainya datang sesekali, mereka hanya berbelanja sedikit saja, sekedar melepas rindu menyantap kue-kue kering yang dijual Pak Endang. Di antara semua pedagang pasar yang saya ajak ngobrol siang itu, hanya Pak Erry, 44 tahun, montir HP yang membuka lapak servis dan reparasi HP di Gang Ledeng di seberang pasar, yang tidak mengeluh. Pelanggan yang datang ke lapaknya tetap ajeg dari masa sebelum pandemi sampai sekarang. Bahkan di
RHIZA S. SADJAD Mahasiswa Program Studi S1 Sosiologi Universitas Terbuka
masa pandemi pun lapaknya tetap buka, dan pelanggan tetap datang mempebaiki HPnya. Mungkin penjual jasa berbeda dengan penjual barang, pelanggannya tidak menghilang, karena pelayanan jasanya tetap diperlukan. Pak Martin pun misalnya, tidak mengeluhkan berkurangnya pelanggan jasa fotocopy-nya. Kenyataannya, hanya pembeli jualan alat-alat tulisnya yang berkurang jauh sejak pandemi, dan masih terus berkurang walau pun pandemi sudah berlalu. Pak Erry dengan cermat mengamati suasana pasar di seberang jalan yang semakin hari semakin sepi. “Mungkin perekonomian sedang sulit, Pak”, katanya, “sedang banyak PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Orang tidak lagi belanja ke pasar karena tidak punya uang”. “Indonesia sedang tidak baikbaik saja”, demikian yang viral di media mainstream dan media sosial sepanjang tahun 2025 ini. Sementara itu, pemerintah Indonesia, dalam laporan yang di-rilis Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada bulan Juni 2025 yang lalu, menyimpulkan bahwa ekonomi Indonesia masih dalam kondisi “terjaga” dengan memperlihatkan beberapa parameter yang menjadi indikator ekonomi-makro, yang secara tidak langsung menunjukkan bahwa kondisi (ekonomi) Indonesia secara umum “baikbaik” saja. Salah satu yang menjadi perhatian para pengamat adalah beberapa indikator makro seperti terjadinya penu-
runan populasi masyarakat kelas menengah – bukan karena terjadi kenaikan pendapatan sehingga “naik kelas” - tapi karena maraknya penutupan industri manufaktur, yang diikuti oleh pemutusan hubungan kerja (PHK), meningkatnya pengangguran, sehingga akhirnya mengakibatkan terjadinya penurunan daya beli (purchasing power) dari masyarakat pada umumnya. Para pengamat ini menengarai bahwa Indonesia – dan juga kondisi
geopolitik global - belum sepenuhnya pulih dari kondisi akibat pandemi COVID-19 dan beberapa konflik di berbagai belahan dunia. Rupanya penurunan daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan sepinya pasarpasar tradisional. Kita hanya bisa berharap, semoga programprogram kerakyatan dari pemerintah – seperti program Koperasi Merah Putih (KMP) – dapat me-revitalisasi pasarpasar tradisional, sehingga pulih dan ramai lagi seperti sedia kala.(*)
RADAR BOGOR I SABTU, 15 NOVEMBER 2025 I 24 JUMADIL AWAL 1447 H I HALAMAN 4
TERUSAN
Kopi Cibulao Simbol Konservasi Biasanya, robusta cenderung tumbuh di bawah ketinggian 1.000 mdpl. Sementara di atas ketinggian 1.000 mdpl, varietas Arabika yang lebih berjaya. Ketinggian Kampung Cibulao sendiri berada antara 1.200 hingga 1.400 mdpl. Untuk bisa mencapainya, tim Radar Bogor harus melewati jalan berliku di tengah perkebunan teh. Bahkan, kami harus menembus malam untuk bisa menjumpai Kiryono, yang menjadi perintis pertanian kopi di Kampung Cibulao. Kopi Cibulao dikenal karena cita rasanya yang khas. Biji kopi yang dihasilkan Cibulao tergolong paling baik secara kualitas dari golongan biji kopi robusta. Biji kopi yang diberi nama Fine Canephora Ciliwung ini memang tidak mengandung rasa asam, namun disebutsebut punya karakter manis yang mengesankan. Menurut Kiryono, tanah subur pegunungan, ketinggian lahan, serta udara sejuk menciptakan karakter rasa kopi yang lembut dengan aroma kuat ciri khas
kopi dataran tinggi Bogor. “Kawasan Cibulao ini termasuk yang paling tinggi di Bogor dari situ muncul karakter cita rasa kopi yang khas dan disukai banyak orang,” ungkap Ketua Kelompok Tani Cibulao Hijau ini. Uniknya, kemunculan Kopi Cibulao juga bermula dari kesadaran masyarakat yang berkelanjutan untuk menjaga lingkungan. Tanaman kopi menjadi strategi menjaga kesuburan tanah dan kelestarian hutan. Mulanya, Kiryono dan keluarganya menanam bibit kopi untuk mencegah erosi di hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung. Bahkan, upaya itu untuk mengembalikan kesuburan lahan yang tandus. Berkat pertanian kopi di Cibulao itu pula kawasan hutan yang rusak kembali hijau dan membuat wilayah tersebut lebih tahan bencana karena akar-akar Kopi Robusta yang memiliki sifat saling mengikat. Bentuknya seperti karpet berfungsi untuk menahan air ketika longsor terjadi. Selain itu, masyarakat mulai
menanam kopi di antara pohon-pohon besar seperti Rasamala. Konsep ini pun dikenal dengan agroforestri. Selain menghijaukan hutan, mereka berharap tak ada lagi penebangan liar, yang dulu banyak dilakukan warga. “Tujuannya sederhana, kalau di bawah pohon ada tanaman kopi, orang jadi mikir dua kali buat nebang. Karena kalau pohonnya tumbang, kopinya juga rusak. Jadi kopi ini sebenarnya penyelamat hutan, makanya namanya (dijuluki) Kopi Konservasi” jelas lelaki berusia 45 tahun ini. Sebelum tahun 2008, masyarakat masih menanam sayuran di kawasan hutan secara sembunyi-sembunyi. “Tahun 2000 itu masih kucing-kucingan, masih umpet-umpetan. Banyak kawasan hutan dijadikan kebun sayuran. Tapi sekarang sudah berbalik, dari kebun sayur jadi kebun kopi, jadi hutan lagi,” ujar penggiat kopi ini. Paruh 2008, Perhutani mulai menyosialisasikan program kerja sama pengelolaan hutan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS). Masyarakat yang awalnya
hanya menggarap secara ilegal akhirnya memiliki ruang legal untuk bertani sekaligus menjaga kawasan hutan. “Perhutani yang menawarkan program itu setelah ada evaluasi dan melihat potensi kopi. Kami diajak ikut program agar bisa melindungi kawasan hutan lewat tanaman konservatif,” jelasnya. Saat ini, seluruh lahan kebun kopi di Cibulao berstatus milik Perhutani, namun masyarakat memperoleh hak kelola melalui PKS. Dari total 80 petani, baru 13 orang yang memiliki legalitas resmi.Sementara sisanya bergabung di bawah naungan Kelompok Tani Cibulao Hijau. Bagi Kiryono, konservasi bukan sekadar menanam pohon. Salah satu kunci keberhasilan konservasi di Cibulao adalah keberadaan kelompok tani yang menjadi wadah sosialisasi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM). Melalui kelompok ini, pengetahuan tentang hutan dan konservasi dapat ditularkan lebih efektif. Selain aspek pengetahuan,
DIRAWAT: Salah seorang siswa SD dirawat di Puskesmas Bogor Selatan usai mengalami gejala mual di sekolahnya, Jumat (14/11).
50 Pelajar Mual dan Muntah ”Terus kayaknya ini (penyebabnya) berasal dari ayamnya deh. Soalnya pas dibuka ayamnya bau. Temen-temen juga bilang begitu,” bebernya. Salsa sempat mengalami mualmual. Dia langsung dilarikan ke UPTD Puskesmas Bondongan. “Sekarang kondisinya sudah mendingan tapi masih mual. Tadi yang dirasa mual-mual gitu, temen-temen juga sama,” kata Salsa saat ditemui Radar Bogor, Jumat (14/11). Tercatat sebanyak 12 orang dari SMK PUI yang mengalami gejala seperti Salsa. Di sekolah lain juga geger dengan para siswa yang terpaksa dilarikan ke fasilitas kesehatan. Camat Bogor Selatan Irman Khaerudin memastikan semua korban saat ini tengah dalam pengawasan Pemerintah Kota Bogor. Para siswa berasal dari sekolah-sekolah yang ada di wilayahnya. Jika ditarik benang merahnya, sumbernya dari SPPB Batutulis. Siswa yang berasal dari SD, disebutnya, sudah berangsur membaik dan sebagian sudah pulang ke rumahnya masingmasing. Sementara untuk jenjang SMA masih harus mendapatkan perawatan rujukan ke rumah sakit. “Lima orang orang kita rujuk ke rumah sakit terdekat— Rumah Sakit Melania dan Rumah Sakit BMC,” kata Irman. Dinas Kesehatan pun langsung melakukan penyelidikan epidemiologi termasuk wawancara dengan pihak
penyedia makanan SPPG dan para pasien. Pengambilan sampel makanan serta spesimen pasien turut dilakukan sebagai bahan pemeriksaan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno meminta agar seluruh makanan yang sudah didistribusikan segera dihentikan. Langkah monitoring pun terus dilakukan untuk mengantisipasi adanya tambahan kasus. Total 3.992 porsi makanan yang didistribusikan SPPG Batutulis 08 ke 17 sekolah dalam tiga kloter. Menu yang disajikan berupa nasi, ayam bakar, tumis jagung wortel, susu kotak, dan keripik tempe. Gejala dialami siswa dalam rentang 10 hingga 30 menit setelah konsumsi makanan. Keluhan yang muncul mulai dari mual, muntah, diare, hingga demam dan nyeri perut. Kepala SPPG Batutulis, Budi belum mengetahui pasti penyebab utama insiden tersebut. Namun, ia meyakini secara prosedur dapurnya sudah melaksanakan sesuai dengan SOP yang berlaku. “Penyajian dan masaknya selalu dijaga, Ada SOP-nya. Mulai dari pintu PPC, tirai PPC, dan sebagainya, seperti pengamanan agar tidak ada lalat. Ayam yang digunakan juga ayam baru,” tekan Budi. Budi menerangkan, dapurnya sendiri memasok MBG untuk 15 sekolah yang ada di Kecamatan Bogor Selatan. Kejadian ini tentu menjadi perhatiannya dan berjanji segera mengecek dapur.
RADAR BOGOR Komisaris Utama: Maesa Samola Komisaris: Suhendro Boroma CEO: Nihrawati AS
“Mudah-mudahan hasil tesnya segera keluar supaya kita bisa mengetahui penyebabnya. Gejala yang dialami sebagian besar adalah muntah-muntah,” terang Budi saat ditemui di SPPG Batutulis. Legal SPPG Batutulis, Agus Murianto menambahkan, pihaknya memastikan siap menanggung seluruh biaya pengobatan siswa yang terdampak. “Sebagai bentuk tanggung jawab moral, kami akan menanggung seluruh biaya pengobatan dan memastikan anak-anak pulih dan sehat kembali sehingga bisa mengikuti sekolah seperti biasa,” tegas Agus. Menurutnya, pihak SPPG telah menjalankan SOP dalam proses pengolahan dan distribusi makanan. Ia menekankan seluruh bahan makanan yang dipergunakan selalu dipastikan dalam kondisi segar. Prosedur pencegahan keracunan juga telah dijalankan sesuai SOP perusahaan. PEMKOT DAN BGN INVESTIGASI Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim berharap kejadian serupa tidak terulang. Ia mengingatkan, pentingnya kehati-hatian dalam penyediaan makanan bagi pelajar. ”Saya prihatin, mudah-mudahan tidak terjadi lagi manakala semua SPPG telah mengantongi SLHS dari Dinkes. Nah, kebetulan yang tadi terjadi adalah SPPG yang baru dan belum mempunyai SLHS. Rencananya baru besok mau
dilakukan pelatihan,” tutur Dedie Rachim. Agar tidak ada kelalaian dalam urusan kesehatan anakanak, ia meminta semua pihak memperketat pengawasan. ”Jangan sampai hanya garagara kecerobohan kemudian terjadi anak-anak sakit. Tetapi sejauh ini, laporan sudah ditangani oleh Dinkes, Puskesmas. Semoga tidak bertambah,” tekannya. Penanganan siswa dilakukan di tiga puskesmas, yakni Bogor Selatan, Bondongan, dan Lawanggintung. Petugas juga telah berkoordinasi dengan rumah sakit untuk kesiapan penerimaan pasien. Di tempat terpisah, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) DadanHindayanamenyayangkan atas insiden yang menimpa puluhan siswa itu. “Kejadian ini sangat disesalkan dan membuat prihatin semua pihak,” jelas Dadan saat dihubungi Radar Bogor. Dadan menerangkan kejadian yang menimpa puluhan siswa di Kota Bogor mesti menjadi pembelajaran. BGN bakal segera melakukan investigasi menyeluruh termasuk menu yang disajikan oleh SPPG. “Iya kami akan lakukan investigasi mendetail dan menyeluruh, termasuk itu juga (Menu MBG yang disajikan),” jelas Dadan saat dikonfirmasi lebih lanjut, Jumat (14/11) sore. Seluruh SPPG, termasuk yang ada di Kota Bogor, diminta untuk berpegang teguh terhadap Standar Operasional (SOP) dalam penyajian dan produksi menu MBG.(bay/c)
Kiryono menilai peningkatan ekonomi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian hutan. “Kalau ekonomi masyarakat tumbuh, mereka tidak lagi menjadikan hutan sebagai sasaran. Dulu orang menebang pohon buat kayu bakar karena butuh, sekarang mereka bisa hidup dari kopi,” ucap lelaki yang kini mengelola tiga kedai kopinya ini. Sekira 610 hektare lahan di Cibulao ditanami dua varietas kopi utama, yakni Robusta dan Arabika. Kedua varietas ini tumbuh subur menghasilkan biji kopi dengan cita rasa khas pegunungan Puncak. Seiring waktu, kopi yang dulu ditanam untuk menjaga ekosistem hutan justru menjadi tumpuan hidup masyarakat. “Awal mula Kopi Cibulao terkenal itu ketika pertama kali ikut Kontes Kopi Spesialty Indonesia (KKSI) 2016 dan Alhamdulillah juara satu,” kenang Kiryono. Kontes itu diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) di Takengon, Provinsi Aceh. Kopi Cibulao berhasil meraih juara pertama dengan skor 84,53. Karena tumbuh di bawah naungan pepohonan hutan, menjadikan rasa kopi superior. Dengan perlakuan panen dan pascapanen yang baik, rasa kopi mencapai tingkat fine. Sejak kemenangan itu, nama Kopi Cibulao mulai menembus berbagai kafe di Jabodetabek bahkan sampai ke luar negeri. “Yang sering ambil dari sini itu Jepang. Selain itu ada juga dari Singapura dan beberapa negara lain,” ungkapnya. Selain itu, Kiryono juga telah membangun tiga kedai kopi untuk memperkenalkan Kopi Cibulao kepada masyarakat secara umum. Kedai kopi itu sekaligus menjadi etalase bagi perjuangan para petani dari dataran tinggi Puncak Bogor. KEdai itu juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda desa untuk belajar tentang kopi, mulai dari penyeduhan hingga pemasaran. “Tujuan saya bukan cuma ekonomi. Kalau kita dibutuhkan masyarakat, ya kita bantu. Enggak harus dengan uang, tapi lewat pengalaman dan ilmu yang bisa dibagikan,”
tutupnya. KOLABORASI DAN EDUKASI LINGKUNGAN Keberhasilan Kopi Cibulao menembus pasar nasional hingga internasional bukanlah hasil instan. Di baliknya, terdapat perjalanan panjang pendampingan, riset, dan pembinaan yang dilakukan oleh IPB University selama lebih dari satu dekade. Wakil Rektor IPB University Bidang Riset, Inovasi, dan Pengembangan Agromaritim, Prof. Ernan Rustiadi menceritakan bahwa peran IPB di Cibulao bermula dari upaya penyelamatan kawasan Puncak Bogor yang saat itu menghadapi berbagai persoalan lingkungan, terutama banjir. Riset tim peneliti IPB berujung pada pembentukan Konsorsium Penyelamatan Kawasan Puncak untuk menangani isu tata ruang, deforestasi, hingga sampah. Dalam proses pendampingan tersebut, para peneliti dari IPB menemukan potensi besar dari masyarakat Cibulao, yang dulunya merupakan perambah hutan dan penanam sayuran di kawasan konservasi. Salah satu keluarga, yakni keluarga Kiryono, mulai menanam kopi di tengah hutan. Kopi pun menjadi napas baru. “Kami melihat ada keluarga di sana yang mulai menanam kopi. Tanaman kopi ini menarik karena tidak merusak tanah, bahkan membantu menjaga keseimbangan lingkungan karena membutuhkan naungan pohon hutan,” jelas Ernan. Dari situlah IPB mulai mendukung masyarakat beralih dari tanaman semusim ke tanaman kopi yang lebih ramah lingkungan. IPB kemudian mmberikan edukasi, menghubungkan petani dengan pelaku usaha kopi, hingga mengundang para ahli agronomi untuk memberi pelatihan terkait budidaya dan pengolahan kopi berkualitas tinggi. “Kami ajarkan bagaimana cara mengelola kebun kopi yang baik agar produktivitas meningkat. Alhamdulillah, sejak 2014 kami mulai intens mendampingi, dan di tahun 2016 Kopi Cibulao ikut kontes kopi spesialty Indonesia dan berhasil juara,” kenangnya.
