Skip to main content

Aku Takut Di-PHK

Page 1


SERI PENGHARAPAN HIDUP

Aku Takut DiPHK!

Aku Takut Di-PHK!

peter sama sekali tidak menyangka akan terkena PHK. Ketika ia duduk di depan komputernya dan tidak bisa mengakses sistem kantornya, ia berkata kepada rekannya, “Mungkin sistemnya mati lagi.” Namun, rekannya bisa masuk ke sistem kantor tanpa masalah apa pun.

Akan tetapi, setengah dari rekanrekan kerja Peter lainnya menemui masalah yang sama. Pengawas mereka pergi mengecek penyebab masalah tersebut. Ia kembali dengan berita yang mengejutkan—setengah dari departemen mereka baru saja terkena PHK. Peter pulang dengan linglung. “Apa yang harus kulakukan?” katanya kepada istrinya. Ia satu-satunya pemberi nafkah di keluarganya, dan mereka memiliki dua orang anak yang masih kecil.

Sanjaya sedikit lebih siap. Tempat kerjanya, sebuah perusahaan perekrutan, sudah lama menginginkan tim yang

lebih muda dan memberi sinyal bahwa mereka akan melepaskan pekerjapekerja yang lebih tua seperti dirinya. Selama berbulan-bulan, Sanjaya sudah mempersiapkan diri untuk berita buruk yang akan datang. Namun, ketika bosnya datang dan mengatakan, “Maaf, posisimu tidak masuk dalam struktur yang baru,” hati Sanjaya tetap hancur. Ia membayangkan dirinya tidak lagi berguna meskipun punya pengalaman dan keterampilan yang baik. “Apakah saya sudah tua dan tidak berguna?” tanyanya kepada diri sendiri.

Cerita-cerita seperti ini membuat khawatir Lidya yang bekerja sebagai teknisi. Industri yang digelutinya sedang dalam kondisi tidak baik, dan ada rumor yang beredar bahwa perusahaannya mungkin akan melakukan perampingan untuk menghemat biaya. Setiap hari, ia dan rekan-rekannya datang ke kantor dengan perasaan cemas kalau-kalau hari itu adalah hari terakhir mereka bekerja. Ia juga khawatir karena akan sulit baginya mencari pekerjaan baru akibat keterampilannya yang terbatas. Namun, teman-temannya tidak merasa hal itu sebagai suatu masalah. “Cari saja pekerjaan baru,” kata mereka. Mengapa mereka tidak mengerti kecemasannya?

Pemutusan Hubungan Kerja: Ketakutan yang

Nyata

jika cerita-cerita tadi mirip dengan pengalaman Anda, Anda tidak sendirian. Dengan ketidakstabilan dan ketidakpastian dalam ekonomi dan lingkungan kerja saat ini, banyak

dari kita yang menghadapi ancaman kehilangan pekerjaan. Tidak peduli

apakah kita memiliki keterampilan yang mumpuni atau mendapat gaji yang kecil, bekerja di perusahaan kecil atau besar, kita semua punya ketakutan yang sama— diberi tahu suatu hari bahwa kita tidak dibutuhkan lagi.

PHK bisa

membuat kita

khawatir akan

kondisi finansial

kita, karena hal

itu mempengaruhi kemampuan kita

untuk mengurus diri sendiri dan keluarga kita.

Tidak seperti orang-orang yang keluar untuk

mencari pekerjaan baru, kita tidak punya kesempatan

PHK bisa

membuat kita khawatir akan kondisi finansial kita, karena hal itu mempengaruhi kemampuan

kita untuk mengurus diri sendiri dan keluarga kita.

untuk mencari pekerjaan sebelum PHK ini terjadi. Atau lebih buruk lagi, kita mungkin tidak akan mendapat pekerjaan baru untuk waktu yang cukup lama.

Jika Anda merasa terbebani oleh kekhawatiran dan ketakutan, yakinlah bahwa itu adalah respons yang normal terhadap masalah yang sangat nyata. Banyak orang merasakan hal yang sama; Anda tidak sendirian.

Terkadang, masalahnya lebih dari soal uang. PHK bisa membuat kita merasa bahwa kita telah melakukan suatu kesalahan atau tidak sebaik orang lain. Kita mungkin bertanya-tanya apakah kita akan menjadi yang pertama di-PHK karena kita kurang mampu, terampil, berguna, atau hanya karena lebih tua dibandingkan pekerja yang lain. Bahkan, kita mungkin merasa iri terhadap mereka yang memiliki pekerjaan yang “aman”. PHK bisa sangat berpengaruh pada harga diri kita.

Jaka mengalami depresi ketika ia kehilangan pekerjaannya sebagai account manager dan sulit sekali mendapatkan pekerjaan baru. “Tidak ada yang mau mempekerjakan seorang pria paruh baya,” katanya berulang kali kepada istrinya. “Apa yang bisa kulakukan? Siapa yang akan menolongku?”

