PERHIMAGI PERSATUAN HIMPUNAN MAHASISWA GEOLOGI INDONESIA
Perhimagz
Vol.02
Potensi Nikel di Indonesia Kekayaan Terselubung, Dibalik Keindahan Alam yang Memanjakan Mata
Nikel di Indonesia
Sumber : makassar.tribunnews.com
Nikel Nikel (Ni) adalah logam yang mempunyai sifat fisik antara lain berwarna putih mengkilat, sangat keras, tidak berkarat dan tahan terhadap asam encer. Nikel merupakan sumber daya alam berupa mineral logam yang sangat ekonomis dan banyak digunakan di industri. Oleh karena itu, penggunaannya banyak diperuntukan untuk melapisi barang yang terbuat dari besi, tembaga dan baja karena nikel mempunyai sifat keras, tahan korosi dan mudah mengkilat.
Perhimagz| |Vol. Perhimagz Vol.0202
01 1
Nikel di Indonesia
Sumber : makassar.tribunnews.com
Nikel Nikel (Ni) adalah logam yang mempunyai sifat fisik antara lain berwarna putih mengkilat, sangat keras, tidak berkarat dan tahan terhadap asam encer. Nikel merupakan sumber daya alam berupa mineral logam yang sangat ekonomis dan banyak digunakan di industri. Oleh karena itu, penggunaannya banyak diperuntukan untuk melapisi barang yang terbuat dari besi, tembaga dan baja karena nikel mempunyai sifat keras, tahan korosi dan mudah mengkilat. Nikel juga berguna untuk membuat Palinit dan Invar, yaitu paduan nikel yang mempunyai koefisien muai yang sama dengan gelas. Bagian itu berguna pada kawat listrik yang ditanam dalam kaca, misalnya pada bohlam lampu. Serbuk nikel digunakan sebagai katalisator sebagai contoh pada hidrogenansi (pemadatan) minyak kelapa dan juga pada pengolahan minyak tanah.
Perhimagz| |Vol. Perhimagz Vol.0202
01
Cebakan nikel di alam terdapat sebagai cebakan primer dan cebakan sekunder berupa nikel laterit. Cebakan nikel primer berupa sulfida dengan mineral-mineral penyerta seperti tembaga, kobalt dan platinum group element (PGE) yang terdapat pada lingkungan batuan bersifat basa dan ultrabasa.
Cebakan nikel laterit merupakan hasil proses lateritisasi dari batuan induk berkomposisi basa hingga ultrabasa. Nikel laterit merupakan residu tanah yang kaya akan sesqui-oxides dari besi dengan pengkayaan nikel yang terbentuk pada batuan basa dan ultrabasa oleh proses pelapukan kimiawi dan pengayaan lebih lanjut pada kondisi iklim tropis. Pada umumnya, jumlah sumber daya alam laterit lebih besar daripada nikel sulfida.
Sumber : chinadialogue.net
Perhimagz | Vol. 02
Perhimagz | Vol. 02
Perhimagz | Vol. 02
Perhimagz | Vol. 02
Nikel di Indonesia
Sumber : makassar.tribunnews.com
Luwu Timur Salah satu tempat yang berada di paling timur Provinsi Sulawesi Selatan ini terkenal akan penghasil nikel. Luwu Timur adalah hasil dari permekaran kabupaten Luwu Utara yang sebelumnya masih bersatu. Di Luwu Timur bisa dengan mudah menemukan pertambangan nikel di Nuha dan Malili.
Perhimagz | Vol. 02
Nikel di Indonesia
Sumber : Kumparan.com
Sorowako Selain Luwu Timur, Sorowako juga menjadi tempat penghasil nikel terbesar yang berada di Sulawesi Selatan. Sorowako terkenal dengan keindahan alam yang mempesona namun juga ketersediaan nikel yang cukup tinggi di Sulawesi Selatan. Di kota ini juga terdapat sebuah perusahaan tambang nikel paling besar di dunia. Setidaknya dibutuhkan waktu kurang lebih selama 12 jam menggunakan bis dari Makassar menuju kota Sorowako.
Perhimagz | Vol. 02
Nikel di Indonesia
Sumber : kolakakab.go.id
Kolaka Tidak hanya di provinsi Sulawesi Selatan, provinsi Sulawesi Tenggara juga terdapat daerah penghasil nikel, tepatnya di Kolaka. Kolaka cukup terkenal sebagai daerah penghasil nikel dan mempunyai cadangan nikel terbanyak di Sulawesi Tenggara. Pertambangan nikel di Kolaka bisa ditemukan di Pomalaa dan Latambaga.
