13
HARI
MENUJU
ULANG TAHUN
EMAS
SENIN LEGI, 28 OKTOBER 2019
KRONOLOGI KEJADIAN
1 Korban dan adiknya mengendarai motor
Saat macet itulah tersangka yang sudah mengintai korban secara perlahan memepet motornya. Tanpa buang waktu, tersangka lalu mengambil HP Xiaomi di kantong luar tas korban.
Surabaya, Memorandum Sial menimpa Dodi Triono alias Yono (30). Tidak hanya gagal mendapatkan HP yang dirampas, warga Jalan Panjang Jiwo SDN Gang Baru IV itu juga menjadi bulan-bulanan massa. Bersambung ke halaman 7
IPDA ARIE PRANOTO Kanitreskrim Polsek Wonokromo
GRAFIS: MEMORANDUM/AZIZ
Terjebak Macet, Jambret Panjang Jiwo Dimassa
keliling kota.
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
P ER S WAN DE
SERTIFIKA T
HARGA Rp 3.500,-
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com .com
Dodi Triono
2 Setiba di Jalan Jagir Wonokromo, mereka dipepet pelaku yang mengambil HP dari kantong tas korban.
3 Korban berteriak dan didengar warga.
Pelaku ditangkap dan dijadikan bulanbulanan massa.
Muncikari PA Positif Narkoba
Imaji Xinjiang
Surabaya, Memorandum Hasil penyelidikan skandal prostitusi finalis Putri Pariwisata Indonesia 2016 PA (23) oleh Polda Jatim, muncikari berinisial JL (51), warga Bekasi, Jawa Barat, positif mengonsumsi narkoba. Bersambung ke halaman 7
Oleh: Dahlan Iskan
I
ni Las Vegas. Bukan. Ini Wyoming. Bukan. Ini Idaho. Bukan. Ini Xinjiang. Betul. Ini Xinjiang bagian utara. Mirip sekali dengan Las Vegas, Wyoming, Idaho, Montana, Nevada dijadikan satu. Imajinasi awal saya tentang Xinjiang adalah padang pasir. Terpencil. Kering. Berdebu. Sangat terik di musim panas. Bersalju yang menggigil di musim dingin. Imajinasi saya yang lain: Xinjiang adalah 100 persen suku Uygur. Muslim. Ingin merdeka dari Tiongkok. Bersambung ke halaman 4
PA Dipulangkan
FOTO: MEMORANDUM/INDRA
USAI diperiksa 1x24 jam, perempuan berinisial PA yang diamankan dalam penggerebekan kasus prostitusi online di salah satu hotel di Kota Batu, dipulangkan, Minggu (27/10). Bersambung ke halaman 7
Dirreskrimum Polda Jatim Kombespol Gidion Arif Setyawan mendampingi PA menemui awak media di halaman Gedung Ditreskrimum Polda Jatim.
Banyak Permintaan, per Butir Dijual Rp 1 Juta Hindari Razia, Buron Curanmor Dibekuk
TiƟ Kamal
Selalu Berdoa ADA hal yang tidak-tidak dialami dalam bisnis artis. Ashanty dan Ruben Onsu adalah contoh yang bisnisnya mengalami teror. Apakah Titi Kamal mengalami hal serupa? “Bismillah saja, karena di dalam hidup kita selalu berdoa dijauhkan dari hal-hal yang tidak baik,” kata Titi Kamal seperti ditulis detikcom. Bersambung ke halaman 7
+
-
Meng, ingin mencari tambahan uang, seorang personel band lokal nekat menjadi pengedar narkoba jenis ineks dan obat bius. Sayang, seharusnya dia nekat menjadi pengedar Memorandum. Keren, media mitra Polri.
Si Mameng (Pembaca setia Memorandum)
FOTO: MEMORANDUM/DANNY
Surabaya, Memorandum Ingin mencari tambahan uang, seorang personel band lokal nekat menjadi pengedar narkoba jenis ineks dan obat bius (ketamine, red). Hanya saja usaha yang dilakukan Daniel Lumanto (21), tidak berjalan mulus. Baru beberapa bulan Bersambung ke halaman 7
FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
Personel Band Lokal Edarkan Ineks dan Obat Bius
Daniel Lumanto
Hendrawan Harianto alias Tole bersama petugas.
Kapolres dan Warga Gelar Sumpah Pemuda di Wisata Sontoh Laut Surabaya, Memorandum Rangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda, berlangsung di sejumlah titik di Surabaya. Salah satunya digelar Polres Pelabuhan Tanjung Perak bersama warga di Kecamatan Asemrowo, di destinasi wisata Sontoh Bersambung ke halaman 7
Surabaya, Memorandum Melawan arus lalu lintas di Jalan Gunungsari menghindari razia polisi, seorang pria dibekuk petugas. Ketika jok motornya digeledah, ditemukan kunci T. Ternyata, pria ini bandit buron polisi setelah Juli membawa kabur Bersambung ke halaman 7
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto berdiri di bawah bendera Merah Putih yang dibentangkan di wisata Sontoh. FOTO: MEMORANDUM/OSKARIO
Saya ingin mengucapkan mohon maaf yang sebesarsebesarnya kepada sahabat, kerabat, teman-teman semuanya, dan keluarga saya. Karena berita ini sudah sangat tersebar, saya sudah melihat di mana-mana. PA Saksi kasus prostitusi online
ABG Isap SS di Lorong Gang Sidoyoso Surabaya, Memorandum PA (15), anak baru gede (ABG), tinggal di Jalan Simokerto, Surabaya, keranjingan sabu-sabu (SS). Kebiasaan buruk PA terbongkar, setelah anggota Unit Reskrim Polsek Pabean Cantikan menangkap PA di pinggir lorong Jalan Sidoyoso. Bersambung ke halaman 7
DERITA INDAH BERSUAMIKAN LELAKI PEMALAK DAN PEMALAS Έ1Ή
Pasca-PHK, Aktivitasnya Hanya Cangkrukan Kerja Rokrok Asem Otak Indah (35, samaran) korslet. Tidak bisa berpikir jernih. Semua serba gelap. Seperti tertutup kabut. Apalagi berpikir soal suaminya, sebut saja Suwandi (38). Sudah dua tahun ini Wandi tidak pulang. Ia meninggalkan Indah dan dua anak yang masih bersekolah di bangku SD dan SMP. Yuli Setyo Budi, Surabaya
Pada awal nikah, sebenarnya Wandi sudah menunjukkan gejala sebagai lelaki yang kurang bertanggung jawab. Ini tampak, antara lain, dari kemalasan dia mencari kerja pasca di-PHK (pemutusan hubungan kerja) perusahaan sepatu di kawasan Tandes, dekat tempat tinggalnya.
PENERBIT: PT. Memorandum Sejahtera SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986 PELAYANAN IKLAN-PEMASARAN: 031-8275390 REDAKSI: 031-8275390 FAX: 031-8291078
Sehari-hari aktivitasnya hanya cangkrukan. Kadang memang ada pekerjaan, namun sifatnya musiman. Misalnya ketika ada pavingisasi di kampung, dia ikut terlibat di dalamnya. Atau, ketika ada warga yang membangun rumah. Biasanya Bersambung ke halaman 7
SIDOARJO
SENIN LEGI, 28 OKTOBER 2019 HALAMAN 2
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BIRO: Jokosan. WARTAWAN: H Darianto, M Suud . TELEPON/SMS REDAKSI/IKLAN BIRO SIDOARJO: 083831013777 EMAIL: areksidoarjo@gmail.com
Jambret HP Pelajar Gegara Kecanduan Game Online Kapolsek Sukodono AKP Eka Anggriana mengungkapkan, penangkapan kedua pelaku jambret HP ini setelah pihaknya mendapatkan laporan dari korban. “Berbekal laporan dan keterangan ciri-ciri pelaku kita langsung bergerak cepat melakukan pengejaran dan berhasil menangkap keduanya di kawasan Sukodono,” ungkap Eka, Minggu (27/10). Lebih lanjut disampaikan Kapolsek, modus yang digunakan tersangka ini, mencari sasaran para pengendara yang bawa HP di jalan yang sepi, yang kemudian memepetnya dan merampas HP milik korbannya. “Korban yang saat itu naik sepeda angin dengan memba-
wa HP dipepet dan dirampas saat berada di jalan yang sepi. Korban tidak melawan saat diperdayai kedua pelaku. Namun korban mengingat ciri-ciri serta motor pelaku yang selanjutnya melaporkan ke Mapolsek Sukodono,” paparnya. Di hadapan Petugas tersangka mengaku, melakukan perampasan HP karena kecanduan game online dan dirinya tidak punya HP. “HP hasil kejahatan oleh tersangka tidak dijual tapi akan dibuat game online ML (mobile legends),” ucap Eka Anggriana. Dari kedua tersangka juga diperoleh keterangan yang menyebutkan kalau mareka telah melakukan perampasan HP sebanyak dua kali dan se-
Korban yang saat itu naik sepeda angin dengan membawa HP dipepet dan dirampas saat berada di jalan yang sepi. Korban tidak melawan saat diperdayai kedua pelaku. Namun korban mengingat ciri-ciri serta motor pelaku yang selanjutnya melaporkan ke Mapolsek Sukodono. AKP Eka Anggriana Kapolsek Sukodono belumnya dilakukan bertiga yakni dengan Usman warga Masangan Kulon (DPO). “Barang bukti 2 HP dan motor kita sita dan kami akan melakukan pengejaran tersangka satunya yang saat ini menjadi DPO,” tandasnya. (yok/*)
FOTO: MEMORANDUM/IST
Sidoarjo, Memorandum Abdul Kholiq (19), warga Desa Masangan Wetan, Sukodono, dan Rafi Pratama (20), asal Kota Malang, penjambret HP milik salah satu pelajar SMA swasta di Sukodono, diringkus Unit Reskrim Polsek Sukodono.
Kapolsek Sukodono AKP Eka Anggriana menunjukkan barang bukti dan tersangka jambret.
Kapten Cpl M Choiri Kembali Jabat Pasi Intel Kodim
FOTO: MEMORANDUM/SUD
Sidoarjo, Memorandum Nasib baik berpihak pada Kapten Cpl M Choiri. Betapa tidak, berkat sikapnya yang supel dengan siapapun, Komandan Koramil (Danramil) Krembung ini dapat rezeki dari langit bisa menunaikan ibadah umrah dengan istri tercinta Fitri Iriani. Selain umrah, yang mengejutkan, Kapten M Choiri sejak 30 September dipercaya lagi menjabat Pasi Intel Kodim 0816 Sidoarjo. Tak disangka setelah merencanakan ibadah umrah dihadiahi oleh sang pencipta untuk menduduki jabatan Pasi Intel lagi. Perwira TNI/AD asal Tarik ini dipercaya dan diberi amanah oleh Komandan Kodim (Dandim) 0816 Sidoarjo Letkol Inf Iswan Nusi SH mengisi jabatan Pasi Intel sejak 30 September 2019. Sedangkan Kapten Arn. Teguh Irbayanto Pasi Intel yang lama dipercaya menduduki jabatan baru sebagai
Suasana pelantikan anggota BPD Desa Bangsri yang dihadiri Bupati Sidoarjo Saiful Ilah.
Zahlul Yussar menunggang kuda ketika dilantik menjadi anggota DPRD Sidoarjo.
Zahlul Yussar Anggota Dewan Termuda Se-Indonesia Sidoarjo, Memorandum Masyarakat Sidoarjo harus berbangga pada sosok Zahlul Yussar SIKom. Pasalnya, di usianya yang kini masih 22 tahun, pria lajang ini bukan hanya tercatat sebagai anggota dewan termuda di Sidoarjo. Melainkan juga termuda se-Indonesia. Tentu, tergabungnya Zahlul Yussar di Komisi D DPRD Sidoarjo, membuat masyarakat Sidoarjo sangat bergantung pada kinerja dan komitmennya. “Sebenarnya, ada dua orang lagi yang berusia sama, yakni 22 tahun. Tapi jika dilihat dari tanggal kelahiran, yakni 03 Maret 1997, saya masih yang paling muda,” tandas politisi Partai Demokrat tersebut, Jumat (25/10). Dan, meski bergabung dengan politisi yang secara umum, usianya jauh di atasnya, putra kedua pasangan Hudiono dan Muzayyiningsih asal Desa Ka-
litengah, Kecamatan Tanggulangin, itu mengaku tak jengah. Ia menegaskan, usia bukanlah faktor yang menentukan seorang politisi telah matang. Namun, yang terpenting baginya, adalah komitmen dan kinerja. Itu bisa dilihat dari progressnya setelah dirinya lulus SMA. Usai menempuh jenjang SMA, ia masuk ke jurusan Ilmu Komunikasi, Fisipol, Universitas Airlangga Surabaya. Jurusan itupun diselesaikannya dalam waktu 2,5 tahun. “Saya menyelesaikan kuliah S-1 dalam waktu 2,5 tahun. Sekarang tinggal menempuh jurusan S-2,” terang dia. Dia juga dikenal warga Sidoarjo sebagai pebisnis muda yang sukses. Zahlul memiliki bisnis beberapa bengkel motor. Dia juga memiliki event organizer (EO), lima lembaga pendidikan, enam yayasan taman kanak-kanak dan SMK, serta
yang terbaru dia juga membuka usaha pet shop. Ditanya tentang penc a l o n a n n y a d a r i Pa r t a i Demokrat, Zahlul mengungkapkan, jika setahun terakhir dia terjun ke dunia politik dan memilih partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY ) tersebut. Tak hanya itu, kekagumannya kepada Komandan Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY juga yang membuat dirinya mencalonkan sebagai anggota DPRD Sidoarjo. ”Sosok AHY yang membuat saya terjun ke Partai Demokrat. Sebagai kaum milenial, saya ingin membantu saudara kita (kaum muda, red) yang kurang memiliki keterampilan, sehingga sulit mendapat pekerjaan. Hal itu yang nanti akan saya perjuangkan selama menjadi anggota dewan di DPRD Sidoarjo,” ungkap ZahlulYussar. (sdm/jok/yok)
FOTO: MEMORANDUM/DAR
Sidoarjo, Memorandum Tujuh anggota BPD Desa Bangsri, Kecamatan Sukodono, dilantik Plt Camat Sukodono M Mahmud SH MM. Acara ini dihadiri oleh Bupati Sidoarjo Saiful Ilah, danramil, kapolsek, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Bupati Saiful Ilah sempat memberikan sambutan dalam pelantikan tujuh anggota BPD Desa Bangsri yang kemarin didampingi Plt Camat Sukodono M Mahmud. Acara tersebut bertempat di pendopo Balai Desa Bangsri. Kepada tujuh anggota BPD yang baru dilantik Bupati Sidoarjo berharap harus tetap menjaga sinergitas antara semua pihak, baik kepala desa maupun forkopimda setempat dan mendukung program pembangunan desa agar desa semakin maju dan makmur. “Saya ucapkan selamat kepada tujuh anggota BPD yang telah dilantik hari ini, semoga dapat menjalankan amanat yang dipercayakan sesuai dengan peraturan yang berlaku dan memfasilitasi tugas-tugas pokok,” ucapnya. Sementara itu Sumiyar, Kepala Desa Bangsri di sela pelantikan mengucapkan selamat kepada tujuh anggota BPD periode 2019-2025 yang telah dilantik. Mereka antara lain Fajar Mukti Wibowo, Khoirul Anas, Syamsul Hidayat, Husnuddin, Syaful Anas, Sudarsono, dan Nur Asiyaten. Sumiyar mengharap sesuai sambutan bupati Sidoarjo untuk tujuh BPD yang baru dilantik bisa bersinergi dengan pemerintah desa agar masyarakat Bangsri bisa merasakan kekompakan dan kebersamaan dalam membangun desa. “Mari kita jaga persatuan dan kesatuan masyarakat desa Bangasri jangan mudah terprovokasi dari orang yang tidak bertanggung jawab dan jangan mudah share berita di medsos kalau tidak tau kebenarannya dikarenakan tim cyber UU ITE terus memantau akun milik kita dan saya tidak ingin warga saya terjerat permasalahan,” bilangnya. Sumiyar juga mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat Desa Bangsri yang selama 5 tahun ini dia dipercaya untuk memimpin Desa Bangsri karena jabatan dia selaku kepala desa mau habis akhir tahun ini. “Bila ada perkataan juga pelayanan yang kurang baik di masyarakat kami meminta maaf yang sebesar-besarnya,” pungkasnya. (sud/jok/yok)
FOTO: MEMORANDUM/SDM
Kades Bangsri Minta Warga Jaga Persatuan
Danramil Tarik. “Saya tidak bisa menolak. Karena ini perintah, saya pun siap untuk melaksanakan tugas dari Pak Dandim,” tegas Kapten Cpl M Choiri, kepada Memorandum, Minggu (27/10). M Choiri dan Fitri Iriani (bidan puskesmas Medaeng) berangkat umrah sejak 14 hingga 22 Oktober 2019. Ia berangkat umrah bergabung dengan Yayasan KBIH Al Multazam. “Enak ternyata umrah itu. Tak bisa saya bayangkan, ibadah umrah saja padatnya seperti itu. Bila bertemu umat Islam sedunia. Bila musim haji bagaimana ya. Yang jelas ibadah ke Makkah dan Madinah itu sangat enak dan nikmat. Saya doakan saudara, sahabat dan teman-teman saya bisa kesana. Aamiin,” ujar M Choiri. Setelah umrah ini, M Choiri langsung fokus untuk kembali bekerja mengemban amanah jabatan Pasi Intel tersebut. (dar/jok/yok)
Fitri Iriani dan Kapten Cpl M Choiri foto di depan Kakbah.
EKBIS & PENDIDIKAN WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
SENIN LEGI, 28 OKTOBER 2019 HALAMAN 3
Antisipasi Zonasi, Pemkot Bangun Sekolah di Kecamatan Padat Penduduk
Wali Kota Tri Rismaharini
Forum Rektor Harap Nadiem Bikin Terobosan Baru Jakarta, Memorandum Forum Rektor Indonesia (FRI) berharap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim membawa terobosan-terobosan bagi dunia pendidikan tinggi. Anggota Dewan Kehormatan FRI Asep Saefuddin berharap akan ada debirokratisasi kelembagaan. “Sehingga gagasan-gagasan dari perguruan tinggi untuk katakan membuat program atau ide-ide baru itu tidak harus terlalu berbelit-belit perizinannya, karena menyusahkan dan menghambat,” ujar Asep sebagaimana dilansir republika.co.id, Ahad (27/10). Dia melanjutkan, perlu deregulasi perizinan bagi pembentukan prodi-prodi baru dan perbaikan kurikulum yang kemungkinan berkembang sesuai kebutuhan pasar. Menurutnya, perguruan tinggi dapat melakukan banyak perubahan dibandingkan pemerintah sendiri. Asep juga berharap adanya kurikulum yang luas kepada perguruan tinggi. Sehingga tidak harus terlalu banyak ketentuan atau nomenklatur-nomenklatur dari pemerintah terhadap kurikulum pendidikan tinggi. Selain itu, ia juga berharap Mendikbud melakukan pengurangan perguruan tinggi yang dinilai sudah tidak layak. Pemerintah harus memastikan setiap perguruan tinggi di Indonesia efektif, mengingat jumlahnya sudah mencapai lebih dari 4.000 perguruan tinggi. “Apakah benar perguruan tinggi ini ada mahasiswanya. Apakah tidak kebanyakan itu kalau 4.000, sudah terlalu banyak. Kalau pun 2.000 saja sebenarnya cukup,” kata dia. Menurut Asep, jika tidak ditutup, perguruan tinggi atau universitas itu bisa saja digabungkan (merger) dengan perguruan tinggi lainnya. Hal ini juga merupakan salah satu terobosan yang bisa dilakukan Mendikbud saat ini. Ia pun menegaskan agar Mendikbud dapat memastikan perguruan tinggi harus sesuai potensi sumber daya daerahnya masing-masing. Perguruan tinggi yang ada di daerah tidak harus selalu berkiblat pada perguruan tinggi di kota. (*/udi)
Wali K Kota Surabaya Tri Rismaharin maharini mengatakan sekoyan akan dibangun itu lah yang mem memang diperuntukkan di ka kawasan padat pendu duduk. Sebab, ini terka kait dengan kebijakan zzonasi dalam penerimaan siswa baru. “Meski sekarang belum diketahui kebijakan pemerintah dalam dalam penerimaan siswa, kita sudah siap mengantisipasinya. Caranya
membangun sekolah baru dan itu cukup mudah,” kata Wali Kota Tri Rismaharini. Ia menambah direncanakan sekolah tersebut akan dibangun di Kecamatan Tambaksari atau Kecamatan Sawahan. Sebab, kedua kecamatan tersebut tergolong padat penduduk. “Untuk kecamatan Sawahan, relatif banyak SMPN. Di sana ada SMP 46, SMPN 39, dan SMP 10,” kata dia. Masih lanjut dia, di Kecamatan Sawahan ada lahan eks kafe yang sudah dibeli Pemkot Surabaya. Luas mencapai 2000
meter persegi sehingga layak dibangun sekolah. “Dinas pendidikan lagi mengkaji lahan di sana. Apakah di sana itu dipakai SD atau SMP, masih menunggu hasil kajian,” ungkap dia. Selain akan membangun sekolah baru, Wali Kota Risma juga mengatakan ruang kelas di beberapa SMPN juga ditambah. Untuk yang ada di pinggiran tidak ada masalah perluasan kelas karena lahan masih ada. Namun untuk di pusat kota, ada keterbatasan lahan. “Di SMPN 9 ada penambahan kelas dengan membebaskan lahan di sana. Ini sebagai antisipasi agar tidak ada anak mengalami kesulitan mendaftar sekolah,” ujar dia. Sedangkan untuk Kecamatan
Surabaya, Memorandum Tampilan Volkswagen tipe Golf dan Scirocco milik Albertus Nicholaus tidak ada yang berubah. Desain eksterior kedua mobil tersebut sangat sederhana. Namun begitu mendengar suara audio mobil mahasiswa Fakultas Hukum Ubaya ini sunguh mengagumkan. Audio mobil dirombak total agar mendapat fasilitas stereo mobil yang memadai untuk mendengarkan musik. Di tengah kegiatan perkuliahan, Jeje sapaan akrab Albertus Nicholaus, masih menyempatkan diri menyalurkan hobi sound quality mobil. Hasilnya hobi yang baru ditekuni 3 tahun belakangan ini, menorehkan sejumlah prestasi. Je j e m e n g a k u s e n g a j a merombak audio total mobil miliknya. Kali ini dia fokuskan pada Volkswagen ( VW ) tipe Golf dan Scirocco. “Kedua mobil VW ini sudah pernah menyabet juara di lomba audio quality tahun 2018,” kata Jeje mengawali pertemuan dengan Memorandum, Minggu (27/09/2019) Dari pengalaman beberapa kali ikut lomba, membuat alumni SMA Katolik Frateran, Jalan Kepanjeng no 8, kembali tertantang untuk mengikuti lomba berikutnya. Kali ini, dua kendaraan milik Jeje, bertarung di even Brawijaya Autofest 2019.
Jeje bersama mobil miliknya yang menyabet juara sound quality.
“Banyak item audionya dirombak, sehingga menghasilkan kualitas sound yang benar benar ciamik,” tegas dia. Untuk menghasilkan quality sound yang benar benar sempurna, Jeje mengandalkan amplifier bevalor dengan bewitch. Jeje mengungkapkan, lomba audio mobil jenis sound quality diikuti oleh banyak peserta. Penilaian terkait kualitas suara audio, amplifier bevalor dengan bewitch. “Audio orisinil VW dirombak mengunakan 3w, twitter
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
membuat konsumen Lois Jeans makin nyaman dan makin betah berlama-lama berbelanja. “Masih
Dyah Rudanti (tengah) menggunting pita pembukaan gerai Lois di lantai 1 Tunjungan Plaza 3.
kan konsimen dengan memiliki kartu LAC,” tegas dia.
ga pemberdayaan masyarakat kelurahan (LPMK) menyebutkan banyak sekali keluhan mengenai PPDB. “Di Medokan Ayu, Gununganyar, sampai sekarang tidak ada sekolah Negeri. Kalaupun ada cukup jauh dan tidak masuk zonasi,” katanya Pada saat PPDB digelar, kata dia, banyak sekali masyarakat mengeluhkan hal itu. Ini karena jumlah penduduk di Medokan Ayu cukup banyak sementara sekolah yang dituju tidak masuk zona mereka. Toni berharap, pemkot segera memberi solusi. Sebab, dia yakin, kondisi semacam itu tidak hanya terjadi di Medokan Ayu saja. “Paling tidak ada sekolah negeri di tiap kelurahan, kalau mau sistem zonasi berjalan lancar,” ujarnya. (udi/dhi)
Dari Hobi Rombak Audio Mobil, Jeje Torehkan Prestasi
focal BE, mid range microprecion, mid bass focal BE, subwoofer venture vt8,” jelas dia. Pada 2018, anak ke tiga dari empat bersaudara, pasangan Mintarja Pranoto dan Debora Sutanto ini menyabet tropi EMMA. “Saat itu juara 1 unlimited pure sound untuk VW Scirocco dan juara 1, 8 k pure sound VW Golf. Prestasi itu sekitar Juli 2018,” aku Jeje. Dalam Brawijaya Auto Fest 2019, peserta datang dari beberapa kota di tanah air.
Denim Asal Spanyol Genjot Penjualan Akhir Tahun Surabaya, Memorandum Lois Jeans terus berupaya meningkatkan target penjualan menjelang akhir 2019. Denim asal Spanyol ini melakukan gebrakan program dan merenovasi showroom di lantai 1 Tunjungan Plaza 3 dengan konsep baru. Koordinator wilayah (korwil) Lois Jeans Jawa Timur Dyah Rudanti mengatakan, pasar fesyen pada 2019 ini masih bergerak standar seperti tahun sebelumnya. Meski begitu, dirinya mengaku optimistis mampu menggebrak pasar fashion di Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya. Melalui promo all items diskon 25% + 10%, FREE voucher belanja senilai 150 ribu, FREE Pouch Denim, Free E-toll Lois serta gift lainnya. ”Ini untuk memanjakan pelanggan agar betah berlama-lama belanja,” ujar Dyah Rudanti, Sabtu, (26/10). Dyah Ridanti juga perwakilan manajemen Lois Jeans Surabaya ini, menambahkan, selama tiga hari mulai 2527 Oktober 2019 ada hadiah menarik khusus pelanggan yang mendaftar menjadi member Lois. “Sepuluh pelanggan pertama berhak mendapatkan E-toll Lois Jeans yang limited edition, keren kan?,” tegas dia. Kartu member Lois yang biasa disebut Lois Amigos Card (LAC), konsumen berkesempatan mendapatkan produk lois jeans yang kece secara cuma-cuma. “Caranya gampang banget, hanya dengan mengumpulkan poin belanja saja. Beragam promo khusus juga akan didapat-
Gunung Anyar, dulunya tidak memiliki SMPN. Kini sudah ada yaitu SMPN 62. Beberapa waktu lalu Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Surabaya Arif Fathoni menuturkan, masyarakat masih trauma dengan kisruh yang terjadi saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019, khususnya jenjang SMP. Faktanya, kata dia, infrastruktur (sekolah) tidak menyebar secara merata di setiap wilayah. Sehingga, lanjutnya, tidak mendukung secara maksimal penerapan PPDB dengan sistem zonasi. “Kasihan mereka yang dari sisi nilai mencukupi tapi tidak masuk zonasi, jadinya ndak bisa mendaftar. Ini harus ada jalan keluar,” katanya. Toni, sapaan akrab politisi ini mengatakan, masukan lemba-
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
FOTO: MEMORANDUM/ISTIMEWA
Surabaya, Memorandum Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana membangun sekolah lagi. Sasarannya di kecamatan yang padat penduduk.
