PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
HALAMAN 13
memorandumredaksi@gmail.com
Memorandum S
Oleh: Dahlan Iskan
aya perkirakan ekonomi akan menggeliat lagi setelah bulan September 2021 ini. Mengapa? Saya anggap program vaksinasi ini akan sukses. Jatim harus paling sukses. Gubernur beserta seluruh jajaran beliau harus memastikan vaksinasi di Jatim tidak mengalami kendala. Segala kemungkinan hambatan harus diatasi. Apa saja yang bisa menghambat harus sudah diketahui sekarang. Katakanlah Februari-Maret ini dialokasikan untuk vaksinasi tenaga kesehatan, polisi dan tentara. Dan pejabat-pejabat yang banyak berhubungan dengan masyarakat. Lalu bulan April nanti untuk vaksinasi
lansia. Satu bulan selesai. Jangan sampai meleset. Terutama di Jatim. Bagaimana mengatur agar semua lansia bisa divaksinasi di bulan April itulah pekerjaan penting saat ini. Agar di bulan Mei nanti vaksinasi sudah bisa dilakukan untuk masyarakat umum. Jatim harus berusaha agar dalam empat bulan bisa menyelesaikan vaksinasi untuk masyarakat umum. Mungkin jumlahnya mencapai 20 juta orang. Atau berapa pun. Pokoknya harus sukses. Sukses vaksinasi di Jatim begitu pentingnya. Melebihi provinsi lain. Itu karena Jatim menjadi solo guru ekonomi nasional. Padahal tanpa melewati pandemi mustahil ekonomi bisa dibangun.
Walhasil, fokus Pemda Jatim dan kita semua adalah dua: Pertama, sukses vaksinasi. Kedua, sukses konsolidasi restrukturisasi ekonomi. Untuk point kedua itu baiknya Gubernur Jatim segera berkoordinasi dengan Bank Indonesia Jatim. Agar peta penyelesaian restrukturisasi utang perusahaan di perbankan bisa segera diselesaikan. Ekonomi tidak jalan kalau perusahaan masih belum bisa menyelesaikan persoalan utang bank. Mau diapakan utang tidak lancar itu. Pemerintah sudah menggariskan kebijakan di bidang ini. Jatim harus bisa memastikan
penyelesaiannya. Jangan harap ekonomi bisa bangkit kalau soal utang perusahaan yang terganggu pandemi ini belum diselesaikan. Saya berharap soal ini sudah harus selesai di bukan Juli 2021. Dengan demikian, begitu vaksinasi selesai, kita semua bisa bergerak. Jangan sampai kita baru memikirkan itu ketika seharusnya kita sudah bisa lari. Saya kira inilah sumbangan media seperti Memorandum di Hari Pers Nasional tahun ini. Bagaimana media ikut menggerakkan, mengobrol dan menyukseskan jalannya vaksinasi. Selamat Hari Pers Nasional 2021. Semoga Hari Pers Nasional tahun depan sudah berbeda situasinya. Bisa lebih gembira. Lebih bahagia. (*)
Bangkit Bersama Pers Pandemi Covid-19 selama setahun ini sangat berdampak pada perekenomian rakyat. Tidak dapat dipungkiri jika perekonomian di Jawa Timur menurun sejak pandemi. Sejumlah upaya pun sudah dilakukan pemerintah serta Forkompimda Jatim untuk membuat persoalan tersebut segera teratasi. Untuk itu, pers sebagai pilar keempat dari demokrasi ini juga mempunyai peranan penting memberikan informasi kepada masyarakat terhadap upaya yang dilakukan pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19 untuk memulihkan perekonomian dan bangkit kembali. Pemerintah pun bersinergi dan turut andil dalam mengangkat perekonomian masyarakat dengan memberikan bantuan selama pandemi yang berjalan hampir setahun tersebut. Di tengah pandemi ini, pendapatan masyarakat pelaku usaha kecil seperti UMKM sangat terpengaruh. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Kampung Tangguh Semeru (KTS) Desa Ngale mengatakan, kebersamaan dalam pelaksanaan kampung tangguh juga berhasil menciptakan empathy building dan social bonding untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. “Masyarakatnya proaktif menyiapkan lumbung pangan untuk mengantisipasi ketahanan pangan. Dari KTS ini akan mengubah perilaku masyarakat menjadi sehat sehingga ekonomi juga akan sehat,” katanya. Forkopimda Jatim sendiri, selama Covid-19 ini terus memberikan support dan motivasi kepada
masyarakat dengan harapan agar di masa pandemi ini perekenomian tidak terpuruk. Dikatakan Kapolda Jatim Irjenpol Nico Afinta melalui Kabidhumas Kombespol Gatot Repli Handoko, pemerintah dan stake holder terkait berharap media massa bisa menyajikan informasi yang kreatif dan inovatif. Terlebih dalam hal ekonomi masyarakat serta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Dengan informasi kreatif dan inovatif yang diolah menjadi pemberitaan positif, membuat mereka (masyarakat, red), menjadi semangat untuk bangkit dari menurunnya perekonomian,” katanya. Bahkan Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto Suharyanto juga berharap pers bisa menjalankan fungsinya semaksimal mungkin, dengan tujuan bisa memulihkan dan meningkatkan perekonomian menuju normal baru. “Seperti pers menjalankan fungsi monitoring, artinya pers harus memberikan informasi kepada masyarakat tentang masalah-masalah publik, seperti kebijakan pejabat, masalah pembangunan, program, dan kebijakan pemerintah,” papar Suharyanto. Tidak kalah penting, menurut Suharyanto yakni fungsi mendidik, di mana pers harus menyampaikan informasi yang berperan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jawa Timur Irjenpol Dr Nico Afinta, serta didampingi pejabat utama (PJU) Polda Jatim mengunjungi KTS (Kampung Tangguh Semeru) di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng, Kabupaten Madiun.
positif dalam mengembangkan khazanah ilmu dan pengetahuan. “Informasi yang diberikan pers harus memberikan dampak positif, baik pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik khalayak,” imbuh Suharyanto. Sedangkan Kepala Kejaksa-
an Tinggi Jatim DR Mohamad Dofir mengatakan bahwa sebagai Forkopimda Jatim selalu memberikan dukungan hingga tingkat bawah. Selain itu, tidak henti-hentinya Forkopimda Jatim terus menyosialisasikan protokol kesehatan
(prokes) kepada masyarakat. Seperti terus menggelorakan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas). “Kami tidak henti-hentinya terus menyosialisasikan prokes,” tegas Dofir.
Di harapkan insan pers terus berkarya dan bersinergi dengan pemerintah secara bersama-sama membangkitkan perekenomian di tengah pandemi Covid-19 ini. “Kita sama-sama berjalan dan membangkitkan ekonomi masyarakat,” harapnya. (*/lis)
Ketua PWI Provinsi Jatim Ainur Rohim
Pers sebagai Garda Depan Penanganan Covid-19 DI masa pandemi Covid-19, peranan media tidak terlepas dari regulasi yang mengatur Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Di mana secara umum, fungsi pers sendiri ada lima yaitu informasi, pendidikan, sosial kontrol, ekonomi bisnis, dan hiburan. Tentunya di masa pandemi ini yang paling ditekankan pemberian informasi kepada masyarakat. Jadi di sini fungsi edukasi yang ditonjolkan. Tentang Covid-19 seperti apa, bagaimana pencegahan, antisipasi yang dilakukan masyarakat atau apa yang harus dilakukan masyarakat ketika terpapar. “Itu yang kami kuatkan, karena ini (pandemi Covid-19) hampir setahun. Hal ini yang terus kami komunikasikan dan sosialisasikan kepada pers,” ujar Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Jatim Ainur Rohim. Tambah Ainur Rohim, jadi tidak berlebih-
an dikatakan pers juga berada di garda depan dalam penanganan masalah ini. “Menyangkut aspek pemberian informasi kepada masyarakat maupun proses melakukan pendidikan nonformal tentang Covid-19 dan seluk beluk yang melingkupinya,” jelasnya. Dalam kondisi saat ini, tambah Ainur Rohim, dinamika ekonomi juga menurun dan otomatis ada pengaruh kepada media massa. Cuma sampai sekarang belum ada kajian keilmuan yang menjadi pegangan kira-kira besarnya pengaruh seperti apa. “Eksistensi dan keberadaan media, ada beberapa media menghentikan operasi di tengah pandemi dengan pertimbangan ekonomi sulit, finansial yang tidak lagi mendukung internal perusahaan,” ujarnya. Lanjutnya, saat ini media berbasis kedaerahan dan mempunyai kantor pusat di daerah
yang hingga saat ini masih eksis dan survive untuk bertahan hidup. “Apa yang menyebabkan, kita yakin mampu menjalin sinergi yang baik dengan pemangku daerah. Aspek ekonomi berjalan terjadi perlambatan-perlambatan,” tambahnya. Tentunya konteks pemberitaan relasi dan stakeholder lain termasuk pemerintah terus berjalan cukup baik. Pengamatan PWI Jatim tidak ada polemik dan konflik antara media dengan pemerintah daerah, baik itu provinsi dan kabupaten/kota. “Business to business masih berjalan, relasi business to business tetap berjalan kendati terjadi pengurangan. Yang kita harapkan 2021 tidak terjadi lagi, anggaran untuk media tidak terlalu besar dibandingkan kapastitas anggaran provinsi atau kabupaten/kota yang potensi penerimaan PAD yang tinggi. Atau pemprov
dan kabupaten/kota dengan struktur APBD besar,” tegas Ainur Rohim. Harapan ke depan, lanjut Ainur Rohim, ada simbiosis mutualisme polarelasi antarmedia dan stakeholder terkait. “Pemerintah butuh media untuk sosialisasi dan kampanye program dan kebijakan program. Media juga butuh pemerintah dalam konteks birokrasi dan sumber informasi penting, sekaligus konteks business to business antara perusahaan media dan pemerintah,” jelasnya. Kita tahu karena pemerintah berfungsi sebagai regulator maka memproduksi kebijakan dan berdampak kepada stakeholder yang lain terutama dunia usaha. “Ketika kebijakannya pro investasi dan dunia usaha, saya yakin level hilir akan berdampak positif pada media,” pungkas Ainur Rohim. (fer/lis)
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 14
Gubernur Khofifah bersama Forkopimda Jatim meninjau kampung tangguh.
Apresiasi KTS jadi Prototype PPKM Mikro di Jatim GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jatim Irjenpol Nico Afinta, dan Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto melakukan peninjauan Kampung Tangguh Semeru (KTS) di Kabupaten Madiun dan Kabupaten Trenggalek. Adapun KTS yang dikunjungi yaitu Desa Ngale Kecamatan Pilang Kenceng Kabupaten Madiun dan Desa Karanganom Kecamatan Durenan Kabupaten Trenggalek. Turut mendampingi pada kunjungan tersebut, Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, serta beberapa Kepala OPD di lingkungan Pemprov Jatim. KTS Desa Ngale di Kecamatan Pilang Kenceng, Kab. Madiun ini sendiri memiliki jumlah penduduk sebanyak 2.300 jiwa. Dimana, Desa Ngale telah memberlakukan Kampung Tangguh Semeru sejak Bulan Maret 2020. Di sepanjang jalan Desa Ngale terdapat papan imbauan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan 5M. Seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Setibanya di KTS Desa Ngale, Gubernur Khofifah bersama Forkopimda Jatim memasuki bilik disinfektan, serta mendapatkan penjelasan dari Kepala Desa mengenai pelaksanaan PPKM di Balai Desa yang menjadi posko. Tampak di depan halaman Balai Desa, data korban Covid-19 update per Minggu (7/2). Selanjutnya, Gubernur Khofifah juga memberikan bantuan berupa alat-alat protokol kesehatan untuk Kampung Tanggu Desa Ngale. Di antaranya 5 unit
sprayer elektrik, 20 liter disinfektan, 2.000 masker kain, 25 buah pakaian hazmat, 5 box latex (pendek), 20 liter hand sanitizer, 5 buah faceshields, 5 buah goggle, 5 pasang sepatu boots. Selain itu juga 2 unit thermometer gun, 5 unit timba cuci tangan, 5 unit dudukan timba cuci tangan, 200 strip vitamin, 100 paket. Kemudian, Gubernur bersama Forkopimda Jatim Jatim meninjau Ruang Karantina Mandiri KTS Desa Ngale yang terletak di SDN Ngale. Tak hanya mengunjungi Ruang Karantina Mandiri, Gubernur Khofifah juga meninjau keberadaan lumbung pangan sekaligus melakukan tabur benih ikan. Seusai melakukan peninjauan, Khofifah mengapresiasi Kampung Tangguh Semeru di Desa Ngale ini. Menurutnya, kebersamaan dalam pelaksanaan kampung tangguh juga berhasil menciptakan empathy building dan social bonding dalam pelaksanaan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Bahkan KTS Desa Ngale ini, lanjut Khofifah, memiliki Lumbung Ketahanan Pangan yang menjadi satu kesatuan dengan KTS. “Bagus sekali ini Kampung Tangguh di Desa Ngale. Format WA group sangat aktif. Masyarakatnya proaktif menyiapkan lumbung pangan untuk mengantisipasi ketahanan pangan di desa ini. Yang memiliki bisa berbagi dengan yang lain,” puji gubernur perempuan pertama di Jatim ini. Untuk itu, Khofifah menilai, KTS Desa Ngale ini bisa menjadi prototype penerapan Pemberlakuan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro. Terlebih, berdasarkan Inmendagri no 3 tahun 2021, Jawa Timur termasuk dalam daerah yang mendapatkan instruksi untuk pelakanan PPKM Mikro dengan daerah prioritas Malang Raya, Surabaya Raya dan Madiun Raya. Pemberlakuan PPKM Mikro akan dilaksanakan tanggal 9-22 Februari 2021. “Prototype PPKM Mikro mirip sekali dengan format KTS. Di situ ada karantina, format bagaimana sosialisasi kesehatan. Di situ ada 3T Tracing, Testing dan Treatment seperti yang dijelaskan Kepala Desa Ngale,” jelas Khofifah. Kampung Tangguh Semeru ini merupakan format yang menggunakan berbagai pendekatan melibatkan partisipasi masyarakat. Inovasi yang telah diciptakan oleh Polda Jatim bersama dengan dukungan Pemprov Jatim, Kodam V Brawijaya, dan Pemerintah Kota/ Kabupaten untuk menciptakan satuan terkecil berbasis partisipasi masyarakat yang mampu bergotong-royong dalam penanganan COVID-19. "Kampung Tangguh yang sudah ada di Jatim ini tentunya adalah suatu bentuk kearifan lokal yang akan membantu masyarakat melaksanakan edukasi protokol kesehatan Covid-19," imbuh Mantan Mensos RI ini sambil menjelaskan per tanggal 07 Februari 2021, jumlah KTS yang ada di Jawa Timur telah mencapai 3.160. “Harapannya seluruh desa di Jatim bisa mengaktifkan kembali dan menambah jumlah KTS sebagai salah satu alternatif untuk memutus rantai Covid-19,” pungkasnya. (yok/lis)
Gubernur Khofifah memberikan bantuan berupa peralatan protokol kesehatan.
