Skip to main content

Sample Seri Perjalanan Iman - Yohanes

Page 1


Yohanes

50 Hari Menelusuri Firman Tuhan bersama David Cook
Dari penerbit
Our Daily Bread ®
Seri Perjalanan Iman

Seri Perjalanan Iman

Yohanes

50 Hari Menelusuri Firman Tuhan bersama David Cook

Seri Perjalanan Iman

Kitab Yohanes

© 2018 oleh David Cook

Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.

Penerjemah:

Arvin Saputra, Chieko Maylani, Daniel Kurniawan, Didi Daryadi, Edi Joko Santoso, Febe Agustina, Glory Henriette, Helena Simatupang, Jenni Linardi, Linda Sumayku, Martha Trifosa, Vely Megawati, Yoki Wijaya

editor:

Elisabeth Chandra, Dwiyanto

Penyelaras Bahasa: Bungaran Gultom, Natalia Endah

Perancang Buku: Joshua Tan

Penata letak: Grace Goh, Mary Chang

Kutipan ayat diambil dari Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

ISBN 978-1-62707-825-2

Edisi bahasa Indonesia diterbitkan dan didistribusikan oleh

PT Duta Harapan Dunia www.dhdindonesia.com

Dicetak di Indonesia

Cetakan pertama: Januari 2018

Pengantar

Yohanes memulai Injilnya dengan kata-kata yang mengingatkan kita pada kitab Kejadian—“Pada mulanya”. Dalam Injil Yohanes, kita membaca Kejadian baru, awal yang baru, Tuhan yang memperbarui ciptaan-Nya datang dalam rupa manusia.

Yesus adalah sumber hidup dari semua ciptaan yang baru, inilah tema utama dari

Injil Yohanes. Kita membaca bahwa hidup kekal adalah “mengenal Engkau, satusatunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus” (Yohanes 17:3). Allah menganugerahkan kelahiran baru untuk ciptaan baru (Yohanes 3:3,5); anak-anak Allah adalah mereka yang dilahirkan dari Allah (1:13); dan kelahiran baru adalah anugerah kehidupan kekal tersebut.

Dalam Injil Yohanes, Yesus memberikan pernyataan-pernyataan tentang diri-Nya: Akulah roti hidup; Akulah terang dunia; Akulah pintu ke domba-domba; Akulah gembala yang baik; Akulah kebangkitan dan hidup; Akulah jalan dan kebenaran dan hidup; Akulah pokok anggur sejati. Pernyataan-pernyataan-Nya itu didukung dengan tanda-tanda ajaib: menyembuhkan yang sakit dan lumpuh; mencelikkan mata yang buta; membangkitkan orang mati; memberi makan lima ribu orang; berjalan di atas air; mengubah air menjadi anggur.

Yohanes memberikan ruang bagi para saksi mata untuk bersaksi tentang Yesus: Yohanes Pembaptis (Yohanes 1:29); Andreas (1:41); Filipus (1:45); Natanael (1:49); perempuan Samaria (4:29), Musa (5:46); Yohanes sendiri (21:24); dan Allah Bapa (8:18). Yohanes ingin para pembaca memahami sebuah kebenaran kunci: Yesus dan Allah itu satu. Yesus adalah Anak Allah!

Perhatikan tanda-tanda ajaib yang dibuat Yesus, dengarkan pengakuan para saksi mata, cermati pernyataan-pernyataan Yesus tentang diri-Nya, ujilah bukti-bukti yang tersedia, dan percayalah bahwa Yesus adalah Kristus, Sang Anak Allah. Dengan begitu, Anda dapat menjadi bagian dari ciptaan baru, menjalani kehidupan dengan kualitas yang baru di tengah dunia yang sedang menuju kebinasaan.

Segala kemuliaan hanya bagi-Nya, David Cook

Kami senang Anda ikut serta dalam perjalanan iman untuk menjalin persekutuan yang lebih erat dengan Tuhan kita, Yesus Kristus!

Selama lebih dari 50 tahun, pelayanan kami dikenal karena bahan penuntun saat teduh harian yang kami terbitkan, Our Daily Bread (Santapan Rohani ). Banyak pembaca menyukai renungan-renungannya yang ringkas, inspiratif, dan relevan bagi kehidupan sehari-hari, yang membawa mereka makin mengenal Allah serta memahami hikmat dan janji-janji firman-Nya yang tidak pernah berubah.