Kemenangan tersebut menjadi titik balik bagi Kopi Cibulao yang kini dikenal luas. Seiring waktu, para petani mendapatkan kejelasan status lahan melalui program Perhutanan Sosial, sehingga mereka memiliki hak kelola resmi dan tidak lagi dianggap sebagai perambah hutan. “Para petani sudah tergabung dalam koperasi dan kelompok tani hutan. Mereka bukan hanya petani, tapi juga ada yang jadi barista, punya warung, bahkan kafe sendiri. Perekonomian meningkat dan hutan pun makin lebat dibandingkan dulu,” tuturnya. IPB juga berperan dalam membantu masyarakat Cibulao menuju ekspor kopi serta mengembangkan sistem jejak asal (traceability) untuk memastikan kopi yang dihasilkan berasal dari kawasan ramah lingkungan. “Kita sedang memetakan kebun agar setiap kopi bisa ditelusuri asalnya. Jadi penikmat kopi tahu bahwa kopi Cibulao bukan hasil perambahan hutan, tapi justru hasil konservasi,” terangnya. Selain pendampingan teknis, IPB turut mendorong pengembangan wisata edukasi kopi. Wisata ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran tentang konservasi, proses kopi, dan kehidupan masyarakat di kawasan hutan. “Wisata edukasi sudah berjalan, tapi memang perlu dilengkapi dengan data dan fasilitas pendukung. Nanti di titik tertentu pengunjung bisa memindai kode dan mendapat informasi tentang tanaman kopi atau sejarah konservasinya,” jelasnya. Selama lebih dari 11 tahun mendampingi, Prof. Ernan mengakui tantangan terbesar bukan hanya teknis, tetapi membangun kepercayaan lintas pihak mulai dari petani, perhutani, hingga pemerintah daerah. “Menjaga kepercayaan semua pihak itu tidak mudah. Tapi dengan kesabaran, hasilnya sekarang mulai terlihat. Cibulao bukan lagi sekadar kampung di hutan, tapi contoh nyata bahwa pelestarian lingkungan bisa sejalan dengan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (cr1/d)
Perlu Regulasi Berpihak pada Petani Hal itu diungkapkan langsung Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Entis Sutisna. Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Bogor menyumbang sekitar 20 persen dari total produksi kopi di Jawa Barat. Tak hanya melimpah, kopi ini juga memiliki karakter rasa yang khas lebih lembut dibandingkan Robusta dari daerah lain. “Keunggulannya dari rasa dan teksturnya itu lebih lembut dibandingkan Robusta lain. Itulah yang membuat kopi kita punya sertifikat Indikasi Geografis, karena faktor tanah dan geografisnya unik,” ungkapnya kepada Radar Bogor, Senin (10/11). Keunikan ini telah diuji oleh berbagai lembaga, termasuk Kementerian Hukum dan lembaga lain yang menilai kopi Bogor memiliki ciri khas tersendiri. Menariknya, bukan hanya Robusta yang memiliki keunggulan, tetapi juga jenis Arabika. “Kalau Arabika identik dengan rasa asam, tapi Arabika dari
Bogor tidak terlalu asam. Ini yang membuat penikmat kopi bisa langsung membedakan cita rasanya,” jelasnya. Beberapa wilayah seperti Sukamakmur, Jonggol, Megamendung, dan Babakan Madang diakuinya sebagai sentra kopi unggulan di Kabupaten Bogor. “Masalahnya, meski penyumbang kopi terbanyak di Jawa Barat, kita justru kadang susah mencari kopi Bogor. Karena banyak pengepul atau pabrik besar yang langsung membeli dari petani,” akunya. Kondisi ini membuat posisi tawar petani kopi menjadi lemah. Harga sering kali ditentukan oleh pengepul, bukan berdasarkan kualitas biji kopi yang dihasilkan. Menurut Entis, hal inilah yang sedang dibicarakan antara pihak Distanhorbun dengan Bupati Bogor. Pemerintah berencana hadir untuk menata kembali tata niaga kopi agar petani bisa mendapatkan keuntungan yang lebih layak. “Kita sudah diskusi dengan Bupati bagaimana ke depan pemerintah hadir untuk mengurai persoalan pengepul dan pabrik besar yang langsung
ke petani. Karena kalau kopinya unggul, tapi petaninya tidak sejahtera, itu percuma,” tegasnya. Selain mengatur tata niaga, Pemkab Bogor juga mulai berupaya memperkenalkan kopi lokal secara lebih luas. Dalam berbagai kegiatan resmi, Kopi Bogor mulai disajikan sebagai identitas minuman khas daerah. “(Contoh) kami sudah menyiapkan 10 ribu pcs kopi untuk para pegawai yang akan dilantik. Itu bentuk promosi juga. Jadi orang tahu bahwa kopi Bogor memang ada dan layak d i b a n g g a k a n ,” katanya. Lebih jauh, Pemkab Bogor juga tengah menyiapkan regulasi agar ke depan, nama “Kopi Bogor” bisa menjadi label resmi yang mewakili semua produk kopi dari wilayah Kabupaten Bogor. “Jangan sampai nanti kalau orang tanya Kopi Bogor, yang muncul malah Kopi Liong atau merek lain. Kita sedang bicarakan supaya benar-benar ada label resmi ‘Kopi Bogor’. Insyaallah tahun 2026 bisa terwujud,” pungkasnya.(cr1/c)
GM Bisnis: Erwin Sofian GM Digital dan Teknologi Informasi (IT): Benny Irawan Pemimpin/Penanggungjawab Redaksi: Ricki Noor Rachman Koordinator Liputan: Dede Supriadi Pemimpin/Penanggungjawab Redaksi Online: Lucky Lukman Nul Hakim Redaktur Pelaksana Online: Yosep Awaludin Redaktur Senior: Andi Ahmadi, Faturahman S Kanday, Muhammad Ridwan, Muh Afandi, Iqbal Muhammad Redaktur: Imam Rahmanto, Pipin Apriani, Alpin, Muhammad Ruri Ariatullah, Rani Puspitasari Sinaga, Reka Faturachman Sekretaris Redaksi: Jean Cloudia Reporter: Arif Al Fajar, Septi Nulawam Harahap, Fikri Rahmat Utama, Muhamad Rifki Fauzan, Abilly Muhamad, Muhammad Ali Fotografer: Sofyansyah, Hendi Novian Redaktur Konten/ Koordinator Medsos: Erika Nur Rizki S Konten Kreatif: Edfyra Amelia, Rissa Aliria Putri Editor Video: Muhammad Alife Shine, Muhammad Fadhel Wafi, Muhammad Ardika Gunawan, Ezar Rajaswara, Khaerul Nur, Muhammad Isa Ismatullah Videografer: Abdul Aziz, Muhamad Dzikri Ilman Syabani Pracetak: Zainal Arifin (Koordinator), Nursaid, Sarmadah, M. Chaidirali S. Umum dan Personalia: Rawin Surwintono, Mia Nelawati (Asist. Manager) Iklan: Untung Bachtiar (Manager) Pemasaran dan Sirkulasi: M Iksan Halil (Manager) Digital Marketing: Recia Debora S Konsultan Hukum: Andi Syarifuddin SH, MH Ombudsman: M. Choirul Shodiq, Rohman Budijanto Penerbit: PT Bogor Ekspres Media. SIUPP: 651/SK/MENPEN/SIUPP/28 Oktober 1998 Percetakan: PT Bogor Media Grafika (Jalan Siliwangi Kav.1/34 Komp. Puslitbang KOSTRAD Desa Cijujung Kandang Roda Bogor Telp: 0251 8655965) Alamat: Graha Pena Radar Bogor, Jl KHR Abdullah Bin Muh Nuh No 30 Taman Yasmin Bogor 16113. Telepon Redaksi: 0251-7544005 (hunting), Fax:2517544008. Telepon Iklan: 0251-7544001-002, Fax: 0251-7544009. Telepon Pemasaran: 0251-7544003. Perwakilan Jakarta: Gedung Graha Pena, Jl Kebayoran Lama 12 Jakarta Selatan, Telepon/Fax: 021-53699624. Homepage: http//www.radarbogor.id Email: redaksi@ radar-bogor.com. Wartawan Radar Bogor dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.
Wartawan Radar Bogor dibekali dengan kartu pers yang selalu dikenakan selama bertugas.
sabtu
Awasi Pergerakan WNA di Cianjur
15 november 2025 24 jumadil awal 1447 H
Brimob Siap Hadapi Tantangan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, menghadiri syukuran ulang tahun ke-80 Korps Brimob di Gedung Satya Haprabu Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jumat (14/11) kemarin. Sigit tiba di lokasi acara didampingi Komandan Korps Brimob Polri, Komjen Pol Ramdani Hidayat.
SYUKURAN: Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menghadiri HUT Ke-80 Korps Brimob di Gedung Satya Haprabu Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jumat (14/11) kemarin.
BRIMOB..Baca Hal 6
(FAJAR/RADAR BOGOR)
(FAJAR/RADAR BOGOR)
Vandalisme Sasar Fasilitas Umum
DEPOK–Kota Depok belum aman dari aksi kejahatan vandalisme.bukan saja properti milik masyarakat, tapi juga sejumlah fasilitas tak luput jadi sasaran vandalisme.
VANDALISME..Baca Hal 6
Nginep di Apartemen, Maling Kotak Amal DEPOK–Pria berinisial J harus berurusan dengan polisi. Ia ditangkap Unit Reskrim Polsek Beji Depok, Polres Metro Depok akibat mencuri kotak amal masjid di Kawasan Beji, Kota Depok. Pelaku di tangkap di salah satu apartemen di kawasan Depok. “Iya, pelaku ditangkap saat sedang tiduran di salah satu unit apartemen di Kawasan Depok,”
VANDALISME: Halte bus di depan Balai Kota Depok Jalan Raya Margonda jadi sasaran aksi vandalisme.
Bawa Jimat Modus Mau Kenalan DEPOK–Video viral seorang wanita dibuntuti pria tak dikenal hingga ke rumah, viral di media sosial. Dalam video yang dilihat Radar Bogor Jumat (14/11) kemarin, memperlihatkan seorang pria ditangkap warga akibat membuntuti seorang wanita hingga ke rumahnya. Nampak pria tersebut tengah diinterogasi oleh warga akibat ulahnya tersebut. Dikonfirmasi, Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi membenarkan peristiwa dalam video viral tersebut. Ia mengatakan, pria tersebut diamankan warga di kawasan Bojongsari, Kota Depok.
kata Kapolsek Beji Kompol Josman kepada Radar Bogor, Jumat (14/11) kemarin. Ia memaparkan, pelaku beraksi sendirian dengan cara memecah jendela masjid. Pelaku mengambil kotak amal. Selain kotak amal, pelaku juga mengambil uang yang disimpan di lemari masjid dan
NGINEP..Baca Hal 6
DIAMANKAN : Kapolsek Beji, Kompol Josman memberikan keterangan penangkapan pelaku pencurian kotak amal di masjid, Jumat (14/11) kemarin.
