MAHA GOTRA GANESHA ITB
KATALOG TARI
MAHA GOTRA GANESHA @uxj9219
mahagotraganesha
mgg_itb@km.itb.ac.id
Pendahuluan Unit Kesenian Bali, Maha Gotra Ganesha (MGG ITB), adalah salah satu wadah kegiatan kemahasiswaan di ITB. Unit kesenian ini didirikan pada tanggal 15 September 1971 oleh mahasiswa ITB dari Bali, dipelopori oleh Prof. Dr. Ir. I Dewa Gde Raka (saat itu masih berstatus mahasiswa Teknik Industri dan sekarang adalah Guru Besar Teknik Industri ITB) dan didukung sepenuhnya oleh Prof. Dr. Ir. Wiranto yang pada saat itu menjabat sebagai Pembantu Rektor III ITB. Dengan demikian, dimulailah aktivitas kesenian Bali di ITB. Berdirinya unit ini diharapkan tidak hanya sekedar menyalurkan minat dan bakat mahasiswa ITB, tetapi juga tumbuhnya idealisme untuk turut berperan lebih banyak dalam menunjang kebudayaan nasional, khususnya kesenian Bali. Oleh karena itu, MGG mengadakan latihan gamelan dan tari Bali secara rutin yang dilaksanakan setiap bulan. Latihan ini ditujukan untuk meningkatkan kemampuan para penabuh dan penari MGG. Penawaran kerjasama ini diharapkan bisa menjadi sarana pembelajaran dan penyaluran kreativitas anggota MGG. Untuk jangka panjangnya, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu untuk ikut serta melestarikan budaya bangsa, khususnya kebudayaan Bali.
Pendahuluan/ Preface
Preface Bali cultural unit, Maha Gotra Ganesha (MGG-ITB), is one particular means of student activity in ITB for those who have a lot of interest towards Balinese culture. This unit was pioneered by Prof. Dr. Ir. I Dewa Gde Raka (who was a student of industrial engineering at that time, and is a Professor in that department at the present), and it was fully supported by Prof. Dr. Ir. Wiranto, who just then was appointed to be the ITB Rector Vice III. Since then, Balinese cultural activities began to take place in ITB. The establishment of this unit is not only dedicated to accommodate ITB student’s talents and interests towards Balinese culture. It was also aimed to help nourish the idealism of a more significant participation in maintaining our national heritage, Balinese culture in particular. Therefore, MGG rehearses its gamelan talent (musicians) and its dancers, every month. This rehearsal is devoted to improve the skill of both the musicians and dancers. Hopefully the following cooperation that we offer can play its role as a facilitator for our learning and also a creativity output for our members. In the long run, we are looking forward to see this program as a strong motivation for us in nurturing the national cultural heritage, especially Balinese culture.
PAGE 1
Contact Person: Krisda (08118745678) Id Line: aaikrisdat Ferry (081236627276) Id Line: ferrywistika
MAHA GOTRA GANESHA
Prestasi Untuk menambah pengetahuan tentang tari kreasi baru serta tabuhnya, MGG secara rutin setiap dua tahun, yaitu setiap tahun genap, mengadakan Festival Tari Bali (FTB) se-Jawa dan Lampung sebagai barometer perkembangan tari Bali di daerah ini. Kegiatan FTB ini sudah dilaksanakan delapan belas kali, terakhir kali pada tahun 2014. Selain kegiatan itu, kegiatan seperti seminar sehari, pameran lukisan dan yang lainnya juga pernah diselenggarakan oleh MGG. Kegiatan– kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Dies Natalis MGG yang dilaksanakan setiap tahunnya. Kegiatan lain yang tetap membuat MGG eksis adalah pentas–pentas tabuh dan tari Bali yang dilakukan hampir sepanjang tahun secara tetap. Pada tahun 2001, MGG mengadakan acara Pekan Seni Bali 2001 selama empat hari. acara ini meliputi beberapa kegiatan, di antaranya seminar tentang lukisan Bali, bazaar kerajinan dan lukisan Bali, berbagai macam perlombaan yang berkaitan dengan kebudayaan Bali, pementasan drama tari bersama– sama dengan sanggar tari Bali di Bandung, dan pementasan Tari Barong yang bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi Bali. Salah satu prestasi kami adalah diundang dalam acara pentas budaya internasional di dua negara, yaitu Perancis dan Jerman, pada tanggal 15–29 Juli 2002. Di Perancis kami tampil di Paris dan La Rochelle. Di Jerman kami tampil di tiga kota, yaitu Bremen, Berlin dan Gottingen. Tiket selalu terjual habis di setiap pementasan di kedua negara tersebut.
