



















![]()






















SEPARATION - EDISI 6




Hai, Sobat Tekkim Unnes!
Salam kenal dari kami segenap tim redaksi Majalah Separation edisi ke6. Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan hidayahnya, kami dapat menyelesaikan dan menerbitkan
Majalah Separation (Share a Part of Chemical Engineering Information) edisi ke-6 dengan baik. Terima kasih kepada seluruh tim redaksi Separation Edisi ke-6 yang telah bekerja keras menyusun majalah ini, tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada keluruh pihak yang telah terlibat dalam pembuatan majalah ini.
Majalah Separation edisi ke-6 terbit pada bulan Desember 2024 dengan tema besar yaitu “Sustainable Chemical : Stepping towards Sustainable and Environmentally Friendly Chemical Technology". Dalam tema ini kami akan membahas berbagai topik terkait dengan pengembangan teknologi kimia yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, seperti Terobosan Baru dalam Daur Ulang Limbah, Regulasi dan Kebijakan dalam Pengembangan “Green Energy”, dan lain-lain. Selain itu, dalam edisi kali ini kami juga menyajikan informasi-informasi menarik yang ada di lingkungan Teknik Kimia Unnes, seperti Tips dan Trik Sukses MSIB, Motivasi Juara KMI EXPO, Pengabdian KKN di Karimun Jawa.
Oleh karena itu, besar harapan kami dengan adanya Separation edisi ke-6 tahun ini dapat diterima dan dinikmati oleh seluruh Sobat Tekkim Unnes! Kami segenap tim redaksi menyadari banyak kekurangan dalam penyusunan majalah ini. Maka dari itu, perlunya kritik dan saran dari para pembaca agar ke depannya dapat diperbaiki dan lebih baik. Selamat membaca dan salam redaksi!
Pembaca Majalah Teknik Kimia Separation (Share a Part of Chemical Engineering Information) Edisi-6 yang saya hormati dan banggakan.
Assalamu’alaikum Wr.Wb.


Puji syukur kami sampaikan kepada Allah SWT karena pada bulan Desember 2024 ini, Himpunan Mahasiswa Profesi Teknik Kimia (HMPTK) Universitas Negeri Semarang telah berhasil menerbitkan sebuah majalah sebagai wadah untuk komunikasi dan informasi seputar bidang ilmu Teknik Kimia.
Penerbitan majalah ini pada tahun 2024 menjadi momentum bagi seluruh mahasiswa Teknik Kimia UNNES untuk bersatu tenaga guna mewujudkan impian memiliki wadah untuk menyampaikan aspirasi, inspirasi, dan informasi seputar bidang Teknik Kimia. Implementasi dari tujuan tersebut perlu terinternalisasi dalam diri setiap mahasiswa Teknik Kimia UNNES pada khususnya dan mahasiswa Teknik Kimia di seluruh Indonesia. Hal ini juga diharapkan, dapat meningkatkan kredibilitas mahasiswa Teknik Kimia UNNES dalam Pendidikan Teknik Kimia di Indonesia. Kredibilitas ini akan terbentuk dari kualitas dan kemampuan mahasiswa Teknik Kimia UNNES dalam menyikapi permasalahan, informasi, dan eksistensinya dalam dunia pendidikan Teknik Kimia.
Majalah ini diharapkan dapat melengkapi media publikasi yang telah ada di UNNES, sehingga dapat memberikan informasi mengenai pendidikan dan kegiatan mahasiswa secara lebih komprehensif. Selain itu, majalah ini diharapkan dapat menjadi saluran komunikasi bagi mahasiswa Teknik Kimia UNNES, khususnya, dan mahasiswa Teknik Kimia di Indonesia, umumnya. Selamat atas terbitnya edisi ke-6 Majalah Teknik Kimia (Separation). Semoga Allah SWT senantiasa memberikan rahmat-Nya kepada kita semua dalam melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai insan cendekia, demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Koordinator Program Studi Teknik Kimia UNNES, Prof. Dr. Dewi Selvia Fardhyanti, S.T., M.T.
Regulasi dan Kebijakan Lingkungan dalam Pengembangan "Green energy"
Chemical Innovation: Pengembangan Bahan Bakar Hydrogen sebagai Bahan Bakar Alternatif
E isiensi Penggunaan Teknologi untuk Mengurangi Konsumsi Energi
Biokatalis Sebagai Langkah Menuju Industri Berkelanjutan
Mengenal Manfaat Tanaman Indigofera Sebagai Pewarna Alami Industri Tekstil
Wirausaha Masa Depan :
Motivasi sukses juara KMI EXPO 2024
Mengabdi di Tengah laut :
Cerita Inspiratif peserta KKN Karimun Jawa
Writer:Desiana
Editor:Kanthi
Dengan berkembangnya industri kimia, bukan hanya produksi dan konsumsi berbagai produk kimia yang meningkat, tetapi juga jumlah limbah yang dihasilkan. Limbah industri dapat terdiri dari gas, bahan kimia, radioaktif, logam berat, atau bahan berbahaya lainnya. Limbah ini dapat mencemari sungai dan air laut, serta air yang dikonsumsi manusia sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan. Pengelolaan limbah kimia telah menjadi tantangan yang signifikan di Indonesia.

Daur ulang kimia digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk pengolahan limbah plastik, kertas, danlogam
Designer:Felisha


Selain itu, teknologi daur ulang kimiajugaberkembangpesatdiluar negeri, seperti di Eropa, dengan tujuan meningkatkan proses pengelolaan limbah kimia secara berkelanjutan.
Teknologi terbaru yang digunakan dalam proses daur ulang limbah kimia salah satunya adalah pengembangan katalisator nanopartikel Penelitian intensif selama beberapa dekade terakhir telah meningkatkan desain katalisator, menghasilkan bahan yang lebih efisien dan ramah lingkungan Katalisator yang dioptimalkan dapat mengurangi konsumsi energi, emisi, dan jumlah produksampinganyangdiperlukan.
Katalis berbasis nanomaterial biasanya merupakan katalis heterogen yang dipecah menjadi nanopartikel logam untuk meningkatkanproseskatalitik.
Nanopartikel logam memiliki luas permukaan yang besar, yang memungkinkan digunakan untuk meningkatkan aktivitas katalitik. Katalis nanopartikel dapat dengan mudah dipisahkan dan didaur ulang Biasanya digunakan dalam kondisi ringan untuk mencegah nanopartikeldekomposisi
Katalisator nanopartikel juga menawarkanluaspermukaanyang lebih esar sehingga meningkatkan efisiensi reaksi serta dapat mengurangi jumlah bahan kimia yangdiperlukan.
Teknologi ini telah membuka pintu bagi produksi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Selain itu, katalisator juga berperan penting dalam mendukung transisi menujuenergiterbarukan.Dengan menggunakan katalisator yang tepat,proseskonversienergidapat ditingkatkan, sehingga akan memungkinkan pemanfaatan sumber energi alternatif seperti hidrogendanbiomassa
Skipatroli. (2023). Teknologi Katalisator Mendorong Revolusi Hijau di Industri Kimia.
Skipatroli Retrieved from https://skipatrolicom/teknologi-katalisator-mendorongrevolusi-hijau-di-industri-kimia/
University of Waterloo. (2017). Part 1: The function and importance of nanoparticles in catalysis Chem 13 News Magazine Retrieved from https://uwaterloocatranslategoog/chem13-news-magazine/december-2017-january-2018/feature/part-1function-and-importance-nanoparticles-catalysis?
x tr sl=en& x tr tl=id& x tr hl=id& x tr pto=tc
Panda (nd) Daur ulang kimia: Inovasi teknologi untuk mengubah sampah menjadi produk berkualitas. Panda. Retrieved from https://www.panda.id/daur-ulang-kimiagi-untuk-mengubah-sampah-menjadi-produk-berkualitas/


Writer: Made
Editor: Olivia
Hallo sobat Tekkim! Pada edisi kali ini kita akan membahas mengenai strategi tepat mengurangi ketergantungan industri pada bahan bakar fosil dengan tenaga surya, yuk simak pembahasan ini!
Industri harus beralih dari ketergantungan pada bahan bakar fosil ke sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Jika mereka ingin meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Maka penggunaan tenaga surya adalah salah satu strategi yang tepat untuk mencapai tujuan ini. Tenaga surya memiliki potensi besar untuk mengurangi ketergantungan industri pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim.
Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di industri dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Designer: Khayra
PLTS Atap adalah sistem yang dipasang di atap bangunan untuk menghasilkan listrik dari sinar matahari. Dengan menggunakan PLTS Atap, industri dapat mengurangi biaya operasional dan menghemat biaya listrik, serta berkontribusi pada pengurangan emisi karbon. Strategi ini telah diterapkan oleh beberapa perusahaan di Indonesia seperti Sinar Mas Land yang telah mengurangi tagihan listrik hingga 30% dengan menggunakan PLTS Atap.
Berikut beberapa keuntungan penggunaan tenaga surya dalam industri :
Tenaga surya adalah sumber energi yang bersih dan bebas dari emisi karbon, sehingga dapat membantu dalam mengurangi dampak lingkungan. Tenaga surya dapat mengurangi biaya operasional industri, karena biaya listrik yang lebih rendah dan penghematan biaya operasional.



Tenaga surya dapat meningkatkan ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi impor.
Dengan demikian, penggunaan tenaga surya dapat membantu industri dalam mencapai tujuan transisi menuju pola konsumsi energi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Untuk mengimplementasikan strategi penggunaan tenaga surya dalam industri, beberapa langkah dapat diambil, yaitu:

Perusahaan harus memilih teknologi yang tepat untuk menghasilkan listrik dari sinar matahari, seperti panel surya yang efisien dan sistem pengumpulan energi yang efektif.
Perusahaan harus memastikan bahwa instalasi PLTS Atap dilakukan dengan cara yang aman dan efektif, serta dilengkapi dengan sistem monitoring yang memungkinkan perawatan dan perbaikan yang efektif.

Perusahaan harus memilih lokasi yang tepat untuk instalasi PLTS
Atap, yang memungkinkan sinar matahari untuk mencapai panel surya dengan efisiensi yang optimal.