Perhimagz | Vol. 02
Nikel di Indonesia
Sumber : asiatoday.id
Morowali Morowali menjadi satu–satunya daerah di Sulawesi Tengah yang memiliki ketersediaan nikel terbesar di Indonesia. Oleh karena itu, tidak heran jika Morowali banyak diperebutkan oleh perusahaan pertambangan besar. Tidak hanya investor dalam negeri, investor dari berbagai negara pun tertarik untuk menginvestasikan saham mereka di sini. Pertambangan nikel khususnya di Morowali ini bisa dijumpai di Petasia Timur, Petasia, Bungku Pesisir, Bungku Timur, Bahadopi, dan Menui Kepulauan.
Perhimagz | Vol. 02
Nikel di Indonesia
Sumber : rpkp.org
Halmahera Timur Pertambangan nikel tidak hanya terdapat di pulau Sulawesi saja, tetapi juga di Kepulauan Maluku tepatnya di Halmahera Timur. Bukanlah hal yang asing jika pertambangan nikel menjadi sumber
perekonomian
utama
bagi
Kepulauan
Maluku.
Pertambangan nikel bisa ditemukan di Maba dan Wasile. Kedua tempat tersebut menjadi tempat penghasil nikel terbesar di Maluku.
Perhimagz | Vol. 02
Nikel di Indonesia
Sumber : wikipedia.org
Pulau Ternate, Obi, dan Gebe Ketiga pulau yang berada di Maluku Utara menjadi pulau yang menghasilkan nikel terbesar dan sudah diekspor ke beberapa negara di Asia. Negara – negara tersebut antara lain Korea, Jepang, Tiongkok, Filiphina dan lain sebagainya. Kegiatan ekspor tersebut sudah pasti meningkatkan perekonomian di Kepulauan Maluku.
Perhimagz | Vol. 02
Nikel di Indonesia
Sumber : esetyawan.wordpress.com
Pulau GAG Tidak hanya dikenal sebagai penghasil emas saja, Papua juga menyimpan sejuta hasil tambang di dalamnya, salah satunya nikel. Tempat penghasil nikel di Papua tepatnya berada di Pulau Gag. Pulau Gag sendiri tergolong ke dalam gugusan pulau yang ada di Raja Ampat. Selain memiliki keindahan alam yang mempesona, pulau Gag juga menyimpang kandungan nikel di dalamnya. Maka tidak heran jika banyak investor asing yang tertarik untuk melakukan bisnis nikel di pulau tersebut.
Perhimagz | Vol. 02
Dampak Dibalik Penambangan Nikel Maraknya perusahaan tambang nikel membuat berbagai perubahan, salah satu diantaranya yaitu landskap atau bentang alam. Meskipun penambangan memberikan dampak positif untuk aspek perekonomian masyarakat, namun kerusakan-kerusan yang terjadi tidak dapat dikesampingkan. Seperti pada kabupaten Morowali terbilang pesat. Terjadi pada titik-titik vital yang diproyeksikan sebagai hotspot nikel, seperti pesisir Bahodopi menuju Bungku Selatan. Ekologi dan fungsi alam yang terbentang dari Kecamatan Bahometefe hingga Bahodopi mengalami banyak perubahan. Tutupan hutan yang dulu hijau dan rapat, sekarang mengalami pembukaan yang masif. Sejauh mata memandang terlihat memerah sebagai penanda galian nikel. Debu pekat nan tajam akan bertiup seperti bekas ledakan ‘bom atom’, saat rombongan truk pengangkut ore melintasi jalanan di atas pegunungan yang terjal menuju pelabuhan. Dampak negatif lainnya dari penambangan seperti penurunan kesuburan tanah akibat endapan lumpur nikel. Degradasi tanah yang merugikan masyarakat khususnya mereka para petani. Sumber dari semua ini adalah kegiatan konservasi lahan serta pembuangan limbah, dimana hal tersebut terjadi akibat kurangnya pengawasan serta alternatif dalam mengatasi kerusakan lingkungan. Di sini, peran pemerintah sudah seharusnya memberikan batas instrumentasi valuasi ekonomi sebagai landasan ijin penambangan agar dapat diestimasi keuntungan serta kerugian yang diperoleh. Sehingga aktivitas penambangan terjaga kualitasnya serta manfaat besar baik untuk aspek ekonomi maupun lingkungan. Perhimagz | Vol. 02