Skip to main content

METRORIAU EDISI 18 MEI 2020

Page 1

Harian Pagi

BES

F SU

MATERA NE

1 Ap ril 2

LuLus verifikasi faktuaL

05

ri l 2 0 2 0 1 Ap

Tingkatkan Kompetensi Menuju Terbaik

Diserahkan Langsung Oleh :

Dewan PeRS

Di Harris Hotel & Conventions Surabaya, Rabu, 1 November 2017

ER 201 3

THE

METRO RIAU BERWAWASAN DAN BERKEPRIBADIAN

Berwawasan dan Berkepribadian

ARD

GOLD WINN

E

W IA A ED

The POWeR Of innOvaTiOn TO

0

IA DONES PRINT M

R IN

AP WSP

SENIN, 18 MEI 2020 M 25 RAMADHAN 1441 H

Eceran: Rp6.000.- per eksemplar Luar Kota + Ongkos Kirim

PENYEMPROTAN DISINFEKTAN DI RIAU - Petugas gabungan dari Polri, TNI dan pemerintah daerah melakukan penyemprotan cairan disinfektan di jalanan Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau, Minggu (17/5). Penyemprotan cairan disinfektan dilakukan secara serentak di enam kabupaten/kota di Provinsi Riau yang melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), yakni Pekanbaru, Kampar, Bengkalis, Siak, Dumai, dan Pelalawan. (linda)

Sektor Transportasi Jadi Pertaruhan Pemerintah Kaji Pengurangan Pembatasan Sosial di Sektor Lain

Pengurangan pembatasan di bidang perjalanan, salah satu aspek yang diujicobakan. Ini jadi taruhan apakah nanti kita akan lakukan untuk di sektor-sektor yang lain

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menyatakan, pemerintah sudah mulai mengurangi pembatasan sosial di sektor transportasi, khususnya penerbangan, di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Menurutnya, kebijakan ini menjadi pertaruhan sebelum menerapkannya di sektor lainnya. “Pengurangan pembatasan di bidang perjalanan, salah satu aspek yang diujicobakan. Ini jadi taruhan apakah nanti kita akan lakukan untuk di sektor-sektor yang lain,” kata Muhadjir dalam keterangan resminya seper-

ti dilansir cnnindonesia. com, Minggu (17/5). Muhadjir mengatakan, pengurangan pembatasan sosial tidak diartikan sebagai sebuah pelonggaran. Menurutnya, aturan protokol kesehatan wajib dijalankan, bahkan diperketat

Muhadjir EffEndy Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan meski mulai dicoba pengurangan pembatasan sosial di transportasi. Tak hanya itu, Muhadjir mengklaim pengu-

rangan pembatasan sosial di Bandara International Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten sudah cukup baik. Meski demiki-

an, masih ada yang harus diperketat serta dilakukan sejumlah perbaikan.

PEKANBARU - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mengumumkan terdapat penambahan empat pasien positif virus corona atau Covid-19 di Provinsi Riau. Empat pasien positif terbaru tersebut masih satu keluarga, warga Kabupaten Bengkalis. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau, Indra Yovi mengemukakan hal tersebut, di Pekanbaru, Ming-

gu (17/5). Ia menyebutkan, satu keluarga pasien positif itu merupakan hasil tracing kontak kepulangan santri dari pondok pesantren Magetan, Jawa Timur. “Satu keluarga ini merupakan abang, adek, dan orang tua. Mereka merupakan hasil tracing dari anak mereka yang sebelumnya pulang dari Magetan,” kata Indra seperti dilansir mediacenter.riau.go.id. Adapun empat pasien ter-

baru positif Covid-19 tersebut adalah pasien ke-96 berjenis kelamin perempuan berinisial AM (22), pasien ke-97 berjenis kelamin laki-laki berinisial MRH (19), pasien ke-98 berjenis kelamin perempuan berinisial S (46), dan pasien ke-99 berjenis kelamin perempuan berinisial UHH (14).

Baca..... hal 11

Pengawasan di Perbatasan Diperketat

6 Daerah PSBB Disemprot Disinfektan BANGKINANG - Enam kabupaten/kota di Provinsi Riau yang tengah melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) disemprot cairan disinfektan secara serentak pada Minggu (17/5). Penyemprotan dilakukan di jalanan hingga rumah warga. Penyemprotan disinfektan diinisiasi oleh Polda Riau dan dibantu oleh TNI serta pemerintah kabupaten/kota yang melaksanakan PSBB, yakni Pekanbaru, Kampar, Bengkalis, Siak, Dumai, dan Pelalawan. Kegiatan diawali dengan apel penyemprotan disinfektan secara serentak yang dipusatkan di Bangkinang, Kampar. Apel dipimpin oleh Gub e r -

Ratusan Orang Satu Keluarga di Bengkalis Menumpuk Positif Corona di Bakauheni IKATAN Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI) melaporkan terjadi penumpukan penumpang di Pelabuhan Bakauheni, Lampung karena sejumlah bus angkutan penumpang tidak dapat menyeberang tertahan di pelabuhan. Ketua IPOMI, Kurnia Lesani Adnan mengatakan, saat ini operasi angkutan umum darat terutama bus antarkota antarprovinsi (AKAP) sudah mulai berjalan, tetapi untuk trayek yang melalui penyeberangan mengalami kesulitan. “Untuk yang ke Sumatera mereka tidak bisa beroperasi karena di penyeberangan benar-benar ketat, yang terjadi hari ini (kemarin) di Bakauheni kendaraan angkutan orang yang tidak bisa menyeberang

menurunkan penumpangnya di Bakauheni,” kata Kurnia, Minggu (17/5). Ia tidak merinci alasan ditahannya angkutan penumpang untuk dapat melintasi trayek tersebut. Namun terjadi penumpukan manusia di Pelabuhan Bakauheni saat ini. Diperkirakan ada sekitar 700 orang yang berkerumun. Padahal kerumunan adalah hal yang sangat dilarang di tengah pandemi virus corona (Covid-19) saat ini. Di sisi lain, sebenarnya aktivitas angkutan penumpang sudah diperbolehkan menyeberang berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Darat Kementerian Perhubungan.

君子爱财 取之有道

KURS TRANSAKSI BI

Jūn zǐ ài cái qǔ zhī yǒu dào Setiap orang mencintai harta benda, tetapi harus didapat dengan cara yang benar.

Baca..... hal 11

Jumat, 15 MEI 2020

USD AUD SGD HKD JPY MYR EUR CNY

14,983.55 9,670.38 10,519.20 1,933.01 139.6156 3,449.25 16,183.73 2,110.48 Sumber www.bi.co.id

jir lewat keterangan tertulis seperti dilansir tempo.co, Minggu (17/5). Sejauh ini, Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi baru sebatas mengimbau masyarakat untuk menjalankan Salat Idul Fitri di rumah karena masih dalam situasi pandemi Covid-19. “Saya imbau umat Islam menjalankan Salat Idul Fitri di rumah bersama keluarga inti. Ini bagian dari empati dan komitmen kita sebagai

Baca..... hal 11

Baca..... hal 11

Indra Yovi

Pemerintah Siapkan Aturan Tegas Soal Salat Ied JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menyatakan, pemerintah tengah mempersiapkan aturan tegas mengenai Salat Idul Fitri 1441 Hijriah. Aturan tersebut akan dikeluarkan mengingat saat ini masih dalam situasi pandemi virus corona (Covid-19). “Mengenai Salat Ied juga sedang dipersiapkan aturan yang tegas,” ujar Muhad-

nur Riau (Gubri), Syamsuar selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Riau. Apel yang dilaksanakan di kawasan Bundaran Balai Bupati Kampar itu juga diikuti Kapolda Riau Irjen Agung Setya Imam Effendi, Danlanud Roesmin Noerjadin Pekanbaru Marsma TNI Rony Irianto Moningka, dan Danrem 031/ Wirabima Kolonel Inf M Syech Ismed. Syamsuar mengatakan, penyemprotan secara serentak ini dilaksanakan untuk mendukung pelaksanaan PSBB di enam kabupaten/kota. Ia menegaskan, PSBB bukan melarang masyarakat beraktivitas tapi membatasi kegiatan di luar rumah.

umat beragama dalam penanganan Covid-19,” ujar Fachrul pada Rabu (13/5) lalu. Fachrul berharap, para ulama, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), juga membantu memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang hukum fikih Islam dan tata cara Salat Idul Fitri yang merupakan sunnah muakkadah, yaitu, sunnah yang sangat dianjurkan. Baca..... hal 11

Pilkada Digelar Desember Dianggap Terlalu Berisiko

JAKARTA - Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini menyatakan bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 terlalu berisiko jika dilakukan pada Desember mendatang. Selain masalah kesehatan, ada pula risiko menurunnya kualitas pelaksanaan tahapan Pilkada.

“Bila tak disikapi serius, bisa berdampak pada menurunnya kepercayaan pada demokrasi,” kata Titi dalam diskusi daring, Minggu (17/5). Titi menjelaskan, jika Pilkada dilaksanakan pada Desember 2020, maka tahapan penyelenggaraannya dimulai pada Juni 2020. Baca..... hal 11

Informasi langganan dan pengaduan Koran Metro Riau: Hendra Gunawan 081275375188 e-paper: www.epaper.metroriau.com website: www.metroriau.com - www.halloriau.com email: metroriau.redaksi@gmail.com


Rokan hiliR

METRO RIAU SENIN, 18 MEI 2020

negeri seribu kubah

Pembangunan Harus Mengacu Kondisi Daerah

AdvERTORIAl PEMkAb ROhIl

BAGANSIAPIAPI - Bupati Rokan Hilir (Rohil), H Suyatno AMp mengingatkan kebijakan pembangunan infrastruktur yang ada di daerah harus dapat disesuaikan dengan kondisi yang ada. Artinya, tidak bisa disamakan antar setiap daerah, mengingat kontur tanah, geogratif dan tantantangan alam yang ada berbeda-beda. “Seperti di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas yang merupakan daerah sebagian terkena abrasi, makanya harus diperhatikan,” ujar Bupati, belum lama ini. Menurutnya, ada beberapa program pembangunan yang sudah dilaksanakan pemerintah daerah namun akhirnya terpaksa tidak bisa dimanfaatkan dengan baik karena rusak lebih cepat dari waktunya. Bupati mencontohkan, ada jembatan yang cepat rusak, begitu juga ada pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) yang tidak bisa ditempati lagi karena tanah untuk pondasi bangunan terkikis habis, sehingga hanya sebagian dari tiang rumah yang memiliki tapak. “Saya sudah melihat langsung kondisi RLH yang terkena abrasi. RLH tersebut tidak bisa ditempati lagi, makanya kedepan untuk pembangunan di daerah Palika ini harus direncanakan dengan baik, artinya tidak bisa disamakan dengan daerah daratan mengingat ada abrasinya. Abrasi ini memang terdapat disejumlah daerah di Rohil, begitu juga di kabupaten pun sama khususnya di pesisir Riau seperti di Bengkalis dan Dumai,” katanya. Salah satu langkah yang diambil, terangnya, adalah dengan melakukan pembangunan untuk RLH diarahkan ke daerah daratan seperti di di Kepenghuluan Panipahan Darat yang relatif aman dari abrasi. Sebab cukup jauh untuk terkena langsung dari arus pasang surut. “Selain itu, kebijakan yang harus dijalankan dengan memaksimalkan anggaran mengacu pada faktor jarak tempuh, sulitnya medan yang dilewati dan sebagainya. Sehingga dengan peningkatan anggaran maka kualitas dari bangunan yang dikerjakan lebih baik,” ucap Bupati. (mr/dok)

BuPATI rOHIL, H Suyatno AMp meninjau kondisi jalan lintas pesisir yang berada di wilayah Kecamatan Pekaitan. (Riaubernas.com)

Bupati Tinjau Jalan Lintas Pesisir

Disparsip Berupaya Miliki Perpustakaan Umum

PEKAITAN - Bupati Rokan Hilir (Rohil), H Suyatno AMp, Sabtu (16/5) meninjau jalan lintas pesisir sepanjang 300 meter yang berada di wilayah Pedamaran, Kecamatan Pekaitan. Peninjauan tersebut dilakukan Bupati untuk melihat kondisi jalan yang baru-baru ini terendam air pasang keling.

BAGANSIAPIAPI - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disparsip) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) berupaya memiliki perpustakaan umum. Tujuannya, untuk menambah minat baca masyarakat khususnya para pelajar. Hal ini dikatakan Kepala Disparsip Kabupaten Rohil, Muhammad Zen kepada wartawan di Bagansiapiapi, belum lama ini. “Beberapa waktu lalu, kita melakukan teleconference bersama Kadis Parsip Provinsi Riau terkait kegiatan yang telah diprogramkan. Harapannya, supaya ke depan perpustakaan dapat lebih maju dan berkembang,” ujar Muhammad Zen. Menurutnya, pihaknya memiliki banyak harapan agar perpustakaan berkembang di 18 kecamatan di Rohil. Karena perpustakaan merupakan sumber ilmu yang menyimpan banyak buku bacaan untuk menambah wawasan dan Sumber Daya Manusia (SDM). “Untuk program ada jangka panjang, menengah dan pendek. Berhubungan Organisasi perangkat Daerah (OPD) kita baru terbentuk, maka kita prioritaskan program jangka pendek, yakni membenahi yang didalam terlebih dahulu,” kata mantan Kabag Kesra Setdakab Rohil tersebut. Untuk tingkat pelayanan dan kunjungan saat ini terjadi penurunan akibat dampak Covid-19. “Pelayanan tetap jalan dengan membatasi jumlah pengunjung. Kemudian pengunjung wajib cuci tangan, pakai masker saat berkunjung di Kantor Disparsip,” ujarnya. (Afrizal)

Bupati yang didampingi beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rohil

melihat kondisi jalan lintas pesisir mulai dari Simpang Empat menuju Kubu yang saat ini tengah pelaksana perbaikan jalan.

Jalan itu merupakan jalan Provinsi Riau yang saat ini sedang dikerjakan melalui program kegiatan Pemerintah Provinsi Riau. Ia mengakui beberapa hari lalu telah menghubungi pihak Pemerintah Provinsi Riau agar pekerjaan perbaikan jalan cepat diatasi. Karena, sekitar 300 meter jalan terendam air sehingga tidak bisa dilewati.

“Saya sudah hubungi pihak Pemerintah Provinsi Riau supaya jalan lintas pesisir ini dipercepat pekerjaannya sehingga bisa digunakan masyarakat,” katanya. Menurut Bupati, jalan lintas yang teredam dan digenangi air lantaran air pasang keling naik sehingga lebih kurang sekitar panjang 300 terse-

but tidak bisa dilalui masyarakat. Padahal katanya, jalan lintas pesisir Pekaitan sudah dikerjakan melalui program peningkatan jalan timbunan tanah merah. “Jalan pesisir merupakan jalan provinsi pelaksanaan kegiatan anggaran Pemerintah Provinsi Riau bukan dari anggaran daerah lagi,” kata Bupati. (Afrizal)

Wabup Serahkan Bantuan untuk Kelompok Nelayan BAGANSIAPIAPI - Dinas Perikanan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) memberikan sejumlah bantuan kepada kelompok nelayan yang gunanya untuk menunjang roda perekonomian nelayan sehingga meningkatkan kesejahteraan nelayan. Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Bupati (Wabup) Rohil, Drs H Jamiludin bersama Kepala Dinas Perikanan, Muhammad Amin SPi MSi, Jumat (15/5) di kantor Dinas Perikanan Kabupaten Rohil di Jalan Pesisir Sungai Rokan, Komplek Perkantoran Batu Enam, Bagansiapiapi. Bantuan yang diserahkan yakni 64 unit cool box yang diberikan kepada kelompok nelayan yang gunanya menjaga kualitas ikan tangkapan di laut. “Jadi kalau nelayan menangkap ikan kalau tidak di es dalam cool box maka ikan akan cepat

TELEPON PENTING EKA HOSPITAL PKu 0761-6989999 KANTOr BuPATI rOHIL 0767-24287 KANTOr DPrD rOHIL 0767-24567 AmBuLANcE 0767-21040 PEmADAm KEBAKArAN 0767-21130 rSuD BAGANSIAPIAPI 0767-21731 POLSEK BANGKO 0767-21110 KANTOr cAmAT BANGKO 0767-21010 KANTOr DISKES 0767-21710 KANTOr DISDIK 0767-23277 BAwASDA 0767-24960 BAPPEDA 0767-24918 PLN BAGANSIAPIAPI 0767-21280 HOTEL BAGAN 0767-21888

HOTEL KADES

02

busuk,” kata Bupati. Jika hasil tangkapan ikan dimasukkan ke dalam cool box dengan es maka mutu ikan dapat dijaga baik. Kemudian bantuan mesin 16 Hp sebanyak 20 unit untuk 20 kelompok dengan 20 anggota. Bantuan mesin ini bertujuan untuk mengganti mesin-mesin yang sudah tua atau usang. “Mesin baru ini untuk mengganti mesin lama yang susah untuk difungsikan. Bantuan ini agar para nelayan bisa menangkap ikan lebih jauh ke tengah laut. Tujuan akhirnya adalah untuk kesejahteraan nelayan,” tuturnya. Dengan adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Rohil melalui Dinas Perikanan ini, diharapkan roda perekonomian nelayan d imasa pandemi virus Covid-19 ini bisa bergairah kembali. “Untuk bantuan mesin

7 Hp untuk kapal nelayan yang ukurannya lebih kecil. Pada prinsipnya sama dengan bantuan mesin 16 Hp,” katanya. Dijelaskannya, yang menerima bantuan ini merupakan para nelayan dengan berdasarkan survei

oleh PPTK ke lapangan. Kemudian, kepala cabang dan penyuluhnya sudah teridentifikasi bahwa mereka yang menerima bantuan adalah para nelayan. “Jika perilaku para nelayan setelah menerima bantuan ini kita tidak bisa

memantaunya. Tetapi imbauan kita jika sudah menerima bantuan ini karena mereka layak untuk menerimanya, maka segeralah gunakan bantuan tersebut guna menghidupkan perekonomiannya,” kata Bupati. (Afrizal)

wakil Bupati rohil, Drs H Jamiludin menyerahkan bantuan kepada nelayan, Jumat (15/5). (Afrizal)

0767-23138

Iklan MINI HEPI BENGKEL & SERVIS AWAL TEKNIK Special Air Condisioner Melayani Service Panggilan Dalam dan Luar Kota. Alamat: Jl. Inpres/Kartama. Smpng 3 Marpoyan. HP: 0812 6825128 / 0813 6547 9191 LGG

JASA SETIA JAYA STAINLESS INTERIOR SPESIALIST ALUMUNIUM JL. SOEKARNO HATTA NO. 28 TELP. 0761 - 571185, 0813 7169 7999 LGG

SKY WASH Melayani Cuci Mobil Dan Motor, Jl. Soebrantas Kayu Manis No. 15 D. Telp 081378271129 LGG

BINTANG TEKNIK AC Service & Perbaikan, Berbagai Macam Merk Elektronik Service AC Bongkar PsgPsg Baru, Freon, Klks, M.Cuci, M.DAP, dll. Melayani Antar ke dlm & luar Kota. Hub : 085355713187. LGG

AGISTY SERVICE ELECTRONIK Melayani Service VCD, Mesin Cuci, Kipas Angin, TV dll. Hub: 0761 9816311. Jl. Belimbing No. 6

BII, Auto WOM, Internet Speedy Menyediakan Minuman Jus Herbal dll. Jl. Katio No. 12 A. Tlp: 0761 44489 LGG

H H S M O T O R Cuci Steam, Mobil & Motor. Jl. Durian. No. 53. Pekanbaru.

