lupe bima
ASAL USUL LUPE BIMA
Lupe adalah payung tradisional masyarakat Bima yang terbuat dari kerajinan berbahan dasar tanaman. Orang-orang Sambori menyebut payung yang terbuat dari anyaman daun lontar atau pandan duri ini dengan sebutan Waku, sedangkan orang-orang di Bima menyebutnya dengan sebutan Lupe.
Mayoritas orang Bima (Mbojo) bermata pencaharian sebagai petani, sehingga bentuk Lupe menyesuaikan gerakan dalam aktivitas bertani. Lupe berbentuk lonjong, menutupi kepala dan badan yang berfungsi sebagai topi/payung sekaligus jas hujan.
Material yang digunakan biasanya adalah daun pandan duri atau lontar karena keduanya memiliki daun yang lebar dan panjang, seratnya kuat dan tidak mudah robek. Lupe sangat cocok bagi petani atau penggembala yang sedang bekerja di sawah atau ladang. Pohon pandan dan lontar dalam berbagai jenis bisa tumbuh subur di daerah Bima. Sehingga persediaan bahan baku untuk anyaman Lupe tidak ada masalah.
Hampir sebagian besar kerajinan Bima seperti Lupe dan semacamnya menggunakan daun lontar atau pandan, baik yang berdaun lebar maupun berdaun kecil. Karena pohon lontar atau pandan banyak ditemukan tumbuh secara liar di sekitar Bima. Leluhur orang Bima memang cukup arif melihat peluang dalam keseharian mereka. Namun sayangnya pohon lontar atau pandan sebagai bahan baku utama kerajinan masyarakat Bima saat ini sudah semakin berkurang.





Sumber: google maps













