Bicara Uang

Investasi bijak demi masa depan

Bicara Soal Uang
“Saya ingin membantu Anda mengelola uang secara bijak demi masa depan.” Itulah yang mungkin dikatakan seorang penasihat keuangan ketika ia menyajikan rencana dan kebijakan keuangan yang baru disusunnya kepada Anda. Meskipun kita tahu bahwa itu hanyalah caranya mengimingimingi kita, biasanya kita tetap saja penasaran. Mengapa? Karena kita terus-menerus terjangkiti kekhawatiran bahwa kita tidak akan punya cukup uang. Menurut salah satu survei di Amerika Serikat, dua dari tiga orang mengkhawatirkan kondisi keuangan mereka.
Uang memang merupakan masalah besar. Meskipun kita tahu bahwa uang bukanlah segala-galanya, tetapi hampir segala sesuatu memerlukan uang—pendidikan, sandang, pangan, dan masih banyak hal lainnya.
Jadi, siapa yang bisa kita percayai untuk memberikan kepada kita nasihat terbaik mengenai uang? Renunganrenungan pilihan dari Santapan Rohani ini akan memberikan kepada Anda suatu sudut pandang yang berbeda dan pendekatan yang radikal terhadap uang, dengan maksud untuk membantu Anda dalam mengatasi tantangan hidup di tengah dunia yang mendewa-dewakan uang.
Jika Anda merasa bacaan-bacaan ini membantu Anda, dan Anda ingin menerima buku renungan Santapan Rohani, silakan mengisi formulir dalam pamflet ini dan mengirimkannya kembali kepada kami. Buku renungan kami diberikan tanpa dikenakan biaya. Dukungan dana untuk RBC Ministries berasal dari persembahan kasih para sahabat seperti Anda. Kami tidak didanai atau berada di bawah suatu kelompok atau denominasi apa pun.
© 2014 RBC Ministries. Hak cipta dilindungi Undang-Undang.
Kutipan ayat-ayat Alkitab dikutip dari ALKITAB Terjemahan Baru, Lembaga Alkitab Indonesia © LAI 2003.
Hari ke-1
Pandanglah BUrUng-BUrUng
Bacaan Alkitab Hari Ini matius 6:25-34
Apakah Anda khawatir tentang uang? Kita perlu berhati-hati dengan uang, tetapi Yesus mengajar kita untuk tidak terlalu mengkhawatirkan tentang uang. Bila Anda beriman kepada Allah, Anda tidak perlu khawatir soal kebutuhan hidup. Allah sendiri yang bertanggung jawab, bukan saja atas kebutuhan sandang pangan Anda, melainkan atas segala kebutuhan Anda.
Pandanglah burung-burung di langit . . . diberi makan oleh
Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burungburung itu?
MaT ius 6:26
Ketika Yesus berbicara tentang kebutuhan kita akan makanan, Dia menunjuk pada burung-burung, dan berkata, “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” (Matius 6:26). Ini bukan berarti bahwa kita akan mendapatkan segala hal yang kita butuhkan tanpa berbuat apa-apa. Burung-burung pun harus mengais dan mencari makanan. Maksud Yesus, burung-burung itu tidak mengkhawatirkannya.
Yesus meminta kita untuk memusatkan seluruh hidup kita kepada-Nya, maka kebutuhan sandang pangan kita akan dipenuhi-Nya. Pikirkanlah: Baik Anda hidup mengejar uang atau tidak, pada akhirnya Anda akan meninggalkan uang itu atau uang yang akan meninggalkan Anda. Namun jika Anda memusatkan hidup Anda pada Allah dan melakukan kehendakNya, segalanya yang lain akan disediakan-Nya untuk Anda. Apakah Anda lebih khawatir soal mencari dan menyimpan uang daripada melakukan kehendak Allah? Jika ya, berhenti dan pandanglah burung-burung di langit. —Haddon Robinson
Jauh lebih buruk miskin tujuan daripada miskin uang.
Hari ke-2
kekayaan Jiwa
Bacaan Alkitab Hari Ini amsal 30:1-9
Berharap bisa memenangi rekor hadiah undian sebesar 640 juta dolar, orang Amerika menghabiskan uang sekitar 1,5 miliar dolar untuk membeli tiket lotre besarbesaran di awal tahun 2012. Peluang menang hanya 1 dari 176 juta—luar biasa kecil—tetapi orang masih saja rela antre di berbagai tempat untuk membeli kesempatan agar menjadi kaya. Ada sesuatu dalam diri kita yang membuat kita berpikir bahwa uang yang banyak akan menyelesaikan masalah dan membuat hidup kita lebih baik.
Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku. aM sa L 30:8
Seorang tokoh di Alkitab, Agur, memiliki cara pandang yang berbeda tentang kekayaan ketika meminta Allah untuk mengabulkan dua permohonannya sebelum ia meninggal.
Pertama, ia berkata, “Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan” (Amsal 30:8). Integritas adalah kunci untuk menjalani hidup tanpa kekhawatiran. Jika kita tidak menyembunyikan apa pun, tidak ada yang perlu kita takutkan. Tipu muslihat memperbudak, tetapi kejujuran memerdekakan. Kedua, “Jangan berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati makanan yang menjadi bagianku” (ay.8). Kepuasan bersumber dari sikap mempercayai Allah sebagai penyedia kebutuhan hidup kita dan menerima dengan penuh syukur yang Dia sediakan. Agur berkata bahwa Sang Penciptalah yang “menetapkan segala ujung bumi . . . Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya” (ay.4-5).
Integritas dan kepuasan adalah kekayaan jiwa yang tersedia bagi semua orang. Tuhan berkenan memberikan harta kekayaan ini pada semua orang yang memintanya. —David McCasland
Ketidakpuasan membuat kita miskin sedangkan kepuasan membuat kita kaya!

Apakah Anda menerima manfaat
dari bacaan ini? Berikan tanggapan
dan usul Anda di sini.
KOMENTAR
BACA ARTIKEL LAIN
Jika Anda ingin menerima
Seri Pengharapan Hidup terbaru secara rutin
atau ingin membagikan materi ini kepada orang lain, silakan:
Daftar di sini
Hari ke-3
adakah yang aMan?
Bacaan Alkitab Hari Ini 1 timotius 6:17-19
Saat terjadi krisis keuangan pada tahun 2008, seorang janda kehilangan sepertiga pendapatannya saat saham banknya tak lagi membayar dividen setelah bank itu pailit. The Wall Street Journal mengutip respons pilunya yang mewakili perasaan banyak orang dengan pengalaman serupa: “Anda cuma berpikir, ‘Ini tak mungkin terjadi.’ Apa lagi yang aman saat ini?”
Peringatkanlah kepada orangorang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah.
1 Ti M o T ius 6:17
Tragedi dan masa sulit selalu mengguncang pikiran kita. Rencana dan harapan kita dikandaskan oleh peristiwa yang berjalan di luar kendali. Kita diingatkan hanya ada satu sumber rasa aman yang sejati di tengah dunia yang terus berubah. Dengan kesadaran itu kita membaca kata-kata Paulus: “Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatkanlah agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya” (1 Timotius 6:17-19).
Saat harta kita berkurang, kita dapat menjadi kaya dalam perbuatan baik, kebajikan, dan sikap yang suka berbagi dengan sesama. Saat keuangan kembali stabil, kita dapat lebih leluasa meneruskan berkat dari Allah dan mempercayai Dia sepenuhnya. Hanya dalam Tuhanlah kita aman. —David McCasland
Di masa-masa yang penuh ketidakpastian, kita dapat merasa aman sepenuhnya di dalam Allah.
Hari ke-4
andai Uang BiSa Bicara
Bacaan Alkitab Hari Ini lukas 12:13-21
Dalam perjalanan pulang
dari kantor, saya melihat
sebuah mobil minivan dengan bangga menampilkan sebuah stiker yang bertuliskan: “Andai Uang Bisa Bicara: Uang Saya Mengucapkan Selamat Tinggal.” Saya pikir banyak orang juga merasakan hal yang sama.
Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagaibagai duka.
1 Ti M o T ius 6:10
Sebagian besar masa hidup ini kita gunakan untuk mencari dan menggunakan uang—benda yang bersifat sementara. Pasar modal dapat jatuh. Harga-harga melonjak. Pencuri bisa merampasnya. Barang-barang menjadi lapuk dan rusak, sehingga dibutuhkan lebih banyak lagi penerimaan dan pengeluaran uang untuk menggantikan barang tersebut. Karena sifatnya yang sementara itulah, harta kekayaan tidak mungkin dapat memberi rasa aman bagi kita di tengah dunia yang tidak aman ini. Uang memang lebih sering mengucapkan selamat tinggal daripada berada bersama kita.
Alkitab tidak mengatakan bahwa memiliki uang atau harta benda sebagai hal yang salah. Namun yang salah adalah jika uang menjadi tujuan yang menggerakkan hidup kita. Yang terjadi, kita justru mati-matian mengumpulkan harta benda yang pada akhirnya akan kita tinggalkan—entah semasa hidup ini atau yang pasti pada saat ajal tiba.
Alangkah tragisnya jika kita menjalani seluruh hidup kita lalu mengakhirinya tanpa menghasilkan apa pun yang bernilai kekal. Mengutip perkataan Yesus dalam Lukas 12:21, memang lebih baik menjadi kaya di mata Allah daripada mengumpulkan harta yang sia-sia. —Bill Crowder
Harta di surga tertimbun pada saat harta di dunia dilepaskan.