PENJAHIT PENJAHIT BIMA Menerima Jahitan Khusus Seragam Sekolah Mulai dari SD, SMP, SMA dan Menerima Tender Kecil Sampai Besar. Hub: 0812 7699 4836. Jl. Kaharudin Nasution. No. 25 LGG

PENJAHIT /KONVEKSI SUKAJAYA TAYLOR Menerima Jahitan Seragam Sekolah & Kaos Olahraga TK, SD, SMP, SMA & Menerima Partai Besar/Kecil Hub : 08127604455. Jl.Suka Jaya No. 8A Soekarno Hatta Pekanbaru. LGG

PENJAHIT VINTA SINAGA, Menerima Pakaian Wanita dan Anak-anak. Pakaian Kebaya Pengantin & Busana Melayu-Jas. Menyediakan Bahan borkat, Songket dll. Menerima Segala Jenis Bordiran. Jl. Durian No. 15 A. Sebelah Kantor PLN. HP: 0812 7663139 / 0813 65907629. LGG

LGG

BII LOKET & COFFE SHOP AL MAN Melayani Pembayaran Listrik, Telepon, Pulsa Online, Pembayaran Kredit

R U PA - R U PA

Contact Person 0821-7127-0598

AN Elektronik

plek Sekuntum Bisnis No. H Sudah Dikeramik. Listrik 2200 Watt. Rp. 25.000.000 Pertahun. Peminat Serius Hub. 0853 7625001

SAMIRA TRAVEL Umrah dulu, bayar belakangan. Hanya untuk warga Riau Pekanbaru berangkat tanggal 6, 26 Februari 2020 13 hari dari Pekanbaru Madinah. Segera daftar !!! INFO 081270857879 WAG bit.ly/2RL7UOL. Telegram bit.ly/2RmZqOZ

Ud. MUSTAkIM

(Toko Pertanian terbesar di Kota Bangkinang)

PT. EVEREST TOUR & TRAVEL Dapatkan Tiket Pesawat Murah. Harga Sesuai dari Airline. Tidak Ada Biaya Adm Untuk Boking. Hubungi Sekarang Juga Merketing Kami. Telp. 0852 6596 5980 / (0761) 7098808 7098788 - 34017. Jl. T. Umar No. 57 C LGG

GRAND HOTEL TEMBILAHAN: Jl. Batang Tuaka No.32 (samping SPBU) Telp. 0823 8679 8888. Harga kamar terjangkau, Bersih, Aman dan Nyaman LGG

RAHMI & SON PARFUM Menjual Grosiran & Enceran Parfum Refill Merk Terbaru. Jl. S. Parman. No. 23 (Simp. Thamrin). HP: 0813 7472 5525 / 0761 830 7600.

Menjual Berbagai macam: • pupuk, • obat-obatan, • dan alatalat pertanian yang dijamin Asli.

Alamat: Jl. dt. Tabano No.12.A. hp: 08127696410. LGG

SALON SALON UNITY Menerima Perawatan Kecantikan Smoting, Ribonding, Catok, Pria dan Wanita. Jl. Rajawali No. 18 A Smpg Lampu Merah Jl. Durian

SEWA & KONTRAK

DISEWAKAN 1 UNIT RUKO Jalan Srikandi Kom

Spesialist AC/ Alat Pendinginan

JUAL TANAH DIJUAL tanah dan bangunan gudang SHM. Jl. Siak II kel. Umban Sari, Rumbai Pekanbaru Hubungi HP 085371995555

AC

DI JUAL 1 Unit ruko 3 lantai, Full Keramik SHM, Lokasi Jln. Durian No. 33BSukajadi Pekanbaru. Cocok Utk Kantor dan Usaha Lainnya. Hub. HP/WA: 08127529143

Jual - Pemasangan Instalasi - Reparasi & Spare part

KEHILANGAN

Kehilangan BPKB Mobil Toyota Type Kijang STD KF 80 Jenis Minibus BM 32 M, Warna Hijau metalik, Nomor Rangka MHF11KF8010068246, Nomor Mesin 7K-0455306, Atas nama Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, Bagi yang menemukan Harap Menghubungi Fajri Umar, Handphone 082387825050.

LG – Panasonic - Sharp – Daikin – Mitshubisi ,dll C AL A RENTesta P

Jl. T. Tambusai No. 35 (Samp. Ex. Prambanan Motor) Telp. (0761) 31905 - Fax. (0761) 47446 HP 0852 7102 1111, 0821 7119 9200 Email : elektronik.an@yahoo.co.id

Mau Pasang Iklan...??? CONTAC PERSON RIKI SETIAWAN

082171270598


ADVERTORIAL

METRO RIAU

SENIN, 18 MEI 2020

PEMERINTAH KABUPATEN INDRAGIRI HULU

3

JURU bicara percepatan penanganan covid 19 di Inhu, Jawalter Situmorang saat melaksanakan press confrence melalui aplikasi zoom

Covid-19 Meluas, Pelayanan Publik di Inhu Tetap Maksimal RENGAT - Kendati kasus Virus Corona atau Covid-19 terus bertambah di Indragiri Hulu (Inhu), namun hal itu tak membuat pelayanan publik yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Inhu berubah. Pelayanan untuk masyarakat tetap dilakukan secara maksimal.

Kadisdukcapil Inhul, Syaiful Update data hingga Jumat (15/5) kasus positif Covid-19 (konfirmasi) di Inhu sebanyak 3 orang. Demikian juga halnya dengan Orang Dalam Pantauan (ODP), Orang Tanpa Gejala (OTG) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga menunjukkan arah peningkatan jumlahnya. Walaupun virus corona atau lazim disebut Corona Virus Disease (Covid-19) yang telah ditetapkan pemerintah menjadi pandemi, tapi tidak menjadi penghalang bagi Pemkab Inhu di bawah kepemimpinan H Yopi Arianto SE melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Inhu dalam mengimplementasikan amanah pemerintah tentang gerakan percepatan penerbitan dokumen Administrasi Kependudukan (Adminduk). Pemerintah telah menerapkan social distancing dan physical distancing sebagai salah satu upaya ampuh untuk mengantisipasi penyebaran Covid19. Meski demikian Disdukcapil Inhu tidak hanya pasrah menerima keadaan dan menghentikan pelayanan. Disdukcapil Inhu justeru menempuh jalan atau mencari solusi lain agar tetap bisa melayani pengurusan dan penerbitan Adminduk, yakni dengan menerapkan sistem pelayanan online. “Sistem pelayanan online ini sudah kita berlakukan sejak tanggal 30 Maret 2020 lalu,” kata Kepala Disdukcapil Inhu, Syaiful Bahri di ruang kerjanya, akhir pekan lalu. Dikatakan secara resmi Disdukcapil Inhu telah mengeluarkan pengumuman dengan nomor 470/DKPS/III/2020/94 diantaranya berisi pengumuman atau pemberitahuan kepada masyarakat Inhu bahwa mulai 30 Maret 2020 Disdukcapil tidak lagi melayani pengurusan Adminduk secara langsung. Artinya jika selama ini masyarakat yang mengurus Adminduk, seperti Kartu

Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), akte kelahiran serta lainnya harus datang ke kantor Disdukcapil. Tak heran jika salama ini kantor Disdukcapil Inhu selalu ramai didatangi masyarakat dari seluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Inhu. Tapi sejak pemerintah menetapkan social distancing untuk mengantisipasi penyebaran Covid19, maka sejak tanggal 30 Maret lalu, seiring dikeluarkannya pengumuman tersebut, Disdukcapil Inhu mengurangi interaksi fisik secara langsung dengan masyarakat dalam mengurus Adminduk. Namun demikian, pelayanan tidak harus berhenti. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi, Disdukcapil menerapkan pelayanan secara online. Ada beberapa pengurusan Adminduk yang dilayani secara online. Yakni, Pelayanan Pendaftaran Penduduk berupa KTP-elektronik, KK dan pindah datang. Pelayanan Pencatatan Sipil seperti akta kelahiran, akta perkawinan dan akta kematian. Pelayanan legalisir dokumen kependudukan. Pelayanan Helpdesk atau pengaduan misalnya Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan KTP elektronik yang bermasalah dan Pelayanan cetak KTP elektronik atau Suket. Sedangkan pelayanan perekaman KTP elektronik untuk sementara dihentikan kecuali bersifat urgent atau kebutuhan mendesak. Semua jenis layanan itu dapat dilakukan secara online dengan memanfaatkan aplikasi WhatsApp (WA) pada nomor 0895614040391. Jadi, masyarakat dapat mendapatkan pelayanan dengan mengikuti petunjuk ketika berkomunikasi dengan aplikasi tersebut. “Operator kami selalu siap melayani pengurusan Adminduk setiap hari pada jam kerja,” ucap Syaiful. Diungkapkannya, meksipun pelayanan online ini baru berjalan hampir dua bulan, namun sudah banyak masyarakat yang merasakan manfaat serta kemudahan layanan, tidak harus datang kekantor dan antri dikantor Disdukcapil Inhu Setelah masyarakat bersangkutan telah melengkapi semua syarat yang ada pada aplikasi itu dan menyatakan sudah lengkap, maka masyarakat bersangkutan tinggal menunggu pemberitahuan selanjutnya. Dari operator jika pengurusan Adminduk telah selesai dapat dijemput ke kantor Disdukcapil dengan membawa semuanya fisik persyaratan.

Dijelaskan Syaiful, Bupati Inhu H Yopi Arianto dinilai sangat peduli dan terus memberikan motivasi serta semangat pada Disdukcapil Inhu dalam percepatan penerbitan dokumen kependudukan diwilayah Inhu. Bahkan Bupati menegaskan agar Disdukcapil menerapkan sistem jemput bola, namun untuk sementara, sistem jemput bola ini dihentikan karena antisipasi penyebaran Covid-19. Untuk pelayanan data kependudukan itu, Disdukcapil telah berulang kali melakukan pendataan langsung ke tingkat desa. Bahkan, dalam kegiatan jemput bola itu tidak saja pelayanan perekaman KTP, pembuatan akta dan KK tetapi juga menyerahkan berkas administrasi kependudukan yang telah diurus masyarakat. Sehingga masyarakat yang sudah melakukan pengurusan sebelumnya, tidak perlu lagi menjemput ke kantor Disdukcapil. Beberapa waktu lalu, sebelum Covid-19 merebak, Disdukcapil telah melakukan pelayanan jemput bola disejumlah Desa yang jauh atau pedalaman, seperti Desa Rantau Lansat Kecamatan Batang Gansal. Selain perekaman KTP, pembuatan akta dan KK, juga diserahkan sejumlah administrasi kependudukan warga Kecamatan Batang Gansal yang sebelumnya sudah diurus. Karena jarak tempuh Desa Rantau Langsat cukup jauh dan jumlah warga yang direkam banyak, terpaksa petugas perekam menginap selama satu malam. Bahkan ada juga pelayanan jemput bola juga dilakukan di dua desa di Kecamatan Rakit Kulim, yakni Desa Talang Sungai Ekok dan Desa Talang Gedabu berupa perekaman KTP, KK dan akta lahir. Kegiatan jemput bola ini lebih mengutamakan penduduk yang berada di desa terpencil dan sulit. Sementara itu, Bupati Inhu, H Yopi Arianto, SE menyatakan siap mendukung dan menyukseskan Sensus Penduduk tahun 2020. Bahkan dia mengimbau pada segenap lapisan masyarakat agar ikut serta dan berpartisipasi penuh terhadap SP 2020. Dengan misi mensukseskan SP 2020 serta dalam rangka memutakhirkan data pribadi atau data keluarga melalui sensus online dapat menunjang pelaksanaan singgle identity number yang berbasis data kependudukan program sosial pemerintah serta menjadi salah satu misi menuju Inhu sejahtera. Bupati melalui Disdukscapil melakukan pendataan penduduk dengan membangun database penduduk yang sistematik, terstruktur dan saling berhubungan dengan perangkat

lunak, perangkat keras dan jaringan komunikasi data sebagaimana diatur dalam undang undang nomor 23 tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, undang undang nomor 24 tahun 2013 tentang perubahan atas undang undang nomor 23 tahun 2006 tentang Adminduk Sementara itu Pemkab Inhu melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 kembali merekapitulasi data pantauan corona di Kabupaten Inhu, Jumat 15 Mei 2020. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Kabupaten Inhu, Jawalter MPd dalam video conference menyampaikan bahwa berdasarkan update data terakhir yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Inhu tanggal 14 Mei 2020, terdapat ODP kumulatif dari tanggal 22 Maret - 14 Mei 2020 sebanyak 417 orang, dengan rincian ODP dalam pemantauan 13 orang (3,11%), dan ODP selesai pemantauan 404 orang (96,89%). “Untuk ODP yang diperiksa Rapid sebanyak 373 orang, dengan hasil Rapid Negatif 371 orang, dan Positif (Reak-

Protokol kesehatan agar terhindar dari Covid-19 di tempat kerja: 1. Saat tiba, segera mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. 2.Gunakan siku untuk membuka pintu dan menekan tombol lift 3. Tidak berkerumun dan menjaga jarak di lift dengan posisi saling membelakangi 4. Untuk sementara tidak menggunakan absensi finger print 5. Bersihkan meja / area kerja dengan desinfektan 6. Upayakan tidak sering menyentuh fasilitas peralatan yang dipakai bersama di area kerja, gunakan Handsanitizer. 7. Tetap menjaga jarak dengan rekan kerja minimal 1 meter. 8. Usahakan aliran udara dan sinar matahari masuk ke ruang kerja. 9. Biasakan tidak berjabat tangan. 10. Masker tetap digunakan 11. Selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di tempat kerja tif) 2 orang, sedangkan untuk OTG sebanyak 117 orang,” ungkapnya. Sementara Kumulatif pelaku perjalanan (PP) dari tanggal 28 Maret - 14 Mei 2020 sebanyak 4.368 orang, dengan rincian PP dalam pemantauan 446 orang, dan PP selesai pemantauan 3.992 orang. Untuk Total PDP 9 orang, dimana PDP masih dirawat 3 orang, dan PDP sehat dan pulang 6 orang.

Untuk kasus Positif COVID-19 (Konfirmasi) di Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 3 orang, dengan keterangan 2 orang berstatus masih dirawat, dan 1 orang berstatus sehat dan pulang. Pada kesempatan tersebut Jawalter juga menyampaikan, protokol kesehatan jika harus tetap bekerja agar terhindar dari Covid-19 di tempat kerja. (advertorial)

YoPI Arianto saat meninjau pos PAM perbatasan Inhu-Kuansing sempat mencoba alat pengukur suhu badan

BUs menurunkan seluruh penumpangnya untuk dilkukan tes susu badan saat melintas di pos check point Kecamatan Lirik


PEKANBARU

METRO RIAU SENIN, 18 MEI 2020

4

10 Warga Dua Kelurahan Reaktif Covid-19

PEKANBARU - Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Pekanbaru melakukan rapid test massal pada warga kelurahan Tobek Godang dan Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Sabtu (16/5). Hasilnya, sepuluh orang didapati hasil reaktif Covid-19. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Keseha-

tan Kota Pekanbaru, Muhammad Amin, mengata-

kan, di Kelurahan Tobek Godang ada sekitar 203 warga yang datang, 9 di antaranya reaktif. Sementara di Kelurahan Delima 118 warga datang 1 di antaranya reaktif. “Berdasarkan data yang masuk dari rapid test

massal, ada 9 warga yang memiliki hasil reaktif di Kelurahan Tobek Godang, dan 1 warga dengan hasil reaktif di Kelurahan Delima,” kata Amin. Ia menyebut, warga yang hasil test reaktif langsung dirujuk ke ru-

mah sakit rujukan untuk melakukan pemeriksaan cairan pada saluran pernapasan atau tes SWAB memastikan warga tersebut benar positif Covid-19. Sepuluh warga itu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)

Madani Pekanbaru, dan masuk Orang Dalam Pengawasan (ODP). Rapid test akan terus dilakukan secara bertahap di Kecamatan Tampan, karena kecamatan ini zona merah dengan jumlah kasus positif tertinggi.