Dwisari, V., Sudarti, & Yushardi. (2023). Pemanfaatan energi matahari: masa depan energi terbarukan. OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika, 7(2), 376–384.
Sun Energy. (2024, April 30). Strategi Pemasangan PLTS Atap di Perusahaan atau Pabrik untuk Meningkatkan Efisiensi Energi dan Biaya.
Bee Atonergy (2019) Penggunaan PLTS Dalam Sektor Industri dan Keuntungan






Pada masa kini, penggunaan
plastik telah menjadi sebuah kebutuhan yang tidak terhindarkan. Hal ini disebabkan oleh berbagai keunggulan plastik itu sendiri, seperti kekuatan, ringan, fleksibilitas, kemudahan dalam pembentukan, dan kemampuannya sebagai isolator panas Akibatnya, jumlah
penggunaan plastik terus meningkat setiap harinya sehingga mengakibatkan peningkatan volume sampah plastik Data dari Kementrian
Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 17 juta ton sampah plastik per tahun, di mana sekitar 32,6% sampah belum terkelola
Menghadapi situasi ini, langkahlangkah untuk mengurangi
penggunaan plastik sekali pakai dan mendorong praktik daur ulangmenjadisangatpenting
Plastik secara umum dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori utama, yakni plastik termoplastikdanplastiktermoset.

Plastik termoplastik adalah jenis plastik yang ketika dipanaskan padasuhutertentudapatmeleleh dan dapat diubah bentuknya kembali. Sementara itu, plastik termoset adalah jenis plastik yang telah mengalami pengikatan tiga dimensi(padatan)dantidakdapat dilelehkan kembali untuk diubah bentuknya



Gambar1.Jenistermoplastik Sumber:Damayanti,etal.(2023)



Plastik merupakan komponen polimer yang terbentuk dari molekul sederhana yang
menggabungkan diri menjadi unit berulang atau monomer Monomerplastikumumnyaterdiri

dari berbagai unsur kimia, seperti karbon, hidrogen, fluor, dan sulfur, yang mana pada saat proses polimerisasiakanterikatsatusama lain membentuk rantai yang dapatmencapairibuanmonomer. Dari ribuan rantai monomer tersebut yang membuat plastik memerlukan waktu sekitar 50 hingga 100 tahun agar dapat terurai.
Proses pengolahan kembali limbah plastik dapat dilakukan melalui berbagai metode seperti konsep 3R (Reuse, Recycle, Reduce). Namun, pendekatan tersebut terbukti tidak sepenuhnya efektif dalam mengatasipermasalahansampah plastik karena hanya mengubahnya menjadi produk baru tanpa mengurangi jumlah totalnya. Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, alternatif pengelolaan sampah plastik telah berkembang termasuk konversi menjadi bahan bakar.
Plastik sebagai turunan dari minyak bumi memiliki potensi energi yang dapat setara dengan produk bahan bakar fosil, seperti bensin, solar, dan minyak tanah Karena itu, pengolahan plastik menjadi hidrokarbon sebagai sumberenergimerupakanpilihan yang layak untuk dipertimbangkan.
Proses pengolahan plastik menjadi bahan bakar melalui suatu teknik yang dikenal sebagai pirolisis. Pirolisis merupakan suatu proses di mana bahan diuraikan oleh suhu tinggi tanpa adanya oksigen. Dalam proses pirolisis, polimer plastik terurai menjadi molekul-molekul yang lebih sederhanakarenaputusnyaikatan antarmolekul. Produk yang dihasilkan terdiri dari tiga jenis, yaitugas,tar(minyakpirolitik),dan ash Minyak pirolisis ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar mesin, sedangkan gas dan abu dianggap sebagai produk sampingan. Jenis plastik memiliki dampak yang signifikan terhadap komposisi minyak plastik dan kualitas minyak yang dihasilkan dalamprosespirolisis









Limbah plastik yang berasal dari wadah makanan atau
minuman dibersihkan dari
kotorannya dan kemudian dikeringkan Proses selanjutnya pemotongan limbah plastik menjadi ukuran yang ditentukan dan penimbangan sesuaidengankapasitasreaktor pirolisis. Penting untuk diperhatikan bahwa ukuran sampel memiliki dampak signifikan terhadap hasil proses karenapartikelyanglebihbesar akan mengakibatkan proses pirolisis berlangsung lebih lambat. Selain itu, peningkatan jumlah bahan yang dimasukkan akan meningkatkan produksi bahan bakarcair(tar)danarang.





Gambar1 SkemaAlatPirolisis
Sumber:Wadji,etal.(2020)

Sumber panas yang digunakan adalah tungku yang beroperasi menggunakan bahan bakar gas LPG dengan kapasitas 3 kilogram Desain tungku ini dapat dianalisis dalam dua fase, yakni kondisi keseimbangan (steady state) dan kondisi tak keseimbangan (unsteady state). Fase keseimbangan melibatkan perhitungan konsumsi bahan bakar yang diperlukan untuk menjalankan proses pirolisis pada plastik dan fase tak keseimbangan melibatkan perhitungan kebutuhan bahan bakar untuk memanaskan reaktor hingga mencapai suhu yang cukup untuk memulai pemrosesanplastik.







Reaktor pirolisis harus dirancang dengan material tahan terhadap suhu tinggi, mengingat proses pirolisis membutuhkan jumlah energi panas

yang signifikan Salah satu contoh material yang sesuai untuk digunakan adalah pelat dasar yang terdiri dari campuran bahan dengan besi. Selain itu, perancangan tutup reaktor pirolisis juga merupakan aspek penting Terdapatduajenisdesaintutupyangumumdigunakan,yaknitutupdatar dan tutup berbentuk kerucut. Reaktor dengan tutup berbentuk datar akan menghasilkan aliran yang bersifat turbulen, sedangkan tutup berbentukkerucutcenderungmenghasilkanaliranyangbersifatlaminar, sehinggadapatmeningkatkanjumlahuapatauminyakyangdihasilkan.

Kondensor yang digunakan
dalam proses pirolisis adalah
model pipa ganda yang
memiliki kapasitas untuk
memperluas area sentuhan
antara gas-gas yang panas dan medium pendingin yang

mengelilingipipaluar Selainitu, kondensor dalam perangkat
pirolisis juga dibuat dari bahan
stainlesssteel.

Tabungyangberfungsisebagai wadah untuk menampung minyak dan gas sisa hasil pirolisis disarankan menggunakan transparan agar gas dihasilkan dapat terlihat produksigastelahberhe inidapatmenjadiindika berakhirnya proses sehingga dapat mem mengurangi pengguna LPGdenganefisien.








Proses pirolisis dimulai dengan memasukkan sampah plastik yang telah ditimbang ke dalam tabung reaktor untuk dipanaskan.
Tabung reaktor ditutup saat proses pemanasan untuk mencegah masuknya oksigen

Proses ini biasanya dilakukan dalam rentang suhu operasional antara 350°C hingga 900°C pada tekanan atmosfer. Tingkat suhu yang digunakan mempengaruhi lajupirolisisdankonversinya
Sampel yang dipanaskan akan meleleh dan menghasilkan gas pirolisis. Gas ini kemudian mengalir melalui pipa penghubung yang menghubungkan reaktor dengan kondensor untuk didinginkan. Pada kondensor, gas pirolisis mengalami perubahan fase menjadi cairan. Cairan tersebut kemudian dikumpulkan di wadah penampung, sementara gas pirolisis yang tetap berbentuk gas akan turut dikumpulkan untuk digunakan kembali sebagai sumberpanasuntukreaktor
Proses pirolisis dianggap selesai ketika tidak ada gas yang dihasilkanlagi.
Dalam menanggapi tantangan lingkungan yang semakin mendesak, inisiatif untuk mengubahlimbahplastikmenjadi sumber energi melalui proses pirolisis menjadi langkah yang menjanjikan. Dengan menggunakanmetodeini,limbah plastik dapat diubah menjadi sumber energi yang berguna, mengurangi pencemaran lingkungan dan ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan plastik sekali pakai harus diminimalisir dan praktik daur ulang harus didorong lebih aktif untuk mengurangi jumlah total limbah plastik yang dihasilkan. Dengan demikian, langkahlangkah ini akan memberikan kontribusi yang signifikan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan mengurangi dampak negatif sampah plastik terhadapekosistemglobal.


Riandis, J. A., Setyawati, A. R., & Sanjaya, A. S. (2021). Pengolahan Sampah Plastik Dengan Metode Pirolisis Menjadi Bahan Bakar Minyak. Jurnal Chemurgy,5(1),8-14
. Surono,U B,&Ismanto,I (2016) PengolahansampahplastikjenisPP,PET dan PE menjadi bahan bakar minyak dan karakteristiknya. Jurnal MekanikadanSistemTermal,1(1),32-37.










Writer:Muna




Permintaan energi global diperkirakan akan meningkat sebesar 28% pada tahun 2045, dengan lebih dari 50% pangsanya masih didominasi oleh sektor minyak dan gas (OPEC, 2021).
Permintaan energi secara global akan meningkat dari 275,4 menjadi 352 mboe/d (Millon Barrels of Oil Equivalent Per Day) dari tahun 2020 hingga 2045 (OPEC, 2021).
Salah satu metode ekstraksi minyak bumi yang terkandung dalam lapisan batuan ialah teknik hydraulic fracturing (HF), yaitu suatu proses pemompaan suatu fluida dengan tekanan yang cukup tinggi untuk meretakkan dinding batuan di dalam sumur yang sudah digali. Setelah dinding retak, rekahan terbentuk, selanjutnya minyak pada batuan disalurkan kembali ke permukaan bersamaan dengan cairan rekahan (Zhang et al., 2022).
Untuk rekahan, hal ini selalu dicapai menggunakan pompa tanah






bertekanan tinggi dengan menyuntikkan cairan rekahan yang mengandung bahan kimia ke dalam reservoir untuk menghasilkan rekahan buatan. Dalam beberapa dekade terakhir, banyak sistem fluida rekahan telah diselidiki, mulai dari cairan rekahan berbahan dasar air (Zhou et al., 2021), cairan rekahan berbahan dasar minyak (Wang et al., 2021), cairan rekahan berbahan dasar busa (Xiong et al., 2021), dan cairan rekahan tanpa air (Kalam et al., 2021). Cairan rekahan berbahan dasar air adalah jenis yang disukai untuk merangsang reservoir, karena persiapannya yang mudah, keamanan yang tinggi, biaya rendah, kinerja yang bagus, dan pengelolaan yang sederhana (Kang et al., 2022).
Cairan rekahan berbasis air yang khas terdiri dari sekitar 95,511% air, 4% proppant berupa pasir, dan 0,489% bahan kimia termasuk bahan pembentuk gel, pengikat silang, pemutus, surfaktan, penghambat kerak, penghambatkorosi,danbiosida.

