Skip to main content

BULETIN PARAMITA 56

Page 1

Tim Buletin PARAMITA 56 Pembimbing Ronald Gra nt

Pemimpin Re daksi Jaysen Eka juve Thia di Yiu Cen

Artikel dan Jurnalistik Koordinator Bidang Jaysen Eka juve Thia di

Staff

Felicia Helena Wi jaya nti Natha nawa n Tepsuwa n Sha ron Felicia Davidson

Desain dan Tata Letak Koordinator Bidang Yiu Cen

Staff

Vin cent

M arketing Koordinator Bidang Yiu Cen

Staff

Juni F.O.W.

Fre elance

Sha nia Valen cia Malson Helen

Penerbit

KMB UI Trom pol Pos 909, Ka m pus UI Depok 16424

paramitamagazine@gmail.com @paramita.kmbui issuu.com/paramitamagazinekmbui


DAFTAR ISI EDITORIAL Tim Buletin PARAMITA 56.....................................................2

KMBUI INSIDE Makrab: De’Family 21...........................................................4 SIWALI: Sharing with Alumni 2021.................................6 KPO: Kaderisasi Pemantapan Organisasi 2021......8 Magha Puja: Magha Puja 2021.........................................11

PARADHAMMA How Fortunate is It on Being A Buddhist?.................17


KMBUI INSIDE 4

De’Family 2021 Oleh Khimi Aurelia Halim-FEB 2021

“New World, New Family” terlintas di pikiranku saat masuk Universitas Indonesia, tempat kita semua mendapatkan keluarga baru saat memulai perjalanan baru. Setelah aku berpikir cara untuk bisa lebih dekat dengan anggota keluarga baru di Universitas Indonesia, ternyata Proyek Angkatan KMBUI 2021 bisa dijadikan sebagai tempat aku bisa mengenal dan membuat suatu acara kekeluargaan bersama dengan mahasiswa KMBUI angkatan 2021 dengan nama De’Family. De’Family menjadi tempat aku bisa mengenal teman-teman KMBUI angkatan 2021 sekaligus menguji kemampuan kepemimpinanku sebagai Ketua Pelaksana dari Proyek Angkatan KMBUI 2021. Sebelum resmi menjadi Ketua Pelaksana, ada banyak ide dan inovasi yang harus diciptakan. Pada awalnya, inovasi yang kuciptakan masih kurang matang. Namun, setelah mendapat kritik dan saran, aku sudah dapat meyakinkan diri sendiri bahwa acara yang aku buat bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Kepanitiaan De’Family hanya berjalan sekitar 5-6 minggu setelah aku resmi menjadi Ketua Pelaksana. Meskipun hanya berlangsung kurang dari dua bulan, kekeluargaan yang aku rasakan PARAMITA 56 BULETIN

sangatlah kuat dan membuatku bisa mengayomi seluruh panitia De’Family. Kepanitiaan dimulai dari rapat pertama bersama Pengurus Inti, dilanjutkan dengan merekrut Penanggung Jawab, Wakil Penanggung Jawab, dan staf, mempersiapkan acara, rapat bersama, rapat divisi, geladi kotor dan gladi bersih, hingga hari-H pelaksanaan acara. Aku merasa semangat mahasiswa KMBUI angkatan 2021 untuk berpartisipasi mempersiapkan acara De’Family ini sangatlah tinggi. Tentunya, aku, Pengurus Inti, dan panitia lainnya masih mengalami kesalahpahaman dan perbedaan pendapat, atau lainnya dalam melaksanakan acara De’Family ini. Akan tetapi, hal tersebut kami ambil sebagai pengalaman dan pelajaran untuk ke depannya. Dengan persiapan yang baik, seluruh panitia De’Family 2021 dapat melaksanakan acara pada tanggal 10-12 Desember 2021 dengan baik. Acara dibuka dengan motivasi dan dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ketua Pelaksana Proyek Angkatan KMBUI 2021, Ketua Umum XXIX, dan Ketua Umum XXX. Setelah itu, ada mini games bernama ‘Who Am I’ dan sesi Team Launching.


