GOLD WINN E
WARD IA A ED
SIA P DONE RINT M R IN
Berwawasan dan Berkepribadian
THE POWER OF INNOVATION Harian Pagi
LULUS VERIFIKASI FAKTUAL Diserahkan Langsung Oleh :
BE
0 13
ST O
DEWAN PERS
Di Harris Hotel & Conventions Surabaya, Rabu, 1 November 2017
ER 2
THE
METRO RIAU BERWAWASAN DAN BERKEPRIBADIAN AP F SU MATERA NEWSP
KAMIS, 10 NOVEMBER 2022 M 16 RABIUL AKHIR 1444 H Eceran: Rp6.000.- per eksemplar Luar Kota + Ongkos Kirim
Eks Ajudan: Kami Takut Sambo Akui Berubah-ubah Kesaksian JAKARTA - Eks ajudan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo, Adzan Romer, mengaku keterangannya kerap berubah dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J). Musababnya, dia masih dihantui rasa takut pada Ferdy Sambo.
Hal tersebut disampaikan Romer usai dicecar Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi dalam sidang terdakwa pembunuhan berencana Brigadir J, Bripka Ricky Rizal Wibowo dan Kuat Ma’ruf, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (9/11).
“Apa yang menyebabkan keterangan saudara berubah-ubah?” tanya jaksa. “Karena awalnya kami masih takut memberikan kejujuran,” jawab Romer. “Takut memberikan kejujuran, takut kepada siapa? Kita kan takut pada Tuhan, kita takut mati, atau
kita takut apa?” cecar jaksa. “Takut sama Bapak, Pak,” sahut Romer. “Bapak siapa?” tanya jaksa lagi. “Pak Sambo,” jelas Romer. “Jadi takut dengan Ferdy Sambo?” cecar jaksa lagi. “Iya,” tegas Romer.
Setelah itu, JPU mempertanyakan kondisi Kuat Ma’ruf dan Ricky Rizal usai penembakan. Dalam Berita Acara Perkara (BAP) yang dibuat, keduanya disebut dalam keadaan diam. Baca..... hal 7
SIDANG PEMBUNUHAN BRIGADIR J - Sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dengan terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Ma’ruf menghadirkan 10 orang saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (9/11). Saksi yang dihadirkan antara lain eks ajudan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo. (detik.com)
Saudi Tak Jadikan Vaksin Meningitis Syarat Umrah Juga sudah ada surat dari Kedutaan Arab Saudi ke Kemlu Indonesia. Jadi kebenaran tak adanya vaksin meningitis untuk umrah benar NASRULLAH JASAM Konsul Haji KJRI Jeddah JAKARTA - Konsul Haji KJRI Jeddah Nasrullah Jasam memastikan otoritas Arab Saudi kini tak lagi mensyaratkan vaksin meningitis bagi jemaah untuk melaksanakan ibadah umrah. Hal itu ia sampaikan usai mendapatkan konfirmasi dari Kementerian Haji Arab Saudi dan Kedutaan Besar Arab Saudi. “Juga sudah ada surat dari Kedutaan Arab Saudi ke Kemlu Indonesia. Jadi kebenaran tak adanya vaksin meningitis untuk umrah benar,” kata Nasrullah seperti dikutip dari cnnindonesia.com, Rabu (9/11). Namun, Nasrullah mengatakan, kewenangan untuk tetap mewajibkan atau tidaknya calon jemaah umrah asal Indonesia untuk vak-
成功,往往住 在失败的隔壁 Chéng gōng, wǎng wǎng zhù zài shī bài de gé bì Sukses, seringkali hanya berada di sebelah dinding kesuksesan
sin meningitis ada di tangan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Ia mengatakan hanya sekadar memastikan regulasi yang berlaku di Saudi. “Tapi apakah masih diberlakukan, Kemenkes punya pertimbangan yang berbeda,” katanya. Aturan soal vaksin meningitis tak jadi syarat umrah itu pun turut dibenarkan oleh asosiasi umrah yang bernaung di Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP AMPHURI). Sekretaris Jenderal AMPHURI Farid Aljawi berharap dengan dirilisnya edaran resmi dari pemerintah Saudi membuat penyelenggaraan Baca..... hal 7
KURS TRANSAKSI BI RABU, 8 NOVEMBER 2022
USD AUD SGD HKD JPY MYR EUR CNY
15.762,42 10.176,22 11.229,19 2.007,98 107.432 3.325,41 15.760,84 2.172,93 Sumber www.bi.co.id
Lolos PPPK 2021
54 Ribu Guru Honorer Belum Dapat SK Pengangkatan JAKARTA - Sekitar 54 ribu orang guru honorer yang lolos seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021 belum mendapatkan surat keterangan (SK) pengangkatan dan penempatan. Hal itu diungkapkan sejumlah guru honorer yang mengadu ke Kantor Staf Presiden (KSP). Mereka meminta pertolongan pemerintah karena nasib mereka terkatungkatung meski sudah ikut seleksi. “Berdasarkan data yang disampaikan kepada KSP, dari total 193.954 guru honorer se-Indonesia yang dinyatakan lolos passing grade prioritas 1 PPPK 2021, terdapat sekitar 54 ribu guru yang nasibnya masih terkatung-katung tanpa SK pengangkatan dan penempatan,” demikian keterangan
Anne Hathaway
Akan Hadiri Puncak B20 di Bali AKTRIS Hollywood Anne Hathaway akan menghadiri acara puncak pertemuan Business 20 (B20) di Bali pada 13-14 November 2022, sebagai rangkaian dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Kehadiran bintang film “Les Miserables” itu dikonfirmasi melalui unggahan di akun Twitter resmi B20 (@ b20). Baca..... hal 7
tertulis KSP seperti dikutip dari cnnindonesia.com, Rabu (9/11). Salah satu guru honorer yang hadir dalam pertemuan itu adalah Fulkan Gaviri asal Lampung Selatan. Dia menyebut hanya 70 dari 980 guru honorer di Lampung Selatan yang telah mendapat SK sebagai PPPK. Pemerintah daerah, ucapnya, beralasan tak punya anggaran. Oleh karena itu, guru-gugru honorer yang sudah lolos passing grade belum diangkat. Guru honorer lainnya yang hadir adalah Annisa Harjanti dari Pasuruan. Ia belum mendapat SK PPPK meskipun sudah lolos seleksi tahun lalu. Annisa yang bekerja di sekolah swasta pun harus kehilangan pekerjaannya. Seko-
Polri Belum Tetapkan Tersangka Gagal Ginjal Akut
lah menganggap Annisa akan segera ditempatkan di sekolah negeri. “Mereka segera mencari guru pengganti yang baru. Padahal hingga saat ini saya belum mendapatkan kepastian penempatan dan SK pengangkatan PPPK,” ucap dia. Para guru honorer itu diterima oleh Tenaga Ahli Utama KSP Joanes Joko dan tenaga Ahli Madya KSP Yusuf Gumilang. Joko berjanji akan mengomunikasikan keluhan para guru honorer ke pemerintah daerah. “Pemerintah pusat tidak bisa memaksa pemerintah daerah karena anggaran daerah itu otonomi pemerintah daerah sendiri. Namun, tim KSP akan melakukan pengecekan jumlah data
JAKARTA - Mabes Polri masih belum menetapkan tersangka dari pihak perusahaan maupun perorangan terkait dugaan tindak pidana dalam kasus gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA). Diketahui pada Selasa (1/11) minggu lalu, Bareskrim Polri telah menaikkan status perkara PT AFI Farma dalam kasus tersebut ke tingkat penyidikan. Lewat peningkatan status perkara tersebut, artinya Polri telah mengantongi dugaan pelanggaran tindak pidana dalam kasus tersebut. Namun seminggu berlalu sejak peningkatan status tersebut, Bareskrim Polri tak kunjung mengumumkan tersangka dalam kasus ini.
Baca..... hal 7
Baca..... hal 7
Kompolnas Dalami Dugaan Suap Tambang Ilegal JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengaku tengah mendalami kasus dugaan suap tambang ilegal yang menyeret Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Agus Andrianto. Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto menyebutkan, pihaknya telah mengantongi Laporan Hasil Penyelidikan (LHP) Divisi Propam Polri yang saat ini telah beredar luas di media sosial. Benny mengklaim saat ini Kompolnas ma-
sih melakukan pendalaman sembari berkoordinasi dengan Inspektorat Pengawasan Umum (Itwasum) di internal Korps Bhayangkara. “Kompolnas sedang melakukan pendalaman dan koordinasi dengan pengawas internal Polri (Irwasum dan Divisi Propam),” ujar Benny seperti dikutip dari cnnindonesia. com, Rabu (9/11). Kendati demikian, Benny menyebut saat ini Mabes Polri tengah fokus untuk melakukan pengamanan pelaksanaan KTT G-20 yang akan diselenggarakan di Bali pada pekan depan. Baca..... hal 7
Informasi langganan dan pengaduan Koran Metro Riau: Hendra Gunawan 081275375188 e-paper: www.epaper.metroriau.com website: www.metroriau.com - www.halloriau.com email: metroriau.redaksi@gmail.com