Skip to main content

Membuka Lembaran Baru

Page 1


Membuka Lembaran Baru

Tinggalkan masa lalu; tatap masa depan dengan penuh harapan.

Membuka Lembaran Baru

Banyak dari kita suka mengingat masa lalu saat melangkah menapaki masa depan. Namun masa lalu kita mungkin dipenuhi dengan penyesalan dan kesalahan. Mungkin ada banyak hal yang seharusnya tidak kita perbuat, atau ada hal-hal yang seharusnya kita lakukan. Kita cenderung mengingat-ingat masa lalu, sambil membayangkan apa jadinya seandainya kita tidak melakukan ini dan itu.

Namun Alkitab memberi kita kesempatan untuk membuka lembaran baru. Alkitab menyatakan kepada kita bahwa Allah rindu memberi setiap orang lembaran baru dalam hidup mereka. Meski kita mungkin pernah melakukan kesalahan dan penuh dengan kegagalan, kita tidak harus menjalani hidup dengan terbelenggu masa lalu. Kita dapat memulai lembaran baru, dengan mengarahkan pandangan dan hati kita sepenuhnya kepada masa mendatang.

Allah menjanjikan kita jaminan dan pengharapan untuk masa depan. Kita tidak perlu lagi menoleh ke belakang untuk mengingat-ingat apa yang tidak atau yang seharusnya kita lakukan di masa lalu. Kita dapat mulai berfokus pada apa yang dapat kita lakukan di masa kini. Dengan demikian, kita menjadi siap menghadapi tantangan-tantangan di masa mendatang—karena kita tahu bahwa Dia akan menyertai kita selamanya.

Renungan-renungan terpilih dari Santapan Rohani berikut ini menceritakan tentang bagaimana Allah telah menyediakan suatu lembaran baru bagi kita semua. Jika Anda merasa renungan-renungan ini bermanfaat dan ingin menerima buku renungan Santapan Rohani secara rutin, silakan mengisi formulir yang tersedia dan mengirimkannya kembali kepada kami. Materi-materi kami dapat Anda terima tanpa dikenakan biaya. Pelayanan kami didukung oleh persembahan kasih dari para sahabat dan pembaca kami.

© 2016 Our Daily Bread Ministries. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang. Kutipan ayat diambil dari teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia, LAI © 1974 Indonesian “The New Beginning”

Memandang ke Depan

Banyak orang suka menapaki tahun baru dengan membuat refleksi akhir tahun dan resolusi untuk 12 bulan mendatang. Pantaslah nama bulan Januari diambil dari kata Janus, dewa dari permulaan yang dipuja bangsa Romawi. Dewa ini dilambangkan dengan manusia berwajah dua. Satu wajah menghadap ke belakang dan yang lainnya menghadap ke depan.

BACAAN HARI INI

Filipi 3:7-14

Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan.”

Filipi 3:13-14

Ada orang yang sulit memandang masa depan dengan penuh harapan karena mereka terus melihat masa lalu sambil menyesali kesalahan yang pernah terjadi. Pandangan mereka tentang masa depan begitu suram dan semangat mereka memudar. Namun meratapi “nasi yang sudah menjadi bubur” tidaklah berguna. Kesalahan yang sama mungkin akan terulang jika mereka tetap mengingat kegagalan yang dialami, atau terus mengeluhkan perlakuan tidak adil yang dialami tahun lalu. Tidak ada untungnya terusmenerus bersedih atas masa lalu.

Inginkah Anda memulai awal yang baru? Mungkin Anda dapat memulainya dengan mengakui kegagalan dan kesalahan Anda di masa lalu. Perbaikilah apa yang perlu diperbaiki, dan kemudian “melupakan apa yang telah di belakang [Anda] dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapan [Anda],” berlari kepada tujuan dengan penuh keyakinan dan iman kepada Allah (FLP. 3:13-14). Itulah rahasia yang membuat hidup Rasul Paulus berhasil. Berhentilah melihat ke belakang dan mengingat-ingat segala kegagalan masa lalu. Sebaliknya, dengan mengarahkan pandangan ke depan, marilah kita terus melangkah dengan penuh pengharapan dan sukacita.

