Skip to main content

Epaper Edisi 7 Oktober 2024 | RADAR BOGOR DIGITAL

Page 1

HARGA

Rp5.000

Bersama Bangun Bogor Radar Bogor Gelar Debat Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor 2024 Yel-yel dan sorak-sorai pendukung lima pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Bogor 2024 menggema di Auditorium Prof. Abdullah Shiddiq, Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor. Visi-misi hingga program unggulan Sendi Fardiansyah-Melli Darsa, Atang TrisnantoAnnida Allivia, Dedie A. Rachim-Jenal Mutaqin, Rena Da Frina-Teddy Risandi dan Raendi Rayendra-Eka Maulana diuji. BERSAMA...Baca Hal 9

Sendi

1 MELLI

FardIANSYAH

DARSA

”Kami ingin membangun Kota Bogor based on data dan kajian. Sehingga Kota Bogor nyaman untuk semuanya. Nyaman rezekinya, nyaman pelayanannya, nyaman hidupnya dan nyaman kotanya. Kenapa kami pilih kata nyaman, karena Insya Allah kata nyaman mewakili semuanya : kota yang maju, kota yang juara, kota yang sejahtera dan kota yang didambahkan. Semuanya tergambar dalam kota yang nyaman,”

aTANG

2 aNNIDA

tRISNANTO

ALlIVIA

dEDIE

3 JENAL

A. rACHIM

MUTAQIN

4 tEDDY dA fRINA

rISANDI

Dokter

5 EKA

rAYENDRA

MAULANa

...Baca Hal 9

Jika mengikuti proses Debat Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor 2024-2029 kita sudah bisa melihat dan mendengarkan sekilas bagaimana visi misi dan apa yang para calon lakukan jika terpilih. Walaupun debat ini belum resmi versinya KPU Kota Bogor. Waktu debat, sangat terbatas karena ada 5 calon. Para panelis sebenarnya sudah

”Kami mengusung visi Bogor Beres, Bogor Maju yang pada ujungnya menjadikan Kota Bogor, kota yang ramah untuk seluruh keluarga. Ini kemudian terbagi dalam tiga visi besar, yaitu : menjadikan Kota Bogor kota cerdas, Kota Bogor kota sejahtera dan sehat serta Kota Bogor kota yang lancar,”

rENA

”Kami mengusung empat program: ready cerdas, ready kreatif, ready melayani dan yang pasti adalah ready untuk kita semua membangun Kota Bogor. Kami juga punya program 100 hari yang akan menyentuh langsung kepada akar permasalahan yang ada di Kota Bogor,”

“Saya senang para Cawalkot memiliki program yang berorientasi pada masyarakat, meskipun saya memiliki sedikit catatan untuk program kerja mereka, terutama dalam bidang pendidikan, di antaranya: Program pembukaan sekolah negeri baru (SLTP/SLTA) hendaknya dilakukan dengan memperhatikan sekolah yang ada. Jika pada satu

”Kota Bogor bukan hanya ada di sekitar Istana Bogor atau sekitar Kebun Raya Bogor. Kota Bogor dari Balumbang sampai Sindangsari. Dari Kampung Kaum Ciparigi sampai dengan Bakom di Kertamaya. Maka, kami berkomitmen melaksanakan pembangunan yang adil dan merata untuk Kota Bogor,”

Visi-misi semua calon Walikota bagus-bagus

...Baca Hal 9

“Luar biasa untuk para calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor 2024, sudah memaparkan visi, program unggulannya. Dalam debat yang dilakukan selama 2,5 jam, para kandidat kepala daerah tidak saling menjatuhkan. Jika mereka sepaham, tanpa ragu-ragu mengutarakan kesepahaman itu. Bagaimana saling mengungkapkan kolaborasi yang sudah dilakukan selama ini jika mereka sudah pernah bersinggungan di legislatif maupun eksekutif. Semua calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor 2024 adalah orang-orang pilihan dan hebat untuk Kota Bogor. Bogor adem, Bogor guyub dan Bogor kota kolaborasi,”

”Nantinya ke depan, tidak boleh lagi ada warga sakit yang tidak terlayani oleh fasilitas kesehatan yang ada di Kota Bogor. Kami juga akan akan menciptakan pemerintahan yang bebas dari KKN, mengatasi masalah kekurangan sekolah negeri, menciptakan sistem transportasi yang mudah diakses oleh semua dan fokus pada ekonomi kemasyarakatan,”

“Masalah transportasi adalah program prioritas dari RPJM Kota Bogor tahun 2025-2029. Kota Bogor saat ini mendapat bantuan program BisKita dari Kementerian Perhubungan. Warga Kota Bogor antusias dengan pelayanannya dan Kota Bogor adalah contoh terbaik dalam praktik BisKita dengan konsep BTS. Masalahnya adalah keberlanjutannya, karena Pemkot Bogor belum siap mengambil alih karena keterbatasan anggaran. Ini yang menjadi PR bagi calon Walikota dan Wakil Walikota Bogor,”

“Penyampaian tiap paslon untuk program programnya masih terlihat melebar dan tidak fokus, sehingga diharapkan untuk berikutnya diarahkan pertanyaan lebih fokus ke program. Kemudian perlu ditingkatkan bentuk penyampaian yang lebih komunikatif dengan targettarget yang jelas, sehingga masyarakat dapat mengukur kinerja paslon yang terpilih jadi kepala daerah. Untuk ke depan perlu ada pembanding dengan debat paslon yang sebelumnya, agar bisa lebih baik,”

“Ada berapa tantangan yang dihadapi di sektor pendidikan. Perlu ada kepedulian dan komitmen dari para paslon walikota dan walikota Bogor terhadap pendidikan, dalam hal ini mengakomodasinya di APBD Kota Bogor, terutama untuk beasiswa,”

Prof. E. MUJAHIDIN

EEn IRaWAN PUTRA

Prof. Arif Satria

Nihrawati AS

Yayat Supriatna

dr. Armein Sjuhary Rowi

Prof. DIDIK Notosudjono

Rektor Universitas Ibn Khaldun (UIKA) BOGOR

Aktivis Lingkungan/satgas ciliwung

Rektor IPB UNIversity

Direktur Radar bogor

Pengamat Tata Kota Dan transportasi

Ketua IDI KOTA BOGOR

Rektor Universitas pakuan (UNPAK)

SUBUH 04.20 DZUHUR 11.44 ASHAR 14.46 MAGRIB 17.54 ISYA 18.59


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Epaper Edisi 7 Oktober 2024 | RADAR BOGOR DIGITAL by Bogor - Issuu