Dengan dasar pengalaman itulah, kami menerbitkan Seri Perjalanan Iman untuk menolong orang percaya menjelajahi kitab demi kitab dari firman Tuhan dalam waktu mereka bersama-Nya. Kami percaya bahwa perenungan firman Tuhan yang dilakukan secara teratur akan membawa Anda kepada persekutuan yang makin erat dengan Allah di dalam Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita.

Cara Menggunakan Seri Perjalanan Iman

BACA: Buku ini dirancang sebagai pendamping dari pembacaan Alkitab yang Anda lakukan. Penjelasan-penjelasan di dalamnya akan membantu Anda memahami Kitab Suci dari sudut pandang yang baru.

RENUNGKAN: Pertanyaan-pertanyaan perenungan dimaksudkan untuk membantu Anda menanggapi Allah dan firman-Nya, sehingga Dia dapat bekerja memperbarui hati dan hidup Anda sepenuhnya.

CATAT: Tersedia kolom kosong bagi Anda untuk mencatat segala hasil perenungan dan tanggapan Anda atas bagian yang telah Anda baca.

Pendahuluan

Penulis kitab Injil ini adalah Rasul Yohanes, anak Zebedeus, saudara Yakobus, dan salah satu dari ketiga murid “lingkar terdekat” Yesus selain Petrus dan Yakobus. Dirinya sendiri tidak pernah disebut secara langsung dalam Injil ini. Sangat mungkin ia adalah salah satu murid Yohanes Pembaptis yang pergi mengikut Yesus (Yohanes 1: 35-37). Injil Yohanes adalah Injil yang terakhir ditulis dibanding kitab-kitab Injil lainnya, kemungkinan di tahun 80–90 M dan mengandung lebih banyak pemikiran yang mendalam tentang kehidupan dan pelayanan Tuhan Yesus.

Susunan Injil Yohanes:

1:1-18 Pengantar yang memperkenalkan pokok-pokok pikiran dari tulisan Yohanes

1:19–11:57 Bagian yang memuat lima dari tujuh pernyataan Yesus tentang diri-Nya (“Akulah . . .”) dan sejumlah mukjizat yang membuktikan kebenaran pernyataan Yesus.

12 Peralihan dari pelayanan Yesus di tengah orang banyak menuju persiapanNya menjalani masa-masa sengsara.

13–17 Pengajaran Yesus di ruang atas pada malam sebelum Dia dikhianati dan disalibkan, termasuk dua pernyataan terakhir Yesus tentang diri-Nya.

18–21 Kematian, kebangkitan, dan penampakan diri Yesus setelah kebangkitan-Nya.

Ayat Kunci:

Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya. —Yohanes 1:18

Hari 1

Baca Yohanes 1:1-13

Kata-kata punya kuasa. Kata-kata dapat dipakai untuk memberikan semangat atau menyebabkan depresi. Kata-kata dapat memberikan informasi, membuat takjub, meyakinkan, menjaga hubungan, atau membawa kesedihan. Kata-kata dapat menyingkapkan pemikiran dan mengungkapkan karakter. Kata-kata yang tepat membuat banyak hal menjadi jelas.

Yohanes mulai dengan memberi tahu kita tentang Perkataan atau Firman Allah, yang mengungkapkan dan menerangkan tentang diri-Nya sendiri.

Uniknya, Sang Firman adalah satu pribadi, pribadi yang kekal dan sudah ada sebelum segala sesuatu ada, yang sejak awal bersama-sama dengan Allah dan berbeda pribadi dengan Allah Bapa (ay.1). Firman Allah adalah Allah. Firman ini menciptakan segala sesuatu (ay.3) serta merupakan sumber dari terang dan hidup (ay.4-5). Firman tersebut datang ke dalam dunia yang Dia ciptakan, dan tidak diterima, baik oleh dunia secara umum maupun oleh Israel, umat-Nya sendiri (ay.10-11).

Namun, mereka yang menerima dan percaya kepada Sang Firman diberi kuasa untuk menjadi anak-anak Allah (ay.12-13). Di sini Yohanes memberi tahu kita tentang hubungan Sang Firman dengan Allah (ay.1-2); dengan dunia (ay.3-4, 10-11); dan dengan orang percaya (ay.12-13).

Kita diperkenalkan kepada Yohanes Pembaptis, saksi mata yang datang sebelum Sang Firman datang:

• Ia diutus oleh Allah (ay.6).

• Ia datang untuk memberikan kesaksian tentang terang (ay.7-8).

• Ia datang ke dunia sebelum terang itu datang (ay.8-9).

Walaupun identitas Sang Firman belum sepenuhnya disingkapkan, Allah telah menyiapkan segala sesuatu bagi kedatangan-Nya di antara manusia. Yohanes mengatakan bahwa dengan menerima Sang Firman dan percaya kepada-Nya, kita menjadi anak-anak Allah. Ia menyamakannya seperti peristiwa kelahiran, tetapi kelahiran yang ini bukan dengan cara manusia; bukan secara “jasmani oleh keinginan seorang laki-laki” (ay.13). Kelahiran yang kita butuhkan, kelahiran yang kita dambakan, terjadi karena pekerjaan Allah. Kelahiran ini diberikan atas kehendak-Nya—“dari Allah” (ay.13).

Dalam bagian pembukaan yang indah ini, Yohanes mengatakan bahwa Sang Firman yang adalah Allah telah menemui kita, Yohanes Pembaptis adalah saksi-Nya, dan menerima Sang Firman adalah seperti dilahirkan kembali. Kelahiran yang demikian terjadi bukan oleh upaya manusia, melainkan oleh inisiatif Allah.

Renungkan

Dalam bukunya Knowing God, J. I. Packer menasihatkan bahwa umat percaya perlu secara berkala mengingatkan diri sendiri tentang identitas mereka: “Aku adalah anak Allah, Allah adalah Bapaku, surga adalah rumahku, setiap hari adalah sehari lebih dekat dengan surga, Juruselamat-ku adalah saudaraku, setiap orang Kristen adalah saudaraku juga.”1

1 J. I. Packer, Knowing God (London: Hodder & Stoughton, 1973), 256.

Hari 2

Baca Yohanes 1:14-18

Dalam bacaan hari ini, nama Sang Firman disingkapkan. Namun, ayat kunci dalam bagian pengantar ini adalah ayat 14 yang menyatakan bahwa Firman itu telah menjadi manusia. Kata “manusia” dan ungkapan “diam di antara kita” sangatlah penting.

Di abad pertama Masehi, banyak orang percaya bahwa yang bersifat rohani dan jasmani tidak dapat dipadukan, jadi Allah dan manusia tidak mungkin bisa bertemu. Yohanes menyatakan bahwa Firman itu benar-benar “menjadi manusia” (ay.14). Dengan mengingat bahwa pembacanya adalah orang Yahudi, Yohanes menggunakan ungkapan “diam” yang secara harfiah berarti Dia “tinggal dalam Kemah” di tengahtengah kita.

Ungkapan itu mengingatkan orang tentang Kemah Suci dalam Keluaran 33–34, tempat Allah bertemu Musa, “berbicara dengan berhadapan muka” (Keluaran 33:11). Musa telah meminta agar Allah memperlihatkan kemuliaanNya, dan ketika melihat-Nya, wajah Musa menjadi begitu bercahaya sehingga perlu diselubungi saat ia bertemu umat Israel (Keluaran 34:33).

Sekarang Allah “tinggal dalam kemah” di tengah umat-Nya, dan mereka

melihat kemuliaan dari Sang Firman yang menjadi manusia (ay.14). Dialah Pribadi yang disaksikan Yohanes Pembaptis (ay.15), Firman yang “penuh kasih karunia dan kebenaran” (ay.14), dan sumber dari kasih karunia demi kasih karunia (ay.16). Kasih karunia Allah begitu besar sehingga Dia memberikan hukum Taurat kepada Musa. Namun, kasih karunia yang lebih besar datang melalui Yesus Kristus (ay.17). Pada akhirnya, identitas dari Sang Firman dinyatakan sepenuhnya. Sang Pencipta, Sumber terang dan hidup itu adalah Yesus Kristus.

Ayat 18 merangkum bagian pengantar ini, dan juga bisa merangkum Injil Yohanes. Masalah manusia: “Tidak ada seorangpun yang pernah melihat Allah” (1 Yohanes 4:12). Umat manusia berada dalam kegelapan, tetapi karena inisiatif Allah, Firman yang menyatakan siapa Allah telah menjadi manusia.

Sebagai “Anak tunggal Allah” Yesus adalah Pribadi yang tidak ada bandingannya, hubungan-Nya dengan Bapa sangatlah erat. Dia satusatunya yang berada di pangkuan Bapa dan “yang menyatakan Bapa kepada kita”—pelayanan-Nya secara khusus menyingkapkan tentang siapa Allah (ay.18).

Renungkan

Melalui Yesus, Allah telah menyatakan diri-Nya. Ini adalah kebenaran mendasar yang disangkal banyak orang. Menurut Anda, seberapa penting kebenaran ini perlu kita pahami?

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook