JUMAT PON, 29 NOVEMBER 2019
HARGA Rp 3.500,-
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com
GADIS SEMAMPIR GAGAL DIPERKOSA KAKAK ANGKAT DI WISATA MANGROVE
Surabaya, Memorandum Beredar video viral di medsos Facebook (FB), seorang gadis menangis karena menjadi korban percobaan perkosaan dan perampasan di wisata Mangrove, Wonorejo, Rungkut, Rabu (27/11) malam.
KRONOLOGI KEJADIAN
GRAFIS: MEMORANDUM/AZIZ
SERTIFIKA T
P ER S WAN DE
Panik karena Korban Berteriak Bersambung ke halaman 7
Setelah interview, pelaku mengajak SL ke kampusnya. Di tengah jalan, pelaku malah membawa korban ke wisata Mangrove.
1
SL diamankan di sebuah warung dekat wisata Mangrove Wonorejo, Rungkut.
TRI JOSAPHAT Saksi mata
Sinthya Lima ‘i’
2 FOTO: ISTIMEWA
Penjelasan korban, pelaku merupakan anak angkat ayahnya. Ia juga menceritakan kejadian bermula ketika SL dijemput pelaku di kos-kosannya di Jalan Semampir, lalu diantar interview kerja di Jalan Arjuno.
Awalnya, SL dijemput pelaku di kos-kosannya di Jalan Semampir. Selanjutnya korban diantar interview kerja ke Jalan Arjuno.
3
Pelaku lalu berupaya memerkosa adik angkatnya. Beruntung aksi itu gagal, karena warga berdatangan setelah SL berteriak meminta tolong.
LAHAN PARKIR TERBAKAR, ENAM TRUK LUDES
Oleh: Dahlan Iskan
U
FOTO: ISTIMEWA
ps, ada calon baru lagi. Untuk Direktur Utama PLN yang lama kosong: Sinthya Roesly. Mana yang lebih bagus? Rudiantara atau Sinthya? Saya harus mikir agak lama: dua-duanya sangat bagus. Untuk PLN. Rudiantara sangat bagus --kalau ia mau turun pangkat (DI’s Way:Antara Rudiantara). Sinthya sangat bagus --kalau dia masih cinta listrik. Saya pun harus kembali memuji pada orang yang menemukan nama Sinthya Roesly ini. Bersambung ke halaman 4
Nella Kharisma
Dikabarkan Selingkuh, Nella Kharisma Wadul Polda Surabaya, Memorandum Lahan parkir seluas setengah hektar yang berada di Jalan Kenjeran terbakar pada Kamis (28/11) dini hari. Bersambung ke halaman 7
Surabaya, Memorandum Me ra s a n a m a b a i k n y a dicemarkan melalui media sosial, penyanyi Nella Kharisma wadul ke Polda Jatim. Penyanyi yang naik daun dengan lagu ‘Jaran Goyang’ ini dikabarkan telah berselingkuh. Bersambung ke halaman 7
Petugas damkar berusaha memadamkan api yang membakar lahan parkir di Jalan Kenjeran.
FOTO: MEMORANDUM/INDRA
Nurhayati diamankan warga dari lokasi kejadian.
Surabaya, Memorandum Seorang perempuan kondisi hamil lima bulan, nekat membobol rumah warga di Jalan Wonokusumo Bakti III, Kamis (28/11) dini hari. Apesnya ulah pelaku, Nurhayati (32), warga Jalan Sidotopo Sekolahan, tepergok pemilik rumah, Halim (35), saat pulang kampung dari Madura dan mendapati sedang mengacak-acak lemarinya. Bersambung ke halaman 7
Nobar Film Sang Prawira dengan Netizen Gisella Anastasia
Gagal Fokus SUDAH sewajarnya perilaku para selebritis selalu menarik untuk disorot atau sekadar dikomentari. Meski apa yang dilakukan itu merupakan hal biasa. Bersambung ke halaman 7
Surabaya, Memorandum Polres Pelabuhan Tanjung Perak menggelar nonton bareng (nobar) netizen film “Sang Prawira” di CGV Cinemas BG Junction, Jalan Bubutan 1-7, Kamis (28/11). Pejabat yang hadir menemani para netizen, antara lain Kabag Sumda Polres Pelabuhan Kompol Budi Idayati, Paur Subbag Humas Bripka Amin, dan Bersambung ke halaman 7
Benar mas, kami telah mengamankan pelaku pembobolan dan masih diperiksa anggota. Dari tangannya kami menyita barang bukti uang Rp 80 ribu. KOMPOL ARYANTO AGUS Kapolsek Semampir
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
Wanita Hamil Tepergok Bobol Rumah di Wonokusumo
Petugas mengamankan terduga pelaku pencurian mobil di Jalan Kedungdoro. Para perwira Polres Pelabuhan Tanjung Perak selfi bersama netizen usai nobar film Sang Prawira di Cinemas BG Junction.
FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
Amankan Terduga Pelaku Xpander Curian Ditemukan di Kedungdoro Surabaya, Memorandum Mobil rental milik warga Nganjuk yang dikabarkan dicuri, ditemukan di Jalan Kedungdoro berikut terduga pelakunya, Rabu (27/11) malam. Bersambung ke halaman 7
PERJALANAN MENUJU JALAN YANG LURUS DI BAWAH PANJI AGAMA Έ2Ή
Suami Berubah Beringas, Dianggap sebagai Gawan Bayi + Meng, musim hujan tiba warga Koblen resah sampah menggunung jadi sarang penyakit. -
Ini ujian berat lho buat Bu Risma ibu e arek Suroboyo.
Si Mameng (Gak mau sakit)
Endang mengaku tidak mengerti mengapa suaminya bersikap seperti itu. Bondan memang temperamental. Namun, belum pernah dia bersikap sekasar itu. Kalau marah, paling-paling berteriak-teriak atau membanting barang-barang di rumah. Yuli Setyo Budi, Surabaya
Sampai pagi Endang tidak bisa tidur dan menemukan alasan di balik perilaku Bondan. Dipandanginya lelaki yang disayangi sejak duduk di bangku kelas satu SMA itu. Mulanya Endang mengira Bondan menyuruhnya menggugurkan kandungan karena sedang mabuk. Ternyata perkiraan tersebut keliru. Bukan ma-
PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986 PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390 REDAKSI: 031-8275390 FAX: 031-8291078
lam itu saja Bondan memaksa Endang menggugurkan kandungan, melainkan berkali-kali. Sepekan setelah itu Bondan bahkan tega menendang perut Endang. Sama seperti sebelumnya, Bondan juga menunjukkan tanda-tanda berada di bawah pengaruh minuman keras. Bersambung ke halaman 7
SIDOARJO
JUMAT PON, 29 NOVEMBER 2019 HALAMAN 2
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BIRO: Jokosan Jokosan. W WARTAWAN: H Darianto, H Hariono, HM Shoumu, Waras Subarkah. PEMASARAN/IKLAN: M Suud, Sudedi Minarno, Iswin Arizzal, Jim Darwin. TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com
FOTO: MEMORANDUM/HAR
Kurungan ayam aduan dan tempat duduk dari besi dibongkar, dibawa ke Mapolsek Tulangan.
Polisi Bongkar Arena Sabung Ayam Tulangan Sidoarjo, Memorandum Petugas Polsek Tulangan membongkar arena judi sabung ayam di Desa Pangkemiri, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo. Langkah tegas itu atas perintah Kapolresta Sidoarjo Kombespol Zain Dwi Nugroho, setelah menerima laporan dari masyarakat.
Sidoarjo, Memorandum Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), Achmad Amir Aslichin menggelar jaring aspirasi masyarakat (Jasmas) reses ke 1 tahun 2019 di Cafe Ale-Ale, Pondok Jati, Sidoarjo, Rabu (27/11). Anggota Fraksi PKB yang berangkat dari Dapil Surabaya-Sidoarjo itu melakukan jasmas nya dengan warga Sidoarjo, terutama pemuda KarangTaruna se-Kabupaten Sidoarjo. Putra sulung Bupati Sidoarjo H Saiful Ilah itu mengatakan, acara itu merupakan kewajiban sebagai wakil rakyat dalam menyerap aspirasi atau gagasan dari warga masyarakat. Terutama Karang Taruna Kabupaten (Kartarkab) Sidoarjo. Dihadapan anggota Kartar se-Kabupaten Sidoarjo, Achmad Amir Aslichin menegaskan, bahwa di era sekarang ini generasi muda, terutama pemuda agar berperan aktif dalam pembangunan di wilayah masing-masing. “Sudah saatnya anak-anak muda, terutama warga Kartar berperan aktif dalam pembangunan di wilayah masing-masing,” harap Mas Iin panggilan akrab Achmad Amir Aslichin. Selain itu warga Kartarkab Sidoarjo harus membekali diri dengan pengetahuan dan mengembangkan kemampuannya di bidangnya masing-masing. Dia juga mengungkapkan bahwa Kartar harus kreatif dan inovatif dalam melihat peluang bagi kemajuan Kabupaten Sidoarjo.“Kartar harus memiliki kreativitas dan inovasi serta mampu memanfaatkan teknologi informasi,” ungkap dia.
FOTO: MEMORANDUM/DAR
Mas Iin Gelar Jaring Aspirasi Kartar Se-Kabupaten Sidoarjo
Achmad Amir Aslichin yang sudah tidak asing lagi di kalangan karang taruna Sidoarjo.
Imam Safi’i, Ketua Kartarkab Sidoarjo berharap dengan adanya pertemuan ini, Mas Iin bisa memperjuangkan keinginan-keinginan anggota Kartar untuk kemajuan Kabupaten Sidoarjo. “Pertemuan tadi ada banyak sekali pertanyaan dan masukan dari anggota. Untuk itu, saya sangat berharap bisa ditanggapi dalam sebuah realisasi nyata,” harap dia. Kegiatan reses atau Jasmas itu dihadiri oleh sekitar 200 anggota Kartar dari 18 kecamatan se-Kabupaten Sidoarjo. (dar/jok/pi)
Bahkan Kapolsek Tulangan dan Danramil Tulangan bersama perangkat desa setempat juga melakukan kordinasi dengan pemilik lahan, agar arena sabung ayam dari besi yang dicor dan dilas, untuk dibongkar. “Kami juga meminta pemilik lahan agar tidak mengulangi lagi praktik sabung ayam. Personel kami bersama babinsa juga akan terus mengawasi lokasi tersebut, agar jangan sampai terulang lagi,” tegas AKP Gatot Setyo Budi. (har/som/jok)
“Laporan masyarakat telah kami tindaklanjuti, hari ini (kemarin,red) kami bersama Forkopimka Tulangan mendatangi lokasi yang diduga sebagai arena sabung ayam di Desa Pangkemiri,” ujar Kapolsek Tulangan AKP Gatot Setyo Budi, Rabu (27/11) sore. Upaya bersama yang dilakukan dalam memberantas penyakit masyarakat tersebut pun membuahkan hasil. Di lokasi yang diduga sebagai tempat perjudian tersebut ditemukan arena sabung ayam dan perlengkapannya. Mengantisipasi terulangnya kegiatan perjudian tersebut dilakukan pembongkaran beberapa fasilitas yang dipakai sabung ayam. Kurungan-kurungan ayam aduan juga diangkut petugas.
Pansus Minta Aset Daerah Disertifikatkan Hindari Masalah Hukum, Tapal Batas Harus Jelas di Taman itu mengatakan, aset daerah harus memiliki kekuatan hukum seperti sertifikat. “Tapal batas juga harus jelas. Ini untuk menghindari masalah hukum seperti yang terjadi dalam sewa menyewa aset daerah di Ponti,” ujar Adhi, sapaan akrab Adhi Samsetyo Djoko Lelono SH MH. Adhi menambahkan, sewa menyewa aset daerah di Ponti sempat menimbulkan masalah hukum lantaran tapal batas tidak jelas. “Kalau disertifikatkan, masalah seperti itu tidak akan terjadi. Karena itu, setelah Pansus dibentuk, kami langsung turun ke BPN Sidoarjo. Kami koordinasi untuk menjembatani BPN dan
Ketua Pansus Raperda Barang Milik Daerah H Adhi Samsetyo Djoko Lelono SH MH
ertifikat aset daerah,” Pemkab terkait sertifi g juga tercatat sebagai jelas politisi yang salah satu lawyer di Jawa Timur itu. a soal sertifikat aset Tidak hanya daerah, m menurutt Adhi, masalah penting yang tengah dibahas Pansus Aset adalah ter et daerah di Peta Area terkait aset Terdampa Terdampak (PAT) lumpur panas Lapindo. Statusa erah di PAT sampai saat Status aset daerah ini tidak je et daerah tidak boleh jelas. Aset dijual, teta tetapi bisa ditukarguling. Pansus Aset berha et daerah yang berada berharap aset di PAT ditu ling sehingga tidak hiditukarguling lang dan te am oleh lumpur panas. tenggelam “Samp “Sampai saat ini status aset daerah di PAT tida tidak jelas.. Aset daerah itu tenggelam ole pur panas dan belum oleh lumpur ada pengg a,” paparnya. penggantinya,” Akan lebih baik bila aset daerah yangb rah yang berada di PAT itu ditukarguling dan bisa d faatkan oleh pemkab. dimanfaatkan Untuk ma u (aset daerah di PAT), masalah itu pihaknyaa ordinasi dengan PPLS pihaknya akan koordinasi (penggant (pengganti BPLS).. Akan membicarakan bagaiman bagaimana aset daerah yang berada di PAT dan m yakan kemungkinan menanyakan ditukargul ngan tanah di luar PAT ditukarguling dengan yang bisa dimanfaatkan faatkan oleh pemkab. Sem a itu, anggota Pansus Sementara Aset ef Bachtiar ST menAset, H Arief yo erjasama Pemkab yoroti kerjasama gan pengelola dengan
Sun City Mall. Dikatakan, sekitar 13 tahun lagi kerjasama Sun City Mall yang menyewa lahan Pemkab Sidoarjo sekitar hampir 4 hektar akan habis. Tepatnya tahun 2030 yang akan datang. Sedangkan pihak Sun City Mall saat ini membangun apartemen yang akses jalannya lewat area Sun City Mall, lahan eks lapangan golf milik Pemkab tersebut. Yang menjadi kajian Pansus Aset Barang milik Daerah, bagaimana nasib user yang membeli apartemen seharga Rp 600 juta per unit itu jika kerjasama tersebut sudah habis. Akan lewat jalan mana para penghuni apartemen nanti. “Meski masih lama, namun kita pikirkan nasib mereka,” ujar
politisi Partai Golongan Karya (Golkar) yang juga dikenal sebagai kontraktor besar Sidoarjo itu. Berdasarkan keterangan dari kementerian yang membidangi kerjasama aset milik pemerintah, setelah kerjasama habis, maka sewa lahan seluas hampir 4 hektar harus dilakukan lelang ulang. Yang dikha-
watirkan kelak, lelang ulang tidak lagi dimenangkan oleh pihak Sun City Mall. “Pansus melangkah ke sana untuk memastikan jaminan dari pihak manajemen apartemen kepada para penghuni apartemen. Setelah sewa habis dan bila manajemen Sun City Mall tidak menangkan lelang lagi, mau dilewatkan mana jalan bagi penghuni apartemen. Karena kami yakin, pihak penghuni tidak sejauh itu untuk mempertanyakan kejelasan tersebut,” papar Arief, sapaan akrabnya. Dan, lanjut Arief, pihak apartemen juga belum tentu telah menjelaskan apa adanya, soal kondisi berdirinya apartemen tersebut. (adv/dar/jok/pi)
FOTO: MEMORANDUM/ADV
Sidoarjo, Memorandum Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Barang Milik Daerah atau Aset Daerah DPRD Sidoarjo, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menyertifikatkan semua aset daerah. Salah satu caranya adalah dengan mengikutkan Prona yang digelar BPN (Badan Pertanahan Nasional). Hal itu disampaikan Ketua Pansus Aset DPRD Sidoarjo H Adhi Samsetyo Djoko Lelono SH MH. Politisi PAN (Partai Amanat Nasional) yang tinggal
Anggota Pansus Raperda Barang Milik Daerah H Arief Bachtiar ST.
EKBIS & PENDIDIKAN Bina Perusahaan UKM, Gubernur Raih Penghargaan
JUMAT PON, 29 NOVEMBER 2019
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
Surabaya, Memorandum East Java Economic (Ejavec) Forum 2019 mendukung kemajuan ekonomi Jawa Timur. Kegiatan tahunan yang diprakarsai Bank Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga tersebut, telah memasuki tahun keenam dengan mengambil tema Transformasi Ekonomi Jawa Timur: Menekan Ketimpangan, Meraih Pertumbuhan Berkelanjutan. Difi A Johansyah, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur mengatakan, Ejavec 2019 berlangsung selama 26-27 November 2019 dengan hasil sebanyak 85 full paper, dan 45 full paper yang berhasil masuk dalam babak presentasi final. “Ejavec Forum yang mengupas berbagai isu strategis Jawa Timur dalam bentuk presentasi paper ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan tentang perekonomian Jawa Timur,” terang Difi A Johansyah. Ejavec, lanjut l Difi A Johansyah, menggali rekomendasi dan solusi kreatif untuk mengatasi berbagai kendala yang ada di Jawa Timur. Forum diskusi pembahasan perekonomian Jawa Timur akan kurang efektif apabila tidak diimbangi dengan pengetahuan dan pemahaman yang sama oleh seluruh masyarakat dan pelaku ekonomi Jawa Timur. Untuk mewadahi hal tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan FEB Unair telah menyusun Ejavec Journal. Ejavec Journal merupakan karya ilmiah terpilih dalam penyelenggaraan Ejavec Forum yang telah dihelat sebelumnya. Ejavec Journal kata Difi A Johansyah, akan menjadi wadah bagi karya-karya ilmiah terapan mahasiswa, akademisi, pelaku ekonomi, dan masyarakat umum yang akan mengupas mengenai perekonomian Jawa Timur dan memberikan usulan rekomendatif kepada Pemerintah Daerah serta Bank Indonesia. “Hingga saat ini, telah terbit tiga volume Ejavec Journal sebagai publikasi dan rujukan bagi segala kalangan terhadap isu-isu strategis sosial ekonomi Provinsi Jawa Timur,” lanjut Difi.(day/lis)
Suasana pelatihan tempat kerja internasional kualifikasi dasar Jerman.
Pendidikan Vokasi Butuh Pahlawan Surabaya, Memorandum Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto mengatakan, pelaksanaan program pendidikan vokasi sistem ganda perlu perjuangan. Adik Dwi Putranto mengingatkan, sekolah maupun industri harus mau berkorban demi terciptanya tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). “Belum maksimalnya program pendidikan vokasi sistem ganda yang digagas pemerintah karena masih belum adanya komitmen kuat dari dua belah pihak, baik sekolah maupun dunia usaha dan industri untuk melaksanakannya dengan sebaik mungkin,” terang dia. Lanjut Andik, vokasi butuh pahlawan. Vokasi butuh dua kaki yang setara panjangnya. “Industri dan sekolah yang mau berusaha semaksimal mungkin untuk mengaplikasikan sistem pendidikan ini dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan prosedur. Tidak semata-mata menerima pemagang dengan jumlah banyak tanpa berpikir bagaimana mendidik mereka menjadi tenaga kerja yang kompeten,” ujar Adik yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jatim saat pelatihan pelatih tempat kerja di Graha Kadin Jatim, Surabaya. Dalam hal ini, sebenarnya Kadin Jatim bersama BKSP Jatim telah bekerjasama dengan IHK Trier Jerman sejak 2015 untuk mencetak tenaga pengajar atau pelatih tempat kerja, in company trainer. Pelatihan secara continue dilakukan empat hingga lima kali dalam setahun. Dan hingga saat ini telah berhasil mencetak 453 lulusan pelatih tempat kerja. Koordinator Program Kemitraan Pendidikan Kejuruan IHK Trier Jerman di Indonesia, Andres Gosche membenarkan bahwa kedua belah pihak, sekolah dan DUDI sama-sama masih belum memiliki kesadaran penuh atas pentingnya program tersebut dalam mencetak tenaga kerja yang berkompeten. Padahal ini adalah masa depan Indonesia. Karena ilmu bisa didapatkan dari kurikulum sekolah, sementara keahlian bisa didapatkan di pelatihan tempat kerja. Keduanya harus seiring dan memiliki komitmen yang sama untuk mencetak tenaga kerja yang berkompeten, yang sesuai dengan kebutuhan DUDI. (day/lis)
Penghargaan yang diprakarsai Kementerian Tenaga Kerja RI ini diberikan kepada Gubernur Khofifah atas dukungan dan pembinaannya, kepada perusahaan UKM asal Jatim yang berhasil meningkatkan produktivitasnya, sehingga perusahaan tersebut meraih penganugerahan Produktivitas Paramakarya 2019. Adapun perusahaan pemenang penghargaan Paramakarya tersebut adalah UD Dede Satoe usaha sambel dari Kota Surabaya yang mendapatkan trofi dan piagam penghargaan (kategori perusahaan kecil), sementara perusahaan yang masuk menjadi nominator adalah UD Rizqi Agung dari Kabupaten Ponorogo, dan CV Bintang Anugerah dari Kota Mojokerto. Untuk meraih penghargaan Paramakarya ini tidaklah mudah, dikutip dari website resminya, yakni https://paramakarya.com,
penilaiannya dilakukan dengan menggunakan Malcolm Baldrige Criteria yang terdiri dari tujuh kriteria, ditambah satu kriteria baru sehingga menjadi delapan kriteria. Kedelapan kriteria tersebut adalah leadership atau kepemimpinan, strategic planning atau perencanaan strategik, human resources development and management atau fokus pada pengembangan kompetensi sdm dan organisasi, customer and market focus atau fokus pada pelanggan dan perluasan pasar. , information and analysis atau data, informasi dan analisa, process management atau manajemen proses, business results atau hasil usaha, dan terakhir adalah productivity atau produktivitas. Dari seluruh persyaratan tersebut, Jatim mampu meloloskan enam perusahaan UKM, dari keenamnya, hanya tiga yang mampu lolos masuk menjadi
Gubernur Khofifah menerima penghargaan Pembina Produktivitas Paramakarya 2019 dari Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin.
nominator. Kemudian, dari tiga perusahaan itu, hanya satu perusahaan yang berhasil memenangkan Paramakarya 2019. Karena itu, raihan penghargaan Paramakarya ini disambut dengan rasa bangga dan penuh syukur oleh Gubernur Khofifah. Orang nomor satu di Jatim ini mengatakan, penghargaan ini berkat upaya seluruh pihak untuk memajukan sektor UKM di Jatim. Kedepan, dirinya berkomitmen untuk terus mengembangkan sektor tersebut.