RICHARD DEHAAN

Tinggalkan bayang-bayang masa lalu, berjalanlah dalam terang hari ini dan harapan akan hari esok.

Waktu untuk Menanam

Saat ini, di suatu tempat di dunia, seorang petani sedang menabur benih ke tanah. Tidak lama lagi, benih-benih itu akan mulai mengubah tempat mereka ditanam. Tanah yang diolah dengan baik, meskipun semula tampak tandus, akan segera berubah menjadi sawah yang siap dipanen.

BACAAN HARI INI

Galatia 6:6-10

Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diriNya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Galatia 6:7

Dengan cara yang sama, tekad kita untuk berubah juga dapat menjadi benih yang mengubah hidup orang lain dan diri kita sendiri. Doa Santo Fransiskus dari Asisi berikut ini menjadi contoh yang baik dari kerinduan untuk membawa perubahan positif bagi dunia yang terluka: Tuhan, jadikanku pembawa damai-Mu. Di mana ada kebencian, biarlah kutaburkan cinta kasih; Di mana ada luka hati, kutaburkan pengampunan; Di mana ada kebimbangan, kutaburkan iman; Di mana ada keputusasaan, kuberikan harapan; Di mana ada kegelapan, kupancarkan terang; Di mana ada kesedihan, kuberikan kegembiraan.

Petani yang menanam gandum tidak akan terkejut ketika menyaksikan gandum tumbuh di tempatnya ditanam. Itulah hukum tabur-tuai yang berlaku universal. Paulus menggunakan itu sebagai menggambarkan prinsip rohani yang serupa: “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diriNya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya” (GAL. 6:7). Diri kita berkata, “Puaskan saja dirimu sendiri,” tetapi Allah menghendaki kita untuk menyenangkan Dia.

Sekaranglah saatnya menanam. Allah telah berjanji: “Apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah” (AY.9).

DAVID MCCASLAND

Taburlah hari ini apa yang ingin Anda tuai di kemudian hari.

Apakah Anda menerima manfaat dari bacaan ini? Berikan tanggapan dan usul Anda di sini.

KOMENTAR

BACA ARTIKEL LAIN

Jika Anda ingin menerima

Seri Pengharapan Hidup terbaru secara rutin atau ingin membagikan materi ini kepada orang lain, silakan:

Daftar di sini

Hati-Hati

Kita hidup di masyarakat yang dipenuhi label peringatan. Mulai dari penggunaan obat, tanggal kedaluwarsa pada makanan kaleng, hingga logo tanda bahaya pada gergaji listrik—label-label peringatan itu mengarahkan perhatian kita tentang bahaya yang dapat terjadi. Baru-baru ini, saya menerima sebuah kotak berisi hadiah berharga di dalamnya. Pengirimnya telah menempelkan stiker besar berwarna merah pada paket tersebut yang bertuliskan: MUDAH PECAH: HATI-HATI. Mengingat kehidupan kita yang rapuh ini, saya dibuat bertanyatanya, perlukah kita memakai label peringatan juga?

BACAAN HARI INI

Mazmur 90:1-12

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.

Mazmur 90:12

Kita tidak berpikir jernih jika kita mengarungi hidup ini dengan menganggap bahwa kita tidak akan pernah gagal dan semuanya akan baik-baik saja. Bisa jadi, suatu hari nanti kita menyadari betapa kita jauh lebih rapuh daripada yang kita duga. Kabar dari dokter tentang penyakit mematikan yang kita derita atau kecerobohan pengemudi mobil lain memperingatkan kita bahwa hidup sungguh tidak pasti. Tidak ada jaminan sama sekali! Tak seorang pun dapat mengetahui dengan pasti kapan ia akan berhenti bernapas. Karena itu, pemazmur memberi satu nasihat penting yang menjadi semacam peringatan: “Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana” (MZM. 90:12).

Marilah menjalani hidup seolah-olah hari ini adalah hari terakhir kita di bumi. Marilah lebih sungguh mengasihi, lebih mudah mengampuni, lebih murah hati dalam memberi, dan lebih lemah lembut dalam berbicara. Itulah cara menjalani hidup dengan berhati-hati.

JOE STOWELL

Kemarin telah berlalu; Esok belum pasti; hanya hari ini yang kita miliki. Jalanilah dengan bijak.

Menghadapi Masa Depan

Ketika membongkar arsip-arsip lama, saya menemukan sejilid majalah TIME edisi khusus terbitan tahun 1992 yang berjudul “Setelah Tahun 2000: Apa yang Dapat Kita Harapkan di Milenium Baru”. Menarik sekali membaca ramalan-ramalan yang dibuat 2 dekade lalu tentang apa yang akan terjadi di masa mendatang. Memang ada prediksi umum yang menjadi kenyataan, tetapi tidak seorang pun berhasil meramalkan banyaknya peristiwa dan inovasi yang telah berpengaruh besar terhadap hidup kita. Pernyataan yang paling menyentak saya adalah, “Prinsip utama dalam meramal adalah hal-hal yang tidak terduga membuat masa depan mustahil dapat diramalkan.”

BACAAN HARI INI

Yakobus 4:13-17

Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu. Yakobus 4:15

Yakobus mengingatkan kita bahwa meramalkan tentang masa depan dengan meniadakan Allah merupakan sikap yang bodoh dan sombong. “Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: ‘Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kamu akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung’; sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: ‘Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu” (YAK. 4:13-15).

Banyak orang terbiasa menyebutkan rencana-rencana mereka dengan menambahkan ungkapan, “Jika Tuhan berkenan.” Ungkapan itu mungkin terdengar klise, tetapi kita memang patut selalu mengakui kedaulatan Allah. Ketika memandang masa depan dengan perhatian yang terpusat kepada Allah, kita dapat menghadapinya dengan keyakinan atas rencana-Nya yang penuh kasih.

Kita tak tahu apa yang akan terjadi, tetapi kita mempercayai Dia yang mengatur hari depan.

Terlambat Berubah?

Banyak bahasa memiliki ungkapan tentang sulitnya mengubah kebiasaan lama. Bahasa Inggris punya ungkapan, “You can’t teach an old dog new tricks” (Tak mungkin mengajarkan trik baru pada seekor anjing tua). Dalam Bahasa Prancis, “Ce n’est pas a un vieux singe qu’on apprend a faire la grimace” (Tak mungkin mengajar seekor monyet tua untuk membuat raut wajah lucu). Lalu, dalam bahasa Spanyol, “El loro viejo no aprende a hablar” (Burung beo tua tak bisa lagi belajar bicara).

Yohanes 3:1-8, 13-16

Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”

Yohanes 3:3

Saat Yesus berkata bahwa seseorang harus “dilahirkan kembali” untuk “melihat Kerajaan Allah,” Nikodemus menjawab, “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?” (YOH. 3:3-4). Menurut Merrill Tenney, seorang profesor dan penulis, Nikodemus ingin berkata, “Aku tahu lahir baru itu penting, tetapi aku sudah terlalu tua untuk berubah. Pola hidupku sudah terbentuk. Kelahiran fisik tak lagi mungkin dan kelahiran baru secara psikologis lebih tak mungkin . . . . Bukankah aku tak punya harapan?”

Yesus menjawab, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (AY.16). Itulah tawaran hidup baru dan awal baru bagi setiap orang.

Berapa pun umur kita dan bagaimanapun keadaan hidup kita, dengan kuasa Allah, tak ada kata terlambat bagi kita untuk berubah.

Kegagalan bukanlah akhir bagi mereka yang mau bangkit lagi bersama Allah.

