Time
1
2
PARAMITA XLII / Juni 2015
Time
1
2
PARAMITA XLII / Juni 2015
Time
3
TIME, YOURSELF, AND PEACE WITHIN oleh Fenny Kamadi (FKG 2012)
T
ime flies. Pepatah tersebut mengatakan bahwa waktu tidaklah berjalan, ataupun berlari, melainkan terbang. Waktu merupakan sesuatu yang dapat diukur, tetapi seakan-akan ia selalu pergi terbang meninggalkan kita dengan begitu cepat. Mengapa? Karena kita begitu melekat pada waktu, begitu banyak hal yang kita pertaruhkan dengan waktu sehingga setiap detiknya terasa begitu berharga. Keadaan ini, seringkali memicu stress bahkan berbagai perasaan negatif lainnya seperti demotivasi ataupun putus asa. Sang Buddha mengatakan bahwa kedamaian datang dari dalam diri kita, janganlah m e n c a r i tetapi ciptakan kedamaian tersebut. Di tengah kesibukan diri kita dalam meraih impian, membakar ambisi maupun mengambil berbagai tantangan, sempatkanlah sedikit dari waktu tersebut untuk berpikir mengenai beberapa hal ini untuk dapat menciptakan kedamaian dalam diri kita. Dengan hati yang lebih damai, dan pikiran yang lebih tenang, maka apa yang kita lakukan akan terasa lebih ringan. Saya sendiri masih dalam tahap merenungkan kata-kata Sang Buddha berikut ini dan marilah kita memahaminya bersama untuk kedamaian diri kita. TIME #1: FOCUS ON TODAY! “Each morning we are born again. What we do today is what matters most.� (Buddha) Setiap hari merupakan lembaran baru
4
PARAMITA XLII / Juni 2015
dalam kehidupan kita. Setiap paginya matahari kembali terbit di ufuk timur, rutinitas akan berjalan seperti sebagaimana harusnya. Ibarat film “Clic� yang dibintangi Adam Sandler beberapa tahun lalu, hidup terasa seperti kita memegang remote control dan menekan tombol reset setiap harinya. Tetapi tanggal di kalender selalu berubah. S e m a k i n mendekati deadline, semakin bertambah, h a r i berganti hari, dan bulan akan berganti bulan. Tetapi satu hal yang pasti, setiap pagi adalah pagi yang baru. Fokuslah pada hal yang akan kita lakukan hari tersebut. Overthinking adalah suatu kebiasaan, kebiasaan buruk yang saya sendiri sulit untuk melepaskannya. Sebagai seseorang yang cukup well-organized, saya sering menaruh tanggal deadline-deadline di kalender dan setiap hari berganti saya menyilang hari yang sudah lewat. Kegiatan menyilang itu menyenangkan, tetapi jika melihat tanda berwarna lain yang menandakan adanya kegiatan yang cukup menantang, sebut saja deadline tugas ataupun ujian, rasanya banyak sekali yang harus dilakukan untuk mempersiapkan diri. Inilah awal dari stress tersebut. Apakah memikirkannya menyelesaikan pekerjaan itu? Tidak, jawabannya tidak. Jika kita mengalami hal tersebut, tariklah napas. Kemudian baca kutipan di atas. Fokus pada apa yang akan kita lakukan hari ini.
Tenangkan diri, lalu buat to-do-list apa yang bisa dilakukan hari ini. Siapkan strategi “mencicil” yang bisa dicicil, jangan serakah, lakukan step by step, sesuaikan dengan kemampuan, lalu lakukan. Saran tambahan dari kawan saya, jika masih terasa overthinking atau overstressed, lakukan meditasi Anapanasati. Sebentar saja, lakukan setiap kali terasa khawatir. Pusatkan perhatian pada objek napas, trust me it works. Secara tidak langsung hal tersebut membawa ketenangan pada batin. Respon emosional yang tadinya terpacu lama kelamaan akan mereda, dan membawa kedamaian. Setelah melakukan beberapa to-do-list, tutup laptop kita dan beristirahatlah yang cukup. Besok adalah hari baru lagi dan kegiatan kita siap untuk dimulai dari 0 untuk hal-hal baru. TIME #2: GIVE IT A TRY! “There are only two mistakes one can make along the road to truth: not going all the way and not starting.” (Buddha) Seringkali dalam perjalanan waktu, kita dihadapkan pada tantangantantangan kehidupan. Banyak orang berkata, “life begins outside your comfort zone”. Jika kita selalu hidup dalam lingkaran rutinitas normal, maka dapat dikatakan kita akan selamanya menjadi orang normal saja. Tetapi semua itu dikembalikan kepada kita, sebagai subjek yang akan menjalankannya. Sanggupkah? Seberapa besar kita menginginkannya? Maukah kita mengambil tantangan tersebut? Satu hal yang pasti, sesuai namanya, tantangan tidak akan pernah mudah. Hanya hadiah dan bonus yang terasa mudah dan menyenangkan. Waktu seringkali menjadi batu sandungan. Dalam waktu yang singkat, kita harus menyelesaikan banyak hal. Apalagi ditambah keinginan untuk mengambil suatu tantangan tersebut. Sang Buddha menjawab
kekeluhkesahan kita dengan kutipan di atas. Hanya ada dua kesalahan ketika kita akan menjalani suatu jalan, tidak memulainya atau tidak menjalani hingga selesai. Yakinlah pada diri kita. Jika itu merupakan sesuatu yang positif, dan kita sungguh menginginkannya maka mulailah, give it a try. Lalu selesaikan sampai selesai. Don’t leave anything as an unfinished business. Namun itu bukanlah harga mutlak, kemudian segala opsi dipilih. Berpikirlah secara bijaksana. Jika dirasa tidak sesuai dengan jati diri kita, dankita tidak sebegitu menginginkannya, tidak ada paksaan untuk harus melakukan. Satu hal yang pasti, apa yang telah kita jalankan sekarang, jalanilah hingga tuntas dengan semaksimal mungkin. Suatu analogi berjalan di labirin. Labirin selalu memiliki pintu masuk dan pintu keluar, namun tidak semua orang dengan cepat menemui jalan pintas menuju pintu keluar tersebut. Beberapa dengan cepat menemukannya, mungkin mengambil peluang-peluang atau belajar dari kesalahan; namun beberapa mengikuti jalan yang sudah ada mungkin setelah beberapa saat baru dapat keluar. Tetapi setelah menjalani itu kita dapat keluar, dibandingkan dengan menyerah dan tidak memulai sama sekali. TIME #3: BE GRATEFUL! “Let us rise up and be thankful, for if we didn’t learn a lot today, at least we learned a little, and if we didn’t learn a little, at least we didn’t get sick, and if we got sick, at least we didn’t die. So let us be thankful.” (Buddha) Salah satu hal yang dapat kita pelajari untuk mencapai kedamaian dalam berpacu dengan waktu adalah selalu bersyukur. Ada kalanya seiring perjalanan waktu, terjadi halhal yang tidak sesuai dengan keinginan kita. Seperti halnya sedang mengemudi menuju tempat yang belum pernah kita kunjungi
Time
5
sebelumnya. Terkadang kita membutuhkan waktu yang lebih lama, melihat orang lain yang pergi pada waktu yang sama dengan kita tetapi tiba lebih cepat, harus berputar arah dan melewati jalan yang sama. Namun, tetaplah ingat untuk selalu bersyukur atas apapun yang telah kita usahakan. Dahulukan dengan motivasi yang baik, dan dedikasikan segala perbuatan kita untuk hal-hal yang baik pula. Waktu adalah sesuatu yang berharga sehingga seringkali kita merasa kecewa ketika merasa diri kita menyia-nyiakan waktu tanpa kesengajaan. Tapi ambillah pelajaran bahwa sesuatu yang terjadi tidak sesuai kehendak kita mungkin menyimpan pelajaran yang berharga. Live in the present. Syukuri atas masa lalu dan syukuri bahwa kita masih memiliki waktu untuk masa depan. Kebahagiaan diciptakan oleh diri kita sendiri, bagaimana kita menyikapi segala hal, dengan berterima kasih, memancarkan metta bagi semua makhluk, dalam kondisi seperti apapun kita tetap berbahagia. Sebuah pepatah mengatakan, “the bad news
is time flies, the good news is you’re the pilot”. Kita yang menentukan bagaimana akan memperlakukan waktu, bagaimana kita menciptakan kedamaian dalam pertarungan berpacu dengan waktu. Gunakanlah waktu kita sebaik mungkin, hiduplah dengan penuh kebahagiaan dan pancarkan kebahagiaan tersebut bagi semua makhluk. Kehidupan merupakan sesuatu yang perlu selalu disyukuri, penuhi selalu dengan pemikiran positif. Perbanyak mempelajari dharma dan hidup mengikutinya. Ingatlah selalu, bahwa segalanya akan berlalu. “This too shall pass.” (NA/ELI)
Donatur PARAMITA Wiratna Sari Wiguna 500.000 Narwin 500.000 Kurniawan Tjoetiar 400.000 Henywati Ali 200.000 Fenny 100.000 Sidarta Putra Dharma 100.000 Rika Christin 100.000 “Berdana akan membawa hasil, apabila kita merasakan tiga jenis perasaan murni : mereka bergembira sebelum pemberian itu diberikan, memberi dengan penuh rasa hormat dan merasakan kesenangan setelahnya. Itulah pemberian yang sempurna.”
6
PARAMITA XLII / Juni 2015
Menunda Waktu, Menimbun Penyesalan
“The Trouble is, You Think You Have Time” - Buddha oleh Yuriantin (FISIP 2011)
S
emua hal dalam hidup ini dibatasi oleh waktu. Kita memulai hari setelah bangun dari tidur. Kita bangun tidur pada waktu tertentu setelah tidur dalam kurun waktu tertentu. Setelah itu, kita memulai semua kegiatan kita. Waktulah yang menjadi patokan setiap kegiatan kita, kapan kita memulainya, seberapa lama kita melakukannya, dan kapan kita harus menghentikannya. Seolah-olah, waktu yang mengendalikan setiap keputusan yang kita buat. Kita pun sering mengeluhkan betapa singkatnya waktu dalam sehari, betapa sulitnya melakukan dan menyelesaikan banyak hal dalam waktu yang terbatas. Namun, di sisi lain kita pun sering merasa yakin betapa berlimpahnya waktu yang kita miliki. Waktu
kita yakini sebagai sesuatu yang tidak terbatas dan tidak pernah habis. Kita cenderung beranggapan seperti itu, ketika kita harus melakukan suatu hal yang kita pandang sulit ataupun hal yang tidak kita suka. Tak jarang, rasa malas juga menjadi dasar dari anggapan tersebut. Akibatnya, terbentuklah suatu kebiasaan yang disebut penundaan dan waktulah yang menjadi kambing hitamnya. Waktu kita anggap sebagai biang keladi dari tertundanya penyelesaian kegiatan kita. Kita selalu lupa bahwa kita mempunyai waktu yang sama dengan orang lain, dan nyatanya selalu ada saja orang yang berhasil menyelesaikan kegiatan tersebut. Namun, anehnya kita pun selalu bisa memberikan argumen di balik keberhasilan orang tersebut. Tentunya ada argumen yang memuji atau pun meremehkan orang tersebut, seperti “Dia kan memang jenius, wajarlah dia bisa nyelesain tugas itu.” atau “Palingan ada yang bantuin dia, gimana caranya coba dia bisa nyelesain tugas itu?” Kita pun selalu lupa bahwa penundaan yang berujung pada kurang maksimalnya atau bahkan kegagalan kita dalam menyelesaikan
Time
7
akhirnya kita gagal menyelesaikannya. Kembalilah kita pada lingkaran setan tersebut.
suatu hal, bukan soal betapa hebatnya orang lain yang bisa menyelesaikan suatu hal yang kita tidak mampu. Kita tidak ingat kegagalan yang dialami adalah kegagalan kita, bahwa kita yang menanggung akibatnya. Kita pun cenderung kembali ke dalam lubang yang sama karena kita terlalu repot memikirkan mereka yang sukses dan tidak pernah mencari tahu kenapa kita gagal. Mungkin karena kegagalan tersebut telah menciptakan suatu keyakinan bahwa pasti akan ada orang lain yang mampu menyelesaikan tugas tersebut dengan baik, dan orang tersebut tidak akan mungkin adalah kita sendiri. Kegagalan yang selalu dianggap sepele tersebut, namun karena terus mengalami perulangan, telah membunuh rasa percaya diri kita. Ketika ada tugas lain yang datang, dan rasa percaya diri kita pun sudah pulih, kita pun yakin dapat menyelesaikan tugas tersebut. Akan tetapi, ketika rasa sulit dan rasa malas menerpa, kita pun mulai menunda, yang pada
8
PARAMITA XLII / Juni 2015
Memahami Akar Masalah Menunda adalah sebuah ilusi bahwa kita hanya tidak mengerjakan sebuah tugas pada waktu tertentu dan yakin akan melakukannya pada waktu berikutnya. Kita tidak mencoba mencari penyebab dari penundaan tersebut. Kita hanya yakin kita tidak akan mengulangi penundaan tersebut, yang pada akhirnya akan kita ulangi lagi. Untuk mengatasi penundaan, kita harus tahu alasan di balik penundaan tersebut, rasa malaskah, tingkat kesulitan tugaskah, atau faktor-faktor lainnya. Setelah mengetahui alasan tersebut, barulah kita dapat mencari solusinya. Kita juga harus menyadari bahwa penundaan adalah sebuah contoh dari inkonsistensi. Dengan mengatakan masih banyak waktu untuk menyelesaikan suatu tugas, maka itu menjadi alasan agar kita dapat menunda menyelesaikan tugas tersebut, dan mengatakan betapa singkat waktu yang kita miliki ketika kita harus mengebut untuk menyelesaikan tugas tersebut ketika mendekati deadline. Kedua keluhan tersebut menunjukkan sebuah inkonsistensi. Inkonsistensi dapat menghalangi kita dari keberhasilan karena keberhasilan hanya bisa dicapai dengan fokus dan konsistensi. Untuk menanamkan konsistensi dalam diri, kita harus memulai kebiasaan yang memang mengarah pada tujuan kita. Kebiasaan
tersebut nantinya akan direkam sebagai suatu pola yang biasa kita sebut mindset. Setiap kegiatan berulang tersebut akan dikenali oleh pikiran kita dan secara tidak langsung kita akan berusaha memperjuangkan kebiasaan tersebut dari berbagai alasan yang timbul, baik ketika kita sedang malas, bad mood, dan lainnya. Kebiasaan yang dimaksud adalah mencicil tugas tersebut dari hari pertama tugas tersebut diberikan. Kita bisa membuat perencanaan berupa timeline untuk mencicil tugas tersebut. Masalahnya berikutnya adalah bagaimana cara untuk memulai kebiasaan-kebiasaan tersebut kalau tidak ada niat dalam diri kita? Ketika dihadapkan pada suatu tugas, kita akan mulai menyelesaikan tugas ketika niat itu datang. Ketika ia datang, kita pun yakin, boom tugas kita akan selesai. Bagi si penunda, kenyataannya niat selalu datang telat dan mendekati deadline, akibatnya kita kalang kabut menyelesaikan tugas tersebut. Kesalahannya, kita cenderung menyamakan niat dengan minat. Kita yakini niat seperti minat adalah sesuatu yang tidak bisa dikendalikan dan akan muncul secara tiba-tiba. Jadi, kita beranggapan yang perlu kita lakukan adalah menunggunya saja. Padahal, berbeda dengan minat yang terkadang memang kita harus menunggu untuk tahu apa yang memang benar-benar menarik minat kita, niat bisa kita munculkan. Niat memang bisa muncul secara tiba-tiba ketika kita termotivasi, misalnya termotivasi dengan semangat dari
teman lain yang mengerjakan tugas yang sama. Namun, apabila kita hanya menunggu motivasi tersebut, kita tidak bisa memastikan apakah tugas kita bisa selesai tepat waktu dan maksimal. Oleh karenanya, kita harus berperan aktif dalam memunculkan motivasi tersebut. Kita mulai dengan mencari motivasi sebelum mengerjakan sebuah tugas, seperti mengapa tugas ini penting untuk diselesaikan dengan maksimal dan tepat waktu. Kita bisa membuat daftar apa saja yang akan terjadi apabila kita tidak menyelesaikan tugas kita tersebut, dimulai dari berbagai hal buruk yang akan kita alami apabila kita menunda sampai dengan siapa orang-orang yang akan kita kecewakan. Akan lebih baik, apabila daftar tersebut dibuat dengan sungguh-sungguh dan konkret. Contoh, apabila kita ingin menunda untuk mengerjakan sebuah tugas kuliah, maka mulailah dengan nilai mata kuliah kita yang akan menurun yang dapat mempengaruhi nilai indeks prestasi kita, yang pada akhirnya dapat membuat kita gagal meraih predikat cum laude. Selain itu, kita akan mengecewakan orang tua kita, malu dengan adik-adik kita, dan bahwa kita telah membuang kesempatan kita dan telah mengecewakan diri kita sendiri. Yang terpenting adalah kita harus selalu ingat bahwa apabila orang lain bisa kita juga bisa, tinggal seberapa kuat motivasi kita untuk memunculkan niat yang dapat menanamkan kebiasaan-kebiasaan baik sehingga kita pun terhindar dari penundaan. (YOG/KEN)
Time
9
sekilas Perkembangan Teknologi dalam Kedokteran oleh Robby Hertanto (FK 2013)
“Ada sebuah penyakit yang memiliki tingkat kematian 100%, tidak terdapat metode penyembuhannya, dan telah menjangkiti setiap manusia di bumi, tanpa terkecuali.Penyakit apakah itu?�
P
ernahkah Anda mendengar tentang printer organ? Atau mungkin insulin hirup? Atau obat yang mampu menghambat masuknya HIV (Human Immunodeficiency Virus) kedalam tubuh? Dunia kedokteran telah berkembang lebih cepat dari yang dibayangkan banyak orang. Teknologi telah berkembang sampai pada titik bahwa diperlukannya sebuah pembatasan bioetika untuk mempertahankan keseimbangan dan kemungkinannya untuk disalahgunakan. Artikel ini akan membahas berbagai perkembangan yang ada dalam dunia kedokteran dan ilmuilmu dasar yang berhubungan.
Terapi Insulin Apakah salah satu anggota keluarga Anda menderita diabetes mellitus atau kencing manis? Diabetes mellitus adalah keadaan dimana hormon insulin dalam tubuh tidak terproduksi (tipe I) atau tubuh tidak responsif (tipe II). Pada umumnya, diabetes mellitus terjadi pada orang-orang dengan berat badan berlebih atau memiliki riwayat keluarga diabetes. Pengobatan yang diberikan kepada orang-orang diabetes seringkali berupa obat-obatan atau suntikan insulin yang cukup menyeramkan bagi beberapa orang. Namun pada tahun 2014, US Food and Drug Administration (FDA) telah meloloskan Afrezza, sebuah insulin yang digunakan dengan cara dihirup, seperti inhaler untuk asma. Insulin ini dikatakan lebih efektif Karena memiliki cara kerja yang lebih menyerupai insulin alami daripada insulin suntik. Namun, insulin jenis ini tidak disarankan bagi para perokok, orangorang dengan asma, atau sakit pada saluran pernapasan. Organ Printing Mencetak kertas adalah hal yang biasa, tetapi bagaimana dengan mencetak organ? Mesin cetak tiga dimensi akhir-akhir ini banyak menuai perhatian karena kemampuannya untuk membuat bentuk-bentuk rumit dengan
10 PARAMITA XLII / Juni 2015
kemudahan atau aksesoris lucu dengan desain personal. Namun, apakah Anda tahu bahwa para peneliti telah berhasil untuk mencetak kulit, tulang, otot, pembuluh darah, dan bahkan jaringan hati? Bahkan, pada saat ini dikatakan bahwa percobaan untuk mencetak katup jantung telah berjalan dan menuai keberhasilan.
menjadi sel dewasa lain yang diinginkan secara mudah. Sebagai contoh, mereka mungkin dapat mengubah sel kulit menjadi sel jantung. Perkembangan sel punca sangat cepat dan digunakan sebagai dasar pencetakan organ yang dibahas sebelumnya, bahkan mencapai tahap dimana dapat membuat sperma dan ovum (sel telur). Lebih luar biasanya lagi, sel telur tersebut bahkan dapat dibuat dari tubuh seorang laki-laki. Bedah Genetik Dunia bedah telah berkembang dengan sangat pesat.Anda pasti pernah mendengar mengenai bedah robotik ataupun inovasi bedah-bedah lainnya. Namun, apakah anda
Truvada Truvada (emtricitabin + tenofovir) adalah obat yang ditujukan untuk pencegahan infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) bagi orang yang beresiko tinggi terjangkit HIV. Obat ini tidak ditujukan untuk orang-orang yang telah mengalami sindrom infeksi HIV akut karena dapat menyebabkan resistensi. Walaupun demikian, pencegahan utama untuk HIV adalah seksama dan tidak berganti pasangan, serta tidak menggunakan jarum suntik bergantian.