Prestasi/ Achievement
Achievement To increase our knowledge about the new dances and music, in every two years MGG regularly held a program called The FTB (Balinese Dance Festival). The festivals cover Java and Lampung as the barometer of Balinese culture development in this specific area. So far, we have maintained eighteen such festivals. Other than FTB, MGG has had seminars, painting exhibitions and more. Those activities are a series of events in MGG Dies Natalis, which takes place annually. Other activities that support MGG existence are our dances and gamelan performances which we carry out all through the year. In February 2001, MGG held the Balinese Culture Week for 4 days. This program covered some activities, such as seminar about Balinese Painting, handicraft and Balinese Painting Bazaar, various competitions related with Balinese Culture, dance and musical play together with art schools in Bandung and Barong dance performances in cooperation with the provincial government of Bali. One of our biggest achievement was an invitation to an international cultural event held in two European countries, France and Germany on July 15th - 29th, 2002. In France we performed in Paris and La Rochelle. In Germany we performed in the three big cities, Bremen, Berlin and Gottingen. Our performances in both countries gained a warm response from the local society, and the tickets were sold out.
PAGE 2
Contact Person: Krisda (08118745678) Id Line: aaikrisdat Ferry (081236627276) Id Line: ferrywistika
MAHA GOTRA GANESHA
Aktivitas Kegiatan yang bersifat nasional dan internasional yang pernah diikuti MGG: Pentas budaya di Rumania dan Hungaria pada tahun 1989. Pentas budaya di China dan Taiwan pada tahun 1990. Pentas dalam acara pembukaan perdana Gebyar BCA di stasiun TV Indosiar pada tahun 1997. Pentas kolaborasi bersama Jazz Clayde Martin pada tahun 1998. Pentas bersama Piano sirkus dari The British Council pada tahun 1999. Pentas Budaya Nusantara Perancis dan Jerman pada tahun 2002. Pentas Cultural Journey di Malaysia pada tahun 2007. Pentas kolaborasi bersama Balawan Trio pada Ganesha Music Event 2008. Pentas kolaborasi bersama Purwacaraka pada Opera Ganesha Dies Natalis ITB ke-50 tahun 2009. Pentas Kolaborasi bersama Tesla pada tahun 2012. Pentas dalam acara Gala Dinner FFTH Asia, Jakarta 2015.
Kegiatan besar yang pernah diselenggarakan MGG antara lain : Pekan Seni Bali ITB pada tahun 2001. Pameran lukisan se-Bandung pada tahun 2001. Pentas intern “Bali Bagoes” pada tahun 2003. Temu Alumni 33 Tahun MGG (Pementasan bersama Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jro Wacik) pada Februari 2005. Festival Tari Bali se-Jawa Barat, DKI Jakarta dan sekitarnya selama 18 kali sampai tahun 2014.
Aktivitas
Kegiatan Pertunjukan yang bersifat rutin diadakan MGG setiap tahun, antara lain : Dies Natalis MGG. Pentas–pentas di lingkungan kampus ITB (Dies Natalis ITB, pembukaan seminar dan kejuaraan). Pentas–pentas yang bersifat sukarela ataupun undangan (Pentas Massal Sanggar Tari Bali di Bandung, pernikahan, pembukaan acara, pengisi acara, dll.)
MAHA GOTRA GANESHA
Contact Person: Krisda (08118745678) Id Line: aaikrisdat Ferry (081236627276) Id Line: ferrywistika
PAGE 3
Activity National and international scale events which MGG participated in: The cultural performances in Romania and Hungary, 1989. The cultural performances in China and Taiwan, 1990. Performance in the grand opening of Gebyar BCA in the Indosiar TV station, 1997. A collaboration performance with Clyde Martin Jazz, 1998. A performance together with the Piano Circus from The British Council, 1999. The national Cultural Performances in France and Germany, 2002. The Cultural Journey in Malaysia, 2007. A collaboration performance with Balawan Trio in Ganesha Music Event, 2008. A collaboration performance with Purwacaraka in Opera Ganesha ITB, 2009. A collaboration performance with Tesla, 2012. Gala Dinner performance in FFTH Asia, Jakarta 2015.
Activity
The followings are the major events which were held by MGG: ITB Balinese Art Week, 2001. Bandung painting exhibition, 2001. Art Performance “Bali Bagoes”, 2003. Alumni Reunion 33 Years MGG (A performance with the national Minister of Culture and Tourism, Mr. Jro Wacik), February 2005. Balinese Dance Festival for West Java, Jakarta and its surround (18 times until 2014).
The followings are the events which were annually held by MGG: MGG Dies Natalis. Performances in campus (ITB Dies Natalis, seminar opening, championship). Voluntarily performances or invitational performances.
PAGE 4
Contact Person: Krisda (08118745678) Id Line: aaikrisdat Ferry (081236627276) Id Line: ferrywistika
MAHA GOTRA GANESHA
Latar Belakang
Latar Belakang/ Background
Dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat yang tertarik dengan kebudayaan dan kesenian Bali, kami bermaksud menawarkan beberapa kesenian tabuh dan tari Bali untuk dipentaskan dalam acara seminar, peresmian, talk show, penggalangan dana, malam kesenian, pertunjukan hiburan, pembukaan acara, dan lain-lain.
Background In order to fulfill the need and interest towards Balinese culture and art, we offer you Balinese musical and dance performances to be performed at seminars, launchings, soft and grand openings, talk shows, fund raisings, cultural nights, entertainment events, etc.
PAGE 5
Contact Person: Krisda (08118745678) Id Line: aaikrisdat Ferry (081236627276) Id Line: ferrywistika
MAHA GOTRA GANESHA
PENAMPILAN PERFORMANCES Sumber: id.wikipedia.org
TARI PENYAMBUTAN
WELCOMING DANCE
1. Tari Puspawresti Tari puspawresti merupakan salah satu tari penyambutan yang penuh dengan gerak yang dinamis. Para penari menabur bunga– bungaan sebagai tanda kebahagiaan dan kegembiraan dalam menyambut tamu agung. Durasi: ± 9 menit Jumlah Penari: 3 atau 5 orang (dapat disesuaikan)
1. Puspawresti Dance Puspawresti dance is one of the welcoming dances that is full of dynamic movements. The dancers are showering flowers as a symbol of happiness and joy of welcoming special guests. Duration: ± 9 minutes Number of dancers: 3 or 5 people
2. Tari Pendet Tari Pendet adalah tari putri berkelompok yang memiliki pola-pola gerak dinamis. Tari penyambutan ini ditampilkan dengan membawa bokor (sejenis mangkok) berisi bunga tabur. Durasi: ± 8 menit Jumlah penari: 5 orang
2. Pendet Dance Pendet dance is a female group dance that has a dynamic movement. This dance is performed also with a plate of flowers. Duration: ± 8 minutes Number of dancers: 5 people
MAHA GOTRA GANESHA
Contact Person: Krisda (08118745678) Id Line: aaikrisdat Ferry (081236627276) Id Line: ferrywistika
