











![]()
















Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan
program berlingkup nasional yang dikelola oleh
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia dalam rangka meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain untuk melakukan penguatan

kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan yang dapat meningkatkan kesejahteraan di tingkat lokal sesuai dengan kondisi wilayah.



Kepedulian terhadap lingkungan melalui Proklim sudah disosialisasikan di Lingkungan RW 11 Pekayon Jaya sejak tahun 2015. Tujuan program terse- but adalah untuk mem- berdayakan warga RW 11 untuk aktif melakukan upaya penyesuaian diri dan penanggulangan akibat perubahan iklim.

Oleh karena itu, dapat diharapkan sebagian besar warga sudah men- jalani gaya hidup sadar lingkungan dan melaku- kan kegiatan yang bertu- juan untuk meningkatkan kelestarian lingkungan.




Membangun kesadaran masyarakat berperilaku dan berbudaya baru dalam berpikir dan berbuat untuk pelestarian lingkungan
Meningkatkan kegiatan yang dapat memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan
Menjadi pusat pelatihan berbagai pihak yang mempunyai program meningkatkan kualitas lingkungan untuk wilayah pemukiman kota
Membangun fasilitas dan meningkatkan kualitas infrastuktur sehingga layak untuk dikunjungi sebagai sarana informasi dan edukasi wisata lingkungan
Menggalang dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat, Pemerintah, Perguruan Tinggi, dan Dunia Usaha.

ProKlim Pekayon sendiri memiliki pembagian program kerja yang diunggulkan berdasarkan sektor adaptasi dan mitigasi.
Adaptasi
Program kerja berbasis kegiatan untuk menghindari dan/atau mengurangi emisi gas rumah kaca:
- Ketahanan pangan
Mitigasi
Program kerja berbasis kegiatan untuk menyesuaikan diri dengan konsekuensi perubahan iklim saat ini dan di masa depan:
- Kelola sampah
- Tutupan vegetasi
- Energi Baru Terbarukan
5 I Program Kerja



Tanaman sayur-sayuran secara hidroponik
Kegiatan: 4 kali tanam Pertahun


Peningkatan produk UMKM berbasis tanaman hasil kebun sendiri, seperti; Kelor, Bunga Telang, Pandan.
Peningkatan jumlah tanaman buah dalam pot dari tahun ke tahun
Frekuensi pelaksanaan: 1-2 kali setahun

Pemanfaatan unit rumah bibit secara maksimal

Komposting secara kawasan
Bahan baku dari: sampah organik, daun-daun tebangan dan sapuan halaman.
Produksi: 800-1000Kg/Bulan


Eco Enzyme
- Produk fermentasi dari sampah kulit buah selama 3 bulan.
- Produk turunan (sabun cair, sabun padat, pupuk cair).
Dilakukan secara individu dan kolektif.

Pengumpulan SOD
(Sampah Organik Dapur)
untuk Budidaya Maggot.


Pengumpulan sampah yang tidak laku dijual/MLP (Multi Layer Plastic) untuk disetor ke Lembaga pengelola sampah residu.
Dilakukan setiap akhir bulan.


Revitalisasi Bank Sampah
Penimbangan sampah dilakukan setiap akhir bulan.

Memproduksi kerajinan aneka tas limbah plastik. Pembuatan bersama-sama dilakukan 2-4 kali/Bulan.

Peningkatan jumlah tanaman buah/ tanaman obat



Peningkatkan yang dilakukan secara vertikal
Peningkatan jumlah tanaman untuk produksi ecoprint.
Untuk produksi eco-print dilakukan setiap hari selasa.


Peningkatan penggunaan solar cell untuk kegiatan berkebun, dan rumah tangga.


Pengunaan energi solar cell untuk Penerangan Jalan Umum (PJU) dan halaman rumah

Peningkatan kegiatan kendaraan listrik (motor dan mobil)
Peningkatan jumlah kader di bidang lingkungan


Pelatihan/workshop/kerajinan/keterampilan produk ramah lingkungan.

Peningkatan kualitas warga kepada pelayanan kesehatan.

Peningkatan produksi eco enzyme dan turunan -turunannya


Pengkayaan ProKlim
Konservasi air & energi
Sanitasi Lingkungan & PHBS
Bertanam di Lahan
Sempit
Hidroponik
Pengelolaan sampah
Eco Enzyme
Energi Baru Terbarukan

MATERI PELATIHAN
KETERAMPILAN/KRIYA
Lilin Hias / Aromatic dari
Minyak Jelantah
Pernak Pernik Kain
Perca
Upcycle Tas dari
Kantong Kresek/Plastik
Sabun dari Minyak
Jelantah & Eco Enzyme
Ecoprint
Pupuk Organik Cair







“Lihatlah jauh ke dalam alam, barulah Anda akan memahami segalanya dengan lebih baik.”



Kampung Berseri Astra (KBA) Pekayon Jaya mendapatkan apresiasi dari PT International Astra pada acara ‘Workshop Lingkungan Astra 2023’ di Pondok Pekayon Indah, Bekasi, Jawa Barat.


RW 11 Pekayon Jaya meraih penghargaan ProKlim Lestari 2022.
“Ecoprint Berbasis Penghijauan”

Daun adalah bahan yang paling sering digunakan dalam ecoprint karena bentuk dan tekstur alami-nya menghasilkan corak yang unik dan menarik.
Lebih dari sekadar sebuah teknik pencetakan, ecoprint adalah bentuk ekspresi seni yang menghubungkan manusia dengan alam dan pelestarian lingkungan.
Ecoprint yang dikembangkan di KBA Pekayon dilatarbelakangi oleh semangat untuk melakukan penghijauan, meningkatkan tutupan vegetasi yang menjadi salah satu aksi mitigasi perubahan iklim.
Semakin banyak dan bervariasinya pohon pohon yang bisa digunakan untuk ecoprint, maka semakin produktifnya pembuatan ecoprint di KBA Pekayon
Program diawali pada tahun 2019, yaitu dengan diikutinya pelatihan pembuatan ecoprint oleh beberapa warga Pekayon, kemudian aktif dikembangkan kepada kelompok ibu-ibu KBA Pekayon pada bulan September 2022, program ini diharapkan dapat dikembangkan dan dikelola dengan baik secara berkelanjutan.





Inovasi RW 11 Pekayon
Berbasis Penghijauan”