Apakah Anda menerima manfaat dari bacaan ini? Berikan tanggapan dan usul Anda di sini.

KOMENTAR

BACA ARTIKEL LAIN

Jika Anda ingin menerima

Seri Pengharapan Hidup terbaru secara rutin atau ingin membagikan materi ini kepada orang lain, silakan:

Daftar di sini

Apakah Anda mempunyai pertanyaan-pertanyaan yang sama? Apa yang bisa saya lakukan? Siapa yang akan menolong saya?

Yang Kita

Butuhkan

mungkin bagian terberat dari ketidakpastian tentang pekerjaan adalah menyadari bahwa kita tidak bisa berbuat banyak untuk menolong diri sendiri. Bukan karena kita tidak mampu, tetapi karena situasi kita benar-benar bergantung pada orang lain. PHK tidak berhubungan dengan seberapa keras kita bekerja atau seberapa baik diri kita; melainkan berhubungan dengan keadaan ekonomi global dan lokal, kondisi industri dan perusahaan kita, dan keputusan bisnis para pemimpin perusahaan kita.

Bagian terberat dari

ketidakpastian tentang pekerjaan adalah

menyadari bahwa kita tidak bisa berbuat banyak untuk menolong diri sendiri.

Jadi, selain jaminan finansial, yang kita butuhkan adalah jaminan bahwa kita bisa mendapatkan bantuan ketika kita terkena PHK; penghiburan dan dorongan untuk membantu kita menghadapi kekhawatiran yang kita alami sekarang; dan keyakinan tentang harga diri kita. Bayangkan jika kita memiliki seseorang yang bisa memberikan kepada kita:

Jaminan: Jika kita tidak bisa yakin akan selalu memiliki pekerjaan kita, maka kita akan terbantu jika kita yakin akan segera mendapatkan pekerjaan baru—atau ada seseorang yang bisa membantu kita melalui masa pengangguran sehingga kita tetap bisa mengurus kebutuhan keluarga kita. Kita bisa tenang jika kita punya seseorang yang bisa kita andalkan—pribadi yang bisa mengatakan, “Jangan khawatir, aku menguasai keadaan ini”.

Penghiburan: Bagaimana jika ada seseorang yang benar-benar mengerti ketakutan, kekhawatiran, dan kecemasan kita? Pribadi yang benarbenar mengerti apa yang kita rasakan, dan mau mendengarkan serta berempati, dan tidak memberikan saran yang tidak berguna? Pasti itu akan sangat membantu kita.

Keyakinan: Meskipun kita hidup dalam budaya yang sangat menekankan peran kita sebagai pemberi nafkah, kita perlu diyakinkan bahwa kehilangan pekerjaan tidak membuat harga diri kita jatuh. Kita akan sangat terbantu jika ada seseorang yang bisa meyakinkan kita: “Engkau tetap seorang pekerja yang baik dan berharga di mataku.”

Siapa yang bisa memberikan bantuan seperti itu kepada kita? Kebanyakan dari kita mungkin tidak mengenal seseorang yang cukup “berkuasa” untuk membantu kita mendapatkan pekerjaan.

Untuk penghiburan, kita bisa mencari bantuan dari orang-orang terkasih dan teman-teman kita, tetapi mungkin kita tidak ingin membebani anggota keluarga kita—dan teman-teman belum tentu memahami kekhawatiran dan ketakutan kita. Rasanya sulit pula menemukan keyakinan akan harga diri kita, khususnya di tengah budaya yang cenderung memuja kesuksesan.

Pribadi yang Bisa Membawa

Perubahan

jadi, siapa yang bisa menolong kita dan memberikan jaminan, penghiburan, dan keyakinan yang sesungguhnya? Adakah seseorang yang bisa kita andalkan,

karena ia akan selalu hadir untuk menolong dan memelihara kita? Adakah seseorang yang bisa meyakinkan kita bahwa kita benar-benar berharga, apa pun yang mungkin terjadi?

Kami percaya bahwa memang ada satu Pribadi yang bisa melakukan semua hal tersebut—Dialah Allah Pencipta, Allah yang dipercayai orang-orang Kristen. Mengenal dan mempercayai

Dia akan membawa perubahan dalam hidup kita, karena

Sebagai

Pencipta dan Pemelihara,

Dia juga bisa memberikan jaminan, penghiburan, dan keyakinan yang sejati kepada kita.

Dia telah berjanji menolong dan memelihara kita

dengan caraNya dan pada waktu-Nya. Sebagai Pencipta dan Pemelihara,

Dia juga bisa memberikan jaminan, penghiburan, dan keyakinan yang sejati kepada kita.