Sebelumnya rapid test massal telah dilakukan di Kelurahan Sialang Munggu dan Kelurahan Tuah Karya Selasa, (12/5) lalu. Didapati 1 warga yang memiliki hasil reaktif dan dirujuk untuk pemeriksaan tes Swab. (nov)

PEDULI COVID - Relawan Peduli Covid-19 Riau saat konferensi pers terkait Gerakan 1.000 Kantong Darah Ramadan yang berlangsung di Hotel Furaya, Pekanbaru.(ist)

Gerakan 1.000 Kantong Darah Ramadan Lewati Target Walikota Disomasi Terkait Bantuan Covid-19 PEKANBARU - Walikota Pekanbaru, Dr Firdaus, disomasi terkait bantuan yang diberikan Pemerintah Kota (Pemko) kepada masyarakat terdampak Covid-19. Bantuan itu tidak tepat sasaran. Sejumlah warga mendatangi Posko Gugus Tugas Penanganan Covid19 Kota Pekanbaru di Komplek Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk menyampaikan surat somasi, Jumat (15/5). Surat somasi dengan kepala surat bertulis ‘Tim Advokat Perjuangan Pangan untuk Korban Covid-19 Pekanbaru’ itu berisi supaya bantuan yang diberikan dapat tepat sasaran. Warga menilai masih banyak yang benar-benar kurang mampu tidak mendapat bantuan. Warga juga menuntut agar Pemko Pekanbaru mengumumkan penerima bantuan sesuai yang diusulkan RT/RW di setiap kelurahan. Selain itu warga meminta agar Pemko Pekanbaru menjelaskan nilai bantuan yang sebenarnya. Kabag Humas Setdako Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman, menyebut pihaknya telah menerima surat somasi. Menurutnya itu hal yang biasa dan akan menanggapi tuntutan warga yang tertuang dalam surat somasi itu. “Data kita tempel di Kecamatan siapa saja warga yang mendapatkan bantuan. Kita sudah terbuka penerima mana yang sudah dapat, kalau ada pihak ke-3 yang mempertanyakan itu wajar-wajar,” kata

Irba, Minggu (17/5). Ia mengatakan, di tengah kondisi seperti ini pihaknya tidak mengabaikan jika ada pihak yang mempertanyakan itu dan siap sampai ke dalam forum pertemuan untuk menjelaskan. Dijelaskan, saat ini disetiap kecamatan sudah di tempel daftar penerima bantuan, baik warga yang terdampak covid-19 maupun warga miskin yang mendapat bantuan dari pemerintah pusat. Ia menampik bahwa Pemko Pekanbaru tidak transparan dalam penyaluran bantuan. Ada aturan dari Kapolri, Kejaksaan, KPK yang mengatur terkait bantuan covid-19. “Tidak mungkin kita berani bermain, semua kita terbuka. Saat ini masih dalam proses penyaluran bantuan,” sebutnya. Seleksi penerima bantuan berdasarkan usulan dari RT/RW di setiap kelurahan. Karena RT/RW yang tau kondisi warga dilapangan dan mana yang berhak menerima bantuan. Berdasarkan data ada 45.625 KK terdampak ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang mendapat bantuan dari Pemko Pekanbaru dimana masyarakat kurang mampu diberi bantuan pangan berupa bahan pokok. “Mereka mendapat beberapa bahan pokok berupa Beras 5 kilogram, mi instan 1 karton, Minyak goreng, dan ikan kaleng, dengan total 1 paket sembako senilai Rp250 ribu,” katanya. (nov)

PEKANBARU - Gerakan 1.000 Kantong Darah Ramadan yang digelar Relawan Peduli Covid-19 Riau sudah berhasil mengumpulkan lebih dari 1.000 kantong darah di hari ketiga. Hal ini membuktikan Gerakan 1.000 Kantong Darah Ramadan mendapatkan apresiasi luar biasa dari masyarakat dengan semakin banyaknya pendonor. “Jumlah kantong darah yang terkumpul sudah lebihi target. Kita sudah kumpulkan 1.406 kantong darah,” kata Ketua

Pelaksana Relawan Peduli Covid-19 Riau, Dirmanto, Minggu sore (17/5). Dikatakannya, jumlah kantong darah masih akan bertambah, mengingat kegiatan masih berlangsung beberapa hari ke depan di Hotel Furaya, Pekanbaru mulai pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB dan disambung pukul 19.00 WIB hingga 22.00 WIB. “Sempat diperkirakan minat masyarakat untuk mendonorkan darah akan berkurang, tetapi

pas baru dibuka satu hari, yakni tanggal 14 Mei lalu, ternyata sudah banyak yang mendaftar. Makanya kita tambah dua hari lagi, sehingga donor darah yang seharusnya berakhir Senin (18/5) menjadi Rabu (20/5),” tambahnya. Dirincikannya, untuk hari pertama sudah terkumpul 309 kantong darah, di hari kedua naik menjadi 494 dan di hari ketiga 603 kantong darah dan khusus hari Minggu di hari keempat hingga pukul 15.00 WIB sudah ter-

kimpul 109, sehingga total ada 1.515 kantong darah. Gerakan 1.000 Kantong Darah Ramadan dalam rangka membantu Palang Merah Indonesia (PMI) Pekanbaru untuk memenuhi kebutuhan darah di masa pandemi Covid-19. Kemudian wujud kepedulian dari gabungan pengusaha Tionghoa yang ada di Pekanbaru maupun yang di luar kota Pekanbaru. Ditambahkannya, pihaknya bukan membanggakan pencapaian

hasil, tapi baksos sebagai bentuk kepedulian dan sebuah misi untuk membantu pihak Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pekanbaru, Riau dalam memenuhi ketersediaan darah di Kota Pekanbaru yang membutuhkan sesikitnya 5.000 hingga 8000 kantong darah per bulannya. “Kita sangat bersyukur dan ucapkan terimakasih banyak atas partisipasi dan antusias masyarakat yang telah datang untuk mengikuti acara donor darah ini,” ungkapnya.(wsl)

IPK Riau Santuni Anak Yatim dan Bagikan Sembako PEKANBARU - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Pemuda Karya (IPK) Provinsi Riau bersama pengurus DPD IPK Kabupaten Siak menyerahkan santunan kepada anak yatim di Kabupaten Siak. Santunan tersebut sebagai bentuk kepedulian DPD IPK Provinsi Riau terhadap sesama pada bulan suci Ramadhan di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Santunan berupa uang tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPD IPK Provinsi Riau, Kasten Harianja, didampingi Sekretaris, Juprian SE, Bendahara Yunan Liem, pengurus dan sejumlah kader kepada puluhan anak yatim piatu di dua lokasi yakni Panti Asuhan Muhammadiyah dan anak yatim piatu di Desa Maredan Barat, Kecamatan Tualang, Siak. Usai menyerahkan santunan kepada anak yatim, Harianja berserta pengurus kemudian menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga kurang mampu di 5 lokasi yakni di kantor DPD IPK Kabupaten Siak, Jalan Sutan Syarif Kasim,

Perawang, warga kurang mampu di Desa Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang, warga kurang mampu di Desa Maredan Barat dan warga kurang mampu di Gajah Tunggal, Kelurahan Tualang Perawang. Ratusan paket sembako yang diserahkan berupa beras 5 kg, telur 1 papan, gula pasir 1 kg dan minyak goreng 1 kg. “Bukan berapa banyak yang bisa kita sumbangkan, tetapi bagaimana kita tetap saling bantu-membantu di masa ekonomi sulit sekarang ini,” sebut Harianja. Harianja mengatakan, Covid-19 menyebabkan masyarakat tidak dapat mencari rezeki secara normal akibat adanya pembatasan beraktivitas di luar rumah. “Dalam kondisi peceklik seperti ini, IPK hadir berbagi dengan warga yang membutuhkan. Semoga bisa meringankan beban warga,” harap Harianja. Simamora, salah seorang penerima bantuan paket sembako menyatakan rasa terima kasihnya atas kepedulian DPD IPK Provinsi Riau. “Saya terharu, saat sulit begini ada

yang peduli. Banyak warga yang sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Simamora. Bersihkan Pekuburan Sebelum menyerahkan

santunan dan bantuan paket sembako,kader DPD IPK Provinsi dan DPD IPK Kabupaten Siak bersama RT/ RW setempat, juga menggelar gotong royong member-

sihkan Pekuburan Kristiani di KM 7 dan Pekuburan Thionghoa, kedua lokasi berada di Kecamatan Perawang Barat, Kabupaten Siak. (rls/lda)

SERAHKAN BANTUAN - Ketua DPD IPK Provinsi Riau, Kasten Harianja, didampingi Sekretaris Juprian SE, Bendahara Yunan Liem, pengurus DPD IPK Kabupaten Siak dan kader, menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga kurang mampu di Gajah Tunggal, Kelurahan Tualang Perawang, Jumat (15/5) siang. (ist)


AdvertoriAl

METRO RIAU SENIN, 18 mei 2020

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN MERANTI

5

BUPATI Kepulauan Meranti, Drs H Irwan sedang meninjau progres kesiapan IKM Sungai Tohor yang akan beroperasi tahun ini.

BUPATI Kepulauan Meranti, Drs H Irwan berbincang dengan BUPATI Kepulauan Meranti, Drs H Irwan didampingi Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, (Disdagjajarannya di sela-sela meninjau SIKM Sungai Tohor. perinkop-UKM) Kabupaten Kepulauan Meranti, Aza Fahroni saat melakukan kunjungan ke SIKM Sungai Tohor.

Sagu Meranti Jadi Swasembada Pangan Nasional

KEPULAUAN MERANTI - Kabupaten Kepulauan Meranti merupakan kabupaten termuda di Provinsi Riau yang dikenal akan sagunya. Kabupaten di Provinsi Riau ini memiliki 63.491 hektare lahan sagu dengan produksi tepung sagu setara 219.215 ton per-tahun. Sementara produksi tepung sagu Kepulauan Meranti setiap tahunnya mencapai 205.051 ton. Jumlah itu seimbang dengan luas lahan tanamannya sekitar 53.399 hektare yang terdiri dari kebun masyarakat dan kebun industri. Sebagai produksi terbesar di Indonesia dan lumbung sagu nasional, pembangunan sektor industri persaguan di Kabupaten Kepulauan Meranti mengacu pada visi pembangunan industri nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) Tahun 2015-2035 yaitu Indonesia Menjadi Negara Industri Tangguh dan visi pembangunan Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 20162021 yaitu Menjadikan Kepulauan Meranti Sebagai Kawasan Niaga Yang Maju Dan Unggul Dalam Tatanan Masyarakat Madani. Berpedoman pada visi tersebut, maka visi pembangunan industri Kabupaten Kepulauan Meranti adalah menjadikan industri Kabupaten Kepulauan Meranti yang unggul berbasiskan potensi daerah. Dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan industri Kabupaten Kepulauan Meranti tersebut dapat dicapai melalui tujuan pembangunan industri Kabupaten Kepulauan Meranti yaitu untuk meningkatkan kontribusi sektor industri dalam struktur perekonomian daerah dalam meningkatkan penyerapan bahan baku sesuai dengan potensi yang dihasilkan sumber daya alam daerah untuk meningkatkan nilai tambah hasil industri. Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan meminta agar industri sagu lokal bersiap-siap menghadapi banjirnya permintaan tepung sagu dari luar

SIKM Sungai Tohor.

daerah. “Kita telah minta pusat menurunkan impor tepung terigu untuk pangan sebanyak 10 persen dari kebutuhan nasional. Respon presiden sangat bagus, saat ini usulan itu sedang dibahas di tingkat pusat,” ujar Irwan. Menurut dia, sebagai pengganti kekurangan tepung terigu yang 10 persen tersebut, pemerintah akan menggunakan tepung sagu. Tepung impor hasil olahan biji gandum tersebut akan dioplos dengan tepung sagu produksi lokal. “Saat ini impor tepung terigu nasional untuk pangan mencapai 8 juta ton lebih per tahun. Jika 10 persen dari total impor terigu dioplos dengan sagu, pasti akan berdampak besar pada petani sagu di seluruh Indonesia,” kata Irwan yang juga menjabat Ketua Forum Komunikasi (Fokus) Kabupaten Penghasil Sagu Seluruh Indonesia (Kapassindo). Sagu Kepulauan Meranti yang diakui memiliki kualitas premium telah diekspor ke luar negeri seperti Jepang, Korea Utara, Malaysia, Singapura. Sementara untuk pasar dalam negeri Cirebon, Jakarta, Yogyakarta, Medan, Batam dan Pekanbaru. Berdasarkan alasan di atas Bupati berharap pemerintah pusat juga serius mendorong pengembangan sagu dengan melakukan subtitusi sagu sebesar 10 persen dari seluruh kebutuhan pangan nasional. Jika itu dilakukan diprediksi akan mampu menyerap seluruh produksi sagu di Indonesia saat ini. Hal itu juga akan memberikan dampak luar biasa bukan saja bagi ketahanan pangan nasional tapi juga pada meningkatkannya kesejahteraan para petani sagu di Indonesia yang hingga saat ini

masih jauh dari sejahtera. Pernyataan Bupati Irwan bukan tanpa alasan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pemerintah pusat bahkan telah menggelontorkan anggaran Rp18,7 miliar untuk membangun Sentra Industri Kecil Menengah (SIKM) di Desa Sungai Tohor Kecamatan Tebingtinggi Timur. Dimulai dengan pembebasan lahan pada tahun 2017, proyek tahun jamak itu ditargetkan beroperasi pada 2020. Bupati mengaku, pengembangan sagu memang menjadi prioritas pemerintah kabupaten untuk menjadikan Kepulauan Meranti sebagai bandar niaga. Selain menjemput program-program pusat, Pemkab Kepulauan Meranti sudah berhasil menelurkan bibit sagu varietas unggul di sana. “Sagu ini adalah alternatif pengganti beras. Kita berharap sagu ini bukan lagi makanan tradisional, tapi dapat membantu swasembada pangan nasional. Makanya harus menjadi fokus bukan hanya pemerintah daerah tapi juga pusat,” harap Irwan. Bupati juga mengungkapkan, Pemkab Kepulauan Meranti akan selalu berupaya maksimal dalam mengembangkan pangan lokal berbahan dasar sagu hingga ke tingkat nasional. Menurutnya, sagu yang mempunyai peluang yang besar di pasar kebutuhan pangan nasional. Dampaknya timbullah gagasan Pemkab Kepulauan Meranti untuk menyulap sagu menjadi menjadi beras, yakni beras analog yang terbuat dari sagu. “Program diversifikasi pangan kita mulai berhasil untuk menggabungkan pisikologi ketergantungan masyarakat terhadap beras. Untuk itu, muncul sebuah produk dengan nama beras analog berbahan dasar sagu yang menyerupai bentuk beras asli sehingga psikologi masyarakat yang mengonsum-

sinya merasa mengonsumsi beras. Mudah-mudahan tahun ini mulai diproduksi secara masal,” kata Bupati. Irwan mengajak masyarakat agar dapat mendukung program baik tersebut. “Pemerintah terus berupaya mendorong dan mendukung swasembada pangan mandiri dan ketahan pangan melalui kebijakan-kebijakan nasional. Untuk menuju ke sana, makanya kita harus kedepankan potensi sagu kita,” katanya. Irwan juga berujar jika kearifan lokal ini terus didorong dan diperkuat dengan sentuhan teknologi dan penataan manajemen yang modern, maka tidak mustahil ini Kepulauan Meranti menjadi sentra nomor satu dunia. “Melalui pembangunan sentra IKM sagu di Sungai Tohor dengan nilai investasi hampir Rp35 miliar. Meski medannya sangat berat dan dana terbatas namun kita berhasil membangun satu pilot project sentra pengolahan sagu dengan standar industri nasional. Harapan kita, sentra ini mampu mendorong Meranti menjadi pusat industri produk hilir sagu dan menjadi pusat pendidikan danpelatihan pengolahan sagu terbaik di dunia. Dengan demikian, produk-produk turunan sagu berkualitas mesti diproduksi di Meranti. Dengan begitu, daerah-daerah lain yang ingin belajar mengembangkan dan mengolah sagu, perlu datang berguru kepada masyarakat Meranti. Dan ini sudah kita rasakan dengan banyaknya pejabat yang datang dari berbagai daerah,” ucap Bupati. Saat ini menurut Bupati, untuk mengembangkan sagu tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah daerah penghasil sagu saja, tetapi harus mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui Kementrian Pertanian. Hal itu bukannya tidak beralasan, sagu sebagai salah satu pangan alternatif yang tersedia melimpah di Indonesia

