Harapan di Usia Senja SERI

Teks dirancang agar lebih nyaman dibaca

![]()


ketika penglihatannya mulai
memburuk, Bapak Chandra kehilangan semangat untuk
hidup. Sebelumnya, kesehatannya hampir sempurna. Di usia 84
tahun, ia masih mampu meng urus dirinya sendiri. Namun sekarang, untuk mengambil makanan saja ia harus mengandalkan tetangganya.
Ia sangat merindukan istrinya yang telah meninggal beberapa tahun yang lalu. Ia juga tidak
dekat dengan putra-putrinya yang tinggal jauh dan tidak bisa sering
berkunjung. Pertama kali dalam hidupnya, Bapak Chandra terpikir untuk bunuh diri.
Usia senja adalah masa yang harus dihadapi oleh kita semua.
Ibu Yuli merasa tidak pernah bisa benar-benar pensiun. Ia dan suami sudah berumur 70-an, tetapi mereka masih terus bekerja karena putri tunggal mereka mengalami gangguan mental dan tidak bisa mendapat pekerjaan yang layak. Baik Ibu Yuli maupun suaminya mengidap penyakit yang diidap orang tua pada umumnya, seperti kencing manis dan tekanan darah tinggi. Ia bertanya-tanya, berapa lama lagi mereka masih bisa bertahan hidup? Siapa yang akan mengurus
putri mereka setelah mereka meninggal dunia?
Ibu Ruth harus menerima keadaan bahwa kini ia hidup seorang diri. Suaminya telah lama meninggal, dan mereka tidak memiliki keturunan. Ia mencoba tetap aktif setelah pensiun, dengan bertemu teman-teman dan terlibat dalam kegiatan di lingkungannya. Namun sekarang, ia tidak lagi bersemangat untuk pergi ke luar rumah setiap hari. Dan satu per satu temannya mulai berpulang. Ia semakin kehilangan semangat untuk menikmati hari demi hari. “Bertambah tua benarbenar tidak menyenangkan,” kata
Ibu Ruth kepada teman-temannya yang masih hidup.
Apakah Anda merasakan hal yang sama tentang usia senja?
Apakah Anda bergumul dengan
penyakit kronis atau perasaan
kesepian? Apakah Anda merasa
tidak banyak lagi yang membuat
Anda bersemangat untuk hidup?
Sayangnya, usia senja adalah
masa yang harus dihadapi oleh
kita semua. Pepatah Tiongkok menyatakan tentang kenyataan
yang pahit itu secara gamblang: “Manusia menua dan mutiara menguning; tak ada yang bisa menghalanginya.”
Kondisi yang Menurun
salah satu hal yang paling
sulit diterima di usia senja adalah menurunnya kondisi kesehatan
jasmani. Sekuat atau sesehat apa
pun Anda, hampir pasti daya
penglihatan dan pendengaran
Anda akan berkurang, dan
kekuatan serta stamina Anda tidak lagi seperti dahulu.
Ancaman
penyakit juga
menjadi sumber keprihatinan.
Ada penyakit
kronis seperti
Apakah usia senja hanya berisi penderitaan?
diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi yang mengkhawatirkan. Ada juga
penyakit yang lebih buruk— kanker, serangan jantung, atau
stroke. Bahkan Anda mungkin
memiliki teman-teman dekat yang menderita atau meninggal
dunia karena penyakit-penyakit itu. Anda pun bertanya-tanya:
Apakah usia senja hanya berisi penderitaan demi penderitaan?
Mungkin yang sama
menyakitkannya dengan
menurunnya kondisi jasmani adalah hilangnya kemandirian. Kelemahan dan penyakit membuat
kita harus mengandalkan orang lain, bahkan untuk aktivitas sederhana sehari-hari, seperti ke kamar mandi, mengenakan pakaian, atau menyantap makanan. Semua itu terasa
memalukan, bahkan membuat kita merasa terhina, karena kita diingatkan pada kenyataan bahwa kita tidak lagi sekuat, semampu, dan semandiri dahulu.
Seperti sejumlah rekan seusia
Anda, mungkin juga Anda merasa ketinggalan zaman, karena tidak bisa mengejar perubahan sosial
dan teknologi yang begitu pesat di dunia yang tampaknya tidak lagi menghargai usia dan pengalaman seseorang. Anda mungkin merasa
tidak lagi berguna atau diperlukan oleh masyarakat. Perasaan itu
bisa memicu depresi karena Anda merasa tidak lagi mempunyai tujuan dalam hidup dan tidak ada lagi yang berharga untuk diperjuangkan. Di masa-masa seperti itu, tidak heran kita pun bertanya: Apakah aku sudah tidak berguna lagi?