Sebab, berdasarkan data BPS, Jatim adalah provinsi industri, dengan jumlah 816.804 unit usaha, yang menyerap total 3.186.646 tenaga kerja. Dari jumlah tersebut, sebanyak 793.280 atau 97,12 persennya adalah perusahaan industri kecil, yang mampu menyerap sebanyak 1.835.827 atau 57,6 persen dari total keseluruhan tenaga kerja di Jatim. Sedangkan perusahaan yang masuk industri menengah di Jatim adalah sebanyak 22.323 perusahaan, yang menyerap sebanyak
969.696 atau 30,43 persen dari total tenaga kerja di Jatim. Agar produktivitas dan kinerja sektor UKM ini semakin meningkat, gubernur wanita pertama di Jatim ini siap mendorong kemudahan akses permodalan kepada sektor tersebut, contohnya lewat KUR. “Maka sektor UKM harus mendapatkan ruang, baik permodalan seperti KUR, pendampingan, akses pasar maupun proteksi regulasi yang dibutuhkan. Misalnya untuk petani garam, nelayan, dan sektor yang lainnya,” kata Khofifah. Kemudian, juga dibutuhkan sinkronisasi regulasi guna memberikan ruang gerak dan proteksi bagi pelaku UKM. Sebab regulasi yang sinkron akan menjawab kebutuhan dan menghilangkan kendala yang menghambat berkembangnya sektor UKM. Dalam sambutannya, Menteri Tenaga Kerja RI Ida Fauziyah mengatakan, penghargaan Paramakarya ini diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang berhasil meningkatkan produktivitasnya minimal 3 tahun berturut turut. Penghargaan produktivitas di atas terdiri dari penghargaan Siddhakarya dan Paramakarya. (yok/lis)
Majukan Pendidikan, Gelar Seminar Ilmiah Guru Surabaya, Memorandum Sebagai upaya memajukan pendidikan di Kota Pahlawan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Surabaya kembali menggelar Seminar Ilmiah Guru dan Tenaga Kependidikan jenjang TK, SD, dan SMP se-Kota Surabaya 2019 dan Lomba Kreativitas dan Inovasi Pembelajaran. Kegiatan diselenggarakan mulai Rabu (27/11) hingga Kamis (28/11) di Kompleks Gedung Balai Pemuda. Kepala Dispendik Kota Surabaya Supomo mengatakan, kegiatan ini jangan hanya dijadikan formalitas, melainkan sebagai bagian ikhtiar dalam rangka memajukan pendidikan di Kota Surabaya. “Ke depan kita ingin anak-anak Surabaya menjadi pemimpin, anak-anak yang bermanfaat bagi keluarga. Dengan demikian, ganjarannya bagi guru adalah surga,” kata Supomo dalam rilisnya. Menurut Supomo, dinamika pendidikan di Kota Surabaya sangat luar biasa. Dia berharap, ke depannya menjadi lebih baik dan memenuhi asas keadilan di masyarakat. “Siapapun tidak akan mampu mengerjakan sendiri. Saya mengajak
siapapun untuk bergandengan tangan menyelesaikan berbagai persoalan yang belum selesai,” ujar dia. Mantan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya ini melanjutkan, dalam rangka memajukan pendidikan di Kota Surabaya, dirinya tidak hanya berkomunikasi dengan kepala sekolah dan guru, melainkan juga tenaga keamanan dan tenaga kebersihan di sekolah. “Saya ingin pendidikan lebih maju dan pendidikan yang sesuai zaman,” tegas dia. Pada seminar ilmiah ini, materi disampaikan oleh Rektor Universitas Dr Soetomo (Unitomo) Bachrul Amiq dan Guru SMPN 17 Surabaya Atiko. Amiq menjelaskan mengenai tantangan profesionalisme guru menghadapi era industri 4.0, sedangkan Atiko menyosialisasikan rumah belajar. Menurut Amiq, guru adalah profesi karena membutuhkan keahlian dan hasil dari pelatihan. Guru yang profesional, setidaknya memiliki skill atau keterampilan, dan pengetahuan (knowledge), serta etika. (alf/lis)
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
Ejavec Forum 2019 Dukung Kemajuan Perekonomian Jatim
Jakarta, Memorandum Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berhasil meraih penghargaan Pembina Produktivitas Paramakarya 2019. Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin kepada Gubernur Khofifah di Istana Wapres RI, Kamis (28/11) pagi. FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
Difin A Johansa dan Amanlison Sambiring mendampingi Wagub Emil Dardak.
HALAMAN 3
Kepala Disdik Kota Surabaya Supomo (tengah) bersama Rektor Unitomo Bachrul Amiq dalam Seminar Ilmiah Guru dan Tenaga Kependidikan di kompleks gedung Balai Pemuda.
Bupati Fadeli Ajak Kader Posyandu Jadi Pelopor Kesehatan Lamongan, Memorandum Bupati Fadeli melantik Ali sebagai Kades Kaligerman, Kecamatan Karanggeneng, di Balai Desa Kaligerman, Kamis (28/11). Ali sebelumnya tidak bisa dilantik secara serentak bersama 369 kades lainnya di Pendopo Lokatantra lantaran sakit. Pada 15 September 2019, Kabupaten Lamongan sukses menggelar dengan kondusif pilkades serentak terbanyak di Indonesia, yaitu 385 desa. Sebanyak 369 kades dilantik di Pendopo Lokatantra pada 7 November 2019. Satu orang (Kades Kaligerman) sakit dan sisanya masa jabatannya belum berakhir. Usai melantik Kades Kaligerman, Bupati Fadeli menjelaskan ada kades yang masa jabatannya
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL EMAIL:: memorandumredaksi@gmail.com
Bupati Fadeli melantik Kades Kaligerman Ali.
berakhir pada akhir Januari 2020. Sehingga pelantikannya baru bisa dilaksanakan di awal Februari 2020. Kepada Kades Kaligerman dan seluruh kades di Karang-
geneng yang hadir, Fadeli berpesan agar menjadikan kader posyandu dan ibu-ibu PKK sebagai pelopor di bidang kesehatan. Seperti dengan aktif mengkampanyekan berperilaku hidup
sehat untuk memanfaatkan jamban keluarga yang sudah dibangun secara cuma-cuma oleh pemerintah daerah. Kemudian agar secara terus menerus memberikan penger-
tian pada ibu-ibu hamil dan yang memiliki balita untuk memenuhi kecukupan gizi anak agar tidak tumbuh stunting. “Lamongan ini kaya akan sumber daya alam berupa ikan. Dengan mengkonsumsi ikan, ini berarti kita telah bertanggung jawab memberikan gizi yang cukup bagi anak yang ada dalam kandungan, atau yang masih balita, ” ujar dia. Terkait pengelolaan desa, pemerintah desa di Karanggeneng sebenarnya, menurut Fadeli, bisa mencontoh Desa Latukan yang menjadi pemenang dalam Program Desa Karakter Unggul dan Pintar (Desaku Pintar). Desa ini juga dikenal memiliki badan usaha milik desa (BUMDes) yang sehat dan memiliki banyak unit usaha. (*/udi/lis)
AREMA Jutaan Batang Rokok Ilegal Dibakar
JUMAT PON, 29 NOVEMBER 2019 HALAMAN 4
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.
Malang, Memorandum Sejuta lebih batang rokok berbagai merek dibakar di halaman Kantor Wilayah Dirjen Bea Cukai (Kanwil DJBC) Jawa Timur II, Jalan Raden Intan, Kota Malang, Rabu (27/11). Jika dinominalkan, rokok ilegal tak bercukai itu bernilai Rp 500.161.400. Rokok tersebut sudah ditetapkan sebagai barang milik negara dan
mendapat persetujuan pemusnahan dari Dirjen Kekayaan Negara dan
Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Malang. Kepala Kanwil DJBC Jawa Timur II Oentoro Wibowo menjelaskan rokok ilegal tersebut hasil penindakan sejak Desember 2017 hingga Pebruari 2019. “Dari penindakan ini, kerugian negara yang berhasil diselamatkan sekitar Rp 400 juta,” tuturnya saat pemusnahan
Sinthya Lima ‘i’ Radar saya tidak sampai ke nama itu. Mungkin karena saya memang tidak pernah mikir lagi siapa harus jadi apa. Mungkin juga karena saya melihat Sinthya sudah sangat mencintai dunia barunya: perbankan. Dia sudah jadi banker. Sinthya sudah menjadi Dirut Bank Exim. Yang nama resminya adalah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Sejak enam tahun lalu. Bahkan baru saja Sinthya diangkat lagi. Tiga bulan lalu. Untuk masa jabatan kedua di bank itu.
barang ilegal. Selain itu, dari PPN dan pajak rokok setidaknya dapat diselamatkan potensi kerugian penerimaan negara sebesar Rp 107.928.021. Melalui penindakan ini, dapat tercipta kondusifitas persaingan usaha industri rokok dalam negeri sehingga terhindarkan potensi pemutusan hubungan kerja
Sambungan dari halaman 1 Tapi cinta pertama Sinthya memang adalah listrik. Sinthya adalah insinyur listrik dari Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Ketika di PLN tugasnya di bidang yang sangat listrik: P3B. Saya sudah lupa singkatan apa itu. Orang teknik, kalau bikin singkatan, tidak mempertimbangkan sastra. Yang saya tahu --dan ini tertancap dalam otak saya-P3B adalah otaknya PLN. Seluruh gardu induk adalah urusan P3B. Seluruh aliran listrik urusannya di bawah P3B. Listrik mati P3B-lah yang sering jadi
tertuduh --meski padahal penyebabnya sengon. P3B pula yang berkuasa: listrik dari pembangkit mana harus dialirkan ke mana. Kalau gardu induk A bermasalah harus dicari jalan: aliran listrik dialihkan ke mana --lewat gardu yang mana lagi. P3B adalah guru listrik saya. Sampai saya tahu bahwa listrik itu ternyata tidak bisa disebut dengan istilah ‘mengalir’. Listrik itu ternyata potongan-potongan yang dikirim per potong. Hanya saja kecepatan kirimnya begitu tinggi sehingga terlihat seperti mengalir.
Waktu itu belum begitu populer listrik jenis lain: solar cell. Seharusnya saya sudah tahu yang seperti itu sejak SMA --kalau saja saya bukan lulusan madrasah. Setelah berkarir matang di P3B Sinthya pindah ke bagian keuangan. Bagi Sinthya urusan keuangan itu kecil --dibanding listrik. Dengan cepat dia mendalami ilmu keuangan. Prestasinya di bidang keuangan juga menonjol. Menteri Keuangan pun tahu ada mutiara keuangan di PLN. Lantas diminta menjadi salah satu direktur di Bank Exim. Belakangan jadi dirutnya. Seperti juga Rudiantara Sinthya sudah 10 tahun tidak di PLN. Dia tidak terlibat dalam intrik atau pun kubu. Dia bisa lebih jernih melihat PLN. Maka siapa pun di antara Sinthya dan Rudiantara, PLN mendapat harapan baru. Usia Sinthya juga ideal:
50 tahun. Begitu lulus UI, gadis Riau ini meneruskan S2 di New South Wales, Australia. Gelarnya master of science. Masih ditambah lagi gelar MBA dari University of Melbourne. Sinthya bisa dibilang profesional 100 persen. Tidak per nah tengok kanan-kiri. Itulah kekuatannya --sekaligus kelemahannya: apakah politisi akan mendukungnya. Kelebihan lainnya sebenarnya akan saya rahasiakan: ‘I’ - nya lima! Jumlah ‘i’ itu seimbang dengan suaminya. Yang juga sangat ganteng. Tinggi. Besar. Pintar. Sempurna sebagai lelananging jagad. Ada satu yang disayangkan teman-teman Sinthya: mengapa anaknya hanya satu. Pasangan ideal-sempurna seperti itu harusnya punya anak banyak: untuk memperbaiki generasi baru Indonesia --otak maupun wajah.(*)
(PHK) pada industri rokok. Pemusnahan barang bukti rokok tersebut dihadiri kepolisian, denpom, kejaksaan, pengadilan, dan perwakilan Pemkot Malang serta Gaperoma (gabungan perusahaan rokok Malang). “Pada 2018 berhasil melakukan penindakan 339 kali. Barang yang diamankan sebanyak 20
juta lebih batang rokok ilegal. Nilainya Rp 14 miliar. Kerugian negara Rp 7,5 miliar,” lanjutnya. Sementara, pada 2019 terjadi penindakan sebanyak 314 kali. Jumlah barang 20 juta lebih dengan nilai Rp 11,3 miliar dengan kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 8,9 miliar. (cr-3/ari/epe)
TULUNGAGUNG
JUMAT PON, 29 NOVEMBER 2019 HALAMAN 5
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com
Dua Penghuni Kos Positif Ampethamin
Bosan Hidup Sendiri, Gantung Diri Tulungagung, Memorandum Warga Desa Kalangan, Kecamatan Ngunut, dikejutkan kabar meninggalnya Supriyanto (32), warga setempat dengan cara gantung diri, Kamis (28/11). Jamilah, kakak korban, adalah orang yang pertama kali menemukan adiknya tergantung sekitar pukul 07.30. Pagi itu Jamilah yang tinggal tak jauh dari rumah Supriyanto, bermaksud melihat keadaan adiknya yang selama ini tinggal seorang diri. Namun dirinya terkejut, sebab mengetahui tubuh adiknya menggantung, lehernya terikat kain biru di kuda-kuda dapur. Kanitreskrim Polsek Ngunut Iptu Heri Poerwanto mengatakan, usai menerima laporan, pihaknya langsung melakukan pendalaman. Anggotanya bersama tim inafis dan tim medis, mendatangi lokasi dan mengolah tempat kejadian perkara (TKP). “Kondisinya tergantung kain biru di kuda- kuda atap rumah bagian dapur,” jelasnya kepada awak media. Selain itu petugas juga meminta keterangan dari sejumlah saksi, termasuk kakak korban. Kepada polisi, Jamilah mengatakan saat pertama kali datang ke lokasi, pintu rumah adiknya terkunci. Kemudian Jamilah bisa masuk ke dalam rumah karena memiliki kunci duplikat. “Jadi kakak korban ini pegang kunci duplikat, sehingga bisa masuk ke dalam rumah,” terang Heri. Sementara menurut keterangan salah satu tetangga, pada Rabu malam sebelum kejadian, korban masih menonton televisi di rumah tetangganya hingga pukul 22.00. Setelah itu pulang ke rumah, dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan. Hingga akhirnya, pada Kamis pagi, kuli pengangkut pasir ini ditemukan gantung diri di dapur rumahnya. “Rabu malam masih nonton televisi di rumah tetangganya,” imbuh Iptu Heri. Heri menyebut, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Korban dipastikan meninggal dunia karena gantung diri. Ketika disinggung mengenai penyebabnya, Heri mengungkapkan, berdasarkan keterangan keluarganya, korban dikenal sebagai pribadi yang tertutup, dan selama ini belum mendapatkan jodoh. Sehingga diduga, akibat masalah tersebut korban memilih gantung diri. “Penyebabnya diduga karena lama tidak dapat jodoh akhirnya gantung diri,” pungkasnya. (fir/mad/rif )
Tulungagung, Memorandum BNN (Badan Narkotika Nasional) Tulungagung bersama polres dan satpol PP menggelar razia gabungan ke sejumlah rumah kos, Kamis (28/11). Yang disasar satu rumah kos di wilayah Kecamatan Tulungagung dan dua lainnya di Kecamatan Ngunut. Sudirman, dari 3 lokasi yang dirazia, terdapat 40an penghuni kos diambil sampel urinenya untuk diperiksa. Dari jumlah tersebut, 2 di antaranya positif mengandung ampethamine. “Ada 2 orang yang kita asses-
FOTO: MEMORANDUM/FIR
Dari ketiga lokasi itu, petugas mengamankan 2 orang penghuni kos. Sebab berdasarkan hasil test, urine mereka mengandung ampethamine. Seperti dikatakan Kepala BNN Tulungagung AKBP
Petugas mengamankan penghuni kos.
ment, yang tadi di lokasi kos terakhir ini di Kecamatan Ngunut,” ujar Sudirman. Pihaknya belum bisa memastikan, jenis obat apa yang dikonsumsi keduanya. “Positifnya ampethamin, nanti kita dalami lagi,” ungkap Sudirman. Tidak hanya memeriksa sampel urine penghuni kos, petugas juga merazia kamar yang mencurigakan. Petugas memeriksa kasur, bantal, lemari, hingga rak-rakan. Bahkan jok sepeda motor milk penghuni kos juga turut digeledah. Sudirman mengungkapkan, pemeriksaan secara detail perlu dilakukan karena pihaknya mendeteksi, selain klub malam, rumah kos juga menjadi lokasi peredaran narkotika yang cukup masive. “Harapan kita bisa mendapatkan pengguna sabu. Tapi sampai saat ini masih belum ada,” akunya. Sudirman menjelaskan, pihaknya menyasar wilayah Kecamatan Ngunut karena selama ini intensitas peredaran narkoba cukup besar di wilayah ini. Bahkan instruksi yang sama juga disampaikan oleh BNN pusat, agar melakukan razia di wilayah Ngunut. “Kenapa Ngunut, karena rekan-rekan tahu sendirilah dan perintah dari pusat juga seperti itu,” tuturnya. Sementara itu, Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tulungagung Agung Setya Widodo mengatakan, dalam
razia kali ini pihaknya menyasar penghuni kos yang bukan pasangan suami istri. Hasilnya ada 6 pasangan yang ditindak. “Rata-rata usianya masih 20an. Ada yang dari Tulungagung, ada yang dari Blitar, dan luar kota lainnya. Ngakunya
sudah bekerja semua di warung kopi,” tuturnya. Pihaknya menambahkan, razia serupa bakal rutin dilakukan oleh petugas, guna menjaga ketertiban dan keamanan di wilayah Tulungagung. (fir/mad/rif )
KEDIRI & BLITAR KEPALA BIRO: Wahyudi. REDAKSI: - HP. 081230006789. EMAIL: sampang_publik@yahoo.co.id - MARKETING DAN SIRKULASI: Rohmad Sholeh. KEPALA BIRO BLITAR: Prawoto Sadewo. WARTAWAN: Nur Rofiq, Ana Akina. KEUANGAN: Binti Khoiriyah. ADMIN IKLAN: Rosita. ADMIN KORAN : Imam Rofiq. PEMASARAN: Frenswinta Jaya, Hendra. EMAIL: memorandumppls@gmail.com. TELEPON:.081334603445. KANTOR: Jln Kota baru no.9 Kanigoro, Blitar.
FOTO: MEMORANDUM/LEH
Buka Lomba Senam, Plt Wali Kota Blitar Santoso Ingin Kembangkan Senam Perwosi
Kasi Pidum Kejari Kota Kediri Tutuko Wahyu Minulyo SH bersama perwakilan BNN dan Polres Kediri Kota membakar barang bukti 50 perkara narkoba akumulasi setahun yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde).
',1$6 3(1',',.$1 .27$ .(',5,
.HSDOD 'LQDV 3HQGLGLNDQ .RWD .HGLUL %HVHUWD 6WDI 0HQJXFDSNDQ
6HODPDW +DUL *XUX 1DVLRQDO 7DKXQ
ÛÄÛÎ%i iÄ< Î a¤ iÆ <Î < Û
'UV + 6LVZDQWR 0 3G .HSDOD 'LQDV
Kejari Kota Kediri Musnahkan BB Narkoba Kediri, Memorandum Bertempat di halaman belakang gedung Kejaksaan Negeri Kota Kediri di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, digelar pemusnahan barang bukti perkara narkoba selama 1 tahun, Kamis (28/11) pagi. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Kediri Dra Martini SH mengatakan, barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan kasus yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) dan tidak ada upaya hukum lanjutkan baik banding maupun kasasi. “Ada lima puluh perkara yang sudah inkrah, dan hari ini barang buktinya kita musnahkan,” terang kajari. Masih menurut kajari, barang bukti yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil dari tindak pidana narkoba yang sebelumnya disidik Polres Kediri Kota dan juga Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri. Adapun barang bukti yang dimusnahkan antara lain 106,63 gram sabu-sabu dan alat hisap, 15 butir pil ekstasi, 1,87 ons ganja kering, serta 52.170 pil jenis dobel L. “Lima puluh perkara yang telah inkrah tersebut ditangani Kejari Kota Kediri dalam rentang waktu mulai November 2018 sampai dengan Oktober 2019,” pungkas Martini. (leh/yud/rif)
Blitar, Memorandum Pemkot Blitar menyelenggarakan Lomba Senam Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Jatim di GOR Soekarno-Hatta, Jalan Kalimantan, Kota Blitar. Lomba Senam Perwosi Jatim itu dibuka oleh Plt Wali Kota Blitar Santoso. Santoso mengapresiasi acara Lomba Senam Perwosi Jatim. Dia berharap senam Perwosi Jatim bisa dikembangkan di tiap kelurahan di Kota Blitar. Lomba Senam Perwosi Jatim diikuti sejumlah perwakilan organisasi wanita dan kelurahan di Kota Blitar. Lomba ini baru kali pertama diselenggarakan di Kota Blitar. “Rencananya, senam Perwosi Jatim ini akan kami adakan rutin tiap tahun saat peringatan Hari Olahraga Nasional. Kami akan mengadakan senam massal Perwosi Jatim di Alun-alun,” kata Plt Wali Kota Blitar, Santoso, seusai membuka acara
Lomba Senam Perwosi Jatim. Santoso mengatakan lomba senam ini merupakan inisiatif dari pengurus Perwosi. Pemkot Blitar melalui dinas pemuda dan olahraga (dispora) hanya memfasilitasi kegiatan tersebut. Lomba ini untuk membentuk kader senam perwosi di kelurahan-kelurahan. Harapannya, para kader itu bisa mengembangkan senam Perwosi di masing-masing kelurahan. “Nanti, saat peringatan hari olahraga nasional akan kami gelar senam massal di alun-alun,” ujarnya. Lomba senam ini, kata Santoso, juga untuk menebarkan virus gemar olahraga ke masyarakat. Menurutnya, senam merupakan olahraga paling mudah dan murah meriah yang bisa dilakukan semua masyarakat. “Lomba senam ini bagian dari upaya kami memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat. Ini olahraga murah
meriah tapi manfaatnya luar biasa,” katanya. Kepala Dispora Kota Blitar Juari menambahkan, antusiasme masyarakat mengikuti lomba senam sangat luar biasa. Jumlah peserta lomba senam sekitar 25 kelompok yang merupakan perwakilan organisasi wanita dan kelurahan di Kota Blitar. “Lomba Senam Perwosi ini merupakan yang pertama kali diadakan di Kota Blitar. Saya melihat antusias masyarakat sangat bagus dengan kegiatan ini,” imbuh Juari. Dikatakannya, ke depan, dispora akan mengadakan senam massal Perwosi Jatim tiap tahun. Senam massal Perwosi akan diselenggarakan tiap 9 September pada saat peringatan hari olahraga nasional. “Akan kami agendakan menggelar senam massal Perwosi tiap peringatan hari olahraga nasional di alunalun,” pungkasnya. (adv/pra/rif )
Penampilan salah satu kelompok peserta Lomba Senam Perwosi Jatim di GOR Soekarno-Hatta, Jalan Kalimantan, Kota Blitar.
