Survei Fenomena Berpacaran Juni 2019
Survei Fenomena Berpacaran Personal Growth mengadakan Survei Fenomena Berpacaran di kalangan generasi muda di Indonesia pada tanggal 14 Desember 2018 – 22 Januari 2019
DEMOGRAFI RESPONDEN Total responden: 300 orang
87%
13% Usia
15 - 36 tahun
Juni 2019
DEMOGRAFI RESPONDEN Total responden: 300 orang
Pendidikan terakhir SMA 21%
Pekerjaan S2 3%
Full-time 28%
Sedang tidak bekerja 10%
Part-time 2%
Wirausaha 2% Diploma (D1, D2, D3, D4) 4%
S1 72% Pelajar 52%
Juni 2019
Freelance 5% Magang 1%
RIWAYAT BERPACARAN
91%
responden pernah menjalin
hubungan berpacaran.
Dari 272 orang yang pernah berpacaran,
83%
responden pernah 1-4 menjalin hubungan berpacaran. Dan
17% lainnya, menjalin hubungan
berpacaran lebih
Note. N = 300 Q1: Apakah kamu pernah menjalin hubungan berpacaran? Q2: Berapa kali pernah menjalin hubungan berpacaran?
kali
Juni 2019
dari 4 kali.
perilaku yang dianggap wajar ketika berpacaran
13%
20%
Lebih memilih menyenangkan hati pasangan daripada jujur
Pasangan sering mengatur cara berpakaianmu
11%
20%
12%
Pasangan memintamu mengikuti kelas yang ia inginkan
Sering membatalkan janji teman/keluarga demi bertemu pasangan
11%
Membatasi waktu pasangan untuk melakukan hobinya
Note. N = 300 Q: Perilaku apa saja yang kamu anggap wajar dalam hubungan berpacaran? (multiple answer)
Menerima ajakan untuk bercinta walau tidak nyaman
13% lainnya (pasangan tidak mendengarkan/ menanggapi, memblokir akun mantan, memaki dengan kata kasar)
Juni 2019
Kekerasan dalam Hubungan Berpacaran
93%
responden mengetahui tentang kekerasan dalam berpacaran
79%
responden
mengetahui informasi tentang kekerasan dalam berpacaran dari
Internet/website
51%
responden mengetahui informasi tentang kekerasan dalam berpacaran dari
TEMAN/SAUDARA Note. N = 300 Q1: Apakah kamu tahu tentang kekerasan dalam berpacaran? Q2: Bagaimana kamu mengetahui tentang kekerasan dalam berpacaran? (multiple answer)
Juni 2019
Kekerasan dalam Hubungan Berpacaran Berdasarkan hasil pertanyaan perilaku yang dianggap wajar dalam hubungan berpacaran, dapat disimpulkan terdapat 211 responden (71%) yang mengalami kekerasan dalam hubungan berpacaran.
20%
9%
tidak pernah tidak pernah berpacaran
mengalami
71% pernah mengalami
Namun, ketika ditanya apakah responden pernah mengalami kekerasan di dalam hubungan berpacaran, hanya 20% (58 orang) yang menyadari dirinya terlibat kekerasan dalam berpacaran.
153 dari 211 responden yang mengalami kekerasan dalam berpacaran, TIDAK MENYADARI bahwa mereka pernah/sedang terlibat kekerasan dalam berpacaran. Artinya, ada
Note. N = 300 Q: Apakah kamu pernah terlibat dalam hubungan berpacaran yang menggunakan kekerasan?
Juni 2019
bentuk KEKERASAN dalam Berpacaran
58% 23% 16% Psikologis
Digital
Seksual
Pasangan tidak memberi kabar dalam waktu yang lama, sering disalahkan, dll
Pasangan sering mengecek hp, dipaksa memberikan password
Dipaksa melakukan hubungan seksual, diperkosa/hampir diperkosa, dll
Note. N = 300 Q: Bentuk kekerasan apa yang kamu terima dari pasangan? (multiple answer) - Tidak pernah mengalami 20% - Tidak pernah berpacaran 9%
Juni 2019
13% Fisik & Keuangan Dipukul, ditampar, dll Pasangan selalu meminta uang, dll
Dampak Kekerasan dalam Berpacaran
31%
Sering merasa cemas Ragu mengekspresikan pikiran dan perasaan pada pasangan
31% 28% Merasa terkekang 26%
Takut dan tidak percaya pada pasangan
25% Menyalahkan diri sendiri 24% Merasa rendah diri Note. N = 211 Q: Dari perilaku kekerasan dalam berpacaran, apa dampak terhadap dirimu? (multiple answer)
Juni 2019
keputusan melanjutkan hubungan Dari 58 responden yang mengaku mengalami kekerasan dalam berpacaran,
60% 59%
menjalani hubungan tersebut lebih dari setahun
tetap melanjutkan hubungan tersebut.
Alasan bertahan dalam hubungan
14% Takut merasa kehilangan Note. N = 58 Jika pernah mengalami kekerasan dalam berpacaran, Q1: Berapa lama menghadapi? Q2: Apakah tetap melanjutkan hubungan? Q3: Apa yang membuat bertahan?
Juni 2019
9% Rasa sayang
Tindakan setelah mengalami kekerasan
19%
24% Melawan dan melindungi diri
Tidak melakukan apa-apa
14%
36% Menghabiskan waktu dengan teman dan keluarga
Note. N = 58 Q1: Jika pernah mengalami kekerasan dalam berpacaran, apa yang dilakukan setelah itu?
Berbicara pada pasangan dan menegurnya
Juni 2019
menurut responden yang tidak mengalami kekerasan... Tindakan yang akan dilakukan jika mengalami kekerasan dalam berpacaran adalah
39%
36% Menghabiskan waktu dengan teman dan keluarga
Melawan dan melindungi diri
16% Berbicara pada pasangan dan menegurnya
Note. N = 242 Q1: Jika pernah mengalami kekerasan dalam berpacaran, apa yang dilakukan setelah itu?
Juni 2019
TANDA-TANDA AWAL KEKERASAN DALAM HUBUNGAN BERPACARAN 1.
Mengecek handphone, media sosial, dan akun-akun pribadi lainnya tanpa izin
7.
Menyebabkan rasa sakit secara fisik dengan cara apa pun
2.
Kecemburuan & kegelisahan (insecurity) yang ekstrem
8.
Perubahan suasana hati yang tidak menentu
3.
Merendahkan/meremehkan secara terus-menerus
9.
4.
Emosi atau amarah yang meledak-ledak
Pasangan menekan dan meminta secara berulangulang untuk berhubungan seks
10.
Sering menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi pada dirinya
5.
Pasangan mengisolasi kita dari keluarga dan teman
6.
Membuat tuduhan palsu
Juni 2019
11.
Posesif
menghindari hubungan berpacaran yang menggunakan kekerasan 1.
Mengetahui perbedaan karakteristik hubungan yang sehat dan tidak sehat
2.
Tidak mengacuhkan tanda-tanda indikasi kekerasan dalam hubungan berpacaran
3.
Memanfaatkan waktu luang dengan beraktivitas dengan keluarga atau teman-teman diluar hubungan romantis
4.
Tetap terlibat dalam aktivitas-aktivitas yang disenangi dan baik untuk diri sendiri
5.
Jika menemukan tanda-tanda adanya kekerasan dalam hubungan, merasa terancam, dan terjebak dalam hubungan, jangan ragu untuk meminta bantuan.
6.
Speak up! Utarakan apa yang kamu rasakan kepada pasanganmu bahwa perilakunya sudah melewati batas dan membuatmu tidak nyaman. Jangan juga malu untuk berbicara kepada orang lain mengenai kondisi yang kamu alami.
Juni 2019
Segala bentuk kekerasan dalam hubungan berpacaran bukanlah tanda rasa sayang seseorang, melainkan merupakan suatu tanda kekuasaan dan kontrol diri atas orang lain. Jangan ragu dan malu untuk meminta bantuan kepada orang lain. Jika tidak dihentikan dan bersikap tegas, kekerasan dalam hubungan berpacaran dapat menjadi lebih parah dan juga merugikan dirimu. Selalu ingat bahwa ada orang-orang di sekitarmu yang menyayangimu dan menerimamu apa adanya.
Mari peduli dan bergerak bersama menuju Indonesia sehat mental! Apabila kamu mengalami atau mengetahui adanya kekerasan dalam hubungan, hubungi: +62 818 0809 0395 contact@personalgrowth.co.id www.personalgrowth.id @personalgrowthid
Juni 2019