Skip to main content

PARAMITA Magazine KMBUI 47th Edition

Page 1

PROFIL KAMI kmbui Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Indonesia (KMBUI) berdiri sejak September 1988 dengan Hendra Sidin sebagai Ketua Umum pertama. KMBUI adalah sebuah organisasi kemahasiswaan berbentuk kekeluargaan yang berkedudukan di Universitas Indonesia yang bergerak di bidang keagamaan dan juga sosial kemasyarakatan. Adapun tujuan dari dibentuknya KMBUI adalah untuk menghimpun atau mempererat persaudaraan seluruh mahasiswa Buddhis UI dan memperjuangkan kepentingan-kepentingannya dalam bidang kemahasiswaan dan perkuliahan hingga tercapainya kesarjanaan, serta mengerahkan aktivitas dan kreativitas mahasiswa Buddhis kepada bangsa dan negara Indonesia serta keagungan Buddha Dhamma. Pada kepengurusan KMBUI XXIII, terdapat 10 komisi yang di dalamnya terdiri dari 17 departemen.

PARAMITA PARAMITA merupakan salah satu departemen KMBUI yang bergerak dalam bidang jurnalistik dan

desain sebagai media informasi dan ekspresi kreativitas KMBUI. PARAMITA terbit sejak 1989 sebanyak dua kali dalam setahun dan dibagikan secara gratis kepada anggota aktif dan alumni KMBUI, Unit Kegiatan Mahasiswa lain di Universitas Indonesia (UI) maupun di universitas lain, vihara-vihara, yayasan Buddhis, maupun Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMB) di luar UI. PARAMITA berdiri sebagai sebuah departemen untuk menyalurkan kreasi dan kreativitas para anggota aktif serta alumni KMBUI.

KELUARGA MAHASISWA BUDDHIS UNIVERSITAS INDONESIA Email : infokmbui@yahoo.com Website : www.kmbui.ui.ac.id Facebook : Ukm Kmbui Instagram : @ukm_kmbui Twitter : @ukm_kmbui Path : UKM KMBUI

Tromol Pos 909, Kampus UI, Depok 16424 paramitamagazine@gmail.com KRITIK DAN SARAN

085759999180 (Shierlen) PEMASANGAN IKLAN DAN DONASI

BCA 1810409769 a/n Shierlen Octavia


Majalah PARAMITA dipersembahkan oleh: PENANGGUNG JAWAB Osel Sakadewa PEMBIMBING Alitalia Jeanny PEMIMPIN REDAKSI Shierlen Octavia MATERI DAN PENYUNTINGAN Koordinator Bidang Cynthia Kurniawan, Cindy Kurniawan Staf dan Freelance Harvin Kusuma, Andrew Prasettya Japri, Arie Chandra, Felix Pratama, Naomi Midori DESAIN DAN TATA LETAK Koordinator Bidang Manita Piyaputri Hartono Staf dan Freelance Fenny Haliman, Andreas Suryo Wijaya, Elvina, Fannia Veronica, Ferren Alwie, Jessica Mei, Velicia Khoswan KEUANGAN Koordinator Bidang Winarsih Staf Chunairil Wijaya KONTRIBUTOR Andrew P. J, Elvan Adiyan Wijaya, Elvina, Epson Ray Kinko, Gracia Yashodara, Fannia Veronica, Frengki C, Ivan Noverlianto T, Kevin, Kevin, Luana Anastasia, Lukito Ongko, Mega Eka Putri, Naomi Midori, Sadha Satya Lotan, Shierlen Octavia, Vanya Cendana, Velicia Khoswan, Viriya Paramita, Willy Dozan PENERBIT KMBUI Tromol Pos 909, Kampus UI Depok 16424 PENCETAK Percetakan Kanisius

Editorial

Namo Buddhaya!

Apakah Anda pernah bermimpi untuk berkeliling dunia? Ada banyak cara yang dapat Anda tempuh untuk mengetahui indahnya panorama dari berbagai sudut dunia. Salah satunya bertualang bersama PARAMITA! Melalui beragam artikel pilihan redaksi, PARAMITA edisi XLVII yang sudah dinanti hadir menyuguhkan beragam kisah, opini, dan tentunya ulasan Dhamma. Namun kali ini, sambil mengajak pembaca untuk merasakan pengalaman berkeliling dunia! Sama seperti biasanya, PARAMITA kembali menghadirkan rubrik Paratanya bagi teman-teman yang punya segudang pertanyaan tentang Buddha Dhamma, foto-foto kenangan di Wall of Art, kisah inspiratif anggota KMBUI, dan kali ini disertai wawancara eksklusif redaksi dengan Irvyn Wongso! Melalui PARAMITA edisi penutup tahun 2017, segenap redaksi berharap temanteman dan saudara dalam Dhamma dapat menikmati “petualangan� singkat dan larut dalam nuansa menjelajah dunia. Tentunya, dengan tetap menyajikan artikel Buddhis terbaik. Semoga PARAMITA tetap menjadi media terpercaya dan bermanfaat bagi Anda. Bersemangatlah dalam belajar dan berpraktik Dhamma di penghujung tahun dan tahun 2018 yang akan menyongsong. Semoga Anda dan semua makhluk berbahagia! Salam hangat,

Redaksi PARAMITA 2017

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

1


designed by Manita Hartono

designed by Shierlen Octavia designed by Manita Hartono

designed by Fannia Veronica

designed by Alitalia Jeanny

designed by Fenny Haliman

designed by Ferren Alwie

designed by Fenny Haliman and Manita Hartono designed by Alitalia Jeanny

designed by Manita Hartono, Shierlen Octavia, and Elvina designed by Manita Hartono designed by Shierlen Octavia designed by Elvina

designed by Jessica Mei and Manita Hartono

designed by Alitalia Jeanny designed by Manita Hartono

designed by Ferren Alwie

2

designed by Jessica Mei PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD


Akses karya lomba peserta lain: bit.ly/TerimaKasihPesertaLombaEdisi47

designed by Shierlen Octavia designed by Manita Hartono

designed by Andreas Suryo

designed Hartono

by

Manita

designed by Manita Hartono designed by Shierlen Octavia designed by Manita Hartono

designed by Elvina

designed by Manita Hartono designed by Velicia Khoswan

designed by Manita Hartono

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

3


paraplus

@nadzzcs @ivan.photoworks

Wall of Art

@anastasiagabrielaliem

@hokkisintaro

@mesychen

@scokro @alvinaliyandra

@my_megan

@cindyyyk__ 4

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD

@anastasiagabrielaliem

@keziaamelinda

@frengkichua


paraplus

Wall of Art (WOA) PARAMITA adalah wadah anggota KMBUI untuk mengekspresikan karyanya melalui Instagram. Dalam edisi ini, WOA PARAMITA mengusung tema

Around The World. @velika_wijaya

@ivan.photoworks

@edwinlawisan

@alitaliajeanny

@tirtahemajaya

@marrr_tin

@cindyyyk__

@levinyohardi

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

5


paraplus @jocelynvania

@ivan.photoworks

@anastasiagabrielaliem

editor's choice Selamat kepada @lukito_ongko yang terpilih menjadi Editor’s Choice dalam Wall of Art PARAMITA edisi 47 dengan tema Around The World!

Pengambilan hadiah dapat menghubungi 085759999180 (Shierlen). Mohon mengirimkan data diri melalui email ke paramitamagazine@gmail.com

6

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD


BAKTI,

诚

paradhamma

忠

ZHŌNG

CHÉNG

Mutiara Spiritual Buddhis Peradaban Timur Oleh: Viriya Paramita (FE 2008)

Artikel ini terinspirasi dari komik “Bodhidharma – Sesepuh Zen Pertama”, yang secara implisit menunjukkan bahwa ‘bakti’ adalah inti yang terdalam (sumsum) dari ajaran Buddha. Apakah Anda sudah cukup berbakti?

J

Apa itu Bakti?

ika dilihat dari KBBI, maka ‘bakti’ dapat didefinisikan sebagai tunduk dan hormat; perbuatan yang menyatakan setia. Namun jika dipahami lebih lanjut, bakti ternyata memiliki filosofi dan penerapan yang sangat mendalam. Coba pikirkan sejenak, sebenarnya seperti apa rasa bakti itu, jawabannya pasti bisa berbeda-beda menurut pandangan setiap orang, karena definisi mendalam dari rasa bakti hanya bisa dinilai dari segi spiritual, yang mana sangat sulit untuk dicerna apabila Anda menggunakan logika. Dalam bahasa inggris, definisi yang paling dekat dengan ‘bakti’ adalah ‘devotion’. Devotion sering dikaitkan pada hal-hal terkait religi, padahal menurut penulis, ‘bakti’ seharusnya bersifat lebih luas, bisa terhadap orang tua, guru, ataupun pasangan. Penilaian yang bisa dianalisis paling berkaitan dengan rasa bakti adalah “perbuatan” si subjek, akan tetapi, motivasi dan rasa yang terkandung dari perbuatan

tersebut belum tentu merupakan ‘rasa bakti’ yang sesungguhnya. Contoh penerapan bakti yang paling bisa kita rasakan adalah bakti terhadap orang tua. Secara logis, kita baik terhadap orang tua kita karena mereka telah membesarkan, merawat, dan mendidik kita, namun apakah kita semata-mata berperilaku baik pada orang tua kita hanya karena hal tersebut? Jika ya, maka hubungan kita dengan orang tua tak ada bedanya dengan hubungan transaksional antara bos dan karyawan yang saling memberi karena ada imbal hasilnya. Coba kita renungkan, apakah rasa bakti kita sedangkal itu? Inilah sebabnya mengapa penulis menyatakan bahwa bakti itu merupakan suatu hal spiritual yang sangat mendalam, karena bakti melampaui alasan sebab akibat yang logis.

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

7


paraDHAMMA Sumber Gambar: http://www.gettyimages.com/detail/photo/family-dinner-royalty-free-image/99276228

Penerapan Bakti di Dunia Sejalan dengan deskripsi sebelumnya, penerapan bakti sangatlah jarang ditemui di peradaban barat, karena sifatnya yang melampaui sifatsifat logis. Yang paling umum pada masyarakat kita (Indonesia) adalah istilah ‘berbakti pada orang tua’, contohnya cerita-cerita rakyat seperti Malin Kundang yang menunjukkan konsekuensi jikalau tidak berbakti kepada orang tua. Ada juga salah satu bentuk bakti yang cenderung negatif

di peradaban Timur, salah satunya yang sering kita dengar adalah tentang penerapan bakti istri terhadap suami pada kitab Weda, yang bahkan pada penerapannya sang istri harus ikut mati jika suaminya mati. Rasa bakti ini telah menjadi satu nilai luhur masyarakat timur yang tercermin pada kebiasaan di kehidupan sehari-hari, seperti hormat kepada yang lebih tua, setia kepada majikan, pernikahan, dan lain-lain.

Bakti dalam Buddhisme Penulis melihat bahwa ajaran Buddha bisa mengikuti kecenderungan dari orang yang menerimanya, seperti peradaban Barat yang memiliki ketertarikan sangat kuat pada Buddhisme karena pendekatannya yang logis dan masuk akal seperti hukum sebab akibat, jalan keluar dari dukkha, dan penjelasan 8

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD

tentang batin dan faktor mental. Semua ini sangat relevan dengan pemahaman yang bersifat sekuler, namun rasa bakti jarang menjadi fokus karena sifatnya yang tidak linear dengan logika, padahal Buddhis merupakan salah satu bagian dari peradaban Timur yang tentu saja sangat familiar dengan penerapan bakti.


komentar dari Tripitaka karya Guru Atisha di India, mengatakan bahwa berbakti pada seorang guru spiritual, merupakan akar dari semua kebajikan yang kita lakukan. Bahkan salah satu syarat jalan Tantra pada Buddhisme baru bisa dijalankan ketika seseorang memiliki dan berbakti pada seorang guru spiritual. Sebagai gambaran, pada jalan Sutra Sang Buddha dibutuhkan 4 asangkeya dan 100 ribu kalpa untuk mencapai ke-Buddhaan, namun dengan jalan Tantra, Ke-Buddhaan bisa dicapai dalam 7 kehidupan (jika dengan cara yang benar). Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan bakti pada jalan Buddhisme sangat besar.

paradhamma

Salah satu isi sutra yang sangat banyak dikenal adalah ‘Sutra Bakti Seorang Anak’ yang berisi bagaimana kebaikan orang tua kita yang tak ternilai. Pada sutra ini, Sang Buddha menjelaskan bahwa begitu besar kebaikan orang tua kita, bahkan jika kita mengorbankan tubuh kita dalam jangka waktu yang sangat panjang pada mereka, hal ini tetap saja tidak bisa membalas kebaikan mereka. Mungkin kita berpikir hal ini aneh atau tidak masuk akal, namun hal ini bisa memperkuat poin yang penulis tekankan sebelumnya bahwa memang rasa bakti melampaui batas logika. Juga pada Lamrim (Tahapan Jalan Menuju Pencerahan), sebuah kitab

Benang Merah Rasa bakti membutuhkan objek, walaupun yang mendapatkan manfaat paling besar adalah subjeknya, karena secara umum ajaran Buddha memiliki tujuan mengubah pribadi dan perilaku seseorang ke arah yang lebih baik, hal ini ditandai dengan berkurangnya tiga hal pengganggu (kilesa) yaitu kemelekatan, kebencian, dan ketidaktahuan. Kemajuan spiritual seseorang bisa diukur dari berkurangnya kilesa dalam kehidupannya. Rasa bakti pada satu objek (misal: orang tua) yang tulus, bisa membuat kita meninggalkan kilesa sepenuhnya, walaupun hanya dilakukan untuk objek tersebut. Ketika sudah mengetahui ‘rasa bakti’ tersebut, kita bisa melatih mereplikasikannya ke objek lain. Intinya, menjadi Buddha tidak lain-tidak bukan sama seperti

mengembangkan rasa bakti sepenuhnya ke semua makhluk. Namun lagi-lagi rasa bakti tidak bisa muncul begitu saja, karena yang dilatih adalah ‘rasa’, bukan pemikiran sehingga cara terbaik untuk melatih rasa bakti ini adalah melakukan caracara yang sudah diterima secara umum tentang ‘bagaimana cara berbakti’. Kita beruntung karena di Indonesia, rasa bakti ini masih dijunjung tinggi oleh masyarakat sehingga kita bisa merasakan sense dari berbakti itu seperti apa. Memang mungkin awalnya rasa bakti itu terbangun karena alasan, namun ketika rasa bakti itu sudah ada, fondasi logika sudah tidak dibutuhkan lagi. There’s no need a reason for devotion, because devotion is the reason. (VIN/AND)

Referensi: KBBI Komik “Bodhidharma – Sesepuh Zen Pertama” AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

9


paraplus

P

ekan Penghayatan Dhamma, atau yang biasa disingkat dengan PPD, adalah salah satu acara tahunan KMBUI yang menyerupai retreat. Kegiatan ini dilaksanakan selama seminggu dengan menginap di sebuah vihara, dengan tujuan untuk mendalami Dhamma. Selain memperdalam Dhamma, tujuan lain dari PPD adalah untuk mempererat hubungan peserta serta panitia yang hadir melalui interaksi yang terjadi. Acara PPD ini sangat bermanfaat khususnya bagi anggota KMBUI yang ingin memperdalam Dhamma sekaligus mempererat hubungan dengan anggota KMBUI lainnya. Pada tahun ini, untuk membantu peserta memperdalam Dhamma, acara PPD mencoba melakukan latihan atthasila selama tiga hari, latihan meditasi sebanyak tiga kali dalam sehari, serta Dhammadesana sebanyak dua kali dalam sehari. Kegiatan PPD KMBUI 2017 ini diadakan pada tanggal 18 – 23 Agustus 2017 di Mahavihara Mojopahit Trowulan, Jawa Timur. Acara PPD 2017 memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengerti sejarah mengenai kerajaan Majapahit dengan mengunjungi candi serta

museum tempat peninggalan berharga Majapahit. Salah satu alasannya karena vihara yang ditinggali selama seminggu merupakan tempat vihara terbesar yang ada di zaman Majapahit dahulu. Dalam vihara tersebut, terdapat patung Buddha tidur terbesar seIndonesia dan terbesar ketiga se-Asia yang telah memecahkan rekor MURI serta penghargaan pada Desember 2001. Pada hari terakhir, acara PPD juga mengajak peserta menikmati hiburan dengan mengunjungi tempat wisata Bukit Jaddih di Madura, Kenjeran Park di Surabaya, serta Food Festival sebagai destinasi terakhir di Surabaya sebelum kembali ke Jakarta. Berakhirnya rangkaian acara PPD KMBUI 2017 pada tanggal 24 Agustus 2017 ditandai dengan kepulangan seluruh peserta yang mengikuti dan membantu rangkaian acara hingga sukses. Semoga pesan dan kesan yang diberikan melalui acara PPD 2017 dapat bermanfaat bagi kehidupan kita. Sabbe satta bhavantu sukhitatta, Semoga semua makhluk hidup berbahagia. Sadhu sadhu sadhu. (CIN/CYN)