Mungkin juga Anda sedang bergumul dengan perasaan kesepian karena kehilangan pasangan hidup atau terpisah dari anak-anak. Mungkin Anda merasa terasing di rumah sendiri atau terabaikan oleh keluarga sendiri.
Lalu Anda mulai bertanyatanya: Apakah mereka masih mengasihiku?
Pernahkah Anda mengajukan pertanyaan-pertanyaan semacam
itu? Dan pernahkah Anda bertanya-tanya, adakah seseorang yang bisa memberikan jawaban?
Seseorang yang benar-benar memahami perasaan Anda, yang bisa menolong Anda menghadapi penderitaan, yang meyakinkan
Anda di tengah keraguan, dan yang memberi Anda alasan untuk terus menjalani hidup?
Dalam situasi seperti itu, banyak orang berusaha mencari solusi mereka sendiri. Namun, mereka menemukan bahwa tidak ada satu hal pun di dunia ini yang benar-benar dapat memecahkan masalah penuaan. Tidak ada dokter atau obat yang dapat menghentikan merosotnya kondisi tubuh Anda. Tidak ada keluarga atau teman yang dapat dengan sempurna memenuhi
kebutuhan Anda yang terdalam.
Tidak ada pula aktivitas atau hobi
yang sungguh-sungguh dapat
mengisi kekosongan yang semakin dirasakan sebagian besar dari kita.
Satu Pribadi yang
Dapat Menolong
namun, bagaimana jika ada yang dapat menjawab pertanyaan
Anda? Bagaimana jika ada yang tidak hanya memahami perasaan
Anda, tetapi juga dapat menolong
Anda menjalani usia senja? Dan bagaimana jika pribadi ini sedang menantikan Anda dengan tangan terbuka?
Pertimbangkanlah pribadi tersebut, yakni Tuhan Allah, Pencipta kita.
Allah, yang menyatakan diri di dalam Yesus Kristus, menciptakan
setiap dari kita. Dia menjadikan kita menurut gambar-Nya, jadi Dia
memahami sepenuhnya pikiran
dan perasaan kita. Dia merancang dan membentuk setiap bagian
dari tubuh kita, jadi Dia tahu apa yang kita alami: jasmani, mental, emosional, psikologis, dan rohani.
Dia tahu apa yang membuat kita
tidak nyaman dan menderita, segala kekhawatiran dan
ketakutan kita, segenap perasaan kesepian dan kekosongan yang kita alami.
Yang terlebih penting dari itu semua, Yesus mengasihi setiap orang. Berapa pun usia kita, setiap dari kita berharga bagi-Nya. Jika
kita percaya kepada-Nya dan mengikut-Nya sebagai Tuhan kita,
Dia menjanjikan bagi kita:
1. Jaminan Kehadiran-Nya
Seorang anak pasti menghadapi tantangan-tantangan dalam masa pertumbuhannya, seperti belajar di sekolah dan belajar berteman. Ia juga tidak bisa mengelak dari perasaan sakit
hati yang biasa dialami dalam hidup ini: berbagai perubahan jasmani, mental, dan emosional; kegagalan yang menyakitkan; dan kekecewaan yang menyedihkan.
Namun, orangtua si anak dapat menolongnya melalui berbagai pengalaman hidup tersebut. Mereka dapat mendampingi, menghibur, dan meyakinkannya dengan memberikan pemahaman bahwa si anak dapat mengandalkan pertolongan dan nasihat mereka setiap kali ia membutuhkannya. Ia sanggup
menghadapi setiap tantangan dengan penuh keyakinan, karena ia tahu bahwa orangtuanya akan selalu hadir untuknya.
Anda juga bisa menikmati kehadiran Allah itu! Dia berjanji untuk selalu menyertai setiap
langkah Anda di sepanjang usia senja Anda. Anda akan menerima tuntunan, hikmat, dan pemahaman dari Allah untuk dapat menangani masalah yang ada, sekaligus Anda dihibur dan didampingi-Nya. Anda boleh datang kepada-Nya kapan saja, dan Dia senantiasa hadir— seperti orangtua yang penuh kasih—untuk mendengarkan, menyemangati, menghibur, dan menolong Anda.
Dalam Alkitab, Allah berjanji kepada kita: “Sampai masa
tuamu Aku tetap Dia dan sampai putih rambutmu Aku akan menggendong kamu. Aku telah
melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu” (Yesaya 46:4).