PAGE 6
3. Tari Puspanjali Tari puspanjali merupakan salah satu tari penyambutan. Tari ini menggambarkan penghormatan dan penghargaan yang tulus kepada para tamu. Durasi: ± 6 menit Jumlah penari: 5 orang
3. Puspanjali Dance Puspanjali dance is another form of a welcoming dance. This dance expresses sincere respect and gratitude for the guests. Duration: ± 6 minutes Number of dancers: 5 people
4. Tari Sekar Jempiring Tari Sekar Jempiring merupakan tarian maskot Kota Denpasar, tercipta dari inspirasi keindahan warna dan keharuman aroma bunga Jempiring (pecah piring). Tarian ini dikemas sebagai tari penyambutan bagi tamu-tamu dalam acara tertentu. Durasi: ± 7 menit Jumlah penari: 5 orang
4. Sekar jempiring Dance Sekar Jempiring dance is a dance mascot of Denpasar, this dance created from the beauty of color and fragrance of Jempiring flower. This dance is packaged as a dance of welcoming guests in a particular event. Duration: ± 7 minutes Number of dancers: 5 people
5. Tari Sekar Jagat Sekar artinya bunga, sedangkan jagad artinya dunia. Tari sekar jagat merupakan salah satu tari penyambutan kreasi baru yang menggambarkan dunia lewat keindahan warna-warni bunga. Tarian ini ditarikan oleh sekelompok wanita dengan menampilkan keanggunan gerakan. Durasi: ± 7 menit Jumlah penari: 5 orang
5. Sekar Jagat Dance A welcome dance from Bali. Sekar means flowers and jagad means the universe. This is a new creation dance. It describes our universe with beautiful and colourful flowers. The dance performed by a group of young ladies with grace. Duration: 7 minutes Number of dancers: 5 people
Sumber: harianterbit.com
PAGE 7
Contact Person: Krisda (08118745678) Id Line: aaikrisdat Ferry (081236627276) Id Line: ferrywistika
MAHA GOTRA GANESHA
TARI INDIVIDU DAN BERPASANGAN
INDIVIDUAL AND DUO DANCE
1. Tari Baris Tunggal Tari baris mengisahkan seorang pemuda yang gagah dengan sifat keprajuritan dan kepahlawanan. Tarian ini penuh dengan irama gerak yang mantap dan tegas sebagai wujud sikap seorang prajurit. Durasi: ± 10 menit
1. Baris Tunggal Dance Baris tunggal dance is a dance about a brave young man with a soldier-like and heroic spirit. This dance is full of dynamic and strong moves as an expression of the warrior. Duration: ±10 minutes
2. Tari Kebyar Duduk Tarian ini dilakukan oleh seorang penari sambil duduk dengan gerakan dinamis dan atraktif, serta dilengkapi dengan permainan kipas yang menarik. Durasi: ± 9 menit
2. Kebyar Duduk Dance This dance is performed by a dancer while sitting down with dynamic moves completed with a very attractive and skillful use of a fan. Duration: ±9 minutes
Sumber: id.wikipedia.org
Sumber: id.wikipedia.org
3. Tari Panji Semirang Tari ini berdasarkan kumpulan cerita Panji dari Jawa. Tarian ini menggambarkan pengembaraan Galuh Candrakirana yang menyamar sebagai seorang lelaki untuk mencari kekasihnya Raden Panji Inu Kertapati. Diciptakan pada tahun 1942 oleh I Nyoman Kaler (Alm). Durasi: ±9 menit
MAHA GOTRA GANESHA
3. Panji Semirang Dance This dance is based on the Panji cycle of stories from Java. It depicts Princess Candrakirana disguised as a man to search for her beloved prince Panji Inu Kertapati. This dance was created in 1942 by I Nyoman Kaler. Duration: ±9 minutes
Contact Person: Krisda (08118745678) Id Line: aaikrisdat Ferry (081236627276) Id Line: ferrywistika
PAGE 8
4. Tari Trunajaya Tari Trunajaya menggambarkan gerak-gerik pemuda yang telah beranjak dewasa, sangat emosional yang mana tingkah lakunya senantiasa berusaha memikat hati perempuan. Walaupun digambarkan sebagai seorang pemuda, tarian ini dikategorikan dalam tari putra keras yang umumnya ditarikan oleh penari putri. Durasi: ± 12 menit
4. Trunajaya Dance Trunajaya dance depicts the movements of young men who have grown, whose behavior is always trying to attract women's hearts. Although depicted as a young man, this dance is categorized as a hard male dance which is generally danced by female dancers. Duration: ± 12 minutes
5. Tari Oleg Tamulilingan Tarian ini mengisahkan sepasang kumbang jantan dan betina yang sedang memadu kasih di sebuah taman bunga. Gerakan tarinya sangat indah dan romantis. Durasi: ± 11 menit
5. Oleg Tamulilingan Dance This dance tells the story of a male bug and a female bug which are flirting in a flower garden. The movements are very beautiful and romantic. Duration: ±11 minutes
Sumber: id.wikipedia.org
Sumber: cintaindonesia.web.id
6. Tari Wiranata Tarian ini merupakan tari kreasi yang diciptakan oleh Nyoman Ridet pada tahun 1960. Tari Wiranata ini menggambarkan kesan gagah dari seorang penari serta cocok sekali dalam melukiskan seseorang yang punya pengaruh dan wibawa seperti seorang raja. Durasi: ±10 minutes
PAGE 9
6. Wiranata Dance A welcome dance from Bali. Sekar means flowers and jagad means the universe. This is a new creation dance. It describes our universe with beautiful and colourful flowers. The dance performed by a group of young ladies with grace. Duration: 7 minutes Number of dancers: 5 people
Contact Person: Krisda (08118745678) Id Line: aaikrisdat Ferry (081236627276) Id Line: ferrywistika
MAHA GOTRA GANESHA
TARI BERKELOMPOK
GROUP DANCE
1. Tari Belibis TTari ini mengisahkan tentang Prabu Angling Dharma yang dikutuk oleh istrinya menjadi seekor burung belibis. Dalam pengembaraannya, ia bertemu dengan sekawanan burung belibis, namun ia tidak diterima dalam kelompok itu karena bisa berbicara seperti manusia. Gerak tari ini menunjukkan penampilan yang menarik dan harmonis dengan gamelan yang mengiringinya. Durasi: ± 9 menit Jumlah Penari: 5 orang
1. Belibis Dance BThis dance tells the story of Prabu Angling Dharma who was cursed by his wife and changed into a belibis bird. In his journey, he met a group of belibis birds, but the group did not accept him because he could talk like a human. The dance shows a very attractive and harmonic performance accompanied with the gamelan music. Duration: ± 9 minutes Number of Dancers: 5 people
2. Tari Legong Keraton Tari Legong Keraton adalah tarian klasik Bali yang memiliki perbendaharaan gerak yang sangat kompleks yang diikat oleh struktur tabuh pengiring yang konon merupakan pengaruh dari seni Gambuh. Legong terdiri dari kata ‘Leg’ yang berarti gerakan yang lemah gemulai dan ‘Gong’ yang berarti gamelan.Gamelan yang dipakai untuk mengiringi tarian ini adalah gamelan Semar Pegulingan yang mempunyai tujuh tangga nada. Lakon yang biasa dipakai dalam Legong ini bersumber dari cerita Malat khususnya kisah Prabu Lasem, cerita Kuntir dan Jobog, dan Legod Bawa. Durasi tarian: ± 25 menit Jumlah Penari: 3 orang
2. Legong Keraton Dance Legong Keraton dance is a classic Balinese dance that has very complex movements which are bound by the music, known to be influenced by the art of Gambuh. Legong comes from the word ‘Leg’ that means tender moves, and ‘Gong’ that means gamelan music. Semar Pegulingan gamelan is the gamelan music we use to accompany this dance. The story commonly used in this legong comes from Malat stories, especially the story of Prabu Lasem, Kuntir and Jobog story, and Legod Bawa story. Duration: ± 25 minutes Number of dancers: 3 people
3. Tari Legong Kuntul Legong Kuntul termasuk dalam jenis Legong non-dramatik yang menggambarkan keanggunan burung bangau di tengah sawah. Legong ini menceritakan sepasang kuntul yang asyik bercengkerama. Legong menggambarkan karakteristik burung bangau atau Kokokan. Durasi: ± 20 menit Jumlah Penari: 4-6 orang
3. Legong Kuntul Dance Legong Kuntul is a non-dramatic type of Legong that depicts the grace of a crane in the middle of a rice field. This Legong tells of a pair of egrets who are busy chatting. Legong depicts the characteristics of a crane or Kokokan. Duration: ± 20 minutes Number of Dancers: 4-6 people
MAHA GOTRA GANESHA
Contact Person: Krisda (08118745678) Id Line: aaikrisdat Ferry (081236627276) Id Line: ferrywistika
PAGE 10
4. Tari Tenun Tari Tenun melukiskan seorang wanita Bali yang sedang menenun dengan perasaan tenang dan gembira. Dalam tarian ini dilukiskan keindahan gerak-gerakan memintal benang, mengatur benang, dan keterampilan tangan dan jari saat menenun. Durasi: ± 8 menit. Jumlah Penari: 1-3 orang
4. Tenun Dance Tenun dance tells a story about Balinese females who are weaving calm and happily. This dance pictures the beauty of weaving a yarn with hands. Duration: ± 8 minutes Number of dancers: 1-3 people
Sumber: seringjalan.com
5. Tari Gopala TKata Gopala berarti penggembala sapi. Gopala menggambarkan tingkah laku sekelompok penggembala sapi di suatu ladang penggembalaan. Tarian ini mengandung gerak- gerak yang humoris dengan materi gerak yang merupakan perpaduan antara gerak-gerik tari Bali yang sudah ada yang telah dikembangkan dengan gerak-gerak baru. Durasi: ± 10 menit Jumlah Penari: 4-6 orang
PAGE 11
5. Gopala Dance Gopala means The Ranchmen. This dance pictures the behaviour of ranchmen. The dance movement contains humorous story which has combination of cultural Balinese dance and modern dance. Duration: ± 10 minutes Number of dancer: 4-6 people
Contact Person: Krisda (08118745678) Id Line: aaikrisdat Ferry (081236627276) Id Line: ferrywistika
MAHA GOTRA GANESHA
6. Tari Manukrawa Sebuah tarian kreasi baru Bali yang mencoba menggambarkan kehidupan sekelompok burung (manuk) air (rawa). Hal ini seperti dikisahkan dalam cerita Wana Parwa dari Epos Mahabarata. Tari Manukrawa diciptakan tahun 1981 oleh I Wayan Dibia dan I Wayan Beratha.Gerakan tarinya diambil dari tari klasik Bali yang dipadukan dengan gerakan tari dari Jawa dan Sunda, yang telah dimodifikasikan sesuai dengan tuntutan keindahan. Durasi: ± 10 Menit Jumlah Penari: 4-7 orang
6. Manukrawa Dance A new Balinese dance creation that tries to depict the life of a group of water (swamp) birds (manuk). This is as told in the story of Wana Parwa from the Mahabharata Epos. The Manukrawa dance was created in 1981 by I Wayan Dibia and I Wayan Beratha. The dance movements are taken from classical Balinese dance combined with dance movements from Java and Sunda, which have been modified according to the demands of beauty. Duration: ± 10 Minutes Number of Dancers: 4-7 people
7. Tari Baris Bandana Manggala Yudha Tari ini merupakan tarian kepahlawanan yang bernuansa klasik. Tarian ini melukiskan persiapan sekelompok pasukan perang dari kerajaan Badung (Bandana) sebelum maju ke medan perang (Puputan Badung). Durasi: ± 12 menit Jumlah Penari: 4 – 6 orang
7. Baris Bandana Manggala Yudha Dance This is a classic heroic dance, which pictures army troops from Badung Kingdom before arriving on the battlefield. Duration: ± 12 minutes Number of dancers: 4 – 6 people
8. Tari Satya Brasta Satya Brasta dance tells the story about Gatotkaca’s heroism in Bharata Yudha, where Gatotkaca died caused by Kontawijaya’s arrows. This dance has very attractive moves and shows us some creativity with properties which are carried by the dancers. Duration: ± 15 minutes Number of dancers: 6 – 8 people
8. Satya Brasta Dance Tenun dance tells a story about Balinese females who are weaving calm and happily. This dance pictures the beauty of weaving a yarn with hands. Duration: ± 8 minutes Number of dancers: 1-3 people
9. Tari Siwanataraja Tari Siwa Nata Raja menjadi gambaran puncak keagungan pada kesenian tari. Dalam hal ini, perspektif Hindu memaknainya sebagai kesenian yang ditujukan untuk pemujaan terhadap Tuhan yang Maha Kuasa. Juga sebagai penggambaran manifestasi dari Siwa selaku penari tertinggi atau dewanya penari. Durasi: ± 8 Menit Jumlah Penari: 5 orang
9. Siwanataraja Dance The Shiva Nata Raja dance is a picture of the pinnacle of greatness in dance. In this case, the Hindu perspective interprets it as art aimed at worshiping God Almighty. Also as a depiction of the manifestation of Shiva as the highest dancer or the god of dancers. Duration: ± 8 Minutes Number of Dancers: 5 people
MAHA GOTRA GANESHA
Contact Person: Krisda (08118745678) Id Line: aaikrisdat Ferry (081236627276) Id Line: ferrywistika
PAGE 12
DETAIL HARGA PRICE LIST Jenis Pementasan No. (Performance Type)
Harga/penari Tidak Full Costume (Cost/dancer Without Full Costume)
Harga/penari Full Costume (Cost/Dancer With Full Costume)
1
Pendet
Rp 125.000,00
Rp 400.000,00
2
Panji Semirang
Rp 150.000,00
Rp 400.000,00
3
Tenun
Rp 150.000,00
Rp 400.000,00
4
Margapati
Rp 125.000,00
Rp 400.000,00
5
Kidang Kencana
Rp 150.000,00
Rp 400.000,00
6
Manukrawa
Rp 150.000,00
Rp 400.000,00
7
Satyabrasta
Rp 150.000,00
Rp 400.000,00
8
Garuda Wisnu
Rp 200.000,00
Rp 500.000,00
9
Oleg
Rp 200.000,00
Rp 500.000,00
10
Cendrawasih
Rp 150.000,00
Rp 400.000,00
11
Belibis
Rp 150.000,00
Rp 400.000,00
12
Kebyar Duduk
Rp 150.000,00
Rp 400.000,00
13
Legong Keraton
Rp 175.000,00
Rp 450.000,00
14
Legong Abimanyu
Rp 175.000,00
Rp 450.000,00
15
Puspawresti
Rp 150.000,00
Rp 400.000,00
16
Gadung Kasturi
Rp 150.000,00
Rp 400.000,00
17
Condong
Rp 175.000,00
Rp 450.000,00
18
Wiranata
Rp 150.000,00
Rp 400.000,00
19
Trunajaya
Rp 175.000,00
Rp 450.000,00
20
Rebong
Rp 150.000,00
Rp 400.000,00
21
Saraswati
Rp 150.000,00
Rp 450.000,00
22
Sri Kamelawi
Rp 150.000,00
Rp 400.000,00
23
Sekar Ibing
Rp 150.000,00
Rp 400.000,00
24
Legong Kuntul
Rp 175.000,00
Rp 450.000,00
25
Legong Lasem
Rp 175.000,00
Rp 450.000,00
PAGE 13
Contact Person: Krisda (08118745678) Id Line: aaikrisdat Ferry (081236627276) Id Line: ferrywistika
MAHA GOTRA GANESHA
DETAIL HARGA PRICE LIST Jenis Pementasan No. (Performance Type)
Harga/penari Tidak Full Costume (Cost/dancer Without Full Costume)
Harga/penari Full Costume (Cost/Dancer With Full Costume)
26
Siwa Nataraja
Rp 200.000,00
Rp 500.000,00
27
Sekar Jagat
Rp 125.000,00
Rp 400.000,00
28
Banda Yowana
Rp 175.000,00
Rp 450.000,00
29
Baris Tunggal
Rp 175.000,00
Rp 450.000,00
30
Nelayan
Rp 150.000,00
Rp 400.000,00
31
Gopala
Rp 150.000,00
Rp 400.000,00
32
Wirayudha
Rp 150.000,00
Rp 400.000,00
33
Baris Bandana Mangala Yudha
Rp 175.000,00
Rp 450.000,00
MAHA GOTRA GANESHA
Contact Person: Krisda (08118745678) Id Line: aaikrisdat Ferry (081236627276) Id Line: ferrywistika
PAGE 14
MAHA GOTRA GANESHA ITB