Oleh Luana Anastasia (Program Vokasi 2016)

10

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD


paratama

Hening dalam Latihan Meditasi Zen dan Secangkir Teh Oleh Kevin (FT 2009)

“He enters the classroom, sits down, and doesn’t say anything. He looks at us, we look at him. At first, there are a few giggles, but Morrie only shrugs, and eventually a deep silence falls and we begin to notice the smallest sounds, the radiator humming in the corner of the room, the nasal breathing of one of the fat students.” (Mitch Albom – ‘Tuesday with Morrie’)

L

ima belas menit telah berlalu di dalam kelas itu dan tidak ada satu pun yang bersuara. Kemudian, Prof. Morrie mengajak muridmuridnya untuk berdiskusi mengenai apa yang mereka dapatkan di dalam keheningan itu. Peristiwa ini merupakan sebuah pengalaman yang aku dapat ketika aku bermeditasi, atau lebih baik bila dikatakan berlatih meditasi. Di saat suatu bulan terdapat lima minggu, maka itulah jadwal rutinku untuk pergi berlatih meditasi di Bandung dengan arahan dari Biksu Nirmana Sasana (Suhu Xue Hua). Beliau menuntun para peserta berlatih meditasi dengan metode zen, ia sering menyebutnya sebagai ‘Latihan Meditasi Zen dan Secangkir Teh’. Pergi ke Bandung dengan tujuan berlatih meditasi merupakan perjalanan yang paling sering kulakukan selama beberapa tahun terakhir ini. AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

11


paraTAMA

sering kulakukan selama beberapa tahun terakhir ini. Tamasya ke tempat lain justru malah belum dapat membuat batinku benar-benar damai. Dalam artikel ini, aku akan berbagi pengalaman yang aku dapatkan setelah mengikuti beberapa latihan meditasi. Untuk membuat suasana yang kondusif dan nyaman agar latihan meditasi berjalan dengan penuh manfaat, panitia membacakan berbagai aturan dan tata tertib. Satu aturan yang paling penting menurutku adalah ‘Noble Silence’ atau keheningan mulia, di mana tidak ada satu suara sekecil apa pun yang boleh dikeluarkan oleh peserta latihan meditasi, termasuk suara yang timbul dari kebiasaan untuk menekukkan jari. “Ctak! Ctek!� Bagaimana bila ada yang sakit? Bagaimana bila batuk? Aku meyakini bahwa bila kita benar-benar mengikuti latihan meditasi ini dengan baik, maka suara batuk pun dapat diatur agar tidak mengganggu jalannya latihan. Untuk membantu otot-otot badan agar rileks, Suhu menuntun para peserta agar melakukan beberapa gerakan senam yang dapat melancarkan peredaran darah. Selanjutnya para peserta diarahkan ke tempat duduk masing-

12

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD

masing, diajarkan 7 sikap duduk meditasi yang sempurna, mulai dari lipatan kaki, punggung tegak lurus, peletakkan tangan, pelemasan bahu, penarikan dagu, posisi lidah, dan mata tertutup. Mata selalu ditutup setelah 6 sikap lainnya sempurna agar peserta dapat memastikan terlebih dahulu bahwa posisi duduk telah sesuai dengan petunjuk. Hal ini sangat penting karena bisa mempengaruhi jalannya meditasi. Bila ada yang tidak sempurna, umumnya akan menimbulkan banyak gangguan, seperti rasa pegal, sakit, atau pun kantuk. Setelah itu, Suhu akan menuntun peserta kembali untuk dapat merilekskan seluruh tubuhnya mulai dari ubun-ubun kepala hingga ke jemari kaki. Bagian ini merupakan bagian yang cukup sulit, sehingga untuk benar-benar tenang hingga dapat melakukan meditasi, dibutuhkan waktu latihan yang lama. Setelah berbulan-bulan aku berlatih, akhirnya aku pun dapat merasakan kondisi yang rileks walaupun kondisi itu tidak bertahan lama. Banyak gangguan batin yang selalu kembali untuk menjadi hambatan dalam mencapai kondisi damai. Waktu damai singkat itu terasa sangatlah berarti untukku.


paratama

Di dalam kedamaian itu, aku mendengar banyak hal, seperti Mitch dalam kutipan di awal artikel ini, aku dapat mendengar kicauan burung yang saling kejar-kejaran, daun-daun kering yang bergesekan satu sama lain, dan akhirnya terlepas dari dahan, hingga suara nafasku sendiri yang halus. Dalam keadaan hening seperti itu, aku benar-benar tidak merasakan beban apa pun. Tidak ada satu pun kesulitan-kesulitan yang kualami di pekerjaan atau di mana pun, seolah hidup ini benar-benar bebas. Dengan hanya dua atau tiga menit merasakan hal itu, aku sudah merasa bahagia. Ketika aku tidak dapat mempertahankan kondisi itu, aku merasa kecewa, tetapi aku tetap memakluminya. Peristiwa ini adalah hal yang terindah dari setiap perjalananku ke Bandung. Aku tidak perlu berfoto, karena aku dapat merasakan banyak hal yang sangat jarang bisa didapatkan. Di dalam kelas itu, setelah 15 menit keheningan, Prof. Morrie bertanya pada murid-muridnya, “Apa yang terjadi?� Cobalah tebak jawaban apa yang mereka berikan. (VIN/AND)

Image Sources: https://www.softsheen-carson.com/~/media/USIngredientImages/BambooMilk.jpg?h=704&la=en&w= 1680&hash=270D18DDB254A714CD27654AE1618ADAED601877 http://pngimg.com/uploads/green_leaves/green_leaves_PNG3654.png http://pngimg.com/uploads/tea/tea_PNG16920.png http://www.freepngimg.com/download/branch/6-2-branch-png-pic.png http://a407.idata.over-blog.com/500x279/5/82/26/57/barres/barres-zen/barre-separation-zen-6.png http://www.freepngimg.com/download/branch/8-2-branch-png-file.png http://www.total-body-balance. com/images/massage-therapy-brandon-zen-bamboo.png?crc=3912164142 http://www.clipartsfree.net/vector/medium/Anonymous_celtic_vine_corner_Clip_Art.png https://www.thewhiskyexchange.com/media/rtwe/uploads/flavour/smoke.png http://a407.idata.over-blog.com/500x279/5/82/26/57/barres/barres-zen/barre-separation-zen-6.png

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

13


paraplus

Menyelami Makna Menjadi Buddhis Oleh Shierlen Octavia (FPsi 2015)

Judul Buku Penulis Halaman Penerbit Tanggal Terbit Bahasa Dimensi

14

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD

: What Makes You Not A Buddhist : Dzongsar Jamyang Khyentse : 134 : Shambala : 12 Agustus 2008 : Inggris : 5,5 x 0,4 x 8,4 inci


paraplus

A

pa yang menjadikanmu seorang Buddhis? Apakah dengan memasang altar di rumah? Berangkat ke vihara untuk melakukan puja bakti setiap minggu? Melalui paparan yang lugas dalam 134 halaman, Dzongsar Jamyang Khyentse, seorang lama yang dihormati umat Buddhis Tibet, menjelaskan makna ketika Anda memilih, maupun tidak memilih menjadi seorang Buddhis. Dengan mengangkat fenomenafenomena dunia modern yang sangat akrab dengan kehidupan kita, pembaca diajak untuk memahami bahwa sesungguhnya menjadi seorang Buddhis berarti kita mengakui adanya keberadaan Four Seals, yaitu: a) Segala sesuatu yang terkondisi bersifat tidak permanen; b) Segala macam emosi adalah penderitaan; c) Segala sesuatu di dunia ini tidak memiliki keberadaan yang melekat; d) Nirwana melampaui konsep di dunia. Dengan menggunakan gaya bahasa populer, setiap poin dari Four Seals dikupas tuntas dalam babbab terpisah yang menggunakan contoh cerita perjalanan panjang Pangeran Siddharta untuk mencapai kebudhaan dan membandingkannya dengan kehidupan dewasa ini. Mulai dari kisah Pangeran Siddharta saat menjalani pertapaan hingga sindiran ringan terhadap Pangeran Charles dari Inggris. Buku ini sangat cocok dibaca tidak hanya oleh umat Buddhis, tetapi juga oleh penganut keyakinan lain, bahkan bagi yang tidak berkeyakinan

dalam memahami filsafat kehidupan. Hal ini bisa terjadi karena Dzongsar Jamyang Khyentse tidak bertujuan mengubah Anda menjadi seorang Buddhis, melainkan hanya menjelaskan hal apa yang membuat Anda tergolong seorang Buddhis. Dengan memasukkan humor cerdas dan bahasan yang relevan dengan isu saat ini, pembaca seolah diajak untuk bergumul dengan banyak pemikiran tentang kehidupan. Tanpa menggunakan banyak istilah Buddhis secara spesifik, pembaca dari kalangan mana pun bias dengan sangat cepat memahami dan menyerap intisari dari ajaran Buddha Gautama yang sesungguhnya, serta bagaimana menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana. Buku ini juga sukses mengantar pembaca dalam meluruskan kesalahan persepsi tentang Buddhisme, serta stereotip dan label yang diberikan oleh masyarakat dengan penjelasan mendalam namun mudah dipahami. Apakah benar, emosi dan perasaan senang bukan merupakan penderitaan? Apakah betul ketidakkekalan merupakan kabar buruk yang harus diterima oleh umat manusia? Apakah Anda percaya bahwa saat ini keyakinan Anda terbentuk bukan dari doktrin atau kepercayaan yang tidak berlandas? Apakah Anda sudah memiliki pemikiran yang benar tentang arti menjadi seorang Buddhis? Untuk Anda yang masih mempertanyakan identitas diri, keyakinan (apapun yang Anda anut), dan arti kehidupan, What Makes You A Buddhist merupakan pilihan tepat bagi Anda yang ingin menemukan jawabannya! (VIN/AND)

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

15


paraWISATA

Oleh Ivan Noverlianto (FMIPA 2016)

D

estinasi pertama yang patut Anda kunjungi adalah Wat Pho. Wat Pho merupakan salah satu tempat wisata yang terletak di Bangkok, Thailand. Tempat ini sangat menarik karena terdapat sebuah patung Buddha tidur raksasa, yang terbuat dari bata, gips dan lapisan emas murni. Telapak kakinya juga dilapisi dengan 108 lakshana (lambang suci Buddha) yang terbuat dari mutiara dan merupakan suatu karya seni yang luar biasa. Saat masuk ke dalam ruangan berisi patung Buddha tidur, pengunjung diwajibkan untuk melepas alas kaki. Sementara itu, untuk memasuki tempat ini, pengunjung perlu mengeluarkan biaya sebesar 100 baht.

Tiger Cave Temple atau disebut juga Wat Tam Suea terletak di Krabi, Thailand. Tempat ini terkenal karena memiliki patung Buddha raksasa yang terletak di atas bukit, namun untuk sampai ke atas kita perlu menaiki 1237 anak tangga. Tempat ini diberi nama Tiger Cave Temple atau Wat Tam Suea karena wat atau kuil utamanya memiliki dua patung harimau raksasa sebagai penjaga wat atau kuilnya. Untuk sampai ke puncak kuil dibutuhkan waktu 45 hingga 60 menit. Namun, sesampainya di atas perjuangan pengunjung akan terbayar dengan indahnya pemandangan bukit-bukit di Krabi dan patung Buddha raksasa. 16

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD

Foto oleh Ivan Noverlianto


parawisata

Wat Kaew Korawaram berada di Kota Krabi. Wat Kaew Korawaram ini juga disebut dengan nama White Temple karena bangunannya yang sebagian besar berwarna putih. Pengunjung harus menaikki beberapa anak tangga untuk mencapai bangunan utamanya. Di kuil ini juga terdapat beberapa spot yang sangat cocok bagi kalian yang suka berfoto cantik untuk di upload ke media sosial.

Tempat wisata lainnya yang tidak kalah menarik adalah Grand Palace. Tempat ini terletak di kota Bangkok, Thailand yang tidak jauh dari Wat Pho dan di tepi Sungai Chao Phraya. Area dengan luas mencapai 218.400 meter persegi ini didirikan pada tahun 1782 oleh Raja Rama I yang digunakan sebagai tempat kediaman untuk raja, dan juga sebagai pusat pemerintahan. Pada tahun 1925, kediaman raja telah bergeser ke Istana Chitralada, tetapi Grand Palace masih digunakan untuk acara-acara resmi pemerintahan seperti menggelar upacara kerajaan serta menerima tamu penting.

Sejauh mata memandang, Phi Phi Islands merupakan pulau yang sangat indah. Setiap orang yang mengunjungi tempat ini pasti akan tertarik untuk melihat keindahan seluruh pulau dari atas bukit di pulau ini. Perjalanan menuju ke pulau ini ditempuh dengan menggunakan kapal ferry dari Pelabuhan Krabi sekitar 90 menit. Sesampainya di sini, mata pengunjung akan dimanjakan dengan jernihnya air laut, putihnya pasir pantai, serta warna pemandangan bernuansa biru dan hijau yang begitu indah. (CIN/CYN)

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

17


paraFIKSI

Jelajah oleh Fannia Veronica (FPsi 2017)

K

epakan serat kayu memecah hening pagi. Gelitik angin menenangkan jemari, meliuk-liuk mengikuti alur kulit. Seorang gadis berlutut sembari menghitung —satu, dua, tiga. Ia berdiri lalu melangkah, dengan debu menutupi jejaknya. Tangannya mengepit ribuan aksara bisu yang berhiaskan gambar-gambar beku. Gadis itu lantas menari-nari sembari menghitung —satu, dua, tiga. Sekejap, dunia membentang di hadapannya.

18

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD


Ada segitiga lain! Yang ini lebih kurus. Lebih ramping. Berbadan besi dan berlubang-lubang. Romantisme hadir di sana dengan nuansa bunga-bunga yang memabukkan. Bahasa-bahasa asing berkeluyuran memanjakan lidah dan telinga. C’est la vie!

Orang-orang di sekitar segitiga megah itu melambaikan tangan. Berbalutkan pakaian putih, berselendangkan permadani, seperti festival malam yang tak pernah mati. Pohon-pohon hijau berduri, pohon-pohon kurus berdaun sepi; keduanya menyejukkan padang yang senantiasa kering. Gadis itu balas melambaikan tangan sebelum lautan pasir menenggelamkan pandangannya. Ia lantas melangkah lagi.

parafiksi

Lihat! Lihatlah ke sini! Ada piramida yang membelah langit! Warnanya bukan oranye seperti yang ada di pinggir jalan melainkan bertabur bubuk kekuningan yang melilipkan mata. Tak jauh darinya, berkeliaran hewanhewan yang memiliki gunung di punggungnya. Lucunya. Anehnya. Gadis itu tersenyum sambil menghapus peluh di pelipis. Panasnya.

Gadis itu memamerkan giginya dan melompat-lompat girang. Ini kota impian para gadis, ya, kan? Di mana wanitanya berpakaian modis menyilaukan mata dan prianya bergaya trendi menggidikkan kulit. Gadis itu menyibak kain di badannya. Lusuh. Abu. Tidak sebanding dengan busana model-model ternama itu. Namun, gadis itu mengabaikannya dan asyik berpose seperti di studio foto. Berkacak pinggang, memandang langit, menaikkan dagu—lihat, sudah pantas menjadi cover majalah terkenal, ya kan? Gadis itu terkekeh riang. Peluh lain meluncur dari tengkuknya.