BAWA..Baca Hal 6
(FAJAR/RADAR BOGOR)
Yang bersangkutan sudah diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Dari hasil pemeriksaan, pelaku juga terindikasi mengalami gangguan jiwa,” AKP Made Budi Kasi Humas Polres Metro Depok
RADAR BOGOR I SABTU, 15 NOVEMBER 2025 I 24 JUMADIL AWAL 1447 H I HALAMAN 6
AGLOMERASI
Awasi Pergerakan WNA di Cianjur CIANJUR
(ILUSTRASI)
PENATAAN: Petugas menyiram Taman Media Jalan Inspeksi Kalimalang, Kabupaten Bekasi.
Perkuat Sinergi dengan Pemprov Jabar BEKASI–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi mendukung penuh arah kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan siap memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam penyusunan serta pelaksanaan program pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi, Ida Farida usai mengikuti Rapat Koordinasi Sinergitas Program Strategis Nasional Tahun 2025 yang dipimpin langsung oleh Sekda Jabar,
Herman Suryatman di Ruang Rapat Soehoed Warnaen, Kantor Bappeda Provinsi Jawa Barat. “Kami berkomitmen untuk memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, terutama dalam perencanaan dan pelaksanaan program strategis nasional. Prinsipnya, pembangunan harus terintegrasi dari desa hingga kabupaten, agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Ida Farida. Ia menambahkan bahwa
BEKASI Kabupaten Bekasi akan terus mendorong penyelarasan kebijakan antara perencanaan daerah dengan prioritas nasional dan provinsi, khususnya dalam upaya penguatan daya saing daerah, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kesejah teraan masyarakat. “Sinkronisasi program ini juga menjadi momentum penting untuk memastikan efektivitas anggaran, meng-
hindari duplikasi kegiatan, dan memperkuat tata kelola pembangunan yang efisien dan tepat sasaran.” tuturnya. Berdasarkan laporan Indikator Makro Kabupaten/Kota Jawa Barat dari Badan Pusat Statistik (BPS) untuk Kabupaten Bekasi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) berada di angka 77,8 poin, Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) 2024 di angka 5,17 persen, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di angka 8,78 persen, Kemiskinan di
angka 4,36 persen, Rasio Gini 2024 di angka 0,367 dan PDRB per Kapita (Rp Juta) di angka 128,7. Lebih jauh, dalam laporan pada Triwulan II-2025 secara spasial, tiga wilayah dengan kontribusi PDRB tertinggi salah satunya Kabupaten Bekasi, disusul Kota Bandung dan Kabupaten Karawang. Peringkat capaian pendapatan kabupaten/kota se-Jawa Barat per 13 November 2025 untuk Kabupaten Bekasi juga menduduki peringkat ke-15.. (bks)
CIANJUR–Kantor Imigrasi Kelas III Non TPI Kabupaten Cianjur, memperketat pengawasan terhadap warga negara asing (WNA) di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Upaya ini dilakukan untuk memastikan keberadaan dan aktivitas para WNA sesuai dengan izin tinggal yang dimiliki, sekaligus mencegah terjadinya pelanggaran dan potensi keresahan di masyarakat. Kepala Kantor Imigrasi Cianjur, Dr Riky Afrimon mengatakan, pengawasan terhadap WNA dilakukan secara rutin oleh petugas dan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora). “Pengawasan keberadaan WNA tetap kami laksanakan. Kami menyasar orang asing yang izin tinggalnya tidak sesuai dengan peruntukannya. Walaupun izin tinggalnya sesuai, kami tetap melakukan pengawasan rutin, biasanya setiap satu hingga tiga bulan sekali,” ungkapnya. Menurutnya, meski wilayah kerja Imigrasi Cianjur meliputi 32 kecamatan, pengawasan masih dapat dilakukan secara optimal dengan dukungan laporan dari Timpora dan masyarakat.“Pelanggarannya bermacam-macam. Ada yag izin tinggal tidak sesuai keberadaan, ada juga yang bekerja di perusahaan yang tidak sesuai dengan izin kerjanya. Bahkan ada pula yang menimbulkan keresahan di masyarakat, dan itu tetap kami tindaklanjuti,”
jelasnya. Riky menambahkan, saat ini terdapat lebih dari 200 WNA yang terdata di Kabupaten Cianjur. Namun, jumlah tersebut bersifat fluktuatif karena adanya WNA yang masa izin tinggalnya habis atau telah melakukan pengurangan data izin tinggal (EKO). “Setiap bulan pasti ada perubahan data, karena ada yang izin tinggalnya berakhir atau berpindah tempat,” ujarnya. Berdasarkan data Kantor Imigrasi, konsentrasi WNA terbanyak berada di wilayah Karangtengah, Cipanas, Pacet, dan Sukaresmi, yang merupakan kawasan wisata dan industri. Sementara di wilayah Cianjur Selatan, keberadaan WNA didominasi oleh pernikahan campuran, terutama dengan warga asal Taiwan. “Untuk Cianjur Selatan, tidak terlalu banyak, tapi sebagian besar dari perkawinan campuran antara warga lokal dengan WNA, paling banyak dari Taiwan,” ungkap Riky. Dia menegaskan, Imigrasi Cianjur akan terus meningkatkan pengawasan, baik melalui kegiatan mandiri maupun kolaborasi lintas instansi, guna mencegah potensi pelanggaran izin tinggal dan menjaga ketertiban di wilayah Cianjur. “Kami ingin memastikan semua WNA di Cianjur taat aturan, tidak menyalahi izin, dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” pungkasnya.(rbi)
Siaga Hadapi Darurat Bencana SUKABUMI–Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Sukabumi, Mubtadi Latip, menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung langkah tanggap darurat bencana di wilayahnya. Mubtadi menegaskan peran strategis dishub dalam memastikan kelancaran transportasi dan mobilitas logistik selama masa tanggap darurat.
“Kesiapan jalur transportasi dan armada evakuasi menjadi bagian penting dari sistem penanganan bencana. Kami telah memetakan wilayah rawan dan menyiagakan petugas di titiktitik strategis,” ujar Mubtadi. Dishub juga telah menjalin koordinasi intensif dengan BPBD, DPKP, dan kepolisian untuk memastikan jalur alternatif tetap dapat diakses
saat terjadi bencana. “Kami pastikan akses menuju lokasi terdampak tetap terbuka. Jalur evakuasi sudah kami petakan agar penyaluran bantuan dan mobilisasi warga berjalan lancar,” tambahnya. Wilayah selatan Sukabumi menjadi perhatian khusus karena rawan longsor dan banjir. Dishub menyiagakan armada, petugas, serta memperkuat sistem
SUKABUMI komunikasi dan pemantauan transportasi berbasis lapangan. “Petugas kami siap siaga di lapangan untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan memberikan laporan cepat jika terjadi gangguan,” tegas Mubtadi. Dishub juga menyiapkan
Nginep di Apartemen, Maling Kotak Amal sebuah laptop. “Jadi setelah ambil kotak amal, pelaku juga mengambil uang di lemari masjid sebesar Rp 300 ribu dan satu unit laptop,” tuturnya.
Sementara itu untuk uang dalam kotak amal yang dicuri berisi uang sebesar Rp 200 ribu. Dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp3.500.000. Sementara itu dari pengakuan pelaku, uang hasil maling kotak
amal masjid tersebut digunakan untuk kebutuhan seharihari. “Pengakuannya seperti itu,” tuturnya. Lanjut Josman, terungkapnya aksi pencurian kotak amal ini dikarenakan pelaku terekam
CCTV dan viral di media sosial. Sehingga polisi dengan mudah mengidentifikasi pelaku dan berhasil menangkapnya. “Pelaku terekam kamera CCTV, ini memudahkan kami untuk menangkapya,” tukasnya. ( faj/b)
Brimob Siap Hadapi Tantangan Kedatangan Sigit disambut tarian khas berbagai daerah. Selain tarian nusantara, Sigit juga disambut dengan atraksi penabuhan bedug oleh sejumlah personel Brimob. Dalam kegiatan tersebut, Sigit meminta kepada seluruh anggota korps Brimob untuk siap dalam menghadapi setiap tantangan. Dimana kehadiran brimob sebagai representasi negara. Sehingga harus bisa tampil prima dan memberikan yang terbaik. “Kita harus siap menghadapi
tantangan, kejadian brimob sebagai representasi negara, terus bisa tampil pria dsn terbaik,” kata Sigit saat memberikan sambutan. Sigit juga mengatakan, ada beberapa tantangan yang saat ini harus siap dihadapi. Diantaranya, bencana alam juga maraknya hoaks atau misinformasi. Ia memaparkan, bencana global yang terjadi bisa menjadi pelajaran bagi brimob. Sehingga saat terjadi bencana di Indonesia, brimob sudah siap. “Bencana alam global ini
menjadi pelajaran kita, harus siap menghadapi sewaktuwaktu,” paparnya. Sementara itu, Komjen Pol Ramdani Hidayat mengatakan, tema HUT ke-80 ini yakni Brimob Presisi Untuk Masyarakat. Untuk itu, pihaknya terus berupaya mencapai kepercayaan masyarakat semaksimal mungkin. “Bagi Polri, ini pekerjaan rumah ( PR) mulai dari awal lahir sampai sekarang, kita berupaya mencapai kepercayaan masyarakat semaksimal mungkin,” tuturnya. Ia pun mengatakan, banyak
tantangan yang harus dihadapi. Untuk itu ia meminta agar terus belajar beradaptasi dengan lingkungan masing-masing. “Kedepan masih banyak tantangan yang harus kita hadapi, selalu belajar beradaptasi dengan lingkungan masing- masing,” katanya. Ia menegaskan, kritik dan saran dari masyarakat sangat berarti bagi Korps Brimob. Kata dia, saran dan kritik merupakan sebuah dukungan bagi mereka. “Kritik dan saran adalah dukungan dari masyarakat,” tukasnya.(faj/c)
Vandalisme Sasar Fasilitas Umum Seperti yang terpantau Radar Bogor, Jumat (14/11) kemarin, sejumlah fasilitas umum seperti tiang lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Raya Margonda menjadi sasaran vandalisme. Kemudian sejumlah halte bus menjadi sasaran. Hampir semua terdapat vandalisme. Termasuk halte bus di depan Balai Kota Depok. Selain halte, sejumlah Jembatan penyeberangan orang
(JPO) di Depok juga jadi sasaran vandalisme. Kondisi ini dikeluhkan warga Depok. Sinta Maulida (32) salah satunya. Menurutnya, tindakan vandalisme dan perusakan fasilitas umum merupakan pelanggaran serius yang tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga mengancam ketertiban umum. Kata dia, tindakan merusak atau menghancurkan properti, baik milik umum maupun pribadi secara sengaja tanpa izin), dapat menimbulkan
kerugian materiil dan gangguan terhadap kenyamanan warga. “Iya membuat kumuh, dan tidak nyaman. Ini sudah meresahkan harus ada penindakan. Ditangkap,” katanya saat ditemui Radar Bogor. Hal senada dikatakan Robi (34), warga Depok lainnya. Ia menyayangkan aksi vandalisme di fasilitas publik. “Ini tiang PJU estetik, malah dicoret gak jelas,” tuturnya. Ia mengatakan, para pelaku
vandalisme di Depok kerap beroperasi malam hari. Terbaru, video aksi vandalisme di Depok terekam CCTV dan viral di media sosial. Ia berharap agar ada penindakan secara tegas. Dilakukan penangkapan terhadap pelaku vandalisme. “Kalau terus dibiarkan, kota Depok bisa kumuh dengan vandalisme. Sudah sampah berserakan dimana mana, ditambah coretan vandalisme dimana mana,” tukasnya. (faj)
kendaraan operasional dan sarana pendukung yang dapat digerakkan sewaktu-waktu untuk mendukung kegiatan tanggap darurat di berbagai wilayah. Menanggapi peringatan BMKG terkait potensi peningkatan curah hujan akibat La Nina, Dishub kini fokus pada langkah preventif dan responsif guna mengurangi risiko kecelakaan dan gangguan
transportasi. “Kami mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama pengendara di jalur pegunungan dan pesisir. Kami akan terus memantau kondisi jalan dan menyampaikan informasi terkini,” ujarnya. Dishub juga memperketat pengawasan terhadap infrastruktur transportasi vital seperti jembatan, tikungan curam, dan titik rawan longsor.
Melalui berbagai langkah tersebut, Dishub Sukabumi memperkuat sinergi lintas sektor untuk memastikan sistem transportasi darurat yang cepat, aman, dan terkoordinasi. “Kami siap mendukung seluruh upaya pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan masyarakat melalui layanan transportasi yang tangguh dan responsif,” tutup Mubtadi.(ndi)
Bawa Jimat Modus Mau Kenalan Pria tersebut diamankan akibat mengintip seorang pegawai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). “Iya betul, diamankan warga,” katanya kepada Radar Bogor. Ia menyampaikan bahwa saat
penangkapan pria tersebut ditemukan sejumlah benda yang diduga jimat. “Saat diamankan, kedapatan membawa jimat dan dicurigai menguntit pegawai SPBU,” paparnya. Lanjut Made, pria tersebut kemudian diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.
