11
HARI
MENUJU
ULANG TAHUN
EMAS
RABU PON, 30 OKTOBER 2019
P ER S WAN DE
SERTIFIKA T
HARGA Rp 3.500,-
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com
Kalah di Kandang, Tim Persebaya Kabur
Suporter Persebaya meluapkan kemarahan setelah tim kebanggaannya dikalahkan PSS Sleman 2-3.
Surabaya, Memorandum Pertandingan Liga 1 Persebaya vs PSS Sleman di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) berakhir ricuh, Selasa (29/10). Kejadian itu Bersambung ke halaman 7
Kambing Semok Oleh: Dahlan Iskan
FOTO: ISTIMEWA
WANITA MOJOAGUNG TEWAS DENGAN LUKA DI KEPALA
Sempat Cekcok dengan Dua Pria Jombang, Memorandum Sesosok mayat wanita ditemukan bersimbah darah di Jalan Raya Basuki Rahmat, Dusun Karang Kletak, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Selasa (29/10) dini hari.
GRAFIS: MEMORANDUM/AZIZ
T
idak ada babi di Xinjiang. Yang dalam bahasa Mandarin disebut zhurou. Ups, ada. Hanya namanya tidak disebut babi (zhuru). Provinsi paling barat Tiongkok itu penduduknya mayoritas Islam. Yang bukan Islam tidak ingin menggunakan kata yang sensitif itu --babi. Bagaimana kalau sesama pemakan babi ingin janjian ke rumah makan yang ada sajian babinya? Mereka menggunakan kata sandi --darou -- sebagai pengganti zhuru. Tentu Robert Lai tidak pernah mengajak saya ke resto yang ada ‘daru’-nya. Ia pun puasa daru selama 10 hari bersama saya di Xinjiang. Bersambung ke halaman 4
Bersambung ke halaman 7
AKP AZI PRATAS GUSPITU Kasatreskrim Polres Jombang
KRONOLOGI KEJADIAN FOTO: ISTIMEWA
Dari hasil olah TKP tidak ditemukan adanya indikasi ke pembunuhan. Kalau luka yang diderita, akibat kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh korban.
Sri Witnowati pamitan keluarga untuk mengambil uang di temannya. Dalam perjalanan pulang, menurut saksi sempat cekcok dengan dua pria. Jenazah korban ditemukan warga dengan luka di kepala. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara di Jalan Raya Basuki Rahmat.
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
SOPIR TAKSI ONLINE PERKOSA PENUMPANG
Semprot Wajah Korban dengan Parfum Bambang Eko Setiawan didampingi jaksa meninggalkan ruang sidang.
Anak Bawang ARTIS Mulan Jameela yang yang kini menjadi anggota dewan dari Fraksi Partai Gerindra, kabarnya akan ditempatkan di Komisi VII DPR RI yang menangani bidang Sumber Daya dan Energi. Bersambung ke halaman 7
Polsek Semampir Cangkrukan Bareng Warga Nyamplungan Surabaya, Memorandum Polsek Semampir, Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar acara cangkrukan di Jalan Nyamplungan, RT 04/RW 11, Kelurahan Ampel, Senin (28/10). Acara ini dipimpin Kapolsek Bersambung ke halaman 7
Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho didampingi Kasatreskrim AKBP Sudamiran memamerkan pedang yang digunakan tersangka untuk menyerang korban.
menumpang mobilnya. Ini dikatakan pria yang tinggal di Jalan Raden Patah Gang Rukun, Sidoarjo, dan Perum Graha Regency, Sidoarjo, Bersambung ke halaman 7
BENTROKAN DI JALAN MANUKAN WETAN
Polisi Amankan Tujuh Pengeroyok FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
Mulan Jameela
Surabaya, Memorandum Berdalih khilaf, Bambang Eko Setiawan (30), driver taksi online ini mengaku nekat memerkosa dan merampas HP milik RA (19), mahasiswi yang
Kapolsek Semampir Kompol Aryanto Agus berfoto bersama warga Nyamplungan di acara cangkrukan.
Surabaya, Memorandum Beberapa hari lalu, Surabaya sempat dibuat geger dengan peristiwa bentrokan yang diduga antara dua perguruan Bersambung ke halaman 7
Pabrik PT Kedawung Subur Terbakar Surabaya, Memorandum Pabrik PT Kedawung Subur di Jalan Rungkut Industri III, terbakar, Selasa (29/10) pagi. Bersambung ke halaman 7
PERJALANAN CINTA SEORANG PLAYBOY KETURUNAN PLAYBOY Έ1Ή +
-
Meng, terkait pengusutan perizinan SPBU BP AKR, Jalan Pemuda, Komisi A DPRD Surabaya merekom agar aktivitas SPBU itu dihentikan sementara. Tapi tak digubris pengelola. Ada apa? Qik. Jangan-jangan di balik itu ada komisi-komisi beramplop berkeliaran ke sana-kamari.
Si Mameng (Konsumen bahan bakar mintak eh minyak)
Pengantin Perempuan Mirip Jiho, Artis Imut Korea Kakehan giringan. Kata-kata itulah yang pantas diberikan kepada arek Wiyung ini, sapa saja Beni (30). Setelah terlalu memilih-milih, penyuka olahraga futsal tersebut malah mendapatkan pasangan yang juuuaaauuuh di bawah standar. Mbletrek-trek-trek-trek. Yuli Setyo Budi, Surabaya
“Pengantin wanitanya cantik ya Om?” tanya pemuda di samping Memorandum, Dzulhijjah lalu, saat kami menghadiri resepsi pernikahan Beni. Beni adalah anak teman sekampung Memorandum di Mojokerto, berpuluh tahun silam, sebut saja Wahyu. “Sampeyan kenal pengantin
PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986 PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390 REDAKSI: 031-8275390 FAX: 031-8291078
wanitanya?” tanya Memorandum. “Saya justru sahabat pengantin prianya. Dia teman bermain sejak kecil. Sampai sekarang. Kami bekerja di Ngoro Industrial Park (NIK, red). Kalau Om?” “Om teman sekampung ayah pengantin pria.” Bersambung ke halaman 7
SIDOARJO
RABU PON, 30 OKTOBER 2019 HALAMAN 2
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BIRO: Jokosan. WARTAWAN: H Darianto, M Suud . TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com
Dandim Berharap Kebersamaan TNI-Rakyat Tetap Terjalin
Bupati Saiful Ilah dan Andiek Inawan BS
25 Kali Donor, Andiek Dapat Penghargaan Bupati Sidoarjo, Memorandum Meski masih 25 kali donor darah, akan tetapi Andiek Inawan BS bisa memberikan motivasi, dan berbagi pengalaman bagaimana manfaat dari donor darah. Andiek Inawan bersama ratusan pendonor lainnya, mendapat penghargaan dari Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah, pada peringatan HUT ke-74 PMI Kabupaten Sidoarjo, di Pendopo Kabupaten, Minggu (27/10). Mereka yang menerima penghargaan adalah, pendonor 10 kali sebanyak 575 orang, 25 kali sebanyak 150 orang, 50 kali sebanyak 40 orang, 75 kali sebanyak 14 orang, 100 kali sebanyak 15 orang yang akan mendapatkan penghargaan dari Presiden diperkirakan pada bulan Desember 2019. “Sangat banyak sekali manfaat donor darah sebetulnya. Manfaat donor darah bagi kesehatan, kesehatan jantung, merangsang produksi sel darah merah. Mendeteksi penyakit, menurunkan resiko kanker, pemeriksaan kesehatan gratis, mengurangi kadar zat besi dalam darah. Dan masih banyak manfaat yang kita dapatkan,” kata Andiek Inawan BS, Kasi Layanan Statistik dan Pelaporan di Diskominfo Kabupaten Sidoarjo. PMI Kabupaten Sidoarjo mendapatkan sertifikat CPOB (cara pembuatan obat yang baik) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan/BPOM. Di Indonesia hanya ada 9 PMI yang memiliki sertifikat CPOB. Dan di Jawa Timur sendiri hanya PMI Sidoarjo dan Surabaya yang memilikinya. Sementara itu Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah mengatakan, selama ini PMI telah banyak berbuat untuk bangsa. Salah satunya membantu usaha-usaha pemerintah dan masyarakat dalam bidang kemanusiaan. Totalitas dalam membantu sesama manusia dilakukan relawan PMI. Mereka tak kenal lelah membantu sesama manusia. “HUT PMI tahun ini dapat dijadikan momentum menjunjung tinggi solidaritas dan semangat kepahlawanan para relawan. Semangat para relawan harus menjadi teladan bagi masyarakat. Terutama para generasi muda yang bergabung di PMI dalam menjalankan tugas kemanusiaan,” kata Saiful Ilah. Ketua PMI Kabupaten Sidoarjo H Achmad Zaini mengatakan, pada HUT ke-74 PMI tahun ini, PMI Sidoarjo tidak hanya mendapatkan kado istimewa berupa sertifikat CPOB saja. Dua unit mobil ambulance dari Bank Jatim dan BRI serta bantuan mobil ambulance dan alat pengolah darah senilai Rp 2 miliar dari H. Haduri Wijaya diterima PMI Sidoarjo. “PMI Sidoarjo juga memberikan piagam penghargaan kepada 810 pendonor darah sukarela dalam hari jadinya. Penghargaan diberikan kepada pendonor darah sebanyak 10 kali, 25 kali, 50 kali dan 125 kali. Tercatat ada 25 orang pendonor yang telah 125 kali menyumbangkan darahnya. Atas jasanya tersebut PMI Sidoarjo memberikan sepeda gunung. PMI Sidoarjo juga memberikan penghargaan kepada komunitas rhesus negatif,” jelas H Achmad Zaini. Ia menambahkan, kebutuhan darah di Kabupaten Sidoarjo sangat melimpah. Kebutuhan darah suatu daerah menurut standart WHO adalah 2% dari jumlah penduduk. Kebutuhan darah di Kabupaten Sidoarjo sendiri cukup dengan 44.300 kantong darah akan tetapi Kabupaten Sidoarjo telah melebihi standart yang ditetapkan. Saat ini terkumpul darah 74,307 kantong darah atau 167, 74 %. (dar/jok/pi)
Penutupan kegiatan ini ditandai dengan apel militer yang dilaksanakan di alun-alun Kabupaten Sidoarjo dengan Inspektur Upacara Panglima Koarmada II, Laksamana Muda TNI Heru Kusmanto. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan Panggung Prajurit yang dimeriahkan dengan penampilan orkes melayu dan beberapa artis penyanyi kondang dari berbagai daerah di Jawa Timur. Komandan Kodim 0816/Sidoarjo yang juga Komandan Satgas TMMD ke 106, Letkol Inf M Iswan Nusi yang ditemui Memorandum, Selasa (29/10), menyampaikan terima kasihnya pada seluruh pihak yang telah membantu pelaksanaan kegiatan ini dari awal hingga akhir. Dikatakan, dalam TMMD ini pihaknya menerjunkan 150 personel yang terdiri dari staf dan Tim Tehnis Kodim 0816 Sidoarjo berjumlah 24 orang, Pemkab Sidoarjo 16 orang, Polresta Sidoarjo 2 orang, Batalyon Arhanud 8/MBC 38 orang, Batalyon Kaveleri 8/2/ Kostrad 31 orang,TNI AL Lantamal V/Surabaya 31 orang, Tim teknis Batalyon Zipur V/Brawijaya 3 orang serta tim kesehatan Korem 084/Bhaskara Jaya dan Bintal Korem 084/Bj 2 orang. Selain itu, pihaknya juga mendapatkan dukungan dari
Pemerintah Desa setempat yang menempatkan 100 warganya untuk membantu proses pembangunan sasaran fisik TMMD setiap harinya. Adapun sasaran fisik yang digarap diantaranya peningkatan jalan beton sepanjang 212 meter yang menghubungkan Desa Kupang dengan Desa Kedungrejo. Juga peningkatan jalan beton dan jembatan sepanjang 689 meter yang menghubungkan Desa Kupang dengan Desa Kedungpandan. “Kami juga memasang 30 titik lampu penerangan jalan umum (PJU), plengsengan afvoer Dusun Golondoro sepanjang 295 meter, rehab SDN Kupang, pembangunan jalan paving dengan luasan 1200 m2, renovasi 10 unit rumah tidak layak huni (RTLH), dan pembuatan jamban keluarga sebanyak 20 unit,” ujar perwira dengan dua melati di pundak itu. Personel Satgas TMMD juga melakukan kegiatan lainnya yang berguna untuk meningkatkan kesejahteraan warga setempat, seperti pelatihan pengolahan sampah, pelatihan budidaya ikan tawar/payau, sosialisasi peduli sungai dan gerakan pemberantasan OPT dari pertanian. Guna menambah pengetahuan masyarakat, Satgas TMMD
daAdapun bhakial lain ti sosial yang dilakukan a lain pengantara n gratis, pelaobatan n KB, donor dayanan rah, posyandu, bantuan ako pada warga kurang sembako pu, operasi mata katarak mampu, gratis dan perpustakaan keliling. isamping itu, Satgas TMMD Disamping juga menyerahkan bantuan kepada warga desa berupa 1 unit motorr pengangkut sampah, 1 unit mesin pencacah sampah, uah kitab suci Alquran, 1 150 buah paket peralatan olah raga, 1 unit a motor khusus untuk Dai, sepeda obatan serta bantuan 1.000 obat-obatan bibit penghijauan. Barang-barang itu diperoleh “Barang-barang dari bantuan pemerintah pusat dan daerah serta dari lembambaga masyarakat lainnya,” ga-lembaga h Letkol Iswan Nusi. imbuh khirnya, ia berharap semua Akhirnya,
dilakukan dalam MMD ke 106 yang bertema “Melalui Program TNI Manunggal Membangun Desa, kita tingkatkan imunitas bangsa guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat” itu bisa memba-
wa manfaat bagi rakyat. “Saya berharap kebersamaan antara antara TNI dan rakyat, khususnya warga desa Kupang da sekitarnya akan terus terjalin walaupun program TMMD ini sudah berakhir,” pungkasnya. (*/jok/pi)
Komandan Kodim 0816 Sidoarjo, Letkol Inf M Iswan Nusi
Dipamiti Danramil, Kepala SDN Kupang Berlinang Air Mata Sidoarjo, Memorandum Lasmiyati tak bisa menahan air matanya. Kepala SDN Kupang, Kecamatan Jabon itu terharu usai menyaksikan hasil kerja anggota TNI yang merenovasi gedung sekolah yang dipimpinnya. Selama hampir sebulan terakhir ini, personel Satgas TMMD ke-106 Kodim 0816 Sidoarjo bergotong royong dengan warga setempat memperbaiki ruang kelas, selasar hingga halaman sekolah. “Terimakasih pak. Sampai-sampai ucapan terima kasih ini tidak bisa saya sampaikan dengan kata-kata,” kata Lasmiyati kala berbincang dengan Komandan Koramil 08 Jabon Kapten Inf I Made Sudiadnyana, Selasa (29/10). Ia mengaku sangat bahagia melihat bangunan sekolahnya itu kini telah kembali indah. Kerusakan-kerusakan yang sebelumnya dirasa sangat mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar, kini sudah tertangani dengan baik.
“Setelah direnovasi seperti ini semoga proses belajar mengajar akan lebih nyaman dan aman sehingga berdampak positif pada peningkatan kualitas pendidikan dasar yang mampu mencetak generasi muda berkualitas, khususnya di Desa Kupang,” ucap dia. Bukan hanya pembangunan fisik saja, pihaknya juga dibantu oleh para anggota TNI dalam membudayakan semangat membaca buku pada anak didiknya melalui program Perpustakaan Keliling menggunakan sarana interaksi motor komunikasi sosial (Simokos). Ia juga mengapresiasi penuh
FOTO: MEMORANDUM/IST
FOTO: MEMORANDUM/DAR
Sidoarjo, Memorandum Hari ini, Rabu (30/10), seluruh rangkaian pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 Kodim 0816 Sidoarjo di Desa Kupang, Kecamatan Jabon, berakhir.
juga menggagas berbagai kegiatan semisal sosialisasi bahaya ba, bahaya terorisme dan narkoba, alisasi, wawasan kebangradikalisasi, saan, kaderisasi bela negara serta isasi tentang kamtibmas. sosialisasi ermasuk hal-hal lain yang Termasuk itan langsung dengan kebuberkaitan tuhan masyarakat seperti penyuluhan administrasi kependuduemput bola akte kelahiran kan, jemput dan KTP serta KK, Penyuluhan atan lansia, skrening katarak, kesehatan panye hi- dup sehat serta kampanye olah raga bersama.
FOTO: MEMORANDUM/IST
Hari Ini TMMD Ke-106 Berakhir
Danramil Jabon Kapten Inf I Made Sudiadnyana yang mewakili Satgas TMMD berpamitan kepada Lasmiyati setelah meninjau proses renovasi SDN Kupang.
program Lali Gadget yang digagas Satgas TMMD dengan mengajak anak didiknya memainkan jenis-jenis permainan tradisional
seperti enggrang, bakiak, kelereng dan pathil lele. Sementara itu Kapten Inf I Made Sudiadnyana mengatakan
proses renovasi ini berjalan sangat lancar berkat semangat anggota Satgas dan seluruh masyarakat yang turut membantu pelaksanaannya. Dalam kesempatan itu, Danramil Jabon juga berpamitan karena program TMMD ini akan berakhir pada Rabu (30/10) hari ini. “Mohon maaf bila ada tindakan atau perilaku anggota satgas TMMD yang kurang berkenan,” ucap dia. Namun tak ada kata yang diucapkan perempuan itu untuk membalas ucapan perpisahan tersebut, kecuali linangan air mata keharuan yang menetes membasahi pipinya. (*/jok/pi)
EKBIS & PENDIDIKAN PJB Siap Hadapi Kelistrikan Masa Depan
RABU PON, 30 OKTOBER 2019
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 3
Direktur Utama PT PJB Iwan Agung Firstantara mengatakan, pihaknya menggelar seminar dan pameran PJB Connect (Conference & Exhibition of Technology) 2019. Kegiatan ini merupakan rangkaian HUT Ke – 24 PJB. Forum ini mempertemukan berbagai pihak yang terlibat dalam dunia kelistrikan baik dari dalam maupun luar negeri. Seminar digelar pada, Selasa (29/30) hingga Rabu (30/10) di Surabaya. “Sejumlah ahli dan vendor dari 12 negara berpartisipasi dalam acara tahunan ini. Mereka berbagi pengetahuan dan teknologi terkini untuk menghadapi tantangan energi di masa mendatang dan operational excellent di bidang pembangkitan,” terang Iwan Agung
Firstantara, Selasa. Iwan Agung Firstantara menambahkan, perkembangan terjadinya fenomena 3D (dekarbonisasi, digitalisasi, dan desentralisasi) mendorong percepatan pergerakan energi baru dan terbarukan. “Fenomena itu memacu perkembangan teknologi energi terbarukan, inovasi dalam energy storage, digitalisasi, serta peningkatan distribusi dan pembangkitan energi hingga makin mempercepat pergerakan transisi energi global,” tegas dia. Acara PJB Connect 2019 , juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi. Diantaranya Rida Mulyana selaku Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Supangkat Iwan Santoso sebagai Direktur Bisnis Regional
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
Surabaya, Memorandum Perkembangan energi masa depan menjadi tantangan Pembangkitan Jawa Bali (PJB). Untuk itu, PJB mempertemukan berbagai pihak yang terlibat dalam dunia kelistrikan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Petinggi PLN dan dirjen ESDM dalam seminar dan pameran PJB Connect 2019.
Jawa Bagian Timur, Bali dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero). Dan, Sriyono D. Siswoyo sebagai komisaris Utama PT PJB. Sementara itu, Supangkat
Iwan Santoso sebagai Direktur Bisnis Regional Jawa Bagian Timur menjelaskan, PJB menjadi salah satu perusahaan pembangkitan terbesar di Indonesia.
“Sehatnya sektor pembangkitan, juga dilakukan karena kuatnya koordinasi,” kata Supangkat Iwan Santoso. Lanjut Supangkat, ke depan
ketenagalistrikan di Indonesia jauh lebih sehat. Hal ini dipengaruhi korporasi PLN sebagai penggelola sehat secara keuangan, pelayanan, dan sehat lain-
nya. “Untuk itu harus didukung regulasi yang cukup, dan memastikan ketaatan regulasi,” ujar dia. Seminar internasional dibuka Direktur Bisnis Regional Sulawesi & Plt Direktur Bisnis Regional Kalimantan Syamsul Huda. Para pakar dari perguruan tinggi, Lembaga riset, peneliti, dan perusahaan dari 12 negara menjadi pembicara dalam seminar. Mereka berasal dari Denmark, Singapura, Jerman, Australia, Indonesia, Canada, Malaysia, Inggris, Jepang, Korea Selatan, China, USA, Switzerland, India, dan Thailand. Topik seminar berkaitan dengan prospek energi terbarukan, tantangan 3D, Electric vehicle and charging technology, Energy storage technology and ancillary services, EPC pembangkit, MRO technology and services, Predictive technology and services, Power plant technology in industrial revolution 4.0, Power plant technology and services, Electric system, control, and instrumentation system, dan CFB Boiler. (day/udi)
Surabaya, Memorandum Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) menyelenggarakan kuliah tamu pada Selasa (29/10) di Aula Soetandyo FISIP, Kampus B. Tidak tanggung-tanggung, kuliah tamu tersebut menghadirkan Profesor Gerard Goggin Faha dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura sebagai pemateri. Acara bertajuk After The Mobile Phone: New Frontiers in Media, Technology, and Society? itu membahas fenomena penggunaan HP. Mulai perkembangan teknologi dari masa ke masa hingga dampaknya di masyarakat. Baik secara ekonomi, politik, social, maupun budaya. “Jadi mulai dari perkem-
bangan teknologinya. Dari era HP dulu yang besar-besar itu sampai sekarang muncul smartphone. Bagaimana penggunaan HP itu, ya, sampai pada dampaknya terhadap ekonomi, politik, sosial, dan budaya pada masyarakat,” kata Titik Puji Rahayu, dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Unair. Titik menyebut ada banyak ruang yang dapat diteliti dari fenomena penggunaan HP. Jadi, ia mengajak mahasiswa lebih kritis menyikapi fenomena yang dianggap lumrah di kehidupan sehari-hari itu. “Poin penting yang perlu kita pahami adalah bahwa fenomena penggunaan HP bukan sekadar perubahan teknologi, tapi merupakan perubahan budaya yang terkadang
kita lupakan atau luput dari perhatian kita,” jelas dia. Dalam kuliah tamu itu, Prof. Gerard memaparkan setidaknya ada empat era perkembangan teknologi HP. Yaitu, HP sebagai alat berbicara manusia dengan manusia, kemudian meningkat teknologi berbicara dengan manusia, lalu meningkat lagi manusia berbicara dengan teknologi, dan tahap terkini teknologi berbicara dengan teknologi. “Dulu HP adalah alat manusia berbicara dengan manusia. Semakin ke sini, kita punya teknologi di mana HP yang bicara ke kita. Misalnya aplikasi Google. Lalu, ada fase ketika manusia bicara dengan teknologi. Misalnya, membuka kunci HP dengan suara,” ujar dia. Sekarang tahap terkini adalah
FOTO: MEMORANDUM/ALFIN
HP Bikin Perubahan Budaya pada Masyarakat
Profesor Gerard Goggin Faha dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura memberikan materi di Unair.
teknologi bicara dengan teknologi, misalnya sekarang bisa menyalakan mobil dengan HP. HP ada di kantong, kita jalan mendekati
mobil maka mobil itu langsung terbuka pintunya, imbuh Titik yang juga menjadi moderator dalam acara itu. (alf/udi)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan penjelasan kepada wartawan di rumah dinas.
