Skip to main content

Koran Memorandum Edisi 7 September 2022

Page 1

SERTIFIKA T

P ER S WAN DE memorandum.co.id

RABU LEGI, 7 SEPTEMBER 2022

memorandumredaksi@gmail.com

HARGA Rp 5.000,-

Polda JaƟm Bongkar Penyelewengan BBM dan LPG Bersubsidi

Modifikasi Tangki Kendaraan

FOTO: MEMORANDUM/JAKA

Terdakwa Ninda Paranita menjalani sidang di PN Surabaya.

Surabaya, Memorandum Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang mencekik masyarakat dimanfaatkan oleh beberapa orang untuk mencari keuntungan. Namun, niat jahat itu terendus Ditreskrimsus Polda Jatim dan 31 polres jajaran. Buktinya, polisi berhasil membongkar praktik penyelewengan BBM jenis pertalite, solar, dan LPG bersubsidi. Dari 31 polres jajaran, kepolisian menerima 62 laporan

Cetak Nomor Faktur Ganda

Admin Gasak Rp 64,5 Juta Surabaya, Memorandum Ninda Paranita didakwa menggelapkan uang jasa vulkanisir ban. Perbuatan pidana itu dilakukannya selama bekerja di perusahaan UD Wira Sukses Mandiri (WSM). Kini, wanita berhijab itu diseret ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasus ini bermula ketika Ninda bekerja sebagai administrasi perusahaan yang bergerak di jasa vulkanisir ban  Bersambung ke halaman 11 

Novia Bachmid

Di-Bully

FOTO: MEMORANDUM/DANNY

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombespol Farman merilis terduga pelaku penyelewengan BBM bersubsidi yang diamankan Polda Jatim dan polres jajaran.

DUGAAN PUNGLI DI SMKN 6 SURABAYA

AKUI DIPERIKSA KEJARI

Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat, Novia Bachmid rupanya pernah mengalami insiden tak menyenangkan. Ia pernah di-bully saat kali pertama jadi artis. Pelantun lagu Lonely ini di-bully lantaran memiliki kulit gelap dengan rambut yang bergelombang.

D

alam obrolannya bersama Olla Ramlan, ia mengaku jika ada seseorang yang memaksanya untuk menggunakan pemutih kulit dan menyisir rambut. Video itu pun viral di media sosial dan bikin heboh.  Bersambung ke halaman 11 

 Bersambung ke halaman 11 

Kami dan guru-guru sudah diminta keterangan di Kejari,” Barun FOTO: MEMORANDUM/DAYAT

Kepala SMKN 6 Surabaya

Surabaya, Memorandum Kasus dugaan pungutan liar (pungli) terhadap para siswa di SMKN 6 Surabaya terus menggelinding di Kejari Surabaya. Kepala SMKN 6 Surabaya, Barun, mengaku dia sudah dimintai keterangan dari bidang pidana khusus (Pidsus) Kejari Surabaya. Kasus ini bisa diibaratkan seperti bola salju yang kemungkinan akan membesar.

"Kami dan guru-guru sudah diminta keterangan di Kejari,” terang Barun pada Memorandum. Meski dari pihak Kejari tidak bisa membocorkan materi pemeriksaan dan apa saja yang menjadi fokus pertanyaan

terhadap kasus tersebut, namun diduga Barun tidak akan bisa tidur nyenyak. Sebab, belum tuntas kasus yang menderanya, Barun sudah mencari masalah dengan mengusir wartawan Memorandum TV Muhajir Wahyu

Ramadhan yang jelas-jelas melakukan peliputan jurnalistik, Senin (5/9) pagi. Jauh sebelumnya pada 23 Agustus, wartawan Memorandum yang dibekali id card dan surat tugas bahkan tidak ditemui langsung oleh Barun. Hanya Waka Kesiswaan SMKN 6 Surabaya Istiowati yang menemui Memorandum. Tidak eloknya, wartawan Memorandum bahkan difoto dan disebar ke berbagai media yang dekat dengan kelompok mereka. Intinya, pihak SMKN  Bersambung ke halaman 11 

