Skip to main content

Pengaruh Kawasan Ekonomi Khusus Kendal Terhadap Perkembangan Kawasan Industri Dan Pertumbuhan Ekonom

Page 1

PAPER EKONOMI WILAYAH PENGARUH KAWASAN EKONOMI KHUSUS KENDAL TERHADAP PERKEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI DAN PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN KENDAL

Disusun Oleh: Qonieta Maulidya 19/443547/TK/48743 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA DEPARTEMEN TEKNIK ARSITEKTUR DAN PERENCANAAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA 2021


KATA PENGANTAR Segala puji bagi Allah SWT atas segala nikmat kemudahan dan keberkahan sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan Paper Tugas Besar Mata Kuliah Ekonomi Wilayah dengan kasus Pengaruh Kawasan Ekonomi Khusus Kendal Terhadap Perkembangan Kawasan Industri Dan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Kendal dengan sebaik-baiknya. Penyusunan ini tentu tidak luput dari tantangan dan hambatan baik dalam pengumpulan data maupun pengerjaannya. Bantuan dari berbagai pihak sangat berarti bagi penulis dalam menyelesaikan laporan ini. Oleh karena itu saya menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada: 1. Bapak Doddy Aditya Iskandar, S.T., MCP, Ph.D, Ibu Atrida Hadianti, S.T., M.Sc., Ph.D dan Ibu Sri Tuntung Pandangwati, S.T., MUP. selaku dosen pengampu mata kuliah ekonomi wilayah yang telah memberikan ilmu dan sarannya selama masa perkuliahan. 2. Serta teman-teman PWK UGM 2019 yang telah membantu dan tidak bisa disebutkan satu per satu. Tentunya laporan yang telah saya susun ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk perbaikan penulisan kedepannya. Penulis juga berharap laporan ini dapat memberikan informasi serta bermanfaat bagi pembaca.

Yogyakarta, 26 November 2021

Penulis

1


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................... 1 DAFTAR ISI.............................................................................................................................. 2 BAB I ......................................................................................................................................... 3 LATAR BELAKANG ............................................................................................................... 3 BAB II........................................................................................................................................ 5 TEORI YANG DIGUNAKAN .................................................................................................. 5 1. Kawasan Industri ................................................................................................................ 5 2. Teori Aglomerasi Industri .................................................................................................. 5 3. Teori Pertumbuhan Ekonomi Neo-Klasik .......................................................................... 5 BAB III ...................................................................................................................................... 7 KASUS YANG DIPILIH .......................................................................................................... 7 BAB IV ...................................................................................................................................... 8 METODE PEMBAHASAN ...................................................................................................... 8 1. Metode Literatur ................................................................................................................. 8 2. Analisis Induktif ................................................................................................................. 8 3. Metode Deskriptif Kualitatif .............................................................................................. 8 BAB V ....................................................................................................................................... 9 TEMUAN DAN PEMBAHASAN ............................................................................................ 9 5.1 Analisis Perkembangan Kawasan Industri akibat Kawasan Ekonomi Khusus berdasarkan keterkaitan teori Kawasan industri, teori aglomerasi industri, dan teori pertumbuhan ekonomi Rostrow. ............................................................................................ 9 5.2 Analisis Ekonomi ........................................................................................................... 11 BAB VI .................................................................................................................................... 14 KESIMPULAN ........................................................................................................................ 14 BAB VII ................................................................................................................................... 15 DAFTAR PUSTAKA .............................................................................................................. 15

2


BAB I LATAR BELAKANG Berdasarkan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Kendal tahun 2021-2026 disebutkan bahwa visi pembangunan Kabupaten Kendal yaitu Kendal, Handal, Unggul, Makmur, dan Berkeadilan. Visi Kendal sebagai Kabupaten yang Handal direalisasikan dengan tujuan menjadikan Kendal sebagai pusat industri dan pariwisata Jawa Tengah yang mandiri, berprestasi, berdaya saing, dan berketahanan lingkungan. Visi ini diwujudkan dalam salah satu misi menjadikan Kabupaten Kendal sebagai pusat industri dan pariwisata di Jawa Tengah dengan mengoptimalkan potensi dan keunggulan daerah, untuk mendorong kemandirian ekonomi daerah, meningkatkan kesejahteraan, mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan, penguatan industri, kecil, dan menengah/UMKM, pengembangan pariwisata serta mendorong berkembangnya ekonomi kreatif. Visi dan misi ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang mandiri, maju, adil, dan Makmur. Untuk mewujudkan visi tersebut dibutuhkan adanya suatu proses rencana percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Indonesia yang tepat, fokus, dan terukur maka pemerintah menginisiasi program Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai salah satu strategi mencapai tujuan pembangunan tersebut. Kawasan Ekonomi Khusus merupakan Kawasan dengan batas tertentu dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geostrategis wilayah, serta diberikan fasilitas dan insentif khusus sebagai daya tarik investasi (UU No.39 tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus). Kehadiran KEK diharapkan membangun kemampuan dan daya saing ekonomi pada level nasional melalui industri-industri dan pariwisata bernilai tambah dan berantai nilai. Hingga pada tahun 2021, terdapat 19 KEK di Indonesia dengan rincian 12 KEK telah beroperasi dan 7 KEK dalam tahap pembangunan. 3


KEK dipersiapkan untuk memaksimalkan kegiatan industri, ekspor, impor dan kegiatan ekonomi lain yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kawasan Industri Kendal (KIK) merupakan Kawasan ekonomi khusus (KEK) terbaik yang berlokasi di Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Menurut Peraturan Pemerintah No.28 Tahun 2014, Kawasan Industri adalah Kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan kawasan industri. Kawasan ekonomi khusus terbagi dalam tiga zona yang menjalankan tiga fungsi yaitu pengolahan ekspor, zona logistik, dan zona industri. Dengan adanya zona-zona ini menjadikan Kawasan Ekonomi Khusus Kendal menjadi kawasan industri yang memiliki iklim yang cocok bagi siapapun yang ingin menjalankan usaha maupun berinvestasi. KEK menjadi strategi alternatif baru dalam mengatasi tingginya total transport cost (biaya produksi dan distribusi) yang selama ini menjadi tantangan bagi pengembangan sektor industri di Indonesia. Pembangunan Kawasan industri yang berkembang di Indonesia saat ini memiliki kecenderungan bagi industri untuk berkumpul di tempat yang sama atau yang biasa dikenal dengan aglomerasi industri. Teori aglomerasi industri digunakan dalam program KEK dikarenakan adanya pembangunan kawasan industri yang dengan sengaja direncanakan dalam rencana tata ruang wilayah untuk mendekatkan banyak industri dalam satu tempat. Alasan tersebut berkaitan dengan efisiensi biaya transportasi, yakni biaya untuk memindahkan barang dan orang. Selain itu program KEK menjadi salah satu bukti bahwa saat ini perusahaan industri sudah lebih fleksibel dan tidak terikat oleh faktor produksi tertentu yang berkaitan dengan lokasi yang disebutkan dalam teori Webber. Banyaknya keterikatan program KEK dengan teori perkembangan Kawasan industri membuat penulis merasa perlu adanya penelitian pengaruh kawasan ekonomi khusus kendal terhadap perkembangan kawasan industri dan ekonomi Kabupaten Kendal.

