Skip to main content

Memorandum Edisi 30 November 2019

Page 1

D DITUDUH TIDAK PERAWAN, ATLET SENAM KEDIRI GAGAL SEA GAMES S BACA DI HALAMAN 5

SABTU WAGE, 30 NOVEMBER 2019

HARGA Rp 3.500,-

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

SERTIFIKA T

P ER S WAN DE AKBP Muchamad Budi Hendrawan didampingi Kasatreskrim AKP Rifaldhy Hangga Putra menunjukkan tersangka di Mapolres Bojonegoro.

Pemimpin Redaksi

Semoga Luki Lucky

N

amanya tidak asing bagi warga Jawa Timur. Di kalangan pemerintahan dan ketentaraan, namanya sangat dikenal. Apalagi di kepolisian. Di kalangan media juga demikian, Memorandum pun amat mengenalnya, meski secara pribadi sebenarnya saya tidak begitu kenal sosok ini. Di mata tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh kepemudaan, dan elemen masyakarat lain, namanya sangat harum karena kebersahajaan  Bersambung ke halaman 7 

PELAJAR SMK BUNUH JANDA MUDA HAMIL

Dicekoki Arak, Leher Dijerat Tampar Bojonegoro, Memorandum Anggota Satreskrim Polres Bojonegoro berhasil menangkap pembunuh janda muda, Aidatul Izzah (20), asal Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander.

ANDRES NOVA SETIAWAN Tersangka pembunuh Aidatul Izzah

Dirreskrimum Polda Jatim Kombespol R Pitra Andrias Ratulangie didampingi Kabidhumas Kombespol Frans Barung Mangera menunjukkan tersangka.

Pemilik Toko Elektronik Cabuli 6 Anak di Bawah Umur

 Bersambung ke halaman 7 

Karena jengkel sering dimintai uang dan minta saran akan kehamilannya. Kemudian saya cekoki arak lalu saya jerat lehernya pakai tali tampar.

FOTO: MEMORANDUM/INDRA

Oleh: Arief Sosiawan

GRAFIS: MEMORANDUM/AZIZ

MATA HATI

1

2

3

Andres dan Aidatul cekcok karena dipicu pelaku sering dimintai uang dan saran karena korban hamil.

Karena jengkel, Andres berniat menghabisi kekasihnya. Aidatul lalu dicekoki arak hingga mabuk.

Dalam kondisi tidak berdaya, leher Aidatul dijerat dengan tampar yang sudah dipersiapkan pelaku.

Surabaya, Memorandum Apa yang dilakukan Muanam (50), warga asal Boyolangu, Tulungagung, sungguh keterlaluan.  Bersambung ke halaman 7 

Pelaku melakukan kejahatan tersebut sejak 2008. Sementara, enam remaja yang melapor merupakan korban pada 2018. KOMBESPOL R PITRA ANDRIAS RATULANGIE Dirreskrimum Polda Jatim

Pencuri Motor Jetis Kulon Dimassa, Satu Kabur Surabaya, Memorandum Ketenangan penghuni kos di Jetis Kulon Gang II mendadak pecah setelah mendengar teriakan belasan orang dari depan salah satu rumah

warga, Jumat (29/11) siang. Ternyata massa secara bergantian menghujamkan bogem mentahnya ke wajah Hartono (46), warga Jalan  Bersambung ke halaman 7 

Hartono diamankan anggota Polsek Wonokromo dari amukan massa.

Desak Jaksa Periksa Wali Kota Surabaya, Memorandum Kesalahan prosedur yang dilakukan Pemkot Surabaya dari temuan audit BPK, bisa mengancam status empat aparatur sipil negara (ASN).

Tidak sekadar sebagai saksi dalam kasus korupsi dana hibah jasmas tersebut. Sebab, jika jaksa penuntut umum  Bersambung ke halaman 7 

Briefing Pengamanan Pelabuhan Jelang Nataru Konsekuensi MEMILIKI tubuh seksi dan hobi memposting foto pose-pose menantang, risikonya tentu dilihat banyak orang. Dampak lain, foto tersebut juga memancing komentar, serta menjadi imajinasi liar kaum Adam.  Bersambung ke halaman 7 

Surabaya, Memorandum Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan instansi samping menggelar briefing akhir latihan pengamanan Pelabuhan Koarmada II di Auditorium Puslatkaprang Kolat Koarmada II, Jumat (29/11).  Bersambung ke halaman 7 

Tim Inafis Polrestabes Surabaya mengolah tempat kejadian perkara (TKP). FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Anya Geraldine

FOTO: MEMORANDUM/DANNY

FOTO: MEMORANDUM/DANNY

KORUPSI DANA HIBAH JASMAS 2016

Satker pengamanan pelabuhan dari Lantamal V, Ditpolairud Polda Jatim, Syahbandar Tanjung Perak, dan Pelindo III, dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak berfoto bersama usai briefing.

Janin tanpa Kepala Ditemukan di Toilet Surabaya, Memorandum Sesosok janin berusia lima bulan kandungan ditemukan di toilet Terminal Joyoboyo, Jumat (29/11) pagi. Ironisnya saat ditemukan di saluran pembuangan air, janin tersebut kondisinya tanpa kepala.  Bersambung ke halaman 7 

PERJALANAN MENUJU JALAN YANG LURUS DI BAWAH PANJI AGAMA Έ3Ή

Divonis AIDS, Calon Bayi Justru Keguguran Menjelang Kelahiran + Meng, isu pemulangan atlet senam SEA Games 2019 karena tidak perawan dibantah KONI Jatim. -

Emang penting ya mencari sensasi…

Si Mameng (Ingin mencoba)

Endang dituntun menuju ruang kepala puskesmas di kanan depan. Sebuah senyum yang seperti dipaksakan tersungging di bibir kepala puskesmas. Endang disalami dan dipersilakan duduk. Yuli Setyo Budi, Surabaya

“Maaf, kami terpaksa mengundang Ibu karena ada sesuatu yang urgent,” kata kepala puskesmas, dokter perempuan berusia paruh baya. Setelah berputar-putar sambil seperti mencari kata-kata yang tepat, dokter tersebut lantas berterus terang. “Kami besok akan mengajak Ibu meme periksakan kondisi kesehatan Ibu dan

PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera  SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986  PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390  REDAKSI: 031-8275390  FAX: 031-8291078

kandungan Ibu ke rumah sakit pusat,” kata kepala puskesmas pada akhirnya. Pemeriksaan itu perlu dilakukan di rumah sakit pusat karena ada kemungkinan Endang dan calon bayinya terpapar virus berbahaya. “Kami khawatir Ibu dan calon bayi itu mengidap AIDS.”  Bersambung ke halaman 7 


SIDOARJO

SABTU WAGE, 30 NOVEMBER 2019 HALAMAN 2

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO: Jokosan Jokosan. W WARTAWAN: H Darianto, H Hariono, HM Shoumu, Waras Subarkah. PEMASARAN/IKLAN: M Suud, Sudedi Minarno, Iswin Arizzal, Jim Darwin. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com

Satpol PP Buldozer 1.400 Botol Miras Hasil Operasi

Kapolresta Ajak Jaga Kondusifitas Sidoarjo Sidoarjo, Memorandum Pasca pelantikan Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, situasi kamtibmas di wilayah Indonesia, khususnya di Kabupaten Sidoarjo harus tetap terjaga, aman dan kondusif. Terlebih lagi dalam beberapa bulan dekat ini, Kabupaten Sidoarjo akan melaksanakan Pilkades dan Pilkada serentak tahun 2020. Untuk tetap menjaga kondusifitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Rabu (27/11) pagi berlangsung Silaturahmi Kamtibmas bersama tiga pilar plus di Hotel Utami, Sidoarjo. Silaturahmi kamtibmas ini diikuti Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Pemuda Se-Kabupaten Sidoarjo. Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho mengingatkan, dengan dekatnya agenda politik di Kabupaten Sidoarjo, yakni pemilihan kepala desa dan pemilihan bupati serta wakil bupati, suhu politik tentu semakin meningkat. Karenanya dia mengajak semua pihak, yakni Forkopimda, elemen tiga pilar serta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk saling menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat. “Jangan ada saling menyebar berita hoax, isu SARA, dan masyarakat jangan mudah percaya dengannya. Selain itu, Polresta Sidoarjo juga membentuk Satgas Anti Botoh untuk membersihkan perjudian dalam pilkades maupun pilkada nanti. Mari berkontestasi secara baik dan sehat, agar situasi kamtibmas di wilayah kita tetap aman dan kondusif,” pesan Kombespol Zain Dwi Nugroho. Karena itu, lanjut kapolres, diperlukan kerjasama yang solid antar Forkopimda, tiga pilar, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk menjaga kondusifitas Kabupaten Sidoarjo. Imbauan agar masyarakat untuk saling menjaga kedamaian di wilayah Kabupaten Sidoarjo, juga disampaikan Ketua MUI Kabupaten Sidoarjo KH M Salim Imron yang hadir di silaturahmi kamtibmas ini. Dia berpesan agar masyarakat Sidoarjo tidak mudah terpecah belah dalam kontestasi pilkades dan pilkada nanti. “Kondusifnya Sidoarjo dalam menghadapi pilpres kemarin, harus dapat kita wujudkan nanti saat pilkades dan pilkada tahun 2020,” pesan dia. (som/jok/pi)

FPDI-P Lakukan Kajian terhadap Sistem KPBU Soal RSD Sidoarjo Barat

FOTO: MEMORANDUM/SOM

Sidoarjo, Memorandum Fraksi PDI-P melakukan kajian mana yang lebih tepat, menggunakan APBD ataukah skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) dalam pembangunan RSD Sidoarjo Barat (Krian). Wakil Ketua DPRD dari FPDI-P, Bambang Rijoko, mengatakan fraksinya akan mengundang ahli dari perguruan tinggi untuk melakukan kajian pembeayaan pembangunan rumah Bambang Rijoko sakit. Argumentasi dari fraksi pendukung KPBU dan fraksi pendukung APBD belum memberikan gambaran yang jelas. Dukungan anggota FPDI-P terhadap penggunaan APBD itu sifatnya dukungan pribadi. Dukungan itu menjadi sikap fraksi bila nantinya dalam kajian itu ditemukan mana yang lebih baik dari dua pilihan tersebut. “Kami memahami DPC PDI-P sudah menjalin koalisi dengan PKB. Tetapi itu koalisi partai bukan koalisi fraksi,”terang Bambang Rijoko, Senin (25/11). Menurut Bambang, keputusan fraksi nanti ditentukan kajian teknis, nonteknis dan hukum dalam melihat persoalan ini. Ketika keputusan diambil fraksi maka itu bukan atas dasar koalisi, tetapi didasarkan pada sebuah kajian ilmiah. Secara pribadi, Bambang meminta bahwa perdebatan pembeayaan RSD Barat ini menggunakan pilihan tematik ‘mana yang harus dipilih, KPBU atau APBD’. Bila parameternya menggunakan persetujuan KPBU, diterima atau ditolak akan jadi repot. Kalau KPBU ditolak, nanti dihembuskan seolah-olah keinginan membangun RSD Barat ditolak DPRD. Dia mengharapkan Pansus KPBU menunggu kajian FPDI-P, keputusan yang diambil fraksinya memiliki argumentasi yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. (som/jok/pi)

FOTO: MEMORANDUM/DAR

yang menjadi penyakit masyarakat (pekat). Untuk itu pemkab membuktikan dengan tegas sudah melaksanakannya. “Tentu saja operasi pekat guna mengantisipasi gangguan kamtibmas dan ketertiban umum ini kami tidak sendiri. Satpol PP dibantu polresta, kejaksaan, pengadilan dan masyarakat pada umumnya. Karena sejatinya dalam menciptakan suasana kondusif ini merupakan tanggungjawab bersama,” tegas mantan Kadis Koperasi dan UMKM Sidoarjo ini.

Sekitar 1.400 botol miras dimusnahkan dengan cara digilas buldozer.

Mantan Camat Sukodono ini menambahkan, gangguan ketertiban umum dan kamtibmas ini sangat rawan menjelang perhelatan politik pilkades serentak 19

April dan Pilkada Sidoarjo 2020. “Untuk itu pada 2020 kami berharap operasi pekat miras kegiatannya lebih banyak lagi. Dan semoga saja semakin meningkat,”

harap Moch Ainur Rohman. Sementara itu Kepala Kantor Satpol PP Sidoarjo Widiyantoro SH mengatakan, pemusnahan barang bukti miras ini adalah sisa dari operasi pekat 2019. Yang dimusnahkan sebanyak 1.400 botol miras. Karena sebelumnya, enam bulan lalu pihaknya sudah mengirim barang bukti miras hasil operasi pekat 2019 ke Kejaksaan dan Polresta Sidoarjo untuk dilakukan pemusnahan bersama-sama. “Yang jelas operasi pekat peredaran miras tanpa izin di Sidoarjo akan kami tingkatkan lagi. Apalagi 2020 ada perhelatan politik. Ada pilkades serentak dan Pilkada Sidoarjo. Hal ini untuk menjaga ketenteraman dan ketenangan di Sidoarjo,” pungkas Wiwid sapaan akrab Kasatpol PP Pemkab Sidoarjo ini. (dar/win/som/jok/pi)

Polisi Pastikan Kabar Penculikan Anak Hoax Warga Diminta Lebih Bijak Bermedsos

Petugas berjaga di sekolahan sekaligus memberi pengarahan kepada anak didik agar tak mempercayai kabar hoax.

Sidoarjo, Memorandum Polresta Sidoarjo memastikan kabar yang beredar luas di media sosial tentang percobaan penculikan anak di Sidoarjo, adalah hoax. Kepastian ini setelah polisi melakukan penyelidikan dan memeriksa beberapa saksi. Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho menegaskan, kabar itu tidak benar. “Sejak awal beredarnya kabar itu, petugas langsung melakukan klarifikasi ke berbagai pihak. Hasilnya, tidak ada peristiwa seperti yang dikabarkan itu,” kata Kombespol Zaim Dwi Nugroho, Kamis (27/11). Zain menjelaskan, seperti kabar tentang percobaan penculikan anak di tiga lokasi berbeda di kawasan Waru yang banyak beredar media sosial, itu tidak benar. Polisi sudah klarifikasi ke sejumlah pihak terkait tiga peristiwa tersebut. Hasilnya, tim khusus yang dibentuk untuk menelusuri kabar itu menyatakan tidak ada sama sekali peristiwa seperti yang beredar di media sosial itu. “Keterangan dari beberapa pihak dan saksi di lokasi yang telah kami klarifikasi, menyampaikan bahwa kejadiannya tidak sesuai dengan apa yang dikabarkan di media sosial,” papar alumni Akpol 1997 tersebut.

Dari hasil penyelidikan oleh Tim Khusus Polresta Sidoarjo, sebut Zain, terdeteksi bahwa kendaraan dengan nomor polisi yang disebut itu tidak ada di lokasi. “Ini dibuktikan dengan rekaman CCTV dan keterangan beberapa saksi di lokasi,” jelas dia. Sementara itu Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo Kompol Ali Purnomo menambahkan, anak yang dikabarkan menjadi korban itu juga sudah diklarifikasi. Dia juga mengaku tidak pernah diajak atau hendak dibawa oleh orang yang tak dikenal. “Hanya dia sempat ditanya, apakah sudah ada yang menjemput atau tidak, itu saja,” terang Ketua Tim Khusus dalam penyelidikan perkara itu. Karenanya, polisi mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan kabar yang beredar di media sosial. Tetap harus dicek dulu kebenarannya, alias harus bijak bersedia sosial. Masyarakat juga diharap tetap tenang karena polisi telah menerjunkan personilnya untuk melakukan patroli dan pengamanan di sekolah-sekolah. Ketika jam masuk dan waktu pulang sekolah untuk memastikan keamanan para siswa. (som/har/jok/pi)

Kapolresta Cek Pengamanan Sekolah GUNA memberikan rasa aman dan nyaman terhadap anak di lingkungan sekolah, Jumat (29/11) pagi, Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho mendatangi Madrasah Ibtidaiyah NU dan SD Negeri Tambakrejo, Waru, Sidoarjo. Kehadiran Kapolresta Sidoarjo ke sekolah tersebut, selain mengecek personelnya yang bertugas menjaga sekolah di wilayah Waru, juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman ke masyarakat.

Di hadapan guru dan murid, lulusan Akpol 1997 menjelaskan, bahwa beredarnya informasi di media sosial terkait percobaan penculikan anak di beberapa wilayah Waru adalah hoax. Karenanya masyarakat tidak perlu resah, dan bijak dalam bermedia sosial. “Adik-adik pelajar tidak perlu takut, karena polisi ada di dekat kalian. Jangan mudah percaya dengan bujuk rayu orang yang belum dikenal,” pesan Kombespol

Zain Dwi Nugroho di depan siswa-siswi. Selain itu, para siswa juga diimbau saat berangkat dan pulang sekolah diantarkan oleh orang tua sendiri. Jika ada kejadian darurat, masyarakat bisa memanfaatkan call center Polresta Sidoarjo melalui 110 atau nomor handphone 08155100110 dan aplikasi Delta Siap Polresta Sidoarjo, yang dapat di download via smartphone berbasis android. Kepala Sekolah MINU Tambakrejo

M Abdul Kholik, menyatakan terima kasih kepada polisi, yang telah menjaga siswa-siswinya mulai dari jam kedatangan sekolah dan pulang sekolah. Ungkapan senada juga disampaikan kepala sekolah SDN Tambakrejo Fatimah, saat ini sekolahnya aman ditambah lagi ada Polisi dari Polres Sidoarjo yang siaga di sekolah, tentu pihak guru, orang tua dan pelajar tidak perlu takut lagi. (kah/har/som/jok/pi)

Ibu-Ibu DWP Diharapkan Mampu Wujudkan Germas Sidoarjo, Memorandum Ratusan ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Sidoarjo ikuti seminar Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) di Pendopo Delta Wibawa, Senin (25/11). Sebagai organisasi istri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), diharapkan dapat ikut serta mewujudkan Germas. Seminar Germas yang diselenggarakan DWP Kabupaten Sidoarjo, dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo drg Syaf Satriawarman Sp Pros. Dihadiri Penasehat DWP Kabupaten Sidoarjo Hj Ida Nur Ahmad Syaifuddin, serta Ketua DWP Kabupaten Sidoarjo Hj Endang Ahmad Zaini. Ketua DWP Kabupaten Sidoarjo Hj Endang Ahmad Zaini mengatakan, organisasi DWP harus dapat mengimplementasikan Germas di tengah-tengah masyarakat. Karena peran ibuibu DWP sangat strategis dalam mewujudkan hal tersebut. Implementasi Germas sudah dilakukan DWP Sidoarjo. Beberapa minggu lalu dirinya mengajak

anggota Korpri untuk senam bersama. Melalui kegiatan tersebut diharapkan menjadi kegiatan rutin yang dilakukan oleh masyarakat. Untuk itu istri Sekda Sidoarjo H Ahmad Zaini tersebut meminta anggotanya untuk ikut mendorong masyarakat mewujudkan Germas. Melalui seminar Germas seperti ini diharapkan anggota DWP Sidoarjo dapat berperan aktif dalam menyosialisasikan program Germas. Pasalnya DWP Sidoarjo dapat menjadi unsur dalam percepatan indeks keluarga sehat melalui Germas. “Kami yakin dan optimis DWP akan menjadi organisasi yang lebih modern dan profesional, disertai program-program pengembangan dan peningkatan kualitas anggota yang berkesinambungan,” ujar Hj Endang Ahmad Zaini. Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo drg Syaf Satriawarman Sp Pros menyampaikan, saat ini telah terjadi perubahan pola penyakit. Di tahun 1990, penyakit terbanyak adalah TBC, diare maupun Ispa. Sampai tahun 2019 ini pola penyakit bergeser ke

FOTO: MEMORANDUM/DAR

Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho dan tiga pilar plus foto bersama pada acara Silaturahmi Kamtibmas.

Pemusnahan miras itu dihadiri Ketua Komisi A DPRD Subandi, Asisten I Pemkab Sidoarjo, Moch Ainur Rohman, Kejaksaan Negeri Sidoarjo, Polresta Sidoarjo dan Pengadilan Negeri Sidoarjo. Asisten I Pemkab Sidoarjo Moch Ainur Rohman mengatakan, sebagai pemerintah daerah, pemkab berkomiteman dalam penegakkan Perda. Pemkab mengantisipasi gejolak yang mengganggu ketertiban umum dan kamtibmas. Dengan cara merazia peredaran miras yang tak berizin,

FOTO: MEMORANDUM/SOM

FOTO: MEMORANDUM/SOM

Sidoarjo, Memorandum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemkab Sidoarjo memusnahkan 1.400 botol minuman keras (miras) di halaman kantor, Kamis (28/11). Pemusnahan ribuan botol minuman memabukkan itu dilakukan dengan cara menggilas dengan buldozer.

Ketua DWP Kabupaten Sidoarjo Hj Endang Ahmad Zaini memberikan sambutan.

penyakit tidak menular. Semisal penyakit jantung, stroke, diabetes maupun kanker. Penyakit seperti ini disebabkan oleh pola hidup yang berubah. Masyarakat jarang melakukan aktivitas kegiatan di era teknologi

digital saat ini. Cukup dengan HP, masyarakat dapat memesan segala kebutuhannya tanpa meninggalkan rumah. Padahal menurutnya manusia haruslah sering bergerak untuk hidup sehat. Syaf Satriawarman juga mengatakan, bahwa perubahan pola penyakit berdampak pada sistem pembiayaan kesehatan. Pembiayaan BPJS Kesehatan banyak diberikan kepada pasien jantung bila dibandingkan dengan penyakit lainnya. “Kami dapat informasi bahwa cost yang dikeluarkan oleh BPJS khususnya melalui data Kementerian Kesehatan, yang paling besar sekarang itu adalah untuk membiayai sakit jantung,” ucap Syaf Satriawarman. Dia berharap masyarakat dapat merubah pola hidup yang sekarang. Kegiatan promotif dan preventif untuk mencegah penyakit saat ini harus dilakukan. Masyarakat harus diberi pemahaman untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Dan pola hidup sehat harus dimulai dari sekarang. Terutama kepada ibu-ibu DWP yang harus memahami

kondisi kesehatan saat ini. Ibu-ibu DWP harus mampu menciptakan gaya hidup bersih dan sehat di lingkungannya. Hal tersebut dapat dilakukan melalui program Germas. Masih dikatakan drg Syaf Satriawarman bahwa untuk mewujudkan Germas dapat dilakukan beberapa hal. Diantaranya melakukan aktivitas olahraga, makan buah dan sayur, serta tidak merokok. Buang air besar pada tempatnya (jamban), serta pemeriksaan tubuh/kesehatan secara rutin juga salah satu wujud Germas. Untuk mewujudkan Germas di Kabupaten Sidoarjo dibutuhkan keterlibatan semua pihak. Termasuk ibu-ibu DWP sebagai agen perubahan di wilayahnya masing-masing. Penerapan Germas dapat dimulai dari rumah atau di dalam keluarga. Sebab menurutnya ibu-ibu merupakan ujung tombak perubahan pola hidup bersih dan sehat dalam keluarga. “Intinya Germas adalah senjata ampuh untuk kita bisa menciptakan keluarga sehat,” ujar dia. (dar/jok/pi)


EKBIS & PENDIDIKAN WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL EMAIL:: memorandumredaksi@gmail.com

SABTU WAGE, 30 NOVEMBER 2019 HALAMAN 3

Disdik Jatim Siapkan Kurikulum Pendidikan Antikorupsi Hudiyono

Plt Kepala Disdik Jatim Hudiyono mengatakan, siswa harus dikenalkan pada regulasi hukum pencegahan antikorupsi. Sehingga apa yang dilakukan Komisi Pem-

Jelang Nataru, Pertamina Pastikan Stok Aman Surabaya, Memorandum Pertamina menegaskan stok BBM dan LPG secara nasional dalam keadaan aman. Termasuk tambahan suplai untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) sudah dipasok. Vice President Corporate Communicatioan Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan, saat ini secara umum stok BBM secara nasional mencapai 25 hari. Sementara stok LPG mencapai 15 hari, dan angka tersebut dinamis, mengikuti trend peningkatan menjelang Nataru, dalam informasi tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Jumat dini hari. “Menghadapi Natal dan Tahun Baru nanti stok BBM dan LPG sangat aman sejalan dengan optimalisasi kilang dan teknologi yang diterapkan, sehingga bisa lebih mudah mengolah minyak mentah menjadi berbagai produk BBM,” ujar Fajriyah. Selain stok aman, Fajriyah menambahkan, beberapa produk BBM di antaranya avtur dan solar bahkan dalam kondisi surplus, dan Pertamina sudah mandiri dalam mengolah solar dan avtur sejak bulan Maret dan April, sehingga Pertamina dapat melakukan ekspor pada pertengahan 2019. “Peningkatan stok BBM juga didukung suplai minyak mentah domestik dari KKKS yang beroperasi di Indonesia, sehingga ketahanan kilang semakin meningkat,” imbuh Fajriyah. Menurut Fajriyah, Pertamina juga memiliki infrastruktur energi yang luas hingga pelosok negeri. Pertamina memiliki 112 TBBM, 9.677 KM jalur pipa, kurang lebih 10.000 mobil tangki dan 6.781 SPBU di seluruh Indonesia. Pertamina memiliki jaringan infrastruktur yang lengkap untuk distribusi. Dan ada juga skema distribusi reguler, alternatif dan emergency untuk memastikan ketersediaan BBM untuk masyarakat tambahnya. “Pertamina juga telah membangun 161 titik BBM Satu Harga untuk mendistribusikan BBM hingga ke wilayah pelosok atau yang dikenal dengan 3T, terdepan, terpencil, dan terluar,” pungkas Fajriyah. (day/lis)

berantasan Korupsi (KPK) dalam pencegahan korupsi bisa dilakukan optimal. Sehingga Disdik Jatim menyiapkan desain kurikulum, termasuk produk pendidikan

antikorupsi. “Harapan kami lima tahun ke depan kebijakan ini bisa terintegrasi di lingkup sekolah,” ujar dia, Jumat (29/11). Terlebih, dalam aturan regulasi sekolah memperbolehkan pembangunan melalui dana hibah. Sehingga sosialisasi menjadi kesempatan bagi kepala sekolah untuk mengetahui perencanaan dan penganggaran apa saja yang diperbolehkan. “Kita mempunyai e-perenca-

naan dan e-budgeting, kalo salah dalam pengisiannya kita dianggap mal-administrasi. Mereka juga bisa berdiskusi secara kontekstual terkait pelaksanaan pembangunan. Sekolah juga bisa memanfaatkan interaksi pembelajaran khususnya yang terkait dengan integrasi pendidikan antikorupsi,” tutur dia. Sementara itu, Pengamat Pendidikan Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya Prof Zainud-

din Maliki menuturkan, dalam sosiologi korupsi ada beberapa faktor dorongan penyebab korupsi. Seperti faktor intrinksik dan ekstrinsik. Sehingga penyelesaiannya pun menggunakan kedua metode pendekatan itu. “Apalagi kini ada semacam culture atau mentalitas greatest gold (serakah itu emas) mindset itu sudah banyak ada di negara negara besar. Bahkan itu juga menjadi semboyan,” kata dia.

Zainuddin mengaku, dikarenakan masih adanya peluang sehingga perlu dilakukan penguatan mental dan kemampuan mengendalikan keserakahan. Di sisi lain pengawasan dan sistem audit yang lemah juga menjadi faktor penyebab. “Kami tak mempunyai auditor yang kredibel. Auditnya juga perlu diawasi, sehingga pengawasan yang paling bagus secara intrinsik (dari dalam, red),” pungkas dia.(why/lis)

Suparma Bantu Kayu Bakar IKM Tahu Tropodo Surabaya, Memorandum Penggunaan plastik sebagai bahan bakar tungku pembuat tahu industri kecil menengah (IKM) di Desa Tropodo, Krian, Kabupaten Sidoarjo, menjadi perhatian PT Suparma Tbk. Agar industri tahu tetap eksis, manajemen PT Suparma Tbk memberikan bantuan bahan bakar kayu mulai Rabu (27/11). General Affairs PT Suparma Tbk Yustiyohadi dalam siaran persnya menjelaskan, salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, PT Suparma Tbk menyalurkan dana corporate social responsibility (CSR) ke industri kecil menengah pembuatan tahu milik Zaenal Arifindi warga Desa Tropodo. Yustiyohadi menjelaskan, sampai tiga bulan ke depan pabrik tahu milik Zaenal Arifindi akan menggunakan kayu. “Bahan bakar pembuatan tahu ini adalah salah satu bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan,” ungkap Yustiyohadi. Yustiyohadi menambahkan, pemerintah gencar melakukan sosialisasi 3R untuk perusahaan yakni reuse, reduce, dan recycle. “Kami bukan lagi 3R, tapi sudah 4R dimana R yang terakhir adalah return to earth atau kembali ke bumi,” jelas dia. Dengan beralih ke kayu, lanjut Yustiyohadi asap yang dikeluarkan IKM tahu akan lebih ramah

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

FOTO: MEMORANDUM/WAHYU

Surabaya, Memorandum Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim menyosialisasikan pencegahan dan penanganan tindakan antikorupsi untuk jenjang SMA/SMK Jawa Timur di Mercure Hotel. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan perilaku koruptif melalui pendidikan.

Kayu bakar bantuan PT Suparma Tbk yang dimanfaatkan industri tahu Desa Tropodo.

lingkungan dibanding dengan plastik. Selain itu abu sida pembakaran, juga masih dibisa diolah. “Kami punya stok kayu sebanyak 20 truk engkel, kebutuhan Pak Zaenal dalam sehari sebanyak satu mobil pick up, jadi perkiraan kami stok cukup sampai tiga bulan ke depan,” tutur dia. Yustiyohadi berharap, terobosan baru ini dapat diikuti pe-

rusahaan kertas lainnya yang ada di Jatim. “Kami mencoba mengawali, semoga semakin banyak perusahaan kertas yang membantu IKM tahu, karena semua untuk masyarakat,” harap dia. Sementara itu, kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jatim Diah Susilowati mengungkapkan, ada 11 pabrik kertas di Jatim yang sebelumnya menyediakan

limbah sampah plastik untuk bahan bakar, akan menggatinya dengan memasok limbah kayu ke kalangan industri tahu di Desa Tropodo. Menurut rencana, 11 pabrik kertas yang sebagian besar berada di kawasan Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto ini, akan memasok limbah kayu secara gratis ke 47 pengusaha tahu

di Desa Tropodo, selama 3 bulan. Ini sambil menunggu terobosan baru dari Pemprov Jatim untuk mencari bahan bakar industri tahu pengganti sampah plastik yang kini dilarang. “Kita akan tekan 11 pabrik kertas di Jatim ini untuk menyediakan limbah kayu sebagai bahan bakar industri tahu di Tropodo,” ujar Diah Susilowati. (day/lis)

Pendistribusian LPG 3 kg ke masyarakat.

Lamongan, Memorandum Bupati Fadeli menggariskan arahannya agar seluruh aparatur pemerintahan terus berinovasi untuk mewujudkan pelayanan prima bagi masyarakat. Hal itu ditegaskannya seusai membacakan pidato Presiden RI Joko Widodo dalam upacara peringatan HUT ke-48 Korpri di halaman Pemkab Lamongan, Jumat (29/11). Menurut dia sebagaimana amanat Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk terus bergerak mencari

terobosan dalam kecepatan melayani. Terlebih RSUD dr Soegiri dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Lamongan sudah ditetapkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI sebagai unit pelayanan dengan kategori sangat baik. “Mari terus berinovasi dengan brilian untuk Kabupaten Lamongan, untuk mewujudkan pelayanan prima bagi masyarakat,” ujar Fadeli. Selain itu, Lamongan telah

ditetapkan sebagai kabupaten penerima penghargaan tertinggi bidang kabupaten/kota sehat, Swasti Sabha Wistara. Di tempat yang sama, Fadeli menyerahkan panji-panji keberhasilan kepada kecamatan yang dinilai sukses dalam melaksanakan inovasi pembangunan. Yakni kategori Panji Nugraha Adi Pandega I diraih oleh Kecamatan Brondong, Panji Nugraha Adi Pandega II diraih Kecamatan Tikung, dan Panji Nugraha Adi Pandega III diraih Kecamatan Deket.

Kota Malang Raih PPID Award

D penilaian kepada OPD provinsi, kabupaten/ kota, dan desa di Jawa Timur. Penilaian yang dimulai sejak Agustus hingga November ini melalui tahapan, yaitu badan publik mengirimkan SAQ (Self Assessment Quesan dengan tionnaire) dilanjutkan verifikasi oleh tim penilai dan diakhiri dengan visitasi ke badan publik. Proses ini

FOTO: MEMORANDUM/ARI

Wali Kota Malang Sutiaji menerima PPID Award dan piagam penghargaan yang diterima Kota Malang.

“Saya mengucapkan terima kasih pada seluruh elemen masyarakat yang ada, tanpa bantuan dan dukungannya Kota Malang tidak akan bisa terus menerus menuai prestasi, tentu penghargaan ini akan kami jadikan motivasi baru untuk menjadi lebih baik di kemudian hari,” kata dia. PPID Award digelar dengan tujuan untuk memberikan apresiasi kepada badan publik yang telah menjalankan amanat UU 14 Tahun 2014 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Pada 2019 ini, Komisi Informasi Jatim memberikan

dilakukan secara ketat dan bisa dipertanggungjawabkan. (*/ari/lis)

penghargaan kepada 14 partisipan pengelola titik pantau kabupaten/kota sehat tahun 2019 . (*/udi/lis)

Bupati Fadeli memotong tumpeng dalam upacara peringatan HUT ke-48 Korpri.

Kategori Badan Publik Menuju InformaƟf 2019 RENTETAN prestasi terus diukir Kota Malang. Kali ini Pemerintah Kota Malang meraih penghargaan pada Malam Anugerah Keterbukaan In- Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Malang formasi Publik Jawa Timur 2019 di Novotel Samator East Surabaya Hotel, Kamis (28/11). Wali Kota Malang Drs H Sutiaji menerima langsung penghargaan kategori Badan Publik Menuju Informatif pada PPID Award tersebut. Penghargaan itu diterima dari Komisi Informasi Jawa Timur atas inovasi PPID Kota Malang dalam mengelola sistem keterbukaan informasi publik. Penghargaan ini, menurut Sutiaji, diperoleh atas dukungan serta peran aktif masyarakat Kota Malang yang selama ini terus menyampaikan aspirasi dan bahkan keluhan mereka terhadap pelayanan publik yang ada di Kota Malang. “Tanpa itu semua, akan sulit bagi kami untuk terus memperbaiki kinerja ASN (aparatur sipil negara) demi memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat,” ujar dia. Sutiaji menjelaskan dalam rangka pelaksanaan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), Pemkot Malang akan terus melakukan transparansi dan memberikan informasi yang dibutuhkan publik secara terbuka.

Dalam upacara yang dihadiri lebih dari 1.000 aparatur Pemkab Lamongan tersebut, Fadeli juga menyerahkan

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

Gariskan Inovasi untuk Pelayanan Prima


AREMA

SABTU WAGE, 30 NOVEMBER 2019 HALAMAN 4

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.

Wali Kota Sutiaji bersama jajaran Forkopimda Kota Malang.

Bapak Anak Penarik Sampah Tewas Malang, Memorandum Bapak dan anak, Mukidi (62) dan Bambang (23), warga Jalan Mayjen Sungkono Gang 6 RT 03/RW 01, Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, tewas dalam kecelakaan di dekat rumahnya, Jumat (29/11). Kedua korban yang berprofesi sebagai pengangkut sampah ini menghembuskan nafas terakhir di tempat kejadian perkara (TKP) setelah ditabrak sebuah mobil. Ironisnya, mobil penabrak kabur dan tidak sempat diketahui identitas maupun ciri-cirinya. “Mobil yang diduga menjadi penabrak, masih dalam penyelidikan petugas. Nomor polisi mobil juga tidak diketahui. Sementara di TKP, ada gerobak sampah dan sepeda angin milik kedua korban,”

HUT Ke-48 Korpri, Momen ASN Harus Profesional Malang, Memorandum Upacara HUT ke-48 Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia) yang dibarengkan dengan HUT ke-74 PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) dan peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2019 bertema ‘Korpri Berkarya, Melayani dan Menyatukan Bangsa’, diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kompetensi para ASN (aparatur sipil negara). Pesan ini jadi isi sambutan Wali Kota Sutiaji saat memimpin upacara di halaman Balaikota Malang, Jumat (29/11). Wali Kota menyampaikan, reformasi birokrasi merupakan upaya bersama untuk berhijrah menuju birokrasi yang lebih baik. “Melalui reformasi birokrasi diharapkan akan terjadi perubahan cara pandang, sikap dan bertindak dalam semangat melayani, bersikap netral, merekatkan persatuan, bertindak tertib, dan menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih,” katanya. Korpri sebagai wadah seluruh aparat birokrasi diharapkan menjadi garda terdepan dalam reformasi birokrasi. Korpri harus menjadi pilar utama pemersatu bangsa dan negara Indonesia dengan aparatur sipil negara sebagai agen perekat kebinekaannya. “Kita ingin Korpri menjadi organisasi dengan budaya melayani yang penuh inovasi dan kreativitas, modern dan efisien, serta melayani dengan jiwa dan semangat Pancasila,” lanjutnya. Terlebih, di era revolusi industri 4.0, diingatkan agar Korpri tidak lengah sehingga harus mampu menjadi birokrasi yang terus menerus bergerak mencari terobosan, serta terus menerus melakukan inovasi, karena inovasi adalah ruhnya birokrasi. Dengan teknologi canggih, cara bekerja harus berubah sehingga kecepatan merupakan faktor kunci kesuksesan dalam berkarya. Sementara itu, Kepala Staf Kodim 0833 Kota Malang Mayor Arh Heru Sunyoto mewakili Komandan Kodim 0833 yang menghadiri upacara ini menyampaikan pentingnya terus berkarya dan terus memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat. (*/ari/epe)

kata Kanit Lakalantas Polresta Malang, Iptu Deddy C Wahono dikonfirmasi Memorandum. Sebelumnya, pengayuh sepeda pancal, Mukidi membonceng anaknya, Bambang sambil menar ik gerobak. Keduanya berjalan dar i utara ke selatan. Saat di lokasi kejadian, sebuah mobil yang nopolnya tidak diketahui berjalan dari arah yang sama. Diduga kurang hati-hati dan waspada, mobil menabrak kedua korban hingga ter-

FOTO: MEMORANDUM/CR-3

FOTO: MEMORANDUM/ARI

Jadi Korban Tabrak Lari

Petugas mengolah TKP dan barang bukti sepeda pancal milik korban (inset).

pental. Akibatnya, keduanya mengalami luka-luka memar di kepala dan meninggal dunia di tempat kejadian.

Selanjutnya kedua jenazah dibawa ke RSSA Kota Malang, guna penanganan lebih lanjut. Sedangkan kendaraan

mobil nopol tidak diketahui meninggalkan tempat kejadian, dan masih dalam penyelidikan petugas. (cr-3/ari/epe)

Malang, Memorandum Wali Kota Malang Sutiaji dalam kunjungan Wakil Presiden (Wapres) RI, KH Ma’ruf Amin di Gedung Samanta Krida Universitas Brawijaya (UB), menyatakan dukungannya atas komitmen UB mewujudkan studi halal. Menurutnya ini sejalan dengan misi Kota Malang untuk mewujudkan Malang sebagai Kota Wisata Halal. “Halal di seluruh lini kehidupan di Kota Malang akan menjadi target pembangunan kita yang secara perlahan tapi pasti akan kita wujudkan bersama,” ujarnya. Dukungan ini senada dengan arahan Wapres Ma’ruf Amin saat membuka International Halal & Thayyib Conference 2019

FOTO: MEMORANDUM/ARI

Wali Kota Dukung UB Wujudkan Studi Halal

Wapres RI KH Ma’ruf Amin memukul gong tanda dimulainya International Halal & Thayib Conference 2019.

tersebut. Wapres menegaskan bahwa pasar halal dunia memiliki

potensi yang sangat besar. Pada 2017 lalu, produk pasar halal dunia mencapai 2,1 triliun

US Dollar dan diprediksi akan berkembang menjadi 3 triliun US Dollar pada 2023. “Kita harus dapat memanfaatkan potensi pasar halal dunia ini dengan meningkatkan ekspor kita yang saat ini baru berkisar 3,8 persen dari total pasar halal dunia,” jelas Ma’ruf. Oleh karena itu konferensi internasional ini merupakan acara yang sangat penting. Terutama mempromosikan industri halal di Indonesia, termasuk salah satu bentuk nyata dari upaya mendukung pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Sementara itu, UB bertekad menjadikan studi halal menjadi Center of Excellence yakni pu-

sat-pusat pertumbuhan studi tentang halal. Baik dari aspek material halal, teknologi yang berbasis proses produksi halal, gizi dan kesehatan, penguatan regulasi halal, pengembangan ekonomi halal yang didukung keuangan Islam, pariwisata dan media halal, serta pengembangan literasi dan penguatan masyarakat. UB juga bertekad memelopori penciptaan tenaga handal yang memiliki pengetahuan dan keterampilan memajukan industri halal dari jenjang S1. Juga menggalakkan forum-forum ilmiah yang mengkaji secara rutin perkembangan ekosistem halal. Salah satunya dengan mengadakan International Halal Festival setiap tahun. (*/ari/epe)

SEPUTAR JATIM

Dikapak Ipar di Atas Genteng

Petugas membagikan air bersih ke warga terdampak kekeringan di Kelurahan Tanggung.

Sumur Mengering, 400 KK Kekurangan Air Bersih Blitar, Memorandum Jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak kekeringan di Kota Blitar terus bertambah. Saat ini, Jumat (29/11), ada sekitar 400 KK di enam kelurahan yang kekurangan air bersih karena sumurnya mengering. “Setiap hari, kami melakukan dropping air bersih ke rumah warga yang terdampak kekeringan,” kata Kabid Penanggulangan Bencana Daerah (PBD) Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar, Supriadi, seperti dikutip surya.co.id. Supriadi menuturkan setiap hari, rata-rata ada empat tangki air bersih yang dikirim ke warga terdampak. Setiap tangki bersisi 5.000 liter air. “Satu tangki bantuan dari PMI,” ujar dia. Dia menjelaskan, 400 KK yang terdampak berada di enam kelurahan. Keenam kelurahan tersebut, Tanggung, Ngadirejo, Sentul, Gedog, Pakunden, dan Tanjungsari. “Kekeringan paling parah terjadi di Kelurahan Tanggung,” ungkap dia. Dikatakan, sumur milik sejumlah warga itu mengering karena kemarau panjang. Supriadi memperkirakan musim hujan baru datang pada pekan kedua Desember 2019. “Kalau sudah memasuki musim hujan, kondisi sumur milik para warga kembali normal. Kemarau tahun ini lumayan panjang dan cuacanya ekstrem,” ucapnya. Sebelumnya, ada lima kelurahan di Kota Blitar yang sebagian warganya mengalami kekeringan. Ada sekitar 100 KK di lima kelurahan yang kekurangan air karena sumurnya kering. Warga mengandalkan kiriman air bersih dari Pemkot Blitar untuk kebutuhan sehari-hari. Sekarang jumlah KK yang mengalami kekeringan bertambah menjadi 400 KK tersebar di enam kelurahan. (*/pi)

pakai kapak. Yang dibacok bagian punggung dan leher ada lima bacokan. Saya tidak berani melihat karena banyak darah,” kata Sarina (42), istri korban kepada wartawan, seperti dikutip detik.news. Sarina mengaku tidak pernah ada masalah antara suaminya dengan pelaku yang merupakan kakak iparnya. Namun menurutnya, pelaku sudah beberapa hari tidak ber-

FOTO: MEMORANDUM/IST

Pelakunya adalah Sp, masih kerabatnya sendiri. Kini Sp sudah diamankan polisi. Peristiwa bermula saat ada gotong royong memperbaiki rumah salah satu warga di Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo. Korban dan pelaku saat itu kebetulan berada di atap rumah menurunkan genteng rumah. “Saya tidak tahu kejadiannya. Katanya tiba-tiba dibacok

Asmito menjalani perawatan di rumah sakit.

tegur sapa dengan suaminya. Padahal rumah korban dengan

rumah pelaku berdekatan. “Tahu-tahu tidak bertegur

sapa dengan suami saya. Sebelumnya juga tidak pernah bertengkar,” ungkap Sarina ditemui di RSUD Blambangan. Sementara dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Wongsorejo, Iptu Kusmin membenarkan kejadian tersebut. Kejadianya pas keduanya berada di atas genting. Namun Kusmin mengaku belum mengetahui secara detil persoalan tersebut. Karena saat ini masih dilakukan pemeriksaan saksi-saksi. “Tahu-tahu dibacok. Kemungkinan ada dendam sehingga terlampiaskan di situ. Yang penting pelaku saya amankan di Polresta dulu dan korban dibawa ke rumah sakit,” jelasnya saat dihubungi. (*/pi)

Disbudpar Jatim Gelar Festival Budaya Agraris Ngawi, Memorandum Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur ( Jatim) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi mulai 28 hingga 30 November 2019 ini menyelenggarakan kegiatan Festival Budaya Agraris. Kegiatan ini baru kali pertama diselenggarakan dan menjadi ikhtiar Pemprov Jatim untuk menggali dan mempromosikan budaya, khususnya di wilayah agraris. “Untuk daerah pesisir utara, kita memiliki event FKPU (Festival Kesenian Pesisir Utara). Sedangkan untuk daerah pesisir selatan, kami memiliki event FKKS (Festival Kesenian Kawasan Selatan). Sebab itu, untuk memfasilitasi daerah di luar kawasan pesisir utara maupun selatan, dilaksanakanlah event Festival Agraris,” kata Kadisbudpar Jatim, Sinarto, seperti dikutip beritajatim.com, Jumat (29/11). Pada tahun ini, kata dia, Kabupaten Ngawi diberikan kehormatan sebagai tuan rumah untuk launching kegiatan ini. Festival ini beranggotakan 16 kabupaten/ kota yang berada di wilayah agrar-

FOTO: MEMORANDUM/IST

FOTO: MEMORANDUM/IST

Banyuwangi, Memorandum Warga Banyuwangi digegerkan aksi perkelahian di atas genteng rumah warga. Satu orang bernama Asmito (62) harus menjalani perawatan intensif di RSUD Blambangan karena terkena bacokan kapak milik saudara iparnya. Aksi pembacokan ini terjadi sekitar pukul 06.00, Jumat (29/11).

Pembukaan Festival Budaya Agraris di halaman Benteng Van den Bosch, Ngawi.

is Jatim. Di antaranya Kabupaten dan Kota Madiun, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota Mojokerto, Nganjuk, Jombang, Ngawi, Magetan, Bojonegoro, Kota Batu, Kota Blitar, Bondowo-

so, Kota Malang dan Ponorogo. Pada tahun ini, lanjut dia, mengangkat tema Dewi Cemara (Desa Wisata Cerdas Maju Sejahtera). Sedangkan, untuk tahun depan rencananya akan

dilaksanakan di Kota Batu. “Kegiatan ini akan secara bergilir dari tahun ke tahun dilaksanakan di kabupaten/kota peserta festival budaya agraris,” imbuhnya. Rangkaian kegiatan dimulai

dari pembukaan pada tanggal 28 November di Benteng Van den Bosch, berupa pagelaran seni pertunjukan sampai dengan 30 November 2019. Kemudian, sarasehan budaya pada tanggal 29 November di Gedung Kesenian Ngawi serta diselenggarakan juga pameran produk seni budaya dan pariwisata dari tanggal 28-30 November 2019 di halaman BentengVan den Bosch. “Kegiatan ini menjadi kegiatan rintisan sebagai sarana revitalisasi budaya, khususnya di kawasan agraris. Ini sebagai sarana promosi budaya daerah, dan menjadi ruang kreasi bagi insan budaya dan seniman di Jawa Timur,” jelas dia. Dalam rangkaian acara pembukaan malam ini juga disuguhkan pula sajian spesial, fashion batik yang menggambarkan pesona budaya masing-masing kabupaten/kota. “Harapannya kegiatan ini akan menjadi agenda rutin Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sehingga selain menjadi ajang kreasi bagi seniman, juga dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Provinsi Jawa Timur,” pungkas dia. (*/pi)


TULUNGAGUNG

SABTU WAGE, 30 NOVEMBER 2019 HALAMAN 5

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com

Awas..! Beredar Ciu Jenis Baru Diamankan Polres Tulungagung

ribu, 3 buah kardus, 11 plastik bekas bungkus miras, 1 galon aqua, handphone dan 1 gelas takar plastik. Di hadapan polisi, tersangka mengaku sudah setahun ini menjalankan bisnis haramnya. Untuk satu botol miras berukuran 1500 mili liter dijual Rp 50 ribu. Untuk penjualan, tersangka mengaku hanya melayani kenalannya. Dan kalau tidak ada pesanan, dirinya memilih tidak mengoplos. “Jadi hanya kenalannya yang memesan saja yang dilayani. Lainnya tidak. Biasanya yang dilayani ini kalau ada acara-acara musik atau hiburan seperti itu,” ungkap Pandia. Pandia menjelaskan, tidak hanya menjual dan memasarkan, tersangka sendiri juga yang mengoplos miras tersebut. Adapun komposisinya tidak ada patokan.

Tersangka dan BB sabu yang diamankan BNN Tulungagung.

BNN Ungkap Sindikat Narkoba Jaringan Lapas Tulungagung, Memorandum Badan Narkotika Nasional (BNN) Tulungagung bersama Polsek Kedungwaru terus mengembangkan hasil razia rumah kos yang dilaksanakan Kamis lalu. Temuan 2 penghuni kos yang positif (ampetamin) menggunakan sabu menjadi kunci terungkapnya peredaran narkoba yang disinyalir melibatkan warga binaan lembaga pemasyarakatan (lapas). Bandar dan kurir itu Moh Rofiq Irfan (25) dan Fatkhur Rohman (25), keduanya warga Desa Tenggur, Kecamatan Rejotangan. Kepala BNN Tulungagung AKBP Sudirman mengatakan kedua tersangka diamankan pada Kamis sore. Rofiq diamankan di jalan raya, sedanagkan Fatkhur diamankan di rumahnya. “Tersangka RF kita

amankan di jalan kemudian kita kembangkan dan kita tangkap tersangka FR,” terang Sudirman, Jumat (29/11). Dari tangan tersangka Rofiq berhasil diamankan satu handphone, 2 kartu ATM, uang tunai dan 2 klip sabu seberat 1,53 gram. Kemudian dari tangan tersangka Fatkhur berhasil diamankan barang bukti berupa bong, satu klip sabu seberat 0,79 gram, satu pak plastik klip bungkus sabu, satu kartu ATM dan uang tunai. Sudirman menjelaskan, berdasarkan keterangan kedua tersangka, dalam menjalankan aksinya bisa disimpulkan jika Fatkhur Rohman adalah bandar, sedangkan Rofiq adalah kurirnya. Sementara sabu yang mereka edarkan diperoleh dari seseorang yang melibatkan nama warga binaan lapas.

Namun lapas mana yang dimaksud oleh tersangka, masih dalam pendalaman BNN dan pihak kepolisian. “Tersangka ini transaksi lewat ATM, makanya kita sita sebagai barang bukti. Kemudian setelah mendapatkan barang akhirnya dijual lagi melalui kurir si RF ini,” ungkap Sudirman. Menurut pengakuan tersangka Fatkhur, dirinya sudah mengenal narkoba jenis sabu sejak masih menjadi TKI di Malaysia. Kemudian saat kembali ke Tulungagung semakin terjerumus, bahkan menjadi pengedar untuk menjual sabu kepada beberapa pelanggannya . Kini akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) Undang Undang nomer 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (fir/mad/rif)

Minuman beralkohol ini masuk kategori baru karena komposisinya tidak sama dengan miras oplosan pada umumnya. Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia mengatakan tersangka Dimas Subangun Prasetyo (23), diamankan di Desa Wajak Lor, Kecamatan Boyolangu, saat

akan mengantarkan miras kepada pemesan. “Kita amankan pada Minggu kemarin saat mengantarkan ini kepada pelangganya,” kata Pandia ketika rilis, Jumat (29/11). Da r i t a n g a n t e r s a n g ka diamankan 36 botol air mineral 1500 mili liter berisi miras oplosan siap edar. Kemudian uang tunai Rp 200

FOTO: MEMORANDUM/FIR

FOTO: MEMORANDUM/FIR

Tulungagung, Memorandum Polres Tulungagung akhirnya menangkap pembuat dan penjual miras oplosan jenis baru yang diedarkan di wilayah Kota Marmer.

Setiap 3 wadah air mineral dicampur dengan 3 wadah alkohol. Setelah diaduk rata, kemudian oplosan dimasukkan ke dalam botol air mineral dan diedarkan kepada pemesannya. Te r s a n g k a m e n g a k u mendapatkan ide mencapur alkohol tersebut dari istrinya. Sedangkan istrinya juga mendapatkan ide dari temannya lagi. “Idenya dari istrinya. Istrinya dapat ide dari kenalannya. Ini masih terus kita dalami,” pungkas Pandia. Kini akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 204 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara, dan pasal 62 jo pasal 8 Undang Undang nomer 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (fir/mad/rif )

Kapolres Pandia menunjukkan tersangka dan BB peredaran ciu.

KEDIRI & BLITAR KEPALA BIRO: Wahyudi. REDAKSI: - HP. 081230006789. EMAIL: sampang_publik@yahoo.co.id - MARKETING DAN SIRKULASI: Rohmad Sholeh. KEPALA BIRO BLITAR: Prawoto Sadewo. WARTAWAN: Nur Rofiq, Ana Akina. KEUANGAN: Binti Khoiriyah. ADMIN IKLAN: Rosita. ADMIN KORAN : Imam Rofiq. PEMASARAN: Frenswinta Jaya, Hendra. EMAIL: memorandumppls@gmail.com. TELEPON:.081334603445. KANTOR: Jln Kota baru no.9 Kanigoro, Blitar.

FOTO: MEMORANDUM/ST3

Plt Wali Kota Santoso Hadiri Seminar Kebangsaan

Ayu Kurniawati, ibunda Shalfa (tengah), didampingi tim kuasa hukum.

Dituduh Tidak Perawan, Atlet Senam Kediri Gagal SEA Games Kediri, Memorandum Seorang atlet Sea Games dari cabang Senam Artistik asal Kota Kediri, Shalfa Avrila Siani (18) dipulangkan paksa oleh tim pelatihan karena dituduh sudah tidak perawan. Atas tuduhan tersebut, pihak keluarga memeriksa atlet tersebut ke RS Bhayangkara dan tidak terbukti. Demi mencari keadilan, Imam Mukhlas, kuasa hukum keluarga melapor hal tersebut ke Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menpora dan pihak terkait lain. Tim kuasa hukum meminta Kemenpora menindak keputusan pelatih yang merusak nama baik atlet dan mengembalikan kepercayaan dirinya. “Ternyata hasil pemeriksaan tim dokter, selaput daranya masih utuh. Saat ini Shalfa terpukul hingga tidak mau bersekolah,” kata Ayu Kurniawati, Ibu Kandung Shalfa, Jumat (29/11) kepada wartawan. Shalfa telah berjuang keras demi menggapai cita citannya. Shalfa mulai masuk Pelatnas ketika masih duduk di bangku kelas 5 SD. Sejak saat itu Shalfa berpisah dengan orang tuanya. Selain memborong

puluhan medali, Shalfa juga dua kali meraih piagam Satya Yasa Cundamani, sebuah penghargaan tertinggi dari Pemerintah Kota Kediri. Demikian, Shalfa mempunyai segudang prestasi dengan raihan puluhan medali, dari tingkat SD hingga SMA ini, harus rela menelan pil pahit dipulangkan pelatihnya secara sepihak. Diterangkan pihak keluarga, melalui Kuasa Hukumnya Imam Muhklas SH, menjelaskan, bahwa setelah dilakukan dan ditelaah dengan adanya kejadian tersebut, menganggap bahwa adanya suatu proses yang tidak melalui prosedural dalam hal pemberhentian seorang atlet kepada adik kita yang bernama Shalfa Afrilia S. “Isu yang santer beredar sekarang, bahwa atlet yang bernama Shalfa gagal mengikuti Sea Games, dikarenakan sudah tidak virgin. Tidak adanya dokumen resmi yang seharusnya dilakukan pada saat atlet dinyatakan tidak virgin,” ungkapnya. Mendengar kabar tersebut keluarga menjemput Shalfa di mess Pelatnas Sea Games, Gresik.

