Ed. 55/LV - DES 2021
Media Informasi dan Ekspresi Kreativitas
PALET TE OF LIFE PARAMITA Edisi ke-55/LV, July-December2021
(n) the coming of springs, the new beginnings.
5 Destinasi Berwarna yang Ada di Indonesia Satu nusa, satu bangsa, berjuta warna
Colourful Food Palette: Eat The Rainbow
PALETTE OF LIFE
Warna-warni yang baik untuk tubuh
KELUARGA MAHASISWA BUDDHIS UNIVERSITAS INDONESIA Bintang Jatuh dan Harapan yang Dilukis
Teknologi PurpleSun E300 untuk disinfektan virus COVID-19
Benarkah Agama Buddha adalah Agama yang pesimis?
Apa yang dilukis sang gadis tanpa harapan?
“Matahari” ungu untuk melindungimu
Bukan pesimis, hanya realistis
2
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
OUR PROFILE KMBUI Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Indonesia (KMBUI) berdiri sejak September 1988 dengan Hendra Sidin sebagai Ketua Umum pertama KMBUI adalah sebuah organisasi kemahasiswaan berbentuk kekeluargaan yang berkedudukan di Universitas Indonesia yang bergerak di bidang keagamaan dan juga sosial kemasyarakatan. Adapun tujuan dari dibentuknya KMBUI adalah untuk menghimpun atau mempererat persaudaraan seluruh mahasiswa Buddhis UI dan memperjuangkan kepentingankepentingan dalam bidang kemahasiswaan dan perkuliahan hingga tercapainya kesarjanaan, serta mengerahkan aktivitas dan kreativitas mahasiswa Buddhis kepada bangsa dan negara Indonesia serta keagungan Buddha Dhamma. Pada kepengurusan KMBUI XXIX terdapat 8 komisi yang di dalamnya terdiri dari 11 departemen.
Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Indonesia Email Website Youtube Instagram Issuu
ukmkmbui@gmail.com www.kmbui.ui.ac.id UKM KMBUI @ukm_kmbui @paramita.kmbui isuuu.com/ paramitamagazinekmbui
PARAMITA merupakan salah satu departemen KMBUI yang bergerak dalam bidang jurnalistik dan desain sebagai media informasi dan ekspresi kreativitas KMBUI. PARAMITA terbit sejak 1989 sebanyak dua kali dalam setahun dan dibagikan secara gratis kepada anggota aktif dan alumni KMBUI, Unit Kegiatan Mahasiswa lain di Universitas Indonesia, vihara-vihara, yayasan Buddhis, maupun Keluarga Mahasiswa Buddhis (KMB) di luar UI. PARAMITA berdiri sebagai sebuah departemen untuk menyalurkan kreasi dan kreativitas anggota aktif serta alumni KMBUI.
Tromol Pos 909, Kampus UI, Depok 16424 paramitamagazine@gmail.com
Kritik dan Saran +(62) 812-8956-8977 (Helen) +(62) 89-9429-2909 (Salsa S.M) +(62) 877-7065-3043 (Michael Chen)
Pemasangan Iklan dan Donasi 8691838005 BCA, a/n George John Hong
Editorial Namo Buddhaya! Bagaikan kedipan, satu tahun berlalu. Satu tahun dianjurkan untuk tidak keluar bersama keluarga dan teman-teman. Satu tahun berkomunikasi di belakang layar gawai. Satu tahun “terperangkap” dalam rumah. Tidak heran bila banyak orang mulai merasa bahwa hari-hari mereka monokrom; gelap kelabu tanpa keseruan, tanpa kesenangan, tanpa kebahagiaan. PARAMITA kemudian memutuskan untuk menunjukkan bahwa dalam rumah sekalipun, kita masih dapat mewarnai hari-hari kita. Oleh karena itulah, kami mengangkat tema “Palette of Life” untuk PARAMITA 55. Karya-karya dalam majalah PARAMITA 55 diharapkan dapat memberikan inspirasi dalam diri kita masing-masing untuk menyadari dan mengapresiasi keindahan warna-warna yang terdapat dalam palet kehidupan kita. Kemudian, memberanikan diri untuk menggenggam kuas dan melukis kanvas hari-hari kosong. Semoga dengan membaca majalah PARAMITA dapat mewarnakan hari-harimu!
Sabbe satta bhavantu sukhitatta
Semoga semua makhluk berbahagia Salam hangat, Redaksi PARAMITA 2021
Majalah PARAMITA dipersembahkan oleh : PENANGGUNG JAWAB Arya Permadi Kristanto PEMBIMBING Swastika Tiosara Padma PEMIMPIN REDAKSI Salsa Sangha Mitta Michael Chen Helen MARKETING Koordinator Bidang Helen Staff Ailisia Dharmaputri Vinda Olyfia ARTIKEL DAN JURNALISTIK Koordinator Bidang Salsa Sangha Mitta Staff Yiu Cen Jaysen Ekajuve Thiadi Shania Valencia Malson DESAIN DAN TATA LETAK Koordinator Bidang Michael Chen Staff Erika Tanuwijaya Mellysia Freelance Davin Edbert Yang Dharma Natharina Leony Ciputri Nicholas Limtan Shananda Lawita Puspa Sharon Felicia Davidson Whitney Penerbit KMB UI Tromol Pos 909, Kampus UI Depok 16424 Pencetak PT Kanisius Yogyakarta
08 Foreword 09 Preface 10 Paraplus 11 Paragames 12 Keanekaragaman Wujud Para Buddha 15
Blue and Grey
17
Studi Banding
20
Color ful Food Palette: Eat the
Rainbow 23
Kenapa Warna Biru Mendominasi
Bidang Teknologi?
25
RFK: Finding Toreto
27
KMBUI Journal
28
Asadha Puja
30
Segala Upaya Bermakna
32 RGB
dan
CYMK
Apa
Perbedaanya? 34 Vesak
KMBUI
2021
:
The
Spontaneous Vir tue
36 Air 48
Benarkah Agama Buddha
adalah Agama yang Pesimis?
41
Kepengurusan KMBUI X X I X
45
KMB BEM IKM FKUI
C O NT E NT S
Sambutan Ketua Umum
Table of
07
46 What Do They Say 50 PARAMI TA L IV 53 PARADI T ION 54 PARABREAK 56 Ar tikel PARAMI TA 60 Freelancer PARAMI TA L IV 62 PARATANYA 65 Teknologi PurpleSun E300 untuk Disinfektan Virus COVID-19 67 Bintang Jatuh dan Halaman yang Dilukis 70 Kontribusi Nyata Desa Binaan KMBUI untuk Dusun Krecek 74 5 Destinasi Berwarna yang Ada di Indonesia 78 Penerimaan dan Pembekalan Mahasiswa Baru KMBUI 2021 81 PARACOMIC 82 La La Land 84 The Four Thoughts That Turn the Mind to the Dhamma 86 Ruang Putih 88 International Tal kshow 90 Warna Penyelamatku 93 Kisah Tentang Palet Mereka 97 Laporan Keuangan 98 Anumodana
Sotthi Hontu
Namo Buddhaya Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan berkarya dalam penerbitan majalah PARAMITA, yang selalu memotivasi perkembangan Buddha Dhamma di Indonesia.
SAMBUTAN
Sambutan Ketua Umum Kehidupan ini sangatlah beragam. Kita semua memiliki berbagai hal yang berbeda, seperti budaya, bahasa, hingga pendapat kita masing-masing. Terkadang kita merasa tidak nyaman dengan adanya perbedaan-perbedaan tersebut. Namun, kita tidak menyadari kalau perbedaan-perbedaan itulah yang memberikan suatu keindahan dalam kehidupan. Kalau diibaratkan, kehidupan ini seperti sebuah kanvas, dan perbedaan-perbedaan yang ada mewakili berbagai macam warna yang akan menghiasi kanvas kita. Semakin banyak warna yang terlukiskan pada kanvas kehidupan kita, maka akan semakin indah pula lukisan kehidupan itu. Melalui majalah PARAMITA, Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Indonesia (KMBUI) berupaya untuk menjadi sebuah wadah kreativitas sekaligus media informasi yang berlandaskan pada Dhamma, ajaran Sang Buddha. Pada majalah PARAMITA edisi ke-55 ini, dengan mengusung tema "Palette of Life", kami mengajak seluruh pembaca setia PARAMITA untuk bersamasama melukiskan indahnya warna-warni dalam kehidupan ini. Semoga dengan adanya berbagai keragaman dan perbedaan dalam kehidupan kita, warna-warna indah akan menghiasi perjalanan hidup kita. Semoga ke depannya, KMBUI dapat selalu memberikan motivasi dengan kreativitas dan karya melalui majalah PARAMITA.
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta
Semoga Semua Mahluk Hidup Berbahagia Salam metta, Ketua Umum KMBUI XXIX Arya Permadi Kristanto
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
7
FOREWORD
Sotthi Hotu, Namo Buddhaya Dalam hidup ini, begitu banyak warna yang ada di keseharian kita. Baik warna yang kita sukai maupun warna yang tidak kita sukai. Warna-warna inilah yang memenuhi palet kehidupan kita di masa kini. Majalah PARAMI TA edisi 55 yang mengangkat tema “Palette of Life” merupakan wadah kreativitas bagi anggota aktif KMBUI yang ingin menyampaikan tulisan mengenai warna-warna kehidupan. Kami berharap majalah PARAMI TA kali ini dapat memberi kalian pandangan baru mengenai betapa berharganya warna yang ada dan tentunya bagaimana warna-warna ini melengkapi hidup kita. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan majalah PARAMI TA edisi 55 ini. Tak lupa kami ucapkan permintaan maaf yang sebesarbesarnya apabila ada hal yang dirasa kurang mengenakkan bagi pembaca. Akhir kata, kamulah yang akan menentukan warna yang akan kamu goreskan ke kanvasmu. Terkadang akan ada warna yang dirasa tidak sesuai, tetapi ingatlah bahwa kamu seniman yang dapat mengubahnya menjadi indah. Semoga harimu menyenangkan, semangat!
Sabbe satta avera hontu Abyapajjha hontu anigha hontu Sukhi attanam pariharantu Semoga semua makhluk terbebas dari bahaya Bebas dari derita jasmani dan batin Semoga mereka dapat menjalani hidup dengan bahagia
Anumodana Kepala Komisi Komunikasi dan Informasi KMBUI X X I X Swastika Tiosara Padma
8
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
PREFACE
Sotthi Hotu, Namo Buddhaya Kehidupan manusia akan selalu memiliki warna. Mungkin tidak hanya manusia, namun pada hewan juga. Tidak pernah ada yang tahu bagaimana unsur-unsur warna pada kehidupan makhluk lain. Warna kehidupan sungguh beragam dan akan selalu berganti, sebab dalam kehidupan ini tiada sesuatu yang kekal dan abadi. Oleh karena itu, kita tidak boleh terlalu terikat pada kilesa kehidupan, entah terlalu sedih atau terlalu bahagia. Bersikaplah sewajarnya dan terus berbuat kebajikan. Majalah PARAMI TA 55 mengangkat tema “Palette of Life” yang akan menyajikan berbagai hal yang mewarnai hari-hari pembacanya. Pemilihan tema ini berdasarkan pada kondisi nyata kehidupan manusia yang pada kehidupan sehari-harinya mengalami banyak peristiwa. Dengan kata lain, kehidupan manusia tidak bisa tersusun hanya dengan satu unsur warna saja. Majalah ini akan membawa pembacanya turut memahami bagaimana cara menghadapi beraneka warna kehidupan yang terus menerus berubah seiring berjalannya waktu. Dengan adanya majalah ini, diharapkan seluruh pembaca dapat menyadari ar ti positif dari warna kehidupan yang dialami ser ta dapat berlatih melepaskan diri dari kilesa atau kekotoran batin, misalnya dengan melakukan meditasi. Kami juga ingin mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang turut berkontribusi dalam pembuatan majalah PARAMI TA 55 ini. Menyadari bahwa majalah ini belum sempurna, kami mengharapkan adanya saran dan kritik yang membangun dari teman-teman pembaca PARAMI TA. Semoga dengan adanya majalah ini, Buddha Dhamma dapat berkembang semakin baik lagi di Indonesia dan di seluruh dunia.
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta. Semoga semua makhluk hidup berbahagia.
Anumodana Ketua Depar temen PARAMI TA KMBUI X X I X Helen
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
9
PARAPLUS
WALL OF ART @huwalabumba Hidup ini berwarna selayak sepucuk daun yang perlahan mengering. Meskipun diterjang angin dan air, ia tetap kokoh berpegangan pada tangkai dan berpijak pada tanah.
Editor’s Choice
@sanghamitta08 Abu, kelabu, mimpimu terbelenggu?
@jaysenthiadi Shy away from the light, and your colours are consumed by the darkness; be too bright with the light, and your colours are blanched by the light. Find the l(r)ight balance.
10
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
PARAGAMES
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
11
PARADHAMMA
Keanekaragaman Wujud Para Buddha dan Bodhisatwa: Pentingnya Kreativitas serta Fleksibilitas dalam Menolong Banyak Orang Sofia Dwifa Wirahadi-FEB 2018
Seperti yang kita tahu, Buddhisme terbagi menjadi tiga tradisi besar: Theravada, Mahayana, dan Vajrayana. Dalam tradisi Mahayana dan Vajrayana, Buddha tidak hanya merujuk pada Buddha Sakyamuni. Ada BuddhaBuddha lain seperti Buddha Amitabha, Buddha Bhaisajyaguru atau Buddha Pengobatan, Buddha Vairocana, dsb. Meskipun penampilan serta kualitas yang dimiliki oleh para Buddha tersebut sama, terutama kebijaksanaan dan welas asih yang tak terhingga, terdapat hal yang membedakan para Buddha tersebut dari satu sama lainnya, yaitu tubuh mereka. Semua Buddha memiliki tiga jenis tubuh, yaitu Nirmanakaya, Sambhogakaya, dan Dharmakaya. Nirmanakaya adalah tubuh 12
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
para Buddha yang muncul di alam samsara ini, termasuk alam manusia, Sambhogakaya adalah tubuh para Buddha yang muncul di Tanah Suci, dan Dharmakaya adalah tubuh kebenaran para Buddha, Kebuddhaan itu sendiri dan keadaan sejati semua makhluk. Nah, Amitabha dan Bhaisajyaguru merupakan Sambhogakaya dari para Buddha, sedangkan Buddha Sakyamuni merupakan Nirmanakaya. Terlepas dari perbedaan itu, ketiga Buddha tersebut sama-sama memiliki Dharmakaya. Di samping para Buddha, para Bodhisatwa atau calon Buddha juga memiliki peran aktif dan penting, terutama dalam kedua tradisi tersebut. Beberapa Bodhisatwa yang terkenal
yang berbeda satu dengan lainnya, hal ini karena karma dan kilesa yang dibawa dari kelahiran-kelahiran sebelumnya yang tak terhingga. Oleh karena itu, para Buddha dan Bodhisatwa akan mengubah wujud mereka sesuai dengan kecenderungan batin makhluk-makhluk tersebut. Misalnya, dalam Saddharmapundarika Sutra, dinyatakan bahwa Avalokitesvara akan mengubah wujudnya menjadi Buddha, Brahma, Sakra, dewa, naga, biksu, upasaka, upasika, perumah tangga, bahkan anak kecil sekalipun untuk menolong makhluk-makhluk yang membutuhkan pertolongan dari wujud-wujud tersebut. Contoh lainnya adalah Dewi Tara yang disebut sebagai salah satu jelmaan Avalokitesvara atau Kwan Im. Dewi Tara sendiri memiliki 21 wujud dan wujud utama Beliau adalah Tara Hijau. Beberapa emanasi Dewi Tara lainnya adalah Tara Putih dan Kurukulla (Tara Merah). Contoh penerapan keterampilan Dewi Tara dalam mengubah wujudnya adalah ketika Dewi Tara menjadi Kurukulla yang berpenampilan cantik, beliau menumbuhkan rasa ketertarikan dalam diri kita untuk mempraktikkan Dharma dan merealisasikan Kebuddhaan lengkap sempurna. Penyesuaian wujud ini tidak hanya terbatas pada kecenderungan batin, tetapi juga pada latar belakang kebudayaan yang dimiliki oleh semua makhluk. Hal ini direfleksikan melalui keanekaragaman wujud yang dimiliki oleh Avalokitesvara dan Maitreya ataupun variasi
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
PARADHAMMA
m i s a l n y a Avalokitesvara yang melambangkan welas asih Buddha, Ksitigarbha yang bersumpah untuk tidak mencapai Kebuddhaan hingga semua tingkat alam neraka kosong, Manjusri yang melambangkan kebijaksanaan Buddha, dan Maitreya. Masingmasing Buddha dan Bodhisatwa memiliki variasi wujud. Misalnya, Avalokitesvara di India dan Tibet berjenis kelamin lelaki (di Tibet disebut Chenrezig), sedangkan di Cina berjenis kelamin perempuan dan disebut Dewi Kwan Im. Beliau dapat bertangan dua, empat, enam, bahkan sampai seribu. Contoh lainnya adalah Maitreya yang memiliki wujud seperti pangeran di India, tetapi berwujud seperti biksu gendut di Cina. Lalu, Buddha Bhaisajyaguru yang digambarkan memegang pagoda di tradisi Cina, tetapi digambarkan sebagai perwujudan berwarna biru di tradisi Tibet. Mengapa wujud para Buddha dan Bodhisatwa tersebut bervariasi? Tidakkah variasi wujud-wujud tersebut dapat membingungkan kita para makhluk yang mengarungi lautan samsara ini? Tentu saja tidak. Variasi wujud tersebut tak lain adalah upaya atau keterampilan mahir yang dimiliki oleh para Buddha dan Bodhisatwa untuk menolong lebih banyak makhluk. Seperti yang kita tahu, tujuan para Buddha dan Bodhisatwa adalah untuk membebaskan semua makhluk di samsara dari penderitaan tanpa terkecuali. Masalahnya, semua makhluk di samsara memiliki kecenderungan batin
13
PARADHAMMA
penggambaran para Buddha seperti Amitabha atau Bhaisajyaguru dalam berbagai kebudayaan, terutama tradisi China dan Tibet. Lebih dari itu, Chogyal Namkhai Norbu, seorang guru dari tradisi Vajrayana, menyatakan bahwa Bunda Maria merupakan salah satu wujud Tara; dijelaskan bahwa Bunda Maria dan Dewi Tara sama-sama dipandang sebagai sosok ibu yang penuh dengan welas asih serta merangkul semua makhluk. Dari sini, kita juga dapat memahami sifat inklusif Buddhisme karena Buddhisme mengakomodasi kebudayaan setempat. Sebagai penutup, keanekaragaman wujud yang dimiliki para Buddha dan Bodhisatwa ini merupakan bentuk kreativitas serta upaya tak terhingga yang dikerahkan oleh mereka untuk membebaskan kita semua dari samsara. Tentu saja, tidak cukup jika kita hanya berhenti di pemahaman kita terkait kemampuan super yang dimiliki oleh para Buddha dan Bodhisatwa. Menyadari hal ini, kita seharusnya bertekad untuk meneladani kreativitas serta semangat mereka dengan berupaya untuk beradaptasi dengan orangorang dari berbagai latar belakang dan juga meningkatkan kreativitas kita dalam menolong lebih banyak orang. (SAL/JAY) O’Brien, Barbara, “Twelve Buddhas”, Learn Religions, 27 Agustus 2018, https://www.learnreligions.com/a- list-of-buddhas-450140 Kane, Lee, “Chenrezig: the many faces of Avalokiteshvara’s compassion – sometimes we need a father or mother, sometimes a friend, sometimes a warrior”, Buddha Weekly, https://buddhaweekly.com/manyfaces-avalokiteshvaras-compassion-sometimes-need-father-mother-sometimes-friend-sometimeswarrior/ Kane, Lee, “Youthful Manjushri: the beginning and flowering of wisdom; the gentle friend who cuts through ignorance with his flaming sword; Arapachana, the great essence mantra”, Buddha Weekly, https:// buddhaweekly.com/youthful-manjushri-the-beginning-and-flowering-of-wisdom-the-gentle-friendwho-cuts-through-ignorance-with-his-flaming-sword-arapachana-the-great-essence-mantra/ Kane, Lee, “Kurukulla: the “Diva” Dakini of enlightened magic; the enchantress transforms seduction into ‘the cause of wisdom’”, Buddha Weekly, https://buddhaweekly.com/kurukulla-the-diva-dakini-ofenlightened-magic-the-enchantress-transforms-seduction-into-the-cause-of-wisdom/ Kane, Lee, “The 8 Great Bodhisattvas represent the 8 Great Qualities of Buddha; why we need these qualities to help heal the world”, Buddha Weekly, https://buddhaweekly.com/the-8-great-bodhisattvasrepresent-the-8-great-qualities-of-buddha-why-we-need-these-qualities-to-help-heal-the-world/ Kane, Lee, “Chenrezig: the many faces of Avalokiteshvara’s compassion – sometimes we need a father or mother, sometimes a friend, sometimes a warrior”, Buddha Weekly, https://buddhaweekly.com/manyfaces-avalokiteshvaras-compassion-sometimes-need-father-mother-sometimes-friend-sometimeswarrior/ Kane, Lee, “Avalokiteshvara: delivering us from every danger – “Bodhisattva Perceiver of the World’s Suffering”; Chapter 25 Lotus Sutra”, Buddha Weekly, https://buddhaweekly.com/avalokiteshvaradelivering-us-from-every-danger-bodhisattva-perceiver-of-the-worlds-suffering-chapter-25-lotussutra/ Kane, Lee, “Limitless Tara: Beyond the Green: Buddha, Bodhisattva, Savior, Mother of all the Buddhas, Hindu Maa Tara, Goddess of Many Colors, Consort of Buddhas, Wisdom Mother, Action Hero…”, Buddha Weekly, https://buddhaweekly.com/limitless-tara-beyond-green-buddha-bodhisattva-savior-motherbuddhas-hindu-maa-tara-goddess-many-colors-consort-buddhas-wisdom-mother-action-hero/ Sobenes, Eddie, “Four heroic incarnations of Ksitigarbha, the “Earth Store” Bodhisattva – unfailing, nevertiring compassion”, Buddha Weekly, https://buddhaweekly.com/four-heroic-incarnations-ofksitigarbha-the-earth-store-bodhisattva-unfailing-never-tiring-compassion/
14
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
PARAFICTION
Blue and Grey Blue and Grey Blue and Grey Mudhita-F T 2019
B
ukan s alahnya jika hari ini hujan, dan bukan keinginannya untuk meninggalkan payung padahal jelas-jelas ibunya sudah berulang kali memperingatkan untuk membawa benda penghalau hujan itu tadi pagi. Suhu udara yang semakin turun membuat sebagian tubuhnya
menggigil, kali ini ia s alah karena tidak membawa pakaian tebal ketika cuaca sejak kemarin sudah mulai mendingin, dan mungkin ini keinginannya untuk tetap berada di tempat ini padahal sudah lebih dari s atu jam yang lalu kelasnya seles ai.
