
Our Daily Bread ®
![]()

Our Daily Bread ®
Seri Perjalanan Iman
Kitab Kisah Para Rasul
© 2018 oleh David Cook
Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.
Penerjemah:
Chieko Maylani, Didi Daryadi, Edi Joko Santoso, F. X. Kurniawan, Febe Agustina, Glory Henriette, Grace Suwanti, Jenni Linardi, Lidia Torsina, Suliani Hartono, Timothy Daun, Vely Megawati, Yoki Wijaya
editor:
Elisabeth Chandra, Yudy Himawan
Penyelaras Bahasa:
Bungaran Gultom, Indrawan, Natalia Endah
Perancang Buku: Joshua Tan
Penata letak: Grace Goh, Mary Chang
Kutipan ayat diambil dari
Teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974
ISBN 978-981-11-6571-9
Edisi bahasa Indonesia diterbitkan dan didistribusikan oleh
PT Duta Harapan Dunia www.dhdindonesia.com
Dicetak di Indonesia
Cetakan pertama: Juli 2018
Mendiang dokter dan pengkhotbah Dr. Martyn Lloyd-Jones pernah mengatakan, “Saya menemukan bahwa tidak ada kitab yang memberikan penguatan iman lebih baik daripada kitab Kisah Para Rasul yang dibaca dari awal hingga akhir.” Pendapat seorang dokter ternama seperti beliau jelas layak kita perhatikan.
Lukas adalah penulis dari kitab Injil Lukas dan Kisah Para Rasul. Seperti seorang sutradara film modern, kameranya bergerak cepat, tidak pernah kehilangan fokus. Kita mungkin penasaran ingin tahu apa yang terjadi saat tokoh-tokoh yang disentuh Injil kembali ke rumah mereka, seperti sida-sida dari Etiopia atau kepala penjara Filipi dan keluarganya yang baru menjadi Kristen. Kita ingin kameranya merekam kisah mereka lebih lama, tetapi hal itu tidak pernah terjadi. Fokus Injil Lukas adalah Tuhan Yesus dan pergerakan-Nya menuju Yerusalem, sedangkan fokus Kisah Para Rasul adalah Injil yang tidak dapat dihentikan, yang bergerak keluar dari Yerusalem sampai ke ujung dunia.
Semoga kitab ini memberikan penguatan bagi iman Anda kepada Allah saat Anda mengizinkan-Nya bekerja di dalam dan melalui diri Anda untuk membawa Injil kepada sesama. Injil ini berkuasa mengubahkan dan membawa banyak orang untuk memiliki kehidupan yang baru dalam Kristus. Hari ini, Allah yang sama masih terus bekerja dan Roh yang sama memampukan kita untuk menyebarkan Injil yang sama kepada dunia.
Segala kemuliaan hanya bagi-Nya, David Cook

Kami senang Anda ikut serta dalam perjalanan iman untuk menjalin persekutuan yang lebih erat dengan Tuhan kita, Yesus Kristus!
Selama lebih dari 50 tahun, pelayanan kami dikenal karena bahan penuntun saat teduh harian yang kami terbitkan, Our Daily Bread (Santapan Rohani ). Banyak pembaca menyukai renungan-renungannya yang ringkas, inspiratif, dan relevan bagi kehidupan sehari-hari, yang membawa mereka makin mengenal Allah serta memahami hikmat dan janji-janji firman-Nya yang tidak pernah berubah.
Dengan dasar pengalaman itulah, kami menerbitkan Seri Perjalanan Iman untuk menolong orang percaya menjelajahi kitab demi kitab dari firman Tuhan dalam waktu mereka bersama-Nya. Kami percaya bahwa perenungan firman Tuhan yang dilakukan secara teratur akan membawa Anda kepada persekutuan yang makin erat dengan Allah di dalam Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita.
BACA: Buku ini dirancang sebagai pendamping dari pembacaan Alkitab yang Anda lakukan. Penjelasan-penjelasan di dalamnya akan membantu Anda memahami Kitab Suci dari sudut pandang yang baru.
RENUNGKAN: Pertanyaan-pertanyaan perenungan dimaksudkan untuk membantu Anda menanggapi Allah dan firman-Nya, sehingga Dia dapat bekerja memperbarui hati dan hidup Anda sepenuhnya.