Risma: Anggaran Pendidikan Jadi Prioritas Surabaya, Memorandum Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan perhatian serius dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan warga kota. Tidak heran pada tahun 2020, Pemkot Surabaya menggelontorkan anggaran yang cukup besar untuk dunia pendidikan. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2020, anggaran tertinggi ada pada pendidikan. Dan dari dulu anggaran pendidikan memang menjadi prioritas utama. Disinggung berapa persen anggaran pendidikan pada 2020, Wali Kota Risma mengatakan cukup banyak. Ketika diajukan angka 30 persen dari RAPBD, Risma mengatakan sekitar itu. “Ya segitu-an,” kata dia. Dalam kesempatan itu Risma menyatakan pihaknya tidak hanya bersandar pada APBD dalam pengembangan dan peningkatan pendidikan. Pihaknya juga mencari CSR (corporate social responsibility) dengan menggandeng perusahaan-perusahaan yang ada. “Meski anggaran tinggi, saya masih mencari CSR. Setiap tahun dapat CSR untuk pendidikan itu cukup tinggi,” kata dia. Sementara itu dalam nota keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2020 yang baru diserahkan Pemkot Surabaya kepada DPRD Surabaya pada Senin (28/10), anggaran pendidikan memang cukup tinggi. Perinciannya adalah untuk program pendidikan anak usia dini, pendidikan masyarakat,dan kesenian olahraga pendidikan dianggarkan Rp 130.871126.309. Program pengembangan sekolah dasar sebesar Rp 300.405.434.660. Program pengembangan menengah Rp 152.950762.317. Program peningkatan dan perbaikan prasarana pendidikan Rp 120.026.434.442. Program peningkatan manajemen sekolah Rp 89.496.824.641. Program peningkatan mutu guru dan tenaga pendidikan Rp 148.039.865.578. (udi/tyo)
Surabaya, Memorandum Siswa di Surabaya nantinya tidak lagi harus memiliki kartu pelajar. Sebagai gantinya, mereka cukup memiliki kartu identitas anak (KIA). Hal terungkap ketika Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya melakukan sosialisasi aplikasi verifikasi data siswa sebagai pendukung kartu identitas anak (KIA) di Aula Ki Hajar Dewantara Kantor Dispendik Kota Surabaya, kemarin. Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan mengatakan, dengan adanya KIA, anak yang sedang bersekolah tidak perlu lagi memiliki kartu pelajar. Sebab, KIA ini berisikan identitas lengkap anak. Mulai dari nomor induk kependudukan (NIK), foto, alamat tempat tinggal, dan lain sebagainya. “Untuk sementara, prioritas pertama adalah Kecamatan Krembangan. Semua anak, baik yang belum bersekolah atau anak yang bersekolah di Kecamatan Krembangan akan dibuatkan KIA. Selanjutnya akan bergeser ke kecamatan lain,” katanya. Pada kesempatan ini, Ikhsan meminta kepada tenaga administrasi dan kepala sekolah untuk
kembali memverifikasi data yang sudah ada. Jika ada data yang salah, data tersebut harus segera diperbaiki. Apalagi, KIA tersebut nantinya berfungsi untuk banyak hal yang bisa digunakan anak. “Launching-nya nanti bertepatan dengan peringatan Hari
Pahlawan 10 November mendatang. Kartu ini akan terintergrasi dengan banyak dinas, seperti Dispendik, Dispendukcapil, Dinas Perhubungan, serta Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH),” ungkapnya. Kepala Dispendukcapil Kota
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
FOTO: MEMORANDUM/ UDIN
Dengan KIA, Siswa Tidak Perlu Kartu Pelajar
Trias Mahmudiono
Surabaya Agus Imam Sonhaji menjelaskan, pihaknya sudah menerima data dari Dispendik, baik data anak yang tinggal atau sedang bersekolah di wilayah
Kecamatan Krembangan. Data itu sudah berada di database. Sebelum dicetak menjadi KIA, pihaknya ingin sekolah melakukan verifikasi kembali. (*/udi)
AREMA
RABU PON, 30 OKTOBER 2019 HALAMAN 4
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.
Wali Kota Apresiasi Peran Ketua RT/ RW Pembagian sembako di posko TMMD.
Satgas TMMD Kodim Malang-Batu Bagikan Sembako Malang, Memorandum Kegiatan Satgas TMMD ke106 di Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang diwarnai aksi pembagian sembako dan pakaian layak pakai kepada warga yang membutuhkan. Ini bagian dari kepedulian anggota Satgas TMMD yang ingin berbagi untuk meringankan beban warga setempat, selain juga menuntaskan program kegiatan fisik di wilayah setempat. Danramil 0818/11 Donomulyo Kapten Inf Suwarno mengatakan, pembagian pakaian layak ini bertujuan membantu warga dalam mendapatkan pakaian yang
masih layak untuk digunakan setiap hari. “Dengan adanya pembagian pakaian seperti ini, kami masyarakat kampung merasa bersyukur dan senang.Sehingga bisa mempunyai pakaian yang bagus dan bisa berganti-ganti” tutur warga penerima pakaian layak pakai. Pembangunan fisik yang diprogramkan antara lain membangun rumah warga, jalan, saluran irigasi dan juga plengsengan jalan. Diharapkan hasil pembangunan ini dapat meningkatkan kesejahteraan warga setempat. (*/ari/epe)
Wali Kota Sutiaji mengatakan, keberadaan pemangku wilayah di tingkat RT dan RW ini berkontribusi dalam menggerakkan roda pembangunan. “Ketua RT dan Ketua RW adalah sosok pemimpin sekaligus pengendali bagi suksesnya pengelolaan lingkungan hidup di wilayahnya masing-masing,” ujarnya saat memberikan Pengarahan pada kegiatan ‘Kemitraan dan Kerja Sama Pengelolaan Lingkungan Hidup pada Kampung Bersinar 2019’ di Hotel Savana Kota Malang, Selasa (29/10). Wali kota mengapresiasi saran dan masukan dari peserta dalam pengelolaan lingkungan hidup. “Perilaku hidup bersih dan bersahabat
dengan lingkungan menjadi keharusan bagi kita semua. Hal itu harus kita tanamkan sehingga menjadi budaya dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujarnya. Kampung Bersinar merupakan salah satu lomba yang bertujuan menghidupkan pola kebiasaan untuk hidup bersih, ramah lingkungan, dan mengelola lingkungan dengan baik, salah satunya membuang sampah pada tempatnya. Bersamaan, diserahkan penghargaan pada 10 besar RW Lomba Kampung Lingkungan Hidup Menuju Kampung Bersinar 2019. Yaitu RW 11 Kelurahan Merjosari, RW 5 Kelurahan Arjowinangun, RW 6 Kelurahan
FOTO: MEMORANDUM/ARI
Malang, Memorandum Situasi Kota Malang yang kondusif tidak lepas dari peran aktif ketua RT dan ketua RW yang berkontribusi besar dalam menjaga dan mengendalikan lingkungan.
Wali Kota Malang Sutiaji berfoto bersama pimpinan lintas elemen.
Balearjosari, RW 2 Kelurahan Sawojajar, RW 4 Kelurahan Rampal Celaket, RW 7
Kelurahan Lesanpuro, RW 6 Kelurahan Arjowinangun, RW 9 Kelurahan Merjosari,
Kambing Semok Memang ia begitu. Selalu menjaga saya. Di daerah mana pun di Tiongkok. Justru ialah yang selalu memeriksa menu. Halal atau tidak. Sebelum memesan makanan di sebuah restoran. Di Xinjiang hanya restoran tertentu yang menyajikan ‘daru’. Pada umumnya restoran di sana menyajikan makanan halal. Pagi kambing. Siang kambing. Malam kambing. Sate kambing Xinjiang luar biasa terkenalnya. Rasanya --lebih-lebih ukurannya. Masakan Xinjiang pun merambah sampai ke semua kota besar di Tiongkok. Istri saya, putri saya, cucu saya semua penggila sate Xinjiang. Kadang sampai membawa tepak. Sate itu dilepasi. Dimasukkan tepak. Dibawa pulang --sampai Indonesia. Saya pun menyerah: tidak bisa lagi tidak makan daging. Padahal sudah berapa tahun terakhir saya menghindarinya. Xinjiang membuat saya batal puasa daging. Yang saya masih bisa bertahan adalah tidak makan lemaknya. Padahal --menurut para ahli kambing-- itulah yang paling lezat: sate kambing bagian lemaknya! “Anda coba. Ini kambing Xinjiang,” ujar pelayan resto itu. “Takut kolesterol,” jawab saya. “Aneh. Bagian terlezat tidak dimakan,” tambahnya.
RW 6 Kelurahan Tasikmadu dan RW 3 Kelurahan Rampal Celaket. (*/ari/epe)
Sambungan dari halaman 1 “Takut kolesterol,” ulang saya. “Kambing Xinjiang tidak sama,” debatnya. Dengan bahasa yang berapi-api. “Di seluruh dunia kambing itu sama,” jawab saya. “Kambing di sini tidak sama. Tidak diternakkan. Makanannya bukan bikinan pabrik. Semua kambing dilepas liar di gurun”. Saya diam. Sikap saya tetap. Biar pun di gurun makannya rumput juga. Tapi saya tidak mau berdebat soal kambing. Saya diam saja. Ia yang masih tidak bisa menerima. Kok ada orang justru membuang bagian terlezat. Ia pun memberi penjelasan tambahan. Kambing memang memakan rumput. Tapi rumput yang tumbuh di gurun gobi ini beda. Banyak tumbuhan memang seperti rumput. Tapi bukan rumput. Itu adalah tumbuhan liar. Yang jadi bahan obat-obatan tradisional. Jenisnya banyak sekali. Datanglah ke toko obat tradisional Tiongkok. Lihat bahan-bahannya yang belum diolah. Puluhan jenis. Banyak yang asalnya tumbuhan di gobi. Saya pernah ke gurun gobi di provinsi tetangga Xinjiang: Ningxia. Yang bagian besar penduduknya juga Islam. Hanya beda suku. Yang di Xinjiang suku utamanya Uygur. Yang di Ningxia Hui. Saya jalan kaki di gurun
itu. Meninjau penari langit yang ribuan jumlahnya. Sambil jalan itulah saya mengamati. Yang terlihat dari jauh seperti padang pasir itu ternyata bukan pasir. Ada tumbuhan kecil-kecil. Aneka tumbuhan. Tidak terlihat dari jalan raya --saking pendeknya. Juga karena tidak padat jarak tumbuhnya. Itulah yang dimakan kambing. Atau sapi. Atau unta. Bahkan ada satu jenis kambing: kambing semok. Yang baru sekali ini saya lihat. Nama resminya --jangan tersinggung ya-kambing pantat besar ( ). Si kambing pasti bangga diberi nama seperti itu --ada ceritanya. Di penutup tulisan ini nanti. Tentu tidak hanya sate yang terkenal di Xinjiang. Juga sajian kambing lainnya. Yang juga dibakar. Tepatnya dioven. Bahan bakarnya arang kayu tertentu. Aromanya sangat Xinjiang. Irisan-irisan besar daging itu ditancapkan di 16 lokasi di sebuah anjang-anjang besi. Lalu dimasukkan tungku besar. Begitu gurihnya. Saya hanya sanggup makan satu onggok. Perut saya sudah telanjur penuh sate --tiga tongkat masing-
-masing isi lima bongkahan. Saya tidak menyebutnya lima tusuk --karena pegangannya sangat besar: ranting pohon! Tentu tidak hanya kambing dan kambing. Roti Xinjiang juga ngangeni --bikin kangen. Terutama yang sejenis naan itu. Di sebuah kota kecil di tengah gurun kami mampir restoran. Hari itu kami dalam perjalanan 8 jam ke arah Xinjiang utara. Mendekati Rusia. Begitu masuk restoran kami terpana: pemilik restoran ini cantik sekali. Cantiiiiik --dengan lima ‘i’. Berarti benar: wanita Xinjiang cantik-cantik. Wajah wanita ini benar-benar cantiiiiiik. Berjilbab. Seperti gabungan Arab-China. Kulitnya kuning --sedikit kecokelatan. Tubuhnya tinggi. Langsing tapi berisi. Bicaranya tegas tapi ramah. Ada manjanya. Usianya kira-kira 35 tahun. Ada suaminya. Ikut di restoran itu. Saya minta foto bersama. Tapi tidak berani memuat di halaman ini --khawatir tiket pesawat jurusan Xinjiang akan melonjak. Berkali-kali saya meliriknya. Tapi saya bisa segera melupakannya. Yak-
ni ketika sajian pertama makanannya sampai di meja: naang --bahasa setempat untuk naan. Itulah naan terenak yang pernah saya makan. Ia lima strip lebih enak dari naan terenak selama 68 tahun terakhir. Saya bisa kian melupakannya setelah satenya datang. Juga mie Xinjiangnya. Yang kenyil-kenyil itu. Ampun enaknya. Mie Xinjiang ini. Dan satu lagi --yang untuk sementara masih saya rahasiakan. Selesai makan, saya celingukan. Mata saya kesana-kemari. Di mana gerangan si lima ‘i’. Tidak terlihat. Tidak berani bertanya ke mana lima ‘i’ pergi. Saya mencoba agak lama berdiri di depan restoran itu. Pura-pura lihat-lihat sekitar. Tidak juga terlihat. Saya masih punya alasan lain. Untuk bisa lebih lama lagi di situ --pura-pura melihat cara pegawai mengiris daging kambing. Di teras restoran itu. Yang mengiris daging itu ternyata adiknya. Saya pura-pura hanya tertarik pada teknik mengirisnya. Tapi akhirnya tertarik beneran. Baru saat itulah saya tahu: seperti itulah ternyata isi pantat kambing bahenol itu.
Di seluruh pantat itu ternyata tidak ada dagingnya. Pantat itu 100 persen terdiri dari lemak --lemak yang sangat padat
minus 30 derajat di sini-rupanya yang memerlukan banyak lemak di bagian itu. Agar organ di sekitar pantat tidak membeku.
yang diberikan teman saya di situ. Saya memutarnya sampai lima kali. Saya lupakan pula
meng ngerrass. ng mengeras. Ke K ettiika ka kulit kul ulit it di di bagian bagi ba gian a Ketika pa ant ntat at itu u dikupas dik kup pas a terlihatterliha h tpantat h lemak ungkul. lle ema mak k un ungk ungk gkul gkul ul. Berikut Be B Beri erriiku kut lah leku kuk bentuk ku kuk be be ent nttuk k pantat pan a tat tat yang ta yang ya g lekuk memu me muttiih muti h.. memutih. Cuaca dingin --bisa
Ata au u karena karre en na gen ge g en khukhukh u Atau susn su snya a memang mem man a g begitu. begi be gitu itu u. susnya Liiiha L h a tl t ah foto f ot o t pantat oto pa p a nt n at Lihatlah kamb kamb ka mbin ing yang yang ya g sudah sud udah udah ah didii-kambing k u pa ku p a s itu. iitt u u.. Dan D an a n lihatlah l ih i h at a la lah kupas viideo sexy se exy x saatt kambing kamb bin i g video ‘da pigu’ ini berjalan. Video
Sa S assk kia kia ia G ottik o ik.(* ( ) Saskia Gotik.(*)
TULUNGAGUNG
RABU PON, 30 OKTOBER 2019 HALAMAN 5
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com
Tidak Perlu Keluar Banyak Uang Trenggalek, Memorandum Sebagai istri seorang kepala dusun (kasun) di Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Nurul Hidayah (42), mengaku senang telah menjadi peserta JKN-KIS (jaminan kesehatan nasional-kartu Indonesia sehat) sejak tahun 2014. Hingga kini, program pemerintah tersebut sudah dirasakan manfaatnya. Putra Nurul yang memiliki gejala ambeien selalu rutin kontrol menggunakan JKN-KIS. “Sudah sejak tahun 2014 saya menjadi peserta JKN-KIS. Saat ini yang sering menggunakan anak saya. Dia punya gejala ambeien. Awalnya merasa tidak enak, kemudian periksa menggunakan JKN. Alhamdulillah, tidak ada biaya yang saya keluarkan,” ungkap Nurul, kemarin. Nurul menuturkan, pernah suatu ketika putranya harus dirujuk ke rumah sakit. Menurut Nurul, di sana putranya dilayani dengan baik, merasa nyaman, dan tidak ada keluhan sama sekali. “Pernah dirujuk ke rumah sakit, pemeriksaan lanjutan. Alhamdulillah pelayanannya baik, tidak dibedakan. Anak saya tidak pernah komplain, enjoy saja. Antre itu pasti, tetapi tidak apa-apa. Obat yang diberikan juga bagus,” ujar Nurul. Kini, putra Nurul sudah bisa beraktivitas seperti biasa, meskipun masih tetap harus kontrol. Nurul mengaku senang, memiliki JKN-KIS pasti tenang, karena sudah pasti terjamin apabila sakit. “Dengan adanya program JKNKIS jelas senang, kalau sakit dan harus mengeluarkan biaya besar tentunya tidak akan bingung dan merasa berat. Setiap bulan sudah membayar iuran. Artinya persiapan sudah ada. Harapan kita ya jangan sampai sakit,” ungkap ibu berjilbab ini.
Nurul menganggap, iuran yang dibayarkan setiap bulan adalah sedekah bagi peserta JKN-KIS yang sedang sakit dan membutuhkan pengobatan. “Kita anggap itu sedekah, semoga kita sehat selalu. Biar saja yang setiap bulan itu kita bayarkan. Itu bisa digunakan peserta yang membutuhkan. Tidak masalah gaji terpotong untuk iuran JKN-KIS setiap bulan,” tuturnya. Warga asli Surabaya ini berharap, agar masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS bisa segera mendaftar. Ia mengibaratkan sedia payung sebelum hujan. Tidak akan menduga musibah kapan datang.
Besar harapan Nurul masyarakat paham dengan maksud dan tujan program JKN-KIS. “Harapan saya, bagi masyarakat yang belum terdaftar sebagai peserta JKN-KIS agar segera mendaftar. Istilahnya sedia payung sebelum hujan. Sakit itu kan tidak terduga, bisa saja suatu saat kita jatuh tersandung dan butuh biaya banyak. Tetapi kalau kita sudah punya jaminan kesehatan melalui program JKN-KIS kan tidak terlalu berat. Ya semoga banyak orang yang paham maksud dan tujuan program JKNKIS itu sendiri. Kan niatnya untuk membantu orang lain dan diri sendiri,” tutup Nurul. (adv/ar/ck/fir/rif )
Nurul Hidayah menunjukkan kartu JKN-KIS.
Jalan Rusak, Warga Segel TPA Segawe Tulungagung, Memorandum Ratusan warga memenuhi lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Desa Segawe, Kecamatan Pagerwojo, Selasa (29/10) pagi. Mereka menyegel tempat itu karena kesal. Sebab akses jalan sepanjang 5 kilo meter, yang membentang dari timur TPA sampai arah Desa Penjor dan Desa Gambiran sudah lama rusak, dan tak kunjung diperbaiki. Ini dikatakan oleh Suwarno, salah satu warga. Dikatakan lebih lanjut, rusaknya jalan ini banyak merugikan masyarakat dari berbagai aspek. “Pertama di sini sering terjadi kecelakaan dan memakan korban. Kedua, anak-anak sering terlambat ke sekolah. Ketiga, karena jalan berlubang dan bergelombang, muatan truk pengangkut sampah banyak yang tumpah berceceran di sepanjang jalan, sehingga sangat mengganggu,” ujarnya. Selain itu, lanjut Suwarno, rusaknya jalan ini juga berdampak pada aspek ekonomi warga. Banyak peternak sapi perah merugi. Karena pengiriman susu terhambat. “Adanya jalan rusak menghambat pengiriman susu hasil peternak. Sehingga belum sampai tujuan, susu menjadi basi, dan peternak sapi dari 3 desa mengalami kerugian,” ungkapnya. Dengan disegelnya TPA ini, warga berharap akses jalan yang rusak segara diperbaiki. Warga berjanji akan membuka segel itu bila sudah mulai ada perbaikan. “Kami berharap hari ini betul-betul ada tindakan, tidak sekedar janji,” tegasnya. Menanggapi tuntutan ini, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Tulungagung Dwi Hari Subagyo berjanji memenuhi per-
FOTO: MEMORANDUM/KIN
Punya JKN-KIS Sudah Pasti Tenang
Warga yang minta perbaikan jalan ke pengelola TPA Segawe.
mintaan warga. “Perbaikan jalan akan dimulai pada Rabu pagi (hari ini). Dari Dinas PUPR Tulungagung, kami akan memulai perbaikan jalan ini pada besuk hari, Rabu pagi. Saya berharap warga sabar menunggu sampai besok pagi,” ucap Dwi Hari di hadapan warga. Ketua Komisi D DPRD Tulungagung Suprapto yang juga hadir di lokasi mengatakan, pembangunan jalur ini sudah masuk dalam pembahasan antara dewan dan pemerintah kabupaten.
“Kita pastikan dalam pembahasan dengan pemerintah daerah. Yang intinya memang harus dibangun, namun ada tahapan,” ujarnya. Menurut Suprapto, sebelum mulai pada pembangunan, jalan yang lubang-lubang ini ditutup dulu. “Pada poinnya, apa yang dikehendaki warga sudah tercover di dalam rencana APBD tahun 2020. Tetapi ini didahulukan pembangunan awal dengan menutup yang lubang-lubang. Segera ditangani seperti yang disepakati saat ini,” pungkasnya. (kin/mad/rif)
KEDIRI & BLITAR KEPALA BIRO: Wahyudi. REDAKSI: Jl. Bali H-11 Putih Permai, RT 002/RW 005, Kelurahan Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kediri. HP. 081230006789. EMAIL: sampang_publik@yahoo.co.id - MARKETING DAN SIRKULASI: Rohmad Sholeh. KEPALA BIRO BLITAR: Prawoto Sadewo. WARTAWAN: Nur Rofiq, Ana Akina. KEUANGAN: Binti Khoiriyah. ADMIN IKLAN: Rosita. ADMIN KORAN : Imam Rofiq. PEMASARAN: Frenswinta Jaya, Hendra. EMAIL: memorandumppls@gmail.com. TELEPON:.081334603445. KANTOR: Jln Kota baru no.9 Kanigoro, Blitar.
Penyerahan penghargaan yang diterima Pemkot Kediri sebagai kota layak pemuda. Piala diterima Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.
Kota Kediri Dinobatkan Kota Layak Pemuda 2019 Kategori Utama oleh Kemenpora
Kediri, Memorandum Pemerintah Kota Kediri kembali meraih penghargaan bergengsi di tingkat nasional. Kali ini Kota Kediri dinobatkan sebagai Kota Layak Pemuda 2019 kategori utama dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Kota Kediri berada di urutan kelima dari sepuluh kabupaten/kota layak pemuda kategori utama. Tentu penghargaan ini menjadi kado terindah bagi Kota Kediri tepat di Hari Sumpah Pemuda. Penghargaan diterima langsung oleh Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang diberikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga RI Zainudin Amali, Senin (28/10) malam, di Jakarta Concert Hall iNews. Hadir secara langsung dalam acara tersebut Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin. Dalam sambutannya, Ma’ruf Amin menyampaikan acara malam anugerah kepemudaan itu merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap pemuda yang telah menunjukkan dedikasi kepada bangsa Indonesia. Selain itu juga diberikan apresiasi kepada kabupaten/kota yang mengapresiasi para pemudanya. “Untuk memberikan apresiasi kepada pemuda yang telah menunjukkan dedikasi dan prestasi, dalam kemajuan bangsa. Serta untuk memberikan apresiasi kepada kabupaten dan kota, yang memberikan fasilitas tumbuh kembangnya kreativitas, inovasi dan daya saing kepemudaan,” ujar Ma’ruf dalam keterangan pers
yang diterima Memorandum, Selasa (29/10). Melalui acara ini, Ma’ruf mengungkapkan dapat menjadi ajang bagi para pemuda untuk meningkatkan semangat dalam mengimplementasikan undang-undang dan nilai-nilai sumpah pemuda. “Menumbuhkan pribadi yang berkarakter berkapasitas dan inovatif, dan juga memacu pemuda sebagai pelopor semangat kebangsaan dan kebhinnekaan serta pemersatu bangsa dan menjaga keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Karena NKRI bagi kita adalah harga mati,” ungkapnya. Usai menerima penghargaan tersebut, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar membagikan tiga hal yang menjadikan Kota Kediri sebagai Kota Layak Pemuda. Pertama, Pemerintah Kota Kediri terbuka kepada pemuda. “Pemerintah Kota Kediri komunikatif jadi kita open pada pemuda. Bahkan mengikutsertakan pemuda dalam mengelola ide dan pelaksanaan,” ujarnya. Kedua, Pemerintah Kota Kediri tidak hanya mewadahi kepemudaan yang formal namun juga komunitas-komunitas yang ada di Kota Kediri.“Saat ini komunitas semakin banyak dan beragam. Banyak sekali pemikiran-pemikiran dari mereka yang kita aplikasikan untuk membangun kepemudaan di Kota Kediri supaya pemda hadir dan memberikan media untuk mereka berkarya. Nantinya mereka bisa lebih kreatif dan endingnya
mereka bisa melakukan sesuatu yang positif. Jadi mereka berkreasi ada yang menjual sesuatu ada pula yang mengonsep sesuatu. Sehingga sampai menjadi baik,” jelas Wali Kota yang akrab disapa Mas Abu ini. Lalu yang ketiga Pemerintah Kota Kediri memiliki anggaran kepemudaan di setiap RT dalam Prodamas Plus. Dimana 10 persennya peruntukannya bagi kesenian, kebudayaan, kepemudaan, dan olahraga. “Jadi pemuda ya diberi ruang ya diberi anggaran. Saat ini kita sudah mendapatkan bonus demografi. Sehingga pas jumlah penduduk di Kota Kediri juga banyak pemuda. Dengan mengumpulkan dan mewadahi pemuda maka ke depan program-program Pemerintah Kota Kediri kedepan akan semakin bagus dan bisa menunjang keberhasilan pemuda. Saat ini harus kita dorong supaya mereka maju dan berhasil,” imbuhnya. Dengan diraihnya penghargaan ini, Mas Abu berharap ke depan Pemerintah Kota Kediri akan semakin baik dalam mewadahi pemuda. “Nah ternyata program-program ini ditangkap oleh Kemenpora dan dinilai. Sehingga Alhamdulillah hari ini kita dapat penghargaan kota layak pemuda. Semoga Pemerintah Kota Kediri selalu bisa mewadahi pemuda-pemuda tidak hanya yang formal namun juga non formal yang harus kita ikut sertakan. Kita ajak mereka berpikir untuk membangun Kota Kediri supaya lebih keren lagi,” pungkasnya. Sementara itu, Kepala Dinas
Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri Nur Muhyar menjelaskan proses penilaian ini melalui dua tahap. Pertama proses penilaian administrasi tentang rasio jumlah pemuda yang ada di Kota Kediri dibanding jumlah pemuda yang tercover. “Dalam bahasanya tercover disini mungkin yang dibina atau yang bersentuhan langsung dengan pemerintah. Kemudian juga dokumen-dokumen regulasi yang ramah terhadap pemuda,” ujarnya. Nur Muhyar melanjutkan, yang kedua adalah verifikasi faktual. “Jadi sebulan yang lalu ada tim yang datang ke Kota Kediri untuk memverifikasi apakah wilayah Kota Kediri layak pemuda. Tim yang menilai dari Kemenpora dan eksternal,” tambahnya. Bertajuk Malam Anugerah Kepemudaan 2019, penganugerahan ini mengambil tema ‘Bersatu Kita Maju’. Malam Anugerah Kepemudaan ini menjadi puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-91 yang sekaligus akan menutup rangkaian Bulan Pemuda yang telah dilaunching pada tanggal 1 Oktober yang lalu di Halaman Kantor Kemenpora. Selain Kota Kediri, terdapat sembilan daerah yang meraih Kabupaten/Kota Layak Pemuda 2019. Yakni, Kabupaten Wajo, Kota Bitung, Kabupaten Sinjay, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Pamekasan, Kota Balikpapan, Kabupaten Tegal, Kota Palembang, dan Kota Pekanbaru. (adv/yud/rif )
Blitar, Memorandum Kepramukaan di Kabupaten Blitar terus berkembang dalam bidang kepeminatannya atau dikenal Satuan Karya (Saka) Pramuka. Demikian ini, ditandai dengan pelantikan tiga Ketua Majelis Pembimbing Satuan Karya (Mabisaka) dan Pimpinan Satuan Karya oleh Bupati Blitar Rijanto. Di antaranya yang dilantik adalah Kepala Dinas Peternakan Adi Andaka menjadi Mabisaka Taruna Bumi, Kepala Dinas Pendidikan Budi Kusumarjoko menjadi Mabisaka Widya Budaya Bhakti, dan Kepala Kominfo Eko Susanto menjadi Mabisaka Kominfo. “Saya atas nama pemerintah daerah berterima kasih kepada kakak-kakak Ketua Mabisaka yang baru dilantik. Terutama saya apresiasi dengan Saka Kominfo yang saya kira ini masih Kabupaten Blitar saja yang punya dari kabupaten/kota sekitar. Semoga Saka ini menjadi sarana Pramuka Penegak kita untuk menyalurkan minat dan bakatnya,” kata Bupati Rijanto usai pelantikan. Lebih lanjut bupati yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Kabupaten Blitar, berpesan agar tiap Saka Pramuka menyusun program kerja yang menarik, inovatif, dan kreatif. Sebab saka ini merupakan wadah pendidikan bagi adik Pramuka dalam memperkaya dibidang yang digemarinya. “Di Kabupaten Blitar, yang sudah baik program kerjanya adalah Saka Bhakti Husada yang dibina kepala dinas kesehatan. Terbukti telah menjadi peserta terbaik se-Jawa Timur, dalam perkemahan tingkat nasional di Bumi Perkemahan Serut Blitar, menjadi prestasi yang membanggakan,” ungkapnya. Tentunya dalam menyusun program yang baik itu, bupati mengimbau agar semua pihak ikut membantu. Antar Ketua Mabisaka, Pimpinan Saka hingga MKKS di SMA dan SMK harus saling koordinasi. Sehingga lanjut Rijanto, nantinya para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega bisa belajar sesuai bidang minatnya dalam dharma Bhakti masyarakat. Mampu mendukung percepatan pembangunan Kabupaten Blitar
FOTO: MEMORANDUM/PRA
Bupati Blitar: Pramuka Harus Miliki Program Inovasi Kreatif
Bupati Blitar Rijanto dan Sekretaris Daerah Totok Subihandono dalam acara pelantikan ketua mabisaka dan pimpinan Saka.
semakin berkualitas dan berdaya saing. “Pramuka harus menjadi acuan pembangunan. Peka dalam menyosialiasaikan hasil pembangunan dan kekayaan alam kepada masyarakat luas dimanapun. Semoga Pramuka Kabupaten Blitar, semakin membumi berkualitas dan dicintai masyarakat,” pungkas Bupati. (pra/rif)
MOJOKERTO-JOMBANG
RABU PON, 30 OKTOBER 2019 HALAMAN 6
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.
Siswa SMP Sodomi Bocah
FOTO: MEMORANDUM/NO
Mojokerto, Memorandum Ratusan warga Desa Gayaman, Kecamatan Mojoanyar menggelar aksi di depan kantor balai desa setempat, Selasa (29/10). Warga minta agar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2019, Rabu (23/10) lalu diulang. Massa menyuarakan agar 946 surat suara dinyatakan tidak sah dianulir. Salah satu pendukung nomor urut 2, Wakisan mengatakan, seharusnya, coblosan yang tembus diakomodir dan masuk dalam kategori surat suara sah. Pasal 45 dalam Tata Tertib (Tatib) Pilkades 2019, surat Suara tidak dianggap sah apabila terdapat lebih dari satu kali tanda coblos calon yang berbeda. “Ada nepotisme di sini, di sini (perangkat Desa Gayaman, red) keluarga semua. Kecurangan masalah pelipatan surat suara yang tembus ke belakang, ada total 946 suara tidak sah. Dari 946 suara tidak sah tersebut hampir 80 persen nomor 2,” ungkapnya, Selasa (29/10). Masih kata Wakisan, saat pilkades serentak digelar di Balai Desa Gayaman yang menjadi tempat pemungutan suara (TPS) tidak dipasang foto calon kepala desa (cakades). Selain itu, tidak ada alat peraga dan tata cara pencoblosan di TPS. “Dua calon juga tidak ada, kurang sosialisasi ke masyarakat terkait Pilkades. Saat pelipatan kertas suara tidak melibatkan pihak Pemkab, Kecamatan maupun Linmas. Pasti ada kecurangan, karena pelipatan kertas suara tidak seperti pada umumnya,” katanya. Pelipatan kertas suara seharusnya dua kali dibuka baru terlihat cakades, namun lanjut Wakisan, di Pilkades Gayaman satu kali buka sudah terlihat cakades. Sehingga pemilih yang tidak membuka secara keseluruhan, hanya melihat cakades langsung mencoblos. “Akibatnya satu coblosan ada di gambar calon dan tanda coblosan yang lain. Tuntutan dari masyarakat pendukung nomor dua pilihan ulang, jika tidak mau maka hitung ulang. Hitung yang coblosan lubang dua karena kita semua sudah dibohongi. Jika tidak ya, UU yang dipakai acuan karena itu pidana,” tegasnya. Sekedar diketahui, sengketa pilkades terjadi di Gayaman, Kecamatan Mojoanyar yang diikuti dua cakades. Sebanyak 3.222 pemilih hadir, sebanyak 946 surat suara dinyatakan tidak sah. Khamim Gozali menang dengan 1.191 suara. Sementara, lawannya, Joko Wahyudi kalah tipis dengan 1.085 suara. (no/rif)
Ketua LSM Lingkar Merah Putih Nasional Hendro Suprasetyo menyerahkan berkas dugaan penyelewengan PTSL.
Pungutan Liar
Panitia PTSL dan Pemdes Watesumpak Dikejarikan Mojokerto, Memorandum Terindikasi banyak penyelewengan dengan membebankan biaya pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) tidak sesuai aturan, LSM Lingkar Merah Putih Nasional melaporkan panitia PTSL serta Pemdes Watesumpak, Kecamatan Trowulan, ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Mojokerto, Selasa (29/10). Dari dokumen yang diserahkan kepada Korps Adhyaksa diketahui. Jika dari 1.300 pemohon sertifikat, dibebani biaya bervariatif. Mulai dari terendah Rp 366.000 hingga paling tinggi Rp 1.500.000. “Degan besaran tadi, sudah tentu bertentangan dengan surat keputusan bersama (SKB) 3 menteri terkait PTSL. Sebab, jika mengacu hal itu pemohon yang berada di zona V hanya berkewajiban membayar 150 ribu,” terang Ketua LSM Lingkar Merah Putih Nasional, Hendro Suprasetyo, Selasa (29/10). Dijelaskan olehnya, dalam dokumen yang telah disodorkan kepada pihak Kejari Mojokerto tadi. Ia telah melampirkan sejumlah dokumen pendukung. Mulai dari pengaduan masyarakat (Dumas), video kesaksian puluhan pemohon PTSL, serta Formulir Kelengkapan Pemohon PTSL 2019. “Dengan berbekal laporan yang telah kami sodorkan, pihak kejaksaan segera turun tangan. Sebab dengan apa yang dikukan oleh pantia sekaligus Pemdes, terbukti menabrak aturan hukum yang berlaku,” tandas Hendro. Dihubungi terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Mojokerto Nugroho Wisnu mengatakan, saat ada laporan masuk kepada pihaknya terkait penyelewengan PTSL, ia tengah melakukan tugas luar. Namun untuk memastikan hal itu, sekembalinya ke kantor secepatnya bakal melakukan pengecekan. “Mohon maaf saat ini saya tengah ada tugas luar. Sekembalinya nanti ke kantor segera saya cek. Yang jelas nanti pasti kita lakukan telaah kepada berkas laporan yang dimasukkan,” tandasnya. (no/rif)
Lokasi perbuatan tak senonoh yang dilakukan pelaku.
tahui oleh dua temanya. Karena takut, kedua temannya pun tak berani untuk berbicara. Bahkan, dalam aksi yang kedua dengan
disaksikan oleh temannya, pelaku sempat mengajak korban berpindah tempat agar tidak ketahuan warga. “Iya memang
ada, wong sempat dimediasi di balai desa kok, “ ungkapnya. Kata saksi, aksi tersebut diketahuinya pada saat dirinya sedang mengairi tanaman jagung di ladangnya. Kemudian melihat mereka sedang berada di dalam kebun.“Ya saya suruh pulang semuanya, pada saat itu, “ tambahnya. Kasubbag Humas Polres Mojokerto Ipda Teguh Kariyadi membenarkan adanya laporan warga mengenai aksi pencabulan anak di Kecamatan Mojoanyar. Saat ini tengah didalami oleh unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto. “Perkaranya sendiri kini masih didalami oleh penyidik. Yang jelas memang ada laporan masuk terkait hal itu ke unit PPA,” tegasnya. (no/rif)
Pengedar Sabu dan Ganja Mojoduwur Diringkus Jombang, Memorandum Anggota Reskrim Polsek Mojowarno meringkus seorang pengedar narkotika jenis sabu dan ganja, Senin (28/10) sekitar pukul 01.00. Pengedar yang diringkus, tak lain yaitu Joko Purwanto (27), warga Desa Mojoduwur, Kecamatan Mojowarno. Dari hasil penangkapan terhadap pria ber-tatto itu, polisi mengamankan daun ganja kering dengan berat setengah kilogram lebih. Dipaparkan Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan saat press rilis perkara di Gedung Graha Bhayangkara (GBB) mapolres setempat, penangkapan tersangka dilakukan di sebuah warung kopi yang ada di Desa Mojoduwur. Saat diciduk, polisi menemukan dua linting rokok ganja. “Tersangka kita amankan di sebuah warung kopi yang berada tak jauh dari tempatnya tinggal. Ketika kita geledah, petugas menemukan 2 linting ganja,” paparnya, Selasa (29/10). Karena mendapati komoditi narkoba yang tergolong jarang, sambung kapolres, tim segera membawa pria yang berkerja sebagai tukang las itu menuju rumah. Di lokasi ini, petugas menemukan daun ganja kering dengan berat kotor 550 gram. Termasuk pula sebuah timbangan, 9 bendel paper rokok, sebuah plastik klip yang masih terdapat sisa sabu, sebuah skrop kecil, sebuah alat bakar sabu, sebuah pipet kaca, serta sebuah tutup botol modifikasi yang digunakan untuk mengonsumsi sabu.
FOTO: MEMORANDUM/WAN
Warga Gayaman Tuntut Pilkades Diulang
berjalan hingga dua menit. Korban yang masih duduk di bangku SD tak berani ngomong kerena diancam MA (14). Tak berhenti disitu, di hari yang sama, sekitar pukul 16.00, korban kembali bermain namun hanya bersama dua temannya,” tuturnya Suwari (60), salah satu saksi, Selasa (29/10). Tak disangka, pada saat bermain MA muncul dan kembali mengajak korban melakukan hal yang sama. Namun pada saat melakukan aksi yang kedua dike-
FOTO: MEMORANDUM/NO
Ratusan warga meminta agar Pilkades digelar ulang.
Informasi yang dihimpun dari warga sekitar menyebutkankan, pencabulan terjadi pada Minggu (20/10) sekitar pukul 09.00. Saat kejadian, korban sedang bermain di dekat pos ronda bersama tiga temannya. Saat asyik bermain korban kemudian diajak tersangka yang diketahui bermukim satu desa di Kecamatan Mojoanyar kedalam sebuah kebun jagung. Pada saat itu juga korban melancarkan aksinya. “Aksi tersebut diketahui
Kapolres Jombang AKBP Boby Pa’ludin Tambunan menunjukkan barang bukti ganja setengah kilogram lebih.
Dari pengakuan sementara diketahui, jika tersangka memperoleh ganja dari salah seorang kurir yang merupakan jaringan salah lembaga pemasyarakatan (lapas) yang ada di Jawa Timur. Dari total barang bukti yang telah dikirim, sebagian telah dijual
oleh tersangka dan mendapat uang Rp 600.000,. “Tersangka nekad melakukan pekerjaan ini karena ia juga seorang pecandu narkoba. Hasil dari keuntungan yang didapat, digunakan untuk keperluan sehari-hari,” beber mantan kapolres Bangkalan itu.
Untuk memeprtanggungjawabkan perbuatannya, tersangka kini terus menjalani pemeriksaan intensif. Sekaligus mendekam di balik jeruji besi ruang tahanan. Upaya hukum ini dilakukan untuk membongkar jaringan narkotika yag melibatkannya secara tuntas.
“Tersangka kita jerat dengan pasal 114 ayat 1 jo pasal 112 ayat 1 jo pasal 127 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara, dan denda paling banyak 10 miliar rupiah,” tegas Boby. (wan/rif )
Komisi IV Kunker ke DPRD Kabupaten Karanganyar Mojokerto, Memorandum Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto melakukan koordinasi kerja ke kantor DPRD Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Kamis (24/10). Kunjungan dipimpin langsung Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto H Sopi’i. Kunjungan yang juga diikuti Evi Kusumawati, Wakil Ketua Komisi IV dan Amirudin, Sekretaris Komisi IV. Dalam kunjungan kali ini, Komisi IV membahas raperda APBD tahun anggaran 2020 bidang sosial, pendidikan, dan kesehatan. Kunjungan diterima langsung oleh Muh Irsyam, Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Karanganyar serta sejumlah perwakilan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait. Yakni dispendik, dinkes, dinsos, dan Bagian Hukum Setda Kabupaten Karanganyar. Wakil Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Karanganyar Muh Irsyam mengatakan bahwa Pemkab Karanganyar pada APBD TA 2020 akan memprioritaskan pembangunan yang berdampak luas kepada masyarakat. “Adapun fokus yang akan dilakukan pada 2020 yakni penanggulangan kemiskinan, kualitas SDM, peningkatan daya saing ekonomi rakyat berkelanjutan dan reformasi birokrasi,” jelasnya. Sementara itu, lanjut Irsyam, Dinas Pendidikan Kabupaten Karanganyar pada tahun 2020 akan lebih fleksibel dalam kuota prestasi dan zonasi pendidikan.
“Zona di luar zona satu itu mengakomodasi prestasi atau nilai USBN. Dispendik akan berkolaborasi dan mengakomodasi sesuai kondisi objektif di lapangan dengan menentukan zonasi mempertimbangkan geografis supaya pemerataan berimbas pada sekolah yang lebih bermutu dan unggul,” ujarnya. Ia juga tak menampik jika Dispendik Kabupaten Karanganyar telah belajar dan studi komputasi ke “Kampung Inggris” Pare, Kabupaten Kediri, dengan mengkolaborasikan wisata budaya, pendidikan dan agama menjadi satu kesatuan utuh pendidikan budaya yang tidak mengurangi kearifan lokal masyarakat setempat. Ini notabene hampir sama seperti yang disampaikan Akhiyat, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto. Irsyam menambahkan, pada rencana APBD TA 2020 Pemkab Karanganyar memberikan reward bagi mahasiswa yang melanjutkan studi di perguruan tinggi negeri (PTN). “Pemkab Karanganyar sangat berbangga kepada pelajar yang melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dan mengapresiasi serta menghargai cara berfikir, berlatih, diskusi, debat dalam melatih intuisi kaum milenial sekarang di Kabupaten Karanganyar,” imbuhnya. Untuk bidang kesehatan, lanjut Irsyam, Kabupaten Karanganyar juga sudah melaunching program semua persalinan dipimpin dokter (Super
FOTO: MEMORANDUM/ADV
FOTO: MEMORANDUM/NO
Mojokerto, Memorandum Seorang bocah yang masih duduk di sekolah dasar (SD) di Kecamatan Mojoanyar menjadi korban pencabulan oleh siswa SMP. Orang tua sang bocah membawa perkara ke ranah hukum. Sadisnya, korban yang diketahui berjenis laki-laki itu sudah disodomi tersangka sebanyak dua kali di kebun jagung saat bermain.
Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto berkoordinasi kerja ke DPRD Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Pinter) untuk menekan angka kematian ibu hamil. “Ini tentunya dengan satu pengaturan mekanisme tersendiri didaerah karena bidan itu semuanya
tidak ada fasilitas kesehatan (faskes) standar yang bekerjasama dengan BPJS. Ini istilahnya kerjasama jejaring,” terangnya. Sedangkan untuk Dinas So-
sial ungkap Irsyam, Kabupaten Karanganyar, pada rencana APBD tahun 2020 mendatang akan memberikan penanganan khusus masalah pengurusan pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) yang menjadi atensi dan tanggungjawab lintas OPD melalui program kegiatan pasca perawatan atau rehabilitasi. “Untuk masyarakat lanjut usia akan mendapatkan program dari pemerintah dengan mendapatkan bantuan program keluarga harapan (PKH) dg mendapatkan santunan setiap tahunnya sebesar Rp 1,8 juta, bantuan beras sejahtera setiap bulannya 10 kg untuk keluarga penerima manfaat dan bantuan yang sifatnya esidentil,” pungkasnya. (adv/war/rif)
HUKUM & KRIMINAL WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019
Lima Bangkai Bus Damri Ludes
Satu Muncikari PA Ditetapkan DPO FOTO: MEMORANDUM/INDRA
Surabaya, Memorandum Lima unit bus Damri yang terparkir di garasi Jalan Jagir Sidosermo terbakar, Selasa (29/10) dini hari. Kelima bus tersebut merupakan bangkai bus Damri yang tidak dia pakai di area parkir tersebut. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya Dedik Irianto mengatakan, sebelum kebakaran terjadi salah satu karyawan yang sedang beristirahat tiba-tiba mendengar ledakan. “Selanjutnya karyawan tersebut mengecek dan melihat kobaran api. Kemudian ia melaporkan kejadian tersebut ke kami,” kata Dedik. Mendapat informasi, lanjut Dedik, pihaknya langsung menerjunkan sekitar 13 unit mobil damkar ke lokasi kejadian dan langsung melakukan pemadaman.
RABU PON, 30 OKTOBER 2019 HALAMAN 7
Petugas damkar memadamkan api di garasi bus Damri di Jalan Jagir Sidosermo.
Dedik juga mengungkapkan, bahwa lima unit bus yang terbakar itu kondisinya tidak bermesin dan bodi mobil sebagian besar sudah keropos dimakan usia dan cuaca. “Untuk bus yang terbakar merupakan bus bekas yang berada di halaman bengkel pemotongan besi badan bus,” paparnya.
Sementara itu, Kanitreskrim PolsekWonokromo Ipda Arie Pranoto menuturkan, penyebab kebakaran area lahan parkir bus bekas berukuran 20 meter x 30 meter itu masih dalam penyelidikan. “Kami masih mendalami dan mengumpulkan data olah TKP bersama tim Inafis,” ucap Arie. (x-3/fer)
Surabaya, Memorandum Polda Jatim secara resmi mengeluarkan surat daftar pencarian orang (DPO) kepada muncikari S alias Soni Dewangga, Selasa (29/10). Penetapan status itu dilakukan karena Soni mempunyai keterkaitan dengan muncikari JL, yang lebih dahulu ditangkap. Penetapan itu disampaikan langsung Dirreskrimum Polda Jatim Kombespol Gidion Arif Setyawan. Gidion mengatakan, bahwa Soni merupakan kunci utama untuk dapat membongkar kasus prostitusi yang melibatkan finalis Putri Pariwisata, PA. “Menurut keterangan JL, Soni ini merupakan perantara pertama antara PA dengan YW yang merupakan pengguna jasa. Namun, di tengah jalan Soni meminta bantuan JL untuk menyiapkan akomodasi sekaligus mengantar PA untuk bertemu dengan YW di salah satu hotel di Kota Batu,” kata Gidion. Gidion menambahkan, jika Soni merupakan pria kelahiran Toboali yang berumur 31 tahun.
Selain itu menurut keterangan di KTP, pekerjaan Soni yakni mahasiswa. Gidion juga menjelaskan, dalam rangkaian prostitusi online yang diungkap Polda Jatim ini, Soni merupakan muncikari pihak pertama. Sedangkan JL merupakan muncikari pihak kedua. “Perannya satu rangkaian. Dalam konteks jaringan prostitusi, bisa dikatakan muncikari tangan pertama karena dia telah menyuplai atau memberikan data. Yang menerima keuntungan memudahkan terjadinya prostitusi,” jelasnya. Sebelumnya, tim dari Subdit III Jatanras Polda Jatim telah melakukan penelusuran ke salah satu rumah susun di Jakarta. Namun, saat tiba di lokasi, Soni tidak berada di tempat dan hanya meninggalkan barang bukti berupa HP. Meski kabur, Gidion mengaku sudah mengetahui lokasi tempat bersembunyi Soni. “Mudah-mudahan kita bisa menangkap dalam waktu singkat. Semoga dua hari lagi tertangkap,” pungkasnya. (x-3/fer)
Kalah di Kandang, Tim Persebaya Kabur dipicu kekecewaan suporter fanatiknya bondo nekat (bonek) atas kekalahan 2-3 dari tamunya. Tak hanya menyalakan flare di dalam stadion saat pertandingan berlangsung, bonek juga turun ke lapangan dan membakar papan reklame. Ayik, salah satu pendukung Persebaya yang menyaksikan langsung di GBT, membenarkan kejadian itu dipicu hasil mengecewakan tim berjuluk Bajol Ijo tersebut. Dia mengatakan, kericuhan terja-
Sambungan dari halaman 1
di usai peluit panjang tanda pertandingan berakhir. Ratusan bonek dari tribun selatan merangsek turun ke lapangan. Situasi bertambah runyam karena aksi mereka diikuti kelompok suporter lainnya. “Mereka turun dan masuk ke tengah lapangan. Sebagian terlihat membakar papan reklame,” kata Ayik, yang juga mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Surabaya Selatan ini kepada Memorandum. Aparat sempat menghalau amuk bonek. Namun karena jumlah tidak
sebanding, aparat memilih memantau di tengah lapangan sembari menunggu perintah. “Saya lihat bonek menduduki lapangan, sedangkan kondisi di luar kondusif tidak separah di dalam stadion,” jelas Ayik. Apa yang melatarbelakangi bonek mengamuk? Ayik yang memantau jalannya pertandingan, mengungkap jeleknya permainan jadi pemicu. Terutama sejak ditangani pelatih Wolfgang Pikal. “Faktor pelatih, pemain, dan manajeman harus dievaluasi,” tandas
pria berambut keriting ini. Hasil kemarin juga menjadi kekalahan perdana Persebaya di partai kandang. Tanda-tanda aib pertama ini terasa sejak menit awal. Kendati menuai dukungan penuh dari bonek, Persebaya sepertinya main dengan beban. Hilangnya fokus saat transisi dalam menyerang ke bertahan menjadi hal yang sangat mencolok pada laga ini. Dua dari tiga gol PSS tercipta dari skema serangan balik cepat. Tim tamu juga sangat mengandalkan
pemain-pemain cepat mereka untuk menembus pertahanan Green Force, terbukti M Syaifuddin dan Hansamu berulangkali kewalahan dalam meredam kecepatan para pemain PSS. Terpisah, Direktur Media Persebaya Nanang Prianto mengatakan, para pemain dan ofisial tim Persebaya langsung dievakuasi oleh aparat keamanan. Mereka menjadi sasaran amuk massa yang kecewa karena The Green Force kalah di kandang. “Kita hari ini (semalam, red) tidak ada presscon karena semua
pemain sudah dievakuasi oleh mobil baracuda,” ujarnya seperti dikutip beritajatim.com. Terkait denda yang akan diterima Persebaya, Nanang mengatakan pihaknya akan patuh pada regulasi. Diketahui sebelum peluit babak pertama sebagian suporter sudah menyalakan flare. Di tengah pertandingan, flare dan petasan beberapa kali mewarnai. “Kita pasti ada regulasi, dan menjalankan sesuai regulasi,” katanya. (*/ rio/ep/fer)
Semprot Wajah Korban dengan Parfum saat menjalani sidang dakwaan yang tertutup, Selasa (29/10). “Pengakuannya khilaf dan bernafsu sehingga terjadi pemerkosaan,” terang jaksa penuntut umum (JPU) Ni Made Sri Astri Utami usai sidang yang dipimpin Mashuri Effendi. Dijelaskan Made dalam dakwaan, bahwa terdakwa sempat
Sambungan dari halaman 1
menyemprot wajah korban dengan parfum sebanyak lima kali ketika hendak merampas HP. “Korban sempat sesak napas. Selanjutnya, terdakwa melakban tangan dan kaki korban,” ujarnya. Namun, lanjut Made, tidak hanya sekadar merampas HP ternyata terdakwa juga bernafsu menyetubuhi
korban. “Untuk melancarkan aksi, lakban di kaki dilepas. Korban sempat melawan dan mencakar terdakwa,” jelas Made. Usai memerkosa, korban kembali diajak berputar-putar dan akhirnya diturunkan di Jalan Rajawali. “Atas perbuatannya, terdakwa dijerat pasal 285 KUHP jo pasal 286 KUHP, dan
kedua kesatu pasal 365 KUHP jo pasal 368 KUHP,” pungkas Made. Terpisah, Bambang Eko Setiawan dikonfirmasi setelah sidang mengaku khilaf melakukan hal itu kepada korban. “Khilaf,” singkatnya, kemarin. Seperti diberitakan sebelumnya, RA yang hendak pulang ke apartemen di daerah Kalisari memesan taksi
online. Namun, jenis kendaraan dan nomor polisi mobil yang menjemput tidak sesuai dengan pesanan. RA mendapat driver dengan mobil Suzuki Ertiga. Namun, yang datang justru mobil Avanza putih L 1526 AH. Perempuan asal Malang itu tidak curiga. Dia beranggapan bahwa ada kesalahan teknis pada aplikasi taksi
online. Akhirnya, dia masuk ke mobil yang disopiri Bambang tersebut dan berharap segera tiba di apartemen. Namun, Bambang tidak langsung mengantar RA pulang. Dia justru berputar-putar tidak jelas hingga akhirnya terjadi perampasan HP dan pemerkosaan tersebut. (fer/yok)
Polisi Amankan Tujuh Pengeroyok silat. Bahkan, bentrokan pada Minggu (27/10) lalu itu, terjadi di tiga lokasi masing-masing Jalan Margorejo, Jalan Ahmad Yani dan Jalan Manukan Wetan. Namun, yang paling menonjol dan kurang terpantau adalah di Jalan Manukan Wetan, tepatnya di depan Rumah Sakit Muji Rahayu. Di lokasi itu, pelaku yang berjumlah 10 orang mengeroyok empat orang dari perguruan silat lain. Akibatnya, dua korban berinisial BD dan ZA mengalami luka parah. “Salah satu korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam (sajam), jenis
Sambungan dari halaman 1
pedang kecil. Meski tidak tajam, akibat sabetan itu jari korban nyaris putus,” kata Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho, Selasa (29/10) siang. Me n a n g g a p i i t u , Po l restabes Surabaya menerjunkan tim Jatanras yang dipimpin Iptu Giadi Nugraha. Hasilnya, kurang dari 12 jam petugas berhasil mengamankan 7 dari 10 pelaku pengeroyokan. Mereka diamankan di rumah masing-masing. Selain itu, turut diamankan pedang dari tersangka yang masih di bawah umur.