Proses ekstraksi minyak bumi yang masih terperangkap dalam lapisan batuan menghasilkan limbah air dalam jumlah yang besar. Proses ini membutuhkan injeksi fluida untuk membuat dan memperpanjang pecahan batu, setidaknya dibutuhkan 5 juta barel air yang setara dengan 19.700 kolam renang Olimpiade. Air tersebut akan diinjeksikan ke dalam sumur batuan lalu akan naik kembali dengansendirinyakepermukaanbersama dengan minyak bumi. Setelah dilakukan pemisahan air dan minyak, limbah air yang bercampur dengan kotoran dan air tanah ini akan dibuang. Namun hanya dengan treatment seperlunya tanpa ada perlakuan khusus. Selain pemborosan air, limbah dapat membahayakan bagi lingkungan sekitar. Sistem daur ulang air limbah ekstraksi minyak diperlukan agar air dapat dipergunakan kembali, sekaligus sebagaiupayapenghematanair.
1.
Electro coagulation: metode ini menggunakan listrik untuk mengendapkan padatan kimia, ion logam berat, serta senyawa organik lainnya yang terkandung dalam limbahairekstraksiminyak.
2.
Nanofiltration: yaitu metode filtrasi menggunakan membran berukuran nano untuk memisahkan endapan dan gumpalan hasil residu pada proseselectrocoagulation.
3.
Pervaporation: metode ini memanfaatkan membran hidrofilik yang sangat efektif untuk menghilangkan kandungan garam yang sangat tinggi pada air akibat limbah yang bercampur dengan air tanah. Hal ini berkaitan dengan sifat membran hidrofilik yang hanya akan menarik dan mengikat molekul air, sehingga garam dan partikel tersisa dapat terpisah dari air dengan efektivitasmencapai99%.

EvaniaChristianaFebiani,T.N.(2022,Februari24).ItsMediaCenter.DipetikMei6,2024, Dari Sistem Daur Ulang Air Limbah Ekstraksi Minyak Ala Mahasiswa Its: Https://Www.Its.Ac.Id/News/2022/02/24/Sistem-Daur-Ulang-Air-Limbah-EkstraksiMinyak-Ala-Mahasiswa-Its/
Kalam, S., Et al., 2021. A Review On Non-Aqueous Fracturing Techniques In UnconventionalReservoirs,Vol.95,P.104223. Opec,2021.WorldOilOutlook.



REPORTER: ANANDA

MONICA EDITOR: OLIVIA
HALLO SOBAT TEKIM!!!
Siapa nihh disini yang masih bingung cara mengelola sampah atau limbah yang kita miliki? Aku yakin teman-teman pasti bingung dan bertanya – tanya bagaimana sih cara mengelola sampah atau limbah dan bagaimana cara mengurangi penggunaanya Nahhh sebelum kita ke tipsnya aku bakal jelasin dulu nihh apa sih 3R itu (Reduce, Reuse, Recycle)
Jadi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) adalah langkah berurutan untuk mengelola sampah secara lebih baik Konsep ini terdiri dari tiga tahapan: mengurangi (Reduce) menggunakan kembali (Reuse), dan mendaur ulang (Recycle). Tujuan utama dari 3R adalah untuk mengelola sampah dengan cara yang lebih efektif dan ramah lingkungan.
Nah, sedikit intermezzo mari kenalan yuk dengan narasumber kita kali ini, beliau adalah mahasiswa aktif Teknik Kimia Angkatan 2022 dan juga pernah menjadi bagian anggota separation di divisi writer. Ia adalah Kak Mohamad Fiqih Sa'ari atau biasa dipanggil Kak Fiqih.



Mari kita simak yuk!!!
Sesuai dengan prinsip 3R, Kak Fiqih
memiliki cara tersendiri menerapkan prinsip tersebut di kehidupan sehari-hari
agar ramah lingkungan loh!
Reuse. Yaitu mengurangi penggunaan barang yang dapat menimbulkan atau berpotensi menjadi sampah untuk yang prinsip yang
pertama kita bisa menggunakan botol tumbler sehingga kita menghidari
penggunaan botol plastik yang dapat berpotensi menjadi sampah
Reduce. Dalam penerapan unutuk hidup ramah lingkungan adalah bisa
menggunakan kembali suatu barang sehingga tidak menciptakan barang –barang baru Contohnya seperti ketika kita memiliki tepak makan itu bisa
digunakan lagi di kemudian hari bukannya membeli kemasan baru
Recycle. Atau daur ulang dalam penerapan hidup ramah lingkungan bisa dilakukan dengan cara mendaur ulang botol – botol plastik yang ada disekitar tempat tinggal kita atau bisa
dijadikan menjadi bahan yang lebih bermanfaat atau untuk di ciptakan menjadi sesuatu baru misalnya ecobrick yang disusun menjadi meja atau kursi.
Selain itu, ada trik sederhana untuk mengurangi sampah di rumah yaitu dengan cara memilah antara sampah organic dan sampah anorganik setelah dipilah kita bisa langsung mengurangi yaitu dengan cara misalkan sampah organik langsung di buang dan untuk sampah anorganik bisa didaur ulang kembali Kak Fiqih juga memiliki kebiasaan mengurangi pemakaian plastik agar lebih efektif yaitu penggunaan botol plastik bisa diganti dengan penggunaan tumbler dan untuk tas – tas plastik bisa diganti dengan penggunaan tote bag. Nahh setelah kita menerapkannya dalam kehidupan kita, kita bisa mengajak keluarga kita tau orang terdekat kita untuk melakukan hal yang sama agar prinsip 3R ini dapat terwujud dengan baik.
3R bukan merupakan tren semata karena dengan menerapkan prinsip 3R kita bukan hanya mengganti plastik dengan totebag tetapi kita bisa mendaur ulang barang yang tidak sudah layak pakai menjadi barang baru yang memiliki daya guna dan menguntungkan dari segi komensiral jika kita menjualnnya.
Penjelasan yang diberikan cukup menarik bukan?? Ayo mulai sekarang terapkan 3R dalam kehidupan kita dengan cara mengganti penggunaan plastik dengan totebag, mengganti botol plastik dengan tumbler dan mendaur ulang kembali barang yang sudah tidak layak pakai menjadi barang yang memiliki daya guna
Writer:Fera
Editor:Kanthi
Pada tahun 2024, Indonesia diguncang skandal korupsi besarbesaran yang melibatkan timah senilai Rp 271 triliun. Kasus ini menyoroti jaringan korupsi yang rumit dan tidak hanya dampak finansial namun juga dampak sosial serta politik yang lebih dalam terkait dengan pelanggaran tersebut


Kasus korupsi yang menjerat Harvey Moeis, suami aktris ternama Sandra Dewi, sebagai tersangka semakin memperjelas keberadaan figur berkuasa di balik aktivitas terlarang tersebut Skandal ini menggaris bawahi sifat korupsi yang meluas di Indonesia, menyoroti perlunya tindakan anti-korupsi yang ketat dan pentingnya meminta pertanggungjawaban individu tanpa memandang status sosial atau koneksi mereka.



Designer:Alkadri
Korupsi merupakan masalah serius yang menghambat perkembangan suatu negara. Korupsi telah mengakar dalam berbagai sektor, termasuk industri pertambangan seperti penambangan timah. Menguak misteri dan daya tarik di balik korupsi timah di Indonesia tidak hanya memberikan wawasan tentang praktik korupsi dalam industri ini, tetapi juga mengungkap kompleksitas politik, ekonomi, dan sosial yang melatarbelakangi fenomena ini.

Indonesia adalah salah satu produsen timah terbesar di dunia Namun, industri ini telah diwarnai oleh praktik korupsi yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari pejabat pemerintah hingga pengusaha tambang. Korupsi dalam industri timah seringkali terjadi dalam bentuk pemalsuan izin tambang, penyuapan, pencucian uang, dan lainnya. Akibatnya, kerugian tidak hanya dirasakan secara ekonomi tetapi juga berdampak pada lingkungan dan masyarakat setempat.

MenguakMisteriYangTerjadi:
Kasus korupsi timah senilai Rp 271 triliun ini tidak hanya membuat heran karena jumlahnya yang sangat besar, namun juga mengungkap misteri seputar rumitnya jaringan individu yang terlibat dalam praktik terlarang tersebut. Kasus ini mengungkap transaksi rahasia dan perjanjian rahasia yang seringkali menjadi ciri skandal korupsi berskala besar, sehingga membuat masyarakat terkejut dan penasaran dengan besarnya korupsi yang terjadi.

Meskipun memiliki konotasi negatif, korupsi sering kali mempunyai daya tarik tertentu bagi mereka yang terlibat, karena menawarkan kekuasaan, kekayaan, dan pengaruh kepada individu yang ingin terlibat dalam kegiatan tersebut. Daya tarik korupsi terletak pada kemampuannya memberikan jalan pintas menuju kesuksesan, memungkinkan individu untuk melewati batas-batas hukum dan etika demi mengejar keuntungan pribadi.
Kasus korupsi timah senilai Rp 271 triliun ini tidak hanya berdampak


Secara finansial namun juga berdampak besar bagi masyarakat Indonesia. Hal ini mengikis kepercayaan masyarakat terhadap lembaga-lembaga pemerintah, menyoroti perlunya reformasi antikorupsi yang komprehensif, dan menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan

Kasus korupsi timah senilai Rp 271 triliun di Indonesia pada tahun 2024 menjadi pengingat akan tantangan yang dihadapi negara ini dalam memberantas korupsi dan menegakkan supremasi hukum. Menggali misteri dan daya tarik di balik skandal-skandal tersebut, masyarakat dapat lebih memahami kompleksitas korupsi dan berupaya membangun masa depan Indonesia yang lebih transparan dan akuntabel
Korupsi dalam industri timah seringkali melibatkan jaringan yang rumit antara pejabat pemerintah, pengusaha tambang, dan pihakpihak lain yang terlibat. Penyelidikan kasus-kasus korupsi ini seringkali sulit dilakukan karena adanya perlindungan dari pihak-pihak yang


terlibat. Penyelidikan kasus-kasus korupsi ini seringkali sulit dilakukan karena adanya perlindungan dari pihak-pihak yang terlibat. Selain merugikan secara ekonomi, korupsi dalam industri timah juga sering kali mengabaikan dampak lingkungan
Praktik penambangan yang tidak terkontrol seringkali menyebabkan kerusakan lingkungan yang serius, termasuk pencemaran air dan deforestasi.
Hubungan antara politisi dan pengusaha tambang seringkali menjadi fokus dalam kasus korupsi timah Adanya kepentingan politik dalam industri ini dapat memperumit upaya pemberantasan korupsi

https://medan.tribunnews.com/2024/03/29/adaorang-kuat-dibalik-kasus-korupsi-timah-rp-271t-kejagung-didesak-bongkar-sampai-keakarnya
https://www kompas id/baca/english/2024/04/0 1/en-kerugian-negara-dari-kasus-timah-capairp-271-t-dari-mana-asalnya


LangkahApayangBisa DiambiluntukMenanggulangi KorupsiTimah?

Pemberantasan Korupsi: Penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku korupsi, termasuk pejabat pemerintah dan pengusaha tambang yang terlibat 1
3.
Transparansi dan Akuntabilitas: Meningkatkan transparansi dalam izin tambang dan pengelolaan sumber daya alam serta memastikan akuntabilitas dalam penggunaan dana tambang

2. Partisipasi Masyarakat: Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pengawasan terhadap praktik korupsi dan dampak lingkungan dari industri tambang
ttps://www.thejakartapost.com/business/20 24/04/09/energy-ministry-to-scrutinize-tinmining-firms-amid-timah-graft-case html
https://www cnbcindonesia com/market/202 40406111011-17-528982/kasus-korupsitimah-bikin-rugi-rp271-t-ini-asal-usalrinciannya

Reporter:Daru


Hallo sobat Tekkim! Pada edisi kali ini, kami berkesempatan untuk mewawancarai Kak Welson, seorang mahasiswa Teknik Kimia angkatan 2020 yang sukses mengikuti Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB) bekerja sama dengan
CADFEM ANSYS, mitra ternama yang bekerjasama dengan Kemendikbud untuk memberikan pelatihan operasional dan simulasi menggunakan ANSYS kepada mahasiswa Indonesia hingga mendapatkan sertifikat. Yuk kita telusuri lebih dalam perjalanan inspiratifKakWelson!
PemantauanAktivitasProgram danMotivasiMengikui
Kak Welson bukanlah sosok yang melangkah tanpa arah. Sebelum memutuskan untuk bergabung dengan program MSIB, ia telah mempelajari setiap program yang ada, termasuk MSIB, ISMA, dan lainnyasecaradetail

Dengan memantau timeline dan mendapatkan informasi dari berbagai sumber, seperti teman, saudara, dan kakak tingkat, Kak Welson sudah mengintip setiap program secara rinci. Jadi, ketika niat tumbuh di dalam dirinya, Kak Welson sudah siap dengan gambaran yang jelas tentang apa yangakandihadapinya.

Motivasi Kak Welson untuk bergabung dengan program MSIB
pun memiliki cerita yang menarik.
Selain karena keinginan untuk mengisi waktu kosong dan rasa
suka dalam mengotak-atik aplikasi
ANSYS, Kak Welson juga memiliki pengalaman sebagai asisten laboratorium pada materi Aliran
Fluida, di mana ia terlibat dalam praktikum yang menggunakan
aplikasi ANSYS Gabungan antara kegabutan dan kesempatan untuk belajar lebih dalam menjadikan program MSIB sebagai pilihan yangtepatbaginya.
TantangandalamProsesSeleksi
denganMitraCADFEM
Meskipun memiliki motivasi yang kuat, Kak Welson juga harus menghadapi tantangan dalam proses seleksi, terutama dengan mitra CADFEM. Saat itu, hanya dua hari sebelum penutupan pendaftaran MSIB, CADFEM belum membuka open rekrutmen dan belum menjadi mitra Kemendikbud.
Hal ini menimbulkan ketidakpastian, mengingat mitramitra yang bekerja sama dengan
Kemendikbud dalam satu batch tidak selalu ada dalam batch berikutnya.
Meskipun begitu, Kak Welson dengan bijak mengelola strategi pendaftaran, yaitu dengan memprioritaskan CADFEM, ia menyisihkan satu slot dari 22 lowongan yang tersedia Meskipun terdapat beberapa mitra yang telah mengadakan proses wawancara, Kak Welson tetap menunggu informasi langsung dari CADFEM sebelum membuatkeputusanakhir.
PengalamandalamProgram MSIBdenganMitraCADFEM
Ketika akhirnya diterima sebagai bagian dari program MSIB dengan CADFEM, Kak Welson memasukiduniasimulasiANSYS dengan segala kompleksitasnya
Selain dari aspek teknis mengoperasikan ANSYS, ia juga dibimbing untuk mengembangkan engineering mindset-nya.

Setiap minggunya, materi yang disimulasikan berbeda, mulai dari
desain kereta MRT hingga aliran udara lingkungan. Kak Welson terpesona dengan kemampuan
ANSYS dalam menyajikan proses aliran udara secara mendetail, memperdalam pemahamannya tentangaerodinamika.
Namun, tantangan tidak dapat dihindari, terutama ketika menghadapi masalah teknis seperti kesalahan simulasi akibat keterbatasan perangkat keras
Beruntung, bimbingan dan solusi dari para mentor membantu Kak Welson untuk tetap mengoperasikan ANSYS dengan lancar, bahkan melalui remote play menggunakan komputer di JermanmelaluiAzure.
ProsesSeleksidan
AdministrasiProgramMSIB
Proses seleksi dan administrasi dalam program MSIB bisa berbeda-beda tergantung pada mitra yang dipilih. Misalnya, pada
CADFEM, proses seleksi hanya berupaseleksiberkastanpatahap
wawancara, sementara pada mitra lain, seperti yang dilakukan melalui zoom atau telepon, untuk tahapan wawancaranya. Adapun administrasi program MSIB umumnya terdiri dari pengumpulan berkas seperti CV, transkrip nilai, surat rekomendasi dan surat keterangan lainnya, serta sesi wawancara dengan pertanyaanpertanyaan dasar tentang motivasi mengikuti program dan harapankedepannya
TipsdanTrikSuksesdalam ProgramMSIB
Berikut adalah beberapa tips dari Kak Welson bagi mahasiswa yanginginsuksesdalamprogram MSIB:
Manfaatkan Informasi dari
Teman: “Jangan ragu untuk mendapatkan informasi dari teman atau senior mengenai program-program yang tersedia Kesempatan terbaik bisa datang dari sumber yang tidakterduga.”
Tetap Fleksibel: “Terbuka terhadap kesempatan baru
bahkan jika itu muncul secara
tiba-tiba. Fleksibilitas adalah kunci untuk mengambil langkahmaju.”
Prioritaskan Manajemen
Waktu: “Dalam situasi di mana
Anda memiliki banyak tanggung jawab, manajemen waktu yang baik akan membantu Anda tetap fokus danproduktif”

Melalui setiap langkah yang ditempuhnya, Kak Welson tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis yang berharga, tetapi juga mengasah keterampilan manajemen waktu, ketekunan dalam mengatasi tantangan, dan keterbukaan terhadap peluangpeluang baru. Semoga kisah perjalanan Kak Welson ini memberikan inspirasi dan motivasi bagi pembaca untuk mengikuti jejaknya dalam mengejar impian dan meraih kesuksesandimasadepan. Gimana sobat Tekkim, tertarik mengikutiprogramMSIB?
Reporter: Sabrina Designer: Monica Editor: Jenisha

HalloSobatTekkim,bagaimana kabarnya?

Tak terbantahkan bahwa keberhasilan eksperimen di laboratorium kimia sangat
bergantung pada ketaatan dan pemahaman aturan yang tepat.
Dengan memahami dan mengikuti Do's and Don'ts
dengan teliti, kita tidak hanya memastikan keselamatan diri dan rekan-rekan, tetapi juga menjaga integritas dan akurasi
dari hasil percobaan kita. Mari kita mulai petualangan di dunia laboratorium kimia ini bersama
kak Kakalia dan kak Xuanzie!
Mereka akan membantu kita untuk menjelajahi prinsip-prinsip
dasar yang harus diikuti serta tindakan-tindakan yang harus dihindari.

Kak Kakalia Putri Auralita atau yang akrab disapa kak lia merupakan seorang mahasiswi
Teknik Kimia angkatan 2021 dan sekaligus asisten laboratorium di Teknik Kimia UNNES loh! Nah, mari kita dengarkan pendapat dari kak lia tentang apa saja yang boleh dan yang tidak boleh kita lakukan saat memasuki laboratorium
Teknik Kimia UNNES nih temanteman, yuk kita simak bersamasama.