Langit masih menampakkan warna kelabu ketika kakinya mulai kelelahan
berdiri, beberapa kali menengok ke arah jendela ruangan itu, tempat pengajar di depan kelas masih bersemangat untuk mengajar, sementara orang-orang di dalamnya sudah menghelakan napas karena terlalu penat melihat angka-angka berderet itu. Tapi, bukankah memang kewajiban dari siswa adalah belajar?
Ujung bibirnya tertekuk , sudah hampir dua jam ia berada pada posisi itu,
memandangi hujan yang turun kini sudah berhenti, berganti jadi langit malam yang tidak kalah kelabu. Suara bel mulai terdengar, tekukan itu perlahan berubah menjadi senyuman manis. Pintu kayu itu terbuka dan suara ceria anak-anak mulai terdengar, berlarian keluar dari ruangan penuh penat itu dan menghirup udara bebas. Ia mengulum senyumannya ketika melihat sosok yang ditunggu muncul dengan tas punggung dari balik pintu, “Ayo pulang.”
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
15
PARAFICTION
Egonya melambung tinggi, tidak ingin dibilang
sebagai anak-anak ketika tangan sosok itu bergerak meraih tangannya, menegaskan bahwa umurnya sudah cukup dewas a untuk melakukan semua hal sendirian dan berjalan lebih dahulu. Mata bulatnya sesekali melirik ke arah sosok itu yang berjalan hanya beberapa langkah di belakangnya, menikmati wewangian khas setelah hujan turun. Tapi memangnya apa yang harum dari bau tanah? Apakah orang pada umur itu akan menyukai aroma bas ah seperti ini?
Gerakan mulut itu membuatnya memiringkan
kepala, menerka apa yang diucapkan oleh sosok itu. Bayangan hitam yang tampak mencolok di kelam malam
membuat
suas ana
kian
teras a
mencekam,
teriakan putus as a sosok itu membuat tangannya mencoba meraih kembali tangan bes ar itu, menyes ali keputus annya untuk menolak uluran tangan itu tadi. Suaranya hilang ditelan malam, begitu pula sosok itu yang bahkan tidak terlihat batang hidungnya lagi.
Rengekannya tidak dipedulikan, ucapannya
diabaikan, dan tatapan penuh lukanya hanya dianggap omong
kosong
oleh
orang-orang
yang
mengaku
sudah dewas a itu. Mereka hanya menikmati batangbatang berbau as ap itu selagi tertawa s atu s ama lain ketika melihatnya, apakah sekarang dirinya hanyalah tayangan menarik untuk orang-orang itu?
Emosinya
membumbung
tinggi,
kepalanya
s akit harus menahan tangis an sejak tadi, dan suara itu keluar ; suara keputus as aannya yang selama ini dipendam, suara yang belum pernah didengarkan oleh siapa pun. Dirinya sendiri bahkan tidak pernah mengetahui kalau ia punya kemampuan itu. Ucapannya untuk pertama kali terdengar malam itu, dan orang berkedok dewas a itu mulai mencoba untuk pura-pura bersimpati, berlagak empati dengannya yang kini bis a bersuara, tapi apa itu berguna? Semuanya terlambat, tidak ada yang tersis a.
Yang ia tahu hanyalah ras a duka dan juga
sosok terkasih yang tidak pernah bis a ditemui lagi. (SAL /JAY) 16
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
B l u e a n d G r e y
KMBUI INSIDE
Studi Banding Oleh Felicia Felim-FT 2020 & Jesslyn Mar teen Clarissa-FKG 2020
Pada hari Sabtu, 14 Agustus 2021, telah dilaksanakan kegiatan Comparative Study — biasa disebut Studi Banding— yang merupakan salah satu program kerja HUMAS KMBUI XXIX. Studi banding ini diselenggarakan bersama dengan KMB Dhammañano ITB via Zoom Meeting dengan mengusung tema “Bloom out from the Darkness”. Tema ini terinspirasi dari bunga teratai yang bermekaran indah meskipun tumbuh di lumpur. Sama halnya dengan kami, mahasiswa KMB yang mau bertumbuh bersama lebih baik
dan mengembangkan wawasan di kondisi pandemi seperti ini. Kegiatan yang dihadiri oleh 128 peserta ini merupakan studi banding pertama untuk kepengurusan KMBUI ke-29. Studi banding ini dilaksanakan dengan tujuan untuk membangun relasi dengan KMB Dhammañano ITB serta wadah untuk saling memberikan wawasan dan inovasi baru yang berkaitan dengan pengembangan Buddha Dharma bagi KMBUI dan KMB Dhammañano ITB. PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
17
KMBUI INSIDE 18
Kegiatan studi banding ini dibuka dengan motivasi dan Tisarana yang dilanjutkan dengan kata sambutan dari ketua KMB masing-masing. Tak lengkap rasanya jika hanya ada sesi kata sambutan, maka dari itu dilakukan presentasi dari masingmasing ketua KMB yang ditutup dengan sesi tanya jawab. Selanjutnya, peserta memasuki inti dari kegiatan ini yaitu Focus Group Discussion (FGD) antardivisi masing-masing KMB. Di dalam FGD, tak lupa juga diadakan perkenalan singkat antar anggota divisi.
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
Sebagai akhir kegiatan, dilaksanakan mini game untuk mempererat relasi antara kedua KMB. Lalu, dilanjutkan dengan pemberian sertifikat dari KMBUI kepada KMB Dhammañano ITB dan sebaliknya. Kemudian, diadakan sesi foto bersama, dan untuk menutup kegiatan, dibacakan dedikasi serta Tisarana. Semoga dengan adanya studi banding dapat membangun relasi antara pemuda-pemudi Buddhis di Indonesia sebagai wadah untuk saling belajar dan mengembangkan seluruh UKM yang bernilai Buddha Dharma. (JAY/SAL)
PARAMEDIC
Colourful Food Palette: Eat the Rainbow Oleh: Davin Edbert YangFKM 2020
P
enampakan visual makanan seperti warna menjadi daya tarik tersendiri ketika memilih makanan, misalnya buah dan sayuran. Kita semua tahu buah dan sayuran bermanfaat bagi tubuh kita. Namun, tahukah kamu bahwa warna-warna pada buah dan sayuran memiliki manfaat kesehatan yang spesifik? Kamu akan mendapatkan variasi nutrisi yang dapat membantu fungsi tubuh ketika menambahkan berbagai jenis buah dan sayuran tersebut di piringmu.
Konsep warna alami pada tumbuhan: Pewarna makanan alami atau pigmen biologis berasal dari berbagai sumber seperti sayuran, buah-buahan, tanaman, mineral, dan sumber alami lainnya yang dapat dimakan. Ada empat famili pigmen tumbuhan, yaitu: 1. Klorofil (hijau) 2. Karotenoid (kuning, merah, jingga) 3. Flavonoid: antosianin + antoxantin (merah, biru, ungu) 4. Betalain (merah, kuning, ungu) HI JAU (Klorof il) Sayuran hijau : brokoli, bayam, kubis, selada, kubis brussel, kacang hijau, mentimun, zukini, kacang polong, paprika hijau Buah hijau : apel hijau, kiwi, anggur hijau, jeruk nipis, alpukat Manfaat: 1. Memiliki kandungan antioksidan dan antimutagenik. 2. Menghentikan pertumbuhan bakteri pada luka dan menghilangkan napas bau serta bau badan. 3. Membantu menghilangkan logam berat dari tubuh yang terakumulasi dari makanan yang terkontaminasi.
20
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
PARAMEDIC
MERAH Sayuran merah : tomat, lobak, kol merah, bit Buah merah : anggur merah, stroberi, semangka, ceri, rasberi, delima, cranberry, apel merah Manfaat: 1. Merupakan antioksidan yang kuat, mampu meningkatkan sistem imun dan mencegah berbagai penyakit. 2. Warna merah pada apel mengandung berbagai fitokimia, termasuk kuersetin, katekin, florizin, dan asam klorogenat yang memiliki aktivitas antioksidan yang kuat, menghambat proliferasi sel kanker, menurunkan oksidasi lipid, dan menurunkan kolesterol. 3. Likopen adalah pigmen berwarna merah yang banyak ditemukan pada buah dan sayuran berwarna merah untuk meningkatkan pemecahan lipoprotein densitas rendah dalam tubuh. 4. Perlindungan DNA, memerangi penyakit yang bergantung pada estrogen, stimulasi respons antiinflamasi dan perannya dalam regulasi sistem kekebalan. 5. Mengandung resveratrol yang berfungsi menjaga kesehatan saraf, mencegah penyakit saraf seperti penyakit Alzheimer, Huntington, dan Parkinson. P U T I H Sayuran putih : kentang, bawang, jamur, kembang kol, lobak Buah putih : pisang, nektarin putih, persik putih, pir Manfaat: 1. Beberapa sayuran putih mengandung fitokimia yang kuat, seperti allicin dalam bawang putih dan bawang bombai, yang meningkatkan efektivitas antoxantin dan juga membantu dalam menurunkan kadar kolesterol darah. 2. Konsumsi makanan putih kaya flavonoid secara teratur mencegah kanker, gangguan kardiovaskular, dan gangguan neurodegeneratif. 3. Flavonoid menunjukkan antialergenik, antivirus, antiinflamasi dan vasodilasi. 4. Senyawa flavonoid menunjukkan efek penurun lipid dan memiliki sifat antiinflamasi dan antiaterogenik. 5. Mengonsumsi flavonoid (antosianin) tingkat tinggi bisa menawarkan perlindungan dari diabetes tipe 2 dengan menurunkan resistansi insulin dan meningkatkan regulasi glukosa darah. PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
21
PARAMEDIC
BIRU/UNGU (Antosianin) Sayuran biru dan ungu : terong, kubis ungu, kentang ungu Buah biru dan ungu : blackberry, bluberi, anggur ungu, plum, kismis, buah ara Manfaat: 1. Mengandung delphinidin yang berfungsi mencegah kehilangan kalsium sewaktu osteoporosis pascamenopause. 2. Delphinidin juga memiliki aktivitas farmakologis seperti antioksidan, antimutagenesis, antiinflamasi, dan antiangiogenik. 3. Antiangiogenik berfungsi dalam mencegah kanker, proteksi hati dari berbagai penyakit, dan meningkatkan penglihatan. KUNING/JINGGA Sayuran jingga dan kuning : wortel, labu kuning, jagung manis, ubi jalar, paprika kuning, tomat kuning Buah jingga dan kuning : apel kuning, aprikot, jeruk, persik, mangga, pepaya, pir, nanas Manfaat: 1. Tiga dari karotenoid yang paling umum ditemukan: alfakaroten, beta-karoten, dan beta-cryptoxanthin dapat diubah dari makanan menjadi vitamin A di dalam tubuh. 2. Vitamin A diperlukan untuk penglihatan yang baik dalam cahaya redup, pertumbuhan dan perkembangan normal, sistem kekebalan yang kuat, menjaga kulit dan sel-sel yang melapisi saluran udara, saluran pencernaan dan saluran kemih sehat. 3. Karotenoid, terutama beta-karoten, dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker tertentu, terutama kanker paru-paru. H I T A M 1. Berbagai jenis jamur mengandung senyawa yang merangsang sistem kekebalan tubuh dan dapat membantu mencegah penuaan dini serta kanker. 2. Warna hitam pada tinta cumi berfungsi menghambat pertumbuhan kanker. 3. Wijen hitam kaya akan kalsium dan dapat meningkatkan nafsu makan. 4. Black rice mengandung antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan dan antiinflamasi. (SAL/JAY) Referensi: Dutta, S., Halder, S. 2021. A COLOURFUL FOOD PALETTE: HEALTH BENEFITS AND BEYOND. International Journal of Current Research, 13 (3), 16596-16600. Yario, J. 2020. Eat the rainbow. SafetyandHealthMagazine. Winneshiek. 2021. The Importance of Colorful Diet. Winneshiek Medical Center
22
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
Kenapa Warna Biru Mendominasi Bidang Teknologi? Ketika membaca judul, mungkin sebagian besar dari kita akan mencoba memikirkan contoh penggunaan warna biru dalam teknologi, misalnya logo Facebook. Tidak hanya satu, masih banyak lagi contoh lain penggunaannya seperti gambar di bawah ini:
Sebagian dari kita mungkin merasa itu hanya kebetulan, sedangkan lainnya bertanya-tanya alasan yang mendasari hal tersebut.
Kenapa desainer teknologi suka memilih warna biru?
Biru merupakan pilihan yang paling sering dipakai dalam branding perusahaan. Warna ini juga merupakan favorit banyak orang yang membuatnya terkait dengan kekuatan dan kesuksesan. Dalam riset terhadap konsumen di Amerika Utara, warna biru memberikan sensasi kepercayaan dan keamanan. Tidak heran begitu banyak perusahaan di bidang industri tidak dapat menolaknya untuk logo mereka.
PARATECHNO
Oleh: Davin Edbert Yang-FKM 2020
Warna biru dianggap tidak mengancam, tetapi menanamkan kepercayaan diri. Biru juga dianggap melambangkan keadilan, kesetiaan, dan ketekunan. Selain itu, ini adalah warna yang secara tradisional maskulin, jadi tidak mengherankan jika warna ini juga membangkitkan ikatan dengan dunia korporat. Kelompok riset Stephen Westland, ketua ilmu dan teknologi warna di Universitas Leeds, melakukan eksperimen menggunakan gawai untuk menerangi ruangan dengan warna cahaya tertentu. Tujuan percobaan ini untuk melihat perubahan aktivitas detak jantung dan tekanan darah akibat cahaya. Hasilnya, cahaya merah tampaknya meningkatkan detak jantung, sedangkan cahaya biru PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
23
PARATECHNO
menurunkannya. Tidak hanya untuk branding, tetapi juga efek menenangkan dari warna biru bahkan telah digunakan di dunia nyata bidang transportasi. Contohnya, pada tahun 2009, lampu biru dipasang di ujung peron jalur kereta api Yamanote Tokyo untuk mengurangi kejadian bunuh diri. Sebagai hasil dari keberhasilan lampu ini, bunuh diri turun 74% di stasiun tempat lampu biru dipasang. Jika kamu mencari jawaban atas begitu banyaknya pemilihan warna biru di bidang teknologi, akan begitu banyak jawaban dan alasan yang berbedabeda. Alasan yang mungkin benar adalah karena kita dikelilingi oleh warna biru dari alam, baik itu lautan maupun langit biru. Mungkin inilah yang menimbulkan perasaan nyaman karena kita sering melihatnya. Bagaimana pendapat Anda? Apa warna yang sering kamu jumpai di bidang teknologi? (SAL/YIU) Referensi : Robert, M. 2018. The psychology of colour: blue. psychologies.co.uk Kissmetric. 2014. 6 Revealing Facts
about Color Psychology and Its Effects on Consumer Behavior. SurveyCrest. Dru DeSantis. 2019. Technology Brand Colors: Red, Bright, and Blue. DeSantis Breindel Stillman, J. 2017. The Fascinating Reason
Why Blue Is the World’s (and Brands’) Favorite Color. Inc. JPRichardson.
24
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
KMBUI INSIDE
RFK: Finding Toreto Oleh: Melvin Putra-FMIPA 2019
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
25
KMBUI INSIDE 26
Pada tanggal 11 September 2021, telah dilaksanakan Run For KMB, salah satu program kerja terbesar Depar temen Creative Events. Pada acara ini, kami menyiapkan berbagai macam games untuk seluruh anggota aktif KMBUI dengan harapan mereka bisa merasakan kehangatan kekeluargaan sebagai ciri khas KMBUI. Run For KMB (RFK) kali ini berbeda dari biasanya karena kedatangan tamu baru, yaitu mahasiswa baru KMBUI angkatan 2021. Menyiapkan acara ini tidak mudah, Depar temen Creative Events sudah mulai mempersiapkan acara dari awal bulan Agustus. Bagi para panitia, bulan Agustus dipenuhi oleh rapat, brainstorming , dan persiapan games . Walaupun bulan Agustus adalah bulan yang melelahkan bagi para panitia, ketika kami melihat para peser ta dapat menikmati acara yang telah disiapkan, kami merasa bahwa waktu yang dihabiskan untuk menyiapkan acara ini terbayarkan dengan baik. Kami menyiapkan empat games yang memiliki peraturan dan sistem poin masing masing di tiap permainannya. Terdapat games Guess the Movie , pada permainan ini disiapkan cuplikan dari sebuah f ilm dan peser ta diminta untuk menebak judul f ilm tersebut. Lalu, Hobbs Numpang Nanya, para peser ta diminta untuk menyebutkan kata-kata yang berkaitan dengan PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
suatu topik. Kemudian, Jeopardy, games trivia yang tingkat kesulitan per tanyaan tergantung dari jumlah poin yang mereka dapat jika berhasil menjawab dengan benar. Terakhir adalah JKLM.FUN, sebuah games yang menguji keahlian bahasa Inggris para peser ta. Setelah empat games tersebut, kita juga ada games puncak. Premis dari games puncak ini adalah anggota keluarga Dom Toreto yang telah diculik oleh sebuah organisasi jahat. Peser ta ber tugas untuk menemukan anggota keluarga Dom Toreto yang diculik tersebut. Games puncak berjalan dengan lancar, peser ta dapat saling membantu dan dapat bersenangsenang bersama. Para panitia RFK KMBUI ingin mengucapkan terima kasih kepada semua yang sudah menyempatkan waktunya untuk mengikuti acara ini dan turut ser ta memeriahkan suasana. Depar temen Creative Events juga ingin menyambut mahasiswa baru KMBUI Angkatan 2021, semoga bisa merasa nyaman di rumah baru kalian, KMBUI! (SHA/SAL)
PARAJOURNAL
KMBUI JOURNAL 55
Akses melalui
Atau Link: bit.ly/JOURNAL55 PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
27
KMBUI INSIDE
A
sadha Puja KMBUI 2021 Oleh Henr y Prayoga - F T 2020 Senin malam, 26 Juli 2021, tampak orang-orang melalui Zoom memfokuskan batin dan melantunkan paritta-paritta suci. Bahwas anya dilaks anakan secara daring, puja bakti tetap berlangsung khusyuk . Mengikuti tuntunan Ytm. Bhikkhu Sangha, mereka mengikuti membacakan Ārādhanā Tisaraṇa Pañcasīla. Tak kurang dari 70 peserta serentak membacakan Asalha Puja Gatha . Sebelum memberikan Dhammadesana , Bhante mengajak para hadirin untuk memfokuskan pikiran, memancarkan metta bagi segenap makhluk dalam meditasi selama kurang lebih lima menit. Pada s aat itu, KMBUI sedang mengadakan puja di bulan As adha yang diadakan secara daring untuk kedua kalinya setelah sebelumnya dilaks anakan secara luring di Pusgiwa UI. Berdas arkan literatur Buddhis, As adha Puja merupakan s alah s atu nama bulan dalam penanggalan Buddhis, penanggalan ini dihitung dua bulan setelah perayaan Wais ak atau bias anya jatuh sekitar bulan Juli pada penanggalan Masehi. Bulan ini juga menjadi penanda atau peringatan tiga peristiwa penting. Peristiwa yang pertama adalah Sang Guru mengajarkan Dhamma untuk pertama kalinya. Kedua adalah terbentuknya Sangha dengan diwakilkan lima murid pertama menjadi murid Sang Buddha. Kemudian yang ketiga adalah terbentuknya Sangha, dan kemudian Triratna pun lengkap.
28
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
KMBUI INSIDE
Selain pembabaran mengenai apa yang dirayakan pada As adha Puja, Bhante juga menjelaskan nilai-nilai yang bis a dipelajari dari mengikuti As adha, diantaranya belajar untuk menjadi yakin seperti Ar ya Kondanna, mencari jalan sendiri seperti Pangeran Siddharta, dan juga berlindung pada Triratna. Setelah Dhammadesana dan sesi tanya jawab, rangkaian acara ditutup dengan pemberkatan oleh Bhikkhu Sangha sebagai bentuk pelimpahan jas a bagi leluhur dan s anak keluarga yang meninggal, menyempurnakan kebajikan yang telah dilakukan oleh peserta As adha Puja malam itu.
Walaupun dilaksanakan secara daring, pelaksanaan As adha Puja masih dapat memberikan e s e n s i dan makna bagi peserta yang hadir. Bhante Ratanadhiro, pembicara s aat itu, mampu menjelaskan mengenai inti dari perayaan As adha Puja secara sederhana dan mudah dipahami untuk dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Tak lupa ditutup dengan pelimpahan jas a, para peserta mendapat kesempatan untuk memupuk karma baik . Tentunya pelaks anaan As adha Puja Online KMBUI tidak terlepas dari kekurangan ataupun kes alahan. Namun, melihat dari dampaknya, dapat dikatakan bahwa pelaks anaan As adha Puja Online KMBUI kali ini berjalan dengan baik dan mampu memenuhi ekspektasi anggotanya. (YIU/SHA) PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
29
PARAPROFILE
Andreas Suryo Wijaya
Segala Upaya Bermakna Oleh: Jaysen E. Thiadi-FIB 2020 “Every effort counts.” Demikian kata Andreas Suryo Wijaya, seorang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, angkatan 2017. Dalam kondisi pandemi yang melanda Indonesia, ia, seperti banyak orang, larut dalam warna gelap. Namun, setelah melakukan suatu kegiatan, warna tersebut berangsur menjadi warna yang lebih cerah. Apakah kegiatan tersebut? Secara tidak langsung, ia menjadi seorang sukarelawan dengan mengikuti program angkatannya untuk menggalang dana. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan kepada CO-Hope (@cohope.id), suatu kumpulan sukarelawan yang kemudian menggunakan dana tersebut untuk mengirim APD (Alat Pelindung Diri) kepada rumah sakit yang membutuhkan. Sebelumnya, ia tidak berkesempatan menjadi sukarelawan karena merupakan seorang mahasiswa indekos sehingga transportasi tidak mudah. Temanteman seangkatannya pun semangat dalam mengikuti aktivitas sukarelawan (contohnya: sukarelawan vaksin COVID-19) sehingga tidak jarang kehabisan slot sebelum dirinya dapat mendaftar. Namun, akhirnya ia berkesempatan menjadi seorang sukarelawan, dalam pandemi sekalipun. Sebagai sukarelawan, ia tidak hanya mengumpulkan dana bersama angkatannya untuk dikirim ke CO-Hope, tetapi juga ikut serta mengantarkan APD kepada satu-dua rumah sakit. Meskipun dirinya menganggap tidak seberapa dalam skala nasional, apalagi dalam skala global. Namun, ia tetap dapat merasakan warna cerah dalam dirinya setelah kegiatan tersebut.
30
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
kegiatan sukarelawan luring, lakukanlah kampanye-kampanye daring. Jika kita merasa kurang cocok menjadi sukarelawan, aktivitas seperti memberantas hoaks atau memperluas wawasan orang lain melalui unggahan daring pun dapat membantu masyarakat. Pandemi tidak harus menjadi tantangan. Justru, pandemi dapat menjadi alasan untuk mengembangkan kepedulian dan membantu satu sama lain sebisa mungkin agar kita semua dapat melaluinya dengan aman, sehat, dan bahagia. Bantulah keluargamu, bantulah temanmu, dan bantulah siapa pun yang dapat kamu bantu. Sekecil apa pun upaya yang dilakukan, akan memiliki makna dan dampak yang besar dalam jangka panjang, kepada orang lain, ataupun diri kita.
PARAPROFILE
Meskipun kesempatan menjadi sukarelawan telah lama luput darinya, ia tetap bersedia untuk mendaftar demi kebaikan orang banyak. Meskipun ia menganggap tidak seberapa, kontribusinya terhadap tujuan membantu masyarakat tetap memiliki dampak baik kepada orang banyak. Kemudian pada akhirnya, dengan membantu orang banyak, ia membantu dirinya juga, meskipun bukan merupakan tujuan awalnya. Warna gelap yang awalnya melarutkan dirinya telah menjadi warna cerah yang membahagiakannya. Dimulai dari hal kecil sekalipun, warna gelap dalam diri kita dapat berangsur menjadi warna yang cerah. Dirinya pun menekankan bahwa untuk membantu orang lain bukan hanya lewat kegiatan sukarelawan saja, melainkan juga lewat hal-hal yang mungkin dianggap kecil, bahkan tidak signifikan. Jika kita terkendala mengikuti
(DAV/SAL)
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
31
PARAFACT
RGB dan CMYK: Apa Perbedaannya? Oleh: Shania V. Malson-FIB 2020
K
ita sudah sering mendengar istilah RGB dan CMYK melalui aplikasi, terutama aplikasi yang berhubungan dengan penyuntingan. RGB dan CMYK adalah sebuah sistem pewarnaan yang digunakan di dalam dua desain berbeda. Sistem pewarnaan ini adalah hal penting dalam bidang desain grafis karena digunakan untuk menentukan warna akhir dari hasil desain yang telah diciptakan creator -nya. Lalu, apa itu RGB? RGB adalah singkatan dari Red, Green, dan Blue— yang memiliki arti bahwa sistem pewarnaan RGB dibentuk oleh tiga warna utama, yaitu merah, hijau, dan biru. RGB banyak digunakan pada layar, termasuk layar smartphone dan layar komputer. Warna awal pada sistem pewarnaan ini adalah warna hitam, yang kemudian akan menjadi warna baru setelah digabungkan dengan warna lain. Di sisi lain, ketika RGB disatukan, akan membentuk warna putih. Menurut TechTerms, terdapat 16.777.216 warna © 99desi gns. com hasil dari perpaduan RGB ini.
32
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
PARAFACT
Sementara itu, CMYK adalah sistem perpaduan warna yang berasal dari warna cyan, magenta, yellow, dan black . CMYK digunakan pada media yang akan dicetak fisik, seperti kartu nama, banner , dan masih banyak lainnya. Sistem pewarnaan ini berbeda dari RGB karena CMYK adalah model warna “subtraktif ” yang banyak digunakan dalam bidang digital printing. CMYK © 99desi gns. com mampu menghasilkan seluruh spektrum warna yang terlihat karena proses half-toning. Proses ini adalah proses saat setiap warna diberikan tingkat saturasi dan titik-titik kecil dari masing-masing tiga warna yang dicetak dalam pola kecil. Tujuannya supaya warna dapat ditangkap dengan baik oleh mata manusia. (JAY/DAV)
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
33
KMBUI INSIDE
W
aisak
KMBUI
penamaannya
pada
tahun
mengikuti
ini
perayaan
Waisak tahun lalu, yaitu Vesak KMBUI.
Penggunaan nama ini memiliki maksud untuk mengancang-ancang acara
Vesak
internasional.
pergantian
nama,
KMBUI
menjadi
hanya
dengan
Tidak
tema
pada
tahun
ini,
yaitu “Sad Paramita”, juga ber tujuan untuk mengupayakan batin seseorang bersiap untuk mencapai pencerahan.
Ada
beberapa
acara
yang
diselenggarakan pada perayaan Bulan Waisak
Vesak KMBUI 2021:
tahun ini mulai dari pengumpulan kebajikan,
The Spontaneous
pemahaman akan Dharma. Para peser ta dan
Virtue Oleh Ericson-F T 2019
latihan
konsentrasi,
ser ta
pendalaman
panitia pastinya masih mengingat kegiatan apa saja yang dilakukan, yaitu lomba (menulis, catur,
fotograf i,
cepat
tepat),
fangshen ,
ser ta Purnama Puja bersama Cetiya Dhamma Manggala. Rangkaian acara waisak tahun ini sudah selesai, tetapi tidak ada salahnya jika ingin mengulang kembali apa saja yang telah kita lakukan pada tahun ini dengan menonton video dokumentasi fangshen yang terdapat di Instagram KMBUI (@ukm_kmbui) dan workshop ser ta webinar di YouTube Vesak KMBUI.
34
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
KMBUI INSIDE
Terakhir, acara ini pun tidak
akan berjalan tanpa uluran tangan dari orang-orang baik. Dari pihak KMBUI yang
membentuk
kepanitiaan
ser ta
berpar tisipasi dalam rangkaian acara; Cetiya Dhamma Manggala yang menjadi par tner
untuk
menyelenggarakan
Purnama Puja; Ehipassiko Foundation yang mengisi Workshop Bedah Buku dan membagikan buku Holy Jolly Joey, yaitu buku tuntunan meditasi untuk semua umur; Yang Mulia Lobsang Gyatso yang berkenan
melakukan
dhammadesana ;
MC; guest star yaitu Kak Vien dan Kak Lawrence; juri-juri, dan pihak lainnya yang telah berkontribusi menyukseskan acara ini. ini
Semoga bukan
rangkaian
acara
semata-mata
hanya
menghabiskan sisa hidup kita ataupun menambah pengalaman secara sekuler saja,
tetapi
lebih
penting
untuk
perkembangan batin kita yang kita bawa
kemana-mana
dalam
samsara
yang sulit terlihat ujungnya ini. (YIU/JAY)
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
35
PARAFICTION
Oleh: Jaysen E. Thiadi-FIB 2020
“Kalian sekarang bagaikan air!” Kata-kata guruku bergema dalam kepalaku, menemani ritme langkah kakiku. Angin malam bertiup dari arah kiri seakan mengajakku untuk melihat lautan gelap yang tenang. Kakiku berhenti melangkah, seiring dengan tatapan kosongku yang tertuju pada cakrawala. “Bening. Netral. Tanpa warna.” Impulsif, aku menghela napas dalam-dalam, menerima udara malam yang asin. Perlahan, aku membuang napas itu. Mataku menerima kegelapan total, seakan berupaya membayangkan lebih jelas kondisi kelas kala itu. Terang, disinari matahari pagi.
A I R
Udara saat itu merupakan campuran kayu baru dan bau kimiawi. Aku ingat setiap kali masuk ke dalam kelas ini, aku hanya dapat merasakan letargi. Apa pun yang dijelaskan guruku di depan kelas, sayup-sayup seperti mata mengantukku. Namun, ceramah yang sekarang dimainkan berulang dalam kepalaku, bagaikan radio rusak, kuingat kata demi kata. Mungkin karena aku akhirnya paham. Tidak. Aku akhirnya mengalami langsung analogi yang disampaikannya pada saat itu. Itulah alasan ceramah pagi itu terus bermain hingga malam ini ... sejak kejadian itu.
“Jika kalian, air bening, dicelupkan dengan warna yang gelap, maka kalian pun akan menjadi gelap. Jika kalian, air bening, dicelupkan dengan warna yang cerah, maka kalian pun akan cerah. Jika kalian air bening, adakah yang bisa tebak apa yang dapat mewarnai diri kalian?” Jawabannya lingkungan di sekitar kita. Pergaulan kita. Andaikan aku lebih memperhatikan maksud dari analogi itu. Mungkin sekarang beban dalam diriku 36
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
tidak seberat ini, mencekikku seperti ular boa yang telah menangkap mangsanya. Penyesalan. Itu nama dari ular boa tersebut.
PARAFICTION
Aku melanjutkan langkah kakiku yang berhenti untuk berkhayal sementara. Kebiasaan menggerakkan tanganku ke dalam saku jaketku untuk mencari sigaret. Sudah lama sekali jaket ini tidak kukenakan, tetapi kebiasaan lama sulit dihilangkan. Namun, bukan berarti tidak ada upaya yang bisa kulakukan untuk meringankan beban berat ini. Sigaret yang kutarik dari pak kumasukkan di sela bibirku. Kudiamkan. Tangantanganku kumasukkan dalam saku celanaku. Sigaret itu dingin, menunggu api yang tidak akan kuberikan malam ini. (Mereka tidak mengajarkan ini di sekolah!) Sekarang, aku sudah paham. Mereka sudah mengajarkan secara tersirat bahwa kegiatan yang telah kulakukan hendaknya dihindari. Andaikan aku tahu. Kenaifanku setelah mencicipi kebebasan dari sekolah, berpesta ria hari demi hari, malam demi malam. Larut dalam euforia bersama “teman-temanku”, yang tertawa bersamaku. Mabuk dalam kebahagiaan dan kenikmatan duniawi. Aku kira saat itu, kebebasan itu selamanya dan kebahagiaan itu tidak akan hilang, bahwa kita akan berpesta bersama sampai kita tidak bisa lagi berpesta. Perkiraan itu salah fatal. Kebebasan itu palsu. Kebahagiaan itu fana. Setiap kali kami merasa bosan dengan satu kegiatan, kami menjadi lebih nekat untuk jatuh lebih dalam di jurang korup ini untuk mencari kebahagiaan yang dapat memuaskan nafsu yang semakin sulit dipuaskan. Dengan sengaja, aku menjerumuskan diriku dalam perangkap ini; mencelupkan warna gelap ke dalam diriku. Salah satu dari “temanku” mengajak kita berkumpul suatu malam. Katanya ada hal menarik yang ingin ditunjukkannya. Kami berkumpul di bawah jembatan tua. Ketika sudah yakin tidak ada orang di sekitar, “temanku” itu mengeluarkan plastik transparan dari jaketnya. Plastik itu berisikan bubuk berwarna putih, yang kemudian aku tahu, telah dipasang pelacak. PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
37
PARAFICTION
Ketika suara dan lampu sirene menyerbu, tepat sebelum “temanku” membuka plastik itu, semua “temanku” panik. Mereka mendorong plastik itu ke arahku. Dalam kepanikan dan kebingungan, tanganku bergerak sendiri untuk menerima plastik beracun itu, kemudian “teman-temanku”, yang telah larut dalam kenikmatan duniawi bersamaku, yang telah tertawa senang bersamaku, mendorongku ke arah raungan sirene, sementara mereka melarikan diri ke dalam kegelapan jembatan. Mereka adalah warna yang gelap. Aku yang sebelumnya adalah air bening telah tercemar dengan warna mereka. Aku paham sekarang maksud guruku. Selama hampir lima tahun, hanya ceramah itu yang dapat kudengar, yang terus kurenungi. Aku paham sekarang. Kakiku telah mengantarku ke apartemen tua di sisi kota. Aku menyewa ruangan dengan uang yang dikembalikan pihak kepolisian
setelah mereka menentukan bahwa uang tersebut bukan merupakan hasil dari tindak kriminal. Sigaret dingin itu masih kuemut. Air yang sudah tercemar warna gelap tidak dapat lagi menjadi bening dengan sendirinya. Aku yakin saat itu guruku mempraktikkan cara mengembalikan air yang tercemar menjadi air bening lagi. Namun, aku tidak begitu memperhatikan bahan yang diperlukan. Apa pun itu, aku sudah lelah membiarkan hal-hal di luar diriku memengaruhi warnaku. Sigaret aku lepaskan dari bibirku dengan tangan kananku. Tangan kiriku mengeluarkan pak sigaret dari kenyamanan saku jaketku, kemudian memindahkannya ke tapak tangan kananku. Tangan kananku meremukkan semua yang terdapat dalam telapakannya, sebelum membuangnya ke tempat sampah tepat di depan ruangan sewaanku.