Penyebab kebakaran di pabrik yang memproduksi perabotan rumah tangga dari gelas ini diduga dari oven yang terlalu panas (overheating). Hal ini dijelaskan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Dedik Irianto. Menurut Dedik, dari keterangan pegawai pabrik, bahwa titik awal api berasal dari oven tempat produksi yang suhunya mencapai 1.500 derajat celcius. “Saat terjadi kebakaran, pabrik dalam kondisi melakukan kegiatan produksi. Tiba-tiba suhu ruang oven naik hingga 1.500 derajat, jadi diduga api muncul karena overheating,” kata Dedik. Dedik menambahkan, bahwa yang terbakar yaitu bangunan seluas 10 x 20 meter. “Untuk memadamkan api, kami menerjunkan 13 unit mobil damkar ke TKP,” terangnya. Sementara itu Kanitreskrim Polsek Tenggilis Mejoyo AKP Sidik menuturkan bahwa dugaan sementara kebakaran tersebut terjadi karena di ruangan produksi suhunya mencapai 1.500 derajat celcius. “Menurut keterangan saksi, saat itu di pabrik tiba-tiba sebuah oven mengalami overheating sehingga memunculkan api,” kata Sidik. Lanjut Sidik, tidak ada korban dalam kejadian kebakaran ini. “Alhamdulillah tidak ada korban maupun luka dalam kejadian ini,” pungkas Sidik. (x-3/fer)
Anak Bawang Melansir dari merdeka.com, penempatan Mulan Jameela ini bukan murni karena permintaannya, melainkan dari partai. Sebagai orang yang baru saja masuk politik, Mulan mengaku santai ditempatkan di komisi manapun. “Insyaallah (komisi) VII. Saya ditempatkan sama fraksi, ya namanya anak bawang ya kita woles ditugaskan di mana saja. Insyaallah harus berjuang,” ujar Mulan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (28/10). Ketika disinggung soal mitra Komisi VII, Mulan Jameela malah merasa dites. Ia mencoba berkelit dengan mengatakan jika mitra dari Komisi VII ada banyak. “Iya betul (banyak mitra). Wah ini ngetes nih tes nih tes nih,” ujarnya. Lebih lanjut, ia bakal mau bicara tentang tugasnya di Komisi VII nanti setelah posisinya disahkan dalam rapat paripurna.
saat ini masih dalam pencarian petugas. Dalam kelompok tersebut, RM merupakan pemilik pedang tersebut. Dia diamankan saat hendak pergi ke sekolahnya di salah satu SMK Negeri di Surabaya Timur. Sandi menjelaskan, peristiwa berdarah itu bermula pada Minggu (27/10)sore. Saat itu, para pelaku mendapat kiriman pesan melalui whatsapp terkait bentrokan di Jalan Ahmad
Belakangan diketahui, jika korban yaitu Sri Witnowati (43), warga Desa Tejo, Kecamatan Mojoagung. Sebelum ditemukan tewas, korban sempat pamit kepada keluarga hendak mengambil uang di temannya di daerah Kecamatan Perak. Dikatakan Lena Oksiana (23), keponakan korban, bahwa sebelum meninggalkan rumah dengan naik sepeda angin, korban yang mengenakan jilbab merah muda itu pamitan akan mengambil uang ke rumah temannya di Kecamatan Perak. Dan sesuai dengan keterangan sejum-
Sambungan dari halaman 1
Petugas melakukan pembasahan di lokasi kejadian.
Sambungan dari halaman 1 “Ya kan kita belum ketok palu ni, nanti tunggu dulu kalau sudah diputuskan melalui rapat paripurna baru saya bicara ya terima kasih,” lanjut istri Ahmad Dhani itu. Seperti diketahui, mitra kerja Komisi VII meliputi Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Mulan sendiri mengaku jika nanti pekerjaannya bakal berat di Komisi VII. Ia mengaku, nantinya ia akan banyak fokus pada isu lingkungan hidup. “Yang pertama lingkungan hidup kali ya karena yang paling penting lingkungan hidup, yang itu memang berhubungan sama masyarakat, pasti langsung berkenaan dengan masyarakat,” tandasnya. (*/fer)
Yani. Mereka yang sebelumnya berkumpul di wilayah barat, kemudian mengendarai motor melaju untuk memberi bantuan ke lokasi tersebut. Namun, setiba di Jalan Raya Balongsari, mereka dihalau oleh kelompok lain (korban, red). Bukan mengajak bentrok, kelompok korban justru berniat meredam amarah kelompok tersangka agar tidak memperpanjang masalah tersebut. “Hal
tersebut yang semakin memancing amarah para tersangka,” lanjut Sandi. Merasa kalah personel, kelompok korban kemudian melarikan diri ke arah barat. Tepat di depan Rumah Sakit Muji Rahayu, kelompok tersangka berhasil menghentikan korban. “Di sanalah aksi pengeroyokan terjadi. Tiga dari 10 tersangka menghajar korban yang salah satunya dengan menggunakan
Sempat Cekcok dengan Dua Pria
FOTO: MEMORANDUM/INDRA
Pabrik PT Kedawung Subur Terbakar
Ketujuh remaja tersebut kemudian digelandang ke Mapolrestabes Surabaya guna proses pendataan dan pemeriksaan. “Dari semua saksi yang diamankan, kami tetapkan tiga tersangka yang dalam aksi tersebut berperan aktif melakukan penganiayaan dan sebagai inisiator,” lanjut lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) 1995 itu. Ketiga tersangka masing-masing, Zulham Bagus Prasetyo (18), warga Jalan Genting Tambak Dalam; RM (16), warga Jalan Mulyorejo Baru. Sementara satu pelaku berinisial FR
pedang,” tandas dia. Kini, unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya terus memburu FR dan dua pemuda lain. FR berperan menghajar korban beberapa kali. Selain itu, FR juga diketahui membawa senjata tajam jenis pisau penghabisan. “Masih kita buru. Dia juga bawa pisau, tapi belum sempat digunakan,” pungkas mantan Kapolrestabes Medan itu. (fdn/fer)
Sambungan dari halaman 1
lah saksi di lokasi, korban sempat terlibat pertengkaran dengan dua pria tak dikenal. “Menurut warga ada yang tahu kalau cekcok dengan dua pria di dekat lokasi penemuan mayat bulek saya itu,” jelas Lena. Keluarga yang mendengar kabar penemuan mayat, bergegas menuju lokasi. Setibanya di sana, mereka mendapati luka di bagian kepala yang terus mengeluarkan darah segar. Dengan kondisi itu, keluarga menduga jika saudaranya menjadi korban pembunuhan. “Pamitnya mau ambil uang di teman
prianya, dugaan kami dibunuh karena lukanya cuma di kepala saja,”tambah Lena. Polisi yang tiba di lokasi langsung mengolah TKP dan mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Jombang. Dari hasil olah TKP ditemukan HP dan sepeda angin milik korban. “Dari hasil olah TKP tidak ditemukan adanya indikasi ke pembunuhan. Kalau luka yang diderita, akibat kecelakaan lalu lintas yang dialami oleh korban,” jelas Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu. (wan/fer)
Polsek Semampir Cangkrukan Bareng Warga Nyamplungan
Sambungan dari halaman 1
Semampir Kompol Aryanto Agus dengan didampingi Kanitbinmas AKP Mulyono bersama Aiptu Achmad Faruk, Bhabinkamktibmas Ampel dan beberapa personel. Hadir dalam kesempatan itu, Danramil Semampir Mayor (Inf) Sumarsono, Lurah Ampel Imzak, Kasi Trantib Kecamatan Semampir Burhan dan para pengurus kampung dan tokoh masyarakat. Dalam kesempatan itu, Kompol Aryanto Agus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Aryanto Agus mengimbau warga untuk aktif menghidupkan kembali
siskamling, demi keamanan lingkungan, terutama di malam hari. Disamping itu, juga disampaikan penyuluhan bahaya narkoba bagi kesehatan dan dampak hukum bagi orang-orang yang menyalahgunakannya. Tidak lupa Kapolsek juga mengingatkan agar warga mengawasi pergaulan anak-anaknya, jangan sampai ikut-ikutan terlibat tawuran antarpelajar. Cangkrukan kali ini juga diisi sosialisasi enam program unggulan Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Masing-masing Senin Mili-
Pengantin Perempuan Mirip Jiho, Artis Imut Korea “Gimana Om? Pengantin wanitanya cantik, nggak?” desak pemuda itu, sebut saja Dila. Mau tidak mau Memorandum memperhatikan gadis yang duduk di pelaminan dengan seksama. Cantik. Bahkan sangat cantik. Mirip artis Korea, Jiho Oh My Girl. Wajahnya tirus dan kulitnya glowing banget. Idola cewek dan cowok kekinian. Jadi, sangat wajar bila Beni jatuh cinta sekonyong-konyong koder. “Menurut Om, dia mirip artis ya?” “Ya. Artis Korea.” “Pemain sinetron ya, Om?” “Ya.” “Tidak mirip gadis di foto ini?” kata Dila sambil menyodorkan layar HP-nya. Memoradum mencermati dan tertawa kecil, “Ya jauh toh Mas. Kayak bumi dan langit.” Pada layar tersebut tampak foto seorang gadis sedang berusaha membuka pintu mobil. Seluruh tubuhnya basah kuyup. Kayak-nya di kawasan Jalan A Yani Surabaya, depan Graha Pena Jawa Pos.
“Padahal foto di HP ini yang benar-benar dia,” kata Dila sambil menunjuk gadis yang duduk di pelaminan. “Guyon kamu.” “Om seperti teman saya, Beni. Nggak percaya,” tambah Dila. Ada sedikit nada kecewa pada kalimatnya. Dila lantas mengajak Memorandum keluar dari ruang resepsi. Dila bercerita bahwa ketika Beni masih berpacaran, di pernah diajak bermain ke rumah kos gadis itu di kawasan Pagesangan. Hampir sejaman mereka diminta menunggu karena si gadis, sebut saja Rani, kata penghuni kos lain, sedang mandi. “Lha masa sih Om, seorang gadis butuh waktu sejam lebih untuk mandi dan dandan?” Saat itu, karena hanya diajak, Dila berusaha menyabarkan diri. Baru sekitar 65-70 menit kemudian Rani menemui Beni dan Dila. Memang cantik, tapi Dila merasa ada sesuatu yang janggal. Tapi, waktu itu Dila tidak mengetahui: di mana letak kejanggalannya dan apa?
tan, Selasa Sambas, Rabu Narsis, Kamis Pak Polis, Jumat Darling dan Sabtu Osis. “Sebagian besar bertujuan untuk menjalin kedekatan dengan masyarakat,” terang Aryanto Agus. Dia mencontohkan mengenai acara cangkrukan yang digelar semalam, yang juga merupakan wujud pelaksanaan program Senin Militan. “Dengan cangkrukan ini, warga bisa menyampaikan masalah-masalah sosial, kamtibmas dan birokrasi kelurahan serta kecamatan,” pungkas Aryanto Agus. (rio/fer)
Sambungan dari halaman 1 “Saya penasaran Om,” ujar Dila. Untuk mencari jawaban atas kepenasarannya, suatu saat Dila ingin mengetahui keseharian Rani di kos-kosannya di Pagesangan. Dila sengaja ke warung kopi tidak jauh dari rumah kos Rani. Mencari informasi soal gadis tersebut. “Oh, yang kos di rumah itu? Banyak Mas. Ada tujuh. Kalau yang cantik hanya satu. Imut banget. Kayak artis Korea. Mungkin itu maksud Sanpeyan. Tapi, saya tidak tidak tahu namanya. Dia tidak pernah ke sini. Tidak seperti yang lain, jedal-jedul,” kata si pemilik warkop. (bersambung)
Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih
SERTIFIKA T
P ER S WAN DE
HUKUM & KRIMINAL
RABU PON, 30 OKTOBER 2019
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
HALA HALAMAN 8
Tetesan Peluh Satgas Singkirkan Pilu Mbah Bagong
FOTO-FOTO: MEMORANDUM/PENDIM 0818
Sebentar lagi kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-106 Kodim 0818/ Kabupaten Malang-Kota Batu, yang dipusatkan di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, segera berakhir. Hampir semua sasaran fisik, baik pembangunan program rumah tidak layak huni (RTLH), rahab musala, pipanisasi, rabat jalan, pemadatan jalan, jambanisasi, maupun MCK (mandi, cuci, kakus) sudah selesai 100 persen. Oleh: Aris Setyoadji, Wartawan Memorandum Sedangkan untuk program irigasi di Dusun Krajan, kini masih dalam proses pengerjaan dan sudah mencapai 85 persen. Keberhasilan itu tidak lepas dari kerja keras sekitar 150 satgas yang tanpa mengenal lelah berupaya menyelesaikan program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat ini. Jika melihat hasil pembangunan fisik yang pengerjaan bergotong-royong dengan warga ini cukup mengagumkan. Tidak ingin hanya sekadar melihat hasil pembangunan, saya mencoba menempatkan diri sebagai satgas yang mempunyai tujuan mulia tersebut. Setelah melihat beberapa sasaran pembangunan fisik, mulai yang terdekat dari posko TMMD yang ditempatkan di rumah Kepala Dusun Sumbersih Lasianto, hingga yang terjauh yakni pembangunan RTLH di daerah Ngliyep. Akhirnya saya memutuskan untuk bergabung dalam pembangunan irigasi yang berada di daerah Dusun Krajan, Minggu (27/10). Selanjutnya, saya diantar Serma Ervan tim Penerangan Kodim 0818 ke lokasi irigasi, untuk diperkenalkan dengan satgas serta pemilik rumah yang digunakan menginap satgas selama TMMD. Setelah saya jelaskan tujuan saya bergabung, tidak butuh waktu lama suasana mencair. Dalam perkenalan akhirnya saya mengetahui bila komandan pos sasaran irigasi yakni Sertu Suroto, dengan anggota Kopda
Mbah Bagong bersemangat membantu Satgas TMMD.
Wartawan Memorandum ikut mengerjakan proyek irigasi TMMD ke-106 di Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.
Syahida, Kopda M Faisal, aka Kopda Ratno, Praka u Agus Suyanto, Pratu Satriyo Aji, Pratu Hikmah, Prada Nanang Mas Wally, dan semuanya bertugas di Yonif Mekanis 512 QY.. ik Sedangkan pemilik mad rumah yakni Achmad panggil Sahir yang akrab dipanggil Mbah Bagong. Tidak butuh waktu lama, kami mulai akrab. Meski waktu beranjak sore, cuaca masih terasa panas, hamparan sawah dan kebun di sekitar rumah Mbah Bagong tampak gersang, karena pada kemarau panjang ini sudah tidak bisa ditanami. Bahkan beberapa sumber air pun mulai mengering. Posisi rumah Mbah Bagong letaknya di lereng, dan lebih rendah sekitar 8 meter dari jalan. Sedangkan kondisi rumah pria yang mengaku masih berusia balita ketika penjajah Jepang datang menjajah itu, semi permanen dan bercat putih. Karena hanya setengah berdinding batu bata, dan sisanya masih berdinding kayu. Lantainya pun bukan keramik namun hanya rabatan semen. Tidak lama kami berbincang, tepat saatnya makan sore, di meja makan terbuat dari kayu yang letaknya di ruang depan samping kiri pintu, tertata hidangan yang dimasak Ny Ngatimen istri Mbah
ahan dingin. Pagi sekitar pukul 06.00, kami bangun, dan menggulung matras. Setelah ruangan rapi, kemudian persiapan mandi. Ternyata selama disana untuk mandi mereka harus menyebar ke rumah-rumah warga. Wajar saja, sebab air yang tersedia di rumah tersebut tidak cukup, karena kondisi wilayah sedang kekurangan air. Saya bersama Kopda Faisal dan Pratu Satriyo Aji mandi di rumah milik Seniwati yang jaraknya sekitar 60 meter dari rumah Mbah Bagong. Setelah mandi dan sebelum memulai pekerjaan, kamipun sarapan, dan lauknya tidak jauh beda dengan sebelumnya, hanya ada tambahan telur, namun tetap terasa nikmat. Ketika waktu mendekati pukul 08.00, satgas berkumpul di halaman untuk menjalani apel pagi dipimpin Sertu Suroto, dan saya pun ikut dalam barisan. Karena memang saya memposisikan sebagai satgas. Setelah itu, kami mengambil senjata, namun bukan pistol ataupun senapan serbu, melainkan cangkul, skrop, gancu, linggis, dan bodem (palu besar). Saya memilih mengambil gancu, dan mengambil posisi dekat Prada Nanang yang membawa linggis. Tujuan saya ingin mengetahui sampai mana tenaga saya, dibanding dengan satgas yang ukuran tubuhnya, saya rasa tidak jauh beda dengan saya, meski agak besar sedikit dibanding saya.
Bagon dibantu oleh Bagong, ana ketiganya. Naanak m jangan memmun, b bayangkan menu tersebut mewah. Selain nasi yang diletakkan di penghangat, ada o oseng-oseng kaca sambal goreng cang, tahu tempe, dan dadar jagung “Silakan makan, jagung. sudah siap,” ujar Ngatinem sambil tersenyum. Meski sangat sederhana, namun tidak menurunkan nafsu makan para satgas, dan saya ikut menikmati masakan itu. “Setiap hari bapak-bapak tentara ini yang makanannya gak aneh-aneh pokoknya ada sayur, dan mereka mengatakan kalau cocok dengan masakan saya,” ujar nenek enam cucu ini. Ketika hari beranjak malam, para satgas pun mulai mempersipkan matras yang digelar di ruang tamu untuk alas mereka beristirahat. Sebelum tidur mereka menyempatkan diri menghubungi keluarga untuk sekadar melepas rindu. Maklum saja mereka di lokasi tersebut sudah tiga minggu dan jauh dari keluarga. Saya pun ikut tidur beralaskan matras bermotif doreng tersebut. Udara panas yang saya rasakan pada siang hari, berubah dingin ketika malam, bahkan selimut jatah saya tidak bisa men-
Tidak lama kemudian, warga sekitar berdatangan untuk membantu, termasuk Mbah Bagong yang siap dengan cangkulnya. Kekuatan satgas pun bertambah 6 personel, yang didatangkan dari pos lainnya yang penggarapan fisiknya akan selesai. Posisi awal, saya mencoba membuat saluran yang nantinya akan dipasang pelengseng pada sisi kanan kirinya. Tidak sampai 15 menit saya bekerja, peluh mulai bercucuran, dan saya melihat hal serupa pada satgas. Saya pun mulai banyak beristirahat karena tangan mulai lemas, dan napas mulai cepat. Namun beda dengan Nanang, dirinya terus bekerja, dan memang fisiknya sudah terlatih. Satu jam berjalan, akhirnya saya menyerah. Setelah beristirahat sekitar 10 menit, saya mencoba berpindah ke posisi membuat campuran pasir dan semen. Tampaknya memang lebih ringan, namun ternyata tidak kalah beratnya, karena harus mencampurkan hingga rata. Belum lagi memindahkannya ke gerobak dorong satu roda untuk membawa campuran tersebut ke titik pembangunan. Cukup satu tahap adonan saja, dan saya memutuskan untuk berhenti, karena lengan benar-benar seperti sudah tidak ada tenaganya. Sebenarnya saya ingin mencoba untuk memecah batu kali
menggunakan bodem, namun hal itu saya urungkan, karena ketika saya mengangkat bodem itu sudah terasa berat. Setelah kondisi agak pulih, saya mencoba untuk memindahkan pecahan batu menuju titik pemasangan. Memang jaraknya tidak jauh, namun jalan yang dilalui berliku, dan harus mengimbangi gerobak agar tidak terguling, dan saya hanya mampu tiga kali pengambilan. Akhirnya saya memutuskan untuk benar-benar berhenti, dan hanya mengamati para satgas tetap semangat menyelesaikan pembuatan pelengseng yang direncanakan dibangun sepanjang 200 meter dan harus selesai dalam waktu kurang dari tiga minggu. Sedangkan dalam hitungan normal, bangunan tersebut bisa selesai dalam waktu dua bulan. Saya tidak bisa membayangkan betapa lelahnya mereka setiap hari harus bekerja keras. Sedangkan saya yang hanya dalam hitungan jam merasakan benar-benar lelah dan menyerah. Menangis Bersalaman dengan Jenderal Bangunan pelengseng itu sangat dibutuhkan oleh warga untuk irigasi, dan khususnya bagi Mbah Bagong, pelengseng tersebut sangat menyelamatkan bangunan tempat tinggalnya. Sebab, selain untuk irigasi, pelengseng itu bisa
menahan longsor, yang mengarah ke rumahnya. Mbah Bagong merasa senang dan bersyukur, karena dirinya tidak akan pilu lagi ketika musim hujan. Meski rumah yang biasanya hanya ditempati dengan istri tercinta, kini berjubel karena juga ditempat para satgas, Mbah Bagong merasa senang. Sebab hari-hari yang biasa dilalui sepi, kini terobati dengan keceriaan satgas. Bahkan kesenangan itu bertambah, karena beberapa bagian rumahnya yang rusak juga diperbaiki oleh satgas. Diungkapkan Mbah Bagong, semenjak tahun 1966 dirinya mulai tinggal di tempat itu, baru kali pertama ini kampungnya tersentuh pembangunan dan itu dilakukan oleh TNI. “Saya senang ada bapak tentara di sini. Karena banyak pembangunan yang dilakukan,” kata Mbah Bagong. Bahkan bapak empat anak ini sempat meneteskan air mata, ketika didatangi Tim Pengawas dan Evaluasi (Wasev) Mabes TNI AD Brigjen TNI Anang Dwitono, Staf Ahli KSAD didampingi Dandim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu Letkol Inf Ferry Muzawwad dan mendapat kesempatan berjabat tangan. “Sejak saya tinggal di sini, baru ada satu jenderal yang datang, dan saya bisa bersalaman, hingga saya menangis karena bahagianya,” ungkap Mbah Bagong. (*/yok)
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Probolinggo, Memorandum Hampir sepekan Operasi Zebra Semeru digelar dan hasil ratusan motor di Kota Probolinggo terjaring karena melanggar. Kali ini Satlantas Polres Probolinggo Kota kembali menggelar operasi di Jalan Raya Pahlawan, sebelah barat pertigaan Loji, Selasa (29/10) pagi, dan puluhan pelanggar lalin terjaring dalam operasi tersebut. Kasat Lantas AKP Tavip di lokasi razia menjelaskan, sasaran operasi semua kendaraan baik roda dua maupun empat. “Mereka yang melanggar langsung ditilang,” ujar Tavip. Selain kelengkapan surat kendaraan, kondisi kendaraan juga jadi perhatian. Misalnya, roda motor atau knalpot yang tak sesuai spek, maka ditindak. “Helm yang dipakai harus standar (SNI). Semua kelengkapan kendaraan sesuai. Ini juga sebagai safety riding,” jelas Tavip. Tidak hanya itu, lanjut Tavip, pengendara yang sibuk menggunakan ponsel juga masuk dalam penindakan. Diakui bahwa kecelakaan yang terjadi karena faktor human error. “Penggunaan ponsel saat mengendara, akan mengganggu kon-
Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan membuka kegiatan coffee morning di gedung Tunggal Panaluan.