sayangnya hingga detik ini belum mendapat tempat dinegerinya sendiri. Bupati menyebutkan, potensi sagu Indonesia sangat besar dimana dari catatannya Indonesia adalah sumber penghasil sagu terbesar di dunia. “Dari seluruh potensi sagu di dunia, sekitar 5,5 juta hektarnya ada di Indonesia, tersebar di Papua 4 juta hektar dan 67 di kabupaten lainnya, dimana salah satunya berada di Kabupaten Kepulauan Meranti. Jika di total hampir mencapai 6 juta hektar,” jelsa Bupati. Yang tergarap dengan baik baru dilakukan di Meranti dan beberapa kabupaten Kota saja. Khusus di Kabupaten Kepulauan Meranti, dikatakan Irwan, telah berhasil menempatkan sagu sebagai komoditas ekspor andalan. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Kepulauan Meranti, Aza Fahroni didampingi Kasi Industri Logam, Mesin Elektronika, Aneka dan Kerajinan Pada Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM, Miftah mengatakan, finalisasi pembangunan Sentra Industri Kecil Menengah (SIKM) Sagu Sungai Tohor memang menjadi skala prioritas untuk dioperasikan pada tahun ini. Ratusan ton tepung sagu basah yang akan diolah tersebut berasal dari 14 unit pabrik sagu masyarakat sekitar sentra IKM. Untuk menunjang kualitas tepung produksi, sentra ini dilengkapi dengan instalasi pengolahan air gambut sebagai sumber air bersihnya. “Jika sudah beroperasi, bisa jadi Sentra IKM di Sungai Tohor ini turut menyuplai kebutuhan tepung sagu dari luar daerah, mengingat fasilitas yang ada cukup lengkap. Produksinya juga lebih berkualitas,” ujar Aza. Terlebih saat ini permint-

aan sagu di Kepulauan Meranti mulai meningkat, sedangkan sebagian besar pengusaha tepung sagu kering juga mulai kewalahan memenuhi permintaan pasar. Namun, tujuan utama dibangunnya sentra IKM bukanlah sekedar memproduksi tepung sagu kering melainkan didesain untuk mengolah hasil sagu masyarakat, mulai hulu hingga ke hilir. Memperhatikan kondisi ini, sentra IKM perlu memainkan peranan yang diharapkan sebagai tempat berlangsungnya produksi, peningkatan nilai tambah, pengembangan produk dan mempermudah pembinaan. Di Desa Sungai Tohor, dimana kegiatan produksi sagu didalam kilang-kilang rakyat baru mencapai tahap pengolahan pasca panen guna melayani permintaan dari luar wilayah, sementara pengolahan hilir sagu terutama pangan berbahan dasar sagu masih terjadi dalam skala rumahan dan untuk memenuhi kebutuhan di tingkat masyarakat lokal. Sentra IKM diharapkan mampu memanfaatkan kedua potensi yang dimiliki oleh masyarakat Desa Sungai Tohor, melalui penyediaan sarana dan prasarana produksi terutama ke arah pengembangan industri pangan berbahan dasar sagu, sambil memperkuat keterkaitan antara kilang-kilang sagu rakyat yang telah ada melalui peningkatan nilai tambah sagu basah menjadi pati sagu kering dan membangun jejaring dengan dengan industri pengolahan pangan sagu yang sedang berkembang. Pengembangan sentra IKM ini diharapkan mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi yang positif melalui peningkatan hasil olahan pati sagu basah menjadi sagu kering dan produksi pangan berbasis sagu dengan memenuhi kaidah-kaidah industri pangan secara terintegrasi. (Adv)

SENTRA Industri Kecil Menengah (SIKM) yang berlokasi di Desa Sungai Tohor Kecamatan Tebingtinggi Timur.


DUMAI

SIAK

METRO RIAU SENIN, 18 MEI 2020

6

n Hari Kedua PSBB

Bupati Tinjau Pos Check Point di Sabak Auh

JALAN - Siti Aminah (62) pasien 01 berjalan kearah mobil yang akan mengantarkannya kembali ke rumah setelah dinyatakan sembuh dari virus Corona. (bam)

n Kesaksian Pasien 01 Sembuh dari Corona

‘Allah Masih Sayang Saya’ DUMAI - Warga asal Bogor, Siti Aminah (62), dinyatakan sembuh setelah hasil swab dua kali negatif. Siti Aminah merupakan pasien pertama positif Corona di Dumai, dan masuk ke dalam klaster Bogor yang dirawat sejak 24 Maret 2020. Setelah menjalani perawatan selama 53 hari, Siti Aminah, Sabtu (16/5), sudah boleh pulang ke rumah.Siti Aminah mengaku bersyukur bisa sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19. Menurutnya, salah satu yang dilakukannya saat menjalani isolasi adalah memperbanyak ibadah, seperti salat, zikir dan membaca Alquran agar pikiran tetap tenang dan tidak stres. Walikota Dumai, H Zulkifli As, melepas langsung pasien tersebut didepan pintu masuk IGD RSUD Dumai. Walikota didampingi juru bicara Gugus Tugas Covid-19, dr Syaipul, Kepala Diskominfo Dumai, Muhammad Fauzan, Direktur RSUD Dumai, Ridhonaldi, dan lainnya. Di kesempatan itu, Siti Aminah menceritakan pengalamannya bertarung dengan penyakit tersebut. “Jangan dianggap enteng, virus ini tidak kelihatan, tapi ada,

dan berbahaya. Ikuti imbauan pemerintah untuk dirumah dan gunakan masker jika berada dikeramaian agar tidak tertular virus Corona,” kata Siti Aminah. “Dan saya yakin semua penyakit pasti ada obatnya, atas dasar itu saya yakin bisa sembuh, dan akhirnya saya merasa senang ketika diberi tahu dokter bahwa saya sudah sembuh dari virus ini,” lanjutnya. Siti Aminah mengatakan, dia bisa sehat seperti ini karena Allah masih sayang sama dirinya. “Saya juga yakin Allah tidak akan memberikan ujian diluar kemampuan kita,” katanya. Untuk itu, lanjutnya, tiap hari selama dirawat diruang isolasi dia selalu berdoa dan berzikir agar Allah mengangkat penyakitnya. “Alhamdulilah, Allah menjawab doa saya. Hari ini (Sabtu, red) saya bisa pulang ke rumah setelah hasil swab dua kali negatif,” sebutnya. Dia pun menceritakan, selain pertolongan dari Allah, penanganan yang cepat dari tim medis menjadi salah satu kunci dirinya bisa sembuh. “Dokter dan perawat yang merawat saya sudah saya anggap seperti anak sendiri, mereka merawat saya dengan

sangat baik,” terangnya. Siti Aminah mengenang awal mula dirinya terinfeksi virus Corona. Katanya, setibanya di Dumai dari Bogor, Maret lalu, dia mengalami gejala batuk, pilek dan demam, disertai sesak nafas. Pada saat itu, dia berobat ke RS Pertamina Dumai. Suhu tubuh diukur 38 derajat, badan terasa menggigil. Lalu, dia dilarikan ke RSUD Dumai untuk di rapid tes, dan dia sempat terkejut mengetahui hasilnya positif. Namun dia berusaha kuat karena sebelum masuk rumah sakit dia sudah punya curiga terkena Corona. “Saya akui sempat down mendapat kabar positif virus Corona, tapi saya berusaha kuat dan tetap tegar agar imun tubuh tidak menurun, semua saya serahkan pada Allah yang punya kuasa,” paparnya. Waktu diruang isolasi, dia habiskan untuk melaksanakan ibadah seperti salat, zikir dan membaca Alquran. “Alhamdulillah, selama diruang isolasi saya bisa dua kali katam Alquran. “Saya doakan juga kepada semua pasien Covid-19 yang masih dirawat cepat sembuh dan bisa pulang berkumpul bersama keluarga,” pungkasnya. (bam)

BENGKALIS

Tajul Mudaris

Hari Ini, Bengkalis Terapkan PSBB

BENGKALIS – Kabupaten Bengkalis secara efektif menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hari ini, Senin (18/5). Sebelumnya penerapan, Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 secara kontinu telah mensosialisasikan ke masyarakat dan stakeholder lainnya. “Mulai Jumat (15/5) hingga Minggu (17/5), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis melalukan sosialisasi penerapan PSBB, baik kepada masyarakat maupun stakeholder lainya,” ujar Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Bengkalis, Tajul Mudaris, Sabtu (16/5). Pada Minggu (17/5) , terang Tajul, Tim Gugus dipimpin

langsung Ketua tim Plh Bupati Bengkalis melakukan sosialisasi secara masif dan simulasi penerapan Perbup PSBB ini. Dimana, Perbup PSBB Bengkalis ditanda tangani Plh Bupati pada Sabtu (16/5) lalu. “Jika sudah ditandatangani kita sampaikan kepada masyarakat. Dalam perbup tersebut berisikan apa saja yang harus dipatuhi oleh masyarakat

selama pelaksanaan PSBB di Bengkalis,” katanya. Dalam aturan yang sudah dirumuskan juga akan ada sanksi bagi masyarakat yang melanggar aturan PSBB. Sanksi berupa teguran tertulis, namun sejauh ini dalam darf tidak ada sanksi pidana yang akan diterapkan. “Meskipun akan diterapkan mulai Senin secara efektif pelaksanaan PSBB Bengkalis, kita berharap masyarakat Bengkalis tidak panik dalam masa PSBB ini. Masyarakat masih bisa beraktifitas seperti biasa, namun tetap menjaga dan imbauan pemerintah yang tertuang dalam Perbup PSBB,” ucapnya.(zul)

SIAK - Bupati Siak, H Alfedri, bersama Kapolres Siak, AKBP Doddy F Sanjaya, didampingi Danramil Sabak Auh, Asisten I dan pimpinan Organisasi perangkat Daerah (OPD) lain melakukan pemantauan pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hari kedua di pos check point Kampung Belading, Kecamatan Sabak Auh, Sabtu (16/5). “Hari ini (Sabtu, red) kami meninjau pos penyekatan PSBB, baik bagi pengguna kendaraan yang masuk ataupun keluar dari Kabupaten Siak. Selain itu juga mengecek seluruh persiapan, SOP yang ada, seperti sarana dan prasarana, serta personel,” ujar Alfedri. Menurut bupati, kalau keluar dari Kabupaten Siak atau wilayah PSBB tentunya ada pembatasan-pembatasan. Kecuali, untuk angkutan sembako, keperluan Covid-19, ambulans, dari Polri/TNI. Kemudian orang yang masuk ke wilayah Kabupaten Siak akan dilakukan pemeriksaan. “Bagi orang yang masuk ke Siak akan dilakukan pengece-

kan, Kalau suhu tubuhnya 38 derajat keatas akan dilakukan rapid tes di pos cek poin ataupun di puskesmas terdekat,” kata Alfedri. Bupati menambahkan, bagi orang dibawah 38 derajat mengisi formulir yang telah disediakan, kemudian melapor ke puskesmas dan RT setempat yang ditetapkan sebagai Orang Dalam Pengawasan (ODP). Selanjutnya melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Alfedri menegaskan, bagi pengguna kendaraan harus memakai masker dan menjaga jarak atau physical distancing maksimal 50 persen. Jika ada yang melanggar ketentuan ini maka disuruh balik lagi atau tidak boleh masuk ke wilayah Kabupaten Siak. “Yang dicek itu dua, apakah melakukan protokol kesehatan pakai masker atau tidak, kalau untuk mobil posisi maksimal 3 orang satu di depan dua ditengah,” jelasnya. Sedangkan Kapolres Siak, AKBP Doddy F Sanjaya, mengatakan, bagi orang atau pengguna kendaraan seperti pengan-

tar barang-barang sembako, gas dan lain sebagainya yang masuk ke Kabupaten Siak akan diberi tanda berupa gelang stiker. “Gelang ini adalah upaya kita bersama Gugus Tugas Covid-19 yang dipakaikan kepada orang dari luar Siak. Gunanya sebagai tanda bahwa yang bersangkutan sudah dapat verifikasi dari petugas yang ada di pos cek poin perbatasan,” sebut Doddy. Sehingga lanjutnya, kedatangan orang tersebut diketahui oleh petugas dan menghindari dari warga tempatan sekaligus mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan. Dan gelang stiker tersebut hanya berlaku untuk sehari (tidak menginap). “Jadi artinya yang bersangkutan tidak boleh menginap. Bagi mereka yang ingin menginap atau tinggal beberapa hari di Siak harus melalui proses pemeriksaan oleh tenaga kesehatan di pos cek poin. Setelah itu mengisi formulir empat rangkap yang diberikan untuk petugas, RT setempat dan untuk diri sendiri,” ucapnya. (din)

KEPULAUAN MERANTI

KUNJUNGI - Camat Tebingtinggi, Rayan Pribadi, mengunjungi rumah pasutri Tanain dan Andik Fatimah, warga Jalan Manggis Gang Buntu, Kelurahan Selatpanjang Kota yang sudah lama menderita sakit, Sabtu (16/5) malam. (ist)

Camat Tebingtinggi Galang Dana Rehab Rutilahu Milik Tanain dan Andik Fatimah

SELATPANJANG - Pasangan Suami Istri (Pasutri) Tanain dan Andik Fatimah, warga Jalan Manggis Gang Buntu, Kelurahan Selatpanjang Kota, sudah lama menderita sakit. Pasutri yang tinggal disebuah rumah tua dalam kondisi reyot itu hanya diasuh oleh seorang anak perempuan bungsunya yang sudah janda yang bernama Salmah bersama kedua balita yang berumur 5 dan 2 tahun. Salmah bercerita, kedua orangtuanya sudah puluhan tahun menderita sakit, ayahnya sakit rematik dan ibunya yang mengalami katarak sangat membutuhkan uluran tangan para donatur. Keduanya hanya bisa terkapar ditempat tidur. “Mereka sakit sudah sangat lama dan tidak bisa bergerak kemana-mana,” ujar Salmah. Walaupun sudah mendapatkan bantuan konsumtif bulanan dari baznas dan sudah didata untuk mendapatkan BLT dari kemensos, keluarga ini juga mengharapkan bantuan untuk memperbaiki rumahnya yang sudah lapuk dan ketika hujan tiba, air menetes dari segala lubang atap rumahnya. “Rumah kami sudah lapuk semua. Ketika hujan tiba kami merasa sangat susah sekali, air mengalir dan menetes dari segala lubang, karena atap sudah bo-

cor semua,” ungkap Salmah Salmah mengatakan, jika dia menginginkan rumah yang bagus agar kedua orangtuanya lebih nyaman meskipun dalam keadaan sakit, namun apakan daya, jika semua anggota keluarga yang diharapkan juga dalam kondisi susah. “Kami semuanya sebenarnya ada lima orang kakak beradik dan saya termasuk anak yang kelima dari lima bersaudara tersebut, namun empat dari saudara saya itu tidak berada di Selatpanjang, semuanya di luar kota. Mereka juga kehidupannya susah sama seperti kami, jangankan mau mengirim bantuan untuk kehidupan mereka saja susah, saya tau itu,” ungkap Salmah. Camat Tebingtinggi, Rayan Pribadi, yang mendapat informasi ini langsung menelpon Lurah Selatpanjang dan mendatangi rumah keluarga tersebut, Sabtu (16/5) malam. Setelah melihat kondisi dan keadaan keluarga tersebut, Camat Tebingtinggi itu akan segera menggandeng donatur dan menggalang dana untuk membantu membedah rumah tidak layak huni (rutilahu) keluarga miskin tersebut. “InsyaAllah kita akan menggandeng para donatur yang tidak mengikat dan baznas untuk membedah rumah keluarga ini. Ditargetkan setelah lebaran,” kata Rayan.

Dikatakan, kondisi keduanya memang dalam keadaan sakit, namun tidak dalam keadaan emergensi tapi sudah uzur. “Awalnya kita mau merujuk keduanya ke rumah sakit, namun setelah dilihat kondisinya mereka itu uzur dan kita berencana akan membangun rumahnya saja,” ungkap Rayan. Dikatakan Rayan, saat ini hal yang paling mendesak adalah kenyamanan tinggal keluarga tersebut. Karena untuk memenuhi kehidupan sehari-hari sudah ditopang melalui bantuan bulanan dari baznas. “Keluarga ini sudah dapat bantuan konsumtif bulanan dari baznas dan BLT dari kemensos. Saat ini yang paling mendesak adalah kenyamanan tinggal, sebab kalau hujan, semuanya basah dan lapuk,” tutur Rayan. Ketua Karang Taruna Kepulauan Meranti itu juga berjanji dan berkosentrasi terhadap keluarga tersebut agar bisa mendapatkan tempat tinggal yang nyaman. “Tidak ada laki- laki dewasa yang diandalkan bisa menjaga keluarga ini atau mmperbaiki rumah yang lapuk. Makanya, kita konsentrasi untuk membedah rumah dan membangun baru. Kita juga akan upayakan penguatan ekonomi keluarga,Insha Allah kami akan mengambil berat kondisi keluarga ini,” pungkas Rayan. (ali)


INHU

KUANSING

METRO RIAU SENIN, 18 MEI 2020

7

Pemkab Segera Salurkan THR bagi ASN

RENGAT- Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemkab Inhu segera akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Kecuali ASN yang sudah eselon II atau setara sesuai peraturan tidak dibayarkan THR. Penyaluran gaji ke-14 atau THR bagi ASN di Kabupaten Indragiri Hulu saat ini masih menunggu Peraturan Bupati (Perbup) Inhu. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Ibrahim Alimin, SKM MPH, Minggu (17 /5) mengatakan, Pemerintah Kabu-

paten Inhu sudah menyiapkan anggaran senilai Rp23,3 miliar lebih untuk pembayaran gaji ke 14 atau THR bagi ASN di lingkungan Pemkab Inhu. “Namun anggaran tersebut belum bisa disalurkan, karena Peraturan Bupati tentang THR ASN tersebut masih dalam proses finalisasi,” ujar Ibrahim. Menurut Ibrahim, berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 24 tahun 2020 tentang pemberian tunjangan hari raya tahun 2020 pada 17 ayat 2 yang berbunyi ketentuan lebih lan-

jut mengenai teknis pemberian tunjangan Hari Raya yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah diatur dengan Peraturan Kepala Daerah. “Pada hari Jumat Kemaren sudah keluar hasil sinkronisasi dengan provinsi, karena di Perbup harus dilakukan sinkronisasi dengan provinsi,” ungkapnya. Ditambahkannya, sesuai ketentuan Pemerintah Pusat untuk tahun ini THR hanya diberikan kepada seluruh ASN, kecuali Pejabat Eselon II. (das)

Bupati Kabupaten Kuantan Singingi, Drs H Mursini MSi tinjau Poskowas Desa Sukamaju, Kecamatan Singingi Hilir, beberapa waktu lalu. Bupati minta petugas penjaga Poskowas meningkatkan pengawasan, sebab Desa Sukamaju, merupakan pintu masuk perbatasan antara Kabupaten Kampar - Kuansing.(kuansingterkini.com)

Tenaga Medis Diminta Perhatikan Kesehatan KUANTAN SINGINGI Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kuantan Singingi meminta semua petugas memperhatikan kesehatan diri sendiri terlebih dahulu agar bisa membantu orang lain saat bertugas di situasi pandemi Covid-109. “Kami sudah berbuat maksimal, sejumlah fasilitas kesehatan telah digunakan, hanya anggaran masih dalam proses pencairan,” kata Kepala Dinas kesehatan Kuantan Singingi, Helmi Ruspandi di Teluk Kuantan, Minggu (17/5). Ia mengatakan, dana mencapai Rp3,1 miliar yang dianggar-

kan untuk pencegahan corona belum terpakai. Sebagaimana arahan dari Pemerintah Pusat, banyak kegiatan harus dirasionalisasi tahun 2020, sementara bantuan yang diberikan untuk membantu masyarakat belum banyak yang turun. Instansi ini masih berfokus pada pengadaan peralatan tenaga medis dalam bertugas di lapangan maupun di sejumlah Puskesmas misalnya masker, kaca mata, baju hazmat, atau alat rapid test. “Petugas disiapkan di lapangan sudah siap bekerja, mereka bertugas sesuai petunjuk,” sebut Helmi.

Smentara itu, Bupati Kuantan Singingi, Mursini menjelaskan, selalu menekankan agar semua pihak memberikan perhatian serius, membantu dengan optimal dalam rangka memutus mata rantai Covid-19, sehingga jumlah pasien semakin berkurang. “Imbauan pemerintah harus diikuti agar terhindar dari corona,” tegasnya dilansir antarariau.com. Puskesmas se-Kuantan Singingiselalu siaga dan siap memberikan pelayan terbaik kepada masyarakat. Tenaga medis juga siap membantu.(int/wsl)

KAMPAR

Bupati turut melakukan penanaman perdana bibit jagung jenis bisi 2 di atas lahan milik Pemkab Kampar.(adi)

Bupati Hadiri Gerakan Menanam di Desa Kualu Nenas

KUALU NENAS - Menjaga ketahanan pangan, Pemkab Kampar melaksanakan gerakan menanam untuk penyediaan pangan daerah. Masyarakat diharapkan untuk memanfaatkan lahan tidur sebagai antisipasi di tengan serangan pandemi Covid-19 atau virus corona. Bupati Kabupaten Kampar, H Catur Sugeng Susanto SH didampingi Ketua DPRD Kabupaten Kampar, Muhammad Faisal ST, Sekda, Drs Yusri M Si, Kadis Pertanian TPA Kampar, Ir Bustan dan para Kepala OPD di lingkungan Pemkab Kampar menghadiri kegiatan Gerakan Menanam Untuk Penyediaan Pangan Daerah, Sabtu (16/05/20) di Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tapung. Bupati mengatakan, gerakan menaman merupakan suatu upaya untuk menjaga kestabilan pangan Kabupaten Kampar. Bupati mengajak seluruh stakeholder pembangunan daerah dan seluruh elemen masyarakat Kampar untuk memberikan andil dalam menjaga kelangkaan pangan di daerah Kampar.

Dikatakannya, di tengah serangan pandemi covid-19 saat ini, kita tidak bisa memprediksi bagaimana kondisi di hari esok. “Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri jika hal yang tidak kita inginkan, seperti kelangkaan pangan terjadi,” ungkapnya. Bupati mengajak agar seluruh desa yang memiliki lahan tidur milik desa, atau masyarakat memiliki lahan tidur, agar segera memanfaatkan lahan tidur tersebut untuk menanam tanaman pangan yang bisa di kosumsi sebagai makanan pokok seharihari. “Seperti tanaman jagung yang bisa kita jadikan sebagai makanan pokok sehari-hari,” tambahnya. Bupati turut melakukan penanaman perdana bibit jagung jenis bisi 2 di atas lahan milik Pemkab Kampar samping SPN Desa Kualu Nenas Kecamatan Tapung. Saat penanaman perdana tersebut, bupati didampingi Ketua DPRD Kampar, Sekda Kampar, Forkopimda dan kepala OPD Pemerintah Daerah Kabupaten Kampar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Kabupaten Kampar, Ir Bustan kepada wartawan mengatakan, sebagai langkah awal guna memotivasi masyarakat, Pemkab Kampar menanam bibit jagung jenis Bisi 2 seluas 10 ha di atas lahan milik Pemkab Kampar samping SPN Desa Kualu Nenas. “Kita menargetkan akan menanam 70 ha tanaman pangan di atas lahan milik Pemkab,” ungkap Bustan. Lebih lanjut Bustan menambahkan, Pemkab Kampar menargetkan akan menanam seluas 500 ha tanaman pangan. “Saat ini, masyarakat sudah menanam 300 ha tanaman pangan di Kabupaten Kampar,” jelasnya. Bustan juga menambahkan, untuk memotivasi masyarakat, Pemkab Kampar sudah menyediakan bibit jagung yang bisa dibagikan secara gratis kepada masyarakat Kampar. “Bagi masyarakat yang membutuhkan, silahkan meminta bantuan kepada Dinas Pertanian TPH Kabupaten Kampar melalui kelompok tani,” ungkapnya.(adi)

Ditengah wabah Covid 19 Koramil 05/Peranap kembali mengulurkan bantuan kepada warga yang tidak mampu diwilayah Koramil 05/Peranap, belum lama ini.(riaukarya.com)

PELALAWAN n Hadapi Kesulitan Dampak Covid-19

Kapolda Riau Ajak Masyarakat Galakkan Pertanian

PELALAWAN - Pendemi Virus Corona atau Covid-19 belum bisa dipastikan kapan berakhirnya. Beragam sektor kehidupan terdampak termasuk ketahanan pangan, terutama daerah yang pasakon sembakonya dari luar. Kabupaten Pelalawan termasuk daerah terancam ketahanan pangannya karena tak banyak masyarakat di sana bertani kebutuhan dapur. Oleh karena itu, Polda Riau menginisiasi masyarakat untuk bercocok tanam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kapolda Riau, Irjen Agung Setya Imam Effendi, mengatakan, tanaman palawija dan sayuran memang butuh waktu dua bulan panen. Jangka waktu itu akan efektif memenuhi kebutuhan dapur jika Covid-19 tak kunjung berakhir. “Tidak hanya menanam saja, ke depannya saya ingin menyaksikan panennya. Ingin melihat apa yang diusahakan bersama-sama ini berhasil,” kata Agung di Pelalawan, Jumat siang (15/5). Agung menjelaskan, kegiatan bertani masyarakat bersama Polri, TNI dan Pemerintah Kabupaten Pelalawan ini menyediakan 13 hektare lahan. Puluhan kelompok tani sekitar berpartisipasi bercocok tanam. Masyarakat tinggal mengolah lahan karena bibit, alat tani dan pupuk sudah disediakan. Bagi kelompok tani yang suka perikanan, di sana juga sudah disediakan beberapa kolam dan bantuan bibit. “Ada bibit cabai rawit, jagung manis, kangkung, sawi, bayam, timun, ikan lele, nila dan patin,” kata Agung didampingi Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Sunarto SIK. Selama bertani, masyarakat tidak dilepas begitu saja karena ada tenaga ahli untuk penyuluhan. Polda Riau juga menempatkan personel Bhabinkamtibmas

sebagai vioner bersama Babinsa. “Mudah-mudahan imbas ekonomi karena Covid-19 ini bisa tertangani dengan bercocok tanam,” kata Agung. Bersama Komando Resort Militer (Korem) 031 WB, pemerintah daerah dan dunia usaha, Polda menyalurkan bantuan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus mengajak masyarakat untuk menggalakkan pertanian untuk menghadapi kesulitan di tengah pandemi global. Kegiatan juga bekerja sama dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). “Situasi saat ini sedang sulit akibat wabah Covid19. Untuk itu melalui sinergi dengan Pemkab dan dunia usaha seperti RAPP, pertanian harus kita galakkan kembali untuk menciptakan ketahanan pangan di tengah masyarakat,” tutur Agung. Selain itu, bantuan bibit Ikan Nila dan Lele kepada sejumlah kelompok tani di Desa Makmur dan Kerinci Timur. Diharapkan masyarakat yang kehilangan pekerjaan dapat bergabung dengan kelompok tani yang ada sehingga mampu meringankan beban ekonominya. “Semoga melalui bantuan ini dapat melahirkan petanipetani professional yang mengerti teknologi dan memanfaatkannya secara optimal,” harap Agung. Sementara itu, Bupati Pelalawan, HM Harris mengatakan semua pihak harus saling bahu membahu dalam menghadapi situasi Covid-19. Ia juga memotivasi para petani untuk terus tekun dan tidak menyerah pada kondisi seperti ini. “Saya dulu juga seorang petani. Usaha saya sempat jatuh bangun, namun saya bisa bangkit kembali melalui usaha pertanian. Jadi jangan mudah menyerah dengan kondisi ini,” kata Bupati. Direktur RAPP, Mulia Nau-

li, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap masyarakat. Terlebih di situasi pandemi ini, pihaknya mendukung program pemerintah untuk membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak secara ekonomi terutama menjelang Lebaran. “Kita juga mendukung program ketahanan pangan bagi masyarakat, minimal mampu memenuhi kebutuhan protein keluarga. Hal ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 3, yakni Kesehatan dan Kesejahteraan yang baik dan nomor 12, yakni produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab. Dengan membantu masyarakat sekitar,” tutur Mulia. Terpisah, warga bernama Ninsi, mengaku bersyukur atas bantuan berupa ember ukuran besar, bibit kangkung dan bibit ikan lele. Ember itu nantinya dijadikan tempat beternak ikan lele dengan daya tampung hingga 80 ekor. Di atas permukaan air, bibit kangkung bisa hidup dengan subur karena mendapat asupan air serta pupuk dari ikan lele. Nantinya, Ninsi hanya perlu menjaga ember supaya tidak bocor ataupun ikannya keluar. “Juga dibantu pakan ikannya tadi, selain ini juga ada paket sembako,” kata Ninsi. Ninsi menjelaskan, pandemi Covid-19 sangat dirasakan oleh dirinya dan keluarga. Dia tak bisa beraktivitas leluasa karena harus menjaga jarak dengan yang lain agar terhindar dari virus dari Wuhan, China ini. Untuk bantuan, dia mengaku baru pertama kali mendapatkannya sejak pandemi Virus Corona mulai menjangkiti beberapa warga di kabupatennya. Ninsi berharap bantuan dari pemerintah segera turun. “Bantuan bibit ini akan dimanfaatkan betul untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Ninsi. (lda)

Direktur PT RAPP, Mulia Nauli, disaksikan Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, dan Bupati Pelalawan, HM Harris, menyerahkan bantuan bibit, pupuk dan alat pertanian kepada petani di Pelalawan. (ist)


advertorial

METRO RIAU SENIN, 18 mEI 2020

DPRD RIAU

8

BInCAng - Anggota DPRD Riau Dapil InhuKuansing, Sukarmis, berbincang dengan masyarakat saat melaksanakan reses beberapa waktu lalu.

Komitmen Perjuangkan Peningkatan Pembangunan MOMENTUM reses anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para wakil rakyat. Salah satunya legislator asal Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), H Sukarmis. Mantan bupati Kuansing tersebut menyempatkan diri untuk turun langsung ke masyarakat untuk menyerap aspirasi. Nantinya, aspirasi yang telah ditampung akan diperjuangkan oleh Sukarmis untuk diwujudkan melalui program pembangunan yang ada di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Menurut Sukarmis, dari beberapa daerah yang dia kunjungi saat reses awal tahun lalu adalah persoalan infrastruktur. Seperti pembangunan jalan, jembatan dan irigasi pertanian.”Dari hasil turun ke masyarakat memang itu yang paling banyak di keluhkan masyarakat ke kami,” ujar Politisi Golkar itu, Sabtu (16/5). Dia menceritakan keluhan warga saat mendatangi Desa Pulau Busuk Jaya Inuman. Saat itu, diceritakan Sukarmis, Kepala Desa Pulau Busuk, Jaya Suryadi Putra, menyam-

paikan aspirasinya secara langsung. Diusulkan, bahwa saat ini kebutuhan masyarakat ingin dibangunnya saluran irigasi atau pengairan untuk area pertanian yang terhampar luas di Inuman. Tidak hanya itu, sang kades juga mengusulkan dibangunnya rumah layak huni. Selain di Singingi Hilir dan Inuman, masyarakat Pulau Baserah, Kecamatan Kuantan Hilir, juga sempat menyampaikan aspirasi kepada dirinya. Dilanjutkan Sukarmis, saat itu Kepala Desa Kepala Pulau, Hendri, mengusulkan agar dibangun saluran irigasi yang terhampar luas disejumlah desa di Banjar Nan Tigo Desa Nan Ompek, di Kuantan Hilir. Termasuk juga diusulkan pengaspalan jalan di desanya. Masih disampaikan Sukarmis, aspirasi yang sama juga disampaikan masyarakat Desa Pasir Mas. Rata-rata

warga di desa tersebut sangat menginginkan adanya pengaspalan jalan. Atas aspirasi yang disampaikan masyarakat, pria yang juga menjabat Ketua Badan Kehormatan DPRD Riau itu berkomitmen untuk siap memperjuangkannya di Pemprov Riau. Soal usulan pembangunan jalan, Sukarmis akan memperjuangkannya nanti melalui bantuan keuangan (bankeu) provinsi untuk kabupaten. “Ini nanti akan kami perjuangkan di APBD 2021 mendatang. Saya berh a r a p

masyarakat tetap kompak. Silahkan sampaikan usulan. Ini akan kami perjuangkan di provinsi. Karena ini adalah kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil yang telah dipilihnya pada pemilu lalu,” jelasnya.(adv)

AnggoTA DPRD Riau Daerah Pemilihan (Dapil) Inhu-Kuansing, Sukarmis, saat melaksanakan reses beberapa waktu lalu.

DISAMBUT - Anggota DPRD Riau Dapil Inhu-Kuansing, Sukarmis, disambut masyarakat saat melaksanakan reses beberapa waktu lalu.

RAMAI - Reses anggota DPRD Riau Dapil Inhu-Kuansing, Sukarmis, ramai dihadiri masyarakat .