Dari hasil interogasi, pelaku beralasan hanya ingin berkenalan dengan korban. “Yang bersangkutan sudah diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Dari hasil pemeriksaan, pelaku juga terindikasi mengalami gangguan jiwa,” tukasnya.(faj/b)
RADAR BOGOR I SABTU 15 NOVEMBER 2025 I 24 JUMADIL AWAL 1447 H I HALAMAN 7
PENDIDIKAN Sekolah Remaja Berkualitas Hadir di SMPN 1 Dramaga BOGOR–Dosen IPB University, Dr Yulina Eva Riany, memberikan pembekalan kepada siswa SMPN 1 Dramaga tentang pentingnya mengenali potensi diri, bakat, dan minat sebagai bekal merancang masa depan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sekolah Remaja Berkualitas hasil kerja sama antara Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) dan Pusat Kajian Gender dan Anak (PKGA) IPB University. Dr Yulina menjelaskan bahwa mengenali potensi diri merupakan langkah awal untuk memahami arah hidup dan cita-cita. “Siswa diajak memahami bahwa mengenal diri sendiri merupakan langkah penting agar mereka mampu memahami arah hidup serta tujuan yang ingin dicapai,” ujarnya. Ia menambahkan, setiap individu memiliki “harta tersembunyi” berupa potensi yang dapat dikembangkan melalui berbagai cara, seperti selfassessment, mencari tantangan baru, belajar dan mengembangkan diri, menerima kegagalan, bertahan, berkomitmen, serta berkolaborasi. Dalam kesempatan tersebut, Dr Yulina juga memaparkan dua jenis bakat, yakni bakat umum dan bakat khusus, seperti bakat verbal, numerikal, spasial, mekanik, klerikal, dan skolastik. Sementara itu, Kayla, perwakilan mahasiswa IPB University, menjelaskan konsep minat yang terbagi menjadi minat vokasional dan minat avokasional. Ia mencontohkan bahwa minat
setiap individu memiliki harta tersembunyi berupa potensi yang dapat dikembangkan melalui berbagai cara, seperti self-assessment, mencari tantangan baru, belajar dan mengembangkan diri, menerima kegagalan, bertahan, berkomitmen, serta berkolaborasi,” Dr Yulina Eva Riany Dosen IPB University
dapat mencakup bidang profesional, komersial, kegiatan fisik, eksplorasi, serta kreativitas. Kayla menggambarkan keterkaitan antara potensi, bakat, dan minat menggunakan analogi sederhana. “Potensi diibaratkan sebagai dasar kemampuan, bakat sebagai mesin penggerak, dan minat sebagai bahan bakar yang mengarahkan seseorang menuju kesuksesan,” jelasnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat lebih mengenali kekuatan dan ketertarikan pribadinya sehingga mampu merancang masa depan yang lebih terarah dan sesuai dengan potensi diri masing-masing. (*pia)
EDUKASI: Perwakilan IPB University saat menjalankan program Sekolah Remaja Berkualitas du SMPN 1 Dramaga, belum lama ini.
Disdik Jabar Galakkan Program Smater SEMINAR: Narasumber dari Komisioner KPAD Kabupaten Bogor, Asep Saepudin memaparkan pentingnya peran orangtua dalam mewujudkan keberhasilan pendidikan di SDN Cibitung Kulon 03.
SDN Cibitung Kulon 03 Ingatkan Peran Ortu BOGOR –SDN Cibitung Kulon 03 Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, menggelar kegiatan Parenting Education bertema Orang Tuaku Guruku, Rumahku Sekolahku. Kegiatan ini dihadiri seluruh orang tua peserta didik, para guru, serta komite sekolah sebagai bentuk penguatan sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Kepala SDN Cibitung Kulon 03, Didi Wahyudi menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga peran aktif orang tua di rumah. “Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di rumah. Dengan komunikasi dan kerjasama yang baik antara guru dan orang tua, kita dapat membentuk karakter dan prestasi anak secara seimbang,” ujar dia kepada Radar Bogor, Jumat (14/11). Sebagai narasumber utama, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Kabupaten Bogor, Asep Saepudin, menekankan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi setiap anak. “Orang tua adalah guru sejati yang pertama dikenal anak. Rumah yang penuh kasih sayang, disiplin, dan
teladan baik akan menjadi sekolah terbaik bagi pembentukan karakter,” ungkapnya. Asep juga mengingatkan pentingnya pola komunikasi positif dalam keluarga serta peran orang tua dalam menciptakan suasana rumah yang ramah anak dan bebas dari kekerasan, baik fisik maupun verbal. Melalui kegiatan ini, para orang tua diharapkan semakin memahami dan menguatkan perannya dalam mendidik sekaligus melindungi anak, selaras dengan nilai-nilai pendidikan yang ditanamkan di sekolah. “Acara berlangsung interaktif dan penuh kehangatan. Banyak orangtua yang antusias bertanya dan berbagi pengalaman mengenai pola asuh anak di era digital yang penuh tantangan,” tuturnya. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SDN Cibitung Kulon 03 menunjukkan komitmennya dalam membangun sinergi antara sekolah, komite, keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan generasi berkarakter, berakhlak, dan berprestasi. “Sebagai sekolah dengan branding Ciku 3 (Cerdas, Islami, Kreatif, dan Unggul), SDN Cibitung Kulon 03 terus menitikberatkan pembelajaran yang berpusat pada murid, termasuk melalui penguatan peran orang tua dalam pendidikan” pungkas dia. (Cr1/b)
BANDUNG–Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Purwanto membina kepala sekolah dan bendahara pelaksana program SMA Terbuka (Smater) di Aula Ki Hajar Dewantara Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Selasa (11/11). Kadisdik menegaskan, program Smater sangat strategis untuk peningkatan angka partisipasi dan akses pendidikan. “Program ini niatnya bagus dan secara pelaksanaan juga harus diterjemahkan dengan bagus. Proses penyelenggaraan harus akuntabel dan hari ini kita lakukan evaluasi bersama,” ujar dia, yang dikutip dari laman disdik.jabarprov.go.id Poin evaluasi, lanjut Kadisdik,
meliputi pendataan Smater yang masih aktif serta proses pembelajaran yang sesuai dengan pedoman. “Pedomannya bisa dievaluasi lagi apakah masih relevan atau perlu ada yang diubah. Nanti harus dikonsultasikan juga dengan berbagai pihak,” imbuhnya. Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas Disdik Jabar, Iis Rostiasih menuturkan, terdapat 189 Smater yang melakukan pelayanan pembelajaran pada tahun ajaran 2025/2026. “Dari total 210, ada 21 Smater yang tidak memiliki siswa tahun ini karena sudah terakomodasi dalam program PAPS,” ungkapnya. Iis menambahkan, pembinaan ini
GAGASAN: Kadisdik Jawa Barat Purwanto saat menyampaikan tentang program smater, yang digalakkan Disdik Jawa Barat di lingkutan Bogor di hadapan para kepsek.
bertujuan menguatkan kembali esensi program Smater, memberikan informasi terkait pengelolaan dan implementasi nasional serta perenca-
naan dana bantuan keuangan untuk Smater. Pembinaan ini dihadiri oleh 189 kepala sekolah dan bendahara Smater.(*pia)
62 Penerima Beasiswa Dilatih Wawasan Kebangsaan BOGOR–IPB University menjadi tuan rumah pelaksanaan Wawasan Kebangsaan bagi penerima Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) 2025 wilayah Bogor. Kegiatan yang digelar di Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi) Lawang Gintung, Bogor ini diikuti lebih dari 62 mahasiswa dari 8 perguruan tinggi di Indonesia. Selama tiga hari dua malam, peserta mengikuti berbagai kegiatan pembinaan yang dirancang untuk menumbuhkan semangat kebangsaan, kedisiplinan, dan karakter tangguh. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dr Beginer Subhan, Direktur Kemahasiswaan IPB University. Dalam sambutannya, ia berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan, mengikuti setiap agenda dengan semangat, serta menjadikan pela-
tihan ini sebagai sarana memperkuat rasa cinta Tanah Air dan kebanggaan sebagai penerima beasiswa ADik. Dr Yusalina, Asisten Direktur Kemahasiswaan Bidang Kesejahteraan Mahasiswa IPB University, menyampaikan harapannya agar peserta dapat menjadikan kegiatan ini sebagai pengalaman berharga. “Ikuti kegiatan ini dengan semangat, jaga kesehatan, dan bangun jejaring dengan teman-teman dari berbagai perguruan tinggi. Program ini adalah bentuk nyata kepedulian negara, jadi jadikan kebanggaan ini sebagai motivasi untuk terus berprestasi,” ujarnya. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapat pembekalan melalui sesi inspiratif, pelatihan fisik, diskusi kelompok, hingga kegiatan seni dan budaya yang memadukan nilai
kedisiplinan, solidaritas, dan kolaborasi. Materi disampaikan oleh Prof Yonny Koesmaryono dan Nabila Ishma Nurhabibah, SH, yang menekankan pentingnya pengembangan potensi akademik, manajemen diri, serta literasi digital bagi generasi muda. “Hidup itu seperti panahan. Yang paling penting dari panahan adalah setelah kita punya anak panah dan busurnya, tentukan dulu goals-nya mau ke mana, baru tarik anak panahnya ke sasaran kita,” ujar Prof Yonny. Selain itu, para prajurit TNI turut memberikan pelatihan bela negara melalui pendekatan yang edukatif dan membangun, dengan menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, serta kerja sama. Sementara itu, Muh Faturokhman, SPt, MSi, Asisten Direktur Kemaha-
siswaan Bidang Karakter, Organisasi Kemahasiswaan, Olahraga, dan Kesenian Mahasiswa, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembinaan karakter mahasiswa. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa belajar mencintai bangsanya bukan hanya lewat kata-kata, tapi melalui sikap disiplin, tanggung jawab, dan semangat berkontribusi positif bagi masyarakat,” tuturnya. Dengan semangat “Digdaya Bersatu, Indonesia Maju,” kegiatan Wawasan Kebangsaan ADik 2025 di IPB University menjadi ruang pembelajaran yang memadukan nilai kebangsaan, intelektualitas, dan solidaritas lintas perguruan tinggi, serta meneguhkan komitmen IPB untuk membentuk generasi muda yang berintegritas, tangguh, dan berjiwa Indonesia. (*/pia)
Enam Tahun Jadi Honorer, Selalu Ikut Seleksi Tiap Dibuka Pendaftaran Agus Multi (29), seorang guru disabilitas asal SDN Puspanegara 04, Citeureup akhirnya tersenyum bahagia setelah penantian menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, terwujud. Laporan: ABILLY MUHAMMAD AGUS bercerita perjalanan ingin diangkat menjadi PPPK berawal dari
mengeyam pendidikan bangku kuliah sekitar 2019. Setelah menyelesaikan pendidikan Strata Satu (Sarjana), Agus mengabdikan diri sebagai guru honorer di SDN Puspanegara 04. Dari situ, Agus mulai menjadi seorang pendidik dengan niat tulus menyebarkan ilmu yang bermanfaat kepada para siswa, meski memiliki keterbatasan. ”Sebelumnya saya kuliah lalu lulus menjadi seorang guru,” ujar Agus. Agus menuturkan bahwa selama kurang lebih enam tahun mengamalkan ilmu menjadi seorang guru honorer, saat itu juga dirinya selalu mencoba mengikuti seleksi PPPK setiap
BAHAGIA: Agus Multi memperlihatkan SK pengangkatannya menjadi PPPK Paruh Waktu.
pendaftaran itu dibuka. ”Saya (Guru) dari 2019, udah enam tahun (mengajar),” jelas dia. Dengan ikhtiar dan optimisme meski memiliki keterbatasan yang ada, impian Agus di tahun 2025 akhirnya terwujud menjadi seorang PPPK. ”Saya mungkin dari awal September (menunggu dilantik),” tutur dia. Saat proses pelantikan PPPK oleh Bupati Bogor, Agus sangat bersyukur karena ikhtiar yang selama ini dilakukan akhirnya membuahkan hasil. Tak lupa juga, dirinya mengucapkan rasa syukur atas pemberian Tuhan yang Maha Kuasa.
”Perasan saya senang sekali bersyukur kepada Tuhan yang maha kuasa dan juga Bupati Bogor serta jajaran,” ujar dia. Bahkan, Agus juga memberi apresiasi ke Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah kerja keras memperhatikan para tenaga honorer serta mempersiapkan proses pelantikan. Sehingga, kata Agus, yang merupakan seorang disabilitas satu-satunya saat dilantik, mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor. ”Terimakasih sekali lagi saya ucapkan kepada seluruh jajaran Pemkab Bogor,” pungkas dia. (rp2/c)
RADAR BOGOR I SABTU, 15 NOVEMBER 2025 I 24 JUMADIL AWAL 1447 H I HALAMAN 8
Pelantikan Terbanyak Nasional PPPK Paruh Waktu Kabupaten Bogor Mencapai 9.687 Orang CIBINONG – Sebanyak 9.687 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Kabupaten Bogor resmi dilantik pada Jumat (14/11). Mereka diambil sumpah dan janjinya di Lapangan Panahan Stadion Pakansari, Cibinong. Banyaknya PPPK Paruh Waktu yang dilantik dalam kesempatan itu, membuat pelantikan tersebut diklaim menjadi yang terbanyak se-Indonesia. Bupati Bogor Rudy Susmanto menerangkan pelantikan PPPK paruh waktu saat ini bertujuan untuk memper-
siapkan PPPK di tahun 2026. Hal ini sesuai dengan arahan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) bahwa pegawai paruh waktu akan diangkat dan ditetapkan sebagai pegawai PPPK. Meski tahun 2026 Pemkab Bogor hanya diberikan kouta sebanyak 4.500 pegawai untuk tahap pertama, namun BKN menginstruksikan untuk seluruhnya ditetapkan. Pada kesempatan itu Rudy menyampaikan terima kasih atas dukungan DPRD Kabupaten Bogor, BKN Provinsi dan BKN pusat. “Tentunya yang sebesar-sebesarnya kami ucapkan terimakasih kepada seluruh pegawai yang hari ini sudah diangkat dan ditetapkan sebagai paruh waktu,” tutur dia. Rudy pun menyampaikan, bagi pegawai yang belum ditetapkan, Pemkab Bogor akan
segera memproses secepatnya. ”Jangan takut terkait bagaimana pembiayaan dan penganggaran kita tidak akan lupa setetes keringat meneteskan untuk membangun Kabupaten Bogor adalah bagian perjuangan. Kabupaten Bogor dan tentunya APBD bersumber dari rakyat digunakan oleh rakyat untuk kepentingan seluruh rakyat,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bogor, Yunita Mustika Putri menyampaikan pelantikan PPPK paruh waktu yang saat ini dilantik sebagian dari tenaga kebersihan, pertugas keamanan, sopir, pegawai operasional dan posisi lainnya.
Yunita berpesan bagi PPPK paruh waktu yang baru saja dilantik harus bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. “Sebisa mungkin kami meratakan penyebarannya karena Kabupaten Bogor sekarang 6.3 juta jiwa tentu berbeda penanganan dengan Kota Kabupaten sekitar kita,” ujar dia. Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara berpesan kepada Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu agar tidak terlibat game terlarang atau judi online. ”Mudah-mudahan yang baru-baru ini ga ada terlibat judi online (judol). Kita berharap dengan diangkatnya PPPK paruh waktu supaya tidak tergiur dan tidak tergabung oleh hal-hal seperti itu,” kata Sastra.
Sastra mengucapkan selamat atas pengangkatan pegawai paruh waktu bagi masyarakat yang telah dilantik oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto. Terlebih, kata dia, Kabupaten Bogor merupakan daerah terbanyak yang melakukan pelantikan PPPK paruh waktu se Indonesia. ”Kami mengucapkan selamat atas pengangkatan pegawai paruh waktu jumlah total terbanyak di seluruh Indonesia. Tentu ini menjadi semangat baru,” jelas dia. Sastra berharap, ribuan PPPK paruh waktu bisa memberikan kinerja terbaik kepada seluruh masyarakat Kabupaten Bogor. (rp2/c)
FOTO : SOFIANSYAH/RADAR BOGOR
PELANTIKAN: Pelantikan 9.687 Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu di Lapangan Panahan Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (14/11/2025).
Dua Motor Tabrakan, Satu Pemotor Tewas FOTO: SEPTI NULAWAM/RADAR BOGOR
PROYEK: Bangunan Kantor Kecamatan Parungpanjang yang baru mencapai 70 persen.
Proyek Kantor Kecamatan Parungpanjang Terancam Molor PARUNGPANJANG – Proyek pembangunan gedung Kantor Kecamatan Parungpanjang di Perumas, Desa Lumpang terancam molor. Pasalnya, pembangunan yang dimulai sejak 16 Juli 2025 itu baru mencapai progres 65 - 70 persen hingga saat ini. Pelaksana lapangan, Ahmad Nuryadi mengaku mengalami sejumlah kendala dalam proses pembangunan tersebut. ”Kendala kita di material karena adanya penutupan perusahaan tambang sehingga keterlambatan dalam suplai material,” ungkapnya kepada wartawan, Jumat (14/11). Selain itu, Nuryadi juga menyebut faktor cuaca menyebabkan para pekerja kesulitan melaksanakan pembangunan, terutama pada bagian lantai 2. ”Ketika menaikan material ke lantai dua, terkadang cuaca ekstrem, dan itu tidak bisa
kita paksakan karena berisiko tinggi,” katanya. Di sisa waktu kontrak yang kurang dari satu bulan ini, pihak pelaksana mengaku terus mengejar progres pembangunan. Dengan melibatkan sekitar 50 pekerja, pembangunan dikerjakan dengan waktu penuh. ”Kami serentak, lantai bawah bekerja, bawah tinggal pemasangan keramik, plafon dan lain-lain kita sudah siap, dan di atas juga kita mengejar progres,” tegas Nuryadi. Terutama saat cuaca bagus, masih Nuryadi, pihaknya mengerahkan pekerja untuk meneruskan pembangunan dengan sistem lembur. “Kami kejar target, mudah-mudahan selesai tepat waktu,” tukasnya. Proyek yang menggunakan dana APBD Kabupaten Bogor dengan nilai kontrak Rp 8.78 miliar, itu ditargetkan selesai dalam waktu pelaksanaan 150 hari. (cok/c)
CIBINONG–Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di Jalan Raya Bojong Nangka, Desa Bojong Nangka Kecamatan Gunung Putri pada Rabu (12/11) malam. Dua motor matic bertabrakan hingga tiga orang pengendara menjadi korban. Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ferdhyan Mulya menuturkan peristiwa itu bermula saat sepeda motor honda beat tanpa nomor polisi yang dikendarai FMO bergerak dari arah Cagak menuju ke arah Bojong Nangka. ”Motor itu kemudian berbenturan dengan motor matic lain berwarna putih dengan plat nomor F 4258 FCX yang dikemudikan SAK dan penumpang NPN,” tuturnya Kamis (13/11). Akibat kejadian ini, pengendara FMO meninggal dunia. Sementara itu pengedara SAK mengalami luka sobek pada bagian pelipis mata dan penumpang NPN mengalami luka memar. Keduanya kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Abdul Radjak “Kecelakaan lalu lintas ini juga menimbulkan kerugian materi karena kendaraan yang rusak. Kerugian materi kurang lebih Rp1 juta,” pungkasnya. (rp2/c)
Bantu Mobil Mogok Sesaat Setelah Dilantik Kesigapan personel Pemadam Kebakaran (Damkar) memang tak perlu diragukan lagi. Seperti yang ditampilkan personel Damkar Kabupaten Bogor. Mereka langsung bertugas membantu warga yang mobilnya mogok sesaat setelah dilantik sebagai Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
EVAKUASI: Petugas Damkar Kabupaten Bogor mengevakuasi mobil terkunci di area Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor.
Laporan: ABILLY MUHAMMAD FOTO: DAMKAR FOR RADAR BOGOR.
USAI menjadi peserta Pelantikan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor langsung membuktikan kinerja pelayanan kepada masyarakat. Mereka segera mendatangi lokasi warga yang mengalami kesusahan. Keputusan itu mereka ambil tanpa berpikir panjang. Para personel Damkar bahkan tidak mengganti baju batik biru Korprinya terlebih dahulu
demi memberi pertolongan segera. Kesigapan itu ditampilkan personel Damkar saat menolong warga yang mobilnya mogok Komandan Regu (Danru) Rescue Damkar Kabupaten Bogor, Arman Riyanto menuturkan saat itu para petugas langsung melakukan evakuasi. “Mobil itu kami ‘jemper’ sehingga bisa kembali menyala,” tuturnya. Di saat yang bersamaan ternyata terdapat warga yang juga mengalami kesulitan akibat
kunci mobilnya tertinggal di dalam mobil. Para petugas Damkar pun kemudian menolong warga tersebut. Dengan peralatan canggih yang dimiliki, kunci mobil itu dapat diraih dan dikembalikan kepada pemiliknya. Kedua kejadian itu pun berhasil diatasi dengan cepat. “Kurang dari 30 menit kami berhasil membantu evakuasi dua kendaraan itu,” terang Arman. (rp2/c)
Luncurkan UEP, Ciptakan Kemandirian Ekonomi CIBINONG–Karang Taruna (Katar) Kabupaten Bogor meluncurkan Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk mendorong kemandirian ekonomi bagi para pemuda di Bumi Tegar Beriman. Ketua Karang Taruna Kabupaten Bogor, Heri Gunawan menjelaskan bahwa, program tersebut merupakan salah satu Asta Cita Karang Taruna dalam membantu pemerintah mencetak entrepreneur muda. ”Asta Cita Karang Taruna harus mendukung setiap langkah-langkah Program pemerintah Kabupaten Bogor. Tentunya, ini selaras dalam menjawab tantangan persoalan pengangguran dan membuka peluang usaha baru di kalangan pemuda dan membangun kemandirian berorganisasi,” kata Heri. Kamis (13/11). Menurut dia, program ini bukan hanya sekedar seremonial. Karang Taruna Kabupaten Bogor memiliki banyak kader pengusaha muda yang telah bergerak lama mengelola usaha mereka sendiri. Heri menuturkan, Karang Taruna Kabupaten Bogor telah membuat road map
untuk masa depan pemuda dalam menghadapi Bonus Demografi dan Indonesia Emas 2025, salah satunya menciptakan lapangan kerja dan pengusaha baru. ”Salah satunya program UEP ini, kami menyiapkan pemuda yang bisa memimpin, yang bisa mengelola Ekonomi secara mandiri, dan tentunya pemuda yang berdampak bagi masyarakat sekitar,” imbuh dia. Oleh karena itu, Heri berharap program ini bisa menjadi rujukan pemerintah Kabupaten Bogor dalam mengelola pemuda, memanfaatkan potensi para pemuda di seluruh penjuru Kabupaten Bogor. ”Kami akan terus bersedia jika pemerintah memerintahkan kita untuk mengembangkan pemuda, sebab kepengurusan kita ada di setiap kecamatan, desa hingga RT dan RW. Dengan berkolaborasi, Bonus Demografi adalah sebuah keniscayaan,” terang dia. Bupati Bogor, Rudy Susmanto menjelaskan pihaknya berkomitmen untuk menghidupkan ekonomi masyarakat melalui UMKM dan pengembangan potensi ekonomi lokal. (rp2/c)
PEMUSNAHAN: Kementerian Perdagangan melakukan pemusnahan 500 balpres pakaian bekas impor ilegal di PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Bogor, Jumat (14/11).
Ratusan Balpres Pakaian Thrifting Dimusnahkan KLAPANUNGGAL–Sebanyak 500 balpres pakaian bekas impor ilegal (thrifting) dimusnahkan pada Jumat (14/11). Kegiatan tersebut disaksikan langsung Menteri Perdagangan, Budi Santoso di PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI), Bogor. Menteri Perdagangan, Budi Santoso mengatakan, balpres thrifting tersebut merupakan bagian dari 16.591 balpres thrifting hasil pengawasan gabungan sejak 14 Oktober 2025 lalu. ”Kami sudah melakukan proses pemusnahan dari tanggal 14 Oktober dan sudah 16.591 balpres atau sekitar 85,56 persen,” ungkapnya. Dijelaskannya, Kementerian Perdagangan bersama Badan Intelijen Negara (BIN), dan Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dan Polri telah melakukan pengawasan terkait impor pakaian bekas ilegal di kawasan Bandung. Dari sana, pihaknya menyita sebanyak 19.391 balpres yang diimpor dari negara Jepang, Korea Selatan, hingga Cina dengan nilai kurang lebih Rp 112 miliar.
”Kami harapkan akhir November ini proses pemusnahan sudah selesai. Dengan kerja sama yang kuat antar instansi, kami harap persoalan impor ilegal dapat dituntaskan,” tegas Budi Santoso. Untuk memperkuat pengawasan masuknya pakaian bekas ilegal ke Indonesia, pihaknya juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Termasuk melakukan pengawasan peredaraan pakaian bekas yang dijual melalui sistem online. ”Pakaian bekas yang dijual secara online itu memudahkan kami untuk melakukan penyitaan. Kemudian kami tindaklanjuti bagaimana mendapatkan barang itu,” tandasnya. Untuk diketahui, PT Prasadha Pamunah Limbah Industri (PPLI) dipilih sebagai salah satu lokasi pemusnahan balpres pakaian bekas impor ilegal atau thrifting. Perusahaan pengolahan limbah industri yang sudah lebih dari 30 tahun beroperasi di Indonesia itu kerap menjadi tempat rujukan negara dalam penanganan limbah mau pun barang berbahaya lainnya. (cok/c)
RADAR BOGOR I SABTU, 15 NOVEMBER 2025 I 24 JUMADIL AWAL 1447 H I HALAMAN 9
ALLSPORT INDONESIA U-23 VS MALI U-23
KELAS DUNIA: Gol yang dicetak bek Persija Jakarta, Rizky Ridho ke gawang Arema FC di Stadion Patriot Candrabhaga, Kota Bekasi pada 9 Maret 2025.
Menguji Taji Garuda Muda CIBINONG–Timnas Indonesia U-23 akan beruji coba melawan Timnas Mali U-23 di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor pada Sabtu (15/11) malam ini (live Indosiar & Vidio pukul 20.00 WIB). Timnas Indonesia U-23 akan memulai rangkaian uji coba mereka dengan menghadapi Mali U-23. Laga ini menjadi awal dari dua pertemuan yang disiapkan Indra Sjafri sebagai bagian dari pemantapan skuad menuju SEA Games 2025 di Bangkok. Pertarungan melawan tim Afrika ini diharapkan memberikan gambaran lebih konkret terkait kesiapan Garuda Muda. Indonesia akan menjalani dua pertandingan uji coba kontra Mali, masing-masing pada 15 dan 18 November 2025. Dua laga ini memiliki nilai penting karena menjadi simulasi terakhir sebelum tim bertolak ke Thailand untuk mempertahankan medali emas yang mereka raih pada edisi sebelumnya. Dengan jadwal SEA Games yang kian dekat, setiap detail menjadi krusial untuk dipertajam. Mali dipilih bukan tanpa alasan. Tim asal Afrika Barat itu dikenal memiliki karakter permainan yang agresif, cepat, dan kuat secara fisik. Karakter inilah yang diharapkan bisa menguji konsistensi dan kestabilan permainan Garuda Muda sebelum menghadapi fase grup SEA Games. Indonesia tergabung di Grup C bersama Myanmar, Filipina, dan Singapura. Di sisi lain, atmosfer optimisme menyelimuti pemusatan latihan Indonesia. Kehadiran sejumlah pemain diaspora memberi warna baru bagi skuat Indra Sjafri. Mauro Zijlstra menjadi salah satu nama yang paling disorot sebagai tumpuan lini depan. Ia diharapkan mampu mengisi peran mesin gol, terutama karena Ole Romeny tidak bisa turun pada level U-23 akibat batas usia. Laga melawan Mali pun menjadi kesempatan emas bagi Zijlstra untuk menunjukkan ketajaman dan chemistry bersama rekan-rekannya. Bila bisa tampil percaya diri dan produktif, Indonesia memiliki alasan kuat untuk berharap pada konsistensi lini depan jelang turnamen sesungguhnya di Bangkok. (bol)
FOKUS: Para pemain Timnas Indonesia U-23 melalukan latihan di Stadion Madya, Senayan, Jakarta.