Aku tidak lagi ingin menjadi air bening, yang warnanya dipengaruhi oleh hal-hal di luarnya. Aku lebih memilih untuk menjadi angin yang dapat bertiup ke arah mana pun sesuai kehendaknya. 1 “I will be as free as the air.” Dengan deklarasi itu, dengan janji pada diriku itu, aku buka pintu untuk masuk ke dalam ruangan baruku. (SHA/SAL)
1
38
Aku akan menjadi bebas bagaikan angin
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
Oleh Frodewald Grimbert FIB 2020
M
ungkin kita sering mendengar hal ini, baik dari internet maupun dari orangorang yang tidak paham dengan ajaran Dhamma. Agama Buddha adalah agama yang pesimis. Tapi, mengapa beberapa orang tersebut bisa mengatakan demikian? Hal ini dipicu karena poin pertama dari Empat Kebenaran Arya yang berbunyi dukkha. Orang-orang yang tidak paham dengan empat kebenaran ini merasa bahwa pernyataan tersebut tidak benar adanya. Mereka merasa di dalam kehidupan masih ada hal-hal yang membahagiakan, seperti dapat bersenang-senang dengan teman, berjalan-jalan di taman pada pagi yang cerah, melakukan hal-hal yang kita senangi, dan lain-lain. Lagipula, jika kita mengingat-ingat penderitaan, hal itu akan membuat kita semakin menderita. Lantas, apakah benar demikian? Jika kita memahami empat kebenaran tersebut, Sang Buddha tidak menyangkal bahwa di dalam kehidupan ini ada yang namanya kebahagiaan, seperti yang dikatakan di atas. Namun, semua kebahagiaan yang kita rasakan tersebut bersifat sementara. Mari kita ambil satu
contoh, misalnya berjalan-jalan di taman yang sejuk saat pagi hari yang cerah. Momen tersebut pastilah sangat menyenangkan dan menenangkan. Oleh karena itu, kamu pun memutuskan untuk berdiam sesaat di sana untuk menikmati suasana. Tapi, secara tiba-tiba cuaca berubah drastis, datanglah hujan yang lebat dan kamu pun kebasahan dibuatnya. Coba kita renungkan, karena terjadi satu perubahan itu, dapat membuat kita yang tadinya bahagia menjadi tidak bahagia. Kamu kesal dengan perubahan cuaca yang mendadak tersebut; yang membuat dirimu basah kuyup. Hal inilah yang sebenarnya ingin disampaikan dari poin pertama dari empat kebenaran mulia tersebut, bahwa dukkha terjadi karena adanya ketidakkekalan. Ini hanya salah satu contoh yang paling sederhana. Ketidakkekalan atau perubahan tersebut dapat terjadi
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
PARADHAMMA
Benarkah Agama Buddha adalah Agama yang Pesimis?
39
PARADHAMMA 40
di mana pun dan kapan pun di sekitar kita. Kita tidak bisa lari dari mereka. Hal ini akan menjawab pernyataan kedua kita tentang mengingat penderitaan akan menyebabkan kita semakin menderita. Perlu digarisbawahi bahwa tujuan dari poin pertama ini bukan untuk mengatakan bahwa “hidup adalah penderitaan”. Tujuan sebenarnya dari poin ini adalah untuk menyadarkan diri kita terlebih dahulu akan realita yang sesungguhnya. Memahami bahwa kita sedang “sakit”. Ibaratnya, kita harus tahu terlebih dahulu tentang penyakit ini, barulah setelah itu mencari obatnya. Oleh karena itu, Empat Kebenaran Arya ini perlu kita pahami secara menyeluruh agar kita mendapatkan manfaat yang seutuhnya dan dapat mencapai kebahagiaan tertinggi. Namun, jika kita hanya pahami poin pertama secara mendalam pun sudah bisa memberikan manfaat. Mari kita renungkan kembali, jika kita memahami keadaan yang sebenarnya dan menerima keadaan tersebut—bukannya menyangkal atau menolak keras—tidakkah kita akan merasa lebih lega dan bahagia karena sudah tahu dan siap menghadapinya? Misalnya,
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
ketika kita kehilangan uang, kita pun dapat merelakannya dengan tenang jika kita mengenal ketidakkekalan. Kita tidak dibuat pusing karena terus memikirkannya. Hal yang dijelaskan di atas hanyalah poin pertama dari Empat Kebenaran Arya. Bagaimana? Sudah memberikan manfaat, bukan? Apalagi kita bisa memahami dan menerapkan ketiga poin lainnya dalam hidup kita, bukankah hasilnya akan luar biasa? Dari penjelasan di atas, bisa kita lihat bahwa agama Buddha bukanlah agama yang pesimis. Agama Buddha adalah agama yang realistik karena melihat segala fenomena apa adanya. Oleh karena itu, pernyataan yang mengatakan agama Buddha adalah agama yang pesimis bukanlah sesuatu yang benar adanya. (SAL/SHA)
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
41
42
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
43
44
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
45
WHAT DO THEY SAY
WH
A T D O T HE Y ? A S
Apa kamu pernah merasa ada satu
titik di hidupmu
terasa monoton? Apa hal yang akhirnya
mengubah dan
mewarnai hidupmu?
Kehadiran seseorang? Hobi baru? Atau sebuah buku?
46
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
WHAT DO THEY SAY
Aku rasa setiap orang pasti pernah merasakan dirinya “begitu saja” atau monoton. Aku juga pernah merasakan hal itu bahkan sampai demotivasi. Apalagi saat pandemi seperti sekarang, aku tidak bisa bertemu teman-teman seperti sebelum pandemi dan harus tinggal di rumah yang membuat hidupku terasa jauh lebih monoton. Ditambah lagi dengan perkuliahan yang membuat aku menatap laptop dari pagi hingga malam. Tapi, aku selalu berpikir bahwa aku tidak sendiri dan aku rasa pemikiran positif itulah yang membuat hidupku terasa lebih termotivasi. Aku yakin setiap orang pasti punya cara sendiri untuk menghadapi hidup terasa monoton, tidak berwarna atau bahkan demotivasi. Kalau aku pribadi, aku mencari kegiatan baru atau melakukan hobiku yang bermanfaat, misalnya berolahraga, memasak makanan favorit, berjalan-jalan santai, dan lain-lain!
Buatku, hidup adalah rangkaian gambar dengan warna-warni yang disusun oleh Sang Pencipta untuk kita. Kadang ada hari-hari di mana kita harus memilih dan menjalani warna-warna yang sangat kelabu, juga pasti ada hari-hari di mana kita pada akhirnya berjumpa dengan warna-warni yang cerah. Tapi , aku pribadi meyakini bahwa setiap gambar yang seimbang tidak mungkin hanya disusun oleh warna gelap saja atau warna terang saja, tapi adalah kombinasi keduanya, seperti itu juga hidup. Buatku, warna gelap ataupun terang adalah tentang menerima dan meyakini diri kita sendiri. Tapi, ya, it’s life. Sebagaimana warna-warna gelap itu muncul karena suatu alasan, kita juga harus mengupayakan agar warna cerah itu singgah pada kehidupan kita. Bagiku, warna cerah itu adalah ketika aku bisa menemukan kedamaian dalam diriku sendiri, kedamaian karena berhasil melalui fase-fase yang sulit, kedamaian karena mengingat Tuhan, kedamaian karena berada di dekat orang-orang yang disayangi, dankedamaian-kedamaian lain dalam hidup. Hope we all will find our peace ya! :)
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
47
WHAT DO THEY SAY
Jujur, sebagai seorang mahasiswa, sudah umum sekali merasakan yang namanya hidup terasa monoton atau mungkin ke arah demotivasi, ya. Tapi , memang balik lagi ke diri sendiri bagaimana cara mengatasinya. Aku itu tipe orang yang ingin banyak mencoba hal baru dan lumayan tertarik di bidang non-akademik yang mengarah ke bidang prestasi. Jadi, aku perlahan-lahan memulai dengan bergabung di bidang organisasi yang aku suka. Lalu, aku terlibat lebih jauh menjadi project officer, dan mencoba bergabung dengan organisasi di luar kampus, serta tetap menyibukkan diri untuk mencoba lomba. Di waktu senggang, aku juga masih mencoba untuk belajar hal baru seperti mengikuti kelas daring atau sekadar menonton drama korea yang ada di daftar aku. Karena hal-hal tersebut, aku cukup merasa bahwa kegiatan seharihari berwarna. Mungkin terkadang terasa capek juga untuk menjalani itu semua, tetapi setiap mengingat goals dan mimpiku, rasa lelah itu bisa teratasi. Jadi, menurutku hidup itu akan berwarna dengan bagaimana kita menyikapinya dan punya pegangan apa yang bikin kita tetap semangat, contohnya visi dan goals diri.
Pernah, kadang aku merasa hidup tuh gitu-gitu aja. Pagi kuliah, sore belajar, malammenonton hal yang menarik dan terus berulang setiap hari. Hal yang mewarnai hidupku mungkin berita-berita menarik yang seru untuk diikuti. Kadang aku juga suka memainkan gitar untuk mengulik lagu baru supaya ada kegiatan. Terkadang aku suka menonton film baru yang buat hidupku lebih seru. Tapi kalau berbicara mengenai kehadiran hidup seseorang, pastinya kita membicarakan mengenai kehadiran orang-orang di sekitar kita gak sih? Hehehe. Keluarga sih yang paling utama. Mereka selalu menjadi support systemaku di mana pun aku berada. Selain itu, kehadiran teman-teman dan sahabat yang tentunya mempunyai karakter berbeda-beda, membuat hidupku menjadi s e ma k i n seru dan berwarna.
48
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
WHAT DO THEY SAY
Pernah banget! Mungkin ini agak klise, tapi orang tua aku tuh dahulu termasuk orang tua yang menganut pemahaman “kalau tidak pintar kamu tidak akan sukses”! Jadi, dari dahulu aku dituntut untuk belajar terus, main tuh jarang banget. Sampai SMP kelas dua, keseharianku hanya diam di rumah, bosan banget enggak, sih? Bangun tidur, sekolah, pulang, tidur lagi, terus di ulang lagi siklusnya. Ekskul pun nggak boleh karena dianggap mengganggu pelajaran. Monoton sekali. untungnya, aku bertemu dengan hobi dan orang-orang baru! Aku mulai suka K-Pop, baca novel, punya sahabat, bahkan cinta monyet pun ada. Mereka yang menarik aku dari dunia abu-abu aku. Awalnya memang terasa aneh keluar dari kebiasaan monoton sehari-hari, juga takut akan mengecewakan orang tua karena nilai menurun. Tapi, aku juga sadar kalau kita tuh “YOLO”, you only live once. Sayang banget kalau aku hidup cuma punya warna abu-abu. Jadi semenjak ketemu warna-warna baru, ya aku juga mencoba untuk tidak memberi porsi di tiap warna secara berlebihan. Jadikan semua hal itu sebagai tantangan untuk diri sendiri. “Bagaimana caranya punya hidup penuh warna, bahkan walau di dalamnya itu terdapat warna abu-abu?” Jadi, dengan pemikiran seperti itu, here I am. Kuliah di UI dengan teman teman luar biasa yang aku miliki, melalui suka duka bersama, tetapi hobi dan akademik aku tetap aman. Kalau dibandingkan dengan masa SMP ya, jujur sekarang colorful sekali! (YIU/SHA)
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
49
50
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
LV
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
51
LV
52
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
PARADITION Paradition merupakan rubrik baru yang hadir untuk menjelaskan tema Majalah PARAMITA sebagai suatu ciri khas pembeda di setiap edisinya. PARAMITA 55 kali ini mengusung tema “Palette of Life” dengan warna dasar pelangi sebagai warna utama dalam desain majalah. Palet yang biasa kita kenal merupakan wadah yang digunakan oleh pelukis untuk menaruh cat yang akan digunakan ketika melukis. Para seniman akan mengutarakan cipta, rasa, dan karsa melalui karakteristik warna yang berbeda satu sama lain. Warna-warni cat dalam palet menjadi sarana berekspresi mereka untuk mengetahui rasa yang ingin disampaikan, keindahan, serta yang paling penting adalah makna dari setiap goresan. Selayaknya seniman, setiap manusia memiliki palet kehidupan dalam berbagai bentuk sebagai suatu media berekspresi. Terlebih lagi, setiap manusia memang pada dasarnya memiliki permasalahan dalam kehidupan, ditambah kondisi pandemi membuat banyak manusia memilih untuk memendam apa yang dirasa, tak berani berekspresi, dan takut pada penilaian sosial. Banyak dari kita luput akan hal itu, frustasi, memendam dalam lubuk hati kemudian memilih jalan yang salah sebagai suatu pelampiasan hingga pada akhirnya berujung pada suatu keterpurukan hidup. Oleh karena itu, PARAMITA ingin mengajak pembaca untuk lebih berani berekspresi mengutarakan apa yang dirasakan melalui filosofi warna-warni pelangi yang tersusun dalam palet kehidupan. Setiap warna memiliki makna dan karakteristik:
PARADITION
Oleh: MICHAEL CHEN FH-2019
A. Merah : Warna ini mengisyaratkan penuh emosi, tetapi merah tidak sepenuhnya merupakan emosi yang buruk. Merah dapat memiliki makna cinta, kelembutan, kasih sayang keberuntungan, dan keberanian. Seringkali juga warna merah menunjukkan tanda bahaya atau sesuatu yang membutuhkan perhatian lebih. B. Kuning : Warna kuning merupakan warna yang cerah dan energik. Warna ini menunjukkan harapan, keceriaan, maupun kebahagiaan. Namun, terkadang warna ini menunjukkan adanya suatu hal yang buruk seperti ada yang meninggal ataupun tipu daya. C. Hijau : Warna hijau merupakan warna yang identik dengan beragam tumbuhan dan segala hal hidup yang berkaitan dengan bumi, maka dari itu tak jarang warna ini dimaknai sebagai suatu kesuburan. Di sisi negatif, warna ini sering dimaknai sebagai kebosanan atau stagnasi. D. Biru : Warna biru merupakan warna yang berkaitan dengan air dan udara. Tatkala kita melihat kedua hal itu, maka kita akan merasakan ketenangan dan kedamaian. Biru dapat berarti kestabilan dan menunjukkan rasa kepercayaan diri. Di sisi lain, biru dapat bermakna dingin atau tak acuh. E. Ungu : Warna ungu merupakan warna yang mahal, karena pada zaman dahulu warna ini hanya digunakan oleh kaum bangsawan. Warna ini seringkali digunakan dalam renungan dan meditasi. Selain bermakna keakraban dan rasa aman, warna ini dapat berarti rendah diri maupun penindasan. Setiap warna memiliki makna tersendiri baik itu positif maupun negatif. Mari bersama PARAMITA ungkapkan dan ekspresikan apa yang kamu rasa lewat warna-warna pelangi! (SAL/LAS) PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
53
PARABREAK
Let’s Take a Break Go Get Your Color Salsa Sangha Mitta-FKM 19 Seperti yang ditulis oleh Susan David dalam artikelnya yang berjudul 3 Ways to Better Understand Your Emotions, penting untuk kita memahami emosi diri. James Pennebaker telah melakukan penelitian selama 40 tahun tentang hubungan menulis dan pemrosesan emosional. Hasil yang didapatkan adalah bahwa menulis emosi yang dirasakan berdampak nyata pada kesejahteraan fisik dan mental mereka. Eksperimen ini mengungkapkan seiring waktu mereka menulis tentang perasaan, maka semakin mengerti pula mereka tentang arti perasaannya. Proses menulis ini memungkinkan mereka mendapatkan perspektif baru tentang emosi yang dirasakan dan juga memahami implikasinya dengan lebih jelas. Melalui rubrik ini, PARAMITA mengajak para pembaca untuk mencurahkan semua emosi yang pernah dirasakan. Mari kita sejenak bermain dengan warna dan emosi. Peraturan paling penting dalam permainan ini adalah tulis semua yang terlintas dalam pikiran dan jangan khawatir untuk membuat tulisannya sempurna. Kalian siap? C.S Jones telah merangkum delapan warna dasar yang menggambarkan rasa dan emosi. Delapan warna tersebut memiliki makna tersendiri. Ambil kertas kosong serta alat tulis! Pilih warnanya! Ayo kita mulai!
54
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
Apa yang membuatmu merasa sedih?
Dalam sua menem sana apa ka ukan k etenan mu untuk dirimu gan ?
Apa yang bisa menenangkanmu saat sedang merasa stress?
Dari mana kamu biasanya mendapat semangat untuk setiap aktivitas yang kamu lakukan?
PARABREAK
Hal a p palin a yang g taku kamu tkan ?
Aktivitas apa yang menurutmu menjenuhkan?
Selama hidup kamu, kenangan manis apa yang paling kamu ingat?
Pernahkah kamu berada pada suatu kondisi yang benar-benar kamu takutkan dan entah dari mana kamu tiba-tiba memiliki keberanian? Kondisi apakah itu?
Referensi: David, S. (2016, November 10). 3 Ways to Better Understand Your Emotions. Harvard Business Review. Rahmawati, D. (2020, January 3). 10 Arti Warna Menurut Psikologi Warna dan Pengaruhnya. SehatQ. https://www.sehatq.com/artikel/arti-warna-menurut-psi kologi-warna
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
55
ARTIKEL PARAMITA
Seniman Kehidupan Mari kita mainkan sebuah permainan! Andaikan kamu adalah seorang pelukis dan di depanmu sudah terdapat kuas, cat, serta kanvas sebagai medianya. Posisinya di sini, kamu adalah seorang seniman jenius yang memiliki tiga warna cat. Setiap warna cat yang kamu miliki selalu berbeda dengan milik orang lain. Anggap cat tersebut ibarat teman, kepemilikan, atau hal lainnya yang
membedakan
kamu
dengan
yang lain. Sekarang, kanvas itu adalah duniamu. Jika kamu bersiap untuk melukis, apakah kanvas itu akan kamu buat dengan tambahan warna agar penuh ataukah membuatnya berarti dengan tiga warna cat yang kamu miliki?
56
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
ARTIKEL PARAMTA
“Tiga warna cat tersebut akan kugunakan untuk mewarnai sebagian kanvas tersebut, aku juga akan mencampur 3 warna tersebut untuk membuat warna baru serta meminjam warna dari orang lain untuk mewarnai kanvasku yang masih kosong. Aku juga akan tetap menyisakan sedikit dari kanvasku untuk kuisi dengan warna-warna yang akan kudapat nantinya dari orang-orang serta pengalaman yang akan kutemui di masa depan.” — Swastika Tiosara Padma
“Pertama, aku akan menggabungkan kanvasku dengan kanvas milik orang lain sehingga bidang kreasi akan menjadi semakin besar. Kemudian, aku akan meminta, memberi, dan menggabungkan beberapa warna milikku dan orang lain, melukis bersama dan membiarkan warna yang ada pada kanvas tersebut terlihat abstrak. Terkadang, ‘indah’ tidak hanya berasal dari hal-hal yang teratur. Keindahan juga dapat dilihat dari suatu hal yang abstrak jika kau dapat mengerti letak indah dan artinya.” —Helen
“Tiga warna yang kumiliki akan kubuat tiga lingkaran mulai dari yang kecil di dalam yang sedang dan yang sedang di dalam yang besar. Kemudian, kanvas yang kumiliki akan aku oper kepada yang lain untuk diwarnai. Hidup ini penuh warna, tetapi bukan hanya dari kita seorang melainkan orang di sekitar kita dan kita hanya sebagai penentu garis di mana orang itu akan menggores tinta di kanvas hidup kita.” —Michael Chen
“Setiap manusia diciptakan dengan warnanya masing-masing untuk saling melengkapi. Tidak ada salahnya untuk menambah warna dari orang lain. Namun, terkadang ada warna yang bertabrakan, berlawanan satu dengan yang lainnya. Tambahkan warna dengan hati-hati, jangan terlalu memaksa hingga akhirnya merusak lukisan yang kamu miliki. Syukuri juga cat yang kamu miliki karena warnanyalah yang telah menghias hariharimu. Buat warnamu sendiri berarti!” —Salsa Sangha Mitta
“Hal yang akan saya lakukan adalah menetapkan terlebih dahulu gambar apa yang akan saya buat di dalam kanvas. Saya akan memakai beberapa warna cat saya untuk mewarnai kanvas. Jika membutuhkan warna lain, saya akan mencoba mencampurkan sedikit demi sedikit beberapa warna yang saya punya. Saya juga akan berbagi dan bertukar warna yang saya punya dengan orang lain. Dengan hal ini, kanvas yang saya punya dan orang lain punya akan menjadi lebih berwarna.” —Ailisia Dharmaputri
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
57
ARTIKEL PARAMTA
“Tiga cat yang aku miliki akan mewarnai seluruh kanvas heuheu. Lalu, aku akan meminjam cat orang lain untuk menambah elemen seperti burung atau pohon kelapa.” —Yiu Cen
“Tiga warna yang saya miliki akan saya campurkan untuk membentuk sebuah warna baru yang indah. Tentunya, pencampuran warna tersebut pun tidak akan saya lakukan secara sekaligus. Saya akan mencampurkan sedikit warna ini, sedikit warna itu, dan sedikit warna yang lain. Dan ketika warna itu telah jadi, itulah saya.” —Shania Malson.