4


BAB II TEORI YANG DIGUNAKAN 1. Kawasan Industri Berdasarkan Peraturan Pemerintah No.28 Tahun 2021, menetapkan pengertian dari Kawasan industri yaitu Kawasan tempat pemusatan kegiatan industri yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana penunjang yang dikembangkan dan dikelola oleh perusahaan Kawasan industri yang telah memiliki Izin Usaha Kawasan Industri. Dengan dibangunnya Kawasan industri, perusahaan industri yang akan menjalankan kegiatan Industri wajib berlokasi di Kawasan industri. 2. Teori Aglomerasi Industri Apabila ditinjau berdasarkan ilmu ekonomi geografi, konsep aglomerasi sangat erat kaitannya dengan konsentrasi spasial dari kegiatan-kegiatan ekonomi. Menurut Kolehmainen (2002), aglomerasi industri diartikan sebagai konsentrasi spasial industri dimana industri tidak berlokasi secara merata pada seluruh wilayah, akan tetapi mengelompok secara berdekatan pada bagian tertentu dari wilayah tersebut. Dalam aglomerasi ekonomi industri terhadap hubungan yang saling terkait antara skala ekonomi (economic of scale) dengan biaya transportasi dan permintaan. Melalui aglomerasi, industri cenderung berkumpul secara spasial dan melayani seluruh pasar dari suatu lokasi. Aglomerasi industri yang muncul di suatu kawasan dapat terbentuk secara alamiah apabila pemusatannya diakibatkan secara kebetulan dan aglomerasi industri yang direncanakan berdasarkan hasil perencanaan tata ruang. 3. Teori Pertumbuhan Ekonomi Neo-Klasik a. Teori Pertumbuhan Ekonomi Harrod Domar Salah satu teori investasi yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi adalah model pertumbuhan ekonomi Harrod Domar. Teori ini mengemukakan perlunya pembentukan modal (investasi) sebagai syarat yang diperlukan agar perekonomian bisa tumbuh dan berkembang dalam jangka Panjang (Arsyad,1999). 5


b. Teori Pertumbuhan Ekonomi Rostow Teori rostow merupakan teori ekonomi yang mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu negara akan mengalami lima tahapan yaitu: 1. Tradisional, pada tahapan ini sektor pertanian menjadi sektor unggulan dalam pertumbuhan ekonomi 2. Transisi (pre take-off), pada tahapan ini terjadi perubahan struktur tenaga kerja dari pertanian ke industri 3. Lepas Landas(take-off), pada tahapan ini terdapat hambatan dari struktur sosial dan politik namun bisa diatasi 4. Menuju Kematangan (drive to maturity), pada tahapan ini serikat buruh dagang semakin maju 5. Konsumsi Tinggi (high mass consumption), pada tahapan ini tenaga kerja yang mendominasi sudah terdidik Teori Rostow mengklaim bahwa terdapat perbedaan ciri masyarakat pada setiap tahapan yang meliputi beberapa indikator ekonomi, social, dan budaya. Selain itu yang pali di garis bawahi pada teori ini yaitu adanya perubahan dalam struktur perekonomian dari sektor pertanian ke sektor industri.

6


BAB III KASUS YANG DIPILIH Kawasan Industri Kenda merupakan satu-satunya pemegang status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) berbasis industri di Pulau Jawa yang tertuang dalam PP No.85 Tahun 2019. Kawasan Industri Kendal (KIK) merupakan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) terbaik yang berlokasi di Kecamatan Kaliwungu dan Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kawasan Industri Kendal sudah dibangun sejak November 2016 namun baru beroperasi sejak ditetapkannya menjadi Kawasan Ekonomi Khusus pada tanggal 24 Mei 2021. Keunggulan KEK Kendal bertumpu pada lokasi geoekonomi yang ditandai dengan berbagai lokasi strategis seperti Bandara Internasional Ahmad Yani, Pelabuhan Internasional Tanjung Emas, dilewati oleh jalur tol Semarang-Pejagan, serta dilewati Jalur Kereta Api Ganda JakartaSemarang-Surabaya. Kawasan Ekonomi Khusus Kendal merupakan hasil Kerjasama (join venture) antara dua pengembang industri di Asia Tenggara yaitu Sembcorp Development Ltd dan PT Jababeka Tbk. Kawasan Industri Khusus ini direncanakan akan dibangun seluas 1.000 Hektar luas lahan yang menjadi KEK, namun saat ini baru telah dikembangkan 200 Hektar yang sudah ditempati oleh 66 tenant perusahaan investor. Saat ini investasi yang masuk ke KEK Kendal berasal dari negara tetangga seperti Taiwan, Cina, Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Malaysia, Singapura dan Indonesia. KEK Kendal unggul dalam sektor industri berorientasi ekspor, substitusi impor, produk berteknologi tinggi, dan aplikasi khusus yang mendukung Industri 4.0 serta logistic berbasis industry 4.0. Menurut BUPP KEK Kendal, KEK Kendal diproyeksikan berpotensi menarik investasi dari perusahaan lokal maupun internasional sebesar 72 Triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebesar 20.000 tenaga kerja hingga tahun 2025. Oleh karena itu dengan dibangunnya Kawasan Ekonomi Khusus sebagai bentuk spesialisasi pengembangan memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan industri dan ekonomi daerah.

7


BAB IV METODE PEMBAHASAN 1. Metode Literatur Metode studi literatur digunakan dalam paper ini karena melibatkan data-data sekunder yang diperoleh dari penelitian, data spasial, maupun laporan analisis wilayah terkait dalam ruang lingkup time series. 2. Analisis Induktif Metode berfikir yang digunakan dalam penulisan paper ini adalah metode induktif yang diambil berdasarkan fakta-fakta terkait, peristiwa yang konkret, dan kemudian dijelaskan korelasi atau keterhubungan antara fakta dan peristiwa yang dituangkan dalam suatu kesimpulan yang bersifat umum. 3. Metode Deskriptif Kualitatif Metode pembahasan yang digunakan dalam penulisan paper ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan mengumpulkan dan menganalisis data secara deskriptif yang dituangkan dalam bentuk kata-kata dan melalui pendekatan ekonomi terkait pengaruh pengembangan kawasan industri terhadap pertumbuhan ekonomi wilayah Kabupaten Kendal.

8


BAB V TEMUAN DAN PEMBAHASAN 5.1 Analisis Perkembangan Kawasan Industri akibat Kawasan Ekonomi Khusus berdasarkan keterkaitan teori Kawasan industri, teori aglomerasi industri, dan teori pertumbuhan ekonomi Rostrow. Kawasan Industri Kendal (Kendal Industrial Park) merupakan kawasan industri yang pada tahun 2016 ditetapkan menjadi kawasan industri dan pada tahun 2021 ditetapkan menjadi kawasan ekonomi khusus. Kawasan industri yang ada pada saat ini menggunakan lahan tidur yang sudah lama tidak digarap akibat banjir rob. Berdasarkan keterkaitannya dengan teori kawasan industri, Pemerintah Pusat memprioritaskan letak kegiatan industri berada di kawasan yang memiliki keunggulan geoekonomi dan geografis. Berdasarkan masterplan kawasan industri ini, pemanfaatan ruang untuk kawasan industri dikelompokan menjadi tiga zona yaitu zona pengolahan ekspor, zona logistik, dan zona industri. Pengelompokkan kawasan industri ini menjadi tiga zona memiliki keterkaitan dengan teori aglomerasi industri. Keunggulan letak kawasan industri ini yang dekat dengan pusat kegiatan ekonomi setempat berimplikasi kepada banyaknya investasi lokal maupun asing yang masuk ke dalam kawasan ini. Kegiatan utama yang direncanakan untuk dibangun dalam KIK ini yaitu industri tekstil dan busana, industri furniture dan alat permainan, industry makanan dan minuman, industry otomotif, industry elektronik, dan logistik. Apabila terdapat industri yang termasuk kedalam kegiatan utama tersebut akan berkumpul di wilayah tersebut yang menyebabkan adanya fenomena aglomerasi industri. KIK ini berpotensi menarik investor dikarenakan banyaknya benefit yang akan didapatkan salah satunya yaitu penurunan biaya produksi dikarenakan kegiatan ekonomi berlokasi pada tempat yang sama. Faktor lain yang mendorong investor dalam menentukan industri dan memiliki di satu kawasan yang sudah ditentukan yaitu penghematan biaya transportasi, berbagi tenaga kerja sehingga upahnya lebih rendah dan mendorong efisiensi dan efektivitas produksi. Perlu diketahui, di negara kepulauan seperti Indonesia, biaya transportasi cenderung lebih mahal 9