Tingkatkan Solidaritas, Gelar Coffee Morning
Operasi Zebra Semeru yang digelar Satlantas Polres Probolinggo Kota.
sentrasi dan potensi terjadinya kecelakaan sangat besar,” lanjut Tavip.
Saat operasi kemarin itu, tak sedikit pengendara yang tak membawa surat kendaraan sekaligus Surat Izin Mengemudi (SIM). Mereka pun terpaksa menitipkan motornya ke petugas, untuk kemudian menunjukkan identitas kendaraan.
Tavib menambahkan operasi akan dilaksanakan dalam beberapa hari ke depan di titik titik jalan raya. Bisa pagi, siang atau sore. “Memang operasi ini lebih banyak ke penegakan hukum,” pungkas Tavip.(yud/tyo)
Satgas Preemtif Talkshow di Radio
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Pasuruan, Memorandum Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan membangun komunikasi dengan unsur pimpinan di jajarannya dengan acara coffee morning. Acara yang dikemas santai tapi serius ini bertempat di Tunggal Panaluan, Mapolres Pasuruan, Selasa (29/10). Kapolres menyampaikan bahwa coffee morning ini bertujuan untuk saling sharing, dan sebagai wadah untuk menyampaikan informasi tentang pelaksanaan tugas. Baik yang sudah dilaksanakan, maupun yang belum dilaksanakan. Dalam pertemuan itu, Rofiq menekankan kepada para kapolsek jajaran untuk selalu mengecek setiap perkembangan yang ada di wilayahnya masing-masing. “Tingkatkan kualitas pelayanan publik melalui inovasi,” ujar Rofiq. Dengan adanya inovasi ini sehingga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Selain itu kapolre juga memerintahkan agar jajaranya melaksanakan patroli dan sambang masyarakat. “Giatkan bhabinkamtibmas untuk berada di daerah binaannya, dan upayakan agar ada ruang kerja bagi bhabinkamtibmas di desa tempatnya bertugas,” tutur Rofiq. Rofik juga mengimbau agar tiap polsek juga menggelar coffee morning, dengan harapan terciptanya komunikasi antara pimpinan dan anggota dalam suatu Institusi. (*/rul/tyo)
FOTO: MEMORANDUM/YUD
Ratusan Motor Terjaring Operasi Zebra
Kanit Dikyasa Iptu Kamaroeddin bersama anggota di studio radio.
Pasuruan, Memorandum Satlantas Polres Pasuruan Kota melalui Satgas Preemtif Operasi Zebra Semeru 2019, talkshow di sebuah stasiun radio di Jalan Hayam Wuruk, Kota Pasuruan, pada Selasa (29/10). Dalam kegiatan itu dihadiri oleh Kasatgas Preemtif Kanit Dikyasa Iptu Kamaroeddin selaku narasumber didampingi Aiptu Ridwan, dan dipandu Anggun, penyiar radio. Kasatlantas Polres Pasuruan Kota AKP Achmadi melalui Kasubbag Humas AKP Endy Purwanto menyampaikan, dalam acara itu pihaknya menyampaikan beberapa imbauan terkait lalu lintas. Serta membagikan tips aman berkend-
ara dan pelaksanaan Operasi Zebra Semeru 2019 yang dilaksanakan mulai tanggal 23 Oktober - 05 November 2019. Dalam talkshow tersebut juga ada sesi tanya jawab oleh pendengar. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan penempelan brosur Operasi Zebra Semeru 2019 di ruang penyiaran radio. “Bahwa melalui program talkshow di radio diharapkan informasi, yang disampaikan kepolisian dapat lebih menjangkau seluruh lapisan masyarakat yang berada di Kota Pasuruan dan sekitarnya,” jelas Endy. (*/rul/tyo)
KOTA SURABAYA
RABU PON, 30 OKTOBER 2019 HALAMAN 9
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Pemkot Telantarkan Aset Surabaya, Memorandum Bangunan Pasar Turi III yang terbakar sejak tujuh tahun silam hingga sekarang belum juga dibongkar Pemkot Surabaya. Bangunan tersebut dibiarkan mangkrak. Kondisi ini mendapat sorotan tajam Komisi C DPRD Surabaya.
FOTO: MEMORANDUM/BAUD
SPBU yang tidak jelas izinnya dan mokong ketika diingatkan dewan.
Ada Mafia Perizinan di SPBU BP-PT AKR
Silakan Dewan Gunakan Hak Angket
FOTO: MEMORANDUM/BAUD
AH Thony
Pengelola Tak Gubris Rekomendasi Komisi A
Surabaya, Memorandum Pengusutan perizinan SPBU BP-PT AKR di Jalan Pemuda yang sedang ditangani komisi A menjadi sorotan Wakil Ketua DPRD Surabaya, AH Thony. Sebab, pasca keluarnya rekomendasi penghentian sementara aktivitas SPBU yang berada di dekat Gedung RRI itu, di-
duga diabaikan oleh pengelola SPBU. Untuk itu, AH Thony, meminta agar hasil rekomendasi yang telah dikeluarkan komisi A harus ditindaklanjuti. Karena kalau tidak maka kinerja dewan akan dipertanyakan oleh masyarakat. “Spirit kami ingin memberikan penguatan kepada lembaga dewan
REKOMENDASI komisi A DPRD Surabaya agar BP-PT AKR menutup sementara kegiatan SPBU di Jalan Pemuda, rupanya diabaikan oleh pengelola SPBU. Ini membuat komisi A geram. Wakil Ketua Komisi A DPRD Camelia Habiba menegaskan, bercermin pada keputusan hearing se-
belumnya, bahwa komisi A meminta pemkot untuk meninjau kembali izin SPBU BP-PT AKR dan menghentikan sementara aktivitas SPBU. “Kita (komisi A) sudah bersepakat untuk meminta eksekutif meninjau kembali terkait dengan beberapa catatan-catatan yang Bersambung ke halaman 10
periode 2019-2024, dan itu harus diikuti dengan kinerja dewan yang sungguh-sungguh. Dan, kalau memang dewan ini mengeluarkan Bersambung ke halaman 10
Sekretaris Komisi C Agung Prasodjo mengatakan, bangunan tersebut sudah seharusnya dibongkar Pemkot Surabaya. Sebab, sudah terlalu lama mangkrak pasca kebakaran 2012 silam. Apalagi tanah seluas 16 ribu meter persegi yang di atasnya berdiri Pasar Turi III ini adalah aset milik PT KAI. Sedangkan bangunannya milik pemkot. “PT KAI sendiri sudah mengajukan pembongkaran bangunan tersebut kepada pemkot, namun hingga sekarang belum ada jawaban,” kata politisi Partai Golkar ini. Agung mengakui, meski tinggal puing-puing, namun bangunan ini masih memiliki nilai seperti ada kerangka besi. Maka bangunan itu harus dilelang dan hasilnya masuk ke kas daerah. Dan lelangnya harus
“
Kalau tidak dibongkar ada indikasi pembiaran. Dan PT KAI bisa menuntut karena kalau dibiarkan (bangunan, red) akan merugikam PT KAI yang merupakan perusahaan profit. Agung Prasodjo Sekretaris Komisi C transparan. “Sebenarnya dalam simbada (sistem informasi manajemen barang daerah) sudah dilepas. Bersambung ke halaman 10
FOTO: MEMORANDUM/BAUD
Pertiwi Ayu Krishna FOTO: MEMORANDUM/DOKUMENTASI
Kondisi fisik Pasar Turi III yang dibiarkan mangkrak.
PDI-P Bisa Sandera Parpol Lain Gunakan Jurus Menit Terakhir Tentukan Calon Surabaya, Memorandum Peneliti Surabaya Survey Center (SSC) Surokim Abdussalam memprediksi dalam bursa Pilwali Surabaya 2020 mendatang ada tiga calon yang berebut kursi L1 untuk menggantikan Tri Rismaharini. “Prediksi saya tiga calon,” ujar dia, Selasa (29/10). Menurut Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Truno-
joyo ini tiga kandidat tersebut antara lain dua calon wali kota dari partai politik (parpol) dan satu independen (perseorangan). “PDI-P-koalisinya, Demokrat-koalisinya, dan independen,” terang pria kelahiran Lamongan ini. Selain itu lanjut Surokim, kalau dari perolehan kursi tiga koalisi parpol masih cukup. Pertama PDI-P serta koalisinya, ke dua Demokrat serta koalisinya, ke tiga Golkar serta koalisinya, ke empat independen. Jika Bersambung ke halaman 10
FOTO: MEMORANDUM/ALFIN
Surokim Abdussalam
Bambang Haryo Ambil Formulir di Gerindra Surabaya Surabaya, Memorandum Sejak membuka pendaftaran bakal calon wali kota (Bacawali) dan bakal calon wakil wali kota (bacawawali), Jumat (25/10), sudah ada 10 calon yang mendaftar di Kantor DPC Partai Gerindra Surabaya, Jalan Gayungsari XI/9. Bersambung ke halaman 10
FOTO: MEMORANDUM/BAUD
Mantan anggota DPR RI Bambang Haryo mengambil formulir pendaftaran bacawali di Kantor DPC Gerindra Surabaya.
Ingin Hadiah Puluhan Juta
Segera Tukarkan Kupon Jalan Sehat Surabaya, Memorandum Menjelang puncak perayaan HUT ke-50 SKH Memorandum yang dimeriahkan jalan sehat dan senam Dahlan Iskan Style di lapangan Makodam V/Brawijaya, Minggu (17/11) pukul 06.00, masyarakat sudah bisa mendapatkan kupon di Kantor SKH Memorandum Jalan Ketintang Baru III/91 Surabaya. Kupon bisa didapatkan secara gratis. Masyarakat hanya cukup menukarkan dua lembar penukaran kupon yang tertera di koran Memorandum halaman 9 Kota Surabaya. Penukaran kupon masih bisa dilakukan hingga Sabtu (16/11) sebelum Bersambung ke halaman 10
FOTO: MEMORANDUM/ALFIN
Masyarakat menukarkan kupon di Kantor Memorandum Jalan Ketintang Baru III/91 Surabaya.
KOTA SURABAYA
RABU PON, 30 OKTOBER 2019 HALAMAN 10
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Dewan Desak Pemkot Ciptakan Inovasi Dorong Daya Saing SWK FOTO: MEMORANDUM/ARIS
Kasdim Tipe A 0831 Mayor Inf Sumarji memberikan cenderamata kepada mitra karib.
Gelar Pembinaan Peta Jarak Jaring Teritorial Surabaya, Memorandum Kodim Tipe A 0831/ Surabaya Timur menggelar kegiatan pembinaan peta jarak yang berlangsung di aula makodim, Selasa (29/10). Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dengan mitra karib jaring teritorial. “Dengan kegiatan ini dapat memberikan wawasan kepada mitra karib agar dapat membantu babinsa di lapangan mendeteksi secara dini, cegah dini, temu cepat, dan lapor cepat terhadap permasalahan yang terjadi,” ujar Kasdim Tipe A 0831 Mayor Inf Sumarji. Sumarji menjelaskan, peran babinsa di wilayah sangat penting bagi masyarakat. Dengan adanya jaring ini, pihaknya sebagai aparat satuan teritorial sangat terbantu. “Sehingga kita dapat secepatnya melaporkan ke komando atas,” lanjut dia. Kegiatan pembinaan peta jarak jaring teritorial dihadiri para danramil, wadanramil, perwira staf, para babinsa, dan masyarakat selaku mitra karib. (tyo/dhi)
Surabaya, Memorandum Sentra wisata kuliner (SWK) yang digagas Pemkot Surabaya sebagai penataan pedagang kaki lima (PKL) di pinggir jalan, ternyata belum semua sukses ramai didatangi pengunjung. Sebut saja SWK Jambangan, SWK Ampel, SWK Jawar, dan beberapa sentra PKL dan kuliner yang akhirnya sepi. Salah satu penyebab penolakan kebanyakan PKL saat ada rencana relokasi dari pemkot. Contoh PKL di Jalan Anggrek yang sebelumnya akan direlokasi ke SWK Kapas Krampung. Namun, rencana itu ditolak PKL karena dikhawatirkan merugi. “Kami keberatan jika dipindah ke SWK Kapas Krampung yang diketahui kondisinya sepi,” kata Ketua Paguyuban PKL Mochammad Jazaini. Melihat kondisi tersebut, Komisi B DPRD Surabaya mendesak pemkot dalam pengembangan SWK agar diminati masyarakat. Karena itu, salah satu langkah dengan menciptakan dan menerapkan inovasi melalui aplikasi online. Hal itu lah yang diharapkan anggota Komisi B DPRD Surabaya Akhmad Suyanto. Menurut
dia melalui perkembangan teknologi diharapkan pemkot dan pelaku usaha dapat menyerap teknologi. Tujuannya untuk meningkatkan daya saing dan memberikan kemudahan layanan pemesanan makanan di kalangan masyarakat agar terlayani dengan efektif dan efisien. “Terkait dengan SWK kita yang belum mendapat suport dari pemkot. Saya mengusulkan pemkot untuk memperhatikan SWK. Kalau ini diakomodasi oleh pemkot melalui aplikasi, maka seluruh warga kota untuk instal aplikasi sentra wisata kuliner milik pemkot,” kata politisi PKS ini. Dia mengakui bahwa anggapan masyarakat jika sentra wisata kuliner sebagai tempat kalangan menengah ke bawah, lamban laun pun menjadi beru-
FOTO: ISTIMEWA
Kondisi Sentra Wisata Kuliner Jawar yang mengenaskan karena tidak diminati masyarakat.
bah dengen perkembangan teknologi yang semakin ketat. Baik dari standar pelayanan, hingga cita rasa SWK ini dikembangkan untuk menampilkan kesan modern. “SWK jangan menjadi produk pinggiran, tapi produk yang mengikuti perkembangan zaman,” jelas dia. Jika sistem aplikasi online diterapkan kemungkinan besar menguntungkan para pedagang. Sebab pemkot membantu manajemen pembukuan, baik data pendapatan, hingga promosi. “Sehingga mereka tidak berpikir untuk bejualan di pinggir jalan, tidak mikir rebutan,
karena sudah ditata,” imbuh dia. Dengan adanya sistem tersebut, lanjut dia, para aparatur sipil negara (ASN) di jajaran Pemkot Surabaya bisa membantu peningkatan pendapatan para pedagang SWK. “Jika saya wali kota, saya tugaskan jajaran ASN untuk pesan makan siang untuk pesan di aplikasi SWK. Pertama harus ngelarisi, jadi ASN di Kota Surabaya pesan makanan di situ dan diwajibkan,” ujar dia. Selain itu, fungsi dari aplikasi tersebut memudahkan ASN maupun masyarakat umum bisa mencari SWK terdekat. Se-
Pemkot Telantarkan Aset Seharusnya pemkot legowo untuk membongkarnya, namun karena ada nilainya sehingga mundur,” kata dia. Untuk itu, ia meminta pemkot secepatnya untuk membongkar. Sebab, kalau terlalu lama tidak dibongkar, tentu akan berdampak terhadap PT KAI. “Kalau tidak dibongkar ada indikasi pembiaran. Dan PT KAI bisa menuntut karena kalau dibiarkan (bangunan, red) akan merugikam PT KAI yang merupakan perusahaan profit,” ulas dia. Dia membeberkan persoalan Pasar Turi III ini tidak hanya melibatkan
Sambungan dari halaman 9 Pemkot Surabaya dengan PT KAI, namun juga nasib 700-an pedagang. Maka pemkot juga harus bertanggung jawab dengan nasib pedagang karena ada surat perjanjiannya. “Sedangkan PT KAI kalau membangun pusat perbelanjaan di sana jangan menghilangkan pedagang lama. Memang yang membangun adalah investor, namun demi kemanusiaan maka pedagang dipersilahkan masuk dulu. Sedangkan sebagian sisa stan bisa dijual ke luar,” beber dia. Ketika dikonfirmasi soal rencana
Pengelola Tak Gubris Rekomendasi Komisi A ditemukan teman-teman pimpinan dan anggota komisi A,” ungkap dia. Di antaranya, terkait amdal lalin dan juga belum adanya komunikasi dengan RRI. “Kita tidak bisa masuk pada ranah pemilik persil karena kita pada ranah berkomunikasi dengan eksekutif,” ujar dia. Habiba menegaskan, untuk menjawab spekulasi yang terjadi di masyarakat, komisi A akan memanggil kembali pihak-pihak terkait. “Minggu-minggu ini kita akan panggil eksekutif yang mengeluarkan rekomendasi sehingga perizinan keluar. Saya ingin kadishub sendiri yang datang, tidak diwakilkan. Kita ingin penjelasan sehingga bisa keluar kajian amdal lalin tersebut,” tegas dia. Apakah pengelola BP-PT AKR melecehkan komisi A? Habiba menyatakan tidak. Menurut dia, pengelola SPBU tidak salah karena mereka sudah mengantongi izin. Justru komisi A yang ingin bertanya ke eksekutif kok bisa muncul izin. “Kita perlu minta penjelasan. kalau memang penjelasan akademisnya memang sudah sesuai, ya tidak masalah,” ungkap dia. Menurut dia, komisi A ingin bertanya soal amdal lalin yang dinilai aneh. “Kok bisa keluar amdal lalinnya. Kajian mana yang mengeluarkan amdal lalin, siapa yang membuat kajian? Di sana (Jalan Pemuda) itu belum ada SPBU saja macet, apalagi sekarang ada SPBU, bakal lebih krodit,”jelas dia.
Sementara Ketua Komisi A Pertiwi Ayu Krishna ketika dikonfirmasi membantah komisi A masuk angin. “Tidaklah. Saya yakin, saya dan teman-teman dibayar berapapun tak mempan,” tegas dia. Soal kabar ada instruksi agar komisi A tak boleh kenceng-kenceng menyikapi persoalan SPBU BP-PT AKR? Politisi perempuan Partai Golkar ini dengan bergurau menyatakan kenceng apanya? “Kenceng apanya nih. Kalau badannya kenceng, ya enggak bisa jalan,” tandas dia. Menurut dia, semua itu dicermati benar-benar. Dirinya, tak bisa mengambil nilai negatifnya dari temanteman dewan bicara seperti itu. “Ya, kita dengarkan saja. Yang penting komisi A tetap berjalan sesuai aturan. Saya tak mau dibilang saya harus kenceng. Sebab, kalau nanti tidak kenceng justru dibilang ada apa-apanya, kan susah,” tandas dia. Sementara pantauan di lapangan SPBU BP-PT AKR di Jalan Pemuda, berpotensi mengakibatkan kemacetan lalu lintas. Salah karyawan bank swasta di Jalan Pemuda Hartini mengatakan, keberadaan SPBU hijau ini berdampak kemacetan di Jalan Pemuda. Apalagi jika terjadi musibah kebakaran di SPBU, maka yang dikhawatirkan ledakan bisa mengenai objek vital yang berdekatan dengan SPBU tersebut. “Saya meminta kepada dinas terkait untuk mengkaji ulang kembali
Segera Tukarkan Kupon Jalan Sehat hari H pelaksanaan. “Masyarakat bisa menukarkan dengan kupon kepada bagian administrasi Memorandum yang melayani penukaran kupon sejak pukul 09.00 WIB-17.00,” kata Bunga Citra, bagian administrasi pemasaran PT Memorandum Sejahtera. Gebyar jalan sehat dan Senam Dahlan Iskan Style ini dalam rangka kegiatan HUT emas ke-50 tahun SKH Memorandum.
Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i
hingga mereka tidak jauh-jauh dan kesulitan untuk mencari makan. Juga bisa melalui jasa keuangan dengan teknologi lalu bisa dikirim melalui ojek online atau lainnya. “Misal anggota dishub saat mengatur lalu lintas di wilayah Wonokalisari, dia tinggal membuka aplikasi SWK, dan bisa dilihat di mana SWK terdekat,” jelas dia. Sementara Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop) Kota Surabaya, Widodo Suryantoro ketika dihubungi melalui HP belum bisa memberikan konfirmasi karena masih rapat. (alf/dhi)
Bunga juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak melewatkan momen tersebut, karena acara akhir pekan itu banyak doorprize yang disiapkan panitia. Peserta yang beruntung, bisa membawa pulang sepeda motor, sepeda gunung, peralatan elektronik seperti televisi, kulkas, mesin cuci, dan masih banyak lagi. “Jangan sampai ketinggalan. Peserta memiliki kesempatan yang sama untuk memenangkan hadiah bernilai
pembongkaran bangunan Pasar Turi III, Kabag Layanan Pengadaan dan Pengelolaan Aset Kota Surabaya Noer Oemariyati mengatakan, belum mengetahui perkembangan terbaru soal Pasar Turi III. “Saya belum mendapatkan laporan. Akan saya cek dulu,” kata dia. Sedangkan pengurus Paguyuban Pasar Turi III Rivai mengungkapkan, sudah tujuh tahun ini pedagang menunggu kelanjutan Pasar Turi III pasca kebakaran. Sayangnya, hingga sekarang belum ada kejelasan. “Ada dua ratus pedagang yang
Sambungan dari halaman 9 perizinan SPBU BP-PT AKR tersebut. Apakah letak SPBU sudah benar, sedangkan di sekitar sini padat tempat perkantoran,” ucap dia. Sementara itu, ketika Memorandum mendatangi Wisma AKR Surabaya di Jalan Sumatera untuk konfirmasi terkait perizinan SPBU BP-PT AKR di Surabaya,tak berhasil menemui pejabat yang berwenng. Petugas resepsionis Wisma AKR Surabaya yang ditemuai Memorandum tak bisa memberikan keterangan. “Maaf mas, jika disinggung soal perizinan keberadaan sejumlah SPBU BP-AKR di Surabaya bermasalah atau tidak itu bukan kewenangan AKR Surabaya. Lebih jelasnya tanya di kantor AKR Pusat Jakarta. Di sini hanya menangani distributor bahan kimia sama solar industri. Jadi pimpinan di sini tidak punya kewenangan menjawab itu,” ucap Sulastri, resepsionis Wisma AKR Surabaya, Selasa (29/10). Hal senada disampaikan Koordinator Lapangan SPBU BP-PT AKR Wisnu. Saat dikonfirmasi via telepon dia mengatakan, pihaknya tidak mempunyai kewenangan menanggapi soal rekomendasi DPRD Surabaya menghentikan sementara SPBU BP-PT AKR di wilayah Surabaya beroperasi. “Saya tidak punya kewenangan menyikapi persoalan rekomendasi dari dewan. Coba saya koordinasikan dengan pihak humasnya dulu, jika berkenan menjawab pasti nanti dihubungi lagi,” pungkas dia. (why/dhi)
Sambungan dari halaman 9 puluhan juta rupiah itu,” ujar dia. Dalam event itu panitia menyediakan ribuan kupon jalan sehat. Hingga kemarin masyarakat tampaknya benar-benar tidak mau menyia-nyiakan kesempatan mendapatkan doorprize dan tentunya mengikuti senam sehat yang akan dikomandoi Dahlan Iskan. Itu dibuktikan dengan banyaknya peserta yang menukarkan kupon undian di Kantor SKH Memorandum. (alf/dhi)
nekat berjualan di sekitar Pasar Turi III. Namun kondisinya semakin sepi karena memang tak layak. Pedagang berjualan di sana karena untuk bertahan hidup. Kalau pedagang besar sudah pindah ke PGS dan pusat perbelanjaan lainnya,” beber lelaki
pedagang petis ini. Dia berharap agar bangunan yang terbakar itu dibongkar untuk dibangun yang baru. Namun yang perlu diperhatikan adalah nasib pedagang. “Kami minta kalau dibongkar, maka pedagang untuk dibuatkan tempat
Silakan Dewan Gunakan Hak Angket rekomendasi golnya harus jelas,” tegas dia. AH Thony menegaskan, ketika rekomendasi komisi A memutuskan agar aktivitas di SPBU BP-PT AKR diberhentikan sementara, seharusnya pengelola SPBU harus mematuhi. “Ketika itu diputuskan untuk berhenti kok tetap jalan. Sebetulnya ini ada apa,” tanya Thony. Menurut dia, ada beberapa dugaan. Yakni, dilandasi masyarakat tak ada kepatuhan yang tinggi terhadap apa yang disampaikan dewan. Bisa jadi rekomendasi dewan itu tidak berdasarkan pada resensi-resensi yang jelas. Atau mungkin, lanjut dia, dibalik itu ada pihak-pihak di luar
yang mem-back up agar institusi dewan diabaikan saja. “Kalau kemudian rekom komisi A itu didasarkan regulasi yang jelas dan pada pertimbangan yang logis, kami berharap pihak-pihak dibalik ketidapatuhan itu untuk mengaca diri,”tegas dia. Selain itu, AH Thony meminta kepada komisi A agar jangan diam saja. Ini agar masyarakat tak menduga macam-macam. Nanti dikira ada permainan-permainan yang bisa mematahkan langkah dewan tanpa ada tahapan-tahapan yang jelas. Soal santernya kabar kasus SPBU BO PT AKR ini ada intervensi dari pusat, Thony dengan tegas menyatakan
Bambang Haryo Ambil Formulir di Gerindra Surabaya Ke 10 calon tersebut adalah Agustiawan, Sudjadi, Mariyadi, Isdiyanto, A Dwi R, Harianto, Ahmad Dhani, Sutjipto Joe Angga, Dwi Astutik, dan Bambang Haryo Sukartono. Ketua Tim Penjaringan Bacawali dan Bacawawali DPC Partai Gerindra Surabaya Bagiyon menuturkan, pendaftaran akan ditutup 15 November 2019, sehingga masih ada kesempatan bagi kader yang ingin mendaftar lewat Partai Gerindra. “Sudah ada 10 calon dan kemungkinan masih akan bertambah lagi karena pendaftaran ditutup pertengahan November,” tandas dia. Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya BF Sutadi mengatakan, dengan modal lima kursi, Partai Gerindra akan berkoalisi dengan parpol lain. “ Tak menutup kemungkinan kita berkoalisi dengan PDI-P. Dulu kita sudah bicara sebelum pelantikan ketua dewan.
Tapi, kita tetap terbuka dengan parpol lain, bahkan sudah menjalin komunikasi secara intens,” ungkap dia. Soal Ahmad Dhani mendaftar Pilwali Surabaya, Sutadi mengaku tidak masalah meski saat ini aktor tersebut masih ditahan dan baru bebas Desember mendatang. “ Meski terpidana, tapi hak politiknya kan belum dicabut. Tapi, semua nanti keputusan ada di tangan KPU,” tandas dia. Sementara itu, Bambang Haryo Sukartono yang telah mengambil formulir pendafataran di DPC Partai Gerindra Sidoarjo untuk calon bupati Sidoarjo, Selasa (29/10) juga mengambil formulir di Surabaya untuk running Pilwali Surabaya 2020.”Apakah kami harus di Surabaya atau Sidoarjo, semua ditentukan oleh DPP,” ujar dia. Tapi sebelumnya, memang sudah ada petunjuk untuk ke arah Sidoarjo.
PDI-P Bisa Sandera Parpol Lain itu ada, kata Surokim bursa Pilwali Surabaya akan lebih semarak. “PKB, Gerindra, PKS, PSI, NasDem bisa jadi angka bebas. Semua masih mungkin berubah, karena hampir semua ingin koalisi dengan PDI-P,” terang Surokim. Surokim menjelaskan, saat ini PDI-P menjadi sentrum peta koalisi dan akan menentukan koalisi yang lain. Sekaligus PDI-P bisa menyandera partai-partai yang lain karena diprediksi PDI-P tetap mengambil jurus last minute (menit terakhir).
“Jika tidak ingin kena sandera PDI-P maka partai-partai lain harus aktif membuka komunikasi, khususnya Demokrat, Golkar, PKS yang potensial tidak bersama PDI-P,” jelas dia. Terkait syarat dukungan minimal 6,5 persen dari daftar pemilih tetap (DPT), membuat calon wali kota independen kelabakan. Sebab, jumlah dukungan tersebut dinilai sangat memberatkan. Namun, menurut Surokim jumlah tersebut adalah relatif. “Menurut saya relatif angka 6,5 persen. Itu angka moderat hasil kom-
penampungan sementara karena yang ada sekarang ini darurat dan pedagang yang membuat. Selain itu nantinya pedagang juga bisa masuk dan berjualan di Pasar Turi III yang akan dibangun tersebut,” jelas dia. (udi/dhi)
Sambungan dari halaman 9 ini kan permasalahan kota (Surabaya). Tak perlu dikait-kaitkan dengan pusat. “Kalau ada intervensi justru masyarakat akan curiga bahwa dibalik terbitnya izin SPBU BP PT AKR itu ada mafia perizinan,” tandas dia. Karena itu, Thony meminta agar komisi A mengusut tuntas persoalan perizinan SPBU BP AKR. Jika ditemukan ada pelanggaran apalagi ada mafia perizinan, maka Thony meminta komisi A untuk menjalankan salah satu haknya, yakni hak angket. “Kalau perlu dibuatkan hak angket biar marwah dewan itu nampak. Ini dorongan kita sebagai pimpinan dewan untuk mengangkat marwah dewan,”ujar dia. (dhi/udi)
Sambungan dari halaman 9 Namun, DPD Partai Gerindra Jatim menginginkan Bambang Haryo bertarung di Surabaya.”Saya tetap melaksanakan apa yang menjadi perintah dari pada pimpinan partai yang ada di DPD maupun DPC,” ungkap dia. Mantan anggota DPR RI ini menilai, di Sidoarjo memang membutuhkan suatu perubahan dibandingkan di Surabaya sudah cukup bagus sejak dipimpin Tri Rismaharini.“Sidoarjo sudah bagus, tapi bisa ditingkatkan lebih bagus lagi. Karena masyarakat masih banyak keluhan terhadap kondisi pelayanan terhadap masyarakat,” Di Sidoarjo sudah dilakukan pendaftaran pada 25 Oktober 2019. Bambang Haryo sudah mulai bergerak dan mendapat dukungan dari DPC. “Hanya saja saya siap menerima keputusan dari partai,” ungkap dia. (dhi/udi)
Sambungan dari halaman 9 promi parpol yang menurut saya idealnya 5 persen,” imbuh dia. Dukungan calon independen harus 6,5 persen dari jumlah DPT membuat calon menjadi berat untuk bisa berlaga dalam pilkada. Disinggung mengenai UU Nomor 12 Tahun 2008, jumlah dukungan hanya tiga persen. Artinya cukup 70 ribu dukungan sudah bisa maju. “Tapi untuk pilkada lex specialis-nya (asas penafsiran hukum yang menyatakan bahwa hukum yang bersifat khusus) yang 6,5 persen,” pungkas dia. (alf/dhi)
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Supriadi, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Muhammad Arif Alfiansyah, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Blitar: Prawoto Sadewo. Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/ mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.
MADURA
RABU PON 30 OKTOBER 2019 HALAMAN 11
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Bupati Pamekasan H Baddrut Tamam menerima penghargaan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali pada Malam Anugerah Kepemudaan 2019 di Jakarta.
Pamekasan Raih Penghargaan Kabupaten Layak Pemuda
dikan secara intensif. Diketahui tersangka sedang membawa sabu akan melintas di Jalan Raya Yos Sudarso, Desa Kertasada, Kecamatan Kalianget, sedang membawa barang haram tersebut. Aparat yang berada di lokasi memerhatikan gerak-gerik tersangka. “Setelah dinyatakan
1A, tersangka digerebek disertai pengeledahan dipinggir depan gudang pupuk Pusri sekitar pukul 20.15,” terangnya, Selasa (29/10). Tiga jam kemudian dihari yang sama sekitar pukul 23.00, kembali informasi masyarakat menyebut di kawasan kecamatan Batuan ada transaksi
serta pesta sabu. Kemudian aparat melakukan penyelidikan di lokasi. Tidak lama melakukan Lidik, di sebuah rumah milik warga desa Batuan diketahui, sedang ada pesta sabu setelah dinyatakan 1A aparat langsung menggerebek disertai pengeledahan. “Dua tersangka berhasil
Bupati RK Abdul Amin Imron dan Kapolres AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi (keduanya bersama istri) didampingi ketua panitia Drs Fathurrahman Said SH menutup lomba dayung tradisional memperingati Hari Jadi ke-488 Bangkalan.
dayung tradisional dari Desa Gebang, Kecamatan Bangkalan, sukses memborong trofi kejuaraan. Duet atlet dayung Ahmad Fauzi/ Shodik tampil sebagai juara I, sedangkan duet Moh Roni/Jelang juara II. Para nelayan Desa Gebang ini, sekaligus berhak memboyong hadiah utama motor dan televisi. Sedangkan duet atlet dayung Siful/Muslim asal Kampung Bandaran, Kelurahan Pejagan, tampil sebagai juara III, sekaligus berhak atas hadiah dispencer plus trofi. Berikutnya, untuk juara harapan I,II dan III, masing-masing diraih duet altet dayung Mahmudi/Erwin dan Munir/Abdul Kadir, keduanya asal Kampung Bandaran, serta atlet dayung Anas/Ahmad asal Kelurahan Pangeranan. Penyerahan trofi dan hadiah secara bergantian dilakukan Bupati R Abdul Latif Amin Imron dan Kapolres AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi. Keduanya didampingi ketua panitia lomba Drs Fathurrahman Sadid SH.
Sebelumnya, dalam sambutan penutupan, Ra Latif menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada Karang taruna ASRI JAYA, Kampung Pangeranan Asri, Kelurahan Pangeranan, yang telah memprakarsai tergelarnya lomba. ”Juga terima kasih kepada Pak Jimhur Saros selaku ketua pantia lomba. Terlebih kepada Pak Kapolres yang telah memfasilitasi semua kebutuhan untuk lomba ini. Termasuk bantuan hadiahnya,” tandas Ra Latif. Selain itu, Bupati berharap agar lomba dayung tradisional memperingati hari jadi Bangkalan itu, dilestarikan sebagai bagian dari tradisi nelayan di Kabupaten Bangkalan. Selain itu, lomba dayung khas Kampung Lebak dan Bandaran itu, meski baru perdana, ternyata mendapat respons luar biasa dari publik. Jumlah penontonnya membludak. Padahal, even perdana ini baru diikuti atlat dayung alami dari beberapa perkampungan nelayan.
Kapolres AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi menyerahkan hadiah utama Yamaha Mio kepada peraih juara I lomba dayung tradisional.
FOTO: MEMORANDUM/ RAS
Bangkalan, Memorandum Final lomba dayung tradisional Kapolres Cup, Minggu (27/10), tidak hanya menjadi daya pikat ratusan publik, tetapi juga menggugah kepedulian Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron. Didampingi Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi, orang nomor satu di kelembagaan eksekutif itu, tampak betah menonton laga final. Dari total 96 peserta, ada enam kompetitor yang berlaga di babak final lomba dayung tradisional memperingati hari jadi ke-488 Bangkalan itu. Mereka adu cepat untuk bisa menyabet trofi juara I,II dan III, serta juara harapan I,II dan III. Juga berburu hadiah utama berupa satu unit motor Yamaha Mio, televisi dan dispencer. Sepintas, Ra Latif, sapaan akrab Bupati, tampak terpana melihat ratusan publik yang berdesak-desakan di tepian sisi Utara dan Selatan Kali Bangkalan, Kelurahan Pangeranan, Kecamatan Bangkalan, untuk menonton jalannya laga final. Bursa prediksi tentang atlet dayung tradisional mana paling berpeluang untuk tampil sebagai juara, juga marak dipergunjingkan penonton. ” Waahhh...!!!, animo pentontonnya membludak ya. Tradisi ini patut dilestarikan. Targetnya, agar ke depan bisa menjadi destinasi wisata baru di Bangkalan,” komentar Ra Latif.” Benar Pak Bupati, respons masyarakat memang luar biasa. Itu juga terjadi saat lomba babak penyisihan Sabtu dan Minggu siang,” timpal Kpolres AKBP rama Samtama Putra. Sekitar pukul 22.00, apa yang ditunggu publik akhir digeber laga final. Ternyata para atlet
Para peserta berusaha kuat menjadi yang terdepan.
dijanjikan dalam pidato arahannya ketika membuka event lomba dayung, Sabtu (26/10) lalu, Kapolres AKBP Rama Samtama Putra, mengaku amat menyetujui semua gagasan bupati. ”Seperti saya kemukaan saat acara pembukaan, ke depan, selama saya masih mendapat amanah tugas di Bangkalan, saya akan tetap memfasilitasi segala kebutuhan lomba ini. Terlebih Bapak Bupati sudah berjanji akan menjadikan even ini sebagai kalender tetap tahunan,” tegas Rama. (ras/adv/sr)
Selain Kecamatan Bangkalan, di kabupaten ujung Barat Pulau Madura itu, setidaknya memang ada sembilan kecamatan lain yang banyak memiliki perkampungan nelayan. Yakni Kecamatan Tanjung Bumi, Sepulu, Klampis, Arosbaya, Socah, Kamal, Labang, Kwanyar dan Kecamatan Modung. Bisa dibayangkan, betapa akan semakin membludaknya respon dari publik, jika peserta event lomba dayung itu diikuti oleh para nelayan dari sederet kecamatan pesisir itu. Dilain pihak, sebagai mana
BPPKAD Sumenep Akan Terapkan E-PAD dan E-BPHTB Sumenep, Memorandum Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Sumenep dalam waktu dekat akan menerapkan aplikasi Pendapatan Asli Daerah berbasis elektronik (e-PAD) dan elektronik Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (e-BPHTB). Kepala BPPKAD Kabupaten Sumenep Rudi Yuyiyanto melalui Kabid Pendataan Penetapan dan Pengendalian Mohammad Ramadhan mengatakan, tujuan penerapan e-PAD dan e-BPHTB agar dalam menentukan nilai perolehan objek pajak, BPHTB-nya sesuai dengan nilai pasar. “Penerapan e-PAD dan e-BPHTB untuk memudahkan dalam menentukan letak objek pajak. Nanti kami akan mengaktifkan smart map peta blok dari peta digitasi peta PBB-P2 (Pajak Bumi dan Bangunan
FOTO: MEMORANDUM/ AINUL ANWAR
Pamekasan, Memorandum Satgas Bantuan Operasi yang tergabung dalam Urusan Kesehatan (Urkes) Polres Pamekasan memberikan pelayanan kesehatan bagi personel satlantas yang terlibat dalam Operasi Zebra Semeru 2019. Seperti dikutip dari tribunMadura.com, personel Urkes saat melakukan pemeriksaan dilengkapi sarana dan prasarana kesehatan. Hal itu untuk menunjang dan mempermudah pelaksanaan tugas ketika sedang berlangsungnya pemeriksaan. Saat melakukan pemeriksaan, Urkes Polres Pamekasan didampingi Kasatgas Banops, Iptu Nining Dyah dan langsung melaksanakan kesehatan lapangan (keslap) kepada personel yang melakukan giat ‘razia kendaraan’ di area Taman Arek Lancor, Jalan Jokotole, Kabupaten Pamekasan, Selasa (29/10). Kapolres Pamekasan AKBP Teguh Wibowo melalui Kasubbaghumas Polres Pamekasan, Iptu Nining Dyah mengatakan, pelayanan kesehatan ini dilakukan setiap hari. Hal itu dilakukan guna mengetahui kondisi para personel yang terlibat dalam giat ‘Operasi Zebra Semeru 2019’ dengan cara mengecek tensi darah atau tekanan dan memberikan vitamin tambahan untuk menunjang kesehatan tubuh personel pengamanan. Selain itu, adanya pemeriksaan kesehatan tersebut, para anggota yang terkibat dalam razia dapat mengetahui kondisi fisik masing-masing yang diharapkan untuk selalu sehat dan menjaga kondisi stamina tetap fit selama berlangsungnya pelaksanaan operasi. “Pemeriksaan ini kami berikan sebagai bentuk pelayanan terbaik, bahwa Urkes Polres Pamekasan dapat tampil terdepan untuk mendukung kegiatan kepolisian khususnya bidang kesehatan,” kata Iptu Nining Dyah seperti dikutip dari tribunMadura.com. Lebih lanjut Iptu Nining Dyah mengutarakan, dalam menjaga kondisi kesehatan personel pengamanan yang terlibat operasi zebra semeru sangat penting agar selalu tetap fit saat bertugas. “Semoga semua personel yang terlibat dalam giat operasi ini selalu diberikan kesehatan,” tandasnya. (*/sr)
Salah satu tersangka pengguna sabu digelandang ke Mapolres Sumenep.
diamanakan didalam kamar beserta dengan barang buktinya,” katanya. AKPWidiarti menambahkan, dua kasus tiga tersangka kasus narkoba itu, barang bukti (BB) diamankan tersangka Subroto satu poket/kantong plastik klip berisi SS 0,40 gram, satu korek kayu, celana. BB Arie Irawan dan Kurniawan Sapta Adi, dua poket plastik klip kecil masing-masing berisi SS 0,46 gram, 0,48 gram dengan total 0,94 gram, seperangkat alat hisap lengkap, bong terbuat dari botol plastik lengkap dengan sedotan didalamnya terdapat sisa SS. Dan satu unit HP, satu unit motor matik Yamaha Xeon GT 125 warna hitam nomor polisi L-5437-KU. “Ketiga tersangka dikenakan pasal 114 ayat (1) Subs. Pasal 112 ayat (1) Subs. Pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun,” tegasnya. (uri/sr)
Nelayan Gebang Borong Trofi Lomba Dayung Tradisional Kapolres Cup
FOTO: MEMORANDUM/ IST
Kesehatan Personel Operasi Zebra Diperiksa
Sumenep, Memorandum Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Sumenep dan Polsek Kalianget berhasil mengungkap dua kasus penggunaan narkotika jenis sabu-sabu dengan menangkap tiga tersangka, Senin (28/10). Ketiga tersangka yakni Arie Irawan (20), warga Kelurahan Sarirejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan; Kurniawan Sapta Adi (20), warga Dusun Malangan. Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan; dan M Andre Subroto (39), warga Dusun Pondak, Desa Kacongan, Kecamatan Kota, Sumenep. Kasubbag Humas Polres Sumenep AKP Widiarti menjelasakan, informasi masyarakat menyebut M Andre Subroto sering menggunakan sabu. Kemudian dilakukan penyeli-
Pamekasan, Memorandum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan meraih penghargaan sebagai Kabupaten Layak Pemuda dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Penghargaan itu diserahkan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali kepada Bupati Pamekasan H Baddrut Tamam pada Malam Anugerah Kepemudaan 2019 di Jakarta, Senin (28/10). “Keberhasilan Pamekasan meraih penghargaan ini, tidak lepas dari peran serta semua pihak. Terima warga Pamekasan. Penghargaan ini sebagai bentuk motivasi agar kita terus lebih semangat dan lebih baik lagi ke depan,” kata H Baddrut Tamam dalam keterangan persnya, Selasa (29/10) pagi. Kabupaten Pamekasan berhasil meraih penghargaan sebagai Kabupaten Layak Pemuda kategori utama bersama 10 kabupaten/kota lainnya. Selain Pamekasan, di Jawa Timur yang juga berhasil meraih penghargaan serupa adalah Kabupaten Sidoarjo dan Kota Kediri. Penghargaan sebagai Kabupaten Layak Pemuda yang diterima Pemkab Pamekasan tahun ini merupakan kali kedua sejak Bupati Baddrut Tamam bersama Wakilnya Raja’e memimpin Kabupaten Pamekasan. Pada puncak Peringatan Hari Sumpah Pemuda 2018, Pemkab Pamekasan juga meraih penghargaan serupa. Bedanya, anugerah Kabupaten/Kota Layak Pamuda yang diterima Pemkab Pamekasan kala itu, kategori Pratama. Anugerah itu diberikan karena Pamekasan dinilai memiliki gagasan visioner dalam hal gagasan dan program kepemudaan. Sedangkan anugerah yang diraih Pamekasan tahun 2019 kali ini kategori Utama. “Jadi, ada peningkatan atas penghargaan kami terima tahun ini dibanding tahun lalu. Kalau tahun lalu, kategorinya Pratama, sedangkan penghargaan yang kami terima tadi malam, kategori utama,” kata Baddrut. Bupati Pamekasan datang ke acara itu didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olehraga Pemkab Pamekasan Ir Muhammad dan beberapa staf organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut. (sjk/sr)
Petugas dari Satgas Urkes Polres Pamekasan memeriksa kondisi kesehatan anggota satlantas yang terlibat Operasi Zebra Semeru 2019 di Pamekasan.
Ungkap Dua Kasus, Tiga Budak Sabu Dibekuk FOTO: MEMORANDUM/ SYAMSURI
FOTO: MEMORANDUM/ SUJAK
BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.
Mohammad Ramadhan
Perkotaan dan Perdesaan),” ujar Ramadhan. Setelah aplikasi e-PAD dan e-BPHTB diterapkan, menurut Ramadhan, Zona Nilai Tanah (ZNT) yang dimiliki BPPKAD Sumenep nantinya akan selalu
Tim BPPKAD Sumenep berkonsultasi soal E-PAD ke Pemkab Banyuwangi.
diupdate. Sehingga sesuai dengan tingkat perubahan di masyarakat dan setiap kecamatan. Selain itu, dia menambahkan bahwa penerapan e-PAD dan e-BPHTB guna meningkatkan transparansi dan akunt-
abilitas penerimaan pajak di Kabupaten Sumenep. Ramadhan juga mengaku, e-PAD dirancang untuk mempermudah warga dalam membayar pajak, sekaligus merupakan komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep
dalam memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi di segala lini. “Dengan aplikasi e-PAD, wajib pajak bisa membayar pajaknya dengan mudah, cepat dan tidak memakan waktu. Sistem ini juga sebagai upaya menggalakkan gerakan non-tunai di Sumenep,” urai dia. Ramadhan menerangkan, sistem yang dimiliki e-PAD mengintegrasikan daftar wajib pajak yang selama ini tagihannya masih terpisah-pisah. Sehingga nanti semua kewajiban pajak masyarakat terhimpun menjadi satu. Apalagi riwayat pembayaran pajak sebelumnya juga bisa terlihat. “Aplikasi e-PAD dirancang untuk wajib pajak agar dalam membayar seluruh jenis pajak daerah dan retribusi daerah tidak kesulitan. Kemudahan ini juga sebagai upaya kami untuk mengurangi tunggakan pajak,” tandas Ramadhan. (aan/adv/sr)
PASURUAN
RABU PON, 30 OKTOBER 2019 HALAMAN 12
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Salah satu truk tangki milik BPBD yang digunakan mendistribusikan air bersih.
BPBD Terkendala Tambah Truk Tangki Air Pasuruan, Memorandum Rencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan untuk menambah truk tangki tahun ini, menemui kendala. Penyebabnya, spesifikasi yang diinginkan tidak tersedia. Padahal, anggaran ratusan juta telah disiapkan di APBD induk 2019. Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengaku, sudah melakukan penawaran maupun pengajuan kendaraan melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Sayangnya, barang yang ditawarkan tidak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Dampaknya, pengadaan truk tangki tersebut belum bisa direalisasikan hingga sekarang. “Kami sudah mencoba menawarkan spesifikasi yang kami butuhkan. Yakni, dengan kendaraan truk tangki yang kuat tanjakan. Tapi, barang yang kami butuhkan belum tersedia,” ujar Bakti. Pihaknya sudah menyiapkan dana hingga Rp 400 juta. Dana tersebut untuk membeli truk tangki yang sesuai spesifikasi. Salah satunya, truk dengan kemampuan yang menanjak. Maklum, kata Bakti, kendaraan tersebut sangat dibutuhkan. Mengingat, letak geografis di wilayah Kabupaten Pasuruan, sebagian berada di dataran tinggi. Terutama, untuk daerah-daerah yang mengalami kekeringan. “Agar saat pengiriman air bersih bisa maksimal. Karena kendaraan tersebut kami siapkan untuk menunjang daerah dataran tinggi,” ulas Bakti. Kendati begitu, pihaknya masih berupaya agar pengadaan barang tersebut terlaksana. “Kami masih coba lakukan penawaran ulang. Mudah-mudahan barang yang kami butuhkan ada penawar,” harap Bakti. Seperti yang diungkapkan Bakti, penambahan truk tangki itu bukan tanpa alasan. Langkah tersebut untuk mengakomodasi kekurangan armada. Karena saat ini baru dua unit truk tangki yang dimiliki. (rul/sr)
UMK 2020 Diperkirakan Tembus Rp 4,1 Juta Pasuruan, Memorandum Menjelang akhir tahun, dewan pengupahan di Kabupaten Pasuruan mulai mengkaji upah minimum kota/kabupaten (UMK). Dewan pengupahan mulai rapat untuk membahasnya, Senin (28/10). Dari hasil rapat tersebut, UMK Kabupaten Pasuruan tahun 2020 diprediksi akan tembus Rp 4.190.133. Dalam rapat yang digelar di aula Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Pasuruan, sejumlah unsur dewan pengupahan hadir. Di antaranya, dari unsur Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), serikat pekerja, asosiasi pengusaha (Apindo), akademisi, Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag). Dalam penentuan angka, penetapan upah minimum tidak sembarangan. Saat ini menggunakan rumus upah minimum tahun berjalan dengan penjumlahan tingkat inflasi nasional tahun berjalan (tahun ke tahun) dan tingkat pertumbuhan produk domestik bruto tahun berjalan (produk domestik bruto harga konstan). Menurut Samsul Arifin, Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (HI dan Jamsostek) Disnaker Kabupaten Pasuruan, pada 15 Oktober lalu ada surat edaran (SE) Kementerian Ketenagakerjaan.
FOTO: MEMORANDUM/RUL
FOTO: MEMORANDUM/RUL
KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.
Rapat dewan pengupahan di Disnaker Kabupaten Pasuruan.
Dalam SE tersebut disebutkan juga terkait data inflasi dan pertumbuhan produk domestik bruto (PPDB) dari BPS pusat. Dan ditetapkan inflasi sebesar 3,39 persen dan PPDB mencapai 5,12 persen. “Dari data tersebut menurut PP 78 Tahun 2015 tentang pengupahan, maka UMK tahun 2019 lalu ditambah inflasi dan PPDB dengan total 8,51 persen,” terang Samsul, Selasa (29/10). Sehingga dari perhitungan, disebutkan bahwa kenaikan UMK Kabupaten Pasuruan tahun 2020 sebesar Rp 328.615. Dengan begitu UMK 2020 bisa mencapai Rp 4.190.133. Frans Don Bosco, Wakil Ket-
ua Apindo Kabupaten Pasuruan mengatakan, Apindo menyetujui terkait kenaikan UMK tahun 2020 yang mengacu pada PP 78/2015. Kendati sebenarnya tetap dinilai berat, namun angka tersebut dinilai menjembatani antara kemampuan pengusaha dan serikat buruh. “Memang dalam rapat, dari pihak sarikat pekerja masih kurang berkenan kenaikan jumlah tersebut. Sehingga memang belum ada titik temu. Karena dari sarikat pekerja masih juga ingin menyesuaikan dengan angka UMSK atau upah sektoral,” terang Frans. Apindo sendir i masih menunggu rapat dewan pen-
gupahan yang rencananya digelar minggu depan. Rapat ini untuk mengklasifikasi terkait UMSK yang rencananya akan dibahas bersamaan dengan UMK. Namun Apindo mengaku kesulitan untuk mengklasifikasikan kemampuan setiap perusahaan sektoral, karena berbeda di setiap kategori. Di sisi lain dari unsur sarikat pekerja, Latifah Hanum selaku sekretaris federasi sarikat pekerja rokok tembakau makanan dan minuman (SP RTMM) SPSI Kabupaten Pasuruan, sementara ini dari unsur sarikat pekerja masih menolak angka kenaikan tersebut di atas. “Ini lantaran kami masih fokus pada pemba-
hasan tidak hanya UMK. Tapi sekaligus juga UMSK. Sehingga kami masih menolak angka UMK yang ditetapkan sebelum ada klasifikasi jelas dulu soal UMSK (Upah Minimum Sektoral Kota/Kabupaten),” terang Frans. Serikat pekerja meminta pembahasan dewan pengupahan tahun ini dibarengkan antara UMK dan UMSK. Ini agar saat pengajuan mendatang, angka UMSK juga keluar saat diajukan ke Gubernur. Sehingga pada rapat dewan pengupahan minggu depan. Diharapkan dari rapat juga sekaligus menentukan klasifikasi untuk penentuan UMSK tahun 2020 mendatang. (rul/sr)
PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.
FOTO: MEMORANDUM/YD
Probolinggo, Memorandum Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto memimpin serah terima jabatan (sertijab) perwira polisi yang pindah tugas dan jabatan. Mereka yang mutasi adalah Kapolsek Kraksaan, Kompol Joko Yuwono yang pindah tugas menjabat Gadik SPN Polda Jatim. Penggantinya adalah AKP Sujianto yang sebelumnya menjadi Kasatsabhara Polres Probolinggo. Pengganti Sujianto adalah AKP Riduan yang sebelumnya menjabat Kapolsek Paiton. Dan Kapolsek Paiton diisi AKP Nur Choiri sebelumnya Kapolsek Kotaanyar, Probolinggo. Dan Kapolsek Kotaanyar diisi Iptu Agus Sumarsono yang sebelumnya Paurdal Ops Subbag Ops Probolinggo. Sedangkan Iptu A Supriyanto ditugasi menjadi Kapolsek Tiris yang sebelumnya menjabat KBO Lantas Probolinggo. “Selamat dan sukses, semoga dapat diambil con-
Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto memimpin sertijab.
toh dan motivasi bagi perwira Polres Probolinggo,” kata Kapolres. Dia mengatakan, proses pergantian pejabat dipandang sebagai mekanisme estafet kepemimpinan dan dituntut untuk menampilkan kinerja terbaik. Agar mampu membawa perubahan pada lingkup kerjanya. “Para pejabat yang baru, segera
menyesuaikan diri dengan dinamika di tempat tugas, segera kenali karakteristik wilayah Probolinggo, kelola semua sumber daya yang ada, jalin komunikasi sebaik-baiknya dengan muspida maupun muspika, instansi terkait baik tomas, toga maupun toda termasuk masyarakat sekitar,” pintanya.(yud/sr)
Probolinggo, Memorandum DPRD Kota Probolinggo meminta Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo menjelaskan soal progres pendataan program Universal Health Coverage (UHC) dari BPJS Kesehatan kepada seluruh warga Kota Probolinggo. Sebab per 31 Desember 2019, seluruh warga baik kaya maupun miskin sudah memperoleh kartu BPJS yang dianggarkan pemerintah. Nyatanya, pendataan program UHC baru mencapai 95,85 persen warga memperoleh kartu. Sedangkan sisanya sekitar 9 ribuaan lebih yang belum masuk entri data. Hal tersebut terungkap dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kota Probolinggo bersama Kepala Dinas Kesehatan
FOTO: MEMORANDUM/MHD
DPRD Pertanyakan Program UHC
Komisi III DPRD Kota Probolinggo hearing dengan dinas kesehatan soal pendataan program UHC.
Kota Probolinggo, Selasa (29/10). “DPRD Kota Probolinggo meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota P r o b o l i n g g o, s e g e r a melakukan sinkronisasi data warga dari kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pemegang Kartu Indonesia Sehat (KIS) dengan capaian universal health coverage (UHC). Artinya, seluruh penduduk
Kota Probolinggo di jamin untuk didaftarkan menjadi peserta BPJS Kesehatan,” ujar Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Agus Riyanto. Selain berkaitan dengan pencapaian UHC, kata Agus Riyanto, ada sekitar 9.000-an warga Kota Probolinggo dari kepesertaan JKN pemegang KIS. “Permintaan Komisi III DPRD Kota Proboling-
go agar segera melakukan sinkronisasi data juga berkaitan dengan progam UHC,” tandas politisi PDI Perjuangan ini. Kepala Dinkes Kota Probolinggo drg Ninik Ira Wibawati mengatakan ada sekitar 9 ribuan yang belum testa, sehingga masih antre sekitar ada 2.267 berkas. “Mungkin nanti proses itu saling ketergantungan semuanya. Dinkes akan minta bantuan ke Puskesmas untuk mempercepat pendataan. Kami sudah berusaha semaksimalkan mungkin untuk menyelesaikan pendataan. Hingga saat ini sudah mencapai 95,85 persen,” tuturnya. Pihak Dinkes berjanji akan melakukan sosialisasi dengan melibatkan camat dan seluruh lirih yang ada di 29 kelurahan dalam waktu satu bulan. (mhd/yud/sr)
Lumajang, Memorandum Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban memimpin pemusnahan barang bukti (BB) sabu seberat 5 kilogram hasil ungkap jaringan Sokobanah, Sampang, Selasa (29/10). Acara yang dilaksanakan di lobi Mapolres Lumajang, itu dihadiri muspida, kejaksaan, BNNK, PN, ketua DPRD, tokoh masyarakat, dan tokoh agama. Pemusnahan serbuk haram tersebut dilakukan dengan cara memasukannya ke dalam air yang mendidih. Setelah hancur, air panas berisikan sabu itu dibuang ke dalam septic tank. AKBP Muhammad Arsal Sahban dalam sambutannya mengatakan, pengungkapan barang haram jenis sabu-sabu tersebut merupakan pengungkapan terbesar dalam sejarah Polres Lumajang. “Penangkapan kali ini juga tak luput
FOTO: MEMORANDUM/TRI
Polres Lumajang Musnahkan BB 5 Kg Sabu
Kapolres Minta Pejabat Baru Jalin Komunikasi Intensif
Kapolres AKBP Muhammad Arsal Sahban bersama jajaran Forkopimda Lumajang menggelar rilis pemusnahan BB 5 kg sabu.
berkat bantuan dari pihak BNNK Lumajang juga dengan BNN Pusat,” ujar Arsal. Sebelumnya lanjut Arsal, pihaknya juga telah menangkap beberapa pelaku pengedar sabu-sabu jaringan Sokobanah, Sampang, Madura. Di antaranya, Mathori asal Sobanah, Soni Sidotopo Surabaya, Ali Wafa asal Lumajang, dengan barang-bukti
BB sabu seberat 77,7 gram. Ali Wafa memilki jaringan di wilayah Lumajang yang semuanya sudah tertangkap yaitu, Yayak, Nikmat dan Mirzha. Sementara Mathori juga memilki jaringan di luar kota termasuk yang ada di Kalimantan, yaitu Yuda alias Ibay, Yusuf,Boby, dan terahir adalah, Hanif Rohman asal Tempeh Lor, Kecamatan
Tempeh, dengan barang bukti sabu seberat 5 Kilogram. Wakil Bupati Lumajang, Bunda Indah mengatakan pengungkapan sabu di lumajang kali ini adalah kado dari Kapolres Lumajang yang sebentar lagi akan pindah tugas menjadi Wakapolres Kota Bogor, Jawa Barat. Pada kesempatan itu, Bunda Indah mengaku senang bercampur sedih. “Di satu sisi kita merasa senang karena kapolres berhasil mengungkap sabu seberat 5 kilogram. Namun di sisi lain, saya merasa sedih karena harus berpisah dengan bapak Arsal. Pengungkapan sabu terbesar kali ini merupakan kado terakhir yang diberikan oleh bapak Arsal diakhir masa jabatannya menjadi Kapolres Lumajang,” ujar Bunda Indah dengan mata berkac-kaca.(tri/sr)
Optimalkan Posyandu Gerbangmas Siaga Lumajang, Memorandum Program kegiatan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) dan Sekretariat Tetap Kelompok Kerja Operasional (Sektap) Posyandu Gerbangmas Siaga se-Kabupaten Lumajang diharapkan lebih optimal dan menyentuh kepada kepentingan dan kebutuhan masyarakat. Demikian disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Lumajang yang disampaikan Wakil Ketua 4 TP PKK, Mimik Buntaran pada pembukaan Pembinaan Pokjanal dan Sektap Posyandu Gerbangmas Siaga Tahun 2019. Dalam acara yang berlangsung di aula Panti PKK Kabupaten Lumajang, Selasa (29/10), ini Mimik Buntaran menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakannya pembinaan tersebut adalah untuk memotivasi Pokjanal dan Sektap Posyandu Gerbangmas
Siaga, dalam rangka memberikan pembinaan fasilitasi, advokasi, pemantauan, dan evaluasi pengelolaan program secara rutin dan terjadwal. Ia menjelaskan, fungsi Pokjanal antara lain merumuskan dan mengarahkan program kegiatan lintas sektoral dalam rangka peningkatan kinerja Posyandu Gerbangmas Siaga. Kemudian, menyampaikan data informasi potensi masalah dan pemecahannya dalam rangka merumuskan program kegiatan, dan melakukan koordinasi dan sinkronisasi program kerja lintas sektoral. Sedangkan fungsi Sektap, antara lain membantu kelancaran pelaksanaan tugas kesekretariatan, menghimpun laporan dari tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan, menyiapkan data dan informasi untuk merumuskan program, serta
menyusun laporan secara periodik. Dengan mengikuti pembinaan tersebut, diharapkan program yang telah disusun oleh Pokjanal dan Sektap se-Kabupaten Lumajang dapat dilaksanakan lebih maksimal. “Seluruh peserta bersama dengan OPD terkait untuk bergerak bersama. Monggo ikut berpastisipasi, karena Posyandu Gerbangmas Siaga adalah milik lumajang,” tuturnya. Hadori SAP selaku Kabid Pemberdayaan Masyarakat pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa melaporkan, jumlah peserta yang mengikuti pembinaan tersebut berjumlah 100 orang, terdiri dari Pokjanal dan Sektap se-Kabupaten Lumajang, Ketua TP PKK se-Kabupaten Lumajang, dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Lumajang. (hum/tri/sr)
OLAHRAGA
RABU PON, 30 OKTOBER 2019 HALAMAN 13
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Arumi Buka Pra-PON XX Selam Nomor Laut Situbondo, Memorandum Prestasi menjadi target dan digapai dengan sportivitas merupakan proses terbaik seorang atlet. Hal ini ditekankan ketua Perwosi Jatim sekaligus istri wakil gubernur Arumi Bachsin Emil Dardak ketika membuka Pra-PON XX 2019 selam nomor laut di perairan Pasir Putih, Situbondo, Selasa (29/10).
Sportivitas yang tinggi menurut Arumi yaitu bagi yang meraih juara atau pemenang dan semangat berlatih bagi yang belum menuai hasil. Menurut dia,kekalahan merupakan kemenangan yang tertunda. Pra PON kali ini untuk memenuhi 40 kuota selam nomor laut. Ada
22 provinsi yang ikut. “Jadi mau tidak mau ya harus ada atlet yang tidak bisa bertanding di PON XX 2020 di Papua karena di pra PON ini hanya yang terbaik yang lolos,” jelasnya. Arumi Baschin Dardak juga berpesan kepada peserta pra PON agar bisa menikmati pan-
orama dan kuliner di Situbondo. Selain itu, sebagai aset bangsa, atlet membawa harga diri di ranah prestasi. Dan prestasi itu akan diakui jika diperoleh dengan sportif. Bupati Situbondo Dadang Wigiarto usai pembukaan, mengapresiasi Pasir Putih di-
Istri Wagub Jatim Arumi Bachsin Emil Dardak menekankan sportivitas dalam Pra-PON XX di Pasir Putih, Situbondo.
tunjuk sebagai venue penggelar pra PON. Kehadiran atlet dari 22 provinsi akan dijadikan momen untuk memperkenalkan pariwisata dengan 13 wahana yang ada di Situbondo. Termasuk salah satunya pantai pasir putih. “Pantai pasir putih bukan hanya milik warga Situbondo tapi kami serahkan sebagai miliknya provinsi, sebagai asetnya bangsa. Oleh karena itu dukungan kami mohon terus mengalir ke Kabupaten Situbondo. Apalagi 2019 ini kita telah mendeklarasikan Situbondo sebagai tahun wisata,” sebutnya. Selain itu, pra PON diharapkan jadi pendorong atlet-at-
let Situbondo untuk mengejar prestasi tertinggi. “Ini menjadi tantangan untuk memperbaiki diri sekaligus mengejar prestasinya karena sudah sering even yang difasilitasi POSSI maupun KONI di Pasir Putih. Ini menjadikan semangat atlet-atlet asli di Situbondo meraih prestasi dan menyumbangkan atlet buat Jatim,” harap bupati. Sesuai data panitia, peserta di antaranya datang dari Kaltim, Banten, Sumbar, DKI, Papua Barat, Sulsel, Jateng, Bali, Kepri, Sulteng, dan termasuk tuan rumah PON XX Papua. Jatim sendiri menjadikan selam sebagai lumbung medali di ajang PON. (*/epe)
Timnas U-19 Jalani Tes Kesehatan Jakarta, Memorandum Timnas Indonesia U-19 menjalani pemeriksaan kesehatan dari Royal Sport Centre, Selasa (29/10). Pemeriksaan ini dilakukan jelang dimulainya Kualifikasi Piala AFC U-19 2020, awal November mendatang. Seluruh pemain diperiksa kondisi terakhirnya. Termasuk kiper andalan Timnas Indonesia U-19, Ernando Ari Sutaryadi. Kiper yang membawa Persebaya Surabaya menjuarai Elite Pro Liga 1 U-20 ini terlihat lebih santai dan dipastikan sudah kembali ke skuad.
HILANG Nopol W4067-CB a/n Maftuhatul Masaro d/a Merdeka RT 01/02 mojopuro Wetan Sby
Timnas Indonesia U-19 yang tergabung dalam grup K akan bertindak sebagai tuan rumah. Mereka akan menjalani dua laga perdananya di Stadion Madya, Jakarta, melawan Timor Leste (6/11) dan Hong Kong (8/11). Dua hari setelah menghadapi Hong Kong, Bagas-Bagus dkk, dijadwalkan akan menghadapi Korea Utara di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta. Laga ini digadang-gadang akan menjadi sangat krusial yang bisa menentukan kelolosan Indonesia ke putaran final. (*/epe)
DEWI RENGGANIS WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
RABU PON, 30 OKTOBER 2019 HALAMAN 14
MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739
Polres Jember Bekuk Penikmat Sabu
Pemkab Kucurkan Rp 7,4 Miliar untuk Ribuan Guru Madin Jember, Memorandum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember mengucurkan Bantuan Penyelenggara Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS) kepada ribuan penerima, sesuai janji Bupati dr Hj Faida MMR dan Wakil Bupati KH Abdul Muqit Arief dalam 22 program kerjanya. Sosialisasi dan penyerahan bantuan ini dilaksanakan di Aula PB Sudirman, Selasa (29/10). Program yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur sebenarnya untuk jangka waktu 6 bulan. Namun di Jember, sejak 2017 digenapkan menjadi setahun penuh. Penerimanya juga meningkat. Sebelumnya hanya 1.300 guru swasta, kini menjadi 2.000 guru. Baik yang berasal dari Madrasah Diniyah (Madin), maupun guru salafiyah dari pondok pesantren. “Mereka berhak atas bantuan setiap bulan Rp 300 ribu,” jelas Bupati Faida. Untuk operasional Madin, setiap siswanya juga mendapat subsidi Rp 15.000 per bulan. Sedangkan untuk kelas wusto mendapat subsidi Rp 25.000 tiap bulan. Semuanya jika ditotal anggaran yang dikucurkan mencapai Rp 7,4 miliar per tahun. Bupati Faida menambahkan, untuk menunjang kesejahteraan guru swasta/Madin, pemkab juga menyiapkan asuransi kesehatan gratis dan BPJS tenaga kerja. “Semuanya merupakan subsidi dari Pemerintah Kabupaten Jember,” tambah Faida. (Jun/edy/epe)
Iwan yang kesehariannya menjaga show room mobil di Kecamatan Rambipuji, ketika diperiksa di Mapolres Jember, Selasa (29/10). Senada, Edi juga menyebut jika menggunakan sabu bisa bekerja dua hari penuh tanpa harus tidur. “Ya kalau mengkonsumsi ini saya bisa bekerja dua hari pak, tidak ada efek lain selain untuk menambah stamina saat be-
Satreskoba Polres Jember mengamankan tiga penikmat dan satu bandar sabu.
kerja,” ujar pria berjenggot ini. AKBP Alfian Nurrizal sampai geleng-geleng kepala mendengar dalih keduanya. Padahal secara medis, sabu jelas sangat merugikan
kesehatan. Apalagi untuk mendapatkannya, butuh biaya tidak sedikit. Penangkapan budak sabu ini terang mantan Kapolres Probolinggo Kota, merupakan hasil pengem-
bangan setelah menangkap Iwan terlebih dahulu di rumahnya ketika asyik nyabu. Dari Iwan, didapat keterangan kalau barang haram tersebut didapatkan dari Edi. Ketika diamankan dan ditelusuri, Edi mengaku sabu itu dibeli dari Sambar. “Setelah serangkaian penyelidikan, muara dari barang haram tersebut ternyata berasal dari K (Kurdi,red) yang tidak lain adalah bandarnya. K sendiri merupakan residivis kasus yang sama,” beber kapolres. Dari keempat pelaku, di antaranya dari Iwan petugas mendapatkan 5 sabu seberat 0,98 gram, Edi 2 klip masing-
-masing dengan berat 0,10 dan 0,7 gram. Sedangkan dari Sambar, didapat 0,5 gram. “Yang paling banyak dari K seberat 47,25 gram. Selain itu, kita juga amankan 35 butir ekstasi, dan timbangan elektronik,” tambah kapolres . Akibat perbuatannya, keempat pelaku terancam mendekam lama di penjara karena dijerat dengan UUU Nomor 35/2009 tentang Narkoba. Untuk pengguna, ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. Sedangkan untuk bandar, ancaman minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. (edy/epe)
Mantapkan Sinergitas Polri-TNI
AKBP Alfian Nurrizal Beri Surprise kepada Letkol Inf La Ode M Nurdin Jember, Memorandum Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal bersama jajaran memberikan kejutan ke Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf La Ode M Nurdin, Selasa (29/10) siang. Tepat pukul 13.15, kapolres didampingi perwira jajaran mendatangi Markas Kodim 0824 Jember. Mereka memberikan kue ulang tahun kepada Letkol La Ode M Nurdin yang menginjak usia 43 tahun. Kedatangan rombongan Kapolres Jember disambut hangat Letkol La Ode M Nurdin dan sejumlah personel Kodim 0824. Setelah menyanyikan selamat ulang tahun, kapolres menyerahkan kue sekaligus mengucapkan selamat ulang tahun kepada dandim. Sesaat berikutnya, dan-
FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO
Bupati Faida menyerahkan bantuan operasional Madrasah Diniyah secara simbolis.
Pengakuan ini disampaikan ketiganya kepada Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal setelah ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan M Kurdi, warga Desa Biting, Kecamatan Arjasa yang menjadi penyuplai sabu. “Saya konsumsi sabu, biar sehat dan juga kuat bekerja pak. Kalau saya gak konsumsi ini (sabu, red), saya tidak bisa bekerja,” ujar
FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO
FOTO: MEMORANDUM/MARJUNI
Jember, Memorandum Dalih mengonsumsi narkoba jenis sabu agar kuat kerja terlontar dari Iwan, warga Rambipuji, dan Edi yang berdomisili di Jalan Raden Patah, Kepatihan, Kecamatan Kaliwates. Juga Sambar, warga Sumbersari.
Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal memberikan kejutan kue ulang tahun dan aksi saling suap potongan roti dengan Komandan Kodim 0824 La Ode Muhammad Nurdin.
dim memotong dan menyerahkan potongan kue ke kapolres. Keduanya kemudian saling menyuapi, dilanjut dengan memberikan potongan kue ultah kepada anggota Polres Jember dan
Kodim 0824. Kapolres AKBP Alfian Nurrizal menjelaskan, kedatangannya tersebut diharapkan tidak mengurangi makna dalam rangka HUT TNI dan ulang tahun Dandim La Ode.
Pihaknya juga berharap semoga sinergitas TNI-Polri semakin solid. Sementara, Dandim Jember Letkol La Ode M Nurdin atas nama pribadi, keluarga besar Kodim Jember, dan
TNI mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan Kapolres Jember dan jajarannya. “Kegiatan ini bentuk sinergitas TNI-Polri, khususnya di Jember. Harapannya, sin-
ergitas dan kerja sama terus terjalin dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Yang terpenting, semoga Jember tetap aman kondusif,” ungkap Letkol La Ode M Nurdin. (edy/epe/adv)
MATARAMAN KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN KOTA-WARTAWAN: Muhammad Y Nur Habibii, M Alvin. KANTOR: Jl Mayjend Soengkono 53 Madiun Kota.
Ketua Bhayangkari Ponorogo Inanda Arief bersama pengurus berziarah ke TMP.
HKGB Ke-67
Bhayangkari Ponorogo Tabur Bunga dan Anjangsana ke Purnawirawan Ponorogo, Memorandum Memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke- 67, Bhayangkari Cabang Ponorogo berziarah ke taman makam pahlawan (TMP) Wira Patri Paranti, Selasa (29/10). Ketua Bhayangkari Cabang Ponorogo, Inanda Arief mengatakan, kegiatan ini untuk menghargai jasa-jasa pahlawan yang telah gugur dengan cara ziarah makam sekaligus tabur bunga di pusara para pahlawan di TMP. “Ini salah satu bentuk penghormatan dari Bhayangkari Ponorogo kepada pahlawan yang telah banyak berjasa hingga kemerdekaan Indonesia dapat dirasakan sampai saat ini. Kami berharap Bhayangkari dapat mengenang jasa pahlawan dan bagaimana perjuangan pendahulu kita menjaga persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia khususnya di Ponorogo,” katanya. Usai ziarah ke TMP, Bhayangkari Ponorogo anjangsana dengan istri purnawirawan Polri serta Warakawuri. “Tujuannya untuk tetap menjalin silaturahmi agar tetap ada keterikatan antara anggota yang aktif dengan para keluarga purnawirawan Polri. Termasuk dengan menjenguk anggota Polwan Polres Ponorogo yang sedang sakit,” terang Inanda Arief. Apalagi, tambah Inanda Arief, keberadaan Bhayangkari tentunya juga didukung jerih payah para pendahulu. Sehingga momen HKGB menjadi hari yang tepat untuk mendoakan dan menjalin silaturahmi. (ji/mt/epe)
Madiun, Memorandum Masifnya peredaran obat-obatan keras dan berbahaya (okerbaya) serta narkoba jenis sabu di wilayah hukum Polres Madiun Kota menjadi salah satu atensi untuk diberangus. Dua operasi di tempat berbeda, satreskoba mengamankan 1.500 butir pil jenis dobel L dan 0,40 gram sabu. Masing-masing empat tersangka di Jalan Setiaki. Yakni KEM, AH, BM, dan RYA. Sedangkan PK, RY, dan MS ditangkap di Jalan Sikatan. “Kami mengamankan empat pelaku jaringan sabu dan 3 pelaku jaringan okerbaya,” terang Wakapolres Madiun Kota Kompol Ali Rahmat, Selasa (29/10). Modus yang terungkap dari hasil hasil pemeriksaan, MS membeli dobel L melalui media sosial dari Jakarta. Menggunakan jasa ekpedisi darat, dobel L sejumlah 1.500 butir yang marak dikonsumsi generasi muda itu dikirim ke rumah kontrakan MS di
Magetan, Memorandum Kapolsek Magetan AKP Iin Pelangi, bhabinkamtimas Bripka Agus Susanto, dan perangkat Desa Tambakrejo memasang banner imbauan Pilkades (pemilihan kepala desa) Damai, Selasa (29/10). Kapolsek melalui bhabinkamtibmas Bripka Agus Susanto mengatakan, imbauan ini untuk menjaga suasan kondusif dan tidak terpengaruh provokasi yang bisa memecah belah NKRI.“Mari kita saling menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, sesama masyarakat saling menghargai serta jangan mau diadu domba yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkapnya. Banner bertuliskan Mari Sukseskan Pemilihan Kepala Desa dengan Aman, Damai, dan
FOTO: MEMORANDUM/MTJ
Pasang Banner Pilkades Damai
Bhabinkamtimas bersama perangkat Desa Tambakrejo usai pemasangan banner imbauan Pilkades Damai.