MOJOKERTO-JOMBANG
JUMAT PON, 29 NOVEMBER 2019 HALAMAN 6
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto. KABIR
Gagal Jambret Tas, Sigit Gigit Jari
FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO
Wanita Sidoarjo Embat Uang Rp 10 Juta
Cholifah
Mojokerto, Memorandum Nekad mencuri uang pengunjung mal, mengantar Cholifah (39), asal Jalan Sisingamangaraja RT 16/RW 03, Desa Sidokumpul, Kecamatan/ Kabupaten Sidoarjo, harus berurusan dengan hukum. Sekaligus diringkus Satreskrim Polres Mojokerto Kota Minggu (24/11) sekitar pukul 20.00. Sebelum mendekam di balik jeruji besi, tersangka mencomot uang Murid Sa’ida, asal Desa Badas, Kecamatan Somobito, Kabupaten
Jombang. Sebelum menjalankan aksinya, tersangka berpura-pura masuk toko. Momen-nya bertepatan dengan korban masuk untuk membeli pakaian. Korban sendiri yang saat kejadian membawa sebuah tas punggung, tidak sadar jika telah diincar oleh Cholifah. “Korban masuk membeli pakaian dan mengenakan tas punggung. Saat tengah memilih baju itulah, tersangka membuka resleting tas korban lalu mengambil uang miliknya,” terang Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Ade Yulian Waroka, Kamis (28/11). Tak tanggung-tanggung, saat melakukan kejahatan tadi, tersangka berhasil mengambil uang tunai milik korban sebesar Rp 10 juta. Takut aksinya keburu diketahui, sang maling langsung bergegas meninggalkan lokasi dengan mengendarai Honda Beat W 6135 PK. “Begitu mengetahui menjadi sasaran kejahatan, korban langsung melaporkan kejadian ke polisi. Berbekal ciri-ciri tersangka, petugas lalu melakukan pengejaran,” sambung kasatreskrim. Upaya pengejaran tadi, akhirnya membuahkan hasil. Puncaknya, tersangka berhasil diamankan berikut sejumlah barang bukti. Dalam penangkapan yang dilakukan di tempat tinggal tersangka, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Berupa sandal, dompet, yang dibeli dari uang hasil kejahatan. “Tersangka kita kenakan pasal 362 KUHP, tentang pencurian. Dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara,” tegas Waroka. (no/rif)
Sigit Dwi Jayanto
kerja. Tanpa disadari, selama perjalanan tadi tersangka telah membuntuti,” ujarnya, Kamis (28/11). Setelah merasa ada kesempatan, tersangka yang mengendarai sepeda motor Yamaha Vixion S 3040 QX langsung membetot tas korban yang bekerja sebagai karyawan Sunrise Mall itu. Setelah berhasil, Sigit menggeber gas motor dan bergegas meninggalkan lokasi. “Korban yang kaget, spontan berteriak minta tolong. Mengetahui hal itu tersangka grogi lalu terjatuh dari
motor yang ditukemudikannya,” sambung kasatreskrim. Selain tersangka, polisi menyita pula sejumlah barang bukti. Berupa sebuah tas, sebuah handphone, serta sebuah baju. Guna kepentingan penyidikan, tersangka dan barang bukti kini berada di Mapolres Mojokerto Kota.“Tahapnya kini sudah dalam tahap penyidikan lebih lanjut. Tersangka juga telah kita tahan,” tandas Waroka. (no/rif)
Taat Bayar Pajak, Warga Sawunggaling Dapat Motor Mojokerto, Memorandum Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bagi-bagi hadiah kepada warganya yang taat membayar pajak. Hadiah utama sepeda motor PCX berhasil diberikan kepada Ariadi, warga Sawunggaling, Kecamatan Magersari. Hadiah diberikan langsung wali kota yang akrab disapa Ning Ita di Hotel R.Wijaya Kota Mojokerto, Kamis (28/11). Selain hadiah utana motor matic, pemkot juga memberikan hadiah 10 sepeda gunung dan TV LCD. Dalam sambutannya, Ning Ita sangat mengapresiasi warga yang taat bayar pajak. Karena pendapatan dari pajak itulah yang digunakan untuk pembangunan daerah. “Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua masyarakat yang sudah taat membayar pajak. Pendapatan dari sektor pajak ini sangat bermanfaat untuk pembangunan di Kota Mojokerto,” kata Ning Ita. Lebih lanjut disampaikannya,
Ning Ita memberikan hadiah utama kepada warga yang taat pajak.
saat ini Pemkot Mojokerto sedang mengotimalkan penerimaan pendapatan dari sektor pajak. “Kita akan optimalkan PAD dengan memaksimalkan aset pemkot untuk bisa disewa dengan harga yang layak,” tambahnya. Sementara Agung Moeljono Plt BPPKA Kota Mojokerto mengatakan, tingkat kepatuhan warga Kota Mojokerto dalam membayar pajak, khususnya PBB terus mengalami peningkatan. Dan program Apperkot 2019 ini bagian dari bentuk apresiasi bagi warga taat bayar pajak sekaligus promosi program Pemkot Mojokerto. “Kita akan terus melakukan Inovasi, baik pada layanan informasi dan pembayaran pajak, serta Apresiasi bagi warga yang taat pajak,” tandasnya. Menurut Agung, pada tahun 2019 target penerimaan pajak daerah sebesar Rp 43.776.500.000, hingga 30 oktober 2019 sudah tercapai 98,30 persen atau sebesar Rp 43.031.554.572. (war/rif)
Dewan Sidak Tower Ilegal Pemdes Diminta Mengawasi Jombang, Memorandum Pembangunan tower ilegal di Desa Karobelah, Kecamatan Mojoagung, yang sempat didemo warga memantik respons kalangan dewan. Kemarin sejumlah anggota Komisi A DPRD Jombang turun meninjau lokasi pembangunan tower yang saat ini sudah disegel Satpol PP Jombang. ”Ya agenda hari ini kami melakukan sidak, karena beberapa hari kemarin warga sekitar mengadu ke dewan,” ujar Andik Basuki Rahmat, Ketua Komisi A DPRD Jombang usai sidak, Rabu (27/11). Pantuan di lokasi kemarin, sekitar pukul 10.30 rombongan anggota Komisi A tiba di lokasi pembangunan tower. Setelah melakukan pengecekan di sekitar,
/ rombongan langsung menuju ke kantor desa. ”Memang kemarin ada pembongkaran segel yang dilakukan pengusaha, tapi sekarang sudah terpasang kembali,” bebernya. Untuk itu, dirinya minta agar pemerintah desa untuk mengawasi tower tersebut. Apabila masih belum mempunyai izin, pihak desa bisa melakukan tindakan atau melaporkan kepada Satpol PP. ”Jadi kami tadi sudah koordinasi dengan pihak desa untuk ikut mengawasi,” ungkapnya. Bahkan, Andik juga menegaskan untuk pembangunan tower tidak boleh dilanjutkan kembali. Kecuali sudah melengkapi semua izin. Dikarenakan, informasi yang dirinya dapat pembangunan
tower di Desa Karobelah hanya mengantongi izin IPR (izin pemanfaatan ruang). ”Bisa dilakukan pembangunan apabila ada bukti resmi apabila sudah mengantongi izin lengkap,” tegasnya. Selain itu, pihaknya juga akan mememanggil Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jombang, untuk mempertanyakan berapa jumlah tower di Jombang. ”Ini yang kami akan tanyakan, Insyallah dalam waktu dekat kami akan menggundang DPMPTSP,” terangnya. Kartiyono, Sekretaris Komisi A DPRD Jombang menambahkan, memang untuk mendirikan tower harus mengantongi izin terlebih dahulu baru melakukan kegiatan
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
Jombang, Memorandum DPRD Jombang akan membatasi rancangan peraturan daerah (raperda) yang dibahas dalam program legislasi daerah (prolegda) pada tahun 2020. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo yang mengharapkan peraturan daerah yang tidak produktif dan menghambat investasi. ”Ya memang untuk tahun depan kami tidak banyak membuat perda,” ujar Masud Zuremi, Ketua DPRD Jombang dikonfirmasi kemarin. Dikatakannya, ada 13 raperda yang masuk dalam prolegda tahun depan. Kendati demikian, hanya dua raperda dari inisiatif DPRD. ”Delapan itu raperda partisipatif eksekutif dan yang tiga terkait APBD,” imbuhnya. Tidak banyak membuat perda dikhawatirkannya memang akan menghambat investasi yang akan masuk ke Jombang. ”Jadi kami prioritaskan perda-perda yang benar-benar urgensi,” tegasnya. Sementara itu, Mohammad Muhaimin Ketua Bapemperda menambahkan, memang sebelum memasukan raperda ke dalam prolegda. Pihaknya sudah mengingatkan kepada eksekutif untuk raperda yang benar-benar menjadi skala prioritas. ”Tentu perda nantinya bisa meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah),” terangnya. Selain itu, harus menjadi perda yang produktif. Apabila memang tidak memenuhi persyaratan tersebut, raperda tidak usah dimasukan dalam prolegda. ”Selain itu harus siap draf maupun NA (Naskah Akademik), apabila itu tidak siap maka nantinya akan mengghambat pembahasan perda,” tegasnya. Ditambahkannya, untuk rapeda inisiatif dewan sendiri ada dua yakni perda tentang pariwisata dan pesantren. Untuk pariwisata sendiri memang harus dibuat perda, dikarenakan selama ini belum ada kajian dan untuk meningkatkan icon pariwisata di Jombang. ”Jelas ini untuk peningkatan PAD yang digali dalam pariwisata,” ungkapnya. Sedangkan untuk raperda pesantren, politisi PKB ini menjelaskan, berharap APBD daerah bisa diakses lembaga pendidikan informal dan formal. ”Nanti arahnya TPQ, MI, MTs, dan Madrasah Diniyah bisa tercover dana dari APBD,” pungkasnya. Dikatakannya, saat ini pembahasan prolegda sudah dievaluasi Pemerintah Provinsi, yang sebelumnya dibahas terlebih dahulu dengan Bagian Hukum dan DPRD sendiri. ”Apabila sudah divealuasi pemprov langsung kita akan mengadakan rapat internal untuk pembahasan raperdanya,” pungkas Muhaimin. (wan/rif)
matan Mojoagung, Kabupaten Jombang, melintas di lokasi. Tidak sendiri, saat kejadian ia dibonceng Akhmad Wiguna, teman lelakinya. “Korban sepulang
AKP Ade Yulian Waroka Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota
FOTO: MEMORANDUM/M ANWAR
Batasi Raperda, Prolegda Masih Dievaluasi Pemprov
FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO
Ketua DPRD Jombang Masud Zuremi
Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Ade Yulian Waroka, mengatakan, kejadian bermula saat korban Hanayan Rosmita (21), asal Desa Miagan, Keca-
Sidak yang dilakukan Komisi A DPRD Jombang.
pembangunan. “Karena pada Permen Kominfo No 2Tahun 2008 tentang pedoman pembangunan dan penggunaan menara bersama telekomunikasi diatur dengan jelas,” tegasnya. Dijelaskannya, dalam Permen Kominfo tersebut, pemba-
ngunan menara telekomunikasi harus mengantongi izin terlebih dahulu. ”Sanksinya juga sudah sangat jelas, apabila pengusaha tetap membandel pemkab mempunyai kewenangan untuk mencabut izinnya,” pungkas Kartiyono. (wan/rif)
Sempat Mangkir, Muncikari Gadis Ingusan Diperiksa Mojokerto, Memorandum Setelah sempat mangkir pada pemanggilan sebelumnya, Arinta (30), warga Kecamatan Bangsal, akhirnya memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Mojokerto. Saat datang, Arinta didampingi penasihat hukumnnya. Seperti diketahui, yang bersangkutan merupakan orang yang mengantarkan PL (15), ke tempat parktik dokter Andar (60), yang berada di di jalan Pemuda, Desa Seduri, Kecamatan Mojosari. Di lokasi ini, korban disetubuhi sang tenaga medis. Pantauan di lokasi, Arinta datang dengan mengendarai mobil
Toyota Yaris nopol L 1847 EB berwarna silver. Dengan mengenakan baju berwarna coklat celana jeans hitam, wanita berparas cantik asal Desa Sumbertebu, Kecamatan Bangsal, langsung masuk ke ruangan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto. Setelah menjalani pemeriksaan hampir tiga jam lebih, sekitar pukul 12.27, AR keluar dengan menutupi wajahnya dengan mengunakan tas berwarna hijau langsung masuk ke mobil miliknya. Dia berusaha menghindari awak media yang sudah menunggu di depan ruagan PPA Satreskrim Polres Mojokerto
FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
Mojokerto, Memorandum Satreskrim Polres Mojokerto Kota berhasil mengamankan seorang jambret. Tersangka Sigit Dwi Jayanto (32), warga Dusun Ngogri, RT 01/RW 01, Desa Kedungsari, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto. Sebelum diserahkan ke petugas, bandit yang gigit jari (kecewa) ini ditangkap warga di Jalan Raya Lingkungan Ledungturi, depan pos kamling Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto.
Korban sepulang kerja. Tanpa disadari, selama perjalanan tadi tersangka telah membuntuti.
Arinta didampingi penasihat hukum.
Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Dewa Yoga mengatakan, perkembagan kasus pencabulan gadis berusia 15 asal Jatirejo, Mojokerto pihaknya sudah memeriksa Arinta yang merupakan majikan korban. Menurut dia, gadis 15 tahun itu bekerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah Arinta hampir satu bulan lebih. “Kemarin kami sudah periksa seorang saksi majikan korban. Memang dia menyatakan korban bekerja sebagai asisten rumah
tangganya di rumah,” kata Dewa Kamis (27/11). Sayangnya, saat diperiksa selama 2 jam lebih di Unit PPA, AR menampik tudingan korban. “Yang bersangkutan (Arinta) tak tahu menahu dengan kejadian yang dilaporkan korban,” terang Dewa. Pemeriksaan AR menyusul informasi yang disampaikan korban kepada penyidik. Gadis 15 tahun itu mengaku diantar Arinta ke tempat praktik dr Andar (AD) di Jalan Raya Pemuda Desa Seduri,
Kecamatan Mojosari, Mojokerto pada 26 Agustus 2019. Saat itulah korban diduga cabuli AD. Dalam pemeriksaan kali ini, Arinta baru pertama kali diperiksa sebagai saksi. Sebelumnya dia sempat mangkir dalam panggilan pertama. “Kemarin, AR datang dengan didampingi kuasa hukumnya,” paparnya. Meski dalam pemeriksaan, Arinta tidak mengakui tudingan kasus pencabulan yang menimpa PL, pihaknya akan terus mengembangkan kasus tersebut. (no/rif)
HUKUM & KRIMINAL WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Sopir Taksi Online Tewas di Rumah
KORUPSI DANA HIBAH JASMAS
ASN Pemkot Bisa Terseret
Termasuk juga pasal 11di ayat 5, adanya tahap penganggaran dan proses pelaksanaan. “Kalau evaluasi harus dilaksanakan. Dan di perwali sendiri mensyaratkan adanya proses evaluasi. Diduga tidak dilaksanakan proses evaluasi yang matang sehingga ada kerugian negara atas dicairkannya dana hibah,” tegas Iqbal, Kamis (28/11). Lanjut Iqbal, dengan dugaan kesalahan prosedur itu, bisa dijerat dengan pasal 15 UU Tipikor, di mana setiap orang yang melakukan percobaan, pembantuan, atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana korupsi, dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dimaksud pasal 2, pasal 3, pasal 5, hingga dengan pasal 14. Iqbal juga menjelaskan, jika pasal 15 UU Tipikor itu diterapkan saat ini masih menjadi sumir karena masih menjadi proses penyidikan. “Tapi ini dugaan dan menjadi rahasia proses penyidikan. Artinya tergantung dari penyidik, pengembangannya seperti apa,” pungkas Iqbal. Saat dikonfirmasi Memorandum sebelumnya, baik Eddy Cristijanto dan Ahmad Yardo Wafiqo bahwa apa yang dilakukannya sesuai dengan Perwali nomor 25 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian dan Pertanggungjawaban Dana Hibah dan Bantuan Sosial. “Dari situ akan tahu apakah perlu verifikasi ke lapangan apa tidak,” ucap Eddy, Rabu (27/11). (fer/nov)
Surabaya, Memorandum Tiga hari tak kelihatan batang hidungnya, penghuni rumah di Jalan Sambiroto Blok H, Sambikerep, ditemukan tewas. Korban, Hariyanto (45), pria warga Jalan Girilaya III, yang bekerja sebagai sopir taksi online. Kali pertama jenazah korban ditemukan oleh Hariadi (39), adik iparnya yang tinggal di Jalan Manukan Krido III, Rabu (27/11) malam. Saat itu, ia curiga karena menghubungi korban melalui HP tidak diangkat. Selanjutnya saksi mengunjungi rumah korban di Sambiroto. Setiba di sana, pintu pagar terkunci dan mencium bau menyengat dari dalam rumah. Hariadi berusaha memanggil nama kakaknya ternyata tidak ada respons. Sehingga ia meminta bantuan warga untuk membuka pintu gerbang. Setiba di dalam rumah, saksi mendapati korban dalam keadaan meninggal tergeletak di ruang tamu, dengan kondisi membusuk. Kemudian kejadian ini dilaporkan ke pengurus RT setempat dan diteruskan ke Polsek Lakarsantri. Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Lakarsantri Ipda Suwono mengatakan, berdasarkan keterangan warga sudah tiga hari korban tidak keluar rumah. Guna kepentingan penyelidikan, je-
FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019
Surabaya, Memorandum Kasus korupsi dana hibah jasmas 2016, ada dugaan menyeret ke pejabat Pemkot Surabaya. Dari temuan BPK, selain enam mantan anggota dewan yang mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 4,9 miliar, juga ada beberapa nama aparatur sipil negara (ASN) yang dicatut, dan diduga tidak melakukan prosedur. Sehingga terjadi pencairan uang ke penerima hibah. Seperti Eddy Cristijanto, mantan Kabag Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Kota Surabaya. Ia diduga menerbitkan surat rekomendasi tanpa didasarkan dengan proses evaluasi proposal pengajuan hibah yang dipersyaratkan dalam peraturan yang berlaku. Selain itu, Ahmad Yardo Wafiqo, mantan Kasubbag Otda Daerah pada Bagian Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah dan dua stafnya diduga tidak berinteraksi langsung dengan calon penerima hibah dalam mengevaluasi proposal, melainkan menghubungi staf Agus Setiawan Jong. Masalah ASN Pemkot Surabaya tidak melakukan prosedur disoal pakar hukum pidana Universitas Airlangga Iqbal Felisiano. Menurut Iqbal, berdasarkan perwali nomor 25/2016 bahwa di pasal 8 angka 7 disebutkan adanya proses evaluasi pada fungsi yang melekat di perangkat daerah.
JUMAT PON, 29 NOVEMBER 2019 HALAMAN 7
Petugas mengevakuasi jenazah Harianto di lokasi kejadian.
nazah Hariyanto kemudian dibawa ke RSUD dr Soetomo guna divisum. Untuk penyebab kematiannya, Suwono menduga korban sakit akut yang dideritanya. Pada 24 November lalu, korban disarankan opname. Karena adik iparnya posisinya berada di Jawa Tengah, sehingga tidak bisa menunggui
di rumah sakit. Sehingga korban rawat jalan. “Menurut keluarganya korban sakit lambung dan rawat jalan di RS Bhakti Dharma Husada (BDH) Benowo sebulan lamanya,” kata Suwono saat dikonfirmasi Memorandum, Kamis (28/11). (rio/nov)
Amankan Terduga Pelaku Sebelumnya Xpander AG 1516 WG diduga dibawa kabur oleh penyewa berinisial ED. Pria itu diketahui menyewa mobil berikut sang sopir, Watno. Namun, Watno kemudian ditinggal di sebuah rumah makan di kawasan Malang. Penemuan mobil itu akhirnya ditindaklanjuti oleh anggota Ditreskrimum Polda Jatim Bripka Imam. Hingga akhirnya seseorang yang diduga
Sambungan dari halaman 1 pelaku, berikut mobilnya ditemukan di Jalan Kedungdoro. Selanjutnya barang bukti dan pengemudi Xpander itu diserahkan ke Unit Satreskrim Polrestabes Surabaya. Kejadian tersebut lalu ditangani Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya. “benar kasusnya kami tangani. Saat ini masih memintai keterangan orang yang mengemudikan mobil tersebut,” jelas Kanit Resmob
Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti, Kamis (28/11). Informasi dihimpun, mobil tersebut awalnya disewa oleh seorang pria berinisial ED. Penyewa ini memilih merental Xpander beserta sopirnya, Wanto. Dia mengaku ada keperluan di Malang untuk berbisnis. Saat dalam perjalanan,Wanto diajak makan terlebih dulu di sebuah restoran. Saat sang sopir makan, ED meminjam
kunci mobil untuk mencari mesin ATM dan berdalih mengambil uang. Wanto lalu menyerahkan kunci mobil tersebut. Hingga beberapa jam, ternyata ED tidak kembali sehingga Wanto melaporkan kejadian itu ke majikannya. Selanjutnya si pemilik mobil memposting peristiwa tersebut ke media sosial, hingga ada seorang netizen yang mengetahui keberadaan mobilnya.
Bahkan, salah satu di antaranya ada yang memarkirkan mobilnya tepat di belakang Xpander yang dibawa kabur. Hingga ada anggota polisi yang berada di dekat lokasi, menyergap dan mengamankan seseorang di dalam mobil tersebut. Alumni Akpol 2013 itu menyebut, orang yang diamankan tersebut masih diperiksa. Tapi, belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.
Pihaknya masih mendalami kasus itu lebih dulu. Bima juga masih menunggu pemilik mobil dan meminta keterangan saksi lainnya. “Kami tidak berani gegabah dan masih kami dalami dulu kasusnya. Mobil dan pengemudi yang diamankan, sekarang berada di Mapolrestabes Surabaya,” pungkas mantan Kanitreskrim Polsek Pakal itu. (fdn/ nov)
Lahan Parkir Terbakar, Enam Truk Ludes Kebakaran itu juga mengakibatkan enam unit truk yang terparkir di sekitar lokasi ikut terbakar. Dari informasi yang didapat, lahan parkir milik Wadjiono (58), warga asal Desa Gorame, Kabupaten Pacitan itu terbakar diduga karena api sisa pengelasan menyambar pohon di depan truk, hingga mengenai beberapa truk yang terparkir. Salah satu pemilik truk yakni Subiyanto (30), warga Jalan
Bulak Banteng Pandi mengaku jika dirinya rugi atas kejadian itu. Namun, ia belum bisa mengetahui berapa kerugiannya. “Mau gimana lagi, sudah kebakaran gini. Saya belum tahu kerugiannya sebab truk bisa dibenerin lagi atau tidak,” kata Subiyanto. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Dedik Irianto menjelaskan, bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran tersebut sekitar pukul 02.24. Selanjutnya ia mengerah-
Sambungan dari halaman 1 kan enam unit mobil damkar ke lokasi kejadian. Setalah dilakukan pemadaman, api di lokasi kejadian berhasil padam sekitar pukul 03.30, hingga dilakukan pembasahan sekitar pukul 04.03,” kata Dedik, Kamis (28/11). Dedik juga menjelaskan, dari 6 truk yang terbakar itu ada 1 unit trailer yang terbakar hanya bagian kepala dan bannya. Lalu 1 unit truk boks terbakar habis serta 4 unit truk klas 1 dan klas II terbakar di bagian
Nobar Film Sang Prawira dengan Netizen Bripka Asep. “Nobar ini dalam rangka untuk mendukung film “Sang Prawira” sekaligus mempererat hubungan dengan netizen,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto. Film “Sang Prawira” ini melibatkan para perwira kepolisian daerah Sumatera Utara sebagai pemainnya dan disutradarai Ponti Gea. Sedangkan para pemeran film yang menjadi aktor dalam rata-rata berpangkat Ipda, seperti Ipda Adityo ACP, Ipda Dimas Adit S, dan Ipda M Fauzan Yonnadi. Selain itu juga menggandeng aktris muda Anggika Bolsterli. Tak ketinggalan, film “Sang Prawira” juga menampilkan akting sejumlah pejabat, di antaranya Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Gubernur Jawa Tengah Ganjar
Pranowo, Menko Maritim Luhut Panjaitan, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Pesan moral yang disampaikan dalam film “Sang Prawira” ini seorang pemuda desa dari pinggiran Danau Toba yang bertekad untuk mengejar cita-citanya sebagai anggota polisi. Selesai nobar, acara dilanjutkan yel yel Perak Bisa dan foto bersama dengan PJU Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Dan di akhir kegiatan, Kabag Sumda menyerahkan give away dari kapolres kepada 10 netizen yang beruntung sebesar Rp 500 ribu. Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga memberikan hadiah bagi netizen yang menampilkan photobooth, upload foto, caption, dan vlog video di Instagram menarik masing-masing sebesar Rp 500 ribu. (rio/nov)
Dikabarkan Selingkuh, Nella Kharisma Wadul... Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Frans Barung Mangera membenarkan adanya surat pengaduan yang dikirim Nella melalui pengacaranya. “Memang benar bila yang bersangkutan (Nella Kharisma, red) telah melayangkan surat pengaduan berkaitan dengan salah satu akun yang mengabarkan dia selingkuh,” ujar Barung. Masih menurut Barung, bila dari surat pengaduan tersebut juga dilampirkan screenshot. Tentang kabar tersebut, ketika akun coba dibuka
Gagal Fokus Kali ini giliran Gisella Anastasia yang menjadi perhatian warganet, lewat foto yang diunggah Jessica Iskandar melalui akun Instagramnya. Dalam foto itu, Gisel begitu sapaan Gisella Anastasia baru saja berolahraga bersama Jessica Iskandar, dan ditemani oleh pasangannya masing-masing . Awalnya foto unggahan Jessica Iskandar terlihat biasa saja. Namun setelah diperhatikan, Gisella Anastasia terlihat seperti tidak menggunakan celana. Hal itu lantaran, bawahan yang digunakan Gisella Anastasia senada dengan warna kulit. “Mau sehat harus cinta olahraga kayak kita..,” tulis Jesica Iskandar dalam keterangan foto unggahannya, Kamis (28/11). Tak sedikit warganet yang bereaksi melihat foto tersebut. Mereka dibuat salah fokus melihat Gisel Anastasia yang seperti tidak menggunakan celana. “Salfokkk apa aku salah liat dah,” tulis akun @ restiafriweny96. “salfok bentuk kaki giselll,” tulis akun @ sarynuna.