Apa lagi? Gadis itu jatuh berlutut dan terlempar ke tempat lain. Ah, ya, ada istana megah seputih awan. Dua pilar putih menjulang mengapit kanan-kiri bangunan berkubah. Berkilap jernih seperti mata air di gunung. Sebuah kolam membentang di halaman istana, berkemilau indah dan menyegarkan. Malam menambah pesona rumah raja-ratu itu. Bulan tergantung di layar, seolah ingin menggantikan kubah di atas sana. Putihnya menyaingi tembok-tembok pilar, cahayanya menenangkan malam-malam senyap.

Gadis itu menangkupkan pipinya, terlena oleh rumah yang tak pernah dimilikinya. Tapi ia tidak memberengut, terlebih mengeluh. Bibirnya ia tarik menukik seperti sabit lalu bangkit berdiri. Ia kotakkan pemandangan di hadapannya, mengabadikannya dalam memori. Istana indah yang menjadi saksi manisnya cinta manusia. Kesetiaan haru yang masih belum ia pahami tetapi tetap ia kagumi. Gadis itu menggumamkan lagu seraya mengambil langkah lain. AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

19


paraFIKSI

Apa lagi, apa lagi? Ah, lihat! Betapa megahnya! Undakan-undakan batu yang memutar menumpuk di sebuah gunung. Kabut-kabut pagi menyelimuti batu-batu yang beku. Stupa-stupa abu berisikan orang-orang yang berdoa. Pelita fajar berpijar hangat di balik tumpukan batu. Senyum gadis itu bertambah lebar. Ia melempar sorak girang. Lentera-lentera dilepas meramaikan malam sunyi. Hangat membuai mengirim beribu pesan damai yang abadi. Mata gadis itu berkilat-kilat. Terpikat oleh cahaya magis yang melenakan. Kedua tangannya terangkat menggapai-gapai angkasa. Gadis itu tertawa lalu menutup bentangan dunia. Kini, gadis itu mendongak dan melihat sekitar. Gunungan buku-buku tua yang menguning, barang-barang rongsok cokelat berkarat, lautan sampah beraroma pekat memualkan—pemandangannya sehari-hari, rumahnya sampai renta. Ia menatap kedua tangan kurusnya, yang kotor bermandikan debu, yang kumal berlapiskan lumpur, lantas meraih buku di hadapannya lalu dijadikan satu berjejalan dengan jendela dunia lain yang pernah dikunjunginya. Sekali hentakan, gadis itu mengangkat berkilo buku. Ia mengambil langkah kecil namun cepat. Pengepul sudah menunggu di ujung sana dan dia tidak suka dibuat menunggu terlalu lama. Begitupula perut gadis itu. Dan perut adiknya. Dan perut adikadik lainnya. Tak lama, koin-koin memenuhi tangan mungilnya. Gadis itu menunjukkan senyum terlebarnya. Ia menyebarkan koin ke tanah lantas menghitung— satu, dua, tiga. (CIN/CYN)

20

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD


K

Semua berawal dari welcoming KMBUI 2017 jalur undangan dan jalur tulis pada tanggal 16 Mei 2017 dan 25-26 Juli 2017. Kemudian dilanjutkan dengan rangkaian acara yang cukup panjang dan diakhiri dengan acara Family Gathering PPMB KMBUI 2017 sebagai puncak acaranya. Selama perjalanan ini pula, mahasiswa baru mulai mengenal satu demi satu keluarga barunya. Mereka juga berkenalan dengan temanteman seangkatan mereka melalui acara seperti Gathering dan makan bersama. Seperti inilah momen yang ingin kami ciptakan untuk mereka, sebuah momen yang ditorehkan pada sebuah foto, yang dapat mereka simpan. Momen-momen yang telah kami lewati bersama selama ini, selalu menyenangkan untuk dikenang. “The bond that links your true family is not one of blood, but of respect and joy in each other’s life” – Richard Bach Inilah quote yang tertulis

Selamat datang keluarga baru kami, KMBUI 2017, kalian bagaikan hadiah yang indah bagi kami

di spanduk foto mereka ketika di Stand KMBUI saat daftar ulang. Dan inilah yang kami inginkan, menciptakan respect dan rasa bahagia satu sama lain sebagai keluarga. Dan oleh karena itu, PPMB KMBUI 2017 mengangkat tema “Together as One Family” karena kita bersama adalah sebagai satu keluarga yang utuh. Bersama dengan keluarga ini, mari kita bertumbuh dalam hal Buddhisme, akademis, kedewasaan, dsb. Mari kita sama-sama belajar dalam banyak hal. Semua berasal dari fakultas yang berbeda, tapi kita disatukan oleh KMBUI. Semua memiliki pengetahuan yang berbeda, tetapi kita bisa berbagi pengetahuan yang ada dengan keluarga kita. PPMB KMBUI 2017 dan selUruh rangkaian acaranya berlangsung dengan sangat baik dan tentu saja itu semua berkat antusiasme dari KMBUI 2017 dalam menghadiri setiap rangkaian acara yang ada. Terima kasih atas segala antusiasme yang diberikan kepada kami. (CIN/CYN)

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

21

paraplus

“Banyak yang pergi dan banyak pula yang datang.” alimat itulah yang paling mampu mewakili kehidupan di universitas dan tentunya di KMBUI. Setelah beberapa dari kami pergi untuk menempuh jenjang yang lebih lanjut, beberapa dari kami juga datang, yang kami sebut sebagai keluarga kami yang baru. Pada tahun ini, mereka berjumlah 132 orang. Mereka adalah keluarga baru kami yang telah kami tunggu kehadirannya. Siapakah keluarga baru itu? Ya, mereka adalah KMBUI 2017. Dan PPMB KMBUI 2017 merupakan sebuah kepanitiaan yang ditugaskan oleh KMBUI dalam rangka membantu keluarga baru kami dalam menghadapi dan beradaptasi di kehidupan baru, yaitu perkuliahan. Selain itu, kami juga bertugas untuk mengenalkan mereka kepada keluarga mereka di universitas, yaitu seluruh anggota KMBUI beserta organisasi KMBUI sendiri.


paraplus

R

un for KMBUI (RFK) merupakan salah satu program kerja Departemen Organization Community yang dibawahi oleh Komisi Internal. RFK dilaksanakan sekali pada setiap semester dengan tema yang berbeda-beda, namun basisnya tetap sama yakni amazing race. Meningkatkan rasa kekeluargaan dan lebih mengenal sesama anggota KMBUI merupakan salah satu tujuan dari diadakannya RFK ini. Melalui kegiatan yang fun, anggota diharapkan dapat menjadi lebih nyaman dan engage dengan KMBUI. Di samping itu, RFK juga dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan untuk melepas sejenak kejenuhan kuliah dan berbagai kesibukan lainnya.

Run for KMBUI is just the mix of chaos and fun, since members will find their comfort in the chaos. Pada tanggal 23 September 2017, RFK telah kembali diselenggarakan dengan tema “Plastic Water Ball� dengan penanggung jawab Nicolas Sukendi (FEB 2016) dan Melvin Jr (FKM

2016). RFK kali ini dihadiri oleh sekitar 50 orang yang terdiri atas alumni, anggota aktif KMBUI angkatan 2014 hingga mahasiswa baru 2017. Pada hari yang telah ditentukan, seluruh peserta yang hadir dibagi ke dalam beberapa kelompok, dengan 1 kelompok berjumlah 5-6 orang. Kemudian, setiap kelompok diwajibkan untuk menyelesaikan mission di setiap pos yang tersebar di berbagai fakultas di Universitas Indonesia. Setiap kali kelompok tersebut dapat menyelesaikan mission dengan lebih baik dari kelompok rival, maka mereka akan mendapatkan advantage untuk final game yang akan diikuti oleh seluruh peserta secara serentak di Rotunda UI. Sebenarnya, tidak ada rahasia khusus untuk menjadi pemenang RFK ini. Komunikasi, brainstorming, semangat, dan kerja sama tim merupakan kunci utama untuk dapat menyelesaikan setiap mission dan menjadi pemenang. Terima kasih atas partisipasi dan bantuan yang diberikan, sehingga acara RFK ini dapat terselenggara dengan baik tanpa adanya hambatan yang berarti.

Oleh Elvina (FE 2015)

22

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD


Cara mengendalikan emosi dan berusaha tenang dalam situasi apapun : 1. Hindari berita/info yang kemungkinan besar akan menambah kekotoran batin kita. 2. Seumpama tetap harus dilihat juga, be mindful. Mereka yang tidak bisa mengendalikan emosi artinya tidak mindful. Pada saat akar kejahatan muncul, orang yang mindful akan menyadarinya kemudian memutuskan akar kejahatan tersebut. Intinya adalah mindful. Mindful setiap saat baik pada saat duduk, jalan, berdiri, berbaring, ataupun melakukan aktivitas lainnya.

1.

kita memberikan suatu jawaban yang kebenarannya Ketika masih kita ragukan, apakah itu termasuk berbohong?

2.

Setelah memberikan jawaban, tambahkan sebuah kalimat di belakang, “Maaf ya, aku juga masih ragu-ragu dengan jawaban ini.� Berbohong atau tidak tergantung dari cetana (niat) sewaktu memberikan penjelasan. Kalau cetana-nya berbohong, ya jadi berbohong namanya.

Selamat kepada dua penanya pilihan redaksi! Dua penanya terpilih berhak mendapatkan hadiah istimewa dari PARAMITA. Seluruh pertanyaan yang masuk di edisi ini beserta jawabannya bisa Anda cek di http://bit.ly/paratanya47 Terima kasih kepada para penanya, semoga jawaban yang diberikan dapat membawa kita menuju batin pencerahan. Sadhu... Sadhu... Sadhu... Maitricittena, Redaksi PARAMITA

Punya banyak pertanyaan seputar Buddha Dhamma? Kirimkan pertanyaan tersebut ke paramitamagazine@gmail.com! *Identitas Anda akan sepenuhnya dirahasiakan oleh redaksi

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

23

paratanya

M

engingat begitu banyaknya berita kejahatan dan konflik saat ini, bagaimana cara untuk mengendalikan emosi dan berusaha tetap tenang dalam situasi apapun? Adakah cara untuk melatih diri selain dengan meditasi?


paraplus

What Do They Say Reinaldo Leander S.Farm

Asisten Laboratorium Departemen Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Jika saya punya kesempatan untuk pergi ke mana saja, saya akan pergi ke kota Venesia, Italia. Hal ini karena kota itu terhubung dengan kanal-kanal yang mengharuskan kita menggunakan gondola sebagai transportasi. Saya akan kesana bersama pasangan saya karena mendayung gondola bersama adalah hal yang romantis.

Crevia Soh

Pastry Chef di Sydney Jika saya punya kesempatan untuk pergi ke mana saja, saya akan pergi ke Jepang. Karena Jepang terkenal dengan makanannya. Saya ingin bisa research and explore dessert, review dan improve skill saya di sana. Selain itu, saya juga suka budaya dan tradisi Jepang. Budaya dan tradisi festival mereka sangat kuat dan menarik. Saya memilih ke sama bersama keluarga saya karena travelling bersama keluarga punya banyak kesamaan mulai dari shopping, selera makanan, kita juga tidak perlu takut berbeda pendapat dan pastinya karena biaya di-cover mereka.

Catherine

Best Speaker of AICHR Youth Debate on Human Rights 2017 Saya ingin ke Yunani karena saya tertarik dengan budaya Yunani seperti mitos-mitos tentang dewa-dewi Yunani dan itu merupakan hal yang cukup menarik bagi saya. Saya ingin pergi ke Yunani bersama keluarga saya karena saya ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan keluarga saya karena menurut saya keluarga adalah orang-orang terpenting bagi hidup saya. 24

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD


paraplus

“Jikalau kamu memiliki kesempatan untuk pergi ke mana saja di dunia, maka ke mana, mengapa, dengan siapa, serta mengapa kamu memilih pergi dengan orang tersebut?” Vania Christiawantho

The Most Outstanding Delegate at Singapore MUN Pribadi sih mau pergi ke Maldives atau tempat-tempat yang bisa chilling, tapi untuk sekarang mungkin cuman berencana pergi ke Amerika Serikat atau Inggris. Kenapa? Karena gua mau kesana buat belajar lagi dan memenuhi impian orang tua gua yaitu lulus di negara tersebut. Jadi, untuk sekarang rencana utama gua adalah untuk ke negara tersebut bareng orang tua, karena gua mau buat orang tua bangga.

Ari Wibisana, Matematika 2014

Peraih Third Prize International Mathematics Competition (IMC) 2016 Kalau dikasih kesempatan, mau banget pergi ke Stadion Arsenal “Emirates Stadium” sama seseorang yang spesial. Menjadi cita-cita tersendiri aja sih untuk minimal sekali nonton langsung di situ. Selain itu, ada janji juga untuk nonton sama seseorang itu kalau memang ada kesempatannya.

Isyah Rodhiyah

Wakil Kepala Departemen Pengabdian Sosial BEM Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Saya ingin pergi ke Mekkah sebagai bentuk ibadah saya. Saya ingin pergi bersama suami saya kelak. Hal ini karena kalau ke sana, kita harus pergi dengan mahrom kita—jadi sekalian kita pergi bersama. Sumber gambar: https://www.muralswallpaper.co.uk/shop-murals/safari-kids-map-mural-wallpaper/

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

25


paraVIEW

Irvyn Wongso

Dhamma through Music

Oleh Cynthia Kurniawan (FMIPA 2016)

P

ada beberapa minggu yang lalu, Tim PARAMITA berkesempatan untuk bertemu dan mewawancarai Ko Irvyn Wongso, salah satu praktisi Dhamma yang gemar menyalurkan Dhamma melalui karya-karya musiknya. Salah satu album yang sudah dirilis oleh Ko Irvyn untuk menyebarkan keindahan Dhamma yaitu Dhamma is My Way! Melalui wawancara ini, ada banyak sekali hal menarik dan insightful yang redaksi dapatkan dari pria yang telah melanglang buana ke negeri orang untuk belajar dan praktik Dhamma. Penasaran seperti apa wawancara kami dengan Ko Irvyn? Yuk, langsung saja intip artikel di bawah ini!

1

Sejak kapan Koko tertarik dan memulai untuk berkarya di bidang musik Buddhis?

Saya mulai mendukung musik Buddhis sejak tahun 2010. Awalnya saya hanya mendukung organisasi KMB melalui acara Waisak mereka, serta membantu di berbagai organisasi Buddhis. Namun, karena ada yang mengatakan bahwa variasi musik Buddhis kurang, saya mulai menciptakan lagu yang sebenarnya dibuat untuk komunitas internal Buddhis. Lagu Buddhis pertama yang saya ciptakan, saya buat 26

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD

pada 3 tahun yang lalu dan baru mengeluarkan album pertama satu tahun setelahnya. Untuk menyanyi sendiri, saya baru mulai menyanyikan lagu Buddhis tersebut 2 tahun yang lalu. Lagu pertama berjudul “Beautiful Heart Peaceful Mind� yang digunakan untuk tema untuk suatu acara. Saya hanya membuat aransemen lagunya, namun tidak menyanyikannya.

Kemudian, saya membuat kembali sebuah lagu untuk Yayasan Pintu Belajar yang bertugas menggalang dana untuk anak Buddhis di desa-desa. Awalnya, theme song ini tidak memiliki lirik, dua tahun kemudian liriknya baru tercipta dan kemudian diberi judul Akhir dari Semua Dukkha. Lagu-lagu kecil tersebut dikumpulkan dan menjadi sebuah album berjudul Dhamma is My Way.


Mengapa Koko tertarik dan memilih untuk menjadi pemusik dan membuat lagu-lagu Buddhis?

Sebenarnya saya paling anti dengan lagu, sampai sekarang pun saya tidak suka menyanyi, musik, dan tidak bisa baca not balok. Sebenarnya saya tidak di musik, saya hanya menjadikan musik sebagai wadah perenungan hidup saya dalam bentuk mempraktikkan Dhamma. Bagi saya, musik hanya untuk menyampaikan pesan “I need music to deliver the Dhamma messages”. Sekarang banyak anakanak yang mendengarkan musik yang tidak mengandung pesan

3

Menurut Koko, mengapa perlu adanya lagu-lagu Buddhis? Seberapa penting lagu Buddhis untuk umat Buddha?

Penting untuk apa dulu? Kalau untuk memeriahkan acara ya penting, kalau untuk acara Buddhis juga sangat penting, tergantung bagaimana kondisinya. Musik kalau didengarkan secara terus-terusan akan menimbulkan kejenuhan sehingga perlu dibatasi. Jadi penting atau tidaknya tergantung. Kita tidak bisa menggeneralisasikan semua vihara butuh musik, yang terpenting adalah semuanya harus praktik secara tradisional.