PREDIKSI SUSUNAN PEMAIN TIMNAS INDONESIA U-23 (4-3-3) Cahya Supriadi; Kakang Rudianto, Kadek Arel, Dion Markx, Dony Tri Pamungkas; Robi Darwis, Ivar Jenner, Arkhan Fikri; Luke Keet, Mauro Zijlstra, Rayhan Hannan Pelatih: Indra Sjafri TIMNAS MALI U-23 (4-2-3-1) M. Sissoko; Soukouna, I. Traore, S. Doucoure, Y. Fofana; Kone, Makalou; I. Kanate, Sidibe, Coulibaly; P. Sissoko Pelatih: Fousseni Diawara CATATAN PERTEMUAN Timnas Indonesia U-23 dan Timnas Mali U-23 tak pernah bertemu sebelumnya
5 LAGA TERAKHIR TIMNAS INDONESIA U-23 13/10/25 10/10/25 09/09/25 06/09/25 03/09/25
Indonesia U-23 Indonesia U-23 Korea Selatan U-23 Makau U-23 Indonesia U-23
1-1 1-2 1-0 0-5 0-0
India U-23 India U-23 Indonesia U-23 Indonesia U-23 Laos U-23
5 LAGA TERAKHIR TIMNAS MALI U-23 19/07/24 06/07/24 03/07/24 10/06/24 07/06/24
FC 93 Mali U-23 Mali U-23 Uzbekistan U-23 Uzbekistan U-23
0-3 1-0 2-0 1-2 1-1
Mali U-23 Mali U-20 Mali U-20 Mali U-23 Mali U-23
Masuk Nominasi
Puskas Award
JAKARTA–Nama Persija Jakarta dan sepak bola Indonesia mendadak dunia setelah FIFA merilis daftar nominasi penghargaan Puskas Award 2025. Gol bek Rizky Ridho ke gawang Arema FC di Liga 1 2024/2025, jadi salah satu kandidat pemenang penghargaan gol terbaik tahunan tersebut. Gol Ridho itu terjadi pada Liga 1 2024/2025. Tepatnya pada 9 Maret, di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Kala itu dia menjadi satusatunya pencetak gol Persija saat kalah 1-3 dari Arema FC. Skema gol Ridho memang tak biasa. Kala itu dia melakukan overlapping dan menerima umpan dari Ryo Matsumura di sayap kiri. Kemudian dengan pemikiran cepatnya, kapten Macan Kemayoran itu langsung melepaskan tembakan dari tengah lapangan. Sepakan jarak jauh Ridho sangat
tak diduga-duga. Termasuk penjaga gawang Arema FC, Lucas Frigeri, yang berdiri terlalu jauh dari mulut gawang. Bola tendangan Ridho pun melewati dirinya dan masuk ke gawang Arema FC. Frigeri saat itu hanya bisa memandangi bola tendangan Ridho mendarat masuk ke pojok atas gawang Tim Singo Edan. Dia tak bisa menggagalkannya sama sekali. Gol Ridho pun ternyata masuk dalam nominasi Puskas Award 2025. Dia akan bersaing dengan 10 bintang dunia lain, termasuk winger Barcelona, Lamine Yamal ke gawang Espanyol dan gelandang Arsenal, Declan Rice ke gawang Real Madrid. Adapun nominasi lain antara lain adalah Alerrandro Souza (Vitoria vs Cruizeiro), Alessandro Deiola (Cagliari vs Venezia), Pedro De La Vega (Cruz Azul vs
Seatle Sounders), dan Santiago Montiel (Independiente vs Independiente Rivadevia). Kemudian Amr Nasser (Al Ahly vs Pharco), Carlos Orrantia (Queretaro vs Atlas), Lucas Ribeiro (Mamelodi Sundowns vs Borussia Dortmund), Kevin Rodrigues (Kasimpasa vs Rizespor). ”Para nomine FIFA Puskas Award 2025, lihat semua golnya dan tentukan pilihanmu,” demikian dikutip dari akun X milik FIFA World Cup, Jumat (14/11) dini hari WIB. Direktur Utama Persija, Mohamad Prapanca menyampaikan rasa bangganya mengetahui gol Rizky Ridho masuk dalam nominasi Puskas Award 2025. Ia menganggap pencapaian sang bek tak pernah mengenal batas. “Ridho menunjukkan bahwa mimpi tidak pernah mengenal batas,” ucap Prapanca dalam
keterangan resmi klub Persija Jakarta, Jumat (14/11). ”Gol itu adalah cermin dari kerja keras, disiplin, dan keberanian untuk mencoba hal yang tampak mustahil,” tambahnya. Bagi Persija, kata Prapanca, pencapaian Rizky Ridho jadi me nambah semangat dan motivasi klub dalam mengasah dan mengeluarkan potensi terbaik dari tiap pemain. ”Ini adalah dorongan besar untuk terus melahirkan dan merawat talenta yang mampu menggapai panggung dunia. Kami bangga pada Ridho dan akan terus mendukungnya,” tutur Prapanca. Adapun Ridho buka suara mengenai gol spektakulernya masuk dalam nominasi Puskas Award 2025. Ia mengaku bersyukur ternyata apa yang dilakukan olehnya bisa mendunia. (jpc)
Zaenul Mutaqin Kembali Pimpin KORMI Kota Bogor BOGOR–Dinilai sukses memimpin Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bogor, Zaenul Mutaqin kembali dipercaya untuk memimpin pada periode 2025-2029. Dalam Musyawarah Kota (Muskot) KORMI II di gedung balai Rakyat Cagar Budaya DPRD Kota Bogor, Jumat (14/11), pria yang karib disapa ZM ini terpilih secara aklamasi. Sebanyak 19 induk organisasi olahraga (Inorga) menyatakan dukungan mereka kepada ZM. Muskot KORMI II itu juga disaksikan 10 peninju. Zaenul menegaskan komitmen dirinya membawa KORMI Kota Bogor untuk lebih solid lagi. Adapun misi yang diusung pada untuk kepengurusan empat tahun ke depan yakni menargetkan peningkatan angka partisipasi masyarakat dalam berolahraga (AMPO), penguatan budaya olahraga tradisional serta terciptanya masyarakat yang lebih sehat dan bugar. “Dukungan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk bekerja lebih maksimal. Ke depan akan
(KORMI KOTA BOGOR)
AKLAMASI: Zaenul Mutaqin (ketiga dari kanan) menerima pataka dari perwakilan KORMI Jawa Barat Joy Pendhita, dalam Muskot KORMI II di gedung balai Rakyat Cagar Budaya DPRD Kota Bogor, Jumat (14/11), kemarin.
banyak tantangan, termasuk menghadapi Festival Olahraga Provinsi (Forprov) Jawa Barat 2026,” ujarnya. Sekedar diketahui, pada Forprov Jabar 2022, “Kota Hujan” berada di peringkat keempat dan Zaenul dengan kepengurusan baru KORMI Kota Bogor bertekad memeprbaiki posisi perolehan medali pada tahun depan. “Minimal kami harus ada di posisi
tiga besar,” tegas mantan Ketua Pengurus Cabang Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Pengcab Perbasi) Kota Bogor itu. Sementara itu, Ketua KORMI Jawa Barat, Denda Alamsyah, berharap KORMI Kota Bogor di bawah kepemimpinan Zaenul semakin kompak dan solid, serta mampu mendorong masyarakat semakin aktif berolahraga. “Ini momentum penting untuk
memperkuat gerakan olahraga masyarakat. Saya berharap KORMI Kota Bogor dapat menjadi contoh dalam membangun ekosistem olahraga yang inklusif, kreatif, dan merangkul semua kalangan,” kata Denda. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang hadir dalam muskot itu mengapresiasi peran KORMI Kota Bogor dalam meningkatkan partisipasi olahraga masyarakat. Kepemimpinan Zaenul, kata wali kota, telah memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan olahraga masyarakai, termasuk keberhasilan para pegiat olahraga Kota Bogor menyumbangkan medali untuk Jawa Barat hingga kembali meraih juara umum pada Fornas NTB 2025. “Saya bangga dengan semangat dan kontribusi para pegiat olahraga masyarakat di Kota Bogor. Hasil yang diraih ini tentu tidak lepas dari kerja keras dan sinergi yang baik. Ke depan, kami berkomitmen memperlengkap fasilitas olahraga masyarakat, salah satunya dengan membangun gelanggang olahraga masyarakat di setiap kecamatan,” tegas Dedie.(rur)
Tuan Rumah BK Porprov Jabar
PEMBUKAAN: Pembukaan Babak Kualifikasi (BK) cabang olahraga (cabor) tarung derajat pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 di Gymnasium Sekolah Vokasi IPB University.
BOGOR–Kota Bogor menjadi tuan rumah Babak Kualifikasi (BK) cabang olahraga (cabor) tarung derajat pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 di Gymnasium Sekolah Vokasi IPB University, Jumat hingga Minggu (1416/11). Ketua Pengurus Cabang Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Pengcab Kodrat) Kota Bogor, Boris Derurasman mengatakan bahwa BK Porprov diikuti oleh 24 daerah se-Jabar, dan dibuka
langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan Sang Guru Achmad Derajat. Ada 235 atlet yang mengikuti BK Porprov. Terdiri dari 99 atlet putra, 53 atlet putri, dan 83 atlet seni gerak. “Mempertandingkan sembilan kelas tarung putra, lima kelas tarung putri, dan tujuh kelas seni gerak,” ujar Boris, Jumat (14/11). Untuk Kota Bogor tidak menurunkan atlet lantaran mendapat wildcard lantaran bertindak sebagai tuan rumah
Porprov 2026.. ”Ada 26 atlet lolos langsung ke Porprov Jabar 2026. Mereka akan turun di kelas tarung putra putri dan seni gerak. Rinciannya, sembilan atlet turun di tarung putra, putri lima orang, dan tujuh atlet di seni gerak,” jelasnya. Boris mengatakan, seluruh atlet Kota Bogor yang turun di Pekan Olahraga Mahasiswa (Pomnas) dan Pekan Olahraga Nasional (PON) Beladiri akan diturunkan dalam Porprov 2026. ”Di Pomnas kan kita turunkan
empat atlet, hasilnya satu emas dan tiga perunggu. Sedangkan di PON Beladiri kita turunkan tiga orang dengan torehan satu emas dan satu perunggu,” jelasnya. Disinggung mengenai target Porprov 2026. Boris menegaskan bahwa pihaknya menargetkan dua medali emas. ”Target kami dua medali emas. Syukur-syukur bisa lebih. Dan Insya Allah kita bisa rebut medali dari nomor seni gerak,” tukasnya. (rur)
RADAR BOGOR I SABTU, 15 NOVEMBER 2025 I 24 JUMADIL AWAL 1447 H I HALAMAN 10
METROPOLIS Dorong IKM Naik Kelas Lewat AI B O G O R Ke m e nt e r i a n Perindustrian (Kemenperin) melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA), menjalin kerja sama dengan Mediawave untuk menghadirkan digitalisasi Industri Kecil dan Menengah (IKM) melalui solusi berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI). Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Hotel Ibis Styles Bogor Pajajaran, pada Jumat (14/11), yang membuka akses bagi IKM untuk menggunakan MWX platform AI marketplace yang dikembangkan oleh Mediawave khusus untuk kebutuhan pelaku usaha. Ditjen IKMA, Reni Yanita mengatakan, penandatanganan kerja sama ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar Ditjen IKMA, berupa Workshop Pemanfaatan AI untuk IKM yang digelar selama dua hari pada 13 - 14 November 2025. Workshop yang diikuti oleh 65 IKM ini mengangkat topik Awareness Transformasi IKM dan Adopsi INDI 4.0 untuk IKM dan Sosialisasi pedoman penerapan keamanan siber di sektor industri yang bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara. Selain itu, MWX juga melatih IKM untuk memanfaatkan AI dalam proses produksi, marketing, hingga penjualan. “IKM tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara konvensional. Kita ingin peserta yang hadir hari ini menjadi contoh bahwa efisiensi usaha dapat meningkat melalui digitalisasi,” ujarnya. Dalam pemaparannya, perekonomian Indonesia pada Triwulan III 2025 tumbuh 5,04 persen, didorong oleh kuatnya
DEDE/RADAR BOGOR
JALIN KERJASAMA: (kiri ke kanan) Ditjen IKMA, Reni Yanita bersama Founder dan Chairman Mediawave Yose Rizal melakukan penandatanganan kerjasama, pada Jumat (14/11).
kinerja sektor industri manufaktur yang mencatat kontribusi 17,39 persen terhadap PDB serta pertumbuhan 5,58 persen. Investasi di sektor ini juga mencapai Rp 193,4 triliun atau 39,36 persen dari total investasi. Peran Industri Kecil dan Menengah (IKM) dinilai sangat krusial dalam menopang sektor manufaktur. Saat ini terdapat 4,43 juta unit IKM atau 99,29 persen dari seluruh unit usaha industri, yang menyerap 12,81 juta tenaga kerja. Tingginya penetrasi internet mencapai 229 juta penggun mendorong percepatan digitalisasi IKM. Untuk itu, Ditjen IKMA terus memperluas literasi digital
lewat program e-Smart IKM, yang hingga triwulan III telah melatih 31.306 IKM di seluruh Indonesia. “Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Melalui kerja sama dengan MediaWave, kami ingin memastikan IKM Indonesia tidak tertinggal dalam pemanfaatan teknologi AI," ujar Reni. Dalam penguatan transformasi digital, Ditjen IKMA menggunakan tools pengukuran INDI 4.0, di mana hasil self-assessment terhadap 204 IKM menunjukkan skor rata-rata 1,45 (level 1). Ini menandakan perlunya peningkatan kompetensi SDM, digital marketing, serta
digitalisasi proses produksi. “IKM telah menjadi tulang punggung industri nasional. Karena itu, penguatan SDM, literasi digital, dan keamanan siber adalah prioritas dalam menyongsong era Industri 4.0,” tambahnya. Ditjen IKMA juga menyoroti pentingnya AI dalam meningkatkan produktivitas industri. Laporan AWS menunjukkan 59 persen perusahaan pengguna AI mengalami kenaikan pendapatan ratarata 16 persen. Namun, risiko keamanan siber tetap menjadi perhatian, terlebih sektor manufaktur mencatat serangan siber tertinggi global sebesar 26 persen.(ded)
Pasar Jambu Dua Sabet Sertifikat SNI BOGORPasar Jambu Dua menorehkan prestasi membanggakan. Pusat perbelanjaan yang dikelola Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) itu resmi meraih Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) Mutu Satu Pasar Rakyat dari Kementerian Perdagangan. Penghargaan tersebut diberikan dalam sebuah acara yang digelar di Arcamanik, Kota Bandung. Kegiatan dihadiri jajaran pejabat Kemendag RI, Pemprov Jawa Barat, serta perwakilan dari berbagai daerah penerima sertifikasi pasar rakyat. Direktur Utama PPJ Jenal Abidin menyebut, capaian ini merupakan buah kerja keras seluruh tim bersama Pemerintah Kota Bogor. Ia menegaskan, penghargaan ini menjadi bukti keseriusan pihaknya dalam menghadirkan pasar yang bersih, tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat. “Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran
Perumda Pasar Pakuan Jaya bersama Pemerintah Kota Bogor dalam mewujudkan pasar yang bersih, tertib, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Sertifikat SNI ini menjadi bukti bahwa pasar rakyat di Kota Bogor telah memenuhi standar nasional yang ditetapkan pemerintah,” ujarnya. Sertifikat SNI Mutu Satu menjadi bentuk pengakuan pemerintah terhadap pasar yang telah memenuhi standar kebersihan, keamanan, kenyamanan, hingga pengelolaan lingkungan dan limbah. Penghargaan ini sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada pedagang maupun pengunjung pasar. Dengan diraihnya sertifikat ini, PPJ berkomitmen terus meningkatkan mutu pengelolaan pasar di Kota Bogor. Baik dari sisi infrastruktur maupun pelayanan publik, agar pasar rakyat menjadi pusat ekonomi modern tanpa kehilangan karakter tradisionalnya.