Dengan konsep showroom terbaru, lanjut Dyah Rudanti,
ada waktu untuk mendapatkan promo selama reopening hingga 31 Oktober 2019,” ujar dia. (day/udi)
Puluhan dari berbagai jenis kendaraan berpacu menjadi yang terbaik. Jeje berbagi pengalaman modifikasi stereo mobil, terutama yang berkaitan dengan aksesori audio speaker, dapat dilakukan sebagai hobi atau untuk kenyamanan saat sedang berkendara. Menghadirkan sound quality untuk meningkatkan performa audio sistem.
“ Yang jelas bepergian akan terasa nyaman jika mobil memiliki fasilitas stereo mobil yang memadai untuk mendengarkan musik. Tapi, memilih speaker yang cocok tentu perlu perhatian yang khusus. Karena setiap speaker memiliki karakter suara yang berbeda tergantung jenisnya,” kata pria berpenampilan kalem ini serius. (day/udi)
AREMA
SENIN LEGI, 28 OKTOBER 2019 HALAMAN 4
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BIRO: M Ariful Huda. REDAKSI: Edy Riawan, Mistiani, Herdiyan. BAGIAN UMUM: Arief Suherman. ALAMAT KANTOR: Jl Selat Malaka F/11 Kota Malang.
2020, NJOP Kota Malang Bakal Naik
Rayakan Ultah Ke-20, Alfamart Hadirkan Nella Kharisma
Hearing BP2D dengan Komisi B DPRD Kota Malang, beberapa waktu lalu.
Untuk itulah, tim khusus BP2D telah melakukan pemetaan potensi dan kajian penyesuaian NJOP perkotaan yang tengah disimulasikan. Usulan juga sudah disampaikan ke legislatif. “Jika memang dirasa perlu dan untuk meningkatkan PAD, asal tidak memberatkan masyarakat, silakan dilakukan (penyesuaian NJOP, red),” ujar Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi beberapa waktu lalu. Dukungan dilontarkan Ketua Komisi B Trio Agus Purwono yang menekankan pentingnya kajian. “Kami sangat mendukung dilakukan kajian kenaikan NJOP di 2020. Tapi juga memperhatikan kelas lahan. Misal, untuk lahan pertanian tidak sama dengan sektor bisnis dan perumahan. Termasuk untuk kegiatan sosial,”
terangnya. Penyesuaian NJOP sesuai amanah Undang-undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah, yang bila penyesuaian tiga tahun sekali. Untuk Kota Malang, penyesuaian NJOP kali terakhir tahun 2014. Kepala BP2D Kota Malang Ade Herawanto mengimbau warga Kota Malang yang sedang melakukan proses transaksi jual beli tanah, lahan, rumah atau bangunan agar segera mengurus Pajak BPHTB sebelum kenaikan NJOP mulai tahun depan. “Maksimal tahun depan sudah tarif baru. Jadi masih ada waktu pengurusan sampai akhir November nanti, karena umumnya pertengahan Desember kami sudah closing loket pelayanan BPHTB,” papar Sam Ade d’Kross, sapaan akrabnya. (*/ari/epe)
Kemeriahan semarak HUT ke-20 Alfamart di Dome UMM.
FOTO: MEMORANDUM/CR-3
Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kota Malang melansir, sampai pertengahan Oktober perolehan pendapatan Pajak BPHTB di kisaran Rp 100 miliar atau 50 persen dari target Rp 205 miliar yang dipatok. “Sifatnya(PajakBPHTB,red)memang pajak pasif. Jadi memang menunggu ada transaksi jual beli dulu, dan itu tidak mungkin kita paksakan kepada masyarakat. Tapi tim BP2D juga telah melakukan kajian potensi terkait hal ini,” kata Wali Kota H Sutiaji, Minggu (27/10). Wali kota optimistis, apapun formulasi nanti muaranya pada optimalisasi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) untuk pembangunan Kota Malang dan kemakmuran warga Bhumi Arema. Nyatanya, memang ada perbedaan jumlah transaksi tanah dan bangunan pada 2019 dengan tahun sebelumnya, yang mencapai 1.000 lebih transaksi. Dengan kata lain, jumlah transaksi tahun ini terjun bebas karena berkurang drastis lebih dari 1.000 transaksi jika dibandingkan tahun lalu. Dari kajian yang dilakukan, fakta di lapangan memperkuat sinyal agar segera dilakukan penyesuaian nilai jual objek pajak (NJOP) di Kota Malang. Sebab, NJOP beberapa kawasan masih terlalu rendah, padahal harga riil atau appraisal sudah tinggi. Contoh, harga tanah atau rumah di kawasan Jalan Soekarno-Hatta yang tinggi tapi NJOP masih rendah.
FOTO: MEMORANDUM/ARI
Malang, Memorandum Laris manisnya transaksi jual beli properti di Kota Malang rupanya tidak serta merta meningkatkan pendapatan pajak daerah dari sektor bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).
Malang, Memorandum PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT) Tbk, pemilik jejaring toko ritel Alfamart sukses menggelar perayaan HUT ke-20 di wilayah Jatim yang dipusatkan di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (25/10). Ribuan karyawan ritel terbesar di Indonesia ini bergoyang bersama artis cantik, Nella Kharisma yang hadir bersama OM Lagista. Dihadirkannya Nella ini merupakan permintaan karyawan yang selama ini telah memiliki kinerja luar biasa. Bersamaan, perusahaan jejaring ritel ini juga menggelar acara serupa di berbagai daerah lain, antara lain di Lampung, Semarang, dan Bandung dengan bintang tamu berbeda. “Hari ini, di tempat yang berbeda diadakan kegiatan serupa. Bintang tamu di cabang Malang atas permintaan karyawan menghadirkan Nella. Untuk di Lombok bintang tamu J-rock sementara di Semarang menghadirkan Didi Kempot,” kata Managar Maketing PT SAT Awal Tri Cahyana. Rangkaian peringatan ulang tahun, menurutnya sudah dilangsungkan beberapa hari sebelumnya. Untuk di Malang, selain bintang tamu, para penonton yang dominan mengenakan kostum warna merah itu dihibur stand up comedy dan Dian Pamungkas. Sementara itu, Logistic Director Alfamart, Iwan Kartono menjelaskan perayaan HUT tahun ini untuk memanjakan para karyawan. Karena itu, di Jatim dipusatkan di Malang dengan mendatangkan para karyawan. “Ada juga pihak kami berkunjung ke rumah karyawan yang paling jauh tempat tinggalnya. Kami berbincang-bincang dengan orang tuanya. Mereka mengatakan banyak perkembangan anaknya. Kemandi-
Jajaran pimpinan PT Alfaria Trijaya Tbk siap memberikan layanan terbaik untuk konsumen.
rian itu bisa teruji dengan pengalaman kerja di Alfamart,” tutur Iwan. Selain memanjakan karyawan Alfamart yang telah melayani masyarakat Indonesia sejak tahun 1999 ini memberikan hadiah undian bagi
pelanggan setia. “Untuk pelanggan Alfamart disediakan banyak program. Diantaranya undian dengan total hadiah Rp 4,5 miliar,” terang Hadi Susianto, Kacab PT Alfaria Trijaya Malang. (cr-3/ari/adv/epe)
SEPUTAR JATIM Seleksi Jabatan Kepala OPD Pemkab Jember
Jember, Memorandum Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Jember kembali menyeleksi jabatan pimpinan tinggi pratama 2019 secara terbuka. Hasilnya untuk mengisi posisi jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Memasuki Seleksi tahap II, setidaknya ada 42 pejabat yang mengikuti tahapan tes kompetensi manajerial (assesment) yang digelar di kantor BKN II Regional Surabaya. “Dari 53 pendaftar yang ikut seleksi di tahap pertama, terdapat 42 orang lolos seleksi administrasi yang dilakukan oleh panitia seleksi. Mereka menjalani proses assesment yang dilakukan assessor dari Puspenkom BKN,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber
Daya Manusia (BPKSDM) Pemkab Jember, Yuliana Harimurti SE Msi dikutip dari jatimtimes.com, Minggu (27/10). Menurut Yuliana, tahapan penilaian yang dilalui yaitu meliputi proposal writing, psikotes dengan menggunakan metode CAT, diskusi grup, dan wawancara. “Hasil dari assessment ini akan digunakan untuk acuan tahapan seleksi berikutnya,” ujarnya. Tahapan seleksi jabatan terbuka berikutnya yakni penulisan
makalah atau uji gagasan pada 4 November 2019. Di tahap ini, peserta diminta membuat makalah yang dikerjakan di tempat untuk kemudian dinilai tim Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. “Kami berharap assessment yang dijalani peserta ini dapat memperoleh data kompetensi masing-masing peserta sehingga terpenuhi kualifikasi yang dipersyaratkan dalam jabatan yang dipilih masing-masing peserta,” harapnya. Untuk anggaran penyelenggaraan seleksi jabatan terbuka ini, Yuliana menjelaskan bahwa kegiatan ini menggunakan APBD Kabupaten Jember 2019 di pos BKPSDM. (*/epe)
FOTO: MEMORANDUM/IST
Tes Tahap II Diikuti 42 Pejabat
Suasana assessment uji kompetensi yang diikuti 42 pejabat Pemkab Jember.
Imaji Xinjiang Imajinasi lainnya adalah: wanita Xinjiang cantik-cantik. Wajah mereka seperti gabungan antara Tionghoa dan Arab. Ternyata Xinjiang tidak identik dengan Urumqi --ibu kotanya. Orang sana menyebut nama kota itu Ulumuqi. Kota ini sudah tidak ada bedanya dengan kota besar lainnya di Tiongkok. Penuh gedung pencakar langit. Tidak bisa dihitung. Lebih banyak dari Jakarta sekali pun. Kereta bawah tanahnya baru: sepanjang 20 km. Yang beda: papan namanya. Nama toko, hotel, kantor, resto, nama jalan, dan apa saja didahului huruf Arab. Baru di bawahnya ditulis dalam huruf Mandarin. Sebagai lulusan pesantren saya coba baca semua kalimat dalam huruf Arab itu. Saya bisa membacanya. Tapi tidak tahu artinya. Rupanya itu bukan bahasa Arab. Itu bahasa Uygur. Hanya tulisannya huruf Arab. Seperti orang Riau: menggunakan huruf Arab tapi bunyinya Melayu. Atau seperti ki-
Sambungan dari halaman 1 tab-kitab di pondok pesantren: tulisannya Arab, tapi bunyinya bahasa Jawa. Waktu ke salah satu desa di pojok dekat perbatasan Afghanistan saya memperkenalkan diri. Saya tulis nama saya di tanah. Dengan alat tulis batu kerikil. Saya tuliskan nama saya dengan huruf Arab. Mereka tahu nama saya: Dahlan Iskan. Saya pun minta ia menuliskan namanya. Ia menulis dengan huruf Arab: Umar. Di mana-mana tulisan Arab mendahului tulisan Mandarin. Termasuk di toilet-toilet di rest area. Pun di daerah utara. Yang mayoritas bukan muslim. Di Xinjiang utara banyak sukusuku minoritas lainnya. Yang lebih dekat ke suku Monggolia. Tentu dari Beijing saya mendarat dulu di Urumqi. Bermalam di situ. Hari kedua saya naik mobil seperti tanpa ujung. Dari Urumqi. Ke arah utara. Delapan jam. Di atas jalan tol yang sangat mulus. Tidak ada pemandangan
lain di kanan-kiri jalan itu. Kecuali tanah kosong gobi. Bukan tanah kosong pasir. Kadang saya berpikir: untuk apa Tiongkok membangun jalan tol di wilayah padang gobi. Yang sangat sepi. Saya jadi ingat ketika mengendarai mobil dari Los Angeles ke Arizona. Bermalam di Las Vegas. Seperti itulah suasananya. Hanya gurun sepanjang mata memandang. Yang membedakan dari Nevada adalah: tidak ada. Ups, ada. Di tempat-tempat tertentu saya melihat sumur angguk. Di tengah padang gobi. Itulah sumur minyak. Sekian jam kemudian saya melihat cerobong asap. Tanpa asap. Banyak sekali. Itulah pembangkit listrik. Menggunakan batu bara. Di beberapa wilayah Xinjiang kaya akan batu bara. PLTU dibangun di atas tambang. Dengan sistem pendingin udara. Bukan air. Tidak banyak air di situ. Listrik dari situ mengalir
sampai jauh. Sampai Shanghai --hampir 3.000 km jauhnya. Apakah listriknya tidak habis menguap dalam perjalanan di SUTET? Mereka menggunakan transmisi yang belum kita kenal: DC. Kapasitas transmisinya pun belum kita tahu: 1.100 kv. Transmisi terjauh kita: Situbondo-Banten. Kira-kira 600 km. Dengan sistem AC --kapasitas 500 kv. Transmisi DC itulah yang dulu juga kita rencanakan. Kita bangun PLTU besar-besaran di atas tambang batu bara di Sumsel. Listriknya kita ubah menjadi DC. Untuk diseberangkan lewat bawah laut --selat Sunda. Sampai di Banten listrik itu diubah lagi ke AC. Waktu membicarakan itu saya sendiri belum pernah tahu: seperti apa transmisi DC itu. Yang bisa dipakai kirim listrik jarak jauh. Aman dan hemat. Waktu itu saya hanya mendengar: di Tiongkok sudah dipakai. Sejauh 1.000 km. Kapasitas 800 kv. Kini, di Xinjiang ini, di umur
saya yang tidak lagi muda ini, saya baru tahu dengan mata kepala sendiri. Bahkan sudah untuk 3.000 km. Sudah 1.100 kv. Saya menjadi begitu ingin mengajak Gubernur Sumsel ke Xinjiang. Ialah gubernur yang berani melarang truk batu bara lewat jalan umum. Dari tambang batu bara itu saya terus ke utara. Kian ke utara kian dingin. Menjelang musim dingin ini. Kian ke utara ternyata kian bergunung-gunung. Setelah enam jam perjalanan barulah bisa ketemu benda yang saya rindukan: pohon. Rupanya ada sungai di situ. Mengalir ke arah Rusia. Mulailah ada nuansa hijau. Kekuning-kuningan --menandakan musim gugur segera tiba. Jalan mulai menanjak. Berliku. Ada gunung di kiri. Sungai di kanan. Saya sudah melewati Nevada-nya Tiongkok. Memasuki Arizona versi Xinjiang. Ngeri tapi indah. Indah tapi ngeri. Ini bukan Xinjiang yang hidup di imajinasi saya. Ini seperti di Montana! (*)
TULUNGAGUNG
SENIN LEGI, 28 OKTOBER 2019 HALAMAN 5
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KABIRO TULUNGAGUNG: Ahmad Rifai. Wartawan: Solikin, Firman Imansyah. SIRKULASI DAN PEMASARAN: Khoirul Anwar. HP: 081357795554. EMAIL: tulungagungmemorandum@gmail.com
Bupati Maryoto Birowo
Penyelewengan Dana Operasi PDAM Dibidik
Bupati Percayakan kepada Kejaksaan
Tulungagung, Memorandum Maraknya pemberitaan mengenai Kejaksaan Negeri Tulungagung yang tengah mendalami kasus dugaan penyelewengan dana operasional di tubuh PDAM Cahaya Tirta, rupanya mematik beberapa pihak turut berkomentar. Apalagi, yang diusut pihak kejaksaan adalah dugaan korupsi mulai tahun 2016 hingga 2019. Setidaknya lebih dari 30 orang saksi sudah dimintai keterangan. Guna membuat terang benderang kasus tersebut, sampai saat ini pihak kejaksaan belum menetapkan satupun tersangkanya. Menanggapi kasus yang tengah menggelayut di PDAM, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengatakan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak kejaksaan. “Sudah, biar sampai selesai prosenya. Kita serahkan kepada pihak berwajib,” kata Maryoto, kemarin. Sebagai badan usaha milik daerah (BUMD), lanjut Maryoto, PDAM Cahaya Tirta pernah mendapatkan beberapa kali dana hibah dari pemerintah pusat. Namun jumlah detailnya Maryoto tidak tahu. “Hibah memang ada dari APBN. Itu tahun berapa saja saya tidak hafal. Jumlahnya berapa saya juga tidak hafal,” ungkapnya. Disinggung mengenai upaya Inspektorat Tulungagung agar melakukan pemeriksaan terhadap laporan PDAM, Maryoto mengatakan masih belum membahas masalah itu. Pihaknya lebih dulu menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh kejaksaan. “Yang itu belum kita bahas,” pungkasnya. (fir/mad/rif)
Tulungagung, Memorandum Anggota Satreskrim Polsek Tulungagung Kota berhasil mengungkap pencurian dengan pemberatan yang dilakukan Budi Nur Susetyo (47), warga Kelurahan Kampungdalem, Kecamatan Tulungagung. Parahnya, ketika beraksi, sopir mobil boks ini mengajak anaknya, AK, yang masih berusia sembilan tahun, untuk mencuri uang di laci sejumlah SPBU. Kapolsek Tulungagung kota Kompol Rudi Poerwanto mengatakan, pengungkapan kasus ini bisa dibilang cukup memakan waktu karena minimnya bukti. Pihaknya menerima laporan pencurian di SPBU Pasar Ngemplak pada Maret 2019. “Namun tersangkanya baru bisa diamankan pada Sabtu lalu,” ujarnya, kemarin. Rudi menjelaskan, tersangka diamankan di sekitar jalan raya masuk Kelurahan Kenayan, Kecamatan Tulungaagung, saat akan menjemput anaknya pulang sekolah. “Tersangka ini kita amankan saat menjemput anaknya pulang sekolah. Kemudian kita tunjukan beberapa bukti, termasuk rekaman CCTV, dan tersangka tidak bisa mengelak lagi,” terangnya. Rudi melanjutkan, di hadapan penyidik tersangka mengaku sudah beraksi di 3 SPBU. Yakni SPBU Pasar Ngemplak dengan hasil kejahatan lebih dari Rp 21 juta. Kemudian di SPBU Karangwaru dengan hasil kejahatan sebanyak Rp 1 juta, dan di SPBU Lembu Peteng dengan hasil kejahatannya sebesar Rp 250 ribu. “Total hasil kejahatannya sampai Rp 23 juta. Itu sesuai pengakuan tersangka,” ucapnya. Dalam menjalankan ak-
sinya, tambah Rudi, awalnya tersangka berpura-pura membeli bahan bakar minyak (BBM). Namun ketika petugas SPBU lengah, tersangka menyuruh anaknya berlari ke arah laci dan mengambil uang di dalamnya. Setelah itu keduanya melarikan diri. Aksi keduanya pun terekam CCTV. Bahkan sempat dikejar oleh petugas SPBU. Tetapi keduanya berhasil lolos. “Jadi anaknya ini sengaja diajak mencuri. Disuruh mengambil uang di dalam laci SPBU. Kemudian keduanya kabur dengan sepeda motor,” ujar Rudi. Tersangka juga mengaku, uang hasil kejahatannya habis digunakan untuk memenuhi kebutuhan ke lima anaknya. Termasuk membeli beberapa barang seperti handphone, TV, serta gerobak untuk jualan. Kini akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 ayat (1) ke 4e Jo 55 ayat (1) ke 1e KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Sedangkan nasib si anak, saat ini masih menunggu hasil mediasi antara pihak kepolisian dengan Bapas Madiun dan Dinas Sosial Kabupaten Tulungagung. (fir/mad/rif )
Tersangka dan BB pencurian diamankan di Mapolsek Tulungagung Kota.
FOTO: MEMORANDUM/FIR
FOTO: MEMORANDUM/FIR
Ayah Ajak Anak Mencuri
KEDIRI & BLITAR KEPALA BIRO: Wahyudi. REDAKSI: Jl. Bali H-11 Putih Permai, RT 002/RW 005, Kelurahan Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kediri. HP. 081230006789. EMAIL: sampang_publik@yahoo.co.id - MARKETING DAN SIRKULASI: Rohmad Sholeh. KEPALA BIRO BLITAR: Prawoto Sadewo. WARTAWAN: Nur Rofiq, Ana Akina. KEUANGAN: Binti Khoiriyah. ADMIN IKLAN: Rosita. ADMIN KORAN : Imam Rofiq. PEMASARAN: Frenswinta Jaya, Hendra. EMAIL: memorandumppls@gmail.com. TELEPON:.081334603445. KANTOR: Jln Kota baru no.9 Kanigoro, Blitar.
Polsek Gampengrejo Bubarkan Balap Liar dan Pesta Miras
Lima Fraksi DPRD Kabupaten Blitar Berharap Serapan Anggaran Tinggi
masa tenang pilkades serentak Kabupaten Kediri 2019. Dari hasil kegiatan patroli cipta kondisi ini polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa kendaraan roda dua sebanyak 3 (unit), miras dari berbagai merek sebanyak 11 (sebelas ) botol. Kapolsek Gampengrejo AKP Mukhlason
Operasi cipta kondisi yang digelar Polsek Gampengrejo.
Lebih lanjut Muhklason menambahkan, Polsek Gampengrejo juga memberikan arahan kepada para pemuda pemudi yang kedapatan bergerombol di tempat-tempat remang remang di belakang ge-
mengatakan, dalam kegiatan patroli cipta kondisi ini anggota berhasil mengamankan kendaraan roda dua sebanyak 3 (tiga) unit dan miras dari berbagai merek sebanyak 11 (sebelas) botol.
dung convention hall, di tengah lapangan SLG,RS. SLG dan di sekitar tugu Monumen SLG. Mereka terindikasi minum minumanan keras dan para komunitas/genk motor yang tidak sesuai speknya. (st3/yud/rif)
Kediri, Memorandum Memperingati HUT Palang Merah Indonesia (PMI) ke-74, PMI Kota Kediri menggelar seminar screening antibody pada pendonor darah dan pasien untuk peningkatkan keamanan darah. Seminar langsung oleh Ketua PMI Kota Kediri Lilik Mubibbah, Sabtu (26/10), di Kilisuci Ballroom Grand Surya Hotel. Menghadirkan narasumber yakni dr Ria Safitri MBiomed, drBetty Agustina Tambunan, SpPK, serta perwakilan dari PT Enseval Medika Prima. Lilik Muhibbah yang juga menjabat sebagai Wakil Walikota Kediri ini mengucapkan Hari Jadi ke-74 PMI. Memasuki usia yang baru
FOTO: MEMORANDUM/YD
Peringati HUT PMI, Gelar Seminar Screening Antibody
Ketua PMI Kota Kediri Lilik Mubibbah memberi sambutan.
ini, Lilik Muhibbah mengajak merefleksi kembali mengingat tujuan mulia dibentuknya PMI, dimana salah satunya memberikan pertolongan terhadap sesama. “Semoga semangat itu masih tetap hidup di hati kita dan semoga di masa depan semakin banyak lagi yang terlibat. Sehingga semakin banyak orang yang merasakan
manfaat dan kehadiran kita. Serta semakin banyak saudara kita yang mendapatkan pertolongan,” ujarnya. Wanita yang kerap disapa Ning Lik ini juga terus mengapresiasi kinerja pengurus PMI yang dengan penuh semangat, tulus dan ikhlas melaksanakan tugas-tugas kemanusiaan. Serta memberikan sumbangsihnya
bagi kelangsungan hidup dalam pelayanan darah yang mudah didapat ataupun dijangkau untuk masyarakat Kota Kediri. Lebih lanjut, Ning Lik menjelaskan bahwa seminar ini penting untuk dilakukan sebagai antisipasi terhadap risiko dan dampak yang mungkin timbul setelah melakukan donor darah. Dimana transfusi darah adalah salah satu tindakan medis yang kerap dikerjakan di rumah sakit. Seperti tindakan medis lainnya yang tidak lepas dari risiko, tindakan transfusi juga dihadapkan pada beberapa risiko yang dapat terjadi seperti kejadiaan infeksi menular lewat transfusi darah. Kepala Unit Donor
Darah PMI Kota Kediri dr.Ira Widyastuti mengatakan seminar ini baru pertama kali dilaksanakan dalam memperingati HUT PMI ke74. “Selain itu seminar ini juga sebagai wujud persaudaraan antara PMI Kota Kediri dengan beberapa rumah sakit di Kota Kediri dan sekitarnya. Demi terwujudnya pelayanan darah yang aman dan berkualitas bagi yang membutuhkan, maka dari itu menerapkan teknologi transfusi darah yang terus berkembang. Sejak April 2019 telah dilakukan screening antibody dan konfirmasi golongan darah secara otomatis pada pendonor darah,” ujarnya. (yud/rif)
Blitar, Memorandum Setelah mendengarkan penjelasan bupati Blitar, DPRD Kabupaten Blitar langsung menggelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum dari fraksi soal nota keuangan RAPBD 2020 dan lima raperda usulan eksekutif. Rapat paripurna DPRD digelar pukul 10.00, dipimpin Wakil Ketua DPRD Susi Narulita KD SIP dan H Abdul Munib SIP. Sementara eksekutif dihadiri Bupati Rijanto dan Wakil Bupati Marhaenis UW beserta seluruh jajarannya dan anggota DPRD Kabupaten Blitar. “Paripurna ini merupakan lanjutan rapat paripurna sebelumnya. Sebelumnya dari bupati, kali ini dari fraksi-fraksi menyampaikan pandangan umum soal RAPBD 2020 dan lima ranperda yang diajukan eksekutif,” kata Wakil Ketua DPRD Susi Narulita KD. Susi mengatakan setelah usai fraksi menyampaikan pandangan umum, selanjutnya bakal dibahas di badan anggaran untuk RAPBD 2020. Sementara ranperda tentang penyertaan modal daerah pada perseroan terbatas BPR Jawa Timur, RDTR dan peraturan zonasi bagian wilayah perkotaan Kanigoro tahun 2017-2037, RDTR dan peraturan zonasi bagian wilayah perkotaan Sutojayan tahun 2017-2037, pendirian RSUD Srengat dan penyelenggaraan perlindungan anak dibahas di panitia khusus. Lima fraksi bergantian menyampaikan pandangannya. Pandangan dari F-PDIP dibacakan Budi Susila Jaya berharap pemkab ada pemerataan soal pembangunan di wilayah Blitar selatan. Pembangunan fisik di wilayah rawan rusak sepakat dicor beton, efisiensi anggaran hingga serapan anggaran tepat waktu. Pandangan F-KB dengan juru baca Adib Zamhari berharap agar pemkab tepat waktu dalam penyerapan anggaran, manfaat dan adil. Jangan sampai serapan anggaran rendah di tahun 2018 rendah. Sementara untuk RSUD minta untuk dikaji soal manajemen dan alat kesehatannya yang harus baik. Sementara pandangan F-PAN dibacakan Medi Wibawa yang menyoroti penyusunan RAPBD harus fokus dan berpihak kepada rakyat demi kesejahteraan. Pandangan F-Gerakan Pembangunan Na-
FOTO: MEMORANDUM/PRA
Dalam kegiatan patroli cipta kondisi Polsek Gampengrejo dibantu Subsektor Ngasem menurunkan 15 personel. Kegiatan patroli ini menyasar balap liar, tawuran antar perguruan pencak silat yang sering konvoi pada malam Minggu, peredaran narkoba, dan pesta miras para pemuda komunitas motor, serta antisipasi
FOTO: MEMORANDUM/ST3
Kediri, Memorandum Untuk meminimalisasi tindakan kriminal, Polsek Gampengrejo Polres Kediri menggelar patroli cipta kondisi di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Sabtu-Minggu (27-28/10) pukul 22.00 – 03.00.