Dhamma, tidak sesuai konten dan tidak mendukung kondisi emosional mereka. Oleh karena itu, saya menciptakan lagu yang sebenarnya hanya mengulang isi paritta, salah satunya lagu yang isinya murni dari Buddhanussati. Tujuan musik ialah untuk menyadari bahwa Dhamma itu indah dan kemudian kita praktikkan. Dhamma itu adalah kebenaran sejati yang tidak lekang waktu, no changes. Saya membuat musik

4

paraview

2

bukan untuk mendapatkan fans dan menciptakan sebuah band, tetapi supaya pemahaman Dhamma mulai turun dari logika ke hati dan mulai praktik secara tradisional (dana, sila, samadhi, panna). Itulah sebabnya saya menggunakan musik dengan hati-hati. Dhamma itu universal, seperti dalam lagu “I am Home”, yang saya ciptakan saat bertapa di Thailand. Semua lagu yang saya ciptakan merupakan hasil Dhamma sekitar tujuh pertemuan, jadi bukan sekedar lagu biasa.

Apakah ada pengalaman atau kesan menarik dari umat Buddhis yang Koko temui di luar negeri?

Banyak sekali, misalnya waktu saya ke Eropa, perginya bukan ke tempat hiburan tapi ke vihara. Ketika saya tiba di sana, orang yang menyambut saya bersalib. Pertama kali ke vihara mereka bertanya, “Are you Buddhist?”. Saya kaget karena ternyata mereka beragama Katolik dan baru selesai meditasi selama 3 bulan di sana. Mungkin mereka bukan Buddhis, tapi mereka sangat mempelajari Dhamma dan mempraktikkan kalyanamitta dengan sangat baik. Buddhisme d luar negeri sangat membumi dan intimate untuk diskusi Dhamma. So, semuanya menarik ya. Namun, yang penting adalah membuat kita menjadi praktisi Dhamma yang lebih baik atau tidak. Misalnya, tempat saya berlatih meditasi di Thailand, bhante kepala bisa makan 2 minggu sekali. Bahkan umat awam di sana makan satu minggu sekali. Di sana, umat awam bisa meditasi selama 15 jam dan ini sangat menarik. Oleh karena itu, tidak cukup bagi kita jika hanya tahu Dhamma dan pada akhirnya tidak dijalankan dengan baik. Namun, kita perlu untuk membangun keyakinan terhadap praktik Dhamma itu sendiri agar kita dapat menjalankannya dengan baik. AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

27


paraVIEW

5

Saya sering melihat poster-poster mengenai pelatihan meditasi di instagram Koko. Menurut Koko seberapa pentingkah meditasi itu dilakukan?

Banyak orang yang tidak melakukan meditasi. Jika hidup ini hanya bergantung pada dunia luar, Anda tidak akan pernah merasa bahagia (karena semua berubah) sampai melihat lebih dalam. Meditation means you start looking inside because happy and suffering come from the inside. Meditasi berguna untuk melihat kebenaran sejati mengenai mengapa kita terus menderita. Selama kita tidak melakukannya, maka kita akan terus menderita bahkan kematian pun tidak bisa mengakhiri. Jadi, meditasi adalah salah satu keunggulan agama Buddha karena meditasi

6

mengajarkan kebahagiaan tersebut dan juga dukkha karena ketidakkekalan. Oleh karena itu, ketika kita melihat ke dalam, kita akan melihat kebenaran. Dhamma is not about happiness, then how to end dukkha? The answer is meditation. How can you say know Dhamma but you don't meditate, it’s impossible. Mendengarkan Dhamma harus pada waktu yang sesuai. Oleh karena itu, saat zaman Sang Buddha, semua Dhamma dilakukan saat meditasi. Lain hal dengan sekarang di mana banyak orang yang mendengar Dhamma tetapi malah suka berdebat dan egois karena

bingung akan banyaknya informasi dari berbagai pihak. So, Dhamma is very dangerous jika salah dimengerti, jika salah dipraktikkan, bahkan jika dipraktikkan dengan benar juga bisa berbahaya. Nah, jadi semua itu butuh meditasi seperti setiap pagi, staf di kantor saya selalu melakukan meditasi sebelum memulai pekerjaan. Meditasi sangat universal. Jadi, kenapa saya menggerakan meditasi? Karena yang saya mau kembangkan bukan Buddhisme tetapi praktikknya sebab Dhamma and meditation should be one.

Banyak sekali muda mudi Buddhis yang sulit untuk bermeditasi. Adakah tips dari Koko bagi mereka yang masih sulit bermeditasi?

Mayoritas orang menganggap bahwa meditasi itu sulit, tetapi sebenarnya menurut saya itu terjadi karena wrong understanding. Alasan kedua orang sulit melakukan meditasi karena tidak ada guidance. Untuk memperkenalkan meditasi, kita butuh tahapannya dan hal ini sangat kurang diterapkan. Meditasi sering kali membuat orang semakin tambah sulit dan tidak tertarik, sehingga dibutuhkan guidance. Alasan ketiga adalah tempat yang tidak nyaman untuk meditasi (banyak orang gosip, dll.). Selain itu, banyak tokoh Buddhis tidak menjadikan XLVII yang AROUND THE WORLD 28 PARAMITA meditasi sebagai bagian dari

hidup sehingga membuat pengikutnya melakukan hal serupa. So, tips and trick: Pertama, kita harus bisa menemukan kondisi yang nyaman untuk praktik Dhamma, sila dan samadhi (Kalyanamitta). Kemudian diberikan arahan kenapa meditasi penting dan dibuat dengan konsisten (perlu seorang leader) untuk bisa mengantisipasi suatu keadaan seperti kalau kesemutan harus bagaimana, dll. Berikut adalah tips yang diberikan Buddha untuk melakukan meditasi. Ada 4 hal yang bisa mendukung meditasi, yaitu :

Cuaca : panas atau tidak Makanan atau nutrisi : setiap orang harus terpenuhi kebutuhan fisiknya, tetapi tidak berlebihan Manusia yang lebih mendukung Kondisi tempat sebaiknya mendukung (hening) Selain itu, kita harus sadar kalau setiap orang punya dukkha. Dengan begitu, orang akan berusaha untuk mencari jawaban dari dukkha. Saran saya untuk pemula harus ikut retret meditasi yang lamanya minimal satu minggu. Kalau yang satu hari belum bagus karena belum menyatu dengan hidup kita, tetapi kalau 1 minggu lebih mudah untuk


7

Bagaimana tanggapan Koko tentang orang yang belum mengenal Dhamma?

Sebenarnya seberapa yang kamu tahu itu lebih baik dipraktikkan dari pada mengetahui banyak Dhamma tetapi tidak dipraktikkan. Apakah orang dengan pengetahuan Dhamma yang tinggi selalu lebih baik? Tidak. Hal yang terpenting adalah sesedikit apapun, kita konsisten mempraktikkan dan berusaha meningkatkannya. Untuk meningkatkannya bisa dari berbagai cara dan harus mencari cara seperti apa untuk belajar Dhamma dengan baik.

meditation is not meditation tradisi dan di-visudhi tiga but understanding! Guru tradisi Buddhis. meditasi saya ada 18 orang yang terdiri dari berbagai

8

paraview

membuatnya menyatu dengan hidup kita. Namun, jika tidak ada waktu, tiga hari juga sudah sangat bermanfaat. Ingat,

Adakah ajaran Buddha yang meninggalkan kesan mendalam bagi Koko?

Hal yang berkesan dari Dhamma bukanlah kata-katanya, tetapi the way you learn, your life change. Walaupun kamu selalu merasa kesepian, kekurangan, dan lain-lain, even in the silent you see light, semua kata-kata yang ada hanya untuk membuka hati dan pikiran kamu. Oleh karena itu, saya tidak bisa memilih suatu syair yang begitu berarti karena semuanya saling berhubungan dan berproses. Alasan belajar Dhamma adalah untuk mengerti kenapa aku menderita. Alasan kita mempraktikkan Dhamma adalah untuk menghentikan dukkha.

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

29


paraVIEW

9

Adakah mimpi Koko yang belum tercapai? Bukan mimpi, tetapi mungkin cita-cita secara duniawi, yaitu saya ingin anak saya sukses dan bahagia, memiliki kestabilan hidup di jalan yang benar, dan merealisasikan tingkattingkat kesucian di kehidupan sekarang, serta saya ingin kehidupan keluarga saya

not only successful but meaningful. Kalau untuk diri saya sendiri, saya ingin terlahir sebagai manusia dan mati sebagai sotapanna, nothing more.

Apa pesan dan harapan Koko untuk muda mudi Buddhis? Jangan pernah mengorbankan Dhamma demi kesuksesan apapun atas dasar cinta, seperti demi menemukan pasangan tetapi pasangannya tidak mendukung kita untuk Dhamma. Ada banyak cara untuk sukses, tetapi untuk sukses tidak perlu membawa agama, melainkan harus sukses

30

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD

10

dalam Dhamma. Saran saya, kalian harus belajar Dhamma dengan jalan yang benar dari orang yang benar pula, tidak hanya dari media sosial saja sehingga you will live no only successful but peaceful life. (LIX/RIE)


parafiksi

Sesaat Tak berarti apapun Tak memiliki makna Tapi satu yang dimiliki Momen Singkat namun berkesan Akan selalu teringat Namun tak bertahan lama

Sesaat bertemu momen Negara Goa Pindaya Negara Taman Buddha Dan terus bertemu Memiliki momen bersamaku Di setiap langkahku mengarungi benua Dua-empat musim sudah dilalui Namun momen tak pernah membeku

Oleh Vanya Cendana (FT 2015)

Setiap momen membangunkanku Bahwa sesaat adalah sempurna Dan jika kamu menyukai sesaat Maka momen sempurna

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

31


paraDHAMMA

a (FH 2015) Oleh Elvan Adiyan Wijay

32

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD


paradhamma AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

33


paraDHAMMA 34

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD


paraTAMA

PEMUDA BUDDHIS: TONGGAK PEMERSATU BANGSA

n

Oleh Renaldy Adi Saputra (KMB Universitas Kristen Maranatha - Sastra Cina 2014)

T

erlahir di negara Indonesia yang kaya akan keberagaman tentunya menjadi sebuah keberuntungan bagi kita. Kita bisa saling memahami, mengenal, dan melihat langsung agama, kebudayaan, dan suku yang berbeda. Kita bisa mempraktikkan langsung dan mengerti apa itu toleransi, menghormati, dan menghargai setiap orang. Tetapi di sisi lain, ada masalah yang ditimbulkan apabila terjadi gesekan antar suku, budaya, atau agama yang berbeda ini. Akhir-akhir ini di Indonesia banyak sekali masalah yang timbul atas nama agama, memecah belah Indonesia yang bhinneka. Sebagian orang tidak mengerti pentingnya toleransi dan menghormati orang lain. Sebagai pemuda-pemudi Buddhis yang tumbuh di Indonesia, apakah kita sudah benarbenar memahami peran kita dalam membangun Indonesia yang harmoni? Kita pemuda Buddhis di Indonesia, hidup di tengah pluralisme. Agama Buddha merupakan salah satu agama yang diakui di Indonesia.

Bagaimana kita harus bersikap di tengah masyarakat yang plural ini? Sebagai siswa Sang Bhagava, kita harus tahu bagaimana Guru Agung kita bersikap dalam keberagaman karena tentunya Beliau adalah panutan kita bersama. Pada zaman Buddha, telah banyak muncul ajaran-ajaran lain di luar ajaran Buddha, tetapi Buddha tidak pernah memusuhi mereka. Dalam kisah hidup Buddha, pernah suatu kali ada pengikut ajaran lain, yaitu Upali yang setelah bertemu dan berdebat dengan Buddha akhirnya terkesan dengan Dharma dan ingin menjadi pengikut Buddha. Namun, Buddha tidak menyuruhnya untuk meninggalkan gurunya yang lama, tetapi Buddha memintanya untuk tetap mempraktikkan toleransi dan welas asih, serta terus memberikan tunjangan kepada guru agama terdahulunya. Dapat kita lihat bahwa Buddha merupakan seorang yang penuh dengan toleransi. Jika tidak, mungkin Buddha akan menyuruhnya untuk meninggalkan dan bahkan memusuhi guru terdahulunya.

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

35


paraTAMA

Kita sebagai pemuda Buddhis dianjurkan mengikuti Guru kita. Kita harus mengerti di tengah keberagaman, kita wajib menghormati agama lain. Tidak seharusnya kita memaksa orang lain menjadi pengikut Buddha. Dalam Sutra Avatamsaka tertulis bahwa semua Pintu Dharma setara, tidak ada tinggi dan rendah. Dalam setiap agama mengandung kebaikan, cinta, dan belas kasih yang berarti mengandung unsur Dharma di dalamnya. Maka sudah seharusnya kita menghormati agama lain. Setiap kita membaca paritta kita selalu menyebutkan semoga semua makhluk hidup berbahagia. Apakah makhluk lain di luar penganut agama Buddha termasuk dalam doa kita? Tentu saja iya, jika mereka berbahagia dengan agama yang dianutnya, bisa menjadi orang baik dengan agama yang dianutnya, kenapa kita harus membuatnya menjadi pengikut Buddha? Pemuda Buddhis harus menjunjung tinggi sikap kasih dan toleransi. Berhubung agama Buddha adalah minoritas di Indonesia, apa yang harus kita lakukan jika seseorang menghina dan mencaci agama Buddha? Apakah sebagai pemuda Buddhis kita harus marah dan membenci mereka atau mencari cara untuk balas dendam? Mari kita lihat kembali apa yang diajarkan oleh Guru Agung kita. Beliau pernah berkata: “Para bhikkhu, jika seseorang menghina-Ku, Dhamma atau Sangha, kalian tidak boleh marah, tersinggung,

36

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD

atau terganggu akan hal itu. Jika kalian marah atau tidak senang akan penghinaan itu, maka itu akan menjadi rintangan bagi kalian.� Di sini jelas sekali Buddha memberi tahu kita, kita tidak seharusnya marah dan membenci orang yang menghina ajaran Buddha. Di dalam Dhammapada, lebih jelas lagi disebutkan bahwa kebencian harus dibalas dengan cinta kasih baru akan menjadi reda. Inilah indahnya Dharma, Guru Agung kita benar-benar memiliki kebijaksanaan yang luar biasa. Kita seharusnya menghadapi orang-orang yang membenci Dharma dengan penuh belas kasih. Satu lagi contoh, Ajahn Brahm pernah berkata: “Seseorang mungkin bisa meledakkan banyak patung Buddha, membakar vihara atau membunuh bhiksu dan bhiksuni, mereka mungkin menghancurkan semuanya, tetapi saya tidak akan pernah membiarkan mereka menghancurkan ajaran Buddha.� Dengan kita marah dan dendam, kehilangan pemaafan dan kedamaian, maka kita baru benar-benar kehilangan Dharma. Dengan memiliki rasa toleransi yang besar, cinta kasih, dan sikap mau memahami perbedaan pada setiap pribadi pemuda Buddhis, maka siapapun mampu memberi sumbangsih bagi Indonesia agar mencapai


paraTAMA

harmoni. Semuanya harus dimulai dari diri sendiri, barulah kita bisa mencapai tujuan. Dalam kitab klasik Tiongkok kuno dikatakan bahwa seseorang harus memulai dari membina diri sendiri, keluarga, negara, baru kemudian bisa menciptakan dunia yang harmonis. Sebagai pemuda Buddhis, kita juga harus mampu berbaur dan bisa melihat perbedaan sebagai suatu keindahan. Pemuda Buddhis tidak boleh memiliki pemikiran yang sempit, tetapi harus membuka diri untuk terjun ke masyarakat. Lihatlah perbedaan dengan lebih dalam dan kita perlahan akan menyadari sebenarnya di tengah perbedaan, kita bisa hidup saling berdampingan dengan harmonis tanpa ada gesekan. Dalam sejarah agama Buddha, ada seorang sosok yang memiliki rasa toleransi tinggi, yaitu Raja Asoka. Pilar Asoka yang sampai saat ini dengan megah berdiri di India bertuliskan: “Seseorang seharusnya tidak hanya menghormati agamanya sendiri dan mencela agama lain, tapi juga harus menghormati agama lain karena satu dan lain hal.” Dengan bertindak demikian, seseorang membantu agamanya sendiri untuk tumbuh sekaligus memberikan pelayanan bagi agama lain.

Dengan bertindak sebaliknya, seseorang menggali kubur bagi agamanya sendiri sekaligus merugikan agama lain. Barang siapa yang menghormati agamanya sendiri dan mengutuk agama lain, melakukannya demi pemujaan terhadap agamanya sendiri, berpikir, ‘Saya akan memuliakan agama saya sendiri,’ justru melukai agamanya sendiri. Kerukunan itu baik; biarlah semua mendengar dan berniat untuk mendengarkan ajaran yang dianut oleh orang lain. Lihatlah Buddhisme merupakan agama yang penuh dengan toleransi—hal ini tidak diragukan lagi. Menjadi pemuda Buddhis di negara Indonesia merupakan kewajiban kita untuk selalu menjaga persatuan dan keharmonisan Indonesia. Toleransi merupakan harga mati yang harus kita laksanakan di tengah pluralisme demi mencapai Indonesia yang harmoni. Jika setiap pemuda Buddhis bisa meneladani Guru Buddha memiliki sikap toleran dan penuh kasih, maka pemuda Buddhis Indonesia dapat menjadi tonggak pemersatu bangsa, menciptakan harmoni di tanah Nusantara. Semoga Indonesia selalu jaya, tentram, dan harmoni. Svaha. (LEN)

g Pengumuman pemenang dan artikel lainnya bisa diakses di

tautan yang tertera di daftar isi.

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

37


paraDHAMMA

Daging dan Sayur di Persimpangan Pencerahan Oleh Naz (FIB 2008)

C

oba pikirkan, apa yang ingin Anda makan malam ini? Mungkin... Babi kecap? Kepiting soka dengan siraman saus telor asin? Ayam bakar madu? Cha siew? Rendang? Udang bakar? Lobster panggang? Ikan asam manis? Wah... Membayangkannya saja sudah membuat kita merasa lapar. Sekarang, bagaimana jika saya mengganti menunya? Sop bayam? Tumis labu? Brokoli rebus? Cah kangkung polos? Mungkin makanan-makanan tersebut bisa membuat Anda lapar, tapi apakah semenggiurkan menu-menu yang saya sebut di awal? Tidak tentunya. Daging hampir selalu melebihi sayur dalam hal kenikmatan rasa. Pembeda yang saya lakukan ini tentunya adalah karena saya ingin membahas vegetarianisme atau veganisme dalam Buddhisme secara khusus dan juga tentunya secara umum. Sesuai dengan tema majalah edisi ini, mengapa terdapat beberapa pemahaman berbeda dari Buddhisme tentang masalah daging atau sayuran ini? Sebagai pengantar, saya akan langsung merujuk pada bhikkhu atau bhikkhuni saja. Sebab umumnya, mereka memiliki kebijaksanaan melebihi umat awam. 1. Bhikkhu Theravada misalnya, diperbolehkan makan daging selama bhikkhu tersebut tidak mendengar, melihat, atau mencurigai bahwa daging dari hewan yang dibunuh itu khusus untuk dirinya (Jivaka Sutta, MN 55). Selain itu, tujuan lain adalah agar tidak menyusahkan umat yang mempunyai niat baik untuk berdana makanan. 2. Berbeda dengan bhikkhu Theravada, hampir

38

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD


AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

paraDHAMMA

semua biksu/biksuni Mahayana tidak diperbolehkan makan daging dan wajib menerapkan diet vegetarian. Dasarnya adalah Sutra Lankavatara, di mana beberapa poin yang dominan adalah karena hewan tersebut adalah kerabat ataupun orang tua kita di kehidupan sebelumnya dan juga karena terjadinya proses pembunuhan secara langsung (melanggar sila). 3. Untuk Bhiksu Vajranaya sendiri umumnya diperbolehkan makan daging. Walaupun begitu, Bhiksu Vajrayana menganjurkan vegetarian. Guru agung Padmasambhava sendiri dalam terma ‘Jewel Lamp Commentary on the Three Roots’ menganjurkan demikian. Jika kita perhatikan dengan seksama, setiap aliran di atas mempunyai alasan positif masingmasing terkait permasalahan mengonsumsi daging. Mungkin perbedaan yang terjadi adalah karena adanya penafsiran dari sumber yang berbeda. Di suatu waktu saya bertanya pada umat Theravada akan pendapatnya tentang vegetarian. Beliau menjawab: “Untuk apa vegetarian jika dalam diri sebenarnya masih ada keinginan untuk makan daging? Misalnya mengonsumsi daging artifisial.” Apa yang saya simpulkan adalah ada sebagian Buddhis (tidak hanya Theravada tentunya) yang berpikir bahwa pikiran adalah pelopor segalanya. Semuanya bergantung pada niat atau intensi orang tersebut. Jika tidak ada niat buruk, maka daging yang kita makan bukan sesuatu yang buruk. Kemudian, saya mencoba bertanya pada seorang umat Mahayana mengapa ia memutuskan untuk menjadi seorang vegetarian. Beliau menjawab: “Untuk mengembangkan welas asih pada semua makhluk.” Oleh karena terdorong rasa penasaran, saya kembali bertanya: “Bukankah mengonsumsi daging artifisial juga mengandung niat untuk menikmati daging dari makhluk lain?” Ia menjawab: “Yang penting adalah tidak ada hewan yang dibunuh.” Dari sini, saya simpulkan bahwa ada sebagian umat Buddhis yang berdasar pada hasil. Hal ini menarik bagi saya sebab menurut mereka hewan yang tidak dibunuh berbanding lurus dengan penerapan welas asih dalam batin mereka.

39


paradhamma

Melalui penuturan dari dua umat Buddhis tersebut, vegetarian sebenarnya merupakan topik yang penuh pro dan kontra sejak zaman dahulu. Sering saya amati dalam forum atau perdebatan, banyak penikmat daging (kontra) yang beranggapan bahwa para vegetarian selalu merasa dirinya lebih suci. Padahal, sayur-sayuran yang mereka makan juga hasil pembunuhan dari banyak serangga. Apalagi saat ini, banyak perkebunan yang sudah menggunakan pestisida. Bahkan sering saya baca komentar sadis seperti: “Sekalian makan batu aja.” Padahal dari pengamatan saya, vegan atau vegetarian yang “vokal” adalah mereka yang sudah melihat dan memiliki pengetahuan terhadap apa yang ada di balik rumah jagal (slaughterhouse) dan kesadaran mereka tidak mampu mengabaikannya. Mereka adalah orang-orang yang punya empati besar terhadap penderitaan hewan. Membahas mengenai hal yang ada di balik rumah jagal, saya yakin kebanyakan dari kita yang memiliki empati, menyadari bahwa pembantaian merupakan hal yang keji. Namun, mengapa kita tetap menikmati daging? Menurut pengamatan saya, terdapat beberapa sebab yang mendasari hal tersebut: 1. Hanya Seonggok Daging. Ya, semua yang kita lihat di supermarket hanyalah seonggok daging. Secara psikologis, kita tidak membayangkan proses sadis pembantaian hewan tersebut sehingga tidak muncul perasaan mual ataupun kasihan. 2. Daging Itu Enak. Walaupun

40

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD

kita sudah tahu proses pembantaian di rumah jagal, kita seringkali berusaha mengabaikan pengetahuan tersebut. Ya, hal ini karena kita senang menikmati sesuatu yang rasanya lezat. 3. Tidak Akan Mengubah Apapun. Adanya pemikiran bahwa setiap harinya pasti ada banyak hewan yang dibunuh menganulir niat kita untuk menjadi vegetarian. Sayang kan kalau dagingnya busuk dan dibuangbuang begitu saja. Di sini, saya pikir vegan atau vegetarian juga tidak bisa serta merta menyalahkan ketidaktahuan orang yang tidak melakukan diet vegan. Di era sekarang, masyarakat sudah dikondisikan di titik di mana hal tersebut bukan lagi sesuatu yang kejam. Mereka hanya tinggal menerima seonggok daging segar dan enak di supermarket. Sulit rasanya timbul pikiran dari mana daging tersebut sebenarnya berasal. Akhir kata, tulisan saya hanya berusaha untuk memberi jembatan pemahaman kepada orang yang memilih untuk pro maupun kontra pada diet vegetarian. Saya pribadi bukanlah seorang vegetarian, tetapi saya sangat mengagumi orang-orang yang memilih untuk melakukan diet vegetarian. Terkadang sebagai Buddhis, saya sudah tidak bisa mengucapkan kata-kata “Semoga semua makhluk berbahagia.” Saya merasa diri saya munafik jika mengucapkannya karena saya tidak vegan (ditambah saya sudah menonton Earthlings dan dokumenter penderitaan hewan lainnya). Semoga Anda senantiasa beruntung. Namaste. (LIX/LEN )


paravision

Mereka Memanggilku “Dharma� Oleh Epson Ray Kinko (FT 2010)

H

ai, diriku adalah sosok yang dikenal sebagai Dharma. Diriku sejak kecil menikmati ajaran dari berbagai belahan dunia. Diriku telah hidup berpindah-pindah sejak kecil, terutama di daratan Asia, mulai dari India, Thailand, China, hingga Jepang. Aku ingin kalian mendengar cerita tentang kisah perjalanan hidupku.

Awalnya diriku diberi hidup pertama kali di India oleh seorang pertapa agung yang sering bermeditasi hingga akhirnya dia mencapai pencerahan, bagai Archimedes yang tiba-tiba menyorakkan “EUREKA!� Sejak saat itu diriku selalu berusaha membantu pemberi hidupku agar dia bisa menyebarkan pencapaiannya. Mendengarkan diriku membuat orang-orang merasa kagum akan diriku dan pertapa ini. Sebuah kualitas dari pertapa yang tidak dapat dibantahkan, membuat banyak orang memanggilnya sebagai Guru Agung. Hingga akhirnya pertapa tersebut tutup usia, hidupku yang begitu panjang membuatku tertahan hingga saat ini. Setelah pertapa tersebut tutup usia, diriku melanjutkan hidup dengan para pengikut-Nya. Sejak mereka kehilangan Sang Guru, para pengikut-Nya mulai berusaha untuk meneruskan ajaran Sang Guru. Hingga suatu saat mereka memutuskan untuk membuat konferensi pertama kali di Vaishali (atau kota Bidar di India, jika berdasarkan pemetaan saat ini) untuk membahas tentang diriku dan perkembangannya. Kemudian pada konferensi yang ke-3 kalinya pada tahun 250SM, diriku diperintahkan untuk bergerak ke negeri-negeri jauh, yaitu China dan negara Asia Tenggara lainnya. Sejak saat itu, diriku terus dan terus berkembang. Tetapi, ada hal yang membingungkanku. Mereka mulai menyebutku dengan berbagai macam sebutan, mulai dari pengajaran yang tua (Theravadha), lalu ajaran kendaraan besar (Mahayana), ada juga yang sebut sebagai kendaraan permata (Vajrayana), dan sebagainya. Padahal diriku tidak pernah memintanya, bahkan orang yang melahirkanku juga tidak menciptakan sebutan ini. Lalu, kenapa orang yang bukan melahirkanku menyebut-nyebut diriku sebagai milik ajaran A atau milik ajaran B. Bagaikan diriku layaknya anak jalanan yang memiliki harta berlimpah dan semua orang mengatakan bahwa diriku adalah anaknya, padahal sebenarnya bukan. AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

41


paravision

Jadi apakah diriku yang sebenarnya? Mereka pada awalnya mengatakan diriku adalah pengajaran yang diberikan oleh pertapa yang tercerahkan Siddharta, tetapi semakin berkembangnya zaman, mereka mengatakan diriku bukanlah sebatas itu. Apa dasar mereka membesarkanku lebih dari guruku? Apakah karena mereka merasa bahwa orang tuaku tidak lebih pintar dari mereka? Jadi apakah sebenarnya diriku, apakah diriku hanyalah sebuah label? Mereka terus mengatakan bahwa mereka lebih superior dari orang tuaku dengan membuat jalan mereka sendiri. Mengatakan bahwa kendaraan mereka lah yang paling hebat, tetapi dengan tetap menggunakan namaku. Ketika diriku meneliti kembali riwayatku, ternyata diriku dilahirkan oleh seseorang yang berbeda dari yang kutahu sebelumnya, berdasarkan Sejarah dari Dharmasastra, diriku bermula dari mitos Hindu, bukan dari Siddharta. Diriku ternyata bukanlah sebatas pengajaran dari sang pertapa melainkan berawal dari sebuah nilai kebenaran, hukum, dan etika! Dari sana diriku menemukan arti hidupku yang sebenarnya, yaitu mencari kebenaran hukum dan etika di dalam hidup. Diriku mencari nilai “dharma� dalam berbagai bentuk. Dalam Zen, Jainism, Nichiren, Vajrayana, hingga berbagai ajaran lainnya yang mencari kebenaran. Kurasa diriku sendiri lebih kurang sama seperti yang ada pada Al-Quran, Alkitab, dan berbagai ajaran lainnya yang mencari nilai kebenaran. Mungkin diriku hanyalah sebuah label dari kebenaran yang digunakan pertama kali di daerah Asia ini. Sebagai gambaran, akan ku ceritakan berbagai pandangan mengenai diriku di berbagai belahan dunia. Tak lama dari Hindu, diriku bertemu dengan Jainisme. Jainisme merupakan gerbang pertama diriku bertemu dengan Guru Utama yang bernama Siddharta. Terdapat praktik khusus di Jainisme ini yang disebut sebagai Majjhima Nikaya, dimana melakukan meditasi ekstrim seperti yang ada di riwayat Sang Guru. Sang Guru merasa ajaran ini tidak seharusnya dilakukan, sehingga Beliau mencari jalan lain yaitu Jalan Tengah. Kemudian Jalan Tengah ini dikenal sebagai Buddhisme oleh berbagai kalangan. Dari India, diriku berpindah ke Asia Tenggara, bersama para pengikut Sang Guru. Di sana mereka mengajarkan dan memberikan label baru yang dikenal sebagai Theravada. Hingga saat ini label tersebut telah bertahan cukup lama, kalian dapat menemukannya terutama di Thailand. Di sini kalian akan menemukanku dengan bentuk yang cukup serupa dengan apa yang di gambarkan oleh Guru Utama.

42

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD


paravision

Lalu beranjak dari Asia Tenggara, kalian dapat menemukanku juga di jalur sutra. Sebuah jalur perdagangan pada abad ke-1 pada masa dinasti Han. Di sini diriku berkembang menjadi berbagai macam ajaran. Salah satu yang cukup terkenal adalah Chan atau lebih dikenal sebagai Zen yang kemudian dibawakan ke Indonesia oleh sosok yang tidak asing lagi, yaitu Ashin Jinarakkhita atau dengan nama tahbisnya Biksu Ti Zheng. Di Indonesia, diriku dulu sangat berjaya dan kemudian mengalami kemerosotan. Biksu Ti Zheng atau lebih dikenal sebagai Biksu Sukong inilah yang membawa kembali namaku hidup di daratan ini. Dia membuat agama Buddha agar sesuai dengan kondisi pemerintahan, sehingga terbentuklah bentuk unik dari ajaran ini yaitu Buddhayana. Ajaran ini memiliki sesuatu yang “theis� yang tidak dimiliki oleh berbagai ajaran pendahulu lainnya, yaitu Adi-Buddha sebagai “Tuhan� berdasarkan teks Jawa Kuno Sang Hyang Kamhayanikan. Meski demikian, diriku tetap dijunjung sebagai nilai kehidupan yang bermoral, maju, merangkul dan toleran. Kemudian di India sendiri terjadi pergolakan ajaran, yang dari awalnya menerima ajaran Sang Guru, kemudian mereka mengembangkannya menjadi ajaran lain, dari Mahayana hingga Vajrayana. Vajrayana ini akhirnya sampai hingga ke Tibet, berdasarkan permintaan seorang raja dengan berbagai pengorbanannya untuk mendapatkan ajaran yang menurut dia sangatlah luar biasa. Tibet merupakan tempat berkumpulnya ajaran Vajrayana atau Tantra, atau sering juga disebut sebagai Tibetan Buddhisme. Seiring dengan perkembangan zaman dan penjajahan saat itu, penyebaran akan diriku pun semakin meluas dan melebar, tidak terkecuali hingga ke barat. Banyak juga orang yang kalian sebut berdarah biru menikmati ajaran ini, mereka meyakini nilai moral dan kualitas dari diriku. Menurutku, ini ada kaitannya dengan sebuah ideologi berkembang di barat bernama Stoic yang memiliki nilai moral yang cukup serupa dengan diriku.