CATAT: Tersedia kolom kosong bagi Anda untuk mencatat segala hasil perenungan dan tanggapan Anda atas bagian yang telah Anda baca.
Kisah Para Rasul adalah salah satu bagian Alkitab paling menarik. Yesus baru saja naik ke surga, Roh Kudus telah turun ke atas jemaat, dan kita melihat Allah bekerja.
Tujuan Lukas menuliskan Kisah Para Rasul adalah untuk menunjukkan berhasilnya penyebarluasan Injil, dimulai dari Yerusalem, melalui Yudea, masuk Samaria, melalui Asia kecil, masuk Eropa, dan akhirnya tiba di Roma. Meskipun demikian, keberhasilan ini bukannya tanpa tantangan, karena para pemberita Injil akan ditentang, disiksa, dipenjarakan, dan mati sebagai martir. Akan ada perlawanan dari luar, baik oleh penganut kepercayaan lain maupun oleh mereka yang punya kepentingan komersial, dan juga perselisihan di dalam jemaat. Meskipun demikian, Injil akan terus diberitakan dan banyak orang akan datang kepada Kristus. Mulailah menelusuri Kisah Para Rasul, dan perhatikanlah bagaimana Roh Kudus memberikan kuasa kepada gereja atau umat Tuhan sebagai saksi-Nya untuk mempengaruhi masyarakat yang lebih luas, sampai Injil mencapai ujung bumi (Kisah Para Rasul 1:8).
Kerangka Kitab Kisah Para Rasul
1–7
Injil di Yerusalem dan Yudea, diberitakan terutama oleh rasul Petrus kepada umat Yahudi.
8–12 Injil masuk Samaria; Petrus masih aktif; Paulus bertobat; Kornelius yang bukan orang Yahudi bertobat.
13–28 Perjalanan-perjalanan misi; Injil mencapai Roma, diberitakan terutama oleh Rasul Paulus; pertama-tama kepada umat Yahudi, tetapi yang lebih utama kepada bangsa non-Yahudi.
Ayat Kunci
“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.” —Kisah Para Rasul 1:8
Baca Lukas 24:46-49 dan Kisah Para Rasul 1:8
Lukas adalah penulis dari kitab
Injil Lukas dan Kisah Para Rasul.
Bagian Alkitab yang kita baca hari ini menjembatani kedua kitab tersebut.
Dalam Lukas 24:46-47, Yesus meringkas tujuan Allah. Perhatikan bahwa ayat 46 adalah ringkasan yang baik dari Injil Lukas—penderitaan, kematian, dan kebangkitan Kristus, sedangkan ayat 47 adalah ringkasan yang baik dari Kisah Para Rasul— bahwa Injil itu akan diberitakan sampai ke ujung bumi. Perhatikan bahwa ayat 47 juga adalah tujuan Allah, sama seperti ayat 46. Dengan jelas dinyatakan bahwa misi pemberitaan Injil adalah maksud utama dari semua pekerjaan Allah sampai kedatangan Anak-Nya kembali.
Kisah Para Rasul 1:8 mirip dengan Lukas 24:47-49. Ayat ini menjadi patokan untuk narasi Kisah Para Rasul selanjutnya. Roh Kudus akan datang ke atas gereja, menanugerahkan kuasa kepada umat Tuhan untuk menjadi saksi dan memberikan pengaruh yang terus meluas sampai Injil mencapai ujung bumi.
Para pembawa pesan Allah telah mati, tetapi pesan Allah tidak pernah mati.
Salah satu karakteristik tulisan Lukas adalah penekanan yang biasanya diberikan pada kata-kata terakhir.
Dalam teks asli bahasa Yunani, kata terakhir dari pembukaan panjang di Lukas 1:4 adalah “sungguh benar”. Lukas ingin agar Teofilus yang mulia meyakini bahwa semua fakta yang dilaporkannya itu sungguh benar.
Lukas juga memberikan penekanan pada kata-kata terakhir dalam teks Yunani dari Kisah Para Rasul, yaitu “tanpa dihalang-halangi” (Kisah Para Rasul 28:31 BIS). Injil telah mencapai Roma, tetapi pemberitaannya masih akan terus berlanjut tanpa bisa dihentikan atau dihalangi sampai semua tujuan Allah digenapi, sebuah kebenaran yang dinyatakan berulang kali di sepanjang kitab ini.