“Aku akan memilih satu warna yang paling aku suka dari ketiga warna yang aku miliki. Lalu aku akan mencampurkan warna tersebut dengan air hingga lebih pudar dan encer. Kemudian, aku akan menumpahkannya ke tengah kanvas dan memutar bidang kanvas agar tumpahannya membentuk suatu pola abstrak yang indah. Kembali lagi dengan warna cat yang sama, aku akan mengaplikasikan pada setengah bidang kuas yang pipih dan memberikan satu warna lain di setengah bidang kuas tersebut. Kemudian, aku akan membuat gradasi terlebih dahulu pada palet. Setelah gradasi kedua warna tersebut menjadi halus, aku akan membuat serangkaian bunga dan daun di atas tumpahan cat yang telah kubuat. Sebuah lukisan yang tidak memiliki banyak warna, tetapi tidak kehilangan keindahannya.” —Erika Tanuwijaya
“Warna cat itu akan saya pakai untuk mengisi kanvas saya dan mungkin akan saya campur untuk menghasilkan warna yang saya inginkan. Saya akan menyisakan banyak ruang kosong di kanvas saya yang menandakan bahwa masih banyak hal yang belum saya tahu dan pelajari dan saya menyisakan hal itu untuk diisi kemudian hari.” —Mellysia
“Aku akan segera melukis dengan tiga warna yang kumiliki dalam kanvas tersebut. Karena ketiga warna yang kumiliki sudah cukup berwarna untuk mewarnai kanvas ku. Sama seperti dengan kehidupanku yang sudah lengkap diwarnai oleh keluarga, temantemanku, pencapaianku, dan hal lainnya. Selain itu, aku juga akan berusaha untuk mencampurkan warna yang aku miliki agar bisa menghasilkan warna baru. Warna baru tersebutlah yang akan menambah kisah dalam kehidupanku.” —Vinda Olyfia 58
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
ARTIKEL PARAMTA
“Tiga warna cat tersebut akan saya gunakan untuk mengisi 78,19% kanvas dan 21,81% sisanya akan saya kosongkan. Ketiga warna itu akan memiliki titik temu dalam kanvas bagai simpul warna dan menunjukkan bahwa segala hal yang membuat saya unik itu pada dasarnya berhubungan satu sama lain. Kekosongan dalam kanvas menunjukkan potensi untuk mengisi kanvas saya dengan hal-hal lainnya. Ilmu, relasi, pengalaman, dan sebagainya. Hal ini mengingat kehidupan masih berlangsung bagi saya dan masih banyak yang dapat dipelajari.”—Jaysen Ekajuve Thiadi
“Tiga cat tersebut akan kugunakan untuk membuat gambar seseorang yang sedang tersenyum. Cara menggambarnya dengan menggunakan teknik pointilis. Hal ini untuk menunjukkan banyaknya titik-titik warna yang berbeda juga banyak titiktitik warna yang sama satu antar yang lain. Walau terdapat perbedaan dan persamaan, titik-titik warna tersebut dapat membuat gambar yang bagus pada akhirnya. Sama seperti di kehidupan, semuanya memiliki warnanya masing-masing, tetapi ada juga yang sama. Namun, yang pasti jika digabungkan akan menghasilkan sesuatu yang indah.” —Davin Edbert Yang
Lantas, bagaimana denganmu seniman hebat? Kamulah pemegang kendali setiap goresan dalam kanvasmu. Abstrak ataupun tidak, berwarna satu ataupun banyak, itulah lukisan kehidupan yang kamu buat. Lukisan yang kamu tentukan; lukisan yang kamu ciptakan. (DAV/SHA)
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
59
FREELANCE 60
Freelance
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
FREELANCE
PARAMITA LV
61
PARATANYA
Paratanya
Oleh YM. Bhikkhu Dhammiko Thera
01)
Namo Buddhaya Bhante, semoga sehat selalu. Saya ingin bertanya terkait ambiguitas. Ketika kita mengucapkan kata ambigu
yang mana memiliki dua maksud dan orang yang mendengar tersebut s alah menangkap perkataan kita, atau ia menangkap hal yang buruknya. Apakah hal tersebut dapat membuat karma buruk bagi kita? Jawaban: Ya, jelas. Jika kita mengucapkan kata-kata yang tidak jelas atau (maknanya) berganda, dan didas ari adanya niat/kehendak (cetana) , dan orang yang mendengar menjadi keliru tahu, maka itu menjadi karma buruk buat kita. Dijelaskan bahwa ada 4 faktor ucapan tidak benar : (1) sesuatu atau hal yang tidak benar (attham-vatthu) ; (2) mempunyai niat untuk menyes atkan
(visamvadanacittam) ; (3) berus aha untuk menyes atkan (tajjo vayamo) ; (4) orang lain jadi terses at (parassa tadatthavijananam) .
62
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
PARATANYA
“02)
Namo Buddhaya, Bhante. Apakah dengan mengingat Dhamma dapat
membuahkan
karma
bajik?
Bagaimana
kita
dapat
mengingat Dhamma dalam kehidupan modern yang sering meminta terlalu banyak , terlalu cepat dari kita? Jawaban: Ya, jelas sekali. Jika kita mengingat Dhamma, itu adalah sebuah kebajikan. Dijelaskan bahwa jika kita selalu mengingat Dhamma, akan ada manfaat-manfaat yang bis a kita dapatkan, antara lain: menghilangkan ras a takut; ras a cemas; memunculkan keriangan/kegembiraan; dan meningkatkan keyakinan kepada Tiratana.
03)
Sotthi Hontu, Namo Buddhaya, Bhante. Saya penas aran, setelah almarhum kakek-nenek s aya wafat, beberapa hari kemudian,
anggota-anggota keluarga s aya mulai bermimpi tentang mereka. Saya sendiri pun bermimpi tentang kakek s aya beberapa bulan kemudian. Pertanyaan s aya, apakah mungkin untuk mereka yang telah meninggalkan alam manusia dapat “masuk” dalam mimpi-mimpi manusia, atau apakah mimpi-mimpi tersebut muncul karena ras a s ayang dan rindu (kemelekatan) kepada yang sudah almarhum? Jawaban: Secara Dhamma ada empat sebab yang dapat membuat kita mengalami mimpi: - Pubbanimmita ; gambaran aktivitas sehari-hari yang dilakukan rutin, mis alkan karena pekerjaan sebagai guru pada s aat tidur bis a mimpi sedang mengajar. - Citta-avarana ; batin menangkap hal-hal yang menges ankan, contoh jika sebelum tidur kita nonton film horor, saat tidur bisa memiliki mimpi yang seram. - Dhatu ; unsur di tubuh kita yang tidak normal (s akit), contoh jika tidur dalam
berenang lalu tenggelam sebagai akibat dari pernapas an yang tidak lancar. -
Devatasanharana ; pertanda,
ada
mis alkan
makhluk s anak
yang
keluarga
memberi kita
mimpi
yang
sebagai
sudah
suatu
meninggal.
PALETTE OF LIFE
“
kondisi tengkurap napas menjadi tidak lancar, maka akan mengalami mimpi
PARAMITA 55
63
PARATANYA
“04)
Namo Buddhaya, Bhante. Saya penas aran dengan terjemahan makna dari fras a “Sabbe satta bhavantu sukhitatta” yang
sudah tidak asing lagi di telinga para umat Buddha. Bias anya setelah menyebutkannya, kita lanjutkan dengan terjemahan “semoga semua makhluk hidup bahagia”, tetapi ada juga yang menyebutkan “semoga semua makhluk bahagia” karena menganggap makhluk-makhluk di luar alam manusia bukanlah “makhluk hidup”. Apakah ada kekeliruan dalam s alah s atu atau bahkan kedua terjemahan, dan jika demikian, apakah kekeliruan tersebut fatal, atau katakata tidak memiliki efek bes ar dibandingkan pikiran yang berharap seluruh makhluk dalam 31 alam kehidupan dapat berbahagia? Jawaban: Pada intinya, arti dari terjemahan sabbe satta bhavantu sukhitatta itu “semoga semua makhluk hidup berbahagia”. Dalam beberapa buku, kadang kata “hidup”-nya tidak dituliskan, tetapi sebenarnya esensi dari kalimat ini mengharapkan kebahagiaan untuk yang lainnya (manusia maupun bukan manusia, semua makhluk yang hidup, semua makhluk yang bernapas).
05 )
Namo Buddhaya, Bhante. Apakah meditasi dapat berdampak baik bagi tubuh kita, Bhante? Jika iya, apakah ada caranya?
Jawaban: Ya, jelas sekali meditasi memiliki dampak bagi tubuh kita. Salah s atunya adalah bagi kesehatan kita. Pada s aat kita bermeditasi, kita berupaya agar pikiran kita bers ama objek meditasi. Ketika pikiran (kita) mampu hening/tenang bers ama objek meditasi, hal ini akan membuat peredaran darah kita menjadi lancar, dan ketika peredaran darah lancar, badan jasmani kita akan teras a segar. Cara melakukan meditasi bis a dengan mengikuti kelas-kelas meditasi yang diadakan di vihara terdekat atau bimbingan meditasi secara daring yang ada di
“
media sosial dan diselenggarakan oleh vihara.
(SHA / YIU)
64
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
PARATECHNO
Teknologi PurpleSun E300 untuk Disinfektan Virus COVID-19 Oleh Arya Permadi Kristanto FT 2018
Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencegah penularan virus COVID-19, selain menggunakan masker dan menjaga jarak satu sama lain, kita juga dapat mencegah penularan virus COVID-19 yang terdapat pada bendabenda di sekitar kita dengan menggunakan disinfektan. Membersihkan barang-barang kita dengan menggunakan disinfektan merupakan hal yang penting karena virus SARS-CoV-2 diperkirakan dapat bertahan hidup, tergantung jenis permukaan, hingga 9 hari. Sasaran penggunaan disinfektan adalah tempat-tempat umum dan lokasi yang dianggap rawan penyebaran virus COVID-19. Selain itu, disinfektan juga dapat digunakan pada kendaraan dan benda-benda lainnya. Namun, belakangan ini, banyak yang menggunakannya juga ke tubuh manusia SARS-CoV-2 merupakan virus yang sangat menular, sehingga sekecil apa pun sisa dari virus tersebut, dapat menjadi ancaman berbahaya bagi semua orang. Disinfektan standar cukup efektif melawan SARS-CoV-2, tetapi sebagai tingkat perlindungan tambahan, sinar ultraviolet juga dapat digunakan untuk disinfeksi permukaan peralatan setelah proses disinfeksi kimia manual selesai. Sinar ultraviolet adalah radiasi elektromagnetik dari matahari yang terbukti mampu menghancurkan virus, bakteri, dan jamur dalam ratusan penelitian laboratorium
(Kowalski, 2 0 0 9 ) . Salah satu sinar UV yang terkenal digunakan untuk disinfektan adalah sinar UV-C. Dalam dosis dan panjang gelombang yang optimal, sinar UV-C terbukti efektif untuk menonaktifkan virus SARS-CoV-2, karena radiasi UV-C dapat menghancurkan lapisan protein luar dari SARS-Coronavirus (healthline, 2020). PurpleSun mengeluarkan teknologi baru yang dapat memancarkan UV-C dari berbagai arah untuk disinfeksi lengkap tanpa meninggalkan resistensi patogen. Teknologi tersebut bernama PurpleSun E300. PurpleSun E300 merupakan sistem panel modular yang ditenagai oleh FMUV (Focused Multivector Ultraviolet). FMUV menjaga kesterilan setiap permukaan peralatan kesehatan yang digunakan untuk keperluan disinfeksi. Untuk cara penggunaannya, cukup memasukkan peralatan yang ingin kita disinfeksikan ke dalam panel PurpleSun E300 dan menunggu hingga 90 detik. PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
65
PARATECHNO
Perbedaan PurpleSun E300 yang menggunakan teknologi FMUV dengan alat UV lainnya adalah PurpleSun E300 memancarkan UV-C dari semua sisi. Hal ini berarti PurpleSun dapat menciptakan volume energi yang seragam untuk mempercepat pembunuhan kuman, sedangkan kinerja alat UV yang hanya memancarkan dari satu sisi saja akan menurun secara eksponensial mengikuti jarak. Teknologi PurpleSun E300 yang menggunakan FMUV telah terbukti mengurangi kontaminasi permukaan hingga 96%. Statistik ini berarti FMUV dapat mengatasi kontaminasi yang ditinggalkan oleh disinfektan kimia manual. Disinfektan kimia manual pun terbukti hanya dapat mengurangi kontaminasi sebesar 36% (Armellino, 2020). Sistem PurpleSun E300 telah menunjukkan eliminasi 99%-99,99% bakteri dan jamur dalam waktu 90 detik (Petraitis, 2014). FMUV menggunakan teknologi berbasis energi cahaya UV yang terfokus untuk meningkatkan efektivitas dan kecepatan untuk membunuh mikroorganisme atau virus dengan cepat. Kesimpulan ini telah dibuktikan oleh beberapa jurnal, termasuk American Journal of Infection Control. Teknologi PurpleSun E300 saat ini digunakan dalam beberapa rumah sakit di Amerika Serikat. Beberapa kelebihan PurpleSun E300 yang mendorong penggunaan ini adalah bahwa teknologi ini sangat mudah untuk dipindahkan. Terlebih, PurpleSun E300 juga aman digunakan dalam ruangan dan untuk peralatan, sehingga tidak memerlukan ruangan khusus untuk meletakkannya. (JAY/SAL) Referensi: Kowalski, Wladyslaw & Walsh, Thomas & Petraitis, Vidmantas. (2020). 2020 COVID-19 Coronavirus Ultraviolet Susceptibility. PURPLESUN FMUV: Weapon of Defense Battling An Invisible Enemy COVID-19. (2020, Sept 23). Business Wire. https:// www.businesswire.com/news/home/20200922005567/en/ PURPLESUN-FMUV-Weapon-of-Defense-Battling-An-InvisibleEnemy-COVID-19 PURPLESUN E300. (2020). PURPLESUN. https://www.purplesun. com/e300-fmuv-light-equipment Can UV Light Kill the New Coronavirus?. (2020). Healthline. https://www.healthline.com/health-news/how-thecoronavirus-spreads-indoors-and-what-can-be-doneabout-it#Can-these-systems-be-implemented? UV Lights and Lamps: Ultraviolet-C Radiation, Disinfection, and Coronavirus. (2021). US Food and Drug Administration. https://www.fda.gov/medical-devices/coronavirus-covid-1 9-and-medical-devices/uv-lights-and-lamps-ultraviolet-cradiation-disinfection-and-coronavirus Kowalski WJ. (2009). Ultraviolet Germicidal Irradiation Handbook: UVGI for Air and Surface Disinfection. (Springer, New York). Armellino D GK, Thomas L, Walsh T, Petraitis V. (2020). Comparative evaluation of operating room terminal cleaning by two methods: Focused multivector ultraviolet (FMUV) versus manual-chemical disinfection Am J Infect Contr (Accepted). Petraitis V PR, Schuetz AN, K. Kennedy-Norris K, Powers JH, Dalton SL, Petraityte E, Hussain KA, Kyaw ML, Walsh TJ. (2014). Eradication of medically important multidrug resistant bacteria and fungi using PurpleSun Inc. multivector UV technology. In IDWeek. (IDWeek, Philadelphia, PA
66
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
PARAFICTION
Bintang Jatuh dan Halaman yang Dilukis Oleh: Baruna J. Ambarukma - FISIP 2020
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
67
PARAFICTION 68
Claire sering mendengar tentang Bintang Jatuh Pengabul Harapan. Tidak seperti mitos di tempat lain yang mengatakan bahwa hanya perlu melihat bintang jatuh untuk membuat permohonan menjadi nyata, di sini seseorang harus mengambil bintang tersebut dan melukis menggunakannya. Berbeda dari bintang pada umumnya, Bintang Jatuh Pengabul Harapan berpendar merah, kuning, hijau, atau putih, bahkan setelah menghantam bumi. Ia lalu dibawa ke kuil utama kota untuk dibelah oleh seorang Biksu senior. Ketika dibelah, akan keluar cairan berwarna sesuai pendar bintang tersebut. Cairan itulah yang digunakan untuk melukis permohonan. Bintang Pengabul Harapan hanya jatuh saat musim panas dan musim dingin, satu kali setiap bulannya. Biasanya ia menukik ke dalam badan air tanpa menimbulkan riak maupun jejak berarti, kemudian menepi menemui tuan/nonanya. Kadang ia terjun bersama teman. Semakin banyak bintang yang menghampirimu, semakin besar kebebasanmu berkreasi. Kabarnya, raja mereka sekarang bisa naik takhta karena ini. Claire sendiri tidak memiliki keinginan untuk bertemu Bintang Pengabul Harapan. Ia tidak punya ambisi yang dirasa butuh bantuan magis. Jadi bisa dibayangkan kebingungan yang meliputi tatkala suatu malam di musim panas, empat buah bintang dengan warna berbeda disapu ombak ke ujung kakinya. Merah, kuning, hijau dan putih berbinar lembut tidak padam oleh dinginnya air laut. Sempat terpikir untuk menelantarkan mereka, tetapi tangannya seakan bergerak sendiri memasukkan keempat batu hangat tersebut ke dalam tote bag miliknya. Ia masih ragu ketika Biksu senior kuil utama kotanya selesai memasukkan masing-masing cairan dari keempat bintang ke dalam empat botol. Ia juga masih ragu saat didudukkan di depan kanvas kosong dan diberi kuas. Sang Biksu duduk di sampingnya dan juga menghadap kanvas. “Kamu sudah pernah melukis?” tanya beliau. “Pernah,” jawab Claire singkat. “Bagus kalau begitu,” Biksu senior itu tersenyum. “Banyak orang datang tanpa pengalaman.” “Apakah semua orang datang membawa harapan, Bhante?” ganti Claire bertanya. Mungkin ia bisa terinspirasi dari PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
kisah orang lain. “Iya. Memangnya kamu tidak?” Sang Biksu tampak terkejut melihat Claire menggeleng. “Lho, semua orang membawa harapan terlepas dari besarkecilnya.” “Saya tidak punya harapan yang ingin saya lukis di kanvas ini, Bhante,” jelas Claire. Biksu senior itu menatap Claire lalu mengangguk-angguk. “Bolehkah Bhante ceritakan apa yang orang terakhir dengan empat bintang lukis di kanvasnya?” “Hmm, dia sudah menjadi raja kita sekarang,” sang Biksu terkekeh. Giliran Claire yang terkejut. “Ternyata rumor yang beredar benar.” “Ada rumor tentang itu?” Beliau tertawa lagi. “Semoga bukan rumor jahat, karena raja bukanlah orang jahat. Niatnya murni, namun ambisinya memang besar.” Claire menatap kuas di tangannya. Kuas itu panjang dalam genggaman jarijarinya yang pendek. Tidak bisa dibayangkan jari-jari tersebut mencengkeram mahkota raja. Mahkota itu terlalu besar, bahkan untuk mereka pun terlalu berat. “Bagaimana dengan orang sebelum raja?” tanyanya. “Oh dia juga ingin menjadi raja, tapi bukan seperti raja yang sekarang.” “Lantas?” Sang Biksu menunjuk potret yang terpampang agak jauh di depan mereka menggunakan ibu jarinya, Potret Sang Buddha. Claire menelan ludah. “Mendapatkan empat bintang adalah sebuah keberuntungan yang sangat langka,” jelas Biksu senior itu. “Dalam sepuluh tahun, itu belum tentu terjadi. Kebanyakan orang mendapat dua, atau bahkan satu bintang saja. Maka dari itu, penting untuk memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal.” Beliau menunjuk botol-botol cat yang berjejer rapi di bawah kanvas. “Semua warna ini membawa kebahagiaan tersendiri. Seseorang bisa melukis kehidupan ideal hanya dengan satu warna. Namun ketika semuanya digunakan untuk melukis satu harapan, harapan itu tidak hanya semakin hidup, tetapi juga menjadi kokoh. Kekuatan sebesar itu akan sangat disayangkan jika tidak digunakan untuk hal sama besar.”
tetapi seharusnya tidak lebih dari satu tahun,” jawab sang Biksu. Harapan Claire terkabulkan dalam 4 bulan. Kala itu musim panas telah berganti menjadi musim dingin. Claire baru saja selesai membuat cokelat panas dan hendak menutup jendela ketika ia melihat tiga buah bintang jatuh melesat ke arah utara, barat, dan selatan kota. Ia teringat ada danau, sungai, dan pantai di ketiga daerah itu. Badan-badan air. Claire menangkupkan kedua tangannya di depan dada dan menutup mata. Ia berdoa dalam hati, semoga orang-orang
PARAFICTION
Namun, Claire tidak ingin melakukan hal besar. Ia tidak nyaman menyandang mahkota ataupun jubah yang merupakan tanda kebesaran lain. Ketimbang menjadi sang pahlawan itu sendiri, ia lebih tertarik berperan sebagai pemeran pembantu dalam lakonnya. Tunggu. “Bhante, bisakah saya melukis untuk orang lain?” Sang Biksu berpikir sejenak. “Belum pernah ada yang melakukan, tapi tidak ada peraturan yang melarang.” “Oke!” Claire segera bangkit keluar dari ruangan. Biksu senior itu bingung. “Kamu mau kemana?” Suara Claire diiringi derap kakinya yang berlari menyusuri koridor, “Ambil air!” Claire menghabiskan sisa malam melukis di kuil. Dalam lukisannya terdapat Bintang Jatuh Pengabul Harapan empat warna, badan-badan air, dan orang-orang baik berpengharapan besar. Tidak ada dirinya dalam lukisan itu. “Berapa lama sampai harapan ini menjadi nyata, Bhante?” tanya Claire setelah lukisannya rampung. “Tiap harapan berbeda,
baik berpengharapan besar yang dipertemukan dengan Bintang Pengabul Harapan dapat menjadi pahlawan dalam kisah mereka masingmasing. Setelah itu, ia menutup jendela dengan rapat dan menyalakan TV. FIN.