Sambungan dari halaman 1
Sambungan dari halaman 1
ulang ternyata sudah dihapus. Sehingga ada dugaan bila akun tersebut adalah palsu. “Ini masih sebagai bahan penyelidikan,” lanjut Barung. Ketika disinggung kapan Nella akan dipanggil, Barung menegaskan pemanggilan itu ketika yang bersangkutan membuat laporan resmi. “Yang bersangkutan datang dan membuat tanda tangan, itu baru laporan resmi,” imbuh Barung. Supaya bisa mengambil langkah hukum lebih lanjut, Barung menyarankan agar Nella segera membuat laporan resmi, sehingga pihaknya bisa langsung bertindak. (tyo/nov)
kepalanya saja. “Diparkiran itu total ada 50 unit truk berbagai jenis ukuran. Beruntung kebakaran itu hanya mengenai enam unit truk dan tidak sampai merembet ke truktruk lainnya,” papar Dedik. Lanjut Dedik, dari kete-
rangan para saksi, kebakaran itu diduga berasal dari percikan api sisa pengelasan yang menyambar pohon di depan truk. “Untuk lebih jelasnya penyebab kebakaran tersebut dapat ditanyakan ke pihak kepolisian,” ucap Dedik.
Sementara itu, ketika dikonfirmasi Kanitreskrim Polsek Mulyorejo Ipda Mulyono mengatakan, bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran di lahan parkiraan yang mengakibatkan enam unit truk
Wanita Hamil Tepergok Bobol Rumah di Wonokusumo Korban kemudian memberitahu tetangganya, hingga perempuan berhijab tersebut diamankan warga. Selanjutnya dilaporkan ke Polsek Semampir. Kapolsek Semampir Kompol Aryanto Agus saat dikonfirmasi membenarkan telah mengamankan pelaku pembobolan dan saat ini masih dalam pemeriksaan anggotanya. “Benar mas, kami telah mengamankan pelaku pembobolan dan masih diperiksa anggota. Dari tangannya kami menyita barang bukti uang Rp 80 ribu,” kata Aryanto Agus. Informasi yang dihimpun, saat kejadian rumah Halim dalam keadaan kosong karena
ditinggal pulang ke Madura, selama sepekan bersama istri dan anaknya. Kesempatan ini ternyata dimanfaatkan Nurhayati untuk membobol rumah kontrakan korban. Dia masuk dengan cara mencongkel jendela. Setelah berhasil, dia selekasnya mencuri barang berharga milik korban. Namun, tanpa diduga Halim mendadak pulang dan setelah masuk ke dalam kaget karena mendapati wanita tersebut sudah berada di dalam. Halim lalu menegur dan membawa Nurhayati keluar dan memberitahu tetangganya. Selanjutnya Halim melapor ke pengurus kampung yang kebetulan tempat tinggalnya tak jauh dari rumah
Panik karena Korban Berteriak Video berdurasi 1 menit 16 detik itu dibagikan oleh Tri Josaphat. Ketika dikonfirmasi Memorandum, Tri yang merupakan anggota satgas Pemkot Surabaya itu mengatakan, bahwa kejadian tersebut memang di wisata Mangrove Wonorejo. “Kejadiannya kemarin malam. Kebetulan waktu itu saya dapat giliran shift malam untuk menjaga Rumah Pompa Medokan Ayu Hilir,” kata Tri, Kamis (28/11). Tri menambahkan, bahwa korban berinisial SL dapat terselamatkan dari percobaan perkosaan setelah dia bersama warga segera mendatangi lokasi teriakan si gadis. “Setelah itu korban dapat ditenangkan warga. Kondisinya terus menangis dengan rambut acak-acakan. Baju belakangnya terlihat kotor. Selanjutnya warga membawanya ke warung,” beber saksi ini. Tri juga menyebut, ketika menangis, SL yang mengenakan kemeja kotak-kotak kun-
ing-putih dipadu celana hitam itu sempat bercerita bahwa pelaku merupakan kakak angkatnya. “Penjelasan korban, pelaku merupakan anak angkat ayahnya. Ia juga menceritakan kejadian bermula ketika SL dijemput pelaku di kos-kosannya di Jalan Semampir, lalu diantar interview kerja di Jalan Arjuno,” jelas Tri. Tapi setelah interview, masih kata Tri, pelaku mengajak SL ke kampusnya dengan alasan ada rapat BEM. Hanya saja, di tengah jalan, pelaku malah membawa SL menuju ke wisata Mangrove. Setelah memastikan situasi sepi dan aman, pelaku berupaya memerkosa adik angkatnya. Beruntung perbuatan itu tidak berhasil dilakukan, lantaran warga berdatangan setelah korban berteriak meminta tolong. “Karena banyak warga yang datang ke lokasi, membuat pelaku panik. Sebelum kabur, pelaku sempat mengambil barang berharga
terbakar. “Masih kita selidiki penyebab pastinya mas. Berdasar keterangan saksi, untuk sementara dugaannya karena sisa api pengelasan yang menyambar pohon di depannya,” jelas Mulyono. (x-3/nov)
Sambungan dari halaman 1 kontrakannya. Sebelum diamuk warga, korban juga menghubungi petugas kepolisian. Mendapati laporan itu, petugas mendatangi lokasi dan mengamankan Nurhayati ke Mapolsek Semampir. “Saya memang mencuri di rumah tersebut tapi ketahuan si pemilik rumah,” ujar tersangka di mapolsek. Halim menambahkan, kejadian pencurian yang dialami di rumah kontrakannya sudah kali kedua. Atas kejadian itu, HP dan dompetnya raib digondol pelaku. “Tapi saya tidak tahu siapa pelakunya dan saat ini pun belum tertangkap di kejadian pertama tersebut,” ungkap Halim kepada wartawan. (rio/nov)
Sambungan dari halaman 1 dan sepatu korban,” ucap Tri. Ketika dikonfirmasi, Kanitreskrim Polsek Rungkut Ipda Djoko Soesanto membenarkan bahwa kejadian itu berada wilayah hukum polseknya. Hanya saja, anggotanya hanya mengamankan lokasi kejadian tersebut. “Kita hanya amankan lokasinya karena korban melaporkan kejadian yang dialami ke Polrestabes Surabaya,” kata Djoko. Sementara itu, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan, kasus tersebut memang ditangani unitnya. Saat ini, korban masih dimintai keterangan terkait kejadian yang sempat firal di FB. “Masih kami mintai keterangan dan kami lakukan visum terhadap korban. Selain itu, kami masih mengumpulkan bukti dan keterangan korban berikut sejumlah saksi,” pungkas mantan Panitreskrim Polsek Wonokromo ini. (x-3/fdn/nov)
Sambungan dari halaman 1 “Gisel kek gak pakek,” tulis akun @ssaindahpasela15. “Gagal fokus sama kak Gisele ... kayak gapake celana,” tulis akun @kartikairma. Ada pula warganet yang kecewa melihat foto tersebut. Sebab Gisel dianggap tidak pantas berpakaian seperti itu. “ya alloh gysel,” tulis akun @ revaleyna_89 “kaki gisel knp y serem,” tulis akun @radenisaIt “Mba gisel terus buat sensasi,” tulis akun @ tionartabakara7. Meski banyak yang kontra namun ada juga warganet yang pro dengan Gisella Anastasia. “Otak Netizen emang ngeresssss di liat baik2 dia pkai apa? Gak laki gak perempuan otak kalian pkirannya jorokk,” tulis akun @widyaastuti_eka21 Hal serupa pernah dialami Shandy Aulia beberapa waktu lalu, dan sempat menuai pro kontra. Saat itu ia melakuan sesi pemotretan kehamilannya dengan menggunakan swimsit. Karena warnanya senada dengan kulit, alhasil Shandy Aulia terlihat seperti telanjang. (*/nov)
Suami Berubah Beringas, Dianggap sebagai Gawan Bayi Namun, hal itu justru menguntungkan Endang. Walau sempat terjatuh dan terinjak kaki Bondan, dia dengan mudah berdiri dan segera berlari keluar rumah. Pemilik rambut sebahu ini lantas berteriak minta tolong para tetangga. Dia minta diantar ke rumah orang tuanya di Jetis. “Aku tidak tahu apa yang terjadi terhadap Mas Bondan. Yang jelas, aku sempat melihat para tetangga berbondong-bondong ke rumah. Aku tidak peduli. Sejak itu aku tidak pernah pulang. Sampai sekarang,” aku Endang. Dia tambahkan, beberapa hari kemudian kedua mertuanya datang. Mereka minta maaf dan mengajak Endang pulang ke rumah mereka. Ayah dan ibunda Bondan merasa bertanggung jawab atas perlakuan anaknya terhadap Endang. Tapi, permintaan itu ditolak. Ayah dan ibu Endang juga tidak setuju anaknya pu-
lang ke rumah mertuanya. “Keluarga besar kami, seperti kakek dan nenek serta paman dan bibi, juga melarang.” Diakui Endang, setiap bulan dia memeriksakan kandungan ke puskesmas dekat rumah ibunya. “Rutin. Aku takut terjadi apaapa terhadap anak yang ada dalam,” tambah Endang sambil menunjuk perutnya. Meski Bondan bersikap kasar terhadap bayi yang tumbuh di rahimnya, Endang berharap sikap itu berubah setelah sang jabang bayi lahir. “Mana ada sih orang tua yang tega melihat anaknya terluka dan sengsara? Bisa saja Mas Bondan bersikap kasar karena pengaruh bawaan bayi. Ada kan yang seperti itu? Yang hamil istrinya, tapi yang nyidam suami. Bisa jadi ini seperti itu,” itulah yang terlintas di pikiran Endang saat memeriksakan kandungan. Harapan Endang terhadap perubahan
Sambungan dari halaman 1 sikap Bondan tidak pernah berubah. Itu berlangsung sampai usia kehamilannya menginjak bulan ketujuh. Saat itu terjadi sesuatu yang sama sekali tidak pernah dibayangkan Endang. Dokter yang memeriksanya memanggil secara khusus di ruang kepala puskesmas. Wajah-wajah tegang menyambut kedatangannya. “Aku ikut-ikutan tegang,” aku Endang, yang lantas menghela napas panjang. (bersambung)
Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih
Penyuluhan pemilik dan sopir angkot di Kota Probolinggo yang diberikan Baur BPKB Satlantas Polres Probolinggo Kota Bripda Anton Damei.
Pengusaha Angkot Harus Berbadan Hukum
Dia ditangkap polisi setelah terbukti menjadi perantara Rohman saat menggadaikan mobil Daihatsu Xenia milik Moh Tiksan (44), warga Sampang, yang berdomisili di Jalan Tanjung Sadari, pada Oktober lalu. “Tersangka kami tangkap di rumahnya,” kata Kapolsek Krembangan Kompol Esti Setija Oetami, Kamis (28/11). Penangkapan Firman, merupakan hasil pengembangan
Probolinggo, Memorandum Para pemilik angkutan kota (angkot) di Kota Probolinggo untuk segera membentuk badan hukum atas usahanya, minimal koperasi. Selain mengikuti amanah undang-undang, pembentukan badan usaha ini juga untuk memudahkan pemilik angkutan dalam menjalankan usahanya. Demikian dikatakan Baur BPKB Satlantas Polres Probolinggo Kota Bripda Anton Damei dalam penyuluhan bagi para pemilik dan sopir angkot yang difasilitasi Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo di GOR Ahmad Yani Jalan Dr Soetomo Kota Probolinggo, Kamis (28/11). Anggota Satlantas Polres Probolinggo Kota ini mengatakan, bahwa pembentukan koperasi angkutan kota sesuai dengan UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan. “Dalam pasal 139 disebutkan, penyedia jasa angkutan umum dilaksanakan badan usaha milik negara, badan usaha milik daerah, dan/atau badan hukum lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan bahwa angkutan umum harus berbadan usaha,” jelas Bripda Anton. Disisi lain, lanjut Bripda Anton, harus berbadan usaha merupakan ketentuan dari Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 agar angkutan umum orang atau barang harus berbadan hukum. Baik berbentuk Perseroan Terbatas (PT) maupun Koperasi. “Terdapat sejumlah keuntungan jika usaha angkutan berbadan hukum,” tandasnya. Dilihat dari Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 101 Tahun 2014 tentang bea perhitungan pajak kendaraan, dikatakanya, keuntungan-keuntungan dari angkutan umum atau kota (angkot) yang berbadan hukum, akan banyak manfaat. “Kalau angkutan orang dapat insentif atau gratis untuk BBN dan dalam pembayaran pajak kendaraan hanya dikenakan biaya 30 persen dari total pajak yang seharusnya dibayarkan. Sedangkan angkutan barang, lanjutnya, gratis untuk biaya BBN2. Keuntungan lainya, untuk pajak kendaraan dikenakan biaya 50 persen dari total kewajiban yang seharusnya dibayarkan,” jelas Bripda Anton. Terpisah, Kasi Angkutan Jalan Dishub Kota Probolinggo Dahroji mengatakan kewajiban angkutan umum berbadan hukum tentunya banyak baik bagi pemilik, sopir atau pengemudi maupun pemerintah. “Bila pengusaha angkutan umum memiliki badan hukum Pemkot Probolinggo tentunya lebih mudah memonitor penyelenggara angkutan umum dan upaya penindakan terhadap pelanggaran kepada badan hukum bukan sopir atau pengemudinya,” terangnya. (mhd/fer)
Rohman dan Firman menutupi wajahnya menggunakan tangannya.
telah menggelapkan mobil pulang. Tidak menyia-nyiakan kesempatan, anggota bergerak dengan menggerebek rumah dan menangkapnya tanpa per-
lawanan. “Dia mengaku mobil sudah digadaikan Rp 20 juta. Uangnya habis untuk bayar utang,” tutur Rohman. (rio/fer)
Kejurda Bola Voli Kapolda Cup 2019
Jember, Memorandum a) bola Kejuaraan daerah (kejurda) utra voli Kapolda Cup 2019, Tim Putra so PUPR Kabupaten Bondowoso dan Tim Putri Kabupaten Blitarr mengungguli dalam pertandingan grand final di GOR Kaliwates Jember. Tim yang merebutkan juara 1 putra PUPR Bondowo-so melawan Textonic Ponorogo sedangkan tim putri SF PUPR Bondowoso berhadapan tim Bintang Kabupaten Blitar setelah mengalahkan lawan-lawannya, dalam semifinal, Selasa (26/11) malam Dalam laga final tim putra PUPR Kabupaten Bondowoso mengalahkan tim Textonic Ponorogo. Dan perebutan juara 3 antara Kabupaten Jember dikalahkan oleh tim Kabupaten Trenggalek. Perebutan juara 1 tim putri SF PUPR Bondowoso menyerah dengan tim Bintang Kabupaten Blitar. Peringkat 3 direbutkan Tim Jajag Banyuwangi, berhadapan dengan tim putri Jenggolo Sidoarjo, dimenangkan Jenggolo Sidoarjo. Juara tim putri, Bintang Blitar (juara 1); SF PUPR Bondowoso (juara 2); Jenggolo Sidoarjo (juara 3); dan Jajag Banyuwangi (juara 4). Untuk tim putra, PUPR Bondowoso (juara 1); Textonic Ponorogo (juara 2); Trenggalek (juara 3); dan Jember (juara 4). Penutupan dan penyerahan tropi serta uang pembinaan untuk tim putri diberi-
Wakapolres Kompol Bagus Ikhwan Christian mengucapkan selamat kepada para pemenang kejurda bola voli Kapolda Cup 2019.
kan Plt Dispora Kabupaten Jember Ketut Ardhani, sedangkan untuk juara tim putra diserahkan olehWakapolres Kompol Bagus Ikhwan Christian. Dalam sambutan tertulisnya Ketua Umum PBVSI Jember Kapolres Jember
AKBP aAfian Nurrizal, yang dibacakan Bagus Ikhwan Christian, bahwa kejuaraan antarklub Jatim digelar selama 5 hari berjalan dengan tertib, aman dan lancar. “Selaku Ketua Pengprov PBVSI Jatim
menyampaikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada penyelenggara pengurus PBVSI, hakim, ofisial, dan pihak lain yang membantu kejurda bola voli antarklub se-Jatim 2019 berjalan sakses,” ujar Bagus Ikhwan Christian. (edy/fer)
Kapolsek Lekok Hadiri Mediasi di Desa Jatirejo
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Pasuruan, Memorandum Kapolsek Lekok Polres Pasuruan Kota AKP Miftaful bersama anggota menghadiri mediasi terkait permasalahan dugaan tidak netral kepada salah satu calon kades (cakades) sebelum pelaksanaan pemilihan yang dilakukan oleh Sadat (perangkat Desa Jatirejo) sekaligus panitia pilkades, Sabtu (23/11). Dikatakan Miftahul, dengan dikumpulkan seluruh cakades dan Panitia Pilkades Desa Jatirejo di aula Kantor Kecamatan Lekok bisa mengambil jalan keluar tentang masalah yang terus dibincangkan oleh warga Jatirejo. Hadir dalam mediasi itu, Camat Lekok M Nur Kholis; Kapolsek Lekok AKP Miftaful; Koramil Lekok Serda Joko; AinulYakin (Kades Jatirejo terpilih, incumbent); Munir, Ketua Panitia Pilkades; Syukur (cakades nomor 3);
Kapolres Tatap Muka dengan Anggota
Kapolsek Lekok AKP Miftaful foto bersama camat, calon kades yang tidak terpilih, dan calon kades terpilih.
Anas (cakades nomor 4); Faisol (cakades nomor 1); Rofiq (bacakades yang tidak lulus tes akademis), Ketua Panitia Pilkades Jatirejo dan anggotanya, Ketua BPD Jatirejo dan anggotanya. “Dengan hadirnya TNI - POLRI di tengah masyarakat bisa memberikan rasa aman di daerah binaannya. Anggota jajaran Polsek Lekok melalui bhabinkamtibmas untuk terus melakukan imbauan kamtibmas kepada masyarakat sehingga di wilayah hukum Polsek Lekok Polres Pasuruan Kota berjalan dengan aman, lancar dan kondusif,” jelas Miftaful. (*/rul/fer)
FOTO: MEMORANDUM/RAS
Jalin Kemitraan Polsek Sukolilo dengan Insan Pendidikan
Kapolsek Sukolilo AKP Sugimin bersama anggota muspika, ketua PGRI, dan Korwil Disdik Kecamatan Labang melepas balon di sela-sela upacara memperingati HUT ke-74 PGRI di SMPN 1 Labang.
Bangkalan, Memorandum Kiat Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi untuk membangun kemitraan dengan stakeholder dalam wadah organisasi sosial, keagamaan, kepemudaan dan organisasi profesi, terus diakumulasikan dari waktu ke waktu. Upaya itu tidak hanya dilakukan di tingkat polres tetapi juga dikembangkan seluruh kapolsek di 17 polsek jajaran. Seperti Kapolsek Sukolilo AKP Sugimin, misalnya, berinisiatif memanfaatkan momentum peringatan HUT ke-74 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) untuk memperkokoh jalinan kemitraan dengan komunitas guru SD,MI, SMP, MTs, SMA, SMK di wilayah Kecamatan Labang. “Untuk kepentingan itu, kapolsek dan anggota, Selasa (26/11) pagi, berinisiatif hadir langsung dalam giat upacara memperingati HUT ke-74 PGRI di SMPN 1 Labang,” kata Kasubbag Humas Polres Bang-
kalan Iptu Suyitno, Kamis (28/11). Selain Kapolsek Sukolilo AKP Sugimin, giat upacara HUT PGRI yang diikuti sekitar 100 lebih siswa SMPN 1 Labang, juga dihadiri Camat Labang Fahrozi Choirul Zamzam, Danramil Kapten Moh Nurhamzah, , Korwil Disdik Kecamatan Labang Moh Hosen, dan Ketua PGRI Ahmad Yani. Seluruh kepala sekolah (kasek) SD, SMP, SMA dan SMK, berikut puluhan staf kecamatan dan staf Korwil Disdik Kecamatan Labang, juga ikut menyemarakkan suasana upacara HUT organisasi profesi yang mewadahi komunitas guru di seluruh tanah air itu. ”Setelah upacara usai, kami lalu santai bersama dalam acara ramah tamah,” tutur Kapolsek SukoliloAKP Sugimin. Saat itulah, kesempatan untuk memperkokoh jalinan
kemitraan dengan para kasek SD, SMP,SMA, SMK, Korwil Disdik dan Ketua PGRI Kecamatan Labang. “Di antaranya, kepada para Kasek SD,SMP, SMA dan SMK, kami titip pesan agar para guru di wilayah Kecamatan Labang, rajin menanamkan materi wawasan kebangsaan, rasa cinta tanah air dan kesadaran bela negara kepada para anak didik (siswa) mereka,” tandas Sugimin. Komunitas Kasek dan Guru di bawah naungan PGRI, menurut Sugimin, merupakan mitra kerja yang sangat stretegis. Terlebih jumlah mereka mencapai ratusan. Tersebar 13 desa mencapai ratusan. Yakni Desa Baengas, Bringin, Bunajih, Jukong, Kesek, Labang, Morkepek, Pangpong, Petapan, Sendang Dajah, Sendang Laok, Sukolilo Barat dan Desa Sukolilo Timur. (ras/fer)
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Tim Putra Bondowoso dan Tim Putri Blitar Sabet Juara
Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan tatap muka dengan pejabat utama dan polsek jajaran.
Pasuruan, Memorandum Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH melaksanakan kegiatan tatap muka lebih dekat dengan pejabat utama dan polsek jajaran di ruang kerja, Rabu (27/11). Dalam kegiatan itu dihadiri para kabag, kasubbag, akasat, kasium, urkes, serta jajaran polsek Polres Pasuruan. Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan melalui Kasubbag Humas AKP Hardi menyampaikan, bahwa kapolres merupakan bapak dan anggota adalah anak-anaknya sehingga perlu dan penting adanya ruang komunikasi. Harus mengetahui arti makna nama karena merupakan doa atau harapan dari orang tuanya. “Tampilkan sebagai sosok polisi yang baik di hadapan masyarakat sehingga dapat dipercaya masyarakat karena rezeki itu datang nya dari silaturahmi. Tidak usah meminta, ketika orang lain tahu kita pasti akan memberi,” jelas Hardi. Dalam pelaksanaan itu, juga memberikan pesan kepada pejabat utama, dan polsek jajaran Polres Pasuruan agar selalu bertatap muka dengan masyarakat di wilayah binaannya. Sehingga kepolisian bisa merangkul dan mengayomi masyarakat sesuai dengan moto kepolisian. “Moto polisi sedunia itu sama, yakni serve (melayani) dan protection (melindungi),” tutup Hardi. (*/rul/fer)
dari tersangka utama Rohman. Saat ditanya keberadaan mobil, ternyata Rohman mengaku sudah diserahkan kepada Firman untuk digadaikan. Dari sini, anggota Polsek Krembangan mencari keberadaannya dan berhasil menangkapnya di rumah. Da l a m p e m e r i k s a a n , Rohman menyewa mobil rental pada pada 21 Oktober untuk dipakai kerja di beberapa kota di Jatim selama empat hari dengan
uang muka Rp 1 juta. “Korban percaya karena tersangka membawa semua persyaratan seperti identitas e-KTP,” jelas Esti. Setelah menandatangi kuitansi sewa, tersangka membawa mobil korban. Awalnya, berjalan seperti biasa. Namun, Tiksan mulai gelisah karena setelah jatuh tempo mobil tak kunjung dikembalikan. “Begitu juga saat dihubungi nomor HP tersangka yang tertera di kuitansi nomornya mati. Korban kemudian lapor ke Mapolsek Krembangan,” jelas mantan Kapolsek Gayungan ini. Setelah beberapa hari pencarian terhadap tersangka, akhirnya petugas mendapatkan informasi bahwa pria yang
FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO
FOTO: MEMORANDUM/MHD
Surabaya, Memorandum Anggota Reskrim Polsek Krembangan berhasil meringkus Firman (41), warga Jalan Platuk Donomulyo. Penangkapan, perantara mobil rental ini pengembangan kasus setelah polisi mengamankan Rohman (38), tersangka lain yang menggelapkan mobil rental asal Jalan Bolodewo. Hasil penjualan mobil tadi untuk membayar utang.
HALA HALAMAN 8
FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
JUMAT PON, 29 NOVEMBER 2019
FOTO: MEMORANDUM/RUL
SERTIFIKA T
P ER S WAN DE
HUKUM & KRIMINAL Gadaikan Mobil Rental untuk Bayar Utang
KOTA SURABAYA
JUMAT PON, 29 NOVEMBER 2019 HALAMAN 9
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
TPS Digusur, Warga Koblen Khawatir Sampah Menggunung Musim Hujan Tiba, Bisa Jadi Sarang Penyakit Surabaya, Memorandum Upaya PT Dwi Budi Wijaya memproses sertifikat untuk penyelamatan aset penjara Koblen, Kelurahan/Kecamatan Bubutan, seluas 38.000 meter persegi berdampak kantor tempat pembuangan sementara (TPS) di Jalan Pirngadi dibongkar. Ini tentu membuat warga resah, karena mereka bakal kesulitan membuang sampah. Warga RT 02 Bubutan, Kuseiri berharap kepada pemilik lahan penjara Koblen (PT Dwi Budi Wijaya)
agar TPS di situ tidak ditutup, meski kantornya sudah dibongkar. “Warga berharap TPS tidak ditutup. Karena
ini merupakan satu-satunya tempat pembuangan sampah bagi warga Koblen dan sekitarnya,” ungkap dia. Kuseiri menjelaskan, keberadaan TPS di Jalan Pirngadi itu sudah puluhan tahun dimanfaatkan warga Kelurahan Bubutan. “Jika toh terpaksa harus dipindah, itu ditaruh di mana. Sedangkan permukiman di kawasan Bubutan padat penduduk. Namun, jika lokasi
TPS terlalu jauh, apakah warga tidak kesulitan membuang sampah tersebut?” keluh dia kepada Memorandum, Kamis (28/11). Kuseiri menandaskan, apalagi sekarang ini memasuki musim hujan. Tentu, jika TPS di Jalan Pirngadi yang ada di kompleks penjara Koblen itu dibongkar, apakah tidak menimbulkan penumpukan sampah di lokasi tersebut. Apalagi dinding TPS telah
FOTO: MEMORANDUM/WAHYU
Petugas memilah sampah di TPS Jalan Pirngadi yang akan digusur.
dibongkar dan sekarang terbuka. Ini jelas mengganggu lingkungan sekitar. “Jika hujan datang, yang pasti tumpukan sampah itu jika tidak diangkut akan menimbulkan bau tidak
sedap serta mencemari lingkungan. Ini bisa menjadi sarang penyakit. Untuk itu, saya berharap instansi terkait ikut memikirkan dan mencarikan Bersambung ke halaman 10
FOTO: ISTIMEWA
Dhimam Abror
Pilwali Surabaya 2020
Gerakan Risma Selamanya, Buruk bagi Pendidikan Demokrasi Surabaya, Memorandum Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Dhimam Abror menilai persaingan pada Pilwali Surabaya 2020 bakal sengit. Apalagi, saat ini sejumlah nama yang digadang-gadang mulai muncul ke permukaan. Abror menyebut ada nama Whisnu Sakti Buana, Zahrul Azhar As’ad atau akrab dipanggil Gus Hans, serta nama Kepala Bappeko Eri Cahyadi. Tidak hanya itu, mantan jurnalis ini juga menyinggung adanya perang panas antara Khofifah Indar Parawansa vs Tri Rismaharini. “Ekspektasi orang sangat tinggi karena mengharapkan figur baru nanti tidak kalah dari Risma. Jadi siapa pun yang muncul selalu berusaha bahwa saya the next Risma,”ujar dia, Kamis (29/1). Bahkan, lanjut Abror, saat ini sudah ada yang mengklaim the next Risma. “Ini penerus Risma, sudah banyak yang saling mengklaim begitu,” ungkap Abror. Bersambung ke halaman 10
FOTO: MEMORANDUM/M SYAIFUDIN
Spanduk yang dipasang warga berisikan permintaan penghapusan surat ijo.
Tolak Akui Surat Ijo Milik Pemkot, Warga Peneleh Stop Bayar Retribusi Surabaya, Memorandum Warga Undaan Kulon, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, ramai-ramai memasang banner stop bayar surat ijo. Banner tersebut dipasang di depan rumah mereka. Banner yang dipasang setiap rumah itu ada dua buah. Yang berwarna kuning bertuliskan Surat ijo stop bayar sewa dan gratis. Sedangkan yang biru bertuliskan stop bayar sewa surat ijo. Indriani, warga setempat mengatakan, pemasangan banner tersebut sebenarnya sudah dilakukan
sejak beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk spanduk besar berwarna hijau baru dipasang seminggu lalu. “Jadi spanduk hijau besar itu dipasang di pagar tak jauh dari Kantor Kelurahan Peneleh. Spanduk itu baru dipasang setelah aksi di Makam Pahlawan di Jalan Mayjen Sungkono pada 10 November lalu,”beber wanita yang aktif di Perkumpulan Penghuni Tanah Surat Ijo Surabaya (P2TSIS). Dia menambahkan banner yang dipasang itu disesuaikan dengan jumlah rumah warga yang ada,
yaitu 122. Memang ada rumah yang dibangun, ternyata banner tersebut tidak dipasang lagi. Namun rata-rata sudah dipasang banner semua. Lebih jauh, Indriani menyatakan, rumah di sana mayoritas memang menempati tanah surat ijo. Dengan pemasangan tersebut warga tidak membayar retribusi tanah surat ijo.“Saya sudah tidak bayar. Kalau yang lain, tidak tahu. Yang pasti saya sudah meminta mereka untuk tidak membayar retribusi tanah surat ijo lagi. Sebab, kalau membayar berarti Bersambung ke halaman 10
FOTO: MEMORANDUM/M SYAIFUDIN
Banner yang dipasang di rumah-rumah.
Pemkot Tak Ada IkƟkad Baik
Pemilik Ngotot Tutup Jalan Tambak Wedi Baru
FOTO: ISTIMEWA
Risma sidak ke Stadion GBT.
Renovasi GBT Digelontor Rp 80 M Surabaya, Memorandum Pemkot Surabaya tidak mainmain dalam mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021. Untuk itu, Stadion Gelora Bung Tomo yang menjadi venue akan direnovasi habis-habisan. Anggaran yang siap digelontorkan Rp 80 miliar Wali Kota Tri Rismaharini mengatakan, anggaran Rp 80 miliar itu untuk semua pembangunan di sana. “Dan itu dipecah di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Kalau di satu OPD, kasihan,” kata Risma, Kamis (28/11) Dia menambahkan karena APBD 2020 sudah digedok, maka pemkot mempersiapkan melelang proyek renovasi dan pengadaan GBT. Diperkirakan tahun depan sudah bisa dilaksanakan proyeknya. “Lelangnya untuk pengadaan kursi single seat 45 ribuan dengan anggaran sekitar Rp 45 miliar. Selain itu penggantian rumput baru senilai Rp 4 miliar,” ungkap Risma. Bersambung ke halaman 10
Surabaya, Memorandum H Ichwan, pemilik lahan di Jalan Tambak Wedi Baru, akan mewujudkan ancamannya, jika lahannya seluas 540 meter persegi yang dipakai untuk fasilitas umum berupa jalan, tak dibeli Pemkot Surabaya hingga tenggat waktu 1 Desember 2019. Ichwan yang memiliki surat hak milik (SHM) lahan tersebut, akan mendirikan bangunan permanen. Karena sebagian akses tersebut sudah menjadi kewenangannya. Perwakilan Ichwan, M Sholeh mengaku, deadline yang diberikan hingga 1 Desember 2019 itu sebagai peringatan kepada Pemkot Surabaya untuk memiliki waktu membahas persoalan tersebut. Sayangnya, tidak ada iktikad baik dari pemkot untuk membeli tanah Ichwan. “Sampai hari ini (Kamis 28 November 2019, red) belum ada perubahan (tidak dibeli, red). Rencana
FOTO: MEMORANDUM/ALFIN
Baktiono
Baktiono: Harus Beri Kepastian GRAFIS/AZIZ
penutupan Jalan Tambak Wedi Baru akan tetap dilakukan,” tegas M Sholeh. Bahkan, jauh hari, pengumuman tersebut dipajang melalui spanduk yang dipasang di sekitar Jalan Tambak Wedi Baru. Spanduk
berwarna merah tersebut berbunyi: Tanah yang dipakai jalan ini milik Bapak Ichwan berdasarkan sertifikat hak milik no 220 tahun 1983. Jika pemkot tidak membeli tanah ini, maka mulai tanggal 1 Desember 2019 jalan akan kami tutup.
Pemblokiran Jalan Tambak Wedi Baru oleh Ichwan juga sempat dilakukan dengan menutup total akses jalan menggunakan pagar tembok, Kamis (28/8) lalu. Alhasil, warga yang melintasi Jalan Tambak Wedi Bersambung ke halaman 10
KETUA Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono menyarankan Pemkot Surabaya segera menyelesaikan persoalan tersebut, jika Ichwan benar-benar memiliki alas hak. Sebab, si pemilik diketahui akan melakukan penutupan akses Jalan Tambak Wedi Baru. “Pemkot Surabaya harus segera menyelesaikan persoalan ini. Bersambung ke halaman 10
Meredup, KLS Pertahankan Lou Han Tetap Bersinar Mendengar kata ikan Lou Han langsung mengingatkan kita pada masa 2000-an. Tahun dimana masyarakat menengah ke atas gandrung dengan ikan tersebut. Jenong dan mutiara serta warna di badannya ini sempat membuat semua orang kepincut hingga rela membeli dengan harga selangit. Faishal Danny Nurdiansyah NAMUN bertambah tahun, kejayaan ikan cantik asal Malaysia dan Taiwan ini akhirnya meredup. Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi sejumlah orang. Masih ada saja kelompok yang tetap dengan pendirian dengan tidak memalingkan wajah pada keindahan ikan ini. Salah satu
komunitas bahkan masih hidup dan terus mengembangkan spesies baru ikan ini. Mereka tergabung dalam Komunitas Lou Han Surabaya (KLS). Komunitas ini terus berkembang sejak 2008 lalu. Mereka menemukan beberapa seri baru ikan Lou Han.
FOTO: ISTIMEWA
Para anggota KLS berkumpul dalam suatu acara.
Dari awal hanya beberapa ratus anggota yang terdaftar dalam komunitas di facebook (FB) hingga pernah mencapai angka anggota 13 ribu. Perkembangan dan lahirnya beberapa seri ikan Lou Han yang baru membuatnya tertarik dengan ikan ini. Jika pada era 2000-an, ikan ini hanya terkenal karena jenong dan beberapa mutiaranya namun sekarang ini sudah makin bagus. Saat ini, ikan yang masih berukuran empat centimeter saja sudah mengeluarkan corak mutiara dan juga warna di badannya. Jenong juga mulai tumbuh. “Sekarang lebih cepat, lebih bagus tergantung kita Bersambung ke halaman 10
KOTA SURABAYA
JUMAT PON, 29 NOVEMBER 2019 HALAMAN 10
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
TANYA JAWAB ISLAM
Hukum Muslim Berobat ke Nonmuslim Assalaamualaikum eorang Apakah hukumnya seorang pada muslim yang berobat kepada nonmuslim? Jawab: Waalaikumussalaam wrwb, mati, penanya yang saya hormati, etiap Kita ketahui bahwa setiap orang yang hidup di dunia ini tidak terlepas dari sakit, namun demikian setiap ada penyakit Allah pasti Ustaz Dino Imansyah menurunkan obatnya pula, sesuai bunyi hadits ini: Nabi saw bersabda: Allah tidak akan menurunkan penyakit melainkan menurunkan obatnya juga.(HR Bukhari). Lantas bagaimana bila kita sakit lalu berobat kepada orang nonmuslim? Seorang ulama, Syaikh Ibnu Hajar Al-Haitami dalam kitabnya menegaskan: (Syaikh Ibnu Hajar Al-Haitami) pernah ditanya tentang hukum berobat kepada nonmuslim. Maka beliau menjawab: Muslim diperbolehkan mengobati orang kafir, meskipun kafir harbi sebagaimana diperbolehkan bersedekah kepada mereka, atas dasar perkataan Rasulullah SAW bahwa setiap kebaikan ada balasannya. Sebaliknya, muslim diperbolehkan berobat kepada orang kafir dengan syarat tidak ada orang Islam yang mampu mengobati penyakitnya dan orang yang mengobatinya dapat dipercaya, serta tidak akan berbuat jahat kepadanya. Perlu juga diketahui bahwa berobat itu hukumnya sunnah, tidak wajib. Seorang ulama Imam Ramli dalam kitabnya menegaskan: Sunnah bagi orang sakit untuk berobat berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi: Nabi bersabda: Allah tidak meletakkan penyakit kecuali dengan obatnya selain pikun. Di jelaskan juga oleh Abu Sa’id Muhammad Al-Khadimi dalam kitabnya menegaskan: kemudian sesungguhnya tidak ada bedanya antara dokter yang adil atau fasiq, antara dokter yang mukmin atau kafir, asalkan pasen percaya padanya. Penanya yang saya hormati, semoga keterangan di atas mampu menjawab pertanyaan yang anda tanyakan. Wallaahua’lam bishshowab. (*)
Penghuni Rusun Gunungsari Minta Kemudahan Mengangsur Tunggakan Surabaya, Memorandum Penghuni rusunawa Gunungsari siap berdialog dengan pengelola rusun milik Pemprov Jatim ini. Tujuannya, agar mereka diberi kebijakan mengangsur tunggakan sesuai kemampuan. “Bukannya penghuni tidak mau membayar tunggakan itu. Tapi, tolong warga diajak dialog oleh UPT soal bagaimana enaknya menyelesaikan masalah tunggakan tersebut,” beber Bayu Kuntoro, penghuni lantai 4 rusunawa Gunungsari. Bayu mengakui, dirinya memang memiliki tunggakan sewa, listrik, dan air yang sudah berlangsung lama. Dan, Bayu tidak akan lari dari tanggung jawab dan siap membayar dengan cara mengangsur. “Contohnya, ada tagihan bulan ini Rp 350 ribu, maka saya membayar Rp 500 ribu. Dan, sisanya (Rp 150 ribu) untuk mengangsur tunggakan yang lalu,” jelas dia. Akibat menunggak ini, lan-
jut dia, aliran listrik di kamarnya diputus sejak beberapa waktu lalu. Kini, anaknya terpaksa belajar di lorong yang lampunya menyala. Bayu, menambahkan sebagian besar penghuni rusun ini adalah korban gusuran dari stren Kali Jagir pada 2011. Waktu itu, mereka dijanjikan diberi pelatihan agar bisa hidup mandiri. Sayangnya program tersebut tidak berjalan. “Tunggakan ini bukan sepenuhnya kesalahan penghuni. Sebab, ketika warga tidak membayar dulu, tidak ada teguran. Dan baru dilakukan tahun ini ketika tunggakan sudah membesar,”ungkap dia. Sementara penghuni lainn-
FOTO: MEMORANDUM/M SYAIFUDDIN
Warga penghuni lantai empat rusun Gunungsari sedang bercengkerama.
ya, Ardi Gondrong mengalami nasib yang sama, yaitu listriknya diputus sejak September lalu. Sedangkan penghuni yang diputus listriknya ada 26 kamar. Ardi berusaha mengangsur dengan membayar Rp 800 ribu, namun hingga sekarang listriknya belum menyala. Hendro, penghuni rusun lainnya mengatakan, dirinya sempat dipanggil UPT penge-
TPS Digusur, Warga Koblen Khawatir Sampah Menggunung solusi jika TPS itu direlokasi,” ungkap dia. Hal senada disampaikan petugas sampah TPS Bubutan, Karsiti. Dia menyayangkan adanya pembongkaran kantor TPS yang dilakukan pemilik penjara Koblen. Apalagi sewaktu-waktu TPS Jalan Pirngadi ini juga digusur. “Pemilik penjara Koblen memberikan izin sementa-
ra waktu, boleh membuang sampah di sini. Hanya saja, dilarang mendirikan bangunan permanen seperti kantor yang sudah dibongkar sebulan lalu,” ucap Karsiti. Dia berharap TPS Bubutan tetap berada di Jalan Pirngadi. Namun, Karsiti meminta agar dinding TPS dibangun kembali. Karena jika TPS dibiarkan terbuka,membuat orang tak bertang-
gungjawab leluasa membuang sampah seenaknya.Lantaran tak ada pengawasan dari petugas sampah. “Jika TPS ini memang direlokasi terlalu jauh dari jarak tempuh kampung menuju TPS, otomatis petugas sampah akan sengsara. Kalau ini terjadi saya akan berhenti menjadi petugas sampah,” tandas dia. Sementara koordinator kea-
Pemilik Ngotot Tutup Jalan Tambak Wedi Baru
FOTO: ISTIMEWA
Prajurit Kodim Surabaya Utara uji kemampuan IMPK.
Mahir Membaca Peta Surabaya, Memorandum Berbagai acara mewarnai kegiatan Minggu militer di Makodim Tipe A Surabaya Utara. Kali ini seluruh prajurit di bawah komando Kolonel Arh Putut Witjaksono tersebut, diuji kemampuan Ilmu Medan Peta Kompas (IMPK). Perwira Seksi Teritorial Kodim Kapten Arh Agus Santoso mengatakan, IMPK merupakan salah satu kemampuan yang wajib dimiliki oleh prajurit TNI-AD. “Sebagai pembina kewilayahan, prajurit kodim harus profesional dan mahir membaca peta,” kata Agus, Kamis (28/11). Masih menurut Agus, bila para personel yang saat ini mengikuti materi IMPK, agar dapat menguasai materi pelatihan tersebut. “Karena, materi IMPK ini sangat berkaitan dengan kehidupan seorang prajurit,” ujar dia.(tyo/lis)
Sambungan dari halaman 9
mengakui surat ijo milik Pemkot Surabaya,” beber dia. Dia mengaku, mulai tahun ini, dirinya tidak membayar. Apalagi setelah mendengarkan program Presiden Joko Widodo bahwa pada 2025, tanah harus bersertifikat semua. “Saya nekat tidak bayar sekarang. Sebab, selain membayar retribusi, juga harus membayar PBB. Karena itu, kami mendesak instansi terkait untuk turun ke Surabaya guna menuntaskan surat ijo,” ungkap dia. Sementara ketua harian P2TSIS Bambang Sudibyo mengklaim warga yang tidak membayar sewa tanah surat ijo ke Pemkot Surabaya mencapai 50 persen. Artinya ada sekitar 24 ribu pemegang tanah surat ijo
yang tidak membayar. “Jumlah pemegang surat ijo itu total 48 ribuan. Dan separuhnya tidak membayar uang sewa,” ujar Bambang Sudibyo, beberapa waktu lalu. Bambang menerangkan surat ijo ini tersebar di 88 kelurahan dari 154 kelurahan yang ada. Dan terdapat di 23 kecamatan dari 32 kecamatan di Surabaya. Sedangkan luasannya sekitar 12.000 hektare. Sementara itu, Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya MT Ekawati Rahayu terkait aksi warga di Peneleh tidak bisa dikonfirmasi. Ketika di whatsApp (WA) hanya dibaca, tanpa memberi jawaban. (udi/dhi)
Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i
Baru kebingungan. Setelah itu dari perwakilan Kecamatan Kenjeran menyarankan agar akses tersebut dibuka dan itu pun hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Karena menuai kontra di masyarakat, Satpol PP Kota Surabaya pun diterjunkan untuk membongkar seluruh pagar tembok tersebut karena dinilai mengganggu ketertiban umum. “Saya tahu kalau satpol PP nanti akan mengerahkan personil. Silakan membongkar pagar tembok yang kami dirikan. Kami akan tetap mempertahankan. Dan waktu lalu, (Satpol PP Kota Surabaya, red) juga sudah saya laporkan ke polisi terkait perusakan tersebut,”
papar dia. Tercatat dalam SHM, lahan Ichwan seluas 1.796 meter persegi (m2). Sedangkan lahan yang terpangkas oleh Jalan Tambak Wedi Baru sekitar 6 x 90 meter atau 540 meter persegi. Kepala Satpol PP Irvan Widyanto ketika dikonfirmasi lewat HP tak mengangkat. Tapi, ketika dikonformasi lewat WhatsApp (WA) mengenai rencana penutupan akses Jalan Tambak Wedi Baru, dia justru menyarankan untuk menghubungi Asisten 1 Sekkota Surabaya. “Konfirmasi ke bu asisten 1 pemkot ya,”ujar Irvan. Sementara itu Asisten I Pemerintahan Sekkota Surabaya, Yayuk Eko Agustin menyatakan
Renovasi GBT Digelontor Rp 80 M Ada juga penggantian dua lift yang lama dengan baru. Lalu pemasangan dua lift baru untuk penonton khusus penyandang disabilitas dan lift sisi Barat. “Sekarang lagi lelang pembangunan tiga lapangan bola pendukung di sisi timur GBT. Februari bisa digarap,”kata Risma seraya menambahkan juga ada penggantian lampu dengan
kapasitas lebih besar dan juga pengadaan genset. Disinggung soal perkembangan GBT sekarang ini, Risma mengatakan sedang dilakukan pengecatan Stadion GBT. Selain itu perbaikan toilet, baik untuk pemain dan penonton. Perbaikan rumput yang rusak dan juga pemasangan scoring board. “Nanti kita pasang sema-
Meredup, KLS Pertahankan Lou Han...