Kira-kira begitulah keberadaanku saat ini di bumi. Sehingga kalian dapat menemukan diriku dalam berbagai bentuk di berbagai belahan dunia. Tetapi, ini semua hanya akan berlaku jika diriku memanglah yang kalian anggap sebagai ajaran tentang kebenaran, moral, dan etika. Jika memang kalian menganggap diriku sebagai ajaran Sang Buddha atau Guru Utama, ya mungkin kalian perlu mesin waktu untuk menemukannya. (VIN/AND)

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

43


paraplus

W

aisak merupakan salah satu hari raya Agama Buddha yang diperingati setiap tahun oleh seluruh umat Buddhis baik nasional maupun internasional. Waisak menjadi suatu momentum yang luar biasa bagi umat Buddha untuk memaknai 3 peristiwa penting dalam agama Buddha dan mengaplikasikan nilainilai luhur yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada tahun 2017 ini, KMBUI merayakan Waisak dengan tajuk 29th Waisak KMBUI yang bertema : “Metta Ratana” yang berarti “Permata Cinta Kasih”. Tujuannya yaitu agar semua pihak yang terlibat beserta masyarakat pada umumnya dapat meningkatkan toleransi dan mengembangkan cinta kasih secara universal kepada semua makhluk hidup. Acara ini dikemas dalam 3 acara yakni Pre-Event 1, PreEvent 2, dan Main Event. Pre-Event 1 jatuh pada tanggal 11 Mei 2017 yang bertepatan dengan hari Waisak Nasional di Indonesia. Pada Pre-Event 1 ini, panitia mengadakan kegiatan “Waisak on the Street” dengan membagikan sembako kepada pihak yang membutuhkan di empat titik dari Universitas Indonesia hingga daerah Margonda. Kemudian, dilanjutkan dengan kegiatan pelepasan hewan atau fangshen. Pre-Event 1 ini bertujuan

Oleh Frengki Chua (FE 2015) 44

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD

sebagai wadah untuk mengembangkan cinta kasih secara universal kepada semua makhluk. Kemudian, PreEvent 2 dilaksanakan pada tanggal 3 Juni 2017 dalam bentuk “KMBUI 1st Buddhist Competition: Cerdas Cermat Buddhis”. Perlombaan ini diikuti oleh umat Buddhis di SMA, vihara, cetiya, organisasi Buddhis se-Jabodetabek dan Purwakarta. Tujuan dari PreEvent 2 adalah untuk meningkatkan eksistensi Buddhisme, membuat para partisipan kembali mengingat sejarah Buddhisme, serta konsep pengetahuan dalam ajaran Buddha yang diharapkan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Puncak acara 29th Waisak KMBUI adalah Main Event pada tanggal 10 Juni 2017. Main Event ini merupakan acara terpanjang yang berlangsung di Depok yaitu dari pukul 08.00 – 18.00 WIB. Rangkaian acara Main Event terbagi menjadi 2 sesi, yaitu sesi kerohanian dan sesi kesenian. Sesi kerohanian diawali dengan Amisa Puja, penyalaan lilin panca warna serta Waisaka Puja, dan dilanjutkan dengan Dhammadesana yang dibawakan oleh YMB. Dr. Girivirya. Beliau merupakan Anggota Sangha lulusan S3 Agama Buddha, dosen, navigator pikiran bawah sadar, serta penulis buku. Sesi Dhammadesana diawali


alumni, Inspiring Dhamma yang luar biasa dari Ko Roby Oktober, KMBUI Vaganza berupa kabaret cerita kehidupan Sang Buddha dan ditutup dengan penampilan solo dari Chreselda anggota KMBUI yang merupakan pemenang lomba menyanyi lagu Buddhis nasional. Di samping fokus acara tersebut, juga tersedia bazaar produk Buddhis dari Karaniya, Irvyn Wongso & True Direction, Lamrimnesia, serta terdapat pameran kitab suci Tripitaka. Acara Waisak KMBUI ini juga diliput dan ditayangkan pada acara HALO INDONESIA dari DAAI TV dan didukung oleh Master Chef Indonesia Season 4 yang menyajikan konsumsi untuk para hadirin. Total peserta yang hadir adalah sekitar 300 orang, baik dari internal KMBUI, alumni, vihara, cetiya, siswa SMA, masyarakat umum, KMB lain, organisasi Buddhis, UKM kerohanian UI, maupun perwakilan lintas organisasi Muslim, Hindu, Katholik dan Kristen di Jakarta turut menghadiri acara ini. Dengan adanya acara yang bersifat universal ini, diharapkan mampu menjaga tali persaudaraan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia. Semoga acara Waisak ini dapat bermanfaat bagi kita semua, sehingga dapat menjadi permata baik bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Anumodana. (CIN/CYN)

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

paraplus

dengan menyanyikan lagu Ibu Pertiwi bersama-sama untuk membangkitkan semangat nasionalisme lalu ditutup dengan metta practice & relaksasi. Setelah sesi pertama berakhir, dilanjutkan dengan sesi kesenian yang lebih terbuka untuk umum. Sesi kedua ini diawali dengan sambutan dari pembina sekaligus salah satu pendiri KMBUI yaitu Bapak Ir. Ariya Chandra, lalu Osel Sakadewa selaku Ketua KMBUI dan Frengki Chua selaku Ketua Pelaksana. Kemudian, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta Pembacaan Ayat Suci Dhammapada oleh tim KMBUI yang merupakan kontingen tingkat nasional lomba Dhammapada. Acara kesenian diisi dengan Talkshow dari Bapak Handaka Vijjananda (Pendiri Ehipassiko Foundation) beserta Ko Hendra Lim/Momink (Inspirator Muda Buddhis No. 1 di Indonesia sekaligus Happy life inspirator). Kemudian, antusiasme peserta sangat luar biasa saat Bapak Andrie Wongso (Motivator No.1 Indonesia) mengisi Motivational Session. Acara dilanjutkan dengan penampilan permainan alat musik tradisional Gu zheng, paduan suara adik asuh KMBUI, penampilan

45


parawisata

Gugyeong in

Gyeongju

Take a Look in Gyeongju Oleh Mega Eka Putri (FIB 2015)

B

erwisata identik dengan sejumlah pengeluaran yang harus disiapkan. Terlebih lagi berwisata ke luar negeri, tentunya membutuhkan persiapan lebih yang mengeluarkan biaya cukup besar. Namun, semua itu dapat diatasi dengan perencanaan yang baik sebelum wisata dimulai. Menjadi seorang budget traveller memberikan banyak pilihan untuk berkreasi dalam merancang perjalanan. Memesan tiket pesawat, akomodasi, dan rekreasi tempat tujuan dapat dilakukan terlebih dahulu. Selama berada di tempat tujuan, menggunakan transportasi umum sebagai sarana bepergian merupakan cara untuk menghemat budget. Berani ‘lelah’ adalah salah satu prinsip yang perlu diterapkan untuk menjadi budget traveller. Budget traveller harus bersedia untuk melayani diri sendiri dengan bersikap mandiri selama perjalanan. Mencari jalan sendiri dan berani bertanya kepada masyarakat sekitar juga menjadi cara yang tepat untuk membuat perjalanan lebih berwarna. Berinteraksi dengan masyarakat lokal dengan menggunakan bahasa setempat maupun bahasa tubuh akan menambah pengalaman unik selama bepergian. Destinasi wisata yang dikunjungi pun dapat beragam. Jenis destinasi yang tepat untuk dikunjungi pengunjung ditentukan oleh selera masing-masing. Salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi adalah Gyeongju, Korea Selatan. Gyeongju merupakan kota bersejarah peninggalan Dinasti Silla. Bulguksa, Cheomseongdae, Wolji Pond, dan Gua Seokguram merupakan sejumlah destinasi historis di kota Gyeongju. Salah satu tempat yang paling menarik adalah kuil terbesar khas Dinasti Silla, Bulguksa. Bulguksa merupakan kuil Buddhis yang dibangun pada tahun 528 masa Dinasti Silla. Walaupun telah banyak direstorasi, kuil ini

46

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD

merupakan bagian penting dari arsitektur Silla dan merupakan rumah bagi tujuh harta nasional Korea. Bulguksa pernah terbakar hingga rata selama invasi Hideyoshi Toyotomi di tahun 1592. Sebagian dari kuil ini kemudian direkonstruksi ulang selama masa pendudukan Jepang di Korea (1910-1945) dan benar-benar utuh kembali di bawah pemerintahan Presiden Park Chung-Hee (1961-1979). Bulguksa menambah daftar Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1995, bersamaan dengan Gua Seokguram. Seokguram merupakan aset nasional Korea yang terletak di Gunung Toham. Aset


parawisata Image Source: ttps://www.ancient.eu/Bulguksa_Temple/

Travel and change of place impart new vigorous to the mind. - Seneca

ini berupa kuil Buddhis yang dibangun pertama kali pada masa pemerintahan Raja Gyeong Deok (742-765) pada tahun 750 dan baru selesai 24 tahun kemudian di bawah pemerintahan Raja Hye Gong (765780). Seokguram merupakan sebuah kuil gua yang terbuat dari susunan batu-batu granit. Di dalam gua ini, terdapat patung Buddha yang memiliki tinggi 3,5 meter dan duduk di atas teratai setinggi 1,34 meter. Alas teratai tersebut dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian atas dan bawah yang diukir dengan kelopak teratai dan bagian

tengah yang terdiri dari delapan pilar. Mengunjungi destinasi wisata yang erat dengan Buddhisme dan sejarah merupakan pengalaman unik yang layak untuk dicoba. Wisata seperti ini akan menambah pengetahuan sejarah Buddhis dan kearifan lokal tempat wisata yang dituju. Wisatamu tidak hanya akan terisi oleh kunjungan belaka, namun juga pengalaman lain yang membuka mata akan peninggalanpeninggalan Buddhis spektakuler di berbagai belahan dunia. (LEN/LIX) AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

47


paradhamma

PERBEDAAN

3 ALIRAN BUDDHISME Oleh Gracia Yashodara (FIB 2016)

B

erbicara mengenai perbedaan aliran dalam Buddhisme tentu belum terasa lengkap tanpa membahas sejarahnya terlebih dahulu. Pada awalnya, ajaran Sang Buddha hanyalah satu, yaitu ajaran yang Buddha sampaikan secara langsung atau disebut juga dengan Buddhavacana. Namun, seiring dengan perkembangan zaman, beberapa pengikutNya mulai merasa ajaran-Nya tersebut juga perlu disesuaikan. Munculnya persoalan perbedaan aliran dalam Buddhisme sudah ada sejak Buddha parinibbana namun masih terlihat samar adanya hingga sidang konsili Sangha ketiga dilangsungkan pada abad ke-3 SM. Sidang konsili Sangha ketiga ini dilangsungkan

http://2.bp.blogspot.com/-nXiiANv-Ql4/Ta5q6-R-H5I/AAAAAAAAAo4/ehv3Q91eaaE/s1600/26.jpg

48

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD

untuk membicarakan perbedaanperbedaan pendapat antara para bhikkhu dari berbagai sekte. Dalam pertemuan ini, perbedaanperbedaan itu tidak hanya dibatasi pada Vinaya, tetapi juga berkenaan dengan Dhamma. Pada akhir pertemuan ini, ketua dewan Moggalliputta Tissa menyusun sebuah kitab yang disebut Kathavatthu, yang menyangkal pendapat-pendapat yang bertentangan dengan Dhamma serta pandangan-pandangan dan teori-teori salah yang dianut oleh beberapa sekte. Ajaran yang disetujui dan diterima oleh Dewan ini disebut sebagai Theravada. Pada saat itu, hanya aliran-aliran yang sejalan dengan Theravada yang digunakan. Sekitar abad 1 SM barulah muncul istilah Mahayana dalam Saddharma Pundarika Sutra atau Sutra Teratai Hukum Kebajikan (Sutra of Lotus of Good Law). Kemudian di awal tahun 400 Masehi barulah aliran Tantrayana muncul sebagai perkembangan lanjutan dari aliran Mahayana. Perbedaan dari setiap aliran Buddhisme tersebut dapat dilihat dari saat Pangeran Siddharta mencapai kebuddhaan.


paradhamma

Saat Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Sempurna di Bodhgaya sehingga menjadi Buddha Gotama dapat dianggap sebagai titik nol untuk mempelajari kedua tradisi besar dalam Agama Buddha. Dikatakan bahwa aliran Theravada lebih banyak memberikan keterangan dan penjelasan yang berhubungan dengan berbagai kejadian setelah Pangeran Siddhartha mencapai kebuddhaan. Oleh karena itu, berbagai khotbah Sang Buddha banyak dikutip dalam penjelasan pada aliran Theravada. Sedangkan, aliran Mahayana lebih banyak memberikan keterangan dan penjelasan yang berhubungan dengan berbagai kejadian sebelum Pangeran Siddharta mencapai kebuddhaan. Maka dari itu, berbagai penjelasan Dhamma dalam aliran Mahayana banyak membabarkan tentang bodhisattva atau calon Buddha. Berbeda dari Theravada dan Mahayana, aliran Tantrayana

menekankan pada Nibbana yang dapat dicapai melalui berbagai macam metode meditasi dalam visualisasi (segi pikiran), mantra (segi ucapan) serta pembentukan mudra (segi jasmani). Meskipun kita menemukan suatu tradisi tertentu yang cocok bagi kepribadian kita, tidaklah bijaksana untuk menonjolkannya dengan terlalu kuat, “Saya Mahayana, kamu Theravada.� Yang terpenting adalah untuk mengingat setiap ajaran Buddha memiliki satu tujuan yaitu merealisasi Nibbana. Setiap orang boleh menggunakan metode yang paling sesuai dengan kepribadiannya serta memiliki kebebasan untuk memilih pendekatan yang paling sesuai dan nyaman dengannya. Bagaimanapun juga, setiap umat Buddha sangat perlu memelihara pikiran yang terbuka dan menghormati tradisi-tradisi yang ada. (CIN/ CYN)

Referensi: Samaggi Phala. Buddhisme Theravada dan Mahayana. https://samaggi-phala.or.id/naskah-dhamma/buddhisme-theravada-dan-mahayana/ Buddha.id. Tentang 3 Aliran Yaitu Theravada, Mahayana dan Tantrayana. http://www. buddha.id/2015/12/tentang-3-aliran-yaitu-theravada.html https://www.pinterest.com/ pin/501729214721979730/ https://www.pinterest.com/pin/501729214721979730/ AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

49


paratama

Buddhism Buddhism Image source: https://i.pinimg.com/originals/23/4a/7f/234a7fbb81738c1de5fd6dee14e95f64.jpg

in

Japan Japan

Oleh Sadha Satya Lotan (FT 2016)

W

hat do do you you think think of of the the religion religion in in Japan? Japan? Is Is itit Buddhism? Buddhism? Have Have you you ever ever heard heard the the hat word “Shinto”? “Shinto”? “Shinto” “Shinto” (literally: (literally: path path of of God) God) could could be be said said to to be be the the indigenous indigenous word religion of of Japanese. Japanese. So, So, how how about about Buddhism? Buddhism? Once, Once, aa tour tour guide guide told told me, me, both both religion Buddhism and and Shinto Shinto are are religion religion of of Japanese, Japanese, and and people people go go to to shrine shrine (Shinto) (Shinto) for for wedding wedding Buddhism and temple temple (Buddhist) (Buddhist) for for funeral. funeral. Actually, Actually, itit is is more more preferable preferable to to say say that that most most of of the the and Japanese are are atheists atheists or or choose choose not not to to embrace embrace aa certain certain religion. religion. But But they they do do go go to to temple temple or or Japanese shrine and and pray pray for for their their lives. lives. Are Are they they really really atheist? atheist? The The answer answer could could be be yes, yes, considering considering shrine those acts acts as as social social or or cultural cultural acts. acts. those

1.SOME BUDDHISM HISTORIES IN JAPAN

Origin of of Buddhism Buddhism in in Japan Japan Origin As we we know, know, Buddhism Buddhism is is aa universal universal religion religion which which can can be be embraced embraced by by everyone, everyone, As unlike Shinto Shinto that that is is said said to to be be embraced embraced only only by by Japanese. Japanese. Thanks Thanks to to that, that, itit played played aa huge huge unlike role in in forming forming international international allies allies in in the the past. past. Buddhism Buddhism is is initially initially embraced embraced by by Chinese Chinese role emperors in in 1st 1st century, century, then then transmitted transmitted to to Korean Korean kingdoms kingdoms in in 4th 4th century. century. emperors Buddhist statue statue and and scriptures scriptures during during that that time time served served as as gift, gift, and and were were delivered delivered by by Buddhist the king king of of Paekche Paekche (one (one of of the the kingdoms kingdoms in in Korea) Korea) in in year year 538 538 to to Emperor Emperor Kinmei Kinmei of of Japan Japan the to improve improve their their international international relationship. relationship. The The emperor emperor was was delighted delighted but but decided decided not not to to to embrace Buddhism, Buddhism, and and the the gifts gifts were were taken taken care care by by the the minister, minister, Soga Soga no no Iname Iname and and the the embrace Soga family. family. Soga Soga family family received received many many Buddhist Buddhist influence influence and and cultivated cultivated good good relationship relationship Soga with Korean Korean courts. courts. with After aa series series of of events, events, Emperor Emperor Yomei Yomei (ruling (ruling in in 585-587) 585-587) embraced embraced both both Buddhism Buddhism After and Shinto. Shinto. Starting Starting from from that that time, time, Buddhism Buddhism (Mahayana (Mahayana Buddhism) Buddhism) started started to to spread spread and and and grew larger inAROUND Japan. grew larger Japan. PARAMITA XLVII in THE WORLD 50


Image source: www.pinterest.jp Image source: https://commons. wikimedia.org

paratama

Image source: www.gothamgazette.com

Banning of Meat Consumption In 675, due to the Buddhist influence, Emperor Tenmu banned the consumption and killing of several animals (cow, horse, dog, monkey and chicken) during April-September which was the busy farming period. For centuries after that, the banning of some meat consumption stay in effect despite some rule changes, and become deeply rooted in Japanese people’s heart during those period. Finally upon entering Meiji Period (1866-1912), the banning of meat consumption was removed and people slowly began their meat consumption.

Shinto and Buddhism – Union and Separation First, we will talk about Shinto. Shinto was believed to be born from existing primitive form of religion which worshipped nature. Without any Holy Scriptures or doctrine, Shinto is more of a way of living, to live in harmony with nature while being grateful and respectful to all spirits of life. As the practice of Shinto and Buddhism are quite similar, they co-existed and even united, known as Shinbutsu Shugo, which became the base of development of religious practices in Japan. However, in Shinto, the emperor is viewed as God’s descendant. As Buddhism does not view the same thing, this led to Haibutsu Kishaku by the government, the act to separate Buddhism and Shinto, where Shinto is awakened and Buddhism is expulsed. It happened during Meiji Restoration in 1868 and led to destruction of some Buddhism artifacts. It also forced the monks to return to the secular life. Moreover, as one of the attempts to weaken Buddhism, in 1872 the government decreed that Buddhist monks should be free to eat meat and marry. This law eventually led to the practice of temple families (nowadays in Japan, administration of temples is handed down from father to son). That is why some monks in Japanese marry and have children.

Image source: http://www. personal.utulsa.edu

Know what you don’t know! AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

51


paratama

2.

SOME BUDDHISM SECTS

Nichiren Buddhism Nichiren Buddhism originally rooted from the teaching of a monk in 13th century called Nichiren Daishonin. His teaching was based on Mahayana scripture known as Lotus Sutra. Being one of the Buddhist movements, I personally find it unique as it views itself to be the only correct tradition and emphasizes the responsibility of each individual to improve themselves. Nichiren emphasizes on the repeated recitation of the mantra namu myoho renge kyo (salutation to the Lotus Sutra) for health, happiness and enlightenment. Image source: http://www. japan-guide.com

Zen Buddhism Zen Buddhism, a mixture of Indian Mahayana Buddhism and Taoism, put more emphasis on life experience and meditation. The word “Zen” literally means to meditate. The essence is to achieve enlightenment by seeing directly to one’s original nature without intellectual intervention, where it will later become the source of the flow of all daily life actions.

Image source: http://www. zen-buddhism.net/images/ taisen-deshimaru.jpg

52

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD

Image source:https://wallpapercave.com/wp/lvoWJcl.jpg

Image source: http://www. reikihealerslounge.com


Image source: https:// bartman905.wordpress.com

paratama

BUDDHISM CELEBRATION-OBON

3.

Obon, a Japanese Buddhist custom to welcome while appeasing ancestor’s souls, is held at around middle of August in all over Japan (date varies in accordance to places). They believe the soul of their ancestors are coming back during this period. So, people come home to their hometown and gather with family. Some lightings such as lanterns are widely used since they serve as the path’s guidance for the ancestors. Obon originally came from the story where one of Buddha’s students, Moggallana, asked Buddha how to help his deceased suffering mother who was born as a hungry ghost. Buddha recommended him to make merit for Sangha and transferred it to his mother. After doing this, Moggallana saw his mother’s release while also seeing the true nature of her past selflessness which was filled with many sacrifices she made for him. Moreover, being joyful for those, it was told that Moggallana danced with joy. This story and the morale to treasure the deceased ones become the origin of the festival Obon in Japan while the dance itself is now known as Bon-Odori (Bon Dance). (LIX/LEN)

REFERENSI Bbc.co.uk. (2002). Zen Buddhism. [online] Available at: http://www.bbc.co.uk/religion/religions/buddhism/ subdivisions/zen_1.shtml [Accessed 7 Sep. 2017]. Bbc.co.uk. (2005). Nichiren Buddhism. [online] Available at: http://www.bbc.co.uk/religion/religions/buddhism/ subdivisions/nichiren_1.shtml [Accessed 7 Sep. 2017]. Cartwright, M. (2017). Nara Period. [online] Ancient History Encyclopedia. Available at: http://www.ancient.eu/Nara_ Period/ [Accessed 7 Sep. 2017]. En.wikipedia.org. (n.d.). Bon Festival. [online] Available at: https://en.wikipedia.org/wiki/Bon_Festival [Accessed 7 Sep. 2017]. Japan Info. (2017). Why Are Buddhist Monks in Japan Allowed to Get Married?. [online] Available at: http://jpninfo.com/78069 [Accessed 7 Sep. 2017]. Japan Specialist. (n.d.). Shinto and Buddhism in Japan. [online] Available at: http://www. japanspecialist.co.uk/travel-tips/shinto-buddhism/ [Accessed 7 Sep. 2017]. ReligionFacts. (2016). Nichiren. [online] Available at: http://www.religionfacts.com/nichiren [Accessed 7 Sep. 2017]. Tamashige, S. (2013). Seeing where Shinto and Buddhism Cross. [online] The Japan Times. Available at: https://www.japantimes.co.jp/culture/2013/05/16/arts/seeing-where-shintoand-buddhism-cross/#.WbFH9MhJaUk [Accessed 7 Sep. 2017]. Watanabe, Z. (n.d.). Removal of the Ban on Meat. [ebook] Available at: https://www. kikkoman.co.jp/kiifc/foodculture/pdf_09/e_002_008.pdf [Accessed 7 Sep. 2017]. Yusa, M. (2002). Religions of the World. Western Washington University, pp.33-35.

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

53


paratama

J

ika kita pernah berpikir bahwa kawasan Eropa adalah wilayah yang tidak identik sama sekali dengan Buddhisme, maka kita harus menata ulang konsep pemikiran kita setelah membaca artikel berikut. Sekilas, mungkin nama wilayah ini masih cukup asing di telinga kita. Namun, keasingan nama wilayah ini tidak melunturkan keunikan yang telah dipendamnya; Kalmykia. Kalmykia merupakan salah satu subyek federal (provinsi) dari Federasi Rusia yang dikenal sebagai satu-satunya kawasan mayoritas Buddhis di Eropa. Wilayah ini memiliki luas sebesar 76.100 km2. Ditinjau dari letak geografisnya, Kalmykia berbatasan dengan Dagestan di sebelah selatan, Stavropol di sebelah barat daya, Rostov Oblast di sebelah barat, Volgograd Oblast di sebelah barat laut, Astrakhan Oblast di sebelah timur, dan Laut Kaspia di sebelah tenggara. Luasnya perkembangan ajaran Buddha di kawasan dunia Barat membuat warga di salah satu kawasan di Rusia ini tidak bisa mengelak. Warga Kalmykia merupakan keturunan Oirat (kelompok penduduk Mongolia bagian barat) yang bermigrasi ke Eropa selama awal abad ke-17. Sebagai penganut Buddhis tradisi Tibet, warga Kalmykia menghormati Y.M Dalai Lama dan Rinpoche Tulku Telo Erdne Ombadykow sebagai Lama Sajin (Lama Tertinggi),

54

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD

Oleh Kevin (FT 2017)

pemimpin spiritual bagi Buddhis Kalmykia. Sejak berstatus republik otonomi tahun 1992, baru ada 2 presiden yang memimpin Kalmykia. Uniknya, kedua presiden tersebut memeluk agama Buddha. Presiden pertama, Kirsan Ilyumzhinov, menjabat dari 23 April 1993 hingga 24 Oktober 2010. Presiden kedua, Aleksey Orlov menjabat dari 24 Oktober 2010 hingga sekarang. Setelah kejadian Teror Stalin yang mengakibatkan berbagai kekacauan di kawasan tersebut, akhirnya Kalmykia berhasil bangkit kembali sebagai satu-satunya kawasan mayoritas Buddhis di Eropa. Kursus bahasa nasional mereka ditawarkan secara gratis di Burkham Bakshin Althan Sume (Vihara Emas Buddha Sakyamuni), Vihara Buddhis utama di kawasan tersebut. Pemimpin Buddhis Kalmykia mengatakan bahwa


paratama usaha mereka sekarang bukan hanya membangun ulang vihara-vihara di sana, melainkan juga membangkitkan kembali mentalitas dan kebudayaan yang sejalan dengan nilai etika dasar umat manusia seperti kasih sayang, cinta kasih, kebaikan hati, dan saling memaafkan. Pengaruh Agama Buddha dapat dengan mudah ditemui di setiap sudut kehidupan di Kalmykia. Hal ini dapat dilihat dari sejumlah bangunan Buddhis maupun yang memiliki nuansa Buddhis. Bangunan-bangunan tersebut menjadi ikon pariwisata di Kalmykia. Di Elista, ibukota Kalmykia, terdapat Vihara Emas Buddha Sakyamuni (tempat kursus bahasa nasional mereka yang telah dijelaskan sebelumnya), Vihara Gedden Sheddup Choikor (Syakyusn Syume), Pagoda “Tujuh Hari”, Monumen Pandita Zaya, dan Gerbang Emas. Sedangkan Vihara Orygen Samye

dari tradisi Nyingma dapat dijumpai di Kota Iki-Burul. Sejumlah perayaan bernuansa Buddhis juga diperingati di Kalmykia, di antaranya seperti Hari Tri Suci Waisak, Hari Peringatan Pemutaran Roda Dharma Untuk Pertama Kalinya (Asadha), Peringatan Kembalinya uddha Sakyamuni dari Surga Tavatimsa (Lhabab Duchen/ Hari Abhidhamma), Perayaan Zul – Tahun Baru Kalmykia menandai hari wafatnya Lama Zongkava (Je Tsongkhapa) sebagai perintis Agama Buddha tradisi Gelug Tibet, dan Perayaan Misteri Tari Cham. Berbagai kultur kebudayaan Buddhis yang ada di kawasan Kalmykia, khususnya tradisi Tibet serta penduduknya yang mayoritas keturunan etnis Mongolia, membuat Kalmykia memiliki nuansa yang berbeda dari daerah-daerah lain di Rusia. AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

55


paratama .

Referensi: https://berita.bhagavant.com/2017/01/20/ini-dia-satu-satunya-kawasan-di-eropa-mayoritas-warganya-buddhis.html https://www.rbth.com/multimedia/pictures/2016/04/13/kalmykia_584447 https://www.rbth.com/articles/2011/10/26/buddhist_revival_in_kalmykia_13607.html

56

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD


paraplus

P

elepasan Sarjana Baru (PSB) adalah salah satu program kerja dari Departemen Hubungan Alumni dan Lintas Organisasi (HALO) Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Indonesia (KMBUI). Kegiatan ini diadakan 1 (satu) kali tiap semester dan bertujuan untuk merayakan kelulusan atau wisuda anggota KMBUI. PSB terdiri dari 2 (dua) tahap, yaitu sebelum hari wisuda dan pada hari wisuda. Sebelum hari wisuda, anggota HALO KMBUI datang ke sidang koko dan cici yang akan wisuda untuk mengucapkan selamat. Kemudian pada hari wisuda, HALO akan menentukan titik kumpul di mana semua anggota KMBUI dapat merayakan kelulusan koko dan cici yang wisuda. Pada tahun ini, PSB diadakan pada tanggal 25 dan 26 Agustus 2017 dengan terdapatnya 39 (tiga puluh sembilan) koko dan cici yang wisuda pada PSB kali ini. PSB genap tahun ini juga dimeriahi oleh

kehadiran para mahasiswa baru yang berkesempatan untuk lebih mengenal tidak hanya dengan satu sama lain, tetapi juga dengan senior. Pada momentum ini, anggota KMBUI berkesempatan untuk mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan juga berfoto-foto dengan mereka sebagai kenang-kenangan. Tidak sedikit anggota KMBUI yang memberikan hadiah kepada para wisudawan berupa bunga, boneka, dll. PSB tidak hanya sebagai ajang merayakan kelulusan para wisudawan, tetapi juga sebagai sarana bagi para anggota KMBUI agar dapat tetap menjaga hubungan dengan koko dan cici yang wisuda bahkan setelah mereka tidak lagi menjadi anggota KMBUI. Diharapkan pertalian kekeluargaan dengan KMBUI yang terjalin ketika para wisudawan masih menjadi anggota KMBUI terjaga selalu ke depannya.