dibandingkan negara daratan. Perusahaan industri juga cenderung memilih lokasi yang berdekatan karena adanya konsentrasi tenaga kerja yang tinggi yang sesuai dengan kebutuhan. Sementara itu bagi masyarakat yang memiliki keterampilan kerja akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan karena biaya mengangkut diri menuju tempat bekerja lebih sedikit. KEK Kendal yang terintegrasi dengan jalur pelayanan internasional akan menurunkan biaya logistik dan meningkatkan akses ke pasar internasional bagi perusahaan industri yang berorientasi ekspor. Aglomerasi industri yang terjadi pada kawasan ini akan sejalan dengan harapan dibangunnya kawasan ekonomi khusus yaitu dapat menyerap tenaga kerja, penurunan tingkat pengangguran masyarakat, dan mengakselerasi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Kendal. Dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus ini memberikan multiplier effect yang paling besar terhadap pembangunan infrastruktur pendukung kawasan yang bisa digunakan juga oleh masyarakat sekitar. KIK yang berstatus KEK dapat mempermudah investor yang masuk ke wilayah tersebut dikarenakan banyaknya insentif berupa pajak, fiskal, hingga kepabeanan. Berdasarkan analisis keterkaitan dengan teori-teori tersebut, diketahui secara mendalam keunggulan dari KEK Kendal yang dapat menjadi strategi menarik minat investor dan akan berpengaruh pada peningkatan pergerakan pertumbuhan ekonomi daerah tersebut

10


5.2 Analisis Ekonomi 5.2.1 Analisis Ekonomi Makro Tabel 1. Perhitungan Analisis Kontribusi Pertumbuhan PDRB ADHK Kabupaten Kendal 2016-2020

Sumber: Analisis Penulis Analisis ekonomi makro kabupaten Kendal menggunakan persentase kontribusi setiap sektor terhadap PDRB ADHK Kabupaten Kendal Periode 2016-2020. Jumlah PDRB juga menunjukkan jumlah nilai nominal dari konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, untuk barang nominal dan jasa serta ekspor netto. Melihat dari analisis ekonomi makro, Kabupaten Kendal memiliki tiga sektor unggulan yaitu sektor industri pengolahan, pertanian, kehutanan, dan perikanan, serta perdagangan besar. Sektor industri pengolahan merupakan sektor yang memberikan kontribusi terbesar terhadap PDRB Kabupaten Kendal. Kawasan Ekonomi Khusus memiliki potensi dan korelasi yang kuat terhadap peningkatan kontribusi sektor ini dan 11


diharapkan terus meningkat. Pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat akan bermuara pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kendal dan menciptakan multiplier effect yang signifikan terhadap perekonomian daerah Kabupaten Kendal dan Provinsi Jawa Tengah. 5.2.2 Analisis Ekonomi Mikro Dalam menganalisis ekonomi mikro di Kabupaten Kendal digunakan analisis penentuan sektor unggulan. Analisis sektor unggulan dilakukan untuk mengetahui keunggulan suatu sektor dalam suatu wilayah dengan wilayah yang lebih luas. Analisis sektor unggulan pada penelitian ini menggunakan metode analisis Location Quotient. Analisis LQ digunakan untuk mengukur sejauh mana tingkat spesialisasi sektor-sektor ekonomi di suatu wilayah dengan membandingkan dengan peranannya dalam perekonomian wilayah yang lebih besar yaitu Provinsi Jawa Tengah. Tabel 2. Perhitungan Analisis LQ PDRB ADHK Kabupaten Sintang Tahun 2016-2020

Sumber: Analisis Penulis 12


Analisis LQ di atas digunakan untuk menentukan sektor basis dan sektor non basis di Kabupaten Kendal. Berdasarkan perhitungan analisis LQ terhadap PDRB ADHK Kabupaten Kendal diketahui bahwa industri pengolahan memiliki LQ 1.17 dengan kategori sektor basis. Sektor basis dapat diasumsikan bahwa pertumbuhan sektor industri pengolahan menentukan pembangunan menyeluruh daerah tersebut dan melihat bahwa adanya aktivitas ekspor yang dapat menjadi mesin pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal.