Sperma dan Ovum dari Sel Punca Stem cell atau dalam bahasa Indonesia, sel punca, adalah sel dengan berbagai kemampuan untuk berubah menjadi banyak jenis sel yang menyusun tubuh kita. Dulu sel punca sangat terkenal karena munculnya peraih nobel yang berhasil mengembalikan sel yang dewasa (kulit, tulang, dan lain-lain) kembali menjadi sel punca. Kemudian dikembangkan
pernah mendengar mengenai bedah genetik? Para ilmuwan telah mengembangkan beberapa metode untuk melakukan sebuah perubahan pada tingkat genetikdengan memperkenalkan “gunting� yang mampu memotong gengen yang tidak diinginkan. Gunting tersebut dinamakan dengan zinc finger nuclease, CRISPR, dan banyak lagi. Selain itu, metode-metode ini juga dikembangkan untuk menyisipkan gen yang mampuuntuk membunuh kanker, contohnya apoptin yang dapat dengan selektif membunuhkan kerpada target tanpa melukai sel-sel sehat, tidak seperti kemoterapi konvensional.
Time
11 11
Kehidupan Sintetis Kehidupan di laboratorium terdengar sangat mengerikan dan berbahaya.Berbagai film menunjukkan betapa berbahayanya apabila benda-benda organism sampai terlepas keluar laboratorium, mulai dari mutan sampai dengan resistensi penyakit akan obat-obatan. Beberapa memang berlebihan, tetapi seperti itulah bahaya yang mungkin terjadi. Para ilmuwan bekerja keras melakukan penelitian untuk meminimalisasi hal tersebut dan pada akhirnya menemukan solusinya. Mereka membuat tandingan DNA yang diberi nama XNA. DNA adalah komponen genetik yang dari dulu dianggap sebagai kode penyusun makhluk hidup, tetapi ternyata yang terpenting adalah pengulangan dan komponen yang dapat mengartikan kode tersebut untuk menjadi produk yang utuh. XNA adalah solusi dari kemungkinan keluarnya mutan-mutan dari laboratorium sehingga tidak menjadi pencemaran alam. Selain itu, para ilmuwan juga telah berhasil membuat organisme dengan genom yang hemat (membuang gen yang tidak dibutuhkan), genom dari organisme lain, atau bahkan organisme dengan genom yang terbuat dari DNA sintetik seluruhnya. Bahkan sebuah perusahaan di Amerika, Ginkgo Bioworks, melakukan bisnis dengan membuat organisme-organisme yang mampu melakukan hal yang cukup ‘ajaib’, seperti ragi berbau pisang dan mawar. Hal tersebut memang belum sempurna, tapi memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Mengembalikan Telur Rebus menjadi Mentah Telur yang sudah matang tidak akan pernah lagi menjadi telur mentah. Mungkin kata-kata itu pada saat ini perlu diubah karena peneliti dari Universitas California, Irvine, telah berhasil mengembalikan telur rebus
12
PARAMITA XLII / Juni 2015
kembali menjadi mentah. Pada saat merebus telur, protein-protein dalam telur akan mengalami misfolding, yakni keadaan dimana protein memiliki bentuk yang tidak semestinya sehingga menyebabkan perubahan bentuk dari mentah menjadi matang. Para peneliti tersebut menambahkan urea untuk membuka kembali struktur proteinnya dan menggunakan alat khusus untuk membuatnya kembali menjadi bentuknya yang semula. Dilema Etik Pada tahun 2013, muncul sebuah pernyataan mengejutkan dimana terdapat penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan beberapa virus untuk ditransmisikan. Hal tersebut terdengar berbahaya, tetapi tujuan sebenarnya adalah sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi kemungkinan munculnya mutasi-mutasi virus yang lebih berbahaya di masa depan. Dengan memiliki virus yang telah lebih maju dari zamannya, bukan tidak mungkin untuk menciptakan vaksin sebagai salah satu upaya menanggulangi kemungkinan masalah kesehatan di masa depan. Bagaimana pendapat anda mengenai hal tersebut? Perlu kita sadari bahwa kelahiran memiliki tingkat kematian 100%, tidak terdapat metode penyembuhannya, dan telah menjangkitisetiap manusia di bumi, tanpa terkecuali. Apakah sekarang artikel ini sudah terdengar seperti fiksi ilmiah? Hal tersebut membuktikan betapa cepatnya dunia teknologi telah berubah, dari obat sampai hal-hal yang dasar. Kita semakin dekat dengan berbagai hal yang mungkin menggelitik etika, tetapi sebagai manusia yang penuh rasa ingin tahu, itu adalah hal yang wajar. Itulah mengapa, kita disebut sebagai Homo sapiens, sang bijaksana. Bukan arogansi, tetapi sebuah impian. (NA/ELI)
in time oleh Eveline Yusim (FH 2013) dan Andri (FISIP 2013)
“Once your time runs out, you die.� Judul Film : In Time (2011) Asal : Amerika Serikat Rating : 6,7 (IMDb); 36% (rottenttomatoes.com) Sutradara : Andrew Niccol Distributor : 20th Century Fox Penulis Naskah : Andrew Niccol Pemeran : Amanda Seyfried; Justin Timberlake; Cillian Murphy; Olivia Wilde Durasi : 115 Menit
A
pa yang akan anda lakukan jika anda hidup pada masa dimana satuan yang tersisa di muka bumi ini hanyalah waktu. Untuk secangkir kopi, anda harus membayar tiga menit. Untuk naik bus, anda harus membayar beberapa jam. Untuk membayar tagihan listrik, anda harus membayar beberapa hari. Will Salas (Justin Timberlake) hidup di masa saat waktu yang berada di jam tersebut juga menjadi alat tukar yang digunakan untuk seluruh kegiatan ekonomi manusia dan juga penanda strata sosial. Pada akhirnya wilayah tinggal masyarakat terbagi menjadi “zona waktu�. Kelompok yang memiliki puluhan tahun di jamnya akan tinggal di wilayah elit, sedangkan yang hanya mempunyai
beberapa jam atau hari akan tinggal di pemukiman kumuh. Berkat kemampuan sains dan teknologi yang signifikan, usia setiap orang akan berhenti pada umur 25 tahun. Untuk tahun-tahun ke depannya, manusia akan hidup dengan wajah yang tidak lebih tua dari 25 tahun. Tidak akan pernah lagi ada orang yang terlihat tua di dunia. Menarik bukan? Kita bisa saja berumur 50 tahun tapi tetap tampak cantik dan awet muda seperti seperempat abad sebelumnya. Tapi setelah seseorang berusia 25 tahun, ia hanya punya satu tahun lagi untuk hidup. Dengan waktu yang digunakan sebagai mata uang, setiap gaji akan dibayar dengan waktu, dan setiap hal yang anda habiskan, barang ataupun jasa, anda harus membayarnya dengan waktu. Jika uang anda alias waktu
Time
13
anda habis, maka anda akan meninggal. Will hidup sebagai orang miskin di Dayton. Begitu usianya mencapai 25 tahun, satu tahun yang ia miliki nyaris habis untuk membayar hutang keluarga. Ia dan ibunya hidup hari demi hari. Will tidak pernah memiliki lebih dari satu hari, sampai ia bertemu dengan Henry Hamilton (Matt Bomer) di sebuah bar. Setiap orang memiliki sejenis jam digital permanen pada lengan mereka yang menandakan berapa banyak waktu yang seseorang miliki. Henry memiliki 116 tahun, yang menandakan usia yang masih sangat panjang dan tentunya uang yang sangat banyak. Will menyelamatkan Henry, yang nyaris dibunuh oleh para perampok yang ingin merampok “waktu� yang dimiliki oleh Henry. Henry yang bosan pada hidupnya memberikan waktunya pada Will sebelum kemudian bunuh diri. Will kemudian pergi ke New Greenwich, tempat Henry berasal, dan bertemu dengan orang-orang yang memiliki sangat banyak waktu sehingga mereka nyaris abadi. Will juga bertemu dengan Sylvia Weis (Amanda Seyfried), yang merupakan putri
14 PARAMITA XLII / Juni 2015
dari seorang miliuner. Akan tetapi, pihak yang berwenang menyangka bahwa Will telah membunuh Henry, sehingga mereka terus mengejar Will dan mengakibatkan Will melarikan diri. Will kemudian menyadari bahwa sistem ini dibuat agar masyarakat yang hidup di New Greenwich dapat hidup lebih lama dengan mengorbankan masyarakat lain yang hidup di luar New Greenwich. Will dan Sylvia kemudian berusaha untuk merusak sistem ini. Kunjungan Will ke rumah Philippe menjadi awal dari rencananya untuk menghancurkan tatanan sosial yang diakibatkan oleh kesenjangan waktu dengan menculik Sylvia dan meminta jaminan dari Ayahnya. Dalam perjalanan, Will dan Sylvia justru bekerja sama menjadi “Robin Hood� waktu. Andrew Nicool juga secara apik menyusun tiap-tiap logika yang digunakan dalam film fiksi ilmiah ini. Selama film nuansa futuristik tidak begitu terasa namun, dengan jam tangan digital yang tertanam di tangan setiap orang membuat penonton akan benarbenar merasa dikejar oleh waktu. Setiap waktu
di jam tangan tersebut menunjukkan angka nol, maka pemiliknya juga akan kehilangan nyawanya. Waktu digunakan bukan hanya sebagai ukuran usia seseorang, tetapi juga sebagai mata uang. Untuk Will yang harus hidup dari hari ke hari, ia melakukan segala sesuatunya dengan cepat dan seefisien mungkin agar memiliki waktu yang tersisa untuk bertahan hidup. Berbeda dengan Sylvia yang putri seorang miliuner, ia justru hidup terlalu santai dan menyebabkannya ingin belajar untuk lebih memahami rasanya tidak punya banyak waktu. Apa yang akan seseorang lakukan jika mengetahui waktunya hanya satu tahun, dan ia dapat melihat dengan jelas kapan waktunya tersisa? Setiap detik akan menjadi sangat berharga. Kita tidak mungkin membuang setiap detik dengan sia-sia jika waktu 30 detik ternyata dapat membeli sepotong roti. Akan tetapi, manusia pada faktanya tidak pernah tahu kapan waktunya habis. Hal ini menjadi
QUIS
keuntungan dan kerugian tersendiri bagi manusia. Ia tidak perlu hidup dengan panik dan tergesa-gesa seperti Will dalam film. Tetapi, ia akan terus bertanya tanya apakah esok waktunya telah habis. Dalai Lama pernah mengatakan, bahwa manusia adalah makhluk yang mengejutkan. Manusia cenderung sangat khawatir akan masa depannya, sehingga ia tidak menikmati masa sekarang. Ketika waktu terus bergulir, ia akan tetap memikirkan masa depan. Manusia hidup seperti dia tidak akan pernah mati, tetapi mati tanpa benar-benar menikmati hidup. Waktu adalah sesuatu yang serba tidak pasti. Yang pasti mengenai waktu hanyalah ia merupakan sesuatu yang sangat berharga. Kemudian satu hal lain yang pasti mengenai waktu adalah ketika ia berlalu dengan sia-sia, ia pasti menyisakan penyesalan. Maka, manusia harusnya memastikan waktunya tidak berlalu dengan sia-sia. (YOG/KEN)
Cara Permainan 1.
Ini merupakan Sudoku 16x16 yang terdapat 16 kotak kecil baris mendatar, menurun, dan sub kotak 2. Isilah kotak kecil tersebut setiap sub kotak, kotak mendatar, dan kotak menurun dengan angka 1-9 dan huruf a-g namun tidak boleh ada angka dan huruf yang sama pada setiap baris, kolom, dan sub kotak. 3. SELAMAT BERMAIN !!! Kirim jawaban nya ke : Id Line : eliani.le WA : 081280957875 Ada hadiah loh untuk 5 Pengirim Tercepat!!
Time
15
ALL ABOUT DEPRESSION
D
oleh Alfred (FT 2014) dan Liska Dharma Kusuma (FPsi 2012)
epresi dan stres. Ya, masa-masa sulit seperti itu tentu dilalui oleh banyak orang. Mulai dari pelajar, pekerja, atau bahkan orang tua yang sudah pensiun pun ikut mengalami stres ini. Dalam rangka mengulas lebih dalam tentang depresi ini, pada hari Selasa (5/5), kami menemui salah satu psikolog sekaligus salah satu staf pengajar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Ibu Mellia Christia, S.Psi., M.Si. Berikut adalah hasil wawancara kami dengan beliau. Apa itu depresi? Depresi adalah salah satu gangguan psikologis terkait dengan keadaan emosi seseorang dimana biasanya orang-orang yang mengalami depresi cenderung memiliki emosi yang turun, cenderung mengalami kesedihan yang berlanjut, dan murung. Selain emosi, depresi juga ditandai oleh faktor-faktor fisik seperti tidak semangat dan tidak mau terlibat dalam kegiatan-kegiatan tertentu dalam lingkungan sosial. Saat seseorang mengalami depresi, ia juga cenderung menutup diri. Hal yang khas dari keadaan depresi orang-orang Indonesia dibandingkan dengan negara lain adalah orang Indonesia cenderung sulit mengungkapkan “saya sedang depresi�, namun saat dilakukan pemeriksaan psikologis, mereka cenderung mulai dari masalah fisik seperti sakit perut, susah tidur, tanpa menyadari bahwa mereka sedang berada dalam zona depresi. Dampak dari depresi itu sendiri bermacammacam, mulai dari terganggunya pola hidup sehari-hari. Karena pola hidup terganggu, maka tanpa disadari muncul keluhan fisik. Pada akhirnya bisa saja muncul rasa ingin bunuh diri. Hal yang harus dibedakan juga adalah jangan menyamakan stres dengan depresi. Kita mengalami stres setiap hari. Jika tingkat
16
PARAMITA XLII / Juni 2015
permasalahan stres itu sudah cukup parah, sehingga menyebabkan seseorang merasa kehilangan harapan, hal itu menjadi depresi. Orang yang berduka cita misalnya, bisa terlihat seperti orang depresi. Sebenarnya wajar saja jika seseorang mengalami kesedihan yang mendalam ketika kehilangan seseorang yang dicintai. Ada parameter tertentu seperti waktu, symptom, dan pengaruh pada kehidupan seharihari untuk menyimpulkan suatu hal dapat dikatakan sebagai depresi, misalnya tidak mau makan, tidak mau tidur, kemudian mengalami sakit fisik, dan lain sebagainya. Apa saja penyebab depresi? Penyebabnya bermacam-macam. Orang yang depresi, khususnya yang ingin melakukan bunuh diri, biasanya memiliki masalah dengan konsep diri atau self esteemnya. Ia merasa dirinya tidak berharga, tidak penting, tidak diinginkan, keberadaan dirinya di dunia menjadi masalah baik bagi dirinya maupun sekitar sehingga
pikiran-pikiran untuk menghilangkan diri itu muncul. Pengalaman hidup yang sulit dan gagal terus menerus hingga hilang harapan bisa menyebabkan depresi. Faktor penyebab depresi bergantung pada seseorang. Kemampuan seseorang dalam meng-handle depresi juga bermacam-macam. Misalnya, seseorang yang cenderung mudah sedih semakin mudah menjadi depresi. Adanya faktor luar seperti faktor lingkungan juga menjadi faktor penentu seseorang depresi. Faktor-faktor inilah yang menyebabkan kenapa ada orang yang mudah mengalami depresi, dan ada beberapa orang yang sulit untuk mengalami depresi. Faktor kepribadian dan genetik juga memengaruhi depresi, termasuk juga budaya. Sebagai contoh di negara Jepang, banyak kejadian orang depresi dan bunuh diri karena adanya nilai-nilai kolektif pada diri orang Jepang yang mengalahkan nilai individu. Nilai-nilai kolektif tersebut antara lain harus melakukan sebaik mungkin, punya ekspektasi yang tinggi, merasa mengecewakan publik, dan lain-lain.
Bagaimana penyebab-penyebab tersebut dapat menimbulkan depresi? Adakah tahapan tertentu dalam terbentuknya depresi? Perkembangan depresi tidak bisa dibagi dalam tahap karena perkembangannya
berbeda-beda tergantung pada orang. Ada yang tiba-tiba depresi, ada yang depresi secara gradual. Namun secara umum, depresi berkembang dari masalah kecil yang tak terselesaikan menjadi masalah yang besar. Adakah jenis-jenis depresi berdasarkan tingkat keparahannya? Untuk depresi sendiri, secara umum dapat dikategorikan menjadi beberapa macam. Depresi mayor, misalnya, adalah depresi yang sebagian besar ditandai dengan munculnya emosi-emosi yang low energy (sedih, murung, dan lain-lain.). Ada juga gangguan emosi lain yang merupakan gabungan depresi dengan manik, misalnya seseorang di satu sisi tampil depresi, tapi di sisi lain tampil ceria. Itu yang kita sebut dengan bipolar. Orang-orang yang mengalami bipolar akan sulit untuk mempertahankan emosi-emosinya. Bisa juga depresi itu bercampur dengan perasaan cemas. Sebagai contoh, ada orang yang mengkhawatirkan segala sesuatu, lama kelamaan ‘kan capek, kemudian nanti muncul lagi permasalahan mengenai eksistensi diri, merasa dirinya tidak mampu. Contoh lainnya, seseorang yang terkena terminal illness seperti stroke, penyakit kardiovaskuler, dan lain sebagainya. Karena adanya rasa cemas bahwa dia akan meninggal karena penyakitnya tidak bisa disembuhkan,maka ia merasa putus harapan. Emosi-emosi tersebut bisa bercampur dengan keadaan depresi. Munculnya dua atau lebih emosi psikologis seperti ini kita sebut dengan istilah komorbid.
Time
17
Siapa saja yang rentan terhadap depresi? Siapa saja bisa terkena depresi. Tidak terbatas usia, keadaan ekonomi, tingkat pendidikan. Semua orang bisa saja terkena depresi. Bagaimana cara mengatasinya? Nah, kalau orang yang mengalami depresi ‘kan dasarnya adalah karena sulit mengekspresikan diri. Maka, sangat penting untuk sharing. Dengan bercerita ke orang lain, mungkin teman terdekat, keluarga, bisa membantu meringankan beban depresi tadi. Jika sudah parah, konsultasilah ke psikiater atau psikolog. Jika ke psikiater mungkin akan diberi obat seperti anti-depressant, jika berkonsultasi dengan psikologi, mungkin akan dicari akar dari depresi itu, mungkin masalah dengan keluarga atau teman. Permasalahanpermasalahan itulah yang nanti akan dibantu untuk diatasi. Orang-orang yang depresi terkadang memiliki pandangan yang khas mengenai dunia di sekitarnya, misalnya sinis, tidak secure, tidak nyaman. Masalah-masalah itu juga nanti akan diselesaikan melalui interferensi psikologis.