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 15
Kapolda Jawa Timur Irjenpol Dr Nico Afinta Karo-Karo SIK SH MH
Berita Inovatif Kunci Pemulihan Ekonomi Tidak dapat dipungkiri jika perekonomian di Jawa Timur menurun sejak pandemi Covid-19. Sejumlah upaya pun sudah dilakukan pemerintah serta Forkompimda Jatim untuk membuat persoalan tersebut segera teratasi. Dari sudut pemberitaan, pemerintah dan stake holder terkait berharap media massa bisa menyajikan informasi yang kreatif dan inovatif. Terlebih dalam hal ekonomi masyarakat serta pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). “Dengan informasi Kreatif dan inovatif yang diolah menjadi pemberitaan positif, membuat mereka (masyarakat, red), menjadi semangat untuk bangkit dari menurunnya perekonomian,” kata Kapolda Jatim Irjenpol Nico Afinta melalui Kabidhumas Kombespol Gatot Repli Handoko.
Nico juga mengajak insan pers untuk mem-blow up secara masif kemudahan-kemudahan dalam hal kebijakan pemerintah yang diperuntukkan untuk masyarakat serta pelaku UMKM. Hal tersebut bertujuan untuk membuat masyarakat tetap menjalankan usahanya. “Seperti contoh, kemudahan dan kebijakan pemerintah tentang keringanan pajak atau insentif pajak bagi pelaku usaha. Dengan kemudahan itu, otomatis mereka tetap bersemangat untuk tetap menjalankan bisnis yang sudah mereka geluti,” lanjut alumnus
2 itu. Akademi Kepolisian 1992 mandang jika Di sisi lain, Nico memandang pers merupakan mata telinga serta rakat. Menumenjadi jendela masyarakat. enyampaikan rutnya, jurnalis adalah menyampaikan skan bangsa, kebenaran, mencerdaskan gkum dalam serta fakta yang dirangkum sebuah berita. asa indepen“Saat ini, saya merasa akin terasa. densi insan pers semakin n faktual dan Seperti mengedepankan formasi guna aktualisasi dalam hal informasi si Polri dan menyambung institusi masyarakat. Terutama dalam hal pesan-pesan organisasi Polri,” tandas Nico Afinta. Jendral bintang dua kelahiran Suut, pers adalah rabaya itu juga menyebut, ng turut serta sarana edukasi publik yang asyarakat taat dalam menyadarkan masyarakat uga memiliki hukum. Selain itu, pers juga
Kapolda Jatim memakaikan masker secara langsung ke masyarakat saat pembagian masker di Pasar Simo Surabaya. abaya.
peran untuk ikut bersama polisi dalam mengajak masyarakat mengantisipasi ancaman bahaya. “Hadirnya insan pers juga menjadikan kami Polri semakin bijak dalam mengelola organisasi. Kritikan tajam bagi kami adalah pondasi kuat untuk mengembangkan organisasi semakin profesional dan melahirkan kebijakan yang condong ke masyarakat,” pungkas mantan Kapolda Kalimantan Selatan itu. (fdn/lis)
Saat ini, saya merasa independensi insan pers semakin terasa. Seperti mengedepankan faktual dan aktualisasi dalam hal informasi guna menyambung institusi Polri dan masyarakat. Terutama dalam hal pesan-pesan organisasi Polri. IRJENPOL NICO AFINTA KAPOLDA JAWA TIMUR
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
memorandumredaksi@gmail.com
Brigjenpol Slamet Hadi Supraptoyo melakukan pengecekan dan kesiapan pos pengamanan di Pendem Kota Batu, Malang.
Wakapolda Jatim Brigjenpol Slamet Hadi Supraptoyo
Sarana Sosialisasi Kinerja Polri HARI Pers Nasional (HPN) 2021 menjadi momentum istimewa bagi para insan pers di Republik Indonesia. Kali ini, acara tahunan itu dipusatkan di Ancol, Jakarta Utara pada 9 Februari. Kegiatan itu tentu menjadi sorotan bagi sejumlah narasumber yang tidak lepas dari peran insan pers. Salah satunya adalah Brigjenpol Slamet Hadi Supraptoyo. Jenderal satu bintang di pundak sebagai Wakapolda Jatim itu turut mengucapkan rasa terima kasih atas kinerja wartawan yang selama ini berperan penting dalam hal sosialisasi program hingga imbauan yang dilakukannya. “Pers tentu sangat berperan penting. Dan hal itu sudah sangat terbukti dengan sinergi yang selama ini terjalin. Kita berjalan beriringan sebagai mitra. Mitra dalam kerja, mitra dalam memberikan pelayanan kepada
masyarakat,” tegas Slamet. h Selama ini, lanjut Slamet, pers sudah memenuhi fungsi kontrol. Sebelum men-jadikan data sebagai sebuah pemberitaan,, wartawan yang bersangkutan telah mela-kukan konfirmasi kepada narasumber. Hall a tersebut tentu berdampak pada hasil berita yang akan menjadi konsumsi masyarakatt luas. n “Dan yang terpenting, upaya itu akan menjadikan berita yang benar dan berim-n bang. Hasilnya, masyarakat nantinya akan menerima berita yang positif dan memberii edukasi serta imbauan,” lanjut dia. Menurut Brigjenpol Slamet, apakah perss selama ini sudah bisa menjadi penangkall berita hoax yang lekat dengan media sosial.. Dengan tegas pihaknya membenarkan hall tersebut. Kemandirian dan indepedensii
yang dimiliki pers bisa menjadi cegah tangkal berita-berita hoax x yang beredar khususnya media sosial. “Di sanalah insan pers bisa menjadi pihak yang memberikan penjelasan yang benar. Dari berita hoax tersebut, pers akhirnya memberikan klarifikasi-klarifikasi ke pihak-pihak terkait,” tandas Slamet. Di HPN 2021 ini, Slamet berharap kedepan para rekan-rekan pers bisa lebih baik lagi. Kemudian mementingkan hubungan kekeluargaan terutama dengan pihak kepolisian. “Intinya mari bersama-sama memberikan layanan prima kepada masyarakat, khususnya di Jawa Timur,” pungkas dia. (fdn/lis)
Wakapolda Jatim Brigjenpol Slamet Hadi Supraptoyo memberangkatkan bantuan bagi korban gempa dan banjir.
Gerojok 25 Ribu Paket Bantuan untuk Korban Banjir dan Gempa POLDA Jatim dan anggota Bhayangkari memberangkatkan lebih dari 25 ribu paket bantuan bagi korban banjir dan gempa bumi di Sulawesi Barat. Kegiatan tersebut dipimpin Wakapolda Jatim Brigjenpol Slamet Hadi Supraptoyo didampingi pejabat utama dan Kabidhumas Kombespol Gatot Repli Handoko. Dalam sambuntannya, Brigjenpol Slamet Hadi Supraptoyo mengatakan
jika paket sembako yang dikirim tersebut merupakan partisipasi dari jajaran anggota di Polda Jatim serta polres jajaran. “Hari ini saya dan bhayangkari mewakili bapak Kapolda Jatim memberangkatkan bantuan sosial berupa paket sembako. Untuk korban banjir di Kalimantan Selatan dan Gempa Bumi di Sulawesi Barat,” kata Brigjenpol Slamet. Slamet berharap, bantuan sosial
sebanyak 25.165 ribu paket itu bisa secepatnya diterima oleh para korban. Selain itu, pihaknya juga berharap bantuan tersebut bisa membantu beban yang terkena musibah. “Yang didistribusikan ini selain sembako, juga ada masker, hand sanitizer, obat-obatan, pakaian, sabun, dan handuk. Mudah-mudahan semua bantuan ini bisa meringankan beban para korban,” pungkas Slamet. (fdn/lis)
HALAMAN 16
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
HALAMAN 17
memorandumredaksi@gmail.com
Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli Handoko bersama Forkopimda di Pasar Pabean.
Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli Handoko
Sang Maestro Penangkal Hoax HADIRNYA insan pers banyak berpengaruh be dalam berbagai hal dan institusi. Sa Salah satunya di institusi Korps Bhayangkara. Di er era digital ini, banyak sekali bahkan tidak dapat te terhitung lagi berita-berita hoax x yang muncul dari m media sosial. Berita yang belum pasti keben kebenarannya itu tentu sangat merugikan institusi bah bahkan masyarakat umum. Dengan hadirnya pers pers, berita dan informasi hoax x itu nantinya diolah atau dicari kebenarannya menjadi berita sesunggu sesungguhnya. “Dengan kehadiran insan pers, sang sangat berimbas dan berpengaruh. Kita sebut pers adalah sang maestro penangkal hoax. Pers juga sebagai uj ujung tombak dalam menyajikan kebenaran dan fakta,” kata Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Gatot Rep Repli Handoko.
Anggota Polda Jatim hendak melaksanakan donor plasma konvalesen.
Donor Plasma Polri Jadi Teladan Lembaga Lain BEBERAPA waktu terakhir, anggota Polri menggelar kegiatan donor plasma konvalesen. Hal tersebut memancing perhatian sejumlah lembaga pemerintahan, BUMN, untuk ikut dalam kegiatan sosial tersebut. Menurut pengamat kesehatan Dr Zainal Abidin, kegiatan yang dilakukan para penyitas Covid-19 ini sangat baik. “Itu (kegiatan donor plasma) sangat baik dan sebagai kegiatan sosial,” ujar Zainal Arifin dikutip melalui website Bidhumas Polda Jatim. Zainal menuturkan, donor plasma dari para penyitas Covid-19 sangat membantu para penderita Covid-19. Tentu kegiatan ini bisa menjadi teladan bagi lembaga dan institusi yang lain. “Karena memang saat ini banyak yang membutuhkan. Tidak sedikit para penderita Covid-19 kesulitan untuk mencari itu. Maka semakin banyak yang melakukan donor plasma itu sangat baik,” lanjut dia. Zainal menyebut, kesadaran para pendonor plasma di Indonesia tumbuh karena rasa saling membutuhkan. Mereka sebelumnya, saat menderita Covid-19 pun banyak mendapatkan bantuan dari orang lain. “Jadi kesadaran mendonorkan plasma ini muncul setelah para penyitas Covid-19 dinyatakan sembuh. Saya kira itu bagus, karena memang peran dari sesama itu sangat dibutuhkan,” ungkap dia.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli Handoko menyebut, hingga saat ini tercatat ada 657 personel jajaran Polda Jatim yang sudah melakukan screening. Sementara yang sudah melakukan donor plasma konvalesen 120 personel. Gatot mengimbau, masyarakat berusia 18 hingga 60 tahun yang telah sembuh dari Covid-19, dapat melakukan donor plasma konvalesen. Hal itu semata-mata agar dapat membantu saudara kita yang sedang terpapar Covid-19. “Silahkan datang ke PMI di seluruh jajaran, kemudian mendaftar ke Biddokes untuk anggota Polri. Sehingga dapat dilakukan screening. Syukur apabila darahnya bisa diperlukan untuk masyarakat lain yang terkena Covid-19,” lanjut dia. Gatot juga mengingatkan kepada masyarakat, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. Dia berharap, upaya itu dapat tercipta rasa aman, baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan sekeliling, sehingga Jawa Timur bisa aman dan sehat. “Tetapi patuhi protokol kesehatan, jaga diri, jaga keluarga, dan jaga negara. Harapannya dengan kita disiplin melakukan prokes secara otomatis, keluarga kita aman, lingkungan sekeliling kita juga aman, dan tentunya Jawa Timur juga makin aman dan sehat,” pungkas dia. (fdn/lis)
Diakui Gatot, banyak media sosial yang dimanfaatkan oleh oknum atau sekelompok orang dalam mengolah atau pengaburan informasi hoax. Dengan adanya media mainstream, gerak mereka tersudut dan akan gagal melancarkan niatnya menyebarkan informasi tidak benar. Alumni Akademi Kepolisian 1991 itu menengaskan, hadirnya pers juga sangat berpengaruh bagi pemerintah daerah saat menyampaikan informasi kepada masyarakat. Jadi, masyarakat akan tahu perkembangan hingga program yang dicanangkan oleh pihak pemerintah, TNI, dan Polri. “Pers adalah mata telinga serta menjadi jendela masyarakat. Menurut saya, jurnalis adalah menyampaikan kebenaran, mencerdaskan bangsa, serta fakta yang dirangkum dalam sebuah berita,” pungkas mantan Kasatsabhara Polrestabes Surabaya itu. (fdn/lis)
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
HALAMAN 18
memorandumredaksi@gmail.com
Dirreskrimum Polda Jatim Kombespol Totok Suharyanto SIK M Hum
Garda Terdepan Pemberantasan Hoax MEDIA mainstream m merupakan garda terdepan dalam memberantas atau menangkal berita-berita hoax. Selain itu, media juga diharapkan terus menyajikan berita-berita yang sesuai dengan fakta di lapangan. Hal itu disampaikan Dirreskrimum Polda Jatim
Kombesp Totok Suharyanto. Kombespol Menu Menurutnya, di Hari Pers Nasional (HPN) 2021 20 kali ini, para awak media memiliki dua tugas penting. Selain menyaberi mereka juga wajib menjaga jikan berita, kesehatan dari ganasnya Covid-19. “Perlu ketah bahwa saat ini sedang pandekita ketahui ki harus bertahan dari ganasnya mi. Jadi kita ka dia. virus,” kata Totok mengakui, pers memang tidak bisa terpisahkan terp dari korpr BhayangkaDihar ra. Diharapkan sebagai mitra, pers dan
Polri bisa bersama-sama menjalankan tugas untuk masyarakat. “Pers bagian dari mitra kerja Polri dalam melaksanakan tugas sehari-hari sebagai lembaga sosial dan wahana komunikasi massa,” lanjut dia. Dijelaskan Totok, peran pers terhadap Ditreskrimum Polda Jatim sangat penting. Dengan pemberitaan tersebut, akan memberikan hak masyarakat untuk mengetahui terwujudnya supremasi hukum yang ditangani. Pers juga bisa
bisa ikut memberikan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum. Alumnus Akpol 1994 itu menegaskan, hingga saat ini pers bisa memerankan fungsi kontrol di Ditreskrimum Polda Jatim. Itu terbukti, selama ini pers telah memberikan informasi publik. Tentang peristiwa dan opini yang berkaitan dengan penanganan perkara yang ditangani Polda Jatim dan jajarannya. (fdn/lis)
Tingkatkan Kompetensi Anggota UN UNTUK memaksimalkan pelayanan ke kepada masyarakat, Dirreskrimum Po Polda Jatim Kombespol Totok Suharyan yanto terus melakukan upaya dengan me meningkatkan kompetensi anggotanya. Sel Selain itu, pihaknya juga menerapkan ko konsep tugas, wewenang, dan tanggu gungjawab (TWT). Menurut Totok, jika anggota baik ma maka organisasi akan baik pula. Oleh kar karena itu seluruh tugas harus direncanak nakan agar menjadi hasil yang baik pula. Ma Maka seluruh anggota wajib hukumnya me menjalankan konsep TWT tersebut. “Seluruh anggota harus baik jika ing ingin organisasi ingin baik, sehingga ke dep depan seluruh tugas akan mendapatkan ha hasil yang baik pula. Sehingga seluruh an anggota harus menjalankan konsep TW TWT, (tugas, wewenang, dan tanggung jaw jawab),” kata Totok. Dengan begitu, pihaknya berharap Po Polri akan semakin dicintai masyarakat, pro profesional, solid, dan menjunjung tinggi kea keadilan. “Yang terpenting juga anggota sem semakin Presisi (prediktif, responbilitas, tra transparansi berkeadilan),” lanjut Totok. Selain itu, alumnus Akpol 1994 itu jug juga mengedepankan sistem keadilan
Dirreskrimum Polda Jatim Kombespol Totok Suharyanto bersama Bid Propam memeriksa kondisi senpi milik anggota.
restoratif (restoratif justice). Tujuan dari keadilan restoratif itu penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait. “Mereka bersama-sama diajak mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalas-
an,” tandas Totok. Totok juga menekankan kepada anggota untuk lebih memperhatikan dan mengungkap kasus yang meresahkan dan menjadi perhatian publik. “Kejahatan menonjol terdiri dari curat, curas, dan curanmor serta perampasan yang masih menjadi keresahan masyarakat,” pungkas Totok. (fdn/lis)
Dirreskrimum Polda Jatim Kombespol Totok Suharyanto bersama perwakilan Kejati menggelar rapat koordinasi.
Gandeng Kejati dan BPN Jatim Cegah Kejahatan Pertanahan BEBERAPA waktu lalu, Ditreskrimum Polda Jatim dan Kejaksaan Tinggi (Kejati), Jatim menggelar rapat koordinasi bersama Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN). Rapat tersebut guna membahas cara pencegahan hingga penyelesaian kejahatan pertanahan. Dirreskrimum Polda Jatim KombespolTotok Suharyanto menyebutkan, koordinasi ini sebagai tindak lanjut arahan Kapolda untuk melaksanakan rapat koordinasi persoalan mafia tanah yang kerap terjadi di Jawa Timur. “Rapat koordinasi ini tindak lanjut arahan Kapolda untuk dilaksanakan rapat koordinasi persoalan mafia tanah,” kata dia. Totok menjelaskan, bahwa yang dilakukan ini untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang persoalan tanah. Karena saat ini banyak kasus soal penyerobotan tanah yang terjadi di Jawa Timur. “Masyarakat harus paham tentang masalah dan cara mengatasinya,” lanjut Totok. Dijelaskan lebih lanjut, bahwa masyarakat harus mempunyai
Dirreskrimum Polda Jatim Kombespol Totok Suharyanto bersama Kanwil BPN.
atau memiliki bukti secara resmi atau surat yang sah terkait tanah tersebut agar tidak menjadi sengketa maupun persoalan. “Bukti sah dan resmi atas tanah yang dimiliki wajib dimiliki masyarakat tersebut. Agar tidak terjadi sengketa maupun persoalan,” tandas dia. Petugas tidak segan menindak oknum yang tidak memiliki tanah yang sah atau tidak memiliki atas hak dengan memasang plang atau
patok atau menggembok lokasi dan memasang pagar di lokasi pemilik sertifikat yang sah. “Akan dikenakan pidana dan di proses sesuai hukum. Selain itu, proses sertifikasi harus dilaksanakan sesuai aturan yang telah ada baik dalam proses PPAT dan BPN, sehingga tidak ada celah penyalahgunaan hukum bagi para pelaku kejahatan pertanahan,” pungkas Totok. (fdn/lis)
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
memorandumredaksi@gmail.com
Dirreskrimsus Polda Jatim Kombespol Farman
Pengawas Birokrasi PERS dan Kepolisian merupakan dua institusi yang tidak bisa terpisahkan. Ibarat dua sisi mata uang. Saling melengkapi saling menunjang. Peran pers sendiri diakui sangat penting dalam kinerja kepolisian. Pers dan Kepolisian merupakan dua institusi yang tidak bisa terpisahkan. Ibarat dua sisi mata uang. Saling melengkapi saling menunjang. Peran pers sendiri diakui sangat penting dalam kinerja kepolisian. Dari laporan serta kasus yang ditangani, pers bisa menyampaikan
kepada masyarakat berita yang akurat dan berimbang dari proses perkara yang ditangani Ditreskrimsus Polda Jatim. “Pers juga memiliki kemerdekaan untuk memperoleh, mengolah, dan menyampaikan pikiran melalui pikiran maupun tulisan sebagai informasi juga sarana dan sebagai warga negara untuk mengeluarkan fikiran dan pendapat,” kata Dirreskrimsus Polda Jatim Kombespol Farman. Menurut Farman, pers sudah bisa memerankan fungsi kontrol untuk
mengoreksi, mengkritik sesuatu yang ruktif atau sesuatu yang bersifat konstruktif ngun. tidak membangun. a berperan mengawasi “Pers juga rokrasi, sehingga bisa jalannnya birokrasi, jadinya penyelewengan mencegah terjadinya si, kolusi, dan nepotisme seperti korupsi, (KKN), serta pelanggaran lainnya,” n. tandas Farman. Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 itu menyebutkan, jika rs merupakan filter yang selama ini pers aat adanya pemberitaan diperlukan saat gorikan sebagai berita yang dikategorikan
hoax. Menurutnya, media mainstream tidak boleh terjebak dalam penyebaran berita hoax itu. “Media harus bisa menjadi rumah penjernih untuk masyarakat yang membutuhkan berita yang sesuai fakta. Selain itu, media juga bisa menjadi rumah rujukan bagi masyarakat yang mengecek kebenaran informasi yang diperoleh,” pungkas mantan Dirresnarkoba Polda Sumsel itu. (fdn/lis)
Ciduk Mahasiswa Penjual Hasil Rapid Test Antigen Palsu SUBDIT V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim meringkus seorang pemuda yang menjual hasil rapid test antigen palsu, Sabtu (9/1) malam. Tersangka Imam Baihaki (24), warga Dusun Krajan III, Desa/Kecamatan Jombang, Jember. Mahasiswa aktif itu diamankan di rumahnya bersama barang bukti sebuah laptop dan HP (handphone)yang diduga digunakan sebagai sarana. Selain itu, petugas juga menyita beberapa lembar data sample dari sejumlah pembeli yang menggunakan jasa tersangka. Aksi tersangka bermula pada Desember 2020 lalu. Saat itu, tersangka menjadi pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pilkada 9 Desember lalu. Namun, salah satu syarat menjadi pengawas adalah rapid test. Hasilnya, ada 27 pengawas lain yang memperoleh hasil reaktif. Mendengar hasil tersebut, tersangka kemudian menawarkan ke puluhan pengawas tersebut untuk hasil rapid test antigen dengan hasil nonreaktif. Dari 27 pengawas, ada 24 pengawas yang setuju dengan tawaran tersangka. “Tersangka mematok tarif Rp 50 ribu per orang. Agar para pembeli percaya, tersangka mengatasnamakan laboratorium klinik Nurus Syifa,” kata Dirreskrimsus Polda Jatim Kombespol Farman saat konferensi press di Ruang Humas, Senin (11/1) siang. Tidak puas menyasar para pengawas TPS, korban juga manawarkan jasa tersebut
Dirreskrimsus Polda Jatim Kombespol Farman didampingi ngi Kabidhumas Komti penipuan yang dibespol Gatot Repli Handoko menunjukkan barang bukti lakukan tersangka Imam Baihaqi.
ke masyarakat umum. Sejak 25 Desember 2020, tersangka menawarkan jasa hasil rapid test antigen dan antibodi. “Dari hasil postingan itu ada 20 orang yang memesan dengan tarif Rp 200 ribu per orang,” lanjut Farman Farman menyebut, sejak awal menjalankan bisnis haram itu, tersangka sudah mengeluarkan 44 lembar surat hasil rapid test antigen. “Sasaran tersangka adalah masyarakat umum yang akan melakukan perjalanan darat dan udara,” tandas Gatot. Farman mengimbau, untuk masyarakat tidak mudah percaya dengan modus-modus kejahatan seperti yang dilakukan tersangka. Dia juga tidak segan menindak secara tegas para oknum dan pelaku yang melakukan kasus serupa. “Kita komitmen
emberantas pelaku akan memberantas ungkas dia. lain,” pungkas Atas perbuatan tersebut, tersangka akan dijerat dengan pasal asal 35 UU ITE 51 Jo pasal dengan ancaman hukuman 12 tahun penngan denda Rp jara dengan ar “Kami juga 12 miliar n pasal 263 kenakan KUHP dengan ancaman hukuman n penjara,” 6 tahun h Kabidhutambah o l d a Ja t i m m a s Po pol Gatot RepKombespol oko. (fdn/lis) li Handoko.