Masih jelas Imam Muhklas, sementara dari pemeriksaan, RS Bhayangkara bahwa atlet tersebut dinyatakan masih virgin (Intack Hymem) yang artinya bahwa selaput dara tidak robek atau masih utuh. Hal tersebut jelaslah sudah, bahwa oknum pelatih yang mengeluarkan dengan cara sepihak, adanya dugaan permainan. “Hal tersebut dikuatkan dengan adanya pengganti atlet senam Artistik Shalfa Afrilia Sania dari Jawa Timur, yang digantikan oleh Atlet yang berasal dari Jawa Tengah,” beber Imam Muhklas. Pihaknya juga sudah melakukan klarifikasi ke instansi terkait kepada Kabid Prestasi Olahraga Pemprov Jatim Indra Sabarani melalui Whatapps. Namun jawabannya singkat sekali “tidak” dan juga melakukan konfirmasi di Pusdiklatnya yang ada di Gresik jawabannya juga cenderung lempar bola. “Kami sebagai perwakilan dari pihak keluarga sangatlah tersinggung, karena perjuangan atlet Shalfa Afrilia Sania ini dan keluarga sangatlah besar untuk mencapai hal tersebut,” sesalnya. (st3/yud/rif )

Blitar, Memorandum Plt Wali Kota Blitar Santoso menghadiri seminar kebangsaan dalam rangka Hari Pahlawan dan pengukuhan MPO (Majelis Pertimbangan Organisasi) dan MPC (Majelis Pimpinan Cabang) Pemuda Pancasila di Istana Gebang. Orang nomor satu di Pemkot Blitar itu kembali menegaskan pentingnya menjaga kesatuan dan keutuhan NKRI. “Menjaga keutuhan bukan hanya tugas pemerintah saja, melainkan tugas semua kita sebagai warga Negara. Terutama pemuda harus punya patriotisme dan nasionalisme demi bangsa Indonesia,” kata Santoso di hadapan peserta seminar. Seminar yang digelar pukul 09.00 itu difasilitasi oleh Pemkot Blitar dalam hal ini Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Penanggulangan Bencana Daerah (Kesbangpol dan PBD) Kota Blitar. Para peserta seminar adalah seluruh anggota Pemuda Pancasila hingga sejumlah organisasi kepemudaan di Kota Blitar. Tak ketinggalan pula para muspika di lingkup Kecamatan Sananwetan. Santoso dalam sambutan singkatnya mengapresiasi seminar. Melihat lokasinya di Istana Gebang, setidaknya menjadi pelecut untuk meneladani perjuangan Bung Karno di era masa perjuangan dan kemerdekaan. “Istana Gebang di sini menjadi saksi bisu bagaimana masa kecil Bung Karno ditempa oleh keluarganya. Makanya sangat cocok jika digelar di Istana Gebang. Kita harus bangga menjadi warga Kota Blitar,” kata Santoso.

Dia juga menambahkan bahwasanya saat ini peran pemuda dalam merajut kebhinekaan sangatlah penting. Pemuda setidaknya mampu menjaga keragaman. Indonesia dengan jumlah pulau sekitar 17 ribu, merupakan anugerah yang harus disyukuri. “Jangan sampai kebhinekaan di Kota Blitar ini tercederai oleh oknum-oknum yang tak bertanggungjawab,” katanya. Saat ini, kata Santoso, Indonesia sedang diuji. “Tetapi saya yakin dengan persatuan dan kesatuan, perpecahan bisa dihindari. Tentunya kuncinya dengan menjaga kebhinekaan tadi. Ada Pancasila, ada Undang-undang Dasar 1945, ada NKRI dan lain sebagainya. Mari kita jaga bersama,” ajak mantan sekretaris DPRD Kota Blitar ini. Kepala Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar, Hakim Sisworo menambahkan acara tersebut sangat bagus dalam rangka memupuk jiwa kebangsaan. Instansinya pun mendukung penuh demi terciptanya suasana yang kondusif dan aman di Kota Blitar. “Maka dari

itu kami memfasilitasi acara ini dengan semangat. Karena melalui seminar ini, nilai-nilai kebangsaan bisa terjaga,” kata Hakim. Dalam kesempatan itu juga, Plt Wali Kota Santoso

dan Kepala Bakesbangpol dan PBD, Hakim Sisworo mengucapkan selamat atas pengukuhan pengurus baru MPO dan MPC Pemuda Pancasila Kota Blitar. (adv/pra/rif )

Plt Wali Kota Blitar Santoso membuka seminar kebangsaan Pemuda Pancasila.

Plt Wali Kota Blitar Santoso berfoto bersama.


MOJOKERTO-JOMBANG WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

SABTU WAGE, 30 NOVEMBER 2019 HALAMAN 6

KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.

Narkoba Kota Mojokerto di Ambang Batas BNNK Ringkus Kurir Sabu dan Pil Dobel L

AKBP Suharsi Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto

Erwin Hariyanto

Pengedar Sabu Jatijejer Digerebek Mojokerto, Memorandum Erwin Hariyanto (39), asal Dusun Urung-urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, harus berurusan dengan pihak yang berwajib. Ini setelah Erwin tertangkap tangan mengedarkan sediaan narkotika jenis sabu-sabu. Saat diciduk di kediamannya, Kamis (28/11) malam. Petugas mengamankan pula sebanyak 8 paket kristal haram siap edar. Kasubbag Humas Polres Mojokerto Ipda Teguh Kariyadi mengatakan, penangkapan tersangka bermula dari masuknya informasi dari masyarakat. Tentang maraknya peredaran narkotika, yang belakangan kian meresahkan. “Berbekal informasi itu, petugas lalu melakukan penelusuran lapangan. Hasilnya, satu tersangka berikut sejumlah barang bukti lalu diamankan,” ujarnya, Jumat (29/11). Tak mau pulang dengan hanya membawa tersangka, polisi langsung melakukan penggeledahan. Dan sesuai perkiraan, di lokasi penangkapan memang ditemukan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan peredaran gelap narkotika. “Selain tersangka, kita amankan pula sejumlah barang bukti. Berupa 8 paket sabu, sebuah timbangan digital, plastik klip, dompet, serta sebuah handphone yang digunakan sebagai sarana melakukan transaksi,” beber kasubaghumas. Selain bertekad memberangus jaringan narkotika yang melibatkan Erwin secara tuntas. Petugas langsung menggelandang tersangka berikut barang bukti ke Mapolres Mojokerto. Setibanya di kantor polisi, sang pengedar langsung dijebloskan ke balik jeruji besi ruang tahanan. “Untuk jerat hukum kita kenakan pasal pasal 112 dan 114 UU RI Nomor 35 Tahun 2009, tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara,” tandas Teguh. (no/rif )

sampai saat ini tetap menjadi ateis. Meski memiliki tiga kecamatan, namun peredaran narkoba di Kota Mojokerto dinilai pada ambang batas. Hasil ungkap BNN selama dua tahun, mengalami kenaikkan dalam jumlah barang bukti, dikarenakan adanya penangkapan bandar besar dan pengembangan jaringan-jaringan yang masuk di Mojokerto, khususnya wilayah kota.“Jumlah BB tahun ini memang fantastis, karena penangkapan kami lebih kepada bandar besarnya dan jaringan-jaringannya. Jadi jumlah tersangkanya hanya sedikit,” paparnya. Barang bukti pada tahun ini, lanjut Suharsi, mencapai setengah kilogram sabu, bahkan ribuan

FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO

FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO

Mojokerto, Memorandum Peredaran narkoba di Kota Mojokerto dalam ambang batas normal. Sejak awal 2019 hingga saat ini, petugas Badan Narkotika Nasional (BNNK) Kota Mojokerto berhasil menyita 523,49 gram sabu dan 1.053 butir ekstasi. Dari data yang didapat, dalam kurun waktu 11 bulan terhitung sejak awal 2019 hingga kini, BNN Kota Mojokerto berhasil meringkus dua tersangka dari dua kasus dengan jumlah barang bukti 523,49 gram sabu dan 1.053 butir eksatasi. Jika dibandingkan dengan tahun 2018, jumlah barang bukti yang berhasil diamankan pada tahun ini meningkat drastis. Pada tahun 2018 hanya BNN Kota Mojokerto hanya menyita 2,25gr sabu, uang sebesar Rp 2.080.000, dan handphone sebanyak 5 buah dengan empat tersangka dari tiga kasus. Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mojokerto AKBP Suharsi mengatakan, peredaran narkoba di Kota Mojokerto hingga

Yang dikhawatirkan memang masuknya narkotika jenis pil double L dan ekstasi di kalangan pelajar khususnya SMP dan SMA. Selain harganya terjangkau, para pelajar juga dengan mudah mendapatkan.

Rilis hasil pengungkapan BNNK Kota Mojokerto.

ekstasi juga berhasil diamankan dari tangan bandar sabu. Hal ini memperlihatkan, kondisi di kota Mojokerto darurat narkoba. Bahkan peredaran narkoba jenis pil double L maupun ekstasi dengan mudah menyasar pelajar SMA bahkan SMP di Kota Mojokerto.

“Yang dikhawatirkan memang masuknya narkotika jenis pil double L dan ekstasi di kalangan pelajar khususnya SMP dan SMA. Selain harganya terjangkau, para pelajar juga dengan mudah mendapatkan,” terangnya. Maka dari itu, pihaknya

mengimbau agar para orang tua maupun guru terus melakukan pengawasan. “Kalau peredaran sabu, biasanya cenderung menyasar pekerja swasta khususnya sopir kendaraan besar seperti truk, pekerja dunia malam, maupun karyawan pabrik,” tandasnya. (no/rif)

Buron Berbulan-Bulan

Pengeroyok Pedagang Tertangkap Jombang, Memorandum Setelah sempat menjadi buronan polisi sejak Bulan Mei 2019 silam. Satu dari empat pengeroyok Cholik (44), warga Dusun Kalangan, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, akhirnya berhasil dibekuk, Kamis (28/11) sekitar pukul 15.00. Tersangka tak lain yaitu Zudi Siswanto (30), warga Dusun Pajaran, RT 25/RW 03, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan. Dipaparkan Kapolsek Peterongan AKP Sugianto, kejadian berawal saat korban hendak menyeberang jalan di pertigaan kantor Kecamatan Peterongan lama. Saat menyeberang tadi, korban terburu-buru pulang karena waktu telah menunjuk-

kan pukul 17.30. “Korban buru-buru pulang karena hendak melaksanakan salat Maghrib dan menyeberang di pertigaan kecamatan lama. Di saat bersamaan, salah satu jasa penyeberangan mengumpat,” paparnya, Jumat (29/11). Selesai melaksanakan ibadah, sambung kapolsek, korban lalu kembali ke lokasi penyeberangan. Setibanya di sana, ia lalu bertanya kepada salah seorang pelaku apa maksud dari umpatan tadi. Tapi bukannya mendapatkan jawaban, pertanyaan dari korban dianggap sebuah tantangan. “Korban seketika dikeroyok oleh 4 pelaku, dan sempat dipukul dan ditendang berkali-kali di lokasi keja-

Zudi Siswanto diapit petugas di Mapolsek Peterongan.

dian. Bahkan satu di antaranya memukulkan sebuah senter,”

sambungnya. Beruntung, saat kejadian

salah satu warga melerai hingga korban terhindar dari cedera lebih parah. Kendati demikian, akibat aksi tadi ia mengalami luka robek di bibir, pelipis mata, pipi kanan, dan hidung. Seiring tertangkapnya satu tersangka, polisi masih melakukan pengejaran terhadap 3 sisanya. Guna kepentingan penyidikan, petugas menyita barang bukti berupa sebuah senter lalu lintas yang dipakai untuk menganiaya korban. “Tersangka kita kenakan pasal 170 ayat 2 ke 1 KUHP, tentang kekerasan yang dilakukan dengan tenaga bersama-sama terhadap orang maupun barang. Dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkas Sugianto. (wan/rif)

Plt Bupati Mojokerto Pungkasiadi (Kiri) dan Bunda Baca Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Elestianto Dardak (kanan).

Plt Bupati Mojokerto Pungkasiadi menyampaikan sambutan.

Pembinaan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Tahun 2019 Buku sebagai Sumber Literasi Tepercaya Mojokerto, Memorandum Meski berdampingan dengan dunia serba digital, Plt Bupati Mojokerto Pungkasiadi menyebut buku masih menempati posisi sebagai referensi ilmu yang terpercaya. Hal tersebut disampaikan pada acara Pembinaan Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial 2019, yang digelar oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Mojokerto, Jumat (29/11) pagi di pendapa Graha Majatama. Buku sampai saat ini masih menjadi sumber literasi terpercaya. Meski semua sudah digital sekalipun. Literasi akan terus digenjot hingga desa-desa, melalui media perpustakaan mini. “Perpustakaan tidak boleh berhenti sebagai sumber info saja. Tapi harus bisa digunakan untuk berkegiatan, berkreasi, dan berinovasi,” kata Plt. Bupati Pungkasiadi.

Ia juga menginstruksikan agar tahun depan, bisa diadakan kompetisi karya tulis tentang Kesaktian Pancasila.“Pendidikan Moral Pancasila kita coba ungkit kembali. Saya minta tahun depan bisa diadakan kompetisi menulis,” tandas Plt Bupati Pungkasiadi. Bunda Baca Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Elestianto Dardak, hadir pada acara ini dan menggaungkan semangat Masyarakat Belajar. Semangat ini menurutnya, diciptakan untuk memotivasi semua lapisan masyarakat agar gemar membaca. Arumi juga mengamini pernyataan Plt. Bupati Pungkasiadi, terkait buku yang dijadikan sumber rujukan informasi yang valid. “Zaman sekarang memang beda (serba digital). Namun akan selalu ada pro kontra. Kalau kita tidak hati-hati menyaring info digital, pesan utama tidak bisa

masuk,” kata Arumi. Ia juga membandingkan informasi berbasis viusal, dengan murni membaca yang memiliki plus minus masing-masing. Dalam pandangannya, platform-platform penyedia literasi berbasis digital visual telah memberikan warna baru yang cukup positif. Namun menurutnya, mengandalkan visual saja tidak cukup. Karena otak bisa kurang maksimal dalam menerjemahkannya secara mandiri. “Sama halnya seperti kita baca buku novel. Meski jarang ada visualnya seperti gambar, otak kita akan menerjemahkannya sendiri,” papar Arumi. Sejalan dengan Plt Bupati Pungkasiadi dan Bunda Baca Arumi, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Muhammad Syarif Bando, pada acara ini turut menyebut buku sebagai media untuk menyelami ilmu secara mendalam. “Dengan literasi kita mem-

bangun. Saya setuju dengan Pak Bupati Mojokerto dan Bu Arumi bahwa buku tak tergantikan. Berselancar di internet, mungkin menjangkau permukaan saja. Tapi membaca buku teks, sama seperti kita menyelam ke laut dalam,” kata Syarif Bando. Syarif Bando memandang paradigma perpustakaan yang mulai sekarang, harus bisa mendampingi masyarakat. Ini terkait inklusi sosial di dalamnya. “Perpustakaan berbasis inklusi sosial, dimaknai bahwa perpustakaan tersebut bisa memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya,” tandas Syarif Bando. Pada kesempatan kali ini, dikukuhkan Bunda Baca Kabupaten Mojokerto periode 20192022, kepadaWakil KetuaTP PKK Yayuk Pungkasiadi. Pengukuhan dipimpin Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando, didampingi Bunda Baca Jawa Timur Arumi Bachsin Elestianto Dardak.(adv/hms/rif)

Jombang, Memorandum Pemerintah Kabupaten Jombang bertemu dengan PT BNI Syariah. Pertemuan ini untuk menjalin kerja sama antara pihak pemerintah dengan pihak BNI Syariah di bidang produk perbankan. Pertemuan kedua belah pihak ini digelar di Ruang Swagata, Pendopo Kabupaten Jombang, Rabu (27/11) sore. Hadir pada pertemuan tersebut Bupati Jombang Hj MundjidahWahab yang didampingiWakil Bupati Jombang Sumrambah. Sedangkan dari pihak PT BNI Syariah dihadiri langsung oleh Branch Manajer PT Bank BNI Syariah, Imam Hidayat Sunarto beserta jajarannya. Pada kesempatan itu, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT BNI Syariah dengan Pemkab Jombang tentang pemanfaatan produk dan jasa perbankan syariah. Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh bupati Jombang dan Branch Manajer PT Bank BNI Syariah. “Saya hari ini melakukan penandatanganan MoU dengan PT Bank BNI Syariah yang akan membuka perwakilan di Jombang,” kata bupati saat diwawancarai seusai melakukan pertemuan dengan PT BNI Syariah. Dikatakan bupati Mundjidah, MoU yang dilakukan ini dalam rangka meningkatkan fasilitas dan kemudahan masyarakat Jombang untuk mengakses produk perbankan syariah yang ditawarkan PT BNI Syariah. “Ini dalam rangka meningkatkan produk maupun memberikan fasilitas pada masyarakat Kabu-

FOTO: MEMORANDUM/HMS

FOTO: MEMORANDUM/ADV

Bupati Jombang Teken MoU dengan PT BNI Syariah

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab didampingi Wakil Bupati Jombang Sumrambah menerima cendera mata usai penandatanganan MoU.

paten Jombang, baik dalam bidang peningkatan ekonomi masyarakat ataupun pendidikan, sosial dan lainnya,” ujarnya. Sementara, Branch Manajer PT Bank BNI Syariah Imam Hidayat Sunarto menyampaikan, PT BNI Syariah hadir di jombang untuk melayani kebutuhan masyarakat di kota santri ini. Ia menawarkan berbagai produk perbankan yang bertujuan untuk membantu kesejahteraan masyarakat, dan melayani para pelaku UMKM. “Harapan kami, bahwa kami dapat berperan serta untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Jombang. Temasuk pemberdayaan dan kemandirian UMKM di Jombang. Sekaligus juga membiayai pelatihan UMKM,” pungkasnya. (hms/rif)


HUKUM & KRIMINAL WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019

Ratusan Pembeli Tanah Kavling Laporkan CV KAL Surabaya, Memorandum Merasa menjadi korban penipuan dan penggelapan penjualan tanah kavling dan rumah, puluhan korban mendatangi gedung Ditreskrimum Polda Jatim. Mereka melaporkan pemimpin CV KAL, inisial RM (46), warga Jalan Jajar, Kecamatan Wiyung Lor. Menurut kuasa hukum para korban, Muhammad Ilham, dirinya mendapat mandat dari korban pembelian tanah kavling dan rumah untuk melaporkan pimpinan CV KAL, selaku pengembang perumahan di daerah Watugolong, Candi Negoro, serta Junwangi. “Kita ke sini melapor kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan CV KAL,” terang Muhammad Ilham, Jumat (29/11).

Dalam kasus ini dijelaskan Ilham bila ada tiga laporan yakni untuk tanah di Candi Negoro nomer LP/1059/XI/2019/UM/ SPKT, tanah di Watugolong nomer laporan LPB/1060/ XI/2019/UM/SPKT, dan tanah di Junwangi nomer LP 1061/ XI/2019/UM/SPKT. Masih menurut Ilham bila sebelumnya para korban ini mendatangi LPBH PWNU minta untuk meminta pendampingan terhadap kasusnya. Tercatat yang tergabung 100 korban dengan nilai kerugian mencapai Rp 6 miliar. Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera menjelaskan bila pihaknya kini masih tahap penyelidikan dari laporan korban. “Masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti,” jelas dia. (tyo/nov)

SABTU WAGE, 30 NOVEMBER 2019 HALAMAN 7

Desak Jaksa Periksa Wali Kota (JPU) Kejari Tanjung Perak menemukan alat bukti baru maka keempat ASN itu diduga bisa menyusul seperti enam mantan anggota DPRD Kota Surabaya. Seperti yang dikatakan M Fadhil, Kasubsi Penyidikan Pidana Khusus (Pidsus) KejariTanjung Perak, bahwa kemungkinan tersebut bisa saja terjadi. “Semua hal bisa saja terjadi, asalkan ada dan memenuhi. Minimal pembuktian,” jelas Fadhil saat dikonfirmasi Memorandum, Jumat (29/11). Lanjut Fadhil, temuan audit BPK tersebut bisa sebagai pegangan dasar untuk membuktikan dalam persidangan. “Tentu bisa, tapi kan mesti didukung dengan alat bukti,” tegasnya. Disinggung apakah ASN Pemkot Surabaya bisa menjadi tersangka, Fadhil menegaskan untuk sementara pihaknya tidak bisa mempersalahkan orang jika fakta yang ditemukan masih tidak menunjukkan perbuatan yang memenuhi rumusan delik. “Ini semua sudah dilakukan, sebagaimana fakta persidangan. Dan tidak ada kewajiban di perwali untuk turun ke lapangan untuk melakukan monitoring

Sambungan dari halaman 1

dan evaluasi,” pungkas Fadhil. Sementara, Sudiman Sidabuke, penasihat hukum Binti Rochmah sepakat dengan keterangan ahli pidana Universitas Airlangga (Unair) Iqbal Feliasiano terkait penerapan pasal 15 UU Tipikor kepada empat ASN Pemkot Surabaya tersebut. “Bukan hanya pasal 15 UU Tipikor tetapi juga pasal 2,3 UU Tipkor dan pasal 55 KUHP karena mereka turut serta membantu. Dan tidak menutup kemungkinan mereka adalah pelaku utama kasus ini,” tegas Sudiman Sidabuke, semalam. Bahkan, Sudiman Sidabuke meminta Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. “Dia (wali kota, red) yang menandatangani uang dari pusat. Jaksa harus juga memeriksanya,” ujarnya. Lanjut Sudiman Sidabuke, selama ini apakah wali kota sudah mengecek kinerja anak buahnya apa sudah sesuai dengan perwali nomor 25 tahun 2016 yang selama ini dijadikan acuan. “Tanpa ada dia (wali kota), tidak mungkin uang cair. Termasuk apakah anak buahnya sudah bekerja dengan baik atau

tidak,” pungkas Sudiman Sidabuke. Sedangkan, Hasonangan Hutabarat, penasihat hukum Darmawan menambahkan bahwa dewan tidak bisa dikenakan korupsi karena hanya menyampaikan sesuai permendagri ke konstituennya. “Ada pemohon yaitu RT/RW dan anggaran cair juga langsung ke rekening mereka dan hasil audit BPK tidak menyebutkan dewan. Hanya proposal dihitung dan jumlahnya oleh BPK,” ujarnya yang sependapat dengan penerapan pasal 15 UU Tipikor. Lanjutnya, bahwa langkah kejaksaan jelas sudah menabrak KUHAP dengan menahan dan menuntut dewan serta mengabaikan rasa keadilan dengan membiarkan pemohon dan termohon lenggang kangkung seperti kebal hukum. “Padahal yang menikmati RT/RW dan pemkot,” pungkas Hasonangan. Sementara itu, mantan Kepala Badan Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Kota Surabaya Eddy Cristijanto bersikukuh apa yang sudah dilakukan terhadap proposal pengajuan dana hibah itu sudah sesuai dengan prosedur. Bahkan ia

mempertanyakan mana yang tidak sesuai dengan prosedur. “Semua sudah sesuai dengan Perwali 25/2016. Bahkan dalam sidang kemarin sudah kita jelaskan,” tegas Eddy Cristijantio, kemarin. Ia menambahkan pintu hibah bisa lihat dalam naskah perjanjian hibah daerah (NPHD). Dalam NPHD sudah dijelaskan soal posisi penerima hibah. “Katakan jika ada sisa pembelian maka itu harus dikembalikan ke kas daerah melalui bagian pemerintahan. Contoh beli barang dengan rekomendasi satu juta, namun belinya lima ratus ribu. Ketika sisanya lima ratus ribu tidak kembalikan, maka yang salah siapa?” ungkap dia. Masih lanjutnya, kalau tidak mengembalkan sisa uang hibah itu tanggung jawab penuh mereka. Sebab, dalam NPHD dan perwali sudah disebutkan penerima hibah bertanggung jawab secara formil dan materiil serta menjadi objek pemeriksaan. ”Kalau sisa ya harus dikembalikan. Kalau dimanfaatkan mereka, masak saya harus bertanggungjawab,” tandas eddy.(fer/udi/nov)

Pemilik Toko Elektronik Cabuli 6 Anak di Bawah Umur Pria yang memiliki usaha toko elektronik dan warung kopi ini diringkus anggota Unit III Asusila Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim karena melakukan tindakan kekerasan seksual (sodomi) terhadap enam anak di bawah umur. Dari enam korban tersebut, lima anak inisial IW (17), MWN (17), FYS (16), CL (14), dan RD (17), merupakan warga Tulungagung. Sedangkan satu korban lain yakni RNA (14), warga asal Srengat, Kabupaten Blitar. Dirreskrimum Polda Jatim Kombespol R Pitra Andrias Ratulangie didampingi Kabidhumas Kombespol Frans Barung Mangera mengatakan, bahwa Muanam sudah melakukan

aksi bejatnya sejak 11 tahun lalu atau tepatnya pada 2008. “Pelaku melakukan kejahatan tersebut sejak 2008. Sementara, enam remaja yang melapor merupakan korban pada 2018,” kata Pitra di Gedung Ditreskrimum Polda Jatim, Jumat (29/11) Pitra menambahkan, bahwa di kejadian tindakan seksual hingga sodomi itu terjadi di belakang warung milik Muanam. Modus yang digunakan tersangka awalnya meminta nomor WhatsApp (WA) korban. Selanjutnya Muanam mengajak para korbannya ngopi secara gratis di warungnya. “Setelah ngopi, tersangka meminta ke korbannya untuk masuk ke dalam ruangan yang

beralaskan karpet merah. Selanjutnya dia meminta korban untuk menuruti apa yang dilakukan (sodomi, red) dengan iming-iming uang agar tidak melaporkan kejadian tersebut,” papar Pitra menirukan pengakuan Muanam. Hanya saja, seorang korban menceritakan kejadian tersebut ke orang tuanya hingga dilaporkan ke Unit Perlindungan Anak (UPA) Kabupaten Tulungangung. Selanjutnya UPA mendampingi korban bersama orang tuanya melaporkan kasus itu ke Polda Jatim. “Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya tersangka berhasil diamankan saat menjaga toko elektroniknya di Desa Boyolangu, Kabupaten Tulun-

Janin tanpa Kepala Ditemukan di Toilet Informasi yang dihimpun, janin tersebut ditemukan kali pertama oleh Nurul sekitar pukul 06.30. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan oleh pemilik toilet umum, Stepanie Adreana (32), dan suaminya ke Polsek Wonokromo. “Kami masih melakukan penyelidikan dengan bekal laporan serta keterangan saksi. Anggota juga sudah disebar untuk mencari keberadaan pelakunya,” kata Kanitreskrim Polsek Wonokromo Ipda Arie Pranoto. Dijelaskan Arie, kejadian bermula saat Nurul hendak menggunakan toilet umum tersebut. Saat hendak menutup pintu, dia melihat sesuatu yang mencurigakan. Karena kondisi agak gelap, Nurul berinisiatif memeriksa lebih dekat barang itu. Ketika menyadari barang yang tergeletak itu

Konsekuensi

Sambungan dari halaman 1

adalah janin, Nurul langsung berteriak minta tolong. “Teriakan saksi didengar pemilik toilet dan lanjut dilaporkan ke kami. Setelah berkoordinaai dengan Tim Inafis Polres (Polrestabes Surabaya), kami lalu mendatangi lokasi,” imbuh Arie. Lebih lanjut, Arie mengungkapkan, selain memeriksa sejumlah saksi termasuk Nurul dan pasutri pemilik toilet umum, pihaknya juga akan mencari rekaman closed circuit television (CCTV). Hal tersebut agar mempermudah kinerja kepolisan mengungkap kasus itu. “Mohon waktu, kami akan bekerja keras agar cepat mengungkap kasus tersebut. Sudah kami periksa saksi dan saat ini anggota di lapangan masih mencari juga rekaman CCTV untuk membantu mempercepat ungkap kasusnnya,” pungkas Arie. (fdn/nov)

Briefing Pengamanan Pelabuhan Jelang Nataru Briefing dipimpin Dankolat Koarmada II Kolonel Laut Friche Flack dan diikuti satuan kerja (satker) di Koarmada II, Lantamal V, Ditpolairud Polda Jatim, Syahbandar Tanjung Perak, dan Pelindo III. Dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak diwakili oleh Kapolsek Semampir Kompol Aryanto Agus dan Kasatsabhara AKP Heru Purwandi. Dalam pelaksanaan briefing kali ini membahas kegiatan pelatihan yang telah dilakukan selama beberapa

Sambungan dari halaman 1

Sambungan dari halaman 1

hari sebelumnya. Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Ahmad Faisol Amir mengatakan, briefing pelatihan pengamanan pelabuhan tersebut dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru (Nataru). Dari informasi didapat, dalam briefing itu dibahas tentang pelaksanaan pelatihan pengamanan pelabuhan. “Intinya pelatihan tersebut diharapkan sinergitas antar-instansi ini bisa terus dipupuk,” harap Ahmad Faisol. (rio/nov)