Kitab Kisah Para Rasul memberikan mandat kepada gereja di abad ke21 dan bagi Anda hari ini. Anda memiliki Roh Kudus. Dia akan memberikan kuasa kepada Anda hari ini untuk menjadi saksi bagi Kristus dalam dunia yang terhilang.
Charles Haddon Spurgeon, seorang pengkhotbah dan penulis Kristen, menulis, “Segala sesuatu yang ingin dicapai dalam pelayanan tergantung pada Roh Allah yang bekerja melalui roh manusia.”1
1 C. H. Spurgeon, dikutip dalam Reformation and Revival 9, no. 1 (2000).
Pikirkanlah orangorang yang Anda kenal dan apa yang Anda saksikan kepada mereka. Bagaimana agar Anda dapat bersaksi dengan lebih efektif?
Menurut Anda, apakah kita cenderung
menganggap
Lukas 24:47 tidak sepenting
Lukas 24:46?
Apa dampaknya terhadap gereja bila ayat 47 dianggap kurang penting?
Baca Kisah Para Rasul 1:1-11
Dua ayat yang membuka Kisah Para Rasul menghubungkan pembaca pada Lukas 1:1-4. Sama seperti Injil Lukas, tulisan ini ditujukan kepada Teofilus. Kisah Para Rasul diawali dengan hal terakhir yang dicatat Injil Lukas, yaitu peristiwa kebangkitan Yesus.
Dalam Kisah Para Rasul 1:4-8, Lukas mencatat kata-kata terakhir Yesus kepada para murid sebelum Dia kembali kepada Bapa-Nya. Pertanyaan para murid di ayat 6 sungguh wajar. Sebagai Mesias yang bangkit, apakah sekarang Yesus akan mengakhiri sejarah, memulihkan kedudukan bangsa Israel, dan memerintah atas segala ciptaan? Yesus menerangkan dengan jelas bahwa sebelum semua itu terjadi, masih banyak hal yang harus diselesaikan, yaitu pekerjaan yang tidak hanya melibatkan manusia, tetapi juga kuasa Roh Kudus.
Jadi, para murid diminta menunggu (ay.4), dan mereka akan menerima kuasa (ay.8)—inilah karunia Allah kepada umat-Nya yang dibicarakan oleh Yohanes Pembaptis (ay.5)—yakni baptisan Roh Kudus. Baptisan Roh Kudus memampukan jemaat untuk bersaksi. Ketika hari ini Anda bersaksi, itu adalah salah satu dari dua bagian kesaksian. Anda bersaksi, tetapi saat Anda bersaksi, Roh Kudus juga bersaksi bersama-sama dengan Anda (lihat Yohanes 15:26-27).
Yesus lalu terangkat ke surga dan duduk di sebelah kanan Bapa (Kisah Para Rasul 1:9; 2:33). Pencurahan Roh Kudus adalah buktinya, kata Petrus (2:32-33). Para murid diingatkan bahwa Yesus yang terangkat ke surga akan kembali dengan cara yang sama. Para pembawa pesan surgawi itu serupa dengan malaikat yang mengumumkan kebangkitan Yesus (Lukas 24:4). Mereka mengingatkan bahwa Yesus, yang baru terangkat, akan kembali lagi (ay.10-11), dan itu berarti waktu bagi umat Tuhan untuk bekerja hanya terbatas sampai Yesus datang kembali.
Yesus berbicara tentang kenaikan-Nya dalam Lukas 22:69. Kebangkitan
Yesus diikuti dengan kenaikanNya ke surga, dan kenaikanNya ke surga menyatakan bahwa Dia dimuliakan di sebelah kanan Allah. Di sana, Dia menjadi Pembela bagi kita (Roma 8:34). Sekarang Dia berada di tempat tertinggi (Filipi 2:9).
Dia melimpahkan karunia-karunia kepada umat-Nya (Efesus 4:11) dan dari tempat Dia ditinggikan, Dia akan kembali dalam kemenangan untuk membawa langit dan bumi yang baru.
Tidaklah heran Paulus mendorong kita untuk menaruh hati dan pikiran kita pada perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah (Kolose 3:1-3).
Pikirkanlah dalam hal apa saja kenaikan Kristus mendatangkan berkat bagi Anda. Apakah yang Dia lakukan di sebelah kanan Bapa?
Menurut Anda, apa arti kenaikan itu bagi Tuhan Yesus sendiri?