Oleh Velicia Khoswan (FH 2016)

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

57


paratekno

P

ernah bermimpi membayar semua yang kamu beli hanya dengan wajahmu? Kamu tidak perlu lagi mengeluarkan kartu kredit dari dalam tas, apa lagi uang tunai. Hanya dengan menunjukkan wajah, kamu sudah bisa membayar semua yang kamu mau! Sekarang wajahmu sudah mempunyai nilai yang sama seperti uang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memang tidak pernah putus. Teknologi deteksi wajah memang sudah ada sebelumnya. Namun, baru-baru ini, Cina sedang mengembangkan sebuah software identifikasi wajah terbaru dengan 83 titik deteksi. Teknologi ini dikembangkan tidak hanya untuk memudahkan semua proses transaksi, melainkan juga berkaitan dengan keamanan negara. Software yang sedang dikembangkan ini bernama Face++. Face++ dapat dihubungkan dengan aplikasi pembayaran yang sudah ada sebelumnya, misalnya Alipay (untuk aktivitas belanja online, transfer uang, dan pembayaran lainnya dengan menggunakan uang elektronik). Dengan hanya menunjukkan wajah pada layar ponsel, uang pembayaran yang ingin kita transfer secara otomatis

58

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD

terpotong dari akun kita. Orang-orang yang ingin naik kereta dan malas mengantre untuk mendapatkan tiket juga bisa menggunakan software ini untuk memperoleh tiket tujuan mereka dengan lebih mudah. Tidak hanya untuk membeli tiket kereta ke destinasi wisata impian, Face++ juga dapat digunakan untuk membayar tiket masuk ke semua tempat hiburan yang kita inginkan. Selain digunakan untuk membayar berbagai kebutuhan, software ini juga dapat digunakan untuk identifikasi lainnya, misalnya untuk mengidentifikasi apakah orang yang sedang mengemudikan taksi adalah supir yang resmi atau bukan. Adanya software ini memudahkan pemerintah untuk melacak keberadaan para kriminal yang masih belum tertangkap. Software ini pun dapat digunakan sebagai akses masuk restoran maupun toko-toko. Beberapa orang di Cina yang tidak terbiasa dengan kecanggihan software ini agak terkejut ketika pelayan di dalam sebuah restoran mengetahui nama mereka padahal mereka baru pertama kalinya bertemu. Beberapa pintu masuk yang dihubungkan dengan software ini bahkan bisa ‘menyapa’ orangorang yang melewatinya dengan ucapan


paratekno

Will You Pay It With Your Face? Oleh Naomi Midori (FIB 2014)

“It’s still a magic even if you know how it’s done” - Terry Pratchett ‘Selamat Datang’. Face++ yang dipasang di salah satu pintu masuk asrama wanita di salah satu universitas di Cina bahkanbisa ‘menyapa’ mereka dengan ‘Kamu kelihatan cantik’. Software ajaib ini terhubung secara otomatis dengan data-data dan foto kartu identitas yang dikumpulkan pemerintah pusat. Dengan sistem deteksi wajah yang paling baru, ia bahkan masih bisa mengenali orang-orang dewasa hanya dari foto masa kecilnya dan Baidu keakuratan software ini mencapai 99%. Kendati memudahkan semua jenis transaksi di Cina, keberadaan Face++ membuat setiap aktivitas yang dilakukan semua orang di Cina seakan diawasi langsung oleh pemerintah pusat. Sebenarnya, fitur face detector sudah masuk ke Indonesia, namun bentuk dan aplikasinya masih sangat sederhana. Contoh teknologi face detector yang sederhana ini adalah fitur-fitur ajaib yang ada di kamerakamera ponsel. Beberapa kamera ponsel dibuat seakan-akan bisa mengenali apakah wajah di depan kamera tersebut laki-laki atau perempuan, bahkan bisa mendeteksi umur meskipun tidak terlalu akurat. Suatu saat nanti, teknologi face detector yang sedang dikembangkan Cina juga sangat mungkin untuk masuk ke Indonesia. Teknologi

ini—tak dapat dipungkiri—membawa kemudahan bagi kita dalam bertransaksi dan meningkatkan keamanan negara. Jadi bagaimana? Siapkah Anda mencobanya? (LEN/LIX)

Referensi

Knight, Will. 2017. ‘Paying with Your Face’. technologyreview.com. (21 September 2017, pk. 8.40) Wong, Herman. 2017. ‘In China, your face can really open doors now’. www. washingtonpost.com (21 September 2017, pk. 8.40)

Sumber Gambar

http://cdn.technode.com/wp-content/ uploads/2013/12/Face++-Poster.jpg

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

59


J

paraprofil

aya Wina Santiya, seorang wanita kelahiran 22 April 1996 ini mempunyai hobi untuk menggambar, membaca, dan melakukan kegiatan sosial. Lucunya, di waktu senggang, ia lebih suka untuk tidur dibandingkan melakukan hal lainnya. Saat liburan kuliah lalu, ia bersama teman-teman ilmu komunikasinya menyempatkan diri untuk melaksanakan program sosial selama tiga minggu di pedalaman Sumatera Selatan. Walaupun ia berasal dari Medan dan besar di Purwakarta, ia rela meluangkan waktunya untuk melakukan penelitian hingga konsultasi untuk merenovasi perpustakaan di daerah Banyuwangi bersama 10 orang temannya. Biaya dari proyek sosial ini tidaklah murah, Wina sampai harus berjualan pempek Palembang, bakso tusuk, donat pisang di lingkungan Universitas Indonesia tempat ia berkuliah sebagai langkah kecil pencarian dananya. Tidak sampai di situ saja, ia juga turut mengikuti acara kuis di TVRI dan memasukkan proposal ke Institusi NGO (Non-governmental Organization) bernama IRIS (IOA Resources for International Services) yang dulunya merupakan perantara untuk ia melakukan pertukaran pelajar ke USA (United States of America). Semua uang yang terkumpul akhirnya digunakan untuk biaya transportasi Jakarta-Sumatera Selatan, renovasi, kegiatan dongeng, mengajar, pengecekan kesehatan, dan yang lainnya.

“Happiness is sharing and giving. The future is uncertain (Anicca). Let’s live a meaningful and purposeful life.�

60

Oleh Andrew Prasettya Japri (FKM 2016) PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD


juga pernah mengatakan bahwa Dhammanya adalah Ehipassiko. Bagian paritta yang bermakna bagi Wina adalah Mangala sutta, karena mengingatkan apa yang menjadi berkah utama dalam hidup ini, mulai dari masalah keluarga, sikap diri, perilaku terhadap orang lain, karier, bahkan akademik dan Karaniyametta sutta yang bisa membuat kita sadar bahwa pancaran cinta kasih itu bukan hanya ditujukan kepada manusia, tetapi juga ke semua makhluk. Sutta ini mengajarkan kita agar tidak serakah, seperti saat makan, ia hanya mengambil makanan secukupnya, walaupun makanan tersebut mahal dan lezat. Di akhir, Wina berpesan: Ambillah jalan yang kalian percayai benar, walaupun banyak orang yang mengatakan kalau itu salah, karena sebenarnya tidak ada yang tahu bahwa hal itu baik atau buruk pada akhirnya. Seperti jalan hidup Buddha, Ia mengambil jalan berbeda dengan orang lain yang menganggap bahwa ‘kekayaan’ merupakan kebahagiaan yang sejati. Ia meninggalkan semua kekayaan dan mencari kebahagiaan yang sebenarnya—apakah Ia gagal? Ya! 6 tahun yang dia habiskan di Hutan Uruvela itu pembuktian akan kesalahanNya, tapi apakah Ia seseorang yang gagal? Tidak! Karena Ia bisa belajar dari kegagalan-Nya, bahwa hidup itu tidak bisa terlalu keras dan pada akhirnya, Ia bisa menemukan jawaban dari permasalahan ini dan membagikannya kepada kita dalam bentuk pembabaran Dhamma.

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

paraprofil

Tenyata, Wina adalah seorang deadliner! Namun ia tetap berusaha untuk membuat skala prioritas dan mencoba untuk merubah kebiasaan buruknya itu. Ia juga pribadi yang tidak bisa mengerjakan suatu hal setengah-setengah. Wina juga banyak menorehkan prestasi di bidang akademik (debat bahasa Indonesia dan Inggris 2016) dan non-akademik (juara lomba lukis UI AW 2016). Selain itu, Wina mengaku bahwa meski ia jarang ke vihara selama berada di Depok, ia tetap rutin membaca paritta. Oh iya, vihara yang Wina kunjungi semasa masih di Purwakarta adalah vihara beraliran Buddhayana, yang bernama Buddhi Dharma. Ada beberapa kontribusi yang telah diberikan Wina terhadap agama Buddha, seperti memberikan cerita kepada anak-anak di vihara dan secara aktif mengikuti musyawarah Sekber PMBVI Jawa Barat. Menurutnya, ada satu hal yang membuat ia nyaman dan cocok dengan agama Buddha, yaitu ajaran Ehipassiko (datang dan buktikan). Menurutnya, kata tersebut memiliki makna dalam yang bisa diaplikasikan ke dalam semua aspek kehidupan. Layaknya riset, saat kita memiliki pertanyaan atau permasalahan, dengan adanya suatu metode, kita bisa menjadi mencari jalan keluar dan akhirnya kita bisa membuktikan bahwa hal itu benar atau tidak. Ia menganggap bahwa hal ini sangatlah logis membuktikan bahwa kita tidaklah boleh mudah percaya, sehingga bisa membuat kita lebih bijaksana terhadap sesuatu nantinya. Sang Buddha

61


paramedis

Developing A Cure for Cancer in The Netherlands Oleh Lukito Ongko (FK 2013)

K

anker merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di dunia. Sekitar 8 juta kematian per tahunnya disebabkan oleh kanker. Oleh karena itu, ilmuwan dari seluruh dunia berusaha untuk menemukan pengobatan untuk penyakit mematikan tersebut. Apabila berbicara tentang pengobatan kanker, hal yang umumnya dipikirkan adalah radioterapi, kemoterapi, dan juga pembedahan. Akan tetapi belakangan ini, negara Belanda sedang mengembangkan salah satu modalitas untuk pengobatan kanker yaitu imunoterapi. Imunoterapi adalah sebuah terobosan terbaru dalam dunia kedokteran untuk pengobatan penyakit kanker yang memanfaatkan sistem imun tubuh kita sendiri untuk melawan penyakit kanker. Ada beberapa cara kerja dari pengobatan imunoterapi ini, yaitu : • Menghentikan atau memperlambat pertumbuhan dari sel kanker • Menghentikan penyebaran sel kanker ke bagian tubuh lainnya • Meningkatkan fungsi kerja sistem imun untuk dapat membunuh sel kanker dengan lebih efektif Sampai saat ini, berbagai macam jenis imunoterapi telah berhasil dimanfaatkan untuk pengobatan kanker dengan cara kerja

Sumber gambar: http://www.ecolevinterroir.org/wp-content/ uploads/2017/05dcsdvf.jpg

62

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD

yang berbeda-beda. Salah satu bentuk imunoterapi yang banyak digunakan saat ini adalah antibodi monoklonal. Sama halnya ketika melawan infeksi, antibodi monoklonal juga dapat digunakan untuk menandai sel kanker sehingga nantinya sel imun kita dapat dengan mudah menyerang sel kanker tersebut. Antibodi monoklonal merupakan antibodi yang dibuat di laboratorium dan hanya akan menempel pada protein spesifik pada sel kanker sehingga sel tubuh yang sehat tidak akan terkena dampaknya. Hal ini akan sangat bermanfaat karena antibodi yang spesifik tersebut tidak akan menimbulkan efek samping selain membantu menghancurkan sel kanker. Metode imunoterapi lainnya adalah dengan menggunakan virus yang telah dimodifikasi untuk menyerang sel kanker. Virus tersebut akan diinjeksikan di daerah sel kanker sehingga virus akan masuk ke dalam sel kanker dan bereplikasi. Replikasi virus ini nantinya akan menyebabkan sel kanker menjadi lisis dan melepaskan protein spesifik yang ada di dalam sel tersebut (antigen). Lepasnya antigen akan memicu sel imun kita untuk mengenal dan menghancurkan seluruh sel yang memiliki antigen tersebut, terutama sel kanker. Selanjutnya adalah terapi menggunakan sel T. Sel T merupakan salah satu sel imun kita yang bertugas untuk melawan infeksi dan dapat dimodifikasi untuk menyerang sel kanker. Pertama, sel T diambil dari tubuh pasien kemudian reseptor pada sel T tersebut dimodifikasi untuk menyerang sel kanker. Sel T yang telah dimodifikasi nantinya akan di tumbuhkan di laboratorium sampai jumlah


Sumber gambar: http://www.ucl.ac.uk/news/news-articles/0911/pills

Sumber gambar: http://www.aimst.edu.my/ images/home/faculty/school-of-medicine.jpg

AROUND THE WORLD

PARAMITA XLVII

paramedis

tertentu sebelum dimasukkan kembali ke tubuh pasien. Di dalam tubuh pasien, sel T tersebut akan mengenal dan juga menghancurkan sel kanker. Modalitas terbaru dalam imunoterapi untuk kanker adalah vaksin. Seperti yang kita ketahui, vaksin digunakan untuk mencegah penularan penyakit infeksi. Akan tetapi, belakangan ini ilmuwan telah mengembangkan vaksin sebagai salah satu metode untuk melawan kanker. Ada dua jenis tipe vaksin yang digunakan untuk pengobatan kanker, yaitu vaksin preventif dan vaksin terapeutik. Vaksin preventif yang cukup terkenal saat ini adalah vaksin HPV untuk mencegah kanker serviks. Seperti vaksin pada umumnya, vaksin HPV juga bertujuan untuk melindungi tubuh kita dari infeksi HPV yang nantinya dapat menyebabkan kanker serviks. Untuk vaksin terapeutik, cara kerja vaksin ini berbeda dengan vaksin preventif. Vaksin terapeutik bertujuan meningkatkan fungsi sistem imun untuk mengenal dan menghancurkan sistem imun. Pada kebanyakan jenis kanker, sel-sel kanker tersebut memiliki molekul protein yang tidak dimiliki oleh sel normal lainnya. Molekul protein asing inilah yang disebut sebagai jenis kanker yang sama. Tidak jarang pula, antigen. Ketika antigen ini kanker tetap bertahan meskipun telah diberikan kepada pasien, sistem imun pasien diberikan berbagai modalitas pengobatan. akan segera mengenali dan membunuh Seperti yang telah kita ketahui, penyakit sel yang memiliki antigen tersebut pada adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan permukaannya. Akan tetapi setiap pasien karena setiap kelahiran akan diikuti oleh memiliki antigen yang berbeda sehingga sakit, umur tua dan juga kematian. Dalam pembuatan vaksin terapeutik hanya bisa perspektif Buddhis bagaimanakah kita digunakan untuk pasien tersebut saja. sebaiknya dalam menghadapi penyakit Pembuatan vaksin ini membutuhkan sampel kanker ini? Yang pertama adalah mencoba sel kanker untuk mempelajari antigen untuk melepas mulai dari sekarang. Dalam yang spesifik dimiliki oleh sel kanker yang Buddhisme, kita diajarkan untuk tidak terikat nantinya akan dikembangkan menjadi terhadap segala sesuatu termasuk badan vaksin. Pengobatan dengan vaksin terapeutik jasmani ini karena sejatinya badan jasmani ini diharapkan dapat mencegah kanker ini hanyalah tempat kita untuk menumpang untuk muncul kembali setelah pengobatan sementara. Hal ini diibaratkan dengan dengan mengandalkan sel imun sebuah lilin yang digunakan untuk menyerang sel-sel kanker yang masih tersisa setelah pembedahan maupun kemoterapi. Sampai saat ini di Belanda sendiri pengobatan menggunakan vaksin terapeutik masih dalam tahap uji coba untuk diketahui manfaat dan juga efek samping yang mungkin dapat muncul dengan pengobatan tersebut. Kanker merupakan suatu penyakit yang cukup kompleks dan beragam. Dalam artian, satu modalitas pengobatan pada satu pasien belum tentu akan dapat seefektif pada pasien lainnya meskipun kedua pasien memiliki 63


paramedis

untuk menyalakan lilin lainnya, kemudian kita meniup lilin pertama. Api pada lilin pertama hanya berpindah pada lilin kedua dan begitulah dengan roda kehidupan. Banyak sekali pasien kanker tidak bisa menerima kenyataan bahwa mereka menderita penyakit tersebut. Hal ini kemudian akan membuat pikiran mereka menjadi kacau dan tidak tenang sehingga memperburuk kondisi mereka. Cobalah untuk menerima kenyataan mengenai penyakit tersebut dan tenangkan pikiran. Dokter mungkin dapat mengobati tubuh Anda tapi tidak dengan pikiran Anda. Seseorang yang telah menerima kenyataan mengenai penyakit mereka bukan berarti orang tersebut telah menyerah. Namun, orang tersebut telah dapat menghadapi kenyataan bahwa perjuangan mereka baru akan dimulai dan percaya bahwa saat ini mereka harus bangkit dan melawan

64

PARAMITA XLVII

AROUND THE WORLD

penyakit mereka. Praktik meditasi juga dipercaya dapat menenangkan pikiran dan membantu proses pemulihan dari efek samping pengobatan kanker yang sedang dijalani sehingga penting bagi pasien kanker untuk melakukan meditasi. Seperti yang kita ketahui, penyakit kanker juga dapat muncul kembali sewaktuwaktu. Buddhisme mengajarkan kita untuk live in the present. Kita tidak pernah tahu apakah penyakit tersebut akan muncul kembali atau tidak, begitu pula kita tidak pernah tahu apakah kita akan meninggal akibat penyakit kanker tersebut atau karena penyebab lainnya. Kita hanya tahu bahwa pada suatu saat dalam hidup kita, kita akan menghadapi kematian. Untuk itu, jalanilah hidup ini sebaik mungkin karena kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. (LEN/NA)


Redaksi

Alitalia Jeanny Pembimbing

meet our crew!

Shierlen Octavia Pemimpin Redaksi

Materi dan Penyuntingan

Cynthia K. Cindy K. Koodinator Bidang

Harvin Kusuma Staf

Andrew P. J Freelance

Arie Chandra Freelance

Felix Pratama Freelance

Naomi Midori Freelance

Desain dan Tata Letak

Manita Hartono Koodinator Bidang

Fenny Haliman Staf

Fannia Veronica Freelance

Keuangan

Winarsih Winata Koodinator Bidang

Chunairil W. Staf

Jessica Mei Freelance

Elvina Freelance

Velicia Khoswan Freelance

Ferren Alwie Freelance

Andreas Suryo W. Freelance


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
PARAMITA Magazine KMBUI 47th Edition by Paramita Magazine KMBUI - Issuu