13


BAB VI KESIMPULAN Program Kawasan Ekonomi Khusus yang dimandatkan kepada Kawasan Industri Kendal sejalan dengan visi Kabupaten Kendal dan visi pembangunan ekonomi nasional yaitu mempercepat pertumbuhan ekonomi guna menarik minat investasi melalui pengembangan sektor industri. Program Kawasan Ekonomi Khusus mendorong terjadinya fenomena aglomerasi industri dimana perusahaan industri berkumpul di satu ruang spasial yang dikhususkan untuk pembangunan kawasan industri untuk menurunkan biaya produksi, penghematan biaya transportasi dan logistic, berbagi tenaga kerja sehingga upahnya lebih rendah, serta mendorong efisiensi dan efektivitas produksi dari perusahaan industri tersebut. Selain itu terdapat strategi lain yang diberikan oleh pemerintah untuk mempermudah perusahaan industri lokal dan internasional masuk ke wilayah industri tersebut seperti insentif pajak, fiscal, dan kepabeanan. Dengan ini diharapkan investor semakin tertarik untuk mengembangkan perusahaan industrinya Bersama KEK Kendal dan dapat berkembang menjadi percontohan kawasan industri lainnya. Kegiatan investasi secara massif pada kawasan ekonomi khusus ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.

14


BAB VII DAFTAR PUSTAKA Arsyad, Lincolin. 1988. Ekonomi Pembangunan. Cetakan Pertama. Yogyakarta: STIE YKPN Damuri, Yose R., David Christian, and Raymond Atje. "Kawasan Ekonomi Khusus dan Strategis di Indonesia: Tinjauan atas Peluang dan Permasalahan." (2015). Destaningtyas, Valenshia. "Kawasan ekonomi khusus di Indonesia sebagai upaya peningkatan penanaman modal dan daya saing Internasional." (2010). Kolehmainen, Jari. "Territorial agglomeration as a local innovation environment the case of a digital media agglomeration in Tampere, Finland." Massachusetts Institute of Technology, Special working paper series on local innovation systems 25 (2002): 29. Kuncoro, Mudrajad. Analisis spasial dan regional: studi aglomerasi & kluster industri Indonesia. Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN, 2002 Kusumawardani, Nur Annisa. “Kendal, Kawasan Ekonomi Khusus Pemberi Multiplier Effect Bagi Perekonomian Daerah.” Good News From Indonesia. Good News From Indonesia,

October

26,

2021.

https://www.goodnewsfromindonesia.id/2021/10/26/kendal-kawasan-ekonomikhusus-pemberi-multiplier-effect-bagi-perekonomian-daerah. Peraturan Pemerintah No.28 Tahun 2014 tetang Penyelenggaraan Bidang Perindustrian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten Kendal 2021-2026 Statistik, Badan Pusat. 2021. Produk Domestik Regional Bruto Kabupaten Kendal Tahun 2016-2020. Accessed November 21, 2021. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 Unknown. “Dewan Nasionalkawasan Ekonomi Khusus Republik Indonesia.” Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Melalui Pengembangan KEK Kendal. Siaran Pers 15


Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Republik Indonesia, April 26, 2021. https://kek.go.id/berita/2021/04/Peningkatan-Indeks-Pembangunan-Manusia-MelaluiPengembangan-KEK-Kendal-290. Zuliastri, Fikanti, Wiwiek Rindayati, and Alla Asmara. "Analisis Faktor yang Memengaruhi Aglomerasi Industri Unggulan Daerah dan Hubungannya dengan Daya Saing Industri Daerah." Jurnal Ekonomi Dan Kebijakan Pembangunan 2, no. 2 (2013): 113-134.

16


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Pengaruh Kawasan Ekonomi Khusus Kendal Terhadap Perkembangan Kawasan Industri Dan Pertumbuhan Ekonom by qonieta maulidya - Issuu