Anggota DPRD dari Fraksi PDI-P memberikan pandangan soal penyerapan anggaran.
sional dibacakan Sunarto berharap eksekutif optimalkan kebijakan dan retribusi. Selain itu minta untuk koordinasi dengan pemprov soal izin tambang, dengan begitu pengusaha bisa mudah mengelola. Terakhir pandangan dari F-Golkar Demokrat dibacakan Anik Wahyuningsih berharap serapan anggaran harus transparan dan bisa dipertanggungjawabkan. Pemkab harus optimalisasi barang milik daerah, konsisten terhadap RPJMD dan APBD harus pro rakyat. (pra/rif)
MOJOKERTO-JOMBANG
SENIN LEGI, 28 OKTOBER 2019 HALAMAN 6
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KABIRO MOJOKERTO-JOMBANG: M Anwar; WARTAWAN: Suparno, Ferdy Eko C, Hermawan S; HP: 082257535345. ALAMAT BIRO MOJO: Griya Permata Ijen A2/17 Magersari, Kota Mojokerto.
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
Kartiyono
Dewan Minta Usut Pengisian Sekdes Bongkot Jombang, Memorandum Polemik pengisian Sekretaris Desa (Sekdes) Bongkot, Kecamatan Peterongan, yang tidak mendapat rekomendasi dari camat terus bergulir. Tentu hal ini mendapat respons dari kalangan dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD). Para wakil rakyat itu minta agar permasalahan ini segera diusut tuntas. ”Sebenarnya tidak sulit untuk menyelesaikan masalah ini,” ujar Kartiyono sekretaris Komisi A DPRD Jombang, Minggu (27/10). Dirinya juga mempertanyakan, awal mula kenapa bisa dilakukan pelantikan terhadap Sekdes padahal rekomendasi dari camat masih belum ada. ”Sebenarnya tinggal pemkab mengumpulkan semua pihak saat itu, untuk dimintai klarifikasi,” katanya. Diungkapkannya, dalam permasalahan ini pemkab melalui dinas terkait yakni DPMD harus segera menyikapi dan menyelesaikan permasalahan tersebut. Jangan sampai permasalahan ini dibiarkan berlarut-larut. ”Kalau dibiarkan berlarut-larut kan tentu juga akan mengganggu pelayanan itu sendiri, terlebih sekarang sekdes menjadi plt kepala desa, pastinya sekdes itu juga tidak tenang,” ungkapnya. Terlebih lagi, lanjut pria yang kerap disapa mas Yon ini mengungkapkan, permasalahan ini sudah dua tahun berlalu. ”Nah yang ditakutkannya menjadi permasalahan dasarnya apa Sekdes Bongkot ini bekerja selama dua tahun dan bagaimana penggajiannya,” ungkapnya. Dikarenakan apabila tidak ada kejelasan seperti ini akan mengarah pada kerugian negara. Sehingga, tentu saja konsekuensinya akan ditempuh jalur hukum. ”Tentu kami berharap permasalahan ini bisa dituntaskan dengan baik. Apabila memang ada yang melanggar ya harus ditindak sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” pungkasnya. Sementara polemik pengangkatan Sekdes Bongkot, Peterongan, tanpa rekomendasi camat mendapat respons Camat Sholahuddin. Untuk sementara ini dia tak bisa berbuat banyak. Alasannya, masih menunggu keputusan Pemkab Jombang. ’’Ini kita menunggu proses, saya tidak berani melangkah apa-apa sebelum ada instruksi dari kabupaten. Tetapi yang jelas bu sekdes sudah kita panggil, tindaklanjutnya tinggal dari Jombang,’’ katanya. (wan/rif )
FOTO: MEMORANDUM/SUPARNO
Jombang, Memorandum Anggota Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) yang berdinas di Kecamatan Megaluh, dilaporkan ke unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jombang. Pasalnya, abdi negara yag diketahui bernama Hn, warga Desa Sumbersari, Kecamatan Megaluh, melakukan kekerasan kepada anak yang masih di bawah umur, Rabu malam sekitar pukul 21.30. Masing-masing korban yaitu DSM (14), serta BU (14), siswa SMP di Kecamatan Megaluh. “Laporan sudah kita terima, dan telah kita mintakan visum ke RSUD Jombang. Nanti setelah hasilnya keluar, kita akan segera mengambil sejumlah upaya hukum,” papar Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu, Minggu (27/10). Dijelaskan olehnya, sejumlah upaya hukum yang bakal diambil penyidik. Di antaranya minta keterangan dari beberapa pihak. Baik itu korban, maupun orang tua yang bersangkutan. “Perkaranya sendiri dilaporkan pada Jumat (25/10) siang. Yang jelas usai meminta keterangan dari pihak korban, secepatnya pemeriksaan akan mengarah kepada terduga tersangka,” jelasnya. Kasat Reskrim sedikit memberi gambaran, jika aksi kekerasan terhadap kedua koran bermula saat korban memakai becak gowes milik pelaku. Entah apa pemicunya, tiba-tiba di tengah serius bermain tadi. Korban bersama dua temannya diteriaki oleh pemilik, yang tak lain Hanoko. “Dari pengakuan sementara, pelaku marah karena mereka (korban) tidak meminta izin terlebih dulu. Lalu 4 anak tadi sempat menjadi sasaran amuk kemarahan,” sambung Kasatreskrim Polres Malang itu. Bukan hanya sebatas menjadi sasaran kemarahan, dua di antara 4 anak tadi mendapatkan aksi kekerasan. Berupa, dipukul sekaligus ditendang oleh oknum Satpol PP yang masih tetangganya tersebut. Karena ketakutan, baru pada esok harinya korban berani bercerita kepada orang tuanya. “Yang jelas kita masih mendalami perkara ini, sambil menunggu hasil visum keluar. Apabila telah ada perkembangan, segera kita informasikan,” pungkas Azi Pratas. (wan/rif)
Niatnya mendapatkan uang dengan cara merampas handphone milik Septu Setyoningsih, warga setempat, malah membuatnya terlibat kecelakaan lalu lintas. Ujungnya, massa pun main hakim setelah tahu apa yang baru saja dilakukannya. Kapolsek Gedeg AKP Eddie Purwo mengatakan, aksi bermula saat korban yang dibonceng oleh temannya melintas di lokasi. Di tengah perjalanan, korban memegang handphone. “Mengetahui hal itu, tersangka lalu berniat untuk menjalankan aksinya,” ujarnya, Sabtu (26/10) malam. Aksi bandit dengan cara memepet korban dari arah belakang. Setelah merasa handphone korban dalam jangkauannya, ia segera menarik sarana komunikasi. Kendati sempat terjadi aksi tarik-menarik antara jambret dengan korbannya, akhirnya Yulianto berhasil membawa kabur HP. “Sesaat setelah berhasil merampas handphone, tersangka bergegas meninggalkan lokasi. Tapi usaha tadi gagal karena malah terjatuh akibat ngebut,” jelas Kapolsek. Warga yang geram dengan ulahnya, sempat melampiaskan amarah kepada tersangka. Setelahnya, mereka menyerahkan tersangka berikut barang bukti kepada polisi yang tiba tak lama berselang. Kini, perkaranya sendiri telah ditangani oleh unit Reskrim Polsek Gedeg. “Tersangka kita jerat dengan pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan. Dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” tegas Eddie. (no/rif)
Akhmad Yulianto diperiksa penyidik.
Pria Wonosalam Edarkan Dobel L Jombang, Memorandum Tertangkap tangan mengedarkan sediaan obat keras berbahaya (okerbaya) jenis dobel L, mengantar Stevanus Dwi Prasetia alias Gambleh (35), warga Dusun/Desa/Kecamatan Wonosalam, harus berurusan dengan hukum. Sekaligus diringkus anggota Reskrim Polsek Wonosalam pada Jumat (25/10) sekitar pukul 18.30 di tempat wisata Gunung Kekep, Dusun Mangirejo, Kecamatan Wonosalam. Sebelum berhasil mengamankan tersangka, polisi yang tengah melakukan penyelidikan lapangan, mendapati seseorang yang kedapatan membawa sejumlah butir pil setan. Saat didesak, saksi tadi menyebut jika barang haram yang dibawanya didapat dari salah satu pengedar. “Berbekal pengakuan itu, kita langsung melakukan upaya pengembangan. Hasilnya, satu tersangka berikut barang bukti berhasil kita amankan dari lokasi,” ujar Kaposlek Wonosalam AKP Luwi Nurwibowo, Minggu (27/10). Kapolsek menjelaskan, pengembangan tadi mengarah kepada Stevanus. Saat diamankan di rumah, tersangka tak menampik telah menjual pil dobel L kepada saksi yang sebelumnya telah diamankan. “Dari tangan tersangka kita amankan 9 butir pil dobel L
Maling Plosogenuk Bobol Percetakan Jombang, Memorandum Unit Resmob Satreskrim Polres Jombang meringkus tersangka pencurian dengan pemberatan (curat) yang menggarong sebuah rumah yang dijadikan tempat percetakan di Dusun Nglerep, Desa Kwaron, Kecamatan Diwek, Jumat (25/10) sekitar pukul 23.00. Tersangka yang diringkus, Saiful Khusaini (49), warga Desa Plosogenuk, Kecamatan Perak. Dari penangkapan tersebut, polisi turut pula menyita barang bukti hasil kejahatan. Khusaini Diungkapkan Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu, aksi pencurian pertama kali diketahui oleh pelapor Mohammad Efendi (33), warga Jalan Laksda Adi Sucipto, RT 001/RW 002, Desa Denanyar, Kecamatan Jombang. Saat yang bersangkutan, hendak bekerja mengecat tembok, Jumat (25/10) sekira pukul 07.00. “Terlapor datang dan mendapati sejumlah perangkat percetakan telah hilang. Dari perkiraan sementara, total barang yang diambil mencapai Rp 30 juta,” ungkapnya, Minggu (27/10). Mendapati hal itu, ia pun melaporkan kejadian ke Polres Jombang. Sementara itu, polisi yang segera melakukan olah TKP begitu mendapat laporan korban. Mendapati petunjuk kuat terkait identitas serta keberadaan sang maling. Tak mau buruannya lolos dari jerat hukum, upaya penangkapan seketika dilakukan. “Selain tersangka, kita amankan pula sejumlah barang bukti. Berupa sebuah unit mesin cetak off set type 820, sebuah unit printer, serta satu unit Laptop,” beber kasatreskrim. Guna kepentingan proses lebih lanjut, baik tersangka maupun barang bukti diamankan ke Mapolres Jombang. Setibanya di kantor polisi, Saiful dijebloskan ke balik jeruji besi ruang tahanan. Termasuk pula harus menjalani pemeriksaan intensif penyidik. Upaya itu dilakukan, untuk mencari kemungkinan adanya lokasi kejahatan lain. “Tersangka kita jerat dengan pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan pemberatan. Dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara,” tegasnya. (wan/rif)
Stevanus Dwi Prasetia alias Gambleh diapit petugas di Mapolsek Wonosalam.
yang sebelumnya telah dijual kepada saksi, beserta sebuah handphone yang digunakan sebagai sarana melakukan transaksi,” jelasnya. Bertujuan untuk memberantas jaringan pil dobel L yang selama ini menjalankan bisnisnya di wilayah hukum Polsek Wonosalam. Polisi lang-
sung membawa tersangka berikut barang bukti untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut. “Tersangka kita kenakan pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009, tentang kesehatan. Dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp 1 miliar,” tandas Luwi. (wan/rif )
BPBD Kabupaten Mojokerto Tingkatkan Kemampuan Personel Damkar Mojokerto, Memorandum Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto mengadakan pelatihan personel pemadam kebakaran (damkar). Itu dilakukan guna peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) personel damkar. Pelatihan digelar selama empat hari kedepan. Kasi kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Mojokerto Busyro Sembada mengatakan, pelatihan meliputi pengenalan alat yang digunakan saat melakukan pemadaman. “Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan SDM para personel damkar,” ungkapnya, Sabtu (26/10). “Agar para personel damkar menjadi terlatih dan profesional dalam menggunakan peralatan pemadaman lebih cepat tepat dan tanggap. Terutama anggota anggota yang baru direkrut beberapa bulan
lalu. Pelatih didatangkan dari Batu yang memiliki sertifikat internasional,” tambahnya. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto Mohammad Zaini berharap dengan pelatihan tersebut kedepan tim damkar BPBD Kabupaten Mojokerto dalam menjalankan tugas lebih profesional. “Karena alat-alat damkar yang kita milik sudah banyak yang diperbaharui dan lebih canggih,” katanya. Termasuk dua unit mobil damkar dengan daya tampung air hingga 5500 liter. Menurutnya, jika tidak didukung peningkatan kapasitas SDM maka tidak akan mampu melaksanakan tugas. Sehingga pelatihan tersebut dinilai perlu dilakukan. “Agar tim kami saat di lapangan bisa menjalankan tugasnya dengan baik dan melayani masyarakat sesuai
protap yang sudah ada. Serta lebih profesional dalam menggunakan peralatan pemadam saat di lokasi kejadian kebakaran,” tegasnya. (net/rif )
FOTO: MEMORANDUM/IST
Aniaya Anak Tetangga, Anggota Satpol PP Dipolisikan
Mojokerto, Memorandum Belum sempat menikmati hasil, sudah babak belur dihajar massa. Ini dialami penjahat jalanan yang beraksi di Jalan Raya Lespadangan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg, Sabtu (26/10) sekitar pukul 21.00. Bandit apes tersebut Akhmad Yulianto (33), warga Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar.
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
Kasatreskrim Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu
Sesaat setelah berhasil merampas handphone, tersangka bergegas meninggalkan lokasi. Tapi usaha tadi gagal karena malah terjatuh akibat ngebut. AKP Eddie Purwo Kapolsek Gedeg
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
FOTO: MEMORANDUM/HERMAWAN S
Terjatuh, Jambret Handphone Dimassa
Latihan yang digelar BPBD Kabupaten Mojokerto.
HUKUM & KRIMINAL WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KKAMIS KAM KA AMIS LEG LEGI, 29 AGUSTUS 2019
Polisi Buru Pelaku Pembacok Amir Cari Wanita Saksi Kunci
Surabaya, Memorandum Meski sudah mengantongi ciri-ciri ketiga pelaku pembacok Amir Mahmud (36), kini polisi menyebar memburu ketiganya. Petugas pun juga sibuk melakukan pencarian terhadap wanita yang menjadi saksi kunci kasus itu. Wanita yang dimaksud, diduga kuat sebagai pemicu utama pembacokan terhadap korban. “Sudah kami cari di rumah dan kos-kosan yang menjadi tempat tinggal wanita itu. Hanya saja,
SENIN LEGI, 28 OKTOBER 2019 HALAMAN 7
kami masih belum menemukan dia,” kata Kanitreskrim Polsek Tegalsari Iptu Raden Dwi Kennardi, Minggu (27/10). Kini kondisi korban sudah membaik. Korban mendapat beberapa jahitan untuk luka bacok di punggung. Petugas terus mendalami keterangan korban. “Sudah membaik, karena lukanya tidak begitu parah. Korban juga berupaya melawan ketiga pelaku,” lanjut Iptu Kenn. Mantan Kanit Pidsus Satreskrim Polresta Sidoarjo itu menegaskan, para pelaku adalah orang dekat. Entah dari korban atau dari si wanita itu sendiri. “Mohon doa, mudah-mudahan dalam waktu dekat para pelaku bisa ter-
tangkap dan terungkap motif yang sebenarnya,” pungkas Kenn. Diberitakan sebelumnya, warga dan pengguna Jalan Tempel Sukorejo digegerkan dengan peristiwa pembacokan terhadap Amir Mahmud (36), oleh tiga pria yang saat ini masih buron. Akibatnya, meski selamat, korban mengalami luka serius di punggung akibat sabetan golok dan celurit yang dibawa para pelaku. Tidak hanya mengalami luka, pria kelahiran Dusun Sorok, Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah, Bangkalan, itu, juga mengalami kerugian materil. Sebab, sebelum berhasil membacok korban, para pelaku terlebih dulu menyabetkan golok dan celurit ke kaca mobil
korban. Kejadian Sabtu (26/10) sekitar pukul 14.00 itu bermula saat korban mendatangi kosnya di kawasan Jalan Tempel Sukorejo Gang II. Belum sempat memarkirkan Avanza W 1579 PQ yang dikemudikannya, tiga pelaku yang menggunakan dua motor itu menghadang korban. Tanpa banyak bicara, para pelaku menyuruh korban untuk turun. Namun, karena ketakutan, korban tetap mempertahankan diri di dalam mobil. Mendapati korban menolak permintaan untuk keluar, emosi para pelaku memuncak. Mereka kemudian membacok kaca mobil di seluruh bagian.(fdn/asw)
Hindari Razia, Buron Curanmor... motor milik ibu temannya di Jalan Simo Pomahan Baru. Hendrawan Harianto alias Tole (20), warga Dusun Asem Kandang, Desa Prajegan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, itu lah namanya. Sehari-hari dia tidur di bawah jembatan Tol Medaeng, Sidoarjo. Tole diburu anggota Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal, setelah petugas mendapatkan laporan dari Dian Anjarsari (35), ibu temannya, asal Jalan Dukuh Kupang Barat III. “Motor Honda Beat L 4340 VO yang dibawa kabur adalah motor ibu temannya,” terang Kapolsek Sukomanunggal Kompol Muljono didampingi Kanitreskrim Ipda Rochib, Minggu (27/10). Kejadian bermula Tole bertandang ke rumah korban, PI (16), di Jalan Dukuh Kupang Barat III, Sabtu (15/7), sekira jam 12.00. Tak lama kemudian, ibu temannya pulang kerja dengan mengendarai motor. Tole kemudian meminta antar korban ke rumah temannya di Jalan
Simo Pomahan Baru. Kemudian diantar oleh korban dengan meminjam motor ibunya. Di tengah perjalanan, tepatnya di depan warung kopi Jalan Simo Pomahan Baru, tersangka meminta mampir untuk membeli es. “Tersangka menyuruh PI membeli es,” ungkap Muljono. Namun, itu hanya akal bulus tersangka untuk membawa kabur motor. Usai membeli es, korban mendapati tersangka sudah tidak ada di tempatnya. Selanjutnya, korban memberitahu ibunya. Mendengar pengaduan anaknya, korban dan ibunya berusaha mencari tersangka ke tempat nongkrongnya dan ke teman-temannya, tapi tidak bertemu. Akhirnya, korban dan ibunya melapor ke Mapolsek Sukomanunggal. Kepada petugas, Tole mengaku motornya sudah dijual ke temannya seharga Rp 2 juta. “Uangnya sudah habis dipakai biaya hidup,” kata Tole kepada petugas.(rio/asw)
Terjebak Macet, Jambret Panjang Jiwo Dimassa Pelaku ini melancarkan aksi menjambret HP milik Raditya Yuniar Alfani Pratama (24), saat melintas di Jalan Jagir Wonokromo. Kanitreskrim Polsek Wonokromo Ipda Arie Pranoto menjelaskan, kejadian sekitar pukul 17.00, diawali ketika korban berboncengan motor bersama adiknya. Setiba di Jalan Jagir, kondisi ja-
Sambungan dari halaman 1
lan padat sehingga memaksa para pengguna jalan termasuk korban melambatkan laju motornya. “Saat macet itulah tersangka yang sudah mengintai korban secara perlahan memepet motornya. Tanpa buang waktu, tersangka lalu mengambil HP Xiaomi di kantong luar tas korban,” terang Arie, Minggu (27/10).
Setelah menguasai barang tersebut, pelaku kemudian memutar arah motornya. Itu karena kondisi jalan di depannya sangat padat. Aksi tersangka sebenarnya sudah berhasil. Hanya saja adik korban yang mengetahui HP kakaknya dijambret spontan berteriak maling. “Mendengar teriakan adiknya, korban sontak memutar motornya
untuk mengejar tersangka. Selain korban, ternyata banyak pengguna jalan yang mendengar teriakan dan ikut mengejar,” imbuh Arie. Upaya korban membuahkan hasil. Motor berikut pelaku akhirnya berhasil ditangkap. Bahkan, belasan orang langsung meluapkan emosinya dengan melayangkan pukulannya ke
arah pria kelahiran Palembang tersebut. Beruntung, nyawa tersangka berhasil diselamatkan anggota Reskrim Polsek Wonokromo yang sedang patroli kring di sekitar lokasi. “Kami redam amarah massa lalu mengamankannya ke Mapolsek Wonokromo,” pungkas mantan Panitreskrim Polsek Tegalsari itu.
Di hadapan penyidik, tersangka mengaku baru sekali melakukan aksi penjambretan tersebut. Namun, melihat dari cara beraksi, polisi tidak mempercayai dan meyakini jika tersangka adalah pemain lama. “Ngakunya baru sekali, tapi kami yakin lebih dari itu. Sebab cara kerja tersangka cukup cekatan,” pungkas Arie. (fdn/nov)
Banyak Permintaan, per Butir Dijual Rp 1 Juta menjalankan bisnis haramnya, tersangka harus berurusan dengan pihak berwajib. Warga Jalan Babatan Pantai Timur itu disergap anggota Unit I Satreskoba Polrestabes Surabaya. Saat itu, Daniel sedang mengemas sebagian barang dagangannya di salah satu hotel di kawasan Jalan Raya Prapen, Selasa (22/10) siang. Ketika dilakukan penggeledahan di kamar hotel, petugas mengamankan 13 butir ineks yang dikemas dalam dua poket plastik klip. “Selain itu, kami juga turut menyita barang bukti tujuh
poket berisi serbuk ketamine atau dikenal dengan obat bius. Tersangka juga sudah mengemas secara rapi dalam poket itu dengan berat masing-masing nol koma,” kata Kasatreskoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian, Minggu (27/10). Alumni Akpol 2002 itu menerangkan, penangkapan tersebut berawal dari pengintaian polisi terhadap tersangka yang diduga mengedarkan narkoba. Daniel diintai dan diketahui berada di sebuah hotel sedang menginap di salah satu kamar. Setelah memastikan situasi, polisi kemudian merangsek
ABG Isap SS di Lorong Gang Sidoyoso Saat petugas melakukan penggeledahan badan, di tangan PA menggenggam alat isap sabu (bong) berisi sisa sabu seberat 1,38 gram, korek api. Dia pun digiring ke Mapolsek Pabean Cantikan guna penyidikan lebih lanjut. “Saat kami tangkap, PA sedang mengisap sabu,” kata Kapolsek Pabean Cantikan AKP Mellysa Amalia melalui Iptu Evan Andias, Minggu (27/10). Penangkapan dilakukan anggota saat memantau peredaran sabu di wilayah Sidoyoso. Kemudian mendapatkan informasi dari masyarakat, bahwa di lorong gang pinggir Jalan itu terdapat
PA Dipulangkan Keluar dari ruang penyidik, PA menemui awak media untuk mengklarifikasi beberapa pemberitaan mengenai dirinya. Salah satunya, soal keterlibatannya dalam ajang kontes kecantikan Putri Indonesia. PA mengaku, dirinya tidak pernah mengikuti kontes tersebut. “Saya melihat pemberitaan PA merupakan Putri Indonesia. Itu sangat salah, karena saya memang tidak pernah mengikuti ajang Putri Indonesia,” kata PA didampingi Dirreskrimum Polda Jatim Kombespol Gidion Arif Setyawan, Minggu (27/10). Namun, ditanya apakah pernah mengikuti kontes kecantikan Putri Pariwisata Indonesia 2016, PA tidak membantah. Dia mengaku, hanya sebagai finalis di ajang tersebut. “Saya ikut di Putri Pariwisata Indonesia, namun saya bukan pemenang, terima kasih,” ujar PA. PA mengaku, beberapa tahun ini tidak mengikuti kontes kecantikan. Sebab dirinya mempunyai pekerjaan proyek bisnis dengan teman-temannya. “Saya bukan pelaku pageant (kontes, red) dan juga saya bekerja sewajarnya. Saya bekerja di beberapa perusahaan. Saya punya proyek dan juga punya bisnis bersama teman-teman saya”. PA juga memohon agar kasusnya ini tidak disangkut pautkan dengan Putri Indonesia. “Jadi saya mohon untuk tidak membawa-bawa nama pageant seperti Putri Indonesia karena
Selalu Berdoa Titi mengatakan, dirinya pun tak pernah berhenti mengucap. Untuk segala hal dalam hidupnya, Titi selalu berdoa. “Jadi aku setiap hari nggak berhenti ngucap lah. Mau itu di dunia entertainment, pernikahan, urusan ibu dan anak, selalu mengucap semoga anak aku selalu sehat terus, suami aku sehat terus, semoga karier lancar,” ujar Titi. Paling penting untuk istri Christian Sugiono itu adalah dirinya tak pernah lepas dari doa dan restu sang ibu. “Selalu berdoa dan memang tak terlepas dari restu dan doa ibu. Kan tinggal ibu nih, jadi memang tinggal doa ibu yang diandalkan setiap tahajud, sering doain anak,” kata Titi Kamal. Dalam kesempatan lain, Titi Kamal mengungkapkan, dirinya sadar kariernya sudah banyak melewati masa. Film jadi taktik Titi jaga popularitas? Pasang surut artis diakui Titi Kamal selalu
Sambungan dari halaman 1
Sambungan dari halaman 1 masuk ke dalam hotel dan melakukan penggerebekan terhadap tersangka. “Saat kami mengamankan, dia sempat berontak dan berusaha melarikan diri. Namun berhasil kami cegah dan diamankan,” lanjut Memo. Polisi yang melakukan penyelidikan mendapati tersangka membawa sebuah tas berwarna cokelat. Tas tersebut digeledah hingga ditemukan barang bukti tersebut. “Setengah butir ineks juga kami temukan, separuhnya dipakai tersangka. Semua barang bukti tersebut diketahui hendak dijual,” imbuh Memo.