(LAS/SAL)
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
69
KMBUI INSIDE
Kontribusi Nyata Nyata Kontribusi Desa Binaan Binaan KMBUI KMBUI Desa untuk Dusun Dusun Krecek Krecek untuk Oleh: Yovita Agrippina_FKM 2019
Perubahan dapat memberikan berbagai warna dalam kehidupan serta merupakan sesuatu yang didambakan banyak orang, terlebih perubahan menuju arah yang lebih baik bagi diri sendiri dan orang sekitar. Perubahan yang didambakan tentu dapat terjadi jika dilandaskan dengan semangat dan kasih yang tulus untuk membuat perubahan itu terjadi. Komisi Pengabdian Masyarakat KMBUI mewadahi anggota KMBUI untuk berkontribusi dan membawa perubahan kepada masyarakat melalui berbagai program, s alah s atunya Des a Binaan KMBUI yang merupakan kegiatan dalam bentuk Community Development. Des a Binaan KMBUI tak teras a sudah memasuki perjalan tahun kelima pada tahun ini. Des a Binaan KMBUI dilakukan di Dusun Krecek , Des a Getas, Jawa Tengah sejak tahun 2018 dan berlanjut hingga tahun ini. Dusun Krecek memiliki keunikan, di s ana mayoritas warganya beragama Buddha dan masih melestarikan berbagai tradisi serta budaya yang mereka miliki, seperti Anjangs ana, Nyadran, dan Gendurian.
70
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
Pada 28 Juli 2021 yang lalu, Rencana Strategis (Renstra) Desa Binaan KMBUI untuk Dusun Krecek telah disahkan dan disaksikan oleh warga Dusun Krecek secara daring. Pengesahan ini menyatakan komitmen Desa Binaan KMBUI untuk membantu Dusun Krecek dalam mencapai cita-cita Dusun Budaya hingga tahun 2024.
KMBUI INSIDE
Desa Binaan KMBUI tahun ini hadir dengan tema “Membawa Perubahan melalui Semangat dan Kasih”. Jika dilihat sekilas tema ini cukup sederhana. Namun, jika dilihat lebih dalam, tema ini memiliki makna bahwa Desa Binaan KMBUI ingin membawa perubahan yang progresif dan adaptif bagi perkembangan Dusun Krecek menuju tujuan dan cita-citanya menjadi Dusun Budaya. Perubahan yang dilakukan, sekecil apa pun, tentunya didasari oleh semangat bersama dengan warga Dusun Krecek yang juga berlandaskan kasih untuk dapat menjalin hubungan yang harmonis.
Menyesuaikan dengan Renstra yang telah disahkan, fokus Desa Binaan KMBUI tahun ini meliputi bidang ekonomi dan infrastruktur. Dalam bidang ekonomi kami berfokus pada perkembangan bisnis melalui pelatihan kewirausahaan, bekerja sama dengan Indonesian School of Entrepreneurship melalui program Gerakan Ekosistem Wirausaha Maju, dan peningkatan brand awareness produk Kopi Kinasih yang merupakan salah satu produk andalan Dusun Krecek. Dalam bidang infrastruktur, tahun ini Desa Binaan KMBUI mendukung perancangan gedung museum budaya di Dusun Krecek yang bekerja sama dengan Yayasan Budi Borobudur dari Potowa. Pembangunan museum budaya ini diharapkan dapat menjadi tempat penyimpanan alat musik dan properti kesenian sekaligus menjadi salah satu daya tarik Dusun Krecek yang dapat dikunjungi wisatawan di kemudian hari.
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
71
KMBUI INSIDE
Rangkaian acara Desa Binaan KMBUI 2021 resmi dibuka dengan acara Grand Opening yang diselenggarakan pada tanggal 30 Juli 2021 melalui live streaming Youtube UKM KMBUI. Acara ini berisi Motivational Talk yang dibawakan oleh Ko Roby Oktober, giveaway buku yang disponsori oleh Lamrimnesia, serta kegiatan menarik lainnya. Acara berikutnya adalah Apa Kabar Krecek, yaitu kegiatan bincang-bincang hangat antara warga Dusun Krecek dengan anggota KMBUI secara daring yang membawa topik “Kupas Tuntas Budaya Dusun Krecek”. Apa Kabar Krecek dilaksanakan pada 15 Agustus 2021 dengan mengundang seluruh warga Krecek. Pada tahun ini, Desa Binaan KMBUI 2021 membawakan satu kegiatan yang berbeda dari tahun sebelumnya, yaitu Sosialisasi Parenting. Sosialisasi ini diadakan pada tanggal 23 Agustus 2021 dengan tema “Pengasuhan Orang Tua dalam Perkembangan Anak Usia Dini di Masa Pandemi”. Kegiatan sosialisasi ini mengundang Farraas Afiefah Muhdiar yang merupakan seorang Psikolog Klinis Anak dan Remaja sebagai narasumber. Rangkaian Desa Binaan KMBUI 2021 ditutup dengan acara Grand Closing yang diselenggarakan melalui live streaming Youtube UKM KMBUI pada 4 September 2021. Acara ini diisi dengan ucapan terima kasih dari Desa Binaan KMBUI dan pemutaran video persembahan dari Desa Binaan KMBUI untuk warga Krecek. Selain itu, terdapat sesi apresiasi untuk semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan Desa Binaan KMBUI 2021 termasuk para sponsor, media partner, dan partner, yaitu Cetiya Dhamma Manggala, Dana Everyday, Young Buddhist Association, Buddhist Reborn, Pelita Buddha, Lamrimnesia, Kalyana Project, Keong Bergema, Inspirasi Dhamma, Midway Buddhist, Muda Mudi BMA (Buddha Metta Arama), Bhagavant, dan Indonesian School of Entrepreneurship (ISE).
There is immense power when a group of people with similar interests gets together to work toward the same goals.”
Idowu Koyenikan
(SHA/SAL) 72
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
PARATRAVEL
PARATRAVEL
5 Destinasi Berwarna yang Ada di Indonesia Oleh: Nicholas Limtan - FIB 2021 Indonesia memiliki wilayah yang terbentang dari Sabang sampai Merauke. Oleh karena itu, Indonesia tentu mempunyai banyak tempat wisata yang keren. Namun, kali ini kita akan lebih fokus kepada tempat destinasi yang berwarna-warni di Indonesia. Berikut lima destinasi wisata beragam warna yang ada di Indonesia. 1. Pantai Tangsi, Lombok, NTB Pernahkah Anda mendengar pantai yang pasirnya ber warna pink ? Pantai Pink atau dikenal juga dengan sebutan Pantai Tangsi, merupakan s alah s atu pantai yang ber warna pink di Indonesia. Terlebih lagi, pantai ini juga merupakan s alah s atu dari tujuh pantai dengan pasir pink di dunia. Lokasi pantai ini berada di Des a Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nus a Tenggara Barat. Pantai ini terletak jauh dari pus at kota. Warna pasirnya yang unik beras al dari pecahan terumbu karang ber warna merah yang sebelumnya berada di perairan dangkal. Pecahan terumbu tersebut kemudian terseret arus ombak hingga bercampur dengan pasir pantai. Selain warna pasirnya yang unik , ombak yang tenang juga membuat tempat ini aman untuk dikunjungi. Tidak lupa, bukit yang ada di tengah-tengah juga dapat dijadikan tempat untuk mengambil foto ataupun memandangi matahari terbenam.
74
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
PARATRAVEL 2. Raja Ampat, Papua Tentunya tempat ini sudah tidak asing bagi telinga kita. Tempat yang berlokasi di Papua Barat ini juga termasuk s alah s atu destinasi ber warna yang ada di Indonesia. Di Raja Ampat, terdapat lebih dari 75% spesies laut di seluruh dunia. Raja Ampat menjadi tempat tinggal bagi 1511 spesies ikan, 540 jenis kerang, dan biota laut lainnya. Tempat ini juga menjadi tempat wajib bagi pecinta snorkeling karena juga menjadi s alah s atu destinasi diving terbaik di dunia. Oleh karena itulah, Raja Ampat s ampai disebut surga bawah laut
tercantik di seluruh dunia. Rupanya, tidak hanya di dalam lautnya s aja, tetapi juga di permukaan lautnya. Terdapat empat pulau paling bes ar, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Batanta, Pulau Salawati, dan Pulau Misool. Terdapat juga banyak pantai dengan pasirnya yang ber warna putih dan sehalus tepung. Dilengkapi pula dengan hutan tropisnya yang menjadi habitat burung cendrawasih. Selain itu, terdapat juga sebuah des a di kepulauan kecil yang mempunyai kebudayaan mereka yang unik .
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
75
PARATRAVEL
3. Danau Kelimutu Telaga Tiga Warna, NTT Tentunya kalian pernah mendengar danau ini, bukan? Danau yang berlokasi di puncak Gunung Kelimutu, Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nus a Tenggara Timur ini termasuk salah satu destinasi wisata ber warna karena mempunyai tiga warna: merah, biru, dan hijau. Warna yang terdapat di danau tersebut bis a berubah sewaktu-waktu, dan dalam s atu tahun dapat berganti sebanyak 4 4 kali. Ini disebabkan oleh adanya mikroorganisme yang terdapat di dalam danau dan oleh perubahan suhu. Tidak hanya warna danau ini yang menjadi daya tarik wis atawan untuk berkunjung ke tempat ini. Di sekeliling gunung terdapat beberapa flora seperti pohon cemara, Edelweiss, kayu merah, dan pinus. Terdapat juga beberapa faunanya seperti elang, rus a, ayam hutan, dan babi hutan. Waktu yang paling tepat untuk mengunjungi tempat ini adalah pada s aat matahari terbit dan pada s aat matahari terbenam. Tempat ini juga sering dikaitkan dengan legenda pertarungan antara Ata Polo dengan Ata Bupu. Selain itu, danau ini juga dipercaya masyarakat setempat sebagai tempat tinggal roh leluhur.
4. Taman Laut Bunaken, Sulawesi Utara Taman laut Bunaken berlokasi di bagian utara Pulau Sulawesi. Taman Laut Bunaken juga merupakan s alah s atu tempat yang termasuk ke dalam destinasi ber warna di Indonesia. Mengapa demikian? Karena tempat ini penuh dengan keindahan flora dan fauna yang ada di dalam laut. Ada termasuk 390 spesies terumbu karang, 3000 spesies ikan, spesies rumput laut, dan spesies alga. Selain itu, terdapat juga hutan bakau sebagai tempat tinggal berbagai jenis moluska dan mencegah pantai dari abrasi. Tempat ini juga sering dijadikan tempat untuk snorkeling
76
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
karena memiliki 4 0 titik penyelaman; lima di antaranya dikenal sebagai titik terbaik untuk melakukan penyelaman. Oleh karena itu, tempat ini juga menjadi tempat wajib bagi pecinta selam. 97% taman ini merupakan habitat laut, sementara 3%-nya merupakan daratan. Setelah taman ini berhasil didaftarkan sebagai Situs Waris an Dunia di UNESCO pada tahun 2005. Bunaken tidak hanya menjadi milik Indonesia, tetapi juga menjadi milik dunia. Wah, tidak bis a dibayangkan, ya, betapa indah dan pentingnya taman ini s ampai-s ampai diakui oleh dunia.
Siapa yang familier dengan tempat ini? Destinasi wis ata ber warna yang terakhir adalah sebuah taman yang berada di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Tempat ini juga tidak kalah menariknya dengan destinasi wis ata sebelumnya. Wah, mengapa taman ini bis a menjadi tempat yang menarik? Di antara semua tempat destinasi, taman ini adalah tempat yang paling dekat dengan kota Jakarta. Taman ini juga menyediakan taman bunga yang indah. Bunga yang ditanam di taman ini terdiri dari lima puluh jenis bunga. Setiap bunganya ditata sedemikian rupa sehingga menjadi taman bunga yang ber warna-warni. Dengan penataan lanskapnya yang cukup kreatif, segala daerah dalam taman ini menjadi fotogenik . Tidak hanya keindahan bunganya s aja, tempat ini juga terdapat banyak spot selfie sehingga terdapat biaya tambahan bila membawa kamera. Taman ini juga memberikan kes an edukatif dengan adanya buah-buahan dan s ayur-s ayuran. Pengunjung dapat mempelajari cara menanam bunga, buah-buahan, dan s ayuran. Pengunjung juga dapat memetik dan membeli hasil panen, tetapi dilarang memetik bunga. (JAY/SHA)
PARATRAVEL
5. Taman Begonia, Lembang, Jawa Barat
Referensi: (https://w w w.nativeindonesia.com/pantai-pink-lombok/) (https://indonesia.tripcanvas.co/id/tempat-wisata-penuhwarna/) (https://w w w.travelok a.com/id-id/ac tivities/ar ticle/indonesia) ( ht t p s : / / l i m a k a k i . co m / f a k t a - d a n - k e u n i k a n - t a m a n - l a u t- b u n a k e n yang-harus-k amu-tahu.html) (https://contohar tikel.com/keunik an-taman-nasional-bunaken/) ( h t t p s : / / w w w. re d d o o r z . c o m / b l o g / i d / t o u r i s t - s p o t / i n fo r m a s i tentang- danau-tiga-warna- di-flores-yang-perlu-k amu-ketahui) (https://w w w.nativeindonesia.com/taman-begonia/) ( h t t p s : / / w w w. i n d o n e s i a . t r a v e l / i d / i d / d e s t i n a s i / m a l u k u - p a p u a / raja-ampat) (https://takaitu.id/ini-dia-keunikan-wisata-raja-ampat-yangsemak in-memik at/)
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
77
KMBUI INSIDE
Penerimaan dan Pembekalan Mahasiswa Baru KMBUI 2021 Oleh Alvina Lorraine-FPsi 2019
P
enerimaan
Pembekalan
Tidak lupa, PPMB KMBUI 2021 juga menanamkan
Mahasiswa Baru KMBUI dilaks anakan
dan
nilai kekeluargaan yang telah menjadi nilai
setiap
untuk
membantu
yang selalu ditanamkan pada mahasiswa
Universitas
Indonesia
baru UI beragama Buddha agar mereka dapat
yang beragama Buddha beradaptasi dengan
meras akan kehangatan dari rumah KMBUI.
lingkungan perkuliahan. Selain itu, PPMB
KMBUI juga menjadi wadah bagi mahasiswa
dengan penerimaan mahasiswa baru dengan
baru UI untuk berkenalan dan mendapatkan
jalur masuk SNMPTN pada tanggal 22 Maret
teman baru. Pada tahun ini, PPMB KMBUI
2021; kemudian dilanjutkan dengan jalur
2021 mengusung tema Vedanā Manggala
masuk PPKB dan talent scouting pada tanggal
mahasiswa
tahunnya baru
dengan tagline “Blessed to Learn Dhamma,
Blessed to be Buddhist.”
Pada
kondisi
lingkungan
26 Maret 2021; SBMPTN pada tanggal 14 Juni 2021; dan SIMAK pada tanggal 30 Juni 2021.
pandemi
COVID-19,
Panitia PPMB menyelenggarakan
tentu,
Gathering pada tanggal 15 Mei 2021 untuk
beradaptasi
menyambut mahasiswa baru dengan jalur
dengan kondisi tersebut serta kehidupan
masuk SNMPTN, PPKB, dan talent scouting
dan
78
mas a
Rangkaian PPMB KMBUI dimulai
mahasiswa
s angat
baru
perlu
tidak
perkuliahan yang s angat berbeda dengan
serta melakukan Gathering untuk kedua
mas a sekolah. Oleh karena itu, PPMB KMBUI
kalinya pada tanggal 6 Agustus 2021 untuk
2021
dengan
menyambut seluruh mahasiswa baru dengan
psikologi untuk membantu mahasiswa baru
jalur masuk SNMPTN, PPKB, talent scouting,
beradaptasi dan meningkatkan kesehatan
SBMPTN,
mental
ini
menggabungkan
PARAMITA 55
sembari
Buddhisme
memperdalam
PALETTE OF LIFE
Dhamma.
dan
dilakukan
SIMAK . guna
Acara
Gathering
memperkenalkan
KMBUI INSIDE
mahasiswa baru dengan teman-teman baik yang beras al dari fakultas yang s ama ataupun yang berbeda. Acara Gathering dilaks anakan
dengan
berkenalan
dengan teman seangkatan dan senior KMBUI.
Dilanjutkan
bers ama
dengan
teman-teman Tugas
bermain
seangkatan.
PPMB
KMBUI
tahun
ini berfokus pada hubungan ses ama mahasiswa KMBUI 2021. Dalam kondisi pandemi,
yang
mahasiswa
tidak
baru
menyeles aikan
memungkinkan KMBUI
tugas
secara
untuk tatap
muka, panitia divisi Materi berus aha untuk
meningkatkan
antarmahasiswa Kedekatan
ini
kedekatan
baru agar
KMBUI
2021.
mereka
dapat
s aling membantu dan memiliki teman yang
dapat
perkuliahan
diandalkan dalam
pada
beberapa
mas a tahun
yang akan datang. Adapun tugas yang dikembangkan adalah tugas Networking , tugas
perkenalan
antarmahasiswa
baru KMBUI sekaligus dengan senior KMBUI.