Terduga Pelaku Pencurian Gantung Diri di Mapolsek Tambaksari

KELUARGA IKHLAS

Surabaya, Memorandum Kabar keluarga Hari, terduga pelaku pencurian blok mesin pikap L 300 yang tewas gantung diri di Mapolsek Tambaksari yang diarahkan polisi untuk menyetujui pernyataan penolakan autopsi dibantah kakak iparnya, Arif. Ia mengaku, jika tak ada paksaan saat itu. “Saya dan keluarga ikhlas. Memang saat itu kita diberi contoh. Tapi tidak dipaksa. Saya yang jadi saksi saat adik saya (Sarofah) menulis dan menandatangani pernyataan itu,” kata Arif saat m di ruditemui Memorandum mahnya Jalan Kapas Baru V, Selasa (6/9) petang. Disinggung kondisi Sarofah, istri Hari, ia mengaku jika yang bersangkutan kondisinya sehat. Hanya saja, hingga saat ini

FOTO: MEMORANDUM/JAKA

Terdakwa Muhammad Budiyono menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya melalui video call.

Unggah Rekaman Video Keributan Jadi Pesakitan

Hina Polisi Lemah FOTO: MEMORANDUM/MG2

Arif, kakak ipar Hari ditemui Memorandum di rumahnya Jalan Kapas Baru Gang V.

(kem (kemarin, red) Sarofah masih enggan me menemui siapapun. Kecuali pihak kelu keluarga. “Sangat sehat. Tapi kalau selain

keluarga gak mau dia, kasihan kan ya,” imbuh Arif.  Bersambung ke halaman 11 

Surabaya, Memorandum Muhammad Budiyono melakukan aksi tak terpuji dan tak layak ditiru. Dia mengunggah keterangan foto di akun Instagram miliknya yang bernada merendahkan

pihak kepolisian. Kini, dirinya diseret ke meja hijau untuk diadili. Dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut  Bersambung ke halaman 11 

Edarkan Sabu untuk Travelling

Tunggu Pelanggan Bablas Penjara Surabaya, Memorandum Hobi travelling sambil menikmati sabu mengantarkan Mustofa (36), warga Batam, yang tinggal di Rembang, Jawa Tengah, meringkuk di penjara. Ini setelah anggota Satreskoba Polrestabes Surabaya meringkusnya di depan hotel di Jalan Pemuda. Terbukti, saat digeledah ditemukan 4 poket sabu seberat 2,5 gram. “Ketika digeledah, barang

dimasukkan dalam bungkus rokok bekas,” kata Kasatreskoba Polrestabes Surabaya AKBP Daniel Marunduri, Selasa (6/9). Dirasa terbukti, pria yang bekerja serabutan tersebut diborgol kedua tangannya. Kemudian digelandang petugas ke Mapolrestabes Surabaya. “Penangkapan terduga pelaku ini bermula anggota mendapat informasi ada pengedar sabu di hotel Jalan Pemuda,”

ungkap Daniel. Informasi itu lantas ditelusuri dengan memantau di sekitar hotel setelah mendapatkan ciri-ciri Mustofa. Kebetulan terduga pelaku berada di parkiran dengan gerak-gerik mencuriga Bersambung ke halaman 11  Mustofa diapit petugas Satreskoba Polrestabes Surabaya sambil menunjukkan barang bukti.

FOTO: MEMORANDUM/RIO

Jangan Kau Bunuh Anak yang Kau Lahirkan (3)

- Meng, sukseskan pembagian 10 juta bendera Merah Putih, pemkot diganjar penghargaan dari Kemendagri.

Mengubur Sampah, Dikira Mengubur Janin Berbeda dengan Jaka, Titik dengan ikhlas bisa menerima kehamilannya. Ia bahkan sempat berharap anak yang dikandungnya ini berjenis kelamin laki-laki.

- Agustusan sudah lewat, benderanya bisa ditukar BBM nggak? Kami lebih butuh!?

Si Mameng (Tukang ojol)

P

emikiran yang berbeda antara Jaka dan Titik menimbulkan ketegangan. Mereka sempat beberapa hari menutup jalur komunikasi. Pada saat itulah, merasa sebagai kepala rumah tangga,

Jaka menggunakan hak veto: perintahnya harus dijalankan! Titik tidak berdaya. Esoknya, kehendak Jaka direalisasikan. Kehamilan  Bersambung ke halaman 11 

ILUSTRASI: ISTIMEWA

PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera  SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986  PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390  REDAKSI: 031-8275390  FAX: 031-8291078  LAYANAN PENGADUAN KORAN & IKLAN:

081-2325-2205


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Koran Memorandum Edisi 7 September 2022 by memorandum - Issuu