Ketika orang sedang dalam keadaan depresi, bagaimana sebaiknya kita harus bertindak? Apakah beri dia waktu sendiri, atau approach dan memberikan bantuan? Seharusnya orang yang sedang depresi mendapatkan dukungan dari lingkungannya. Salah satu hal yang menyebabkan seseorang depresi adalah ketidakmampuan untuk
18 PARAMITA XLII / Juni 2015
mengekspresikan perasaannya, sehingga penting untuk sharing dengan siapapun. Menunjukkan dukungan itu tidak hanya dengan benar-benar membantu, namun hanya dengan mendengarkan saja sudah merupakan dukungan yang berarti bagi dia. Kita juga harus peka dengan orang-orang yang sedang mengalami depresi, mungkin bisa dengan menanyakan “eh, kamu kok murung belakangan ini. Kamu kenapa?”, atau mungkin seperti “kok kamu sendirian aja, kok sudah lama gak ngumpul sama kita?”. Hal-hal kecil seperti pertanyaan-pertanyaan tadi sudah merupakan suatu dukungan. Orang yang depresi tidak seharusnya ditinggalkan, malah harus dirangkul kembali. Adakah hubungan antara tingkat kepercayaan diri seseorang dengan kemampuannya mengatasi depresi? Bisa jadi berhubungan. Dalam arti bahwa kalau seseorang sudah berpandangan dirinya tidak bisa, bagaimana dia mau melakukan sesuatu? Misalkan, kamu memandang satu laptop baru dan merasa tidak bisa. Kamu akan cenderung tidak mencoba untuk menggunakan laptop tersebut karena sudah timbul keyakinan kamu tidak bisa. Kalau seseorang kurang percaya diri, dia akan cenderung sulit untuk lepas dari keadaan depresi karena muncul suatu keyakinan bahwa dia tidak mampu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sering kali terdengar ucapan “Time will heal”. Apakah hal tersebut benar? Tidak benar bahwa waktu dapat mengobati depresi seseorang. Justru dengan mengulur-ngulur waktu dan tidak menyelesaikan masalah yang menjadi sumber dari depresi kita, maka depresi cenderung akan semakin parah karena masalahnya akan semakin besar. Adakah hubungan depresi dengan persepsi kita terhadap waktu? Nah, itu namanya penghayatan. Depresi termasuk sesuatu perasaan yang tidak enak.
Perasaan yang tidak enak dapat memengaruhi pikiran, khususnya persepsi seseorang terhadap sesuatu, baik waktu, keadaan, dan lain-lain. Menurut saya, hubungan antara depresi dan persepsi terhadap waktu terdapat di situ. Apakah depresi yang sangat parah dapat mengubah kepribadian seseorang? Mungkin tidak mengubah, tetapi depresi dapat menutup kemampuan untuk memberikan respon yang tepat pada situasi tertentu. Misalnya, ketika tidak depresi, teman yang bercanda dianggap lucu dan dibalas dengan tertawa. Namun, ketika depresi, dia tidak mampu untuk memberikan respon �senang� atau “lucu� tadi, malah mungkin dia marah, tidak merespon, semakin sedih, dan lain sebagainya. Pesan-pesan untuk mahasiswa? Supaya kita tidak depresi, banyak cara yang dapat dilakukan. Memiliki banyak teman dapat menjadi salah satu cara melindungi diri terhadap depresi. Perbanyaklah hubungan interpersonal, janganlah menutup diri. Karena semakin banyak hubungan sosial, kita menjadi lebih kuat dalam menghadapi berbagai masalah. Ya, namanya mahasiswa, memang akan menghadapi banyak tugas, baik dari kuliah, organisasi, kepanitiaan, semuanya itu wajar dan jalani saja. Silakan belajar dengan tekun dan giat, namun harus diingat bahwa kalian juga mengalami perkembangan diri dan membutuhkan pergaulan, membutuhkan interaksi sosial, perlu rekreasi, perlu senangsenang, perlu rileks, perlu kepedulian terhadap orang lain, mengikuti organisasi, dll. Biasanya, mahasiswa cenderung depresi karena gagal beradaptasi dengan masalah kemahasiswaan. Misalnya, nilai harus bagus, harus cum laude, harus tiga setengah tahun, hal-hal itu membuat kita mengasingkan diri dari orang lain dan melakukan hal-hal lain yang lebih menyenangkan. Perlu juga dipahami bahwa depresi itu
menyerang siapa saja, baik kaya atau miskin, pintar atau tidak, sehingga kita harus tetap berhati-hati dengan depresi. Dan yang terpenting, jangan sampai kita berpikir bahwa masa sulit kita adalah akhir dari dunia ini. Kemudian, janganlah melihat dunia ini secara ekstrem. Tidak semua orang baik, tidak semua orang jahat. Tidak ada orang yang sangat pintar, tidak ada orang yang sangat bodoh, orang selalu hidup di tengah-tengah. Orang yang depresi cenderung menempatkan diri pada kutub-kutub ekspektasinya, sehingga ketika mencoba meraih, gagal lagi, gagal lagi, hingga akhirnya putus asa dan menimbulkan depresi. Nah, itulah hasil wawancara kami dengan Ibu Melia. Semoga dapat bermanfaat. Ingatlah kehidupan ini penuh dengan tekanan, dan tekanan itu wajar. Terkadang tekanan tersebut dapat membawa kemajuan diri jika ditanggapi dengan positif. Kekecewaan karena sesuatu hal adalah hal yang biasa. Hal itu adalah suatu perwujudan bahwa kita melakukan suatu usaha untuk mencapai sesuatu. Kelilingilah diri oleh orang-orang yang positif, perbanyaklah pergaulan, bagilah waktu, dan berikan sedikit ruang untuk bersenangsenang. Hiduplah dengan bahagia. (NA/YOG)
Time
19
23 Juli oleh Margaretha Indra P (FMIPA 2014)
T
emperatur hari ini menurun drastis dibandingkan kemarin. Kalau kemarin suhunya mencapai empat puluh derajat celcius, air raksa dalam termometer rumahku tidak menyentuh angka nol pada hari ini. Pemanas ruangan pun sudah kunyalakan, namun aku masih saja menggigil sejak bangun tadi pagi. Logikanya, tidak mungkin kan bisa seperti itu? Kemarin kau kepanasan sampai kau harus mendudukkan diri di bawah pendingin ruangan, lalu sekarang kau harus melilitkan selimut ke sekeliling tubuhmu sambil duduk di depan perapian. Kurasa tidak berlebihan menyalakan pemanas ruangan dan perapian sekaligus. “Halo,” aku menjawab telepon yang berdering.
“Lyra, apa kabarmu?” Aku menerka-nerka suara siapa ini. “Daniel?” “Daniel?” Ia memprotes. “Biasanya kau memanggilku Niel!”
20 PARAMITA XLII / Juni 2015
Oh ya? “Setahuku kita tidak dekat.” Aku menjawab dengan frontal. Aku orangnya susah menyusun kata-kata agar terdengar tak menyinggung. Kudengar ia menghembuskan napas, terdengar berusaha untuk bersabar. “Kau ada waktu hari ini?” “Apa kau tidak kedinginan, Daniel?” “Tentu. Aku sudah menyiapkan tempat yang hangat. Jadi--” “Apa kau tidak merasa aneh antara hari ini dan kemarin?” Tanyaku. Aku lebih tertarik tentang cuaca daripada ajakannya. “Ada apa, Lyra? Ehm, sebaiknya kita ngobrol di tempat biasa. Banyak yang harus kita bicarakan.” “Tempat biasa? Maksudmu di Castle 23?” “Ya!” Ia berseru senang. “Ternyata kau ingat! Akhirnya dewa mengabulkan doaku!” “Tentu sa...” aku terdiam. Tempat biasa artinya kami sering bertemu. Tapi, ini aneh. Mengapa aku bisa tahu Castle 23? Seperti film, tayangan sebuah restoran yang desain ruangannya berwarna keemasan dan dihiasi ornamen Yunani muncul di kepalaku. Semuanya serba wah dan mahal. Seingatku aku tak pernah ke sana. “Baiklah, aku jemput ya? Sepuluh menit lagi aku sampai.” Telepon pun kututup. Entah mengapa, aku merasa senang. Aku segera mengganti pakaian dan menunggu di belakang pintu masuk, duduk di sebelah rak sepatu. Beberapa menit kemudian, bel rumah berbunyi. Aku membuka pintu dan Daniel berdiri di sana dengan penampilannya yang seperti biasa, sweater tebal warna putih, celana jins hitam, dan sepatu boot merah seperti Sinterklas. “Ayo,” kataku sambil mengunci pintu. Ia memayungi kami dari hujan salju dan kami
berjalan menuju mobilnya. --“Omong kosong macam apa ini?” seruku dengan suara tertahan agar para pengunjung restoran tak melihat ke arahku. “Aku bersumpah kalau hari ini tanggal 23 Juli!” “Tidak ada salju di bulan Juli, Lyra,” kata Tami, teman kantorku, yang duduk di sebelahku. “Dan hari ini tanggal 23 Desember.” Aku mengusap muka. “Bagaimana mungkin aku melewati lima bulan begitu saja tanpa mengingat apapun? Tolong, guys. Kalian tahu kalau aku tidak memercayai halhal mistis.” Kata Daniel, waktuku diambil oleh seseorang selama lima bulan belakangan sejak 24 Juli. Siapa pula yang bisa mengendalikan waktu? Ini semua sinting! Daniel memberi Tami tatapan memohon, lalu beralih ke arahku. “Kau ingat apa yang terjadi kemarin?” Aku menghembuskan napas. “Tentu saja. Kalian berdua jadian, kita bertiga bersama teman kantor makan besar untuk merayakan ulang tahun Bos, lalu kita mengerjai Bos habishabisan, lalu adikku—“ ucapanku terpotong oleh bayangan kejadian itu. Dua puluh tiga Juli, adikku terbunuh di depan mataku sendiri oleh seorang narapidana yang keluar dari penjara. Adikku adalah seorang polisi. Ia adalah satusatunya keluargaku yang tersisa setelah kedua orangtua kami meninggal. Saat itu, aku berlari di tengah hujan untuk mengejar si pembunuh sambil berteriak kesetanan, berusaha menangkapnya untuk kuberi pelajaran. Aku tidak ingat apa yang terjadi setelahnya. Tahu-tahu, aku sudah berada di tempat tidur tadi pagi. Pundakku dirangkul Tami dengan lembut untuk menenangkan hatiku. “Kau kehilangan akal sehatmu, Lyra. Kau menjadi seperti patung dan melakukan semuanya dengan pandangan kosong. Pskikiater dan psikolog pun bahkan tak bisa mengembalikan kesadaranmu.” “Kami sangat senang ketika kau mengangkat telepon tadi pagi,” sambung Daniel dengan senyum sumingrah. “Namun,
kau malah memanggilku Daniel, bukan Niel. Kupikir kau mengingatnya karena kita teman sejak kuliah.” Kepalaku mulai sakit. Aku baru ingat kalau Daniel adalah teman dekatku sejak kuliah. Namun, kenapa aku bisa melupakan hal itu bersama lima bulan yang terlewatkan? “Kenapa aku harus disuguhi berita buruk di pagi hari?” “Karena kau harus tahu.” Tami menjawab. “Tahu apa?” “Rutinitas yang kau kerjakan sejak kejadian itu,” sahut Daniel. Aku mengerutkan kening, berusaha mengingat, namun tak ada memori apapun yang muncul. “Kau berusaha membuat jam bergerak mundur, ingin membalikkan waktu agar kau bisa menyelamatkan adikmu. Hebatnya, kau berhasil mengutak-atik jam sampai ketiga jarumnya bergerak ke arah yang berlawanan.
Buruknya, hanya jam milikmu yang seperti itu. Jam-jam lain di dunia tetap bergerak ke arah yang biasanya. Akibatnya, kau mendatangi semua tempat untuk membalikkan arah putaran jarum jam.” Aku, Lyra, seseorang yang biasanya berpikir rasional, melakukan hal konyol itu sedemikian rupa? “Lalu, apa hubungannya dengan ada yang mengambil waktuku?” tanyaku. Mungkin sekarang di keningku sudah
Time
21
banyak kerutan seperti orang tua karena saking bingungnya. “Kau tidak tahu itu siapa? Tanya Daniel sambil memandangku penuh harap, begitu pula dengan Tami. Aku menggeleng. “Kau sendiri yang melakukannya.” ”This is utter nonsense!” “Kami juga berpikir seperti itu,” kata Tami. “Namun, itulah yang kami dapat dari blogmu. Kau menulis bahwa kau berhasil mengembalikan waktu, namun kau bingung mengapa adikmu tetap tidak ada di rumah. Intinya, kau cenderung meyakinkan dirimu sendiri bahwa saat kau bangun pagi, hari itu adalah 23 Juli. Seperti hari ini. Namun, kami
berhasil memancing ingatanmu dengan kata ‘kemarin’ tadi. Dan, hari ini memang bukan 23 Juli, melainkan 23 Desember.” Aku mulai mengerti secara perlahanlahan. “Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada diriku?” Daniel menghela napas. “Yah, seperti yang kami jelaskan tadi. Kau kehilangan akal sehat sekaligus kesadaranmu dalam melakukan berbagai hal. Jangan sakit hati ya. Kau jadi seperti orang berkelainan jiwa yang tak sadar apa yang sedang kau lakukan. Kau sengaja tak kami masukkan ke rumah sakit jiwa karena kami yakin kau akan sadar dengan sendirinya, seperti hari ini. Kau mau mengangkat telelpon dan mengobrol dengan kami.” Aku mencoba mencerna kembali penjelasan kedua teman dekatku ini. Aku memang mengingat jelas kejadian pada tanggal 23 Juli, namun tidak setelahnya sampai hari ini. “Aku tidak memiliki kepribadian ganda kan?”
22 PARAMITA XLII / Juni 2015
Tami tertawa. “Distorsi waktu membuatmu berpikir seperti itu? Haha. Tidak, Lyra. Kau tetaplah Lyra. Lima bulan yang terlewatkan adalah efek dari ketidaksadaranmu sejak kau mengejar, hm, si pembunuh. Semua perbuatan harus dilandasi oleh kesadaran. Kesadaran akan membuatmu tahu seberapa banyak waktu yang telah kau lewati. Kau harus banyak meditasi setelah ini ya! Lihat, wajahmu semakin tua secara signifikan dalam lima bulan tanpa kau sadari” Aku mencubit pipinya gemas, dan kami tertawa bersama. “Hei, bagaimana dengan Bos? Apa atasan kita itu memecatku?” tanyaku takut-takut Daniel menggeleng. “Dia frustasi karena karyawan terbaiknya menjadi gila. Eh, bercanda, Ra. Jangan memelototiku seperti itu!” “Kau bisa kembali ke kantor. Kehadiran dirimu di sana sangat diharapkan, Lyra,” ujar Tami menenangkan. “Baiklah. Aku akan kembali besok. Oh ya. Di mana makam adikku? Aku ingin kita ke sana setelah makan.” Kami pun mengunjungi makam adikku, pria yang selalu melindungi diriku walaupun tubuhnya tidak sebesar laki-laki pada umumnya. Di perjalanan pulang dari sana, aku dibuat berpikir oleh pertanyaan Tami yang penasaran bagaimana aku bisa mendapatkan kesadaranku kembali. “Pasti ada waktu dimana aku mendapatkan jawabannya. Mungkin meditasi akan menjadi rutinitasku yang baru nih.” (ALF/YOG)
“Di atas langit masih ada langit, dan memang seperti itu adanya. Alam semesta tidak berbatas, namun pikiran manusia biasa ada batasnya.� Oleh: Rizal Rusita (FT 2009)
A
lam semesta, sebuah misteri tanpa cetak biru, merupakan bahasan yang tidak akan pernah habis untuk dibahas. Berbagai teori telah dikemukakan oleh para fisikawan dunia untuk menjelaskan makna yang terkandung dari keberadaan alam semesta ini. Sebagian teori berhasil menjumpai fakta. Namun, tidak sedikit juga berguguran termakan keterbatasan pikiran kita sebagai umat manusia. Bima Sakti, galaksi tempat bumi kita berada, hanyalah sebagian kecil benda yang terkandung di alam semesta nan luas ini. sedangkan Bumi, dunia yang kita huni dan pijak ini, tidak memiliki arti apa-apa dibandingkan dengan luasnya alam semesta. Pepatah mengatakan, “Di atas langit masih ada langit�. Memang seperti itu adanya. Alam semesta tidak berbatas. Namun, pikiran manusia ada batasnya. Di tengah berbagai kebingungan yang pada akhirnya memunculkan beragam pertanyaan, akan selalu ada hal yang menarik untuk dibahas jika topik utamanya adalah alam semesta. Salah satu topik yang akan dibahas pada artikel kali ini adalah mengenai interstellar travel atau perjalanan antar bintang. Pernahkah Anda menonton film Interstellar karya salah seorang sutradara terkenal Christopher Nolan? Jika pernah, apakah Anda berpikir bahwa perjalanan antar
bintang itu mungkin? Atau mungkin, Anda berpikir bahwa film ini hanya fiksi ilmiah belaka? Faktanya, dalam dunia perfilman bergenre science-fiction, sampai saat ini, film Interstellar merupakan film fiksi ilmiah yang paling advance dalam menjelaskan teori perjalanan antar bintang. Perjalanan antar bintang memang mungkin dilakukan meskipun sampai saat ini belum ada bukti nyata dan hanya sebatas teori. Dalam film Interstellar, wormhole digunakan sebagai mesin waktu untuk mengurangi waktu perjalanan ke suatu bintang yang letaknya sangat amat jauh dari Bumi, guna mencari sebuah planet dan membangun koloni baru akibat kondisi lingkungan di Bumi yang semakin tidak memungkinkan untuk menunjang kehidupan. Artinya, dengan memasuki wormhole, Cooper, sang tokoh astronot pada film Interstellar, dapat memotong waktu untuk menempuh jarak perjalanan yang sangat jauh. Perjalanan ini terlampau jauh sampai ia tidak mungkin melakukan perjalanan biasa untuk mencapainya (Cooper akan mati terlebih dahulu meninggal termakan usia). Dan anehnya, saat Cooper bertemu kembali dengan anaknya, yaitu Murph, usia Murph jauh lebih tua. Mengapa hal ini bisa terjadi? Lalu, darimana kah sang sutradara mendapatkan gagasan ini?
Wormhole dan black hole Untuk memahami gagasan
Nolan
Time
23
tentang perjalanan antar bintang, pertamatama kita harus mengetahui apa itu wormhole dan black hole. Bayangkan jika ada suatu benda dengan ukuran sebesar kelereng yang memiliki massa sama dengan ribuan bahkan ratusan ribu kali massa bumi—seperti itulah black hole. Black hole merupakan bintang yang mati dan terserap ke dalam pusat gravitasinya sendiri sehingga memampat dengan ukuran yang semakin mengecil. Hal ini dinamakan singularitas. Black hole memiliki medan gravitasi yang sangat kuat dan dapat menyapu setiap objek yang dilaluinya, bahkan cahaya sekalipun. Ada dua jenis black hole, yaitu black hole dengan singularitas diam dan singularitas berpusaran. Setiap objek yang masuk ke dalam singularitas diam akan musnah, namun jika objek masuk ke dalam black hole yang memiliki singularitas berpusaran, maka objek tersebut akan dimuntahkan pada ujung satunya lagi. Sedangkan wormhole, atau dikenal sebagai Jembatan Einstein-Rosen, merupakan lipatan dimensi ruang dan waktu, menciptakan suatu terowongan yang memungkinkan kita untuk berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain dengan jarak yang luar biasa jauhnya. Dengan wormhole ini (Gargantua), Cooper dapat mencapai Cooper Station. Selain itu,
jika Anda pernah menonton film Thor, lorong waktu atau jalan pintas yang dibuat oleh tokoh Heimdall dari Asgard menuju Bumi adalah konsep yang diambil dari Jembatan EinsteinRossen.