Sejuk. Ingat! Pilihan Boleh Beda, Kekeluargaan, Persaudaraan, Persatuan, dan Kesatuan serta Kamtibmas Tetap Terjaga dipasang di depan Kantor Desa Tambakrejo dan beberapa titik strategis. (mtj/mt/epe)
FOTO: MEMORANDUM/MUHAMMAD Y NUR HABIBII
FOTO: MEMORANDUM/PUJI SISWANTO
Bekuk 7 Tersangka, Amankan Sabu dan Ribuan Dobel L
Kompol Ali Rahmat menunjukkan pil jenis dobel L yang diamankan dari tangan tujuh tersangka jaringan pengedar okerbaya.
Jalan Janursari Gang I RT04/ RW02, Kelurahan Manisrejo, Kecamatan Taman. “MS membeli seharga Rp 2,4 juta. Rencananya akan diedarkan
di wilayah Madiun Kota per strip Rp 50 ribu,” ungkap Kompol Ali Rahmat. Kompol Ali Rahmat berpesan agar masyarakat
khususnya di Kota Madiun menjauhi aktivitas narkoba maupun okerbaya jika tidak ingin berhadapan langsung dengan pihaknya. Sebab, langkah tegas pasti diambil. “Kami pati akan mengusut tuntas untuk membongkar dan mengamankan jaringan narkoba yang masuk di Kota Madiun,” tutupnya.(hbb/mt/epe)
LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO
RABU PON, 30 OKTOBER 2019 HALAMAN 15
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686
Lamongan, Memorandum Dinas Sosial Kabupaten Lamongan, akhirnya memerhatikan Ngateni (80), nenek sebatang kara yang selama ini hidup seorang diri dengan berjualan tape untuk bertahan hidup. Perempuan lanjut usia asal Desa Centini, Kecamatan Laren tersebut, sebelumnya kebingungan dengan status kependudukan yang masih ikut di wilayah Kabupaten Tuban. Hal itulah yang membuat ia tidak mendapatkan bantuan. Ngateni tinggal di Lamongan karena dibawa almarhum suaminyaa setelah menikah. Kepala Dinas Sosial Lamongan M Kamil menjelaskan, bahwa pihaknya sudah mendatangi rumah Mbah Ngateni untuk meninjau dan mendata apa yang secepatnya diperlukan. “Solusi terdekat adalah bagaimana peran perangkat desa dan Camat Laren untuk membantu menguruskan kepindahan kependudukan Mbah Ngateni dari warga Tuban menjadi warga Lamongan. Karena itu penting dan sangat mungkin dilakukan, agar Mbah Ngateni menjadi warga Lamongan seutuhnya,” jelas M Kamil, Selasa (29/10) siang. Pemerintahan desa, kata Kamil, juga bisa membantu koordinasi dengan daerah Ngateni di Tuban. Apalagi jarak Centini dengan Tuban cukup dekat dan terjangkau. “Bantuan dari pemerintah pusat maupun daerah hanya bisa diberikan pada orang yang masuk falidasi basis data terpadu atau BDT, dan harus menjadi warga Lamongan, jadi dokumen kependudukan menjadi syarat utama,” kata mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja ini. Sehingga, lanjut Kamil, Dinsos tidak bisa memberikan bantuan dari pemerintah untuk orang miskin yang tidak masuk BDT. Sementara jika kami paksakan diberikan, maka pihak dinas akan melanggar aturan dan bisa dikenakan sanksi hukum. “Jadi kuncinya harus terdaftar dan masuk menjadi penduduk Lamongan dulu. Semoga pengurusannya lancar, kita bantu mengawalnya,” pungkasnya. Selama ini, Mbah Ngateni harus menghidupi diri dengan berjualan tape tanpa bantuan pemerintah. Padahal yang bersangkutan tergolong miskin. (al/har/mik)
Setelah itu tersangka mengajak korban untuk ketemu di wilayah Kecamatan Babat. Setelah bertemu, tersangka berpura-pura mencoba sepeda motor tersebut, ternyata langsung dibawa kabur,” ujar alumnus Akademi Kepolisian 1999 ini. Kedua korban, kata Feby, langsung melaporkan apa yang mereka alami ke Polres Lamongan. Petugas langsung melakukan pendalaman, penyelidikan dan pengintaian, hingga dilakukan penangkapan. “Barang bukti yang diamankan, satu unit sepeda motor, satu buah BPKB dan satu unit HP. Tersangka kami jerat pasal 362 dan atau 378 dan atau 372 KUHP, dengan ancaman paling lama 5 tahun penjara,” pungkasnya. (al/har/mik)
FOTO: MEMORANDUM/ALI
Dinsos Perhatikan Nenek Sebatang Kara
Petugas terpaksa melumpuhkan pria asal Desa Sentol, Kecamatan Pademayu, Kabupaten Pamekasan dengan timah panas karena berusaha kabur. Sesuai hasil penyidikan, tersangka mengakui telah mencuri motor milik Devi Arivianto (23), warga Desa Warungering, Kecamatan Kedungpring dan Rendi Wibowo (17), warga Desa Sumberagung, Kecamatan Plumpang, Tuban. Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung dalam konferensi pers Selasa (29/10) menjelaskan, kejadian bermula ketika korban memposting sepeda motor honda CBR miliknya di status media sosial facebook, dengan tujuan dijual. “Postingan tersebut kemudian dikomentari oleh tersangka.
Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung didamping Kasatreskrim AKP Wahyu Norman Hidayat sedang konferensi pers.
Sekolah Larang Berjualan, PKL Mengadu ke Dewan
Momen pelantikan dan mutasi Jabatan.
Para pelaku bersama petugas.
Polisi Tangkap 3 Tersangka Judi Bojonegoro, Memorandum Praktik perjudian jenis remi dan erek-erek, masih tumbuh subur di masyarakat. Petugas unit Reskrim Polsek Dander dan Polsek Purwosari menangkap pelaku judi di dua lokasi berbeda, Senin (28/10). Kasubbag Humas Polres Bojonegoro AKP Ismawati membenarkan jika polsek jajaran melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana perjudian. Kemudian ada petugas yang mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa di Desa Sendangrejo ada perjudian. Kemudian pihaknya melakukan penyelidikan. “Ternyata benar di salah satu warung ada perjudian,” ujarnya. Ainun (47), pemilik warung di Dusun Balong Desa Sendangrejo, Kecamatan Dander. Kemudian Sugu (61), warga Desa Malingmati, Kecamatan Tambakrejdan;, Suri (49), asal Dusun Joho, Desa Brabohan, Kecamatan Gayam. Pihaknya menyita barang bukti yang berhasil diamankan petugas dari Desa Dander adalah satu set kartu remi, uang tunai sebesar Rp 260.000, satu buah beberan. Dan dari Polsek Purwosari berupa uang tunai sejumlah Rp 168.000, alat erek-erek berbentuk piringan yang bertuliskan angka, lampu powerbank, beberan yang bertuliskan angka. “Untuk ke 2 pelaku perjudian dan barang bukti diamankan di Polsek Tambakrejo guna proses lebih lanjut,” beber Isma. Ketiga pelaku perjudian dijerat dengan pasal 303 KUHP tentang Perjudian diancam dengan pidana penjara paling lama sepuluh tahun. (top/har/mik)
Bojonegoro, Memorandum Pasca mutasi yang dilakukan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah beberapa haru lalu, berbuntut kepada posisi tiga jabatan kepala dinas kosong. Kekosongan itu ada pada Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Dinas BPKAD. Bahkan, belum ada pelaksana tugas (Plt) yang ditunjuk. “Tidak lama lagi, tiga jabatan kepala dinas yang kosong akan bakal segera terisi,” kata Bupati Anna saat ditemui awak media, kemarin. Bu Anna mengatakan, segera terisinya jabatan kepala dinas itu karena sudah ada nama-nama calon kepala dinas yang sudah disiapkan. Sehingga tinggal menunggu waktu saja
kapan bisa segera terisi. “Diperkirakan satu minggu kekosongan itu akan segera terisi,” terang Bupati. Sedangkan untuk kekosongan tujuh kepala dinas lainnya sudah ada pelaksana tugas (plt). Rencananya, bakal segera dibuka pendaftaran lelang terbuka untuk jabatan tersebut. Lelang itu diperkirakan dibuka satu bulan ke depan. “Inginnya, sebelum akhir tahun jabatan kosong telah terisi semua,” tandas Bupati. Terpisah, Plt Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro, M. Aan Syahbana mengungkapkan memang ada 7 kepala dinas yang kosong, dan untik pengisian kekosongan itu nan-
tinya bakal dibuka pendaftaran lelang jabatan terbuka. “Sedangkan 3 kepala dinas bakal terisi itu yakni PMD, BKPP dan Dinas Perdangangan, pasalnya 3 Dinas tersebut sudah dilakukan test dan lelang terbuka yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu,” jelas Aan. Saat ini nama-nama yang akan terpilih untuk mengisi kepala dinas saat ini masih dalam proses di Kementrian Aparatur Sipil Negara (KASN), sehingga pihaknya belum mengetahui siapa yang bakal mengisi jabatan kepala dinas nantinya. “Kalau untuk pengisian kekosongan kepala dinas, kita tunggu saja,” pungkasnya. (top/har/mik)
Ia mengaku, tidak bisa memilih pekerjaan lain selain berjualan di sekolah-sekolah. Selain keterbatasan modal, ia dan rekan-rekannya juga punya keterbatasan keterampilan. Pernah dirinya berkeliling kampung untuk berjualan. Kenyataannya, hal itu tak bisa mendongkrak omzet yang bisa mereka bawa pulang. “Kami juga punya anak sekolah dan keluarga. Kami hanya ingin mencari nafkah untuk menghidupi keluarga,” tambahnya. Sekretaris DPRD Kabupaten Bojonegoro, Syukur Priyanto menguraikan, PKL seharusnya bisa mendapatkan kesempatan untuk berjualan karena mereka memiliki keluarga untuk mereka hidupi. Karena itulah, pihaknya merekomendasikan agar Dinkes mengeluarkan sertifikasi makanan sehat kepada para pedagang. “Kami berharap, Dinkes bisa bermitra dengan PKL. Selain itu, Dinas Pendidikan juga memperbolehkan atau mengintruksikan kepada sekolah agar memperbolehkan para PKl berjualan,” pungkasnya. (top/har/mik)
Puluhan PKL mengadu ke DPRD Bojonegoro karena dilarang berjualan di depan sekolah.
TNI Bantu Petani Normalisasi Irigasi
FOTO: MEMORANDUM/ALI
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
3 Jabatan Kepala Dinas Kosong
Bojonegoro, Memorandum Larangan sekolah di Kabupaten Bojonegoro yang melarang PKL (pedagang kaki lima) berjualan di sekitar sekolah, membuat PKL gundah. Mereka mengadukan persopalan ini ke DPRD Kabupaten Bojonegoro, Selasa (29/10). Puluhan pedagang yang mengatasnamakan Komunitas Pedagang Keliling (Kopling) Kabupaten Bojonegoro ini, ditemui langsung Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Plt Dinas Perdagangan Sukaemi, Perwakilan Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan. Ketua Kopling Tugimin menjelaskan, persoalan ini muncul sekitar satu tahun belakangan. Sebelumnya, para pedagang merasa nyaman bisa berjualan di sekolah-sekolah. Tapi, semua itu berubah satu tahun belakangan. Itu, terjadi setelah sekolah-sekolah melarang PKL berjualan di sekitar sekolah. “Omzet kami anjlok. Kami tidak bisa menjual barang lagi. Bahkan harus mengutang kepada rentenir untuk menutupi kebutuhan,” ungkap Tugimin.
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
Mbah Ngateni yang selama ini hidup sebatang kara di rumahnya yang reot.
Lamongan, Memorandum Tim Jaka Tingkir Satreskrim Polres Lamongan berhasil membekuk Muhammad Kadir, pelaku pencurian motor (curanmor) di wilayah Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Minggu (27/10).
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
FOTO: MEMORANDUM/ALI
Pelaku Curanmor Pamekasan Dilumpuhkan
Dandim 0812 Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono membantu petani menormalisasi irigasi.
Lamongan, Memorandum Kemarau panjang menjelang memasuki musim penghujan, anggota TNI jajaran Kodim 0812 Lamongan membantu petani normalisasi saluran irigasi di Desa Mekanderejo, Kecamatan Kedungpring, Selasa (29/10). Tidak hanya pengerukan, TNI juga membantu pendampingan dengan cara pengelolahan tanah, menanam, pengobatan , pemupukan sampai masa panen di sejumlah wilayah desa dan kecamatan. Pendampingan juga dilakukan sampai pada tahap distribusi pupuk, dan proses penjualan hasil panen. “Karya Bakti ini dilakukan
melalui penggalangan dari dana desa. Kegiatan ini di laksanakan bersama perangkat desa dan masyarakat untuk mengoptimalkan pengairan saluran irigasi. Programnya Padat Karya Tunai (PKT),” jelas Dandim 0812 Letkol Sidik Wiyono, kemarin. Sidik menerangkan, bahwa karya bakti merupakan kegiatan rutin anggota TNI dalam rangka membantu masyarakat, utamanya untuk percepatan pembangunan irigasi. Saluran irigasi yang dinormalisasi di wilayah Mekanderejo sepanjang 1.250 meter agar saat musim penghujan air dapat mengairi sawah. “Melalui pembangunan sal-
uran irigasi, target pencapaiannya adalah nantinya air dapat digunakan untuk mengairi persawahan dengan harapan hasil produksi meningkat. Dengan karya bakti TNI ini,masyarakat memperlancar aliran air yang biasanya menggenangi jalan dan berpotensi untuk mengairi sekitar 60 hektare sawah,” terangnya. “Kita selalu berusaha bersinergi dengan baik bersama aparat yang ada di wilayah, utamanya Babhinsa dengan kades, danramil dengan camat, utamanya manunggal bersama masyarakat. Ini sangat menunjang jalannya program kegiatan satuan,” pungkasnya. (al/har/mik)
GRESIK-PANTURA
RABU PON, 30 OKTOBER 2019
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 10
KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP
Kelabui Petugas, Budak Sabu Sembunyi Dalam Drum FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
Gresik, Memorandum Ada-ada saja kelakuan Ahmad Rizki Afandi, budak sabu asal Desa Kesamben Wetan, Kecamatan Driyorejo. Karena takut didatangi polisi, pemuda 23 tahun itu sembunyi di dalam drum berisi air. Namun, upaya untuk mengelabui petugas itu gagal. Dia tetap ketahuan dan digelandang ke markas polisi. Lelaki berpawakan kurus itu di ringkus usai bertransaksi sabu dengan seseorang. Barang haram itu selanjutnya disembunyikan di atas tembok rumahnya. Rencananya akan dikonsumsi sendiri.
Rizki Afandi ditangkap petugas.
Kapolsek Driyorejo AKP Wavek Arifin menjelaskan, nama tersangka sudah dikantongi berkat laporan dari masyarakat. Warga mendapati hampir setiap hari ada orang tak dikenal
keluar masuk rumah tersangka. Diduga ada transaksi narkoba. Setelah ditindaklanjuti, petugas pun membuat strategi untuk melakukan penggerebekan rumah tersangka. Setelah berhasil masuk, tersangka tak ditemukan. Ternyata, tersangka bersembunyi dalam drum yang berisi air. Tak ayal, saat keluar kondisi tersangka basah kuyub. “Tersangka langsung kami amankan. Kemudian kami lakukan penggeledahan,” kata Wavek, kemarin (29/10).
Dijelaskan, selain sebagai pengguna, tersangka juga diduga sebagai pengedar. Hal itu terungkap setelah tersangka menjalani pemeriksaan di Mapolsek Driyorejo. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku bisnis itu hanya untuk senang-senang. Saat ini pihaknya masih mengembangkan kasus tersebut untuk mencari bandar dan jaringan yang lain. Pasalnya, wilayah Gresik selatan dianggap rawan terjadi peredaran
narkoba. “Masih kami kembangkan lagi,” pungkasnya. Tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (1) Jo pasal 112 ayat (1) UU RI No 35/2009 tentang narkotika. Ancaman hukuman diatas lima tahun penjara. Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya, sabu 0,26 gram, satu set alat timbang elektrik dan satu kotak handphone berisi 2 sekrop terbuat dari sedotan serta 1 alat hisap. (an/har/mik)
LAKONE
SEBAGAI anggota DPRD baru dengan perolehan suara cukup signifikan kurang lebih 10 ribu saat pemilu 2019, Maftukhan, pria asal Kecamatan Purwosari, tak pernah menyangka sebelumnya. Pria kelahiran 1983 ini mengaku akan lebih mengutamakan pendekatan kepada masyarakat untuk meraup Maftukhan suara. Hal itu membuktikan jika ia dicintai masyarakat dan ingin tetap merakyat. “Ya dulu nggak menyangka dapat suara banyak. Jadi di dapil 5 Gerindra mendapatkan 2 kursi,” ujar anggota komisi B ini. Pengalaman politik adalah dari kakaknya yang juga merupakan seorang kepala desa. Sehingga dirinya sedikit banyak mengetahui seluk beluk politik di daerahnya. Yang jelas, dirinya ingin memperjuangkan aspirasi rakyat terutama terkait pembangunan jalan. Termasuk yang berkaitan dengan pertanian yang dibutuhkan masyarakat. (top/har/mik)
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
Merakyat
Gresik, Memorandum Serah terima jabatan (setijab) pejabat utama Polres Gresik berlangsung di aula Gedung SPKT, Selasa (29/10). Kapolres Gresik AKBP KusworoWibowo langsung meminta kepada kasatreskrim yang baru ‘belanja masalah’. Yakni menindaklanjuti pengaduan dan merampungkan pekerjaan rumah (PR). Terutama kasus yang terjadi di masyarakat. Mantan Kapolres Jember itu meminta kasatreskrim untuk segera mengumpulkan seluruh anggota reskrim. Kemudian bergerak, mengungkap kasus yang sedang santer. Salah satunya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan kasus lain. Kusworo menyampaikan, AKP Panji Pratistha Wijaya sudah pernah bertugas di Gresik sebagai Kasatpolair. Artinya, sedikit banyak sudah mengetahui kondisi Gresik secara keseluruhan. “Segera melakukan sesuatu yang terbaik untuk masyarakat,” katanya disela memimpin sertijab. Pesan serupa juga disampaikan kepada Ps Kabag Ops AKP Fatikh Dedy Setyawan. Sebagai pejabat baru segera menyesuaikan dengan internal. Selanjutnya mempelajari sistem pengamanan pilpres dan pikades beberapa waktu lalu di Gresik sebagai bekal ke depan. Pasalnya, sebentar lagi Gresik bakal punya gawe besar. “Mengingat sebentar lagi kita akan menghadapi agenda besar,
FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
Kapolres Minta Pejabat Baru Langsung Belanja Masalah
Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo memimpin prosesi serah terima jabatan kasatreskrim dan kabag ops.
pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gresik 2020. Pengamanan harus benar-benar terjamin,” kata orang nomor satu di Polres Gresik itu. Selain itu, kekuatan pasukan harus dipelajari betul. Sebagai antisipasi untuk disiapkan jika
sewaktu-waktu dibutuhkan. Baik dalam rangka pengamanan unjuk rasa maupun yang lain. Mantan Kasubag Bungkol Spripim Kapolri itu menyampaikan banyak terimakasih kepada pejabat yang lama. Kompol Harna dan AKP Tiksnarto Andaru
Rahutomo. Selama ini sudah berdedikasi untuk Polres Gresik dengan mencurahkan tenaga dan fikirannya demi melayani masyarakat. Alumnus Akpol 2000 itu berharap, pergantian jabatan ini sebagai motivasi untuk ti-
dak menjadi seorang individu. Semoga di tempat yang baru dapat meningkatkan kinerja serta karir yang lebih baik. “Kami sampaikan terimakasih kepada pejabat lama. Semoga ke depan karirnya semakin baik,” pungkasnya. (an/har/mik)
Kepala BKD Pemkab Gresik, Nadlif.
Seleksi CASN 2019 di Gresik Diutamakan Guru Gresik, Memorandum Seleksi pendaftaran calon aparatur sipil negara (CASN) 2019 di Kabupaten Gresik, mulai dibuka. Untuk kebutuhan terbanyak diisi posisi tenaga pengajar atau guru. Sekitar 223 diprioritaskan untuk posisi tersebut. Sebab, jumlah guru di Gresik sangat dibutuhkan dibanding formasi lain. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik Nadlif mengatakan, jumlah guru saat ini sebanyak 3.282 guru PNS. Dari jumlah guru PNS sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Sehingga penambahan posisi PNS lebih banyak ke guru. “Guru masih banyak dibutuhkan, terutama guru kelas SD. Sedangkan guru mata pelajaran SMP sudah cukup. Karena jumlahnya sudah memadai,” jelas Nadlif, Selasa (29/10) di ruang kerjanya. Kurangnya guru PNS SD di Gresik membuat BKD mengusulkan 223 formasi guru dalam seleksi CPNS 2019 ke Pemerintah pusat. Hasilnya usulan tersebut diterima tanpa ada pengurangan. “Berbeda untuk formasi tenaga kesehatan disetujui 118 dan teknis 119. Total seluruhnya termasuk formasi guru yaitu 460,” paparnya. Karena permintaan awal BKD ke pemerintah pusat sebanyak 520 posisi dari formasi kesehatan, guru dan teknis. Namun yang disetujui 460 posisi. Dipastikan 60 posisi dari formasi kesehatan dan teknis dikurangi. “Sebab jumlah formasi guru yang kami ajukan sesuai dan di-acc (accord atau persetujuan, Red) semua,” tambahnya. Sementara untuk pembukaan pendaftaran seleksi CPNS 2019 di Kabupaten Gresik diketahui masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. (dri/har/mik)
(29/10). Selanjutnya, verifikasi dilakukan dengan cara memastikan data usulan belum pernah menerima bantuan serupa. Kemudian memastikan kondisi sebenarnya dengan survei ke lokasi rumah penerima bantuan (PB). “Ketika sudah sesuai kriteria. Maka selanjutnya kami laporkan ke Bapak Bupati. Untuk di SK kan agar dapat dilaksanakan pengerjaannya,” jelasnya. Kriteria PB rehabilitasi rumah gakin di antaranya tanahnya milik sendiri, telah berkeluarga, lantai tanah, dan surat keterangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dari pemdes setempat. Sekretaris DPKP Pemkab
Gresik Agus Sukowiyono mengatakan, masing-masing PB telah dianggarkan Rp 15 juta hingga Rp 20 juta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Pemkab Gresik 2019. “Soal perbaikan rumah, sesuai kerusakan. Target kita atap, dinding, dan lantai. Namun, dari PB tetap ada swadaya seperti tukang dan kulinya,” jelasnya. Untuk menjalankan perbaikan terhadap RTLH, pihaknya dibantu panitia pelaksana desa (PPD) yang terdiri dari empat orang pengurus. “Pengerjaan perbaikan rumah itu mereka (PPD, red). Setelah 50 persen baru kami monitor dan evaluasi,” tambahnya. (dri/har/mik)
FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
Gresik, Memorandum Untuk meningkatkan rumah layak huni dan sehat, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Pemkab Gresik pada 2019, akan memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH) milik keluarga miskin (gakin). Kepala Dinas (PKP) Pemkab Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman mengatakan jumlah RTLH yang telah diperbaiki yakni 596 rumah pada 2019. Jumlah tersebut diusulkan dari pemerintah desa (pemdes), camat dan DPRD. “Namun, sebelumnya kami verifikasi terlebih dahulu apakah usulan mereka benar-benar layak,” kata Washil, Selasa
Dofir Anwar menjalani sidang putusan di ruang utama PN Gresik.
Juragan Limbah B3 Divonis Setahun Penjara
FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDRIYANTO
FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDRIYANTO
DPKP Bangun Ratusan Rumah Warga Miskin
Salah satu dari ratusan rumah penerima bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) bagi keluarga miskin (gakin) setelah dibangun.
Gresik, Memorandum Dofir Anwar (32), terdakwa perkara pengangkutan limbah divonis 1 tahun penjara di Pengadilan Negeri (PN) Gresik, Selasa (29/10). Dofir dinyatakan terbukti bersalah mengangkut limbah B3 (barang berbahaya dan beracun) oleh Ketua Majelis Hakim Fransiskus Arkadeus Ruwe. Selain kurungan satu tahun penjara, pria asal Kelurahan Indro, Kecamatan Kebomas ini, juga didenda Rp 1 miliar. Jika tidak sanggup membayar, denda bisa diganti dengan tambahan hukuman dua bulan penjara. Fransiskus Arkadeus Ruwe beserta dua anggota hakim juga memerintahkan barang bukti truk B 9567 UDC pengangkut limbah gram besi dikembalikan kepada saksi. Vonis yang dijatuhkan hakim itu sangat ringan. Bagaimana tidak, sebelumnya jaksa penuntut umum (JPU) menuntut terdakwa 3 tahun penjara dengan denda Rp 1 miliar dan subsidair 4 bulan. Terdakwa dianggap melanggar pasal 102 No 2/2009 Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Meski terdakwa menerima hukuman hakim, JPU belum mengambil langkah. Dia memilih pikir-pikir selama tujuh hari. “Pikir-pikir yang mulia,” ucap jaksa pengganti Esti Hardjanti. Untuk diketahui, pada Mei 2019 terdakwa telah menyuruh seorang sopir bernama Hanafi, mengangkut limbah gram besi dari salah satu perusahaan di Jalan Sidorukun Gresik. Dalam perjalanan, truk pengangkut limbah B3 itu dihentikan polisi. Dalam penyidikan kasus itu, menyeret terdakwa, selaku juragang limbah menjadi pesakitan. Hingga divonis bersalah oleh hakim. Jaksa mempunyai waktu tujuh hari untuk menentukan langkah. Apakah diterima atau mengajukan banding. (an/har/mik)