MenurutkakLiadilaboratoriumkimia,pematuhanterhadapDo'sand Don'ts sangatlah penting untuk menjaga keselamatan, keberhasilan eksperimen,danintegritashasilkerja.Salahsatuhalyangpentingadalah menggunakanperalatanpelindungdiri,sepertisarungtangan,kacamata pelindung,danjubahlab,untukmenghindaricederadankontaminasi.
Selain itu, pastikan untuk membaca dan mengikuti instruksi dengan seksama, baik itu dalam mengukur bahan kimia maupun dalam melakukan percobaan. Memiliki pengetahuan tentang sifat-sifat bahankimiayangdigunakanjugakrusial, seperti tingkat keasaman atau kebasaan, reaktivitas,dantoksisitasnya.
Hindarimenggunakanperalatanyang rusak atau yang tidak sesuai dengan standar keamanan, serta tidak boleh mengonsumsi makanan atau minuman di dalam laboratorium. Selalu pastikan untuk membersihkan area kerja setelah selesai menggunakan peralatan, dan jika terjadi kebocoran atau insiden, segera laporkankepadapengawaslaboratorium
DenganmematuhiDo'sandDon'tsini,kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif di laboratorium kimia.
Gimananihsobat,menariksekalibukanpenjelasandariKakliatentangapa saja yang boleh dan yang tidak boleh dilakukan saat memasuki laboratorium Teknik kimia UNNES? Eitss, ada juga loh, penjelasan dari Kak Xuanzie yang pastinyatidakkalahmenarik.Yuk,kitasimakbersama.
Sepertikatapepatahtakkenalmakataksayang,makadariitukitakenalan yukdengankakakyangsatuini.KakXuanzieAlfarezaseorangmahasiswaTeknik KimiaUNNESangkatan2021yangjugamerupakanasistenlaboratoriumdiTeknik KimiaUNNES
Writer: Sabrina Designer: Monica Editor: Jenisha



Menurut kak Xuanzie, sebagai mahasiswa saat memasuki laboratorium kimia, kepatuhan terhadap protokol keselamatan dan praktik terbaik adalah yang terpenting. Mematuhi apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan tidak hanya memastikan keselamatan pribadi, tetapi juga integritas eksperimen dan lingkungan.
Pertama, yang terpenting ialah mahasiswa harus tahu etika laboratorium atau safety assessment, seperti mengetahui risiko yang dilakukan sebelum, selama, maupun setelah melakukan eksperimen atau aktivitas kimia Mahasiswa juga harus memahami penanganan jika terkenatubuh.
Kedua, kita juga harus bertanggung jawab kepada diri sendiri dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai. Seperti, penggunaan kacamata pengaman untuk melindungi mata dari percikan atau asap, jas lab untuk melindungi pakaian, dan sarung tangan untuk mencegah paparan bahan kimia pada kulit. Selain itu, sepatu berujung tertutup memberikan perlindungan lebih lanjut terhadap tumpahan atau pecahankaca

Aspekpentinglainnyaadalah pemahamantentangbahankimia yang digunakan. Sebagai mahasiswa Teknik Kimia UNNES kita harus selalu baca label
dengan cermat dan pahami sifat dan bahaya yang terdapat pada setiap zat Pentingnya menjaga ruangan tetap bersih dan terorganisir untuk meminimalkan kecelakaandankontaminasi.
Pembuangan limbah yang benar juga sama pentingnya, pisahkan bahan kimia sesuai dengan kompatibilitasnya dan ikuti prosedur pembuangan yang telah ditetapkan dengan cermat. Selain itu, jangan pernah melakukan eksperimen tanpa izin ataumemodifikasiprosedurtanpa pengawasanyangtepat
Dan Saran Terakhir dari kak Xuanzi, jangan pernah ragu untuk meminta panduan atau klarifikasi dari petugas yang berpengalaman danselalusemangat!
Wah, jadi gimana nih temanteman? keren sekali bukan penjelasan mengenai hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di Laboratorium Kimia menurut Kak
Kakalia dan Kak Xuanzie? Semoga dengan ini tips dan saran dari mereka, teman-teman dapat menjadi seorang ilmuwan yang lebih baik dan lebih aman dalam melakukanpenelitianyaa!


Writer: Naila Writer: Naila

Editor: Sasa Editor: Sasa
Designer: Khayra Designer: Khayra
Halosobattekkim!
Sebagai mahasiswa, tentu sering kali dihadapkan dengan berbagai macam kesibukan, baik yang berkaitan dengan kegiatan akademik maupun organisasi dan kepanitiaan. Pada edisi kali ini, kami berkesempatan mewawancarai
Kak Indra Sakti Pangestu, seorang mahasiswa berprestasi dari Fakultas Teknik yang juga menjabat sebagai
Wakil Ketua Himpunan Profesi Teknik Kimia tahun 2022/2023. Gimana sih caranya Kak Indra bisa menyeimbangkan antara kehidupan perkuliahan dan organisasinya? Yuk, simakTips&TrickdariKakIndra!
Memastikan Hari Berjalan dengan Lancar
Tips pertama dari Kak Indra untuk memastikan hari berjalan dengan lancar adalah “Planning for a better day” yaitu dengan menyusun agenda kegiatan di pagi hari Biasanya, kak indra selalu bangun pagi dan menyusun agenda yang akan dilakukan di hari itu. Selain itu, disetiap weekend kak indra juga menyusun rencana aktivitas selama seminggu kedepan agar tidak ada aktifitas yang tertinggal ataupun bertabrakan. Nah, sobattekkimbisamelakukanhalini
agar agenda kalian tersusun serta tidak ada lagi jadwal yang kelupaan ataupunbentrok!
Prioritas dan Alokasi Waktu
Kak Indra merupakan seorang deadliner Eitss! bukan berarti orang yang suka mengerjakan sesuatu mepet deadline ya! Deadliner yang dimaksud adalah mengerjakan sesuatu berdasarkan deadlinenya. Padatipskeduaini,urutkanprioritasmu berdasarkan deadline terdekat dan berikan alokasi waktu sesuai dengan kepentingannya. “Terus kalau deadlinenya bareng atau tabrakan gimana dong kak?” Nah, jika memang bertabrakan, kamu dapat mengurutkan sesuai prioritasmu yang paling penting atau yang menghubungimu terlebih dahulu. Dan jangan lupa untuk selalu minta deadline jika diberikan tugas agar memudahkan kamu dalam menyusun jadwalya!



Multitasking untuk Pengefektifan Waktu
Bagi kak Indra, multitasking adalah sesuatu yang efektif dan efisien Namun, penting untuk mempertimbangkansituasidankondisi tertentu. Jika ada aturan yang melarangmultitasking,kitaharus
mematuhinya. Sebagai contoh, saat mengikuti rapat, tidak boleh melakukan multitasking seperti mengerjakantugaskuliah.
‘


Penyeimbangan antara Tanggung Jawab sebagai Mahasiswa, Hidup Pribadi dan Istirahat supaya Tetap Sehat dan Bahagia
Meskipun digempur berbagai kesibukan, tentu saja jangan sampai sakit ataupun tidak bahagia. Bagi Kak Indra, tanggung jawab sebagai mahasiswa tentunya belajar dan berprestasi, sedangkan tanggung jawab untuk hidup pribadi adalah meluangkanwaktuuntuk
bersosialisasi dengan teman seperti healingataupunmencaripenghasilan tambahan seperti berjualan. Memanfaatkan waktu luang di siang hari untuk tidur merupakan hal yang dilakukan Kak Indra untuk menyeimbangkankehidupannyaagar selalu sehat. Namun, apabila agendanya padat, maka akan mencari waktu lain untuk mengganti tidurnya
Banyak sekali orang yang merasa waktumerekaselaluterkurasdansulit cari keseimbangan. Satu-satunya tips dari Kak Indra untuk mengatasi waktu yang kurang adalah dengan memangkas waktu tidur untuk menambahwaktuberaktivitas.Karena normalnya tidur memakan banyak waktu yaitu 8 jam. Memangkas waktu tidur bukan berarti tidak tidur sama sekali, melainkan hanya mengurangi beberapa jam saja Namun, penting untuk memastikan agar tidur kita berkualitas,karenamengurangiwaktu tidur tidak selalu merugikan asalkan tiduryangkitadapatkanbermutu.
Nah, itulah beberapa tips and trick dari Kak Indra agar kita dapat memanajemen waktu dengan baik. Semoga tips and trick dari Kak Indra inidapatbergunadanditerapkanoleh sobattekkimya!
“Manajemenwaktubukansekadarpilihan,melainkansuatu
kewajiban.Ketikasituasimendesakdanwaktuterbatas,meminta bantuankepadatemanataumelibatkanorang-orangyangterlibat dalamkegiatantersebutdapatmenjadisolusiyangefektif.”
-IndraSaktiPangestu






Perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang disebabkan oleh penggunaan bahan bakar fosil telah mendorong dunia untuk beralih ke energi terbarukan atau "Green
Energy" . Energi terbarukan
adalah energi yang bersumber dari alam, seperti matahari, angin, air, dan biomassa, yang tidak menimbulkan polusi dan dapat diperbarui secara berkelanjutan. Namun, pengembangan green energy membutuhkan kerangka regulasi dan kebijakan lingkungan yang kuat agar transisi menuju energi bersih dapat berjalan efektif dan efisien.

Di Indonesia, transisi energi ini sejalan dengan komitmen negara serta merupakan konsekuensi dari ratifikasi Perjanjian Paris, yang disahkan melalui Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2016 tentang Pengesahan Perjanjian Paris dalam Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim. Komitmen terhadap transisi energi ini tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pelestarian lingkungan, tetapi juga menekankan bahwa peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan m teknologi canggih.

Inilah yang mendorong regulasi mengenai energi terbarukan. Puncaknya ketika penyusunan
Rancangan Undang-Undang tentang Energi Baru dan Terbarukan (RUU EBT), rancangan tersebut akan menjadi kerangka hukum untuk pengelolaan EBT serta landasan dalam merumuskan kebijakan investasi EBT di Indonesia (Putri et al., 2022).

Beberapa kebijakan lingkungan yang telah diadopsi berbagai negara untuk mendukung pengembangan green energy antara lain:
Renewable Energy Portfolio Standards (RPS)
RPS adalah kebijakan yang mewajibkan perusahaan utilitas untuk mendapatkan persentase tertentu dari energi yang dihasilkan dari sumber terbarukan.
Feed-in Tariffs (FiTs)
Feed-in Tariffs adalah kebijakan yang menetapkan harga tetap
bagi produsen energi terbarukan untuk setiap kilowatt-hour (kWh) energi yang mereka hasilkan. FiTs memberikan insentif finansial bagi produsen energi hijau dan mempercepat pembangunan proyek energi terbarukan skala besar (Stokes, 2013).
Harga karbon adalah kebijakan yang membebankan biaya atas setiap emisi karbon yang dihasilkan. Kebijakan ini mencakup sistem perdagangan emisi (emissions trading systems) dan pajak karbon (carbon tax), keduanya bertujuan untuk menurunkan emisi GRK dengan memberi nilai ekonomi pada pengurangan polusi (Azizi MJ et al., 2023).

Subsidi dan Insentif Pajak
Subsidi dan insentif pajak diberikan untuk mengurangi
biaya awal investasi pada proyek energi hijau. Negara seperti Jerman dan China telah memberikan subsidi besarbesaran untuk energi angin dan matahari, sehingga mempercepat transisi ke energi terbarukan di negara-negara tersebut (Harris & Ramadhan, 2022).

1.MM Mendorong Investasi dalam Energi Terbarukan
Kebijakan lingkungan yang jelas dan stabil dapat memberikan kepastian bagi investor untuk menanamkan modal dalam proyek energi hijau. Kebijakan seperti subsidi, insentif pajak, dan program dukungan finansial telah terbukti efektif dalam meningkatkan investasi pada infrastruktur energi terbarukan.
Misalnya, kebijakan subsidi energi matahari dan angin di Eropa telah menarik miliaran dolar investasi sektor swasta.

2. Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca Regulasi yang ketat terhadap emisi gas rumah kaca (GRK) dari sektor industri, transportasi, dan energi fosil dapat mendorong peralihan ke energi hijau. Salah satu contoh adalah carbon pricing, yaitu kebijakan yang mengenakan biaya atas setiap ton emisi karbon yang dihasilkan. Dengan adanya regulasi ini, perusahaan-perusahaan terdorong untuk mengurangi emisi dan beralih ke energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan.
Regulasi dan Kebijakan Lingkungan Dalam Pengembangan "Green
3. Mendukung Inovasi
Teknologi
Regulasi yang mendukung riset dan pengembangan teknologi energi bersih memainkan peran penting dalam mengakselerasi
green energy. Kebijakan yang menyediakan dana penelitian untuk kolaborasi antara sektor swasta dan akademisi, serta perlindungan kekayaan intelektual mendorong inovasi
teknologi baru yang membuat
energi terbarukan semakin efisien dan terjangkau.
4. Perencanaan Tata Ruang yang Ramah Lingkungan Regulasi yang mengatur tata ruang, penggunaan lahan, dan pengelolaan sumber daya alam juga penting dalam mendukung pengembangan green energy. Misalnya, kebijakan tata ruang yang mengalokasikan area tertentu untuk pengembangan ladang angin atau pembangkit listrik tenaga surya dapat memastikan penggunaan lahan yang efisien tanpa mengganggu ekosistem.

Azizi MJ, N., Kurnia Putra, A., & Sipahutar, B. (2023). Perdagangan Karbon: Mendorong
Mitigasi Perubahan Iklim Diantara Mekanisme Pasar Dan Prosedur Hukum. Jurnal Selat, 10(2), 91–107.
Harris, R. F., & Ramadhan, M. F. A. (2022). Formulasi Yuridis Terhadap Urgensi PerancanganTerhadap Urgensi Perancangan Kebijakan Pajak Karbon Sebagai Pendorong Transisi Energi Baru Terbarukan Berdasarkan Pancasila. Ikatan Penulis Mahasiswa Hukum Indonesia Law Journal, 2(2), 157–171
Joshi, J. (2021). Do renewable portfolio standards increase renewable energy capacity?
Evidence from the United States Journal of Environmental Management, 287(March), 112261.
Stokes, L. C. (2013). The politics of renewable energy policies: The case of feed-in tariffs in Ontario, Canada Energy Policy, 56, 490–500




Writer: Muna
Editor: Sasa Designer: Khayra
Dalam kurun waktu lebih dari satu abad, penggunaan bahan bakar fosil
telah berkontribusi di berbagai sektor industri. Bahkan di Indonesia, energi fosil tetap menjadi sumber utama energi primer hingga tahun 2050 dengan peningkatan sebesar 407 juta Ton Oil Equivalent (TOE) dalam skenario Business As Usual (BAU) dan 448 juta TOE dalam skenario Carbon Policy (CP) (Setyono & Kiono, 2021). Permasalahan yang muncul akibat pembakaran bahan bakar fosil meliputi polusi lingkungan, bahkan berimbas pada peningkatan suhu rata-rata global dan perubahan iklim yang ekstrim akibat adanya efek dari rumah kaca (Li et al., 2015).

Oleh karena itu, dalam menghadapi permasalahan-permasalahan terkait energi di masa sekarang, timbul kebutuhan mendesak terhadap pengembangan dari sumber energi yang terbarukan, bersih, terjangkau, serta berkelanjutan.
Di antara sumber energi yang ramah lingkungan, seperti angin, energi panas bumi, biomassa, energi matahari, dan lain-lain, hidrogen dianggap sebagai pembawa energi yang ideal dikarenakan hidrogen merupakan sumber energi yang bersih, terbarukan, bebas karbon, dan memiliki kepadatan energi yang tinggi (Ye et al., 2017).
Keunggulan yang dimiliki hidrogen sehingga cocok dijadikan sebagai






bahan bakar alternatif, yaitu:
1.
Hidrogen adalah sumber energi yang bersih dan tidak menghasilkan emisi saat digunakan yang membuatnya menjadi pilihan yang baik untuk mengurangi polusi udara.
2.
Hidrogen adalah unsur kimia paling melimpah di alam semesta dan memiliki potensi besar sebagai bahan bakar karena densitas energi yang tinggi Hidrogen dapat diproduksi dari berbagai sumber, termasuk air, biomassa, dan gas alam.
3.
Hidrogen dapat disimpan dengan mudah baik dalam bentuk gas cair atau terkompresi yang membuatnya mudah diangkut dan digunakan.
Produksi hidrogen sebagai bahan bakar alternatif dapat dilakukan melalui beberapa metode, antara lain elektrolisis, reformasi gas alam

dan water splitting dengan masingmasing memiliki kelebihan dan tantangan tersendiri.
Elektrolisis
merupakan proses pemisahan molekul air (H₂O) menjadi hidrogen dan oksigen dengan menggunakan listrik Penggunaan energi terbarukan sebagai sumber listrik dalam proses elektrolisis menciptakan "hidrogen hijau" yang bebas dari emisi karbon. Namun, efisiensi proses ini masih menjadi tantangan utama, terutama dalam hal konsumsi energi dan biaya produksi yang tinggi
Reformasi gas alam merupakan proses pemisahan hidrogen dari metana (CH₄), yang menghasilkan "hidrogen abu-abu" karena adanya emisi CO₂. Meskipun terkesan lebih efisien dan ekonomis akan tetapi, menciptakan "hidrogen abu-abu" yang tetap menghasilkan emisi CO₂, kecuali jika dikombinasikan dengan teknologi carbon capture and storage (CCS)






Water Splitting
merupakan proses mengekstrak hidrogen melalui pemisahan air menjadi oksigen dan hidrogen. Dalam proses produksi hidrogen tersebut, water splitting dengan menggunakan energi matahari
merupakan salah satu metode yang paling efektif dan terbarukan karena sumber daya alam tersebut melimpah, dapat diperbaharui, dan memiliki dampak yang lebih baik terhadap lingkungan dibandingkan dengan bahan bakar fosil.
Setyono, A. E., & Kiono, B. F. T. 2021. Dari Energi Fosil Menuju Energi Terbarukan: Potret Kondisi Minyak dan Gas Bumi Indonesia Tahun 2020–2050. Jurnal Energi Baru Dan Terbarukan, 2(3), pp. 154-162.
Li, X., Yu, J., Low, J., Fang, Y., Xiao, J., & Chen, X. 2015. Engineering Heterogeneous Semiconductors For Solar Water Splitting. Journal of Materials Chemistry A, 3(6), pp. 2485-2534.

Ye, K.H., Wang, Z., Gu, J., Xiao, S., Yuan, Y., Zhu, Y., Zhang, Y., Mai, W., & Yang, S., 2017. Carbon Quantum Dots As A Visible Light Sensitizer To Significantly Increase The Solar Water Splitting Performance Of Bismuth Vanadate Photoanodes. Energy & Environmental Science, 10(3), pp. 772-779.


Efisiensipenggunaanteknologiuntukmengurangikonsumsienergi

Writer:Made Editor:Olivia Desainer:Alkadri
Pendorong utama globalisasi
dalam berbagai bidang adalah kemajuan pesat dari teknologi informasi. Teknologi adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Efisiensi teknologi mengacu pada kemampuan suatu teknologi untuk menghasilkan output yang maksimal dengan input yang minimal. Sederhananya, ini berarti menggunakan teknologi seefektif mungkin untuk mencapai tujuan tertentu. Pada saat ini kemajuan teknologi semakin meluas dan bahkan sangat membahayakan bagi sebagian orang yang tidak mampu mengontrol arus teknologi. Efisiensi penggunaan teknologi sangat penting diperlukan untuk mengurangi konsumsi energi. Di masa ini sudah banyak ramalan yang mengatakan bahwa di masa depanakanterlihat“kantortanpa kertas” (paperless office) berkat penggunaan mikro film, kaset, disket,CDRoomdansejenisnya.
Maka dari itu diperlukan penggunaan efisiensi yang tepat untuk mengurangi konsumsi energi.
Efisiensi energi selain berpengaruh pada pengurangan konsumsi energi, juga berpengaruh pada pengurangan pengeluaran operasional penghuni. Efisiensi energi sangat potensial dilakukan di negara berkembang khususnya Indonesia, dan sangat dipengaruhiolehfaktorpasardan kebijakanpublik.Inovasiteknologi dengan segala potensinya muncul sebagai kekuatan pengubah dalam menghadapi tantangan dari pemborosan konsumsi energi. Penerapan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan, analisis data yang mendalam, dan platform digital menjadi kunci utama dalam menyediakan solusi yang efektif. Sangat disayangkan jika kemajuanteknologitidakmampu diimbangi dengan efisiensi teknologi dalam upaya pengurangankonsumsienergi.

Pada dunia pertanian dapat diambil contoh berupa sistem irigasi. Inovasi teknologi irigasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi penggunaanairdalampertanian. Pertama,sistemirigasitetestelah terbukti menjadi metode yang efektif dalam mengurangi kebocoranairdanmeminimalkan pemborosan air yang tidak perlu. Hal ini telah dijelaskan pada artikel dari Hasibuan (2024) mengenaiinovasiteknologiirigasi dalam menigkatkan efisiensi air dalam pertanian dengan menggunakan sistem irigasi tetes. Metode ini mengirimkan air langsung ke akar tanaman melalui tetesan-tetesan kecil, mengurangi pemborosan air akibat penguapan dan kebocoran. Sistem ini memastikan bahwa air yang dibutuhkan oleh tanaman tepat sasaran dan tidak terbuang percuma.
Namun dari adanya inovasi teknologi yang mampu membantudalampengurangan
konsumsi energi, masih terlihat kurangnya kesadaran dari masyarakat. Masyarakat kita perlu mengadopsi teknologi komunikasi tanpa meninggalkan nilai budaya setempat. Perkembangan teknologi dan industri komunikasi memang harus dilihat secara paralel dengan proses industri dengan logika internal yang menyertainya, tetapi tetap saja teknologi dan industri digital harus dilihat secara kritis. Pengunaanteknologijustrusering disalah gunakan dan perlu adanya edukasi yang tepat sasaran agar kita tetap mampu menerapkan efisiensi penggunaan teknologi untuk mengurangikonsumsienergi
Referensi
Hasibuan, M. R. R. (2023). Inovasi Teknologi Irigasi Dalam Meningkatkan Efisiensi Penggunaan AirDalamPertanian. Indrayani, H. (2012). Penerapan teknologi informasi dalam peningkatan efektivitas, efisiensi dan produktivitas perusahaan. Jurnal ElRiyasah,3(1),48-56.


Writer : Kirana
Editor : Kanthi Desainer : Alkadri
Industri global dihadapkan pada tantangan yang signifikan untuk mengurangi dampak lingkungan sembari tetap menjaga produktivitas dan efisiensi.
Pertumbuhan industri yang semakin pesat memicu peningkatan jumlah dan jenis limbah industri yang dilepaskan ke lingkungan (Hari, 2016). Sekecil apapun kuantitas bahan kimia atau material berbahaya yang terlepas ke lingkungan dapat menimbulkan risiko kesehatan dan kerusakan ekosistem. Bahanbahan toksik seperti HCl, H2SO4, Ni, dan Co yang digunakan dalam berbagai proses industri merupakan penyebab utama pencemaran lingkungan, terutama dalam hal kontaminasi air yang terjadi akibat aktivitas antropogenik (Hanmun et al., 2022).
Dengan demikian, industri diharuskan untuk beradaptasi dengan praktik yang lebih ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan energi. Salah satu pendekatan yang potensial untuk
mencapai keberlanjutan industri adalah dengan menerapkan biokatalis. Menurut Badan Riset dan Inovasi Nasional (2022) mengungkapkan bahwa biokatalisis adalah proses kimia yang menggunakan katalis biologis (biokatalis) dan dianggap sebagai metode yang bersih, ekonomis, serta mampu memfasilitasi reaksi yang sulit dicapai melalui metode kimia konvensional. Biokatalis, yang meliputi enzim dan mikroorganisme, menawarkan alternatif yang lebih ramah lingkungan dibandingkan katalis tradisional berbasis logam berat atau bahan kimia sintetis (Ishak et al., 2019).
Biokatalis jenis enzim, yang dihasilkan oleh sel hidup, memainkan peran penting dalam proses metabolisme organisme dan sering disebut sebagai ecoenzyme (Wening & Herdyastuti, 2021). eco-enzyme adalah larutan organik yang dihasilkan melalui proses fermentasi dari campuran limbah sayuran atau buah

molase, dan air. Proses fermentasi ini menghasilkan berbagai senyawa seperti alkohol, asam asetat, dan enzim, yang berfungsi sebagai katalis dalam berbagai proses produksi. Penggunaan eco-enzyme dapat meminimalkan dampak negatif katalis kimia terhadap lingkungan dan memanfaatkan limbah organik, sehingga mendukung prinsip-prinsip industri berkelanjutan (Zulyetti et al., 2023). Berikut adalah beberapa aplikasi eco-enzyme yang dapat diterapkan di berbagai sektor industri.
Selain itu, biokatalis mikroorganisme, seperti bakteri, ragi, dan jamur, juga memiliki peran penting dalam mendukung industri berkelanjutan (Riffiani & Sulistinah, 2018). Mikroorganisme ini mampu menjalankan reaksi biokimia yang kompleks dengan efisiensi tinggi. Penggunaan mikroorganisme sebagai biokatalis tidak hanya mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis tetapi juga mengurangi limbah industri
Aplikasi eco-enzyme yang dapat diterapkan di berbagai sektor industri.
Penelitian mengenai biokatalis mikroorganisme menunjukkan potensi signifikan dalam berbagai industri berkelanjutan. Misal
penelitian milik Sulistinah et al. (2016), Rhodococcus pyridinivorans GLB5 mampu mengkonversi senyawa methyl sianida dan phenyl sianida menjadi amida dan asam karboksilat, dengan aplikasi potensial pada industri kimia ramah lingkungan. Biokatalis menawarkan solusi yang kuat untuk tantangan industri modern dalam mewujudkan keberlanjutan. Dengan kemampuannya untuk mengurangi konsumsi energi, memanfaatkan sumber daya terbarukan, dan mengurangi limbah, biokatalis dapat menjadi pilar utama dalam transisi menuju industri yang lebih hijau. Dengan demikian, biokatalis tidak hanya menjadi langkah penting menuju industri berkelanjutan tetapi juga kunci dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi lingkungan dan generasi mendatang.
Ishak, N., Yusop, N. M., Kassim, A. S. M., Aripin, A. M., Sharifah, S. M., & Oluwatosin, A. F. (2019). Insect Enzymes For Biotechnology Industry: From Nature To Industrial Applications. Journal of Engineering and Health Sciences, 3(1), 25-40. Riffiani, R., & Sulistinah, N. (2018). Keragaman Bakteri Penghasil Enzim Penghidrolisis Nitril di Pulau Enggano Bengkulu. Berita Biologi, 16(3), 265-277.

Writer: Fera

Editor: Jenisha Designer: Khayra
Kira-kira apa saja sih kelebihan pewarna alami?
Industri tekstil merupakan salah satu sektor yang berkembang pesat di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Namun seiring dengan perkembangannya, industri ini juga dihadapkan pada tantangan dalam hal pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh penggunaan bahan kimia berbahaya, terutama dalam proses pewarnaan tekstil (Mukti et al., 2023). Pewarna sintetis yang umumnya digunakan dalam industri tekstil mengandung zatzat kimia yang dapat mencemari air dan tanah serta berpotensi merusak kesehatan manusia (Pujilestari, 2015). Terdapat banyak penelitian dan inovasi alternatif pewarna yang lebih ramah llingkungan, ssalahh ssatu
inovasi yang dikembangkan adalah penggunaan pewarna alami dari tanaman indigofera Tanaman Indigofera merupakan salah satu jenis tanaman yang daunnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan pewarna alami dalam industri tekstil (Haryanto et al., 2015). Pewarna indigo dari tanaman Indigofera telah digunakan selama ribuan tahun di berbagai budaya di seluruh dunia. Meningkatnya kesadaran akan pentingnya bahan yang ramah lingkungan, pewarna alami seperti indigo dari Indigofera kembali menarik perhatian sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk pewarna sintetis dalam industri tekstil. Beberapa spesies yang populer digunakan untuk pewarna adalah Indigofera tinctoria, Indigofera suffruticosa,

dan Indigofera arrecta (Novalesi & Affanti, 2021). Tanaman ini telah dikenal sebagai sumber pewarna biru alami yang dikenal sebagai indigo Pewarna indigo diekstraksi dari daun tanaman Indigofera melalui proses fermentasi yang melibatkan oksidasi (Martuti, 2019).
Penggunaan pewarna alami dari Indigofera memiliki sejumlah manfaat, baik dari segi lingkungan, sosial, maupun ekonomi Pewarna alami ini tidak hanya aman untuk lingkungan karena tidak menghasilkan limbah beracun, tetapi juga lebih ramah untuk proses pewarnaan dan konsumen akhir yang menggunakan produk tekstil tersebut.
Kelebihan Indigofera sebagai
Pewarna Alami dalam Industri Tekstil
Ramah Lingkungan
Manfaat utama penggunaan Indigofera sebagai pewarna alami adalah minimnya dampak terhadap lingkungan. Pewarna sintetis dalam industri tekstil umumnya mengandung bahan kimia beracun seperti logam berat atau formaldehida dan proses pembuatannya juga menghasilkan limbah yang berbahaya. Pewarna alami dari Indigofera tidak menghasilkan limbah beracun.
Proses pewarnaan menggunakan indigo alami ttidakk memerlukan
penggunaan bahan kimia yang
berbahaya, sehingga lebih ramah lingkungan
Kesehatan dan Keamanan
Pewarna sintetis sering kali mengandung bahan kimia yang dapat menimbulkan alergi, iritasi kulit, dan bahkan efek karsinogenik. Pewarna alami dari Indigofera dianggap aman untuk kesehatan karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya sehingga lebih aman untuk digunakan pada pakaian, terutama pakaian bayi dan anakanak karena mereka memiliki kulit yang sensitif.
Kualitas Warna dan Ketahanan Meskipun warna yang dihasilkan oleh pewarna alami dari
Indigofera cenderung lebih lembut, kualitas warna biru yang dihasilkan cukup stabil dan memiliki ketahanan yang baik terhadap pencucian dan paparan sinar matahari Hal ini menjadikannya pilihan yang tepat untuk pewarnaan tekstil yang memerlukan daya tahan warna yang tinggi.
Pemberdayaan Ekonomi Lokal
Budi daya tanaman Indigofera dan produksi pewarna alami dapat menjadi sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat pedesaan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia Pengolahann indigoo alami juga
Mengenal Manfaat Tanaman Indigofera sebagai Pewarna

dapat melibatkan tenaga kerja
lokal, memberikan manfaat ekonomi lebih lanjut bagi masyarakat setempat.
Pemanfaatan dalam Produk
Berkelanjutan
Meningkatnya tren keberlanjutan di seluruh dunia, terdapat banyak merek fashion yang beralih ke bahan dan proses produksi yang lebih ramah lingkungan Pewarna alami dari Indigofera sangat cocok untuk produk fashion berkelanjutan karena selain ramah lingkungan, pewarna ini juga mendukung praktik etika dan sosial yang baik dalam produksi tekstil.
Pewarna alami dari tanaman Indigofera merupakan inovasi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan bagi industri tekstil.
Selain memberikan manfaat lingkungan dan kesehatan, pewarna ini juga mendukung praktik ekonomi dan sosial yang lebih baik. Manfaat jangka panjang yang dihasilkan pada pewarna indigofera sangat menjanjikan Melalui penelitian dan pengembangan yang terusmenerus, diharapkan pewarna alami dari Indigofera dapat menjadi bagian integral dari industri tekstil modern yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Haryanto, D., Bargumono, B., & SUYADI, S. (2015). Budidaya Indigofera NNNNSebagai Bahan Baku Pewarna Batik Alami. Jurnal Riset Daerah BPPD NNNNKabupaten Bantul DIY Budidaya Indigofera sebagai Bahan Baku n Pewarna Batik Alami, 14(3), 2299-2306. Mukti, M. W. P., Sumantra, I. M., & Karuni, N. K. (2023). Studi Pemanfaatan NNNNWarna Alam Pada Produk Tekstil HASTAGINA: Jurnal Kriya dan NNNNIndustri Kreatif, 3(02), 207-213. Novalesi, Y., & Affianti, T. B. (2021, November). Tekstil Ikat Celup Asimetris NNNNDengan Pewarnaan Indigofera Tinctoria Pada Produk Loose Fit Untuk NNNNWanita. In Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik NNNN(Vol. 3, No. 1, pp. 10-1).
Pujilestari, T. (2015). Sumber dan pemanfaatan zat warna alam untuk NNNNkeperluan industri. Dinamika Kerajinan dan Batik, 32(2), 93-106.