BACAAN HARI INI

Penarikan Kembali

Di tahun 2010, sejumlah pabrik mobil menarik kembali sekitar 20 juta mobil di Amerika Serikat karena

ditemukan beragam kerusakan. Membayangkan banyaknya mobil rusak berseliweran di jalanan saja sudah mencengangkan, tetapi yang lebih menggelisahkan adalah sikap masa bodoh dari sejumlah pemilik mobil. Seorang direktur dari Center of Auto Safety (Pusat Pengawasan Keamanan Kendaraan) memberikan peringatan kepada para pemilik mobil, “Kami menawarkan kesempatan untuk memberikan perbaikan mobil secara cumacuma. Bereskan segera, karena itu mungkin bisa menyelamatkan jiwa Anda.” Meski nyawa menjadi taruhannya, 30 persen pemilik mobil tak pernah menanggapinya.

BACAAN HARI INI

Kisah Para Rasul 3:13-21

Sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan.

Kisah Para Rasul 3:19

Demikian juga, banyak orang mengabaikan “pemberitahuan penarikan kembali” yang diberikan Allah kepada seluruh umat manusia. Namun tidak seperti kerusakan pada mobil, kerusakan moral pada diri manusia bukanlah kesalahan Sang Pencipta. Dia menjadikan segala sesuatunya “sungguh amat baik” (KEJ. 1:31), tetapi dosa manusia merusaknya. Allah menawarkan kepada kita, “Bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan” (KIS. 3:19).

Allah menawarkan tidak hanya perbaikan cuma-cuma bagi hati manusia tetapi penggantian total (YEH. 36:26; 2KOR. 5:17). Walaupun tawaran itu bersifat cuma-cuma (EF. 2:8-9), Allah telah membayarnya dengan nyawa Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal. “[Yesus] sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh” (1PTR. 2:24).

Jangan abaikan panggilan Tuhan. Pemulihan cumacuma dan permanen yang ditawarkan Allah bagi kerusakan rohani Anda akan menyelamatkan hidup Anda! C. P. HIA

Untuk memulai lembaran baru, mintalah hati yang baru kepada Allah.

Apakah Anda ingin tahu lebih banyak

tentang Yesus, apa yang telah

disediakan-Nya untuk Anda, dan bagaimana Anda dapat mengenal-Nya?

Tersedia buklet berjudul Kisah tentang Pengharapan, yang dapat lebih jauh

memperkenalkan tentang Yesus kepada

Anda. Buklet ini dapat Anda peroleh tanpa dikenakan biaya. Silakan menghubungi kami untuk mendapatkannya atau memindai QR-code ini dengan ponsel Anda untuk membaca materinya secara online.

Anda juga dapat mengakses santapanrohani.org untuk melihat materi cetak maupun materi digital yang kami terbitkan.

Ingin lebih mengenal Tuhan?

Ingin lebih mengenal Tuhan?

Bacalah firman-Nya dengan bantuan renungan

Bacalah firman-Nya dengan bantuan renungan

Santapan Rohani

Santapan Rohani

Pilihlah media yang sesuai untuk Anda.

Pilihlah media yang sesuai untuk Anda.

CETAK

CETAK

Menerima edisi cetak secara triwulan.

Menerima edisi cetak secara triwulan.

E-MAIL

E-MAIL

Menerima e-mail secara harian.

Menerima e-mail secara harian.

HUBUNGI KAMI:

HUBUNGI KAMI:

APLIKASI

APLIKASI

Our Daily Bread/ Santapan Rohani di Android & iOS.

Our Daily Bread/ Santapan Rohani di Android & iOS.

+62 21 2902 8950 +62 815 8611 1002 +62 878 7878 9978

+62 21 2902 8950

+62 815 8611 1002 +62 878 7878 9978

Santapan.Rohani indonesia@odb.org santapanrohani.org ourdailybread.org/locations/

Santapan.Rohani indonesia@odb.org

santapanrohani.org ourdailybread.org/locations/

Materi kami tidak dikenakan biaya. Pelayanan kami didukung oleh persembahan kasih dari para pembaca kami.

Materi kami tidak dikenakan biaya. Pelayanan kami didukung lewat persembahan kasih dari para pembaca kami.

Materi kami tidak dikenakan biaya. Pelayanan kami didukung oleh persembahan kasih dari para pembaca kami.

santapanrohani.org

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook