Skip to main content

Koran Memorandum Edisi 5 Oktober 2022

Page 1

EDISI KHUSUS

HUT TNI Halaman 5, 6, 7, dan 8 memorandum.co.id

RABU WAGE, 5 OKTOBER 2022

memorandumredaksi@gmail.com

HARGA Rp 5.000,-

FOTO: MEMORANDUM/RIO

Petugas mengevakuasi jenazah Sulastri.

Antar Makanan, Temukan Ibu Kendat

Sambat Tetangga Ingin Mati Surabaya, Memorandum Warga Kapasan Dalam II digegerkan dengan gantung diri yang dilakukan Sulastri (82), warga setempat, Selasa (4/10) sekitar pukul 14.56. Saat ditemukan, tubuh nenek lima anak itu, tergantung di atap kamar mandi menggunakan kain. “Korban gantung  Bersambung ke halaman 11  Kadiv Humas Mabes Polri Irjenpol Dedi Prasetyo menggelar konferensi pers di Mapolres Malang.

Lesti Kejora

Pulang ke Rumah Lesti Kejora dikabarkan telah keluar dari rumah sakit pasca menjalani perawatan selama kurang lebih lima hari. Kondisi Lesti yang semakin membaik pascainsiden dugaan KDRT tersebut, membuat pedangdut 23 tahun itu diperbolehkan untuk menjalani perawatan di rumah.

K

abar baik tersebut bahkan diungkapkan oleh salah satu orang terdekat Lesti, Saipul Jamil. Dikutip dari tayangan Cumi Cumi, Saipul Jamil  Bersambung ke halaman 11 

FOTO: MEMORANDUM/ARI

TRAGEDI KANJURUHAN 11022

BELUM TETAPKAN TERSANGKA Malang, Memorandum Meski sudah mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dan sembilan pimpinan Brimob terkait tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan suporter Arema FC, namun hingga saat ini belum ada penetapan tersangka. Tim penyidik masih melakukan pendalaman alat bukti yang dimiliki oleh tim Bareskrim Mabes Polri dan Polda Jatim. Padahal di pasal kelalaian itu ancaman hukuman pidana 5 tahun penjara. “Masih belum bisa tetapkan tersangka, karena tim tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, ketelitian dan pembuktian secara ilmiah yang harus menjadi standar dalam bekerja,” terang Kadiv Humas Mabes Polri Irjenpol Dedi Prasetyo saat konferensi pers mengenai tragedi Kanjuruhan, di Mapolres Malang, Selasa (4/10). Saat ini tim penyidik dari Bareskrim Mabes Polri dan Polda Jatim bekerja secara marathon, terus lakukan pemeriksaan pada 29 orang yang terdiri 23 dari anggota yang terlibat pengamanan  Bersambung ke halaman 11 

Masih belum bisa tetapkan tersangka, karena tim tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, ketelitian dan pembuktian secara ilmiah yang harus menjadi standar dalam bekerja,” Irjenpol Dedi Prasetyo Kadiv Humas Mabes Polri

Sebut Musibah, Ikhlas Tidak Menuntut SALAH satu kelu keluarga korban tragedi Kanjuruh Kanjuruhan, Sunarto Ja (51), warga Jalan Bareng Raya, Ko Kota Malang, mengak mengaku ikhlas atas kepe kepergian anaknya, Angger AditPe ya Permana (19). I mengangIa gap apa yang terj terjad terhadap putra kedua, yang juga mahasiswa Universitas Muh hammadiyah Malang FOTO: MEMORANDUM/ARI Sunarto menunjukkan foto almarhum anaknya. (UMM) ini

Panik, Maling HP Terjun ke Sungai Surabay Memorandum Surabaya, Nia Niat Mochamad Muhlis mendapatka dapatkan HP baru yang dicuri dari kafe di Jalan Kedung Cowek, pupus. Belum lama meninggalkan lokasi, p 34 tahun asal Desa Tellok, aksi pria Kec Kecamatan Galis, Bangkalan, itu tep tepergok korbannya, Jhoufan Her Hero Sebastian. A Alhasil, terduga pelaku kabur u mengetahui aksinya dikeusai j korban serta sejumlah warjar ga. Di tengah pelarian, Muhlis dibuat panik dengan teriakan maling yang mengarah ke d dirinya. Ia lalu menceburkan d ke sungai tak jauh dari diri lo lokasi tersebut. Warga dan pengguna jalan yang melintas di lokasi kompak mengh menghentikan motor. Warga yang geram, sempat melemparkan benda tumpul ke arah Muhlis. Beruntung, petugas yang menerima laporan berm gegas mendatangi lokasi melakukan evakua evakuasi. “Ka “Kami bersama jajaran terkayan terima laporan langsung it yang mend mendatangi lokasi dan melakukan