BULETIN PARAMITA 56

KMBUI INSIDE

Setelah acara hari pertama selesai, seluruh panitia langsung gladi bersih untuk acara hari ke-2. Keesokan harinya, acara dimulai dengan sesi KMBUI Briefing yang diisi oleh Ketua Umum XXX dan dilanjutkan dengan games Gartic Phone, Codenames, dan De’Family 100. Hari ke-2 juga berjalan dengan cukup lancar dan pada malam harinya seluruh panitia melaksanakan gladi bersih terakhir sebelum acara puncak. Pada hari ke-3, acara berlangsung dengan meriah. Ada banyak kegiatan yang dilaksanakan, seperti sesi ‘Tell Me About You’, games utama ‘Be A Detective’, sesi persembahan angkatan, undian beserta kesan pesan, dan penutupan. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan seru dan aku sebagai Ketua Pelaksana sangat bangga dengan seluruh panitia De’Family 2021 karena sudah mempersiapkan seluruh rangkaian acara dengan sangat baik. Partisipan pun juga aktif dan mengikuti seluruh rangkaian acara dengan baik dan antusias. Segala hal yang dimulai pasti akan berakhir dengan perpisahan. Tak terasa waktu berjalan dengan cepat dan akhir kepanitiaan telah sampai. Pengurus Inti, Penanggung Jawab, dan Wakil Penanggung Jawab harus menyelesaikan tugas terakhir kepanitiaan ini. Meskipun aku sedih kepanitiaan ini telah berakhir, aku masih merasakan keakraban antara sesama anggota kepanitiaan. Aku ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia De’Family 2021 yang aku sayangi karena telah ingin bekerja bersama untuk mempersiapkan dan melaksanakan acara ini dengan baik. Aku juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh partisipan yang telah mengikuti acara De’Family 2021. Semoga dari acara De’Family 2021 ini, kita dapat mengenal teman-teman baru di KMBUI dan acara yang dilaksanakan dapat bermanfaat untuk kita semuanya. (NAT/SHN)

5


KMBUI INSIDE

Sharing with Alumni (SIWALI) 2021

Oleh: Vincent Senjaya (FT 2020) Sharing With Alumni (SIWALI) merupakan program kerja Departemen Hubungan Alumni Lintas Organisasi (HALO) Keluarga Mahasiswa Buddhis Universitas Indonesia (KMBUI), yang diselenggarakan sebagai wadah bagi anggota KMBUI, alumni KMBUI, serta organisasi-organisasi dalam lingkup UI untuk saling mengenal serta berbagi pengalaman dan pengetahuan. SIWALI diharapkan dapat memberikan pandangan baru yang membangun motivasi untuk semakin mengembangkan kemampuan individu masing-masing yang tetap sejalan dengan nilai-nilai Buddhisme dan KMBUI XXIX. Sharing With Alumni (SIWALI) pada periode KMBUI XXIX membawakan tema “Sailing Towards a Better Future”. Tema ini diangkat karena kami percaya bahwa setiap dari kita tentu ingin mencapai kesuksesan sesuai dengan definisi diri kita masingmasing. Mungkin banyak dari kita yang saat ini sudah memulai ‘pelayaran’ menuju kesuksesan tersebut, namun sering kali kita merasa terombangambing tanpa arah dan tujuan yang jelas. Oleh karena itu, SIWALI hadir untuk menjadi ‘kompas’ bagi para peserta. Melalui SIWALI, alumni KMBUI yang sudah mendalami bidangnya akan membantu peserta dalam menambah dan memperluas pandangan terkait makna kesuksesan yang ingin diraih. Melihat kondisi pandemi saat itu, SIWALI 2021 diadakan secara daring sama seperti tahun sebelumnya. Namun, hal ini tidak semerta-merta membebani para panitia, melainkan memberikan keuntungan jika ditinjau dari sisi lain. Dengan sistem daring, kami dapat mengundang berbagai alumni KMBUI yang pernah atau sedang bekerja dari berbagai daerah, misalnya Seoul, Tel Aviv, Copenhagen, dan lain-lain. Secara umum, SIWALI dibagi menjadi 2 rangkaian acara, yaitu sesi webinar yang diadakan pada 6 November 2021 dan sesi mentoring yang diadakan pada 7 November 2021. Sesi webinar ditujukan untuk memberikan gambaran umum kepada para peserta SIWALI mengenai manajemen waktu dan kesempatan yang dimiliki, baik pada masa kuliah maupun pascasarjana. Sesi ini diselenggarakan pada Zoom Meeting sebagai platform utama dan YouTube sebagai platform alternatif dengan mengundang Ko Stephen Roy Imantaka (FT 2006) yang membawakan topik “From good to great: Accelerating Your Personal and Professional Growth Amidst the Highly Performing Environment”, Ko Andersen Yunan (FT 2014) yang membawakan topik “Discovering the Strategy of Having Purposeful Years During College and Early Year of Career”, serta Ko Andrew Prasettya Japri (FKM 2016) sebagai moderator. Pada sesi mentoring, para peserta diharapkan dapat mendapatkan gambaran yang lebih spesifik mengenai career path yang dapat ditempuh.. Sesi mentoring bersifat interaktif dan dua arah serta melibatkan 18 alumni KMBUI dari berbagai bidang. Mentor-mentor yang mengisi 6