Sukarmis

Pemerintah Didesak Turunkan Harga BBM HARGA minyak mentah dunia diketahui mengalami penurunan tajam. Itu disebabkan kebijakan lockdown dibeberapa negara akibat virus Corona. Dari harga minyak mentah berjangka Brent, acuan internasional ditutup menyusut 2,17 dolar AS atau 8,7 persen, menjadi 22,76dolar AS per barel. Angka tersebut merupakan penutupan terendah sejak November 2002. Sementara itu, acuan Amerika Serikat, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) anjlok 1,42 dolar AS, atau 6,6 persen, menjadi 20,09 dolar AS per barel, penutupan terendah sejak Februari 2002. Atas kondisi itu, Wakil Ketua DPRD Riau, Asri Auzar, mendesak pemerintah daerah untuk mengusulkan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Karena menurut dia, dalam regulasi telah diatur bahwa harga BBM diacukan berdasarkan harga minyak mentah dunia. “Regulasi kan jelas. Jika harga minyak mentah naik, harga BBM ikut naik. Jika turun otomatis harus turun juga. Makanya saya meminta agar pemerintah segera menurunkan harga BBM di SPBU yang ada,” ujar Asri Auzar, beberapa waktu lalu. Menurut Asri, saat ini kondisi ekonomi masyarakat sangat sulit akibat adanya pandemi Covid-19. Sehingga kebijakan untuk menurunkan BBM adalah pilihan yang tepat untuk mengurangi beban masyarakat. Defisit keuangan negara yang terjadi akibat anjloknya harga minyak, merupakan sebuah konsekuensi yang harus ditanggung negara. Sehingga

tidak sepatutnya dibebankan kepada masyarakat. Ketua DPD Demokrat Riau itu juga meminta agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ikut menyuarakan penurunan harga BBM ke pemerintah pusat. Yakni, dengan memberikan usulan secara resmi kepada kementerian terkait. Dengam harapan, desakan yang di sampaikan pemerintah daerah secara resmi dapat didengar oleh pemangku kebijakan. “Kami minta pemprov usulkan ke pusat supaya BBM diturunkan seiring dengan kesulitan ekonomi yang dialami masyarakat. Saya yakin, kebijakan penurunan harga BBM dapat meringankan beban masyarakat,” ucapnya. Masih kepada Pemprov Riau, Asri meminta agar instansi terkait, yakni Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) agar sesegera mungkin menggali potensi pendapatan lain. Karena penurunan harga minyak, sangat berdampak terhadap Dana Bagi Hasil (DBH) Migas. Sehinggga hampir bisa dipastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga akan ikut turun secara f l u k t u a t i f . (adv)

Asri Auzar


INDRAGIRI HILIR

METRO RIAU SENIN, 18 MEI 2020

Advertorial Publikasi Pembangunan Kabupaten Indragiri Hilir

9

Bupati Pastikan Check Point di Wilayah Perbatasan TEMBILAHAN - Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (inhil) H Muhammad Wardan melakukan peninjauan Posko Pencegahan COVID-19 di Desa Petalongan, Kecamatan Keritang dan di Selensen, Kecamatan Kemuning, Jumat (15/5). Kedatangannya ini untuk memastikan check point di wilayah perbatasan Kabupaten Inhil berjalan sesuai aturan mengacu pada protokol kesehatan Covid-19. Menurut Bupati, para petugas di kedua pos jaga tersebut sudah menerapkan protokol kesehatan COVID19 dengan baik saat menjalankan tugas jaga. “Kita melihat langsung kondisi lapangan. Seperti di Petalongan, Keritang, ini pos antar desa yang berada di satu wilayah kecamatan. Lalu, kita melihat juga checkpoint perbatasan antara Provinsi Riau dan Provinsi Jambi di Selensen,” ungkap bupati selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Inhil di sela kunjungan. Meski belum berstatus sebagai daerah dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB, dikatakan Bupati, kebijakan yang diambil dalam upaya pencegahan penyebaran COVID-19 hampir memiliki kesamaan dengan daerah-daerah yang telah berstatus PSBB. “Meski tidak PSBB, tetapi kegiatan yang kita lakukan sudah mendekati PSBB. Contohnya, jaga jarak kita juga sudah terapkan, penyediaan fasilitas cuci tangan dengan air mengalir dan penggunaan masker,” jelas Bupati seraya mengatakan kebijakan tersebut telah diberlakukan bagi masyarakat Kabupaten Inhil. Disamping itu, diungkapkan Bupati, sejumlah imbauan juga telah disampaikan kepada masyarakat untuk mengurangi aktifitas di luar rumah. “Sekiranya tidak ada hal penting, jangan keluar rumah. Imbauan ini juga telah kita sampaikan berulang-ulang kali. Kalau pun ada hal penting yang harus diselesaikan di luar rumah, wajib memakai masker,” kata bupati. Dalam kesempatan ini, bupati membeberkan bahwa pada H-7 Idul Fitri tahun ini, akan diambil kebijakan pemeriksaan kelengkapan administrasi di setiap check point bagi warga Kabupaten Inhil yang akan masuk. “Kalau saja ada warga yang akan masuk ke Inhil, tapi tidak bisa menunjukkan identitas seperti KTP kepada pihak penjagaan di check point, maka kita akan suruh putar balik, jangan masuk Inhil. Ketentuan dan kebijakan ini diambil demi me-

mutus penyebaran COVID19. Saya imbau warga agar bisa menaati ketentuan ini,” tutup bupati. Pada kunjungan ke Posko Pencegahan COVID-19 kala itu, tampak hadir para Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Inhil, yakni Dandim 0314 Inhil dan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Inhil. Bupati dalam kunjungan tersebut tampak pula didampingi oleh sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah Kabupaen Inhil. Sementara itu, seorang warga Pulau Burung berinisial MBA (18) positif terinfeksi virus Corona. MBA dinyatakan sebagai pasien ke-11 yang terkonfirmasi dan saat ini tengah dirawat di RSUD Raja Musa. Sebagaimana yang diungkapkan Ketua Tim Medis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Inhil, dr Alexis, MBA yang berjenis kelamin perempuan diketahui sebagai santri asal Pondok Pesantren Al-fatah Temboro, Magetan, Surabaya, Jawa Timur. “Kondisi pasien secara klinis baik. Sekarang sedang menjalani isolasi dan pengawasan secara intensif di rumah sakit Raja Musa, Guntung,” kata dr Alexis melalui press release. Adanya seorang pasien positif Covid-19 ini menambah daftar panjang pasien terinfeksi Covid-19 Kabupaten Inhil. Saat ini, pasien positif Covid-19 Kabupaten telah berjumlah 11 orang dengan MBA menjadi pasien ke-11. Dengan penambahan kasus positif ini, diungkapkan dr Alexis, Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil langsung melakukan tracing kontak dari pasien MBA. Dalam upaya tracing kontak, Dinas Kesehatan Kabupaten Inhil bekerjasama dengan puskesmas, polres, kodim, serta akan melibatkan tokoh masyarakat setempat. “Bagi pasein kami yang masih dalam perawatan tetaplah optimis, selalu bersemangat untuk kesembuhan. Begitu pula untuk masyarakat Inhil secara luas agar senantiasa menjaga kesehatan dan kebersihan diri,” tukas dr Alexis. (adv/sri)

Bupati Inhil, HM Wardan MP pastikan check point di wilayah perbatasan, Jumat (15/5) lalu. Pemkab Inhil tetap berupaya menangani peneyebaran covid-19. (mr/Diskominfopers)

Polsek Tempuling Bagikan Bibit Nila dan Paket Sembako TEMBILAHAN - Gerakan bakti sosial Polri dalam rangka peduli warga yang terdampak Corona virus Covid-19 memberikan bantuan paket sembako oleh Polsek Tempuling. Selain paket sembako, Polsek Tempuling juga membagikan 200 bibit ikan nila kepada warga. Paket bantuan diserahkan kepada orang yang berada di kawasan hukum Polsek Tempuling. Adapun paket sembako yang diberikan berupa beras 5 kg, telor 10 butir, mie instan sebanyak 10 bungkus, ikan kaleng 1 kaleng. Kapolsek Tempuling AKP Subagja memberikan langsung kepada warga. Saat itu didampingi beberapa pejabat di lingkungan Kecamatan Tempuling, Camat Tempuling diwakili Kasi Pemerintahan Said Ahmadi, Danramil 03 Tempuling, Kapten Arh Sugiyono, Lurah Tempuling Zulmadi, S.Sos,Para Kanit Polsek Tempuling , Personel Polsek Tempuling , Personil Koramil 03 Tempuling,Satpol PPTem-

puling. Adapun tujuan pelaksanaan Bakti Sosial tersebut supaya dapat membantu warga yang saat ini tidak bisa beraktivitas diluar rumah untuk mencari Nafkah karena Pandemi Covid-19. Kemudian dapat meringankan Beban Ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar hidup sehari-hari. “Menghimbau kepada warga yang mendapat Paket Sembako agar menggunakan Masker apabila harus Beraktivitas keluar Rumah,” kata Kapolsek, Sabtu (16/5). Dalam pembagian sembako disampaikan juga kepada warga agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dan selalu mencuci tangan setelah beraktivitas diluar Rumah. Selain pembagian sembako dan himbauan Polsek juga memberikan bantuan terhadap peternak ikan berupa bantuan bibit ikan Nila dengan jumlah 200 ekor bibit ikan untuk kelompok tani di Tempuling. (mr/sri)

KapolseK Tempuling AKP Subagja memberikan langsung bantuan sembako kepada warga. (ist)

PT BPLP Bantu APD Tenaga Medis di Tembilahan

DireKtur RSUD Puri Husada Tembilahan, Saut Pakpahan menerima bantuan APD dari Yayasan Buddha Tzu Chi Sinarmas PT BPLP Kecamatan Enok, Sabtu (16/5). (ist)

TEMBILAHAN - Yayasan Buddha Tzu Chi Sinarmas PT BPLP Kecamatan Enok, Indragiri Hilir (Inhil) memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) ke pihak medis, Sabtu (16/5). Bantuan ini diserahkan diantaranya ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada Tembilahan, Puskesmas Kecamatan Enok dan Puskesmas Kecamatan Kempas.

Manager PT BPLP Dwi Mawarno, mengatakan bantuan tersebut sebagai upaya pihaknya untuk pencegahan dan penanggulangan pandemi Covid 19 yang saat ini tengah menjadi perhatian dunia. Pihaknya sangat prihatin atas musibah non bencana alam yang sedang dialami saat ini. Sehingga mereka membuat aksi sosial kemanusia dengan

memberikan bantuan APD bagi petugas medis. “Kita tahu ditengah kondisi semacam ini APD yang kita berikan ini tentu sangat bermanfaat bagi temanteman medis yang menjadi garda terdepan depan dalam penanggulangan Covid 19,” ujar Dwi Mawarno. Bantuan alat pelindung diri yang diserahkan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Sinarmas melalui PT BPLP

ini diterima langsung oleh Direktur RSUD Puri Husada Tembilahan, Saut Pakpahan. Mewaliki petugas medis dia mengucapkan terimakasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi Sinarmas yang telah peduli atas apa yang sedang dialami bangsa saat ini. “Di tengah pandemi Covid 19 ini, kita sangat butuh APD dalam setiap tindakan medis,” paparnya. (mr/sri)


Rokan HULU

METRO RIAU SENIN, 18 MEI 2020

negeri Seribu Suluk

10

AdvERTORIAl PEMkAb ROhUl

3.033 KK Cairkan Bansos Tunai Bupati Rohul, Sukiman, Sekda Abdul Haris dan para Kepala OPD saat ikuti zikir dan zakat bersama melalui vicom dengan Gubri di pendopo rumah dinas Bupati Rohul. (hen)

Bupati Ikuti Vicon Zikir dan Zakat Bersama

PASIR PANGARAIAN - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar zakat dan zikir bersama serentak dengan bupati dan walikota se-Riau melalui video conference (vicon) dalam rangka mencegah pandemi Covid-19. Zakat dan zikir bersama Gubernur Riau dilaksanakan Pemkab Rohul di Pendopo Rumah Dinas Bupati Rohul, Jumat (15/5). Suasana religius terasa saat Bupati Rohul, H Sukiman, bersama jajarannya zikir dengan duduk bersila di atas sajadah. Dalam zikir dan zakat bersama Gubri, turut mendampingi Sukiman adalah Sekda Rohul, H Abdul Haris SSos MSi, Kadis Kominfo Rohul, Drs Yusmar MSi, Inspektur Inspektorat Rohul, H Helfiskar SH MH, Kabag Kesra Setda Rohul, H Umzakirman SAg, Imam Besar Masjid Agung Islamic Center Rohul, Ustadz Azhar Dharma dan Harfaini juga jamaah lainnya. Bupati Rohul, Sukiman mengatakan, zikir dan berdoa bersama meminta pertolongan Allah SWT adalah hal yang tidak boleh diabaikan. Karena di saat menghadapi kesulitan atau tertimpa musibah, terutama dalam menghadapi wabah Covid-19 sehingga harus selalu berzikir dan ikhtiar. “Kita juga memanjatkan doa ke Allah SWT memohon petunjuk-Nya dan ampunan-Nya. Karena segala daya upaya kita harus selalu diiringi doa. Karena itu, pelaksanaan zikir dan doa bersama ini dengan harapan Rohul terbebas dari bala dan wabah Covid-19,” tutur Sukiman Sukiman juga mengajak masyarakat dan perusahaan agar menyalurkan pembayaran zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZnas) Rohul, agar pengelolaan dan penyaluran zakat tepat sasaran dan transparan ke mustahik yang berhak menerimanya. Saat vicon, diawali penyerahan zakat oleh Gubri, Syamsuar, Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar serta Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ke Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau, dilanjutkan dengan ceramah agama dan zikir bersama. Syamsuar menyatakan, agenda kali ini untuk menyelesaikan kewajiban dalam membayar zakat. Selain itu juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut sama-sama berdoa agar virus corona ini segera berakhir. “Mari bersama kita bayar zakat disalurkan melalui Baznas masing-masing daerah,” ajak Syamsuar. (hen)

Batuan Sosial (Bansos) tunai dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) perdana disalurkan di Kecamatan Rokan IV Koto, Kamis (14/5). Sabtu (16/5) pagi, kenbali disalurkan bantuan bagi warga 4 Kecamatan, yakni Rambah, Rambah Hilir, Rambah Samo dan Bangun Purba. Penyaluran Bansos tunai dilakukan melalui Kantor Pos Cabang Pasir Pangaraian untuk 3.033 Kepala Keluarga (KK). Sejak Sabtu pagi, ribuan warga penerima manfaat Bansos tunai Kemensos telah memadati Kantor Pos Cabang Pasir Pangaraian, dan tenda sudah disiapkan panitia. Meski demikian, warga tetap mematuhi protokol

kesehatan dengan memakai masker dan physical distancing. Bupati Rohul, H Sukiman, mengaku, Pemkab Rohul terus berjuang dan berupaya membantu warga terdampak Covid-19. Pemkab melalui Dinsos P3A Rohul dan PMI Rohul juga sudah menyalurkan bantuan 1.000 paket sembako. Kemudian Bansos tunai dari Kemensos, merupakan program dari Kementerian Sosial untuk masyarakat miskin terdampak Pandemi Covid-19. Setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan Rp600 ribu setiap bulannya selama tiga bulan, mulai April hingga Juni 2020 mendatang. “Di Rohul Kamis kemarin sudah mulai disa-

lurkan Bansos tunai, mulai wilayah Rokan IV Koto, Sabtu pagi untuk 4 kecamatan (Rambah, Rambah Samo, Bangun Purba dan Rambah Hilir) dengan jumlah 3.033 KK di Kantor Pos Cabang Pasir Pangaraian,” kata Sukiman. Agar bantuan tepat sasaran, Sukiman menyebut, sebelumnya dirinya sudah instruksikan camat dan kades agar melakukan verifikasi dan validasi data penerima bantuan ke Kemensos. Dengan begitu, terdata 9.169 KK warga Rohul yang sudah ditetapkan Kemensos sebagai penerima manfaat Bansos tunai. “Tahap pertama, Kabupaten Rohul dapat Kuota 7.981 KK penerima manfaat bansos tunai. Sehingga data penerima bantuan sudah transparan akuntabel dan tepat sasaran,” harapnya. Sukiman berharap ke keluarga penerima manfaat Bansos tunai agar dapat memanfaatkan bantuan tersebut dalam memenuhi kebutuhan pokok keluar-

PASIR PANGARAIAN - Pemkab Rokan Hulu (Rohul) segera mewujudkan stadion olahraga refresentatif. Mimpi masyarakat jadi kenyataan setelah Pemprov Riau menghibahkan lahan seluas 15 hektare (ha)di Km 6 Desa Sukamaju, Kecamatan Rambah, untuk sport center. “Alhamdulilah, dengan perjuangan bersama agar mendapatkan hibah lahan pembangunan sport center di Pasir Pagaraian, akhirnya direalisasikan Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar. Atas nama Pemkab

dan masyarakat Rohul berterima kasih ke Pemprov Riau,” ujar Bupati Rohul, Sukiman, Minggu (17/5). Sukiman menjelaskan, SK penetapan hibah lahan sudah diterima. Lahan itu semula, aset Pemprov Riau dan merupakan lahan Balai Benih Induk (BBI) Riau yang selama ini tidak dimanfaatkan serta difugsikan secara maksimal. Hibah lahan seluas 15 hektare untuk perencanaan pembangunan sport center, sesuai SK Gubernur Riau Nomor Kpts.755/IV/2020 tertanggal, 20 April 2020

tentang penetapan hibah barang milik daerah Pemprov Riau berupa tanah pada sebagaian lahan benih induk terpadu di Pasir Pagaraian ke Pemkab Rohul. “Penetapan hibah lahan 15 hektar dari Provinsi Riau ke Pemkab Rohul, sebagai bentuk dukungan Gubernur Riau dalma merespon positif, rencana pemerintah daerah untuk membangunan stadion olahraga lengkap yang refresentatif di Pasir Pangaraian,” jelas Sukiman. Lahan BBI milik Provinsi Riau di Km 6 Pasir Pangaraian dari pen-

PASIR PANGARAIAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hulu (Rohul) terus berupaya membantu warga terdampak pandemi Covid-19. Bantuan diberikan, baik dari Pemkab Rohul melalui PMI 1.000 paket sembako, BPNT, Prakerja termasuk BLT-DD maupun bantuan top up Provinsi Riau.