Sambungan dari halaman 1

Namun bagi Anya Geraldine hal tersebut adalah konsekuensi. Wanita ini sadar hal itu merupakan kemauannya sendiri. Dari sekian selebritis, Anya Geraldine dikarunai bentuk tubuh yang menggoda. Mempunyai tinggi badan 178 centimeter, Anya yang baru akan berulang tahun ke-24 itu sadar posting foto dengan pose-pose seksinya. Tidak hanya seksi, Anya juga kerap memakai baju yang memperlihatkan lekuk tubuhnya. “Aku kan kemarin-kemarin suka upload foto, aku kan lagi syuting di Bali dua bulan waktu itu, ya udah hiburan aku cuma pantai. Aku main ke pantai pakai baju renang, bikini, ada yang two piece, ada yang one piece aku foto-foto, aku upload,” kata Anya Geraldine kepada detikcom, di kawasan Semanggi, Jakarta Selatan. “Konsekuensinya adalah orang-orang yang sangat menikmati foto-foto seksi itu kan,” sambung Anya. Sadar dengan hal itu, bintang film ‘Rembulan Tenggelam di Wajahmu’ tersebut, memilih untuk tidak meributkan foto-fotonya kelak menjadi imajinasi liar para pria. Anya sadar

itu adalah kemauannya sendiri memposting foto-foto seksi. “Aku berkaca lagi sama diri aku, kan lo yang foto, lo yang upload, ya kalau orang mau ngapain (lihat foto aku) itu udah urusan mereka. Salah sendiri lo upload, masa mau marah-marah,” ucapnya untuk diri sendiri. Ia tak bisa mengendalikan pemikiran banyak orang tentang dirinya. Tahu fotonya bisa saja diartikan menyimpang, Anya pun pasrah. “Kalau nggak suka fotonya di gimana-manain, bertanggung jawablah jangan upload foto gitu. Kalau dari diri aku sendiri ya udahlah mau gimana,” tuturnya. Anya Geraldine menegaskan dirinya tak akan marah misalnya ada yang bercanda dengan foto atau dirinya. Dia pun mengetahui ada saja komentar-komentar nakal. “Toh kalau misalnya dibecandain aku nggak marah. Ada aja komennya yang mengarah ke sana, jorok tapi kocak. Misalnya, ‘Ada yang berdiri tegak tapi bukan keadilan.’. Aku bacanya ketawa, nyebelin nih orang, tapi kocak,” tukas Anya Geraldine. (*/nov)

gagung,” jelas Pitra. Lanjut Pitra, pihaknya masih melakukan pendalaman guna mencari korban lainnya sebab rata-rata korban dalam penyimpangan seksual ini malu untuk mengakui. “Kami akan selidiki korban-korban lain dalam kasus ini karena Polda Jatim ingin memberantas kejahatan seksual terhadap anak-anak di bawah

umur. Apalagi korbannya anak laki-laki,” imbuh Pitra. Dari kasus ini pihak kepolisian telah menyita beberapa barang bukti seperti celana dalam milik beberapa korban dan Muanam, karpet merah yang digunakan tersangka ketika melakukan aksinya serta sebuah HP milik Muanam. “Sudah kita amankan beberapa barang buktinya. Untuk

hukuman tersangka dijerat dengan pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 junto UU RI no 23 tahun 2003 dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara,” tandas Pitra Sementara itu, Tokoh Lembaga Perlindungan Anak Seto Mulyadi akrab disapa Kak Seto juga hadir di mapolda. Ia mengatakan, bahwa angka kekerasan seksual terhadap anak

Pencuri Motor Jetis Kulon Dimassa, Satu Kabur Lempung Indah Blok 45. Ini lantaran Hartono tertangkap saat membawa kabur motor milik Indah Purwanti, warga setempat. Beruntung, nyawa pelaku berhasil diselamatkan anggota Polsek Wonokromo yang kebetulan melakukan patroli kring serse di sekitar lokasi. Sayang, satu pelaku yang berperan sebagai joki berhasil melarikan diri. Itu setelah upaya anggota linmas menendang motor pria yang mengenakan jaket ojek online itu mendapat perlawanan. “Sudah saya tendang motor yang sedang diduduki oleh satu pelaku. Namun, pria berjaket ojek online itu tetap berupaya kabur,” kata Gatot Priyono, anggota linmas kepada wartawan. Informasi dihimpun, kejadian sekitar pukul 10.30 itu ketika korban yang merupakan warga Jalan Jetis Baru I, mendatangi

kegiatan rutin di Balai RW setempat. Setelah itu korban memarkirkan Beat L 3191 LA miliknya di samping balai. Tidak lama saat acara dimulai, datang dua pelaku berboncengan dengan mengendarai motor. Tanpa mempedulikan anggota linmas yang berjaga, Hartono yang berperan sebagai pemetik (eksekutor), turun dari motor dan mendekati motor korban. “Berbekal kunci letter T dan berbagai jenis mata kunci, tersangka berusaha merusak rumah kunci motor tersebut,” kata Kanitreskrim Polsek Wonokromo Ipda Arie Pranoto, Jumat (29/11). Belum sempat menyalakan mesin motor, aksi Hartono tepergok warga yang kemudian berteriak maling. Alhasil, belasan warga dan pengguna jalan yang kebetulan melintas melampiaskan amarahnya dengan menghajar pria tersebut.

Sambungan dari halaman 1 “Untung ada anggota kami yang kebetulan melakukan patroli kring serse di sekitar lokasi. Dengan dibantu anggota linmas, kami fokus meredam amarah warga dan mengamankan tersangka yang tertangkap,” imbuh Arie. Dari hasil pemeriksaan terungkap, Hartono dan temannya yang berhasil kabur merupakan target operasi (TO) anggota Polsek Wonokromo. Dari catatan kepolisian, keduanya sudah beberapa kali melakukan aksi serupa di wilayah hokum Polsek Wonokromo. “Memang tersangka dan temannya sudah masuk DPO beberapa waktu lalu. Mereka sudah beberapa kali melakukan aksi serupa di wilayah hukum kami. Saat ini masih dikembangkan untuk memburu pelaku yang kabur,” pungkas mantan Panitreskrim Polsek Tegalsari itu. (fdn/nov)

Dicekoki Arak, Leher Dijerat Tampar Sebelumnya mayat wanita ini ditemukan di saluran air waduk, hingga polisi melakukan penyelidikan dan penyidikan. Pelaku adalah Andres Nova Setiawan (19), yang masih berstatus pelajar kelas III SMK. Remaja warga Desa Sumodikaran, Kecamatan Dander, ini merupakan tetangga sekaligus kekasih korban. Dalam pengakuannya ke polisi, Andres nekat membunuh kekasihnya karena jengkel selalu dimintai uang dan pertanggungjawaban karena kehamilan korban. Pelaku dan korban baru kenalan lewat Facebook (FB) dan melakukan hubungan badan sekali pada Juli 2019. “Karena jengkel sering dimintai uang dan minta saran akan kehamilannya. Kemudian saya cekoki arak lalu saya jerat lehernya pakai tali tampar,” ujar Andres di mapolres, Jumat (29/11).

Sambungan dari halaman 1

Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKBP M Budi Hendrawan mengatakan, pelaku memang masih pelajar, tetapi sudah berusia dewasa. “Tersangka ini sudah dewasa, usianya 19 tahun, tetapi masih sekolah kelas III di salah satu SMK di Bojonegoro,” ujar Budi. Budi menjelaskan, pelaku sudah ada niat membunuh karena sebelum dihabisi, korban dicekoki arak lebih dulu dan telah disiapkan seutas tali tampar untuk menjerat leher korbannya. “Saat diperiksa, pelaku mengaku sudah ada niat membunuh dengan cara korban dicekoki arak, lalu lehernya dijerat tali tampar,” pungkas Budi. Kasus ini terungkap setelah dilakukan autopsi dan gelar perkara oleh anggota reskrim Polres Bojonegoro yang dipimpin Kasatreskrim AKP Rifaldhy Hangga Putra.

Dengan waktu hanya dua hari, kasus kematian janda muda ini akhirnya terkuak. “Tersangka kami tangkap di sekitar kampungnya ketika berada di warung kopi (warkop),” imbuh Rifaldhy. Sebelumnya, mayat Aidatul ditemukan pada Senin (25/11) lalu. Ditemukan oleh dua warga di saluran air yang kering. Perempuan 20 tahun itu ditemukan dalam posisi telungkup hanya mengenakan kaus merah dan celana dalam warna putih. Pada wajah dan kepala korban ditemukan luka seperti bekas pukulan benda tumpul. Ada beberapa barang yang diamankan di lokasi, seperti celana panjang motif bunga yang ditemukan sekitar 25 meter dari tubuh korban, botol air mineral, dan tisu. Ditemukan juga seutas tali tampar di sekitar tubuh Aidatul. (top/har/nov)

Divonis AIDS, Calon Bayi Justru Keguguran Menjelang Kelahiran Dunia bagai berguncang hebat. Langit runtuh dan gunung-gunung beterbangan di sekeliling. Endang pingsan. “Aku baru sadar di rumah sakit Karangmenjangan,” aku Endang. Saat itu Endang dikelilingi ayah-ibu dan saudara-saudaranya. Juga keluarga Bondan. Justru Bondan sendiri yang tidak ada. “Mas Bondan?” tanya Endang lirih kepada mertuanya. Mereka tidak segera menjawab. Setelah cukup lama memandangi sang menantu, baru ibunda Bondan membuka mulut. “Sudah berminggu-minggu Bondan tidak muncul di rumah,” kata perempuan yang separuh rambutnya sudah memutih itu. Seperti diperkirakan dokter puskesmas, dokter di rumah sakit Karangmenjangan mendiagnosis Endang dan calon bayinya terpapar virus AIDS. Dipastikan virus ini dipaparkan oleh Bondan.

Selama berada di rumah sakit, tak henti-hentinya kedua orang tua Bondan minta maaf atas kesalahan anaknya. Mereka mengaku tidak menyangka Bondan punya perilaku yang berpengaruh buruk terhadap anak dan istrinya. Menyadari penyakit yang dia idap belum ditemukan obatnya, Endang stres. Depresi berkepanjangan. Kondisinya makin lama makin drop. Berat badannya turun drastis. “Dokter bilang orang dengan AIDS bisa dibuat bertahan, tapi aku sudah telanjur drop. Aku akhirnya keguguran menjelang akhir masa kehamilan,” kata Endang. Endang mengaku sempat kecewa kenapa hanya bayinya yang mati. Kenapa tidak dirinya sekalian yang dipanggil Yang Mahakuasa. Beruntung kedua orang tua Endang mampu bersabar dan berhasil mendorong anaknya untuk bertahan.

Sambungan dari halaman 1

Perempuan jebolan pondok pesantren di Jombang ini menyatakan tekad untuk menggugat cerai Bondan agar memiliki status jelas. Tidak mengambang. Walau begitu, bukan makud Endang untuk menikah lagi setelah menjanda. “Aku sudah trauma. Aku bermaksud mengabdikan diri mengajar mendirikan taman pendidikan Alquran dan mengajar anak-anak mengenal agama dengan baik,” kata Endang. (habis)

Semoga Luki Lucky dirinya tapi tegas dalam menangani beragam persoalan. Sosok ini seorang pria. Lelaki kelahiran Kota Kudus, 54 tahun lalu. Dia seorang perwira tinggi Polri berpangkat inspektur jenderal yang sejak 13 Agustus 2018 mengemban amanat sebagai Kapolda Jawa Timur. Drs Luki Hermawan MSi, itulah namanya. Sejak menjadi pemimpin kepolisian di Jawa Timur, banyak persoalan diselesaikan dengan baik olehnya. Kalau dinilai, pria lulusan Akademi Kepolisian 1987 ini layak mendapat-

masih cukup tinggi. Ia sepakat ancaman hukuman berat harus diterapkan agar pelaku jera, termasuk hukuman kebiri kimia dengan catatan sebagai terapi. “Di samping hukuman itu perlu dilakukan langkah preventif dengan melibatkan masyarakat, karena tidak mungkin jika hanya mengandalkan pihak kepolisian saja,” ucap Kak Seto. (x-3/nov)

Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih

Sambungan dari halaman 1 kan banyak bintang. Bintang pertama, karena mantan wakil ketua Badan Intelijen dan Keamanan Polri ini sangat dekat dengan semua lapisan masyarakat dan para tokoh. Bintang kedua, karena dia selalu berhasil dengan cepat menyelesaikan persoalan-persolaan pelik dan meresahkan yang terjadi di masyarakat. Bintang ketiga, karena mantan Kasatintel Polresta Malang pada 1992 itu mampu menjaga kondusifitas Provinsi jawa Timur ketika berlangsung Pemilihan Presiden 2019.

Eh iya, masih ditambah satu lagi bintang keempat. Bintang ini layak diberikan kepada mantan Kapolres KP3 Tanjung Priok tersebut lantaran mampu meredam keributan kasus Papua di Jawa Timur yang pemantiknya muncul dari provinsi di bawah wilayah hukumnya. Ketika kasus prostitusi artis meledak di Jawa Timur, khususnya yang melibatkan Vanessa Angel, lelaki yang pernah menjabat wakil direktur Intelkam Polda Metro Jaya ini mampu memberi arahan jajarannya menyele-

saikan kasus ini hingga mampu mengalihkan perhatian masyarakat di tengah memanasnya suhu politik yang sedang sibuk menghadapi ‘pesta’ pemilihan presiden dan wakil presiden serta wakil rakyat. Alhasil, dengan kecerdikan dan kepiawaian dalam me-manage pasukannya, kondisi Jawa Timur saat itu aman terkendali meski sedikit tercoreng akibat meletusnya pembakaran markas komando Polsek Tembelangan, Sampang, Madura. Kecerdikan mantan Kapoltabes

Palembang ini tidak berhenti di sini. Saat wilayah hukumnya harus menangani kasus Ahmad Dani, lagi-lagi polisi yang selama kariernya banyak bergelut di dunia intelijen itu sukses mengamankan dan memberi rasa nyaman kepada warga Jawa Timur. Meski demikian, seiring bergulirnya waktu, muncul pertanyaan apakah sukses demi sukses mantan Kaden A1 Dit A Baintelkam Polri ini akan membawa dirinya ke pangkat bintang tiga? Bahkan tak hanya bintang tiga biasa, tapi bisa mencapai puncaknya

di jabatan strategis bintang tiga, seperti Kabaintelkam, Waka Polri, atau jabatan lain bintang tiga? Melihat usia sosok yang juga pernah menjadi Widyaiswara Madya Sespim Polri peluang itu sangatlah terbuka keberuntungannya (lucky). Kini tinggal doa seluruh masyarakat yang mengenalnya, baik yang menyayangi atau tidak, khususnya masyarakat Jawa Timur (termasuk doa saya dan teman se-kantor SKH Memorandum), mewujudkan peluang itu. (*)


SERTIFIKA T

P ER S WAN DE

HUKUM & KRIMINAL

SABTU WAGE, 30 NOVEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALA HALAMAN 8

Enam Pelajar Tep Tepergok Pesta Miras di Sawah Pulo

Dihukum Bersihkan Masjid

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Surabaya, Memorandum Patroli antisipasi 3C (curat, curas, dan curanmor) di Jalan Sawah Pulo, yang dilakukan anggota Raimas Satsabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak, berhasil mengamankan enam pelajar yang berpesta miras, Jumat (29/11) dini hari.

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Probolinggo, Memorandum Polisi dekat masyarakat. Polisi pelindung, pengayom dan pelindung masyarakat. Inilah yang ditunjukkan jajaran Polres Probolinggo Kota. Salah satunya adalah empati duka cita kepada warga meninggal. Kapolsek Tongas Iptu Gatot didampingi Ps Kanitbinmas Aipda Wahyu Darmanto, dan jajaran melayat ke rumah duka. Tidak hanya itu, aparat berseragam cokelat ini ikut mengusung keranda jenazah menuju permakaman. “Kita semua nanti akan kembali di hadapan Sang Ilahi. Maka apabila ada orang mati biasakan untuk takziah, selain ikut berduka itu semua bisa menambah keeratan dengan warga masyarakat,” ujar Gatot Santoso, Jumat (29/11). Selain itu, kata Gatot Santoso, takziah yang dilakukan ini juga sebagai cara Polsek Tongas untuk lebih dekat dengan warga, dan sebagai bentuk kepedulian terhadap warga, serta rasa empati terhadap keluarga almarhum. “Kami dari pihak Polsek Tongas turut berduka cita atas meninggalnya Almarhum Bapak Slamet. Semoga keluarga yang di tinggal bisa menerima dengan tabah,”. ucapnya. Menurutnya, dalam kegiatan tersebut merupakan momen penting takziyah dalam bermasyarakat terutama warga yang ada di sekitaran Mapolsek Tongas. “Kegiatan ini sangatlah penting, selain kita membantu masyarakat dalam mengantarkan jenazah ke permakaman, kegiatan ini juga memberikan rasa kedekatan antara Polri dengan masyarakat. Yang mana Polri terjun langsung dalam memikul keranda almarhum Bapak Slamet,” Imbuh Gatot Santoso.(mhd/fer)

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander SIK MH didampingi Wakapolres Kompol Mario Prahatinto SH SIK MSi memberikan arahan kepada anggota.

Silaturahmi dengan Anggota Pasuruan, Memorandum Setelah serah terima jabatan (sertijab) sebagai Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Dony Alexander SIK MH bertatap muka dan silaturahmi dengan pejabat utama dan polsek jajaran Polres Pasuruan Kota di ruang Rupatama Mapolres Pasuruan Kota, Jumat (29/11). Tampak hadir Wakapolres Kompol Mario Prahatinto SH SIK MSi, kabag, kasubbag, kasat dan polsek jajaran Polres Pasuruan Kota. Dony Alexander mengucapkan terima kasih kepada seluruh pejabat utama Polres Pasuruan Kota yang menyambut kedatangannya untuk melaksanakan tugas sebagai Kapolres Pasuruan Kota. “Dalam kesempatan ini, saya juga memeberi arahan kali pertama sambil memperkenalkan diri AKBP Dony Alexander, sebagai Kapolres Pasuruan Kota. Serta memberikan arahan agar kita selalu kerja sama untuk mewujudkan tujuh program kapolri dan selalu bekerja dengan sungguh-sungguh dan ikhlas,” jelas Dony. Dalam kegiatan itu, Kapolres juga mengajak untuk berkunjung ke ulama Kota Pasuruan dan Forkompimda Kota Pasuruan. “Harapan Kami untuk seluruh pejabat utama dan anggota Polres Pasuruan Kota bisa menjaga kekompakan, laksanakan tugas sesuai aturan yang berlaku, tunjukkan etos kerja yang baik sebagai bentuk tanggung jawab dan pengabdian kepada negara dan bangsa. “ tutup Dony. (*/rul/fer)

AKP HERU PURWANDI Kasatsabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak ya sekadar menenggak miras dan kumpul-kumpul. Mereka membeli miras di luar dan yang membeli temannya yang sudah melarikan diri saat digerebek petugas. (rio/fer)

Bawa Sajam Harus Ditindak Tegas Bangkalan, Memorandum Dalam setiap kesempatan, Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi kerap kali menyuarakan Polisi harus profesional dalam menjalankan beban tugas dan tanggung jawabnya. Tidak hanya dalam konteks mengawal kondusivitas daerah dari berbagai gangguan kamtibmas. “Tetapi juga harus profesional dalam penegakan dan penindakan hukum,” tegas Rama. Itu sebabnya, sekecil apapun pelanggaran hukum, termasuk apapun jenisnya, harus ditindak tegas. Tangkap pelakunya dan proses secara hukum. Penegasan Kapolres soal penegakan hukum itu, menurut Kasubbag Humas Iptu Suyitno SH MH tidak hanya fokus pada pelaku tindak pidana dalam kasus-kasus besar. Tetapi juga berlaku bagi pelanggar hukum sekecil apapun. Tak terkecuali, Kebiasaan nyikep (membawa) senjata

tajam (sajam) meski kerap dinilai sebagai bagian dari tradisi warga pedalaman Madura. Termasuk pelanggaran hukum yang harus ditindak tegas. Pelakunya harus ditangkap dan diproses secara hukum. “Tak ada toleransi. Siapapun yang tepergok nyikep sajam, baik itu pisau, celurit, keris, seken, parang atau calok, harus ditangkap. Begitu penegasan dan harapan Bapak Kapolres,” papar Suyitno, Jumat (29/11). Sebab kebiasaan nyikep sajam yang bukan tergolong benda pusaka, meski latah disebut sebagai tradisi, tetap dilarang karena melanggar hukum. Yakni melanggar pasal 2 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Selain itu, kebiasaan nyikep juga kerap memicu terjadinya

FOTO: MEMORANDUM/RAS

Usung Jenazah Warga ke Permakaman

“

Saat kami amankan, keenam pelajar tersebut sedang berkumpul sambil menenggak miras jenis arak.

AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi

Berbagai jenis senjata tajam yang disita dari warga.

tindak kriminal. Sebab ragan jenos sajam khas Madura, kerap digunakan dalam aksi kejahatan curas, curat, jambret dan aksi para begal sadis. Juga acap kali memicu konflik antarwarga yang lazim disebut carok. Jadi, penegasan dan harapan Kapolres agar semua warga yang ketahuan sedang nyikep sajam harus ditindak tegas, menurut Suyitno, juga punya tujuan dan misi sosial. Yakni menjaga stabilitas kamtibmas di lingkup wilayah hukum Polres Bangkalan.

Harapan Rama Samtama Putra itu segera direspons dengan sigap. Tidak hanya oleh anggota Satreskrim di tingkat polres. tetapi juga oleh anggota Reskrim semua polsek jajaran di 17 kecamatan. Hasilnya ? Setidaknya dalam dua bulan terakhir ini, sudah belasan warga yang terdeteksi nyikep sajam langsujg digaruk. Sajam bawaan mereka macam-macam. Umumnya pisau penghabisan (besa, red) dan celurit. “Tetapi ada juga warga yang

nyikep keris dan seken (keris tanpa luk, red), ” tandas Suyitno. Terakhir, anggota Reskrim Polsek Tragah, Selasa (26/11) sekitar pukul 14.00, menangkap SD (55) karena terendus sedang nyikep sajam jenis pisau penghabisan. Lelaki paruh baya asal Desa Alang-Alang, Kecamatan Tragah itu, disergap aparat ketika bersembunyi di sebuah rumah di Desa Duko Tambin. ”Setelah digeledah, sikep pisau penghabisan milik tersangka ditemukan di bawah tempat tidur,” pungkas Suyitno. (ras/fer)

Nobar Sang Perwira Pasuruan, Memorandum uan Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Hi-mawan SIK SH MH bersama pejabat utama menonton bareng (nobar) film “Sang Prawira” di Studio XXI Arraya Malang Kota, Jumat (29/11).. Turut hadir da dalam nobar itu, Wakapolres Kompol Supriyono, pejabat utama, kapolsek jajaran Polres Pasuruan, danramil jajaran Pasuruan, Wadanyonkav 8 Beji Pasuruan, anggota Polres Pasuruan, Ketua Bhayangkari Cabang Pasuruan beserta pengurus, Ketua Bhayangkari Ranting seCabang Pasuruan, perwakilan mahasiswa PMII Kabupaten Pasuruan, santri Ponpes Al-Ikhlas

Rembang. R Rofiq menyamp paikan, film yang sangat bagus dan inspiratif serta dapat memberikan motivasi kepada anak-anak milenial untuk bangkit meraih c cita-cita di dalam ket keterbatasan, “Menghargai hasil karya seni anak negeri, memberikan pemahaman terhadap fenomena yang ada di masyarakat untuk memotivasi anak milenial, Menjalin kebersamaan TNI-Polri dan keluarga besar Polres Pasuruan,” jelas Rofiq. Setelah nobar, dilanjutkan dengan makan malam bersama di Rumah Taman Indie, Malang Kota. (*/rul/fer)

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Kepedulian anggota Polsek Tongas Polres Probolinggo Kota mengantar warga yang meninggal ke permakaman.

untuk tidak mengulangi lagi menenggak miras. “Setelah membuat pernyataan secara tertulis disaksikan orang tua agar tidak mengulangi perbuatannya. Selanjutnya mereka kami kembalikan kepada orang tuanya masing-masing,” ujar Heru. Heru berharap, tindakan pembinaan ini menjadi efek jera bagi mereka untuk tidak melakukan pelanggaran yang sama serta menjadi efek cegah bagi yang lain. Saat ditanya petugas, keenam pelajar mengaku han-

Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH bersama pejabat utama dan tamu undangan berfoto bersama.

Bhabinkamtibmas Rehabilitasi Rumah Mbah Sirah um Jember, Memorandum Bh a b i n k a m t i b m a s yar, Desa Karang Anyar, u, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, tak kuasa menahan perasaan iba ketika melihat kondisi Mbah Sirah a (85) yang menderita kelumpuhan. Ia harus menumpang di rumah yang tak layak huni berdinding bambu reyot dan beralaskan tanah. Mbah Sirah tampak pucat pasi dan terbaring tak berdaya di tempat pembaringannya. Ia pun seperti hanya menggantungkan sisa nafas hidupnya kepada anaknya, Parinem (65) yang masih setia menemani dan merawatnya. Selama ini, tak hanya berpangku tangan mengharap uluran tangan bantuan dari tetangga di sekitarnya. Parinem juga masih tetap berjuang bertahan hidup merawat ibunya dan memilih bekerja menjadi buruh serabutan. Kerja kerasnya tak banyak menolong nasib di masa tua mereka. Hanya kata “ Pasrah “ yang sanggup mereka lakukan saat segala keterbatasan fisik menghentikan jalan ikhtiarnya.

FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA

FOTO: MEMORANDUM/MHD

Kasatsabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Heru Purwandi memberikan arahan kepada pelajar yang tertangkap pesta miras.

Sebagai efek jera, para pelajar diberi hukuman pembinaan untuk membersihkan masjid yang akan digunakan salat Jumat dan toilet di mapolres. “Saat kami amankan, keenam pelajar tersebut sedang berkumpul sambil menenggak miras jenis arak,” kata Kasatsabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Heru Purwandi. Lanjut Heru, pihaknya memanggil orang tua masing-masing ke mapolres. Para remaja itu, juga diperintah mengucap ikrar dan berjanji di depan orang tua

Jajaran Polsek Ambulu memperbaiki rumah Mbah Sirah di Desa Karang Anyar.

Ibunya sakit lumpuh, sementara anaknya juga penderita tunanetra. Belum lagi saat ini mereka tinggal di bawah naungan rumah yang atapnya sudah rapuh. Tak tega melihat nasib mereka yang bertahun-tahun hidup serba kekuran-

gan. Bripka Eka Bhakti, Polisi yang bertugas sebagai Pembina Keamanan Desa Karang Anyar tergerak hati mengandeng warga desa binaannya untuk bergotong royong membantu bedah rumah yang didiami Mbah Sirah dan anaknya. Rasa Empati kemanusiaan yang

ditularkan Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal SH SIK MHum mendorong Bhabinkamtibmas Karang Anyar berupaya semaksimal mungkin menggalang bantuan untuk bedah rumah. Pada Rabu ( 27/11) didampingi Kanitbinmas Polsek Ambulu, kepala dusun, tokoh masyarakat, ketua RT / RW dan warga lingkungan sekitar. Proses Bedah rumah dilakukan secara sukarela. Tak hanya mengajak warga desa binannya untuk melaksanakan kerja bakti. Polisi pun ikut serta turun tangan bekerja memperbaiki rumahnya. Selama bedah rumah, Mbah Sirah dan anaknya diungsikan sementara di rumah tetangganya. “Semoga usaha gotong royong bantuan bedah rumah ini dapat diterima dengan ikhlas oleh Mbah Sirah Dan Anaknya. Semoga dia tidak lagi merasakan takut jika musim hujan tiba,” ungkap bhabinkamtibmas saat ditemui disela-sela kegiatan sosialnya Dia menuturkan bedah rumah itu dilakukan sebagai wujud kepedulian kepolisian terhadap kondisi mendesak yang dialami warga desa binaan agar dapat mendiami rumah yang lebih layak huni. “Terlebih kondisi mereka dalam keadaan sangat terbatas, baik secara fisik maupun ekonomi,” pungkasnya. (edy/hms/fer)


KOTA SURABAYA

SABTU WAGE, 30 NOVEMBER 2019 HALAMAN 9

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

POLEMIK LAHAN TAMBAK WEDI BARU

Pemkot Seret Polisi FOTO: MEMORANDUM/ALFIN

Anas Karno

Tak Mampu Kelola Pasar Tunjungan

Bisa Serahkan ke Pihak Ketiga Surabaya, Memorandum Kondisi Pasar Tunjungan sangat memprihatinkan, kumuh dan banyak mengalami kerusakan. Dampaknya, pasar di bawah pengelolaan PD Pasar Surya ini mati karena tak diminati pedagang. Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya Jhon Thamrun mengatakan, PD Pasar Surya masih memungut biaya retribusi kepada pemilik stan Pasar Tunjungan. Namun hak-hak seperti perbaikan gedung dan lainlain tidak pernah terpenuhi. “Dari 200 stan di Pasar Tunjungan, kini hanya tersisa 15 pemilik stan yang masih bertahan. Selain perlu perbaikan, pengawasan terhadap rutinitas Pasar Tunjungan pun sangat lemah, sehingga banyak stan yang beralih fungsi,” papar dia, kemarin Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Komisi B DPRD Surabaya Anas Karno. Dia mendesak PD Pasar Surya agar mengelola Pasar Tunjungan dengan serius. Untuk itu, dewan akan membahas kembali bersama pihak terkait untuk mengetahui tata kelola Pasar Tunjungan yang dilakukan selama ini. Anas menegaskan PD Pasar Surya seharusnya berkomunikasi dengan Pemkot Surabaya maupun DPRD Kota Surabaya agar permasalahan Pasar Tunjungan bisa teratasi dengan baik. Menurut politisi PDI-P ini yang terpenting adalah revitaslisasi Pasar Tunjungan. “Sebenarnya cukup mudah, kalau semua fasilitas mewadahi maka akan berjalan dengan baik pula,” jelas dia. Lebih jauh, Anas menegaskan, jika PD Pasar Surya tidak mampu  Bersambung ke halaman 10 

Surabaya, Memorandum Polemik lahan di Jalan Tambak Wedi Baru sebenarnya adalah persoalan antara pemilik lahan (Ichwan) dengan Pemkot Surabaya. Hanya, pemkot tidak mampu menyelesaikan sehingga menyeret Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk menyelesaikannya. Dalam pertemuan yang digelar di ruang Rupatama Sanika Satyawada Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Jumat (29/11), Pemkot Surabaya sengaja mengulur-ulur waktu dalam penyelesaian lahan di Tambak Wedi Baru.Pertemuan selanjutnya akan digelar 5 Januari 2020.

Faisol: Jangan Cuekin Pemilik Lahan

Sebab, pemkot butuh waktu untuk membahas secara internal  Bersambung ke halaman 10  Pertemuan pemilik lahan Tambak Wedi Baru bersama OPD Pemkot Surabaya yang difasilitasi Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

WAKAPOLRES Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Ahmad Faisol Amir berharap kedua belah pihak, pemilik lahan (Ichwan) dan Pemkot Surabaya segera menuntaskan polemik lahan Jalan Tambah Wedi Baru. Ini agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap terjaga. Menurut dia, apa yang menjadi keinginan pemilik lahan, Pemkot Surabaya agar menanggapi dengan bijak. Dengan duduk bersama atau bermusyawarah bisa menelurkan kesepakat-

FOTO: MEMORANDUM/ALFIN

an yang bisa diterima kedua belah pihak, tanpa saling menjatuhkan. “Alhamdulillah semua berjalan lancar tanpa ada ketegangan. Ini sesuai keinginan kita semua,” jelas Faisol Amir. Soal laporan dari pemilik lahan H Ichwan yang pagarnya dibongkar paksa Satpol PP Surabaya? Faisol tidak bisa menjelaskan dan menyarankan konfirmasi ke satreskrim yang menanganinya. “Tadi tidak dibahas terkait laporan tersebut. Yang dibahas bagaimana ke depannya dan membahas proses selanjutnya

dalam forum diskusi kapan dan di mana. Hasilnya semua masih dalam proses pembahasan,”tandas Faisol Amir. Mantan Kapolsek Kenjeran ini sempat menyampaikan kepada pemilik lahan dan Pemkot Surabaya, bila kepolisian tidak mempunyai tendensi apa-apa terkait polemik lahan Tambak Wedi Baru tersebut. Namun, pihaknya hanya mengurusi masalah kamtibmas. Untuk itu, kedua belah pihak diharapkan bisa bersikap dewasa dan realis Bersambung ke halaman 10 

FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO

Kompol Ahmad Faisol Amir

Aksi Tuntut Sukmawati Diadili RATUSAN orang dari berbagai ormas Islam menggelar Aksi Bela Nabi di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Jumat (29/11). Dengan membawa atribut bendera kalimat tauhid dan berbagai spanduk serta poster, mereka menuntut Sukmawati Soekarnoputri yang dianggap telah menghina Nabi Muhammad SAW segera ditangkap dan diadili. (udi/dhi)

FOTO: MEMORANDUM/M SYAIFUDIN

FOTO: MEMORANDUM/BAUD

Mahfudz

Garis Pantai Pamurbaya Dimakan Pengembang PKB Minta Perda RTRW Direvisi Surabaya, Memorandum Menyusutnya lahan konservasi di Pantai Timur Surabaya (Pamurbaya) akibat reklamasi yang dilakukan para pengembang perumahan mendapat sorotan tajam dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) DPRD Kota Surabaya. Wakil Ketua Fraksi PKB Mahfudz menilai, tidak masuk akal ketika yang disoroti itu justru warga yang hanya membutuhkan lahan sedikit untuk menjemur ikan. Dia menegaskan, warga tidak memiliki kekuatan apa-apa ketika dilakukan penertiban. “Sekali gusur selesai, sementara para pengembang perumahan di wilayah tersebut apa berani Pemkot Surabaya menertibkan? Itu sudah berlangsung bertahun-tahun lho,” kata dia, Jumat (29/11). Untuk itu, ujar Mahfudz, FKB mendesak dilakukan revisi Perda Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) di Surabaya lantaran sudah lama perda tersebut tidak pernah dievaluasi. Sementara, perkembangan kota terus pesat dan dinamis. Mahfudz menegaskan, garis pantai di wilayah Surabaya Timur kalau dilihat dari atas meka akan berkelokkelok tidak lurus. Hal ini, kata dia, seolah sengaja dibuat agar ada sisa  Bersambung ke halaman 10 

55 RT Buang Sampah di TPS Pirngadi Surabaya, Memorandum Tempat pembuangan sementara (TPS) sampah di Jalan Pirngadi, Kelurahan/Kecamatan Bubutan, yang akan digusur oleh PT Dwi Budi Wijaya, setiap harinya menampung sampah dari 55 Rukun Tetangga (RT) Bubutan, termasuk sampah dari warga Penghela. Saat ini TPS di Jalan Pirngadi dalam kondisi terbuka, karena bangunan dan pagar tembok telah dibongkar oleh pemiliknya dalam rangka pengamanan aset. Tak pelak, gerobak-gerobak sampah bertebaran di pinggir jalan. Sehingga baunya mengganggu kenyamanan warga sekitar dan juga pengguna jalan.

“Dari dulu TPS itu sudah ada. Lha, terus kalau dipindah mau ditaruh di mana? Padahal di Bubutan minim lahan kosong karena penduduknya sangat padat,” kata warga Pirngadi Suryadi kepada Memorandum, Jumat (29/11). Menurut Suryadi, TPS di Jalan Pirngadi sekarang ini sifatnya hanya sementara, karena sewaktu-waktu lahan tersebut diminta oleh pemiliknya. “Saya minta dinas terkait tetap mengangkut bak sampah setiap hari. Sebab, jika tidak diangkut dikhawatirkan menumpuk dan menimbulkan aroma busuk yang mengganggu kenyamanan warga.  Bersambung ke halaman 10 

FOTO: MEMORANDUM/M SYAIFUDIN

Lokasi TPS di kawasan eks penjara Koblen terancam tergusur.

Melihat Keris Berasap, Badan Mbah Mul Gemetaran Ketika berjalan-jalan di Sentra PKL Gembong Asih, kita banyak menjumpai pedagang barang-barang bekas. Memang, lokasi tersebut diperuntukkan bagi para pedagang yang sebelumnya berjualan di sepanjang jalan Gembong dan Ngaglik. Aris Setyoadji

FOTO: MEMORANDUM/ARIS

Mbah Mul (memakai topi) menunjukkan keris dagangannya.

DI ANTARA para pedagang itu, ada juga yang menjual batu akik, barang-barang yang biasa digunakan sebagai media supranatural, dan keris. Salah satunya Mulyono, pedagang keris. Pria berusia 72 tahun ini mengaku sejak 1992 berkecimpung dalam dunia perkerisan. “Sebel-

umnya saya pegawai pengecoran logam, karena pabriknya bangkrut, kemudian saya berjualan batu akik di daerah Jalan Ngaglik,” ujar pria yang akrab disapal Mbah Mul. Namun seiring berjalannya waktu, tidak hanya batu akik yang dijajakannya. Sedikit-demi sedikit

dirinya juga berdagang keris. Tapi ketika itu dirinya tidak tahu tentang keris, hanya sekedar menjualnya saja. Dari seringnya menerima keris dan bertukar pengalaman, kini Mbah Mul hanya sekedar melihat bentuk fisiknya dirinya sudah tahu pamor keris tersebut. “Selain pamor, saya akhirnya tahu keris tersebut buatan baru atau sudah lama,” lanjut Mbah Mul sembari menunjukkan contoh-contoh keris sisa-sisa sejarah. Bahkan tidak jarang dirinya mendapat titipan-titipan keris ataupun mata tombak hasil temuan dari Sungai Brantas. Memang tidak  Bersambung ke halaman 10 


KOTA SURABAYA

SABTU WAGE, 30 NOVEMBER 2019 HALAMAN 10

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Survei Indeks Kemerdekaan Pers, Sultra Raih Skor Tertinggi KESEHATAN MATA PEMBACA harian pagi MEMORANDUM yang budiman dimana pun berada, kami menyediakan berbagai rubrik tanya jawab atau konsultasi soal Polisi Menyapa, Obat Tradisional, Kesehatan Mata, Spiritual Agama Islam serta Narkoba secara gratis. Cukup mengirim pertanyaan lewat email: memorandumredaksi@gmail.com, SMS/Whatsapp: 081216517867. Anda akan mendapat jawaban. Semoga rubrik ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Retinopati Diabetik, Berbahayakah? Tanya: Dokter saya mau bertanya tentang keluhan penglihatan bapak saya. Bapak sudah lama menderita diabetes dan belakangan ini mengeluh matanya kabur, apa ada hubungannya?Mohon dijelaskan. Terima kasih Choirul, Karang Pilang, Surabaya Jawab: Bapak Choirul Diasuh oleh: yang budiman, Dr Lydia Nuradianti SpM perlu kami jelaskan bahwa kelainan pembuluh darah di mata akibat diabetes atau kencing manis yang tidak terkontrol obat dapat mengakibatkan kebutaan permanen. Namun hal ini bisa dicegah bila ditangani dengan tepat. Retinopati diabetik angka kejadiannya bertambah sesuai dengan lamanya menderita diabetes. Pada pasien yang tidak mengobati diabetesnya dengan teratur di mana gula darah cenderung di atas normal, maka dalam waktu 5-10 tahun 60 persen akan mengalami kerusakan di pembuluh darah retina yang bisa mengakibatkan kebutaan. Jenis retinopati diabetik umumnya ada dua, retino diabetik non proliferative yang merupakan keadaan awal stadium retinopati diabetik. Penderita mengeluh kabur pelan-pelan dan penderita tidak menyadari ada gangguan di dalam matanya. Penderita mengetahui saat periksa rutin ke dokter mata bahwa sudah ada gangguan karena diabetes di pembuluh darah matanya. Yang kedua, retinopati diabetik proliferative ini merupakan stadium lanjut di mana terbentuk pembuluh darah baru pada permukaan retina dan syaraf optik. Pembuluh darah baru ini rapi, gampang pecah, dan berdarah. Bila terjadi perdarahan penderita mengeluh mendadak gelap dan jika dibiarkan akan terbentuk jaringan parut dan fibrosis yang bisa menarik retina. Sehingga terjadi pelepasan retina yang mengakibatkan kebutaan. Untuk bisa mengetahui kondisi bapak Anda sebaiknya segera periksakan ke dokter mata biar segera ditangani. Semoga penjelasan kami bisa dipahami dan bermanfaat. Terima kasih Pak Choirul. (*)

Surabaya, Memorandum Dewan Pers menggelar sosialisasi temuan survei Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) 2019 di Hotel Tunjungan Surabaya, Jumat (29/11). Skor tertinggi kemerdekaan pers diraih di Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan skor 84,84. Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers Dewan Pers Ahmad Djauhar mengatakan, survei IKP ini dilakukan sejak 2018 dengan 408 informan ahli (responden) di semua daerah. Dengan 20 indikator lingkungan, skornya mencapai 73,71 (cukup bebas). Ia juga mengaku target pada 2020 mencapai skor 74. Tahun sebelumnya 2018 mencapai skor 69 (agak bebas), tahun ini mengalami peningkatan. “Di indikator lingkungan fisik mencapai skor 75,16 naik dari 71,11 tahun 2018. Di lingkungan ekonomi mencapai skor 72,21 dari 67,64 tahun sebelumnya. Sedangkan lingkungan hukum meningkat drastis sebesar 72,62 dari 67,08,” ungkap dia. Untuk skor tertinggi ke-

merdekaan pers di provinsi, berhasil diraih di Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan sebesar 84,84. Sebelumnya skor tertinggi diraih Provinsi Aceh. Sedangkan skor terendah di provinsi Papua sebesar 66,56, tetapi ini meningkat signifikan, tahun sebelumnya mencapai 59,0. “Kebebasan intervensi, kebebasan dari kekerasan, kebebasan dari media alternatif, keberagaman pandangan itu semua mencakup 20 indikator lingkungan tersebut. Sehingga menentukan kualitas riset Indeks Kemerdekaan Pers,” ujar Djauhar. Perlu diketahui pembagian skala IKP dimulai dari, kategori buruk sekali angka 1-30 (tidak bebas), kategori buruk 31-55 (kurang bebas), kategori

FOTO: ISTIMEWA

Narasumber menyosialisasikan temuan survei Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) 2019.

sedang 56-69 (agak bebas), kategori baik 70-89 (cukup bebas), dan kategori baik sekali 90-100 (sangat bebas). Sementara dalam acara

dengan OPD terkait. Sementara Ichwan bersama kerabatnya yang didampingi penasihat hukumnya M Sholeh semula ngotot akan menutup Jalan Tambak Wedi Baru per 1 Desember 2019. Namun, jika pemkot memberikan lampu hijau untuk membeli, pemblokiran akses tersebut tidak akan dilakukan. “Kalau pemkot tidak ada iktikad baik untuk membeli maupun memberi kepastian, maka kami pasti menutup. Sedangkan jika pemkot membeli tanah tersebut kami tidak mungkin melakukan penut-

Sambungan dari halaman 9 upan,”ujar Sholeh. Namun rencana penutupan Jalan Tambak Wedi Baru dibatalkan oleh Ichwan setelah mendapat kesepakatan terkait pemkot yang akan segera menindaklanjuti surat dari pemohon untuk dilakukan pembahasan. Sehingga Ichwan memberikan waktu hingga 5 Janurai 2020 untuk pertemuan kembali dengan Pemkot Surabaya. M Sholeh menilai pemkot tidak serius dan responsif menangani persoalan tersebut. Sebab, surat tertulis terkait tindak lanjut perkembangan tanah milik Ichwan yang menjadi fasilitas

umum (fasum) sudah tiga kali dilayangkan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, ternyata tidak direspons. “Kasus ini rumit karena pemkot tidak ada iktikad baik untuk duduk bersama dan menyelesaikan persoalan ini. Malah bagian hukum menyarankan mengirim surat kepada wali kota untuk membeli tanah tersebut. Lha apa dikira kami pengemis. Wong kami punya sertifikat hak milik (SHM) atas tanah di Jalan Tambak Wedi Baru. Lha tinggal beli saja kok susah. Pemkot tidak ada keseriusan,” tegas Sholeh.

Faisol: Jangan Cuekin Pemilik Lahan tis, apalagi demi kepentingan umum. Namun, Pemkot Surabaya diharapkan jangan cuek terhadap pemilik lahan. Begitu juga pemilik lahan juga harus mementingkan kepentingan umum juga. “Bila kasus ini penyelesaian butuh proses, silakan pemkot n

mengelola Pasar Tunjungan bisa diserahkan kepada pihak ketiga. “Harapan saya PD Pasar Surya sudah harus ada direkturnya yang berfungsi sebagi decision maker,” papar dia.

sampaikan ke ahli waris (pemilik lahan). Sehingga bisa diketahui bahwa memutuskan masalah ini butuh proses dan tidak hanya asal mengucap,” tegas Faisol. Terpisah, Kasatreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Dimas Ferry Anuraga saat dikonfirmasi terkait laporan

Sambungan dari halaman 9 Ichwan terhadap Satpol PP Surabaya mengatakan, masih dalam pemeriksaan. “Saat ini masih proses dan kami baru memeriksa dari pihak pelapor. Sedangkan Satpol PP Surabaya akan ada pemanggilan minggu depan,” jelas Dimas. (rio/dhi)

Sementara Direktur Pembinaan Pedagang PD Pasar Surya M Taufiqurrahman mengatakan, untuk perbaikan, PD Pasar Surya masih melihat pendapatan keuangan pasar tersebut.

Sambungan dari halaman 9 “Tapi kita juga melihat prioritas keamanannya. Meskipun misalnya pasar ini defisit, tapi keamanannya harus dilakukan perbaikan. Ini harus jadi prioritas,”pungkas dia. (alf/dhi)

Garis Pantai Pamurbaya Dimakan Pengembang

FOTO: ISTIMEWA

Patroli Gabungan Amankan Wilayah Surabaya, Memorandum Dalam rangka mewujudkan wilayah aman dan kondusif, Koramil dan Polsek Tambaksari menggelar patroli gabungan, Jumat (29/11). Patroli tersebut menyasar tempat rawan gangguan keamanan. Wadanramil Tambaksari Kapten Inf Ahmad Kamil menjelaskan, dengan adanya patroli gabungan ini dapat mengantisipasi gangguan keamanan dan memelihara wilayah Tambaksari yang aman dan kondusif. “Sehingga dapat meminimalisir kerawanan di wilayah,” papar Kamil. Kamil menambahkan, patroli ini juga sebagai langkah show of force kepada masyarakat bahwa TNI-Polri Tambaksari bersinergi dengan baik untuk menjaga wilayah yang aman kondusif serta memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga. (tyo/lis)

Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i

Arief Darmawan, dan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah (Kabid Humas Polda) Jatim Frans Barung Mangera. (alf/udi)

Pemkot Seret Polisi

Bisa Serahkan ke Pihak Ketiga

Anggota Koramil dan Polsek Tambaksari bersinergi menjaga wilayah tetap kondusif.

tersebut menampilkanbeberapa narasumber. Yakni, Ahmad Djauhar, Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim)

tanah yang menjorok ke laut kemudian digunakan untuk pengembangan permukiman. “Ini ya lucu, seharusnya lurus, tidak berkelok-kelok. Ini bukti kalau pesanan lahan reklamasi benar-benar ada,” ungkap dia. Untuk itu, kata dia, agar tidak hanya menyalahkan masyarakat kecil yang berada di

bibir pantai, Perda RTRW harus direvisi. “Minggu depan kami akan memanggil pengelola Pantai Ria Kenjeran yang kabarnya juga melakukan reklamasi besar-besaran. Masak dibiarkan saja,” tandas dia. Sebelumnya, mencuat kabar sejumlah warga yang melakukan reklamasi dan tanpa memi-

Melihat Keris Berasap, Badan Mbah Mul... mudah untuk memahani keris, karena menurut pria yang tinggal di Jalan Kampung Seng ini, banyak sekali jenis keris. Untuk harga jual, Mbah Mul menjelaskan bila dirinya pernah menjual keris seharga Rp 1,5 juta. Sedangkan kini dagangannya sekitar 54 buah. “Itu termasuk keris pisau, pedang, dan tombak,” papar Mbah Mul. Menurut pria yang rambutnya sudah memutih ini bila keris bukan hanya berfungsi sebagai senjata. Namun juga sebagai perlengkapan busana, simbol status, pemberi kewibawaan, dan sebagai perlengkapan dalam upacara adat. Bahkan ada yang dihubungan dengan masalah klenik.

Dalam urusan klenik, Mbah Mul mengaku sama sekali tidak ada ilmu dasar yang dimilikinya. Dirinya hanya memadukan pengalaman-pengalaman dari cerita-cerita orang. Namun ada pengalaman yang tak terlupakan, karena dirinya merasa benar-benar ketakutan. “Waktu itu saya tukar tambah keris dengan seorang pembeli. Sesampainya di rumah saya berniat membersihkan keris tersebut dan memberi minyak jafaron pada bagian paksi yang merupakan ujung bawah sebilah keris atau tangkai keris,” ungkap Mbah Mul. Namun betapa terkejutnya Mbah Mul karena tiba-tiba keris

Sambungan dari halaman 9

liki izin. Warga pun mengklaim tidak mengetahui apabila lahan yang direklamasi untuk menjemur ikan dan tempat tinggal seadanya merupakan lahan konservasi. Alasan warga, banyak pengembang besar juga melakukan hal serupa dan hal itu dibiarkan saja oleh Pemkot Surabaya. (dhi/lis)

Sambungan dari halaman 9 tersebut mengeluarkan asap. Tidak hanya itu saja, dalam kondisi rumah sepi tiba-tiba ada yang melempar kacang dan jatuh tepat di depannya. “Banyak keris yang saya perlakukan serupa, namun baru itu yang mengeluarkan asap. Karena ketakutan sampai gemetaran akhirnya saya letakkan begitu saja di meja, baru besoknya saya kemasi dan saya jual meskipun rugi,” ungkap Mbah Mul. Pernah juga dirinya mendapat keris yang selalu berair, karena dianggap nyeleneh sehingga dirinya menjual dengan harga di atas rata-rata. “Saya masih harus benyak belajar tentang keris,” pungkas Mbah Mul. (*/lis)

Sementara Kepala Bagian Hukum Pemkot Surabaya Ira Tursilowati mengatakan, Bagian Hukum Pemkot Surabaya menyarankan pemilik surat hak milik (SHM) untuk mengirim surat tertulis kepada Wali Kota Tri Rismaharini terkait ganti rugi atas tanah tersebut. “Kami mengimbau agar (Ichwan) kirim surat permohonan surat ke wali kota. Apa keinginannya?. Karena kami hanya instansi,semua harus ada dasarnya,” kata Ira. Dia mengakui, memang Ichwan sudah melayangkan surat. Hanya saja surat tersebut hanya menanyakan perkembangan. “Tidak ada penegasan apakah tanah itu dibeli atau dihibahkan?” imbuh dia. Sementara Asisten 1 Pemerintahan Kota Surabaya Yayuk Eko Agustin menyatakan, sebagai instansi pemkot tidak bisa

secara langsung membeli tanah tersebut. Sebab, ada beberapa proses yang harus dilewati. ”Bukan kami tidak merespons masalah ini. Kami menganggap ini serius. Kami berproses. Kami harus menggali data dulu, karena khawatir jika tidak mengkaji ini malah keliru mengeluarkan anggaran. Kalau untuk ganti rugi sesuai aturan UU nomor 2 tahun 2012,” ujar dia. Kasubsi Pengukuran Dasar dan Tematik Kantor Pertanahan Surabaya 2 Agus Setiawan mengatakan,dari data BPN, tanah milik Ichwan ada di Jalan Tambak Wedi Baru.”Keberadaan Jalan Tambak Wedi Baru masuk dalam sertifikat (Ichwan),”papar Agus. Tercatat dalam SHM, lahan Ichwan seluas 1.796 meter persegi. Sedangkan lahan yang terpangkas untuk Jalan Tambak Wedi Baru sekitar 6 x 90 meter. (alf/dhi)

55 RT Buang Sampah... Ini akan berdampak terhadap kesehatan warga di sekitar,” terang dia. Lurah Bubutan Mustofa Kholil menyatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan kecamatan dan ditindaklanjuti kepada dinas terkait untuk menelusuri kepastian batas-batas luasan lahan eks penjara Koblen lebih kurang 38.000 meter persegi tersebut. “Sebelum mengambil langkah relokasi TPS eks penjara Koblen yang dikeluhkan warga, kami menunggu kepastian dulu. Apakah letak TPS sejak dulu ada itu masuk atau tidak di dalam batasan lahan eks penjara Koblen,” jelas dia. Mustofa menegaskan, memang sejak awal TPS dan kantor sampah di Jalan Pirngadi sudah ada. Bahkan, tidak pernah ada rencana direlokasi. Namun, ketika pemilik eks penjara Koblen mau mengurus sertifikat lahan tersebut, muncullah persoalan TPS itu akan direlokasi. “Tapi sementara waktu memang masih diizinkan TPS tetap berada di situ oleh pemilik lahan. Jika sewaktu-waktu lahan itu dibutuhkan, maka TPS tersebut harus dipindahkan. Ini harus dicarikan solusi secepatnya,” ungkap dia. Dia mengaku, segera berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya untuk mencarikan solusi tempat TPS baru. “Kami harap ada solusinya, kita tunggu saja solusi terbaik dari dinas terkait,” tandas dia. Meskip TPS masih berada di kawasan eks penjara Koblen. Mustofa menyatakan, aktivitas pengangkutan bak sampah tidak kendor, bahkan dilakukan

Sambungan dari halaman 9

rutin setiap hari. Ini sebagai antisipasi menjelang musim hujan datang. Jangan sampai terjadi penumpukan sampah di TPS tersebut.”Secara keseluruhan ada 55 Rukun Tetangga (RT) Bubutan membuang sampah di TPS ini, termasuk sampah dari warga Panghela. Agar tidak kumuh, kami imbau setiap RT membawa kembali gerobaknya dan ditaruh di kampung masing-masing,”pungkas dia. Sementara Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Kebersihan dan Tata Ruang (DKRTH) Kota Surabaya Imam Rachmadi mengatakan, untuk mengatasi persoalan pembuangan sampah bagi warga Kelurahan Bubutan, memang akan disiapkan penggantinya. Rencananya TPS baru akan didirikan di dekat TPS lama yang sudah dibongkar di Jalan Penghela. Menurut dia, DKRTH sudah berkoordinasi dengan PU Bina Marga dan Pematusan Kota Surabaya untuk pembangunan TPS di Jalan Penghela, setelah pembangunan pedestrian di sana. “Nanti TPS nya lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Jadi ada kontainer yang ukurannya lebih kecil dengan ukuran sekitar 60 meter kubik. Dan nanti pengambilan sampah kemungkinan pakai mobil compactor,” jelas dia. Terkait keberadaan TPS yang dipindah sementara waktu di dekat eks eks penjara Koblen, ungkap dia, tidak ada masalah. Sebab, pemilik lahan sudah berjanji memberi lokasi sementara untuk TPS. “Jadi pemilik lahan mempersilakan kita untuk menempati sementara di sana,” kata Imam. (udi/dhi)

Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Supriadi, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Muhammad Arif Alfiansyah, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Blitar: Prawoto Sadewo. Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/ mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.


MADURA

SABTU WAGE, 30 NOVEMBER 2019 HALAMAN 11

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.

FOTO: MEMORANDUM/ IST

Pemkab Pamekasan Dapat Penghargaan Pelayanan Publik

Kantor pelayanan BPJS di Kabupaten Sampang.

Sampang, Memorandum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang telah menganggarkan dana puluhan miliar untuk jaminan kesehatan bagi warga kurang mampu. Hal itu bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan dalam mengikuti pelayanan BPJS yang pertanggal 1 Januari 2020 iuran BPJS akan mengalami kenaikan. Namun dalam perealisasian anggaran tersebut, Bupati Sampang, Slamet Junaidi masih menunggu regulasinya. “Anggarannya sudah saya siapkan sebesar Rp 50 Miliar, tapi karena ini melibatkan pemerintahan sehingga harus menunggu regulasinya,” kata Slamet Junaidi seperti dikutip dari TribunMadura.com, Jumat (29/11). Ia menambahkan, beberapa hari yang lalu pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan pihak BPJS setempat. “Jadi untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat khususnya Sampang akan terus dilakukan,” tuturnya. Menurut Slamet Junaidi, banyak sumber yang nantinya dapat dialokasikan untuk pelayanan masyarakat, khususnya jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu. “Anggaran berasal dari Badan Layanan Umum Daerah. Salah satunya dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau dan lain-lain,” sambung dia. Sesuai Peraturan Dalam Negeri No 61 Tahun 2007 tentang Badan Layanan Umum Daerah, jenis pendapatan Badan Layanan Umum Daerah terdiri atas jasa layanan, hibah, hasil kerjasama dengan pihak lain. “Begitupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), dan pendapatan lainnya yang sah,” ucap Salmet Junaidi. Sementara, Komisi II Anggota DPRD Sampang, Agus Khusnul Yaqin menyarankan, dalam perealisasian anggaran tersebut, yang harus mengelolanya adalah Pemerintah Kabupaten Sampang sendiri agar mampu mengontrol dan memonitor. “Sedangkan untuk kerja sama dengan BPJS perlu dikaji ulang, dengan maksud penerima manfaat ditata ulang dengan beberapa katagori dan kriteria,” katanya. “Pembayarannya pihak rumah sakit bisa mengklaim ke Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Sampang, dengan menyetorkan Nota Pencairan Dana (NPD) berapa yang harus dibayarkan,” imbuh dia.(*/sr)

Pamekasan merupakan s a t u - s a t u n y a Ka b u p a t e n yang berada di pulau Garam mendapatkan penghargaan dari ombudsman predikat kepatuhan tinggi pelayan publik kategori Pemerintahan Kabupaten. “Alhamdulillah, ini semuaberkat kerja keras teman-teman di Pemkab Pamekasan. Saya sangat bersyukur atas penghargaan ini. Semoga pelayanan di Kabupaten Pamekasan, terus bisa ditingkatkan dan semakin mudah bagi rakyat Pamekasan,” kata Raja’e. Wabup Raja’e mengharapkan dengan penghargaan tertinggi ini, akan menjadi pemicu bagi jajaran OPD dalam hal memberikan pelayanan publik

semakin maksimal. Ketua Ombudsman RI, Amzulian Rivai mengatakan, penganugerahan predikat kepatuhan 2019, berdasar survei atau penilaian tingkat kepatuhan terhadap standar pelayanan publik 2019 terhadap empat kementerian, tiga lembaga, enam pemerintah provinsi, 36 pemerintah kota dan 215 pemerintah kabupaten. “Total produk layanan yang disurvei sebanyak 17.717 dan jumlah unit layanan yang disurvei sebanyak 2.366,” ujar Amzulian. Dikatakan, survei kepatuhan bertujuan mencegah tindakan mal- administrasi pada unit pelayanan publik pemerintah dengan upaya pe-

FOTO: MEMORANDUM/ SUJAK

Dana Rp 50 M untuk BPJS Warga Kurang Mampu

Pamekasan, Memorandum Ombudsman Republik Indonesia (RI) memberikan penghargaan predikat kepatuhan standar pelayanan publik tertinggi kepada Pemkab Pamekasan. Penghargaan diterima Wakil Bupati Pamekasan H Raja’e di Grand Ballrom, Hotel JS Luwansa, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (27/11).

Wakil Bupati Pamekasan H Raja’e menerima penghargaan dari Ombudsman RI sebagai bentuk kepatuhan bidang pelayanan publik.

menuhan komponen standar pelayanan diatur dalam UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik. Dari catatan media, Ka-

bupaten Pamekasan banyak meraih penghargaan dari pemerintah pusat maupun provinsi. Baru ini, menerima penghargaan “Kabupaten

Layak Anak” dan “Kabupaten Layak Pemuda” kategori utama sebagai prestasi bagi Pamekasan HEBAT Bhejjreh Rajjheh tor Parjhugheh. (sjk/sr)

Pemkab Sumenep Mampu Turunkan Kasus Stunting

Bupati Sumenep A Busyro Karim

Sumenep, Memorandum Dalam lima tahun terakhir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep mampu menangani kasus stunting hingga 18 persen. Angka itu tertinggi di Kabupaten dan kota seluruh Indonesia. Bupati Kabupaten Sumenep A Buya Busyro Karim mengatakan, data 18 tersebut bukan data pemkab setempat, melainkan data dari Kementerian. Sesuai data selama lima tahun Sumenep mampu menurunkan angka kasus stunting tertinggi se kabupaten

dan, kota seluruh Indonesia. Kemudian tambahnya, Pemerintah Sumenep pun diminta memaparkan upayanya yang dilakukan selama lima tahun hingga mampu menurunkan angka kasus stunting hingga mencapai 18 persen.”Kami pun diminta menjelaskan langkah-langkah kami dalam menurunkan kasus stunting,” ungkapnya, Jumat (29/11). Dalam lima tahun pemerintah melakukan berbagai upaya antaranya memanfaatkan pos pelayanan terpadu

(posyandu). Selain itu Pemkab mempunyai Big Data stunting, kemudian semua prioritas kesehatan diarahkan semua. Dengan adanya big data menurut bupati dua periode itu, semua program kesehatan diarahkan lebih efektif dan terarah. Menurut dia, big data dimiliki sehingga Sumenep mampu menurunkan kasus stunting hingga 18 persen. “Mungkin big data itu, yang tidak dimiliki Kabupaten dan kota lain,” katanya. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur

(Pemprov Jatim) Kohar Hari Santoso mengaku, meski tidak mampunyai target soal kasus stunting pihaknya tetap mengupayakan angka kasus itu turun setiap tahun. “Stunting ini tidak akan pernah selesai akan tetap kami lakukan serendah-redahnya setidaknya kita sama dengan negara sudah maju,” katanya. Menurutnya, upaya menurunkan angkas kasus stunting membutuhkan dukungan masyarakat dengan cara meningkatkan pola hidup sehat.(uri/sr)

BPPKAD Sumenep Laksanakan Monitoring Penyampaian SPPT bisa terpenuhi secara maksimal,” ujar Ramadhan, Jumat (29/11). Menurut dia, BPPKAD Sumenep telah menyampaikan SPPT Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) pedesaan dan perkotaan (P2) tahun pajak 2019 pada triwulan kedua tahun ini. Sehingga Ramadhan berharap bantuan pemerintah desa untuk mendistribusikan SPPT kepada seluruh wajib pajak serta meminta kesadaran masyarakat untuk melakukan kewajiban membayar pajak. “Hasil dari pengumpulan pajak nantinya akan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep kemudian akan dikembalikan lagi ke masyarakat melalui program pembangunan sesuai kebutuhan masing-masing

daerah,” imbuh dia. Secara khusus Ramadhan berharap kepada kepala desa dan perangkatnya agar menyampaikan SPPT kepada wajib pajak. Tujuannya agar masyarakat mengetahui berapa ketetapan pajak yang tercantum di SPPT. “Selama ini banyak wajib pajak yang tidak menerima SPPT. Sehingga ke depan masyarakat diharapkan disiplin membayar pajak untuk menghindari agar tidak terutang terus,” tandas Ramadhan. Dari data di BPPKAD Sumenep, total wajib pajak di Kabupaten Sumenep hasil ketetapan tahun 2019 mencapai 746.462 wajib pajak. Sementara nilai pajak atau bakunya mencapai Rp 8.891.388.440. (aan/adv/sr)

FOTO: MEMORANDUM/ AINUL ANAM

Sumenep, Memorandum Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Sumenep akan melaksanakan monitoring penyampaian surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) ke desa-desa. Menurut Kepala Bidang Pendataan, Penetapan dan Pengendalian BPPKAD Sumenep Mohammad Ramadhan mengatakan, tujuan monitoring SPPT untuk memantau dan memastikan pendistribusian SPPT sampai ke wajib pajak. “Kami ingin mengecek secara langsung ke lapangan apakah SPPT sampai ke masyarakat selaku wajib pajak. Sehingga nanti target penerimaan SPPT

Parade egrang yang ditampilkan di Pantai Lombang.

FOTO: MEMORANDUM/ AINUL ANAM

Parade Egrang Lestarikan Tradisi dan Budayakan Hidup Sehat

Mohammad Ramadhan menunjukkan contoh struk pembayaran pajak.

Sumenep, Memorandum Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur merayakan puncak Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 tahun 2019 di Pantai Lombang, Kabupaten Sumenep, Kamis (28/11). Salah satu kegiatan hiburan pada event tersebut adalah parade egrang. Menurut Bupati Sumenep A Busyro Karim, egrang adalah salah satu permainan tradisional yang semakin menyusut penggemarnya. Padahal dulu, egrang begitu populer di masyarakat pedesaan maupun perkotaan. “Dulu banyak anak memainkan egrang sebagai sarana untuk bersantai, mengasah kreativitas, olahraga dan menjalin pertemanan. Sekarang sudah hampir punah sehingga harus kita lestarikan,” ujar bupati. Dalam sejarahnya, Bupati Busyro menuturkan, permainan egrang sudah dikenal sebelum

kemerdekaan. Sebagai bukti, permainan egrang sudah terekam di dalam buku sastra Jawa karangan Poerwadarminta yang terbit pada tahun 1939. Di situ disebutkan kata egrang-egrangan yang diartikan berjalan dengan menggunakan alat dari bambu atau kayu yang diberi pijakan agar kaki leluasa berjalan. Oleh karena itu, momentum parade egrang menurut bupati, di antaranya sebagai spirit memupuk kecintaan dan melestarikan permainan budaya lokal. Karena permainan egrang sudah semakin jarang ditemui di berbagai daerah. Padahal itulah permainan asli nusantara yang memiliki banyak manfaat dan nilai. “Di tengah derasnya industri global, permainan, seni maupun olahraga lokal jangan sampai kehilangan identitasnya. Egrang mengajarkan kepada kita tentang

keterampilan dan keseimbangan,” imbuh dia. Bupati Busyro menambahkan, permainan Egrang juga sebagai spirit membangkitkan potensi wisata di Kabupaten Sumenep. Karena menurut bupati, keberhasilan pengembangan wisata tidak hanya didukung oleh destinasi atau objek wisata saja, tetapi juga harus didukung atraksi-atraksi wisata. Atraksi semacam itu menurut dia sangat prospek meningkatkan potensi wisata di Kabupaten Sumenep. “Egrang adalah sebuah potensi lokal. Namun jika dikemas dengan baik akan bisa berasa global. Egrang juga menyatukan perbedaan. Semangat kebersamaan sebagai sebuah keluarga besar Kabupaten Sumenep sangat diperlukan agar masyarakat tetap solid dan menjaga harmoni sosial,” tandas bupati. (aan/adv/sr)


PASURUAN

SABTU WAGE, 30 NOVEMBER 2019 HALAMAN 12

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.

Satpol PP Tertibkan 84 PKL di Pusat Kota BPBD Kesulitan Lelang Pengadaan Truk Tangki Pasuruan, Memorandum Pengadaan truk tangki untuk penanganan bencana kekeringan, hingga kini masih menemui masalah. Harga penawaran yang cenderung naik menjadi kendala untuk pengadaan truk tangki tersebut. Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana mengaku, pembelian truk tangki itu hingga kini masih dalam proses lelang. Sayangnya, hingga saat ini belum terlaksana lantaran harganya tak sesuai dengan anggaran. “Ada penawaran dari pihak ketiga. Tapi, harganya terlalu tinggi dari anggaran. Jadi, belum bisa kami realisasikan,” sambungnya seperti dikutip dari radarbromo.co.id. Kondisi ini, membuat pengadaan truk tangki itu terancam kembali gagal. Sebelumnya, pihaknya juga sudah mengajukan permintaan melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Namun, gagal karena tidak ada penawar. Meski begitu, pihaknya masih berusaha untuk melakukan pengadaan tersebut. Jika memang tidak memungkinkan melalui lelang, pengadaan tersebut akan dialihkan dengan pengadaan langsung. “Kalau dua kali gagal, kami akan lakukan penunjukan langsung. Karena hal itu diperkenankan seandainya dua kali gagal lelang,” ujarnya. Menurut Bakti, pengadaan truk tangki itu dialokasikan Rp 400 juta. Pengadaan truk tangki dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pengiriman air bersih untuk daerah dataran tinggi. Sejauh ini, kendaraan yang dimiliki kurang menunjang. Selain hanya dua unit, kondisinya pun tak mumpuni untuk daerah dataran tinggi. “Kami ingin spesifikasi yang bisa menunjang untuk dataran tinggi. Makanya, kami akan lakukan penunjukan langsung, seandainya lelang tidak terealisasi,” jelasnya. (*/sr)

Pasuruan, Memorandum Kawasan bebas pedagang kaki lima (PKL) di Kota Pasuruan ternyata masih banyak dilanggar. Bahkan, jumlah pelanggar yang dijumpai Satpol PP Kota Pasuruan terbilang masih tinggi. Para PKL selama ini masih sering berjualan di beberapa kawasan yang dilarang. Seperti Alun-alun Kota Pasuruan, sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Jalan Hayam Wuruk, dan GOR Untung Suropati. Plt Kepala Satpol PP Kota Pasuruan Yanuar Afriansyah mengungkapkan, pihaknya selalu memantau aktivitas di empat lokasi itu. Apabila ditemukan PKL yang melanggar dan berjualan di lokasi terlarang itu, petugas juga akan bertindak. “Selalu kami pantau. Kalau ada pelanggaran tentu akan kami tindak,” ujar Yanuar. Lebih lanjut, Yanuar membeberkan jika penindakan yang

dilakukan juga tak serta-merta represif. Tetapi, mendahulukan tindakan preventif. PKL yang melanggar akan lebih dulu ditegur. “Aturannya mereka membuat surat pernyataan untuk tidak lagi berjualan di titik-titik yang steril,” beber Yanuar. Teguran itu berlaku sampai tiga kali. Dengan catatan, barang dagangan PKL disita petugas dalam waktu tertentu. Mulai dari tiga hari hingga sebulan lamanya. Namun, jika sampai tiga kali ada pelanggar yang sama, maka pihaknya akan menyita barang dagangan. Selama 10 bulan terakhir, kata Yanuar, sudah ada 84 PKL yang barangnya disita. Kawasan

FOTO: MEMORANDUM/RUL

Armada truk yang digunakan untuk distribusi air bersih, beberapa waktu lalu. Rencana pengadaan truk tangki BPBD sejauh ini masih terkendala.

Rombong penjual es teler di trotoar yang mengganggu lalu lintas menjadi salah satu sasaran Satpol PP Kota Pasuruan.

alun-alun menjadi lokasi paling banyak dijumpai pelanggaran. Jumlahnya 40 PKL. Kemudian, 19 PKL di sepanjang Jalan Pan-

glima Sudirman, 17 PKL di GOR Untung Suropati, dan 8 PKL di Jalan Hayam Wuruk. Ia berharap tindakan itu

membuat para PKL yang melanggar sadar. Supaya mereka tak berjualan kembali di kawasan steril. (rul/sr)

Hindari Jalan Bergelombang, Muda-Mudi Disenggol Bus Pasuruan, Memorandum Kondisi jalan bergelombang di jalur nasional Malang-Surabaya masuk Dusun Bareng, Desa Sumberejo, Pandaan, memicu kecelakaan, Kamis (28/11). Berniat menghindari jalan bergelombang, pasangan muda-mudi ini justru hilang kendali. Motor oleng lalu menghantam median. Lalu, motor yang terpental ke arah kiri mambuat tertabrak bus yang belum diketahui nopolnya. Dua pengendara

motor pun alami luka-luka. Keduanya adalah Agus Mahmud (22), warga Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan dan Binti Solikah (21) asal Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo. Siang itu, keduanya mengendarai motor Honda Vario bernopol W 2595 XO. “Motornya berjalan dari arah selatan ke utara. Sesampainya di TKP, menabrak dan naik ke median tengah jalan. Kemudian terpental ke kiri menabrak bus yang tidak diketahui nopolnya yang berjalan

searah,” jelas Kanit Lantas Polsek Pandaan Ipda Gatot Subroto seperti dikutip dari radarbromo.co.id. Sesaat setelah kejadian, kedua korban oleh petugas dibantu juga warga sekitar. Mereka dibawa ke RS Asih Abyakta di Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, untuk mendapatkan perawatan medis. Agus yang mengendarai motor alami luka di tangan kiri memar dan dahinya robek. Sementara Binti Solikah yang dibonceng, gigi atasnya patah dan dagu robek.

Sementara untuk kendaraan atau motornya diamankan ke Poslantas Polsek Pandaan. Rusak velg dan ban roda depan pecah, spion kiri pecah. Lalu dek depan samping kanan dan spion kirinya pecah. Juga skok depan bengkok. “Keduanya korban alami luka-luka. Laka lantas ini disebabkan pengendara motornya kurang hati-hati. Maksudnya mau menghindari jalan bergelombang, malah nabrak median dan juga bus,” terang Gatot. (*/sr)

PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.

Program GSI Diharapkan Tekan AKI dan AKB

Penutupan tambang manual.

ini sudah digali dan berlubang, kami menutup tambang manual ini demi keselamatan warga,” jelas Dwi Joko, Jumat (29/11). Dwi Joko menyebut di aliran sungai di Pancar Glagas yang memiliki panjang sekitar 70 kilometer, terdapat sekitar empat penambang besar yang telah mengantongi izin. Ia mengimbau masyarakat sekitar, yang mata pencahariannya menambang untuk

ikut melakukan normalisasi lahan bekas tambang. “Saya tahu mata pencaharian warga di sini yaitu menambang pasir dan batu di sungai Pancar Glagas ini, tetapi untuk kali ini kami dari Satpol PP Kabupaten Probolinggo, terpaksa menutupnya, karena apa yang kami lakukan ini juga merupakan keselamatan warga setempat,” terang Dwi Joko.(Yud/sr)

FOTO: MEMORANDUM/MHD

Peserta seleksi anggota satpol PP dan damkar menjalani serangkaian tes di Makodim 0820 Probolinggo.

an wali kota (perwali), serta tugas pengamanan. Bahkan, membutuhkan tenaga untuk melakukan penegakan perda penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum serta melakukan perlindungan kepada masyarakat terdiri dari 50 anggota Pol PP dan 8 untuk pemadam kebakaran. “Ada beberapa tahapan yang akan dilalui peserta, mulai tanggal 25 -29 November 2019. Ada materi-materi yang disampaikan oleh narasumber dari Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820 Probolinggo, Badan Kepegawaian, Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Badan Penanggulan-

gan Bencana Daerah (BPBD), Bagian Hukum, dan Call Center Diskominfo,” tandasnya. Setelah diberikan beberapa materi, nantinya akan dilakukan tes tulis. Selain itu juga ada syarat umum yang menjadi persyaratan. Yakni, tinggi badan untuk laki-laki minimal 150 cm, dan perempuan 155 cm, serta umur maksimal 40 tahun. “Peserta yang lolos seleksi dengan semua persyaratan sudah terpenuhi atau yang diterima nantinya akan mulai bekerja di Satpol PP awal tahun, yaitu Januari 2020,” ucap Hendra Kusuma. (mhd/sr)

ibu (AKI) yang disebabkan kehamilan, melahirkan, dan nifas. Dan, yang menjadi penyebab utama tingginya angka kematian ibu di Indonesia secara umum adalah dipengaruhi oleh kualitas hidup perempuan Indonesia yang masih rendah. Lanjut dia, rendahnya kualitas hidup perempuan Indonesia disebabkan beberapa faktor, yakni pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi. Selain itu, faktor budaya yang kurang mendukung kualitas hidup perempuan, sehingga masih terjadi kesenjangan kesetaraan dan keadilan gender. Selain itu, program GSI juga diharapkan mampu menyadarkan masyarakat Lumajang, akan pentingnya memahami faktor-faktor penyebab tingginya angka kematian ibu dan bayi dengan menyosialisasikannya kepada masyarakat. “Saya berharap bersama-sama tidak lelah untuk menyampaikannya kepada masyarakat, terutama kepada ibu-ibu untuk selalu memantau

disekitarnya, seperti calon-calon ibu atau pengantin agar mereka mempersiapkan diri menjadi seorang ibu,” harapnya. Sementara itu, Plt. Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Disdalduk KB dan PP Kabupaten Lumajang Gator Arief Hartanto dalam laporannya menyampaikan, bahwa tujuan diadakannya rakor GSI tersebut adalah untuk menguatkan kelembagaan GSI, terutama meningkatkan jumlah dan kualitas kecamatan sayang ibu. Lebih lanjut Gatot menjelaskan, selain itu rakor GSI juga bertujuan untuk meningkatkan peran GSI dan mengevaluasi pelaksanaan program GSI dalam upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) dab angka kematian bayi (AKB) di Lumajang. “Rakor GSI saat ini dihadiri dan diikuti oleh sekitar 100 orang, yang terdiri dari Pokjatap GSI Kab. Lumajang, Ketua Satgas GSI Kecamatan, Kepala Puskesmas dan Bidan Koordinator Puskesmas se-Kabupaten Lumajang. (hum/tri/sr)

Lumajang Dianugerahi PPID Award

Satpol PP dan Damkar Rekrut Personel Probolinggo, Memorandum Memiliki tugas berat menjadi pelaksana dan penegak peraturan daerah (perda), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Kota Probolinggo masih kekurangan sumber daya manusia (SDM). Dari kebutuhan ideal sebanyak 250 orang, saat ini jumlah personel masih belum tercapai. Untuk menutupi kekurangan itu, Pemkot Probolinggo kembali melakukan rekrutmen. Kasi Ops. Dinas Satpol PP Kota Probolinggo, Hendra Kusuma mengatakan, pihaknya berusaha menambah personel untuk mendekati kebutuhan ideal. ”Saat ini Dinas Satpol PP dan Damkar sebagai aparatur sipil negara (ASN), masih jauh dari ideal. Sesuai dengan kebutuhan, minimal 250 personel yang dibutuhkan. Artinya masih masih membutuhkan personel untuk mencapai ideal,” ujar Hendra Kusuma di sela-sela memantau seleksi anggota baru di Makodim 0820 Probolinggo, Jumat (29/11). Hendra Kusuma mengatakan, Satpol PP harus tetap bisa meng-cover tugas sebagai penegak perda dan peraturan kepala daerah atau peratur-

Lumajang, Memorandum Program Gerakan Sayang Ibu (GSI) setidaknya mampu untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan, dan menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Lumajang. Hal itu yang disampaikan oleh Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang, Musfarinah Thoriq (Ning Farin) saat memberikan arahan dalam rapat kordinasi (Rakor) GSI Kabupaten Lumajang tahun 2019, di Gedung panti PKK Lumajang, Jumat (29/11) pagi. “Saya berharap kegiatan Rakor GSI kali ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk menyusun rencana kerja yang strategis dan terpadu oleh seluruh anggota kelompok kerja tetap (Pokjatap) GSI, sehingga target tahun 2020 untuk menekan angka kematian ibu dan bayi dapat tercapai,” ujarnya. Ning Farin menyampaikan bahwa rendahnya kesehatan perempuan di Indonesia, diindikasikan dengan tingginya angka kematian

Lumajang, Memorandum Gencar mewujudkan keterbukaan informasi publik, Kabupaten Lumajang menerima penganugerahan “Badan Publik Menuju Informatif” dalam acara PPID Award. Anugerah Keterbukaan informasi publik Jawa Timur 2019 diselenggarakan di Hotel Novotel Samator East Surabaya, Kamis (28/11) malam. Ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Jatim ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana pelaksanaan keterbukaan informasi publik melalui monitoring dan evaluasi pemeringkatan terhadap badan publik. Sebagaimana amanah undang-undang keterbukaan informasi publik (UU KIP), badan publik harus memberikan layanan informasi kepada masyarakat umum. Ditemui usai menerima penghargaan, Bupati Luma-

FOTO: MEMORANDUM/KOM

Probolinggo, Memorandum Satpol PP Probolinggo menutup tambang manual di sungai Pancar Glagas, Desa Pakuniran. Tambang pasir dan batu tersebut dikerjakan masyarakat sekitar sungai. Penutupan itu dalam rangka normalisasi dan menjaga ekosistem lingkungan. Mengingat pula mendekati musim penghujan guna menghindari risiko bencana. Kasatpol PPProbolinggo, Dwi Joko Nurjayadi mengungkapkan, penutupan dilakukan berdasarkan hasil rapat muspika, dan merujuk Pasal 150 Jo 188 UU RI Nomor 4 Tahun 2009, tentang Penambangan Mineral dan Batu Bara. Kata Dwi Joko, tambang yang ditutup kali ini tak berijin. Penutupan ini kata dia juga untuk keselamatan warga untuk menghindari dari banjir, karena di sungai itu kerap kali terjadi banjir bandang saat musin penghujan. “Jika badan sungai ini terus digali meski secara manual, maka nanti saat debit air besar, air akan mencari jalan sendiri, bisa-bisa menuju ke pemukiman warga, karena di sungai

FOTO: MEMORANDUM/YD

Jelang Musim Hujan, Satpol PP Tutup Tambang Manual

Bupati Lumajang Cak Thoriq saat menerima PPID Award.

jang Thoriqul Haq mengapresiasi capaian Kabupaten Lumajang. Menurutnya penganugerahan “Badan Publik Menuju Informatif” ini menjadi awal bagi Pemkab. Lumajang untuk terus menyediakan informasi publik dibarengi dengan memunculkan inovasi -inovasi yang dapat memecahkan masalah yang ada di masyarakat. “Ada Lapor Lumajang, ada website, ada whatsapp, akun instagram

juga misalnya, dengan semua itu problematikanya terurai satu persatu, bergitu terurai maka kita (Pemkab. Lumajang,red) akan menyelesaikan dengan cara yang cepat, itu yang harus kita lakukan,” terang Bupati yang akrab disapa Cak Thoriq. Lebih lanjut, Cak Thoriq meminta agar peran Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di Kabupaten Lumajang lebih ditingkat-

kan. Ia meminta kepada Dinas Komunikasi dan Informatika selaku PPID utama agar lebih meningkatkan konektifitas antar PPID baik PPID Pembantu maupun PPID Desa. Sementara itu, Kepala Bidang Informasi Publik Dinas Kominfo Lumajang, Wahyuning Indriasih menjelaskan bahwa PPID Kabupaten Lumajang terus melakukan perbaikan. Ia menjelaskan bahwa perlu advokasi secara intensif, tidak saja kepada masyarakat tetapi juga bagi aparat birokrasi, bahwa PPID bukan hanya bagaimana merespon dengan cepat apa yang disampaikan masyarakat melalui berbagai sarana komunikasi. “Alhamdulillah, Peringkat PPID Kabupaten Lumajang naik dari nilai C 67,94 pada tahun 2018 dan 2019 mendapat kategori B Menuju Informatif, nilai antara 80 sd 96,” jelasnya. (kom/tri/sr)


OLAHRAGA

SABTU WAGE, 30 NOVEMBER 2019 HALAMAN 13

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

Besok Lawan Vietnam, Tembok Terakhir ke Semifinal

Derby Suramadu

Kandang Terakhir Madura United

Manfaatkan Jeda untuk Recovery

Surabaya, Memorandum Pendukung Persebaya bisa melepas kangen menyaksikan aksi David da Silva dkk dalam lanjutan Liga 1 2019. Bukan di laga kandang, menyusul sanksi tanpa penonton hingga akhir musim, namun ketika away melawan Madura United di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (2/12). Hari itu sekaligus jadi partai penghabisan Madura United di kandang. Sebab, empat laga beruntun terakhir, digelar di kandang lawan. Karena itu, pelatih Madura United Rasiman, ingin memberi kesan indah terakhir kepada Kachonk Mania kendati izin pertandingan belum turun. “Kami belum mendapat konfirmasi. Bisa jadi, melawan Persebaya berlangsung di luar Jatim,” beber Rasiman. Maka dari itu, dia tidak ingin fokus Andik Vermansah dkk terbagi dengan situasi. Siasat jitu kini tengah dilakukannya, dengan menanamkan mental bertanding dalam situasi laga away. Namun, Derbi Suramadu pasti digelar di Bangkalan setelah rekomendasi dari Polres Bangkalan dan Polda Jatim turun. “Kita sudah mendapatkan lampu hijau untuk digelar di Bangkalan,” kata Panpel Madura United, Sapto Wahyono, dilansir website resmi klub (28/11). Jika terwujud, untuk pertama kali pertemuan kedua tim digelar di Bangkalan. Sebelumnya, tiga kali Derbi Suramadu digelar di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan. “Kedekatan secara jarak Bangkalan dengan Surabaya menjadi perhatian. Juga utamanya karena Persebaya dalam kondisi harus menjalani pertandingan tanpa suporter mereka,” tegas dia. (*/epe)

Manila, Memorandum Dua kemenangan atas Thailand dan Singapura melambungkan Indonesia sebagai kandidat peraih medali emas SEA Games 2019. Di grup B, tinggal Vietnam tim kuat yang akan dihadapi Osvaldo Haay dkk, Minggu (1/12). Jika kembali menuai hasil maksimal, tiket semifinal sudah pasti dalam genggaman. Apalagi, dua lawan berikutnya di atas kertas levelnya masih di bawah armada besutan pelatih Indra Sjafrie. Masing-masing Brunei Darussalam dan Laos. Karena itu, jeda dua dua pertandingan dimaksimalkan Indonesia untuk memulihkan stamina dan fisik. Lawan Vietnam sangat krusial karena bisa menentukan posisi pemuncak klasemen grup. Vietnam dan Indonesia saat ini sama-sama mengoleksi enam poin dari dua kemenangan. Vietnam dua kali menang besar atas Brunei Darussalam 6-0 dan Laos 6-1. Jumat (29/11) pagi, Indra Sjafrie menggelar latihan ringan untuk pemulihan tenaga. Dia membagi program latihan menjadi dua. Sebagian pemain yang kemarin duduk di bangku cadangan berlatih di taman depan hotel penginapan tim. Sementara pemain inti berlatih ringan di kolam renang hotel. “Program kita hari ini memang untuk

pemulihan. Kita harus pandai-pandai menjaga kondisi kebugaran pemain karena waktu istirahat sangat singkat. Kita maksimalkan jeda istirahat yang kita punya,” kata pelatih yang sudah memberikan dua gelar juara di ajang Piala AFF tersebut. Menghadapi Vietnam, Indra menyebut seluruh pemain diyakini sudah dalam keadaan bugar dan siap tampil. Menurut Indra, seperti laga sebelumnya, dia meminta para pemain fokus pada kekuatan tim dan berupaya tidak membuat banyak kesalahan. Dokter tim Dokter Syarief Alwi Maruapey mengatakan, dalam dua hari ini fisio dan terapis untuk pemain akan lebih diutamakan. “Selain itu tentu saja pola makan dan dan tidur akan kita awasi untuk menjaga kebugaran,” ujarnya. Fisik yang terkuras memang rentan merusak skema main 4-3-3 yang dibawa Indra Sjafrie. Bahkan di laga terakhir, kericuhan sempat terjadi setelah beberapa pemain sempat tersulut emosinya

Skuat Timnas Indonesia memanfaatkan jeda selama dua hari pertandingan untuk pemulihan fisik usai main beruntun dua hari sekali.

setelah dilanggar. Termasuk pencetak gol pembuka, Osvaldo Haay. Kendati turun sebagai pengganti, peran pemain Persebaya ini memang sangat penting untuk memecah kebuntuan. Dia diganjar kartu kuning lawan Singapura ketika emosinya terpancing. Kondisi ini yang

harus diwaspadai pemain Papua ini. “Kami masih ada tiga pertandingan lagi di penyisihan grup. Kami tidak boleh lengah, karena kami ingin lolos semifinal, final dan meraih emas di ajang SEA Games 2019 ini. Kami harus tetap fokus,” ucapnya menyebut pengaruh laga terakhir itu. (*/epe)

Sikapi Isu Pemulangan Atlet Senam Pelatnas SEA Games 2019

KONI Jatim Tegaskan Indispliner Jadi Faktor Utama Surabaya, Memorandum KONI Jatim buka suara terkait pemulangan atlet senam untuk SEA Games 2019 Filipina, Shalfa Avrila Siani. Pemulangan atlet asal Kediri yang baru berusia 17 tahun karena isu tidak perawan, dibantah Ketua Harian KONI Jatim M Nabil. Dia mengatakan, pihaknya sudah melakukan kroscek ke tim pelatih senam Indonesia. Kebetulan, tim pelatih Indonesia juga membesut puslatda Jatim. Berdasarkan laporan yang diterima dari tim pelatih, tidak benar jika Shalfa dicoret karena masalah keperawanan. “Jadi, ini soal kedisiplinan. Juga masalah prestasi. Sebab masing-masing cabang olahraga ada standar tersendiri,” terangnya, Jumat (29/11). Nabil menambahkan, berdasarkan dari keterangan pelatih, Shalfa berstatus sebagai atlet pengganti di pelatnas. Sebab, atlet utama yang menjadi andalan Indonesia, Tasya Miranda, harus naik ke meja operasi untuk pemulihan

M Nabil

informasi pasang iklan : Kurnia : 081259584829 SURABAYA RUMAH DIJUAL Brighton Manyar Hub:Rony HP/WA 0812 3232 9599. Jual Murah Ploso Timur 2LT Kamar Tidur 4 + LB.160, SHM, Hrg 1.4M / nego. Butuh Uang. Dekat sekolahan Mandala. RMH SHM 9X17 FULL BANGUNAN 1.5 TINGKAT, 4KT, 2KM, AC+KITCHEN SET, ROW 2.5 MBL, PARKIR 2 MBL, NEGO 1.5M HUB. 081333264464-082234863399. RMH SHM di Ploso Timur 3A/68 Uk. 5 x 18.5, Lkp PLN, PDAM, Hrg Nego, Hub: 0823 3784 6986 - 0877 0145 1470. J.Cpt Rmh 8.5 x 22 Jl Dupak Baru 3/57 Sby Srt Ijo, Hdp Utara Hrg:1.5M Nego Hub: 0821 4006 0257.

MOTOR BEKAS + BARU Segala Merk Sport & Bebek Kredit KTP Luar Kota, Kost bisa dilayani

HUB: Jl. Barata Jaya 19 No. 5 Surabaya 031-5043081 -5048607 - 085100583104 00.15/8-19/9

ANEKA KEBUTUHAN

SURABAYA SELATAN

TANAH DIJUAL J.Tnh Kavl SHM 3.6 Hectar (6 Sertifikat) SHM. Sudah uruk. Cocok buat Apartement, Hotel Dalam Kota Hrg 9Jt/Meter Dekat Samsat Kelurahan Ketintang Kec.Wonocolo Rt.03/Rw.06 Jln Jetis Sraten. Hub: 08133222 4306 - 082145970699.

ELEKTRONIK DICARI

PIJAT KEBUGARAN

KEHILANGAN

ALFI.MASSAGE Tradisional. Pijat khusus Keluarga, pijat khusus Wanita, Ibu-ibu, Tantetante, dan Pasutri. Handsome, Muda, Rilex, Rmh Bersih, Kuat dan Bertenaga. Hub: 0838 31002614. Bu Mini Cantik Pijat Kebugaran tradisional P/W Pggl A/J hotel/ Losmen, Perum Apartem en H: 0812.1630.3125 / 0819-9972-8042.

Hilang Buku Kir L.8839.UV / SB.101670.K PT.JAWA INDAH TRANSPORT JL.RAYA ARJUNO 94 SBY. Hilang Buku Kir L.7005.UB / MG.13340 PT.KEMENANFAN JAYA PERKASA JL.RAYA LONTAR 200 SBY. Hilang Buku Kir L.8281.UU / SB.253576.K PT.GLOBAL LOGISTIC JL.MARGOMULYO PERMAI BLOK K-29 SBY. Hilang STNK Motor Yamaha Mio th»2017 Nopol L-4049-PO An.H Fudoli Jl.Dupak Masigit 4/15 Sby. HILANG STNK SPD MTR HND NC11 TH.11 L.5268.JD AN.SITI HALIMA JL.KARANGREJO 6-B/8 SBY. HILANG STNK SPD MTR HND NF11 TH. 11 L.5843.GC AN.MUDAKKIR JL. JEMURWONOSARI GG. MASJID NO. 46-A SBY. Hilang Stnk Spd Motor Yamaha 2BU L-4443DX A/N: Masiati D/A: Jojoran baru 1/28-B.

5490592/081229729706(tidak terima SMS) www.kirandulawe.com Spc. Gendam, Asmara, Solusi Asmara & Perselingkuhan, Taklukan Pacar PIL/WIL Hub: Ki Randu T:0812 9369 9917. 79.18/10 18/11

RUPA-RUPA Menerima Uang kuno kertas & koin Cina Indonesia Belanda Netherlandindie Jepang Perangko Cina WA 081330530835. Gabung segera jadi Team Marketing dan Perwakilan Syiar Umroh Tanpa Modal. Hub: HP/WA : 082145970699. Jual minyak mahabah perisai banten untk media apapun hajatnya + Cara pengisiannya 081315187379. Cari Sopir Pick Up Usia 25-40 th. Lamaran Jl.Demak 365 Sby.

38.27/8-30/09

DIJAMIN TERATASI AMAN & LANCAR TANPA EFEK SAMPING KONSULTASI GRATIS 40.29/10-29/11

BUTUH WANITA UNTUK PEMBANTU RUMAH, JAGA BALITA & ORANG JOMPO

BAHAN BANGUNAN URUKAN GRAGAL, Buang Gragal, Sertu uruk, Sertu ayak, Pasir Lumajang, Pasir Kediri, Tensla koral Bata Merah/ Bata Pres MRH/ Bata Umpak / Bata Kombang Tuban Dll. Percolt Pick Up/Borongan Wil Sby Timt. Hub:081.331. 583.815/0851.0288.0022.

LAMONGAN KEHILANGAN Hilang STNK Sepeda Motor No.Pol. S-6948LS, A/N.Muhammad Farid Rahman Hakim, Alamat: Masjid Mujahidin RT03 RW02 Desa Gendongkulon Kec.Babat Lamongan. HILANG STNK SPD MTR: S-3217-LX NO,KA :MH1JFD22XDK094756 NO,SIN :JFD2E- 2086252 AN,LIAYAH D/a:

75

SURABAYA TIMUR Wisper Jl. Wisper Brt II Blok NN/45

5930135

8491289

Parly Jl. Kedung Baru No. 104

8792004

PARIYANTO Jl. Wonorejo I/63

5460513

Taufan AGC Jl. Jedong I/ 20

5039948

PANCA AGC

8289784

ISKADI Agc Jl. Pucangan VII/26

5023819

5685065

Wartel GSO Jl. Pucang Anom 41

5025002

Biro Husni

MOTOR DIJUAL

38.1/11-1/12

YAMAHA

KEHILANGAN

28/11-18/12

HILANG BPKB MBL MITR PAJERO TH.11 W.1905.TS AN.BAMBANG HERMANTO JL.TMN PINANG BLK E 3/3 SDA KA.MMBGRKG40BF029889 SIN.I01558952.

00.6/11-6/12

Kebal Bacok (langsung dites), Tumbal Usaha, Bisnis, Penglaris, Memisahkan PIL/WIL, Pacar Lari, Susah Jodoh dll. Sedia: Bulu Perindu,Bedak Cleopatra, Gurah Hidung, Gurah Vagina, dll.

Pijat Refleksi Totok Saraf Telp/WA. 085100644266

38.19/10-19/11

38.30/11-3/01

TOYOTA SPEKTAKULER PROMO AKHIR TAHUN !!!

Jl. Ngagel Dadi III/1

HILANG BPKB MBL MITS L300 TH.09 L.8311.BR AN.ANG ELIZABETH JL.PERUM WESTERN REGENCY B/27 SBY KA.MHML0PU399K034903 SIN.G0547295J. Hilang STNK SUZUKI FUTURA PICK UP Th.2004 L-8331-VC A/n SETIYONO - SIMO MULYO BARU 7G/7 Sby.

081234895724

Jemur Wonosari Lbr 65

Jl. Jetis Kulon I/32 Jl. Simo Gunung Baru 24

Manyar Agency Jl.Manyar Sabrangan 9i/94

70241128

SARANA LINTAS Jl. Semampir Kelurahan 39 Winda Simogunung Kramat Tmr 33

0315920722 082143784650

SURABAYA BARAT KENZI

Jl. Petemon Barat 086207346999/ 03174423716

Sudarmawan Jl. Manukan Tengah 19N/1

7405142

Biro MJ Jl. Adityawarman 46A

5663195

Dinda Jl. Prada Kali Kendal V/20G

7347415

Anugrah Jl. Lebak Rejo 34

031-3894874

Biro Riri 40.30/11-2/01

Jl. Simolawang

8674774

Abadi Jl.Karang Rejo VI/25

8280245

Biro Johan Rungkut Mapan Sel Blok CI-1

8721742

Biro Setia Abadi

Jl.Masangan Kulon 6S

Windu Jasa Kutisari Indah Utr 7/48

7877390 8481219

8552577- 085732706760

Biro Haris Buduran Sda

8969925

Delta Media Jl.Avia 192 Kwadengan Sda

8964135

3820570-70680749

Sumber Berkat Jl Jl. Rembang Sel 41B

Telp/WA : 0822-3236-7899 Telp. 0813-5225-6556

8550709

Biro Bu Ketut Jl. Blimbing X/111 P.Candra

Basori Jl. R.Rahmat 15

Belqi Jl. Kedinding Tgh Baru 10/7 3773148-70757785

1 ALPHARD 3 CH-R 90Iphone 11 Promo DP Ringan, Angsuran Murah

SURABAYA SELATAN Vitalin Jl. Taman Waru Permai A/67

SIDOARJO

SURABAYA UTARA Sped Line Jl. Karang Asem IV/47

DAPATKAN UNDIAN AKHIr TAHUN BERSAMA TOYOTA

HILANG STNK SPD MTR: S-6300-MK NO,KA :MH1JFJ11XEK328838 NO,SIN :JFJ1E-1330089 AN,KHOIRI D/a: DSN,DAMPIT RT/RW : 004/001 DS,GEMPOLTUKMLOKO KEC,SARIREJO KAB,LAMONGAN .

LAYANAN AGEN IKLAN PAS BIRO AL-KHOIR

38.30/11 3/01

HILANG STNK SPD MTR: S-2059-JL NO,KA : MH32P20047K515638 NO,SIN : 2P2-515690 AN,SUTADI D/a:DEKET WETAN RT/RW : 004/001 DS,DEKET KEC,DEKET KAB,LAMONGAN

Hlg Stnk Hnd14 N6751TAM an Gatot Sobirin- Dan Pager 4/10 Pager Purwosari

Jamaludin

38. 5/11-5/12

HLg STNK Hnd S,2433-QE ROMLAH Ds.Sumolawang Rt03/06Kec.Puri

SURABAYA TENGAH

30/11-2/01

LAMONGAN KEHILANGAN

Hlg Stnk Hnd17 N4093TCD an Lusi Rusmiati- Taman Permata Indah blok B-63 1/4 Pagak Beji

MAKANAN-MINUMAN

MOTOR

Info Lanjut hub: ROY

KEHILANGAN Hil stnk S. 3730.PT/ Rizal hendra atmoko/ dsn jetis rt 02 rw05 ds.banjar agung puri mjkto

KEHILANGAN 38 18/10-18/11

Hub: 0812.9462.6507 0838.3044.4579

38.30/10-04/12

NGAYUNG RT/RW : 002/001 DS,NGAYUNG KEC,MADURAN KAB,LAMONGAN .

PASURUAN 38. 26/10-30/11

38.14/9-17/10

VIXION «2015 (14.5 Nego) Krg.Asem Indah C 21 - 0812.3230.3638.

jutkan sekolah dan tinggal di kos. Sering kali Shalfa telepon saya, dia menangis, malu sekolah, malas keluar dari kamar kos setelah kejadian itu,” ujar Ayu. (*/epe)

MOJOKERTO

PARANORMAL Ahli Ramal,Kartu CKI,Jitu Bisa Baca Nasib, Rmh tangga,Jodoh,Bisnis dll.dtg langsung ke Ibu Rina! Jl.Kedungsari Masuk Samping Kanan Giant Surabayan 3/34. T:031-

AC...AC...Dingin!!! Berkwalitas, AC Split Second=1Jt(05-3/4-1PK-2PK)350 Watt Hub: 085100995098/031-5012481 Persewaan AC.

LOWONGAN Dijual Rmh Sedati-Juanda L:17m P:52m Cocok untuk Ruko, Gudang, Bengkel, dll. Hub:08113472759.

keperawanan yang disebutnya ranah sangat privat. “Ini jadi kasihan atletnya, karena privasinya kebuka. Keluarga juga menjadi sedih. Menurut saya hal ini tak harus diumbar, karena akan menjadi aib keluarga,” pungkasnya. Terbukti, Shalfa beberapa waktu terakhir malu bersekolah dan mengubur mimpi berkarir di senam. Hal ini dibeberkan ibu Shalfa, Ayu Kurniawati. Ayu mengatakan saat ini Shalfa masih melanjutkan studinya di sebuah SMA negeri di Gresik. Shalfa kini tinggal di tempat kos dan sudah tak tinggal lagi di asrama Pusdiklat Persani. Ayu mengatakan anaknya tersebut sering menangis saat di dalam kamar sendirian, seperti dilansir dari detikcom. “Shalfa sekarang posisinya di Gresik, melan-

IKLAN PAS

SHOWROOM

PROPERTI

cedera. “Dalam perjalanannya ada kendala indisipliner sehingga harus ada tindakan peringatan. Akan tetapi, yang paling dominan adalah terjadi penurunan prestasi. Sehingga dia harus dievaluasi,” jelas Nabil. Nabil menegaskan, tindakan pencoretan Shalfa adalah keputusan internal dari tim pelatih senam Indonesia. Namun, ia tidak tahu asal muasal tuduhan tidak perawan hingga menjadi besar di media massa. Sebab, masalah ini tidak ada hubungan dengan prestasi. “Kalau dalam konteks masalah lain hingga ada pernyataan, saya belum tahu. Jadi intinya dia tidak dikeluarkan karena persoalan status keperawanan. Ini soal kedisiplinan, dan prestasi,” tegas Nabil. Nabil bahkan menyebut, pihak KONI sudah membuktikan dengan melakukan tes secara medis. “Sudah kita buktikan, dan hasilnya dia itu masih perawan,” imbuhnya. Nabil juga menyayangkan munculnya isu

3573859 085100380511

LAMONGAN DIDIK NEW Kombes Pol M.Duriyat 42

085100711819


DEWI RENGGANIS

SABTU WAGE, 30 NOVEMBER 2019 HALAMAN 14

WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739

Mahasiswa Jember Turun Jalan

Beri Bunga sebagai Simbol Dukungan untuk Kinerja Bupati

Kapten UIN Jember menerima hadiah setelah menang drama penalti di partai final.

PTKN Football Championship

UIN Jember Rebut Piala Menag

Jember, Memorandum Tim sepak bola Universitas Islam Negeri (UIN) Jember berhasil menang melalui drama adu penalti atas UIN Bandung dalam laga final turnamen Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) Football Championship 2019 yang dihelat di Stadion Imam Nahrawi, kampus UIN Jember, Kamis (28/11). Dengan hasil itu, selain menggondol uang Rp 17,5 juta, UIN Jember juga berhak membawa piala bergilir Menteri Agama (Menag) RI. Laga sendiri berlangsung ketat sejak kick off. Perpanjangan waktu dan adu penalti harus dilalui kedua kesebelasan karena skor 2-2 tetap bertahan. Kiper tuan rumah Joko Sulistyo menjadi pahlawan karena berhasil menepis dua tendangan pemain Bandung. Sementara lima penendang UIN Jember sukses menjalankan tugasnya sebagai algojo. Skor akhir 7-5 untuk kemenangan tuan rumah. “Ini adalah suatu kebanggaan untuk kita semua, mudah-mudahan ini menjadi pelecut menghadapi piala Menteri Agama tahun 2020,” tegas Rektor UIN Jember Babun Suharto yang memberi sambutan selaku koordinator Rektor PTKIN se-Indonesia. Sementara itu, manajer tuan rumah Rosyadi Badar bersyukur atas kemenangan anak asuhnya. “Alhamdulilah kemenangan ini tidak luput dari kerja keras yang sudah dilakukan para pemain, pelatih, dan dukungan para suporter yang sudah mengunggah semangat para pemain, sehingga Jember bisa menjuarai liga PTKN Footbaal Championship 2019 ini,” ucapnya. Selain itu, apresiasi juga diberikan kepada Ainur Rofik, mahasiswa UIN Jember sebagai pencetak gol terbanyak (9). (edy/epe)

Ahmad Ridho Setiawan dikeler ke Mapolsek Pakusari usai dilaporkan dalam kasus penganiayaan.

Pukul Bapak, Kena Anak

Jember, Memorandum Datang menagih utang dalam kondisi mabuk, emosi Ahmad Ridho Setiawan (20), warga Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, tidak terkontrol. Niat memberi pelajaran Frando Agustyawan (27), yang masih tetangga desa, justru mengenai IA, anak Frando, Jumat (29/11) dini hari. Aksi pemukulan itu terjadi ketika tersangka mendatangi rumah orangtua IA sekitar pukul 01.15. Karena ruang tamu ramai oleh cekcok antara tersangka dengan ibu dan ayahnya, IA yang masih berusia tiga tahun terbangun. Dia lalu menuju Frando minta digendong. “Saat tersangka hendak memukul istrinya, Frando menghalangi kendati sedang menggendong korban. Pukulan tersangka mendarat kepada korban yang membuatnya menangis akibat luka memar di bagian mata sebelah kanan,”

kata Kapolsek Pakusari AKP Yuliati ketika dikonfirmasi, Jumat (29/11). Kejadian itu lantas dilaporkan ke Polsek Pakusari. Setelah mendapat laporan, Unit Reskrim Polsek Pakusari melakukan penyelidikan keberadaan tersangka dan diamankan. “Barang bukti kami dua lembar hasil visum luka korban,” tambah kapolsek. Emosi tidak terkontrol ini dipicu utang piutang antara tersangka dengan istri Fernando. Kisahnya bermula ketika ibu korban menitipkan pembelian soft case kepada

tersangka. Ternyata, unagnya tidak cukup. Karena itu, tersangka datang dengan maksud menagih kekurangan uang pembayaran. Tetapi Ridho datang dengan kondisi mabuk dan marah-marah. “Setelah bertemu ayah korban, ibu korban menyerahkan uang kepada tersangka. Tetapi tersangka masih tidak terima, dan hendak memukul ibu korban, tetapi dihalangi oleh ayah korban, dan mengenai anaknya,” beber kapolsek. Akibatg perbuatannya, Ridho terancam dijerat pasal dengan sengaja melakukan kekerasan terhadap anak dan atau melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan luka, sebagaimana dimaksud Dalam pasal 80 Ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2014, Tentang Perlindungan anak dan atau Pasal 351 Ayat (1) KUHP. (edy/epe)

program demikian terganggu karena permainan politik yang menurut kami berlebihan,” jelasnya. Katanya, legislatif tak perlu melakukan pemakzulan atas dorongan LSM yang memilih oposisi dengan bupati.“Sabar saja lah, toh tidak lama lagi ada pilkada. Tidak perlu ada pemakzulan. Biarkan proses demokrasi berjalan dengan baik,” sarannya. Sayang, niat dukungan itu tidak bertemu dengan bupati yang masih perjalanan pulang dinas dari Jakarta. Sebagai penggantinya, ABPP ditemui dua perwakilan. Yakni Kadispendik Edi Budi Susilo dan Kasatpol PP Jember Arief Cahyono. Edi Budi Susilo menyampaikan terimakasih atas dukungan ini. Menurut dia, arus dukung akan membuat Pemkab Jember semakin semangat bekerja untuk rakyat. “Semangat 3B ibu bupati, selalu kita kedepankan untuk pelayanan masyarakat yang prima. Terima kasih adik-adik mahasiswa, pesan kalian akan kami sampaikan ke ibu bupati,” janjinya. Bunga pun diserahkan mahasiswa kepada Edi Budi Susilo, sebagai simbol dukungan rakyat pada pemimpinnya. Mereka, juga siap bergerak untuk terus mengawal dan menjaga kerja Pemerintah Kabupaten (pemkab) Jember. Seperti yang disampaikan Shinta Lestari, pemberi bunga dari kampus UIN Jember. (edy/epe)

FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO

FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO

FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO

Jember, Memorandum Puluhan mahasiswa yang tergabung Aliansi Bangun Pemuda Pemudi (ABPP) Jember, mendatangi PendapaWahyaWibawagraha untuk menemui Bupati Faida, Jumat (29/9). Kedatangan mereka untuk memberi dukungan, karena prihatin adanya dinamika politik hingga wacana pemakzulan yang dinilai berlebihan. Aksi ABPP datang dari berbagai perguruan tinggi. Seperti Universitas Jember (Unej), Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Jember. Koordinator aksi Rendianto Hisyam Farizi mengatakan, aksi muncul karena prihatin banyaknya gangguan politik yang dilayangkan ke Bupati Faida. “Kami datang tentu untuk mendukung bupati, supaya tetap fokus menjalankan program-program kerjanya,” tandasnya Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unej tersebut, mengaku bersyukur atas kebijakan bupati yang pro rakyat. Seperti yang mereka rasakan. Sejak memimpin, Bupati Faida membuka kesempatan bagi semua warga untuk uliah di perguruan tinggi melalui program beasiswa. Termasuk anak dari keluarga tidak mampu. Belum lagi sekolah gratis, yang tak lagi membuat pusing orang tua murid. Sebab karena kebijakan Bupati Faida, kini tak ada lagi biaya SPP dan uang gedung. “Kami tidak ingin

Kepala dispendik mewakili Bupati Jember menerima karangan bunga sebagai bentuk dukungan dari Shinta Lestari, mahasiswa UIN Jember.

MATARAMAN KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN-MAGETAN-WARTAWAN: Muhammad Y Nur Habibii. KANTOR: Jl Mayjend Soengkono 53 Madiun Kota. Anif Sriwati, M Alvin KANTOR:Jl. Karya Darma, Magetan

TerƟbkan Pengendara di Bawah Umur

Madiun, Memorandum Pencegahan terhadap kecelakaan di jalanan terus dilakukan Satlantas Polres Madiun Kota. Kali ini pencegahan dilakukan dalam bentuk operasi kelengkapan surat kendaraan bermotor dengan target pengendara pelajar yang masih di bawah umur di beberapa ruas jalan utama, Jumat (29/11). Seperti di Jalan Sumatera dan Jalan Kartini di Kecamatan Kota.

Operasi penindakan dilakukan 10 personel satlantas dipimpin

Kanit Turjawali Ipda Yuda dan Kanit Dikyaksa Aipda Sulaiman. Tim memberhentikan pelajar SMP 1, SMP 3 dan SMP 13 di Jalan Kartini. Dari hasil penindakan itu, 48 motor yang akan dibawa sekolah diamankan. “Penindakan kali ini bersifat teguran itu namun 48 motor tetap kita bawa ke mapol-

res agar para pelajar yang belum cukup umur tidak mengulangi,” kata Ipda Yuda. Puluhan motor itu akan didata. Siswa yang ingin mengambil bisa mendatangi mapolres dengan syarat diantar orangtua dan membuat surat pernyataan yang disaksikan anggota Satlantas Polres Madiun kota dengan guru

dan anggota dinas perhubungan (dishub). Kasatlantas Polres Madiun Kota AKP Budi Cahyono mengatakan, penindakan motor di bawah umur ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan kecelakaan di jalan. “Ini sesuai yang tertera pada UU 22 tahun 2009 tentang tertib berlalu lintas,” sebutnya. (alv/ack/mt/epe)

FOTO: MEMORANDUM/M ALVIN

48 Motor Pelajar Dibawa ke Mapolres Anggota Satlantas Polres Madiun, Ipda Huda, menghentikan pelajar yang membawa motor untuk diberi pengarahan.

Tim Inafis Polres Ponorogo memeriksa jasad Kalam yang ditemukan gantung diri.

Ponorogo, Memorandum Warga Jalan Irawan Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Ponorogo, Jumat (29/11) subuh digegerkan dengan temuan orang gantung diri. Kalam (67), warga Jalan Irawan 28, ditemukan tergantung di teras depan rumahnya. Jasad korban pertama kali ditemukan istrinya, Misngatin (56) yang hendak salat subuh. Namun sitrinya tidak curiga dan menganggap korban tengah berdiri biasa. Setelah salat, Misngatin curiga posisi berdiri tidak berubah. Ketika dihampiri, dia terperanjat ternyata Kalam sudah meninggal dengan tali tambang kuning yang menjeret leher. Sempat shock, Misngatin memberitahukan kejadian tersebut ke tetangganya. Keluarga lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ponorogo. Petugas piket Aiptu Mariyanto segera menghubungi tim Inafis Polres Ponorogo untuk mendatangi TKP. Kapolsek Ponorogo AKP Haryo Kusbintoro membenarkan laporan orang gantung diri. “Iya benar, tadi anggota sudah ke lokasi guna olah TKP,” terang dia. Hasil pemeriksaan tim inafis, tidak ditemukan tanda penganiayaan pada jasad korban. “Berdasarkan hasil pemeriksaan tim, korban meninggal murni gantung diri,” tambah kapolsek. (ji/mt/epe)

FOTO: MEMORANDUM/M ALVIN

Polsek Ponorogo Olah TKP Gantung Diri

Magetan, Memorandum Satlantas Polres Magetan menggelar Dikmas (pendidikan masyarakat) Tertib Berlalu Lintas kepada 26 warga tentang peduli Kamseltibcar Lantas di Hotel Nusa Indah, Sarangan, Magetan. Mereka merupakan perwakilan dari kecamatan. Selama kegiatan, peserta mendapat pengarahan dari Kanit Dikyaksa Aiptu Sumarno mengenai tertib berlalu lintas di jalan. Di akhir acara, petugas memberi hadiah 4 helm kepada peserta yang beruntung. Kasatlantas AKP Ega Prayudi mengatakan, dengan kegiatan ini diharapkanx warga Magetan paham etika berlalulintas agar terhindar kecelakaan di jalan. (alv/ack/mt/epe)

FOTO: MEMORANDUM/M ALVIN

FOTO: MEMORANDUM/PUJI SISWANTO

Polres Magetan Ajak Warga Tertib Lantas

Warga mendapat hadiah helm gratis yang dipasangkan Aiptu Sumarno.

HUT Korpri di Kabupaten Magetan dirayakan dengan upacara yang dipimpin Bupati Suprawoto.

Kang Woto Jadi Irup HUT Korpri Magetan, Memorandum Peringatan HUT Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia) ditandai dengan upacara di alun-alun Magetan. Selaku inspektur upacara (irup), Bupati Suprawoto. Dalam sambutannya, Kang Woto, sapaan akrab bupati, mengajak segenap anggota Korpri untuk bersiap menghadapi persaingan masa kini dengan semboyan berkarya, melayani, dan menyatukan bangsa. “Dengan membangun nilai - nilai baru serta inovasi yang lebih cepat dan baik, sehingga tidak ada lagi kerja dengan pola lama,” katanya, Jumat (29/11). Selain itu, bupati juga menyentil tentang

“Peran Strategis Guru dalam Mewujudkan SDM Indonesia Unggul”. Menurut dia, peringatan HUT ke-74 PGRI sudah selayaknya sebagai abdi negara diharapkan bisa memberikan dedikasi untuk rakyat, bangsa dan negara dengan tetap menjaga persatuan dan kesatuan. “Hal ini juga merupakan salah satu bentuk upaya bela negara terhadap NKRI,” tambahnya. Dalam kesempatan itu, bupati juga menyerahkan penghargaan yang diraih Magetan di ajang PORNAS Korpri ke-XV yang digelar di Bangka Belitung (19-20 September 2019). Di antaranya Joko Purnama (SMKN 1 Magetan), peraih perunggu dalam lomba bulutangkis beregu putra. (alv/ack/mt/epe)

Selamat HUT Ke-50 SKH Memorandum dan Pembukaan Kantor Biro Mataraman di Kabupaten Magetan MARTABAK SAFRIDA Depan RSAL Jalan Ahmad Yani Surabaya


LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO

SABTU WAGE, 30 NOVEMBER 2019 HALAMAN 15

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686

Dua Tersangka Judi Dibekuk dikan, dan ternyata benar bahwa di depan warung milik saudara Sukat terdapat judi jenis dadu. Kemudian anggota melakukan penangkapan dan menyita barang bukti,” jelas AKP Djoko, Jumat (29/11) siang. Tersangka dan barang bukti, kata Djoko, langsung di bawa ke Mapolsek Pucuk guna proses penyidikan lebih lanjut dan mempertanggung jawabkan perbuatannya sesuai peraturan

Lamongan, Memorandum Polres Lamongan melalui Polsek Pucuk membekuk dua tersangka perjudian dadu di Desa Cungkup, Kecamatan Pucuk, Kamis (28/11) pukul 23.00. Kedua tersangka itu Kanzul Fikri Pratama (19) dan Khasan (50), warga setempat.

Tak Kantongi Surat Uji Kelayakan, 8 Sopir Disanksi Gresik, Memorandum Lima dump truck yang melintas di jalan Raya Deandles dan Jalan Raya Golokan- Sidayu diberhentikan saat petugas melakukan operasi gabungan, Jumat (29/11). Selain petugas Dinas Perhubungan (Dishub), juga dilibatkan Sub Detasemen Polisi Militer (Subdenpom) dan Satuan lalu lintas Polisi Resor (Satlantas Polres) Gresik. Karena tidak melakukan perpanjangan surat berkala uji kelayakan kendaraan bermotor, sopir truk dikenakan sanksi petugas. Kepala Dishub Pemkab Gresik Nanang Setiawan mengatakan, operasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan pemilik kendaraan angkutan barang. “Kamis (28/11), kemarin kami melakukan penindakan sesuai peraturan. Sopir mendapatkan sanksi tilang dari Satlantas Polres Gresik,” jelas Nanang, kemarin. Dalam UU No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, serta dalam peraturan Menteri Perhubungan No 133 tahun 2015 tentang pengujian berkala kendaraan bermotor, pemilik diwajibkan melakukan uji kelayakan setiap tahunnya. “Sehingga uji KIR itu wajib dilakukan oleh pemilik kendaraan. Tujuannya untuk memberikan keselamatan secara teknis terhadap penggunaan kendaraan bermotor,” terangnya. Saat uji kelayakan, kendaraan akan dilakukan pemeriksaan. Mulai susunan, perlengkapan, ukuran, rumah-rumah, dan rancangan teknis kendaraan bermotor sesuai dengan peruntukannya serta berat kendaraan. “Untuk pemeriksaannya dilakukan secara visual dan manual,” tambahnya. Paling sendikit kendaraan laik jalan meliputi emisi gas buang termasuk ketebalan asap gas buang, tingkat kebisingan klakson dan atau knalpot. Kemudian kemampuan rem utama, rem parkir, kincup roda depan, kemampuan pancar dan arah sinar lampu utama. Selain itu akurasi alat penunjuk kecepatan, kedalaman alur ban, daya tembus cahaya pada kaca. “Selain mengamankan 5 dump truk. Kami juga menindak kepada 3 sopir truk tronton karena diketahui tidak mengantongi surat-surat lengkap,” pungkasnya. (dri/har/mik)

Kasubbag Humas Polres Lamongan AKP Djoko Bisono menjelaskan, bahwa penangkapan berhasil dilakukan setelah anggota Unit Reskrim Polsek Pucuk melaksanakan patroli

mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di Desa Cungkup terdapat perjudian jenis dadu. “Dengan cepat perugas langsung melakukan penyeli-

Kasubbag Humas Polres Lamongan AKP Djoko Bisono

Harga Telur Ayam Boiler Selama Empat Pekan Terus Melonjak Gresik, Memorandum Selama empat pekan harga telur ayam boiler terus mengalami kenaikan, Jumat (29/11). Pada 7 November, telur ayam jenis ini masih seharga Rp 19.143 per kilogramnya. Memasuki pekan kedua di bulan yang sama, harga telur mulai naik menjadi Rp 20.571 per kilogram. Secara perlahan, di pekan ke tiga telur ayam ini kembali naik Rp 929 menjadi Rp 21.500 per kilogram. Di pekan ke empat harga telur ayam ini mulai terasa bagi sejumlah konsumen dan pedagang pasar. Tak tanggung-tanggung naiknya sekitar Rp 2.214 sehingga harganya mencapai Rp 23.714 per kilogram. Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindustrian Perdagangan (Diskoperindag) Pemkab Gresik Agus Budiono mengatakan, kanaikan harga telur tersebut berdasarkan hukum pasar. “Permintaan meningkat, tetapi dipasaran telurnya terbatas. Sehingga spikologis pasar mempengaruhi terhadap harga telur,” jelasnya.

FOTO: MEMORANDUM/ANDRIYANTO

Petugas operasi gabungan memeriksa kelengkapan surat-surat yang dibawa sopir truk.

Hajah Hajaroh sedang melayani pembeli telur ayam boiler di Pasar Kota, Gresik.

Sebagian besar pedagang di pasar mengatakan bahwa

kenaikan harga telur jenis ayam boiler disebabkan karena

mendekati hari-hari besar. Seperti hari raya natal dan tahun

baru yang sebentar lagi, sehingga kenaikan tersebut menjadi hal yang wajar bagi mereka. Salah satu pedagang di pasar kota, Hajah Hajaroh (65) mengatakan, kenaikan harga tersebut tidak menurunkan daya beli konsumen. Selama November 2019 ini penjualan telur ayam boiler mampu menjual 15 sampai 20 kilogram per harinya. “Saya jualnya Rp 24.000 per kilogramnya meskipun harganya naik untuk tidak mempengaruhi penjualan saya. Standar-standar saja,” tambahnya. Melihat kenaikan tersebut, sejauh ini Pemkab Gresik belum melakukan upaya intervensi harga terhadap sejumlah komoditas. Sebab, kenaikan harga tidak hanya terjadi pada telur, melainkan juga terjadi terhadap harga bawang merah. Semula harga bawang merah berada pada Rp 23.000 per kilogramnya. Namun secara bertahap hingga memasuki pekan ke empat di bulan November 2019, harga bawang merah menjadi Rp 28.571 per kilogram. (dri/har/mik)

Polisi Tak Temukan Motif Penyekapan

Bor Sumur, Keluar Bau Amoniak

Aniaya 2 Wanita, Warga Deket Dimassa

FOTO: MEMORANDUM/ALI

Lamongan, Memorandum Sumur yang baru dibor di rumah Puri (80), warga Dusun Dokiyo, Desa Pasi, Kecamatan Glagah mengeluarkan sumber gas alam, Rabu (28/11) lalu itu, akhirnya dihentikan. Awalnya, Puri mendatangkan lima pekerja untuk membuat sumber air bersih. Begitu mencapai kedalaman 24 meter, sumur bor tersebut menyemburkan air dan lumpur, hingga mencapai ketinggian 4 meter. Semakin lama tekanan semburan semakin menurun, akan tetapi berganti dengan tekanan udara disertai bau menyengat serupa dengan gas alam dan amoniak. Dengan kejadian itu, pekerja menghentikan pengerjaan sekitar pukul 14.00. Pemilik beserta keluarga, serta tetangga merasa takut dan khawatir akan dampak yang ditimbulkan. Peristiwa langkah tersebut akhirnya dilaporkan ke pihak pemerintahan desa, hingga akhirnya informasi dilanjutkan ke koramil, polsek dan camat yang dilanjutkan dengan peninjauan lokasi. Setelah dilakukan koordinasi, petugas BPBD mendatangi lokasi sumur bos di desa terpencil itu. Selama ini, banyak warga membuat sumur bor dengan kedalamana 90 meter. Namu, tidak pernah terjadi kejadian seperti ini. Mulanya, pekerja memulai pengeboran sejak pukul 08.00. Begitu mencapai kedalaman 24 meter, muncul semburan air dan lumpur. “Setelah itu, keluar bau gas. Kami sekeluarga takut dan khawatir dampaknya nanti. Saudara saya Tatik sempat pingsan saat merekam dan memotret tadi,” terang Nanik, anak Puri, kemarin. Nanik berharap, agar masalah ini bisa diatasi secepatnya. Sebab ia takut dan khawatir apabila gas tersebut bisa menyala jika disulut api, seperti yang dilakukan petugas. “Semoga bisa segera diberikan solusinya,” harapnya. Sementara itu, Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan Muslimin menjelaskan, setelah mendapatkan informasi dari masyarakat pihaknya langsung melakukan kroscek lokasi dan melakukan pengecekan kandungan gas dengan menyulutkan api. “Informasi yang kami dapat, ketika pada kedalaman 24 meter proses pengerjaan dihentikan oleh pekerja, karena ada semburan air disertai lumpur yang sangat kuat,” ujarnya. Beberapa saat kemudian, tekanan tersebut melemah dan berganti dengan dorongan udara yang berbau gas, seperti amoniak. Setelah dilakukan pengecekan ternyata gas tersebut bisa menyala jika disulut dengan api. Kesimpulannya udara yang keluar tersebut memgandung potensi kandungan gas yang bisa terbakar. Untuk sementara pihak BPBD belum bisa mengatakan itu bahaya atau tidak, Namun, BPBD berharap tidak ada sumber api di dekat lokasi. “Dengan peristiwa ini nanti kita koordinasi dengan dinas. Misalnya perekonomian dan lingkungan hidup, guna melakukan uji wilayah sekitar lokasi. Sementara kami lakukan tindakan preventif dengan memasang pipa ke atas untuk membuang gas keatas, dan saya berharap agar warga jauh dari lokasi sumur bor tersebut,” pungkasnya. (al/har/mik)

perundang-undangan yang berlaku. “Barang bukti yang diamankan sati unit HP yang terdapat aplikasi dadu, uang tunai Rp 280 ribu dan beberapa barang bukti lain yang ada di lokasi,” ujarnya. “Tersangka dijerat pasal 303 ayat (1) KUHP Jo pasal 2 ayat (1) Undang-undang nomor 7 tahun 1974 tentang penertiban perjudian,” pungkasnya. (al/har/mik)

Biin Abdussalam menerima formulir dari Ketua DPC PPP Naim.

Mantan Ketua PC NU Melamar Bacabup PPP Lamongan, Memorandum Mantan Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan Bi’in Abdusalam melamar jadi bakal calon bupati (bacabup) Lamongan untuk Pilkada 2020 ke DPC PPP Lamongan, Jumat (29/11). Komitmen tersebut ia wujudkan dengan mengambil formulir di kantor DPC PPP di Jalan Soewoko. Ketua DPC PPP Lamongan Naim mengatakan, bahwa Biin adalah orang kedua yang mengambil formulir setelah sebelumnya ada politikus senior PDI Perjuangan yang mengambil formulir melalui perwakilan. “Kiai Biin Abdussalam adalah pendaftar yang mengambil formulir nomer dua setelah tim Pak Suhandoyo, sebagai bakal calon bupati,” kata pria yang juga Ketua Fraksi PNRI DPRD Lamongan ini, kemarin.

Naim menjelaskan, PPP telah membuka penjaringan Bacabup dan Bacawabup Lamongan secara terbuka. Sebab, PPP Lamongan tidak memenuhi syarat untuk mencalonkan kader partai. “Ya, karena kami (PPP) belum memenuhi ketentuan untuk bisa mengusung kader sendiri. Akhirnya kita diinstruksikan untuk melakukan rekrutmen pencalonan ini secara terbuka,” ujarnya. Sementara Bi’in sendiri mengaku telah mendapatkan restu dari para kiai NU untuk mendaftarkan diri sebagai Bacabup Lamongan melalui PPP. “Kiai sepuh NU sudah memberikan restu lewat jalan apapun. Karena NU itu kan milik bersama, jadi lewat partai manapun nggak ada alasan untuk

Surat Permohonan Lamaran Ijasah S1 atau Yang Berpengalaman Jurnalis

BADAN PERTANAHAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA PENGUMUMAN: KANTOR PERTANAHAN KOTA SURABAYA II (Tentang Sertipikat hilang) PROVINSI JAWA TIMUR JL KREMBANGAN BARAT NOMER 57 SURABAYA, TELP (031)3531476, FAX (031)3531477

LOWONGAN WARTAWAN Dibutuhkan wartawan Penempatan wilayah GRESIK dan TUBAN Persyaratan:

tidak direstui,” terangnya. Bi’in juga menegaskan, bahwa dirinya telah melakukan berbagai persiapan sebelum memutuskan untuk mendaftarkan diri sebagai Bacabup Lamongan pada Pilkada 2020. Pria yang dikenal sebagai mubaligh itu tidak hanya mendaftar sebagai Bacabup melalui PPP, melainkan sebelumnya sudah mendaftar di PDIP, Partai NasDem dan Partai Gerindra. “Persiapannya ya macam-macam, yang jelas persiapan psikologi kita kan menghendaki satu perubahan yang lebih baik. Kita sudah komunikasi sedikitnya ada enam partai yang satu visi dan tinggal menunggu kapan partai itu membuka, nanti kita respon,” pungkasnya. (al/har/mik)

Gresik, Memorandum Proses penyelidikan kasus penyekapan disertai kekerasan sudah tuntas. Semua saksi sudah dimintai keterangan. Mulai dari kedua korban Ngatiyah,Musofa dan Soleh serta sejumlah saksi lain. Kerabat pelaku juga turut dimintai keterangan. Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Panji P Utama menjelaskan, tidak ada motif yang ditemukan dibalik kejadian itu. Karena pelaku sudah meninggal. Juga tidak ada antara pelaku dengan Soleh. Mereka sudah saling kenal sejak lama. Bahkan pernah bekerja satu profesi pada 2010 silam. Disampaikan Panji, pengakuan Soleh, jika pelaku memang mempunyai hutang sebesar Rp 5 juta. Untuk pengembalian diberikan jangka waktu satu minggu. Itupun, jika uang tersebut sudah ada. “Soleh mengaku tidak maksa, kalau ada uang ya disuruh bayar,” ujar Panji, kemarin. Utang piutang tersebut, Soleh mengaku tidak pernah ada masalah apapun. Bahkan, saat terjadi aksi pemukulan para korban mengaku bahwa pelaku tidak berbicara atau meminta apapun kepada mereka. “Hanya diam sambil memukul itu saja,” imbuhnya. Sementara istri dan kerabat pelaku sudah mengikhlaskan kejadian tersebut. Mereka membuat surat pernyataan yang isinya sudah ikhlas dan tidak akan menuntut secara hukum. Dan mengakui jika Sukitno melakukan kesalahan. “Sudah tuntas pemeriksaannya, motifnya juga tidak ditemukan,” pungkas mantan Kasatpolair Polres Gresik tersebut. (an/har/mik)

Nomor: 2324/300-35.80/XI/2019

Untuk mendapatkan Sertipikat baru sebagai pengganti Sertipikat yang hilang berdasarkan ketentuan pasal 59 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah, dengan ini diumumkan bahwa: No

NAMA ALAMAT PEMOHON

1

RIZAL SUGIARTO Jl San Diego M10/72 Pakuwon City Surabaya

LETAK JALAN NIB TERDAFTAR HAK ATAS TANGGAL a. JALAN TANAH JENIS & ATAS NAMA PEMBUKUAN b . DESA/KEL. NOMOR HAK c. KEC. Hak milik No. 4060 Kel. Kalisari Kec. Mulyorejo luas 128 m2

-

RIZAL SUGIARTO

27-09-2005 a. Kalisari Permai X (Sandiego M10/72) b. Kalisari c. Mulyorejo

KETERANGAN - Surat Pernyataan di Bawah Sumpah/Janji Tanggal 08-10-2019 - Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan Tanggal 02-10-2017 Nomor: SKTLK / B / 4076 / X / 2017 / SPKT / RESTABES SBY, Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Jawa Timur Resort Kota Besar Surabaya Jalan Taman Sikatan No.1 Surabaya.

Pas Photo 4×6 SKCK dari Kepolisian Contoh tulisan (2 berita krimimal dan Pemerintahan)

Lamaran kirim ke Alamat Perum Graha Bunder Asri Jl. Emerald VI No 3, Kembangan, Kebomas-Gresik atau email : Skhmemorandum.86@gmail.com cc hardy86ae@gmail.com

Dalam waktu 30 (Tiga puluh) hari sejak tanggal pengumuman ini, bagi mereka yang merasa keberatan dapat mengajukan keberatan-keberatan kepada kami dengan disertai alasan dan bukti yang kuat. Jika setelah 30 (Tiga puluh) hari tidak ada keberatan terhadap permohonan penggantian sertipikat tersebut diatas maka sertipikat pengganti akan diterbitkan dan berlaku sah menurut hukum dan sertipikat yang dinyatakan hilang tidak berlaku lagi.


GRESIK-PANTURA

SABTU WAGE, 30 NOVEMBER 2019

WEBSITE: memorandum.co.id  EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com

HALAMAN 16

KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP

Gresik, Memorandum Kecelakaan kembali terjadi di Jalan Raya Desa Abarabir, Kecamatan Bungah, Kamis (28/11) malam. Insiden yang melibatkan dua motor itu mengakibatkan tiga orang terkapar dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

LAKONE

Berdasarkan informasi, kejadian bermula ketika motor Honda Vario nopol W 5863 CD yang dikendarai Maslahatul Fitriyah (26), membonceng Zuhriyah (51). Kedua warga asal Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu berjalan dari arah utara ke selatan dengan kecepatan sedang.

SOSOK pemuda yang satu ini dikenal sangat merk, akyat. Bagaimana tidak, meski sudah duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Jawa Timur (Jatim), ia masih saja terlihat sederhana, dan selalu berbaur bersama masyarakat. Tak hanya itu, politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) inii Fauzan Fu’adi juga akan membantu memperjuangkan aspirasi masyarakat. Khususnya Dapil XII Bojonegoro-Tuban. Salah satunya adalah di bidang pendidikan. “Rata-rata orang NU ini kan latar belakang pendidikannya kan berbasis ke agamaan. Jadi apabila ada rekrutmen CPNS jurusan-jurusan bidang agama kurang mendapat tempat saya akan bantu memperjuangkan,” ujar Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim ini, tersenyum. Hal itu akan ia lakukan setelah tahu bahwa di Bojonegoro dan Tuban lulusan SI Guru Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) tidak disetarakan dengan SI Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Padahal beberpa daerah seperti Ponorogo, Malang sudah melakukan penerapan kesetaraan. Walau begitu, pengabdian tidak hanya menjadi PNS saja. Bagi dia, hal semacam ini perlu diperjuangkan agar nanti para lulusan sarjana ke agamaan bisa setara dengan sarjana lainnnya. (top/har/mik)

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Pendidikan Basis Agama

Desa Racikulon. Akibatnya, tabrakan tak terhindarkan. Ketiga penumpang motor itu terjatuh ke jalan raya dalam keadaan terkapar. Warga yang berada di sekitar lokasi memberikan pertolongan. Ada juga yang melaporkan kejadian itu kepada polisi. “Ketiganya sudah mendapat perawatan media di RS Fatma Medika, Sembayat,” kata Kanit Laka Satlantas Polres Gresik Ipda Yossy Eka Prasetya, kemarin. Dia mengatakan jika ketiganya menderita luka ringan.

Mendekati lokasi kejadian, pengemudi hendak belok ke kanan. Namun, tidak mendahulukan pemotor lain yang datang dari lawan arah (selatan - utara). Bersamaan datang motor Honda CB I50R nopol W 2383 BC yang dikendarai Adittya Mustofah (21), warga

cepatan tinggi,” imbuhnya. Sejumlah anggotanya sudah turun ke lokasi melakuka olah tempat kejadian perkara (TKP). Kedua kendaraan sudah diamankan ke Kantor Satlantas Polres Gresik. Sejumlah saksi pun juga telah di mintai keterangan. (an/har/mik)

Gresik, Memorandum Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gresik terus melakukan bersih-bersih minuman keras (miras) yang dijual di warung-warung. Dalam razia melibatkan unsur TNI ini, dilakukan di dua lokasi, Jumat (29/11). Razia sekitar pukul 10.00, petugas menyasar warung di wilayah Duduksampeyan, tepatnya di Dusun Gumining. Di warung milik Siti Rahayu itu, petugas menemukan 9 botol bir putih dan 2 botol bir hitam. Tidak semua minuman memabukan itu dijual bebas kepada para pembeli. Tetapi, khusus pelanggan yang kerap mampir ke warung tersebut. Pembeli yang sudah akrab dengan pemilik warung. “Awalnya disembunyikan di suatu tempat, setelah kami geledah berhasil ditemukan,” kata Kepala Bidang (Kabid) Trantibum Dinas Satpol PP Mulyono, kemarin. Disampaikan olehnya, ada dua petugas gabungan yang diterjunkan ke dua titik. Di wilayah Desa Boteng, Kecamatan Menganti milik Dariyanti. Anggotanya juga menemukan puluhan liter tuak yang siap dijual. Tuak itu masih dalam kemasan jeriken. “Ada dua jeriken yang ditemukan berisi tuak sekitar 20 literan. Semuanya kami amankan ke kantor,” imbuhnya. Sementara pemilik warung sudah dilakukan pendataan. Mereka akan diperiksa dan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang ada. Hal itu untuk memberikan efek jera supaya tidak mengulangi lagi perbuatannya. Ditegaskan, operasi gabungan itu untuk menciptakan ketertiban di masyarakat. Agar aktifitas warga aman tidak terganggu dengan dampak orang yang mabuk. “Jika ada yang minum lalu mabuk dan meresakan masyarakat. Kami upaya mencegah itu,” pungkasnya. (an/har/mik)

Tujuh Pejabat Dirombak, Kapolres Minta Anggota Tak Terlibat Narkoba Gresik, Memorandum Serah terima jabatan (sertijab) tujuh pejabat di lingkungan polres dilakukan di Mapolres Gresik, Jumat (29/11). Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo yang memimpin sertijab berpesan kepada seluruh anggota untuk tidak terlibat narkoba. Selain mencederai institusi, lanjut Kusworo juga berdampak pada sanksi besar yang akan diterima oleh yang bersangkutan. Salah satunya diberhentikan dari Polri secara tidak hormat. Mantan Kapolres Jember itu mengatakan, sebagai polisi harus bertanggungjawab untuk memenuhi harapan masyarakat. Memberikan pelayanan terbaik dan menjamin keamanan masyarakat. “Kami sampaikan kepada pejabat lama atas pengabdiannya selama ini khsusnya Kasatpolair. Semoga di tempat yang baru semakin sukses,” ujar alumnus Akpol 2000 tersebut, kemarin.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo memimpin sertijab di Mapolres Gresik.

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

Ia juga meminta kepada pejabat yang baru dapat mengemban amanah yang telah diberikan. Bagi kapolsek yang melaksanakan sertijab hari ini (kemarin,

FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO

Anggota patroli wilayah Tuban berdialog dengan penjaga toko.

mengantisipasi adanya tindak pidana kriminalitas maupun premanisme. Patroli dialogis juga dilakukan oleh Sektor Polres Tuban. Itu dilakukan gabungan Reskrim, Shabara dan Intelkam disejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi kerawanan krimininal. Di antaranya tempat keramaian dan tempat perbelanjaan.

Disampaikan, dalam kejadian tersebut, pemotor yang datang dari arah utara jika ingin berbelok harus mendahulukan kendaraan lain yang datang dari arah selatan. Karena sebaliknya, kecelakaan pun terjadi. “Beruntung motor yang datang dari selatan tidak berke-

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

Petugas satpol PP mendata minuman yang disita.

Polres Tuban Utamakan Patroli Dialogis Harmonis ndum Tuban, Memorandum olri Kehadiran Polri hsangat dibutuhskan oleh masni yarakat. Hal ini h dibuktikan oleh g, Polsek Palang, at Polres Tuban saat berpatroli di TPI (tempat pelelangan ikan) Karangagung, Kecamatan P a l a n g , Jumat (29/11). Tidak hanya melakukan patrol, dua anggota Polsek Palang, Aiptu Ali Mansur dan Aiptu Sutaji juga melakukan komunikasi kepada nelayan tentang pentingnya kerawanan kriminalitas. Baik itu kasus curat, curas maupun curanmor dengan meningkatkan patroli dialogis pada tempat keramaian di Tuban. Seluruh jajaran Polres Tuban selalu melaksanakan patroli ditempat-tempat keramaian

Petugas mengolah tempat kejadian perkara di Jalan Raya Desa Abar-abir.

Razia Gabungan, Sita Bir dan Puluhan Liter Tuak

Bawaslu Dibantu 50 Kader Awasi Pilkada 2020 Gresik, Memorandum Badan pengawas pemilihan umum (Bawaslu) Kabupaten Gresik hanya dibantu 50 kader untuk mengawasi pemilihan kepala aaerah (Pilkada) 2020 nanti. Jumlah tersebut diketahui setelah Bawaslu mengumumkan pendaftar yang lolos seleksi administrasi sekolah kader pengawas partisipatif (SKPP) pada 25 November 2019. Ketua Bawaslu Kabupaten Gresik, Moch Imron Rosyadi mengatakan setelah diumumkan mereka akan memperoleh pendidikan mulai 30 November sampai 1 Desember 2019 dan selanjutnya mereka akan membantu Panitia pengawas tingkat Kecamatan dan Desa. “Nantinya mereka diminta untuk memberikan pemahaman tentang demokrasi minimal di lingkup komunitasnya. Kemudian mereka membantu Bawaslu Kabupaten Gresik terkait pengawasan melalui informasi di lapangan,” jelasnya saat rapat persiapan SKPP di kantornya jalan Semarang, GKB, kemarin. Divisi Pengawasan Bawaslu Kabupaten Gresik, Muhammad Syafi’ Jamhari menambahkan bahwa adanya SKPP ini mengacu UU No 7 tahun 2017 pasal 102 ayat 1 b. Bunyinya, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu di wilayah Kabupaten atau Kota. “Sehingga Bawaslu RI membuat surat yang ditujukan kepada masing-masing Bawaslu Kabupaten atau kota untuk melaksanakan SKPP,” terangnya. Meskipun begitu, tugas SKPP saat ini belum di atur Bawaslu terkait mekanisme pengawasannya selanjutnya. Disamping itu Bawaslu juga belum berinovasi membuat laporan secara online, melainkan masih mengandalkan laporan dugaan pelanggaran secara manual. “Laporan dugaan aduan, kami masih mengandalkan laporan manual. Karena untuk melengkapi bukti formil dan materiil pelapor,” tambah anggota Bawaslu Kabupaten Gresik, Ach Nadhori. (dri/har/mik)

FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM

Tabrakan Motor, 3 Orang Terkapar

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono meminta rutinitas patroli dialogis yang humanis tetap dilakukan jajaran. “Dengan meningkatkan patroli dialogis, maka juga akan mengurangi tindak kriminalitas pada wilayah kabupaten Tuban,”tegas mantan Kasubdit Jatanras Polda Jawa Tengah ini. Melalui kegiatan patroli di-

alogis tersebut, lanjut Nanang, masyarakat juga turut merasa senang dengan kedatangan aparat kepolisian petugas pengamanan. “Silahkan segera melapor Polsek terdekat bila ada yang mencurigakan. Sehingga mudah untuk segera ditangani,”pungkas alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2000 ini. (top/har/mik)

red) diharapkan selalu menjaga hubungan baik dengan masyarakat di wilayah hukumnya. “Segera beradaptasi dengan lingkun-

gan masing-masing dan menjaga hubungan baik dengan masyarakat,” pungkas orang nomor satu di Polres Gresik tersebut. Sekadar diketahui, ke tujuh pejabat Polres Gresik yang dirombak di antaranya Kasatpolair AKP Nur Mahfud digantikan oleh AKP Masyur;, Kapolsek Menganti AKP Ramadhan digantikan oleh AKP Tatak Sutrisno. Yang menduduki jabatan sebagai Kapolsek Sidayu adalah AKP Ach Said. Kemudian AKP Sujiran yang sebelumnya sebagai Kapolsek Tambak bergeser jadi Kapolsek Bungah. Sementara yang mengisi jabatan sebagai Kapolsek Tambak adalah AKP Abdul Rokib. Selanjutnya, Kapolsek Cerme AKP Iwan Hari Poerwanto pindah ke Polrestabes Surabaya yang posisinya digantikan AKP Nur Amin. Kekosongan jabatan Kapolsek Kedamean akan diisi oleh Iptu Suparmin. (an/har/mik)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Memorandum Edisi 30 November 2019 by memorandum - Issuu