Skip to main content

ID SEODB Sahabat Sejati - Sample

Page 1


SAHABAT SEJATI

DARI PENERBIT OUR DAILY BREAD

HALO SOBAT!

Bukankah hidup jauh lebih indah saat kita bisa menjalaninya bersama para sahabat?

Sebagai makhluk sosial, kita membutuhkan kehadiran sahabat-sahabat kita. Sahabat memberikan penghiburan saat kita putus asa, ikut senang saat kita bersukacita, dan mengulurkan tangan saat kita memerlukan bantuan. Mereka menangis dan tertawa bersama kita, serta menemani kita dalam suka maupun duka.

Sama seperti kita mencari dan menghargai seorang sahabat, kita juga perlu menjadi sahabat yang baik bagi orang lain. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa menjadi sahabat sejati? Bagaimana mempererat jalinan persahabatan kita? Adakah sahabat yang “sempurna” bagi kita? Kami berharap kamu semakin dikuatkan melalui renungan tujuh hari yang mengajak kamu menghayati arti persahabatan sejati ini.

Di tiap renungan, kamu bisa menemukan bacaan Alkitab, kisah yang inspiratif, serta satu atau dua pertanyaan refleksi. Ayo sediakan waktu untuk membaca dan merenungkan ayatayat Alkitab itu. Jangan lupa juga untuk memikirkan maksud penulis dan setiap pertanyaan yang disediakan.

Sahabat adalah harta yang sangat bernilai, karena itu hargailah persahabatan yang kamu miliki.

PERSAHABATAN

SEBAGAI MAKHLUK

SOSIAL, KITA SEMUA

BUTUH SAHABAT.

SUNGGUH INDAH

MEMPUNYAI BANYAK

SAHABAT YANG BISA

MENEMANI KITA DALAM

SUKA DAN DUKA.

SAHABAT ADALAH

HARTA YANG SANGAT

BERNILAI, KARENA

ITU HARGAILAH

PERSAHABATAN

YANG KAMU MILIKI.

BERUNTUNGNYA PUNYA SAHABAT

BACA: PENGKHOTBAH 4:9-12

Cicero adalah seorang pemikir hebat dari zaman kekaisaran Romawi. Ia ahli pidato, pakar hukum, politisi, ahli bahasa, dan juga penulis ulung. Tulisannya yang tajam dan relevan dengan kehidupan sehari-hari hingga kini masih banyak dikutip orang. Tentang persahabatan, ia pernah menulis: “Persahabatan menambah sukacita dan meringankan dukacita.” Ia memahami bahwa persahabatan membawa manfaat besar bagi perjalanan hidup seseorang.

SAHABAT ITU

MEMBERIKAN WARNA DI HIDUP KITA.

Hampir seribu tahun sebelumnya, Raja Salomo juga pernah menulis tentang beruntungnya orang yang punya sahabat. Dalam kitab Pengkhotbah, ia menulis, “Berdua lebih menguntungkan daripada seorang diri. Kalau mereka bekerja, hasilnya akan lebih baik. Kalau yang seorang jatuh yang lain dapat menolongnya. Tetapi kalau

seorang jatuh, padahal ia sendirian, celakalah dia, karena tidak ada yang dapat menolongnya” (4:9-10 BIS). Tanpa sahabat, hidup kita di dunia ini pastilah terasa sepi dan berat.

Filsuf Romawi dan raja Israel tersebut benar: Sahabat itu penting. Seorang sahabat dapat dipercaya, memberikan nasihat, dan menjadi tempat kita berbagi beban.

Apakah kamu mulai mengabaikan mereka? Jika ya, coba luangkan waktu minggu ini untuk menghubungi seorang sahabatmu. Ingatlah, “Berdua lebih menguntungkan daripada seorang diri,” karena seorang sahabat dapat menambah sukacita dan meringankan dukacita kita. —HDF

Siapakah sahabat yang kamu syukuri karena menemanimu dalam suka dan duka? Lakukanlah sesuatu untuk menyatakan terima kasihmu padanya hari ini.

TEMAN KHAYALAN?

BACA: ROMA 1:18-25

Belum lama ini, aku mendengar tentang tulisan di suatu papan iklan besar yang menyatakan begini: “Tuhan itu cuma teman khayalan. Demi kebaikan bersama, percayai sesuatu yang nyata.”

Pernyataan yang sengit itu jelas mengumpamakan orang Kristen sebagai anak-anak yang dengan imajinasinya menciptakan sesosok teman khayalan. Namun apakah Tuhan hanya sesosok teman khayalan?

Sebenarnya, ada banyak bukti yang mendukung bahwa Tuhan itu nyata. Pikirkanlah hal-hal ini: Penciptaan dunia menunjukkan adanya Perancang Agung yang merancang alam semesta ini (Rm. 1:18-20). Hati nurani menandakan adanya Pemberi Hukum yang memberikan kesadaran akan benar dan salah dalam hati setiap manusia (Rm. 2:14-15). Kreativitas yang kita ungkapkan melalui karya seni mencerminkan sifat yang juga dimiliki Penciptanya (Kel. 35:31-32). Kristus menyingkapkan wujud Allah dalam rupa manusia (Ibr. 1:1-4).

Kesatuan atau persekutuan dengan Roh Kudus di dalam hati seorang Kristen menunjukkan keberadaan Allah (Gal. 5:22-23).

Alkitab mengatakan bahwa akan ada orang yang menyangkal keberadaan Allah (2Ptr. 3:4-6).

Namun Yakobus mengingatkan kita akan keberadaan-Nya dan bagaimana seorang beriman pada zaman Perjanjian Lama bersahabat dengan Dia: “‘Percayalah

Abraham kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.’ Karena itu Abraham disebut: ‘Sahabat Allah’” (Yak. 2:23). Sudahkah kamu mengenal Allah yang bersedia menebusmu? Dia memberikan Anak-Nya untuk menjadi Sahabatmu yang sejati dan abadi (Yoh. 15:15). —HDF

Yesus mau menerimamu sebagai sahabat-Nya. Sudahkah kamu menjadi sahabat-Nya?

HARI KE-7

SAHABAT TERBAIK DI DUNIA SEKALIPUN TIDAK SEBANDING DENGAN YESUS.

—CHAMBERS

Persembahan kasih seberapa pun dari para sahabat memampukan Our Daily Bread Ministries untuk menjangkau orang-orang dengan hikmat Alkitab yang mengubahkan hidup. Kami tidak didanai atau berada di bawah kelompok atau denominasi apa pun.

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook