





Gaung intertekstual dari Yusuf dalam Ester

‣Kejadian 37 tidak pernah menyebutkan nama Allah tetapi providensia-Nya sangat terlihat jelas.

‣Yusuf dilemparkan ke dalam sumur; saudarasaudaranya duduk untuk makan. (Kej. 37:25)

‣Yusuf “mendapat kasih” Potifar. (Kej. 39:4)

‣Istri Potifar berbicara dengan Yusuf “dari hari ke hari” (Kej. 39:10)

‣“Kesalahan terhadap raja” disusul dengan kelupaan dan kesulitan tidur yang dialami raja (Kej. 40:1-22)

‣“Baiklah juga tuanku Firaun . . . menempatkan penilik-penilik [supaya mereka] memungut” hasil bumi (Kej. 41:34-35)

‣Kitab Ester tidak pernah menyebutkan nama Allah, tetapi Dia jelas berkarya dalam segala kejutan dan pembalikan yang terjadi.

‣Pengangkatan Yusuf serta manfaat yang diterima orang Israel dan semua orang (Kej. 41:37-43)


‣Raja dan Haman mengeluarkan titah lalu duduk untuk minum-minum. (Est. 3:15)

‣Ester menerima “kasih sayang” dari para pejabat asing. (Est. 2:8-20)

‣Para pegawai raja berbicara dengan Mordekhai “berhari-hari” (Est. 3:1-6)

‣“Kesalahan terhadap raja” disusul dengan kelupaan dan kesulitan tidur yang dialami raja (Est. 2:21-23)

‣“Hendaklah raja menempatkan kuasa-kuasa . . . supaya mereka mengumpulkan” para gadis (Est. 2:3)

‣Pengangkatan Mordekhai serta manfaat yang diterima orang Yahudi dan semua orang (Est. 10:1-3)

Gaung intertekstual dari Musa dalam Ester
‣Orang Israel dipandang sebagai ancaman (Kel. 1:9-10)

‣Seorang Israel yang tak dikenal oleh raja mendapatkan kasih sayang, terancam, dan akhirnya menjadi pembebas bangsanya

‣Keengganan Musa (Kel. 3–6)

‣“Memohon” kepada Firaun demi bangsanya (Kel. 7:1-2)

‣“Perkenanan” di istana (Kel. 12:36)

‣“Aku dengan umat-Mu” (Kel. 33:16)

‣Musuh gentar kepada orang Israel (Kel. 15:14-16)

‣Musa “sangat dihormati” (Kel. 11:3)

‣Hari raya peringatan

‣Laporan pertempuran (Kel. 14–15)


‣Orang Yahudi dipandang sebagai ancaman (Est. 3:8-9)

‣Seorang Yahudi yang tak dikenal oleh raja mendapatkan kasih sayang, terancam, dan akhirnya menjadi pembebas bangsanya

‣Keengganan Ester (Est. 4)

‣“Memohon” kepada raja demi bangsanya (Est. 4:8)

‣“Perkenanan” di istana (Est. 5:2)

‣“Hamba serta bangsa hamba” (Est. 7:4)

‣Musuh gentar kepada orang Yahudi (Est. 9:2-3)

‣Mordekhai “sangat dihormati” (Est. 9:3-4)

‣Hari raya peringatan (bandingkan Est. 3:7,12)

‣Laporan pertempuran (Est. 9:6-10)

Gaung intertekstual dari Daud & Saul dalam Ester
‣Silsilah Saul (1Sam. 9:1)

‣Masalah dengan Agag dan titah untuk pemusnahan (1Sam. 15)

‣Mordekhai, “bin Kish” (Est. 2:5)

‣Hukuman yang sesuai dengan beratnya pelanggaran (1Sam. 15:23,33)

‣Haman, “orang Agag” dan titah untuk pemusnahan (Est. 3:1,12-13)

‣Takhta kerajaan akan diberikan kepada “orang lain yang lebih baik dari padamu.” (1Sam. 15:28)

‣Hukuman yang sesuai dengan beratnya pelanggaran (Est. 7:10)



‣Takhta ratu diberikan kepada “gadis yang lebih baik” daripada Wasti. (Est. 2:4)


Gaung intertekstual dalam Ester

‣Orang Yahudi di istana bangsa asing/tidak bersahabat
‣Mengambil identitas asing di istana raja
‣Ancaman atas dirinya dan umat Allah
‣Bertahan untuk loyal kepada bangsanya dan menjadi pembebas yang tidak terduga


Gaung intertekstual dalam Ester

‣Orang Yahudi di istana bangsa asing/tidak bersahabat
‣Mengambil identitas asing di istana raja
‣Ancaman atas dirinya dan umat Allah
‣Bertahan untuk loyal kepada bangsanya dan menjadi pembebas yang tidak terduga

‣Yusuf ‣Musa ‣[Daud]
‣Daniel
‣Nehemia
‣Ester