Waktu sebagai Lengkungan Dimensi Ruang Untuk memahami gagasan Nolan lebih lanjut, kita harus memahami konsep relativitas umum yang dikemukakan oleh Albert Einstein. Pada konsep ini, Einstein menjelaskan bahwa gravitasi merupakan kelengkungan yang disebabkan oleh keberadaan massa suatu benda, misalkan Bumi. Bentangan garis seperti pada gambar di samping merupakan pengkondisian terhadap ruang dan waktu. Perlu diingat bahwa kelengkungan terhadap ruang dan waktu akan menyebabkan gravitasi. Teori Relativitas: Gravitasi, Jarak, dan Waktu Setiap objek yang berada di ruang hampa akan selalu bergerak lurus dengan kecepatan tetap sehingga objek yang berada di wilayah lengkungan gravitasi akan menjadi bergerak mengikuti arah lengkungan, tidak
24 PARAMITA XLII / Juni 2015
terkecuali cahaya. Kita lihat pada gambar di bawah, misal titik A adalah sumber datangnya cahaya, dan B adalah titik dimana cahaya telah menempuh jarak sejauh A ke B. Garis abu-abu (lurus) adalah garis cahaya dari titik A menuju B yang berada jauh dari pusat kelengkungan, sedangkan garis putih (lengkung) adalah garis cahaya yang dipengaruhi oleh kelengkungan gravitasi. Dapat dilihat bahwa garis putih (lengkung) membutuhkan jarak tempuh yang lebih jauh dibandingkan garis abu-abu (lurus). Oleh karena kecepatan cahaya adalah tetap, waktu bagi cahaya untuk menempuh jarak A ke
menjelajahi luar angkasa, namun ia juga telah bermain dengan waktu itu sendiri.
B pada garis putih (lengkung) akan terasa lebih lama. Pada kasus ini, terlihat bahwa gravitasi memiliki pengaruh yang besar terhadap waktu. Semakin suatu benda mendekati pusat gravitasi suatu objek, maka semakin besar gaya gravitasi dan semakin besar pula kelengkungan yang harus ditempuh. Maka, waktu akan berjalan semakin lambat terhadap benda tersebut. Ini yang disebut sebagai efek dilasi pada teori relativitas. Hal inilah yang menyebabkan waktu di lingkungan sekitar Cooper berjalan sangat lambat ketika ia berusaha mendekati beberapa objek yang memiliki gaya gravitasif yang jauh lebih besar dibandingkan dengan Bumi, karena Ia menempuh jarak yang lebih jauh dikarenakan oleh lengkungan yang besar. Pada penghujung film, Cooper berusia jauh lebih muda ketimbang Murph, anak perempuanya, seakan-akan bukan hanya Cooper telah
berjalan lebih cepat. Untuk meniadakan efek dilasi waktu ini, biasanya frekuensi detakan pada jam satelit GPS diperlambat sekitar 38 mikrosekon (satu per satu juta detik) per hari. Mungkin terdengar sangat kecil, namun jam pada satelit GPS membutuhkan tingkat akurasi sampai ke tingkatan nanosekon (satu per satu miliar detik). Jika tidak akurat, mungkin jarak yang ditunjukkan GPS akan melenceng 10 kilometer perhari. Perjalanan seperti yang dilakukan oleh Cooper tentu masih jauh dari kemampuan manusia dengan teknologi yang sekarang. Namun, bayangkan jika suatu saat nanti ada pesawat ruang angkasa yang memiliki kemampuan menjelajah seperti pada film-film fiksi ilmiah; Interstellar, Star Trek, Star Wars, maka bukan tidak mungkin perjalanan waktu dapat dilakukan umat manusia. (ALF/NA)
Teori relativitas dalam kehidupan seharihari Teori relativitas yang telah dijabarkan di atas adalah nyata dan sudah diterapkan pada berbagai pengaplikasian sistem satelit kita. Contohnya adalah untuk menentukan akurasi pada jam satelit GPS. Karena posisi satelit GPS yang jauh dari pusat kelengkungan gravitasi Bumi, kita yang berada di Bumi akan melihat jam pada satelit GPS seolah-olah
Time
25
Leadership and Teamwork : Two Sides of The Same Coin oleh Sonny (FT 2013)
K
epemimpinan dan kerja sama itu ibarat jarum dan benang pada sebuah organisasi. Salah satu dari kedua hal tersebut tidak akan berguna tanpa satu lainnya. Kepemimpinan dan kerja sama dapat dibangun dengan kemampuan interpersonal yang baik. Kedua kemampuan itu bukanlah anugerah, melainkan kemampuan yang dapat dilatih. Keseimbangan antara kepemimpinan dan kerja sama adalah hal yang sangat penting. Bagaikan dua sisi pada sebuah koin, kepemimpinan dan kerja sama akan saling mendukung. Kepemimpinan yang buruk tidak dapat mendorong tim menuju kesuksesan meskipun dilengkapi dengan kerja sama yang baik. Begitu juga kepemimpinan yang baik, jika tidak dibantu oleh kerja sama tim yang kompeten juga tidak akan mampu mencapai kesuksesan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan dan kerja sama adalah hal yang sangat luas dan memerlukan keseimbangan. Sebuah kerangka berpikir dibuat untuk memenuhi kedua hal tersebut melalui kesinergian, kebijaksanaan, dan kesuksesan.
26 PARAMITA XLII / Juni 2015
Kepemimpinan dalam Organisasi Kepemimpinan dalam organisasi membutuhkan gabungan dari kemampuan dan sikap dalam mempengaruhi orang lain. Visi dan tujuan seorang pemimpin adalah hal yang harus dicapai oleh sebuah tim. Pemimpin bertindak untuk mengarahkan dan memotivasi. Sesungguhnya, kepemimpinan sendiri berfokus pada memengaruhi dan memberikan semangat kepada orang lain. Orang yang memiliki kemampuan dan diberdayakan dengan baik oleh pemimpin mereka akan menjadikan keinginan sang pemimpin menjadi kenyataan. Pencapaian terbesar seorang pemimpin adalah ketika dia mampu memengaruhi orang lain untuk melakukan hal yang terlihat tidak mungkin. Sesungguhnya, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memotivasi orang lain untuk menyelesaikan tugas mereka di atas ekspektasi mereka. Terdapat banyak sekali konsep kepemimpinan. Sering pula konsep-konsep tersebut saling bersinonim satu sama lain seperti kekuatan, otoritas, manajemen, administrasi dan supervisi. Sangat disesalkan oleh para peneliti karena tidak ada satupun praktisi yang mampu mendefinisikan kepemimpinan secara tepat. Ini bukanlah hal yang salah karena terdapat perbedaan konotasi khususnya hubungan antara pemimpin dan anggota. Model Kompetensi Kepemimpinan dalam Lima Dimensi Globalisasi telah meningkatkan kebutuhan akan pemimpin dengan latar belakang yang berbeda-beda untuk memegang berbagai aksi sebagai rencana strategis organisasi. Kerumitan lingkungan telah meningkatkan ekspektasi dari para pemangku kepentingan. Pada saat ini pemimpin diharapkan untuk memenuhi seluruh komponen termasuk risiko yang diketahui maupun yang tidak diketahui. Kapabilitas dapat dipersiapkan dengan baik dan dibagi ke dalam lima dimensi berikut ini:
1. Transformasional; pemimpin adalah individu yang berkarisma yang mampu mempengaruhi tim agar dapat mencapai tujuan strategis. 2. Transaksional; pemimpin mentransaksikan pekerjaan yang dilakukan oleh tim dengan penghargaan baik berwujud maupun tidak berwujud. 3. Organik; pemimpin memungkinkan interaksi di antara anggota tim dan memperkuat hubungan antara anggota tim. 4. Kontemporer; pemimpin harus menggunakan pendekatan demokrasi yang menggunakan pengaruh dan persuasi bukannya ketakutan untuk memimpin mereka. 5. Etis; pemimpin menginspirasi anggotanya seperti menunjukkan integritas yang tinggi kepada anggotanya. Kelima dimensi tersebut adalah tipe kepemimpinan yang dapat digunakan bergantung terhadap situasi. Tipe kepemimpinan ini dapat menciptakan keseimbangan antara personalitas, kapabilitas, dan kebutuhan pemimpin dan anggotanya.
Kesuksesan dalam Kepemimpinan dan Kerja Sama Saat ini tim adalah komponen esensial dalam meraih kesuksesan organisasi, dan membangun dan memotivasi tim adalah sangat penting untuk memperoleh kesuksesan. Tim membutuhkan pemeliharaan dan interaksi untuk mempertahankan performa mereka. Kepemimpinan harus berfokus pada memotivasi dan mendukung tim agar dapat terus memiliki performa yang baik. Dalam rangka memperoleh kesuksesan, diperlukan hal-hal seperti tujuan yang jelas, kepemimpinan yang baik, peran dan tanggung jawab yang jelas, anggota yang tidak terikat, saling mendukung, dan kepercayaan antara anggota dan pemimpin. Sebagai tambahan, Whetton dan Cameron (2011) menyebutkan ada beberapa faktor yang mendukung efektivitas tim, yakni anggota tim heterogen, peningkatan kekeluargaan di antara anggota tim, motivasi, umpan balik, perpaduan antara anggota tim, dan proses pengambilan keputusan di dalam tim. Dua kemampuan utama yang berkaitan
Time
27
dengan kesuksesan tim adalah memainkan peran yang menguntungkan dan menyediakan umpan balik untuk yang lain. Peran yang menguntungkan sebagai fasilitator dalam meningkatkan performa melalui pemberian arahan, dorongan dan ringkasan, hal tersebut berpengaruh terhadap sikap anggota tim untuk menyelesaikan tugas dengan perpaduan grup. Dengan menyediakan umpan balik, tim dapat terus menyelesaikan tugas sambil membangun hubungan antara satu dengan yang lain. Berfokus kepada umpan balik terhadap sikap dan bukan orangnya adalah salah satu cara untuk membangun hubungan yang baik. Perkembangan tim yang sukses adalah melalui tahap forming, norming, stroming, dan performing. Progres dari tim harus secara sistematis di tiga tahap pertama baru dapat mencapai tahap keempat. Mengembangkan tim yang sukses membutuhkan ketekunan dan kesiagaan dari seorang pemimpin karena hal ini lebih cenderung sebagai seni daripada sebagai ilmu pengetahuan. Dalam konteks ini, setiap tim akan melalui hambatan yang berbeda-beda untuk beradaptasi. Tim yang kuat mengenali anggotanya adalah tidak terikat antara satu sama lain untuk kesuksesan dan mereka mengatasi masalah secara bersama-sama.
28 PARAMITA XLII / Juni 2015
Namun, tim yang memiliki performa baik namun memiliki kepemimpinan yang salah akan membahayakan kesuksesan. Sehingga, pemimpin yang sukses adalah dia yang memimpin tim dengan sensitif, kompetensi, dan bijaksana untuk menghasilkan kesuksesan. Konklusi Menyeimbangkan antara kepemimpinan dan kerja sama adalah hal yang sangat penting untuk meningkatkan daya saing terutama dalam hal sumber daya manusia. Kerangka kerja dasar yang terdiri dari delapan kemampuan berguna untuk menyeimbangkan antara kedua hal tersebut. Seorang pemimpin sangat butuh untuk mengevaluasi diri mereka dalam hal gaya kepemimpinan, pengertian terhadap budaya yang berbeda, dan keterampilan interpersonal. Seorang pemimpin harus memimpin timnya untuk menyelesaikan tugas dengan menemukan jalan yang efektif dan kreatif. Komunikasi adalah hal terpenting untuk hal tersebut karena merupakan dasar untuk membangun tim yang solid. Sebagai analisis akhir, sangat penting untuk seorang pemimpin untuk mengembangkan kebijaksanaannya dalam memimpin timnya sehingga timnya dapat mengembangkan potensi mereka di atas ekspektasi. (ALF/YOG)
Jam, Alat Ajaib Pencatat Waktu
W
aktu, tidak pernah dapat dirasakan oleh manusia. Tidak bisa dilihat, diraba, disentuh, ataupun dicium. Tetapi waktu selalu berlalu tanpa pernah berhenti. Kecepatan waktu pun sangat beragam bagi setiap orang. Ketika kalian sedang dalam kelas yang kalian tidak senangi, kalian akan bergumam “kenapa lama banget sih?”. Namun ketika kalian sedang melakukan hal yang sangat menyenangkan sehingga kalian menyatakan “eh, ternyata sudah jam segini”. Bagi mahasiswa baru dipenuhi dengan pikiran kuliah empat tahun, masih sangat lama sekali hingga lulus, tetapi bagi mereka yang sedang menyusun skripsi akan terlintas pikiran “tidak terasa sebentar lagi aku lulus, cepat sekali waktu ini berlalu”. Persepsi setiap orang atas waktu sangatlah beragam. Untuk menyamakan persepsi tentang waktu yang berbeda inilah, diciptakan benda
oleh Steven Cokro (FPsi 2013)
bernama jam. Jam ini pun layaknya manusia, berubah sesuai dengan perkembangan jaman. Pada jaman modern ini, model atau bentuk dari jam yang kita ketahui merupakan sebuah benda berbentuk bulat atau persegi dengan dua belas angka mengelilinginya dan terdapat tiga buah jarum untuk menunjukkan waktu dengan berbagai jenis ketepatan mulai dari detik, menit, hingga jam. Pada kesempatan kali ini, saya ingin membahas beberapa jenis jam yang digunakan pada jaman dahulu dan bagaimana mereka berfungsi. Pada jaman dahulu kala matahari merupakan hal pertama yang dijadikan sebagai sebuah alat untuk menunjukkan waktu. Nama alat tersebut adalah sundial, atau dalam bahasa Indonesia disebut jam matahari. Sundial berfungsi dengan cara yang cukup sederhana. Kalian cukup mengambil sebuah tongkat dan tancapkan ke tanah, tongkat tersebut
Time
29
kemudian akan disebut sebagai gnomon dan bayangan yang jatuh dari tongkat tersebut akan menunjukkan waktu pada saat itu. Sundial sampai sekarang masih cukup berguna ketika digunakan pada saat berkemah atau mengikuti pelatihan pramuka. Kelemahan dari sundial adalah kalian harus mengetahui posisi angkaangka yang tepat, karena salah pemberian angka berarti salah menginterpretasikan waktu pula. Benda selanjutnya yang digunakan untuk mengukur waktu adalah waterclock atau clepsydra. Waterclock menggunakan aliran air untuk dapat mengukur waktu. Terdapat dua jenis waterclock berdasarkan aliran air yaitu inflow dan outflow. Pada outflow waterclock, terdapat container berisikan air yang secara perlahan dialirkan keluar. Waktu yang berlalu diukur dari tanda yang terdapat di container dan berdasarkan jumlah air yang tersisa. Sedangkan inflow waterclock merupakan kebalikan dari outflow, yaitu air secara perlahan dialirkan ke dalam container dan waktu diukur berdasarkan penanda pada container serta jumlah air yang ada di dalamnya. Berikutnya kita memiliki alat pengukur yang menggunakan pasir dan coba tebak dimana alat tersebut pertama kali diperkirakan
30 PARAMITA XLII / Juni 2015
berasal? Yup, kalian benar. Jam pasir atau yang disebut juga hourglass diperkirakan pertama kali berasal dari Mesir walaupun tahun atau jaman pastinya tidak dapat diperkirakan. Hourglass bekerja dengan cara yang cukup berbeda. Hourglass terdiri dari dua buah bulb atau bohlam yang sama besar, dihubungkan, dan diisi dengan pasir. Waktu dilihat dari lamanya pasir di satu bohlam turun ke bohlam yang lain. Setelah semua pasir turun, hourglass dapat dibalik untuk digunakan kembali. Pada jaman sekarang, hourglass merupakan salah satu benda yang cukup digemari untuk dikoleksi tetapi masih juga orang-orang yang menggunakan hourglass untuk mengukur waktu-waktu yang spesifik seperti memasak. Itulah beberapa jenis alat penghitung waktu yang ada pada jaman dahulu kala sebelum ditemukannya jam yang menggunakan roda gigi atau listrik seperti pada saat ini. Semoga artikel ini bermanfaat dan memberikan pengetahuan baru bagi kalian. Sekedar info trivia mengenai waktu, ilmu yang mempelajari waktu disebut juga sebagai horology. Horology terdiri dari kata hᚓra yang berarti jam atau waktu dalam bahasa Yunani dan logos yang berarti ilmu. (YOG/KEN)
B
uddha selalu berkata, janganlah kita meditasi, kita dapat merasakan hidup kita menoleh dan melihat ke masa lalu, dan tanpa peduli mengenai masa lalu maupun masa janganlah bermimpi mengenai masa yang akan datang, selalu sadar akan tubuh kita depan, namun berkonsentrasi dan hiduplah di dan dapat mengendalikan diri secara penuh. masa sekarang, yaitu sekarang. Kalimat tersebut Namun apakah dalam kehidupan sekarang terlihat sederhana, namun sebenarnya sangat ini kita dapat melakukan meditasi secara terus kompleks dan dapat memicu perdebatan yang menerus dengan tetap melakukan aktivitas sangat hebat. Dalam pernyataannya, hidup di sehari-hari? Tentu saja sulit dilakukan. masa sekarang, apa yang dimaksud sekarang? Dalam kehidupan sekarang, mengikuti Sekarang dapat menjadi masa lalu, sekarang jalan Buddha dalam bermeditasi sangat sulit juga dapat menjadi masa depan, namun yang dilakukan akibat adanya tanggung jawab yang dimaksud Buddha dalam sekarang adalah, banyak sekali seperti pekerjaan bagi yang telah bagaimana cara kita untuk bekerja dan belajar bagi menjadi manusia yang mahasiswa. Berbeda jika kekinian atau sekarang. kita merupakan seorang Ketika kita melakukan bhikkhu atau samanera sesuatu, kita selalu melihat yang akan mengikuti jejak ke masa lalu agar tidak para Sangha. Namun hidup dalam kesalahan bukan berarti kita tidak yang terjadi di masa yang bisa hidup di masa oleh Frandy Antoniwijaya (FIB 2013) akan datang. Namun sekarang akibat adanya apakah ada yang salah dengan hal tersebut? tanggung jawab yang ada. Ajahn Brahm Tentunya tidak. Buddha mengajarkan kita berkata, ketika dia memikirkan begitu banyak mengenai ehipassiko, yaitu sebuah ungkapan buku yang harus ditandatangani oleh dirinya, yang berbunyi “Datanglah, dan lihatlah!�. dia akan merasa tersiksa, namun apabila dia Sebuah metafora yang mengajak kita untuk hanya memikirkan bahwa dia hanya butuh melihat dan mempraktekkannya, lanjutkan bila menandatangani satu buku saja setiap saat, hal tersebut baik bagi kita, dan tinggalkan bila tentu hidup ini terasa bahagia. Pemikiran buruk, sehingga menoleh ke masa lalu untuk yang cukup sederhana untuk hidup di masa memperoleh masa depan yang lebih baik tidak sekarang. dapat dikatakan salah. Namun pertanyaannya, Kebebasan adalah ketika kita mengetahui dengan menoleh ke masa lalu untuk diterapkan di mana kita berada saat ini dan hidup di masa ke masa sekarang demi mencapai masa sekarang. Banyak dari kita tidak sadar bahwa depan yang baik bukankah sama saja dengan kita adalah makhluk yang bebas akibat tidak mengulang siklus kehidupan yang ada? adanya kesadaran mengenai saat ini. Hanya Buddha mengajarkan bahwa untuk dengan mengetahui bahwa kita hidup di masa memperoleh ketenangan batin dan sekarang kita dapat menjadi sadar sepenuhnya kebahagiaan, kita harus hidup di dalam masa dan dapat merasakan kebahagiaan. Do not dwell sekarang. Terlihat sulit, namun sebenarnya in the past, do not dream of the future, concentrate the cukup mudah. Cara terbaik untuk hidup mind on the present moment. (KEN/YOG) di masa sekarang adalah melalui meditasi. Buddha selalu melakukannya karena dengan
Time
31
WHAT DO T H E Y S A Y ? Bagaimana pandangan Anda tentang korupsi waktu (ngaret)? Dan bagaimana cara mengarasinya? Kesepakatan bersama. Kalau semuanya setuju terlambat tidak apa-apa ya tidak apa-apa (misalnya kalau janjiannya untuk kegiatan rekreasi yang tidak terdesak waktu). Tetapi, kalau bisa merugikan anggota kelompok, buat aturan bersama, misalnya yang telat sepuluh menit harus beli snack senilai Rp 10.000,00, berlaku kelipatan. Hahaha. Zivana Sabili, Mahasiswa Berprestasi FPsi UI 2015 Menurut saya, orang yang mengorupsi waktu mungkin menganggap bahwa suatu atau rapat yang akan ia hadiri tidak cukup membawa manfaat baginya. Tidak hanya itu, mungkin saja dia berpikir bahwa hal itu tidak penting untuk dihadiri. Namun, ketepatan waktu adalah masalah komitmen. Di UITTC sendiri, dapat ditemukan korupsi waktu, misalnya harusnya mulai jam lima sampai jam delapan sore, namun karena pelatihnya telat, jadinya mulai jam tujuh sampai jam sembilan. Dua jam terbuang sia-sia dan jam pulang makin lama pula. Hal ini tentu merugikan beberapa pihak. Menurut saya, untuk mengurangi orang yang mengorupsi waktu, bisa saja suatu organisasi memperketat seleksinya, jadi hanya orang-orang yang benar-benar berkomitmen saja yang bisa masuk. Andersen - Pengurus Divisi Kepelatihan UITTC (UI Tennis Table Club) Sebenarnya korupsi waktu (ngaret) adalah tindakan tidak terpuji. Walaupun kebanyakan kita masih banyak yang demikian. Cara preventif mengurangi dan menghindari korupsi waktu : 1. Self motivation untuk menjadi profesional, dengan self motivation ini kita mau tidak mau harus berbenah diri karena dunia modern saat ini menuntut untuk profesional, terutama dalam waktu. 2. Komitmen terhadap budaya ‘Respect to Time’, pada umumnya organisasiorganisasi menerapkan budaya 3R, dimana salah satu budaya tersebut adalah Respect to Time. Alangkah baiknya, dengan menggunakan pola berpikir ringan, apabila budaya Respect to Time bisa kita wujudkan, budaya di organisasi tersebut bisa terwujud dan organisasi berjalan lebih baik. Tindakan kuratif : 1. Berlakukan sistem denda. Denda dibuat agar yang melanggar jera atas kesalahan yang telah diperbuat dan tidak akan melakukan di kemudian hari. Regi Kusumaatmadja - Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa FMIPA UI
32 PARAMITA XLII / Juni 2015
Korupsi waktu? Apa tuh? Emang ada ya korupsi selain dalam bentuk uang? Nah, ini nih yg menurut Saya tanpa disadari sudah menjadi salah satu “ciri khas�-nya orang Indonesia. Biasanya sih disebut “jam karet� atau ngaret. Menurut Saya, hal ini gak baik. Kenapa? Bayangkan berapa banyak kerugian yang akan kita dapat atau kerugian yang orang lain rasakan akibat korupsi waktu ini. Contohnya, kuliah dimulai jam 08.00, namun mahasiswanya datang terlambat, jam 08.30. Mahasiswa itu sudah ketinggalan materi sebanyak kurang lebih 30 menit. Sayang sekali. Kalaupun dosen terlambat, maka mahasiswanya pun dirugikan karena materi yang harusnya bisa disampaikan menjadi terpotong karena keterlambatannya. Lalu, gimana sih cara ngatasinnya? Bagi Saya, dimulai dari hal kecil saja dulu. Untuk melakukan perubahan, tidak perlu dimulai dari suatu hal yang besar. Tapi, lakukanlah hal kecil yang terus-menerus dilakukan sehingga akan menjadi habit atau kebiasaan. Ahmad Ichsan Baihaqi, Staff PSDM Future Leader for AntiCorruption (FLAC) Indonesia Time is money, banyak yang beranggapan bahwa setiap detik dari waktu sangat berharga sehingga harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Di Indonesia, ketidaktepatan waktu seringkali dianggap sebagai sesuatu yang umum, ini adalah suatu bentuk kelalaian dan kesalahan pola pikir. Membenarkan sesuatu yang salah. Menganggap waktu sebagai sesuatu yang penting seringkali bergantung pada kepentingan setiap orang. Perlu suatu pembenaran cara pikir untuk menganggap segala sesuatu adalah penting agar hadir tepat waktu lebih dijadikan sebagai sebuah prioritas. Ini berhubungan dengan citra diri dan integritas; bagaimana orang lain akan lebih menghargai kita jika dapat tepat waktu di setiap pertemuan. Disiplin diri merupakan awal dari perubahan tingkah laku ini. Mendisiplinkan diri, memperbaiki mindset, dan percaya bahwa tidak ada yang salah dengan hadir lebih cepat. Inilah yang kita butuhkan dan setiap dari kita harus berusaha merubah diri, untuk kerap kali mengingatkan diri sendiri, serta menjalankannya. Fenny Kamadi - Mahasiswa Berprestasi FKG UI 2015
Menurut saya dan pengalaman saya sendiri, orang ngaret itu karena 1 hal, dia suka nunda sesuatu. Contohnya, janji ketemuan jam 8. Sebelum ketemuan harus siap-siap (mandi dan lain-lain). Sebenarnya sudah mau siap-siap dari jam 7, tetapi karena mager, akhirnya nunda-nunda dan baru siap-siap mendekati jam 8. Akhirnya, sampai ke tempat janjian telat deh, yang harusnya bisa on time kalau tidak nunda siap-siapnya, malah jadi telat karena mager. Rachman Aziz Fauzi - Ketua Ikatan Mahasiswa Sinologi FIB UI
Time
33
Situs Tua Penuh Pesona Oleh: Prayogo Hartono Surya (FT 2012)
M
enurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pariwisata adalah yang berhubungan dengan perjalanan untuk rekreasi, pelancongan, dan turisme. Tempat wisata di dunia pun sudah hampir tak terhitung jumlahnya. Namun, pernahkah terlintas di pikiran Anda tempat wisata apakah yang sudah lama berdiri di dunia? Ternyata, terdapat tempat-tempat wisata yang sudah berdiri bahkan sejak jutaan tahun yang lalu. Berikut adalah lima tempat wisata tertua di dunia. 1. Tiwanaku, Bolivia Tiwanaku merupakan situs arkeologi penting pra-Kolombus di Bolivia barat. Tempat ini menjadi pusat keagamaan dan administratif selama lebih dari lima ratus tahun, yang mencapai puncaknya sekitar tahun 500-900. Kompleks ini dilengkapi dengan kuil, bangunan umum, perumahan, jalan, hingga irigasi. Sejak tahun 1200, tempat ini tidak lagi ditempati dan menjadi kota mati. Situs ini ditemukan oleh Pedro Cieza de LeĂłn asal Spanyol pada tahun 1549.
2. Dinosaur Provincial Park, Kanada Taman yang berlokasi di Alberta, Kanada ini merupakan tempat hunian para dinosaurus jutaan tahun yang lalu. Terdapat sekitar 40
34 PARAMITA XLII / Juni 2015
spesies dinosaurus yang menjadikan taman ini sebagai salah satu tempat yang paling kaya akan fosil dinosaurus. Taman dengan luas kurang lebih 7000 hektar ini ditemukan pada tahun 1955 dan diakui sebagai situs warisan dunia oleh UNESCO pada tahun 1979.
3. Tikal, Guatemala Situs yang berada di wilayah arkeologikal PetĂŠn Basin (utara Guatemala) ini merupakan pusat kota dari Peradaban Maya pra-Kolumbus. Tikal adalah ibukota yang menjadi salah satu kerajaan terkuat dari Maya kuno. Tempat ini didirikan sejak tahun 250-900 dan merupakan kompleks piramid yang dibuat sesuai dengan posisi matahari. Keragaman dan keindahan situs ini dari segi arsitektur ditunjukkan oleh tempat-tempat yang luar biasa seperti Great Plaza dan kompleks Lost World.
4. Chan Chan, Peru Cahokia adalah tempat penduduk asli Amerika kuno di dekat Collinsville, Illinois. Situs seluas 890 hektar ini dikukuhkan sebagai situs warisan dunia pada tahun 1982. Jika dilihat sekilas, situs ini hanyalah seperti kumpulan bukit buatan yang tak beraturan. Cahokia diperkirakan mengalami kemunduran setelah tahun 1300 yang diperkirakan ditinggalkan karena masalah lingkungan seperti perburuan yang berlebihan dan penggundulan hutan. Chan Chan merupakan ibukota dari Chimu yang berada 4,8 km dari Trujilo. Kota ini diperkirakan dibangun sekitar tahun 850 dan mencapai puncak peradabannya sekitar tahun 1400 yang diduduki oleh 30.000 orang penduduk. Luas kota ini sekitar 2000 hektar dan menjadi situs warisan dunia pada tahun 28 November 1986.
5. Cahokia Mounds State, Amerika Serikat
Semua situs wisata di atas sampai sekarang masih dibuka untuk umum dan merupakan tujuan wisata yang cukup menarik apalagi bagi para pecandu sejarah. Lebih jauh lagi, kita dapat merasakan “sensasi� bagaimana peradaban manusia di ratusan bahkan ribuan tahun lalu. Meskipun umur situs-situs wisata tersebut sudah tidak muda lagi, pesonanya tidak kalah menarik jika dibandingkan dengan situs-situs wisata yang baru. Komponen utama yang ditonjolkan dari situs-situs ini adalah kemegahan bangunannya yang akan membuat banyak orang tercengang. (ALF/WIS)
Time
35
Memahami Waktu sebagai Harta yang Tak Ternilai oleh Viriya Paramita (FE 2009)
“Menyia-nyiakan waktu pada kehidupan manusia ini bagaikan orang yang mendapatkan bejana emas, namun orang tersebut melemparkannya ke sungai bagaikan sampah yang tidak berharga.”
-Perumpamaan Buddhis
“T
ime is the single most valuable commodity in the universe” – sebuah kutipan dari film Box Office Jupiter Ascending (2015); film yang menceritakan mengenai peradaban manusia yang amat canggih di mana tidak ada lagi kelangkaan sumber daya fisik. Sebuah cairan ekstrak – “energi kehidupan” – menjadi barang komoditas paling berharga karena dapat memperbaharui sel dan memudakan manusia, atau dengan kata lain, hidup kekal adalah sesuatu yang tidak mustahil. Dari hal inilah muncul kutipan sebelumnya yang menunjukkan bahwa waktu (umur sebagai manusia) adalah hal yang paling berharga di dunia. Terlepas dari cerita fiksi tersebut, ada pesan moral yang terkandung di dalamnya: Apakah kita telah memanfaatkan waktu hidup kita sebagai manusia yang berharga ini dengan baik?
36 PARAMITA XLII / Juni 2015
Mari kita renungkan sejenak: Apakah kehidupan kita berharga? Mungkin banyak dari kita merasa, “Wah! Tentu saja sangat berharga, saya lahir di keluarga yang beruntung!” atau mungkin juga, “Ah! Biasa saja! Toh saya orang biasa-biasa saja, tidak menonjol, terkenal apalagi!”. Dalam Buddhisme, dikatakan bahwa kehidupan manusia yang memiliki kebebasan dan keberuntungan merupakan hal yang sangat berharga. Bahkan, lebih berharga dari pengabul harapan. Mengapa? Di antara keenam alam samsara, kehidupan manusialah yang paling berpotensi untuk mencapai tingkat keBuddhaan yang lengkap dan sempurna. Ketika di alam neraka, kita hanya bisa memikirkan rasa sakit dan kepanasan. Ketika di alam hantu, kita hanya bisa menahan rasa lapar dan tanpa henti mencari makanan. Di alam binatang, kita tertutupi
oleh kebodohan, atau ketika di alam asura, kita terus menerus didera rasa iri hati. Tentu akan sangat sulit berbuat kebajikan dalam situasi alam-alam tersebut. Jika direnungkan kembali pada diri kita yang sekarang, untuk memahami ceramah di Vihara saja sudah sangat sulit jika dalam rasa gerah atau lapar. Bagaimana jika kita berada di alam-alam menderita tersebut? Ketika kita di alam dewa, hanya rasa bahagia yang ada di sana, semua hal yang diinginkan bisa terwujud sehingga tidak ada dorongan untuk belajar Dhamma. Hanya manusialah yang dapat merasakan penderitaan dan kebahagiaan sekaligus. Hanya manusialah yang dapat memahami sifat-sifat samsara secara jelas. Juga, hanya manusia yang dapat melatih diri, yaitu melalui tiga latihan: sila, sammadhi, dan panna. Selain itu, Buddha juga telah mengatakan bahwa kesempatan kita untuk lahir sebagai manusia bagaikan perbandingan debu di ujung kuku jari tangan Buddha dengan debu di bumi. Dari pernyataan ini, sangat terlihat bahwa kehidupan kita sebagai manusia sangat sulit diperoleh. Kita juga dapat membandingkan kesempatan kita untuk terlahir sebagai manusia dengan pernyataan dalam sutra yang menyatakan bahwa jumlah penghuni alam binatang jauh lebih banyak dari jumlah manusia, jumlah hantu kelaparan jauh lebih banyak dari binatang, dan jumlah makhluk neraka jauh lebih banyak dari hantu kelaparan. Dari sini, kita dapat menyimpulkan bahwa proporsi jumlah manusia dibandingkan makhluk-makhluk di alam menderita sangatlah kecil, belum lagi kita tidak menghitung bahwa masih ada manusia yang tidak memiliki kebebasan dan keberuntungan untuk mempraktikkan Dhamma. Tubuh manusia yang kita peroleh sekarang ini juga bukan merupakan “hadiah�. Tubuh manusia kita yang sekarang adalah kumpulan dari banyak kualitas baik yang sudah kita latih dengan sangat keras pada kehidupan-kehidupan kita yang sebelumnya. Setelah kita mengetahui bahwa kehidupan yang kita dapatkan sangat berharga, kita juga
perlu mengingat bahwa waktu kita untuk hidup di kehidupan ini sangatlah terbatas dan suatu saat kita pasti akan menghadapi kematian. Kematian adalah hal yang sudah pasti terjadi pada kita semua dan tidak mungkin dihindari. Kita juga perlu sadar bahwa kita tidak akan pernah tahu kapan ajal datang menjemput. Kita bisa saja terkena penyakit mematikan di esok hari ataupun kecelakaan lalu lintas. Sangat banyak hal yang dapat membuat kita mati. Juga perlu diingat bahwa usia manusia terusmenerus menurun karena zaman kemerosotan seperti ramalan Buddha. Fenomena ini sudah dapat terlihat pada kondisi kita sekarang yang mana udara telah terkontaminasi di mana-mana, makanan yang tidak sehat, serta pola hidup masyarakat yang semakin buruk. Dengan merenungkan kematian, kita mengerti bahwa tubuh manusia kita yang berharga ini tidaklah kekal dan pada suatu saat nanti, kita harus meninggalkan tubuh ini. Jadi, waktu yang kita miliki sekarang sangatlah berharga. Dengan pemaparan yang sudah disajikan, terlihat bahwa ternyata memang waktu yang kita miliki sekarang merupakan harta yang tak ternilai, seperti yang diungkapkan pada film di paragraf awal. Hidup ini sangat berharga, namun masih banyak dari kita yang menyia-nyiakannya dengan bermalasmalasan dan membuang-buang waktu untuk hal-hal yang tidak berguna. Disebutkan dalam perumpamaan Buddhis bahwa menyia-nyiakan waktu pada kehidupan manusia ini bagaikan orang yang mendapatkan bejana emas tetapi orang tersebut melemparkannya ke sungai bagaikan sampah yang tidak berharga. Dengan merenungkan betapa berharganya kehidupan kita sebagai manusia, betapa sulitnya untuk terlahir di alam manusia dan betapa singkatnya kehidupan kita yang sekarang. Semoga kita dapat memanfaatkan waktu yang kita miliki sekarang ini dengan baik. Ingatlah selalu bahwa hidup kita terlalu berharga untuk disiasiakan. (WIS/ALF) Sumber: Pembebasan di Tangan Kita Jilid 2
Time
37
ABOUT TIME oleh Adi Putra (FT 2012) dan Andri (FISIP 2013)
“Mengulang waktu, mengulang hidup?�
F
ilm bernuansa komedi romantis ini membuat kita sadar akan kehidupan, keluarga, cinta, dan kehilangan. Selama film, pusat perhatian penonton akan terfokus pada momen-momen kehidupan Tim dalam mengejar cinta Mary. Bagaimana ia berusaha untuk memutar waktu hanya untuk bisa melihat senyuman Mary. Namun, momen terbaik setelah menonton film ini mungkin adalah pada saat Tim yang mengulang momenmomen kehidupan bersama ayahnya setelah ia meninggal dan Tim tak lagi bisa mengulang waktu. Curtis sebagai sutradara berhasil membuat penonton menjadi bercampur aduk emosinya dengan menghadirkan tawa, romantisme, dan haru dalam film ini. Meskipun kemampuan menjelajahi waktu ini merupakan kekuatan yang sangat luar biasa, kemampuan yang dimiliki laki-laki di keluarga ini memiliki keterbatasan. Mereka hanya mampu menjelajahi waktu yang pernah mereka lewati dan tidak mungkin untuk mereka pergi ke waktu dimana mereka belum lahir. Jadi tidak mungkin apabila Tim ingin pergi ke perang dunia kedua atau ke zaman purba. Awalnya Tim pindah ke London untuk mengejar karirnya sebagai seorang pengacara. Disana ia tinggal bersama teman ayahnya, Harry, yang bekerja sebagai seorang penulis naskah. Suatu hari, ia bersama temannya pergi ke sebuah restoran yang menawarkan kencan buta (blind date), disana ia bertemu dengan seorang wanita bernama Mary.
38 PARAMITA XLII / Juni 2015
About Time (2013) Genre : Drama, Fantasy, Romance Rating : 7.8 (IMDb); 69% (Rotten Tomatoes) Asal : Inggris Sutradara : Richard Curtis Distributor : Universal Pictures Penulis Naskah : Richard Curtis Pemain : Domhnal Gleeson; Rachel McAdams; Tom Hollander; Margot Robbie Durasi : 123 Menit Tim sangat tertarik pada Mary dan berhasil mendapatkan nomornya malam itu. Namun, ketika Tim pulang, ia menemukan Harry yang sedang kecewa karena pertunjukannya gagal. Mengetahui hal tersebut, Tim menggunakan kemampuannya untuk kembali ke malam pertunjukan Harry untuk memperbaiki
pertunjukannya. Usaha Tim berhasil, namun karena Tim menggunakan waktu malam itu untuk membantu Harry, Tim jadi tidak bertemu Mary. Di pagi harinya, Tim melihat koran
untuk membaca review dari pertunjukan Harry, Namun matanya tertuju pada adanya pameran Kate Moss. Tim merasa pameran tersebutlah yang bisa membawanya kembali kepada Mary dimana Kate Moss merupakan salah satu bahan obrolan mereka pada saat mereka pertama bertemu dan Mary mengakui bahwa ia merupakan penggemar Kate Moss. Tim pergi ke museum tersebut dan menunggu Mary disana dan ternyata takdir mempertemukan mereka kembali. Namun, disana Tim mendapati bahwa Mary tidak mengenal Tim sama sekali dan selama selang waktu pertemuan itu, Mary sudah mendapatkan seorang pacar. Mengetahui hal tersebut, Tim segera mencari tahu tempat dan tanggal pertemuan mereka. Setelah itu, Tim menggunakan kembali kemampuannya untuk kembali ke waktu itu dan tidak membiarkan Mary bertemu dengan pacarnya dengan mengajaknya kencan. Di dalam kencan mereka ini, Tim dan Mary menjadi tertarik satu sama lain dan mereka pun berkencan dan akhirnya menikah. Hidup Tim bersama Mary sangat bahagia, dan sejak mereka menikah, Tim tidak banyak menggunakan kemampuannya. Namun tibatiba, Tim mendengar berita bahwa ayahnya menderita kanker dan Tim segera pulang ke rumahnya untuk mengunjungi ayahnya. Di rumahnya, ayah Tim mengakui bahwa usianya hanya tinggal beberapa minggu lagi dan menceritakannya sebuah rahasia kepada Tim yang menurutnya merupakan sebuah cara untuk mencapai kebahagiaan melalui kemampuan penjelajahan waktu. Cara ini merupakan rencana yang memiliki dua bagian, pada bagian pertama adalah menjalani kehidupan sebagaimana orang normal pada umumnya dan pada bagian kedua, Tim diminta untuk mengulang kembali hari-hari yang telah dilaluinya dan menikmati hari tersebut dengan hal-hal yang sudah diketahui akan terjadi. Hal ini dijalani oleh Tim dan ternyata benar-benar membuat Tim merasa lebih bahagia dengan menggunakan cara tersebut. Selain itu, Tim sendiri masih sering
mengunjungi ayahnya dengan menggunakan kemampuan penjelajahan waktunya. Namun hal ini tidak bertahan lama karena Mary meminta anak ketiga. Pada dasarnya, kemampuan penjelajahan waktu memiliki aturan bahwa ketika anak ketiganya lahir, dan Tim masih kembali ke masa lalu untuk mengubah beberapa hal (menemui ayahnya), maka kemungkinan yang terjadi adalah anak ketiganya tidak pernah ada. Hal ini berarti jika Tim memiliki anak ketiga, ia tidak akan lagi bisa melakukan penjelajahan waktu ke waktu ayahnya masih hidup. Pada saat bulan kesembilan Mary mengandung anak Tim, Tim mengunjungi ayahnya untuk yang terakhir kalinya. Di saat terakhir itu, Tim dan ayahnya bermain tenis meja dan mereka kembali ke masa dimana Tim masih kecil dan mereka menghabiskan waktu bersama di pantai di dekat rumahnya. Tibalah saat anak ketiga dari Tim dan Mary lahir. Di saat itu, Tim memutuskan untuk tidak lagi menggunakan kemampuan penjelajahan waktunya dan memutuskan untuk menjalani kehidupannya dengan selalu menikmatinya sebagaimana ia menggabungkan kedua bagian dari cara ayahnya untuk menikmati hidup, yaitu dengan hidup dalam ketidakpastian namun tetap menikmati hari tersebut sebaik mungkin. Kemudian, film ini berakhir dengan gambaran singkat dari seluruh karakter menikmati hidupnya masing-masing. Sebuah karya selama 123 menit ini membuat penontonnya memikirkan kembali setiap momen yang dimilikinya dalam hidup. Bagaimana menjalani hidup dengan menikmati setiap momen yang hadir dalam hidup kita. Salah satu kutipan yang banyak diingat dari film ini adalah “Kita semua menjelajahi waktu bersama-sama setiap hari dalam hidup kita masing-masing. Apa yang dapat kita lakukan hanyalah berbuat yang terbaik dan menikmati perjalanan ini�. — try to enjoy the present moment, be grateful for what you have, be awed at the inherent wonder and beauty of what so often seems mundane — (NA/ ELI)
Time
39
YOUR TIME IS
ALMOST
oleh Julia (FH 2012)
B
UP
agi kebanyakan orang, tidur malam merupakan saat-saat yang dinantikan, saat kita dapat melepaskan kepenatan pikiran, mengisi ulang ‘baterai’ otak kita dan bangun keesokan harinya dengan kondisi segar dan siap untuk memulai hari yang baru. Namun, jika waktu kehidupan seseorang telah ditentukan, dapatkah mereka melakukan hal tersebut di atas? Dapatkah mereka tidur dengan tenang jika mereka mengetahui beberapa hari lagi tidur mereka tersebut akan menjadi yang terakhir kalinya. Saat seseorang mengetahui timeframe mereka, akankah mereka menantikan ‘tidur abadi’ mereka? Hal tersebutlah yang dialami oleh dua dari sembilan tahanan Bali Nine yang akan menjalani hukuman mati dalam waktu dekat.
Seperti yang kita ketahui, pada bulan Februari tahun 2015 ini, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran akhirnya dibawa ke
40 PARAMITA XLII / Juni 2015
Nusakambangan untuk menjalani eksekusi mati, bersama delapan orang yang terpidana mati lainnya. Andrew Chan dan Myuran Sukumaran merupakan dua dari sembilan terpidana mati narkotika asal Australia yang terbukti menyelundupkan heroin seberat 8 kilogram dari Indonesia menuju Australia pada April 2005. Dalam persidangan yang digelar Pengadilan Negeri Denpasar tahun 2006, dua orang tersangka tersebut divonis mati. Pada saat Chan divonis pada tahun 2006, Chan masih berumur 22 tahun, dan dalam keterangan yang diberikan di Pengadilan, Chan menuturkan: “I didn’t say anything in court because if I did, I’d be lying. The truth is, I know nothing. A lot of lies have been said against me, but the true reality is I’m not what people put me out to be. I’ve never threatened anybody in my life. The outcome I wish, of course, and my family is that you find that you would release me, for I had nothing to participate in this......The reason why I always smile is because I feel the Lord’s presence anywhere I go and he gives me the courage. I feel it in this very courtroom today. I’m 22-years-old and I’m a young man, all I ask your honour is that you will give me an opportunity to restart my new fulfilled life.”\- Chan’s statement before the Denpasar District Court in his final plea of innocence, 13 February 2006.
Upaya hukum terakhir yang dapat dilakukan oleh kedua terdakwa tersebut telah sirna ketika gugatannya di Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta ditolak pada 7 April 2015 dan kini Kejaksaan Agung bersiap melakukan eksekusi mati terhadap dua gembong narkoba tersebut. Terlepas dari pro-kontra hukuman mati, saya ingin memfokuskan pada hal-hal apa yang mereka berdua lakukan ketika mereka mengetahui bahwa hidup mereka akan berakhir dengan hukuman mati. Terlebih lagi, eksekusi tersebut masih belum dijalankan sembilan tahun mendatang. Chan yang merupakan seorang Atheis sebelum penangkapannya, mengenal agama
Kristen pada saat berada di penjara dan akhirnya mendalami dan menjadi pemeluk agama Kristen. Chan mengambil kelas Theology dan belajar untuk menjadi seorang pastor. Terlebih lagi, Chan juga mengajar di Gereja Kristen yang berbahasa Inggris di Penjara Kerobokan, Bali. Chan mengatakan bahwa kepercayaannya akan Tuhan membantu dia melewati harinya di penjara dan membuat dia dapat berharap akan adanya kehidupan yang lebih baik bagi dirinya nanti. Chan bahkan menawarkan untuk mendonorkan hatinya kepada pastornya di Sydney. Saat Chan berada di tahun kelimanya di penjara, Chan menawarkan untuk mendonorkan hatinya kepada Mal Feebey, seorang duta kesehatan yang juga merupakan pastor yang banyak membimbing Chan. Sukumaran sendiri mengajarkan Bahasa Inggris, komputer dan graphic design pada tahanan lainnya di kelas penjara. Di bulan 2015 ini, Sukumaran bahkan mendapatkan Associate Degree in Fine Arts oleh Curtin University. Ia juga mendirikan bisnis penjualan artworks dan baju yang diberi nama Kingpin Clothing. Chan dan Sukumaran juga mengisi kelas konseling kepada tahanan yang juga terlibat dalam kasus narkoba. Dalam eksepsi surat Andrew Chan yang ditujukan kepada Presiden Indonesia, Joko Widodo atas permohonan grasi yang kemudian ditolak, Chan menuliskan: “Saya menghabiskan waktu saya sekarang untuk mengajar orang lain supaya tidak melakukan kesalahan sama seperti yang saya lakukan dan mereka perlu menyadari rasa sakit, penderitaan, dan malam-malam tanpa tidur nyenyak yang tak terhitung jumlahnya. Saya bisa mengatakan hal ini karena saya melakukan hal sama untuk keluarga saya. Saya kini belajar menjadi seorang pendeta. Saya bisa memuji diri sendiri karena bisa banyak hal, namun setiap orang bisa memuji diri mereka sendiri. Jadi saya akan membiarkan orang lain yang berkomentar
tentang saya, termasuk petugas penjara, para tahanan, bahkan kepala penjara. Saya mengucapkan terima kasih untuk waktu Yang Mulia demi membaca surat ini dan saya berdoa semoga Yang Mulia dapat mengerti saya lebih baik. Yang Mulia, saya mencintai rakyat dan Negara Indonesia dan saya berharap lagi Yang Mulia bisa melihat dari lubuk hati bahwa saya telah berubah, berubah untuk hari yang lebih baik. Suatu hari nanti, Anda bisa melihatnya sendiri. Saya mohon hati Yang Mulia sudi memberikan kesempatan kedua.� Saat Grasi Sukumaran ditolak oleh Presiden, Sukumaran melukis lukisan portrait Joko Widodo. Sukumaran mengungkapkan, lukisan yang dibuat pada 23 Januari 2015 itu merupakan ekspresi hatinya setelah permohonan grasinya ditolak Jokowi dalam Keputusan Presiden No. 32/G Tahun 2014, dan mengetahui ia berada dalam daftar terpidana mati yang akan segera dieksekusi. Lukisan tersebut ia beri judul “People Can Change�.
Dari hal yang telah dijelaskan di atas, kita dapat melihat bahwa ada perubahan sifat seseorang saat mereka mengetahui bahwa hidup mereka akan segera berakhir. Haruskah kita menunggu sampai akhir hidup kita ditentukan barulah kita dapat memperbaiki diri? Akhir hidup kita belum ditentukan, mengapa kita tidak mulai memperbaiki diri sekarang? (YOG/KEN)
Time
41
Teknologi dari Masa ke Masa
P
ernahkah kalian berpikir tentang telepon genggam yang kalian gunakan sehari-hari? Sebenarnya apa sih yang membuat telepon genggam digemari oleh banyak pihak, bahkan sampai anak-anak sekalipun? Kehadiran dari telepon genggam sangat membantu produktivitas bagi manusia dalam beberapa hal. Pada artikel ini, akan digali lebih dalam lagi mengenai perkembangan teknologi seluler dari awal mula temuannya sampai prediksi di masa depan. Telepon genggam pertama kali digunakan pada perang dunia kedua. Kala itu, bentuk dari telepon genggam masih menyerupai walkie-talkie yang dimasukkan ke dalam tas. Ukuran dan massanya tergolong berat untuk digunakan sehingga hanya digunakan oleh
42 PARAMITA XLII / Juni 2015
oleh Andersen (FT 2014)
segelintir pihak saja. Dari bentuk yang menyerupai walkie-talkie, para ilmuwan pun berusaha mengembangkan bentuk dan juga massa ‘SCR-194’ menjadi lebih mobile. Martin Cooper merupakan sosok yang revolusioner di divisi mobile tersebut. Dia melahirkan telepon genggam yang menyerupai bentuk modern bernama DynaTAC. Berkat temuannya ini, penggunaan dari telepon genggam menjadi lebih fleksibel dan juga lebih kecil. Akan tetapi, masalah yang timbul dari adanya telepon genggam bentuk ini adalah biayanya yang masih tergolong mahal pada masanya. Dibutuhkan sekitar US$4.000 yang setara dengan US$10.000 hari ini untuk mendapatkan barang yang tergolong mewah
tersebut pada tahun 1983. Setelah itu, ilmuwan terus mengembangkan teknologi untuk memperbesar potensi dari telepon genggam di masa depan sehingga tidak hanya digunakan untuk telepon ataupun SMS, tetapi juga dapat memiliki fitur yang mewah seperti browsing, kamera, video playback, dan seterusnya. Pada hari ini kita mengenalnya dengan sebutan smartphone. Konsep dari smartphone sendiri pertama kali diwujudkan dalam bentuk yang sederhana menyerupai ‘laptop mini’. Nokia Communicator 9000 merupakan telepon seluler yang membuka jaman smartphone. Ponsel ini dilahirkan pada tahun 1997 oleh Nokia.
Masih belum puas dengan teknologi yang ada, seorang revolusioner membuat era yang lebih maju lagi di divisi smartphone. Nama Steve Jobs tentulah bukan nama yang asing lagi bagi kita. Beliau merupakan pendiri dari Apple Inc. yang sekarang merupakan perusahaan termahal di bidang teknologi menurut Forbess. ‘iPhone’ merupakan sebutan dari ponsel yang diciptakan olehnya. Dengan memadukan teknologi layar sentuh dan juga fitur-fitur anyar yang dapat diimajinasikan oleh seseorang di masa depan, potensi dari smartphone masih dapat terus dikembangkan lebih jauh lagi.
What’s Next? Bayangkan kemungkinan dari sesuatu luar biasa yang dapat kalian imajinasikan. Inovasi bagi era smartphone tidak berhenti begitu saja. Mengikuti gejolak dari perekonomian dunia
juga mempengaruhi kemungkinan dari telepon genggam. Contohnya saja Project Ara yang sedang dikembangkan oleh Google Inc. Konsep dari teknologi ini terinspirasi dari desktop yang dapat dipesan melalui permintaan dari
konsumen atau biasa disebut dengan istilah komputer ‘jangkrik’. Senada dengan konsep dari Project Ara sendiri yang memungkinkan pengguna untuk meng-customize ponsel yang diinginkan sesuai dengan kriteria dan juga budget yang dimiliki. Dari gambar yang diperlihatkan, konsep dari Project Ara merupakan perluasan dari sistem bongkar pasang dalam bentuk ponsel. Smartphone ini diprediksi akan mulai dikomersialkan pada awal 2015 ini. Konsep-konsep yang mulai dikembangkan atau diprediksi oleh banyak pihak mengenai evolusi dari telepon genggam pun tidak berhenti begitu saja. Berikut merupakan konsep dari telepon genggam di masa depan. Terlepas dari apa yang sudah diberikan dalam konsep di atas, kita masih dapat membantu perkembangan teknologi dan dapat menjadi suatu ikon yang membantu membantu membuat terobosan di divisi mobile phone. Banyak sekali pemimpin di jagat teknologi seperti Steve Jobs, Bill Gates, Larry Page yang menjadi icon teknologi memulai karier mereka dengan penuh rintangan dan kegagalan. Jadi apa yang kalian tunggu? Jangan mudah putus asa dan mulailah hidup dengan penuh semangat dan produktivitas. (YOG/ ALF)
Time
43
Pupphani oleh Loora (FPsi 2013)
Kususun bata kubangun istana Kususuri ilmu kuraih cita Kupikat cinta kudapat wanita Kukejar kuasa kusemat nama
Usia bertambah Umur berkurang Kelahiran pergi Kematian datang
Inikah bunga duniawi Bunga indah pemikat hati Hidup tuk kumpuli Tapi tak terpuasi
Tunas, mekar, layu Tak ku rusak Ku ambil sari Tanpa kusakiti
Jasad ini Menitih maju Batin ini Terseret mundur
Kelopak nan bajik Tangkai nan kasih Daun nan welas Mulailah dirangkai!
Sumber inspirasi : Kitab Dhammapada Bab IV Puppa Vagga, Kelompok Bunga (44-53) 44 PARAMITA XLII / Juni 2015
Time – Concept, Abstract, or A Tangible Object? oleh Billy Yansen (FT 2012)
M
anusia saat ini menghitung waktu dengan satuan detik, menit, jam, hari, dan abad. Satuan-satuan tersebut dipakai berdasarkan perputaran bumi terhadap sumbu bumi dan matahari. Tetapi, apakah hal itu yang paling pantas dijadikan patokan untuk menghitung waktu? Mungkin pertanyaan yang tepat adalah, apakah waktu itu sendiri merupakan sebuah objek yang dapat dihitung? Atau ternyata waktu itu adalah sebuah konsep pikiran manusia untuk mencoba mengerti bagaimana sistem di dunia ini berjalan? Pernahkah berpikir, apabila waktu tidak pernah ditemukan dalam satuan, apakah dunia ini masih ada? Film Lucy yang dirilis tahun 2014, yang menceritakan tentang kinerja otak manusia, pada akhir tayangan menyebutkan bahwa satuan universal alam semesta ini adalah waktu. Membelahnya sel juga terjadi berdasarkan satuan waktu. Di dalam film juga diceritakan karakter Lucy yang berhasil memutar balik waktu, dan seketika itu juga, dunia itu berbalik mengikuti perubahan waktu yang dibalik
oleh Lucy. Ia juga dapat menghentikan waktu dan alam semesta. Film lain yang memiliki cerita berdasarkan waktu adalah Interstellar yang juga dirilis pada tahun yang sama dengan Lucy. Sedikit berbeda dengan Lucy, film ini lebih condong dengan teori relativitas dari Einstein. Dalam film ini terdapat suatu scene saat karakter utama mendarat di sebuah planet selama 2 jam. Namun ketika kembali ke pesawat luar angkasanya, waktu 14 tahun di bumi telah terbuang. 2 jam di planet tersebut sama dengan 14 tahun waktu di bumi. Melalui hal tersebut pernyataan bahwa satuan alam semesta adalah waktu sepertinya tidak disetujui. Teori relativitas merupakan sebuah teori yang percaya bahwa waktu berjalan tergantung dengan kecepatan gerak si subjek. Kecepatan gerak juga bisa dikaitkan dengan adanya perubahan pada subjek yang bergerak tersebut. Dalam hal ini, Buddhisme dengan
Time
45
teori relativitas memiliki kesamaan. Waktu dirasakan berbeda bagi setiap individu. Namun, teori relativitas memiliki efek yang
lebih fisik. Berdasarkan teori tersebut, seorang astronot yang baru pulang dari luar angkasa bisa menjadi seumuran dengan anaknya. Dalam agama Buddha, waktu merupakan sebuah proyeksi pikiran manusia terhadap perubahan. Kita sering merasa 5 menit—dalam suasana yang membosankan—terasa sangat lama. Mengapa? Sesuatu yang membosankan identik dengan tidak adanya perubahan yang signifikan sehingga menyebabkan perasaan terhadap konsep waktu universal menjadi salah. 5 menit terasa seperti 1 jam. Padahal alam semesta ini berjalan selama 5 menit. Namun yang kita rasakan berbeda. Terkadang 2 jam terasa cepat berlalu. Sebagian orang mengatakan terjebak macet selama 15 menit itu singkat, namun ada yang bilang itu sangat menghabiskan waktu. Siapa yang benar? Apabila kita merujuk pada penjelasan waktu dalam agama Buddha, tidak ada jawaban yang benar. Setiap individu akhirnya dapat merasakan waktu yang berbeda-beda. Mungkin pada titik ini, Anda berpikir bahwa kata detik sebagai satuan waktu adalah sebuah hal yang salah. Jawabannya tidak. Pembentukan satuan waktu adalah upaya manusia untuk membendakan si waktu tersebut. Dan berdasarkan penjelasan waktu dalam Agama Buddha, waktu adalah upaya manusia untuk mengukur perubahan. Seberapa jauh, seberapa banyak, seberapa ekstrem perubahan yang terjadi pasti diukur berdasarkan satuan waktu. Rumus fisika (kecepatan = jarak yang ditempuh /
46 PARAMITA XLII / Juni 2015
satuan waktu) mengindikasikan bahwa jarak merupakan variabel bebas di mana perubahan akan selalu terjadi. Dan waktu merupakan bagaimana mengukur perubahan jarak yang telah tertempuh. Pembahasan tentang waktu mungkin tidak akan mendapatkan jawaban yang sesuai untuk semua orang. Mungkin beberapa individu memiliki pengertian tentang waktu yang berbeda dari pengertian yang telah dijabarkan. Namun, yang terpenting dari waktu bukanlah kategori atau kebendaannya. Tetapi, apakah pandangan kita sebagai manusia terhadap waktu dapat bermanfaat? Apakah kita hanya menganggap waktu sebagai detik yang berlalu atau sebagai perubahanperubahan yang harus diatur sehingga setiap perubahan tidak berujung pada sesuatu yang salah? Cara pandang Agama Buddha tentang waktu sebagai suatu perubahan adalah cara pandang yang baik. Di dunia ini tidak ada yang kekal karena adanya perubahan minor setiap detiknya dari semua benda, mati ataupun hidup, di dunia ini. Waktu bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, ditunggu, ataupun diagungkan. Namun, waktu harus dihargai agar kita dapat mengetahui perubahan apa yang telah kita perbuat sekecil apapun. Jangan sampai apa yang kita lakukan di dunia ini, sehari-hari, tidak kita ketahui tujuan dan maksudnya. Setiap pribadi memiliki goal di hidup yang beragam. Namun, yang menjadikan kita memiliki kesempatan yang sama untuk meraihnya adalah perubahan yang sama di dunia. Kita tidak dapat mengendalikan waktu, namun kita dapat mengendalikan perubahan yang terjadi di diri kita. (NA/KEN)
B
ayangkan bila waktu adalah suatu dan penuh kehati-hatian. Contohnya momen dimensi yang dapat kita atur sesuka yang menjadi titik tolak kehidupan kita hati, memundurkan waktu kembali ke berganti menjadi lebih baik seperti kelulusan, masa lalu atau maju ke masa depan. Kita akan wawancara kerja, menikah dan memiliki anak. dengan mudah mengubah kejadian menjadi Ada juga saat kita perlu menjalaninya dengan seperti yang diinginkan. Atau bayangkan bila santai dan sangat menikmatinya seperti liburan, waktu hidup anda dapat anda ketahui secara saat akan tidur dan saat bersama keluarga. pasti. Hal ini akan membuat waktu akan Cara memanfaatkan hal-hal tersebut dengan menjadi sangat berharga. Seandainya juga menaruh seluruh hati dan pikiran kita pada saat kita masih hidup kita dapat menyimpan saat sekarang, menjalaninya dengan kualitas data-data kehidupan kita seperti permainan perasaan yang sama, baik saat serius maupun di smartphone sehingga ketika kita meninggal santai yaitu sepenuh hati. kita dapat mereset kembali kehidupan pada Seseorang yang dapat memanfaatkan bagian kita gagal dan memperbaiki semuanya. waktu dengan hal positif adalah seseorang Ini semua menggambarkan betapa pentingnya yang dapat melihat masa depan karena ia tahu waktu dan mengulang kembali ke masa lampau bagaimana waktu berjalan. Waktu berjalan adalah sesuatu yang mustahil. dengan sangat cepat saat kita memerlukannya. W a k t u Itulah relativitas. secara sederhana Waktu tidak akan adalah dimensi menunggu kita oleh Martinus (FT 2010) yang terus kita bergerak maju. jalani pada saat ini, saat anda membaca Bila kita tidak meninggalkan waktu dengan tulisan ini. Namun bila diselami secara ilmiah segala kemajuan kita, maka waktulah yang akan timbul pertanyaan kapan waktu mulai akan meninggalkan kita. Kita tidak pernah berjalan? Seperti apa waktu itu sebenarnya ada? tahu berapa waktu yang tersisa untuk kita. Menurut Einstein dalam relativitas umumnya, Satu jam, satu hari, satu tahun, sepuluh, lima ruang dan waktu adalah relatif. Ruang dan puluh tahun lagi? Bisakah waktu yang semakin waktu ada karena adanya materi dan energi sedikit itu kita manfaatkan untuk memberi yang membentuknya. Ini berarti tidak ada arti keberadaan kita di dunia ini? Jangan artinya kita berbicara waktu sebelum dunia menunggu melakukan sesuatu pada saat yang (materi) ini ada. Pembicaraan mengenai awal tepat karena kita tidak tahu kapan waktu yang mula waktu sudah menjadi perdebatan para tepat itu akan datang. Lakukanlah selagi kita ilmuwan. Stephen Hawking, dalam bukunya bisa melakukannya. Jangan biarkan waktu yang yang berjudul “A Brief History of Time� menjawab karena biasanya itu bukan jawaban mencoba menguak keberadaan waktu dan yang ingin didengar. Saat kita membuang asal mulanya. Beliau mencoba memaparkan waktu ada dua hal yang akan ikut terbuang, hasil pemikirannya mengenai awal mula dunia, kemungkinan dan kesempatan. Penjelasan ini teori pengembangan dunia dan hubungannya ditujukan untuk mengungkapkan penghargaan dengan waktu. Alangkah gembiranya bila terhadap waktu meskipun tiada harga untuk ditemukan mesin waktu, mesin yang dapat waktu. (ALF/YOG) melihat masa lampau proses kehidupan bisa terjadi. Di balik itu, ada yang lebih penting dari memikirkan jawaban dari itu semua yaitu bagaimana memanfaatkan waktu yang tersisa yang kita miliki dengan sebaik-baiknya. Ada saat-saat kita perlu menjalaninya dengan serius
A Brief Story of Time
Time
47
Want to Know Your Future?
rata-rata topik yang ingin diketahui berkisar tentang karier dan keuangan, kesehatan, dan pasangan hidup. Metode Pembacaan Jari
oleh Naomi (FIB 2014)
Peramal tua itu memandang sepasang insan yang duduk di hadapannya. Mata yang sayu dan penuh misteri bergerak perlahan dan mengamati kedua anak muda itu bergantian. Pelanggan-pelanggannya yang malang. Sang peramal tersenyum kaku dan mulai meraih kartu Tarotnya. “Apa yang ingin kalian ketahui, Sayang?” “Kami ingin mengetahui tentang…” Dan begitulah kisah itu berlanjut, berlanjut, berlanjut…
H
ampir setiap manuia di dunia ini pasti memiliki keinginan untuk mengetahui masa depan mereka. Membicarakan masa depan akan selalu menjadi topik yang sangat menarik bahkan hingga berabadabad ke depan. Fenomena ini begitu nyata dan mengundang banyak sekali pertanyaan. Mengapa banyak yang ingin mengetahui masa depan mereka? Karena masa depan adalah misteri. Dan apapun yang bersifat rahasia pasti mengundang banyak minat dan pertanyaan. Banyak orang yang mencari tahu masa depan dengan berbagai cara, entah dengan kartu Tarot, pembacaan garis tangan dan kontur wajah, atau bahkan melalui pembacaan ampas kopi. Orang zaman dahulu bahkan menggunakan retakan pada tulang dan cangkang penyu yang dilempar ke bara api untuk mengetahui masa depan. Masa depan yang ingin mereka ketahui biasanya berkaitan dengan masalah yang begitu variatif. Namun,
48 PARAMITA XLII / Juni 2015
Ada metode pembacaan jari yang unik untuk mengetahui pasangan hidup Anda. Dalam metode ini, jari telunjuk Anda menggambarkan ego dan kepribadian Anda. Jari manis Anda melambangkan ego dari pasangan Anda. Jika jari-jari Anda dikatupkan, perbedaan tinggi jari telunjuk dan jari manis Anda mungkin akan terlihat. Jika jari telunjuk Anda lebih tinggi daripada jari manis, maka kemungkinan besar ego Anda akan lebih dominan daripada pasangan Anda kelak. Sebaliknya, jika jari manis Anda lebih tinggi daripada jari telunjuk Anda, maka pasangan Anda akan lebih dominan dalam hubungan Anda kelak. Tinggi jari-jari ini juga juga menentukan seberapa keras temperamen Anda terhadap diri Anda sendiri. Jika Anda terlalu keras terhadap diri sendiri, maka jari telunjuk Anda kerap lebih tinggi. Hal ini hanya mitos yang masih harus dibuktikan kebenarannya, akan tetapi tidak jarang metode ini digunakan untuk menentukan masa depan seseorang terkait masalah jodoh. Metode Kartu Tarot Beberapa ahli Tarot mengatakan bahwa kartu hanya digunakan sebagai media untuk mewakili alam bawah sadar Anda. Jawaban yang ditunjukkan oleh kartu Tarot sebenarnya merupakan jawaban yang didapatkan dari alam bawah sadar. Sebenarnya Anda bisa mencari jawabannya sendiri dalam diri Anda tanpa Tarot, sayangnya terkadang
suara hati Anda menjadi kabur karena emosi. Kartu Tarot sendiri terdiri dari kartu mayor dan minor. Untuk hal-hal umum, ahli Tarot lebih sering meramal dengan menggunakan kartu mayor. Metode ramalan ini cukup banyak digunakan untuk membantu orang menentukan pilihan yang tepat. Setiap Kartu Tarot menggambarkan makna masing-masing. Misalnya kartu Mayor Arcana “The Fool” menggambarkan sebuah awal yang baru. Kartu ini juga memiliki makna kebalikan bahwa orang tersebut tidak boleh
mengambil keputusan dengan tergesa-gesa. Kartu “The Emperor” dapat berarti bahwa Anda mungkin memerlukan bimbingan dari orang-orang tertentu. Kartu ini juga memiliki makna kebalikan yang berarti ketidakdewasaan atau ketidakmampuan mengendalikan emosi. Jika Anda mendapatkan kartu “The Hanged Man”, kartu ini menandakan bahwa Anda perlu melakukan pengorbanan tertentu demi mencapai tujuan Anda. Kartu Tarot merupakan salah satu metode yang diyakini akurat untuk menentukan masa depan seseorang. Metode Endapan Ampas Kopi dan Teh Dalam menentukan masa depan seseorang, beberapa orang juga menggunakan ampas teh dan kopi yang terlihat dalam berbagai bentuk. Sebenarnya, metode ini sudah ada bahkan sejak zaman dahulu dan merupakan metode tradisional dari berbagai suku di dunia. Makna dari bentuk ampas yang terbentuk pun berbeda tergantung pada suatu suku tertentu. Bentuk yang dianggap baik bagi suatu suku belum tentu merupakan merupakan bentuk yang bertanda baik bagi suku lainnya. Serakan
ampas kopi sendiri dapat melambangkan tiga masa dalam kehidupan yakni masa lalu, masa sekarang, dan masa depan. Jika ingin melihat
masa lalu, maka endapan ampas kopi yang ditafsirkan adalah endapan yang mengendap di dasar cangkir. Jika ingin mendapatkan jawaban atas masa sekarang, endapan yang ditafsirkan adalah endapan melayang di cairan kopi. Masa depan sendiri dapat dilihat dari endapan di pinggir cangkir. Endapan ampas kopi dapat berupa angka (jika apa yang kita pikirkan berhubungan dengan jumlah), huruf (berhubungan dengan inisial nama orang yang kerap kita pikirkan), atau bahkan bentukbentuk seperti lingkaran, persegi, dan segitiga. Bentuk-bentuk yang tergambar oleh ampas pun memiliki makna tersendiri. Misalkan, jika endapan ampas kopi atau teh Anda membentuk segitiga, maka dipercaya hal-hal baik akan datang kepada Anda. Jika bentuknya persegi, maka Anda harus berhatihati terhadap omongan Anda. Apabila endapan kopi anda menyebar, maka ada kemungkinan bahwa sesuatu yang Anda khawatirkan akan terjadi. Hal itu adalah sedikit contoh bentukbentuk endapan ampas kopi yang seringkali ditemui oleh si Pembaca Ampas. Terlepas dari semua metode yang dipercaya dapat meramalkan masa depan seseorang, perlu kita sadari bahwa apa pun yang terjadi, baik di masa lalu, masa sekarang, ataupun masa depan merupakan hasil dari perbuatan kita. Setiap orang juga berhak untuk merencanakan masa depan mereka sendiri, karena mereka sendirilah yang akan menentukan masa depan mereka. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda mempercayai ramalan? (WIS/ALF)
Time
49
KMBUI
dari Masa ke Masa oleh Effendy Sutanto (FT 2011)
P
ada 11 September 2015 nanti, KMBUI akan menginjak umurnya yang ke 27. Tentu dalam kurun waktu 27 tahun telah banyak hal yang terjadi, tapi kita semua masih banyak yang belum mengetahui sejarah dari KMBUI. Tulisan ini pun tidak mampu menampung semua momen tersebut. Namun setidaknya dengan tulisan ini kita makin dapat mengenal KMBUI, seperti kata pepatah “tak kenal maka tak sayang�, ayo kita coba gali lebih dalam sejarahnya agar makin sayang sama KMBUI
Februari – Agustus 1988
1970
KMBUI didirikan pertama kali pada tahun 1970 di Depok, oleh Krishnanda Wijaya Mukti, Mettasari dan Ariya Chandra (dosen agama Buddha). Belum lama organisasi berjalan, para pendiri tersebut terdorong untuk membuat wadah yang lebih besar yaitu Keluarga Mahasiswa Buddhis Djakarta (KMBD) atau yang sekarang kita kenal sebagai Keluarga Mahasiswa Buddhis Jabodetabek (KMBJ). Pendirian organisasi ini membuat aktivitas KMBUI lama kelamaan merosot dan kemudian menghilang. Itulah akhir dari KMBUI generasi pertama.
50 PARAMITA XLII / Juni 2015
Beberapa mahasiswa Fakultas Ekonomi UI yang sedang mengambil mata kuliah agama Buddha (Toto S, Hendra Sidin, dan Narayanti H.) membicarakan kemungkinan terbentuknya suatu wadah yang dapat menampung aspirasi positif kegiatan Buddhis di UI. Kemudian mereka melakukan koordinasi dengan mahasiswa Buddhis di fakultas non-ekonomi, yaitu dengan Kho Hong Gie (FMIPA), Djohan (FMIPA), Kurniawan (FK), dan Yu Yin (FT). Pertemuan dilangsungkan beberapa kali dan membicarakan mengenai perlu tidaknya suatu wadah aktivitas, bentuk wadah, dan perlengkapan yang dibutuhkan dalam wadah.
11 September 1988 Pada hari Minggu diadakan pertemuan 1 hari penuh di FEUI dan dihadiri oleh 25 orang dari berbagai fakultas dan 3 orang alumni dengan agenda acara “Kerjasama Antar Mahasiswa Buddhis se-UI”. Rapat ini menghasilkan beberapa keputusan penting yaitu : - Penetapan nama organisasi yaitu Keluarga Mahasiswa Budhhis Universitas Indonesia (KMBUI) - Pengesahan Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga - Pengangkatan ketua umum yaitu Hendra Sidin (FE’85) - Penitikberatan kegiatan KMBUI pada bidang kerohanian dengan ditunjang bidang pendidikan dan sosial.
1988-1989
Pada kepengurusan pertama ini terdapat beberapa hal yang dicapai yaitu : - Pembuatan Mars KMBUI oleh Jan Hien (FMIPA’88) dan Inggrid (FIB’87) - Pembuatan logo KMBUI oleh Haw Jimmy Hendrawan (FT’85) dan tim. - Penerbitan PARAMITA edisi pertama dengan pemimpin redaksi Frans W. Eddy Widjaja pada tanggal 1 Mei 1989.
Time
51
1991-1993 Pembaharuan simus yaitu pembentukkan tata tertib sidang, dan kampanye bagi calon ketua KMBUI, serta pengangkatan anggota istimewa KMBUI
1995-1997 Pada kepengurusan periode 1993-1995 diterbitkan buletin yang merupakan media informasi antar anggota KMBUI, yang akhirnya diberikan nama Viriyavatta pada kepengurusan periode 1995-1997 Perubahan masa kepengurusan 2 tahun menjadi 1 tahun pada periode 1995-1997 Adik Asuh KMBUI diadakan di Desa Belimbing Tangerang sejak tahun 1996, dengan 21 orang adik asuh dan dibantu oleh Vihara Tri Maha Ratna sebagai fasilitator.
52 PARAMITA XLII / Juni 2015
1999-2000
Launching website KMBUI pertama yang dinamakan KMBUI Online pada bulan September 1999 oleh Robby Siddharta (Poltek’93), dan secara resmi dilucurkan pada tahun 2000 (www.kmbui.net) Latihan Kepemipinan Manajemen Mahasiswa pertama kali diadakan pada tahun 15-17 September 2000 yang diusulkan oleh Effendy (FT’97). Pada tahun 2001, namanya diubah menjadi Kaderisasi dan Pemantapan Organisasi karena pihak rektorat menggunakan nama yang sama.
2000-2001
KMBUI menjadi Unit Kegiatan Mahasiswa dan diakui oleh rektorat.
2003-2005 Berdirinya KMBUI Komisi
Salemba pada tahun 2003 menggantikan bakor yang sistemnya kurang berjalan dengan baik dengan ketua pertama Hety (FK’00) Bakti Sosial pertama kali diadakan pada tahun 2003 yang diketuai oleh Jimmy PW (FK’01) di Desa Belimbing Tangerang, dan diusulkan oleh Andri (FK’97) Pekan Penghayatan Dhamma dimulai sejak tahun 2003 yang merupakan pengembangan dari kegiatan Pekan Meditasi yang telah berlangsung sejak tahun 1991. Mading KMBUI terbit pada kepengurusan 2004-2005 dengan visi memberikan suasana hidup di Sekretariat, dan misi utamanya adalah membentuk dan menyajikan informasi ringan untuk anggota KMBUI.
2001-2002
“Khanti” yang merupakan media komunikasi mahasiswa Buddhis Salemba, terbit pertama kali pada bulan November 2001 dan diprakarsai oleh Andri (FK’97) Kalyana Mitta (kelas Dhamma) mulai diadakan oleh Djemi (FT’99) pada masa kepengurusan 2001-2002. Pengangkatan resmi dewan Pembina yang beranggotakan 3 orang yaitu Dr. Lilawati Kurnia, M.A. (Dosen Sastra Jerman), Ir. Ariya Chandra (Dosen Agama Buddha), dan Dr. Ir. Wahidin Wahab, M.Sc (Dosen Teknik Elektro) KMBUI memiliki sekretariat yang tetap di Rizky, Kukusan Teknik. Reuni KMBUI 2002 yang diadakan di Vihara Dharma Sagara pada 30 Juni 2002.
Time
53
2006-2007
Diadakannya sidang istimewa untuk merevisi AD/ART.
2007-2008 Sistem pemilihan Project Officer dengan Open Tender yang menggunakan penilaian (bidding), voting angkatan dan voting umum. Perayaan 20 tahun KMBUI melalui acara Alumni Gathering, dan penerbitan Album Kenangan 20 tahun KMBUI.
2010
KMBUI Gathering “The Memorable Charity Night� pada 25 September 2010 di Restoran Furama sekaligus merayakan ulang tahun KMBUI yang ke 22.
54 PARAMITA XLII / Juni 2015
2012 Dibentuknya Vokal Grup KMBUI “Metta Dharani” yang diketuai oleh Frendy (FT’10).
2013 14 September 2013 diadakan perayaan ultah KMBUI yang ke 25 “Silver Night, Golden Memories” di Restoran Nelayan Ancol yang dihadiri pembina, alumni, serta anggota aktif KMBUI.
2014 Pengangkatan Christine Tjen (FE’96) yang merupakan Dosen Magister Akuntansi sebagai Dewan Pembina.
Sumber : Album Kenangan 20 Tahun KMBUI
Time
55
Orang Indonesia Rajanya Ngaret! oleh Hendro (FT 2013)
“
Pernahkah anda terlambat atau tidak tepat waktu datang untuk suatu acara yang telah dijanjikan? Bagaimana dengan terlambat kerja ataupun terlambat ke sekolah yang semestinya menjadi kebiasaan yang sudah dilakukan setiap harinya namun masih terlambat?” Secara formal, kata ‘terlambat’ adalah suatu kejadian yang terjadi sesudah waktu yang telah ditetapkan. Kalau bahasa zaman anak sekarang, terlambat itu diistilahkan dengan Bahasa kerennya “ngaret”. Terlambat atau ngaret ini telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia yang tidak mencerminkan kedisplinan mereka. Tidak salah kalau kita pernah mendengar atau membaca artikel yang bertuliskan “Orang Indonesia Rajanya Ngaret!!”. Ternyata, kegiatan terlambat ini bukan hanya terjadi pada tren pelajar dan mahasiswa, bahwa sampai dengan pekerja PNS, anggota DPR, dan lainnya yang seharusnya memberikan panutan yang baik. Kontroversi pun terjadi ketika gaji pejabat direncanakan naik, masyarakat dengan penuh kebingungan menanyakan apakah mereka telah menunjukkan kedisiplinan layaknya seorang panutan?? Terlambat sangat terkait dengan masalah profesionalisme. Di negara maju seperti negara Jepang, masyarakatnya sangat menghargai waktu, sehingga apabila seseorang terlambat
56 PARAMITA XLII / Juni 2015
maka dapat disimpulkan orang tersebut tidak professional dan akan berdampak buruk pada reputasi kinerjanya. Kebiasaan buruk ini seharusnya dihapuskan sejak proses belajar, yakni sebagai pelajar dan mahasiswa. Ketika tahapan proses belajar telah dilalui, maka kebiasaan terlambat sangat susah dihapuskan. Mengubah kebiasaan itu susah, tapi bukan berarti tidak bisa. Sering kali kita sebagai masyarakat biasa mengelak dengan pernyataan “Pejabat aja telat, kita juga boleh dong”, namun pernyataan tersebut seharusnya disingkirkan jauh – jauh dari pemikiran kita untuk merubah mindset kita.
Berikut mungkin menjadi penyebab yang menjadikan budaya terlambat sulit dihilangkan dari kehidupan kita : 1. Orang – orang suka menunda Menunda adalah penyebab utama dari terlambat. Tak bisa dipungkiri, ada cukup
banyak orang – orang suka menunda sesuatu. Misalkan saja, ketika di pagi hari alarm kita telah berbunyi, kita cenderung mematikan alarm tersebut dan menunda untuk bangun, dan kemudian kerap kali berakhir dengan tidur kembali dan akhirnya kita terlambat. Karena kebiasaan menunda ini tidak baik, untuk itu mulai dari sekarang kita mengurangi kegiatan menunda. 2. Orang – orang yang menggangap bahwa jam karet sudah menjadi budaya Banyak orang yang berpikiran seperti “Untuk apa kita cepat – cepat datang, pada akhirnya acaranya juga pasti molor”. Maka dari pemikiran tersebut, orang – orang cenderung mengurungkan niatnya untuk datang tepat waktu karena mereka menyakini bahwa acaranya benar – benar akan molor. Hal – hal sepele ini yang nanti terus dilakukan hingga menjadi suatu kebiasaan buruk, dan susah untuk merubah pemikiran negatif akan hal tersebut. 3. Kebiasaan memaklumi keadaan Ketika kita terlambat, sering kali kita mencari alasan – alasan agar dapat dimaklumi,
misalnya ketika kita ditanya oleh dosen, “kenapa kamu terlambat?”, sering kali mahasiswa menjawab pertanyaan tersebut dengan alasan beragam, seperti “Solid pak.. Nunggu teman biar jalan bareng”, “macet pak”, “terlambat bangun” dan lain – lain. Alasan – alasan ini menjadi suatu seseorang akan dimaklumi, dan kebiasaan memaklumi ini tentunya akan tetap ada. Alhasil, imbasnya kebiasaan telat akan menjadi kerap dimaklumi oleh orang - orang Daripada kita mengeluh atau menyalahkan orang – orang yang terlambat, alangkah baiknya kita merubah kebiasaan buruk terlambat kita sendiri mulai dari sekarang. Beberapa contoh ini mungkin dapat menjadi tips atau renungan bagi kita semua untuk menghindari kebiasaan terlambat : 1. Menyadari kegiatan apa saja yang akan kita lakukan sebelum pergi kuliah. Dari kegiatan – kegiatan tersebut kita dapat memperkirakan seberapa lama durasi waktu yang kita butuhkan, dan tentunya kita harus lebih cepat bangun untuk melakukan kegiatan tersebut sebelum pergi kuliah. 2. Menghargai diri sendiri dan orang lain. Kita harus berani memposisikan diri kita menjadi orang lain, agar kita mengetahui apa yang dirasakannya ketika kita datang terlambat. Secara pribadi, kita pasti sangat emosi jika seseorang datang terlambat dengan janjinya terhadap kita. 3. Menghargai waktu. Waktu adalah uang, waktu sangat berharga. Seberapa berharganya waktu bagi seseorang, itu tergantung dari bagaimana seseorang menghargai kehidupan. Di Indonesia, kebanyakan orang – orang belum memiliki mindset yang benar untuk menghargai waktu, hal ini tentunya yang akan menghambat bangsa kita untuk maju. (YOG/KEN)
Time
57
Buddha :
Manusia yang Sadar oleh Oey Mayasari (FPSi 2000 & FISIP 2010)
Pada kehidupan kali ini kita memiliki kesempatan untuk menciptakan makna terbaik dalam hidup kita dan mencapai Kesadaran Buddha. Sekejap perasaan yang terus berubah dalam hitungan detik menentukan juga nasib kita akan seperti apa jadinya. 58 PARAMITA XLII / Juni 2015
Setiap Detik Untuk Kesadaran Buddha Sakyamuni mencapai kesadaran Buddha bukanlah ketika Beliau duduk di bawah Pohon Bodhi, melainkan jauh ribuan kalpa yang lalu. Beliau juga memang telah lahir mati berulang kali dan menjadi Buddha. Bagaimana dengan kita, manusia biasa yang seringkali kalah dengan kekotoran jiwa kita sendiri? Dalam Sadharmapundarika Sutra, Buddha mengatakan bahwa sejak masa lampau yang sangat jauh sekali, kita semua telah berikrar ingin lahir kembali di masa akhir dharma (masa sekarang yang sangat keruh dan kotor) dan ingin menyebarluaskan Hukum Agung Buddha. Untuk bisa terlahir sebagai manusia, dibutuhkan waktu berkalpa-kalpa lamanya (jutaan tahun) dan membutuhkan tumpukan jodoh baik serta karma baik yang tidak terkira banyaknya. Apalagi, sulit sekali untuk bisa berjodoh dengan Hukum Agama Buddha. Tidak banyak orang yang bisa melaksanakan pertapaan Agama Buddha sampai akhir ajal. Beberapa konsep mengenai waktu menurut ajaran Buddha perlu kita pahami. Ada tiga masa dalam kehidupan yaitu masa lalu, masa sekarang, dan masa akan datang. Seringkali, orang yang terus meratapi masa lalu akan menjadi manusia yang tidak bahagia karena dia tetap membandingkan dan mengungkit pengalaman yang sudah berlalu. Di sisi lain, ada orang yang sangat suka memikirkan hal yang belum terjadi atau pergi ke peramal untuk mengetahui apa yang akan terjadi pada hidupnya nanti. Masalahnya, waktu tidak akan kembali dan masa depan itu tidak pasti. Yang terpenting adalah saat sekarang. Masa sekaranglah yang menentukan masa depan kita. Rasanya sayang sekali jika kita merendahkan ajaran Buddha dengan masih memakai filsafat dan kepercayaan yang sesat dan tidak sesuai dengan prinsip hukum sebab akibat yang mutlak. Tidak perlu bertanya kepada tukang ramal tentang “pekerjaan yang cocok untuk dipilih�. Semua jawaban ada pada diri kita masing-masing. Orang yang memiliki kesadaran yang tinggi dan keyakinan diri yang utuh dan positif
selalu melangkah dengan berpegang teguh pada prinsip hukum sebab akibat. Jika ingin masa depan yang cerah dan sukses, maka isilah hari demi hari yang ada di hadapan mata saat ini dengan hal-hal yang bernilai dan bermanfaat bagi kebahagiaan orang banyak. Begitu pula ketika memilih pasangan hidup yang terbaik, tidak perlu bertanya kepada “orang pintar� atau menilai kecocokan tanggal lahir karena Buddha tidak pernah memberikan bimbingan seperti ini. Waktu kita begitu berharga sehingga kita hendaknya melakukan sebab-sebab baik yang sesuai dengan ajaran agama Buddha yang sesungguhnya. Ironis sekali jika seorang mahasiswa Buddhis yang berpendidikan tinggi tetapi di saat menghadapi kesulitan hidup, justru mencari pertolongan di luar dirinya. Terlebih lagi jika dia mengambil jalan pintas dengan bunuh diri atau lari dari kenyataan dengan obat-obat terlarang.
Time
59
Buddha Sakyamuni semasa 42 tahun menjelaskan berbagai sutra Agama Buddha, lalu pada 8 tahun terakhir menjelang kemoksyaan Buddha, barulah Buddha membabarkan Sadharmapundarika Sutra. Dalam sutra ini, Buddha dengan tegas memastikan bahwa setiap orang bisa menjadi Buddha seperti Beliau, dan orang sejahat Devadatta sekalipun bisa juga mencapai Kesadaran Buddha. Buddha juga berpesan untuk tidak menyembah patung-patung karena tujuan kehadiran Buddha adalah untuk menunjukkan jalan bagaimana setiap manusia bisa mencapai kesadaran Buddha. Konsep dasar ini perlu dipahami oleh kita semua yang ingin mencapai pencerahan seperti Buddha karena dasar ini yang akan banyak memengaruhi perubahan hidup kita. Jika setiap kali kita berdoa kita masih meminta-minta seperti pengemis yang lemah tak berdaya, itu berarti kita belum mengikuti ajaran Buddha yang sebenarnya. Jika kita masih menyalahkan faktor luar dan tidak bisa menerimanya sebagai karma diri sendiri setiap kali kita mengalami penderitaan hidup, itu berarti kita belum menjalani prinsip ajaran Buddha. Setiap orang memiliki karma tetap yang dikenal dengan usia hidup mati. Ada yang meninggal di usia muda, ada juga yang memiliki umur panjang. Semuanya
60 PARAMITA XLII / Juni 2015
tergantung pada karma masa lampau dan sebab-sebab apa yang ditumpuknya semasa hidup. Apabila ada seseorang yang terlahir di keluarga dengan riwayat meninggal di usia muda, nasibnya biasanya begitu kecuali jika dia dapat mematahkan karma buruk keluarganya dengan melakukan kebaikan sebanyakbanyaknya dan membangkitkan potensi Buddha dalam jiwanya. Kita pun belajar bahwa tidak ada istilah kutukan atau hukuman dalam hidup ini karena semua yang kita alami saat ini adalah pilihan kita sendiri dan kita sendiri yang telah membentuk karma dan nasib kita. Tidak ada siapapun selain diri kita sendiri yang menentukan nasib kita dan tidak ada siapapun selain diri kita sendiri yang mengetahui apa saja tumpukan karma yang ada dalam jiwa kita. Jika setiap hari kita menyia-nyiakan waktu dan hari berlalu begitu saja tanpa makna serta melakukan karma buruk yang didasari oleh kemarahan, kebencian, dan keserakahan, maka kita sebenarnya telah memperpendek usia hidup kita sendiri. Buddha berarti manusia yang sadar. Untuk menjadi seorang manusia yang sadar, kita perlu memunculkan potensi kekuatan Buddha dalam diri kita, bertemu dengan jodoh baik yang dapat mendorong kita untuk selalu sadar, dan mengikuti perilaku dan sikap Buddha. (WIS/ALF)
KMBUI INS DE INA
H T KA
31 Oktober 2014 - 2 November 2014, Vihara Vipassana Graha, Lembang
Sebagai UKM keagamaan, maka setiap tahunnya KMBUI merayakan hari besar agama Buddha yang salah satunya adalah Kathina. Berlokasikan di salah satu vihara terbesar di Bandung. Kathina KMBUI 2014 pun dilaksanakan dengan mengusung tema “Sharing Happiness Together”. Dengan diikuti oleh hampir 100 peserta baik anggota aktif maupun alumni, Kathina KMBUI 2014 termasuk ke dalam perayaan Khatina KMBUI yang paling ramai yang pernah dilaksanakan.
Selain itu juga terdapat banyak perbedaan dengan perayaan Kathina tahun sebelumnya. Pada Kathina kali ini, semua peserta berkesempatan untuk melakukan persembahan secara langsung kepada para bhante sehingga semua peserta dapat merasakan esensi dari Kathina. Pada Kathina tahun ini juga diadakan Pradaksina dimana seluruh peserta berjalan mengelilingi vihara tanpa menggunakan alas kaki. 30 November 2014, Ruang 1103 FIB UI, Depok
Sidang Musyawarah XXIII KMBUI dilaksanakan dengan agenda utama berupa pertanggung jawaban pengurus KMBUI XXII. Adapun keputusan sidang musyawarah yang dihasilkan ialah menerima laporan pertanggungjawaban dari pengurus KMBUI ke XXII. Kemudian acara dilanjutkan ke sesi makan bersama dan launching PARAMITA 41 dengan tema : “Out of the Box”.
SIM KM US BUI
Setelah itu ditetapkannya RGBPK KMBUI XXIII yang diajukan oleh Dewan Penasihat KMBUI XXII, Adiputra Khomas, menjadi GBPK KMBUI XXIII. Lalu, diangkat Dewan Pembina KMBUI ke XXIII, dengan penambahan satu anggota dewan penasihat, yaitu Christine Tjen S.E., Ak, M.Intl.Tax, CA. Agenda berikutnya dilakukan pemilihan Ketua KMBUI XXIII. Pemilihan ini mengunakan sistem fit and proper test, yaitu dengan pengujian kompetensi calon ketua KMBUI, kemudian dilanjutkan dengan sistem voting dengan jumlah pemilih pada sidang kali ini yaitu 61 orang. Dengan jumlah suara lebih dari 50 orang memilih Adi Putra sebagai Ketua Umum KMBUI ke XIII (telah memenuhi syarat sah keputusan sidang (2/3) dari jumlah suara), maka Adi Putra terpilih sebagai Ketua Umum KMBUI ke XXIII.
Time
61
MALAM KEAKRABAN KMBUI 2014, Vihara Myoho-Ji, Bogor ( 6-7 Desember 2014)
Malam Keakraban atau yang biasa disingkat Makrab merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh angkatan mahasiswa baru KMBUI. Makrab KMBUI 2014 diadakan pada tanggal 6-7 Desember 2014 di vihara Myoho-Ji, Bogor. Rangkaian acara Makrab diisi dengan games serta persembahan angkatan 2014 yang terdiri dari flashmob, stand-up comedy dan video perkenalan anggota baru KMBUI. Pada akhir sesi tersebut, ketua baru KMBUI membekali mahasiswa baru tentang divisi-divisi apa saja yang ada di KMBUI. Sebelum balik ke Depok, seluruh peserta dan panitia foto bersama membentuk huruf KMBUI.
Pelepasan Sarjana Baru Semester Ganjil, Balairung UI, Depok (7 Februari 2015)
Pelepasan Sarjana Baru (PSB) merupakan salah satu acara rutin KMBUI yang dilakukan tiap semester sebagai bentuk perayaan kelulusan bagi anggota KMBUI yang wisuda. Tepatnya pada hari Sabtu tanggal 7 Februari 2015 yang lalu, acara PSB pada semester ganjil ini kembali diselenggarakan oleh Departemen Hubungan Alumni dan Lintas Organisasi (HALO) KMBUI dengan dukungan dan kehadiran dari anggota dan juga alumni KMBUI. Acara ini bertujuan untuk merayakan keberhasilan para wisudawan atas kelulusannya dengan pemberian ucapan selamat, bunga wisuda, dan berbagai hadiah kenang-kenangan. Tidak lupa di acara ini, anggota KMBUI dan para wisudawan mengabadikan moment dalam bentuk foto dan berbagi keceriaan bersama.
62 PARAMITA XLII / Juni 2015
Bakti Sosial KMBUI
Tanggal : 14-15 Februari 2015 Lokasi : Desa Jagabita, kecamatan Parung Panjang, Bogor Bakti Sosial KMBUI merupakan salah satu agenda tahunan KMBUI. Bakti Sosial ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sosial bagi anggota aktif KMBUI, selain bertujuan untuk membantu sesama di masyarakat. Kegiatan ini juga merupakan perwujudan visi dan misi KMBUI sebagai organisasi kerohanian yang peduli terhadap sesama. Bakti Sosial pada tahun 2015 mengangkat tema “Ehipassiko” yang merupakan akronim dari Empowering Health with Passion and Science in Community. Dengan tema ini, kali ini panitia Bakti Sosial KMBUI ingin meningkatkan tingkat kesehatan di masyarakat dengan niat yang tulus dan pengetahuan yang telah dimiliki untuk diterapkan pada masyarakat. Bakti Sosial ini dilaksanakan di Desa Jagabita, kecamatan Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat. Pemilihan lokasi juga didasarkan atas kondisi desa dan sekolah yang sudah kurang layak dan patut untuk diberikan bantuan berupa bakti sosial. Bakti sosial yang diadakan selama dua hari pada tanggal 14 dan 15 Februari 2015 ini bertepatan dengan hari kasih sayang dan diharapkan serangkaian acara yang telah disusun pantia dapat membawa manfaat yang baik untuk masyarakat di daerah Desa Jagabita.
KPO atau Kaderisasi Pemantapan Organisasi, merupakan kegiatan tahunan yang diadakan KMBUI untuk mahasiswa tingkat satu dan dua. Sesuai namanya, KPO bertujuan untuk membina dan mengkaderisasi generasi penerus KMBUI. Tahun ini, KPO dilaksanakan dengan mengangkat tema “Unleash Your Inner Leader” pada tanggal 13-15 Maret 2015. Selain menghadirkan games dan simulasi, KPO kali ini juga mengadakan seminarseminar menarik dengan pembicara inspiratif, yaitu Gunawan Susanto (CEO IBM), Putra Kharisma (Owner Milan Pizzeria), dan Arief Effendy (District Manager Greater Jakarta P&G). Tanggal : 13-15 Maret 2015 Lokasi : Aula Setyaningrum PUSGIWA UI, Depok
Kaderisasi Pemantapan Organisasi Time
63
RETREAT KMBUI Vihara Vipassana Giri Ratana, Bogor
3-4 April 2015
Retreat KMBUI kali ini mengusung tema mendasar yaitu Believing in Buddhism. Tema yang dibahas dalam retreat kali ini juga merupakan tema dasar Buddhisme seperti Empat Kesunyataan Mulia serta Hukum Karma. Dalam retreat ini, terdapat beberapa saudara kita yang pernah mempelajari berbagai macam agama lain dan kali ini mendengarkan serta memahami esensi dari Buddhisme itu sendiri. Secara keseluruhan tujuan dari retreat kali ini dapat dikatakan sudah tercapai, yang mana adalah untuk memperkuat keyakinan umat-umat Buddhis akan kepercayaannya sendiri serta menunjukkan kepada setiap orang bahwa Buddhisme memang mengajarkan Ehipassiko, yaitu datang, lihat, dan rasakan sendiri. Selain itu, jadwal retreat kali ini diakui beberapa peserta cukup “manusiawi” karena sesi ceramah yang hanya berkisar dua sampai tiga jam per hari, dan sisanya diisi dengan sesi istirahat, screening film, serta main games.
Kunjungan Sosial KMBUI Sekolah Master, Terminal Terpadu, Depok Berbagi cinta kasih dengan berdana kepada anak-anak jalanan, mengenalkan banyaknya cita-cita yang mulia, dan mengembangkan welas asih bagi kemajuan pendidikan “Penerus Bangsa” ini merupakan kegiatan yang diwadahi oleh Departemen Pengembangan Sosial. Kunjungan sosial KMBUI ini dilaksanakan di Sekolah Master Depok (Masjid Terminal). Tidak hanya anggota aktif KMBUI yang hadir, KMB Insitut Pertanian Bogor pun turut berkunjung ke Sekolah Master. Dalam kunjungan ini, para murid Sekolah Master diajak berbincang dan mewarnai bersama serta dibagikan juga susu, makanan, pensil, dan buku kepada mereka.
64 PARAMITA XLII / Juni 2015
11 April 2015
Time
1
2
PARAMITA XLII / Juni 2015