PARAMITA 56 BULETIN


KMBUI INSIDE

sesi mentoring SIWALI, antara lain: • Ko Riswanto (FF 2003 – Pharma & Biotech – Global Business Development Sr.Manager at Bukwang Pharmaceutical) • Ci Tiffany Patra (FT 2009 – Study Abroad – PhD Candidate, Department of Food Science, University of Copenhagen) • Ko David Alwi (FT 2015 – Consulting –Management Consultant at YCP Solidance) • Ko Berry Elen (FT 2010 – Study Abroad –Business Development, Supply Chain Projects at Shopee) • Ci Fenny Kamadi (FKG 2012 – Dentistry –Dentist at South Dental Clinic & Damessa Dental Clinic) • Ko Robby Hertanto (FK 2013 – Healthcare – Medical Officer at GSI Lab & PCR Lab Advisor at Medika Plaza) • Ci Diana Wirawan (FPsi 2009 – Psychology – Recruitment & Organization Development at PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.) • Ko Calfin Murrin (FISIP 2012 – International Relation – Operations Excellence Manager at SayurBox) • Ko Andrew Prasettya Japri (FKM 2016 – Public Health – Technical Consultant at World Health Organization (WHO) • Ko Frengki Chua (FEB 2015 – Start Up – Business Development Project at Global E-Commerce Company) • Ko Hokki Sintaro (FT 2015 – Start Up – Budgeting and Planning at Global E-Commerce Company) • Ko Andry Wang (FEB 2014 – Finance & Banking – Mid-mile Pre-Shipment at Kargo Technologies) • Ko Andrew Prasthio (FT 2008 – Engineering – Country Operations Manager at Weatherford) • Ci Ferlita Feliana (FT 2015 – FMCG –Assistant Product Manager at Wings Group Indonesia) • Ko Felix Pratama (FT 2015 – FMCG – Senior Logistic Excellence at Wings Group Indonesia) • Ko Antonio Kevin (FMIPA 2014 – Data – Data Analyst at Pegipegi) • Ko Windi Chandra (Fasilkom 2016 – Information Technology – Software Engineer at Garena) • Ko Ricky Chandra (Fasilkom 2016 – Information Technology – Software Engineer at GudangAda) Setelah semua rangkaian acara webinar dan mentoring berjalan lancar , kami mendapatkan berbagai respon positif dari para peserta ataupun alumni yang telah berpartisipasi, baik yang mengikuti dari hari pertama hingga hari kedua maupun yang hanya mengikuti pada satu hari. Selain peserta, panitia juga turut mendapatkan pengalaman yang bermanfaat dan bermakna. Akhir kata, saya mewakili pengurus HALO KMBUI XXIX ingin berterima kasih kepada alumni yang dengan sepenuh hati meluangkan waktu dan membagikan ilmunya yang berharga kepada para peserta. Keberhasilan acara SIWALI tahun ini tentunya tidak lepas dari partisipasi alumni yang dengan senang hati bersedia mengambil kesempatan ini. Kami juga ingin berterima kasih kepada para peserta yang berperan aktif dan antusias pada setiap rangkaian acara. Semoga kita semua mendapatkan pengetahuan dan persepektif baru melalui rangkaian acara SIWALI. Kami berharap setelah mengikuti SIWALI, para peserta mendapatkan informasi yang akan membantu ‘pelayaran’ menuju kesuksesan yang diinginkan. Terima kasih untuk semuanya dan jangan lupa untuk mengikuti SIWALI 2022, yang tentunya tidak akan kalah seru dari tahuntahun sebelumnya. (HEL/NAT) BULETIN PARAMITA 56

7


KMBUI INSIDE

Kaderisasi Pemantapan Organisasi (KPO) Oleh: Herbert Thiery Tjong - FT - 2020 Nadya Fortunata - FPsi - 2021

Pada tanggal 23 – 24 April 2022, telah dilaksanakan kegiatan Kaderisasi Pemantapan Organisasi (KPO), salah satu program kerja rutin tahunan oleh Departemen Research and Development (RnD). Kegiatan KPO bertujuan untuk membangun sinergi antarpengurus KMBUI XXX, sekaligus melatih kemampuan problem solving dan memantapkan persiapan para pengurus untuk menjalankan organisasi 8

PARAMITA 56 BULETIN

KMBUI ke depannya. Tahun ini, KPO mengambil topik “Growth Mentality” dan tema “Writers Convention 2022: Write Your Own Story”. Sayangnya, dalam keadaan pandemi saat ini, KPO 2022 harus dilaksanakan secara online melalui platform Zoom Meeting. Meski begitu, hal itu tidak mengurangi keseruannya. Kegiatan KPO 2022 dibagi menjadi dua hari dengan rangkaian acara yang berbeda. Pada hari pertama, kegiatan KPO 2022 diisi


