Skip to main content

Epaper Edisi 21 Juni 2024 | RADAR BOGOR DIGITAL

Page 1

Jumat

HARGA Rp4.000 BERLANGGANAN

21 juni 2024

14 zulHijaH 1445 H

Rp90.000

Terbit 12 halaman

Fenomena Berulang Pindah KK Ramai-Ramai Protes Hasil Zonasi PPDB SMAN 1 Bogor

SMAN 4 Bogor

Jarak terdekat

Jarak terdekat

Jarak terjauh

Jarak terjauh

Kuota Jalur

Kuota Jalur

Total kuota

Total kuota

SMAN 2 Bogor

SMAN 5 Bogor

59,422 meter 780,313 meter 162

135,543 meter 636,356 meter 162

324

324

Jarak terdekat

Jarak terdekat

Jarak terjauh

Jarak terjauh

Kuota Jalur

Kuota Jalur

Total kuota

Total kuota

38,182 meter

35,615 meter

697,631 meter 162

643,077 meter

Terdekat 35 Meter, Terjauh 984 Meter Praktik pindah kartu keluarga (KK) saat pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi masih saja terjadi. Sejumlah orang tua protes ke sekolah, karena anaknya gagal dengan calon siswa lain yang notabene rumahnya lebih jauh tapi menjadi dekat lantaran pindah KK.

SMAN 6 Bogor Jarak terdekat

Jarak terdekat

116,990 meter

35,818 meter

Jarak terjauh

Jarak terjauh

744,981 meter

731,884 meter

Kuota Jalur

Kuota Jalur

Total kuota

Total kuota

SMAN 7 Bogor

SMAN 9 Bogor

162

FENOMENA...Baca Hal 9

162

324

Hasil PPDB SMA/SMK Negeri Kota Bogor 2024

324

Jarak terdekat

Jarak terdekat

101.846 meter

49,510 meter

Jarak terjauh

Jalur Zonasi

162

323

SMAN 8 Bogor

Jarak terjauh

984,840 meter

700,245 meter

Kuota Jalur

Kuota Jalur

Total kuota

Total kuota

162

324

162

324

324

SMAN 10 Bogor

SMAN 3 Bogor Jarak terdekat

Jarak terdekat

75,879 meter

49,708 meter

Jarak terjauh

Jarak terjauh

708,760 meter

646,430 meter

Kuota Jalur

Kuota Jalur

160

Sumber : ppdb.jabarprov.go.id

Total kuota

320

162

Total kuota

324

Pemkab Bogor Optimalkan

Pemanfaatan Rest Area Puncak Pj Bupati Berharap Dongkrak Perekonomian Masyarakat di Kawasan Wisata Puncak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus berikhtiar mensejahterakan warganya. Salahsatu upaya tersebut yakni memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan kepada pedagang dan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Puncak, melalui optimalisasi pemanfaatan Rest Area Gunung Mas Puncak. Harapannya tak lain untuk mendongkrak perekonomian masyarakat Kabupaten Bogor,khususnya yang tinggal di kawasan wisata Puncak. PJ. BUPATI Bogor, Asmawa Tosepu mengungkapkan, kehadiran Rest Area Gunung Mas Puncak ini harus memberi dampak signifikan terhadap pedagang dan masyarakat Kabupaten Bogor khususnya di wilayah Puncak. Untuk itu optimalisasi pemanfaatan rest area puncak ini dipercepat. Menurut Asmawa Tosepu, dalam rangka percepatan optimalisasi pemanfaatan Rest Area Gunung Mas yang ada di Puncak Kecamatan Cisarua. Pada prinsipnya semua pihak bersepakat, punya komitmen yang sama, punya semangat yang sama untuk segera memanfaatkan rest area secara optimal. “Di Rest Area Gunung Mas Puncak ini, beberapa fasilitas yang kita tawarkan kepada para pedagang di sana adalah pintu keluar, dan masuknya kita atur sehingga semua yang masuk ke Wisata Agro Gunung Mas itu bisa melewati rest area,” kata Asmawa Tosepu.

Pemkab Bogor melakukan percepatan optimalisasi pemanfaatan Rest Area Gunung Mas yang ada di Kawasan Wisata Puncak, Kecamatan Cisarua.

Asmawa juga menyebutkan fasilitas lainnya, seperti parkir gratis untuk seluruh wisatawan yang hendak bermain di Rest Area Gunung Mas Puncak. Dengan begitu, para pengunjung pun tidak diberatkan dan tak sungkan masuk Rest Area Gunung Mas Puncak. Katanya, latar belakang dibangunnya rest area tersebut adalah permintaan dari para pedagang, sekarang sudah jadi, sudah dibuatkan. "Maka ayo mari sama-sama kita gunakan, kita manfaatkan. Dan secara perlahan kita pastikan rest area itu layak untuk dijadikan area perdagangan,” jelas Asmawa Tosepu. Lanjut Pj. Bupati Bogor, tidak ada biaya parkir alias gratis di kawasan Rest Area Gunung Mas Puncak, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor untuk memasang rambu-rambu peringatan dilarang parkir dan mobil bagi masyarakat yang parkir sembarangan di area yang telah terpasang rambu peringatan dilarang parkir. “Ini upaya kami untuk mencegah adanya parkir liar dan menciptakan ketertiban, kelancaran dan kenyamanan arus lalu lintas di wilayah Puncak. Segera manfaatkan rest area gunung mas puncak ini, fasilitasnya sudah kami sediakan, kuncinya sudah ada tinggal pindah saja untuk menempati kios-kios yang ada di Rest Area Gunung Mas Puncak ini,” jelas Asmawa. Selanjutnya, Ketua DPRD Kabupaten

SUBUH 04.41 DZUHUR 11.58 ASHAR 15.19 MAGRIB 17.55 ISYA 19.04

Bogor, Rudi Susmanto menyatakan, sangat mendukung dan menyambut baik kehadiran Rest Area Gunung Mas Puncak dan segera dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Bahkan dirinya juga minta kepada PT. Sayaga Wisata untuk optimal dalam melakukan pengelolaan rest area ini sebaikbaiknya demi kepentingan masyarakat. "Tentunya kami mengajak dan berharap kepada masyarakat terutama pelaku Pedagang Kaki Lima dan para pelaku UMKM Kabupaten Bogor untuk segera memanfaatkan rest area ini. Sarana dan fasilitasnya sudah dibangun segera manfaatkan rest area ini, yang tentunya tempatnya aman dan nyaman," terang Ketua DPRD Kabupaten Bogor. Salah satu pedagang puncak, Mumuh mengaku siap digeser untuk memanfaatkan kios di rest area ini. Beberapa masukan pertama adalah pengelolaan parkir dilakukan secara profesional dengan sistem karcis dengan tarif yang murah untuk meminimalisir parkir liar, meskipun saat ini parkir digratiskan.Persediaan air lebih dioptimalkan dan lainnya. "Tentu kami senang dan siap memanfaatkan rest area puncak ini. Alhamdulilah tempatnya nyaman, bersih dan aman, semoga bisa lebih meningkatkan usaha kami," tandasnya. (*/unt)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Epaper Edisi 21 Juni 2024 | RADAR BOGOR DIGITAL by Bogor - Issuu