Tolak Akui Surat Ijo...
lola rusun pada Mei lalu. Intinya disuruh melunasi tunggakan Rp 29 juta. Tentu ini sangat memberatkan. “Katanya mau dipotong 50 persen namun tak jadi. Kalau saya dan penghuni lainnya diminta membayar segitu banyak ya tidak mampu,” ungkap dia. Untuk itu, Hendro berharap ada kebijakan yang tidak memberatkan warga yang sebagian
merawatnya,” kata Kordinator Lapangan (Korlap) KLS Zandy Putra Anton. Dia mengatakan, komunitas ini dibuat untuk mewadahi pecinta ikan yang sering disandingkan dengan simbol keberuntungan tersebut. Ternyata masih banyak yang memelihara. Bahkan, mereka menjadi peternak ikan tersebut. Peternak-peternak ikan ini biasanya menyilangkan satu jenis dengan jenis lainnya untuk memunculkan warna atau corak baru. Ini juga yang membuat ikan Lou Han saat ini sejak kecil sudah kelihatan mutiara hingga warnanya. Zandy mengaku, persilangan antarjenis Lou Han ini membuat ikan semakin bagus dan menarik. Ibaratnya mereka
menamainya new gen. Ikan yang saat ini dipelihara oleh anggota KLS dan yang beredar di pasaran memang berbeda dengan dulu saat sedang banyak peminatnya. “Perbedaannya bisa dibilang sampai 85 persen,” terang dia. Komunitas ini salah satu yang resmi di bawah naungan Perhimpunan Pecinta Louhan Indonesia (P2LI). Mereka mendapat lisensi sebagai komunitas di Jatim yang memang terdaftar. Selain Surabaya ada pula Madiun, Blitar, Jember, dan Tulungagung. Komunitas ini dibuat sebagai wadah para penggemar ikan tersebut bertukar pikiran. Mereka bisa saling sharing. Zandy juga mengatakan, ada yang berbeda saat memelihara ikan ini dengan ikan lainnya
Sambungan dari halaman 9
persoalan Jalan Tambak Wedi sekarang diambilalih Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Direncanakan besok (hari ini, red) ada rapat membahas Jalan Tambak Wedi Baru tersebut. “Itu kan kepentingan umum. Jadi yang menangani langsung Polres Tanjung Perak,”kata dia. Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Kenjeran Sukanan menyayangkan tindakan yang dilakukan warga tersebut. Sebab, pemilik lahan di Jalan Tambak Wedi Baru, juga harus mempertimbangkan kepentingan umum. Untuk itu, Sukanan menyarankan agar rencana penutupan dibatalkan. “Karena selama ini kan untuk fasilitas umum,” kata dia. (alf/udi/dhi)
Sambungan dari halaman 9 cam galian sehingga penonton tidak bisa ke tengah lapangan,” ungkap Risma. Untuk mendukung akses jalan menuju GBT, Pemkot Surabaya akan melebarkan Jalan Jawar hingga Benowo. Selain itu, juga mempercepat pembangunan jalur lingkar luar barat (JLLB). Dan juga exit tol agar bisa langsung ke GBT. (udi/dhi)
Sambungan dari halaman 9 yang saat ini sedang booming di pasaran. Ini yang membuatnya senang memelihara Lou Han. Ibarat seni, memelihara ikan ini tidak bisa ditebak akhirnya. Memelihara ikan ini sejak kecil kita belum tahu bagaimana nanti besarnya. Dia menyebut, kejutan-kejutan ikan ini yang membuatnya senang dan menjadi salah satu peternak. Belum tentu saat kecilnya bagus, terus dibesarkan hasilnya juga bagus. Ini membutuhkan keahlian sendiri dan berbagai perhitungan mulai makanan hingga lingkungan ikan tersebut. “Surprise-nya buat ketagihan. Warna bisa berubah semua tergantung air yang digunakan,” kata dia kemudian tertawa. (*/lis)
besar dari kalangan bawah.”Tolong perhatikan kondisi kami di sini,” tegas dia. Anang Bintoro, Kasubbag TU UPT Pengelolaan Informasi Teknologi Bangunan dan Pelayanan Per umahan Per mukiman (PITBP3) Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKPCK) Provinsi Jatim mengatakan, pihaknya sudah mengadakan pertemuan dengan warga pada Mei. Tidak itu saja, pihaknya juga menawarkan agar warga mengangsur tunggakan pembayaran sewa rusun, listrik, dan air. “Kami juga akan membuat kebijakan agar warga yang berasal dari gusuran stren kali untuk mendapatkan keringanan. Untuk itu, akan kami ajukan kepada gubernur,” ucap dia. Anang berharap kepada penghuni untuk bisa melunasi tagihan listrik. Sebab, direncanakan ada pemasangan token listrik Desember nanti. (udi/dhi)
Sambungan dari halaman 9 manan PT Dwi Budi Wijaya, Ragil mengaku, pembongkaran kantor TPS dilakukan atas perintah pimpinan. Sebab, pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) tidak mau memproses sertifikat jika lokasi lahan penjara Koblen belum bersih dari bangunan yang bukan milik PT Dwi Budi Wijaya. “Tapi, sementara kita masih mengizinkan kawasan di luar penjara Koblen untuk pembuangan sampah sementara. Jika ke depan pimpinan menghendaki membutuhkan lahan itu. Ya, otomatis TPS tersebut harus dipindah,”jelas dia. Lurah Bubutan Mustofa Kholil membenarkan, bahwa
Baktiono: Harus Beri... Informasinya dia (Ichwan, red) memiliki sertifikat. Tahu-tahu digunakan jalan umum,” ujar dia, Kamis (28/11). Politisi PDI-P ini mengatakan, seharusnya sebelum pembangunan akses Jalan Tambak Wedi Baru, pemkot sudah mengetahui tanah yang akan digunakan fasum tersebut tidak memangkas tanah perseorangan. Sebab,jika pemkot tidak memperhatikan kejelasan itu akan menjadi polemik di kemudian hari. “Kalau dibuat jalan umum begitu, ya pemkot harus segera melakukan pembayaran sepenuhnya kepada pemilik tanah. Itu sama dengan membantu akses warga
Gerakan Risma... Meski masih banyak nama Risma yang beredar, Abror mengaku memiliki perspektif tersendiri. “Setiap masa itu ada orangnya, dan setiap orang ada masanya. Era Risma itu kita hormati, kita anggap sebagai orang yang bagus dalam membangun Surabaya. Tapi di era berikutnya sudah berbeda lagi. Tidak harus dibutuhkan seorang Risma karena tantangannya beda,” jelas Abror yang juga tokoh pers Jatim ini. Ditanya tentang Risma efek tersebut, Abror mengakui memang itu ada. Tapi Abror menyebutnya pisau bermata dua bagi calon wali kota yang misalnya secara sengaja ingin memanfaatkan Risma efek. “Ya, mengkin dia akan dapat simpati karena mendapat dukungan. Tapi pisau bermata dua tadi bisa negatif kalau dia dianggap bonekanya Risma dan belum tentu didukung,” ungkap Abror yang punya hobi bermain sepak bola ini. Apalagi, Abror citra Wali Kota Risma mulai tercederai saat
ada pembongkaran kantor TPS di kawasan penjara Koblen. Tapi PT Dwi Budi Wijaya masih memberikan izin tempat untuk TPS-nya saja. Namun, sampai kapan mereka meminjamkan lahan untuk TPS warga Bubutan itu belum tahu kepastiannya. “Kami harap TPS itu masih di situ, sambil koordinasi dengan DKRTH Surabaya untuk mencarikan solusi TPS direlokasi di mana nantinya. Ini agar tidak terlihat kumuh. Kami juga menyosialisasikan ke tingkat RT/RW supaya gerobak sampahnya ditaruh di kampung masing-masing, biar tidak terjadi penumpukan di TPS tersebut,”pungkas dia. (why/dhi)
Sambungan dari halaman 9 setempat untuk digunakan jalan umum,” ujar dia. Dia menambahkan, kalau memang anggaran tahun 2019 tidak ada, Pemkot Surabaya harus berkomitmen di hadapan warga dan ada saksinya bahwa nanti akan dibebaskan pada tahun anggaran 2020. “Sehingga ada kepastian dari pihak keluarga dan masyarakat yang melalui jalan tersebut,” jelas Baktiono. Kalau nilai jual objek pajak (NJOP) di kawasan Tambak Wedi Baru Rp 2 juta per meter persegi, maka pemkot diperkirakan butuh anggaran Rp 1 miliar lebih untuk membeli lahan seluas 540 meter persegi tersebut. (alf/dhi)
Sambungan dari halaman 9 ini. “Risma pernah sensi karena dikritik soal mafia perizinan yang diduga melibatkan anak kandung dan pejabat pemkot yang menjadi anak emasnya. Risma mati-matian membantahnya. Serangan terbuka itu tetap mencederai citra Risma,”tandas Abror. Soal adanya gerakan Risma Selamanya di Surabaya, Dhimam menilai itu bukan gerakan murni. “Kamu sekarang bisa bikin fakta itu. Arek 10 suruh teriak di Bungkul, Risma...Risma...Risma, terus kamu foto sendiri. Kalau saya bilangnya dalam ilmu politik atau dalam ilmu komunikasi itu kan konstruksi,” jelas Abror. Adanya gerakan Risma Selamanya ini, tegas Abror, buruk bagi pendidikan demokrasi. “Tidak ada orang itu selamanya. Tiap orang punya masa, tiap masa punya orang. Sepuluh tahun yang lalu oke Risma, tapi kalau selamanya apakah bisa? Sekarang tantangannya beda. Tahun 2020, kita sudah MEA, Masyarakat Ekonomi ASEAN,”tutur Abror. (dhi/lis)
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Supriadi, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Muhammad Arif Alfiansyah, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Blitar: Prawoto Sadewo. Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/ mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.
MADURA
JUMAT PON, 29 NOVEMBER 2019 HALAMAN 11
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.
Bangkalan, Memorandum Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bangkalan mengusulkan agar Stadion Gelora Bangkalan (SGB) di Jalan Soekarno-Hatta menjadi salah satu venue pertandingan sepak bola Piala Dunia (PD) U-20 tahun 2021 mendatang. Hal itu disampaikan Kepala Dispora Bangkalan Drs H Moh Saad Asyari MM. “Dua tahun mendatang, tepatnya tahun 2021 nanti, Indonesia mendapat kepercayaan dari FIFA untuk menjadi tuan rumah piala dunia sepak bola U-20. Kita berharap bisa terlibat,” kata Moh Saad, Kamis (28/11). Momen olahraga berskala internasional itu, menurut Moh Saad, kemudian menggugah semangat Dispora sebagai institusi pengemban amanah Drs H Moh Saad Asyari MM pembinaan olahraga. Tegasnya, Dispora ingin mencari celah peluang dan kesempatan, agar Kabupaten Bangkalan bisa terlibat langsung dalam even akbar sepak bola berskala internasional itu. Berawal dari pola pikir semacam itulah, pada akhirnya muncul sebuah gagasan simpatik. Dispora, melalui Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron, coba mengusulkan agar lapangan bola di kompleks SGB bisa dijadikan salah satu tempat untuk laga Piala Dunia U-20 tahun 2021 nanti. “Rintisan usulan itulah yang saat ini kami ajukan ke pemerintah pusat,” ungkap Moh Saad, ” papar Moh Saad. Alasannya, lapanngan bola di kompleks SGB sudah dikukuhkan sebagai salah satu dari lima lapangan bola terbaik di Indonesia. Penegasan itu nyata adanya. Terbukti, sejak tuntas menjalani renovasi besar-besaran pada kisaran tahun 2009 s/d 2011 lalu, lapangan bila SGB sudah tak terhitung berepa kali digunakan untuk event berskala nasional. Termasuk putaran Liga. Kesimpulannya, lapangan bola di kompleks SGB, jelas cukup layak dijadikan salah satu tempat pertandingan Piala Dunia sepak bola U-20. Atau paling tidak, jika tidak direstui menjadi salah satu tempat pertandingan, bisa juga diharap menjadi salah satu base-camp latihan untuk beberapa negara peserta Piala Dunia U-20. Jika salah satu dari dua alternatif harapan itu direstui, sudah barang tentu akan menjadi kebanggaan tersendiri insan olahraga di Kabupaten Bangkalan. Menurut Moh Saad, rintisan dispora itu kini sudah memasuki tahapan pengajuan proposal bantuan dana pemeliharaan dan penyempurnaan lapangan bola di kompleks SGB. “ Tolong sambung doanya ya, moga-moga impian kami agar lapangan bola SGB bisa menjadi salah satu tuan rumah pelaksana laga Piala Dunia U-20 dikabulkan pemerintah. Sudah barang tentu juga rekomendasi dari FIFA,” pungkas Moh Saad Asyari. (ras/sr)
Sumenep Spektakuler Ajang Eksplore Seni Budaya Daerah Sumenep, Memorandum Ajang pertunjukan seni budaya daerah yang bertajuk Sumenep Spektakuler yang digelar di sepanjang Jalan dr Soetomo sukses menyedot ribuan pengunjung, Rabu (27/11) malam. Event tersebut menampilkan kesenian dan kebudayaan unggulan Kabupaten Sumenep. Pada kegiatan yang masuk agenda Visit Sumenep 2019 tersebut, sejumlah kelompok seniman dan budayawan menampilkan keahliannya masing-masing, disaksikan Bupati A Busyro Karim, masyarakat Sumenep dan puluhan wisatawan dari luar Madura serta beberapa warga negara asing. Even yang mengambil tajuk Sumenep Rumah Seni Budaya itu menampilkan saronen, tari topeng, tari muang sangkal, tari gambu, ludruk Sumenep, hadrah, samman, kendang dumik, tari sandur, seni batik, karawitan, ojung, galundhang, macopat, musik tong-tong, kerajinan topeng, serta dimeriahkan perform band anak milenial Sumenep. Kepala Disparbudpora Sumenep Carto mengatakan, event tersebut intinya ingin menghibur masyarakat. Pemerintah Kabupaten Sumenep ingin mengetahui sejauh mana respon masyarakat terhadap kesenian lokal. “Kalau sudah seperti ini animo penonton kelihatan. Artinya mereka sangat mencintai seninya sendiri. Selain itu kami ingin seni semacam ini ada cerita atau sejarahnya seperti apa. Kami ingin punya literasi tentang seni di Sumenep.
Tujuannya ingin melestarikan,” ujar Carto. Menurut dia, pemerintah pusat telah mendaftarkan dan menetapkan warisan budaya tak benda. Sementara Sumenep baru mempunyai tiga budaya yang telah terdaftar yaitu Nyadar, Topeng dan pada tahun 2019 ada Saronen. “Tahun ini pemerintah pusat menetapkan 250 warisan budaya tak benda. Jawa Timur punya 20, Madura hanya satu yaitu Saronen Sumenep. Madura secara umum sudah lama punya budaya sehingga banyak seni yang muncul. Sekarang suku Madura meluas hingga ke Jawa. Seni budaya kita bisa diakui daerah lain, sehingga perlu melestarikan seni dengan membuat literiasi agar kemudian bisa didaftarkan,” urai dia. Melalui pementasan seni budaya, Carto ingin memastikan seni budaya dikelola dengan baik dalam rangka melestarikan dan sebagai daya tarik wisata. Menurut dia, kalau kesenian bubar, wisatawan tidak akan tertarik berkunjung ke Sumenep. Selain itu, dia menegaskan bahwa event tersebut sebagai ajang edukasi kepada masyarakat untuk mengenal
Kesenian Jaran Kencak menyedot perhatian massa.
seni budaya daerahnya. Pada even Sumenep Spektakuler, Carto mengaku ada beberapa seni yang belum ditampilkan misalnya Sintung. Karena ia masih mencari seni atau budaya yang munculnya dari keraton atau khas keraton. Saat ini Disparbudpora Sumenep sudah mendapat partner dengan pihak ketiga untuk mengidentifikasi seni yang nyaris punah yang munculnya dari keraton. “Saya telah berusaha komunikasi dengan keturunan keraton Sumenep.Melalui even seperti ini kami bisa mengetahui seni yang butuh regenerasi, misalnya tari Sandur yang pemerannya sepuh-sepuh. Kalau tidak ada generasi penerus, akan punah. Maka kita harus membina sejak sekarang. Salah satu bentuk pembinaan adalah dengan memberi nomor induk kesenian,” tandas Carto. (aan/adv/sr)
Tari Sandur.
FOTO: MEMORANDUM/ AINUL ANWAR
Dispora Usulkan SGB Salah Satu Venue PD U-20
Musik Galundhang yang biasa mengiringi Ojung.
DPRD Sumenep Sahkan APBD Tahun Anggaran 2020 APBD tahun anggaran 2020 ditargetkan Rp 2.407.651.810.511. Setelah dilakukan pembahasan tetap sebagaimana draf. Sisi belanja daerah dialokasikan dana Rp 2.717.668.239.383. Terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 1.719.502.397.357 dan belanja langsung sebesar Rp 998.183.842.026. Setelah dilakukan pembahasan juga tetap sebagaimana draf. Sementara sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan tahun anggaran 2020 dianggarkan Rp 360.034.428.872 tetap sebagaimana draf. Pengeluaran pembiayaan tahun anggaran 2020 dianggarkan Rp 50 miliar, tetap sebagaimana draf. Terdapat surplus pembiayaan netto dari selisih penerimaan pembiayaan dengan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 310.034.428.872. Pendapatan daerah setelah dihadapkan dengan belanja daerah terdapat defisit sebesar Rp 310.034.428.872 yang selanjutnya ditutup dengan surplus pembiayaan netto sebesar Rp 310.034.428.872. Dari sisi perangkaan tersebut, telah terjadi pengurangan dan pengalihan anggaran dalam waktu kegiatan dan lintas kegiatan namun masih dalam struktur anggaran OPD bersangkutan. Dinas PRKP Cipta Karya terjadi pengalihan anggaran. Kegiatan pembangunan sanitasi yang semula dianggarkan Rp 3.058.720.500 dikurangi Rp 3 miliar. Pembangunan RTH di Potre Koneng dengan anggaran Rp 1.237.173.500 dikurangi Rp 1 miliar. Akumulasi pengurangan anggaran sebesar Rp 4 miliar selanjutnya dialihkan untuk ditambahkan kepada kegiatan yang menyentuh kepada masyarakat yaitu pembangunan drainase dan trotoar di ibu kota kecamatan (IKK). Dinas Perhubungan juga terjadi pengalihan anggaran yaitu belanja modal pengadaan tanah Rp 29.869.500.000 dikurangi Rp 5 miliar, dialihkan untuk ditambahkan kepada pembangunan prasarana perhubungan. Dinas PU Bina Marga terjadi pergeseran anggaran kegiatan pemeliharaan dan peningkatan jalan dengan lokasi yang berbeda.
Pimpinan DPRD Sumenep mengatur proses rapat paripurna.
“Banggar juga ingin menyampaikan beberapa saran untuk diperhatikan. Ke depan harus dilakukan inovasi guna peningkatan pendapatan asli daerah oleh OPD penghasil agar bisa memenuhi RPJMD yang telah disepakati bersama. Program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat hendaknya direalisasikan sesegera mungkin. Perlu juga dipertimbangkan untuk tahun anggaran 2021 relokasi anggaran melalui Dana Desa atau ADD untuk honorarium atau gaji petugas pembantu registrasi desa,” tutup Muhri. Sementara itu, Ketua DPRD Sumenep Abdul Hamid Ali Munir mengatakan, rapat paripurna telah terlaksana dengan baik. Sehingga dia atas nama pimpinan DPRD mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah bekerja dengan sungguh-sungguh dalam proses penetapan RAPBD tahun
FOTO: MEMORANDUM/ HUMAS
Sumenep, Memorandum Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep telah mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep tahun 2020. Penetapan itu dilakukan pada rapat paripurna penyampaian laporan badan anggaran (banggar), pengambilan keputusan DPRD, penandatanganan naskah, dan sambutan bupati atas Raperda APBD Sumenep tahun anggaran 2020, Rabu (27/11) malam. Dalam sambutannya, juru bicara Banggar DPRD Sumenep M Muhri menyampaikan laporan secara rinci terhadap hasil pembahasan raperda tentang APBD Sumenep tahun anggaran 2020. Ia mengucapkan terima kasih kepada tim anggaran pemerintah daerah ( TAPD) dan eksekutif karena bersabar mengikuti segala proses dan tahapan pembahasan raperda dari awal sampai akhir. Muhri memberikan gambaran sedikit terkait proses pembahasan raperda tentang APBD tahun anggaran 2020 yang telah dilakukan oleh Banggar bersama Timgar. Menurut dia, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 yang pasal-pasalnya sudah diadopsi ke dalam perubahan peraturan DPRD Kabupaten Sumenep tentang tata-tertib, adalah satu-satunya regulasi yang menjadi sandaran Banggar DPRD untuk melakukan tugas membahas APBD bersama TAPD. “Ini bukanlah tugas yang mudah, jumlah anggaran Rp 2 triliun lebih dengan jumlah pembahas hanya 25 orang. Ini menguras tenaga dan pikiran. Tapi kami tidak mundur selangkah pun untuk menyelesaikan pembahasan. Berkali-kali kami melakukan konsultasi untuk mencari formula yang pas. Kami sudah mencoba menerapkan pembahasan melibatkan komisi dengan konteks konsultasi banggar ke komisi-komisi. Kami akhirnya menemukan formula dengan membentuk pokja,” urai Muhri. Ada pun hasil pembahasan Banggar DPRD Sumenep secara garis besar, sebagaimana disampaikan Muhri rinciannya adalah; Sisi pendapatan daerah
Ketua DPRD Sumenep menandatangani berkas APBD 2020.
anggaran 2020. “Ucapan terima kasih kami sampaikan khususnya kepada
Bupati Sumenep dan Timgar serta Banggar DPRD. Semoga hal yang kita kerjakan untuk
Ketua DPRD menyerahkan berkas APBD 2020 kepada bupati Sumenep.
melaksanakan kewajiban konstitusional sebagai penyelenggara pemerintahan, senantiasa
mendapatkan ridla Allah SWT,” ucap Hamid sebelum menutup rapat paripurna. (aan/adv/sr)
PASURUAN
JUMAT PON, 29 NOVEMBER 2019 HALAMAN 12
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.