Panitia
mengoptimalis asikan
sesi perkenalan mahasiswa baru KMBUI dengan
membagi
menjadi
beberapa
mahasiswa kelompok .
baru Tujuan
dari pembagian kelompok adalah untuk membuat
sebuah
peer
bagi
mereka
untuk bertemu terus-menerus sehingga secara tidak s adar mereka akan sering berkomunikasi dan menjadi lebih akrab.
Adapun tugas lainnya adalah
tugas Insight Hunting, yang menugaskan sekelompok
mahasiswa
baru
untuk
mengupas seluk-beluk dari topik yang diberikan, seperti organis asi, beasiswa, dan lomba. Kemudian, terdapat tugas
Foster
Sibling:
setiap
mahasiswa
baru akan memiliki s atu kakak asuh yang dapat membantu mereka dalam beradaptasi
pada
mas a
perkuliahan.
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
79
KMBUI INSIDE
Terdapat
juga
tugas
Mentoring :
sepas ang
mentor
akan
membimbing
sekelompok
mahasiswa baru KMBUI untuk beraktivitas selama awal perkuliahan. Tugas Dhamma Class yang memperkenalkan Khema, s alah s atu acara rutin dari KMBUI untuk menambah wawas an spiritualitas kepada setiap mahasiswa baru KMBUI. Penugas an berikutnya adalah untuk menghadiri acara Run For KMB.
Run For KMB adalah acara kolaborasi antara Departemen Creative Events dengan
panitia divisi Acara PPMB KMBUI. Dalam acara tersebut, permainan terbagi menjadi games pos dan games puncak . Sebelum acara dimulai, panitia telah membagi peserta menjadi beberapa kelompok yang berisi mahasiswa baru dan senior hingga alumni dengan tujuan mengakrabkan semua angkatan di KMBUI. Rangkaian kegiatan PPMB KMBUI ditutup dengan acara puncak yang bernama Family Gathering.
Family Gathering dilaks anakan untuk mengapresiasi perjuangan mahasiswa baru
serta menerima mahasiswa baru menjadi bagian dari keluarga bes ar KMBUI secara resmi. Family
Gathering diawali dengan sesi webinar oleh Ci Shierlen (FPsi 2015 ) yang menyampaikan “ The Ultimate Mental Health” yang diajarkan oleh Sang Buddha serta mengajarkan mahasiswa baru cara meregulasi emosi dan meningkatkan Emotional Intelligence. Kemudian, acara tersebut dilanjutkan dengan sesi dari Ko Ar ya Permadi Kristanto (F T 2018), selaku Ketua Umum XXIX , dan para BPH yang menjelaskan mengenai KMBUI kepada mahasiswa baru. Selain itu, terdapat sesi games puncak yang bertemakan “Among Us” . Mahasiswa baru terlihat s angat menikmati
permainan tersebut. Demikian rangkaian acara Penerimaan dan Pembekalan Mahasiswa Baru KMBUI 2021, yang menggabungkan nilai Buddhisme dengan psikologi, untuk membantu mahasiswa baru 2021 beradaptasi dengan hidup yang penuh dengan ketidakpastian serta meningkatkan kesehatan mereka. (YIU/JAY)
80
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
PARACOMIC
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
81
PARAPLUS
La La Land Oleh Sharon F. Davidson FH 2021 Judul Penulis dan Sutradara Pemeran Utama Durasi Tayang Perdana Tahun Produksi
F
: La La Land : Damien Chazelle : Ryan Gosling (Sebastian) dan Emma Stone (Mia) : 2 jam 8 menit : Amerika Serikat : 2016
ilm La La Land yang dibintangi oleh aktor dan aktris Hollywood , Ryan Gosling dan Emma Stone ini berpusat pada dua orang yang jatuh cinta serta mengeksplorasi pengalaman mereka dalam mengejar mimpi. Karakter Sebastian yang diperankan oleh Ryan Gosling ingin mendirikan klub jaz sendiri. Sedangkan, karakter Mia yang diperankan oleh Emma Stone memiliki cita-cita untuk menjadi seorang aktris ternama. Film yang sempat menghebohkan industri perfilman dunia pada tahun 2016 ini bergenre drama musikal romansa dan disukai karena jalan ceritanya yang menarik, memiliki visual yang luar biasa, serta memiliki coloring yang indah sehingga film ini terasa nyata. Film yang ditulis dan disutradarai oleh Damien Chazelle ini memberikan pengalaman yang menggugah sekaligus menyayat hati. Ini adalah film yang sarat dengan fantasi dan realisme yang akan menghangatkan dan menghancurkan hati penonton. Film ini banyak mengambil inspirasi dari filmografi Jacques Demy, khususnya The Umbrellas of Cherbourg dan Les Demoiselles de Rochefort dalam hal struktur naratif dasar dan penggunaan warna. Mulai dari dialog karakter, desain set, lemari pakaian, dan pencahayaan, pembuat film memutuskan cara terbaik untuk mendorong narasi dan memberikan pengalaman terbaik bagi penonton. Tidak luput menggunakan elemen integral, pembuatan film La La Land juga memperhatikan penggunaan warna karena dapat menyampaikan nada, emosi, simbolisme, pengembangan karakter, dan konsep lainnya. Penggunaan warna
82
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
film Damien Chazelle ini sukses menjadi pendorong utama dalam narasi film tersebut. Film pemenang penghargaan, La La Land, ini memiliki contoh bagus mengenai bagaimana warna mendorong alur cerita dan menyampaikan suasana hati. Secara visual, film La La Land memiliki citra yang kaya dan indah. Maka dari itu, film ini dapat dikatakan membangun dunia yang menyatukan fantasi dengan kenyataan. Warna biru pada film ini digunakan untuk melambangkan kreativitas dan kontrol.
realitas ketika Mia dan Sebastian bertemu lagi di pesta biliar. Saat itu, Sebastian mengenakan jaket merah dan bermain di grup musik yang tidak dihormatinya untuk “membayar tagihan”. Damien Chazelle menggunakan warna untuk menyampaikan secara halus perjuangan dua orang yang bertahan hidup di kota yang tak kenal ampun, jatuh cinta, dan mewujudkan impian mereka; yang pada akhirnya berdampak lebih besar dari sekadar dialog. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, penggunaan warna dalam film dapat sama efektifnya dalam menggerakkan jalan cerita seperti halnya dialog atau karakter. Dengan menonton film La La Land ini, kita bisa mengetahui bahwa Damien Chazelle memahami dasar-dasar penyutradaraan serta pengarahan yang jelas dan baik. Menyaksikan karakter-karakter ini mengejar impian dan dengan penuh semangat berbicara tentang hasrat mereka, berhasil membuatnya menjadi lebih nyata. Penonton juga bisa memahami hubungan antara Sebastian dan Mia karena cerita mereka yang realistis. Berdasarkan data, pada tanggal 14 Februari 2019, film La La Land telah berhasil menerima 14 nominasi OSCAR. Dari nominasi-nominasi tersebut, film ini berhasil membawa pulang 5 buah piala penghargaan. Bila jumlah penghargaan yang didapat oleh film ini ditotal, maka jumlah penghargaan yang diperoleh sejumlah 112 piala di Amerika Serikat dan mancanegara. (SAL/YIU)
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
PARAPLUS
Damien Chazelle menyalurkan tema-tema ini melalui karakter Mia, seorang wanita muda yang pindah ke Los Angeles dengan mimpi menjadi seorang bintang. Harapannya seperti banyak orang lain yang pindah ke LA, tetapi pakaian biru cerah yang ia kenakan membedakannya dan melambangkan hubungannya dengan Hollywood klasik. Hal ini terlihat ketika Mia memutuskan untuk pergi bersama teman-temannya yang memakai gaun berwarna cerah, tetapi Mia paling menonjol di antara mereka karena ia mengenakan gaun yang berwarna biru. Mia juga konsisten ditempatkan di depan mural bernuansa biru dari aktris dan aktor Hollywood klasik yang tersebar di seluruh LA. Hal ini dapat dilihat saat ia berada di kamarnya dan berbaring di tempat tidur, saat berjalan pulang dari makan malam dengan temantemannya, dan saat ia menyeberang di depan salah satunya. Rekannya, Sebastian, memakai warna biru ketika ia berjuang untuk mengontrol arah dan gaya musiknya. Dalam salah satu adegan, ia kehilangan pekerjaannya untuk mempertahankan kontrol kreatifnya. Warna biru kembali hadir ketika Sebastian dan Mia menari untuk pertama kalinya. Mia melepas sepatu biru cerahnya untuk berdansa yang pada dasarnya memberinya kendali. Selain itu, warna juga digunakan pada film ini untuk memadukan fantasi dan kenyataan. Urutan tarian pun juga dipenuhi dengan warna-warna cerah dan memiliki nuansa fantasi. Warna merah digunakan untuk menarik karakter dan penonton kembali menghadapi kenyataan. Misalnya, setelah pesta yang dihadiri Mia bersama teman-temannya, ia mengetahui bahwa mobilnya telah diderek. Dengan lampu merah kontras yang bersinar mencolok sesaat, hal ini melambangkan kembalinya Mia secara tiba-tiba ke dunia nyata. Perjuangan untuk bertahan hidup di LA Red kembali digunakan sebagai pemeriksaan
83
KMBUI INSIDE
The Four Thoughts That Turn the Mind to the Dhamma Oleh: Frodewald Grimber t-FIB 2020
Pekan Penghayatan Dhamma Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Indonesia (PPD KMBUI), mendengar frasa ini tentu akan mengingatkan kita pada satu kegiatan ketika kita berkumpul untuk belajar Dhamma bersama pada suatu waktu dan tempat yang sama. Namun, sangat disayangkan, tahun ini pun pandemi COVID-19 belum kunjung usai. Sudah hampir 1,5 tahun COVID-19 memasuki Indonesia, selama itu pula kita belum dapat berkumpul bersama. Walaupun demikian, PPD KMBUI tidak hanya diam, tetapi sejak tahun lalu PPD sudah hadir secara daring; diharapkan dengan hadirnya PPD daring ini kita dapat berkumpul untuk belajar Dhamma pada waktu yang sama, walau di tempat yang berbeda. Selain itu, PPD KMBUI sejak tahun kemarin juga dibuka untuk umum demi memberikan kebermanfaatan Dhamma ke lebih banyak orang.
PPD tahun ini membawakan tema
Bodhi “The Four Thoughts That Turn the Mind to the Dhamma” yang berarti empat pemikiran yang mengubah citta kita terhadap Dhamma, empat pemikiran tersebut antara lain: kelahiran manusia yang begitu berharga, kematian, karma, dan penderitaan Samsara. Latar belakang diambilnya tema ini disebabkan banyaknya umat Buddhis yang masih perlu ditingkatkan pemahaman fundamentalnya terhadap Dhamma agar keyakinan terhadap Tiratana tidak akan mudah goyah kembali untuk ke depannya. Apalagi pada masa pandemi seperti ini yang sangat mudah menyebabkan motivasi belajar Dhamma kita cepat menurun, membuat kami semakin yakin untuk membawakan tema ini pada PPD KMBUI 2021. 84
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
PPD tahun ini diadakan selama 6 hari dari tanggal 23 – 28 Agustus 2021 dengan membawakan konsep sharing Dhamma dalam 5 hari. Konsep sharing Dhamma yang dimaksud mirip dengan konsep Khema, tetapi intensitas pembelajaran Dhamma per harinya lebih lama dan mendalam serta berkesinambungan selama 5 hari tersebut. Dalam lima hari tersebut rangkaian utama kami bawakan hanya dhammadesana dan Tanya Dhamma. Namun, bukan berarti rangkaian PPD 2021 itu monoton dan membosankan, melainkan di luar rangkaian utama, PPD 2021 juga memberikan inovasi dengan memfasilitasi peserta PPD untuk lebih bebas dan mendalam dalam mempelajari Dhamma, yaitu melalui sesi Small Group Discussion (SGD). SGD adalah sebuah grup diskusi kecil yang berlaku selama bahkan sesudah PPD sebagai tempat untuk berdiskusi Dhamma lebih lanjut dengan teman-teman terdekat peserta. Di dalam SGD juga terdapat seorang pembina yang telah belajar Dhamma lebih dalam untuk sharing ke kita mengenai topik pemicu yang disediakan oleh tim panitia PPD, pengalaman Dhamma ataupun hal-hal seputar Dhamma. Dengan pembina, peserta bebas bercurhat atau bertanya hal apa pun seputar Dhamma selama pertanyaan tersebut bisa dijawab oleh pembina. Fasilitas-fasilitas yang kami berikan di SGD bukan hanya sekadar menyediakan tempat agar peserta dan pembina bertemu loh, melainkan di dalam SGD juga terdapat Broadcasting Time dan Fun Fact. Sebelum masuk ke penjelasan fungsi dari Broadcasting Time dan Fun Fact, saya akan menjelaskan terlebih dahulu bahwa PPD tahun ini juga membawakan inovasi dengan memfasilitasikannya Atthasila daring. Tujuan
memberikan peserta.
rasa
kebersamaan
kepada
Setelah pembelajaran Dhamma yang intensif selama lima hari dijalani dengan lancar, pada hari keenam atau hari terakhir kami akan menjadikannya sebagai hari penutupan rangkaian acara PPD KMBUI dengan membawakan Games, Show Your Talent, pengumuman pemenang lomba, dan kata-kata penutupan PPD dari Y.M. Henry. Diharapkan hari terakhir ini dapat menjadi memori penutup yang indah untuk rangkaian PPD Bodhi 2021.
KMBUI INSIDE
diadakannya inovasi ini adalah agar pembelajaran Dhamma yang kita dapatkan selama PPD dapat membuahkan hasil yang maksimal, ditambah Atthasila merupakan salah satu kegiatan penting dalam PPD luring. Namun, mempertimbangkan kondisi tempat dan kesiapan peserta, inovasi ini hanya bersifat opsional, bagi peserta yang dapat mengambilnya saja. Bagi peserta yang tidak mengambil Atthasila, dapat mengambil aspirasi (ikrar yang bersifat pribadi) masingmasing. Untuk mekanisme pengambilan sila Atthasila-nya, peserta yang ingin mengambil sila akan bersama-sama berkumpul pada Senin jam 4 subuh dengan pemfasilitasan oleh Ko Attha Surya Dharma. Dengan adanya Atthasila ini, fungsi dari SGD pun bertambah satu, yaitu sebagai tempat untuk setiap peserta memberikan dukungan satu sama lain untuk menyelesaikan ikrar Atthasila dan aspirasi masing masing. Selain antarpeserta, panitia PPD juga memberikan sesuatu kepada peserta dalam menjalankan Atthasila dan aspirasinya. Nah, di sinilah fungsi dari Broadcasting Time dan Fun fact. Kedua inovasi ini berfungsi untuk memberikan kata-kata dukungan dari panitia kepada para peserta dalam menjalankan ikrar mereka. Setiap 3 jam sekali (jam 9 pagi, 12 siang, 3 sore, 6 sore, dan 10 malam) akan diberikan sebuah teks penyemangat dengan diselipkan Fun Fact di dalamnya sebagai informasi tambahan kepada peserta. Dengan kedua inovasi ini, diharapkan panitia mampu
Oh iya, PPD Bodhi 2021 juga memiliki panggilan untuk pesertanya, yaitu Bodhimitta, Bodhi yang memiliki arti, kesadaran, akal, sekaligus melambangkan nama PPD tahun ini dan mitta yang artinya teman. Di samping beberapa hal yang di luar dugaan kami— seperti tidak bisa hadirnya pembicara utama PPD 2021, yaitu Y.M. Henry, pada rangkaian kegiatan PPD sehingga kami memilih opsi perekaman dhammadesana bersama bhante dan meminta bantuan Ko Attha sebagai fasilitator—. Akhir kata, semoga rangkaian PPD Bodhi 2021 dan PPD ke depannya dapat selalu memberikan manfaat kepada peserta dan dapat turut berandil dalam penyebaran Buddha Dhamma di Indonesia. (JAY/DAV)
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
85
PARAVISION
Ruang Putih Oleh: Jaysen E. Thiadi-FIB 2020
Bayangkan dunia ini bagaikan ruangan putih: kanan, kiri, atas, bawah; pakaian yang kamu kenakan, dari kepala hingga ujung kaki, lengkap dengan sarung tangan dan kaos kaki; lampu cerah yang menyinari ruangan; pintu dan bahkan makanan serta piring yang digunakan sebagai wadah makanan tersebut. Semuanya putih, tanpa noda, tanpa warna lain yang menemani. Polos. Bersih. Hampa. Kenyataannya dalam dunia ini, mengisolasikan seseorang dalam “dunia putih” merupakan suatu teknik penyiksaan. Mungkin ketika kalian membaca “teknik penyiksaan”, kalian akan membayangkan praktik-praktik yang penuh dengan merahnya darah, penuh dengan luka fisik, dan penuh dengan penderitaan. Bagaimana mungkin hanya sekadar ruangan putih dapat membuat orang yang disiksa menderita? Ruangan putih ini tidak menyerang secara fisik, tetapi secara mental. Setelah diisolasikan dari dunia luar, ruangan putih ini menyita 86
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
secara paksa indra orang-orang yang ditempatkan dalamnya. Tidak jarang mereka yang disiksa dengan ruangan putih akan menyerahkan informasi agar dibebaskan dari penyiksaan psikologis ini. Tidak jarang pula kewarasan mereka terhanyutkan oleh warna putih yang mengepung diri mereka. Jika ada pelajaran yang dapat diambil dari fenomena ini, hal itu adalah bahwa kehidupan yang monokrom dapat meracuni kondisi mental kita. Saat ini, lihatlah warna-warna di sekitar kalian. Tentu tidak hanya satu warna, bukan? Begitulah kenyataannya. Dunia ini penuh dengan corak warna yang beragam, bahkan berbeda sama sekali. Jangankan dunia, di Indonesia sendiri terdapat banyak warna yang beragam, misalnya warna budaya, suara, bahasa, dan banyak warna-warna lainnya yang memperkaya negara kita. Warna-warna inilah yang menghidupkan dunia ini, menciptakan keharmonian dan keindahan yang dapat mewarnai hari-hari kita. Dunia ini bukanlah ruangan
PARAVISION
putih. Kita tidak terperangkap oleh empat dinding putih. Hari-hari monokrom yang mungkin pernah, sedang, dan/atau yang akan kita lalui dapat diberikan warna dari berbagai elemen yang ada dalam dunia ini. Namun, apa yang bisa kita lakukan jika tidak ada elemen yang menarik untuk mewarnai hari-hari kita? Ciptakanlah warna baru yang dapat kamu banggakan, yang dapat kamu senangi, yang dapat membawakan warna dalam kehidupanmu. Dunia ini bukanlah ruangan putih. Dunia ini penuh dengan warna. Bagaimana denganmu? Warna seperti apa yang kamu pilih atau ciptakan untuk mewarnai duniamu? Warna apa pun yang ada di duniamu, ketahuilah bahwa itu milikmu. Mungkin saja akan ada orang-orang yang tidak menyukai caramu mewarnai duniamu karena berbeda dengan warna dunia mereka. Itu tidak seharusnya menjadi masalah, itu hal yang wajar, seperti peribahasa dalam bahasa Jepang: (Juunin toiro), sepuluh orang, sepuluh warna. Setiap orang memiliki preferensi mereka masingmasing. Setiap orang berhak memiliki
preferensi mereka masing-masing.