ga sehari-hari, agar Program Pemerintah itu benar-benar bermanfaat bagi masyarakat terdampak Covid-19. Camat Rambah, Arie Gunadi SSTP, mengakui, proses penyaluran Bansos tunai di Kantor Pos Cabang Pasir Pangaraian berjalan lancar. Dirinya juga meminta ke warga penerima manfaat tetap mematuhi protokol kesehatan, “Kita bersama Kapolsek dan Danramil juga mengimbau warga penerima manfaat harus melakukan phisical cistancing dan memakai masker,” terangnya. Ari Gunadi mengakui, ada beberapa kendala warga terkait penerimaan Bansos tunai, seperti ketidakcocokan NIK, informasi dari Kantor Pos jika ada perbedaan NIK maka ditunda dulu penyalurannya. Solusinya nanti akan dikomunikasikan dengan pihak Pos. “Ini baru penyaluran bulan pertama, sambil berjalan kita cari solusi dan sebagai bahan evaluasi ba-

gaimana yang penting warga yang layak menerima dan terdaftar tetap bisa kita bantukan,” ungkapnya. Kepala Kantor Pos Cabang Pasir Pangaraian, Adriyanto, mengatakan, tahap pertama disalurkan Bansos tunai Kemensos untuk 4 Kecamatan, seperti Kecamatan Rambah, Rambah Samo, Bangun Purba dan Rambah Hilir, dengan penerima 3.033 KK warga penerima manfaat. Syarat administrasi penerima manfaat Bansos tunai bagi KK penerima manfaat membawa surat pemberitahuan dengan melengkapi dokumen, seperti KTP atau KK dan mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker dan physical distancing. “Masih ada kendala namun tidak seberapa terkait NIK yang berbeda dengan surat pemberitahuan, ada juga yang dikuasakan boleh asal dalam satu KK. Untuk bantuan tahap pertama bulan April sebesar Rp 600 ribu per KK,” ucapnya. (hen)

gukuran lapangan sekitar 37,75 hektare. Kini seluas 15 hektare dihibahkan untuk pembangunan sport Center Pasir Pagaraian representatif. Sukiman mengakui, Pemkab Rohul melalui APBD Perubahan tahun 2020 akan mengalokasikan anggaran perencanaan atau DED pembangunan sport Center Rohul. Ia berharap tahun 2021, pembangunan fisik sport center sudah dimulai. Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan Sport Center Rohul, nantin-

ya lengkap dan refresentatif, diperkitakan menghabiskan anggaran sekitar Rp200 hingga Rp250 miliar. Dengan keterbatasan keuangan daerah, Pemkab Rohul akan melakukan jemput bola, guna mendapatkan dana APBN untuk pembangunan fisik sport Center dengan melobi kementerian dan dana APBD Riau. “Ditargetkan tahun 2023 mendatang, Rohul sudah memiliki Sport Center yang representative dalam mendukung bidang Olahraga di Negeri Seribu Suluk,” ungkap Sukirman lagi. (hen)

Pemprov Hibahkan Lahan 15 Ha untuk Sport Center


Sambungan Sektor

Semisal, kata Muhadjir, menambah jumlah petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk memeriksa seluruh kelengkapan dokumen yang dipersyaratkan untuk dapat melakukan perjalanan lintas wilayah melalui jalur udara. “Hal-hal seperti ini yang harus kita evaluasi sebelum kita membuka lagi pembatasan sosial pada sektorsektor yang lain. Protokolnya harus dipersiapkan sungguh-sungguh dan dihitung segala konsekuensinya sehingga tidak terjadi kasus seperti hari pertama dibukanya perjalanan di bandara,” katanya. Muhadjir beranggapan skenario pengurangan pembatasan sosial ini untuk mengantisipasi kehidupan normal usai pandemi corona. Menurutnya, perlu pengawasan ketat dari aparat keamanan terutama dengan melibatkan TNI/Polri. Ia mengusulkan agar tanggung jawab pelaksanaan pengurangan pembatasan sosial ini diserahkan kepada kementerian terkait. Sementara Kementerian Kesehatan bertugas mengumpulkan atau mengkompilasi aturan yang telah dilaksanakan di lapangan. “Biarpun aturan protokolnya kita bikin bagus, tapi kalau di lapangan tidak ada yang tanggung jawab atau mendapatkan mandat sebagai penegak aturan itu juga tidak akan berjalan dengan baik,” ujarnya. Meski begitu, Muhadjir kembali menegaskan bahwa larangan mudik tetap diberlakukan. Pengurangan pembatasan sosial saat menjelang momentum Idul Fitri 1441 Hijriah bukan dimaksudkan untuk memperbolehkan masyarakat melakukan perjalanan mudik. “Mengenai Salat Ied juga sedang dipersiapkan aturan yang tegas,” katanya. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan belum akan melonggarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mene-

kan penyebaran virus corona. Pelaksanaan PSBB telah diterapkan di sejumlah daerah dalam menangkal virus corona. Meski demikian, Jokowi mengatakan, pemerintah tengah mengkaji penentuan periode terbaik bagi masyarakat kembali beraktivitas, namun tetap aman dari paparan virus corona. Ia pun mempertimbangkan nasib warga korban pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemerintah sudah membuka kembali izin sejumlah moda transportasi sejak 7 Mei 2020. Relaksasi transportasi ini merupakan turunan dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Sejumlah maskapai penerbangan dan kereta api pun sudah melayani penumpang. Namun, ada sejumlah syarat bagi masyarakat yang berpergian di tengah larangan mudik dalam mencegah penyebaran virus corona. Pakar Tak Setuju Pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani, tak setuju dengan pemerintah yang telah mulai mengurangi pembatasan sosial di sektor transportasi. Laura mengatakan, kurva kasus Covid-19 di Indonesia belum melandai. “Kalau menurut saya gini ya, ketika itu kebijakannya diberlakukan sekarang, saat ini menurut saya itu nggak setuju, karena grafik Indonesia masih belum landai, artinya masih terus dengan kenaikan kasus,” kata Laura seperti dilansir detikcom. Ia mengatakan, uji coba pengurangan pembatasan sosial di sektor transportasi harus diperjelas. Ia tak ingin insiden penumpukan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta beberapa waktu lalu terulang. “Harus diperjelas kemudian pengetatan screening transportasi, entah itu di stasiun entah itu di bandara,

itu juga harus diperjelas seperti apa. Contohnya kemarin di Bandara SoekarnoHatta itu kan juga akhirnya jadi penumpukan calon penumpang,” ujar Laura. “Jadi memang betulbetul dari pihak pemerintah pun harus membuat skenario kebijakan itu diberlakukan seperti apa, jadi di lapangan itu seperti apa, jangan sampai kejadian Soekarno-Hatta itu terulang, jangan-jangan itu bisa memunculkan klaster yang baru karena itu kan dari mana-mana, nggak dari satu area,” imbuhnya. Laura juga menyoroti masih banyaknya masyarakat yang belum mematuhi aturan PSBB. Padahal, katanya, tujuan PSBB semata-mata bukan untuk mengurangi kasus, tetapi menciptakan budaya masyarakat yang sehat. “Saya mengira bahwa apa yang diberlakukan pemerintah kebijakan PSBB pada akhirnya membentuk suatu budaya masyarakat. Jadi kan bukan hanya sekadar membatasi gerakan dari masyarakat, tetapi juga jangka panjang, budaya Indonesia terbentuk karena memang dalam pemberlakuan PSBB itu ada pedoman-pedoman yang harus dilaksanakan pedomannya itu terkait protokol kesehatan. Jadi bagaimana orang itu harus memakai masker ketika keluar rumah, bagaimana jaga jarak aman ketika keluar rumah, jadinya itu kalau saya sih ujungujungnya membentuk budaya itu,” beber Laura. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) juga meminta pemerintah hati-hati dalam membuat aturan. “Saya nggak setuju (PSBB) dilonggarkan, pesawat terbang semuanya diperbolehkan, tetapi pertimbangan pemerintah juga tidak mudah, artinya kalau diteruskan PSBB secara mutlak keadaannya ekonomi ambruk, ekonomi ambruk nanti bagaimana kalau dilonggarkan, nanti pada tertular meninggal jadi kaya buah simalakama. Intinya

Berdasarkan pendapat ulama, ujar Fachrul, empat orang cukup untuk mengadakan Salat Idul Fitri berjamaah. “Satu orang imam, tiga makmum,” katanya. Adapun tata caranya, kata Fachrul, bisa dilakukan seperti salat sunnah dua rakaat biasa atau dengan tujuh kali takbir pada rakaat pertama dan lima takbir di rakaat kedua. Sementara itu, Sekretaris Jenderal MUI, Anwar Abbas mempertanyakan sikap pemerintah yang melarang penduduk berkumpul di masjid, tetapi tidak tegas melarang orang-orang yang berkumpul di bandara, tempat perbelanjaan hingga perkantoran saat pandemi Covid-19. Anwar menilai perbedaan sikap tersebut justru menjadi ironi di situasi seperti saat ini. Sebab usaha untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona menjadi tidak maksimal. “Dimana di satu sisi kita tegas dalam menghadapi masalah, tapi di sisi lain kita longgar. Pemerin-

tah hanya tegas melarang orang untuk berkumpul di masjid tapi tidak tegas dan tidak keras dalam menghadapi orang-orang yang berkumpul di pasar, di mall, di bandara, di kantor dan di pabrik-pabrik serta di tempat-tempat lainnya?” kata Anwar dikutip dari cnnindonesia.com. MUI telah menerbitkan fatwa supaya umat Islam di daerah yang berada dalam tingkat penyebaran virus corona yang cukup tinggi supaya beribadah di kediaman masing-masing. Menurut Anwar, langkah itu sudah tepat untuk membantu pemerintah menekan laju penyebaran virus corona. Ia menilai fatwa MUI justru menjadi instrumen oleh pemerintah guna mencegah orang berkumpul di masjid dalam melaksanakan Salat Jumat dan salat berjamaah. Bahkan, menurutnya, di beberapa daerah para petugas menggunakan pengeras suara mengingatkan masyarakat tidak berkumpul di masjid.

Sebaliknya, Anwar heran di bandara, pasar, pusat perbelanjaan dan perkantoran justru tidak terlihat aparat yang melarang masyarakat berkumpul karena rawan penyebaran virus corona. “Padahal dalam fatwa MUI yang ada dijelaskan bahwa di wilayah dan atau daerah yang penyebaran virusnya terkendali umat Islam bisa menyelenggarakan Salat Jumat dan salat berjamaah dengan memperhatikan protokol medis yang ada. Tetapi pemerintah dan petugas tetap saja melarang tanpa memperhatikan situasi dan kondisi yang ada,” kata Anwar. Melihat persoalan itu, Anwar meminta agar pemerintah tak pandang bulu dalam menegakkan aturan. Bila pemerintah melarang orang untuk berkumpul di masjid, lanjut dia, seharusnya hal yang sama juga diterapkan lokasi lain. “Tujuannya adalah agar kita bisa memutus mata rantai penularan virus ini secara cepat,” kata Anwar. (mr/fjr)

patan Penanganan Covid-19 dalam PSBB. Pertama, bersama-sama untuk memutuskan penyebaran Covid19 dengan mematuhi protokol kesehatan, dan SOP pencegahan. Kedua, intervensi kesehatan dari pasien yang masuk orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP) hingga sembuh dan sehat kembali. Ketiga adalah dampak sosial di masyarakat dari Covid-19. “Untuk meningkatkan ekonomi dengan cara bertani dan beternak ikan telah kita lakukan di Pelalawan,” ucapnya. Agung juga menyinggung pentingnya peran media massa memberikan informasi yang mendidik kepada masyarakat. Apalagi sejak wabah Covid-19, ada pencanangan stay at home ataupun work from home. “Masyarakat mencari informasi baik dari media sosial maupun secara online. Saya mengajak media untuk memberikan informasi yang positif untuk menguatkan masyarakat,” imbau jenderal bintang dua itu.

Terkait pelaksanaan PSBB di Kampar, Bengkalis, Siak, Dumai, dan Pelalawan, Agung menyebutkan akan ditangani secara berbeda. Untuk Dumai, akan dilakukan seperti Pekanbaru karena penduduknya berkumpul di perkotaan. Sementara untuk daerah lain yang masyarakatnya tersebar di daerah yang luas, penanganan dilakukan dengan cara berbeda. “Kita sudah rumuskan apa yang harus dilakukan,” ucap Agung. Menurut Agung, akan dilakukan klaster daerah merah dan daerah kuning. Untuk daerah merah akan menjadi tanggung jawab langsung Polres setempat dengan kekuatan yang ada baik melakukan penyekatan, penyemprotan, sosialisasi, imbauan, dan penegakan hukum. Sedangkan daerah kuning akan diback up oleh Polda Riau. “Peralatan yang ada di daerah lain, boleh digeser ke daerah merah,” tambah Agung. Agung juga menyinggung tentang penggunaan transportasi umum bagi

Pemerintah

6 Daerah

“Pelaksanaan PSBB sejatinya bukan melarang masyarakat berkegiatan, namun membatasi kegiatan di luar dengan menerapkan physical distancing dan social distancing serta selalu memakai masker. PSBB yang dilaksanakan adalah bagian kebijakan pemerintah untuk memutus penularan Covid-19,” jelas Syamsuar. Kapolda Riau, Agung Setya Imam Effendi mengatakan, PSBB di Kampar, Bengkalis, Siak, Dumai, dan Pelalawan mulai diterapkan pada Jumat (15/5). PSBB harus terlaksana dengan baik sebagaimana dilakukan di Pekanbaru. Pekanbaru sendiri mulai melaksanakan PSBB sejak 17 April lalu dan saat ini masuk tahap III. “Penyemprotan disinfektan yang kita laksanakan bersama masyarakat adalah bentuk konkret dalam memutus rantai penyebaran Covid-19,” tutur Agung. Agung memaparkan, ada tiga hal utama yang jadi fokus Gugus Tugas Perce-

METRO RIAU SENIN, 18 MEI 2020

11

menurut saya, apa pun kebijakan itu PSBB yang masih berlaku harus ketat,” ujar Ketua Dewan Pertimbangan IDI, Zubairi Djoerban. Menurut Zubairi, jikalau pemerintah ingin melakukan pelonggaran pembatasan sosial di transportasi harus mempersiapkan aturan yang ketat. Pemerintah juga harus memikirkan langkah ke depannya agar tidak ada lagi penyebaran Covid-19 saat aturan ini mulai berlaku. “Sebetulnya kalau bikin peraturan, oke sekarang dibebaskan bus, pesawat, kereta api, maka yang penting peraturan pelaksanaannya, jadi begitu membuat peraturan yang bisa menyebabkan kerumunan harus diantisipasi,” katanya. Ia pun mencontohkan semisal Bandara Soekarno-Hatta agar tidak terjadi penularan ketika dilonggarkan pembatasan sosial transportasi, pemerintah harus menyiapkan sosialisa-

si bahaya penyebaran virus corona dalam bandara. Ia juga mengusulkan agar ada rapid test bagi masyarakat yang sedang berkerumun di tempat transportasi. “Misalnya di Soetta (Bandara Soekarno-Hatta) harus diberi tahu, disiapkan, kemudian masyarakat juga disiapkan, dan rapid test justru suatu kesempatan karena masyarakat sudah terlanjur kumpul, ya sudah rapid test sekalian, jadi mestinya rapid test dikerjakan di semua bandara, atau terminal bus, stasiun kereta api,” jelasnya. Selain itu, Zubairi juga mengingatkan warga agar waspada dengan tradisi pulang kampung atau mudik di tengah pandemi virus corona ini. Ia juga berpesan agar pemerintah mau belajar dari pengalaman-pengalaman negara lain ketika melonggarkan lockdown atau PSBB. “Terus terang masalah mudik, pulang kampung ini

agak spesifik Indonesia, karena kita bisa meledak bahaya, jadi negara lain kan nggak ada tradisi ini, hanya Indonesia. Padahal kita tahu Singapura sudah dikunci habis, tapi kemudian ada klaster baru dari pekerja migran Bangladesh sehingga Singapura jadi negara paling tinggi positif di Asia Tenggara, padahal penduduknya hanya 7 juta, demikian juga klaster baru di Korsel, China, walaupun sedikit tapi ada gelombang baru sedikitsedikit,” ucapnya. “Jadi intinya hati-hati pesan pertama, kedua belajarlah dari negara lain, kemudian kalau kebijakan ini kan harus dimonitor, dan dievaluasi, begitu muncul (klaster) lagi, jadi harus segera berani mencabut peraturan itu,” imbuhnya. Ia juga bicara kemungkinan pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia hingga Desember 2020. Menurutnya, itu akan terjadi jika setiap kebijakan memutus

mata rantai Covid-19 tidak dijalankan dengan baik. “Kayaknya kalau melihat gini masih panjang Indonesia untuk bebas Covid-19, kan kalau penelitian Singapura kita kan September (berakhir pandemi), kalau begini bisa Desember, hati-hati akhir pandeminya. Tapi, setiap kebijakan ada konsekuensi baik maupun kurang baik, selama ini disadari betul, dimonitor, dan tidak malu untuk mencabut lagi kalau misal berdampak buruk, walaupun kurang sreg (setuju), ya oke lah,” tutur Zubairi. Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 mencatat jumlah penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per Minggu pukul 12.00 WIB bertambah 489 orang sehingga totalnya menjadi 17.514. Sedangkan pasien sembuh menjadi 4.129 setelah ada penambahan 218 orang dan kasus meninggal menjadi 1.148 dengan penambahan 59 orang. (mr/fjr)