Kabupaten Pasuruan Dapat Kuota 15 Ribu Pasang Buku Nikah
Pengesahan APBD 2020 Tertunda
Pasuruan, Memorandum Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan mendapatkan kuota 15 ribu pasang buku nikah, awal November lalu. Jumlah itu merupakan kuota untuk tahun depan. Kuota ini sama jumlahnya dengan yang diberikan sepanjang 2019 ini. Usman, kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Kabupaten Pasuruan mengatakan, sebelumnya Kemenag Kabupaten Pasuruan mengajukan sebanyak 14 ribu pasang buku nikah ke Kemenag Pusat. “Jumlah tersebut adalah perkiraan jumlah pernikahan di tahun ini,” jelas Usman. Rupanya, dari pengajuan itu, jumlah kuota yang turun dipastikan lebih banyak. “Memang ada tambahan kuota dari pusat,” imbuh Usman. Dikatakan jumlah pernikahan di Kabupaten Pasuruan memang trennya naik-turun tahun ini. Ini, lantaran
pernikahan memang sangat tergantung dari kebutuhan dan kegiatan di masyarakat. “Jadi, sifatnya memang tidak bisa diprediksi, bisa naik dan turun setiap tahunnya,” kata Usman. Sepanjang 2019 sampai pertengahan Agustus lalu, tercatat kurang lebih ada 11 ribu pernikahan (Data pernikahan yang tercatat di Kemenag, selengkapnya lihat infografis). “Dari jumlah tersebut, prediksi terus naik sampai akhir tahun ini, namun kuota dipastikan masih aman, selain dari stok tahun ini masih ada juga ada stok buku nikah baru dari pusat,” terang Usman.
Infografis data pernikahan dari kemenag.
Untuk akhir tahun ini, kegiatan pernikahan dipastikan tetap tinggi. Selain lonjakan saat setelah bulan Maulid, biasanya akhir tahun juga cukup tinggi yang menyelenggarakan pernikahan.
Lalu, bagaimana bila jumlah pernikahan melebihi jumlah kuota?. Bila itu terjadi, kemenag setempat masih bisa mengajukan kembali permintaan buku nikah ke Kemenag Pusat.(rul/sr)
Perbaikan Jalan Lingkungan 3 Kecamatan Hampir Tuntas
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Pasuruan, Memorandum Rencana pengesahan rancangan APBD 2020 dalam forum sidang paripurna DPRD Kabupaten Pasuruan yang dijadwalkan pada Kamis (28/11), tertunda. Alokasi waktu pembahasan rencana kerja anggaran beberapa OPD di masing-masing komisi selama hampir tiga pekan juga belum ada titik temu. Hal ini dikarenakan masing-masing ngotot mempertahankan usulan, hingga batas waktu, pembahasan tak kunjung rampung. Untuk diketahui, dalam pembahasan rancangan APBD 2020 terjadi defisit anggaran Rp 130 miliar dari total pendapatan daerah sebesar Rp 3,528 triliun. Defisit itu muncul seiring adanya indikasi melambungnya usulan dari para wakil rakyat melalui fraksi-fraksi yang ada di Komisi III DPRD yang nilainya terlalu gemuk sehingga tak bisa diakomodir oleh kekuatan APBD. Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan M Sudiono Fauzan seperti dikutip dari bangsaonline.com menjelaskan bahwa untuk pengesahan rancangan APBD 2020 sesuai dengan hasil rapat pimpinan disepakati paripurna pengesahan rancangan APBD 2020 pada Sabtu (30/11) besok. “Usulan yang terlalu besar di masing-masing komisi perlu dilakukan penyesuaian dan disinkronkan dengan kekuatan APBD 2020,” jelas pria yang akrab dipanggil Dion ini yang dikonfirmasi usai rapat banmus di ruang gabungan. Ia menambahkan bahwa sisa waktu dua hari sebelum tanggal 30 November akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk dilakukan pembahasan ulang. Minimal untuk usulan yang sifatnya tidak terlalu urgent bisa ditunda. Para anggota dewan juga hendaknya tidak ngotot mempertahankan usulan agar sinkronisasi bisa berjalan dengan baik. “Hari ini pembahasan difasilitasi oleh Bappeda dan BKD mengingat usulan kegiatan sesuai dengan E-Planning,“ tambah Dion. Secara garis besar, proyeksi pendapatan daerah pada 2020 (Rp 3, 528 trilyun: red) terdiri dari pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 693,432 miliar yang terdiri dari 4 sumber, yakni pertama, pajak daerah (Rp 418,066 miliar), retribusi (Rp 49,450 miliar), pengelolaan kakayaan daerah yang dipisahkan Rp 4,222 miliar, dan lain-lain PAD yang sah Rp 221,692 miliar. Kedua, pendapatan dana perimbangan yang diproyeksikan sebesar Rp 2,022 triliun dengan rincian bagi hasil pajak Rp 316,345 miliar, pendapatan dari DAU Rp 1,257 triliun, ketiga, pendapatan DAK Rp 448,186 miliar, dan keempat lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp 813,219 miliar. Untuk sisi belanja daerah di tahun 2020 nanti meliputi belanja tidak langsung yang diproyeksikan Rp 2,093 triliun dengan rincian belanja pegawai Rp 1,213 triliun, belanja hibah Rp 165,582 miliar, bantuan sosial Rp 38,355 miliar, belanja bagi hasil Rp 46,837 miliar, belanja bantuan keuangan Rp 617 ,006 miliar, dan belanja tak terduga Rp 12,5 miliar. Sedangkan belanja langsung tahun 2020 direncanakan Rp 1,531 triliun yang terdiri dari belanja pegawai Rp 131,978 miliar, belanja barang dan jasa Rp 886,316 miliar,serta belanja modal Rp 513 ,558 miliar. (*/sr)
Pengerjaan jalan lingkungan di kawasan Purworejo, beberapa waktu lalu.
Pasuruan, Memorandum Pembangunan jalan lingkungan di enam titik yang ada di Kota Pasuruan tak lama lagi rampung. Pemkot memastikan jalan lingkungan itu bisa dimanfaatkan dengan nyaman oleh masyarakat sebelum akhir tahun nanti. Kabid Permukiman Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Pasuruan Uung Mafudi menyebut pembangunan jalan lingkungan itu dikerjakan selama tiga bulan. Jalan lingkungan yang diba-
ngun tahun ini berada di enam lokasi. Di antaranya yakni dua lokasi di Kecamatan Purworejo, satu lokasi di Kecamatan Gadingrejo, dua lokasi di Kecamatan Panggungrejo, dan satu titik di Kecamatan Bugul Kidul. “Tiga di antaranya sudah rampung. Salah satunya yang ada di Kelurahan Bugul Lor,” kata Uung. Ditambahkannya, pembangunan jalan lingkungan itu dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Di Bu-
gul Lor misalnya, dilakukan pavingisasi lantaran kondisi aspal yang ada sebelumnya rusak berat. “Di samping itu juga ada beberapa perbaikan drainase ketika memang diperlukan,” ungkapnya. Uung menyebut, proyek itu ditarget rampung bulan Desember mendatang. Sejauh ini, perbaikan jalan lingkungan masih berlangsung di tiga lokasi lain. Uung mengaku, progres pekerjaan yang menelan anggaran Rp 2 miliar itu mencapai 80 persen.(rul/sr)
PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.
Penandatanganan raperda APBD tahun anggaran 2020 oleh pimpinan dewan dan eksekutif.
rapat paripurna. Lebih lanjut, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyebutkan raperda tersebut selanjutnya akan dikonsultasikan dan dievaluasi di Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Timur sebelum jadi perda.
“Adapun ke tujuh fraksi pendukung DPRD Kota Probolinggo, yakni Fraksi PKB, Partai Golkar, PDI Perjuangan, NasDem, PPP, Gerindra, dan Fraksi Demokrat-PKS,” tandasnya. Sementara itu, pendapat akhir Wali Kota Hadi Zainal Abidin menyebutkan beberapa hal yang perlu dijadikan perhatian terkait dengan saran dan pendapat Badan Anggaran (Bangggar) DPRD Kota Probolinggo yang telah disampaikan tanggal 25 November 2019. Di antaranya, berkenaan dengan perubahan potensi pendapatan pada Raperda APBD tahun anggaran 2020 sesuai surat dari Kementerian Keuangan No: S-702/ MK/07/2019 tanggal 24 September 2019 perihal penyampaian rincian alokasi transfer ke daerah dan dana desa tahun anggaran 2020. Hal tersebut berpengaruh terhadap pagu alokasi belanja pada beberapa OPD untuk disesuaikan. “Berdasarkan saran dan pendapat Banggar agar dilakukan penyesuaian oleh tim TAPD dengan mempertimbangkan skala prioritas. Hal ini telah dilakukan melalui rapay tim TAPD tanggal 26 Nkvember 2019 yang tertuang dalam bentuk nota dinas perihal laporan hasil rapat tim TAPD sebagai dasar pergeseran anggaran OPD,” tegas wali kota. Berkaitan dengan pergeseran anggaran pada dana kekurahan, lanjut Wali Kota, yang semula dianggarkan sebesar 5 persen untuk memenuhi kekurangan kebutuhan OPD berdasarkan skala dasar. Misalkan pendidikan dan kesehatan. Hal ini sesuai dengan saran dan pendapat Banggar DPRD agar tim TAPD melakukan analisa atas kebutuhan OPD telah dilakukan. “Pergeseran anggaran atas dana kelurahan berdasarkan pada Nota Dinas Nomor 700/790/425.302/2019 tanggal 25 November 2019 perihal catatan hasil reviw dana kelurahan tahun anggaran 2020,” terang Hadi Zainal Abidin. Diketahui, setelah melalui pembahasan serta perdebatan yang cukup panjang, DPRD dan ekskutif telah sepakat tentang postur RAPBD tahun anggaran 2020. Yakni, pendapatan daerah diperkirakan sebesar Rp1.077.821.081.285,85. (mhd/sr)
Pemkab Raih Penghargaan Pelayanan Publik Lumajang, Memorandum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang kembali mendapatkan penghargaan. Kali ini, penghargaan terkait pelayanan publik yaitu penganugerahan predikat kepatuhan standar pelayanan publik tahun 2019 di Grand Ballroom, JS Luwansa Hotel, Rabu (27/11) sore. Bupati Lumajang Thoriqul Haq atau yang akrab dipanggil Cak Thoriq yang menerima langsung penghargaan tersebut, menyampaikan terima kasih atas kinerja jajaran Pemerintah Kabupaten Lumajang melakukan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. “Ter-
FOTO: MEMORANDUM/HUM
Probolinggo, Memorandum Tujuh fraksi DPRD Kota Probolinggo secara umum menyepakati dan menyetujui terhadap Raperda APBD tahun anggaran 2020 jadi Peraturan daerah (Perda), setelah dilakukan pembahasan bersama legislatif dan eksekutif. Persetujuan itu disampaikan juru bicara masing-masing fraksi dalam rapat paripurna pendapat akhir fraksi DPRD Kota Probolinggo, terhadap pembahasan Raperda tentang APBD tahun anggaran 2020, bertempat di ruang rapat utama paripurna. “Pada prinsipnya ketujuh fraksi sepakat dan menerima Raperda APBD 2020 itu untuk dijadikan perda,” ujar Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib, usai
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
7 Fraksi Setujui Raperda APBD 2020 Rp 1,17 Triliun
Cak Thoriq menerima penghargaan dari Ombudsman RI.
ima kasih semua OPD, hari ini saya menerima penghargaan pelayanan publik dari ombudsman RI. Nilai kita 90.02. Kerja keras bersama telah mulai terasa. Insyaallah ke depan akan semakin lebih baik,” ujar bupati usai menerima
penghargaan tersebut kepad awak media. Cak Thoriq nilai yang diterima Pemerintah Kabupaten Lumajang naik dari tahun ke tahun. Tahun 2017 Pemkab Lumajang mendapatkan nilai 22, pada tahun 2018 naik menjadi 79,
sedangkan tahun ini naik siginfikan menjadi 90.02. Nilai tersebut membawa Kabupaten Lumajang berada pada zon hijau. Sementara, Kabag Organisasi Setda Kabupaten Lumajang, Arif Sukamdi menjelaskan penghargaan dari ombudsman RI tersebut merupakan penilaian yang setelah disurvei pelayanan publiknya dalam uji kepatuhan pelayanan publik. “Untuk Pemerintah Kabupaten Lumajang hasilnya masuk zona hijau yang berarti kepatuhannya tergolong tinggi dalam memenuhi standar yang ditentukan oleh ombudsman RI,” jelasnya. (hum/tri)
Ranupani Segera Jadi Smart Village Lumajang, Memorandum Ranupani akan segera menjadi smart village atau desa pintar. Hal itu diungkapkanWakil Bupati Lumajang, Indah Amperawati saat menerima tim validasi dari PT Telkom Indonesia terkait smart village di ruang Mahameru, Rabu (27/11). “Saya membayangkan kalau ini sudah dijalankan, maka kemudahan pelayanan pemerintahan kepada masyarakat, kemudahan masyarakat dalam menjalankan perekonomian dan ini menjadi impian kita bersama,” harap Bunda Indah—panggilan akrab wakil bupati. Bunda Indah memandang smart village sebagai program strategis untuk mendorong akselerasi pembangunan di desa. Namun disampaikannya bahwa penyediaan infrastruktur dan berbagai aplikasi dalam smart village ini juga harus diimbangi dengan kesiapan masyarakat Ranupani itu sendiri. “Tersedianya infrastruktur, aplikasi yang canggih tidak akan bermanfaat apap-
un kalau masyarakatnya tidak siap. Ini menjadi tugas Pak Camat dan DPMD untuk mempersiapkan masyarakat, kalau kesulitan bisa meminta bantuan kepada dinas lain seperti Dinas Kominfo untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ujarnya. Sementara itu, anggota tim validasi PT Telkom Indonesia, Harun menjelaskan bahwa ada tiga point smart yang ingin diimplementasikan, yakni smart governance, smart economy dan smart society. Melalui smart governance misalnya, PT Telkom berharap akses pelayanan publik lebih baik dengan dukungan teknologi. “Melalui smart governance, pelayanan publik seperti surat menyurat, surat lahir, surat nikah, KK, bisa diajukan melalui online, layanan
puskesmas, e-posyandu juga bisa kita implementasikan. Dalam bidang pendidikan juga kita sediakan e-library yang bisa diakses secara offline,” jelasnya. Lebih lanjut, Harun menjelaskan akses perekonomian di Desa Ranupani nantinya juga dipermudah dengan adanya Smart Economy. Melalui yang akan memberdayakan ekonomi desa berkembang lagi. “Sedangkan melalui Smart Society, kita coba implementasi kan
bahwa teknologi IT bisa membantu penduduk, misalnya dalam bentuk donasi apabila ada warga yang sakit, layanan donor darah melalui 1 aplikasi,” jelasnya. Harun menjelaskan bahwa PT. Telkom Indonesia saat ini tengah menyiapkan segala infrastruktur dan berbagai aplikasi untuk mewujudkan smart village di Desa Ranupani. Ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat akan segera direalisasikan. (kom/tri/sr)
OLAHRAGA WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Satu Poin yang Mengecewakan Ditempel ketat stopper Semen Padang Dedy Gusmawan, David da Silva gagal menambah koleksi golnya ketika menjamu penghuni dasar klasemen Liga 1 2019, Semen Padang, di Stadion Batakan, Kamis (28/11).
Balikpapan, Memorandum Ambisi Persebaya untuk menjaga tren positif setelah dilatih Aji Santoso, terhenti ketika bersua Semen Padang. Sempat unggul terlebih dahulu melalui skema long pass Alwi Slamat dari tengah lapangan yang dikonversi menjadi gol indah oleh Diogo Campos di menit 10, belum cukup untuk mengamankan tiga angka. Semen Padang masih bisa membalas lewat gol Vanderlei Francisco pada menit ke-22. Gocekan striker Brasil setelah
Selam SEA Games 2019
Jatim Sumbang Empat Atlet Surabaya, Memorandum Empat peselam andalan Jatim, yakni Petrol Apostle Kambey, Guntur Pratama Putera, Cyntia Kinasih, dan Josephine Christabel jadi tulang punggung Indonesia di SEA Games 2019 Filipina. Ketua Pengprov POSSI Jatim, Mirza Mutaqien mengatakan, kemampuan empat atletnya selama ini memang jadi andalan di setiap event nasional. “Termasuk pada Pra-PON XX 2029 lalu meraih medali emas buat Jatim. Guntur di nomor 50m Bifins dan Patrol di 50m Surfies. Namun di SEA Games mereka tidak turun di nomor kecepatan yang biasa digeluti,” terangnya, Kamis (28/11). Keempat peselam Jatim di multievent se-Asia Tenggara itu, turun di nomor lain di kolam renang . “Kami berharap atlet asal Jatim bersama tim underwater hockey tersebut mampu memberikan yang terbaik buat kontingen SEA Games Indonesia,” sebut Mirza. Demi nama baik bangsa itu, bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Mirza melepas keempat peselam. “Pesan penting gubernur adalah mendulang emas dan kibarkan Merah Putih di Filipina,” ujar Mirza mengutip pernyataan Gubernur Jatim. Total, Jatim menyumbang 119 atlet dan 29 pelatih untuk memperkuat kontingen Indonesia. (*/epe)
Guntur Pratama P, Josephine C, Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Cyntia Kinasih, Ketua POSSI Jatim Mirza Mutaqien, dan Petrol Apostle K siap berjuang demi Merah Putih.
mendapat bola di depan kotak penalti, gagal diantisipasi empat pemain Persebaya sebelum mengecoh kiper Miswar Saputra, untuk mencetak gol penyeimbang kedudukan. Tambahan satu poin jelas sangat mengecewakan bagi Persebaya. Sebab, jika menang posisi mereka bakal melonjak dekati papan atas. Yang menyesakkan, sepanjang laga tanpa penonton di Stadion Batakan Balikpapan itu, Persebaya nyaris mendominasi. Berulang kali, gawang kiper Teja
Paku Alam dibombardir. Namun dewi fortuna tak kunjung menaungi hingga peluit akhir dibunyikan. “Tidak ada yang salah dengan anak-anak. Tidak ada yang salah dengan cara main kami. Terbukti sepanjang pertandingan kami mendominasi. Bahkan di babak pertama, kami dapat tujuh peluang yang seharusnya menjadi gol,” terang Aji Santoso usai pertandingan. Kegagalan mengubah peluang menjadi gol itu yang dinilai Aji berpengaruh pada
psikologis tim. Termasuk ketika di babak kedua bombardir serangan ke lini pertahanan Semen Padang dilancarkan. Bahkan shooting keras David da Silva membentur mistar dan terakhir sepakan Hansamu Yama yang terselamatkan bodi pemain belakang lawan kendati kiper sudah salah langkah. Dengan hasil ini, Persebaya kini mengoleksi 39 poin dari 29 laga. Sementara Semen Padang, belum beranjak dari dasar klasemen dengan 28 poin dari 29 laga. (*/epe)
JUMAT PON, 29 NOVEMBER 2019 HALAMAN 13
DEWI RENGGANIS WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
JUMAT PON, 29 NOVEMBER 2019 HALAMAN 14
MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739
Tepergok Hendak Curi Scoopy
Anto Sari Verdiana
BPJS Kesehatan Jember Gelar Forum Kemitraan Jember, Memorandum Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember, Anto Sari Verdiana menggelar forum kemitraan di aula bawah Kantor Pemkab Jember, Kamis (28/11). Forum kemitraan ini merupakan kegiatan pertemuan rutin yang dilakukan di setiap tahun dilakukan, satu tahun itu dilakukan dua kali pertemuan. “Intinya, pertemuan ini dilakukan untuk berkoordinasi dengan pemangku kepentingan baik itu dengan pemerintah daerah maupun dengan fasilitas kesehatan. Seperti dalam pelaksanaan program jaminan kesehatan nasional (JKN) di Kabupaten Jember,” kata Anto. Forum kemitraan ini dipimpin Sekda Kabupaten Jember. Sedangkan sekretarisnya dari BPJS Kesehatan dan anggota dari rumah sakit yang kerja sama dengan BPJS kesehatan. Rumah sakit yang diundang kemarin di antaranya RSUD dr Soebandi, RSU Balung, RSU Kalisat, RS Baladhika milik TNI. Kemudian dinas kesehatan, dinas sosial , dinas kependudukan dan catatan sipil dan BPKAD. “Kita juga melaporkan progres pencapaian dalam hal kepesertaan program JKN. Kemudian hal apa saja yang perlu dikoordinasikan di fasilitas kesehatan baik ditingkat pertama, rujukan, dan kemudian kita sampaikan regulasi terbaru yaitu Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 dan terakhir dengan diskusi,” sebutnya. Terkait dengan jumlah kepersetaan di Jember , Anto menjelaskan sampai saat ini sudah mencapai hampir 60 persen. Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya kendati tidak signifikan. Karena itu, Anto meminta dukungan Pemkab Jember karena pemerintah instruksikan mendaftarkan kepesertaan dalam P-APBD untuk penganggaran 2020. “Juga kita laporkan progres pembayaran klaim ke rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang menjadi kewajiban kita berapa dan rencana selanjutnya seperti apa. Tak kalah pentingnya kendala-kendala di lapangan yang perlu dikoordinasikan di lintas instansi dan di fasilitas kesehatan,” jelasnya. (jun/edy/epe)
FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO
Dr Heru Santoso Wahito Nugroho memberikan paparan penulisan dan publikasi artikel berdasarkan standar internasional.
Jember, Memorandum Aksi warga menghakimi Roni (26), warga Dusun Liyer RT 003/RW 005 Desa Jambesari, Kecamatan Sumberbaru, menjadi viral di Jember, Kamis (28/11). Ternyata, Roni merupakan pelaku pencurian motor (curanmor) yang tertangkap tangan dalam aksinya di daerah Jalan Kenanga, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang sehari sebelumnya. Beberapa warga yang geram dengan banyaknya pencurian memang sempat merekam kejadian dengan handphone. Beruntung, sebelum bertambah parah Roni diselamatkan petugas. Kasatreskrim Polres Jember AKPYadwivanaYumbo Qantasson mengatakan, aksi pencurian motor memang harus ditindak secara tegas. Karena hal ini memang selalu membuat masyarakat resah. “Warga boleh menangkap pelaku pencurian namun tetap tidak dibenarkan bila melakukan tindakan melukai apalagi hingga tewas, malah membuat masalah hukum baru. Serahkan atau hubungi polsek terdekat,” kata Yumbo. Selain itu,Yumbo mengimbau pemilik untuk waspada ketika meninggalkan kendaraan tanpa pengamanan. Karena aksi curanmor bisa diminimalisir jika kesempatannya juga ditekan. “Tersangka bersama tiga temannya keliling kota alun-alun mencari sasaran. Sesampainya di Jalan Kenanga melihat motor Scoopy P 5917 PU warna merah. Dia lantas merusak kunci kontak dan berhasil membawanya menjauh dari rumah pemiliknya. Sebelum menghilang, pemilik memergoki aksi tersangka,” ungkap Yambo. Spontan korban berteriak dan direspons warga. Roni sempat berusaha kabur namun jalan pelariannya tertutup oleh warga yang geram. Sehingga dengan mudah dia jadi sasaran kemarahan. Sedangkan tiga rekannya, kabur di tengah keriuhan warga. (edy/epe)
Unej Gelar Pelatihan Penulisan dan Publikasi Jurnal Internasional
Dengan muka penuh lebam, Roni dibawa ke Mapolres Jember setelah dihakimi warga karena tepergok hendak mencuri motor.
FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO
FOTO: MEMORANDUM/JUN
Pemuda Jambesari Dihakimi Massa Viral
Jember, Memorandum Program Studi (Prodi) Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Pascasarjana Universitas Jember (Unej) menyelenggarakan pelatihan penulisan dan publikasi artikel berbasis internasional, Kamis (28/11) di aula lantai III Gedung Pascasarjana Unej. Salah satu pemateri adalah Dr Heru Santoso Wahito Nugroho. Dia mengatakan, mahasiswa dan akademisi harus memiliki komitmen tinggi dalam menulis karya ilmiah, selanjutnya dipublikasikan pada jurnal maupun prosiding bereputasi internasional. “Dalam konteks ilmiah, kemampuan penulisan dan publikasi artikel ini sangat penting, karena menjadi faktor klasterisasi ranking perguruan tinggi,” ungkapnya. Menurutnya, publikasi karya ilmiah merupakan alat untuk membangun reputasi individu mahasiswa dan akademisi di perguruan tinggi tempatnya mengabdi. Dengan bantuan internet, tentu artikel yang dimuat dapat dibaca dan disitasi akademisi di dunia internasional. “Bagi insan akademis, penulisan dan publikasi artikel yang dihasilkan itu harus bersih, semakin berkualitas dan aman,” imbuhnya. Dia menambahkan, tulisan dan publikasi artikel yang disitasi berarti telah mengandung konten layak secara ilmiah sebagai sumber kebenaran pengembangan keilmuan. Akademisi yang karya
ilmiahnya banyak disitasi pun diindikasikan semakin baik, bukti indikator pengakuan dunia akademik terhadap eksistensi dan kualitasnya. “Kita berikan pelatihan penulisan dan publikasi artikel berbasis internasional, langsung implementasi bagaimana menyusun artikel,” terangnya. Sementara dosen Prodi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Pascasarjana Unej, Prof Dr drg Ristya Widi Endah Yani berharap, pelatihan ini memberikan manfaat, bagi mahasiswa dalam upaya publikasi artikel. “Panitia bisa menghubungi beliau itu luar biasa, karena beliau termasuk orang yang jam terbangnya tinggi. Semoga dengan pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi semuanya, karena syarat kelulusan mahasiswa adalah publikasi artikel,” ungkapnya. Ketua Prodi Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat, Pascasarjana Unej Dr Isa Ma’rufi menambahkan, momok kelulusan adalah publikasi artikel. Sehingga momen pelatihan tersebut diharapkan, mahasiswa memiliki gambaran dalam menambahkan referensi sebagai tinjauan pustaka, sehingga hasilnya akan semakin baik. “Kami merasa kegiatan ini sangat membantu, ada pelatihan penulisan dan publikasi artikel seperti ini, terutama bagi mahasiswa yang mau lulus yang salah satu syaratnya adalah publikasi jurnal” pungkasnya. (edy/epe)
MATARAMAN KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN-MAGETAN-WARTAWAN: Muhammad Y Nur Habibii. KANTOR: Jl Mayjend Soengkono 53 Madiun Kota. Anif Sriwati, M Alvin KANTOR:Jl. Karya Darma, Magetan
Magetan, Memorandum Kampanye tertib berlalu lintas di jalanan secara kontinyu digelar Satlantas Polres Magetan. Termasuk pembinaan di kalangan pelajar sepanjang November 2019, antara lain seperti yang dilakukan subdit pendidikan dan rekayasa (dikyasa). Subdit dikyasa merupakan unsur pelaksana tugas pokok yang berada di bawah kasatlantas. Tugasnya melakukan pembinaan partisipasi masyarakat dan melak-
sanakan pendidikan masyarakat di bidang lalu lintas. Program Goes to School digeber Subdit Dikyas Satlantas Polres Magetan. Mujlai dari tingkat usia
dini, hingga SMA/SMK. Salah satu materi yang diberikan adalah arahan kepada para pelajar agar selalu mematuhi rambu-rambu, melengkapi surat kendaraan, dan selalu memakai helm. Untuk menarik perhatian pelajar dan mematuhi rambu, petugas memberi hadiah berupa helm dan uang pembinaan kepada siswa yang berdedikasi patuh berlalu lintas di jalan. Seperti yang
dilangsungkan di Mapolres Magetan, Kamis (28/11). Arahan program ini langsung diberikan Kanit Dikyaksa Iptu Sumarno. “Program ini untuk mengarahkan pelajar agar selalu patuh tertib berlalu lintas di jalan. Selain itu, kami juga melarang siswa yang belum berusia 17 tahun menggunakan kendaraan bermotor. Dan ingat, selalu gunakan helm saat berkendaraan,” terang dia.
Menurut Kasatlantas Polres Magetan AKP Ega Prayudi, kegiatan ini dilakukan dengan memberi arahan kepada pelajar agar tertib berlalu lintas xdan terhindar dari pelanggaran yang bisa mengakibatkan kecelakaan di jalan. “Giat ini dilaksanakan berdasarkan UU No 22 tahun 2009 tentang tertib berlalu lintas di jalan,” sebut putra komedian Thukul Arwana tersebut. (alv/ack/mt/epe)
FOTO: MEMORANDUM/ALV
Goes to School, Program Dikyasa Ajak Pelajar Tertib Lalin Para pelajar Magetan yang ikut kampanye tertib lalu lintas mendapat helm gratis dari Kanit Dikyasa Iptu Sumarno.
FOTO: MEMORANDUM/PUJI SISWANTO
Kapolres AKBP Arief Fitrianto didampingi Kasatreskrim AKP Maryoko menginterogasi duo begal Kauman, Fajar Sekti dan Bambang Trianto.
Begal Kauman Lolos dari Timah Panas Ponorogo, Memorandum Aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Ponorogo, masih terjadi kendati berulangkali tindakan tegas dilakukan. Terakhir, Fajar Sekti Seno Nugroho (18), warga Dukuh Krajan, Desa Gabel, Kecamatan Kauman, dan Bambang Trianto (19), asal Desa Krebet, Kecamatan Jambon, membuat gusar warga. Duet begal yang sudah masuk daftar hitam petugas ternyata ada di balik kasus curanmor di Jalan KH Hasan Besari, Kelurahan Kauman beberapa hari lalu. Mereka memanfaatkan keteledoran pemilik yang lupa mencabut kunci motor. Beruntung, ketika ditangkap tidak ada perlawanan dari keduanya sehingga lolos dari timah panas anggota satreskrim yang memburu. Kapolres AKBP Arief Fitrianto didampingi Kasatreskrim AKP Maryoko mengatakan, pencurian dilakukan Fajar Sekti. “Fajar melihat motor lengkap dengan kuncinya diparkir di Jalan KH Hasan Besari. Oleh Fajar kontak itu kemudian dicabut dan menghubungi Bambang,” terang kapolres. Hasil penyelidikan petugas, untuk menghilangkan jejak, pelaku mempreteli motor menjadi tiga bagian. Untungya, polisi menduga pelakunya adalah orang yang sedang dicari. Setetelah ditangkap, keduanya digiring ke mapolres. (ji/mt/epe)
Proses evakuasi Sutarnu yang ditemukan meninggal di kebun miliknya.
Polisi Selidiki Penyebab Kematian Sutarnu Ponorogo, Memorandum Polsek Sooko masih melakukan penyelidikan penyebab meninggalnya Sutarnu (63), warga Dukuh Jurug, Desa Jurug, Kecamatan Sooko yang ditemukan tergeletak di kebun miliknya. Kendati ada laporan jika pria yang berprofesi sebagai petani ini tewas usai terjatuh dari pohon, namun polisi ingin memasti-
kan melalui olah TKP. “Kematian korban memang dilaporkan terjatuh dari pohon. Meski begitu saya tetap perintahkan anggota untuk menyelidiki lebih jauh kemungkinan ada unsur lain yang menyebabkan kematian korban,” terang Kapolsek AKP Supardi, Kamis (28/11). Berdasarkan keterangan Sutarno, adik korban, dia menyusul ke kebun cengkeh karena Sutarnu
tidak seperti biasanya mendekati jam makan siang belum sampai di rumah. Ketika dicari di kebun cengkeh, Sutarno terperanjat melihat kakaknya sudah terbujur tak bernyawa. Kesaksian Sutarno, korban dalam posisi miring dengan luka pada rahang, bibir, dan lengan sebelah kanan patah. Diperkirakan sudah meninggal 6 jam sebelum ditemukan. (ji/mt/epe)
Madiun, Memorandum Satlantas Polres Madiun Kota menggelar razia stasioner penindakan sistem potensial poin target (SPPT), Kamis (28/11) mulai pukul 10.00 hingga 11.30, di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Jiwan. Giat operasi penindakan dipimpin Kanit Turjawali Lantas Ipda Yudha dan diikuti puluhan personel satlantas. Sekitar 25 pengendara motor dan10 mobil diberikan surat tilang lantaran tidak memenuhi syarat berkendara di jalan raya. Seperti tidak mempunyai SIM, tidak memakai helm, tidak membawa STNK, sampai sepeda motor tidak standar. “Sasaran dari kami adalah 7 poin prioritas pelanggaran secara nasional. Di antaranya tidak menggunakan helm SNI , pelanggar melawan arus, pengendara kendaraan bermotor di bawah umur,” ujar Yudha. Selain itu, operasi yang akan terus digelar jelang Natal dan Tahun Baru juga untuk menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Madiun kota. “Sementara dari Operasi SPPT yang digelar ini, diharapkan agar pengendara bisa lebih mematuhi aturan lalu lintas guna keselamatan diri dari pengendara maupun pengguna jalan yang lain,” tutupnya. (hbb/mt/epe) FOTO: MEMORANDUM/MUHAMMAD Y NUR HABIBII
FOTO: MEMORANDUM/PUJI SISWANTO
Polres Madiun Kota Gelar Razia Stasioner SPPT
Ipda Yudha memberikan arahan kepada anggota sebelum memulai Operasi SPPT.
LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
JUMAT PON, 29 NOVEMBER 2019 HALAMAN 15
KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686
7 Rumah Rusak Diamuk Puting Beliung Bojonegoro, Memorandum Tujuh rumah di Desa Campurrejo dan Mulyoagung, Kecamatan Kota Bojonegoro, porak poranda akibat diamuk puting beliung, Rabu (27/11) petang.
Momen Haru Selimuti Pisah Sambut Kapolres Bojonegoro Bojonegoro, Memorandum Momen haru menyelimuti pisah sambut antara kapolres lama AKBP Ary Fadli dengan Kapolres Bojonegoro yang baru, AKBP Muchamad Budi Hendrawan, Kamis (28/11) di Mapolres Bojonegoro. Suasana itu terjadi setelah prosesi pedang pora Kapolres AKBP Muchamad Budi Hendrawan mengalungkan bunga kepada kapolres lama AKBP Ary Fadli yang kemudian disambut bersalaman dengan seluruh anggota. Saat itu terlihat ada yang mengeluarkan air mata tanda haru saat bersalaman dengan AKBP Ary Fadli. Beliaupun juga menangis saat memeluk satu persatu anggotanya. "Sukses ya, sehat selalu," ucap Ary singkat saat menyalami dan memeluk anggotanya didampingi AKBP Mochamad Budi Hendrawan. Salah satu perwira Polres Bojonegoro Ipda Joko mengatakan, bahwa selama AKBP Ary Fadli menjabat sebagai Kapolres Bojonegoro sangat baik dan ramah terhadap anggota serta selalu tak henti memberikan semangat terhadap anggota. "Beliau selalu mengingatkan kepada kami untuk bekerja dengan profesional, menjalankan kewajiban sebagai Polri dan juga menjalankan kewajiban ibadah terhadap Tuhan Yang Maha Esa," kata pria yang juga sebagai KBO IPP Polres Bojonegoro ini. Nampak juga ibu-ibu Bhayangkari terlihat menangis saat bersalaman dengan AKBP Ary Fadli dan istri. AKBP Ary Fadli saat ini menjabat sebagai Kabag Dalpres Ro SDM Polda Jawa Tengah. Sementara posisinya digantikan oleh AKBP Muchamad Budi Hendrawan yang sebelumnya menjabat Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim. (top/har/mik)
Selain rumah rusak, angin puting beliung juga menyapu beberapa 13 pohon di Desa Mulyoagung dan 3 pohon di Campurrejo hingga tumbang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, pihak BPBD langsung melakukan pemotongan terhadap batang pohon yang tumbang, serta melakukan oendataan terhadap kerusakan rumah akibat angin puting beliung. (top/har/mik)
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
AKBP Ary Fadli dan AKBP Muchamad Budi Hendrawan diarak menggunakan mobil.
Angin kecang itu juga menumbangkan sejumlah pohon. Angin puting beliung terjadi setelah hujan turun sangat deras di sebagian wilayah Bojonegoro. “Ada 7 rumah yang rusak terdiri dari 6 rusak berat dan 1 rusak ringan,” kata Plt Kepala BPBD Kabupaten Bojonegoro Umar Ghani, kemarin. Adapun rumah rusak di Desa Campurrejo diantaranya adalah milik Parlan, Yanto Gunawan, Darman, Susianto, Yanto. Sedangkan rumah rusak ringan milik Widodo di Desa Campurejo.
Rumah warga rusak berat akibat terjangan angin puting beliung.
APBD 2020 Capai Rp 6 Triliun Lebih Bojonegoro, Memorandum ABPD Bojonegoro senilai Rp 6 triliun lebih telah disahkan, Rabu (27/11) malam. Pemkab bersama dengan DPRD Bojonegoro mengesahkan rancangan peraturan daerah tentang rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (R-APBD) tahun 2020 menjadi perda tentang APBD 2020. Pengesahan R-APBD menjadi APBD tahun 2020 dilakukan setelah seluruh fraksi di DPRD Bojonegoro menyampaikan pendapat akhirnya (PA) dan semua fraksi setuju Raperda R-APBD 2020 disahkan menjadi Perda
Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro Imam Sholihin mengatakan, pembahasan RAPBD 2020 sudah dilakukan selama tiga hari antara tim anggaran dan Badan Anggaran DPRD Bojonegoro. Dan pada Rabu 27-11-2019 disahkan menjadi Perda ABPD Bojonegoro tahun 2020. “Hari ini (Kamis 28-11-2019) Perda APBD 2020 akan dikirim ke Propinsi ,”
APBD 2020. Dalam APBD 2020, ditetapkan pendapatan sebesar Rp 4. 830.758.680.181,00 (empat triliun delapan ratus tiga puluh miliar lebih). Sementara dari sisi belanja ditetapkan sebesar Rp 6.403.552.670.416,00 (enam triliun empat ratus tiga miliar lebih). Sehingga terjadi defisit (kekurangan anggaran,red ) sebesar Rp 2,3 triliun lebih. Defisit pada APBD Bojonegoro 2020 akan ditutup dengan sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) tahun 2018 yang belum dibelanjakan pada tahun 2019 sebesar Rp 2,3 triliun.
Ketua DPW PAN Jatim Masfuk menyerahkan rekomendasi kepada Ketua DPD PAN Lamongan Husnul Aqib.
Lamongan, Memorandum Teka-teki dukungan PAN dalam pelaksanaan Pilkada Lamongan 2020 mendatang, terjawab sudah. Ketua DPD PAN Lamongan Husnul Aqib resmi mengantongi surat rekomendasi dari DPP PAN sebagai bakal calon wakil bupati (bacawabup), dan secara simbolis diserahkan Ketua DPW PAN Jawa Timur H Masfuk, Rabu (27/11) malam. Dengan rekomendasi tersebut, Husnul Aqib diberikan kewenangan untuk berkomunikasi menjalin koalisi dengan partai lainnya. Mengingat, PAN hanya mempunyai tujuh kursi di DPRD Lamongan. Sementara untuk memenuhi syarat 20 persen atau 10 kursi legislatif, tidak bisa dipenuhi. Sehingga untuk mengusung calon, PAN harus berkoalisasi dengan partai lain untuk memenuhinya. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPW PAN Jawa Timur Amar Saifuddin menegaskan, bahwa rekomendasi DPP PAN terkait pencalonan pada Pilkada Lamongan 2020 sudah turun. Dan isinya menunjuk Husnul Aqib maju sebagai bacawabup Lamongan pada Pilkada Lamongan 2020. “Bahkan diserahkan sendiri oleh Ketua DPW PAN Lamongan H Masfuk kepada yang bersangkutan (Husnul Aqib) di kantor DPW PAN Jawa Timur. Bacawabup yang direkom PAN ini harus melakukan komunikasi dengan bakal calon bupati,” kata Amar Saifuddin, Kamis (28/11), siang. Mantan Wakil Bupati Lamongan periode 20102015 menegaskan, bahwa surat rekomendasi itu bukan sebagai syarat pendaftaran bakal calon bupati - wakil bupati. Syarat pendaftaran ke KPUD nanti adalah bentuknya SK DPP PAN. “Sehingga surat rekomendasi itu sama dengan surat tugas,” tegas pria yang kini menjabat Anggota DPRD Jawa Timur ini. (al/har/mik)
LOWONGAN WARTAWAN Dibutuhkan wartawan Penempatan wilayah GRESIK dan TUBAN Persyaratan: Surat Permohonan Lamaran Ijasah S1 atau Yang Berpengalaman Jurnalis Pas Photo 4×6 SKCK dari Kepolisian Contoh tulisan (2 berita krimimal dan Pemerintahan)
Lamaran kirim ke Alamat Perum Graha Bunder Asri Jl. Emerald VI No 3, Kembangan, Kebomas-Gresik atau email : Skhmemorandum.86@gmail.com cc hardy86ae@gmail.com
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
PAN Resmi Rekom Husnul Aqib Maju Pilkada 2020
Bupati Anna Mu’awanah bersama pimpinan DPRD Bojonegoro.
katanya. Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 33 tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2020 dalam lampiran bahwa paling lambat tiga hari setelah persetujuan bersama harus disampaikan kepada gubernur. (top/mik/nia)
GRESIK-PANTURA
JUMAT PON, 29 NOVEMBER 2019
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 16
KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP
Sopir Bus Kramat Djati Tersangka
Melayani Masyarakat MENJADI pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat wajib dilakukan seorang polisi. Seperti halnya AKP Wavek Arifin ini. Pria yang kini menjabat sebagai Kapolsek Driyorejo but berkomitmen menjamin keamanan tersebut arakat di wilayah hukumnya. masyarakat k heran jika dirinya kerap terjun ke masyarakat. Tek ikuti berbagai kegiatan Mengikuti an tokoh agama maupun dengan tokoh masyarakat. udah kewajiban “Sudah saya menjaga wilayah agar arakat bisa meraktifitas masyarakat an nyaman,” katanya. dengan isampaikan Wavek, Disampaikan sejak tugas menjalani tugas ya jarang berada dirinya ntor. Bukan di kantor. tanpa alasan, namun n langsung terjun gkungan ke lingkungan arakat. masyarakat. aring aspirasi Menjaring arakat yang masyarakat butuhkan membutuhkan kan maupun masukan saran. emuanya “Semuanya kami rangkul. Masyarakat m, pemuda maupun umum, anak. Sesuai dengan anak-anak. am Polisi Berteman,” program kas polisi dengan pungkas alok di pundak tiga balok AKP Wavek Arifin but. (an/har/mik) tersebut. FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
tentang lalu lintas dan angkutan jalan. Meski demikian, kondisi sopir juga masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Citra Medika Mojokerto. Sekadar diketahui, kecelakaan maut bus Kramat Djati terjadi sekitar pukul 04.30 di tol Surabaya - Mojokerto KM 718.600, tepatnya di Desa Kepuhklagen, Kecamatan Wringinanom. Kala itu, bus melaju dengan kecepatan tinggi. Sesampai di lokasi kejadian, tiba-tiba jalan bus oleng dan menabrak pembatas jalan hingga terjung ke tebing area persawahan. Akibat kejadian tersebut, tiga orang din-
Petugas memeriksa saksi-saksi di rumah sakit.
yatakan meninggal dunia. Di antaranya Karni (67), warga Taman Paiton, Probolinggo;, Kustiningsih (50), warga Karangsari Panaru-
kan, Situbondo, dan Doni (40), warga Jakarta Selatan. Sedangkan 28 penumpang lainnya mengalami luka. (an/har/mik)
Dukung Tugas Polri, Bhayangkari Tuban Gelar Doa dan Zikir Bersama Tuban, M Memorandum ndum Dem aran Demi kelancaran Polri dala akdalam melaksanakan tugas dan an demi ke n keamanan negara kesatuan k n Republi Republik Indo-nesia, pengurus p us Bhayangkari Cabang Tuban T melaksan melaksanakan doa bers bersama di Masjid Baitul Mukmin dan Gedung Bhayangkari Ca Cabang Tuban, Kamis (28/11). Kegia Kegiatan doa bersama dan dzikir tersebut te dilaksanakan serentak oleh seluruh Bhayangkari se-I se-Indonesia. Ini adalah merupak merupakan bentuk dukungan dari Bhayangkari Bha yang selalu setia kep kepada Polri yang merupakan apar aparat penjaga keamanan negara.
Dipimpin oleh Usta Ustadz Hidayat di Ma Masjid Baitul Mukm min Polres Tuban, Bhayangkari m melaksanakan d doa bersama dan dzikir dengan khusyu. Dengan d o a - d o a tersebut, ia berharap agar dalam pelaksanakan tugas mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia Polri selalu diberi kelancaran. Dan di setiap langkah dalam pelaksanaan tugan selalu dalam lindungan Allah SWT. Di tempat berbeda, Bhayangkari yang beragama Nasrani di Gedung Bhayangkari Cabang Tuban dipimpin oleh pdt. Imanuel memohon
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
LAKONE
Pria 42 tahun asal Brebes, Jawa Tengah tersebut dianggap lalai dalam mengemudikan bus. Hingga berakibat tewasnya tiga penumpang dan 28 orang terluka. Hingga kini, proses pemeriksaan saksi masih terus dilakukan. Kasatlantas Polres Gresik AKP Erika Purwana Putra menyampaikan, kecelakaan itu disebabkan karena sopir mengantuk. Hal itu dinilai lalai dalam berkendara di jalan. “Sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Erika, Kamis (28/11). Dikatakan olehnya, sopir dikenakan p pasal 310 ayat 4 Undang-undang RI
FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
Gresik, Memorandum Polisi akhirnya menetapkan Masrur, sopir bus Kramat Djati nopol B 7533 PV, sebagai tersangka dalam kecelakaan maut di tol Surabaya-Mojokerto (Sumo) pada Rabu (27/11) lalu. Penetapan tersangka setelah melalui proses pemeriksaan saksi-saksi.
Para Ibu Bhayangkari Polres Tuban berdoa dan berzikir di Masjid Baitul Mukmin dan gedung Bhayangkari Cabang Tuban.
untuk kelancaran tugas Polri dan keamanan negara kesatuan Republik Indonesia berharap semua dapat diberkati dengan firmannya. Kapolres Tuban AKBP
Nanang Haryono, mendukung kegiatan tersebut karena dengan diadakannya doa bersama dan dzikir tersebut diharapkan dalam pelaksanaan tugas dalam menjaga keamanan negara Polri
selalu diberi kelancaran dan keselamatan. “Saya sangat mendukung kegiatan ini, karena kegiatan do’a dan dzikir bersama ini merupakan bentuk dukungan bagi kita semua anggota Polri, agar dalam pelaksanaan tugas dalam mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, Polri selalu dalam lindungan Allah Subhanallah ta’ala” kata mantan Kasubdit Jatanras Polda Jawa Tengah, kemarin. Selain itu, lanjut Nanang, Polri supaya senantiasa diberi kemudahan serta kelancaran dalam melaksanakan tugas sehari-hari. “Dukung doa dan dukungan moril sangat dibutuhkan sebagai penyemangat untuk bangsa dan negeri ini, “ucap alumni Akadem Kepolisian (Akpol) 2000. (top/har/mik)