Sambungan dari halaman 1
ABG sedang mengisap sabu. Anggota yang berpakaian preman segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). “Kami mendapati tersangka sedang mengisap sabu, dan kami langsung menangkapnya,” tandas perwira berpangkat dua balok di pundaknya ini. PA terlihat pasrah saat diinterogasi petugas, Dia mengakui perbuatannya dan mengaku mengisap hanya ingin merasakan barang haram itu. “Saya hanya coba-coba saja mengisap sabu,” tutur PA.(rio/asw)
Sambungan dari halaman 1 saya sama sekali tidak pernah mengikuti ajang tersebut,” jelas PA. Perempuan yang menggunakan baju lengan panjang dengan motif garis-garis tersebut juga menyampaikan permintaan maaf atas kasusnya yang kini sudah beredar luas di media. “Saya ingin mengucapkan mohon maaf yang sebesar-sebesarnya kepada sahabat, kerabat, teman-teman semuanya, dan keluarga saya. Karena berita ini sudah sangat tersebar, saya sudah melihat di mana-mana,” ujarnya. Selain itu dia juga meminta maaf kepada pihak yang yang tecoreng nama baiknya setelah disangkutkan dengan kasusnya tersebut. “Saya juga memohon maaf sebesar-besarnya, kepada beberapa pihak yang telah tercoreng nama baiknya, yang merupakan pihak yang sangat besar. Saya juga pernah turut aktif di sana, saya mohon maaf dan apa pun yang terjadi ini merupakan pelajaran yang sangat besar buat saya,” jelasnya. Sementara itu, Gidion menuturkan, PA dipulangkan karena sudah dilakukan penyidikan 1x24 jam dan saat ini statusnya masih sebagai saksi. Sementara itu, untuk YW atau OC yang merupakan pengguna jasa prostitusi juga ikut dipulangkan. “Kami pulangkan karena penyidikan sudah kita lakukan 1x24 jam, sementara ini mereka masih kita jadikan sebagai saksi,” pungkas Gidion.(x-3/asw)
Sambungan dari halaman 1 ada. Dia pun pernah merasakan turun pamor. “Bukan taktik gimana-gimana emang,” jawab Titi Kamal. Berakting dikatakan Titi adalah sebuah rasa cinta yang pernah dia rasakan. Tak pedui sebesar apa pendapatannya di luar akting, Titi mengatakan tak pernah meninggalkan dunia akting. “Karena aku tuh udah bertekad saking cintanya sama dunia akting, mau seberapa besar pendapatan aku di luar dunia akting, aku akan terus berakting. Selama dikasih umur,” janjinya. “Karena udah kayak ketagihan gitu. Maksudnya bisa menyelami karakter orang melalui script, jadi kebahagiaan sendiri. Jadi nggak cuma soal uang lagi nih,” tegas bintang film ‘Makmum’ itu. Selama 23 tahun berkarier, baru tahun ini Titi mengambil tawaran film horor pertamanya.(*/asw)
Obat-obatan yang ditemukan biasanya dijual Daniel per butir. Untuk harganya bervariasi antara Rp 450 hingga Rp 1 juta. Untuk obat bius, tersangka menjualnya jika memang ada yang membutuhkan. Dua jenis barang dagangan ini dijual tersangka karena memang banyak permintaan. Keuntungannya lumayan
apalagi Daniel juga membutuhkan narkoba tersebut jika hendak pementasan. “Tersangka sudah melakukan bisnisnya beberapa bulan. Sebelumnya kami sudah mengendusnya tapi baru bisa tertangkap kali ini,” tandas mantan Kasatreskrim Polresta Barelang, Kepulauan Riau itu. Sekadar diketahui, ket-
amine secara medis termasuk obat dalam daftar G, yakni obat dengan resep dokter dan tidak dijual bebas. Ketamine ini biasanya digunakan untuk pembiusan. “Ini obat lama dan pembiusan untuk manusia dengan ketamine sudah jarang dilakukan. Obat-obat yang baru sudah banyak masuk, yang efektivi-
Kapolres dan Warga Gelar Sumpah Pemuda di Wisata Sontoh Laut Laut, Minggu (27/10). Warga sejak pagi memadati kawasan wisata laut yang dimeriahkan berbagai macam kesenian dan hiburan serta bazar Usaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Warga menyerbu berbagai produk UMKM, mulai dari makanan dan minuman dan produk lainnya. Puncak acara yaitu pelaksanaan Ikrar Sumpah Pemuda di Tambat Labuh Sontoh Laut yang diikuti para pelajar berpakaian adat. Acara semakin meriah ketika para pelajar dan warga serta sejumlah personel Polres Pelabuhan Tanjung Perak membentangkan bendera merah putih sepanjang 1.000 meter dengan lebar 12 meter, dengan iringan berbagai lagu kebangsaan. Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, ke depan siap mendukung dan membantu berbagai kebutuhan yang diperlukan. Ia memastikan, dari sisi keamanan, wilayah Sontoh Laut itu tidak ada
yang perlu dikhawatirkan. “Ini sangat bagus untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata, tentunya ke depan kami dari Polres Pelabuhan Tanjung Perak siap mendukung dan membantu,” tegas Agus. Agus bahkan berjanji akan menyumbangkan dana pribadi untuk pembangunan gazebo di tengah laut sebagai pancingan awal para pengusaha. Kalau semakin berkembang, kita berharap ada corporate social responsibility (CSR), yang masuk ke sini. “Tentunya untuk kepentingan kita bersama. Mari kita bersama-sama membangun wisata Sontoh Laut ini,” tandas Agus. Acara ini dikemas untuk menumbuhkan semangat Sumpah Pemuda sekaligus mempromosikan destinasi wisata Sontoh Laut. Sebab, destinasi wisata itu merupakan kearifan lokal yang harus diperkenalkan kepada masyarakat umum. “Jadi, dengan semangat sumpah pemuda ini, kita ingin membangkitkan pengembangan destinasi
Sambungan dari halaman 1 506 dan 296 KUHP. “JL dikenakan pasal ini karena mengambil keuntungan dari kegiatan prostitusi yang melibatkan PA, artis asal Balikpapan,” terang dia. Selanjutnya, JL ditahan hingga 20 hari ke depan. Gidion menambahkan, kasus prostitusi ini masih terus didalami sebab berdasar hasil penyidikan terungkap jika sang JL tak cuma bekerja sendirian. “Kuat dugaan, JL praktik prostitusi secara berkelompok dengan orang lain dan secara terorganisir,” papar dia. Gidion menegaskan, saat ini anggotanya sedang melakukan pengejaran terhadap seorang pria yang tergabung dalam jaringan prostitusi online yang dikelola JL. “Tim kami masih bergerak memburu
muncikari lain yang inisialnya S. Kami minta doanya,” kata dia. Gidion menuturkan, anggotanya sempat melakukan pengejaran terhadap pelaku S di Jakarta. Namun ketika dilakukan penggerebekan, anggotanya hanya mendapatkan ponsel milik pelaku. “Sudah kita lakukan penggeledahan di lokasi pelaku yang berada di Jakarta. Namun, yang kami dapatkan hanya HP dan yang bersangkutan lari,” jelasnya. Ketika ditanya rekam jejak prostitusi online yang terorganisir dilakukan JL dan rekannya yang buron, Gidion enggan mengungkapkan fakta lebih. “Nanti akan kita sampaikan. Itu masih dalam penyidikan,” pungkas Gidion.(x-3/asw)
Pasca-PHK, Aktivitasnya Hanya Cangkrukan Kerja Rokrok Asem Wandi dipanggil dan diberi tanggung jawab sebagai kepala proyek. Selama ini dia memang dikenal karena pekerjaannya yang hasilnya rapi dan apik. Menurut Indah, suaminya pernah jadi tenaga andalan proyek-proyek garapan Podomoro Group di Jakarta. “Ndak tahu kok tiba-tiba dia pulang dan tidak mau kembali,” kata Indah saat ditemui Memorandum usai konsultasi di Pengadilan Agama (PA) Surabaya, Jalan Ketintang Madya, beberapa waktu lalu. Wandi beruntung karena istrinya kenal dekat istri pemilik pabrik sepatu dekat rumah. Karena itu, dia bisa dimasukkan bekerja di tempat itu. Padahal, Wandi tidak memiliki basic di dunia persepatuan. “Sebenarnya Mas Wandi itu serba bisa. Apa saja yang ditanganinya pasti jadi baik. Cuma malasnya itu,” tutur Indah. Walau begitu, Indah memuji Wandi yang tidak pernah kurang dalam menafkahi keluarga. “Hanya itu kelebihan dia. Entah dari mana mendapatkan uang, yang pasti selalu saja ada uang untuk kami. Itulah yang membikin aku kagum kepada Mas Wandi,” aku Indah memuji suaminya. Tapi, itu dulu. Dulu sekali, sebelum Indah mengetahui kedok Wandi yang se-
Sambungan dari halaman 1
wisata Sontoh Laut dengan kearifan lokalnya,” terang Agus. Wisata Sontoh Laut sudah menjadi destinasi wisata yang sangat layak dikunjungi. Destinasi ini, terdapat beberapa keistimewaan, seperti keindahan alamnya, ditambah pemandangan matahari terbit dan terbenam. Di kawasan mangrove ini juga terdapat puluhan ribu burung yang terdiri dari berbagai spesies. Wisata ini juga dilengkapi wisata air, seperti perahu, wisata sepeda air dan juga ski lot yang merupakan papan luncur, yang biasanya dipakai oleh para nelayan untuk mencari kerang atau rajungan. Bahkan ke depan, area wisata ini juga akan dibangunkan gazebo di tengah laut, sehingga bisa jadi spot foto atau pemancingan. Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini, merupakan acara yang kedua yang digelar di wisata tersebut. Acara yang pertama adalah pengibaran bendera merah putih di tengah laut yang ternyata juga banyak mendapatkan apresiasi.(rio/asw)
Muncikari PA Positif Narkoba Dirreskrimum Polda Jatim Kombespol Gidion Arif Setyawan saat jumpa pers di halaman Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim bersama PA, Minggu (27/10), menegaskan hal ini. “Saat pemeriksaan JL, penyidik melakukan tes urine terhadapnya. Dan hasilnya JL positif menggunakan ganja,” kata Gidion. Gidion menuturkan, JL menggunakan Tetrahydrocannabinol atau THC. Menurut Gidion, zat tersebut merupakan reaksi kimia yang muncul dari ekstrak daun ganja kering. “Jadi tersangka (JL) itu positif konsumsi ekstrak daun ganja,” tegas Gidion. Kendati demikian, lanjut Gidion, JL tidak dikenai pasal KUHP tentang penyalahgunaan narkotika. Namun dikenai Pasal
tasnya tinggi dengan pengaruh samping kecil,” terang Memo. Ketamine memiliki efek samping yaitu halusinasi pada kulit dan penglihatan. Pada kulit, pasien akan merasa seperti ada semut yang merambat atau seperti diraba. Sementara pada penglihatan, pasien akan bisa melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat orang pada umumnya. (fdn/nov)
benarnya. Seiring perjalanan waktu, sedikit demi sedikit borok Wandi terlihat. Salah satu kejadian yang mampu menunjukkan wajah asli Wandi berlangsung di depan mata Indah sendiri. “Saya pernah dipanggil pemilik pabrik sepatu tempat Mas Wandi bekerja. Astaghfirullah... saya diberi tahu bahwa Mas Wandi sering di-wadul-kan karyawan lain sebagai pemalak. Tapi, intinya dia ketahuan mencongkel brankas dan mengambil sebagian isinya,” kata Indah. Keluarga yang punya banyak usaha tersebut mengaku kehilangan uang belasan juta rupiah. Indah tidak mampu membantah karena ditunjuki CCTV saat Wandi beraksi membuka paksa brankas di kamar utama. Dari rangkaian adegan di CCTV tadi, tergambar jelas bagaimana Wandi masuk halaman rumah majikan dengan merusak gembok pintu pagar, membuka pintu rumah, dan membuka pintu kamar utama. Saat itu rumah sedang sepi karena keluarga ini sedang berlibur ke Bali. Tampak juga Wandi mencongkel paksa pintu brankas dan menguras isinya. “Tetangga saya itu sempat berencana membawa masalah ini ke polisi. Jujur awalnya saya takut. Sambil
Sambungan dari halaman 1
bersimpuh di kaki mereka, saya mohon agar hal ini diselesaikan secara kekeluargaan,” tutur Indah lirih. Pada saat bingung seperti ini, pada malam harinya Indah dipaksa suami keluar rumah. Dia dibonceng motor ke arah tengah kota, menuju sebuah hotel di sekitar Jalan Diponegoro. “Kamu jangan membantah. Mamti, layani pria di kamar. Setelah itu tuntas, urusan mencongkel brankas juga dianggap selesai. Kerjakan saja bagianmu,” pesan Wandi kepada Indah saat mereka memarkir motor di lantai basement hotel. Indah hendak menolak perintah Wandi, tapi rambutnya dijambak keras dan badannya ditelikung dari belakang. Indah sempat tidak bisa menarik napas. (bersambung)
Pembaca yang punya kisah menarik dan ingin berbagi pengalaman, silakan menghubungi nomor telepon/WA 082131242288. Bisa secara lisan maupun tulisan. Kisah juga bisa dikirim melalui email yulisb42@gmail.com. Terima kasih
SERTIFIKA T
P ER S WAN DE
HUKUM & KRIMINAL
SENIN LEGI, 28 OKTOBER 2019
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
HALA AMAN 8 HALAMAN
Ibu Muda Tewas dengan Pisau Tertancap di Perut
Jember, Memorandum Kematian Fani (26), warga Afdeling Dampar PTPN XII Kebun Mumbul, Desa Kawangreo, Kecamatan Mumbulsari, masih diselidiki anggota Reskrim Polsek Mumbulsari dan Satreskrim Polres Jember. Sebab, saat ditemukan di kamarnya, pisau yang menancap di perut ibu muda itu hingga tembus ke kasur. Petugas masih mendalami apakah korban dibunuh atau mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Dikatakan Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal saat dikonfirmasi Memorandum pada Minggu (27/10) malam, bahwa
pihaknya masih mendalami penyebab kematian korban. “Kami masih mendalami penyidikan. Apakah pembunuhan atau bunuh diri, dilihat dari alat bukti dan olah TKP,” jelasnya. Lanjut mantan Kapolsek Gubeng ini, jika hal tersebut mengarah ke pembunuhan bisa jadi ada unsur dendam. Sementara jika
FOTO: MEMORANDUM/EDY WINARKO
Tembus Kasur
bunuh diri, murni dari diri sendiri yang kecewa atau sakit hati. “Itu semua masih kami dalami dengan meminta keterangan para saksi. Mulai dari suami, tetangga, dan semua yang mengetahui kejadian itu,” ujarnya. Disinggung apakah ada dugaan keterlibatan orang dekat atas kematian korban, Alfian masih mendalaminya. “Kami masih mendalami. Kami tidak ingin nantinya siapa saja yang dicurigai akan menghilangkan barang bukti tersebut,” pungkas Alfian. Seperti diketahui, warga perumahan karyawan PTPN XII
Petugas mendatangi lokasi ditemukannya jenazah Fani di kamar.
di Dusun/Desa Kawangrejo, Kecamatan Mumbulsari, Jember, dihebohkan dengan penemuan seorang perempuan yang tewas dengan perut tertusuk pisau, di kamar tidurnya. Pisau yang menancap di bagian perut tembus hingga bagian punggung korban dan sampai tembus ke kasur. Jasad Fani ditemukan kali pertama oleh Frenda dan Srihartatik yang tidak lain adalah kelu-
arga korban. Menurut Kapolsek Mumbulsari AKP Hery Supatmo, bahwa korban ditemukan tewas dengan pisau masih tertancap di perut. Dikatakan Hery, bahwa Frenda dan Srihartatik mengaku diminta bantuan oleh Rendi Setiawan (27), suami korban untuk menanyakan obat apa yang hendak dibeli karena saat dihubungi melalui HP tidak menjawab. (edy/fer)
Kodam Brawijaya Autofest
Pasiter Kapten Arh Jumawi menyapa anggota satgas dan warga.
Koordinasi forkopimda untuk kesuksesan TMMD.
Dansatgas TMMD Membangun Kokohnya Kebersamaan Malang, Memorandum TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke106 Kodim 0818/ Kabupaten Malang-Kota Batu sudah mendekati penutupan. Terkait itu, meski hari libur, anggota TNI dan Polri serta warga tetap semangat melaksanakan pengerjaan yang sudah hampir selesai. Berbagai cara dilakukan oleh Dansatgas TMMD Letkol Inf Ferry Muzawwad, untuk selalu menciptakan sinergitas. Dansatgas selalu berkomunikasi dengan kapolres maupun bupati dalam melaksanakan kegiatan bakti TNI. “Dengan saling komunikasi dan koordinasi maka program TMMD bisa sukses dan tepat sasaran guna mewujudkan kemakmuran masyarakat yang ada di sini,” Ferry. Program TMMD yang melibatkan berbagai instansi dan komponen masyarakat ini, diharapkan dapat membantu mewujudkan aspirasi dan kepentingan masyarakat di pedesaan. (tyo/fer)
Lima Warung dan Dua Motor Terbakar
Surabaya, Memorandum Lima warung yang berjejer di Jalan Jemursari Timur II, terbakar, Minggu (27/10) sekitar pukul 04.00. Tidak hanya itu, api juga menyambar dua motor yang bersebelahan dengan warung tersebut. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Dedik Irianto
mengatakan, menurut keterangan saksi, api muncul kali pertama dari kios penjual kosmetik milik Dewi. “Lantaran di area titik awal api terdapat benda yang mudah terbakar, kobaran api semakin membesar dan merembet ke empat warung lainnya,” kata Dedik. Lanjut Dedik, untuk memadamkan api, pihaknya me-
nerjukan 14 unit mobil damkar. “Kita terjunkan cukup banyak agar apinya cepat padam dan tidak merembet ke lokasi lainnya,” terangnya. Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Wonocolo Iptu Philips Rinaldy Lopung mengatakan bahwa dugaan sementara kebakaran itu berasal dari korsleting. (x-3/fer)
S-Keling Hadir di Car Free Day Pasuruan, Memorandum Guna meningkatkan pelayanan secara mudah dan cepat bagi masyarakat Kota Pasuruan, Polres Pasuruan Kota menghadirkan program pelayanan pembuatan surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), dan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pasuruan Kota melalui terobosan “S-KELING”. Pelayanan publik terpadu yang diadakan di kegiatan car free day di Jalan Sultan Agung, Kota Pasuruan, ini dibuka oleh empat anggota SKCK dan satu anggota SPKT untuk memudahkan masyarakat, Minggu (27/10). Kapolres Pasuruan Kota AKBP Agus Sudaryatno SIK SH melalui Ka-
Anggota Polres Pasuruan Kota memberikan pelayanan kepada masyarakat pada acara car free day Kota Pasuruan.
subbag Humas AKP Endy Purwanto SH menyampaikan, lewat program S-KELING maka setiap warga yang hendak mengurus SKCK dan layanan SPKT akan lebih mudah dan terbantu. Anggota Polres Pa-
sur uan Kota juga mengenalkan aplikasi PASKOT kepada pengunjung car free day. “Untuk masyarakat Kota Pasuruan maupun di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota bisa mengunjungi website PASKOT yaitu pasuruankota.jatim.polri.go.id,” imbuh Endy. (*/rul/fer)
Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi menghadiri pameran otomotif di lapangan makodam.
Kapolres Hadiri Istighotsah Kubro Pasuruan, Memorandum Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH didampingi para pejabat utama menghadiri kegiatan Istighotsah Kubro dalam rangka HUT Santri Nasional 2019 di Stan dion Pogar Bangil, Kabupaten Pasuruan, Minggu (27/10). Hadir pada acara tersebut Bupati Pasuruan Gus Irsyad Yusuf, Dandim 0819 Pasuruan Letkol Arh Burhan Fajari Arfin, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Sudiono Fauzan, kepala dinas, badan,
da dan bagian Kabupaten Pasuruan, jajaran Forkopimka se-Kabupaten Pasuruan, Ketua KPU Kabupaten Pasuruan, tokoh agama dan para santri. Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan menyampaikan, dengan Hari Santr tri dengan tema Bersama Santri Damailah Negeri, Semoga momentum ini bisa menjadikan kebangkitan seluruh santri di Indonesia. “Untuk terus menjadi mitra Polri dalam memelihara kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujar Rofiq. (*/rul/fer)
FOTO: MEMORANDUM/RUL
FOTO: MEMORANDUM/ARIS
Malang, Memorandum Para prajurit yang tergabung dalam satuan tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke -106 Kodim 0818/Kabupaten Malang-Kota Batu terhibur dengan candaan Pasiter ( Perwira Seksi Teritorial) Kapten Arh Jumawi saat turun ke lokasi, Minggu (27/10). ‘’Kami benar-benar terhibur jika dikunjungi beliau. Dengan selera humornya yang tinggi, rasa letih setelah seharian bekerja di lokasi TMMD kembali bersemangat,” ungkap Sertu Asnan, salah satu anggota Satgas TMMD. Mengingat ini hari libur yang mestinya anggota satgasTMMD dan masyarakat bisa liburan, namun di tempat ini masih berlangsung penyelesaian proyek yang sebentar lagi rampung. Kapten Arh Jumawi terus melakukan sosialisasi dan pemahaman tentang informasi yang dibutuhkan warga desa sasaran TMMD. ‘’Saya senang warga dan TNI mampu membaur tanpa ada rasa canggung,” ujar Jumawi. (tyo/fer)
Petugas memadamkan api di lokasi kebakaran.
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Pasiter Hadir Membangkitkan Semangat
Surabaya, Memorandum Lapangan Makodam V/Brawijaya dibanjiri ratusan komunitas motor dan mobil se-Jawa Timur. Kedatangan mereka untuk mengikuti acara Kodam Brawijaya Autofest yang digelar dalam rangka serbuan teritorial memperingati HUT ke-74 TNI dan Hari Sumpah Pemuda. Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi mengatakan jika kegiatan itu nantinya berlangsug selama dua hari. “Kegiatan ini diselenggarakan oleh komunitas otomotif roda empat dan roda dua dari Surabaya dan wilayah Jawa Timur. Tujuannya mendukung program kerja Pengda IMI Jatim dan program kerja Pemkot Surabaya dalam mendukung kegiatan wisata kota,” ujar Wisnoe, Sabtu (26/10). Brawijaya Autofest itu, dijelaskan Wisnoe bila diwarnai dengan beberapa pertunjukan, salah satunya kontes hingga slalom dari masing-masing komunitas motor dan mobil. “Dengan demikian, diharapkan akan semakin menambah serta memantapkan kedekatan antara TNI dan rakyat,” lanjut Wisnoe. (tyo/fer)
FOTO: MEMORANDUM/ARIS
FOTO: MEMORANDUM/INDRA
FOTO: MEMORANDUM/ARIS
Datangkan Komunitas Otomotif
Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan SIK SH MH didampingi bupati Pasuruan dan wakil bupati Pasuruan, Dandim 0819 Pasuruan, serta tokoh agama melaksanakan Istighotsah Kubro.
Beri Bantuan Air Bersih ke Warga
Polres Probolinggo Kota memberikan bantuan air bersih untuk warga wilayah kekeringan.
Probolinggo, Memorandum Kemarau cukup panjang menimbulkan kekeringan di beberapa tempat di Probolinggo. Seperti Desa Sumberkare, Kecamatan Wonomerto, dan Desa Klampok, Kecamatan Tongas. Warga sekitar di desa tersebut, cukup kesulitan air bersih. Bahkan harus membelinya, mengingat sumber air sudah mengering. Kenyataan ini mendorong Polres Probolinggo Kota bergerak membantu. Polres Probolinggo Kota melalui jajaran Satsabhara dan jajaran polsek terdampak, menyalurkan air bersih dengan menggunakan kendaraan taktis armored water canon. Kendaraan yang biasa dipakai
menghalau demo, difungsikan menge-drop air bersih ke warga yang membutuhkan dengan kapasitas mencapai 5 ribu liter. “Kami laksanakan kegiatan ini karena memang di daerah sini sangat sulit mendapatkan air, karena musim kemarau yang berkepanjangan,” kata Kasatsabhara Polres Probolinggo Kota AKP Dwi Sucahyo. Pengedropan tersebut, kata Dwi Sucahyo, atas petunjuk Kapolres AKBP Ambariyadi Wijaya untuk membantu para warga di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota. Kapolres Ambariyadi Wijaya men-
gatakan, penyaluran air itu sebagai bentuk kepedulian polisi terhadap masyarakat. “Bantuan air bersih ini untuk memenuhi kebutuhan warga sehari-hari. Seperti memasak dan minum. Karena mengalami kekeringan,” ujar Kapolres Ambar Sementara itu, warga desa penerima sangat senang dan menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan polisi tersebut. “Matur kaso’on pak polisi (terima kasih pak polisi),” ungkap ustaz Sugito, warga Desa Klampok.(yud/fer)
KOTA SURABAYA Calon Independen Ajukan Gugatan ke MK SENIN LEGI, 28 OKTOBER 2019 HALAMAN 9
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Masyarakat Harus Bantu Calon Independen Penuhi Persyaratan
Syarat 6,5 Persen Dukungan Dinilai Memberatkan Surabaya, Memorandum Syarat dukungan minimal 6,5 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) membuat calon wali kota perseorangan (independen) kelabakan. Sebab, jumlah dukungan tersebut dinilai sangat memberatkan. Hal ini membuat M Sholeh, salah seorang calon wali kota independen yang akan berlaga di Pilwali Surabaya 2020 mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Sidang gugatan
sudah berjalan dua kali. Pada sidang ketiga nanti, MK akan memanggil perwakilan dari pemerintah. “Batasan minimal 6,5 pers Bersambung ke halaman 10
GRAFIS/AZIZ
PENELITI Surabaya Survey Center (SSC) Surokim Abdussalam berharap calon independen yang meramaikan bursa Pilwali Surabaya 2020 bisa memenuhi persyaratan dari KPU. Tidak hanya untuk bisa membuat persaingan pilwali lebih kompetitif, tetapi juga untuk jaga-jaga jika calon partai politik (parpol) hanya satu atau calon tunggal. “Jadi calon independen di Surabaya sangat penting. Melihat situasi seperti itu, masyarakat harus bisa membantu Bersambung ke halaman 10
FOTO: ISTIMEWA
Surokim Abdussalam
Peringati Sumpah Pemuda di Atas Perahu Surabaya, Memorandum Warga Kecamatan Asemrowo menggelar peringatan Sumpah Pemuda di pantai, depan dermaga Sontoh Laut, Minggu (27/10). Sejak pagi, warga memadati kawasan wisata laut tersebut. Di lokasi acara, juga dimeriahkan berbagai macam kesenian dan hiburan serta bazar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Acara itu semakin meriah ketika para pelajar, warga, dan personel Polres Tanjung Perak membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter dengan lebar 12 meter. Berbagai lagu kebangsaan pun turut mengiringinya. Sungguh Bersambung ke halaman 10
FOTO: MEMORANDUM/WAHYU
Lokasi proyek apartemen The Trans Icon di Jalan Ahmad Yani.