Izinkan kami memberi tahu Anda lebih lanjut tentang Allah:

Dia Mahakuasa: Allah yang menciptakan dunia dan segala isinya itu adalah Allah yang Mahakuasa dan

Mahatahu—Dia mengendalikan segala sesuatu di atas bumi. Dia juga Allah yang baik. Dia bijaksana, adil, dan jujur, dan tidak pernah berbuat salah. Dia juga kekal—artinya, Dia ada untuk selama-lamanya. Jadi, Allah selalu dapat diandalkan.

Dia mengasihi kita: Karena Allah mengasihi setiap dari kita sebagai anak-anak-Nya, Dia sangat peduli kepada hidup kita. Dia ikut merasakan penderitaan dan kekhawatiran kita, mengerti ketakutan kita yang terdalam, dan tahu persis bagaimana kita berpikir tentang pekerjaan dan diri kita sendiri.

Dia peduli kepada setiap dari

kita: Allah bukanlah sesosok makhluk gaib yang hidup jauh di atas kita dan tidak tertarik kepada sepak terjang manusia. Sebaliknya, Dia adalah Allah Mahapengasih yang sangat menghargai kita masing-masing, karena Dialah yang menciptakan setiap dari kita. Anda dan saya berharga di mata-Nya. Tak peduli bagaimana kinerja kita dalam pekerjaan atau seberapa besar pendapatan kita, kita berharga di mata-Nya seperti anak-anak berharga di mata orangtua mereka; Allah mengasihi kita karena nilai kita di mata-Nya, bukan karena kemampuan kita.

Apakah kita bisa melihat Allah? Sekitar 2.000 tahun lalu, Allah datang ke dunia dalam rupa manusia bernama

Yesus. Dia hidup dan menderita sebagai seorang manusia, sehingga Dia mengerti kekhawatiran dan ketakutan kita. Alkitab, yang dipercayai orang Kristen sebagai firman yang diilhamkan oleh Allah, menasihati kita: “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada [Allah], sebab Ia yang memelihara kamu” (1 Petrus 5:7).

Mengenal Allah tidak membuat semuanya tiba-tiba berubah dan kehidupan Anda menjadi sempurna.

Mungkin Anda tetap menghadapi ketidakpastian pekerjaan, ancaman PHK, dan kecemasan lain dari hari ke hari.

Namun, Anda akan dapat mengandalkan Allah, karena Anda mengetahui bahwa

Karena Dia mengasihi dan mempedulikan

Anda, Dia akan menolong

Anda melalui masa-masa yang sulit ini.

Dia sanggup memberikan Anda kekuatan untuk menghadapi kekhawatiran

Anda, dan kebijaksanaan untuk mengambil langkah yang tepat. Anda akan memperoleh penghiburan

dan keyakinan dengan pengetahuan bahwa karena Dia mengasihi dan mempedulikan Anda, Dia akan menolong

Anda melalui masa-masa yang sulit ini.

Anda pun akan dapat melalui perjalanan yang sulit tersebut dengan pengetahuan bahwa Anda tidak sendirian dan bahwa

Anda sangat dikasihi dan dihargai, apa pun yang mungkin terjadi dalam pekerjaan dan kehidupan Anda.

Kami mendorong Anda berbicara dengan seorang teman Kristen atau menghubungi gereja terdekat yang dapat membantu Anda untuk lebih jauh mengenal Yesus dan perubahan yang diberikan-Nya. Bacalah Alkitab untuk menemukan bagaimana Sang Pencipta kehidupan dapat memberikan kepuasan abadi kepada Anda.

Penerjemah: Christina Natasha

Editor: Dwiyanto

Penyelaras Bahasa: Tim ODB Indonesia

Perancang Sampul: Mary Chang

Penata Letak: Mary Chang

Kutipan ayat diambil dari teks Alkitab Terjemahan Baru Indonesia © LAI 1974

© 2020 Our Daily Bread Ministries. Naskah dilindungi oleh Hak Cipta.

Indonesian "Help! I May Lose My Job"

Apakah Anda ingin tahu lebih lanjut tentang Yesus?

Kisah tentang Pengharapan adalah buklet yang dapat memberi tahu Anda lebih lanjut tentang siapa Yesus dan karya-Nya bagi Anda.

Pindai QR Code ini untuk membacanya secara daring, atau hubungi kami untuk mendapatkan edisi cetaknya.

Kunjungi https://santapanrohani.org/sph untuk melihat bacaan-bacaan yang akan membantu Anda menemukan pertolongan terbaik yang ditawarkan Allah melalui firman-Nya atas beragam pergumulan dan pertanyaan hidup.

Untuk lebih banyak materi cetak dan digital, kunjungi santapanrohani.org

Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Aku Takut Di-PHK by Our Daily Bread Ministries - Issuu