barangkali memang apa yang seharusnya terjadi. “Saya kira, kami sangat berat hati atas kejadian ini. Namun begitu, barangkali memang ini sudah jalan yang harus dilalui,” terang Sunarto, saat ditemui Memorandum di rumah duka, Selasa (4/10). Disinggung adanya sejumlah pejabat terkait yang telah diberi sanksi, hal itu menurutnya hal yang wajar. Namun, ia pun tidak bisa secara jelas memberikan tanggapan. Pasalnya, ia telah pasrahkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa  Bersambung ke halaman 11 

Kelabuhi Polisi, Simpan Sabu di Kos

Ditemukan di Lipatan Karpet

FOTO: MEMORANDUM/DANNY

Anggota Polsek Tambaksari mendampingi penanganan medis terhadap jambret yang ceburkan diri ke sungai.

evakuasi terhadap terduga pelaku,” kata Kapolsek Tambaksari Kompol Ari Bayu Aji, Selasa (4/10) siang. Dari tangan terduga pelaku, petugas menyita barang bukti HP hasil curian jenis Smartfren. Saat diperiksa, HP curian itu dalam keadaan rusak karena ikut tercebur ke sungai bersama terduga pelaku. “Untuk HP sudah kondisi rusak,” imbuh Ari Bayu. Ari menjelaskan, aksi terduga pelaku bermula pukul 04.43. Saat mo-

bile mencari sasaran, terduga pelaku melintas di depan kafe korban. Ia pun mondar-mandir untuk memastikan situasi sekitar lokasi aman. “Ia diam-diam masuk dan mengambi HP di atas meja kasir kafe. Namun, korban saat itu tidur di bawah meja memantau terduga pelaku melalui CCTV (closed circuit television) di HP satunya. Usai terduga pelaku ambil HP, korban berteriak maling. Sontak terduga pelaku melarikan diri, keluar kafe,” tandas Ari Bayu. (fdn/fer)

Surabaya, Memorandum Guna mengelabuhi polisi, M Taufik alias Cak Yud (33), warga Jalan KH Abu Sofyan Wetan, Desa Kalanganyar, Sedati, Sidoarjo, menyimpan narkoba di kos-kosan. Modus terbongkar ketika polisi menggeledah rumahnya tidak ditemukan barang bukti. Tapi

setelah dikeler ke rumah kosnya di Desa Karang Gebong, Buduran, Sidoarjo, petugas menemukan 11 poket sabu dengan berat total 17,58 gram. Tak pelak, kurir narkoba jaringan Sidoarjo itu langsung digiring anggota ke Mapolrestabes Surabaya.  Bersambung ke halaman 11 

FOTO: MEMORANDUM/RIO

Petugas menunjukkan barang bukti dan terduga pelaku.

Nasib Playboy Pralansia Menghadapi Hari-Hari Tuanya (4) - Meng, dilapori warga, wali kota sebut sejumlah kawasan rawan banjir mulai berkurang berkat pengerjaan saluran.

Istri Kedua Minta Cerai karena Tak Mau Didua atau Tigakan Kecelakaan. Dua kakinya patah tulang. Itulah fakta yang harus dihadapi Oyik. Dia dirawat di sebuah rumah sakit di Papua tanpa satu pun dari ketiga istrinya yang dikabari.

- Berkurang di musim kemarau, bertambah di musim penghujan.

Si Mameng (Guru matematika)

Waktu itu aku dibawa ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadarkan diri. Jadi, aku tidak tahu apa yang terjadi selama aku tidak sadarkan diri.” “Risa dan istri-istrimu yang lain tahu?”

“Sempat kudengar suara Risa. Omong-omong dengan dokter. Tapi aku pura-pura tidur. Kemudian dia keluar lagi, pamit ke dokter ke rumah kerabat di sana.”  Bersambung ke halaman 11 

ILUSTRASI: ISTIMEWA

PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera  SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986  PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390  REDAKSI: 031-8275390  FAX: 031-8291078  LAYANAN PENGADUAN KORAN & IKLAN:

081-2325-2205


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Koran Memorandum Edisi 5 Oktober 2022 by memorandum - Issuu