Tuntutan GanƟ Rugi Tak Digubris Trans Icon
Warga Gayungan Ngadu ke Dewan Surabaya, Memorandum Warga RT 02 Gayungan, Kelurahan/Kecamatan Gayungan tetap akan menggelar aksi damai jika tuntutan kompensasi ganti rugi tidak direspons manajemen apartemen The Trans Icon. Ketua RT 02 Gayungan Sadeli mengatakan, dirinya bersama warga Gayungan sepakat dalam minggu ini akan melakukan aksi unjuk rasa di kantor marketing dan dilanjutkan di lokasi proyek apartemen The Trans Icon. “Karena aksi demo dua hari kemarin tidak ada tanggapan The Trans Icon. Dalam minggu ini warga akan menggelar aksi kembali. Kapan dan waktunya masih dibahas dengan warga, Senin (28/10) malam,”kata Sadeli, Minggu (27/10). Selain menggelar aksi, Sadeli mengaku, dirinya bersama warga juga akan menempuh jalan mediasi melalui Bersambung ke halaman 10
Warga Asemrowo bersama pelajar dan aparat Polres Tanjung Perak membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter di Dermaga Sontoh Laut. FOTO: MEMORANDUM/ALFIN
Silaturahmi Relawan Adies Kadir Surabaya, Memorandum Anggota DPR RI dari dapil Jatim 1 Surabaya-Sidoarjo Adies Kadir menyapa ribuan relawan lewat acara silaturahmi dan syukuran di gedung Islamic Center, Minggu (27/10). Dalam kesempatan itu Adies Bersambung ke halaman 10 Bintang dangdut Danang menghibur ribuan relawan Adies Kadir yang mengikuti silaturahmi dan syukuran di gedung Islamic Center.
FOTO: MEMORANDUM/ALFIN
Desember, Lucy Road Show ke PAC-PAC Surabaya, Memorandum Pasca ditunjuk menjadi Plt Ketua DPC Partai Demokrat Surabaya, 15 Oktober 2019, Lucy Kurniasari langsung tancap gas. Selama dua hari, Jumat (25/10) dan Sabtu (26/10), dia menggelar rapat konsolidasi dengan pengurus DPC dan PAC. Sekretaris DPC Partai Demokrat Bersambung ke halaman 10
FOTO: ISTIMEWA
Plt Ketua Demokrat Surabaya Lucy Kurniasari rapat konsolidasi dengan pengurus DPC dan PAC.
HUT Ke-50 SKH Memorandum
Maksimalkan Pengamanan Surabaya, Memorandum Kurang dari tiga pekan lagi, Surat Kabar Harian (SKH) Memorandum akan menginjak usia ke-50 tahun. Pada usia emas tersebut, SKH Memorandum akan menggelar jalan sehat dan senam Dahlan Iskan Style di lapangan Kodam V/Brawijaya, Minggu (17/11) pukul 06.00. Untuk keperluan event tersebut, panitia HUT ke-50 Memorandum telah mengajukan izin keramaian ke aparat kepolisian. Polsek Wonokromo yang menjadi pemangku wilayah kegiatan tersebut mengaku siap menerima pemberitahuan tersebut. Kapolsek Wonokromo AKP
Christopher Adikara Lebang ketika dikonfirmasi menyatakan kesiapannya dan akan memaksimalkan pengamanan jalan sehat tersebut. Terlebih, jalan sehat yang menyediakan hadiah utama dua sepeda motor dan hadiah menarik lainnya itu akan dihadiri Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), Jatim. “Sangat bagus mas kegiatan tersebut. Selain menyehatkan badan, kehadiran para forpimda tentu akan menambah semarak jalan sehat dan senam massal tersebut,”ujar AKP Christopher Adikara Lebang. Bersambung ke halaman 10
FOTO: ISTIMEWA
Kapolsek Wonokromo AKP Christopher Adikara Lebang (tengah) mengamankan acara di GBT.
KOTA SURABAYA
SENIN LEGI, 28 OKTOBER 2019 HALAMAN 10
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Normalisasi Sungai Kalirejo, Belasan Bangli Ditertibkan Surabaya, Memorandum Guna mengantisipasi banjir, Ketua RW 03 Kendangsari, Kelurahan Kendangsari, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Arifin akan menormalisasi Sungai Kalirejo. Tidak hanya dikeruk, belasan bangunan liar (bangli) di bantaran sungai akan ditertibkan. Arifin mengatakan, pembongkaran bangli yang mayoritas dijadikan jembatan akan dilakukan sendiri oleh pemiliknya secara sukarela dan di bantu petugas satpol PP kelu-
rahan setempat. “Tidak ada pembongkaran paksa, sukarela semua. Kan sebelumnya kita sosialiasasi dulu, jauh-jauh hari mereka juga sudah diingatkan,” kata Arifin di lokasi Sungai Kali-
POLISI MENYAPA PEMBACA harian pagi MEMORANDUM yang budiman dimana pun berada, kami menyediakan berbagai rubrik tanya jawab atau konsultasi soal Polisi Menyapa, Obat Tradisional, Kesehatan Mata, Spiritual Agama Islam serta Narkoba secara gratis. Cukup mengirim pertanyaan lewat email: memorandumredaksi@gmail.com, SMS/Whatsapp: 081216517867. Anda akan mendapat jawaban. Semoga rubrik ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.
Aplikasi Polisiku Tanya: Saya inigin menanyakan apakah aplikasi Polisiku. Terima kasih atas jawabannya. Ika Putri, warga Jalan Dukuh Kupang, Surabaya Jawab: Dalam rangka lebih cepat memberikan pelayanan kepada masyarakat, Polri telah me-launching aplikasi Polisiku, yaitu aplikasi perantara bantuan Kombespol polisi kepada masyarakat Sandi Nugroho SIK SH MHum yang dapat di-download Kapolrestabes Surabaya di android play store dan apple app store. Aplikasi PolisiKu memiliki fitur utama yaitu untuk mencari pos polisi terdekat dari posisi masyarakat. Selain itu terdapat fitur lain antara lain melakukan pengaduan masyarakat, memberikan aspirasi melalui fitur Halo Polisi, fitur Samsat Online, SIM Online, SKCK Online Serta sebagai sarana penyaluran informasi dari Humas Polri kepada masyarakat. Ke depannya Polri akan terus mengembangkan aplikasi Polisiku sebagai aplikasi bantuan layanan polisi tersentralisasi dan nasional. Sehingga masyarakat tidak perlu meng-install banyak aplikasi untuk mengakses layanan-layanan polisi. (*/fer)
FOTO: MEMORANDUM/WAHYU
Kogartap III Surabaya Mayjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi memberangkatkan ribuan peserta Military Beach Night Run.
Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat Surabaya, Memorandum Sekitar 3.000 pelari mengikuti Military Beach Night Run di Kenjeran Park (Ken Park), Sabtu (26/10) malam. Lomba yang digelar Korem 084/Bhaskara Jaya dalam rangka puncak HUT ke-74 TNI ini dibuka dan dilepas Komandan Gartap (Kogartap) III Surabaya yang juga Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi. Lomba yang menempuh jarak 6 km dengan memperebutkan hadiah total Rp 33 juta berupa dua unit sepeda motor, lima sepeda gunung dan hadiah menarik lainnya. Rute yang ditempuh peserta adalah Jalan Kenjeran, Jalan Wiratno, Jalan Abdul Latif, Jalan Sukolilo, Jalan Sukolilo Larangan, Jalan Pantai Ria Kenjeran, dan finish di Kenjeran Park. Wisnoe Prasetja Boedi dalam amanatnya mengajak masyarakat, khususnya warga Surabaya dan sekitarnya, untuk membiasakan gaya hidup sehat dengan menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh melalui olahraga lari. “Melalui Military Beach Night Run ini mari kita budayakan lari sebagai olahraga yang murah meriah, menghibur dan ramah lingkungan,” kata dia. Selain itu, dia berharap event ini bisa melahirkan atlet-atlet lari yang bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia di kancah dunia. “Kepada yang meraih prestasi dan menjadi juara, saya ucapkan selamat. Jangan cepat puas diri, terus tingkatkan dan terus berprestasi,” tegas dia. Wisnoe menjelaskan, kegiatan ini rutin digelar setiap tahun. Bahkan sudah dilaksanakan 10 kali. Event ini juga sebagai bagian dari komitmen TNI untuk memunculkan atlet-atlet berprestasi. “Intinya kita mewadahi pelari malam di Jawa Timur. Kegiatan ini sekaligus interaksi kita dengan masyarakat umum. Antusias masyarakat sangat tinggi,” terang Wisnoe. (why/dhi)
Komisaris: Mangestuti Agil Direktur: Choirul Shodiq Pemimpin Perusahaan: Yoyok Khayatullah Konsultan Hukum: Noer Fattah Syafi’i
rejo, Minggu (27/10). Lebih jauh, Arifin menjelaskan, upaya pembongkaran bangli ini untuk memudahkan aktivitas petugas satgas pematusan Surabaya saat mengeruk Sungai Kalirejo yang selama ini kerap menjadi sumber penyebab banjir. Sungai yang dinormalisasi sepanjang satu kilometer. Arifin menjelaskan, pengerukan Sungai Kalirejo mendesak dilakukan menyusul terjadinya pendangkalan yang cukup parah, serta penyempitan aliran sungai Kalirejo menuju sungai avur Kendangsari. Saat musim penghujan, kondisi ini dikhawatirkan menjadi pemicu banjir besar seperti pada tahun-tahun sebelumnya. “Air kiriman dari hulu itu tercampur lumpur. Sedimentasinya cepat sekali, belum tiga tahun sudah dangkal parah. Dikeruk
supaya aliran lancar dari hulu ke hilir,” terang dia. Dia berharap, pasca normalisasi, tidak ada lagi bangunan yang berdiri di atas bantaran Sungai Kalirejo. Sebab, keberadaannya bisa membahayakan saat musim penghujan karena rawan longsor dan menghambat aliran sungai. Di samping itu, juga menghambat proses pemeliharaan alur sungai saat dinormalisasi. “Besok (hari ini, red), kita berencana membongkar bangli serta pos RT 09/RW 03 yang berdiri di atas bantaran Sungai Kalirejo. Kami berharap dalam bulan ini pengerukan segera tuntas dan tidak ada kendala,”pungkas dia. (why/dhi) Ketua RW 03 Arifin memantau lokasi bangli di bantaran Sungai Kalirejo.
FOTO: MEMORANDUM/WAHYU
Calon Independen Ajukan Gugatan ke MK en dari jumlah DPT ini sangat berat. Padahal dalam UU Nomor 12 Tahun 2008, jumlah dukungan hanya tiga persen. Artinya cukup 70 ribu dukungan sudah bisa maju,” ujar M Sholeh yang mengajukan gugatan ke MK bersama Ahmad Nabil, calon independen dari Kabupaten Gresik. Dukungan calon independen harus 6,5 persen dari jumlah DPT membuat calon menjadi berat untuk bisa berlaga dalam pilkada. “Saya melihat parpol pembuat undang-undang sepertinya tidak menginginkan adanya calon perseorangan. Siapa pun yang jadi kepala daerah nantinya dari parpol. Dan untuk mendapatkan dukungan 6,5 persen itu sangat berat dan tidak gampang,” ungkap Sholeh yang juga advokat ini. Dia berharap, sebelum Februari 2020 sudah ada keputusan dari MK dan mengabulkan gugatannya. Sebab, dengan
syarat yang berat seperti itu efeknya kepada Pilkada serentak 2018 kemarin ada 13 kabupaten/kota itu hanya ada calon tunggal. Sebab. partai-partai diborong petahana. Sholeh juga mempersoalkan tentang syarat dukungan calon independen harus dari perseorangan. Berdasarkan PKPU Nomor 3 Tahun 2017, bahwa persyaratan dukungan boleh kolektif dan juga boleh perseorangan. Untuk dukungan kolektif itu satu lembar dukungan bisa berisi 15 orang dan itu lebih efisien Sayangnya dalam surat edaran KPU Nomor 1917 tahun ini itu tidak boleh. Maka surat dukungan itu harus berasal dari individu atau perseorangan. Dia menyampaikan persoalan independen ini sangat rumit dibandingkan dengan partai politik. “Sangat rumit dan tak gampang menjadi calon independen ini. Makanya, kami sudah berkomunikasi dengan
Masyarakat Harus Membantu... agar calon independen ada yang bisa memenuhi syarat KPU,”kata Surokim yang juga Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Trunojoyo. Surokim menegaskan, semua komponen masyarakat, termasuk parpol, wajib mendorong pilwali tidak ada calon tunggal. Karena itu, bagi kota dan masyarakat sekelas Surabaya akan menyedihkan atau bahasa yang ekstrem memalukan jika itu terjadi. Seolah-olah tidak ada kandidat di Surabaya, padahal faktanya bakal calon banyak. Alumni FISIP Universitas Airlangga ini menyampaikan bahwa calon independen harus terus didukung dan diberi semangat agar pada Desember nanti 90 persen persyaratan dukungan sudah bisa terpe-
nuhi. Namun, diakui Surokim, mungkin sangat berat, tetapi perjuangan calon independen di Pilwali Surabaya itu sungguh mulia. Perlu penguatan dan perlu dukungan. “Ya harus diakui Pilwali Surabaya jalur independen akan berat. Tetapi juga bukan mission impossible, asal ada figur yang kuat dan ada momentum yang pas. Mungkin calon independen bisa memberi kejutan di Surabaya,” imbuh dia. Yang penting, menurut Surokim, calon independen sekarang ini harus berjuang dulu mengumpulkan KTP dukungan agar bisa memenuhi persyaratan minimal.“Salah satu indikator keseriusan dan kesungguhannya ada di situ. Progres mendapat dukungan harus signifikan dari waktu ke
Warga Gayungan Ngadu ke Dewan DPRD Surabaya. “Kami akan mencoba kembali meminta bantuan kepada DPRD Surabaya. Kami harap wakil rakyat baru di DPRD Surabaya memperjuangkan nasib rakyatnya ini,” terang dia. Lurah Gayungan Manan mengatakan, pihaknya tetap kooperatif dan independen terkait menangani persoalan proyek pembangunan apar-
temen The Trans Icon yang dampaknya dirasakan warga Gayungan. Karena kedua pihak merupakan warga di Kelurahan Gayungan. “Intinya saya bersifat netral dan siap kapan pun jika warganya meminta bantuan mediasi di kelurahan setempat. Kami berharap, persoalan itu segera ada solusinya dan saling memahami satu dengan lainnya,”imbuh dia.
Desember, Lucy Road Show ke PAC-PAC Surabaya Dedy Prasetyo mengatakan, rapat konsolidasi ini membahas persiapan rencana road show ke PAC-PAC, penguatan struktural, dan persiapan Pilwali Surabaya 2020. “Road show kepada 31 PAC nanti akan dipimpin Bu Lucy. Rencananya dimulai Desember,” ujar Dedy, Minggu (27/10) Apa pesan yang disam-
paikan Lucy Kurniasari kepada pengurus DPC maupun PAC? Dedy menyatakan ada tiga pesan penting dari Plt ketua DPC Partai Demokrat Surabaya yang harus dipegang oleh pengurus dan kader partai, dalam rangka menyambut Pilwali Surabaya 2020. “Rapatkan barisan, masifkan struktural, dan rebut kemenangan,” ungkap Dedy.
Sambungan dari halaman 9 KPU yang meminta kita untuk mengikuti PKPU,” ulas mantan aktivis 1998 ini. Ditanya sudah berapa KTP yang dikumpulkan? Sholeh dengan tegas mengaku sudah encapai 90 ribu. Dia optimistis mampu menambah jumlah dukungan agar bisa mendapatkan batas minimal dukungan.“Saya sudah memiliki modal sosial karena 20 tahun membantu advokasi masyarakat. Jika nantinya tidak sampai jumlah dukungannya, ya tidak akan maju pilwali,” tegas dia. Sementara itu Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Surabaya Muh Kholid Asyadulloh dikonfirmasi terkait adanya gugatan di MK oleh salah seorang calon independen, mengaku tidak masalah. Sebab, itu hak setiap warga untuk mengajukan judicial review.“Tak ada masalah, karena itu hak mereka,” tegas dia. Dia mengatakan sesuai
Sambungan dari halaman 9 waktu,” papar dia. Lebih jauh, Surokim menjelaskan, ada dua variabel yang selama ini menjadi peluang dalam kontes pilkada yaitu perubahan dan kebosanan. Calon independen harus bisa membangun narasi yang bisa menjawab perubahan dan kebosanan pemilih Surabaya dengan menghadirkan narasi-narasi konstruktif fungsional untuk Surabaya masa depan. “Variabel hope untuk calon independen di Surabaya juga penting untuk dieksplorasi lebih kuat karena bagaimanapun vafiabel kepuasan masyarakat kota terhadap kinerja Risma sangat tinggi hingga 82 persen. Ini tantangan yang tidak mudah bagi calon independen. Tapi, peluang mereka masih terbuka,” pungkas Surokim. (alf/dhi)
Sambungan dari halaman 9 General Service The Trans Icon Sugioto mengaku sudah enggan memberikan tanggapan terkait persoalan aksi unjuk rasa warga Gayungan di depan proyek pembangunan apartemen The Trans Icon. “Mohon maaf, saya tidak ada komentar masalah itu. Jangan bertanya lagi soal itu, sudah tidak ada tanggapan apa-apa,” pungkas dia. (why/dhi)
Sambungan dari halaman 9 Kapan Demokrat Surabaya membuka pendaftaran bakal calon wali kota (bacawali) dan bakal calon wakil wali kota (bacawawali), mengingat beberapa partai seperti PDI-P, Partai NasDem, PSI, dan Partai Gerindara sudah membuka pendaftaran? Dedy mengaku, masih menunggu arahan dari Plt ketua. (dhi/udi)
Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) 15/2019, KPU Kota Surabaya menetapkan jumlah minimum dukungan bagi pasangan calon perseorangan yang akan mendaftar. “Sesuai peraturan, KPU Surabaya pada Sabtu (26/10) telah menetapkan jumlah minimal dukungan dan persebarannya bagi pasangan calon perseorangan yang ingin berpartisipasi dalam Pilwali 2020,” ungkap Muh Kholid. Sesuai pasal 41 ayat 2 item d UU 10 Tahun 2016, Surabaya masuk kategori kota dengan daftar pemilih tetap dalam pemilu terakhir di atas 1 juta. Sehingga syarat dukungan minimal pasangan calon perseorangan adalah 6,5 persen dari DPT yang berjumlah 2.131.756
pemilih. “6,5 persen dari jumlah itu adalah 138.565 penduduk yang telah memiliki hak pilih,” cetus dia. Dia mengatakan, KPU juga telah menetapkan persebaran dukungan terhadap calon independen. Jumlah dukungan untuk pasangan calon perseorangan harus tersebar pada lebih dari 50 persen jumlah kecamatan yang ada di Surabaya. “Untuk Kota Surabaya, jumlah seluruh kecamatan adalah 31. Maka sebaran dukungan tersebar adalah minimal di 16 kecamatan. Ketentuan tersebut dituangkan dalam surat keputusan KPU Kota Surabaya bernomor 358/PL.02.2.Kpt/3578/ KPU-Kot/X/2019 yang dikeluarkan pada 26 Oktober 2019,” ungkap Muh Kholid. (udi/dhi)
Peringati... pagi yang khidmat dan menumbuhkan rasa nasionalisme. Camat Asemrowo Bambang Udi Ukoro mengatakan, acara ini dikemas untuk menumbuhkan semangat sumpah pemuda sekaligus untuk mempromosikan destinasi wisata Sontoh Laut. Bagi dia, ini sangat penting mengingat destinasi wisata itu merupakan kearifan lokal yang harus diperkenalkan kepada khalayak umum. “Jadi, dengan semangat sumpah pemuda ini, kita ingin membangkitkan pengembangan destinasi wisata Sontoh Laut dengan kearifan lokalnya,”kata Bambang. Bambang menambahkan, acara menyambut Hari Sumpah Pemuda ini merupakan acara kedua yang digelar di wisata tersebut. Acara pertama adalah pengibaran bendera Merah Putih di tengah laut yang ternyata juga banyak mendapatkan apresiasi.”Semoga acara-acara
Sambungan dari halaman 9 semacam ini terus digelar untuk menarik wisatawan berkunjung ke sini,” imbuh dia. Sementara itu, Kapolres Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengaku siap mendukung dan membantu berbagai kebutuhan yang diperlukan ke depannya. Dia memastikan, dari sisi keamanan, di wilayah Sontoh Laut itu tidak ada yang perlu diperhatikan atau amanaman saja. Karena senangnya dengan pengembangkan wisata laut itu, dia mengaku, akan menyumbang dana pribadi untuk membangun gazebo di tengah laut. Gazebonya diharapkan ada dua, satu yang dibangun oleh warga dan satu lagi dari bantuannya. “Sebenarnya ini hanya pancingan awal. Pengusaha di sini sangat banyak. Kita berharap ada corporate social responsibility (CSR)yang masuk ke sini membangun wisata Sontoh Laut ini,” pungkas dia. (alf/udi/dhi)
Silaturahmi Relawan... Kadir yang didampingi istri tercinta dan putrinya disambut hangat ribuan relawan. Adies mengucapkan terima kasih kepada seluruh relawan yang telah mengantarkannya kembali menjadi anggota DPR RI periode 2019-2024. “Acara ini merupakan agenda yang digelar untuk memupuk silahturahmi. Ini semua bukan kerja saya pribadi, keluarga, dan tim, tapi kerja semua relawan di Surabaya dan Sidoarjo. Berkat kerja semua bantuan bapak dan ibu, saya bisa terpilih kembali,”ujar Sekretaris Fraksi Golkar DPR RI.
Sambungan dari halaman 9
Terlebih, lanjut Adies, lonjakan suara yang didapat pada Pemilu 17 April 2019 lalu sangat luar biasa. Bahkan, hampir empat sampai lima kali dari lima tahun silam. Berdasar data rekapitulasi hasil penghitungan suara tingkat nasional yang telah disahkan KPU RI Adies Kadir menduduki anggota Komisi III DPR RI dengan perolehan 106.106 suara. “Kalau sebelumnya 30 ribu suara pada lima tahun silam. Yang sekarang 100 ribu lebih. 60 ribu sekian dari Surabaya dan 40 ribu sekian dari Sidoarjo,” ungkap Adies Kadir. (alf/dhi)
Maksimalkan Pengamanan Sambungan dari halaman 9 Terkait pengamanan, dia mengaku akan membahas terlebih dulu dengan Polrestabes Surabaya.Tujuannya, untuk mengetahui setiap isi acara dan tingkat kerawanan. “Ka-
lau memang perlu diback-up Polrestabes ya wajib dikawal. Intinya saya akan maksimalkan pengamanan,”pungkas alumni Akademi Kepolisian (Akpol), 2006 itu. (fdn/dhi)
Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Arief Sosiawan. Redaktur Pelaksana: Tri Haryoko. Redaktur Senior: Ahmad Syaiku. Redaktur Website: Syaifuddin, Aris Setyoadji. Redaktur Bahasa: Yuli Setyo Budi. Redaktur: Supriadi, Baud Effendi, Samuel Ru’ung, Sujatmiko, Noor Arief, Ferry Ardi Setiawan, Novi Triawan, Muchlis Darmawan, Hendradi Prayogo. Staf Redaksi Surabaya: Oskario Udayana, Muhammad Arif Alfiansyah, Faishal Danny Nurdiansyah, Dodik Wahyu. Sidoarjo: Budi Joko Santoso. Gresik-Tuban-Bojonegoro: Supardi Hardy. Mojokerto: Muhammad Anwar. Pasuruan: Ali Muchtar. Probolinggo: Nur Wahyudi. Jember: Edi Winarko. Lumajang: Munjari Triono, Blitar: Prawoto Sadewo. Tulungagung: Ahmad Rifai. Madura: Herry Sunaryo. Malang: M Ariful Huda. Kediri: Wahyudi. Manajer Umum dan HRD: Ahmad Nurzaman. Manajer Iklan: Ahmad Syaiku. Manajer Bisnis dan Pengembangan: Herry Sunaryo. Kepala Pra Cetak: Irfan H. Ali. Perwajahan: Subakir, Moh Farid Al Jufri, Ihyak Ulumudin, Andi Ega, Nanang AB, Risa Yudiana. Grafis: Abdul Aziz. Alamat Perusahaan: Jl. Ketintang Baru III No. 91, Surabaya . Fax Mutasi/Pemasaran: 031-8275390; Telp Hotline: 031-8275391. Redaksi: 031-827590, 031-8273759. Sirkulasi/ Iklan: 031-8276072. Harga Langgnan: Rp. 75.000,- Harga Eceran: Rp. 3.500,-/eks. Harga Iklan Pas: Rp. 19.000,-/baris, Harga Iklan Sosial: Rp. 15.000,-/mm kolom.Iklan Hitam Putih: Rp.23.000/mm kolom, Spot Warna: Rp. 25.000,-/ mm kolom. Full Color (FC): Rp. 32.000,-/mm kolom. Harga Iklan Kreatif: BW Rp. 26.000,-/mm kolom. Kreatif Spot Warna: Rp. 30.000,-/ mm kolom. Kreatif Colour: Rp. 36.000,-/mm kolom. DICETAK OLEH: PT. Temprina Media Grafika, Jl. Sumengko KM 30-31 Wringinanom, Gresik; Didirikan oleh: H. Agil H. Ali, Penerbit: PT. Memorandum Sejahtera, SIUPP: No. 098/SK/Menpen SIUPP/A6/1986. Wartawan MEMORANDUM selalu dibekali tanda pengenal dan tidak diperkenankan menerima/meminta apa pun dari narasumber.
MADURA
SENIN LEGI 28 OKTOBER 2019 HALAMAN 11
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
BIRO MADUR MADURA RAYA MELIPUTI: Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. KABIRO: Herry Sunaryo. REPORTER: Syamsul Arief, Syamsuri, Yusron Hidayatullah, Sujak Lukman, Ainul Anwar. HP: 085333446262, 08113406262.
Polres Bangkalan Ungkap Kasus Pembunuhan Bume Anyar igapan dan profesionalisme kinerja anggota Sat Reskrim Polres dan Unit Reskrim Polsek Tanjung Bumi, kasus pembunuhan sadis di Desa Bume Anyar yang sempat jadi misteri, bisa kami ungkap. Hanya dalam sekejab. Yakni sekitar tiga jam lebih,” kata Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra,SIK MH MSi, dalam jumpa pers, Jumat (25/10) sore. Dari hasil ungkap kasus ini, petugas juga menyita seabrek barang bukti. Baik milik tersangka Shr maupun korban Rahmat. Diantaranya berupa sebilah sajam clurit jenis takabuan ukuran jumbo (besar), sepasang
Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi dengan latar tersangka Shr, ketika memaparkan kronologi kasus pembunuhan sadis di Desa Bume Anyar.
perlawanan di rumahnya. Sajam clurit yang digunakan Shr juga disita petugas,” tambah
Bangkalan, Memorandum Ratusan publik yang mayoritas keluarga nelayan, berderet panjang di sisi kanan dan kiri tepian Kali Bangkalan, Kelurahan Pangeranan, Kecamatan Bangkalan Kota, Minggu (27/10), untuk menyaksikan lomba dayung tradisional Kapolres Bangkalan Cup 2019. Lomba dibuka Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi, Sabtu (26/10) yang juga dihadiri Wakapolres Kompol Hendy Kurniawan, seluruh kasat dan para kapolsek dari 17 polsek jajaran. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata rantai kegiatan memperingati Hari Jadi ke-488 Bangkalan. “Alhamdulillah, animo masyarakat untuk nonton lomba dayung perahu tradisional ini lumayan cukup tinggi.Yaahh... cukup semaraklah. Tak kalah dibanding antusiasme publik untuk menonton beberapa agenda kegiatan sebelumnya,” kata AKBP Rama Samtama Putra. Sebanyak 96 atlet dayung ikut ambil bagian dalam lomba. Mereka tidak hanya berasal dari komunitas keluarga nelayan Kampung Lebak, Kelurahan Pangeranan yang ada di sisi Selatan Kali Bangkalan, dan nelayan Kampung Bandaran, Kelurahan Pejagan, di sisi Utara. Selain itu, lomba juga diikuti oleh nelayan dari beberapa desa pesisir lainnya. “Di antaranya, ada peserta yang datang dari perkampungan nelayan di Kelurahan Bancaran, Desa Gebang dan Desa Sabiyan, Kecamatan Bangkalan. Juga ada yang dari Desa Tengket dan Desa
FOTO: MEMORANDUM/ RAS
Lomba Dayung Tradisional Kapolres Cup Semarak
Kapolres Bangkalan AKBP Rama Samtama Putra SIK MH MSi membuka lomba dayung tradisional Kapolres Cup 2019.
Lajing, Kecamnatan Arosbaya,” ungkap Fathurrahman. Dalam lomba dayung Kapolres Cup perdana kali ini, perahu yang digunakan adalah jenis sampan. Yakni perahu kecil. Masing-masing sampan harus dikayuh oleh dua pedayung. Tidak boleh lebih. Jarak tempuhnya 100 meter. Sistem lomba yang digunakan sistem gugur tunggal. Pada akhir lomba ditentukan ada enam pemenang. Yakni juara I,II dan III, serta juara harapan I,II dan III. Untuk juara I berhak menyabet hadiah satu unit sepeda motor Yamaha Mio plus trophi, juara II berhak merengkuh satu unit televisi plus trophi dan juara III meraih satu unit dispencer plus trophi. Sedangkan juara harapan I,II dan III, masing-masing berhak atas trophi dan hadiah hiburan. Sebelum membuka resmi dengan cara melepas atlet dayung nomor start 1 dan 2,
Kapolres AKBP Rama Samtama Putra, dalam sambutan arahannya melontarkan beberapa pesan dan harapan. Di antaranya, sesuai permintaan dari panitia dan komunitas kaum nalayan Kampung Lebak dan Bandaran, Rama akan mengupayakan agar even dayung tradisional di Kali Bangkalan ini, bisa dijadikan kalender tetap tahunan. “Insya Allah, jika saya masih dipercaya mendapat amanah untuk bertugas di Bangkalan, tahun depan akan saya sediakan Piala Bergilir Kapolres untuk diperebutkan setiap tahun sekali. Yakni setiap memperingati Hari Jadi Bangkalan,” tegas Rama, disambut aplaus publik. Juga senada dengan harapan kaum nelayan, jika kalander tetap tahunan itu benar-benar jadi diagendakan, menurut Rama, bukan tidak mungkin untuk beberapa tahun ke depan, lomba dayung tradisional khas Kali Bangkalan itu, akan
Wabup Berharap OPD Dukung Penuh Smart City Sumenep, Memorandum Wakil bupati (Wabup) Sumenep Achmad Fauzi berharap organisasi perangkat daerah (OPD) setempat, mampu berinovasi di era digital untuk mendukung program smart city, untuk memberikan pelayanan masyarakat lebih inovatif. Orang nomor dua di Kabupaten Sumenep itu menilai, dengan inovasi memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi di masing-masing OPD akan mampu memberikan pelayan lebih efektif, efisien. Sehingga menaikkan indeks kebahagiaan masyarakat. “Karena program smart city ingin memberikan pelayanan yang inovatif, cepat, terukur, mudah, dalam penyelenggaraan pemerintahan,” katanya, Minggu (27/10). Selain itu, pemerintah saat sekarang mulai membuka ruang investasi daerah, untuk menarik investor dari luar Sumenep. Maka diharapkan instansi mempermudah pelayanan perizinan, kepastian hukum, serta dukungan promosi investasi. Menurutnya, untuk menggali potensi beragam yang
Wabup Sumenep Achmad Fauzi memberikan hadiah pada penutupan pameran pembangunan dan Expo Sumenep Smart City 2019 di GOR A Yani.
tersebar hampir di seluruh kecamatan, kabupaten Sumenep membutuhkan dunia investasi. Dia juga berharap masyarakat berperan aktif dalam proses pembangunan yakni menciptakan kondisi aman, damai dan tenang. “Apabila ada konflik so-
sial di masyarakat, semua pihak harus bersama-sama menyelesaikannya,” harap wabup usai penutupan pameran pembangunan dan Expo Sumenep Smart City tahun 2019, di GOR A. Yani, beberapa waktu lalu. (uri/adv/sr)
menjadi salah satu destinasi obyek wisata minat khusus andalan Kabupaten Bangkalan. Peluang ke arah itu, menurut Rama, sangat terbuka. Sebab animo masyarakat untuk menjadikan even lomba dayung tradisional ini, ternyata membeludak. Terlebih jika tahun-tahun berikutnya, even lomba ini digelar tingkat kabupaten. ”Jumlah penontonnya tak akan lagi ratusan. Tetapi akan menjadi ribuan. Nah di sini, peluang lomba dayung tradisional ini, akan jadi terbuka untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Bangkalan,” tandas Rama. Akhirnya, melalui hentakan bendera start, AKBP Rama Samtama Putra, didampingi para perwira di likungan Polres dan Kapolsek dari 17 Polsek jajaran, melepas adu cepat perdana antara atlet dayung nomor start 1 dan 2. Tepuk sorak publik pemacu semangat atlet membahana di tepian sisi Utara dan Selatan Kali Bangkalan. Kesemarakan serupa terus bergulir hingga lomba berakhir. (ras/sr)
Rama, Pamen Polisi kelahiran Sidoarjo ini. Ironisnya, ketika dikorek
keterangannya, tersangka Shr, dengan mimik wajah dingin, bahkan sesekali mengumbar
senyuman, dengan enteng mengaku terus terang bahwa dirinya pelaku tunggal penganiayaan brutal yang mengakibatkan korban Rahmat tewas mengenaskan. Tak ada kesan rasa penyesalan dari tersangka. Shr juga mengaku ulah keji itu dilakukan karena dendam dan sakit hati. Pasalnya korban Rahmat nekat berselingkuh dengan Ruhayah, istri Shr. Tanpa tedeng aling-aling, Shr juga memaparkan ketika melakukan ulah sadistisnya, dia diantar dan didampingi oleh rekannya berinisial TKN (30), warga Dusun Lao’ Songai, Desa Kokop, Kecamatan Kokop. “Jadi dalam kasus ini ada indikasi adanya tersangka tambahan. Yakni TKN rekan tersangka. Dia masih diburu petugas,” tegas Rama. Akibat ulah kejinya, tersangka Shr akan dijerat dengan pasal 340 KUHP, tentang pembunuhan berencana.”Ancaman hukuman maksimalnya bisa seumur hidup,” pungkas Rama Samtama Putra. (ras/sr)
Bupati Pamekasan Buka Gebyar Kemilau Madura 2019 Pamekasan, Memorandum Bupati Pamekasan H Badrut Tamam membuka pagelaran gebyar kemilau Madura 2019 dalam rangka memeriahkan hari jadi ke-489 Kabupaten Pamekasan. Acara berlangsung di lapangan Mandepa, Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, Sabtu (26/10) malam. Selain bupati, hadir forpimda, Kepala Bakorwil Pamekasan,dan tamu undangan lainnya seperti tokoh masyarakat dan tokoh agama, termasuk undangan mewakili Bupati Bangkalan, Bupati Sampang dan Bupati Sumenep. Selain itu, di acara kemilau di Madura pada tahun ini juga dihadiri tamu kehormatan seperti mantan Wakil Bupati Pamekasan Dr Kadarisman S dan beberapa tokoh tokoh termasuk dari negara manca. Mereka menyaksikan pentas seni seperti tarian “Topeng Gettak” yang diikuti para penari dari beberapa sanggar seni makan Ate Budaya. Tarian ini untuk menyambut kedatangan tamu.Demikian juga tarian “Song-song Senom” yang dipentaskan sanggar Seni Makan Ateh pimpinan Yono dari Desa Bugih, Kecamatan Pamekasan Kota. “Tema gebyar kemilau 2019 kali ini yakni Remonah Oreng Madurah,” ujar Soni kepada awak media. Menurutnya, malam Kemilau Madura tahun 2019 ini diharapkan bisa mendongkrak dan mendorong beberapa seni dan budaya yang ada di Madura. Bupati Pamekasan H Badrut Tamam SPSi dalam sambutannya mengatakan,”Kita sebagai
Bupati Pamekasan H Badrut Tamam bersama forkopimda berfoto dalam acara semarak Kemilau Madura 2019.
masyarakat Pamekasan harus bangga keragaman seni budaya ciri kas Pamekasan. Karya seni ini harus kita lestarikan bersama sebagai titisan leluhur kita sebagai masyarakat Pamekasan,” ujar Bupati yang kemudian memukul gong sebagai tanda dimulainya acara semalam di Madura atau “Malam Kemilau Madura tahun 2019. Kadisparibud Kabupaten Pamekasan Achmad Sjaifuddin mengatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka memeriahkan hari jadi Kabupaten Pamekasan dengan menampilkan dan menyajikan beberapa prodak karya Seni dan budaya yang ada di Madura. Acara ini bisa menunjukkan Pamekasan memiliki budaya yang bisa dikenal masyarakat baik di Madura hingga manca negara. (sjk/sr)
Disparbudpora Sumenep Fokus Lestarikan Situs Cagar Budaya Sumenep, Memorandum Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep berkomitmen terus mendata, meneliti, dan mengajukan ratusan situs untuk ditetapkan menjadi cagar budaya. Tujuannya antara lain berupaya merawat situs yang berpotensi cagar budaya agar tidak hilang. Serta mengajak masyarakat untuk mengetahui cagar budaya agar ikut serta melestarikan peninggalan sejarah Sumenep. Kepala Disparbudpora Sumenep Carto mengatakan, saat ini sudah terdapat sejumlah situs yang ditetapkan sebagai cagar budaya. Yaitu Masjid Jamik Sumenep, kompleks Keraton Sumenep, Asta Tinggi, dan Benteng Kalimook. Satu di antara beberapa situs bersejarah tersebut sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Selebihnya penetapan cagar budaya melalui SK Bupati Sumenep. Carto mengakui, di Sumenep sebenarnya terdapat ratusan situs yang berpotensi menjadi cagar budaya. Saat ini masih dalam tahap kajian tim ahli cagar budaya (TACB). Disparbudpora menargetkan tahun 2019 terdapat 10 situs yang diusulkan kepada bupati untuk ditetapkan menjadi cagar budaya. Dia menjelaskan, pengajuan cagar budaya kepada Kemendikbud tidak harus menunggu permintaan Pemprov Jawa Timur. Karena Su-
Labang Mesem Keraton Sumenep.
FOTO: MEMORANDUM/ ANWAR
Dam hanya dalam tempo tiga jam, anggota gabungan sukses mengungkapnya. Korban ternyata adalah Rahmat (30), warga Dusun Dumargah, Desa Kokop, Kecamatan Kokop. Tersangka pembunuhan sadis itu berhasil diringkus. Dia adalah Shr (35), tetangga satu dusun dengan korban Rahmat. Yakni Dusun Dumargah, Desa Kokop, Kecamatan Kokop. Motif yang menjadi latar pemicu ulah sadis tersangka Shr, juga terungkap. Yakni berlatar asmara segi tiga. Jelasnya, Shr merasa sakit hati lantaran korban Rahmat selingkuh dengan Rosiyah, istri Shr. “Alhamdulillah, berkap kes-
sandal hitam motif biru, kopyah hitam terkoyak (robek )akibat bacokan, serta dua unit motor, masing-masing Yamaha Mio milik tersangka dan Honda Vario Nopol M 3151 HN warna hitam milik korban Rahmat. Lebih detail, Rama Samtama Putra, mengurai seputar kronoligis ungkap kasus peristiwa pembunuhan sadis di Kecamatan Tanjung Bumi itu.” Sekitar pukul 14, anggota Polsek Tanjung Bumi mendapat informasi telah ditemukan mayat lelaki di tepi jalan Desa Bume Anyar. Diguga korban pembunuhan,” tandas Rama. Saat itu juga, anggota gabungan Satreskrim Polres dan Unit Reskrim Polsek Tanjung Bumi langsung meluncur ke TKP. Kondi jenazah korban memang mengenaskan. Sedikitnya ada enam luka bacokan. ”Yahhh...ini tergolong peristiwa pembunuhan brutal, keji dan sadistis,” tegas Rama. ”Alhamdulillah, tersangka Shr berhasil di ringkus tanpa
FOTO: MEMORANDUM/ RAS
Bangkalan, Memorandum Penemuan sosok mayat lelaki yang mengenakan baju lengan panjang dan sarung hijau di Desa Bume Anyar, Kecamatan Tanjung Bumi, Kamis (24/10), menjadi viral di medsos. Menyikapi tragedi pembantaian keji ini, aparatpun bertindak sigap. Petugas gabungan Satreskrim Polres Bangkalan dan Unit Reskrim Polsek Tanjung Bumi langsung terjun ke lapangan.
Kepala Disparbudpora, Carto
menep telah memiliki TACB. Apalagi unsur anggotanya ada dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Selain itu, Carto mengungkapkan cagar budaya sangat penting untuk dilestarikan sesuai amanat Undang-undang nomor 11 tahun 2010. Karena cagar budaya merupakan wari-
Masjid Jamik Sumenep.
san yang memiliki nilai penting bagi sejarah dan cerminan karakter dari sebuah daerah. Carto juga menuturkan, terdapat 240 situs potensi cagar budaya yang telah diajukan ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sehingga dengan upaya pelestarian dan per-
awatan yang intensif diharapkan menjadi objek wisata yang mampu menarik kunjungan masyarakat luar daerah. “Cagar budaya bisa menjadi objek wisata sejarah. Imbasnya tentu kepada peningkatan pendapatan daerah,” tandas dia. (aan/adv/sr)
PASURUAN
SENIN LEGI, 28 OKTOBER 2019 HALAMAN 12
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BIRO PASURUAN: Ali Muchtar. WARTAWAN: Maskur, Sudiono, Bahrul Ulum. HP: 0817 5128 003.
Pengajuan Modal Dinas Perikanan Macet Pasuruan, Memorandum Target Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan untuk bisa mendapatkan bantuan modal usaha perikanan hingga Rp 5 miliar tahun ini, terancam tidak tercapai. Ini lantaran setelah ada perubahan sistem pengajuan modal. Sehingga sementara ini usulan masih disetop dari pusat. Hal tersebut diungkapkan Slamet Nurhandoyo, kepala Dinas Perikanan (Disper) Kabupaten Pasuruan. Sampai saat ini, kata Slamet Nurhandoyo, di daerah sementara memang masih belum bisa mengajukan lagi pengusulan hibah bantuan modal perikanan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Ini lantaran dari pusat ada perubahan sistem pengajuan untuk permodalan. Sehingga sementara di stop dulu dari bulan Agustus lalu,” terang Slamet. Tercatat saat ini usulan yang diajukan masih berjumlah Rp 3,45 miliar dari 8 perorangan maupun kelompok. Untuk usulan nilainya mulai dari Rp 100 juta sampai Rp 1 miliar. Namun dari usulan tersebut sementara ini masih belum ada pembukaan lagi. Karena dari pusat untuk bantuan modal dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) masih disetop dulu. Slamet menambahkan, pusat berencana untuk pengajuan akan bekerja sama dengan perbankan. Sehingga nantinya usaha perikanan yang sudah diverifikasi dan diterima, bantuan modal akan dilewatkan sistem perbankan tidak lagi melalui LPMUKP seperti sebelumnya. “Sehingga terakhir Juli lalu terakhir pengajuan usulan, sehingga saat ini masih vakum belum bisa mengajukan lagi sampai ada informasi dari pusat kapan akan dibuka kembali menunggu kerjasama dengan sistem perbankan selesai,” pungkas Slamet. (ion/sr)
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.00. Pagi itu, warga setempat sempat melihat Sanipah melintas di perlintasan KA di Desa Dandanggendis, Kecamatan Nguling. Ia melangkah dengan menghadap ke arah barat. Tak lama kemudian datanglah KA Ranggar Jati Jurusan Banyuwangi Surabaya dari arah timur. Masinis yang melihat Sanipah melintas di dalam perlintasan rel lantas membunyikan klakson agar Sanipah menghindar. Namun, Sanipah tidak
menghiraukan bunyi klakson tersebut. Ia tetap melintas dengan menghadap ke barat. Akibatnya, tubuhnya pun ditabrak oleh badan KA. Ia langsung tewas di lokasi dengan kondisi mengenaskan. Tubuhnya tidak lagi utuh. Kepalanya hancur, dada lecet, kaki dan tangan terpisah dari tubuh utama. Jenazahnya lantas dibawa ke ruang pemulasaran RSUD dr. R Soedarsono Kota Pasuruan untuk divisum sebelum akhirnya dibawa pulang oleh pihak desa ke rumahnya.
Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Kota, Iptu Ahmad Jayadi membenarkan adanya laka lantas di perlintasan KA. Dari informasi yang diterimanya seperti dikutip dari radarbromo, korban memang sempat pamit untuk keluar pada Sabtu malam ke keluarganya. Namun ternyata dia tidak kunjung kembali. Hingga akhirnya korban ditemukan tewas tidak bernyawa di perlintasan Dandanggendis minggu pagi. Saat ini pihaknya masih menyelidiki kecelakan ini. “Anggota masih melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan. Ini untuk memastikan penyebab korban tewas,” tambah Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endi kepada Memorandum. (rul/sr)
FOTO: MEMORANDUM/RUL
Nelayan Kabupaten Pasuruan sedang menjala ikan di laut.
Pasuruan, Memorandum Nahas menimpa Sanipah (52). Warga Desa Tanjungrejo, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, ini tewas setelah ditabrak kereta api (KA) Rangga Jati di perlintasan Dandanggendis, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Minggu (27/10).
Petugas dibantu warga mengevakuasi korban yang tertabrak kereta api di Nguling.
Pertumbuhan Madin di Kabupaten Pasuruan Tinggi Pasuruan, Memorandum Program wajib yang digagas Pemerintah Kabupaten Pasuruan berdampak terhadap bertumbuhnya lembaga Madrasah Diniyah (Madin) di Kabupaten Pasuruan. Hingga saat ini jumlah madinnya mencapai 1.507 lembaga. Jumlah tersebut berdasarkan lembaga yang sudah mengantongi izin dari Kemenag. Belum lagi, jumlah lembaga yang masih melakukan pengajuan izin. Ada sekitar 100 lembaga baru yang tengah mengajukan izin operasional. Hal ini seperti yang diungkapkan Kepala Bidang Perguruan Dispendik Kabupaten Pasuruan M Yusuf. Ia menyampaikan, jumlah Madin di Kabu-
FOTO: MEMORANDUM/ILUSTRASI
FOTO: MEMORANDUM/ILUSTRASI
Wanita Tongas Tewas Tertabrak KA
Siswa madin yang sedang mengikuti proses belajar-mengajar di Kabupaten Pasuruan.
paten Pasuruan terus bertumbuhan cukup pesat. Tumbuhnya madin-madin tersebut, salah satunya dipengaruhi program yang digagas pemkab, berupa wajib Madin. Dari catatannya, jumlah Madin yang ada di Kabupaten Pasuruan pada 2017 lalu, hanya dikisaran 1.284 lembaga. Jumlah
itu naik signifikan hingga 2019 ini. Karena tercatat, ada sebanyak 1.507 lembaga madin. Jumlah itu, khusus untuk madin yang sudah mengantongi izin operasional dari Kemenag. Belum lagi, madin-madin yang masih dalam proses pengajuan izin operasional. “Ada sekitar 100 lembaga madin yang tengah
mengajukan izin operasional tersebut. Izin operasional memang dikeluarkan kemenag. Pemkab memiliki peran dalam memberikan rekomendasi,” sampai Yusuf. Yusuf menambahkan, dengan jumlah tersebut, keberadaan Madin di Kabupaten Pasuruan dirasanya sudah cukup menjangkau masyarakat. Karena di setiap desa, lembaga Madin itu tersedia. “Bisa dikatakan, setiap desa sudah memiliki Madin. Karena itu, keberadaan madin yang ada saat ini, sudah mampu menjangkau masyarakat atau pelajar,” ulas Yusuf. Ia menegaskan, kemenag dan pemkab sepakat untuk memaksimalkan keberadaan madin-madin yang ada saat ini.
Hal itu tak lain, untuk menjaga agar keberadaan madin-madin yang ada, tidak “mati” karena adanya persaingan dengan Madin yang baru. Karenanya, persyaratan pendirian Madin tidak bisa serta merta. Selain harus memiliki santri yang mencukupi, juga harus memiliki guru yang juga memadai serta kelas yang menunjang. “Paling tidak memiliki dua lokal dan untuk santrinya minimal 60 orang. Syarat pendirian Madin lainnya, juga tidak boleh terlampui dekat dengan Madin yang ada sebelumnya. Minimal satu kilometer. Kecuali terhalang akses, misalnya ada jurang yang menjadi pemisah antara tempat satu dengan yang lain,” pungkas Yusuf. (rul/sr)
PROBOLINGGO & LUMAJANG BIRO PROBOLINGGO: M Nurwahyudi. WARTAWAN: M Hisbullah Huda, Hapy Laila Tuansyah. KOORDINATOR PEMASARAN: Rudianto. KEPALA BIRO: Munjari Triono. WARTAWAN: Ani Fauzyah, Irfani Akbar. MARKETING/IKLAN: Suwatman EMAIL: trimemorandum@gmail.com. TELP: 081362793650. KANTOR: Jl. Wachid Hasyim XV/2 Lumajang.
Probolinggo, Memorandum Tepat satu tahun usia kepemimpinan Bupati Hj Puput Tantriana Sari dan wakilnya Drs Timbul Prihandjoko memimpin Kabupaten Probolinggo, berbagai program pembangunan dan terobosan terus dilahirkan sebagai bentuk implementasi visi dan misi dengan 9 Nawa Hati. “Satu tahun Nawa Hati mengambil tema ‘Istikamah Meningkatkan Daya Saing Berkelanjutan’. Tema tersebut adalah refleksi untuk kita semua, untuk pemerintah dan masyarakat, progres capaian dari beberapa program yang merupakan pondasi dalam membangun Kabupaten Probolinggo,” ujar Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi
(Diskominfo) Kabupaten Probolinggo Yulius Christian di Pendopo Bupati, Minggu (27/10). Satu tahun Nawa Hati, katanya, akan diisi dengan berbagai kegiatan. Di antaranya, pameran IKM 2019 dari tanggal 25-27 Oktober 2019 di Sasana Krida Kraksaan. Konser Nawa Hati 2019 tanggal 27 Oktober 2019 di Alun Alun Kraksaan. Festival Hijab Dewi Rengganis tanggal 24 November 2019 di Pantai Bohay Paiton. Forum Pembauran Kebangsaan tanggal 16 November 2019 di lapangan Bremi. Jambore Sepeda tanggal 17 November 2019 di Desa Bremi, dan Fun Run 5 K 2019 tanggal 1 Desember 2019 di lapangan Dringu. “Rangkaian kegiatan 1 tahun Nawa
FOTO: MEMORANDUM/MHD
Istikamah Tingkatkan Daya Saing Berkelanjutan
Kadis Kominfo Yulius Christian didampingi Kadis Pemuda, Olahraga, Pariwisata, dan Kebudayaan Sugeng Wiyanto bersama pimpinan EO Zulmi Nuhasani menyampaikan rangkaian kegiatan satu tahun Nawa Hati.
Hati adalah Konser Nawa Hati 2019 di Alun-Alun Kraksaan yang menghadirkan bintang tamu mantan vokalis Payung Teduh dari Jakarta,” tandasnya.(mhd/sr)
Direksi PT Amoeba Mangkir Panggilan Tim Cobra Lumajang, Memorandum Penyidik Tim Cobra Polres Lumajang kembali melakukan pemanggilan kepada tiga direksi PT Amoeba International untuk memberikan keterangan terkait kasus yang menyandung perusahaan mereka. Namun ketiganya mangkir dengan alasan bersama-sama di Kuala Lumpur, Malaysia, karena sakit. Kemudian, Tim Cobra Polres Lumajang melakukan pemanggilan terhadap empat direksi lainnya. Namun keempat direksi lainnya pun mangkir dari pemanggilan tersebut. Karena itulah, petugas mempertanyakan kejujuran mereka. Jika memang perusahaan PT Amoeba International bergerak dengan legal dan merasa menerapkan sistem kerja yang tidak melanggar hukum, kenapa mereka menolak menghadiri pemanggilan dari Tim Cobra Polres Lumajang. Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban menjelaskan Tim Cobra telah mengirim surat pemanggilan kepada Direksi PT Amoeba International yang lain untuk hadir di Polres Lumajang dan memberikan keterangan yang diperlukan. “Saya rasa jika mereka menjalankan bisnis yang legal, tentu mereka tidak
FOTO: MEMORANDUM/TRI
Satu Tahun Nawa HaƟ
Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban memberikan paparan tentang cara kerja PT Amoeba Internasional yang diduga menyalahi prosedur.
keberatan datang ke Polres Lumajang dan memberikan keterangan kepada penyidik kami. Untuk itu kami akan melakukan pemanggilan berikutnya. Karena hanya direksi PT Amoeba International yang dapat memberikan keterangan yang kami butuhkan,” pungkas Arsal, Minggu (27/10). Ada pun nama direksi yang baru dipanggil namun tidak memenuhi panggilan penyidik tim Cobra Polres Lumajang adalah, Ahmad Junaedi, Moh Abdal, Edhy Yusuf dan Kristian Alimafa. Untuk itu Polres Lumajang akan melakukan pemanggilan kedua. Sedangkan untuk tiga direksi sebelumnya yang sudah dua kali dipanggil, namun tetap mangkir
lanjut Arsal yakni Gita Hartanto, Deni Hartoyo dan Tri Hartono. Lebih lanjut Arsal Sahban menjelaskan, sesuai dengan pasal 112 KUHAP ayat 2 yang berbunyi orang yang dipanggil kepada penyidik dan jika ia tidak datang, penyidik memanggil sekali lagi, dengan perintah kepada petugas untuk membawanya. “Perlu diketahui bahwa menolak panggilan sebagai saksi dikategorikan sebagai tindak pidana menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Ada pun ancaman hukuman bagi orang yang menolak panggilan sebagai saksi diatur di dalam Pasal 224 ayat (1) KUHP,” pungkasnya. (tri/sr)
Kandang Dijebol, 3 Sapi Warga Krasak Raib Lumajang, Memorandum Aksi pencurian hewan (curwan) sapi masih marak di Lumajang. Kali ini, tiga ekor sapi milik Enok (59) raib digondol maling. Akibatnya warga Dusun/Krasak, Kecamatan Kedungjajang, itu merugi belasan juta rupiah. Informasi berhasil dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, aksi pencurian tiga ekor sapi tersebut terjadi pada Jumat (25/8) dini hari sekitar pukul 03.00 di kandang sapi milik korban yang terletak di belakang rumahnya. Ada pun ketiga
ekor sapi yang dicuri itu adalah, 2 ekor sapi betina warna kuning umur empat bulan dan saty ekor betina warna kuning jenis blaster empat bulan. Kawanan pencuri berhasil masuk kandang dengan cara menjebol tembok belakang kandang. Aksi pencurian sapi itu baru diketahui oleh korban pada pagi hari sekitar pukul 05.30 ketika korban hendak memberi makan sapi-sapi tersebut. ”Ketika saya hendak memberinya makan, ternyata sapi-sapi itu sudah raib dari kandang. Sementara itu, tembok belakan kandang
jebol dengan ukuran lebar badan manusia dewasa,” ujar enok, pemilik sapi. Pagi itu, korban sempat melacak dan melihat jejak sapi sudah dimuat kendaraan roda empat sekira jarak 500 meter di jalan barat rumahnya. Selanjutnya, korban langsung melaporkan kejadian itu ke petugas Mapolsek Kedungjajang. Petugas yang mendapat laporan tersebut, langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara ( TKP) sambil meminta keterangan dari beberapa warga yang tinggal di seki-
tar rumah korban. Kapolsek Kedungjajang AKP Sugianto ketika dikonfirmasi tentang aksi pencurian sapi tersebut membenarkan. Dari olah TKP yang dilakukan, para pelaku masuk kandang dengan cara merusak dinding tembok belakang kandang lalu mengambil tiga ekor sapi yang ada dalam kandang kemudian keluar melalu pintu kandang. “Atas kejadian itu, korban mengaku rugi sekitar tujuh belas juta rupiah. Sapi-sapi yang dicuri itu rata-rata masih berumur empat bulanan,” jelas Sugianto. (tri/sr)
OLAHRAGA
SENIN LEGI, 28 OKTOBER 2019 HALAMAN 13
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
Wacana TC Jangka Panjang di Piala Dunia U-20 2021
Persebaya Kritisi Keputusan PSSI Surabaya, Memorandum Manajemen Persebaya melalui sekretarisnya, Ram Surahman, mengkritik PSSI soal pemanggilan pemain timnas untuk pemusatan latihan (TC). Ia menyarankan PSSI sekalian mengontrak pemain selama setahun.
Caroline Buchanan menjadi yang tercepat pada kompetisi Banyuwangi BMX International 2019 kategori women elite, Minggu (27/10).
Banyuwangi InternaƟonal BMX 2019
Caroline Sabet Women Elite
Banyuwangi, Memorandum Pebalap Australia, Caroline Buchanan memenangi perlombaan terakhir kategori Elite Women pada kompetisi Banyuwangi International BMX 2019 yang berakhir Minggu (27/10), di Sirkuit Muncar, Banyuwangi. Caroline berhasil menuntaskan lintasan sepanjang 360 meter dengan catatan waktu 36,996 detik. Dan juara kampiun balap sepeda BMX ini tampil maksimal pada balapan kategori level tertinggi (hors class/HC). Caroline berhasil sampai finis pertama dan mengungguli pebalap Selandia Baru, Sarah Walker, dan Nadja Pries asal Jerman. “Setelah menjalani sejumlah operasi akibat cedera, saya kembali dengan membalap di Banyuwangi. Ini kemenangan pertama saya setelah dua tahun absen karena cedera, dan ini adalah titik awal saya untuk mendapatkan tiket ke Olimpiade,” kata Caroline usai balapan. Kemenangan Caroline sekaligus membayar hasil kurang memuaskan pada pertandingan hari pertama Sabtu (26/10). Pada saat itu, ia dipaksa finis di posisi kedua oleh Sarah Walker, keduanya hanya berselisih 1,085 detik. Sementara itu, Quillan Isidore, pebalap Inggris, berhasil mempertahankan kemenangannya di kategori Elite Men. Isidore finis pertama dengan catatan waktu 32,965 detik. Dan pada hari pertama Sabtu kemarin, Isidore juga menjadi juara kategori Elite Men. Di posisi kedua dan ketiga, diduduki Renato Rezende pebalap asal Brasil dan Joshua Boyton asal Australia. Pada tahun ini, Banyuwangi dipilih Persatuan Balap Sepeda Dunia (Union Cycliste International/UCI), sebagai salah satu dari enam kota di Asia yang berhak menggelar ajang balap sepeda BMX level tertinggi (HC). Artinya, level HC memiliki poin besar dan kesempatan bagi pebalap mendulang poin tiket lolos Olimpiade 2020 di Tokyo. (*/epe)
Hal itu berlaku untuk timnas U-19 yang nantinya akan berlaga di Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia. Daripada klub tidak bisa menggunakan jasa pemain selama masa pra-Piala Dunia, maka PSSI lebih baik mengikat kontrak pemain. “Kalau mau, pemain timnas sekalian dikontrak setahun saja, jadi klub di awal musim bisa mempersiapkan. Misal nama-nama ini masuk timnas jadi
kami tidak ganggu. Atau, kalau tidak begitu ya pola TC timnas harus diubah,” sergah mantan wartawan koran harian tersebut, Minggu (27/10). Persebaya sendiri untuk sementara menyumbang empat pemain di timnas U-19. Mereka adalah Rizki Ridho, Brilian Aldama, Ernando Ari dan Mochammad Supriadi. “Mungkin tidak hanya Persebaya, semua klub hampir sama keluhannya.
Kalau pemain ditarik kembali ancamannya sanksi, kasihan juga pemain. Di sisi lain kami krisis pemain tidak bisa apaapa,” keluhnya. Lebih lanjut, pernyataan Ram itu dikeluarkan sebagai respon atas pemanggilan kembali Rachmat “Rian” Irianto di timnas U-22 untuk persiapan SEA Games 2019. Dimulai awal Oktober lalu, TC timnas U-22 rencananya akan terus berlanjut sampai menjelang SEA Games cabang sepakbola dimulai 26 November sampai 10 Desember 2019. Praktis, Persebaya terancam tidak dapat menggunakan jasa
Rian sampai bulan Desember mendatang. Bahkan, nama itu masih bisa bertambah andai Osvaldo Haay akhirnya pulih dari cedera lutut dan kembali mendapat panggilan. Rian dan Osvaldo baru bisa bermain dalam 2 atau 3 laga terakhir Persebaya di Liga 1. Satu nama lagi yang mungkin bergabung dengan timnas U-22 adalah Hansamu Yama. Pemain asal Mojokerto itu termasuk kedalam 5 nama pemain senior yang menjalani TC timnas SEA Games. Nantinya hanya ada 2 pemain senior yang dipilih pelatih timnas U-19, Indra Sjafri. “Sekarang ini saja SEA Games
terusan. Malah saya dengar setelah 31 Oktober diteruskan, bagaimana ini?” ucap Ram bertanya-tanya. “Jadi tahun depan kalau mau bikin TC jangka panjang sekalian saja. Umpamanya setahun ya setahun saja, rasional kan? Jadi nanti klub di timnas setahun sekalian tidak akan kami ambil. Kalau tidak begitu ya ayo kita ubah pola TC,” harapnya. “Maksud saya ini masukan, sebagai otokritik untuk kepengurusan PSSI ke depan. PR utama adalah melakukan sinkronisasi antara TC timnas dengan agenda kompetisi, dari dulu kan tidak pernah selesai,” tandas Ram. (*/epe)
Tak Khawatir Pembinaan, Pemanah Potensial Terus Bermunculan Kejurda Junior Agenda Awal Pengurus Perpani JaƟm 2019-2023 Surabaya, Memorandum Kejuaraan daerah (kejurda) Junior Panahan 2019 di Lapangan Panahan KONI Jatim, 26-27 Oktober, bisa disebut menjadi agenda awal kepengurusan Pengprov Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Jatim periode 2019-2023 yang resmi dilantik, Sabtu (26/10) malam oleh PP Perpani. Ketua Umum Pengprov Perpani Jatim, Deni Trisyanto kepada Memorandum mengatakan, event ini baru pertama kali digelar menggantikan Liga Panahan yang terhenti karena kepengurusan perpani Jatim sempat terombang-ambing oleh sikap PP Perpani. “Kejurda junior ini mengakomodir pengcab xagar bisa tampil. Dari 30 pengcab anggota Perpani Jatim, lima absen. Itu menjadi indikasi pembinaan di pengcab itu tidak berjalan dan kendala anggaran,” terangnya kemarin. Total ada 270 atlet yang terjun di kejuaraan yang bertujuan sebagai inventarisir atlet. Apalagi hingga akhir 2019, Perpani Jatim tidak ada agenda junior. Sehingga hasil dari kejurda bisa disiapkan untuk event nasional. “Batasan usia yang
ikut kejurda maksimal kelahiran 1998, sehingga atlet potensial terus bermunculan” sebut Deni. Agenda nasional yang dimaksud adalah PON XX 2020 di Papua. Sesuai kesepakatan PP Perpani dengan PB PON, ada aturan pembatasan usia berbeda di tiga kategori yang dipertandingkan . Yakni nomor nasional, compound, dan recurve. “Di PON Papua nanti, usia atlet 25 tahun. Kita punya atlet dari Sidoarjo yang dapat tiket ke PON. Sekarang ini dia tampil di kejurda junior,” jelasnya. Menariknya, Perpani Jatim membuat terobosan untuk memancing animo. Yakni mempertandingkan nomor paralon di luar tiga nomor PON. “Nomor paralon khusus untuk pemula. Perpani Jatim berharap nomor ini bisa memancing minat masyarakat umum untuk menggeluti panahan,” sebut pria yang selama puluhan tahun sukses menangani Jatim mendominasi di tingkat nasional. Suksesnya pembinaan berbanding lurus dengan prestasi yang didapat. Jatim bahkan sejak era Lilies Handayani yang
Soni Haryanto menyerahkan pataka kepada Deni Trisyanto pada pelantikan pengurus Pengprov Perpani Jatim periode 2019-2024.
bersama dua srikandi Indonesia lainnya, Nurfitriyana Saiman dan Kusuma Wardhani menyabet medali perak di Olimpiade 1988 Seoul Korea Selatan, setiap tahun terus bermunculan pemanah andalan Jatim di multi event. Dua di antara penghuni pelatnas panahan untuk SEA Games 2019 dan Olimpiade 2020 Tokyo saat ini bahkan berasal dari Jatim. Yakni Deli Theresia Adinda dan Riau Ega Agatha. Sayangnya, sukses itu sempat memancing reaksi negatif
dari berbagai pihak. Di pelatnas panahan, bahkan tidak ada pelatih asal Jatim. Situasi ini yang dilontarkan Deni usai kepengurusan Perpani Jatim dilantik Wakil Ketua III PP Perpani Soni Haryanto yang mewakili Ketua Umum Kelik Irawan Widodo. “Tetapi saya bersyukur kepengurusan Perpani Jatim sekarang sah secara hukum. Sehingga, kita bisa melibatkan Baori (Badan rbitrase Olahraga Indonesia) jika ada permasalah sengketa atlet muda,” tutup Deni. (epe)
HILANG Nopol W4067-CB a/n Maftuhatul Masaro d/a Merdeka RT 01/02 mojopuro Wetan Sby
DEWI RENGGANIS WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
SENIN LEGI, 28 OKTOBER 2019 HALAMAN 14
MELIPUTI WILAYAH JEMBER. KEPALA BIRO: Edi Winarko . WARTAWAN: Marjuni, Abdus Syukur. ALAMAT: Jl. Dr Soetomo V/110 Jember. CP: 085335103739
Tim kesehatan PMI Jember memberi layanan medical check up gratis kepada pedagang dan pengunjung Pasar Tanjung.
HUT Ke-74 PMI JEMBER
Datangi Sejumlah Pasar, Beri Layanan Kesehatan Gratis
Jember, Memorandum Aktivitas pasar tradisional terkadang tidak mengenal waktu. Khususnya pedagang, kesibukan yang dijalani membuat mereka kerap meremehkan kondisi kesehatan. Keseharian lebih banyak disibukkan aktivitas mencari rezeki. Asal tidak merasakan sakit di tubuh, parameter itu sudah cukup dipakai sebagai pedoman kondisi sehat. Sehingga lupa memeriksakan kondisi kesehatan yang terkadang butuh lebih cer-
mat. Agar mereka sadar dan mengetahui kondisi kesehatannya, maka Palang Merah Indonesia (PMI) Jember melakukan Safari Kesehatan ke sejumlah pasar. “Kami targetkan 1000 ped-
agang dan pengunjung dapat layanan kesehatan gratis. Seperti pemeriksaan golongan darah, gula darah, tekanan darah, dan konsultasi jesehatan,” kata Ketua PMI Jember, EA Zaenal Marzuki ketika melakukan Safari Kesehatan di Pasar Tanjung, Minggu (27/10). Untuk menunjang program ini, PMI Jember menerjunkan 20 tenaga medis. Selain dokter dan perawat, tim kesehatan PMI
Jember juga bersinergi dengan dinas kesehatan setempat yang menggerakkan lima puskesmas terdekat di sekitar lokasi Safari Kesehatan. Sehingga bisa turut serta memberikan layanan kesehatan gratis. Zaenal Marzuki mengatakan, pelayanan kesehatan gratis sudah berjalan sebelumnya di beberapa titik. Seperti di Pasar Mangli, Terminal Tawangalun, Lembaga Pendidikan SLB/Inklu-
si. Kemarin, sasarannya adalah kelompok pengajian Muslimat Desa Jubung, dan diakhiri di Pasar Tanjung. Agendanya selanjutnya akan digelar di Pasar Kalisat, Ambulu, dan Rambipuji. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan selama September hingga Desember dalam rangka peringatan HUT ke-74 PMI dan Hari Relawan ke-14 PMI yang jatuh pada 26 Desember 2019. (edy/epe/adv)
Jember, Memorandum Lomba dayung tingkat nasional kali pertama dihelat di bawah kepemimpinan Bupati Jember dr Hj Faida MMR, 26-27 Oktober di Pantai Payangan, Kecamatan Ambulu. Kejuaraan nasional (kejurnas) Dragon Boat 2019 ini diikuti 48 tim dengan 496 atlet dan 54 official dari berbagai wilayah di Indonesia. Melihat potensi alam dan antusias peserta dari luar daerah, Bupati Faida berkeinginan agenda serupa rutin digelar nantinya. “Jember memiliki venue, yakni Pantai Payangan, yang sesuai dikembangkan untuk menjadi lokasi lomba dayung nasional,” terangnya ketika membuka Kejurnas Dragon Boat 2019 di hari pertama. Untuk pengembangan pantai pariwisata menjadi arena lomba dayung, pemerintah kabupaten (pemkab) akan menggandeng Pengprov Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) serta Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut V Surabaya (Lantamal V Surabaya). Diharapkan, agenda rutin bisa menjadi media pencarian bibit atlet dayung dari Jember maupun daerah lain di Jatim. Apalagi Jatim beberapa tahun silam merupakan gudangnya atlet dayung nasional. “Saya yakin, bukan hanya menjadi tempat pariwisata, Pantai Payangan ini juga akan menjadi venue olahraga nasional bidang dayung,” ungkap bupati. Menariknya, mengiringi kejurnas juga digelar aneka lomba seperti lomba bakar ikan. “Tidak lupa mengembangkan kuliner bahari asli Jember. Saya harap kegiatan ini menjadi pengungkit ekonomi kerakyatan,” pungkas bupati. Ketua PODSI Jatim Laksma TNI Edwin SH mengatakan, tengah mencari bibit-bibit baru atlet dayung. Dengan adanya keinginan Pemkab Jember menggelar agenda rutin dayung, tentu menjadi kesempatan emas bagi PODSI Jatim untuk mengembalikan era kejayaan. “Banyak potensi bahari di Jember yang bisa dikembangkan. Saya melihat banyak anak muda yang ikut lomba dayung ini, mereka bisa menjadi bibit atlet ke depan,” ucapnya. (edy/hms/epe)
FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO
FOTO: MEMORANDUM/EDI WINARKO
Bupati Janji Rutin Gelar Kejuaraan Dayung Nasional
Salah satu peserta berpacu menyelesaikan lintasan tercepat Kejurnas Dragon Boat 2019 di Pantai Payangan, Kecamatan Ambulu, Minggu (27/10).
MATARAMAN KABIRO: H M TAUFIQ. PONOROGO - WARTAWAN: PUJI SISWANTO, KANTOR: Jl Mayjend Sutoyo no 16 RT-03/RW-03 Kel Kertosari Kec Babadan, Kab Ponorogo. MADIUN KOTA-WARTAWAN: Muhammad Y Nur Habibii, M Alvin. KANTOR: Jl Mayjend Soengkono 53 Madiun Kota.
Terpaksa Nalangi Gegara Lima Bulan Premi Tidak Cair
Pemkot Ancam Putus Kontrak dengan BPJS Madiun, Memorandum BPJS Kesehatan Madiun memiliki tunggakan pembayaran klaim untuk dua rumah sakit Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun senilai Rp 93 miliar. Tunggakan itu rinciannya, klaim di RSUD Kota Madiun sebesar Rp38 miliar dan RSUD dr Soedono. Rp 55 miliar. Atas tunggakan tersebut, Wali Kota H Maidi mengambil sikap tegas.
Ia mewacanakan memutus perjanjian kerja sama (PKS) kemitraan dengan BPJS Kesehatan. Ancaman itu bahkan akan diwujudkan hingga akhir tahun ini. Otomatis, Pemkot Madiun
tidak akan memperpanjang kontrak dengan BPJS Kesehatan tahun depan. Salah satu pertimbangan wali kota adalah besaran premi yang dibayarkan. “Dalam setahun, pemkot telah menghabiskan sekitar Rp 25 miliar hanya untuk membayar premi BPJS Kesehatan,” kata wali kota, minggu (27/10). Wali kota menyebutkan, pemkot rutin membayar premi
untuk 76.000 warga Kota Madiun senilai Rp 1,7 miliar per bulan. Padahal banyak pos lain yang juga butuh anggaran besar. “Kalau seperti ini kan membuat keuangan rumah sakit tidak sehat. Bagaimana pelayanan bisa prima. Saya tidak ingin pelayanan di rumah sakit tidak prima,” kata Maidi. Padahal uang klaim dari BPJS Kesehatan ini akan digu-
nakan untuk membeli obatobatan untuk pasien. Namun, kalau keuangan dari BPJS Kesehatan tidak cair tentunya rumah sakit akan kesulitan untuk membeli obat. “Kalau hanya satu atau dua bulan itu tidak masalah. Tetapi ini sudah lima bulan. Terus rumah sakit dapat uang dari mana untuk menalangi obat-obatan itu,” kata dia. (hbb/mt/epe)
Kapolres Imbau Peserta Lomba Lintas Alam Jaga Lingkungan
FOTO: MEMORANDUM/IST
Slahung Ponorogo. (*/ji/mt/epe)
Kapolres AKBP Arief Fitrianto memberangkatkan peserta lomba Lintas Alam Satkorcab Banser 2019.
Ponorogo, Memorandum Kapolres Ponorogo AKBP Arief Fitrianto mengimbau seluruh peserta lomba Lintas Alam Satkorcab Banser 2019 untuk menjaga sportivitas, kebersihan, dan keamanan karena melewati medan yang cukup ekstrem. Termasuk tidak membuang sampah dan menyalakan api sembarangan karena rawan terjadi kebakaran ketika memberangkatkan peserta di Lapangan Desa/Kecamatan Slahung, Minggu (27/10). “Jaga diri dan lingkungan. Semoga semua bisa menempuh tantangan dan menjalani rute yang telah ditentukan panitia,” terang kapolres kepad peserta lomba yang menempuh rute sepanjang 10 Km menyusuri kawasan di Kecamatan Slahung. Ketua GP Ansor Ponorogo
Samsul Ma’arif menuturkan, lomba lintas alam sebagai komitmen sahabat pecinta alam untuk mencintai NKRI. “Harus teguh dan meyakini ideologi kita adalah Pancasila dan hari ini kita buktikan dengan hadirnya peserta dari luar daerah yang ikut lomba lintas alam ini,” katanya. Lomba lintas alam ini start dan finis di lapangan Desa Slahung. Diikuti i 448 peserta, terdiri dari kategori perorangan putra 156 peserta, perorangan putri 58 peserta. Sedangkan untuk beregu diikuti 34 regu putra,26 regu putri, dan 17 regu campuran. Selain Kapolres Ponorogo hadir dalam pemberangkatan lomba Lintas Alam Satkorcab Banser 2019, Muspika kecamatan Slahung, dan pengurus MWC NU kecamatan
LAMONGAN-TUBAN-BOJONEGORO
SENIN LEGI, 28 OKTOBER 2019 HALAMAN 15
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
KEPALA BBIRO: Supardi (Hardy). LAMONGAN: M Nur Ali Zulfikar. BOJONEGORO: Sutopo. IKLAN/PEMASARAN: Wahyudi. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 0313959494- 085311868686
Hujan Angin, 4 Rumah di Bojonegoro Ambruk Petugas Satlantas Polres Lamongan sedang menggelar Operasi Zebra Semeru.
Pengendara Tak Pakai Helm Dominasi Pelanggaran Lalin Lamongan, Memorandum Pengendara tidak menggunakan helm menjadi pelanggaran paling dominan yang ditindak Satlantas Polres Lamongan dalam Operasi Zebra Semeru yang baru berlangsung selama lima hari sejak 23-27 Oktober 2019. Sedang tidak memiliki SIM juga masih cukup tinggi. Kasatlantas Polres Lamongan AKP Danu Anindhito Kuncoro Putro menerangkan, bahwa masih banyak pengendara yang belum sadar tentang betapa pentingnya berkendara dengan menggunakan alat keamanan yang sudah ditentukan dalam undang-undang. “Pelanggaran helm tetap yang mendominasi mas pada saat operasi zebra semeru periode ini. Padahal itu sangat penting untuk keselamatan diri mereka masing-masing,” terang AKP Danu, Minggu (27/10) siang. Sementara pengendara di bawah umur yang sempat mendominasi pelanggaran pada operasi sebelumnnya kini sudah mulai berkurang, itu berarti kesadarannya sudah mulai tumbuh meskipun usianya masih di bawah umur. “Selama lima hari ini ada sekitar 1.300 pelanggar yang ditindak petugas. Hasilnya masih banyak juga pengendara yang tidak taat pajak, karena ternyata masih banyak yang telat perpanjang STNK, bahkan menunggak bertahun-tahun,” tegasnya. Seperti diketahui dalam operasi zebra ada delapan prioritas penindakan diantaranya pengendara motor tidak memakai helm standart, pengendara mobil tidak menggunakan sabuk pengaman, pengendara melebihi batas kecepatan, pengendara dalam pengaruh alkohol, pengendara di bawah umur, pengguna menggunakan handphone, dan keabsahan surat-surat kendaraan. (al/har/mik)
Bitingan, Desa Sukodadi Kecamatan Sukosewu. Dikabarkan, pemilik rumah tengah pergi ke Kalimantan. Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Umar Ghoni menjelaskan bila pihaknya telah berkoordinasi dengan petugas Kecamatan Sumberejo terutama di Desa Jatigede. Selain itu, juga korodinasi dengan pihak Kecamatan Sukosewu tepatnya di Desa Sukodadi, tempat beberapa rumah roboh diterjang
Seorang warga meratapi rumahnya yang ambruk di Sukosewu.
angin kencang. “Tim BPBD sudah koordinasi dengan pihak desa dan kecamatan,” ujarnya.
Sementara itu, hujan mulai turun cukup deras di Bojonegoro bagian barat. Seperti di Desa Kebunagung, Kecamatan
Padangan. Juga beberapa desa di Kecamatan Purwosari, Kecamatan Gayam, dan Kecamatan Kalitidu. (top/har/mik)
Perbaikan Iklim Investasi Butuh Dukungan Sinergi
Calon Independen Harus Penuhi Persebaran 14 Kecamatan
FOTO: MEMORANDUM/ALI
Lamongan, Memorandum Berminat mencalonkan diri menjadi Calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup-Cawabup) Kabupaten Lamongan dari jalur perseorangan atau indenpen, harus memenuhi persyaratan dukungan sebesar 6,5 persen dari total DPT (daftar pemilih tetap). Tentunya, acuannya data DPT pemilu terakhir dan tersebar di 14 kecamatan atau memenuhi syarat lebih dari 50 persen dari seluruh wilayah. Penjelasan singkatnya adalah dari total 27 kecamatan yang ada di Kabupaten Lamongan calon harus memenuhi persebaran minimal di 14 kecamatan. “Itu sudah sesuai hasil koordinasi antara KPU dengan Bawaslu tadi malam, dan kemudian di lanjutkan pleno. Yakni penetapan jumlah syarat minimal dukungan calon perseorangan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lamongan tahun 2020,” jelas Ketua KPU Lamongan Mahrus Ali, Minggu (27/10). Mahrus menerangkan, bahwa dalam pemilu terakhir jumlah DPTnya sebesar 1.056.505, sedangkan 6,5 persen dari total DPT tersebut adalah 68.673 orang yang memiliki hak pilih. “Sesuai UU No. 10 Tahun 2016 dan PKPU No. 03/2017 tentang Pencalonan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati disebutkan, persyaratan calon perseorangan yang akan maju dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020 wajib dibuktikan dengan adanya dukungan dari masyarakat berupa foto copy KTP elektronik,” tegasnya. Adapun penetapan jumlah dukungan syarat minimal calon itu sesuai dengan tahapan yang telah diamanatkan dalam PKPU No 15 Tahun 2019 tentang jadwal dan program. “Rencana tahapannya akan kita mulai bulan November besok, untuk pengumuan pendaftaran perseorangan akan diumumkan mulai tanggal 26 November 2019,” pungkasnya. (al/har/mik)
Komisioner KPU Lamongan sedang berkoordinasi dengan Bawaslu Lamongan.
Rumah roboh pertama yang terbuat dari kayu adalah milik Dasri (71), warga Dukuh Mlangi, Desa Jatigede, Kecamatan Sumberejo. Rumah roboh itu terbuat dari kayu. Kemudian, rumah roboh lainnya menimpa keluarga Sugianto (37) dan rumah Jamiah (65), keduanya warga Dusun Sumurpandan, Desa Sumberjo Kidul, Kecamatan Sukosewu. Kemudian rumah keluarga Sukarno, (55) alamat Dusun
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
FOTO: MEMORANDUM/ALI
Bojonegoro, Memorandum Hujan disertai angin menyebabkan rumah di sejumlah tempat di wilayah Bojonegoro ambruk, Sabtu (26/10) sore. Empat rumah roboh itu berada di Kecamatan Sumberejo dan Kecamatan Sukosewu.
MENDORONG investasi di sektor hulu migas itulah kini salah satu pekerjaan rumah terbesar jika Indonesia berkeinginan meningkatkan produksi migas secara signifikan, dari kisaran 750.000 barel per hari menjadi 1.000.000 barel per hari pada tahun 2030 sebagaimana yang dicanangkan oleh SKK Migas. Penambahan investasi itu yang terutama diharapkan dari hasil lelang lapangan minyak baru. Peluang ini terbuka karena Indonesia masih memiliki 74 cekungan yang belum terjamah sama sekali. Selain itu, Indonesia juga memiliki hasil studi, data eksplorasi dan bahkan eksploitasi yang kini bisa dimanfaatkan secara terbuka dengan keluarnya Permen Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 7 Tahun 2019 tentang Pengelolaan dan Pemanfaatan Data Minyak dan Gas Bumi. Beleid 2 Agustus 2019 menjelaskan akses data bukan hanya dapat dilakukan anggota kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang membayar iuran, namun juga masyarakat yang tidak dikenakan iuran sistem keanggotaan. Anggota bisa mengakses penuh atas seluruh data yang bersifat tidak rahasia dan data yang telah melewati masa kerahasiaan. Sementara itu, non anggota hanya dapat mengakses data umum dan data dasar yang bersifat tidak rahasia dan atau yang telah melewati masa kerahasiaan. Keterbukaan data yang dilakukan menyusul pemotongan rantai perizinan yang dicanangkan kementerian ESDM tentu saja disambut gembira karena memperbaiki iklim investasi dalam industri hulu migas. Namun keterbukaan informasi dan pemotongan rantai perizinan di kementerian ESDM tentu membutuhkan dukungan dari kementerian lain yang juga berkait dengan perizinan. Tak hanya itu, industri
Salah satu pengeboran di lepas pantai.
migas juga membutuhkan kepastian revisi Undang Undang No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Pada era otonomi daerah, investasi dari sektor hulu migas juga membutuhkan dukungan pemangku kepentingan di tingkat daerah, termasuk dari Pemerintah Daerah dan tentu saja instansi teknis yang juga merasa punya kewenangan melakukan pengawasan atau bahkan mengeluarkan perizinan. Masalahnya, masih banyak pemangku kepentingan di daerah yang belum sepenuhnya memahami bahwa industri migas merupakan bisnis negara yang menjadi salah satu lokomotif energi pembangunan nasional. Sebagian juga tidak paham untuk bisa memproduksi migas, bukan hanya butuh teknologi tinggi dan modal besar, tetapi juga risiko yang tinggi. KKKS yang bekerja di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas, harus sudah mengeluarkan dana besar sejak menandatangani kontrak pengelolaan satu Wilayah Kerja yang dikenal se-
bagai signature bonus. Setelah mendapat WK, KKKS butuh setidaknya 10 tahun untuk benar-benar bisa memproduksi. Apabila proses itu gagal, misalnya dianggap tidak punya nilai keekonomian, seluruh kerugian menjadi risiko KKKS. Karena itu, pengamat ekonomi Yopie Hidayat melihat selain perlu dukungan iklim investasi yang bagus, kelancaran investasi dalam indutri hulu migas juga ditentukan oleh sinergi yang bagus seluruh pemangku kepentingan. Bagi Yopie, kelancaran kegiatan industri hulu migas bukan hanya penting untuk meningkatkan produksi, tetapi juga untuk meningkatkan nilai investasi yang ujung akhirnya akan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. “Semua harus paham bahwa bahwa ketersediaan energi menjadi kunci yang sangat penting dalam menjamin jalannya pembangunan. Tanpa energi yang memadai, sulit sekali membayangkan perekonomian bisa tumbuh,” katanya. Tentu saja pemotongan rantai perizin-
an, keterbukaan data dan sinergi bukan hanya dibutuhkan KKKS yang sedang mengelola WK baru. Pengelola lapangan migas yang sudah sudah memproduksi migas juga membutuhkan dukungan dalam penjaga dan meningkatkan produksinya. Semua kegiatan itu juga membutuhkan investasi yang memutar perekonomian. Percepatan proses plan development yang dicanangkan SKK Migas untuk mencegah keterlambatan proyek yang berpotensi meningkatkan biaya produksi dan menghambat peningkatan produksi, akan sia-sia jika pekerjaan lapangan untuk perawatan sumur, pengeboran sumur pengembangan ataupun pengeboran sumur baru masih menghadapi hambatan di lapangan. Meski masih membutuhkan waktu panjang untuk mendapatkan buah dari langkah penyederhanaan ijin,dan sosialisasi untuk membangun kesadaran arti strategis dari industri hulu migas, namun Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa Nurwahidi yakin usaha peningkatan produksi migas dimasa yang akan datang akan membuahkan hasil. “Dengan sinergi yang baik, kami optimis usaha meningkatkan produksi di masa depan bisa tercapai. Adalah tugas kita juga untuk terus menciptakan iklim investasi yang kondusif dan ramah investor,” kata alumnus ITS ini. Optimisme itu tidaklah berlebihan. Data realiasi investasi minyak dan gas (migas) 2018 tumbuh 14,9% menjadi US$ 12,69 miliar. Sementara investasi hulu migas 2019 (prognosa) akan tumbuh menjadi US$ 14,75 miliar. Pertumbuhan investasi migas ini merupakan yang pertama kalinya dalam lima tahun terakhir. Sejak 2014, investasi migas selalu mengalami penurunan seiring jatuhnya harga minyak mentah dunia hingga di bawah US$ 30/barel. (har/mik/nia)
Prabowo dan Jokowi Berpadu Cinta untuk Bangsa TANGGAL 28 Oktober 1928, tepatnya di Gedung Indonesische Clubgebouw Weltervreden ( kini Gedung Sumpah Pemuda, Jalan Kramat 106 Jakarta) milik pemuda keturunan Tionghoa bernama Sie Kok Liong, para Poetra dan Poetri Indonesia bersatu mengikrarkan diri menjadi “ Toempah darah jang satoe tanah air Indonesia, Berbangsa jang satoe bangsa Indonesia, dan berbahasa persatoean bahasa Indonesia” sebuah transfusi cairan tekad semangat persatuan para Pemuda pemudi tersebut untuk menggapai cita cita mendapatkan kemerdekaan Bangsa Indonesia; Jika kita hitung sejak sumpah Pemuda diikrarkan sudah 91 tahun yang lalu, waktu itu dinamika semangat berkorban diri memikirkan dan perjuangan kemerdekaan Republik tercinta ini, lain masa lain dinamika, saat ini di tahun 2019 masih sama di dalam Republik tercinta namun masa yang berbeda, dinamika sama sama berjuang, sesaat kemarin adalah berjuang untuk mempertahankan keutuhan dan persatuan bangsa yang tidak mudah untuk di pertahankan adanya konsep pemilu serentak dalam satu moment pemilihan Presiden Wakil Presiden, dan Calon Legislatif ( DPD, DPRRI dan DPRD) dinamika berjalan serasa Bangsa
ini telah tercabik cabik, wajah penuh memar, rasa persatuan bangsa ini akibat dipercayainya isu isu politik devait et impera (ancaman sara dan disintregasi ) yang tidak bertanggungjawab oleh para oknum tokoh politik dengan dibumbui komentar-komentar para Pengamat politik yang kadang juga terlihat keperpihakkannya serta ditambah bonus pembuat berita hoax yang menggila semakin menjadikan bangsa ini dalam kondisi sangat mengerikan, semua terjadi dinamika pertarungan para Calon dalam konstelasi Pemilu yang lalu, hal ini hampir menjadi sebuah bumerang bagi Keutuhan Negara Republik Indonesia. Untung masih ada tumbuh kembang transfusi darah semangat Sumpah Pemuda 1928, ya.. rasa persatuan itu masih ada demi keutuhan NKRI dalam diri para petinggi Tokoh politik tersebut, terbukti pidato Prabowo dalam sebuah kesempatan, menyampaikan alasan filosofi penerimaannya menjadi pembantu Jokowi sebagai Menhankam. Prabowo menggambarkan bagaimana perang saudara terjadi di Jepang dengan dipimpin 2 panglima perang yang saling berhadapan “Toyotomi Hideyosi dan Tokogawa Oyesu” mereka berdua sama sangat kuat dan
OLEH: A FAJAR YULIANTO, S H CTL
masing masing mempunyai pasukan 70 ribuan prajurit loyal dan militan, namun sesaat sebelum perang dimulai keduanya sepakat satu hari sebelum bertempur bertemu dan berbicara, Hideyosi bekata pada Oyesu “ yang mulia saya lihat pasukanmu besar dan kuat, saya lihat pemuda-pemuda dibelakangmu juga pemuda pemuda jepang yang hebat, tapi tolong yang mulia lihat juga dan petimbangkan dibelakang saya ada pasukan yang hebat pula dan dibelakang saya juga ada pemuda pemuda Jepang yang tangguh juga, Yang mulia besok kita akan perang, kita harus ada yang menang atau kalah, anda menang atau saya yang menang, coba pikirkan Yang mulia besok siapapun yang menang maka kita sama sama kehilangan
Pemuda pemuda yang mati dan cidera cacat, hingga kita sama sama kehilangan pemuda pemuda Jepang yang tidak dapat melanjutkan perjuangan bangsa Nihon, banyak ibu ibu dan ayah ayah menangis kehilangan anak Pemuda pemudanya putra yang dicintainya tidak ada lagi yang membantu panen dan tanam, maka mari pikirkan..!! kita sama sama tangguh, tapi saya mengerti Anda cinta Jepang, saya juga cinta Jepang, anda cinta Nihon sayapun juga cinta Nihon kenapa kita tidak berfikir untuk kerjasama saja demi cinta bersama kita, Cinta Nihon”. Inilah menjadikan Prabowo harus melepaskan egonya, dan harus berjiwa besar untuk kepentingan yang lebih besar, dan menerima sebagai Pembantu Jokowi. Disisi lain Jokowi mengapa nekad dan memberanikan diri mengangkat Probowo Sang Rival sejati dalam Pilpres kemarin sebagai Menhankam, ini sebagian pengamat politik sebuah blunder bagi pemerintahan Jokowi 5 tahun kedepan, namun tidak bagi Jokowi, justru Jokowi menunjukkan jiwa kenegarawanannya, yang membuang jauh jauh rasa ego dan dendam politik yang selama putaran konstelasi pemilu saling berhadapan dan bertarung merebut kekuasaan.
Disampaikan Jokowi kalimat sangat singkat dan sederhana direalis di beberapa media yang pada pokok intinya Jokowi ingin membangun sebuah Demokrasi Gotong royong, justru masuknya Prabowo dianggap dapat mematangkan proses demokrasi untuk sama sama demi kebaikan negara dan bangsa (berpadu cinta) tanah air. Secara norma Sumpah Pemuda bukan hanya diartikan “ Toempah darah jang satoe tanah air Indonesia, Berbangsa jang satoe bangsa Indonesia, dan berbahasa persatoean bahasa Indonesia” , namun lebih dari itu sebuah konsep dasar inspirasi membentuk karakter Persatuan dari Sabang sampai Merauke walaupun perbedaan pandangan Politik, kemajemukan kepentingan dan jika hal ini saling sadar dan kembali pada ikrar Sumpah Pemuda maka dalam rangka menata Negara dan membangun demokrasi haruslah memang untuk saling bersama sepakat melepaskan egosentris kepentingan apapun demi Persatuan dan keutuhan NKRI. (Penulis adalah Sekretaris DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( LDII) Kab. Gresik) Direktur Ylbh Fajar Trilaksana
GRESIK-PANTURA
SENIN LEGI, 28 OKTOBER 2019
WEBSITE: memorandum.co.id EMAIL: memorandumredaksi@gmail.com
HALAMAN 10
KEPALA BIRO: Supardi (Hardy). GRESIK: Syaifuddin Anam, Hardy, M Amin Alamsyah. Iklan: Memet HK. ALAMAT: Perum Graha Bunder Asri (GBA) Jalan Emerald VI No 3 Gresik. TELP: 031.3959494- 085.311.868.686 KEP
DPKP Gandeng Semua Unsur Bersihkan Kali Gresik
LAKONE
Sahabat Anak
FOTO-FOTO: MEMORANDUM/ ANDRIYANTO
Baktiar Gunawan Hutabarat
Gresik, Memorandum Agar terwujud lingkungan bersih, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Pemkab Gresik menjalankan program bersama masyarakat mengelola kali bersih yang disingkat berkat kekasih, Minggu (27/10). Kepala Dinas (Kadis) PKP Pemkab Gresik Achmad Wasil Miftakhul Rachman mengatakan, supaya tidak terkesan lingkungan kumuh. Maka pihaknya mengajak masyarakat dan pemerintah desa (Pemdes) setempat untuk
membersihkan kali. “Tidak hanya masyarakat, tapi dari Instansi terkait. Karena program ini didukung oleh berbagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah, Red). Seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Pekerjaan
Umum dan Tata Ruang (PUTR), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres, dan Kodim. Serta dari Pemerintah Kecamatan dan Desa,” jelas Wasil. Selain tercipta lingkungan bersih, kegiatan bersih-bersih kali adalah bentuk mitigasi BPBD sebelum memasuki musim hujan. Karena sampah-sampah tersebut dapat menghambat aliran air sehingga berisiko sebabkan banjir. “Program ini sudah ber-
langsung mulai Februari 2019. Sejauh ini kita telah membersihkan Kali Pulopancikan, Kali Tutup Timur dan Barat. Kemudian Kali Tengah dan Kali Towo. Ini terakhir, di kali Tenger Kecamatan Manyar,” terangnya. Kepala Bidang Pengelolaan Kebersihan, DLH Pemkab Gresik, Zurron Arifin mengatakan selama kegiatan berlangsung, pihaknya telah mengangkut 40 truk sampah. “Sa t u t r u k n y a m a m p u
menampung 8 meter kubik sampah. Kalau untuk kegiatan bersih-bersih di sini, 5 truk telah mengangkut sampah di Kali Tenger,” terang Zurron. Pembersihan Kali Tenger berlangsung di tiga titik. Yakni di Desa Sukomulyo, Roomo dan Yosowilangun, Kecamatan Manyar. Pelibatan masyarakat dalam membersihkan Kali tersebut, diharapkan supaya mereka sadar untuk tidak membuang sampah sembarangan.(dri/har/mik)
Sinergi dengan Pesantren
Dewan Ingin Santri Jadi Pemimpin Masa Depan Gresik, Memorandum Para santri di Kota Pudak harus menjawab tantangan revolusi industri 4.0. Era yang serba digital ini, dimana semua informasi dapat diakses dengan mudah dan cepat melalui media sosial (medsos). Pondok pesantren (ponpes) harus berperan dalam menyiapkan santrinya untuk menjadi seorang pemimpin negeri di masa mendatang. Ketua DPRD Gresik Fandi Ahmad Yani menjelaskan, santri harus bisa menjawab tantangan zaman. Terutama sektor pendidikan, ekonomi dan politik. Apalagi, saat ini sudah memasuk era serba modern. Semua informasi positif dan negatif banyak tersebar di media sosial. “Kami berharap, Gresik yang notabennya sebagai Kota Santri tidak hanya sebatas slogan saja. Tapi diterapkan melalui tindakan, budaya dan kultur di masyarakat,” ungkap Gus Yani dalam kegiatan dialog bertema ‘Revitalisasi Pesantren di Kota Santri’ yang berlangsung di SMK Assa’adah, Minggu (27/10). Selain itu, para pesantren harus bisa
FOTO: MEMORANDUM/SYAIFUDDIN ANAM
MESKI disibukkan dengan tugas sebagai seorang kepala bidang (kabid), Baktiar Gunawan Hutabarat selalu mengupayakan waktunya bersama anak. Sebelum berangkat kerja, setiap hari ia terlebih dulu mengantarkan kedua anaknya ke sekolah. Anak pertama bernama Aisyah Gunawan Putri (16), kini duduk kelas XI. Sedang anak yang kedua, Aji Rafi Gunawan (12), duduk di kelas VII. “Pulangnya kalau sempat saya jemput. Kadang-kadang jika ada rapat atau kalau pas saya ada kegiatan sampai sore, mereka dijemput ibunya. Kalau tidak bisa dua-duanya. Kadang mereka naik Ojek Online. Tapi kalau berangkat tetap kita sama-sama,” ujar Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik ini. Kebersamaan mereka sangat lengkap saat hari Sabtu dan Minggu. Dia selalu mengajak kedua anaknya untuk mengisi akhir pekan dengan bersih-bersih rumah. Selain itu menanam tanaman di pekarangan rumahnya. Terkadang juga merawat dan menyirami tanaman. Jika sudah bosan dengan kegiatan tersebut, baru Baktiar ajak mereka menonton film bioskop. “Setelah nonton biasanya kita makan bareng. Intinya itu anak-anak setiap hari Sabtu dan Minggu minta jalan-jalan. Kalau sudah jalan pasti makan nonton, makan nonton,” kata pria asli Kota Sibolga, Sumatra Utara ini. Selain sebagai ayah, dia ingin anaknya menganggap dirinya sebagai sahabat cerita. “Tentunya asyik. Di masa pertumbuhan mereka perlu pendampingan. Jadi pas akhir pekan biar bisa kita gunakan waktu bersama-sama. Biar kita bisa bercengkrama, bercanda bersama, dan merka lebih terbuka. Kemudian aktivitas atau perilaku mereka bisa saya ketahui dan selalu dalam pengawasan,” sambungnya. Kedekatannya dengan anak membuat dirinya tidak menuntut lebih dari anaknya. Tanpa menuntut harus menjadi dokter, guru dan PNS seperti dirinya. “Yang terping mereka itu bisa berguna bagi bangsa dan Negara. Soal capaian mereka saya selalu support terus buat mereka,” jelasnya. (dri/har/mik)
Ketua DPRD Gresik Fandi Ahmad Yani (dua dari kiri) bersama pemateri dalam diskusi Revitalisasi Pesantren di Kota Santri.
mencetak santrinya untuk menjadi seorang pemimpin di masa yang akan datang. Mengingat pesantren telah diakui melalui pengesahan UU Pesantren. “Salah satu poin UU Pesantren tengah digodok, untuk mendapatkan hasil yang baik dan bermanfaat bagi pesantren,” ungkap politisi muda PKB tersebut. Menjadi orang baru sebagai wakil rakyat, pihaknya membutuhkan saran, masukan dari para pengasuh pondok pesantren dan kiai. Pihaknya meminta maaf,
jika terselenggaranya kegiatan ini masih jauh dari kesempurnaan. Kegiatan serupa akan terus dilakukan di tempat yang lain. “Agar kami mendapatkan ilmu dan masukan dari para pengasuh ponpes dan para kiai,” pungkasnya. Sementara itu, Ketua RMI Gresik KH Alahudin mengatakan, santri harus ikut berperan aktif dalam berbagai hal. Misalnya, bidang ekonomi, politik dan pendidikan. “Jangan sampai santri di gresik hanya
menjadi penonton,” katanya. Mulai saat ini harus dipersiapkan generasi santri menjadi pemimpin pada lima tahun kedepan. Pasalnya, sudah ada pemimpin yang jebolan pondok. Mulai dari Wakil Presiden, hingga Ketua DPRD Gresik. “Kami butuh saran dari para kiai dan pengasuh pondok. Bagaimana kedepan peran santri. Harus ditempatkan diposisi mana. Terutama di bidang ekonomi, politik dan pendidikan,” ungkapnya. Terpisah, Ketua Yayasan Ponpes Qomaruddin KH Nawawi Soleh, memberikan apresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Ditempatkan di lembaga pendidikan SMK Assa’adah dibawah naungannya. Dirinya berharap, diskusi ini memberikan manfaat. “Dapat menata kembali pesantren dari berbagai tantangan,” harapnya. Sekadar diketahui, dalam diskusi tersebut, mendatangkan sejumlah pemateri dari Perguruan Tinggi (PT) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. H. Aswadi dan Dr. Abdul Clalik serta Rektor IAI Qomaruddin Dr. Iskandar Ritonga. (adv/an/har/mik)
Tekan Angka Laka Lantas, Polres Bojonegoro
Launching Kampus Tertib Lalu Lintas
Selanjutnya diaplikasikan dengan me-launching Kampus Tertib Lalu Lintas di Universitas Bojonegoro (Unigoro), pekan kemarin. Acara tersebut dihadiri oleh ratusan mahasiswa asal Kota Angling Darmo, sebutan lain Kota Bojonegoro. Satlantas Polres Bojonegoro mengajak mahasiswa untuk menjadikan keselamatan sebagai hal pertama dan utama dalam berlalu lintas di jalan raya. Dalam kegiatan tersebut dihadiri Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli, Rektor Unigoro Dr Tri Astuti Handayani, Kasatlantas Polres Bojonegoro AKP Aristianto BS, Kasatbinmas Polres Bojonegoro AKP Sujono, dosen staf Unigoro serta ratusan mahasiswa Unigoro. e to Unigoro U go o Tri Astuti stut Hana Rektor dayani mengucapkan terima kasih dan apresiasi terhadap Polres Bojonegoro atas kerja samanya antara Unigoro bersinergi dengan stakeholderr terkait dalam keselamatan berlalu lintas. “Diharapakan sinergi tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dengan mengadakan kegiatan Dikmas Lantas maupun Safety Riding,”ujarnya. Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli menyampaikan, bila Polres Bojonegoro untuk saat ini melakukan operasi di wilayahnya dengan sandi Ops Zebra Semeru 2019. Dalam rangka meningkatkan kesadaran dan kepatuha n kepatuhan masyarakat, dalam berlalu lintas untuk mewu-
FOTO: MEMORANDUM/SUTOPO
Untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bojonegoro terus melakukan terobosan barunya dengan blusukan dari kampus ke kampus. Inovasi itu diberi lebel Police Goes To Campus.
AKBP Ary Fadli dan Kasatlantas AKP Aristianto BS foto bersama mahasiswa.
judkan Kamseltibcarlantas guna cipta kondisi pasca pelantikan Pre s i d e n d a n Wakil Presiden RI Tahun 2019. Diharapkan, kepada generasi muda untuk
AKP Aristianto BS bersama mahasiswa.
turut serta menjadi pelopor keselamatan, karena tidak cukup apabila keselamatan hanya kepada diri sendiri, melainkan harus melibatkan seluruh pihak masyarakat maupun keluarga. “Dengan kehadiran kita di Police Goes To Campus ini, diharapkan memberikan informasi yang menyeluruh tentang program Road Safety, diharapkan mahasiswa Unigoro menjadi contoh atau pioneer tertib berlalu l i n t a s ,” harap perwira lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 2000. Sementara Kasat
AKBP Ary Fadli memberikan cendera mata kepada Rektor Unigoro Dr Tri Astuti Handayani SH MH MHum.
Bojon Lantas Polres Bojonegoro AKP Arismenyam tianto BS menyampaikan, kegiatan Police Goes To Campus Cam dilaksanakan T deklarasi Kampus Tertib Lalu Lintas Kap dipimpin oleh Kapolres Bojonegoro penandatangan deklarasi oleh dan penandatanganan Rektor Unigoro. kemudi Yang kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi O Ops Zebra Semeru
2019 oleh Kasat Lantas bersama anggota terutama penekanan terkait 8 prioritas utama pelanggaran lalu Lintas serta edukasi attitude berkendara yang benar. “Kegiatan ini untuk memberikan edukasi tentang lalu lintas, khususnya tentang undang-undang lalu lintas. Dengan adanya Police Goes
To Campus ini akan ada masukan yang positif dalam membangun budaya tertib berlalu lintas bagi semua pihak, khususnya mahasiswa,” jelas Kasat. Aris menambahkan, pihaknya juga mengajak para mahasiswa untuk dapat berpartisipasi dan menaati peraturan lalu lintas. Hal ini, agar tercipta mengemudi yang berkeselamatan dan mencegah kecelakan lalu lintas. Disela sela kegiatan personel satlantas membagikan brosur himbauan dan peragaan Safety Riding oleh Instruktur Satpas dengan mengajarkan tips aman berkendara kepada para peserta dengan harapan dapat mengurangi potensi Human Error. Kasat menegaskan, komitmen Polri untuk tidak akan pernah bosan berkampanye soal ketertiban dan keselamatan berlalu lintas, serta mengajak civitas akademis menjadi pelopor tertib berlalu lintas dan keselamatan di jalan. Di akhir acara, Kapolres Bojonegoro memberikan helm dan kaus kepada mahasiswa taat berlalu lintas. (top/har/mik)