Hari ke-5
Tawaran MenggiUrkan
Saya takjub mendapat berbagai tawaran menggiurkan yang membanjiri kotak e-mail saya setiap harinya. Saya mencoba untuk menjumlahkan uang gratis yang ditawarkan dalam satu minggu, dan total yang bisa saya raup adalah 26 juta dolar AS. Namun tak ada satu pun tawaran itu yang benar. Setiap tawaran tersebut tidak lain adalah kebohongan yang dikirim para penipu untuk memeras uang saya.
Bacaan Alkitab Hari Ini YesaYa 53:1-6 [Yesus] tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita . . . Tuhan telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian.
Y E saYa 53:5-6
Kita semua bisa saja tergoda oleh tawaran yang menggiurkan dan teperdaya oleh penipuan yang sebenarnya membuat kita terpuruk. Kita ditawari harapan palsu yang berujung pada impian yang hancur.
Namun ada satu tawaran yang begitu tulus dan luar biasa, sekalipun rasanya sulit untuk dipercaya. Inilah tawaran Allah kepada kita, yakni keselamatan melalui iman pada karya sempurna Yesus di atas kayu salib: “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” (Kisah Para Rasul 16:31). Itulah tawaran yang dibayar mahal oleh-Nya—dan kitalah yang menerima manfaatnya. Alkitab memberitahukan kepada kita, “Yesus . . . telah diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita” (Roma 4:25).
Dengan menerima tawaran keselamatan itu, kita dapat mempunyai pengharapan, damai sejahtera, pengampunan dosa, harta surgawi, dan pembebasan. Itulah tawaran yang benar. Kematian dan kebangkitan Yesuslah yang menjamin kebenarannya. —Dave Branon
Keselamatan kita dibayar mahal oleh Allah, tetapi kita terima dengan cuma-cuma.
Hari ke-6
Tak TerBeli
Bacaan Alkitab Hari Ini
Roma 6:15-23
Seorang pendeta berusaha menjelaskan arti keselamatan kepada seorang wanita kaya, tetapi wanita itu tidak paham bahwa ia tidak dapat membeli keselamatan itu.
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu.
Ef E sus 2:8-9
Pendeta itu memberi ilustrasi: “Jika Anda ingin memberi putri Anda sebuah rumah besar yang indah sebagai hadiah, bagaimana perasaan Anda jika ia berkata, ‘Ibu harus mengizinkanku membantumu membayar hadiah itu. Ibu tahu aku bekerja untuk rumah sakit misi dan tak menerima gaji besar, tetapi kurasa aku dapat menyisihkan 8 dolar setiap bulan.’”
Lanjutnya: “Itulah yang sedang Anda katakan kepada Allah. Anda ingin membantu untuk membayar apa yang telah Yesus lunasi. Rumah di surga adalah hadiah, dan merupakan suatu penghinaan jika kita berusaha membantu untuk membayarnya.”
Banyak orang saleh yang berniat baik—baik kaya maupun miskin—sulit memahami bahwa Yesus telah membayar lunas keselamatan manusia. Karena meyakini bahwa sesuatu harus dilakukan untuk memperoleh kemurahan Allah, mereka berupaya membeli keselamatan itu semampu mereka.
Kita perlu memahami bahwa ketika Allah memberikan Anak-Nya Yesus sebagai korban penebusan, tuntutan atas semua dosa kita telah lunas dibayar. Upaya kita untuk membeli pemberian Allah merupakan penghinaan terhadap diri-Nya. Iman yang murni berarti mempercayai bahwa Allah telah melunasi pembayarannya. Kita tidak perlu membeli keselamatan yang telah lunas dibayar dengan kematian Yesus di kayu salib itu. —Dave Branon
Apakah Anda akan menerima hadiah keselamatan itu hari ini?