BULETIN PARAMITA 56

KMBUI INSIDE

dengan sesi workshop oleh pembicara, Evelyn (FT18), untuk memberikan wawasan baru, terutama mengenai problem solving kepada para pengurus. Sesi workshop dengan subtopik “Problem Solving Model” itu bersifat interaktif, yang berarti pembicara dan para partisipan dapat dengan santai melakukan tanya-jawab mengenai topik. Tidak hanya itu, sesi workshop hari pertama KPO 2022 dilengkapi dengan study case yang membantu para partisipan untuk mempraktikkan langsung materi yang telah dipaparkan oleh pembicara. Hari pertama KPO 2022 diakhiri dengan perasaan menyenangkan, serta pengisian jamboard oleh partisipan mengenai kesanpesan mereka atas hari pertama KPO 2022, dan tentunya dokumentasi. Kemudian, pada hari kedua, kegiatan KPO 2022 diisi dengan berbagai permainan untuk mengasah kekompakan dan kerja sama para pengurus. Diawali dengan kata sambutan dari BPL Departemen RnD dan Ketua Umum KMBUI XXX, para partisipan kemudian diarahkan untuk masuk ke dalam breakout room Zoom sesuai kelompok mereka masing-masing yang telah diumumkan sebelum kegiatan dimulai. Para partisipan diberikan tugas untuk mengumpulkan poin yang dapat mereka gunakan untuk mempermudah permainan final mereka. Departemen RnD telah menyiapkan tiga permainan mini yang akan dimainkan dalam breakout room Zoom yang ketiganya juga bertujuan membantu para partisipan menerapkan hal yang telah mereka pelajari pada hari sebelumnya. Permainan pertama, “The Songs Are Ending”, adalah permainan yang mengajak para partisipan untuk menebak judul lagu dari beberapa detik terakhir sebuah lagu. Dilanjutkan dengan permainan kedua, “Unscramble Jeopardy”, yaitu permainan yang meminta para partisipan bekerja sama untuk menyelesaikan anagram. Kemudian, sesi mini games diakhiri dengan permainan One Sentence Storyboard yang memberikan kesempatan bagi para partisipan untuk bermain tebak gambar bersama. Setelah sesi breakout room selesai, seluruh partisipan kembali berkumpul di main room Zoom untuk bersama-sama memainkan 9


KMBUI INSIDE INSIDE KMBUI

permainan final “Write Your Own Story”. Dalam permainan akhir ini, para partisipan diminta untuk bermain sambung cerita secara massal dengan awalan cerita “Tim (nama orang)” dan akhir cerita “menemukan harta karun”. Para partisipan harus bekerja sama untuk membuat cerita yang selesai dalam waktu 45 menit. Para partisipan berhasil menyelesaikan misi terakhir dan menyelesaikan cerita bersama, menunjukkan kekompakan dan kreativitas seluruh partisipan. Permainan “Write Your Own Story” sengaja disiapkan Departemen RnD untuk mendorong para partisipan agar berani melangkah dan mengambil risiko, serta mengingatkan mereka bahwa tidak apa-apa untuk meminta bantuan orang lain ketika menghadapi kesulitan. Pada hari kedua KPO 2022, diumumkan juga MVP Partisipan dan MVP Kelompok dalam rangkaian kegiatan KPO 2022. MVP Partisipan diraih oleh Valencia Astono (FPsi 21), staf dari Departemen Finance KMBUI XXX. Kemudian, MVP Kelompok diraih oleh kelompok 6 dalam KPO 2022. Sebuah hal yang mengharukan terjadi ketika kedua MVP KPO 2022 menyatakan bahwa mereka memutuskan untuk mendonasikan hadiah MVP mereka kembali pada proker-proker KMBUI lainnya. Sama halnya dengan hari pertama, kegiatan KPO 2022 hari kedua diakhiri dengan sesi kesan-pesan dan pengisian jamboard bersama, serta dokumentasi kegiatan. Panitia KPO 2022 dengan tema “Writers Convention 2022: Write Your Own Story”, khususnya seluruh Departemen RnD, ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pengurus yang telah menyempatkan waktu mereka untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan KPO 2022 dan turut memeriahkan suasana. Tanpa partisipasi aktif para partisipan, tentunya kegiatan KPO 2022 tidak dapat terlaksana dengan sukses. Departemen RnD juga berharap kegiatan KPO 2022 dapat bermanfaat besar bagi perkembangan kemampuan berorganisasi dan peningkatan keakraban antara para pengurus KMBUI XXX. (JAY/SHA)

10

PARAMITA 56 BULETIN


KMBUI INSIDE

Magha Puja KMBUI 2022: Mencari Makna dalam Dhamma Oleh: Mevi Indriyani (FIB 2020)

Pada tanggal 18 Februari 2022, KMBUI memperingati Magha Puja 2565 BE bersama Y.M Bhikkhu Dhammiko Mahatera dengan tema “Mencari Makna Dalam Dhamma” yang dibuka dengan sebuah kutipan, “Tidak melakukan kejahatan, menambah kebajikan, bersihkan batin dan pikiran, inilah ajaran semua Buddha.” Magha Puja terkenal dengan peristiwa Caturranggasannipata, yang berarti pertemuan besar para Arahat yang diberkahi dengan 4 faktor sebagai berikut. 1. Berkumpulnya 1250 bhikkhu tanpa diundang, 2.Mereka semuanya telah mencapai tingkat kesucian Arahat, 3.Mereka semua memiliki enam abinna, dan 4.Mereka semua ditasbihkan oleh Sang Buddha dengan Ucapan BULETIN PARAMITA 56

11


KMBUI INSIDE

“Ehi Bhikkhu”. Apamada Sutta, Angutara Nikaya 4 mengenai 4 kesempatan ketika ketekunan harus dipraktikkan, yakni 1) tinggalkanlah perbuatan buruk melalui jasmani, kembangkanlah perbuatan baik melalui jasmani; 2) tinggalkanlah perbuatan buruk melalui ucapan, kembangkanlah perbuatan baik melalui ucapan; 3) tinggalkanlah perbuatan buruk melalui pikiran, kembangkanlah perbuatan baik melalui pikiran; 4) tinggalkanlah pandangan salah, kembangkanlah pandangan benar dengan uraian sebagai berikut. Tinggalkanlah perbuatan buruk melalui jasmani, perbuatan yang biasa kita lakukan melalui jasmani seperti membunuh, mencuri, dan berzina. Kembangkanlah perbuatan baik melalui jasmani, menghindari pembunuhan, menghindari mencuri, dan setia pada pasangan. Cara untuk menghindari pembunuhan adalah dengan mengembangkan MettaKaruna. Karaniya Metta Sutta menjelaskan objek 12

PARAMITA 56 BULETIN

pengembangan Metta, yaitu makhluk apa pun baik itu yang panjang, yang pendek, yang besar, yang kecil, yang gemuk, yang kurus, yang terlihat, yang tidak terlihat, yang lahir, maupun yang akan lahir, kita selalu mengharapkan semua makhluk berbahagia. Sering kita lihat bahwa implementasi metta-karuna di vihara-vihara atau komunitas biasanya berupa melakukan pelepasan makhluk ke alam bebas. Namun, jangan lupa bahwa masih banyak di sekitar kita yang membutuhkan kepedulian kita, misalnya mereka yang membutuhkan bantuan nasi bungkus Ucapan dibagi menjadi empat, yaitu tidak berbohong, tidak berkata kasar, tidak provokatif, dan tidak omong kosong.Tidak berbohong sering kali kita dengar karena sudah tercantum dalam Pancasila Buddhis yang disebut sebagai Musavada, tetapi empat hal ini merupakan satu kesatuan yang utuh. Dalam hal ini, kita mengusahakan untuk tidak berbohong, tidak berkata kasar, tidak provokatif, dan tidak omong kosong. Terlebih saat ini, hidup kita tidak


harus penuh kehati-hatian dengan menyaring setiap informasi yang masuk dengan teliti. Jangan dengan mudah menyebarkan informasi yang kita terima. Ini adalah bentuk latihan dari yang diajarkan oleh sang Buddha, yaitu tinggalkanlah perbuatan tidak baik melalui ucapan, kembangkanlah perbuatan baik melalui ucapan. Dalam pikiran terdapat tiga hal, yaitu tidak serakah, tidak

BULETIN PARAMITA 56

KMBUI INSIDE

terlepas dari media sosial yang mewajibkan kita untuk lebih berhati-hati saat memperoleh informasi yang belum diketahui kebenarannya. Sebarkanlah berita yang informatif, yang memang perlu diketahui oleh banyak orang dan bermanfaat serta tidak menimbulkan ketakutan. Dua tahun lagi akan diadakan pemilu dan beritaberita yang belum diketahui kebenarannya akan sering beredar. Oleh karena itu, kita

13


KMBUI INSIDE 14

kejam dan tidak berpandangan salah serta berpandangan benar. Terkadang dalam pikiran kita, muncul pikiran keserakahan seperti ingin mendapatkan nilai yang lebih. Salah satu contohnya adalah keinginan untuk mendapatkan nilai yang baik, tetapi tidak belajar dan bahkan menyontek. Belum lagi ketika hal tersebut disertai dengan kekejaman, misalnya berbuat curang kepada teman atau saling menjatuhkan satu sama lain. Sekiranya, hal ini perlu dihindari dan ditinggalkan. Tugas mahasiswa adalah belajar. Nilai bagus bukanlah didapat dari cara-cara yang rendah. Misalnya, membakar kertas pelajaran, kemudian diminum. Hal tersebut termasuk dalam pandangan salah. Pandangan yang keliru juga sering terjadi di dalam masyarakat. Salah satu contohnya adalah kekayaan datang melalui perjanjian dengan makhluk-makhluk Asura-Peta. Dalam bahasa gaulnya, menggunakan MoU ke gunung atau tempat tertentu. Hal yang tepat seharusnya adalah berupaya dengan benar, seperti bekerja dan berdagang dengan mata pencaharian yang benar. Orang-orang yang melakukan apa yang benar, dianjurkan sang Buddha untuk tidak takut akan kematian karena tidak lagi memiliki kecemasan. Kesi Sutta, Anggutara Nikaya 4 Buddha memiliki banyak murid yang sudah mencapai Arahat. Dapat kita katakan bahwa mereka tidak lagi memerlukan perhatian khusus karena tujuan kehidupannya telah direalisasikan untuk menjadi pertapa. Meskipun demikian, masih banyak murid Buddha yang belum mencapai Arahat, hal ini yang perlu banyak mendapatkan perhatian. Dalam Kesi Sutta ini menceritakan bahwa seorang penjinak kuda bernama Kesi. Jika kita telaah, setiap nama Sutta diambil dari nama orang atau nama tempat Sutta tersebut dibabarkan. Sebagai contoh, Sigalovada Sutta dari nama Sigala. Kemudian, Catuma Sutta diambil dari nama desa tempat Sutta ini dibabarkan. Dalam Sutta ini, Buddha bertanya pada Kesi, “Bagaimana cara menjinakkan kuda?” Kesi menjawab bahwa ia menjinakkan kuda dengan empat cara, yaitu dengan cara lembut, cara keras, PARAMITA 56 BULETIN


motivasi, ada perbuatan baik dan akibatnya sebagai buah dari perbuatan kita yang dapat terlihat secara langsung. Dalam konteks ini, tidak ada kata sia-sia, tidak sesuatu yang kosong, tidak sesuatu yang hampa, tidak sesuatu yang tanpa ada akibatnya. Cara Keras. Jika murid-murid sulit diarahkan, pengajaran harus lebih ditegaskan. Mengajarkan perbuatan jahat melalui jasmani, ucapan dan pikiran, serta akibatnya. Demikianlah alam neraka, demikianlah alam peta, demikianlah alam binatang. Hal ini menunjukkan efek negatif dari perbuatan yang dilakukan. Sebagai bentuk pengajaran, seseorang yang diberikan pengajaran, menjadi sadar bahwa jika melakukan perbuatan jahat ini, maka ada akibat buruk yang akan menanti. Cara Lembut dan Keras menunjukkan kedua hal sebelumnya. Motivasinya bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran agar dapat dituntun ke dalam hal-hal yang bermanfaat. Jika setelah ia diajar dengan cara lembut, cara keras, serta BULETIN PARAMITA 56

KMBUI INSIDE

cara lembut dan keras, serta dengan cara membunuhnya agar tidak membuat guru dan teman-temannya malu. Jika tidak berhasil dengan cara lembut, cara keras, cara lembut dan keras, maka Kesi akan menyembelih kuda tersebut. Karena jika tidak dengan menyembelihnya, maka ia akan dianggap tidak cakap dalam menjinakkan kuda. Buddha juga menjawab yang serupa dengan Kesi. Membunuh yang dimaksud memiliki pengertian lain, Buddha menguraikannya demikian. Cara lembut. Beliau mengajarkan kepada orang tersebut, demikianlah perbuatan baik melalui jasmani, ucapan dan pikiran ataupun buahnya. Demikianlah alam para dewa, demikianlah alam manusia. Secara sederhana, hal tersebut menunjukkan akibatakibat yang baik dari sebuah perbuatan yang baik. Sebagai

15


KMBUI INSIDE

cara lembut dan keras, tetapi masih tidak mau menjalankan yang baik atau menghindari yang buruk. Maka, ia dapat dihukum dengan tidak diajar dan tidak diajak bicara atau dikenal dengan hukum Brahma. Hukum tersebut adalah hukum yang super keras. Dalam arti, orang tersebut memang tidak bisa diberikan pelajaran dan tidak mau belajar. Dengan demikian, esensi hidup kita sebagai umat Buddha adalah dengan merealisasikan makna Dhamma. Marilah kita mencari makna Dhamma untuk tujuan hidup kita.

(FEL/HEL)

16

PARAMITA 56 BULETIN


PARADHAMMA

How Fortunate is It on Being A Buddhist?

Oleh: Venessa Chai – FKUI 2019

Pernahkah Anda merasa beruntung terlahir sebagai seorang Buddhis? Lantas, bagaimana cara kita mengoptimalkan hidup yang singkat ini? Apakah ada cara mengontrol diri menuju kesuksesan menurut pandangan Buddha? Lahir sebagai manusia tidaklah mudah, apalagi bisa menjalaninya dengan baik dan bertemu dengan ajaran yang benar. Dalam agama Buddha, kelahiran sebagai manusia diibaratkan sebagai kura-kura di dasar samudra yang muncul ke permukaan setiap 100 tahun sekali, dan kepalanya harus bisa masuk ke tengah lubang di sebuah kayu yang mengapung di samudra. Mereka yang berhasil terlahir sebagai manusia pun belum tentu dilahirkan sempurna. Terdapat 3 jenis manusia menurut patisandhi citta, yaitu ahetuka manussa, dvihetuka manussa, dan tihetuka manussa. Ahetuka manussa merupakan jenis manusia yang dilahirkan cacat sejak lahir, terdiri dari buta tuli, cacat penciuman, bisu, bodoh luar biasa, banci, berkelamin dua, tidak mempunyai kelamin, dan gagap. Dvihetuka manussa merupakan jenis manusia normal yang sulit memahami dan merealisasikan dhamma sehingga hidupnya sulit untuk berbahagia. Tihetuka manussa merupakan jenis manusia yang dilahirkan normal dan mudah memahami BULETIN PARAMITA 56

17


PARADHAMMA

serta merealisasikan dhamma sehingga hidupnya lebih bahagia. Jenis manusia yang manakah Anda? Setiap harinya kita akan pergi untuk bekerja atau bersekolah, kemudian bertemu dengan kesulitan, amarah, dan kesedihan. Ketika akhir pekan tiba, kita akan merasa senang karena dapat bersantai hingga bepergian. Siklus ini akan terus berulang tanpa henti hingga akhir hayat. Hidup hakikatnya adalah rangkaian dari melihat, mendengar, mencium, mengecap, meraba, dan berpikir yang silih berganti dan berkesinambungan sejak lahir hingga parinibbana. Lantas, apakah Anda sudah merasa bahagia dengan siklus hidup yang seperti ini? Untuk mencapai kebahagiaan, Anda perlu memiliki tujuan/arah hidup yang jelas. Dalam agama Buddha, kita semua pasti mengetahui bahwa tujuan akhir hidup adalah untuk mencapai Nibbana. Namun, tidak semua manusia dapat menjadi Bhikkhu. Manusia memiliki kewajiban untuk memberi makan keluarganya, bekerja mencari nafkah, menyembuhkan pasien, dan lain sebagainya. Oleh sebab itu, Sang Buddha sebenarnya tidak hanya mengajarkan kita untuk mencapai Nibbana, tetapi juga mengajarkan kita untuk memiliki cita-cita atau tujuan yang boleh diimpikan dan diraih. Lima cita-cita wajar tersebut yaitu, memiliki umur panjang, tubuh rupawan, kemasyuran, kebahagiaan, dan dilahirkan di surga. Kelima cita-cita ini akan menuntun manusia menuju sukses dan kebahagiaan. Dalam mengupayakan cita-cita dan menjalani kehidupan, tingkah laku manusia terbagi atas manussa niraya, manussa peta, manussa tiracchana, manussa manussa, dan manussa deva/brahma. Manussa niraya merupakan manusia yang pikirannya seperti makhluk neraka, selalu diliputi ketidaksenangan, kebencian, dan derita tanpa akhir. Manussa peta merupakan manusia yang selalu serakah seperti setan kelaparan. Manussa tiracchana merupakan manusia yang bertingkah laku seperti binatang, tidak dapat membedakan mana yang baik dan buruk. Manussa manussa merupakan manusia yang bertingkah laku layaknya manusia, menjalankan kehidupan sesuai moral dan tata tertib. Manussa deva merupakan manusia yang bertingkah laku mirip makhluk surgawi, yaitu sangat murah hati, sabar, berpengendalian diri, bermoral, dan senang berlatih samadhi. Lalu, bagaimanakah tips and tricks yang dianjurkan oleh Sang Buddha agar cita-cita yang diinginkan dapat tercapai? Berdasarkan Aṅguttara Nikāya 8.54. Dīghajāṇu, resep mencapai cita-cita yang diinginkan adalah dengan berperilaku rajin, semangat, ulet, waspada/hati-hati, memiliki relasi yang baik, dan hidup dengan seimbang. Perilaku rajin dapat timbul apabila seseorang memiliki tujuan dan motivasi yang jelas. Berperilaku ulet artinya tidak mudah menyerah dan selalu bersemangat walaupun mengalami berbagai kesulitan. Ketika memperoleh hasil yang diinginkan (sebagai contoh kesehatan, jabatan, gelar, kekayaan, 18

PARAMITA 56 BULETIN


19

PARAMITA 56 BULETIN

yang kita miliki tidak akan habis, tetapi terus ada atau bahkan bertambah banyak. Begitu juga dengan manusia, kita harus dermawan, bertangan terbuka, senang memberi dan berbagi. Keempat, setiap usaha dan perbuatan yang kita lakukan harus disertai dengan kebijaksanaan. Selanjutnya, bagaimana bila seseorang terus gagal meskipun sudah berusaha berulang kali? Seseorang yang terus gagal meskipun sudah berusaha berulang kali seharusnya melakukan analisis penyebab kegagalan tersebut. Hasil analisis kemudian disesuaikan dengan usaha yang telah dilakukan selama ini. Selanjutnya, implementasikan dan lihat lagi bagaimana hasil dari usaha tersebut. Jika masih

BULETIN PARAMITA 56

PARADHAMMA

dan lain-lain), seseorang wajib waspada dan berhati-hati dalam menjaga pencapaian tersebut agar tidak terjadi penurunan. Oleh sebab itu, kita memerlukan relasi yang baik (surround yourself with good people). Contohnya, jika sedang malas, bergaul-lah dengan orang-orang yang rajin dan hebat sehingga kita dapat termotivasi untuk menjadi lebih baik. Hidup juga harus seimbang, contohnya menyeimbangkan waktu belajar, bermain, dan beristirahat. Jangan bermain terus tanpa belajar atau belajar terus tanpa beristirahat. Selanjutnya, bagaimanakah cara untuk meraih cita-cita yang kita impikan dan mempertahankan hasil yang sudah kita dapatkan untuk masa depan? Kita harus memiliki keyakinan, moralitas, pengorbanan dan kebijaksanaan. Pertama, kita harus yakin bahwa pada masa depan, kita memiliki peluang untuk sukses dan menggapai impian kita. Dengan begitu, kita akan semakin rajin, semangat dan ulet. Kedua, moralitas harus selalu dijaga agar hasil yang dicapai tidak menurun atau merosot, sebagai contoh reputasi dan kesehatan seseorang berkurang karena moralnya hancur. Ketiga, kita harus melakukan pengorbanan. Ibaratnya, ketika kacang yang kita tanam panen, lalu hasil panen kita makan semua, seluruh hasil panen tentunya akan habis. Namun, jika setengah hasil panen kita makan dan setengah sisanya kita tanam kembali, maka kacang

19


PARADHAMMA

gagal, ulangi lagi mulai dari analisis, penyesuaian, dan implementasi. Sambil melakukan hal ini, seseorang tentunya harus berperilaku rajin, semangat, ulet, waspada, memiliki relasi yang baik, dan hidup dengan seimbang, yang disertai dengan keyakinan, moralitas, pengorbanan dan kebijaksanaan yang telah diuraikan sebelumnya. Emosi juga sangat berperan penting dalam mencapai kebahagiaan di kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan sehari-hari, kontrol emosional dapat dipraktikkan dengan menggunakan ABCD. Pertama, kita amati setiap gejolak di dalam setiap aktivitas kehidupan. Kedua, kita bangun kesadaran dan pemahaman terhadap gejolak tersebut, apakah terdapat manfaat atau justru kerugian yang terjadi. Jika timbul kerugian, maka cepat lepaskan (let go) dan lakukan daya upaya positif. Daya upaya positif terdiri dari upaya untuk memadamkan hal negatif yang ada, mencegah hal negatif yang belum muncul, meningkatkan hal positif yang ada, dan memunculkan hal positif yang belum pernah muncul. Sebagai contoh, kita merasa kesal, marah dan jengkel karena harus mengantre toilet yang sangat ramai saat istirahat makan siang. Maka, kita amati apakah ada gejolak batin yang sedang timbul saat itu. Selanjutnya, kita sadari gejolak ini ternyata tidak menyenangkan dan tidak membantu antrean memendek atau menjadi cepat, malah menyebabkan hubungan pertemanan dengan orang yang mengantre menjadi retak. Karena kita mengetahui gejolak ini tidak berguna, maka cepat lepaskan dan buang gejolak ini. Kemudian lakukanlah daya upaya positif dengan cara berkata hal-hal baik, seperti mendoakan buang air menjadi lancar dan 20

PARAMITA 56 BULETIN

BULETIN PARAMITA 56

20


PARADHAMMA

semoga berbahagia. Dengan begitu, pikiran orang yang mengantre, orang di dalam toilet dan kita sendiri akan menjadi lebih bahagia dan positif. Pikiran buruk dan kebencian menjadi lebih berkurang. Oleh sebab itu, mempraktikkan kontrol emosi yang baik dalam kehidupan sehari-hari ternyata dapat membuat batin lebih gembira dan bahagia sehingga mengarahkan kita menuju Nibbana. Akhir kata, semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi seluruh pembaca untuk menemukan kebahagiaan dan mencapai impiannya masing-masing. Penulis dan segenap keluarga KMB BEM IKM FKUI mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada PMd. Ir. Selamat Rodjali CHt®️, CPS®️ yang sudah menjadi narasumber dalam Dhammaclass KMB BEM IKM FKUI yang bertajuk “How Fortunate Is It on Being A Buddhist?” yang dibuka ke publik untuk pertama kalinya. Tulisan ini dibuat berdasarkan pemahaman penulis terhadap Dhammaclass tersebut sehingga penulis memohon maaf apabila terdapat katakata yang kurang berkenan. Sebagai penutup, mari kita renungkan kembali seberapa beruntungnya kita dapat terlahir sebagai seorang Umat Buddha. “Kiccho manussapatilābho, kiccham maccāna jīvitam” “Kiccham saddhammassavanam, kiccho buddhānam uppādo’ti.” “Sungguh sulit untuk dapat terlahir sebagai manusia, sungguh sulit untuk dapat bertahan hidup, sungguh sulit untuk dapat mendengarkan Dhamma, sungguh jarang terjadi kelahiran para Buddha.” (Dhammapada Buddha Vagga XIV, 182) (SHN/JAY)

21

PARAMITA 56 BULETIN

BULETIN PARAMITA 56

21


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
BULETIN PARAMITA 56 by Paramita Magazine KMBUI - Issuu