Pernahkah Anda melihat orangtua menunjukkan kasih sayang kepada anaknya? Setiap anak menjadi kesayangan orangtuanya hanya karena ia adalah keturunan mereka.
Demikianlah Anda bagi Allah—Anda sangat berharga bagi-Nya karena
Dia sendiri yang telah menciptakan Anda. Allah tidak melihat kita
seperti dunia melihat kita; Dia tidak melihat kita menurut usia, kemampuan, dan prestasi kita—
Dia mengasihi kita apa adanya.
Itu karena ketika kita percaya kepada-Nya, Dia mengangkat kita menjadi anak-anak-Nya. Identitas kita yang baru tidak didasarkan pada perbuatan kita, prestasi kita, atau seberapa baik atau bergunanya diri kita. Sebaliknya, identitas kita sepenuhnya dilandaskan pada anugerah dan kasih Allah. Dia ingin memberi kita hak untuk menjadi anakanak-Nya. Dan seperti orangtua yang sangat menghargai setiap anaknya, setiap dari kita juga sangat berharga di mata Allah. Hak istimewa menjadi anak-anak Allah itu selalu menjadi milik kita. Alkitab mengatakan: “Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia
telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi
anak-anak-Nya, sesuai dengan
kerelaan kehendak-Nya” (Efesus 1:4-5).
3. Keberadaan yang Berarti
Anda mungkin telah melihat bagaimana kelahiran seorang cucu dapat memberikan sukacita yang luar biasa dan memiliki arti yang sangat besar bagi kakek atau neneknya yang telah lanjut usia, seakan mereka mendapatkan semangat baru untuk menjalani
hidup. Hal yang sama juga terjadi
ketika Anda mempercayai dan mengikut Allah! Hubungan baru Anda dengan-Nya akan memberikan tujuan dan semangat yang besar bagi hidup Anda, seiring bertumbuhnya interaksi
Anda dengan Yesus.
Hidup Anda akan mempunyai arti yang baru!
Anda mungkin juga
menemukan peluang-peluang baru untuk membagikan
hikmat dan pengalaman Anda
ketika Anda bergabung dengan komunitas sesama pengikut
Yesus. Alkitab memberikan
banyak contoh bagaimana Allah
sangat menghargai orang yang
lanjut usia. Orang tua dihormati
di tengah masyarakat, dan orang muda diajar untuk menghormati
mereka dan menghargai nasihat serta hikmat mereka. Beberapa
tokoh dalam Alkitab dipilih Allah untuk melakukan tugas-tugas
penting pada saat mereka berusia
80 tahun atau lebih. Orang-orang
lanjut usia mendapat tempat khusus dalam hati Tuhan.
Alkitab menyebut tentang seseorang yang merasa begitu
diberkati Allah sehingga ia tidak
bisa berhenti bercerita tentang Allah kepada orang lain. Meskipun
sudah tua, ia menyadari tujuan hidupnya, dan berdoa kepada
Allah: “Sampai masa tuaku dan putih rambutku, ya Allah, janganlah meninggalkan aku, supaya aku memberitakan kuasa-Mu kepada angkatan ini, keperkasaan-Mu kepada semua orang yang akan datang.” —Mazmur 71:18
Jika kita mengikut Allah, kita akan menjadi seperti dirinya— menemukan sasaran dan tujuan
baru hidup sekaligus mengetahui bahwa Allah tidak pernah akan meninggalkannya.
4. Pengharapan Hidup Kekal
Pernahkah Anda bertanya-tanya— bahkan mungkin khawatir— tentang apa yang terjadi setelah kematian? Apakah kematian
adalah akhir segala-galanya? Adakah kehidupan setelah kematian?
Pertanyaan-pertanyaan itu sulit untuk dijawab, tetapi
Yesus memiliki jawabannya! Dia menawarkan sesuatu yang
menakjubkan: pengharapan akan hidup kekal. Mungkin Anda sulit
memahaminya sekarang, tetapi itulah yang dijanjikan Allah Sang
Pencipta, Pemberi hidup yang sejati, jika kita percaya kepadaNya. Setelah kita meninggalkan dunia ini, Allah akan membawa kita tinggal bersama-Nya untuk selamanya, dan kita pun terbebas
dari segala kelemahan kita sebagai manusia.