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengungkapkan hal tersebut dalam surat edaran SE.9/AJ.201/DRJD/2020 tentang Pengaturan Penyelenggaran Transportasi Darat Selama Masa Dilarang Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). “Kendaraan bermotor umum diperbolehkan menggunakan transportasi penyeberangan harus mendapat persetujuan dari petugas kepolisian pada check point terakhir,” tulisnya dalam SE tersebut seperti dilansir tempo.co. Ia menegaskan, pelabuhan penyeberangan hanya boleh memberikan pelayanan tiket secara online atau daring bagi aktivitas mobil barang, kendaraan pengangkut logistik, serta pengangkut obat-obatan dan alat kesehatan. Sementara untuk angkutan umum yang diperbolehkan melintas, harus melakukan pembelian tiket pada gerbang

khusus di pelabuhan penyeberangan setempat. Operator pelabuhan penyeberangan juga harus menyediakan gerbang tol khusus pembelian angkutan umum tersebut, dan mewajibkan protokol kesehatan Covid-19 tetap dilaksanakan. Operator juga wajib memastikan calon pengguna jasa memenuhi persyaratan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sebelum diberikan tiket. Dengan demikian, penyeberangan diizinkan mengangkut penumpang hanya bagi yang menggunakan angkutan umum. Adapun pengguna kendaraan pribadi tidak diatur dalam ketentuan tersebut, sehingga masih tidak diperkenankan menyeberang. Kepadatan \di Bandara Soetta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 melakukan pengecekan ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten terkait penerapan pengecualian perjalanan di masa Pembatasan Sosial

Berskala Besar (PSBB). Gugus Tugas menyatakan, kepadatan penumpang biasanya terjadi di penerbangan pada pukul 06.00 WIB. “Memang terjadi kepadatan terutama di penerbangan sekitar jam enam pagi sampai jam delapan pagi dan karena kemudian proses pemeriksaan administrasi ini membutuhkan waktu yang cukup panjang juga,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, kemarin. Yuri mengatakan, para penumpang pesawat yang akan terbang pada pukul 06.00 WIB biasanya datang lebih awal. Yuri menegaskan, protokol kesehatan tetap harus dipatuhi oleh semua orang. “Maka pada umumnya di Bandara Soetta untuk penerbangan di jam enam pagi mereka sudah datang pada pukul dua dinihari, karena itu ini yang menjadi perhatian kita bersama bahwa protokol kesehatan adalah sesuatu yang tidak bisa ditawar, adalah sesuatu yang harus dipatuhi secara bersama-sama

karena ini yang bisa kita lakukan untuk mengendalikan Covid-19,” ujar Yuri. Ia mengatakan, masyarakat saat ini sudah mulai memahami pentingnya menjaga jarak dalam upaya mencegah penyebaran virus corona. Para calon penumpang juga tertib antre saat hendak diperiksa petugas. “Kami melihat tadi (kemarin) sebagian besar dan hampir keseluruhannya adalah dalam rangka tugas-tugas itu yang melibatkannya banyak institusi kemudian masyarakat sudah mulai tertib untuk menyadari bahwa physical distancing, menjaga jarak menjadi sesuatu yang penting sehingga secara tertib mereka bisa menempatkan diri di tempat yang sudah kita beri tanda dan kemudian dengan tertib juga melaksanakan beberapa kegiatan di antaranya pengecekan dokumen terkait pengesahan perjalanan baik identitas diri, surat tugas institusi kemudian surat keterangan sehat dan lain-lain termasuk tiket,” katanya. (mr/fjr)

Ia menilai saat itu Indonesia maupun dunia masih bersentuhan dengan masa pandemi virus corona (Covid-19). “Ini membawa risiko kesehatan bagi petugas, pemilih, maupun peserta pemilihan,” tuturnya seperti dilansir tempo.co. Konsekuensi logisnya, kata Titi, protokol penyelenggaraan Pilkada harus sejalan dengan protokol penanganan Covid-19. Namun Titi menilai tidak ada pengaturan khusus atau cantelan eksplisit dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undangundang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pilkada yang memberikan kewenangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk membuat pengaturan teknis Pilkada yang sejalan dengan kondisi krisis Covid-19. “Perppu masih merujuk pada pengaturan biasa atau normal. Jadi Pilkadanya dengan normal baru, namun regulasinya berbasis normal lama,” ucap Titi. Titi mengamini

pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mengatakan jika Covid-19 tidak akan 100 persen hilang dari muka bumi. Karena itu segala aktivitas, termasuk penyelenggaraan Pilkada, perlu menyesuaikan dengan kondisi normal baru saat ini. Agar pelaksanaan Pilkada bisa beradaptasi dengan kondisi normal baru imbas Covid-19 ini, kata Titi, perlu waktu yang cukup dan daya dukung maksimal. Ia menilai waktu yang Indonesia miliki yang singkat karena tahapan pelaksanaan sudah harus dimulai pada Juni 2020. Selain itu, tidak ada pengaturan tentang kepastian alokasi anggaran tambahan sebagai konsekwensi biaya penyelenggaraan Pilkada yang harus menyesuaikan dengan protokol penanganan Covid-19. Khususnya alokasi dana untuk pengadaan perangkat kesehatan petugas dan perlengkapan penyelenggaraan Pilkada. Sementara itu, KPU merencanakan tahapan Pilkada

Serentak 2020 yang sempat tertunda dimulai kembali pada 6 Juni nanti. “Jadwalnya kalau semula kami rancang 30 Mei itu sudah dimulai, tetapi karena kemarin Perppu juga agak mundur, jadi kami mundurkan 6 Juni,” kata Ketua KPU, Arief Budiman, Sabtu (16/5). Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi memaparkan, pada tahapan Pilkada lanjutan yang akan dimulai 6 Juni 2020 tersebut penyelenggara bakal mengaktifkan kembali badan Ad Hoc yang telah direkrut. “Pada 6 Juni itu bisa kita lanjut kerja Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), itu terhitung sejak diaktifkan kembali,” katanya. PPK dan PPS, kata Pramono, sebenarnya sudah direkrut pada Maret 2020, namun masa kerjanya dihentikan sementara karena adanya penundaan tahapan. Kemudian pada 13 Juni, KPU merencanakan untuk merekrut Petugas Pe-

mutakhiran Data Pemilih (PPDP). Awalnya rencana pembentukan PPDP itu pada 26 Maret 2020 lalu. Untuk penyusunan daftar pemilih, KPU merencanakan digelar pada 10 Juni-5 Juli 2020, semula tahapan tersebut direncanakan pada 23 Maret-17 April. Kemudian, penyusunan daftar pemilih hasil pemutakhiran berubah dari yang semula pada 11 April17 Mei menjadi 6 Juli-4 Agustus 2020. Tahapan rekapitulasi penetapan daftar pemilih tetap (DPT) bergeser dari 13-20 Juli 2020 menjadi 30 September-7 Oktober 2020. Untuk masa kampanye, kata Pramono, tetap akan digelar selama 71 hari dan dalam Rancangan Peraturan KPU tersebut direncanakan pada 26 September sampai 5 Desember 2020. Masa tenang dijadwalkan pada 6-8 Desember dan pemungutan suara pada 9 Desember. (mr/fjr)

Keempatnya saat ini sudah diisolasi dan dirawat di Bengkalis. “Empat pasien tersebut memiliki kontak lansung dengan pasien positif sebelumnya, berinisial RUH (RUH) yang saat ini sudah dirawat di rumah sakit di Bengkalis,” jelas Indra. Dengan penambahan empat orang tersebut, saat ini total kasus positif virus coro-

na di Riau menjadi 99 orang. “Kabar gembiranya, di Riau juga ada tambahan enam pasien positif yang sembuh dan dipulangkan, sehingga pasien sembuh total menjadi 60 orang,” kata Indra. Enam pasien yang dinyatakan sembuh yaitu Tn R (34) yang merupakan warga Pekanbaru, Tn F (34) warga Pekanbaru, Tn EW (33) warga Kabupaten Kuantan Singingi,

Tn A (34) warga Pekanbaru, Tn RS (32) warga Kabupaten Indragiri Hilir, dan Tn AS (33) warga Pekanbaru. Sedangkan pasien positif Covid-19 di Riau yang masih dalam perawatan di rumah sakit sebanyak 33 orang. Sementara itu, pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia sebanyak enam orang. “Untuk PDP (pasien dalam pengawasan) yang

masih dirawat berjumlah 122 orang, PDP negatif Covid-19 dan dipulangkan 851 orang, dan PDP meninggal dunia 124 orang. Total PDP di Riau 1.097 orang,” papar Indra. Selanjutnya, orang dalam pemantauan (ODP), menurut Indra, yang masih dalam pemantauan berjumlah 6.190 orang, dan ODP sudah selesai pemantauan berjumlah 54.814 orang. (rvo/fjr)

masyarakat saat PSBB. Itu sesuai dengan surat edaran (SE) terbaru yang dikeluarkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). “Seperti kita ketahui terkait perubahan yang terbaru. Kendaraan umum bisa beroperasi tapi itu bukan berarti mengangkut semua masyarakat, boleh naik, boleh diantar sampai ke tujuan. Tidak,” tegas Agung. Agung menyatakan, tidak semua masyarakat bisa memanfaatkan moda transportasi umum, khususnya untuk bepergian dari dan keluar Riau. Selain itu, protokol kesehatan juga tetap diterapkan di kendaraan umum tersebut. “Masyarakat yang naik

(transportasi umum) adalah masyarakat yang sudah diatur dalam Permenhub yang baru. Adalah orang-orang yang sedang dalam keadaan tugas, seperti halnya petugas kesehatan, petugas gugus tugas, petugas TNI-Polri yang sedang bertugas. Sosial distancing juga,” katanya. Agung menegaskan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan dan pengawasan yang ketat untuk mengantisipasi masuknya warga dari provinsi tetangga ke Bumi Lancang Kuning ini. Terutama bagi mereka yang menggunakan surat keterangan khusus untuk bepergian. Agung menyatakan, pihaknya akan melakukan

verifikasi terhadap institusi yang menerbitkan surat khusus tersebut. Dengan surat keterangan itu, petugas akan memberi izin kendaraan. Sebaliknya jika tak ada surat maka warga akan diminta putar balik. “Semua pelaksana, semua organisasi, profesi yang mengeluarkan surat itu akan kita lakukan verifikasi. Langkah awalnya kita akan memverifikasi kembali surat itu datangnya dari mana,” tutur Agung. “Bisa saja dari rumah sakit, klinik dan sebagainya. Kita akan memberikan penekanan kepada mereka bahwa surat itu dikeluarkan sesuai protokol kesehatan,”

tambahnya. Sementara itu, penyemprotan disinfektan di Kampar dilakukan melalui tiga rute yakni Rute A dari start Bundaran Balai Bupati menuju Jalan Lintas Pekanbaru, Rute B dari start menuju Jalan Ahmad YaniJalan Jenderal SudirmanJalan Rahman Saleh. Rute C mulai dari Balai Bupati-Pabrik Karet-Jalan Jenderal Sudirman-Jalan Ahmad Yani. Selanjutnya juga dilakukan penyemprotan secara door to door dengan sasaran 20 masjid, dua gereja, satu terminal, dan kompleks perkampungan penduduk yang ada di Bangkinang. (lda)

Ratusan

Pilkada

Satu


METRO RIAU

SENIN, 18 MEI 2020

advertorial ptpn v

12

infotorial pemko dumai

Hari Ini, PSBB Dumai Diterapkan Memutus Rantai Penyebaran Covid-19

dirut PTPN V, Jatmiko Santosa mengapresiasi penghargaan yang didapat PTPNV V secara virtual.

Digital Transformation PTPN V Dapat Apresiasi di Gelaran ITech 2020

PEKANBARU - Saat ini, PT Perkebunan Nusantara V sudah menerapkan digitalisasi untuk meningkatkan produksi kelapa sawit. Langkah dilakukan dengan menerapkan pemetaan geospasial untuk pengelolaan kebun plasma kelapa sawit. Upaya itu dilakukan dengan menggandeng Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perkebunan Inti Rakyat (Aspekir) serta Pemerintah Provinsi Riau. Pemetaan Geospasial adalah metode pemetaan berbasis foto udara. Menggunakan pesawat udara (drone) tanpa awak. Melalui teknologi ini, petani plasma akan mendapat beragam informasi, mulai dari luas areal, jumlah pokok yang presisi, peta kontur, peta jalan, peta parit/sungai, bahkan sampai tingkat kesehatan dari tanaman juga bisa diketahui.

Dengan pemetaan yang presisi, maka petani dan koperasi unit desa dapat merencanakan kebun sawitnya dengan lebih efektif dan efisien. Direktur Utama PTPN V, Jatmiko Santosa mengatakan, sebagai katalis penggerak perekonomian, pengelolaan kebun plasma perusahaan ke depan tidak bisa hanya berfokus kepada peremajaan dan peningkatan produksi. Namun juga melalui peningkatan pemanfaatan teknologi informasi yang terkini dan tepat guna. “Pengelolaan kebun plasma perusahaan akan dilaksanakan berbasis pemetaan geospasial. Untuk itu, kami menggandeng Aspekpir Riau sebagai salah satu wadah yang menaungi koperasi unit desa plasma perusahaan, untuk bekerja sama dalam hal pemetaan yang pre-

sisi,” ujar Jatmiko, akhir pekan lalu. Digital Transformation yang sudah mulai dilakukan PTPN V dalam operasional bisnis perusahaan telah diapresiasi publik. Dimana dalam ajang “TOP Digital Innovation Award 2020” melalui penilaian oleh Dewan juri/para pakar di bidang Digital Innovation, IT, Telco, Transformasi Bisnis & Strategic Management dari berbagai institusi, pemerintahan (Kemenristek/BRIN, BPPT dan Dewan Riset Nasional), serta Profesional, maka PTPN V dianugerahi 2 kategori penghargaan utama, yaitu TOP CEO in Digital Transformation for Agro-Palm Oil Industry 2020 dan TOP Digital Service On Intelligent Data Center for Agro-Palm Oil Industry 2020.(adv)

DUMAI - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Dumai berlaku hari ini, Senin (18/5) sampai 31 Mei 2020. PSBB yang diterapkan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Corona virus (Covid-19). Sebelum dilakukan PSBB, Pemko Dumai telah gencar melaksanakan sosialisasi. Walikota Dumai, H Zulkifli As mengatakan, pelaksanaan PSBB sesuai dengan Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 34 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB Dalam Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Dumai. “Kami berharap semua pihak bisa mendukung PSBB untuk memutus rantai penyebaran virus Corona di Dumai,” Kata walikota, Sabtu (16/5). Dikatakannya, ada pembatasan aktifitas selama PSBB, sesuai Perwako Nomor 34 tahun 2020 tentang pedoman PSBB dalam Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Dumai, pembatasan jam aktifitas masyarakat mulai pukul 21.00 WIB sampai 05.00 WIB. Semua masyarakat dilarang beraktivitas dan berada diluar rumah kecuali pekerja formal yang bertugas malam hari (dibuktikan dengan surat tugas dari institusi), pelaku usaha atau petugas SPBU, klinik, apotek, dan keperluan yang sifatnya mendesak, seperti sakit untuk berobat. Penghentian pelaksanaan kegiatan di sekolah, semua aktifitas belajar dan mengajar di hentikan, aktifitas belajar dilakukan dengan metode daring atau online, termasuk keperluan administrasi. Kebijakan umum pada saat PSBB, masyarakat wajib mengenakan masker di luar rumah, melakukan prilaku hidup bersih dan sehat, terutama melaksanakan cuci tangan dengan air

dan sabun. Menjaga jarak lebih 1 meter, tidak berkumpul lebih dari 5 Orang di luar rumah, dan seluruh pergerakan orang dan barang dihentikan sementara kecuali untuk pemenuhan kebutuhan pokok dan hal lain yang diperbolehkan dalam PSBB. Lanjutnya, PSBB juga mengatur pembatasan kegiatan keagamaan dirumah ibadah, seperti penghentian sementara kegiatan ibadah di rumah ibadah, kegiatan keagamaan dilakukan di rumah masing-masing. Namun kegiatan penanda waktu ibadah seperti adzan dilaksanakan seperti biasa. Semua jenis usaha tetap dapat buka, namun dilakukan pembatasan jam operasional, pasar tradisional boleh beroperasi mulai pukul 05.00 WIB sampai 14.00 WIB. Supermarket, minimarket/penjual barang kebutuhan pokok boleh beroperasi mulai pukul 07.00 WIB sampai 18.00 WIB. Pedagang Kaki Lima (PKL) atau usaha penjualan makanan dan minuman buka mulai Pukul 07.00 sampai pukul 20.00 WIB. Apotik, klinik, SPBU dan toko obat bisa 24 jam, toko usaha

lainnya mulai pukul 07.00 WIB sampai 18.00 WIB. Dan masih banyak lagi jenis pembatasan aktifitas selama PSBB berlangsung, termasuk pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, dan semua jenis pembatasan selama PSBB serta sanksi bagi yang melanggar pembatasan tersebut diatur dalam Perwako Nomor 34 tahun 2020 tentang Pedoman PSBB Dalam Penanganan Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Dumai. Sebelumnya, gugus tugas Covid-19 Dumai telah melaksanakan Apel Konsolidasi Persiapan PSBB Covid-19 di Kota Dumai dipimpin langsung Walikota Dumai, H Zulkifli As selaku Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Dumai, Sabtu (16/5) Apel dilaksanakan di lapangan upacara kantor eks walikota Jalan HR Subrantas Dumai. Hadir pada kesempatan itu, Dandim 0320 Dumai, Letkol Inf Irdhan, Kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta Yudisthira. Apel diikuti ratusan petugas gabungan dari unsur TNI/ POLRI, Dishub, Dinkes, Satpol PP, tenaga medis dan lainnya. (bambang)

Walikota Dumai, H Zulkifli As pimpin apel konsolidasi persiapan PSBB, akhir pekan kemarin, dilapangan upacara eks kantor Walikota Jalan HR Subrantas, Dumai.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
METRORIAU EDISI 18 MEI 2020 by Harian Pagi Metro Riau - Issuu