





Matahari sudah
terbit . . . Satu hari
yang baru lagi . . .

Bagaimana aku bisa lari . . .
Tuhan, jika Engkau ada, katakan padaku . . .
dari hidupku yang sekarang?

Namun, ada harga yang harus dibayar,
Yerikho, kota Palem. Kota Pohon Korma. Lembahnya subur, pengairannya bagus, berlimpah hasil bumi dan buah-buahan segar. Ke mana pun mata memandang, ada kelimpahan.

dan ada juga yang tak sanggup membayarnya.
Orang Israel?
Yup, orang Israel, say!
Rahab, kamu sudah dengar kabar tentang orang Israel?

Bekas budak orang Mesir!
Menurut kabar terbaru, pemimpin mereka, Musa, meninggal.
Emm . . . ada apa dengan mereka?
Dia menghilang di gunung dan tak pernah turun lagi.

Kamu takkan mengira di mana orang Israel itu sekarang.

Ia memerintahkan para penjaga dan
Di mana?

Raja kita sedang panik.

Mereka bisa melakukan apa pun terhadap kita!
Sepertinya mereka sudah ada di seberang sungai Yordan!

Astaga! Mereka telah mengalahkan dua raja bangsa Amori di sebelah timur sungai Yordan.
Jangan cemas, aku yakin tak ada orang Israel yang bisa menembus pertahanan kita! Tembok kota kita tingginya 14 meter.

pasukan tentara untuk mengawasi apakah ada orang Israel di sekitar kota, dan segera lapor pada penguasa jika menemukan mereka.
Bahkan seandainya berhasil melewati tembok pertama, mereka akan terperangkap di celah antara tembok kedua.


Para penjaga dan tentara kita akan menangkap mereka dengan mudah!
Sementara itu, di perkemahan Israel.
Engkau menyertai dan menopang kami sampai saat ini. Segala pujian dan kemuliaan bagi nama-Mu.
Ya Tuhan, Allah Mahakuasa yang memimpin Musa dan umat-Mu keluar dari perbudakan di Mesir,

Kebetulan sekali kalian sudah datang.
Teruslah menyertai dan memberkati langkah kami ke tanah yang Engkau janjikan kepada kami.
Jadi apa rencananya?

Benteng pertahanannya sangat kuat. Kita perlu mengumpulkan banyak informasi tentang kota itu. Baiklah, Yosua.
Ini yang perlu kalian lakukan.
Selidikilah negeri di seberang sungai Yordan, terutama kota Yerikho.
Kiranya Tuhan melindungimu dari para musuh.

Semakin kupikirkan bagaimana Israel terus maju melintasi gurun yang penuh tantangan, mengalahkan Raja Sihon dan Og yang perkasa, aku mulai berpikir . . .
Saat masih kecil, aku mendengar banyak keajaiban yang dialami bangsa Israel.

Semua itu seperti dongeng, sulit dipercaya.
Mustahil ada yang bisa mengubah laut menjadi dataran kering yang bisa diseberangi! Bagaimana mungkin kegelapan hanya melingkupi Mesir, dan tidak dialami Israel? Sungguh sulit dipercaya.
Mungkinkah Allah Israel adalah satu-satunya Allah yang sejati?

Orang Israel!

Maaf jika kami membuatmu kaget. Kami hanya butuh tempat menginap semalam.
Kalian tidak aman di sini!

Kami hanya musafir, mencari tempat untuk bermalam . . .
Kalian orang Israel. Kalian menjadi ancaman bagi kota ini. Raja memerintahkan untuk menyerahkan kalian—



Kami tentara Yerikho. Buka pintunya!