Yesus berkata, “Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku
dan percaya kepada [Allah] yang
mengutus Aku, ia mempunyai
Anda dapat mengarahkan pandangan pada sebuah kehidupan baru nan sempurna yang menanti Anda.
hidup yang kekal” (Yohanes 5:24).
Dengan pengharapan yang menakjubkan seperti itu, hidup—
dan segala tantangan yang Anda hadapi di usia senja—akan terlihat
sangat jauh berbeda. Meskipun kondisi jasmani dan mental Anda menurun, Anda akan memiliki sesuatu yang indah untuk digapai
di masa mendatang—layaknya medali emas yang diterima di akhir perlombaan yang panjang
dan sulit. Saat ini, perjalanan hidup Anda mungkin terasa berat, tetapi Anda dapat mengarahkan pandangan pada sebuah
kehidupan baru nan sempurna yang menanti Anda.
usia senja mungkin menyulitkan.
Kita akan terus bergumul dengan keterbatasan jasmani dan mental, juga dengan perasaan rentan, sedih, terabaikan, dan kesepian.
Namun, Anda dapat menemukan makna dan pengharapan baru di dalam Yesus. Jika Anda mempercayai-Nya, Anda akan menemukan bahwa Anda tidak lagi harus menjalani hidup yang
penuh tantangan ini seorang diri, karena Yesus akan selalu menyertai setiap langkah perjalanan Anda; bukan hanya dalam kehidupan sekarang ini, tetapi juga dalam kehidupan yang akan datang.
Apakah Anda ingin lebih mengenal Yesus, mengetahui apa yang Dia berikan dan bagaimana Anda dapat lebih mengenal-Nya?
Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang Allah, cobalah datang ke gereja di tempat Anda berada, di mana ada hamba Tuhan yang dapat menolong menjawab pertanyaan-pertanyaan Anda.
Selain itu, bacalah Alkitab untuk
melihat kisah-kisah tentang Tuhan Yesus.
Our Daily Bread Ministries juga ingin membantu Anda.
Isilah formulir terlampir untuk
meminta materi-materi alkitabiah
lainnya. Kunjungi situs www. santapanrohani.org untuk mengetahui lebih banyak tentang materi cetak dan digital yang kami sediakan.
Penerjemah: Rusiana Budirahardjo
Editor Terjemahan: Dwiyanto, Natalia Endah
Penyelaras Bahasa: Bungaran Gultom
Foto Sampul: Pixabay
Perancang Sampul: Andy Liaw
Kutipan ayat diambil dari teks Alkitab Terjemahan
Baru Indonesia © LAI 1974
© 2017 Our Daily Bread Ministries. Hak Cipta dilindungi Undang-Undang.
Indonesian Looking at Life “Growing Old?—Hopeful Days are Ahead!”
Our Daily Bread Ministries
PO Box 15, Kilsyth, VIC 3137, Australia
Tel: (+61-3) 9761-7086, australia@odb.org
Our Daily Bread Ministries Ltd
PO Box 74025, Kowloon Central Post Office, Kowloon, Hong Kong
Tel: (+852) 2626-1102, Fax: (+852) 2626-0216, hongkong@odb.org
ODB Indonesia
PO Box 2500, Jakarta 11025, Indonesia
Tel: (+62-21) 2902-8950, Fax: (+62-21) 5435-1975, indonesia@odb.org
Daily Bread Co. Ltd
PO Box 46, Ikoma Nara 630-0291, Japan
Tel: (+81-743) 75-8230, Fax: (+81-743) 75-8299, japan@odb.org
Our Daily Bread Berhad
PO Box 86, Taman Sri Tebrau, 80057 Johor Bahru, Malaysia
Tel: (+060-7) 353-1718, Fax: (+060-7) 353-4439, malaysia@odb.org
Our Daily Bread Ministries
PO Box 303095, North Harbour, Auckland 0751, New Zealand
Tel: (+64-9) 444-4146, newzealand@odb.org
Our Daily Bread Ministries Foundation
PO Box 47-260, Taipei 10399, Taiwan R.O.C.
Tel: (+886-2) 2585-5340, Fax: (+886-2) 2585-5349, taiwan@odb.org
Our Daily Bread Ministries Thailand
PO Box 35, Huamark, Bangkok 10243, Thailand
Tel: (+66-2) 718-5166, Fax: (+66-2) 718-6016, thailand@odb.org
Our Daily Bread Ministries Asia Ltd
5 Pereira Road, #07-01 Asiawide Industrial Building, Singapore 368025
Tel: (+65) 6858-0900, Fax: (+65) 6858-0400, singapore@odb.org