Kamu pun memiliki hak untuk menentukan warna duniamu. Jika kamu ingin mengubah warna duniamu, ubahlah dengan kehendakmu sendiri. Bahkan, jika kamu merasa tenang dengan mewarnai duniamu bagaikan ruangan putih, jangan biarkan artikel ini menghentikanmu! (DAV/YIU)
“Setiap hari adalah kanvas kosong untuk diisi, atau dibiarkan, dan keputusan itu penuh ada pada tangan sang pelukis. Kamulah pelukis hari-harimu, dan kehidupanmu sendiri.” PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
87
KMBUI INSIDE
KMBUI Inside:
International Talkshow International Talkshow Oleh Jennifer Santoso-FMIPA 2019, Veigy Stevin-FISIP 2019, Jassen Aldian-FT 2020
88
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
Acara dibuka oleh dua pembawa acara yang berasal dari KMBUI dan NTUBS dengan pembacaan paritta. Kemudian, dilanjutkan oleh sambutan dari kedua ketua umum organisasi KMBUI dan NTUBS. Acara dilanjutkan dengan menonton bersama penampilan spesial yang dibawakan oleh Saddhu United. Selanjutnya, International Talkshow masuk ke inti acara yang dibawakan oleh Frengki Chua sebagai moderator, Andrew Prasettya Japri sebagai speaker dari Indonesia dan Danry Lim sebagai speaker dari Singapura. Talkshow yang dibawakan berisikan bahasan-bahasan menarik seperti pengalaman-pengalaman speaker dalam memberikan impact ke lingkungan dan masyarakat sekitar terutama sebagai pemuda. Dari sesi ini, partisipan mendapatkan banyak pelajaran baru, seperti cara memotivasi diri untuk menjadi muda mudi yang bermanfaat selama pandemi; langkah-langkah yang harus ditempuh untuk menjadi muda mudi yang bermanfaat selama pandemi; tentunya motivasi dan dorongan untuk terus memiliki semangat serta untuk tetap menjadi muda mudi Buddhis yang berguna bagi sekitar.
KMBUI INSIDE
Pada hari Sabtu, 4 September 2021, telah berlangsung kegiatan International Talkshow yang membawakan tema “Life in the Midst of a Pandemic: Upside Down or Downside Up?”. International Talkshow merupakan salah satu program kerja terbaru dalam Departemen Hubungan Masyarakat KMBUI. Acara ini sekaligus merupakan program perdana KMBUI yang mencakup relasi dengan skala internasional. Pada acara ini, Departemen Hubungan Masyarakat KMBUI berkolaborasi dengan Nanyang Technological University Buddhist Society (NTUBS). Acara ini berisikan rangkaian acara menarik seperti special performance; games; dan kegiatan inti dari acara ini, yaitu Talkshow Session.
Setelah sesi Talkshow, pembawa acara kembali memimpin acara selanjutnya yaitu games. Para partisipan bermain bersama dengan berlomba untuk menjawab kuis yang sudah disiapkan oleh panitia. Pemenang dari games ini pun beragam, terdapat pemenang yang berasal dari Indonesia ataupun Singapura. Tidak terasa, acara sudah berlangsung cukup lama dan sampai di penghujung acara. Selanjutnya, sebagai bentuk apresiasi, KMBUI dan NTUBS saling memberikan sertifikat atas kolaborasi yang sudah dilakukan. Kemudian, untuk mengabadikan acara International Talkshow KMBUI x NTUBS ini, seluruh partisipan melakukan dokumentasi bersama. Lalu, acara diakhiri dengan kembali membacakan paritta dan juga melakukan pelimpahan jasa. International Talkshow ini berhasil dilaksanakan secara daring dengan 29 media partner serta partisipan yang berjumlah lebih dari 130 orang yang berasal dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Singapura, dan bahkan negara bagian Amerika Serikat, yaitu Washington. Acara International Talkshow dibawakan sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris. Berdasarkan hasil evaluasi peserta, seluruh peserta merasa puas dengan acara International Talkshow dan merasakan kebermanfaatan. Dengan acara ini, KMBUI sukses menjalin relasi yang sangat luas, terutama relasi yang sangat baik dan erat dengan NTUBS. (JAY/YIU)
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
89
Artikel Lomba
Oleh Felicia - Kalbis Institute
“Pada Hari Raya Waisak tahun 1885, bendera Buddhis pertama kali dikibarkan hampir di semua vihara dan rumah penduduk di Sri Lanka. Bendera yang mengandung Panji Buddhis Enam Warna atau sadvarna dvhaja tersebut bermakna …” Alisha duduk termenung di sudut kelas. Ucapan gurunya bagai angin lalu yang menggelitik telinga. Selagi sang guru menjelaskan, Alisha bisa merasakan sesuatu berkali-kali mengenai bagian belakang kepalanya. “Heh! Heh! Woi! Budek, ya?” “Eh, tengok dong!” Alisha menoleh ke belakang dan tibatiba saja sebuah benda yang keras langsung menghantam wajahnya. “WOOO! HEADSHOT!” 90
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
“HEI, PERHATIKAN PELAJARAN DI KELAS! JANGAN RIBUT!” Ah, selalu saja seperti ini … Guru yang cuek; teman yang suka menindas. Tidak akan ada yang membela dan tidak ada tempat untuk berlindung. “Alisha, kamu belum mau pulang?” Kepala Alisha terdongak, menatap lurus ke arah sang guru yang membawa buku pelajaran agama Buddha. Pada sampul buku tersebut, terdapat gambar bendera yang dikenal sebagai Bendera Buddhis Internasional. “Belum, Bu. Sebentar lagi.” Bu guru tidak langsung menjawab. Ia tersenyum dengan hangat kepada Alisha sebelum akhirnya mengatakan “Nanti langsung pulang, ya,” dan meninggalkan ruangan. Ah, aku ingin mati saja. Alisha bangkit berdiri dan meninggalkan ruangan. Pikirannya kosong, langkahnya terasa hampa, sekelilingnya seketika berubah menjadi
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
Artikel Lomba
abu-abu. Ia ingin segera mengakhiri semua ini. Alisha memaksa kakinya berjalan menghampiri sebuah sumur yang terletak dekat sekolahnya. Alisha menoleh ke air dan melihat refleksi dirinya. Begitu kosong dan menyedihkan. “Biru …” Alisha … Alisha mendengar sebuah suara memanggilnya. Alisha menoleh ke belakang dan mendapati cahaya berwarna putih menyilaukan matanya. Setelah membiasakan matanya, Alisha melihat sosok perempuan dengan pakaian berwarna kuning keemasan tersenyum ke arahnya. “Ibu?” Wanita yang Alisha panggil sebagai “Ibu” tersenyum ke arahnya dan melambai, seolah memanggil Alisha untuk berjalan bersamanya. “Ibu, tunggu!” Alisha berlari mengejar ibunya. Mereka tiba di sebuah taman bunga mawar merah. Ibu mendekati salah satu semak bunga dan mengambil sekuntum mawar tersebut. Ia menyematkan mawar tersebut pada rambut Alisha. “Ibu …” Air mata menitik dari kedua pelupuk mata Alisha. Alisha memeluk Ibu dengan sekuat tenaga sembari menangis kencang. “Kenapa Ibu cepat sekali perginya? Alisha kesepian, Bu. Kenapa Ibu tidak mengajak Alisha saja saat itu?”
Suara elektrokardiogram itu terdengar jelas dalam pikiran Alisha. Momen ketika ia menatap ibunya yang terus disetrum menggunakan defibrillator, berharap agar jantungnya bisa kembali berdetak. Alisha ingat bahwa hanya ada setitik air mata yang sang bunda tinggalkan sebelum akhirnya benda kotak itu menampilkan garis lurus seutuhnya. Ia mengabaikan suara orang-orang yang memintanya untuk tetap tenang dan menjerit sekeras mungkin, menolak kenyataan bahwa ibunya sudah tidak lagi ada di dunia. Setelah beberapa lama, tangisan Alisha akhirnya berhenti. Alisha masih tetap memeluk ibunya dan Ibu juga tak berhenti mengusap surai Alisha. “Alisha masih suka melihat pelangi?” Alisha menoleh ke arah Ibu yang memperlihatkan senyum untuknya sembari berlatarkan langit biru yang cerah. “Masih, Bu.” “Alisha ingat apa kata Ibu tentang pelangi?” “Bagai pelangi yang muncul setelah hujan, pada saat itulah aku terlahir ke dunia. Pelangi membawa senyum dan kegembiraan. Saat aku terlahir, Ibu ingin agar aku menjadi seperti pelangi.” Ibu tersenyum mendengar kata-kataku, membuatku ikut tersenyum. “Maafkan Ibu, Alisha.” “Kenapa Ibu meminta maaf?” “Ibu telah meninggalkanmu di usiamu yang masih muda. Meninggalkanmu yang masih belum begitu mengenal dunia, meninggalkanmu
91
Artikel Lomba 92
menghadapinya sendirian. Ibu benar-benar tidak bertanggung jawab.” “Ibu–” “Ibu minta maaf atas kegagalan Ibu yang menyebabkan kamu menjadi seperti sekarang ini, Alisha.” Kali ini giliran Ibu yang menitikkan air mata. Ia mengusap wajah Alisha dengan lembut dan membantunya berdiri dengan tegap. Ibu merapikan sisi rambut Alisha yang tersemat bunga mawar lalu menangkup wajahnya. “Maafkan Ibu, Alisha. Waktu kita hanya sebentar, tapi masih ada satu hal terakhir yang ingin Ibu katakan padamu.” Ibu memeluk Alisha, pelukan yang selalu membuat Alisha merasa aman dan nyaman. “Alisha, putriku yang tercinta. Bertahanlah. Tetap tersenyum dan cari warna kebahagiaanmu sendiri. Seperti pelangi, warna itu akan datang setelah kamu berhasil melalui cobaan yang menyakitkan. Bertahanlah sampai saat itu.” Pelukan Ibu terasa longgar dan refleksinya perlahan memudar. Alisha berusaha menggapainya, tetapi usaha itu sia-sia. “Ibu, Ibu! Tunggu Alisha, Bu. Ibu!!” ---***--“Alisha … Alisha, bangun!” Alisha menjengit terkejut dan langsung
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
membuka matanya. Seperti déjà vu, ia menatap lurus ke arah sang guru yang mengapitkan buku pelajaran agama Buddha. Pada sampul buku tersebut, terdapat gambar bendera yang dikenal sebagai Bendera Buddhis Internasional. “Alisha, kamu belum mau pulang?” Alisha tidak langsung menjawab. Ia menoleh ke sekeliling ruangan dan mendapati dirinya masih berada di dalam kelas. Langit sudah berubah warna menjadi jingga, menandakan waktu telah berlalu cukup lama sejak ia tertidur. Mimpi? “Alisha?” “Maaf, tadi Ibu bilang apa?” “Kamu belum mau pulang? Sekarang sudah jam berapa …” Alisha menoleh ke arah langit. Warna jingga itulah yang kembali menyapa mata Alisha. Warna yang hangat, warna yang seolah memanaskan sesuatu di dalam dirinya, persis seperti pelukan Ibu. Alisha merengkuh kehangatan itu dan tersenyum. “Maaf sudah merepotkan Ibu, aku akan pulang sekarang.” “Baiklah, sampai jumpa besok.” “Sampai jumpa besok, Bu.” (SAL/DAV)
Oleh Shania Valencia Malson - FIB 2020
Hidup adalah sebuah kanvas, dan kaulah pemegang kuasnya. Setiap orang adalah seorang seniman yang memiliki kendali penuh atas apa yang ingin ditorehkan dalam kanvasnya. Namun, sebelum itu, dibutuhkan sebuah sarana untuk mencampurkan warna-warna. Sarana tersebut adalah sebuah palet dan yang di dalam konteks ini adalah “palet kehidupan”.
PARASPECTIVE
Kisah tentang Palet Mereka
Palet kehidupan milik setiap orang itu berbeda-beda. Ada yang mengisinya dengan warna yang terang, dan ada yang mengisinya dengan warna lain. Ada yang dibiarkan sedemikian rupa, ada juga yang dicampurkan hingga memenuhi selera. Ada yang setiap warnanya disusun sesuai tua atau mudanya warna, dan ada juga yang memilih untuk tidak diurutkan. Cara setiap orang menyusun palet kehidupan mereka merupakan sesuatu yang unik, karena satu individu selalu memiliki perspektifnya masingmasing. Bagaimana caramu dan teman terdekatmu melihat sebuah warna pun bisa berbeda. Ini semua wajar, karena manusia itu unik. Pada kesempatan ini, PARAMI TA KMBUI X X I X mengajak anggota KMBUI untuk memberikan perspektifnya terhadap palet kehidupan mereka. Lantas, apa kata mereka?
Apa itu ‘palet hidup’ menurutmu? Putri Aprilia (FT 2020) Palet hidup menurutku adalah life purpose -ku sendiri. Warnawarnanya merepresentasikan kumpulan pengalaman hidupku selama ini, di mana ada life values di setiap pengalaman tersebut.
Ericson (FT 2019) Aku mulai mencoba menggunakan palet yang ada untuk melukis tujuan yang lebih besar.
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
93
PARASPECTIVE
Warna-warnamu cenderung cerah atau gelap? Kenzie Kyle A. (Fasil kom 2020) Palet hidupku didominasi oleh warna gelap untuk saat ini. Aku merasa hidupku sekarang agak kurang mengasyikkan karena berbagai faktor, seper ti pandemi yang mengakibatkan pembelajaran jarak jauh, selalu stay at home, merasa diri sendiri belum memiliki gambaran kedepannya setelah lulus, kurangnya teman fakultas sehingga agak sulit survive di fakultas, banyak pikiran, sering menjadi deadliner , dan masih banyak lagi.
Putri Aprilia (FT 2020) Paletku didominasi oleh warna-warna yang gelap. Di mana warna gelap itu sebagai representatif ke pengalaman yang kurang mengenakkan.
Arya Permadi K (FT 2018) Hidupku didominasi oleh warna-warna yang sangat cerah. Terdapat banyak hal-hal baru yang aku temukan dalam hidup ini, dan banyak pengalaman baru ser ta cerita-cerita seru yang dapat aku petik dalam hidup. Aku juga banyak sekali ber temu dengan orang-orang yang mempunyai berbagai karakter, pendapat, dan keahlian yang dimiliki mereka masing-masing. Mereka yang aku temui adalah orang-orang yang memberikan warna baru dalam kehidupanku.
94
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
Frodewald Grimber t (FIB 2020) Tentu pencampuran warnaku belum bagus, masih acak adul. Ini terjadi karena aku masih mencoba-coba dalam mencampur warna hidupku; mencari warna yang benar-benar aku suka untuk menjadi warna utama pada ‘kanvas’ kehidupanku seterusnya. Untuk mencari ‘warna’ utama tersebut, aku masih bereksperimen dengan warnawarna yang ada dengan mencari pengalaman.
PARASPECTIVE
Warnamu tercampur dengan baik atau tercampur tidak tentu arah?
Ericson (FT 2019) Menurutku, warna yang kumiliki belum tercampur dengan baik, masih perlu belajar lagi untuk mencampur warna cerah dan gelapnya. Terkadang aku terlena dengan warna cerah sehingga yang warna gelapnya malah menumpuk banyak. Saat warna cerah habis dipakai, terpaksa warna gelap dengan waktu yang lama harus dipakai.
Putri Aprilia (FT 2020) Aku sendiri sedang dalam proses menjadikan warna-warna di palet hidupku lebih harmonis. Caranya dengan memulai pengalaman baru yang sesuai dengan life purpose yang aku inginkan. Karena ada pengalaman yang mungkin kurang aku suka, aku harus menggunakan pengalaman itu sebagai pelajaran lagi kedepannya. Sampai akhirnya warna-warna itu menjadi warna yang aku mau dan sejalan dengan palet hidup yang aku inginkan.
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
95
PARASPECTIVE
Bagaimana caramu membuat palet hidupmu tersusun dengan baik? Arya Permadi K (FT 2018) Kita harus bisa memilih warna apa yang akan kita lukiskan dalam kehidupan ini. Ketika warna tersebut tidak sesuai dengan keinginan kita, ada baiknya kita tidak melukiskan warna tersebut di dalam hidup ini. Warna yang kita lukiskan seharusnya adalah warna yang akan saling melengkapi keindahan warna-warna lainnya sehingga kita akan memaknai kehidupan ini dengan lebih baik dan kita akan berbahagia. Kita juga harus mengendalikan pikiran dan berpandangan terbuka, sehingga kita bisa mengontrol warna-warna yang telah dipilih.
Apa yang akan kamu lakukan untuk memperbaiki paletmu? Ericson (FT 2019) Rencana kedepannya, aku akan merancang warna apa yang aku perlukan untuk melukis tujuan yang besar sehingga warna tersebut akhirnya menghasil kan lukisan yang bagus. Bukan hanya warna cerah seper ti ker tas kosong atau gelap semua.
Frodewald Grimber t (FIB 2020) Dalam proses ini, pasti aku akan terus menemukan warna yang kurang aku suka (kegagalan) dan harus mengulang dari awal. Tapi , aku tidak menyesal karena warna-warna tersebut nanti bisa menjadi warnawarna pendamping warna utamaku. Untungnya, aku juga menikmati proses ‘percobaan’ ini dan aku yakin, jika aku terus mencoba mencampur warna-warnaku, suatu saat aku akan menemukan ‘warna’ tersebut.
(SHN/YIU) 96
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
No
Keterangan
LAPORAN
PEMASUKAN Jumlah
1
Kas KMBUI
Rp4.505. 320
2
Donasi
Rp6.435.028
3
Sponsor
Rp9.800.000
Total Rp20.740.34 8
PENGELUARAN No
Keterangan
Harga Satuan
Jumlah
Total
SPONSORSHIP 1.
Percetakan propos al
Rp130.428
1 buah
Rp130.428
2.
Pembelian paket telepon
Rp113.500
2 bulan
Rp227.000
Rp30.7 70
26 orang
Rp800.000
REWARD 1.
Freelance, staf, dan kontributor
2.
Kontributor rubrik khusus (paraprofile)
Rp100.000
1 orang
Rp100.000
3.
Pemenang PARAGAMES
Rp100.000
1 orang
Rp100.000
SOUVENIR PEMBAC A 1.
Stiker PARAMITA
Rp240
200 buah
Rp48.000
2.
Pulpen PARAMITA
Rp2 .000
200 buah
Rp400.000
PENGEMASAN 1.
Kardus
Rp2 .500
2 buah
Rp5 .000
2.
Lakban atau solatip
Rp10.120
1 buah
Rp10.120
3.
Plastik polymailer
Rp269
200 buah
Rp5 3.800
4. Amplop Coklat F4
Rp600
200 buah
Rp120.000
5 . Label alamat penerima
Rp230
200 buah
Rp46 .000
PENERBITAN DAN DISTRIBUSI MA JALAH 1.
Percetakan majalah
Rp68.500
200 buah
Rp.13.700.000
2.
Ongkos pengiriman buku
Rp25 .000
200 buah
Rp5 .000.000
Total Rp20.740.348 PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
97
ANUMODANA
Terima Kasih
kepada para kontributor dan donatur PARAMITA edisi ke-55 Novita Pundarika
Anonim
Anonim
Anonim
Keluarga Besar KMBUI
Anonim
Novilya Sutantyo
Anonim
Anonim
Anonim
Anonim
Anonim
Anonim
Anonim
Anonim
Anonim
William
Anonim
Tommy Deny Gunawan Anonim Anonim Anonim Anonim Anonim
98
PARAMITA 55
PALETTE OF LIFE
“ Live with no
sense of “mine”, not forming an attachment to experiences. -The Buddha ( S u t t a N i p a t a )“
PALETTE OF LIFE
PARAMITA 55
99