“Kami berharap pencapaian ini dapat memotivasi seluruh pengelola dan pedagang pasar di Kota Bogor untuk terus menjaga standar pelayanan, meningkatkan kualitas, dan menciptakan lingkungan pasar yang sehat serta ramah bagi semua,” katanya. Keberhasilan ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Bogor dalam meningkatkan kualitas pasar rakyat agar lebih bersih, tertib, dan berdaya saing. Langkah tersebut menjadi bagian dari visi Bogor Beres Bersih, Representatif, dan Sejahtera. PPJ menargetkan seluruh pasar di bawah pengelolaannya dapat menyusul meraih predikat serupa. Upaya ini diharapkan memperkuat peran pasar tradisional sebagai penggerak ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat. “Kami berkomitmen menjaga standar ini secara berkelanjutan. Target kami, seluruh pasar di bawah PPJ bisa menyusul meraih predikat serupa,” pungkasnya (bay/c)
MEMBANGGAKAN: Direktur Utama PPJ Jenal Abidin (kiri) meraih Sertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI) Mutu Satu Pasar Rakyat dari Kementerian Perdagangan di Arcamanik, Kota Bandung.
Imigrasi Deportasi 282 WNA Sambungan dari Hal 12
Kepala Kantor Imigrasi Kota Bogor, Ritus Ramadhana, pada
Kamis (12/11), mengungkapkan jumlah ini menjadikan Imigrasi Bogor sebagai satuan kerja dengan angka deportasi
terbanyak di wilayah Jawa Barat. ”Secara keseluruhan, hingga saat ini tercatat 282 warga negara asing telah
dideportasi. Asal mereka beragam, antara lain dari Timur Tengah, Tiongkok, dan Afrika,” ujar Ritus.
Jam Operasional Lapangan Manunggal Dibatasi Sambungan dari Hal 12
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim langsung menjajal lapangan tersebut. Dirinya pun mengapresiasi semua pihak termasuk warga yang sudah sabar menanti proses revitalisasi. Dedie meminta kepada seluruh elemen untuk ikut menjaga fasilitas publik yang telah disiapkan. Lapangan Manunggal dibangun untuk meningkatkan minat masyarakat dalam berolahraga. “Masyarakatnya harus memanfaatkan dengan rasa cinta memelihara menjaga tidak buang sampah dan ikuti aturan aturannya,” jelas Dedie pada awak media. Pengelola Lapangan Manunggal diminta untuk mengatur skema pemakaian. Tujuannya agar fasilitas olahraga yang baru saja rampung direvitalisasi itu dapat awet dan tidak mudah rusak. Lapangan Manunggal digaransi Dedie bisa digunakan oleh
siapapun dan tidak memandang kelompok-kelompok. Hanya saja memang peminatnya cukup banyak. “Bisa kan kemarin juga bisa untuk umum. Hanya istilahnya kan dipakai tiada henti tanpa istirahat sekarang di atur supaya tidak gampang rusak,” terang Dedie. Sementara itu, Kadisperumkim Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengatakan evaluasi 2022 menjadi dasar aturan baru. Saat itu pengelolaan dinilai kurang maksimal sehingga berdampak pada kondisi lapangan. Ia menyebut penggunaan kini mengikuti standar minisoocer profesional dengan pembatasan jam bermain. Lapangan hanya boleh dipakai enam jam sehari. “Pengalaman tahun 2022 saat kita membuka Lapangan Manunggal memang ada beberapa kelemahan dalam sisi pengelolaan dan pemeliharaannya. Belajar dari pengalaman itu, sekarang kita akan mencoba memperbaiki peng gunaan Lapangan
Manunggal.” Jelasnya Penggunaan lapangan diprioritaskan untuk pertandingan dan fun game, bukan latihan. Aktivitas latihan dinilai lebih cepat mengikis rumput sintetis. Minat masyarakat tetap tinggi sehingga penyaringan jadwal dilakukan lebih ketat. Pemohon datang dari SSB, klub, instansi, komunitas hingga masyarakat umum. “Biasanya hanya 2 jam kali 3 sesi, total 6 jam. Dan yang boleh dilakukan di sana hanya pertandingan dan fun game, bukan untuk latihan,” terangnya Chusnul menegaskan aturan sepatu juga diperketat. Hanya sepatu khusus lapangan sintetis yang boleh digunakan. Sepatu berstud besi dan paku dilarang karena dapat merusak permukaan. “Hanya sepatu yang sesuai untuk lapangan minisoocer sintetis yang bisa digunakan, bukan sepatu dengan stud besi atau paku. Tidak boleh merokok juga,” ucapnya Pengawasan diperketat dengan
sistem buka-tutup gembok. Park ranger disiagakan untuk memeriksa sepatu hingga kostum sebelum pemain masuk. Penambahan petugas juga dilakukan karena masih ada gangguan seperti hewan liar yang masuk ke area lapangan. Kebersihan disebut menjadi tantangan tersendiri. “Tinggal sekarang yang masuk malah kucing, sampai ada kotoran kucing, itu juga jadi masalah. Akan ada penambahan tenaga khusus untuk perawatan maupun penjagaan,” imbuh dia. Jam operasional kini bisa sampai pukul 22.00 setelah pemasangan lampu baru. Waktu paling ramai tetap sore hingga malam, sementara siang relatif sepi. Pembatasan waktu diterapkan agar lapangan tidak kembali rusak. “Dan tadi, kalau terlalu diforsir, umur rumput sintetis akan cepat habis. Jadi paling malam sampai jam 10 saja, jangan sampai lewat,” pungkasnya (bay/c)
Diganjar Penghargaan ADPI Global Award, Terpilih jadi Most Popular Professor In Community Engagement Sambungan dari Hal 12
PROF Agik Suprayogi merupakan peneliti di bidang fisiologi kardiovaskuler, respirasi, lingkungan, dan nutrisi pada satwa liar. Ia juga dikenal sebagai sosok di balik Katulac®, inovasi daun katuk (Sauropus androgynus) depolarisasi yang berfungsi sebagai feed additive pemicu produksi susu. “Sekitar 12 tahun saya mengembangkan Katulac, banyak dinamika dan tantangan. Dari inovasi itu kemudian mendorong saya merumuskan konsep hilirisasi ‘Hipermadani’ atau Hilirisasi Inovasi Perguruan Tinggi untuk Masyarakat dan Petani,” kata peneliti yang pernah menempuh pendidikan S2 dan
S3 di Georg-August University, Goettingen, Jerman ini. Model ini, urainya, mengarahkan inovasi perguruan tinggi (PT) segera hadir ke masyarakat/ pengguna agar memiliki dampak sosial ekonomi yang tinggi. Tentunya dengan menggandeng industri, pemerintah daerah, masyarakat (petanipeternak), termasuk komunitas profesi seperti Asosiasi Dosen Pengabdian kepada Masyarakat Indonesia (ADPI). “Melalui Hipermadani, inovasi Katulac® diterima dan menjadi kebutuhan para peternak sapi perah di berbagai daerah. Hasil survei kami di peternakan sapi perah Kecamatan Pujon dan Ngantang, Kabupaten Malang menunjukkan rasa kepuasan dan peningkatan
produktivitas sapi perah mereka,” tuturnya. “Apa yang saya capai, tidak lepas dari dukungan IPB. Saya merasa atmosfer akademik di IPB sangat bagus dan kondusif. Situasi ini sangat memudahkan saya meneliti sekaligus mengarahkan inovasi Katulac® dan Hipermadani diterima oleh internasional, seperti pada AGA 2025 ini,” lanjut Prof Agik. Baginya, penghargaan ini bukan sekedar capaian pribadi, melainkan untuk warga IPB University, khususnya para dosen muda. Ia mengharap penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi semua untuk terus berkarya pada garis keilmuan yang mengalir berujung pada pemanfaatannya pada masyarakat.
ADPI merupakan organisasi profesi sekaligus wadah pemersatu kegiatan para dosen dalam pengabdian kepada masyarakat secara mandiri. Penghargaan AGA 2025 ini menegaskan peran penting perguruan tinggi dan akademisi dalam memajukan pendidikan global serta memberikan kontribusi nyata melalui pengabdian kepada masyarakat. Hingga saat ini, keanggotaan ADPI memiliki lebih dari 2.000 dosen dari ratusan perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia dan mancanegara (Timor Leste, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Korea, Jepang, Pakistan, Tanzania, Kirgistan, Australia, Kosovo, Inggris, Rusia, Nigeria, Palestina, dan Mesir). (ded)
Ritus menjelaskan temuan pelanggaran masif ini merupakan hasil intensif dari kegiatan pengawasan orang asing yang terus dilakukan. ”Ada tiga tim yang melakukan kegiatan pengawasan orang asing. Setiap tim memiliki jadwal kegiatan pagi, siang, dan malam,” jelasnya. Kasus yang ditemukan pun beragam, mulai dari penyalahgunaan izin tinggal, izin kerja, hingga izin usaha. Pihaknya mengakui jumlah deportasi hingga November 2025 menunjukkan peningkatan signifikan. ”Hal itu karena kami menemukan beberapa warga negara asing yang menyalah-
gunakan izin tinggal. Data ini masih bisa berubah sesuai pembaruan terakhir,” tambahnya. Ia menjelaskan imigran atau pengungsi yang banyak berada di wilayah Puncak, Imigrasi Bogor mengambil peran aktif meskipun kewenangan penuh berada pada institusi lain. ”Sebenarnya kewenangannya berada pada Rumah Detensi Imigrasi Jakarta. Namun, karena wilayahnya termasuk dalam area kerja kami, kami tetap melakukan pendampingan dan koordinasi dengan pihak rumah detensi,” kata Ritus. Untuk memastikan ketertiban, Ritus menekankan para pengungsi atau imigran wajib
melapor setiap kali keluar dari tempat tinggal yang sudah ditentukan. Mereka diizinkan untuk berinteraksi dengan masyarakat, tetapi ada batasan yang harus dipatuhi. ”Misalnya, tidak diperbolehkan menikah dengan warga lokal,” tegas Ritus. Imigrasi Bogor juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam pengawasan. Jika ada pelanggaran, seperti imigran yang melanggar aturan atau beraktivitas di luar izin, masyarakat bisa melaporkannya. ”Bila laporkan kepada kami untuk ditindaklanjuti sebelum diteruskan ke Rumah Detensi Imigrasi,” pungkasnya. (uma/c)
Gandeng Kejari Sisir Penunggak Pajak Sambungan dari Hal 12
Kegiatan penyisiran yang dilakukan pada Jumat (14/11) ini menyasar setidaknya 10 WP yang terbukti menunggak. Sebagai tindakan tegas plang pemberitahuan tunggakan dipasang di lokasi WP untuk peringatan agar segera melunasi tanggung jawabnya. Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Abdul Kadir Hasbi Alatas, menerangkan tindakan ini merupakan langkah serius untuk meningkatkan kepatuhan pajak di Kota Bogor. Ia menjelaskan pemasangan plang pemberitahuan merupakan langkah terakhir yang diambil setelah seluruh proses administratif dan
peringatan telah dilalui oleh Pemkot Bogor. “Tindakan ini diambil bukan hanya sebagai penegakan hukum, tetapi juga sebagai upaya menjaga keadilan bagi seluruh wajib pajak yang selama ini patuh dan taat membayar kewajibannya," ungkap Hasbi. Hasbi menekankan, kegiatan penyisiran ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran para WP agar taat membayar pajak. Bila membayar maka akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor. “Komisi II DPRD Kota Bogor bersama Bapenda dan Kejaksaan berkomitmen dalam memperkuat kepatuhan pajak daerah, karena pendapatan
pajak adalah sumber penting untuk pembangunan, pelayanan publik, serta kesehatan,” tegasnya. Kegiatan penyisiran WP menunggak dipastikan akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Tujuannya adalah menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang tertib pajak dan memastikan tidak ada kebocoran pendapatan daerah. “Tindakan tegas seperti ini akan terus dilakukan bila masih terdapat wajib pajak yang mengabaikan kewajibannya. Kepatuhan pajak bukan sekadar kewajiban, tetapi juga tanggung jawab moral sebagai warga yang menikmati fasilitas dan layanan Kota Bogor,” tutupnya. (uma/c)
Lupa Matikan Kompor, Rumah Makan Terbakar Sambungan dari Hal 12
Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Kota Bogor M Ade Nugraha mengatakan insiden itu terjadi pada, Jumat (13/11) malam. “Menurut saksi, awal mula terjadinya kebakaran akibat kompor yang lupa dimatikan, minyak yang panas kemudian mengeluarkan api,” jelas Ade
pada Radar Bogor. Saksi saat itu sudah berupaya untuk memadamkan api dengan menggunakan Apar. Namun amukan si jago merah tidak mudah untuk ditaklukan seorang diri. Saksi pun akhirnya meminta pertolongan. Empat unit Damkar Kota Bogor diterjunkan untuk melakukan proses pendinginan. Hanya butuh waktu 10 menit
akhirnya api bisa dipadamkan. Beruntung tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam insiden ini. Hanya saja korban mengalami kerugian mencapai puluhan juta rupiah. “Tidak ada korban jiwa ataupun luka-luka. Hanya saja kerugiannya ditaksir mencapai lebih kurang Rp25 juta. 10 menit keadalam semalam sudah aman terkendali,” pungkasnya (bay/c)
RADAR BOGOR I SABTU, 15 NOVEMBER 2025 I HALAMAN 11
FOTO-FOTO: AZIZ /RADAR BOGOR
BAHAS BERSAMA: Para pemerhati, praktisi dan organisasi perempuan ikut menyuarakan pentingnya mencegah, menangani dan memulihkan korban dari kasus kekerasan dalam forum Obsesi di Graha Pena Radar Bogor, Jumat (14/11).
Menyoroti Tingginya Kasus Kekerasan Terhadap Anak
Buka Mata, Buka Telinga, Jaga Anak! Kasus kekerasan terhadap anak di Kota Bogor, menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Hal itu terungkap dalam forum Obrolan Serius Mencari Solusi (OBSESI) yang digelar Radar Bogor di Graha Pena, Yasmin Bogor, Jumat (14/11). KEPALA Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor, Rakhmawati, mengungkapkan bahwa kasus kekerasan terhadap anak di Kota Bogor masih tergolong tinggi dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak. Rakhmawati yang baru empat bulan menjabat mengaku terkejut dengan kompleksitas persoalan anak dan perempuan di Kota Bogor. “Setelah masuk ke dinas, saya bilang wow, ternyata masalah anak dan perempuan ini luar biasa banyak,” ujar dia, yang berjanji siap berkola-
borasi dengan siapapun untuk memberikan edukasi dan sosialisasi bahaya kekerasan terhadap anak dan Perempuan. Berdasarkan data DP3A, hingga November 2025 tercatat 71 kasus kekerasan terhadap anak. Dari jumlah tersebut, kekerasan seksual menjadi kasus paling dominan, disusul bentuk kekerasan lainnya. Ia menjelaskan bahwa korban paling banyak berasal dari kelompok usia sekolah, terutama tingkat SMP dan SMA. “Kasus tertinggi terjadi pada anak-anak di usia SMP dan SMA. Ini gambaran kondisi yang harus menjadi perhatian
kita bersama,” katanya. Menurut dia, sebagian besar kekerasan tidak terjadi di ruang publik, melainkan dilakukan orangorang yang dekat dengan anak. “Jarang sekali kekerasan dilakukan orang asing di jalan. Pelaku justru orang terdekat: orang tua, paman, tetangga, atau guru,” tutur dia. Rakhmawati memaparkan sejumlah faktor yang menyebabkan anak rentan menjadi korban kekerasan, mulai dari kontrol pelaku terhadap anak, kepercayaan anak kepada pelaku, hingga adanya kesempatan karena intensitas interaksi yang dekat. Tekanan ekonomi maupun sosial yang dialami pelaku juga sering menjadi pemicu. Selain itu, pola asuh yang salah kerap membuat kekerasan dianggap hal yang wajar. Ia mencontohkan praktik memukul anak saat tidak mau belajar, lalu menebusnya dengan makanan
kesukaan si anak. Pola ini, katanya, membuat kekerasan menjadi normal di mata keluarga maupun anak. Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor mengungkapkan sejumlah temuan serius terkait pola, pelaku, hingga lemahnya pendampingan keluarga. Kekerasan anak baik sebagai korban atau pelaku, bukan lagi menjadi isu tersembunyi, melainkan persoalan nyata yang kerap terjadi di lingkungan terdekat. Demikian dikatakan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kota Bogor, Dede Siti Amanah. Ia mengutip rilis pengawasan KPAI tahun 2024, yang mencatat peningkatan angka kematian anak. Tiga penyebab utamanya ialah kecelakaan, sakit, dan anak yang mengakhiri hidupnya sendiri. Dari kategori bunuh diri, penyebab terbesar adalah bullying, baik seksual, fisik, maupun verbal.
“Angkanya terus meningkat dan ini sangat memprihatinkan. Bullying menjadi faktor dominan yang memicu anak mengambil keputusan ekstrem,” ujar Dede, yang juga menjabat Ketua Fatayat NU Kota Bogor. Dede memaparkan bahwa usia pelaku kekerasan terhadap anak sangat bervariasi. Pada 2024, pelaku tertua tercatat berusia 70 tahun, sementara yang termuda adalah 8 tahun dalam kasus kekerasan seksual. Kasus paling mencolok terjadi ketika anak berusia 9 tahun melakukan sodomi terhadap empat adik kelasnya dalam waktu yang bersamaan. “Ini kasus yang mengejutkan, anak-anak itu bahkan mengantre. Kondisi ini menunjukkan kegentingan persoalan kekerasan seksual anak,” jelasnya. Dari data pengaduan, mayoritas pelaku kekerasan merupakan orang yang dikenal korban. Dede menegaskan bahwa kepercayaan menjadi pintu
masuk utama terjadinya tindakan kekerasan. “Mulai dari memanggil anak masuk ruangan sendirian hingga meminta datang malam hari, itu terjadi karena ada hubungan dekat dan rasa percaya,” kata dia. Hal itu juga dibenarkan Hipnoterapis Nina Marlina. Dari pengalamannya menangani klien, rata-rata karena trauma masa kecil. Menurutnya, sebagian besar pelaku datang dari lingkungan terdekat: sepupu, paman, asisten rumah tangga, hingga guru dan tokoh agama. Korban anak sering membeku (freeze,red) saat mengalami kekerasan sehingga tidak bisa melawan. (cr1/ uma/d) Berita selengkapnya bisa diakses di
radarbogor.jawapos.com
Rakhmawati Kepada DP3A Kota Bogor
Dede Siti Amanah Ketua KPAID Kota Bogor
Mustika Mega Wijaya Praktisi Hukum Unpak
Nina Marlina Hipnoterapis Griya Harmoni Terapi
Wiwit Liftiani Psikolog-Wakil Ketua KPAID
Kasus tertinggi terjadi pada anak-anak di usia SMP dan SMA. Ini gambaran kondisi yang harus menjadi perhatian kita bersama”
Angkanya terus meningkat dan ini sangat memprihatinkan. Bullying menjadi faktor dominan yang memicu anak mengambil keputusan ekstrem”
Guru bukan hakim. Penanganan kekerasan di sekolah harus berbasis pemulihan”
Trauma masa kecil yang tak diproses bisa muncul di usia dewasa, termasuk perilaku destruktif dan relasi tidak sehat”
Rumah seharusnya menjadi ruang paling aman dan nyaman bagi anak untuk tumbuh. Namun kenyataannya, sering kali tidak demikian”
Orang Tua Perlu Ruang Belajar SEJUMLAH narasumber menegaskan akar persoalan justru banyak bermula dari pengasuhan di rumah. Wiwit Liftiani dari KPAID kota Bogor menegaskan, pekerjaan rumah terbesar generasi saat ini terletak pada kemampuan keluarga untuk menjadi ruang aman bagi anak. Sebab, anak-anak hari ini akan menjadi orang tua di masa depan, yang akan kembali membentuk karakter generasi berikutnya. “Rumah seharusnya menjadi ruang paling aman dan nyaman bagi anak untuk tumbuh. Namun kenyataannya, sering kali tidak demikian,” tutupnya. Koordinator Wilayah Rangkul (Relawan Keluarga Kita) Kabupaten Bogor, Rina Imaniar, mengungkapkan hampir semua kasus kekerasan anak yang ditemui relawan bermuara pada hubungan anak dengan orang tua. “Tidak ada sekolah untuk orang tua. Padahal masalah terbesar pada anak sering kali bersumber dari keluarga,” ujarnya. Rina menjelaskan, Rangkul sebagai lembaga non-profit telah hadir di 400 kota dan kabupaten di Indonesia dengan lebih dari 4.000 relawan. Mereka membawa kurikulum pengasuhan yang dirancang untuk membantu orang tua memahami pola asuh, disiplin positif, dan kemampuan anak melindungi diri. “Kami mengajarkan prinsip pengasuhan CINTA. Orang tua tidak harus sempurna, tapi perlu terus
belajar mencari cara terbaik bagi anak,” jelasnya. Senada, perwakilan Rangkul Kabupaten Bogor, Karyadi Hanif Wirajaya, menilai masih minimnya ruang belajar bagi orang tua membuat masalah kekerasan berulang. Menurutnya, banyak orang tua ingin belajar mengasuh dengan benar, namun tidak tahu harus ke mana. “Akar masalah ada di keluarga, dan solusinya pun harus dimulai dari keluarga. Tapi ruang belajarnya belum tersedia secara jelas,” ujarnya. Karyadi yang juga merupakan Ketua RT menambahkan, lingkungan sekitar seharusnya dapat menjadi jaring pengaman pertama bagi anak. Ia mencontohkan, ketika tetangga mendengar tangisan yang tidak biasa, harus ada mekanisme pengecekan yang terstruktur di tingkat RT atau RW. “Kita butuh sistem yang membuat masyarakat sadar dan paham cara bertindak ketika melihat tanda kekerasan,” katanya. Ia juga menyoroti pentingnya pelatihan anti-bullying di sekolah, termasuk alur pelaporan yang jelas bagi siswa dan guru. Menurutnya, pencegahan kekerasan anak harus melibatkan keluarga, sekolah, lingkungan, hingga pemerintah. “Kekuasaan pemerintah memberi dampak besar ketika digunakan untuk kebaikan. Posyandu misalnya, bisa menjadi ruang edukasi soal kekerasan anak,” tutur dia. (uma/c)
EDUKASI: Para peserta diskusi Obsesi menolak kekerasan terhadap anak dengan dalih apapun. Foto bersama di lantai 5 Graha Pena Radar Bogor.
Butuh Keberanian dan Kerja Sama PENANGANAN kasus kekerasan, seperti bullying di sekolah, dinilai masih jauh dari memadai. Banyak sekolah disebut menyelesaikan kasus secara damai atau memberikan sanksi administratif tanpa pendampingan psikologis yang memadai. Kritik tersebut disampaikan Praktisi Hukum Universitas Pakuan, Mustika Mega Wijaya, dalam gelaran Obsesi Radar Bogor di Graha Pena, Jumat (14/11). Mustika menegaskan bahwa sekolah sebagai “rumah kedua” bagi anak seharusnya menjadi tempat aman dan ramah bagi peserta didik. Namun dalam praktiknya, banyak korban maupun pelaku justru tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Mustika menekankan bentuk kekerasan terhadap anak, baik fisik, psikis, penelantaran hingga kekerasan seksual, telah diatur jelas dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun
2014 serta sejumlah peraturan turunannya. Sanksi pidana pun tegas, termasuk penambahan hukuman jika pelaku merupakan orang dekat. “Negara tegas menyatakan bahwa anak wajib dilindungi dari segala bentuk kekerasan. Diam berarti membiarkan kekerasan itu terus berlanjut,” tuturnya. Ia mendorong sekolah dan orang tua untuk membiasakan anak bersikap kritis dan berani berbicara ketika mengalami kekerasan. Ketika menghadapi bullying, lawan dahulu untuk menghentikan tindakan tersebut lalu melapor. ”Jangan takut. Hukum bukan untuk menakut-nakuti, tetapi menyelesaikan masalah,” tegasnya. Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua 2 PD Aisyiyah Kota Bogor, Titien Y. Ia menilai banyak persoalan yang dialami anak—baik sebagai korban maupun pelaku—berakar
dari pola komunikasi keluarga yang keliru. Kata dia, anak perlu dibekali keberanian sejak kecil, terlebih di tengah meningkatnya kasus bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah maupun komunitas. Keberanian yang dimaksud bukan untuk memicu konflik, tetapi menjadi keterampilan bertahan yang harus diajarkan orang tua. Ucapan serupa disampaikan Kepala DP3A Rakhmawati. Menurut dia, keluarga harus menjadi yang pertama untuk merangkul anak ketika dibully atau menjadi korban bullying. “Besarkan hatinya, ungkapkan kelebihan anak kita akan dia bisa memperlihatkan potensinya sehingga tidak dibully,” ujarnya. Terkait upaya pencegahan, ia menegaskan pentingnya edukasi pola asuh bagi orang tua, peningkatan kepedulian lingkungan, serta keberanian warga untuk melapor. (uma/cr1/c)
sabtu 15 November 2025 24 jumadil awal 1447 H HALAMAN 12
METROPOLIS
PAGI
SIANG
MALAM
BERAWAN
HUJAN RINGAN
HUJAN RINGAN
PRAKIRAAN
CUACA BOGOR HARI INI
Sumber: www.bmkg.go.id
Imigrasi Deportasi 282 WNA Total Deportasi
282
Mayoritas Langgar Izin Tinggal Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor mencatat lonjakan kasus pelanggaran izin tinggal oleh warga negara asing (WNA) sepanjang tahun 2025. Hingga saat ini, total 282 WNA telah dideportasi karena berbagai pelanggaran keimigrasian.
WNA
IMIGRASI...Baca Hal 10
Tertinggi di Jawa Barat Tinggal di Kota dan Kabupaten Bogor
Zona Puncak (Pengungsi & Imigran)
Penyalahgunaan izin tinggal
Asal Negara
Jenis Pelanggaran
3 Tim Pengawasan Orang Asing
Penyalahgunaan izin kerja
Timur Tengah Tiongkok Afrika
Operasi pagi“ siang“ malam
Penyalahgunaan izin usaha
Laporkan jika ada WNA: Melanggar aturan tinggal Imigrasi Bogor melakukan pendampingan & koordinasi (kewenangan utama: Rumah Detensi Imigrasi Jakarta)
Pengawasan
Imbauan untuk Masyarakat
Wajib lapor setiap keluar tempat tinggal Boleh berinteraksi dengan masyarakat, dilarang menikah dengan warga lokal
Beraktivitas di luar izin Laporan diteruskan Imigrasi Bogor ke Rumah Detensi Imigrasi Sumber: Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor
FOTO: HUMAS DPRD KOTA BOGOR FOR RADAR BOGOR
Gandeng Kejari Sisir Penunggak Pajak
BOGORPetugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Komisi II DPRD Kota Bogor, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor, memulai operasi penyisiran terhadap sejumlah wajib pajak (WP).
Mereka menyasar WP yang menunggak kewajiban pajak daerah selama dua tahun terakhir. GANDENG...Baca Hal 10
Mengenal Lebih Dekat Guru Besar IPB Prof Agik Suprayogi
Diganjar Penghargaan ADPI Global Award, Terpilih jadi Most Popular Professor In Community Engagement Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University meraih penghargaan ADPI Global Award (AGA) 2025 The Global Higher Education, Kategori Most Popular Professor: Outstanding Professor in Community Engagement. Penghargaan diberikan di Universiti Putra Malaysia.
(DZIKRY/RADAR BOGOR)
DIBUKA KEMBALI: Wali Kota Bogor Dedie Rachim saat membuka Lapangan Mini Soccer Manunggal, pada Jumat (14/11).
Jam Operasional Lapangan Manunggal Dibatasi BOGORLapangan Mini Soccer Manunggal akhirnya kembaliberoperasi, Jumat (14/11). Fasilitas olahraga ini sempat
Lupa Matikan Kompor, Rumah Makan Terbakar BOGORRumah Makan yang berada di Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor terbakar. Api bersumber dari dapur. LUPA...Baca Hal 10
DIGANJAR...Baca Hal 10
ditutup beberapa bulan karena ada pengerjaan revitalisasi. JAM...Baca Hal 10
DISEGEL: Petugas Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Komisi II DPRD Kota Bogor, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor, melakukan penyegelan terhadap penunggak pajak.
HUMAS IPB UNIVERSITY
RAIH PENGHARGAAN: Prof Agik Suprayogi terpilih jadi Most Popular Professor In Community Enggagment dari ADPI Global Award 2025.
PROSES PENDINGINAN: Petugas Damkar Kota Bogor saat melakukan pendinginan rumah makan yang terbakar di Kelurahan Tanah Sareal, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Jumat (14/11).