Skip to main content

Epaper Edisi 30 Oktober 2024 | RADAR BOGOR DIGITAL

Page 1

RAbu

30 oKTOBER 2024

HARGA

27 Rabiul akhir 1446 H

Rp5.000

Terbit 12 halaman

Kasus

Thomas

Ditahan Karena Kasus Impor Gula

Lembong

Dua tersangka itu yakni

Kejaksaan Agung menetapkan dua tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi impor gula periode tahun 2015-2016.

Thomas Trikasih Lembong (TTL) sebagai Menteri Perdagangan (Mendag) pada saat itu dan CS sebagai Direktur Pengembangan Bisnis PT PPI.

DITAHAN: Menteri Perdagangan tahun 2015-2016 Thomas Lembong dibawa menuju mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (29/10).

Awal Mula

Mantan Mendag Dituduh Rugikan Negara Rp400 Miliar JAKARTA–Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan mantan Menteri Perdagangan (Mendag) Thomas Lembong menjadi tersangka kasus dugaan impor gula di Kementerian Perdagangan periode 2015-2016.

DITAHAN..Baca Hal 9

Berdasarkan rapat koordinasi antar kementerian pada 15 Mei 2014 disimpulkan Indonesia mengalami surplus gula sehingga tidak perlu melakukan impor.

Akan tetapi pada tahun 2015 Thomas Lembong memberikan izin persetujuan impor gula kristal mentah sebanyak 105 ribu ton, yang kemudian Gula Kristal Mentah (GKM) diolah menjadi Gula Kristal Putih (GKP).

Adapun yang boleh melakukan impor GKP adalah BUMN. Tapi berdasarkan persetujuan yang dikeluarkan tersangka Thomas Lembong, impor gula dilakukan oleh Perusahaan swasta.

Dalam pelaksanaanya, impor yang dilakukan bukan gula kristal putih. Tapi, gula kristal mentah.

Setelah itu, gula kristal mentah itu diolah oleh perusahaan yang hanya memiliki izin mengelola gula kristal rafinasi (industri makanan minuman.)

Setelah gula diolah, PT PPI seolah-olah membeli gula tersebut dan menjualnya ke masyarakat dengan harga Rp16.000 yang lebih tinggi dari HET saat itu, yakni Rp13.000.

Ancaman

PT PPI mendapat fee dari perusahaan yang mengimpor dan mengelola gula tersebut. Kerugian negara dalam kasus ini sekitar Rp400 miliar.

Ada diskusi seperti itu (pailit karena industri tekstil redup, red) tapi kemudian kami melihat enggak juga. Jadi enggak ke sana. Mungkin ya ada terkait tentang miss manajemen

PHK Massal Industri Tekstil Bertumbangan

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli

Industri tekstil tanah air sedang tidak baik-baik saja. Kemarin (29/10) Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas dengan sejumlah menteri untuk membahas hal ini. ANCAMAN...Baca Hal 9

Impor Tekstil dan

2,29 juta

2,56 juta

3

4

JAKARTA– Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait berupaya mewujudkan target pemenuhan tiga juta unit hunian untuk rakyat. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan sitaan dari kasus korupsi. Strategi tersebut sudah dibicarakan dengan Kejaksaan Agung serta disampaikan ke DPR.

5.574 Jawa Barat

4.327

Jawa Tengah

2023

1.423

7 Kalimantan Barat

6 Riau

807

8

1.647

Sumber: Kementerian Ketenagakerjaan per Mei 2024 dan databoks. katadata.co.id

Sumatera Utara

535

Volume Impor / Ton

Nilai Impor / US$

Sulawesi Tengah

785 9 Jawa Timur 754 10

8,34 miliar

2022

Keterangan:

5

Kep. Bangka Belitung

Pakai Lahan Sitaan Koruptor Bangun Rumah Murah

2021

DKI Jakarta

3.795

Sumber : Badan Pusat Statistik (BPS), databoks.katadata.co.id dan diolah

1,96 juta

2,15 juta

2018

10,13 miliar

1,98 juta

2017

2,16 juta

2,07 juta

2016

9,43 miliar

1,96 juta

2015

2020

5.859 2

2014

2019

Banten:

1

2013

2,21 juta

Provinsi

7,2 miliar

Berdasarkan

1,82 juta

yang Terkena PHK 2024

9,37 miliar

Jumlah Karyawan

2,37 juta

10,02 miliar

8,8 miliar

8,16 miliar

7,98 miliar

8,57 miliar

8,47 miliar

Barang Tekstil Indonesia

Gaduh Anggur Muscat Terkontaminasi Bahan Berbahaya

KEBUT PASAR SUKASARI

JAKARTA – Zat kimia berbahaya yang ditengarai terkandung dalam anggur shine muscat menjadi perhatian serius. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) diminta turun tangan lantaran buah impor kualitas premium asal Jepang itu kini telah beredar di Indonesia.

Revitalisasi Pasar Sukasari di Kecamatan Bogor Timur terus dikebut. Salah satu pasar ”legend” di Kota Bogor ini pun dipastikan harus menjadi tempat yang nyaman bagi penjual maupun pembeli.

GADUH ANGGUR..Baca Hal 9

Baca Metropolis Hal 12

PAKAI LAHAN...Baca Hal 9

SUBUH 04.09 DZUHUR 11.40 ASHAR 14.54 MAGRIB 17.54 ISYA 19.01

INDEKS


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Epaper Edisi 30 Oktober 2024 | RADAR BOGOR DIGITAL by Bogor - Issuu