Reporter : Naila & Sabrina
Reporter : Naila & Sabrina
Desainer: Monica Desainer: Monica
Editor : Sasa Editor : Sasa

Halo sobat Tekkim! Pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan yang namanya Program Pengembangan Usaha Mahasiswa (P2MW) Program ini merupakan program yang diselenggarakan oleh (Ditjen Diktiristek) Kemendikbudristek yang bertujuan untuk menjadi wadah pengembangan usaha mahasiswa yang telah memiliki usaha melalui bantuan dana pengembangan dan pembinaan dengan melakukan pendampingan serta pelatihan (coaching) usaha. Pada tahun ini, program studi Teknik Kimia berhasil mengirim tim lolos menuju KMI Expo
Tahun ini tim Ecozym dengan ketua Kak Nisrina dari Teknik Kimia 21 berhasil lolos KMI Expo, yuk kita ulik lebih dalam cerita dibalik perjalanan menuju KMI!


Salah satu alasan Kak Nisrina dan timnya mengikuti P2MW tahun ini yaitu karena P2MW bisa menjadi wadah dan gerbang untuk mengembangkan produk eco-enzim menuju KMI Expo Berawal dari projek PKM tahun lalu, Ecozym dibuat dengan menciptakan produk yang dapat digunakan sehari-hari dan memberikan nilai tambah. Mereka mengembangkan produk sabun tanpa bilas dengan menggunakan bahanbahan alami, termasuk eco-enzim dari kulit buah, yang telah terbukti efektif sebagai anti-bakteri loh!!! Untuk menjalankan program ini, tentu saja mereka melalu yang panjang dan melakukan studi banding terlebih dahulu untuk menjadi moda eco-enzim ke depannya









penelitian dan pengembangan Berbagai studi literatur dilakukan untuk memastikan formulasi yang tepat, termasuk pemilihan bahan dan teknik fermentasi. Tim juga menghadapi kesulitan dalam menyatukan bahan-bahan, seperti minyak kemiri dan essential oil yang memerlukan studi mendalam untuk mendapatkan hasil yang optimal. Pentingnya proses trial and error dalam pengembangan produk tidak bisa diabaikan
Tim mengalami beberapa kendala terutama dalam memastikan kualitas bahan baku, seperti menghindari penggunaan buah yang sudah busuk dalam proses fermentasi Pengawasan ketat dan kontrol rutin dilakukan untuk memastikan bahwa produk akhir tidak hanya efektif tetapi juga aman digunakan
Tidak bisa dipungkiri bahwa adanya suatu produk yang bagus di belakang nya ada tim yang sangat luar biasa dan tim Ecozym terdiri dari individu-individu yang saling melengkapi. Nisrina sebagai CEO bertanggung jawab untuk mengatur seluruh aspek proyek, mulai dari produksi hingga penjualan Stefani sebagai CPO bertanggung jawab memimpin bagian produksi, termasuk pengemasan dan formulasi produk. Habibi sebagai CMO yang bertanggung jawab atas pemasaran dan publikasi, sementara Eka sebagai CFO bertanggung jawab mengelola keuangan tim. Kombinasi keahlian ini memungkinkan tim untuk bekerja secara efisien, menghadapi berbagai tantangan, dan meraih kesuksesan. Selama proses pengembangan, tim sering kali menghadapi tantangan dan dinamika internal. Namun, mereka berhasil mengatasi masalah tersebut dengan berfokus pada visi dan misi bersama. Kak Nisrina mengakui bahwa proses ini melibatkan banyak pengorbanan, termasuk waktu dan tenaga. Meskipun demikian, semangat dan dedikasi tim membuat mereka terus maju loh sobat UNNES.



Perjalanan Ecozym adalah contoh nyata dari ketekunan, inovasi, dan kerja sama tim. Dari awal yang sederhana hingga pencapaian di tingkat nasional tim ini menunjukkan bagaimana ide yang baik, ditambah dengan persiapan yang matang dan komitmen yang kuat sehingga dapat menghasilkan produk yang bermanfaat. Harapan untuk masa depan adalah terus mengembangkan produk, memperluas jangkauan, dan menghadapi tantangan baru dengan semangat yang sama.

Kak Nisrina juga memberikan motivasi nih untuk kalian yang mau ikut KMI Expo, "Sebagai seorang wirausaha, keberanian untuk mencoba adalah kunci utama. Jangan biarkan ketakutan menghalangimu untuk mendaftar atau memulai sesuatu, karena tanpa mencoba, kita tidak akan pernah tahu hasilnya. Ketika menghadapi masal h tetaplah bersama tim dan fokuslah pada solusi serta langkah-langkah selanjutn Mengambil kesempatan berarti siap menghadapi risikonya, termasuk mengatur wa dengan bijak dan menerima konsekuensi yang ada Jangan takut gagal sebel mencoba, lebih baik mencoba dan belajar dari kegagalan daripada menyesal tid pernah mencobanya Sebagai mahasiswa, manfaatkanlah kesempatan un mengikuti lomba dan proyek yang ada, karena ini adalah peluang berharga un mengembangkan ide, mendapatkan penghargaan, dan membangun portofolio ya kuat untuk masa depan".









Reporter: Ananda & Daru
Desainer: Monica

Dalam perjalanan KKN kali ini, dua tim dari
Teknik Kimia Universitas Negeri Semarang berkesempatan menjalani program di salah satu destinasi eksotis Indonesia, Karimunjawa Dipimpin oleh dua kormades yang berdedikasi
Editor: Olivia
"Awalnya aku gamau ikut karena pasti bakal panas banget, tapi akhirnya aku tertarik buat daftar dan lolos seleksi prodi," cerita Luvena

Luvena dan Wikandaru, masing-masing tim menghadapi tantangan sekaligus menikmati keindahan alam yang memukau. Bukan hanya pemandangan yang luar biasa, tetapi juga pengalaman berharga yang mereka dapatkan selama di sana
Luvena awalnya ragu untuk mengikuti KKN di Karimunjawa karena khawatir akan panasnya cuaca di sana Namun, ketertarikan untuk mencoba hal baru akhirnya mendorongnya untuk mendaftar dan ia berhasil lolos seleksi
Di sisi lain, Wikandaru yang memimpin tim lainnya, juga menghadapi persiapan yang tidak main-main Mengingat Karimunjawa adalah pulau kecil yang memerlukan perjalanan lima jam dengan kapal feri, persiapan pun harus matang. Mereka harus membawa banyak barang, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga peralatan untuk melaksanakan program kerja (proker) di sana Selama menjalani KKN, kedua tim ini menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal mengumpulkan masyarakat untuk mengikuti programprogram yang diadakan "Masyarakat di sini, terutama yang berprofesi sebagai nelayan atau pemandu wisata, sangat sibuk. Jadinya, kita harus melaksanakan proker di malam hari," kata Wikandaru. Namun, tantangan ini tak menyurutkan semangat mereka untuk terus berkontribusi
Salah satu momen paling berkesan bagi tim-tim ini adalah saat mereka disambut hangat oleh anak-anak sekolah dasar setempat "Antusiasme mereka terhadap edukasi sains dari kami benar-benar mengesankan," kenang Wikandaru. Sambutan hangat dari pihak Balai Taman
Nasional dan pemerintah desa juga menjadi pengalaman yang tidak terlupakan, terutama saat mereka diajak berkolaborasi dalam menjaga ekosistem laut Karimunjawa.

Tak hanya belajar tentang cara menjaga lingkungan, mereka juga merasakan kehidupan ‘slow living’ yang kental di Karimunjawa. "Selain bekerja, orang-orang di sini juga menikmati hidup. Mereka sering mengadakan acara persembahan yang ramai dihadiri
warga, " ujar Wikandaru
Keindahan alam Karimunjawa pun menjadi latar belakang yang sempurna untuk menginspirasi dan menyegarkan pikiran mereka di tengah kesibukan proker
Setelah menjalani semua ini, Luvena mengaku bahwa pandangannya tentang KKN
berubah drastis. "Dulu aku paling anti sama KKN karena menurutku ribet. Tapi sekarang, aku malah udah bayangin gimana sedihnya besok saat mau pulang ke Semarang," ucapnya dengan haru
Untuk teman-teman yang akan menjalani KKN di kemudian hari, pesan dari kedua kormades ini adalah: "Lakukanlah proker dengan sepenuh hati, sebarkan ilmu yang kita punya, dan nikmati setiap momennya. Karena siapa tahu, kamu bisa jatuh cinta dengan tempat yang kamu tinggali, seperti kami jatuh cinta dengan Karimunjawa."

Sementara untuk masyarakat Karimunjawa, Luvena, Wikandaru, dan teman-teman mereka hanya bisa mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat dan pelajaran berharga yang mereka terima. Karimunjawa telah memberi mereka lebih dari sekadar pengalaman KKN tetapi juga pelajaran hidup yang tak ternilai






Dalam Separation edisi kali ini akan ada berbagai topikterkaitdenganpengembanganteknologikimia yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan, seperti Terobosan Baru dalam Daur Ulang Limbah
Kimia, Regulasi dan Kebijakan dalam Pengembangan“GreenEnergy”,danlain-lain.Selain itu, dalam edisi kali ini juga menyajikan informasiinformasi menarik yang ada di lingkungan Teknik
Kimia Unnes, seperti Tips dan Trik Sukses MSIB, Motivasi Juara KMI EXPO, Cerita inspiratif PengabdianKKNdiKarimunJawa.