Our Daily Bread Ministries
PO Box 15, Kilsyth, VIC 3137, Australia
Our Daily Bread Ministries
Tel: (+61-3) 9761-7086, australia@odb.org
PO Box 15, Kilsyth, VIC 3137, Australia
Tel: (+61-3) 9761-7086, australia@odb.org
Our Daily Bread Ministries Ltd

Our Daily Bread Ministries Ltd
PO Box 74025, Kowloon Central Post Office, Kowloon, Hong Kong
PO Box 74025, Kowloon Central Post Office, Kowloon, Hong Kong
Tel: (+852) 2626-1102, Fax: (+852) 2626-0216, hongkong@odb.org
Apakah Anda ingin tahu lebih banyak
ODB Indonesia
Tel: (+852) 2626-1102, Fax: (+852) 2626-0216, hongkong@odb.org
ODB Indonesia
PO Box 2500, Jakarta 11025, Indonesia
tentang Yesus, apa yang telah
PO Box 2500, Jakarta 11025, Indonesia
Tel: (+62-21) 2902-8950, Fax: (+62-21) 5435-1975, indonesia@odb.org
Daily Bread Co. Ltd
Daily Bread Co. Ltd
PO Box 46, Ikoma Nara 630-0291, Japan
PO Box 46, Ikoma Nara 630-0291, Japan
disediakan-Nya untuk Anda, dan bagaimana Anda dapat mengenal-Nya?
Tel: (+62-21) 2902-8950, Fax: (+62-21) 5435-1975, indonesia@odb.org
Tel: (+81-743) 75-8230, Fax: (+81-743) 75-8299, japan@odb.org
Tel: (+81-743) 75-8230, Fax: (+81-743) 75-8299, japan@odb.org
Our Daily Bread Berhad

Our Daily Bread Berhad
PO Box 86, Taman Sri Tebrau, 80057 Johor Bahru, Malaysia
PO Box 86, Taman Sri Tebrau, 80057 Johor Bahru, Malaysia
Tersedia buklet berjudul Kisah tentang Pengharapan, yang dapat lebih jauh
Tel: (+060-7) 353-1718, Fax: (+060-7) 353-4439, malaysia@odb.org
Tel: (+060-7) 353-1718, Fax: (+060-7) 353-4439, malaysia@odb.org
Our Daily Bread Ministries PO Box 303095, North Harbour, Auckland 0751, New Zealand
Our Daily Bread Ministries
memperkenalkan tentang Yesus kepada
Tel: (+64-9) 444-4146, newzealand@odb.org
PO Box 303095, North Harbour, Auckland 0751, New Zealand
Tel: (+64-9) 444-4146, newzealand@odb.org
Anda. Buklet ini dapat Anda peroleh tanpa dikenakan biaya. Silakan menghubungi kami untuk mendapatkannya atau memindai QR-code ini dengan ponsel Anda untuk membaca materinya secara online.
Our Daily Bread Ministries Foundation PO Box 47-260, Taipei 10399, Taiwan R.O.C. Tel: (+886-2) 2585-5340, Fax: (+886-2) 2585-5349, taiwan@odb.org
Our Daily Bread Ministries Foundation
PO Box 47-260, Taipei 10399, Taiwan R.O.C.
Tel: (+886-2) 2585-5340, Fax: (+886-2) 2585-5349, taiwan@odb.org
Our Daily Bread Ministries Thailand PO Box 35, Huamark, Bangkok 10243, Thailand Tel: (+66-2) 718-5166, Fax: (+66-2) 718-6016, thailand@odb.org
Our Daily Bread Ministries Thailand
Our Daily Bread Ministries Asia Ltd
PO Box 35, Huamark, Bangkok 10243, Thailand
5 Pereira Road, #07-01 Asiawide Industrial Building, Singapore 368025
Tel: (+66-2) 718-5166, Fax: (+66-2) 718-6016, thailand@odb.org
Tel: (+65) 6858-0900, Fax: (+65) 6858-0400, singapore@odb.org
Our Daily Bread Ministries Asia Ltd
5 Pereira Road, #07-01 Asiawide Industrial Building, Singapore 368025
Tel: (+65) 6858-0900, Fax: (+65) 6858-0400, singapore@odb.org
Anda juga dapat mengakses santapanrohani.org
untuk melihat materi cetak maupun materi digital yang kami terbitkan.

Ingin lebih mengenal Tuhan?
Ingin lebih mengenal Tuhan?
Bacalah firman-Nya dengan bantuan renungan
Bacalah firman-Nya
dengan bantuan renungan
Santapan Rohani
Santapan Rohani
Pilihlah media yang sesuai untuk Anda.
Pilihlah media yang sesuai untukAnda.



CETAK
CETAK
Menerima edisi cetak secara triwulan.
Menerima edisi cetak secara triwulan.





Menerima e-mail secara harian.
Menerima e-mail secara harian.
HUBUNGI KAMI:
HUBUNGI KAMI:
APLIKASI
APLIKASI
Our Daily Bread/ Santapan Rohani di Android & iOS.
Our Daily Bread/ Santapan Rohani di Android & iOS.
+62 21 2902 8950 +62 815 8611 1002 +62 878 7878 9978
+62 21 2902 8950
+62 815 8611 1002 +62 878 7878 9978
Santapan.Rohani indonesia@odb.org santapanrohani.org ourdailybread.org/locations/
Santapan.Rohani indonesia@odb.org santapanrohani.org
Materi kami tidak dikenakan biaya. Pelayanan kami didukung oleh persembahan kasih dari para pembaca kami.
ourdailybread.org/locations/
Materi kami tidak dikenakan biaya. Pelayanan kami didukung lewat persembahan kasih dari para pembaca kami.
Materi kami tidak dikenakan biaya. Pelayanan kami didukung oleh persembahan kasih dari para pembaca kami.