Wakapolda Jatim Brigjenpol Slamet Hadi Supraptoyo didampingi Kabidhumas Kombespol Gatot Repli Handoko dan Dirreskrimsus Kombespol Farman memamerkan barang bukti
Bongkar Praktik Prostitusi Libatkan 36 Siswi ANGGOTA Ditreskrimsus Polda Jatim menggerebek sebuah kos yang menyediakan layanan esek-esek di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Mojokerto. Dari penggerebekan itu, satu tersangka diamankan yakni Olan Sunariono alias Om Kost (38). Dia disergap di rumah berikut barang bukti tiga handphone (HP) yang berisi percakapan mengarah ke praktik prostitusi. Dalam bisnis, Olan merekrut puluhan gadis di bawah umur untuk memberikan layanan esek-esek kepada pria hidung belang. Olan juga memanfaatkan rumahnya yang digunakan sebagai kamar kos harian. “Sementara ada 36 gadis yang rata-rata berusia 15 hingga 16 tahun yang menjadi korban bisnis haram tersangka OS. Namun, tidak menutup kemungkinan ada korban lain. Saat ini masih kami kembangkan lagi,” kata Wakapolda Jatim Brigjenpol Slamet Hadi Supraptoyo, Senin (1/2) kemarin. Slamet menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari patroli anggota siber yang menemukan praktik prostitusi bermodus tawaran kos dan kontrakan di media sosial facebook. Ada dua grup facebook yang dimanfaatkan Olan untuk menjaring
pria hidung belang. Dua grup itu masing-masing “Info Kost & Kontrakan Area Mojokerto” dan “Kost dan Kontrakan Mojokerto Ngoro Pasuruan. Setelah ditelusuri, dari beberapa postingan di grup tersebut mengarah ke praktik prostitusi. Selain tersangka, ada beberapa gadis yang dijadikan reseller atau perantara untuk menawarkan kos harian di facebook. Untuk menjaring pelanggan tersangka dan enam gadis perantara itu memberikan tawaran kos harian dengan harga yang murah. Setelah setuju, para pelanggan bisa melanjutkan percakapan melalui pesan singkat Whatsapp. Di pesan itulah, para reseller dan tersangka mulai menawarkan gadis dengan istilah WP (wanita panggilan). “Para reseller itu menawarkan puluhan gadis dengan harga bervariatif. Antara Rp 250 Ribu hingga Rp 600 Ribu. Bahkan, beberapa waktu lalu, mereka menawarkan gadis yang masih berstatus siswi SMP dengan harga Rp 1,3 juta. Tarif itu tergantung penampilan dan umur korban (gadis, red). Semakin muda semakin mahal,” tandas Slamet. Sementara itu, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombespol Farman menye-
but, dalam bisnis haram itu, tersangka tidak pernah mematok komisi. Dia hanya mewajibkan para gadis tersebut membayar kamar dengan harga termurah Rp 50 ribu hingga paling mahal Rp 150 ribu. “Ngakunya hanya ambil tarif kamar saja,” kata Farman. Lebih lanjut, Farman menjelaskan, bisnis prostitusi yang dijalankan tersangka sejak awal 2019 lalu. Saking larisnya, Olan menjanjikan komisi hingga poin kepada para reseller. “Satu kamar dapat komisi Rp 5 ribu dan satu poin dengan akumulasi seribu per poin. Lumayan juga itu hasilnya,” pungkas Farman. Di hadapan penyidik, tersangka Olan Sunariono mengaku bisnisnya berawal saat rumahnya kedatangan seorang gadis yang menawarkan diri untuk layanan esek-esek. “Dulu pas 2019 ada wanita datang sendiri dan menawarkan jasa itu (seks, red), ke tamu kos saya,” kata Olan. Olan mengaku, semua gadis yang menjadi korban merupakan siswi aktif dari kelas SMP, MTs, hingga SMA. Dia berdalih, hanya memperoleh uang sewa kamar sebesar Rp 50 ribu. “Semuanya di bawah umur dan masih aktif bersekolah. Saya cuma dapat 50 (ribu),” pungkas Olan. (fdn/lis)
HALAMAN 19
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto
HALAMAN 20
memorandumredaksi@gmail.com
Ketua DPRD Jatim Kusnadi
Harus Memberi Dampak Positif Butuh Kedewasaan Pers SEBAGAI pilar keempat demokrasi, pers sangat berpengaruh untuk membuat situasi negara tetap kondusif. Terutama di tengah pandemi Covid-19, peran pers sangat utuhkan untuk mengedukasi masyarakat dengan pemdibutuhkan taan yang benar dan menyejukkan. beritaan Sebab di era digital seperti sekarang ini, masyarakat gan mudah mendapatkan informasi-informasi dengan g tersebar di media sosial. Namun, untuk keyang arannya belum bisa dipertanggungjawabkan. benarannya “Masyarakat dengan mudah mendapat rmasi di media sosial yang belum tentu informasi enarannya, di situlah peran media massa kebenarannya, nyajikan berita yang benar,” ujar Pangdam menyajikan rawijaya Mayjen TNI Suharyanto. V/Brawijaya Dengan begitu, menurut Suharyanto, gan berita yang benar sehingga dengan k akan terbentuk opini-opini tidak liar yang dapat berdampak pada ilitas. Khususnya ketika stabilitas. ara ini sedang berpenegara g melawan pandemi rang id-19. Covid-19. “Pandemi Covid-19 ini berdampak pada uruh sektor, dan seluruh yarakat membumasyarakat kan perkembangan tuhkan disi terbaru untuk kondisi nuju normal baru,” menuju kapnya. ungkapnya. Sedangkan langkah memutus yebaran pandemi Covid-19, penyebaran uk di internal kedinasan Suharuntuk o memerintahkan prajuritnya yanto eluruh jajaran hingga koramil di seluruh agar tetap menjalankan kegiatan ai dengan protokol kesehatan sesuai kes). Bahkan secara berkala (prokes). kukan tes swab dengan tujuan dilakukan uk memastikan kondisi keseuntuk
hatan masih tetap terjaga. “Untuk menjaga tubuh tetap priama dan meningkatkan imun, setiap peajurit harus rutin berolahraga setiap hari, koramil, lanjutnya. dan itu dilaksanakan hingga tingkat koramil,” Tidak hanya membentengi diri sendiri, namun setiap personel diwajibkan untuk menjaga keluarganya agar tetap menjalankan prokes, dan lebih melebar lagi dengan menyosialisasikan tentang prokes di sekitar tempat tinggalnya. “Dengan tetap menjalankan prokes, setiap prajurit berarti menjaga diri, keluarga, dan negara untuk memutus penyebaran Covid-19,” tegas Suhayanto. Untuk itu, pada Hari Pers Nasional (HPN) 2021, Suharyanto berharap pers bisa menjalankan fungsinya semaksimal mungkin, dengan tujuan bisa memulihkan dan meningkatkan perekonomian menuju normal baru. “Seperti pers menjalankan fungsi monitoring, artinya pers harus memberikan informasi kepada masyarakat tentang masalah-masalah publik, seperti kebijakan pejabat, masalah pembangunan, program, dan kebijakan pemerintah, dan sebagainya,” papar Suharyanto. Tidak kalah penting menurut Suharyanto yakni fungsi mendidik, di mana pers harus menyampaikan informasi yang berperan positif dalam mengembangkan khazanah ilmu dan pengetahuan. “Informasi yang diberikan pers harus memberikan dampak positif, baik pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik khalayak. Selamat Hari Pers Nasional 2021,” pungkas Suharyanto. (tyo/lis)
KETUA DPRD Jatim Kusnadi menegaskan bahwa peranan pers atau media adalah pilar keempat dari demokrasi. Kemerdekaan media baru tercapai selama reformasi, hingga banyak ditemukan media mainstream mulai dewasa dalam menyajikan berita. Mereka tidak lagi tergulung oleh euforia kebebasan pers. Kusnadi menjelaskan, Pers sebagai Akselerator Perubahan yang menjadi tema HPN 2021 ini menjadi sangat penting. Apalagi kebebasan berkumpul dan berpendapat di era reformasi semakin maju seiring perkembangan global. Namun menurutnya, pers Indonesia dari tahun ke tahun harus senantiasa meningkatkan kualitasnya. “Meski begitu masih ada media sosial yang dimanfaatkan, digunakan, atau kemauan sendiri, terlibat pada euforia kebebasan pers,” tegas Kusnadi. Politisi gaek ini berharap ada kedewasaan semua pihak, agar peran media massa sesuai dengan fungsinya. “Jadi harus ada kedewasaan semua stakeholder, baik pemilik media, narasumber, harus benar-benar dewasa dalam menyajikan berita ke masyarakat,” tegas Kusnadi. Ketua DPD PDI Perjuangan ini mengaku terkejut dengan munculnya pro kontra terkait kebijakan pemerintah mengenai vaksinasi. “Seolah-olah menjadi pemberitaan yang spesifik banget, dan menjadi pro kontra,” tandas dia. Menurut Kusnadi, vaksinasi sebenarnya dilakukan kepada semua warga Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI) sejak lahir. “Jadi tidak ada yang spesifik, karena vaksin dilakukan sejak bayi. Sejak SD dulu saya juga divaksin cacar. Kalau setelah divaksin panas, saya kira wajar karena reaksi tubuh menerima imunisasi itu,” tegas Kusnadi. Jika sekarang pemerintah melakukan vaksin Sinovac untuk menguatkan antibodi terhadap pandemi Covid-19, ternyata menjadi pro dan kontra di masyarakat, membuat politisi PDI Perjuangan ini merasa aneh. “Terkait hasil tidak 100 persen, yaa memang tidak ada yang sempurna,” ujar dia. Dirinya berharap media tidak mengangkat pro dan kontra terkait vaksin. Karena kedewasaan media, dan semua stakeholder akan mampu membawa kejayaan NKRI ke masa depan. “Menyambut Hari Pers Nasional
(HPN) pada 9 Januari 2021 ini, bahwa peran media massa sangat dibutuhkan masyarakat. Karena pers bisa memberikan edukasi kepada masyarakat,” tutur Kusnadi. Seperti diketahui kebutuhan dan penggunaan APBD Jawa Timur tahun anggaran (TA) 2021 banyak terserap untuk mencegah meningkatnya wabah Covid-19. Akibat pandemi Covid-19 tak kunjung turun membuat APBD Jatim 2021 mengalami refokusing. Terlebih dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait wabah mematikan ini. Dalam refokusing APBD Jatim 2021 tersebut, struktur anggaran tetap tidak ada perubahan. Namun hanya dilakukan pergeseran untuk penanganan Covid-19. Di antaranya adalah memperbanyak sosialisasi bahaya Covid-19 kepada masyarakat untuk menghindari munculnya polemik. Kusnadi menyampaikan, memasuki awal tahun memang tidak banyak kegiatan. Karena saat ini pengajuan anggaran yang dirancang dalam APBD Jatim 2021 masih dievaluasi kementerian dalam negeri. Setelah menerima evaluasi dari Kemendagri baru penyerahan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) ke seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Provinsi Jatim. Politisi PDI Perjuangan ini menandaskan, saat ini OPD sedang melakukan penyesuaian rencana kerja dengan kekuatan anggaran.“Ini mekanisme yang berjalan. Kegiatan mulai efektif Maret,” tegas Kusnadi. (day/lis)
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 21
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang Miftahul Ulum
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jombang Miftahul Ulum secara khusus mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional (HPN) 2021. disampaikan kepada masyarakat. Cara yang selama ini ditempuh dengan menggandeng sejumlah media. “Selain sebagai kabar yang harus disampaikan kepada publik. Penyampaian kabar terkait capaian pembangunan yang telah dilakukan merupakan bentuk tanggung jawab penggunaan uang negara,” terangnya. Masih berkaitan dengan insan pers, Miftahul Ulum mengaku dalam setiap tahun anggaran memiliki ratusan kegiatan. Dengan akumulasi pegawai yang dimiliki, secara otomatis pihaknya memiliki keterbatasan ketika melakukan pengawasan. “Nah, di sinilah peran pengawasan media sangat penting. Sebab mereka selalu mobiling ke lapangan ketika menggali informasi,” tegasnya. Dicontohkan olehnya, di musim penghujan seperti saat ini. Sejumlah bencana melanda beberapa wilayah di Kota Santri. Mulai dari Kecamatan Kesamben, Bareng, Wonosalam, serta terbaru Kecamatan Bandar Kedungmulyo. Pihaknya dituntut untuk mengantongi data terbaru di lapangan. “Nantinya data tadi kami gunakan untuk secepatnya mengambil tindakan. Sebab berkaitan dengan bencana, respons cepat penanganan merupakan hal yang tidak bisa ditawar,” urainya. Maka tidak heran, ketika bupati dengan jajaran forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) meninjau lokasi bencana. Tidak sekalipun kepala dinas melewatkan untuk memimpin
Media merupakan sarana penyeimbang informasi bagi masyarakat. Di tengah pusaran informasi dengan keberadaan media sosial, kabar yang sesuai fakta merupakan kebutuhan yang tidak bisa dibantah.
Miftahul Ulum omlangsung tim PUPR turut dalam rombongan. tuk “Tentunya keberadaan kami untuk meninjau insfrastruktur yang ada dan ang menentukan langkah-langkah yang suk secepatnya harus diambil. Termasuk ran melakukan koordinasi dengan jajaran njir provinsi. Sebagai contoh ketika banjir kap di Kecamatan Kesamben,” ungkap Miftahul Ulum. eraDiakui Miftahul Ulum, dari beberaana pa titik yang kemarin dilanda bencana ika banjir. Dinas PUPR memastikan jika aya telah melakukan serangkaian upaya asi, pencegahan. Mulai dari normalisasi, tur hingga pembenahan insfrastruktur ena penunjang yang lain. Namun karena gga tingginya intensitas curah hujan hingga
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
Orang nomor satu di DPUPR Kabupaten Jombang tersebut tetap berkeyakinan bahwa pers yang independen bakal tetap menjadi alat pemersatu bangsa. Pun juga, sebagai salah satu pilar dari demokrasi. Keberadaan insan media yang profesional sekaligus menaati kode etik jurnalistik, merupakan tuntutan zaman. “Profesionalisme insan pers harus semakin ditingkatkan. Kemudian ikut membantu pemerintah dalam menyampaikan informasi-informasi proses pembangunan di Jombang, karena media merupakan mitra pemerintah. Bukan lawan politik. Pers diharapkan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Kadis PUPR Kabupaten Jombang Miftahul Ulum. Ia pun menjelaskan, berkaitan dengan salah satu pilar demokrasi. Media massa bisa menjadi alat penyeimbang informasi dan pengingat masyarakat. Olehnya, insan pers diharapkan bisa bergerak seiring sejalan dengan pemerintah dalam rangka bersama-sama membangun Kota Santri tercinta. “Media merupakan sarana penyeimbang informasi bagi masyarakat. Di tengah pusaran informasi dengan keberadaan media sosial, kabar yang sesuai fakta merupakan kebutuhan yang tidak bisa dibantah,” jelasnya. Khusus di PUPR, yang notabene salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Jombang. Segala bentuk capaian pembangunan yang dilakukan, secara intens
Pekerja melakukan penguatan plengsengan sungai.
Antisipasi Banjir Kali Catak Banteng Mojoagung
Dinas PUPR Lakukan Penanggulangan Darurat PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) siap siaga menghadapi bencana alam tahunan. Yakni banjir yang terjadi di sejumlah wilayah yang ada di Kota Santri. Utamanya terkait luapan banjir Kali Gunting. Upaya serius tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Malang bahwa awal musim hujan Kabupaten Jombang berkisar pada dasarian I sampai III November. Dipaparkan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang Miftahul Ulum, peringatan dini yang telah dikeluarkan BMKG Stasiun Karangploso mengenai cuaca ekstrem, membuat semua pihak termasuk Dinas PUPR Kabupaten Jombang harus bersiaga. “Seiring peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG Stasiun Karangploso, cuaca ekstrim bakal melanda Kabupaten Jombang. Terkait hal itu sejumlah langkah pencegahan harus kami lakukan,” paparnya. Lebih jauh ia menjelaskan, upaya pencegahan tadi yakni mengantisipasi terjadinya banjir. Terlebih lagi, diprediksi ada kenaikan ketinggian hujan berkisar antara 20 persen - 40 persen pada musim hujan 2020/2021. “Hal ini dipengaruhi oleh fenomena regional serta fenomena El Nino/La Nina yang bersumber dari wilayah timur Indonesia dan Dipole Mode yang bersumber dari wilayah barat Indonesia,” jelas Miftahul Ulum. Dengan adanya pengaruh fenomena di atas, maka Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Jombang telah menyiapkan ratusan karung pasir hingga kawat bronjong. Ini untuk mengantisipasi jebolnya tanggul Kali Catak Banteng akibat luapan banjir saat intensitas hujan
cukup tinggi. “Kali Catak Banteng ini merupakan anak sungai dari Kali Gunting yang merupakan sungai rawan terjadi banjir ketika musim hujan tiba,” ujarnya menambahkan. Berkaca dari bencana banjir di awal 2019, Dinas PUPR Kabupaten Jombang memastikan menyiapkan sejumlah infrastruktur penunjang dalam penanganan dini sewaktu-waktu. Kemudian, petugas pun dibagi ke dalam beberapa wilayah guna kecepatan penanganan. “Persiapan ini kami lakukan berdasarkan pengalaman pada bencana serupa di 2019. Maka di tahun ini, petugas juga kami turunkan di sejumlah wilayah untuk kecepatan penanganan,” bebernya. Ditegaskan Miftahul Ulum, berdasarkan data yang dilakukan oleh petugas lapangan akibat bencana banjir awal 2019, terdapat dua titik lokasi longsor atau talud jebol. Sedangkan pada 2020 penanganan dini untuk menghadapi bencana banjir di Kali Catak Banteng dilakukan di Desa Kauman, Kecamatan Mojoagung. “Pada 2019, kami telah mengidentifikasi dua titik lokasi longsor atau talud jebol. Maka di tahun ini, kami fokus terkait hal itu dan berkonsentrasi di Kali Catak Banteng yang dilakukan di Desa Kauman, Kecamatan Mojoagung,” ujarnya. Disampaikan olehnya, bencana banjir akibat luapan Kali Catak Banteng dan Kali Gunting pada awal tahun lalu berdampak pada 660 Kepala Keluaraga (KK). Apabila dikalkulasikan ratusan KK tadi, meliputi 2.640 jiwa. “Akibat yang ditimbulkan banjir dipicu luapan Kali Catak Banteng dan Kali Gunting, sedikitnya 660 KK terimbas secara langsung. Dari ratusan jumlah KK tadi, total 2.640 jiwa yang terimbas luapan air seiring naiknya intensitas hujan,” pungkas Ulum. (wan/lis)
tiga kali lipat dari tahun kemarin. Sehingga dampak yang ditimbulkan tidak sesuai dengan perhitungan awal. “Mengantisipasi wilayah langganan banjir, kami pastikan jika telah melakukan serangkaian pencegahan. Mulai dari normalisasi sungai, hingga pembenahan tanggul. Namun tahun ini curah hujan mengalami peningkatan hingga tiga kali lipat,” bebernya. Terakhir, dengan mengusung tema Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi, Pers sebagai Akselerator Perubahan, Miftahul Ulum berharap peringatan ini bisa menjadi salah satu pilar demokrasi bersama pemerintah mengawali kebangkitan dan kekuatan untuk keluar dari pandemi Covid-19. “Sekali lagi kami segenap Keluarga Besar DPUPR Jombang mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2021. Semoga pers semakin kokoh dalam rangka mendukung pembangunan di daerah maupun di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pungkas Miftahul Ulum. (wan/lis)
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
Pers sebagai Salah Satu Pilar Demokrasi
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
HALAMAN 22
memorandumredaksi@gmail.com
Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono
Jadikan Karya Jurnalistik Pemicu Semangat Bangkit
Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana
Ujung Tombak di Tengah Pandemi Covid-19 SEBAGAI ujung tombak di tengah pandemi Covid-19 ini, diharapkan media massa tetap memberikan informasi secara update dan akurat kepada masyarakat. Upaya ini untuk memberikan dukungan terkait informasi masyarakat secara masif apa yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memutus penyebaran mata rantai Covid-19. Seperti yang dikatakan Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana, bahwa media sebagai tonggak dan sangat berperan aktif dalam semua kegiatan yang ada. “Peran aktif pers seperti memberitakan kegiatan yang sekarang ini dilakukan untuk membantu penderita Covid-19, terkait donor plasma konvalesen. Agar masyarakat bisa terbuka,” ujar WS, sapaan Whisnu Sakti Buana. Diakui WS, bahwa memang dalam kondisi seperti
ini masyarakat sangat trauma. Di sini tugas dari media untuk membangkitkan kembali perekonomian masyarakat agar bisa berkembang. “Dengan pemberitaan yang bagus dan akurat untuk bergerak bersama-sama maka ekonomi bisa semakin berkembang,” jelasnya. Lanjutnya, pemkot dalam penanganan Covid-19 di Surabaya tidak henti-hentinya melakukan secara masif. “Bahkan, peraturan wali kota (perwali) diadopsi dari instruksi menteri dalam negeri (imendagri) nomor 01/2021 dan imendagri nomor 02/2021. Jadi semua bisa berjalan,” jelas WS. Dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 ini, WS berharap media bisa berperan aktif dan lebih akurat lagi dalam pemberitaan kegiatan positif. “Ini akan memberikan semangat warga agar bisa lepas dari pandemi,” pungkas WS. (fer/lis)
KETUA DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan, media massa memiliki peran penting memainkan kontrol sosial terhadap masyarakat dan kinerja pemerintah. Begitu pula di Surabaya. Namun demikian, media juga harus memikirkan dampak dari pemberitaan yang disampaikan kepada masyarakat luas. “Pers mewartakan gagasan optimistis dan kreatif, serta informasi yang benar, baik, dan bermanfaat kepada masyarakat. Dalam rangka mengedukasi dan mengawal, karya jurnalistik dapat memicu semangat pemulihan ekonomi di tengah pandemi Covid-19 di Surabaya,” ujarnya, Minggu (7/2). Adi Sutarwijono yang akrab disapa Awi ini menegaskan, pemerintah telah menyatakan bahwa penanganan kesehatan dan pemulihan ekonomi harus berjalan beriringan. Selain itu, produktivitas masyarakat butuh digenjot untuk terus tumbuh
meskipun di masa pandemi yang tak kunjung mereda ini. “Kami di DPRD Surabaya telah giat melaksanakan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Sejak awal pandemi Maret tahun lalu, kami konsisten menerapkan 3M, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan,” ungkap Awi. Tak hanya itu, pimpinan dan anggota DPRD Surabaya juga selalu berusaha aktif menyosialisasikan tentang pendemi Covid-19 kepada masyarakat, dan mengupayakan kepentingan-kepentingan warga di masa pandemi. “Pers juga harus aktif memacu ini dengan segala kekuatan yang dimiliki dan tetap berpegang pada etika profesinya. Melalui media, kita dapat memicu gagasan yang kreatif dan inovatif untuk mendorong pemulihan ekonomi,” jelasnya. Dengan demikian, Awi yakin bahwa pers akan menumbuhkan semangat dan optimisme kepada pemerintah dan masyarakat tentang berbagai gagasan dan tindakan kreatif dan inovatif di masa pandemi Covid-19. “Optimisme, api harapan terus dinyalakan, melalui karya-karya jurnalistik pers. S e l a m a t Ha r i Pers Nasional, jayalah pers Indonesia. Tetap berimbang dan independen,” pungkas Awi. (mg1/lis)
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
Kajari Surabaya Anton Delianto SH MH
Kedepankan Integritas dan Netralitas PERS merupakan pilar keempat dari demokrasi. Maka dari itu pers atau media massa mempunyai peranan penting dalam perkembangan kehidupan di masyarakat sesuai dengan fungsinya. Di mana secara umum fungsi pers adalah sebagai sarana untuk memberikan informasi, pendidikan, kontrol sosial, ekonomi, dan hiburan. Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya Anton Delianto, sebagai mitra strategis diharapkan insan pers hendaknya dapat selalu bersinergi dan senantiasa mem-
berikan kontribusi positif dalam pemberitaan. “Para rekan-rekan media bisa terus menjadi benteng informasi bagi masyarakat dan bersinergi, terlebih di tengah maraknya berita hoax,” ucapnya. Ia menambahkan, keberadaan insan pers telah banyak berperan dalam menyampaikan informasi-informasi berbagai kegiatan yang dilakukan, khususnya di lingkup Kejari Surabaya. “Di tengah maraknya berita hoax, media massa memiliki peranan yang
begitu penting dalam memberikan informasi yang tepat dan akurat kepada masyarakat,” imbuhnya. Selain itu, ia juga berharap agar jurnalis saat ini semakin mengedepankan integritas dan netralitas dalam pemberitaannya sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat. “Selamat Hari Pers Nasional, semoga insan pers saat ini semakin sejahtera dan terlindungi. Semoga kita bisa saling kompak dan solid dalam hal pemberitaan kepada masyarakat, khususnya di Kota Surabaya,” harapnya. (mg5/lis)
memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 23
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo
Doakan Insan Pers Sehat MEDIA mempunyai peranan penting untuk mengedukasi masyarakat kaitannya dengan pola hidup sehat di masa pandemi Covid-19. Menurut Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo, pers sangat berperan penting dalam memberikan informasi kepada masyarakat tentang bagaimana agar bisa menjaga kesehatan dan terhindar dari virus corona yang mematikan itu. “Media harus menyuarakan berita-berita positif, di antaranya terkait disiplin protokol kesehatan (prokes) di masyarakat,” kata Hartoyo. Dalam kesempatan ini, Hartoyo juga mengucapkan
semoga dengan peringatan HPN 2021, insan pers yang ada di Surabaya maupun di seluruh Indonesia selalu diberikan kesehatan serta dapat lebih mencerdaskan bangsa. Hartoyo juga menyebut bila pers merupakan mitra kerja yang strategis. Terutama dalam menyampaikan program-program pemerintah berkaitan dengan disiplin prokes untuk pencegahan maupun mengurangi pandemi covid-19 ini. “Meskipun media tidak dilibatkan sebagai sumber elemen yang utama, namun melalui media program-program pemerintah bisa tersampaikan kepada masyarakat,” pungkas Hartoyo. (rio/lis)
memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 24
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
memorandumredaksi@gmail.com
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum
Media Jadi Sarana Edukasi KAPOLRES Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 ini berharap kepada insan pers untuk selalu memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dengan pemberitaan yang positif di masa pandemi Covid-19. “Sehingga masyarakat bisa tergerak hatinya dan mendukung upaya penanganan Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan,” kata Ganis. Menurut Ganis, selama ini Polres Pelabuhan Tanjung Perak menjalin hubungan baik dengan media dan selalu bersinergi. “Jadi media bisa menjadi sarana edukasi. Kita berharap informasi yang disampaikan adalah informasi yang baik dan benar,” ujarnya.
Sinergritas ini seperti halnya kegiatan, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak bersama wartawan mengelar peringatan HPN 2021 dengan melaksanakan kegiatan bakti sosial pembagian sembako dan penanaman pohon di kawasan Kenjeran, Sabtu (6/2). Kegiatan tersebut bertempat di Pantai Batu-Batu, kawasan Kejawan Lor, dimulai pukul 07.00. Hadir dalam kegiatan ini para pejabat utama (PJU) Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan puluhan wartawan dari berbagai media. Baik cetak, elektronik, dan online. Turut hadir Kapolsek KenjeranKompol Esti Setija Oetami bersama Wakapolsek AKP Prayitno dan para kanit. Juga hadir sekitar 100 warga yang telah ditunjuk untuk memperoleh bantuan sembako.
Kapolres menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk sinergitas Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan polsek jajaran bersama wartawan. Sebelum dilakukan pembagian Sembako, kapolres, para PJU polres, dan anggota Polsek Kenjeran bersama wartawan melakukan penanaman pohon. Total 50 pohon dari berbagai jenis ditanam di sepanjang bibir Pantai Batu-Batu, dilanjutkan pembagian sembako yang telah disiapkan kepada 100 warga yang hadir. Ganis berharapkan bantuan sembako tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. “Meskipun nilainya tidak seberapa, tapi semoga dapat meringankan beban masyarakat,” pungkasnya. (alf/lis)
AKBP Ganis Setyaningrum membagikan sembako kepada warga.
HALAMAN 25
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 26
Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Marzuki Mustamar
Utamakan Tabayun
Ketua PW Muhammadiyah Jatim Saad Ibrahim
Media Butuh Idealisme dan Kejujuran PERINGATAN Hari Pers Nasional (HPN) 2021 menjadi momen penting bahwa media massa dalam memberikan karya jurnalistik selalu mengedepankan idealisme dan kejujuran. Karena itu menjadi pilihan penting, agar media massa bisa menyuarakan kebenaran. Hal ini disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur KH Saad Ibrahim. “Memasuki era industrialisasi 4.0 menjadi tantangan berat bagi pers. Karena peranan media massa dibutuhkan idealisme dan kejujuran,” terang Saad Ibrahim. Saad menegaskan, kepentingan industri menekan banyak kepentingan media massa sebagai peran kontrol. Apalagi saat ini informasi begitu deras tersampaikan kepada masyarakat. “Banyak kejadian besar tidak tercover di media massa yang mempunyai nama besar, tetapi pemberitaan itu muncul di media yang kecil. Ini menunjukkan derasnya informasi ke masyarakat sangat luar
biasa,” katanya. Saad menyebutkan, derasnya informasi ini juga tidak lepas dari majunya informasi teknologi (IT). Sehingga sebuah informasi yang muncul tidak harus didapat dari bacaan koran atau berbasis kertas. Namun, sumber berita banyak yang didapat dengan kencangnya informasi teknologi. “Ini menjadi tantangan media massa. Mereka harus mampu menyajikan pemberitaan yang benar-benar berimbang dan secara jujur,” tutur dia. Peran media massa yang kini banyak tergantikan oleh media sosial, harusnya juga menjadi perhatian masyarakat. Mana informasi itu jelas asal usul sumbernya, atau informasi berita yang tidak jelas sumbernya. “Saya kira masyarakat juga diminta cerdas memahami mana informasi berita yang akurat dan dapat dipercaya,” tegas Saad. Untuk itu, dirinya berharap karya jurnalistik harus ada cek, ricek, dan kroscek kembali, agar ada kejelasan
sumber informasi. Ia menyebutkan, memasuki era 4.0 media pemberitaan seperti koran harus mampu bersaing dengan derasnya sumber informasi dari media sosial. Dirinya menyebutkan, banyak media yang kini bergeser karena kuatnya industrialisasi media massa. Saad menegaskan media massa berperan untuk menyebarkan berita secara cepat dan luas serta memberikan informasi yang dapat mencerdaskan masyarakat. Kini media massa mendapatkan tantangan besar akibat perkembangan arus globalisasi. Di era digital dan majunya teknologi, peran media massa harus mampu memberikan pemberitaan jauh lebih baik. Sebab saat ini, masyarakat bisa mengakses berita maupun informasi lain dari internet dengan mudah. “Perubahan zaman yang semakin canggih memang tidak bisa dibendung. Media massa harus mampu mempertahankan Idialisme dan kejujuran,” tutup Saad Ibrahim. (day/lis)
SEMANGAT memperingati Hari Pers Nasional (HPN) bagi pekerja media massa dan perusahaan media massa harus mendahulukan klarifikasi dan pemberitaan berimbang. Selain itu, media juga diharapkan bisa berperan sebagai tabayun atau pendamai. Penegasan ini disampaikan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim KH Marzuki Mustamar. “Pemberitaan harus menghormati kaidah jurnalistik yang berimbang. Karena media massa sebagai alat pemersatu bangsa,” tegas dia. KH Marzuki menyampaikan, mendukung upaya penuh pers memerangi wartawan yang memanfaatkan untuk kepentingan dirinya sendiri. Ia berharap peran media massa lebih tegas terhadap oknum wartawan yang merugikan nama harum jurnalistik. “Mari perangi wartawan bodrek, karena itu harus ada tindakan tegas jika merugikan kepentingan bangsa,” tandas dia. Pimpinan Pondok Pesantren Sabiilul Rosyad, Gasek, Malang, ini menegaskan, pemberitaan seharunya mengklarifikasikan kembali terhadap narasumber. Upaya ini menghindari kekeliruan atau pemahaman yang kurang dari wartawan. “Jika sudah menjadi produk jurnalistik, maka bisa merugikan jika pemahaman terhadap penulisan berbeda,” tegas KH Marzuki. Sejauh ini, peran media massa diharapkan mampu ikut mendukung kebijakan pemerintah. Karena itu, Nahdlatul Ulama berharap semua elemen bangsa bersatu memajukan kepentingan menjaga persatuan dan kesatuan. Peringatan HPN 2021 dalam suasana pandemi Covid-19. Karena itu, beliau mengingatkan agar tetap menjaga protokol kesehatan. “Mari kita bersama-sama menjaga. Apalagi perayaan ini digelar di saat pandemi,” ujar dia. Sebagai ketua organisasi Islam terbesar di tanah air, KH Marzuki Mustamar mendorong semakin majunya pembangunan bangsa Indonesia. Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 harus dijadikan sebagai ajang mem-
perkuat jalinan kerja sama antara pemerintah dengan segenap insan pers. Karena itu, media massa mampu menyajikan pemberitaan yang menyejukkan, dan tidak membuat masyarakat panik. Apalagi kondisi pandemi seperti ini, media massa lebih mampu meyakinkan peranannya ikut membangun kesadaran masyarakat. “Jangan sampai pemberitaan membuat pembaca kurang. Karena itu kroscek menjadi penting,” tegas KH Marzuki Mustamar. Semangat optimistisme yang dibagikan akan membuat masyarakat semakin termotivasi. “Mari bersama-sama membangun pers yang sehat,” pungkas KH Marzuki Mustamar. (day/lis)
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
HALAMAN 27
memorandumredaksi@gmail.com
Kepala Humas Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) M Ghofirin
HPN Jadi Momentum Edukasi Pencegahan dan Pemulihan Ekonomi KEPALA Humas Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) M Ghofirin meyakini, penta helix collaboration (akademisi, pengusaha, komunitas, pemerintah, dan media) mampu menjadi daya ungkit dalam proses akselerasi (percepatan) pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi Covid-19. Media berperan penting dalam proses inklusi (perangkuman), edukasi, dan penerangan bagi masyarakat untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dan dihindari dalam pemulihan ekonomi serta memutus rantai penyebaran Covid-19. “Ini lah yang dibutuhkan masyarakat. Selain fungsi kontrol, pers menjadi penyambung hasil pemikiran penta helix. Dengan terus
melaksanakan fungsinya, media akan memberikan impact (dampak). Masyarakat akan paham apa yang dimaksud dengan resesi ekonomi, apa yang harus dilakukan untuk akselerasi pemulihan ekonomi,” tegas Ghofirin, Minggu (7/2). Ia mengungkapkan, dalam menghadapi pandemi yang tak kunjung mereda ini masyarakat tidak bisa hanya dengan berdalih menerapkan protokol kesehatan. Lantas masyarakat bisa berbuat lebih dari sekedar tinggal di rumah dan menunggu keajaiban terjadi. Di masa digitalisasi teknologi, masyarakat telah dimanjakan oleh Internet of Thinks (IoT) yang dapat menjadikan segalanya dalam genggaman. Masyarakat harus terlibat, tidak hanya
sebagai konsumen melainkan berlaku sebagai produsen. “Langkah-langkah inilah yang bisa kita lakukan di samping langkah fundamental seperti menahan diri untuk berbelanja kebutuhan sekunder dan tersier, tetapi mendahulukan kebutuhan primer. Menahan diri dari melakukan kegiatan di luar rumah yang nilai manfaatnya justru lebih kecil dibanding nilai risikonya,” papar Dosen FEB Unusa ini. Selain itu, masyarakat perlu menambah porsi saving (penghematan atau menabung) lebih dari biasanya dibandingkan spending (pengeluaran atau belanja). Petani harus mulai berpikir untuk menabung hasil pertaniannya. Bagaimana pedagang menggunakan hasil labanya lebih besar untuk
menambah porsi tabungan, begitu pula profesi lainnya. “Tentu ini bisa dilakukan bukan hanya oleh orang-orang yang berpenghasilan tetap melainkan juga bagi mereka yang berpenghasilan tidak tetap. Saat ini kita harus lebih bijaksana dalam menggunakan pendapatan dengan menekan spending dan meningkatkan saving,” terang Ghofirin. Menurut Ghofirin, langkah-langkah inilah yang menjadi peran pers dan masyarakat dalam ikut menyukseskan akselerasi pemulihan ekonomi nasional. Dirinya berharap, pers lebih aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Edukasi protokol kesehatan dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 sudah begitu masif, bahkan Ghofirin
khawatir cenderung menciptakan sebuah paranoid di tengah masyarakat. Lantaran dari informasi ter-update seputar dampak Covid-19 oleh sebagian masyarakat diterima dengan sebuah kekhawatiran yang berlebihan. Ini menjadi kontraproduktif di tengah masyarakat. Mereka takut keluar rumah padahal harus bekerja, mereka menjauhi tetangganya karena terindikasi terpapar Covid-19. “Saatnya pers untuk mengimbangi potensi paranoid masyarakat itu dengan edukasi, literasi, dan pendidikan. Hal-hal penyeimbang inilah yang harus juga tidak kalah masifnya, dibandingkan dengan masifnya informasi seputar akibat-akibat fatal yang ditimbulkan Covid-19,” pungkas Ghofirin. (mg1/lis)
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
Ketua Harian KONI Jatim Muhammad Nabil
HALAMAN 28
memorandumredaksi@gmail.com
Ketua NPCI Amin Alwachijah
Jadilah Pers yang Hadir Pers Harus Lawan Hoax di Masa Pandemi untuk Masyarakat DI tengah pandemi Covid-19, peran pers dinilai sudah efektif oleh Muhammad Nabil, Ketua Harian KONI Jatim. Sebab informasi yang disajikan kepada masyarakat sudah proporsional dengan memberikan warning dan data terkait kebenaran Covid-19. “Pers memberikan informasi tentang Covid-19 kepada masyarakat tanpa mengancam dan menekan, sehingga masyarakat tidak resah dalam menghadapi pandemic ini,” tuturnya. Hal itu terbukti, kata Nabil, bahwa masyarakat sudah semakin sadar dilihat dari meningkatnya tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). “Itu kan terjadi akibat kerja sama pemerintah dan pers yang dengan segera mengabarkan kebijakan terkini. Bila tidak ada pers tentu akan terjadi keterlambatan informasi,” ujarnya. Adapun dalam menghadapi gejolak pandemi, di samping memberikan sosialisasi prokes, internal KONI Jatim bahkan mengembangkan suatu program khusus untuk diterapkan di kancah olahraga. “Kita sudah ikhtiar dengan rapi, mulai dari level penerimaan tamu kita kurangi, rapat sudah virtual, penyemprotan disinfektan dilakukan sejak Maret tahun lalu itu, dan kita sudah melakukan training from home (TFH),” sebut Nabil. Program TFH yang digagas tersebut dilangsungkan sebagai upaya pencegahan agar para atlet KONI tetap latihan. Namun dengan tidak berinteraksi secara langsung dengan pihak-pihak lain seperti pelatih, atlet, maupun warga. “Jadi latihannya di rumah selama empat bulan, setelah itu pada September para atlet kita latih tidak menggunakan bentuk TFH lagi, namun sudah fokus ke PNN,” paparnya. Nabil melanjutkan, PNN merupakan puslatda new normal. Latihan yang dikemas khusus melalui masing-masing mess yang ada. Salah satunya di mess KONI, mess Unesa, dan mess lokal yang lainnya. “Ada pelatih untuk para atlet di sana. Mereka dibina dengan proposional. Na-
mun penerapan kita teratur dengan melarang atlet untuk keluar bebas dari mess kecuali ada keperluan keluarga. Mereka latihan pun dibatasi dan tidak diperkenankan menerima tamu. Bahkan sebelum masuk mereka pun harus di-swab terlebih dahulu, sehingga jika ada yang positif tentu akan kita amankan. Setiap keluar masuk dari mess harus tes swab terlebih dahulu,” terangnya. Sementara belum tuntasnya pandemi ini memaksa sektor olahraga untuk berhenti sejenak dalam menyelenggarakan kejurnas maupun andil dalam event-event nasional yang lain. “Memang problemnya mereka, atlet kami menjadi minim bertanding dan berlomba. Namun konsep kita filosofinya begini, pertama keselamatan dulu, kedua kesehatan, ketiga baru prestasi. Jangan berpikir prestasi dulu tapi keselamatan tidak terjamin,” tegas Nabil. Keselamatan dinilainya jauh lebih penting, terlebih berhadapan dengan Covid-19 yang dapat menerkam nyawa seseorang. Hal itulah yang menjadi pertimbangan KONI Jatim dengan tidak menghendaki atletnya untuk berlaga. Kembali ke pers, M Nabil berharap pers dapat terus hadir di tengah-tengah masyarakat dengan memberikan berita yang benar namun tidak menimbulkan persoalan. “Tidak semua kebenaran itu harus diinformasikan kepada masyarakat atau publik. Apabila kebenaran itu akan menimbulkan persoalan, maka tidak perlu diinformasikan,” tuturnya Pers selain berkodrat sebagai pejuang kebenaran dan independen, jangan sampai berita yang disampaikan pers menimbulkan gejolak baru yang malah menyebabkan disintegrasi karena sebuah pemberitaan. “Saya selalu teringat dan di beberapa tempat selalu saya sampaikan, ceramah dari pendiri Memorandum, Bang Agil H Ali. Bahwa di dunia pers itu ada white lies, yaitu bohong putih. Jadi bohong untuk kebaikan, bohong menciptakan suasana yang lebih baik dari suasana sebelumnya. Jadi tidak semua yang diberitakan menjadi kepentingan bisnis pers, tapi lebih mempertimbangkan kepentingan dan kestabilan masyarakat,” pungkasnya. (mg3/lis)
SEJAK pandemi Covid-19 yang hingga kini belum juga mereda, pers diakui oleh Ketua Komite Paralimpiade Nasional Indonesia (NPCI) Amin Alwachijah berkontribusi besar dalam mengawal informasi terkini dengan cepat dan akurat. “Melalui pers, masyarakat Indonesia bisa mengetahui informasi dengan cepat, akurat, dan terpercaya tentang bahaya Covid-19,” tutur Amin Alwachijah. Namun ia menilai, masih ada informasi bohong yang muncul dan meresahkan masyarakat. Tidak dipungkiri masih ada beberapa media berplatform digital yang memberikan informasi bohong (hoax). “Sehingga informasi yang disampaikan dapat menimbulkan kekhawatiran dan keresahan di tengah masyarakat,“ jelasnya. Untuk itu, pria yang pernah meraih juara 1 dalam kejuaraan Indonesia National dan Open Masters Athletics Championship 2019 ini berharap pers mampu menekan laju informasi sesat dengan informasi yang akurat.
“Terutama bagi media massa yang berplatform digital agar dapat memberitakan informasi yang telah teruji kebenarannya. Khususnya selama pelaksanaan dan pascapelaksanaan vaksinasi Covid-19, agar upaya Pemerintah Republik Indonesia dalam memutus mata rantai
penyebaran Covid-19 dapat berjalan dengan maksimal,” harapnya. Lebih jauh Amin menuturkan upaya NPCI Surabaya dalam memutus penyebaran Covid-19 yakni dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga metabolisme tubuh. “Sebagai pengurus kami selalu sosialisasikan pentingnya 3M, di samping itu tindakan preventif juga kita terapkan sesuai pesan bapak Menpora. Selama 8 bulan para pelatih dan atlet disuplai vitamin, masker, hand sanitizer, dan sabun untuk mematuhi prokes, sehingga Covid-19 cepat mereda,” beber pria yang masih aktit sebagai atlet paralimpik Indonesia ini. Amin Alwachijah berharap pers sebagai akselerator dapat beriringan bersama pemerintah dalam mengawal informasi kepada masyarakat luas. “Selamat Hari Pers Nasional, semoga bersama kita dapat menekan laju pandemi. Tetap semangat dan sehat, salam olahraga,” pungkasnya. (mg3/lis)
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
memorandumredaksi@gmail.com
Ketua KONI Surabaya Hoslih Abdullah
Pers Hadir untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi PENYAMPAIAN berita terkini menjadi satu peran tersendiri bagi media massa. Namun dibalik itu, di tengah dentuman dan tekanan pandemi pers diharapkan dapat ikut andil dalam mendukung pemulihan ekonomi. “Dengan cara menyampaikan informasi secara cepat dan tepat tentang program yang digagas oleh pemerintah. Salah satu contohnya terkait UMKM dan program lain dengan begitu dapat mendukung pemulihan ekonomi di Indonesia,” ujar Ketua KONI Surabaya Hoslih Abdullah.
Menelisik lebih dalam, menurut pria yang akrab disapa Cak Dullah ini menilai peran pers sudah cukup baik dalam keikutsertaannya membantu pemerintah memutus mata rantai Covid-19. “Media sudah memberi porsi yang lebih banyak tentang penanganan Covid-19 dan protokol kesehatannya. Sehingga masyarakat yang belum mendapat informasi lengkap, akhirnya lebih memahami dan menaati semua aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah melalui pemberitaan tersebut,” jelasnya.
Sementara, saat disinggung upaya apa yang sudah disematkan oleh internal KONI Surabaya dalam memutus sebaran Covid-19, bersama para atlet sudah kompak mengaktifkan protokol kesehatan dalam setiap aktivitasnya. “Kami sudah memberi imbauan kepada 47 cabang olahraga KONI Kota Surabaya agar ikut serta menyosialisasikan prokes dan aturan lainnya kepada seluruh pengurus, pelatih, dan atlet. Bahkan atlet kami belum diizinkan melakukan latihan terlebih dahulu sebelum ada ketentuan
yang mengatur prokes olahraga,” bebernya. Di samping berperan memulihkan ekonomi, Cak Dullah berharap pers sebagai akselerator perubahan untuk tidak kendor dalam menyajikan informasi seputar Covid-19. “Jangan kendor, secara terus menerus ikut serta menyampaikan informasi yang positif terkait upaya dan penanganan terkini. Semoga Covid-19 lekas mereda. Selamat Hari Pers Nasional 2021, tetap semangat dan jaya,” tegas Cak Dullah. (mg3/lis)
HALAMAN 29
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
Berharap agar pers menjadi bagian dari pemerintah dan masyarakat dalam penanganan Covid-19 melalui pemberitaan yang objektif, dan membangkitkan optimisme masyarakat.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr Ir Wahid Wahyudi MT
Pers Bangkitkan Optimisme Masyarakat Di tengah melawan pandemi Covid-19, peran pers sangat dibutuhkan. Sebab, masyarakat membutuhkan informasi yang benar dalam perkembangan terkini agar bisa menetukan sikap untuk bangkit dari keterpurukan. “Diharapkan pers menyampaikan informasi berupa fakta dan data yang sebenarnya tentang Covid -19. Baik terkait dengan aspek epidemologinya maupun dampak sosial ekoniminya,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr Ir Wahid Wahyudi MT. Wahid menambahkan bahwa dengan pemberitaan tersebut dapat memberikan edukasi kepada masyarakat. Seperti halnya bagaimana masyarakat mematuhi protokol kesehatan, dan menjalankan perilaku hidup sehat. Selain itu, Wahid berharap pers harus menyampaikan informasi tentang Covid-19 yang mampu menumbuhkan optimisme masyarakat. Bukan sebaliknya, di mana informasi tersebut membuat ketakutan kepada masyarakat yang berlebihan. “Berharap agar pers menjadi bagian dari pemerintah dan masyarakat dalam penanganan Covid-19 melalui pemberitaan yang objektif, dan membangkitkan optimisme masyarakat,” lanjut Wahid. Dalam hal ini, Wahid menekankan agar pers wajib menyumbangkan
pemikiran-pemikiran yang solutif untuk mengatasi berbagai dampak sosial ekonomi dari Covid-19. Selain itu, pers menjadi media partner pemerintah, khususnya dalam pemberitaaan program pemulihan ekonomi yang dilaksanakan pemerintah. “Dengan memberitakan program pemerintah, masyarakat memiliki informasi yang valid dan lengkap tentang langkah-langkah pemulihan ekonomi yang akan dilakukan, sehingga masyarakat bisa berpartisipasi aktif,” tambahnya. Sedangkan di tengah pandemi ini, dinas pendidikan juga sudah menjalankan program untuk mencegah dan memutus penyebaran Covid-19. Seperti halnya pembelajaran yang dilakukan dengan sistem pembelajaran jarak jauh. Dengan sistem tersebut, menurut Wahid dapat menghindari kerumunan yang berpeluang menjadi klaster penyebarluasan Covid-19. “Dalam sistem pembelajaran, kami mengembangkan berbagai platform pembelajaran berbasis IT. Sehingga masa belajar di rumah dapat berjalan efektif,” lanjut Wahid.
Sedangkan untuk meringankan beban wali murid, dalam pembelajaran online, dinas pendidikan nemberikan bantuan kuota internet dan relaksasi penggunaan anggaran BOS dan BPOPP. “Dengan bantuan tersebut, agar dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran online,” imbuh Wahid. Bahkan untuk daerah-daerah yang tidak terjangkau internet, dinas pendidikan memberikan bantuan pada anak didik dengan program ABM (anjungan belajar mandiri) Jatim Cerdas. Program ini merupakan platform pembelajaran digital yang dapat dioperasikan secara offline. Terpenting pihaknya tidak henti-hentinya memberikan edukasi kepada seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan tentang protokol kesehatan, dan perilaku hidup sehat. “Dengan tetap menjalankan protokol kesehatan, tidak sulit untuk memutus penyebaran Covid-19,” tegas Wahid. Tidak hanya menimba ilmu, namun pada siswa ini juga memberikan sumbangsih nyata kepada masyarakat berupa batuan-bantuan karya dari siswa tersebut. Sumbangsih yang diberikan tersebut berupa hand sanitizer, hazmat, disinfektan. “Dengan sumbangsih yang diberikan anak didik ini, tak lepas dari pendampingan dari para guru,” pungkasnya. (tyo/lis)
memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 30
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 31
Tekan Persebaran dan Kematian Covid-19 Dandim 0824 Jember dan Kapolres Jember Pimpin Long March dan Bagi-Bagi Masker BELUM meredanya sebaran pandemi Covid-19 di Jawa Timur khususnya di Kabupaten Jember, Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin SSos MIPol dan Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK MH bersama-sama menggelar aksi long march. Kegiatan menyosialisasikan gerakan hidup sehat itu dilakukan dari depan Makodim 0824 menuju depan Kantor Pemkab Jember (alun-alun). Sembari berjalan anggota yang ikut dalam uapaya menekan perseberan Covid-19 itu juga membentangkan spanduk bertuliskan “Ayo Dulur Hidup Sehat Lawan Virus Corona”. Aksi ini diawali dengan melakukan operasi yustisi dan bagi-bagi masker di tempat keramaian, sepanjang jalan PB Sudirman dan keliling alun-alun diikuti Badut Semeru (Si Polin) didampingi oleh para polisi wanita (polwan). Acara tiga pilar Satgas Penanganan Percepatan Covid-19 itu bertujuan menekan angka persebaran dan kematian akibat Covid-19. Selain itu tidak henti-hentinya mengimbau guna menghindari agar tidak masuk zona merah lagi serta rutin melakukan upaya penertiban pemakaian masker. Kegiatan ini diawali dengan apel bersama di Makodim 0824/Jember dipimpin dua pucuk pimpinan yakni La Ode M Nurdin dan AKBP Arif Rachman Arifin, selaku penanggung jawab operasi yustisi untuk memberikan pengarahan sebelum menuju ke lokasi kegiatan. Operasi yustisi dan bagi-bagi masker yang melibatkan personel dari Kodim 0824/Jember, Polres Jember, satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember ini dikonsentrasikan di depan makodim di Jalan PB Sudirman, Kelurahan Jemberlor, Kecamatan Patrang. Letkol Inf La Ode M Nurdin mengatakan, operasi yustisi dan bagi-bagi masker di tempat keramaian oleh tiga pilar itu, merupakan kegiatan rutin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan (prokes). “Kami dari unsur TNI-Polri dan satpol PP akan terus bersinergi untuk memasifkan razia kepatuhan masyarakat terhadap prokes supaya tidak masuk zona merah lagi. Salah satunya adalah patuh memakai masker saat berada di luar,” katanya, Minggu (31/1). Dari kegiatan operasi tersebut dapat diketahui bahwa saat ini masyarakat mulai mengabaikan prokes. Terbukti ada beberapa pelanggar yang kebanyakan tidak memakai masker yang kemudian diberi sanksi sosial oleh petugas. “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk turut masif membantu pemerintah juga TNI-Polri guna mempercepat memutus perseberan Covid-19 meskipun proses vaksinasi telah berjalan secara bertahap,” paparnya.
Untuk mencegah penyebaran Covid-19, lanjut La Ode, kini masker telah menjadi perlengkapan wajib yang harus dikenakan seseorang saat bepergian ke luar rumah. Terlebih, saat ini diterapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sementara itu, Arif Rachman Arifin menyampaikan, langkah awal mencegah persebaran virus yakni dengan menggunakan masker, sering mencuci tangan, menjaga jarak, dan menjauhi kerumunan. Imbuh Arif, hal-hal tersebut y diingatkan g p tidak bosan-bosannya kepada yarakat. masyarakat. “Untuk diketahui di akhir tahun hingkhir bulan Januari ini adalah tingkat ga akhir nggi jumlah pasien positif Covid-19 tertinggi dari bulan sebelumnya. Rata-rata yang ninggal adalah terlambat untuk pemeninggal a, tentunya sebagai aparat kita wajib riksa, uk selalu mengingatkan dan mendiuntuk nkan masyarakat,” urainya. siplinkan Masih kata kapolres, pada hari ini aknya secara massal juga mempihaknya ikan masker kepada masyarakat bagikan ber. “Pembagian masker ini dilaJember. annya serentak di seluruh jajaran kukannya es Jember,” ucap Arif. Polres Sambung dia, kegiatan ini sebagai tuk anjuran dan imbauan untuk bentuk ga Jember ketika diberlakukan warga KM agar semuanya tetap disiplin PPKM adap prokes guna menekan laju terhadap ebaran Covid-19, di mana peningpersebaran an kasus kerap terjadi akibat transkatan misii lokal. Tak cuma sekadar membaan masker gratis, tim gabungan gikan es dam kodim juga berupaya polres ngampanyekan penmengampanyekan ahan Covid-19 cegahan gan cara kreatif dengan at papan edulewat r makasi,, banner, n atribut boupun a polisi untuk neka mperingatkan memperingatkan ga agar selalu warga pada terhadap waspada terhadap ularan virus copenularan a. rona. Kampanye prokes ebut juga dilakukan tersebut gan imbauan mulai didengan n mengenakan masker, siplin ncuci tangan, menerapmencuci kan jaga jarak , dan mempertakan pola hidup sehat. Seohankan g warga Jember Lor, Yuyun rang dayani (40), menuturkan Handayani wa kegiatan pembagian bahwa ker itu sangat mengemasker asi masyarakat untuk dukasi lu menjaga diri selalu diri, keluarga, sendiri, dan orang lain dari penularan id-19. (edy/ Covid-19. nov))
Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin SSos MIPol dan Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK MH, memimpin operasi yustisi di depan makodim.
Kami dari unsur TNI-Polri dan satpol PP akan terus bersinergi untuk memasifkan razia kepatuhan masyarakat terhadap prokes supaya tidak masuk zona merah lagi. Salah satunya adalah patuh memakai masker saat berada di luar.
Letkol Inf La Ode M Nurdin
Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin SSos MIPol dan Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Ariefin SIK MH membagikan masker kepada warga di Alun-Alun Jember.
Untuk diketahui di akhir tahun hingga akhir bulan Januari ini adalah tingkat tertinggi jumlah pasien positif Covid-19 dari bulan sebelumnya. Rata-rata yang meninggal adalah terlambat untuk periksa, tentunya sebagai aparat kita wajib untuk selalu mengingatkan dan mendisiplinkan masyarakat.
AKBP Arif Rachman Arifin Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin SSos MIPol dan Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK MH, long march ke Alun-Alun Jember dalam rangka mengimbau masyarakat untuk selalu hidup sehat.
Dandim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin SSos MIPol dan Kapolres Jember AKBP Arif Rachman Arifin SIK MH.
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id memorandum
HALAMAN 32
memorandumredaksi@gmail.com
Bersama Rakyat, TNI Kuat Prajurit Raider 509/Balawara Yudha dan Polri Bantu Warga Terdampak Banjir Hujan deras dengan intensitas tinggi melanda 7 Kecamatan dan 13 desa/kelurahan, wilayah Kabupaten Jember dalam satu bulan terakhir, berdampak meluapnya air sungai dan banjir lumpur.
Danyonif Raider 509/Balawara Yudha, Kostrad Jember Letkol Inf Syafrinaldi SE
509/Bala der 509/Balawara Yudha (BY), Jemb Letkol Inf SyafKostrad Jember me rinaldi SE memberikan bantuan paket sembako serta mengerahkan personelnya bersama Polri, dan mem relawan membersihkan lumpur d permukiman warga dan sampah di meringa guna meringankan beban masyarakat. Syafrinaldi mengatakan, untuk wa terdampak banmembantu warga Yo jir, anggota Yonif Raider 509/BY, Kostrad selalu terdepan dikerahkan tengah-ten di tengah-tengah masyarakat unbahu-mem tuk bahu-membahu membersihs kan lumpur serta material akibat banjir. “Pasukan Yonif Raider 509/ te BY, Kostrad terpanggil untuk meden ringankan dengan memberi bantuankebutuh tuankebutuhan sembako dan membersihka sisa-sisa puing bamembersihkan lu ngunan serta lumpur di lingkungan warga, kata danyonif. rumah warga,” Tentunya, imbuh Syafrinadi, pa prajurit sangat kehadiran para berarti untuk membantu masyaterdamp banjir di sejumrakat terdampak lah tempat. M Mulai di Kecamatan Te Bandealit, Tempurejo, Patrang, da Kaliwates, akibat Sumbersari dan Sung Bedadung yang luapan Sungai den dibarengi dengan lumpur masuk permukim penduduk. ke permukiman Sambun dia, pemberian Sambung p bantuan paket sembako di Ba Dusun Bandealit, Wonosari, Ando dan Andongrejo, Kecamatan Tempure berupa pakaian Tempurejo pak beras, mi instan, layak pakai, minyak goreng, dan telur. Sedangk Sedangkan kegiatan karya je danyonif, terbagi bhakti, jelas
Prajurit Raider 509/Balawara Yudha, Kostrad Jember dan Polri bersama masyarakat membersihkan sisa lumpur di rumah warga terdampak banjir.
FOTO-FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO
Bahkan, terjangan air bercampur lumpur itu memorak-porandakan sejumlah bangunan dan permukiman penduduk. Rumah, fasilitas umum, jembatan, serta tempat pendidikan luluh lantak. Ikut merasakan penderitaan masyarakat terdampak musibah itu Danyonif Rai-
Danyonif Raider 509/Balawara Yudha, Kostrad Jember Letkol Inf Syafrinaldi SE menyerahkan bantuan secara simbolis kepada korban bencana.
menjadi 30 orang di Kecamatan Kaliwates, 15 orang di Kecamatan Sumbersari, dan 25 orang di Kecamatan Patrang. Selain itu, Yonif Raider 509/BY, Kostrad juga bekerja sama dengan DPD REI Jatim, REI Komisariat Jember, dan BTN Jember menggelar bakti sosial membagikan sembako serta baju layak pakai kepada masyarakat Wonosari dan Andongrejo. Aksi sosial yang dilaksanakan di Wonosari dan Andongrejo, tutur Syafrinaldi, merupakan wujud pengabdian TNI yang peduli kemanusiaan terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesusahan
terkena dampak bencana alam. Masih kata Syafrinaldi, pihaknya bersama DPD REI Jatim, REI Komisariat Jember, dan BTN Jember bersinergi memberikan bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak banjir. “Tujuannya mempercepat penanganan pascabanjir dengan membersihkan sampah supaya tidak menimbulkan penyakit di masyarakat, serta membantu kekurangan kebutuhan korban bencana,” pungkas Syafrinaldi. Sementara itu, Iman Arsi, Ketua RW 18 Lingkungan Sumberdandang, Kelurahan Kebonsari, Keca-
matan Sumbersari menyampaikan, warga yang terdampak banjir kategori berat berada di 2 RT yaitu RT 3 dan 4, dengan jumlah 20 kepala keluarga (KK). “Yang terparah di dua 2 RT, rumah kemasukan lumpur dan perabotan rumah tangga hanyut akibat luapan Sungai Bedadung. Tiga hari pasca kejadian kami telah mendapat bantuan sembako dan Polri,TNI, Pemkab Jember, maupun dari relawan dan perorangan,” jelas Iman Arsi. Berkat dukungan tenaga dari personel Polri,TNI, serta relawan, lanjut Iman, sangat membantu warga dalam meringankan kegiatan bersih-bersih di lingkungan masing-masing. “Alhamdulillah dengan kerja tim dan bergotong-royong bersama masyarakat membersihkan puing-puing dan barang bekas rumah tangga yang tidak bisa terpakai agar tidak menjadi sarang penyakit,” tutupnya. Untuk diketahui di RW 1 Lingkungan Krajan barat, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari yang terdampak banjir ada 10 rumah dengani 14 KK sekitar 40 warga. Sedangkan di RW 31 Lingkungan Tegalboto Kidul ada 3 rumah dan 1 musala rusak berat. Sedangkan menurut Plt Lurah Kepatihan Nanang, wilayah yang terdampak di RW 22 sebanyak 3 rumah hanyut/rusak berat, rusak sedang/ringan 17 rumah, dan terendam ada 21 rumah. Dari data BPBD Kabupaten Jember, luapan aliran Sungai Bedadung menerjang 7 Kecamatan dan 13 Desa, 411 KK menjadi korban.Tidak hanya merusak 5 bangunan fasilitas umum, banjir juga menyebabkan 8 rumah rusak ringan, 42 rumah rusak sedang, dan 27 rusak berat. (edy/nov)
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 33
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 34
Rektor Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Dr Mulyanto Nugroho
Garda Terdepan yang Mengedukasi
Adik Dwi Putranto saat menyerahkan bantuan dari Kadin Indonesia di RSI Surabaya.
Ketua Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto
Kadin Jatim Berdamai dengan Pandemi KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur turut merasakan dampak pandemi Covid-19, sejak merebak pada triwulan pertama 2020. Hampir seluruh sektor perekonomian terimbas. Pilihan menunggu pandemi rdamai”. Dengan mencari seluruh berlalu atau “berdamai”. pat digarap agar roda perekonopotensi yang dapat et total. Khususnya, menjaga mian tidak macet itkan usaha mikro, kecil, dan dan membangkitkan KM). menengah (UMKM). Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, kan empat program prioritas sudah meluncurkan kan ekonomi Jawa Timur. untuk menggerakan Program untuk menjaga tingkat pertumbuhg sebelumnya tercatat lebih an ekonomi yang nal. Mulai dari peningkatan tinggi dari nasional. ngan, kinerja pariwisata, pekinerja perdagangan, er daya manusia (SDM), dan ningkatan sumber estasi. peningkatan investasi. m ketiga itulah, Pada program m menjaperan Kadin Jatim M terlihat. ga gairah UMKM Menggandeng BKSP (Badan fikasi Koordinasi Sertifi mur, Kadin Profesi) Jawa Timur, n memembangun dan embaga ngembangkan lembaga si (LSP) sertifikasi profesi erta komsebagai peran serta aupun petensi SDM maupun ersaingUMKM dalam persaingekaligus an bebas, dan sekaligus an peran mengembangkan Kadin Institute sebagai TUK (tempat ujii kompetensi). KM Jawa “Pelaku UMKM Timur pasti ikut terdamndemi pak di masa pandemi mulihan hingga masa pemulihan ua tidak nanti. Kita semua demi ini bertahu kapan pandemi ai kapan masa akhir dan sampai angsung. Kadin pemulihan berlangsung. k mau berdiam Jawa Timur tidak uga menyangkut diri karena ini juga nomi bangsa Indoketahanan ekonomi rja keras dan kerja nesia. Butuh kerja ekonomian di Jawa cerdas agar perekonomian ya tidak kian terTimur khususnya ngusaha agribisnis puruk,” kata pengusaha ersebut. asal Kota Batu tersebut.
Adik bahkan optimistis, semua ujian bisa dilewati bersama dengan catatan, ada sinergi yang kuat dengan seluruh komponen. “Termasuk antara pelaku usaha dengan pemerintah daerah. Sebab, langkah Kadin Jawa Timur tidak bisa berjalan mulus jika ada du kebijakan yang tidak berpihak pada dunia usaha. dik Termasuk regulasi-regulasi yang dikeluarkan dalam memutus mata rantai pen penyebaran virus corona ini,” bebernya. i Apalagi, pemerintah tahun ini u menganggarkan Rp 619 triliun untuk program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN). 20 yang Ada peningkatan di banding 2020 Put memicu keyakinan Adik Dwi Putranto, bahwa penanganan pandemi pemerintah pem men harus selaras dengan program menjaga roda perekonomian. memin disKadin Jawa Timur meminta men tribus PEN nanti bisa menyentuh m UMKM yang kesulitan mendapat perba akses kredit dari perbankan per (bankable). Sebab, persyaratan UMKM harus bankable bankab membuat serapan subsidi program PEN sangat rendah. Pada 2020 meng saja, yang bisa mengakses subhany 20 persidi kredit PEN hanya sen dari total jumlah UMKM y di Jawa Timur. “Ini yang harus s dipikirkan karena sebenarnya mereka merupakan UMKM pro yang memiliki prospek dan se kinerja bagus,” sebutnya. Adik bahkan flash back monet 1997. pada krisis moneter ekonom kreatif Ketika itu, ekonomi lebi tahan UMKM relatif lebih menghada situasi dalam menghadapi krisis. Hanya saja, saja persoalpand an di masa pandemi jauh pem berbeda. Ada pembatasan k pergerakan fisik konsumen kendati sejauh ini sudah UM banyak pelaku UMKM yang “O melek teknologi. “Oleh karena sel itu, stimulus bagi seluruh pelaku UMKM yang belum bankable menjadi hal yang harus dilakukan agar ekonomi bisa lebih cepat (*/epe pulih,” tegasnya. (*/epe/lis)
PERINGATAN Hari Pers Nasional (HPN) yang diselenggarakan pada 9 Februari setiap tahunnya juga bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia ini, kali pertama di tengah pandemi Covid-19. “Pers memegang peranan yang dominan dan penting dalam memberikan informasi kepada masyakat di masa yang penuh ketidakpastian,” tutur Rektor rakat niversitas 17 Agustus 1945 Surabaya Dr Mulyanto Universitas ugroho MM CMA CPA. Nugroho Secara umum, Dr Mulyanto Nugroho rpendapat, fungsi dan peranan pers berpendapat, alah sebagai media informasi, pendiadalah kan, hiburan, juga lembaga ekonomi, dikan, n kontrol sosial. dan “Pers juga merupakan garda terden karena mengedukasi terkait Copan d-19, masyarakat mendapatkan invid-19, masi dari media, baik konvensional formasi dari aupun elektronik,” jelasnya. maupun Dalam rangka memutus mata ntai Covid-19, rektor yang akrab rantai apa Cak Nug ini menuturkan bahdisapa a Untag Surabaya telah melakukan wa rbagai upaya pencegahan. berbagai “Sejak Maret 2020 kami telah memntuk Satgas Covid-19 yang diawali bentuk ngan penyemprotan lingkungan kampus dengan n menggalakkan budaya cuci dan ngan serta menggunakan tangan asker,” tegasnya. masker,” Penetapan lockwn, PSBB, dan down, KM oleh pePPKM
merintah menjadikan mobilitas masyarakat rendah. Hal ini, sebut Cak Nug, menjadikan peranan pers begitu strategis. Ketua Untag se-Indonesia ini melanjutkan, saat ini semua lini perekonomian memang terdampak dan terkendala oleh pandemi, baik di bidang jasa, perdagangan, dan manufaktur. Untuk memulihkan ekonomi maka dibutuhkan peranan dari masyarakat. “Patuhi protokol, mau divaksin untuk mencegah Covid-19, sehingga mobilitas masyarakat kembali normal. Dengan demikian, yakinlah ekonomi akan pulih,” tutup Cak Nug. (mg3/lis)
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 35
Silaturahmi PKS ke PWI Jatim
Bangun Komunikasi dengan Media
Sejumlah pengurus PWI Jatim menyambut kehadiran petinggi PKS.
MENYAMBUT Hari Pers Nasional, DPW PKS Jatim melakukan kunjungan ke kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur pada Senin (8/2). Dalam kunjungannya, Irwan Setiawan, Ketua DPW PKS Jawa Timur berharap terjalin kolaborasi positif antara PKS dan pers. Dalam kesempatan tersebut, Irwan juga mengucapkan Selamat Hari Pers Nasional 2021. Kolaborasi positif itu, menurut Irwan Setiawan, bisa dilakukan untuk sama sama mengusung agenda kebangsaan dan kerakyatan, memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. “Ketika PKS tampil di tempat bencana untuk membantu korban bencana, PKS sedang melakukan pendidikan politik kepada masyarakat. Sekaligus membawa pesan bahwa siapapun harus mengambil peran dalam meringankan permasalahan bangsa,” katanya. Irwan kemudian menyampaikan bahwa posisi pers dalam membangun bangsa ini sangat strategis, terlebih dalam era milenial saat ini dimana masyarakat dibanjiri berbagai informasi. “Banjir informasi di era milenial, era digital, terutama di medsos, jumlahnya luar biasa banyak. Karenanya kami berharap pers terus bisa menjadi rujukan utama, terdepan melawan hoaks. Memberi informasi yang akurat kepada publik,” ujarnya. Irwan menyampaikan, sebagai partai politik, pers adalah mitra yang menjadi
pilar dalam negara demokrasi. Edukasi politik yang dilakukan PKS kepada masyarakat juga perlu disebarkan kepada masyarakat melalui media. Dalam kunjungan itu, Ketua DPW PKS Jawa Timur, Irwan Setiawan, didampingi Kabid Humas PKS Jatim, Reni Astuti, Anggota DPRD Jatim dari PKS, Dwi Hari. Dan diterima oleh Ketua PWI Jatim, Ainur Rokhim, Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Jatim, Dwi Eko Lokononto dan Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Jatim, Mahmud Suhermono. Dalam kesempatan itu, Ainur Rohim, Ketua PWI Jatim menyampaikan apresiasinya kepada PKS Jatim. Ia mengatakan bahwa PKS termasuk partai yang berdiri sudah lama, sejak pasca reformasi 1998, dan berkiprah di pemilu 99. “Artinya, partai ini sudah tahu dan paham tentang aspirasi yang mendesak dan prioritas dari masyarakat Indonesia khususnya Jatim seperti apa. Sehingga saya yakin PKS bisa merumuskan harapan-harapan masyarakat dan melahirkan produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya. Ia kemudian mengatakan bahwa, SDM PKS banyak terdiri dari anak muda. “Dengan kelebihan ini, PKS punya kemampuan komunikasi yang baik kepada publik. Karena itu saya menyarankan, jangan lelah membangun komunikasi dengan media, sebagai upaya untuk menyampaikan informasi ke public,” katanya. (*/yok)
PERS SEBAGAI AKSELERATOR PERUBAHAN SELASA LEGI, 9 FEBRUARI 2021
memorandum.co.id
memorandumredaksi@gmail.com
Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim DR Mohamad Dofir SH MH
Bersama-sama Bangkitkan Ekonomi Rakyat Masa pendemi Covid-19 ini sangat berdampak dalam perekenomian rakyat. Terutama masyarakat kecil yang semakin terpuruk. Untuk itu, pemerintah pun bersinergi dan turut andil dalam mengangkat perekonomian dengan memberikan bantuan selama pandemi yang berjalan hampir setahun tersebut. Pastinya, di sini pers sebagai pilar keempat di negara demokrasi ini juga mempunyai peranan penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat terhadap apa yang dilakukan pemerintah dalam penanganan Covid-19 guna mengembalikan perekonomian yang baik. Salah satunya seperti ekonomi kerakyatan yang dikembangkan di suatu daerah dapat diinformasikan dan dipromosikan hingga daerah lain. Misalnya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pastinya di tengah pandemi ini, pendapatan mereka (UMKM, red) sangat berpengaruh. Sehingga harus melakukan beberapa terobosan dan inovasi agar produk yang dihasilkan masih bisa dicari dan dibeli masyarakat, meski harus malakukan promosi melalui digital. “Salah satu yang bisa dilakukan pers adalah mempromosikan mereka (UMKM, red.) karena dengan promosi bisa diketahui secara luas oleh masyarakat tidak sekadar lokal, regional, nasional, bahkan internasional melalui media yang sekarang berbasis digital,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Jatim DR Mohamad
Dofir SH MH. Tambah Dofir, pastinya peran serta pemerintah harus ikut terjun langsung untuk bisa mengangkat keterpurukan ini. Seperti melakukan pendampingan dengan melibatkan dinas terkait, meski saat ini hanya lewat video conference (vidcon) dan tidak bisa bertatap muka secara langsung. “Di sini pers bisa memberikan informasi terkait pendampingan itu. Jadi apa yang disampaikan kepada UMKM bisa tersampaikan secara langsung. Salah satunya mengubah pola promosi dari konvensional menjadi digitalisasi,” jelasnya. Forkopimda Jatim sendiri, selama Covid-19 ini terus memberikan support dan motivasi kepada masyarakat dengan tagline-nya “Jatim Bangkit” dengan harapan agar di masa pandemi ini perekenomian tidak terpuruk. “Di masing-masing daerah saat ini sudah berjalan terkait ketahanan pangan. Kami sebagai Forkopimda Jatim selalu memberikan dukungan hingga tingkat bawah,” jelasnya. Selain itu, tidak henti-hentinya
Forkopimda Jatim terus menyosialisasikan protokol kesehatan (prokes) kepada masyarakat. Seperti terus menggelorakan 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas). “Kami tidak henti-hentinya terus menyosialisasikan prokes,” tegas Dofir. Ke depan, untuk media yang saat ini memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2021 untuk terus berkarya dan bersinergi dengan pemerintah secara bersama-sama membangkitkan perekenomian di tengah pandemi Covid-19 ini. “Kita sama-sama berjalan dan membangkitkan ekonomi masyarakat. Selamat Hari Pers Nasional 2021, terus berkarya,” pungkas Dofir. (fer/lis)
HALAMAN 36